Kecuali  Senggigi, Pemulihan Pariwisata Lombok Cukup Baik

Pemprov NTB juga akan mencari cara dengan mengajak berbagai pihak mengadakan acara di Senggigi

LOMBOK BARAT.lombokjournal.som — Pemulihan sektor pariwisata menjadi salah satu perhatian bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) pascagempa.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, pemulihan sektor pariwisata di NTB sudah cukup baik. Namun, masih banyak yang perlu dibenahi, terutama destinasi kawasan Pantai Senggigi di Lombok Barat.

“Pemulihan pariwisata sudah cukup baik, kecuali di Senggigi, Senggigi perlu cara yang khusus sehingga wisatawan kembali ke sini,” ujarnya usalai membuka Acara IJTI  di Montana Hotel Senggigi ,Rabu (31/10)

Zul menyampaikan, pemulihan sektor pariwisata bisa dilihat dari tingkat kunjungan wisatawan dan tingkat okupansi hunian kamar pascagempa.

Dia melihat, sejumlah destinasi wisata di Lombok, mulai dari Gili Trawangan, KEK Mandalika, dan Kota Mataram mulai kembali ramai dikunjungi wisatawan.

“Tingkat hunian kamar hotel-hotel di Mataram sudah baik, tapi memang belum ke Senggigi,” katanya.

Zul mendorong para pelaku industri perhotelan di Senggigi proaktif dalam mendatangkan wisatawan dengan menggelar promosi yang menarik.

Pemprov NTB juga akan mencari cara dengan mengajak berbagai pihak mengadakan acara di Senggigi.

“Kita akan mendorong banyak event ke sini. Seiring berjalan waktu kalau ada kegiatan, Senggigi akan kembali pulih,” kata Zul.

AYA




Management Hotel Golden Palace Pastikan Bangunan Hotelnya Aman Pasca Gempa

Kondisi bangunan hotel dijamin aman setelah melalui assesment yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umun dan pihak Australia yang menyatakan, sudah aman untuk dioperasikan kembali pasca Gempa

Ernanda Agung Dewobroto

MATARAM.lombokjournal.com — Silaturahmi Managemen Golden Palace Hotel Lombok (GPHL )bersama para jajaran Pemerintah Provinsi NTB, berlangsung hari Selasa ( 30/10 ) malam.

Dalam silaturahmi yang dihadiri sejumlah Kepala Dinas,  Kepala Badan, Satuan serta Kepala Bidang tersebut, pihak managemen memaparkan terkait dengan kondisi terkini pasca bencana alam gempa bumi.

General Manager (GM) Golden Palace Hotel, Ernanda Agung Dewobroto,menjelaskan, pertemuan silaturahmi tersebut bertujuan untuk lebih mendekat diri kepada pihak jajaran Pemerintah Provinsi NTB. Juga menjadi kesempatan menjelaskan kondisi Golden Palace hotel yang aman dan siap

“Pertemuan ini untuk menyampai pesan terkait dengan kondisi yang selama ini info beredar itu hoaks dan tidak benar, Golden Palace aman kita sudah siap terimah tamu,” ucapnya Ernanda.

Menurutnya, kondisi bangunan hotel dijamin aman setelah melalui assesment yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umun dan pihak Australia yang menyatakan, sudah aman untuk dioperasikan kembali pasca Gempa

“Asesmen itu sendiri dijalani sebanyak dua kali,” ungkapnya.

Ernanda juga memaparkan ucapan terima kasih dari pihak pemerintah Australia yang disampaikan lewat Wakil Duta Besar  Australia,  atas  keberhasilan  melakukan evakuasi terhadap delegasi dan dokumen ketika  terjadi bencana gempa bumi  saat berlangsungnya acara yang digelar di hotel Golden Palace.

Ucapan terimah kasih juga disampaikan pihak Singapura terkait keberhasilan pihak hotel melakukan evakiasi delegasi dan dokumen tanpa ada timbul korban.

