NTB Berjuang Pulihkan Sektor Pariwisata Pasca Gempa

Pemprov NTB dan sejumlah pelaku industri wisata terus berjuang memulihkan citra pariwisata

Muhammad Faozal

MATARAM.lombokjournal.com —  Sektor pariwisata Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), berjuang pulih pascagempa yang melanda pulau ini pada akhir Juli hingga Agustus lalu.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, tiga aspek utama yang terdampak pada sektor pariwisata di Lombok karena gempa meliputi amenitas, atraksi, dan aksesibilitas.

“Atraksi yang belum normal itu (jalur pendakian) Gunung Rinjani karena kita sedang bahas dengan TNGR (Taman Nasional Gunung Rinjani) soal mitigasi kerusakan,” ujarnya, Selasa (02/10).

Ia menyatakan,dari aspek amenitas, sekitar 10 persen sampai 20 persen amenitas di Gili Trawangan terdampak gempa dan sedang dalam tahap pemulihan.

Faozal tak menampik adanya penurunan tingkat kunjungan pada periode Juli hingga September 2018, jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Hal ini tak lepas dari dampak gempa yang merupakan kejadian luar biasa.

“Kalau nilai kerugian, asumsi kita satu wisman belanja 1.000 dolar AS per hari untuk hotel, makan, dan kebutuhan lain. Nah angka itu bisa dikali misal 100 ribu wisman, berapa besarnya,” tuturnya.

Namun begitu, kondisi ini tak terus menerus diratapi.

BACA JUGA ; Rinjani Ditutup, Akibatnya Ribuan Guide Dan Porter Kehilangan Mata Pencaharian

Dikatakan Faozal, Pemprov NTB dan sejumlah pelaku industri wisata terus berjuang memulihkan citra pariwisata. Dia menyampaikan, hotel yang mengalami kerusakan ringan dan sedang mulai melakukan perbaikan secara mandiri.

“Ya sudah mulai berangsur normal, Gili Trawangan 1.000 sampai 1.200 pengunjung sudah masuk ke gili. Soal amenitas, kita asumsi selesai dalam tiga bulan,” pungkasnya.

AYA

 

 

 




Tingkat Hunian Hotel Turun Drastis Saat Terjadi Gempa Bulan Agustus 2018

Jika  dibandingkan bulan Agustus 2017 juga mengalami penurunan sebesar 10,93 poin

MATARAM.lombokjournal.com – Tingkat Hunian Hotel (TPK) berbintang saat Lombok dilanda gempa sepanjang Agustis 2018, mengalami penurunan dibandingkan bulan Juni 2018.

Badan Pusat statistik (BPS) NTB merilis TPK hotel bintang pada bulan Agustus 2018 yang mengalami penurunan dibandingkan bulan Juni 2018.

TPK bulan Agustus 2018 hanya sebesar 28,18 persen, sedangkan TPK hotel bintang bulan Juni 2018 mencapai sebesar 46,56 persen.

“Ini berarti mengalami penurunan sebesar 18,36 poin. Jika dibandingkan dengan TPK hotel bintang bulan Agustus  2017 sebesar 54,99 persen. Berarti mengalami penurunan cukup signifikan mencapai 30,61 poin,”  kata kepala BPS Suntono , Senin (01/10).

Dikatakannya, rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan Agustus 2018 tercatat 2,64 hari. Ini pun mengalami penurunan sebesar 0,63 hari dibandingkan dengan RLM bulan Juni 2018 sebesar 2,01 hari.

“Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada bulan Agustus 2018 hanya tercatat 36.831 orang yang terdiri dari 27.511 orang tamu dalam negeri ( 74,69 persen)  dan 9.321 orang tamu luar negeri (25,31 persen),” terangnya.

TPK Hotel Non Bintang bulan Agustus 2018 hanya sebesar 16,48 persen, menurun sebesar 11,72 poin dibanding bulan Juni 2018 dengan TPK sebesar 28,20 persen.

Jika  dibandingkan bulan Agustus 2017 juga mengalami penurunan sebesar 10,93 poin dari 27,41 persen.