“Kami bukan hanya bertanggung jawab pada kenyamanan, tapi  kami juga bertanggungjawab pada keamanana bagi tamu di sini.” ujarnya

Hal senada disampaikan Direktur Utama dan juga Owner Golden Palace Hotel, Ir .Teddy Sanyoto, sangat bersyukur walaupun pulau Lombok sempat dilanda bencana gempa bumi  yang luar biasa, namun khususnya di Kota Mataram tidak banyak menimbulkan kerusakan berat

“Golden Palace Hotel dibangun dengan konstruksi yang sangat bagus,” terangnya dihadapan peserta silaturahim.

Menurutnya, konstruksi bangunan Golden Palace sudah dirancang dengan sangat baik, hingga saat ini kondisinya aman dan tidak ditemukan kerusakan yang sangat fatal dan berdasarkan hasil assesment dinyatakan aman.

“Tidak perlu diragukan lagi karena team assesmen bukan hanya dilakukan oleh pihak Dinas PU NTB namun juga dari Australia yang sudah terkenal sangat profesiona, ” jelasnya.

AYA (*)




Warga Jonggat, Loteng Akhirnya Bersihkan Sampah Di Jalan By Pass

Warga sekitar bersama Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Lombok Maligie telah turun membersihkan sampah pada hari Minggu pagi

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com – Warga Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Loteng akhirnya tergerak membersihkan sampah yang menumpuk di pinggir jalan By Pass menuju Bandara Zainuddin Abdul Majid (ZAM), di Desa Labulia, Minggu (28/10) pukul 06.00 Wita.

Sebelumnya,  Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah, berkomentar  melalui laman akun facebooknya, Bang Zul Zulkielimansyah, Sabtu (27/10), terkait  sampah yang berserakan di wilayah tersebut.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lombok Maligie, Siti Latifhah, M.Pd., membenarkan aktivitas warga setempat yang membersihkan sampah.

Nggih Pak, tadi pagi jam 6 pagi semua warga turun membersihkan sampah,” ungkapnya, saat dikonfirmasi lombokjournal.com, Minggu (28/10) sore.

Terlebih dahulu dilakukan musyawarah antar warga setempat untuk merencanakan pembersihan sampah di Desa Labulia itu.

“Kami rapat semalam dengan seluruh warga untuk membersihkan sampah tersebut. Jam 06.00 pagi,” ujarnya.

Diketahui juga, melalui akun facebooknya, Siti Lathifah Nujumuddin, pendiri Kampung Wisata Adat Sengkoah Labulia ini mengatakan, warga sekitar bersama pokdarwis Lombok Maligie telah turun membersihkan sampah pada pagi hari.

“Kepada Bapak Gubernur NTB Bang Zul Zulkieflimansyah. Pagi ini jam 06.00 wita. Kami warga Kampung Wisata Adat SENGKOAH & Kelompok Sadar Wisata LOMBOK MALIGIE turun bersih-bersih Dan membakar sampah yang ada di Bundaran by Pass BIL LABULIA,” tulisnya.

Selain warga setempat, dari Pemkab Loteng dan Pemprov NTB melalui Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup masing-masing, juga ikut turun membersihkan sampah secara bersama-sama.

“Selain itu juga bersma dinas LH Provinsi dan Kabupaten,” tutur Siti Lathifah, yang juga Dosen Politeknik Pariwisata Negeri Lombok ini.

Bahkan, lebih jauh dikatakannya, akan diberikan bantuan sosial berupa dana hibah  untuk mengembangkan sektor pariwisata setempat.

“Alhamdulillah kami diminta membuat proposal untuk mendapatkan dana hibah bantuan sosial pembangunan dan peengelolaan RTH (Taman untuk wisatawan) di by Pass BIL Labulia, tepat di pintu masuk ke Kampung Wisata Adat Sengkoah Labulia,” bebernya.