“Rata-rata lama menginap (RLM) tamu di Hotel Non Bintang pada bulan Agustus 2018 sebesar 1,57  hari, mengalami penurunan 0,36 hari dibandingkan dengan RLM bulan Juni 2018 sebesar 1,93,” katanya.

AYA

 




Pulihkan Pariwisata, Taufan Sebut Delapan Langkah Quick Win Atasi Pengangguran

Sepinya wisatawan dan ditutupnya hotel serta penginapan telah menyebabkan kemacetan suplai hasil pertanian ke hotel dan penginapan

Taufan Rahmadi

MATARAM.lombokjournal.com ––  Bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) selama satu bulan lebih, telah berdampak terhadap berbagai sektor ekonomi.

Di antaranya sektor pariwisata dan ditutupnya pendakian gunung Rinjani di Pulau Lombok.

Masih ditutupnya pendakian gunung Rinjani pasca bencana menyebabkan sekitar  1.200 porter dan guide menganggur.  Sebab masih terjadinya longsoran terus menerus di kawasan Taman Nasional ini.

Tokoh Muda Pariwisata Indonesia,Taufan Rahmadi, mengatakan, gempa bumi di Lombok berdampak juga terhadap sektor pertanian, transportasi dan beberapa hotel maupun homestay dan pelaku wisata di Pulau Lombok.

“Disamping porter dan guide, ada 86 Tour operator , puluhan hotel dan homestay yang juga terkena dampak dari penutupan pendakian ini , belum lagi sektor transportasi dan pertanian,” ungkapnya, mengutip pernyataan Sudiyono, Kepala Balai Taman Nasionap Gunubg Rinjani (TNGR), kepada lombokjournal.com, via WhatsApp, Jumat (28/09) pagi.

Mantan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB ini menambahkan, sepinya wisatawan dan ditutupnya hotel serta penginapan telah menyebabkan kemacetan suplai hasil pertanian ke hotel dan penginapan.

“Dan yang perlu diingat bahwa penutupan pendakian ke Rinjani diperkirakan akan dilakukan sampai akhir tahun 2019,” tutur Taufan.

Melihat kondisi tersebut, menurut Taufan, ada 8 langkah strategis jangka pendek yang dapat dilakukan sebagai quick win.

Pertama, ciptakan produk baru paket wisata dengan memunculkan obyek – obyek wisata baru di seputar kawasan yang berada dalam zona aman.

Kedua, lakukan promosi secara kreatif terkait produk baru paket wisata tersebut; Ketiga, selenggarakan pelatihan bisnis kreatif bagi para pelaku pariwisata setempat. Keempat, berikan kemudahan akses permodalan untuk pengembangan usaha pada sektor pariwisata; Kelima, revitalisasi potensi Desa Wisata yang berada di lingkar kawasan.

Keenam, optimalisasi kerjasama antara pemerintah , swasta dan masyarakat dalam bentuk kesepakatan membantu memperluas pemasaran hasil pertanian.

Ketujuh, memberikan insentif kepada para pelaku usaha pariwisata di kawasan Rinjani untuk melakukan studi banding tentang ” tourism survival ” di negara yang pernah hancur pariwisatanya dikarenakan bencana alam. Kemudian bisa cepat bangkit dan berjaya kembali.

Dan yang kedelapan, bentuk tim ( Rinjani) Crisis Centre yang bertugas melakukan aksi yang cepat dan nyata di dalam mengatasi segala tantangan terkait aktivitas pariwisata di kawasan Rinjani dan sekitarnya.

“Delapan langkah ini tentunya akan dapat diwujudkan apabila kita semua , baik di pusat hingga di daerah bergerak bersama – sama dalam semangat mengembalikan kembali pariwisata NTB,” terang Taufan, pria asal Mataram ini.

Razak




Lewat 4 Big Event, Pariwisata Lobar Siap Bangkit

Seluruh rangkaian event yang disiapkan Pemkab Lobar menjadi genderang kebangkitan pariwisata di NTB, khususnya Lombok Barat

LOMBOK BARAT.lombok Journal – Industri pariwisata Lombok khususnya di Senggigi Lombok Barat pasca gempa hampir sembilan puluh persen kolaps. S

Sebelumnya, Senggigi dinilai sebagai kawasan wisata yang sangat representatif dengan berbagai fasilitas, karenanya pelbagai event besar disiapkan untuk bangkit dari keterpurukan.

Untuk memulihkan dunia pariwisata pasca gempa, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat  (Lobar) sudah menyiapkan empat event wisata besar.

Event pertama yang digelar melalui Dinas Pariwisata Lobar yakni Festival Pesona Senggigi 2018. Festival bertema “Rowah Asuh Gumi” ini berlangsung pada hari Jum’at hingga Sabtu (21-22/09) di Pasar Seni Senggigi.

“Masyarakat NTB, khususnya Lombok Barat, dilanda gempa yang akibatnya industri pariwisata sempat mati suri. Dengan kegiatan ini kita siap bangkit kembali dan membangun industri pariwisata lebih maju lagi,” kata Bupati H. Fauzan Khalid, saat membuka Festival Pesona Senggigi 2018, Jum’at (21/09).

Pembukaan diawali dengan zikir dan doa. Harapannya untuk menghilangkan bala dengan harapan Lombok dapat segera pulih dan bangkit kembali.

Untuk menghibur masyarakat sekaligus sebagai trauma healing, Festival Senggigi dikemas dengan balutan budaya khas Lombok. Mulai dari Bazar, Festival Tari Daerah, aneka lomba, atraksi dan hiburan.

Lebih jauh Bupati Lobar menambahkan, event selanjutnya yang disiapkan Pemkab Lobar antara lain Mekaki Marathon yang akan digelar 28 Oktober 2018 mendatang.

Untuk Mekaki Marathon 2018 akan dilaunching bersama Menteri Pariwisata saat Car Free Day, tanggal 30 September mendatang di Jakarta. Soft launchingnya sendiri sudah dilakukan sejak bulan Juli lalu.

Saat ini ribuan runners sudah terdaftar dan siap kembali menaklukan Mekaki.

Selanjutnya, Pemda Lobar akan kembali menggelar Senggigi Jazz di bulan November dan ditutup dengan ritual budaya Perang Topat.

“Besok saya minta agar Perang Topat selain menyampaikan sinya, Lombok Barat aman damai dan kaya dengan budaya, kami ingin agar beri sinyal ke dunia luar bahwa Lombok Barat sangat mencintai dan menghormati kebhinekaan,” pungkasnya.

Seluruh rangkaian event yang disiapkan Pemkab Lobar menjadi genderang kebangkitan pariwisata di NTB, khususnya Lombok Barat.

Diharapkan juga masyarakat dapat membantu pemerintah bersama-sama membangun Lombok seperti sedia kala.

Harry




Pariwisata Lombok Harus Bangkit Pasca Gempa

Jika pariwisata yang bermasalah bukan hanya masyarakat pariwisata yang merasakannya namun juga masyarakat luar

MATARAM.lombokjournal.com — Pariwisata NTB,  khususnya Lombok, harus kembali bangkit pasca terjadinya musibah gempa bumi yang melanda NTB.

Dampak dari dunia pariwisata tidak hanya dirasakan para pelaku pariwisata saja namun memiliki efek domino.

Menurut GM Hotel Golden Palace Mataram, Ernanda Agung D, jika pariwisata yang bermasalah bukan hanya masyarakat pariwisata yang merasakannya namun juga masyarakat luar.

Ernanda mengatakan, semua pihak bertanggungjawab terhadap kemajuan pariwisata di NTB.

“Kami mohon khususnya pada pihak terkait terutama PHRI, mohon dibantu untuk  masyarakat di luar Lombok bahwa pariwisata kami sudah  bangkit,”ucapnya di sela sela acara re-opening Hotel Golden Palace Mataram yang diisi dengan doa bersama dan potong tumpeng, Selasa (18/09) malam.