Raza




BPPD NTB Fokus Promosi Untuk Gaet Wisatawan Timur Tengah

Hal yang dilakukan untuk menambah minat wisatawan Timur Tengah, antara lain dengan direct fligh dari Timur Tengah menuju Lombok

MATARAM.lombokjournal.com – Badan Pusat Promosi Daerah (BPPD) NTB terus melakukan kiat menggaet wisatawan asing, dan saat ini difokuskan ke turis Timur Tengah.

Pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebelumnya diminati wisatawan Macannegara, sempat meredup dengan adanya bencana gempa bumi 3 bulan lalu.

Ketua BPPD NTB, TGH Fauzan Zakaria mengatakan, tugas dari BPPD adalah membranding kemudian adversiting dan selling (Penjualan ) dalam membangkitkan kembali pariwisata di NTB ini.

Brandingnya diperkuat sebagai pusat wisata halal dunia. untuk advertasing diperkuat melalui media, agar Lombok dan Sumbawa makin dikenal mancanegara.

“NTB khususnya Lombok ini kan terkenal dengan branding wisata halal dan honeymoon,” tutur TGH Fauzan Zakaria, Jumat (26/10).

Dikatakannya, sellingnya ( Penjualan ) pun ditingkatkan dengan transaksi paket jual beli wisata. Wisata di Lombok dan Sumbawa ini banyak sekali yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung. sedangkan untuk selling di Timur Tengah sangat difokuskan.

“Terutama di tahun 2019 sangat banyak sekali, aktifitas Selling di Timur Tengah, seperti aktifitas promosi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Gubernur NTB sudah memandatakan BPPD membuat fantrip meja internasional.

“Jadi banyak media Timur Tengah akan kami undang untuk datang ke lombok melihat secara langsung keindahan Lombok,” imbuhnya.

Hal yang dilakukan untuk menambah minat wisatawan Timur Tengah, antara lain dengan direct fligh dari Timur Tengah menuju Lombok

Karena saat ini yang ada direct flight ke  jakarta dan Bali, wisman Timur Tengah itu berkunjung ke Jakarta kemudian ke Bali barulah ke Lombok.

Faozan berharap ke depan bidang-bidang terkait terutama bidang struktur, kemudian perusahaan penerbangan dapat mendorong banyaknya dIrect flight.

“Ada upaya kita untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan, jadi kita berharap secepatnya. Apalagi dengan  gubernur kita yang memiliki jaringan bisnis yang luar biasa,” cetusnya.

Tentunya hal ini menjadi faktor mempercepat berbagai sektor kegiatan yang dapat mendorong pertumbuhan wisata NTB.

Target untuk mencapai kunjungan wisatawan,  saat ini membuka pasar-pasar potensial sesuai dengan pasar. Karena branding NTB itu wisata halal, tentunya jelas market wisatanya itu wisatawan muslim.

“Tapi bukan berarti non muslin diabaikan, makanya kita sebut juga wisata halal itu wisata yang ramah untuk wisata muslim,” pungkasnya.

AYA




Gubernur Minta Pada Wakil Dubes Australia, Penerbangan Langsung Australia – Lombok

Zulkifliemansyah dan Allester Cox

Sebelumnya sempat ada penerbangan langsung dari   Australia ke Lombok, namun saat ini sudah tidak lagi

MATARAM,lombokjournal.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah saat bertemu Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Allester Cox, mengungkapkan wacana dibukanya penerbangan langsung Australia-Lombok.

“Tadi belum sempat dibicarakan, tapi untuk memajukan pariwisata kita Pak Wakil Dubes, kita ingin sekali punya penerbangan langsung, bukan hanya ke Bali karena saya pikir banyak turis dari Australia,” ujarnya di Kantor Gubernur NTB, Jumat (26/10).

Keduanya bertemu membicarakan kelanjutan sejumlah kerja sama yang telah dibangun antara Australia dengan NTB selama ini, mulai dari sektor pendidikan, pelayanan sosial, hingga pariwisata.