Dikatakannya, kondisi pariwisata saat ini baik  dan hotel pun sudah siap dan aman untuk menerimah para tamu.

“Kondisi kami sudah balik dan banyak hotel yang mendapatkan label hijau,” terangnya.

Khususnya Golden Palace, sudah siap pula dan  aman  untuk menerimah tamu dan sudah dinyatakan aman setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim ahli dari PU dan Tim Australia dan telah mendapat label hijau.

Hotel Golden Palace sendiri tutup sejak tanggal 5 Agustus, dan baru dibuka secara resmi pada tanggal 18 September. Sejak tanggal 14 September kemaren sudah ada tamu yang menginap sebanyak 15 kamar.

“Sejak ditutup 5 Agustus kemaren hingga akhir Desember 2018 besok, yang membatalkan  untuk menginap  senilai Rp 20 Milyar. Bagi yang sudah melalukan deposif sudah ada yang dikembalikan,” pungkasnya.

AYA




Promosi Dan Pembenahan Akomodasi Diperlukan Untuk Pulihkan Pariwisata

Kemeterian Pariwisata dinilai luar biasa dalam mensupervisi dan memberikan  arahan untuk penataan kembali fasilitas pariwisata

MATARAM.lombokjournal.com — Promosi yang masif serta pembenahan akomodasi diperlukan di sejumlah destinasi wisata.

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan itu terkait pemulihan pariwisata NTB saat Rapat Koordinasi bersama Menteri Koordinator Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan, di Gili Trawangan, Minggu (16/09).

Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu mendorong para pelaku pariwisata segera melakukan perbaikan akomodasi. Baik yang ada di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa, termasuk Gili Trawangan.

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) terus berpromosi keluar daerah. Selain itu juga  telah melakukan anjangsana dan media visit, menyampaikan pariwisata NTB di tengah musibah tetap survive. Derah  terdampak bisa recovery, selain itu banyak destinasi wisata NTB tidak terdampak, khususnya di bagian tengah, bagian selatan pulau Lombok.

“Itu dua hal yang dikomunikasikan termasuk anjangsana ke airline, khususnya terkait Lombok dan kesediaan tetap menerima para wisatawan,” jelasnya.

Penguatan dua hal yang disebut di atas dapat disupport pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan perangkat Negara lainnya.

“Wisata MICE merupakan triger untuk membangun kembali pariwisata kami di NTB , karena setelah sehari dua hari kegiatan bisa keliling, dan itu bisa menjadi mouth to mouth promotion bahwa NTB itu kondusif,” ujarnya.

Kemeterian Pariwisata dinilai luar biasa dalam mensupervisi dan memberikan  arahan untuk penataan kembali fasilitas pariwisata. Serta telah berkampanye  positif terkait pariwisata Lombok dan Sumbawa.

TGB mengingatkan arahan Presiden saat kunjungan di NTB, perlu perbaikan sebagian wilayah yang rusak seperti Geopark Rinjani . Dalam pembangunannya harus memperhatikan aspek daya dukung lingkungan dan kesesuaian dengan karakteristik yang ada di Rinjani.

“Termasuk bahan-bahan untuk membangun kembali yang sesuai dengan kearifan lokal,” jelas TGB

Ke depan pemerintah diharapkan mengarahkan agar pembangunan dilakukan sesuai perspektif lingkungan, untuk memastikan daerah itu kembali menjadi daerah wisata kultural yang unggul.

AYA/hms

 




Konjen Tiongkok akan Bantu Promosikan Lombok  Aman untuk Wisatawan

Kedutaan Besar Tiongkok juga akan mengabarkan kondisi Lombok yang aman dan nyaman untuk dikunjungi kepada masyarakat Tiongkok, melalui media massa yang ada di sana

MATARAM.lombokjournal.com – – Konsul Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Gou Haodong mengatakan, pihaknya akan membantu mempromosikan dan menyampaikan ke masyarakat Tiongkok bahwa kondisi Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) aman dan nyaman untuk dikunjungi.

Menurut Gou Haodong, meski baru saja dilanda bencana gempa bumi, namun tidak semua destinasi wisata dan infrastruktur dasar di Lombok terdampak.

Masih banyak destinasi yang aman dikunjungi termasuk kelengkapan infrastrukturnya memadai.

“Kami sudah meninjau beberapa destinasi wisata, dan ternyata infrastruktur di Lombok juga masih memadai sehingga yakin bahwa wisatawan pasti masih banyak yang akan berkunjung,” kata Gou Haodong, Senin (10/09), saat berkunjung ke Posko NU Peduli di Mataram, NTB.

Ia mengatakan, Kedutaan Besar Tiongkok juga akan mengabarkan kondisi Lombok yang aman dan nyaman untuk dikunjungi kepada masyarakat Tiongkok, melalui media massa yang ada di sana.

“Kami pasti beritahu masyarakat kami bahwa Lombok itu aman untuk dikunjungi, dan mereka bisa datang untuk berwisata ke Lombok,” katanya.

Seperti diketahui, tingkat kunjungan wisatawan China ke Indonesia cukup tinggi, termasuk yang berlibur ke wilayah Lombok, NTB.

Gou Haodong juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah Indonesia, dan Pemda di NTB.

Sebab, saat kejadian gempa bumi berturut-turut yang melanda Lombok, tidak satu pun wisatawan asal China menjadi korban.

“Saat kejadian itu kami ada laporan bahwa warga kami banyak berwisata di Lombok. Kami mengapresiasi pemerintah Indonesia sudah banyak membantu, sehingga tidak satu pun warga kami yang menjadi korban dalam kejadian gempa bumi di Lombok,” katanya.

Gou Haodong bersama rombongan Konsulat RRT Denpasar didampingi jajaran NU Peduli, Senin (10/9), mengunjungi sejumlah lokasi korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebelum kunjungan lapangan, Konjen RRT Gou Haodong juga menyalurkan donasi simbolik di Posko NU Peduli, di Universitas NU Mataram, di jalan Pendidikan, Kota Mataram.

Kunjungan Gou Haodong dan rombongan diterima Ketua Tim NU Peduli yang juga rektor UNU NTB, Baiq Muliana, Sekretaris PBNU NTB Lalu Winengan, dan jajaran NU Peduli.

Me




Pasca Gempa, Belum Ada Data PHK Karyawan Hotel  

Saat ini normal kembali, yang terjadi adalah ada beberapa karyawan yang cuti karena pekerjaan sekarang ini belum kembali normal

MATARAM.lombokjournal.com — Gempa bumi yang menimpa Lombok belum lama ini, mengakibatkan banyak kerugian.  Termasuk di sektor pariwisata, beberapa hotel terpaksa harus menutup hotelnya dan meliburkan karyawannya.

Namun pasca gempa, hotel-hotel kembali beroperasi meski masih ada beberapa karyawan tidak masuk.

Saat hotel-hotel tidak beroperasi sementara, beredar isu jika ada karyawan yang dirumahkan.

Menanggapi rumor karyawan hotel yang dirumahkan itu, Asosiasi Hotel Manager (AHM) mengaku jika hingga saat ini belum ada data mengenai adanya karyawan yang dirumahkan.

“Sejauh ini saya belum dapat data karyawan dirumahkan,” tutur Ketua Asosiasi Hotel Manager, Ernanda Dewobroto, Senin (10/9).

Hingga sekarang Ernanda mengaku, belum mengatahui jika ada karyawan yang memang dirumahkan pihak hotel pasca gempa. Jika memang ada pasti ada data itu, namun saat ini belum ada sama sekali.

Demikian juga ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lalu Abdul Hadi Faisal, saat dihubungi via Whatsaap menuturkan, pihaknya belum dapat mengenai data PHK ataupun pemangkasan karyawan. Baik yang menimpa karyawan tetap maupun kontrak dari pihak hotel pasca gempa.

“Di data kami, belum ada data PHK belum ada pemangkasan karyawan, karena inilah ingin saya sampaikan terimakasih kepada onwer yang tidak PHK karyawan pasca terjadinya gempa itu,” terangnya.