Salah satu yang menjadi perhatian ialah tentang belum adanya penerbangan langsung dari Australia ke Lombok, NTB.  Zul mengaku belum sempat membahas secara detail tentang penerbangan langsung.

Sebelumnya sempat ada penerbangan langsung dari Australia ke Lombok, namun saat ini sudah tidak lagi.

“Kita punya penerbangan langsung sebelumnya,” lanjutnya.

Allaster Cox, mengatakan akan menindaklanjuti permintaan Zul. Dia menilai, Lombok memiliki potensi besar dari sektor pariwisata, termasuk menggaet wisatawan dari Australia.

“Seperti (dari) Darwin, mudah-mudahan kami ada kesempatan bicara dengan maskapai seperti Jetstar untuk membawa turis dari Australia ke Lombok. Mudah-mudahan begitu karena saya rasa dari Australia ada beberapa maskapai yang tertarik membuka kesempatan ke sini,” kata Allaster.

AYA




Bupati Lotim Sampaikan Empat Modal Membangun Pariwisata

Sukiman memberikan apresiasi dan menyambut baik acara Lombok KidS Festival di Desa Kembang Kuning

lombokjournal.com — Bupati Lombok Timur (Lotim), H.M. Sukiman Azmy, MM, membuka acara Lombok Kids Festival di Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur, Kamis (25/10) pukul 16.30 Wita.

Dalam sambutannya, Sukiman menyampaikan, pariwisata akan bisa berkembang pesat dengan baik apabila didukung oleh empat modal.

Pertama; alam yang mempesona. “Kita punya gunung, kita punya lembah, kita punya sawah, kita punya danau, kita punya pantai,” ungkapnya.

Kedua; daerah Lombok Timur memiliki makanan yang khas dan mengesankan bagi para pendatang dari luar.

“Dikesankan oleh orang dimana pun mereka (wisatawan) makan. Maka akan terasa enak,” ujarnya.

Ketiga; masyarakat harus menanamkam sikap keramah-tamahan dalam menyambut para tourism, wisatawan atau para pelancong. Sehingga mendapatkan kesan yang baik bagi para pendatang.

Keempat; harus menciptakan rasa kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan, pelancong maupun wisatawan lokal dan mencanegara.

“Jika mereka merasa aman tinggal disini (Desa Kembang Kuning) dan Lombok Timur secara umum. Mungkin rencananya tinggal satu hari, bisa bertambah jadi dua, tiga, lima hari,” jelasnya.

“Budaya adalah salah satu asset yang bisa mendatangkan para pelancong di negara kita. Khususnya di wilayah kita, Tete Batu, Kembang Kuning dan sekitarnya,” tambah Sukiman.

Dikatakan Sukiman, sejak dulu Desa Kembang Kuning dan sekitarnya merupakan tempat berkumpulnya dan berkembangnya para budayawan.

Sukiman memberikan apresiasi dan menyambut baik acara Lombok Kisd Festival di Desa Kembang Kuning tersebut.

“Mari kita lestarikan budaya ini, karena tidak semua orang tidak bisa melestarikannya,” pesannya.

Adapun yang dilombakan dalam festival yaitu permainan tradisioanl. Yakni, Mantoq celengan, Ngekeq Kepeng, Beselodoran,Tarik tambang, Enjang- Enjang.

Selanjutnya becetekan, lari 100 meter, mainan kreasi, lari karung, presean anak dan terakhir ngeson kerako.

Razak




Lombok Reborn, KWN Gelar “Open Trip 1000pax – Lombok Begawe Beleq”

Konsorsium ini merupakan gerakan solidaritas para pelaku wisata dari berbagai provinsi di Indonesia yang memiliki visi yang sama, yaitu meningkatkan animo wisatawan domestik agar mau menikmati dan mencintai destinasi dalam negeri

MATARAM.lombokjournal.com – Gempa bumi berkekuatan 7 SR yang mengguncang Lombok pada tanggal 5 Agustus  2018, tidak hanya merusak infrastruktur,  juga berpengaruh tidak menguntungkan bagi industri pariwisata.

Lombok sebagai  destinasi wisata yang banyak diminati baik wisatawan asing maupun lokal,  akibat bencana alam tersebut membuat geliat pariwisatanya nyaris lumpuh.

Upaya mengatasi situsi tak menguntungkan itu, Konsorsium Wisata Nusantara (KWN)  mengadakan program “Open Trip BEGAWE BELEQ (Pesta Besar) 1000 pax Lombok Bangkit”. Demikian dikatakan Ketua Panitia Pelaksana Lokal Afdoalul Fitrah di Mataram, Kamis (25/10).

Hal itu dikatakan Ketua Panitia Pelaksana Lokal Afdoalul Fitrah di Mataram, Kamis (25/10).

KWN  sebagai oganisasi berbasis bisnis pariwisata, melaksanakannya bekerja sama dengan lebih dari 150 travel agent di seluruh Indonesia, dengan dukungan lebih dari 20 travel agent serta stake holder pariwisata lokal sebagai pelaksana lapangan.

“KWN melibatkan semua Stake Holder pariwisata lokal semisal Hotel, rumah makan,  transportasi, guide, toko oleh oleh dan suvenir, sebagai wujud dukungan dan kepedulian terhadap pariwisata Lombokemua kebagianlah,” kata pengusaha Alfamedia Tour & Travel yang beralamat di Pagutan Regency 1/16 ini.

Fitrahmemaparkan,periode program ini diselenggarakan pada tanggal 7 – 9 Desember 2018 dengan mekanisme menjual paket wisata yang dikemas menjadi Paket Open Trip 3 hari 2 malam, dengan harga yang sangat terjangkau. Dengan harga 30% lebih murah dari harga biasanya.

Konsorsium ini juga gerakan solidaritas para pelaku wisata dari berbagai provinsi di Indonesia yang memiliki visi yang sama, yaitu meningkatkan animo wisatawan domestik agar mau menikmati dan mencintai destinasi dalam negeri.

Berawal dari ide beberapa pelaku pariwisata yang mewakili daerah asalnya masing-masing yaitu Banten, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, Lombok, Makassar dan Belitung berkumpul membentuk konsorsium paket wisata yang hanya fokus ke destinasi wisata dalam negeri, kini KWN telah memiliki lebih dari 160 travel agent yang terdaftar sebagai Agent Partner Resmi KWN.

Setelah sukses mengadakan acara Travel Gathering pada bulan Agustus 2018 di Banjarmasin yang dihadiri oleh lebih dari 50 pelaku pariwisata lokal, KWN berharap akan lebih banyak lagi destinasi-destinasi dalam negeri yang bisa diperkenalkan dengan harga yang relatif terjangkau untuk wisatawan bisa menikmati keindahan Indonesia.

Keterlibatan para stake holder pariwisata mulai dari pemerintah daerah hingga para pelaku wisata itu diharapkan dapat menjadi salah satu wujud dukungan terhadap pemerintah dalam rangka memenuhi target 20 juta wisatawan asing pada tahun 2019.

AYA




  Event-Event Nasional Tingkatkan Okupansi Hotel Di Lombok

 Beberapa hotet di antaranya telah kembali berjalan normal, huniannya hingga pada bulan Oktober ini semakin membaik dan meningkat sedikit demi sedikit

MATARAM.lombokjournal – Ketua Perhimpunan dan Restoran Indonesia (PHRI) provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Abdul Hadi, menerangkan, dengan banyaknya kegiatan-kegiatan nasional, yang di adakan di NTB dipastikan mampu meningkatkan okupansi hotel, pasca terjadinya gempa. namun peningkatan tersebut belum maksimal.

“Pasca gempa ini belum semaksimal sebelum terjadi gempa kemarin, tapi pasti akan meningkat,” tutur Ketua PHRI NTB, H Lalu Abdul Hadi, Jumat (19/10).