Dikatakannya, tidak ada isunya karyawan kontrak yang di berhentikan dan karyawan tetap di seleksi kembali.. Saat ini normal kembali, yang terjadi adalah ada beberapa karyawan yang cuti karena pekerjaan sekarang ini belum kembali normal.

“Ada beberapa karyawan cuti, nanti setelah dia cuti yang lain masuk secara bergiliran,” ujarnya.

Hadi menerangkan, sampai selesainya masa recoveriy dan selesai konsolidasinya internal perusahaan, kemudian adanya stament resmi dari pemerintah yang menyatakan sudah aman, seluruh Gili dan tempat wisata lainnya sudah dinyatakan dibuka.

“Dari seluruh onwer itu tidak ada melakukan PHK, hanya ada yang memberikan cuti tetapi gaji tetap diberikan. Tidak ada pemotongan gaji pasca gempa,” pungkasnya.

AYA




Sail Samota Untuk Bangkitkan Pariwisata Pasca Gempa

Sail Moyo Tambora (SAMOTA) di Pulau Sumbawa sangat tepat untuk mempromosikan Bumi Intan Bulaing

MATARAM.lombokjournal.com — Sail Moyo Tambora (SAMOTA) 2018 dibuka Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, Minggu (09/09) di Pelabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa.

Menurut Menko Maritim, Sail SAMOTA merupakan salah satu momentum strategis untuk membangkitkan kembali dunia pariwisata NTB. Terutama pascagempa bumi yang melanda Lombok Sumbawa beberapa waktu lalu.

“Keindahan alam NTB sudah tidak bisa diragukan lagi, terutama Pulau Moyo yang telah dikujungi orang-orang ternama di dunia,” ujarnya.

Luhut juga mengatakan keindahan alam NTB telah menjadikan daerah ini sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia. Selain itu, NTB juga menjadi daerah pelaksanaan event-event berskala nasional.

Oleh karena itu, Menko Maritim mengajak semua jajaran, mulai dari pusat dan daerah untuk bekerja keras membangun dunia pariwista sebagai sumber devisa negara, khususnya di NTB yang baru dilanda musibah gempa.

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan, pelaksanaan event Sail Moyo Tambora (SAMOTA) di Pulau Sumbawa sangat tepat untuk mempromosikan Bumi Intan Bulaing. Selain kaya akan mineral, daerah itu juga kaya dengan keindahan alam yang luar biasa.

Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur NTB menjelaskan, Moyo dan Tambora merupakan destinasi wisata yang telah tersohor ke seluruh dunia dengan keindahan alamnya. Itulah sebabnya pulau Moyo telah banyak didatangi orang terkenal di dunia.

“Banyak sekali orang yang ingin mendapatkan keindahan maka dia datang ke Pulau Moyo”, jelasnya.

Untuk itu Gubernur menegaskan event sail Samota 2018 selain merupakan seremoni, juga merupakan momentum ikhtiar untuk membangun pariwisata yang lebih hebat lagi di pulau Sumbawa. Yaitu, melengkapi potensi Pulau Lombok yang telah dikenal dengan potensi keindahan alamnya yang telah dikenal lebih dahulu.

Gubernur menilai Pulau Sumbawa sangat istimewa. Keindahan alam yang eksotik, kekayaan mineral, keindahan teluk saleh, Moyo dan Tambora disingkat SAMOTA, menjadikan daerah ini istimewa. Daerah ini menurut TGB akan menjadi kebahagian dan kebanggaan NTB dan Indonesia.

Oleh karena itu, Gubernur berharap Sail Samota ini akan mampu memberi kontribusi tidak hanya untuk kemajuan ekonomi. Tetapi juga untuk kekokohan kita semua sebagai satu bangsa dalam bingkai NKRI.

Gubernur meminta dukungan dari pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur wilayah, mulai dari Laut, Udara dan Darat, maka ketika Samota dapat disentuh dengan infrastruk yang diiringi dengan membangun kesadaran masyarakat maka suatu daerah akan menjadi tumbuh.

“Sumbawa menjadi bukti, daerah yang semula sangat minim kontribusi ekonomi, dengan sentuhan infrastruktur yang tepat sekarang telah menjadi sentra jagung terbesar di Indonesia. Dengan adanya pelabuhan Badas NTB telah mampu mengekspor jagung dengan target 300 ribu ton pada tahun 2018,” jelas TGB

Gubernur berterima kasih kepada seluruh jajaran yang telah mendukung pemerintahannya selama sepuluh tahun sehingga berjalan dengan baik. Pada tahun 2018 ini, walaupun NTB diterpa gempa bumi bertubi semoga efeknya akan membawa dampak yang bagi pembanguna  NTB menjadi lebih baik di masa depan.

Usai membuka Sail SAMOTA 2018 Menko Marutim Luhut Binsar Pajaitan melakukan penandatanganan Prasasti peresmian jembatan Samota, peresmian ruang tunggu Bandara Sultan Muhammad Kaharudin Sumbawa dan Prangko Sail Moyo Tambora serta melakukan penanaman Pohon Gaharu sebagai wujud pelestarian lingkungan. Hadir juga saat itu Menteri Perhubungan dan Menteri Pariwisata

AYA/Hms

 




Lombok Sudah Aman, Okupansi Hotel DI Lobar Masih Sepi

Kawasan Senggigi yang biasanya di bulan-bulan Juli-Desember selalu ramai dengan wisatawan dan kini  sepi

LOBAR.lombokjournal.com — Dampak bencana gempa bumi terhadap pariwisata di Lombok Barat, selain mengancam pada tutupnya sejumlah hotel juga berpengaruh pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Gempa bumi yang mengguncang Lombok hingga lebih dari satu bulan, berdampak tutupnya sejumlah hotel di kawasan wisata Senggigi. Selain itu tenaga kerja tidk sedikit terancam dirumahkan.

“Rata-rata pihak hotel terpaksa merumahkan sementara para pegawainya,” tutur Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Lombok Barat, Lale Prayatni, Jum’at  (07/09).

Hanya Hotel Aruna yang memilih tetap beroperasi. Namun mereka harus menyingsingkan lengan baju lebih tinggi, untuk mengefisiensikan pengeluarannya.

“Walau tingkat hunian rendah, kami tidak memilih merumahkan para pegawai. Saat ini pun manajemen masih membutuhkan pekerjaan mereka,” ujar Sofyan Hadi, sales di Hotel Aruna.

Menurut Manajer Pemasaran Kila Hotel Fauzan Akbar, tiap hotel memiliki kebijakan manajemen sendiri. “Kila Hotel juga tetap mempekerjakan secara normal para pegawai,” katanya.

Kawasan Senggigi yang biasanya di bulan-bulan Juli-Desember selalu ramai dengan wisatawan dan kini  sepi. Persoalan ini membuat banyak manajemen hotel meminta solusi kepada Pemkab Lombok Barat.

“Rata-rata mereka meminta dispensasi. Ada yang meminta penundaan pajak, pengurangan, bahkan penghapusan,” cerita Lale sambil menyebut contoh-contoh hotel yang meminta keringanan seperti itu.

Menurutnya, intinya pemda harus bantu mereka. Termasuk dengan pemberitaan bahwa Lombok sudah aman dari gempa dan bagaimana mempromosikan lagi potensi wisata kita.

Mengenai keringanan tersebut, Lale mengaku sedang melakukan kajian.

“Kita sedang mengkajinya, toh secara aturan dibolehkan, apalagi semua diakibatkan oleh bencana,” ujarnya.

Sepinya tingkat hunian hotel juga menjadi pukulan tersendiri pada sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari target total 301 milyar PAD di tahun 2018, sekitar 129 milyar harus dipenuhi oleh Bapenda Lombok Barat.

Akibat minimnya kunjungan wisatawan , berdampak pada pendapatan pajak dan retribusi hotel, restoran, dan hiburan. Lale mengestimasi akan kehilangan 41 milyar dari target sektor pariwisata.

Harry