Selain dengan adanya event-event yang di lakukan untuk meningkatan okupansi hotel. tapi juga di lakukan beberapa hal yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Lombok.

Lombok sendiri saat ini sudah dalam kondisi baik, dengan memperbanyak promosi untuk menarik wisatawan lokal maupun macan negara.

“Mempromosikan daerah kita ini di setiap acara ataupun kegiatan diluar, dan mengatakan Lombok ini sudah aman untuk di kunjungi,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan memberikan promosi diharapakan bisa membuat kembali pulih tingkat hunian hotel-hotel yang ada di Lombok.

Bahkan beberapa di antaranya telah kembali berjalan normal. Tingkat huniannya hingga pada bulan Oktober ini semakin membaik dan meningkat sedikit demi sedikit.

Namun saat ini dikatakanya, masih banyak beredar info-info tidak bagus mengenai Lombok. sehingga banyak di antara wisatawan yang akan datang mengurungkan niatnya untuk tidak jadi datang.

“Saya dengar masih ada isu-isu hoax yang menyebar, sehingga mereka yang ingin  berkunjung namun batal,” Pungkasnya.

AYA




Hasil Survey, Rinjani Belum Bisa Dibuka

Berdasarkan hasil survei dan pembahasan, diputuskan jalur pendakian Sembalun, Senaru, dan Torean belum dapat dibuka kembali

MATARAM.lombokjournal.com — Jalur pendakian Gunung Rinjani masih belum dapat dibuka dalam waktu dekat, sesuai survei lapangan yang dilakukan di sejumlah jalur pendakian seperti Sembalun, Senaru, dan Torean

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyono mengatakan, hasil survei telah dilakukan pihak Balai TNGR bersama TNI, Polri, Basarnas, Dinas Pariwisata NTB, Lombok Utara, Lombok Timur, BPBD, trek organizer, pramuwisata, dan porter, pada 3-5 Oktober lalu.

Dikatakan, pembahasan hasil survei dilakukan bersama Basarnas, Badan Wilayah Sungai, dan Ahli Geologi dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB pada 8 Oktober.

Sudiyono menjelaskan, ada beberapa catatan  terkait kondisi sarana dan prasarana pascagempa di jalur pendakian Sembalun.

Rinciannya sebagai berikut: Kantor Balai TNGR Resort Sembalun rusak sedang hingga berat, terdapat 14 titik longsor dan 11 titik tanah retak, dan satu pos unit jaga di pos 2 Sembalun rusak ringan, jembatan beton dengan rantai besi rusak berat namun masih bisa dilewati.

Adapun 12 unit shelter di jalur pendakian Sembalun dinyatakan dalam kondisi baik.

“Tim melaksanakan survei sampai 7,8 kilometer (km). Jalur pendakian Sembalun terputus akibat longsor di bukit Penyesalan (sekitar 120 meter sebelum Pelawangan Sembalun),” kata Sudiyono.

Kondisi tak jauh beda juga terjadi di jalur pendakian Senaru. Kantor Balai TNGR Resort Senaru mengalami rusak berat, gapura pendakian di Jebag Gawah Senaru rusak ringan, pos jaga serta toilet Jebag Gawah Senaru rusak berat.

“Sepanjang jalur pendakian Senaru terdapat 14 titik longsor dan retakan tanah. Jalur pendakian Senaru terputus akibat longsor di bawah Pelawangan Senaru,” jelasnya.

Untuk jalur pendakian Torean, kata Sudiyono, terdapat 12 titik longsor dan retakan tanah. Dia menyebutkan, jalur pendakian Torean juga terputus di jalur sebelum air terjun Penimbungan akibat longsor.

Berdasarkan hasil survei dan pembahasan diputuskan jalur pendakian Sembalun, Senaru, dan Torean belum dapat dibuka kembali. Tim juga akan kembali melakukan survei rencana rehabilitasi jalur pendakian dan fasilitas pendukung yang baru bisa dilakukan setelah musim hujan atau sekira Mei 2019.

“Dalam kondisi normal, pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani menuju Danau Segara Anak diperkirakan dapat dilakukan pada 2020,” kata Sudiyono.

Sudiyono berharap, longsoran di Gunung Rinjani dijadikan pertimbangan bagi pihak terkait dalam antisipasi bencana bagi masyarakat yang berada di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Rinjani ketika musim hujan yang akan datang.

Balai TNGR juga akan melalukan survei jalur wisata alternatif bersama pihak terkait pada 15 Oktober 2018.

AYA




Obyek Wisata Air Terjun di Lantan, Lombok Tengah, Indah Namun  Terlupakan

Air terjun ini masih cukup alami dengan ketinggian kurang lebih 17 meter dari permukaan tanah. Namun di sayangkan, belum memilki fasilitas memadai

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com — Wilayah pedesaan disekitar kawaaan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Pulau Lombok, selalu ada obyek wisata yang bisa dikunjungi dan dinikmati masyarakat.

Salah satunya yaitu obyek wisata air terjun di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Desa Lantan memiliki sekitar enam air terjun. Salah satunya air terjun Loang Tune, begitu masyarakat setempat menyebutnya. Obyek wisata ini terletak di Dusun Pemasir Desa Lantan.

“Ada sekitar enam air terjun. Yang dekat dari sini, air terjun Loang Tune,” sebut Risnawati, warga setempat, Minggu (07/10).

Dikatakannya, dinamakan air terjun “Loang Tune”, konon dulu ada lubang tune (jenis hewan reftil) cukup besar di sekitar air terjun.

Air terjun ini tidak jauh dari pemukiman warga. Waktu tempuh untuk bisa sampai ke lokasi, tidak lebih dari 3 menit, dengan berjalan kaki. Melewati jalan setapak yang ada persawahan warga.

Pantauan lombokjournal.com, air terjun ini masih cukup alami dengan ketinggian kurang lebih 17 meter dari permukaan tanah. Namun di sayangkan, belum memilki fasilitas memadai.

Misalnya; tempat buang air besar (WC), berugak dan lain lain,  serta disekitaran air terjun belum tertata rapi dengan baik serta belum maksimal.

Padahal, air terjun ini sangat di harapkan terutama oleh para pemuda Pemasir,  sebagAi sumber pendapatan sekaligus memberikan manfaat ekonomis.

Hal ini terlihat dari usaha beberapa pemuda yang telah mencoba membuat sejenis tempat duduk atau tongkrongan santai. Tujuannya, memanjakan pengunjung, meskipun terlihat belum tuntas.

Salah seorang pemuda, Long, mengatakan, dirinya bersama teman-temannya yang lain berharap agar air terjun “Long Tune” bisa dikenal oleh masyarakat luas. Oleh sebab itu, mereka berusaha agar lokasi air terjun tersebut tertata rapi dengan baik.

“Pengunjungnya tidak terlalu ramai, mas. Tapi Alhamdulillah kemarin Jumat ada beberapa orang yang mengunjungi. Mungkin, belum dikenal dan lokasinya masih kita benahi bersama teman-teman yang lain”, ucap Long, sapaan akrabnya.

Obyek wisata pedesaan sebagai salah satu sumber daya dan menjadi nilai tambah ekonomi masyarakat, agar benar-benar di perhatikan oleh pemerintah, baik pemerintah desa pemerintah kabupaten.

“Kita harpakan juga agar pemerintah, terutama pemerintah desa supaya menjadi perhatian soal obyek wisata desa. Salah satunya air terjun ini,” jelas Long.

“Keberadaan obyek wisata tersebut menjadi sia-sia. Jika tidak dikelola dengan serius dan maksimal,” tambahnya.

Selanjutnya dikatakan Long, sebab air terjun Loang Tune merupakan salah satu air terjun yang ada di Desa Lantan.

“Masih ada obyek wisata lainnya yang ada di Desa kami, dan air terjun ini salah satunya,” tuturnya.

Razak