Jumpa Bang Zul Di Kawasan KEK Mandalika

Bang Zul menyampaikan keseriusannya untuk hadir dan ingin mendengarkan langsung yang ingin disampaikan masyarakat

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur  Hj. Sitti Rohmi Djalilah terus berusaha melahirkan terobosan demi mendekatkan pemerintah daerah dengan masyarakat.

JANGZULMI atau Jumat Pagi Bareng Bang Zul dan Umi Rohmi merupakan salah satu gagasan besar dalam mendekatkan dan mendengarkan langsung yang dirasakan masyarakat NTB.

Kegiatan tersebut digelar dua minggu sekali, Minggu kedua dan Minggu keempat. setiap bulannya. Namun untuk edisi kali ini berbeda dan spesial karena merupakan arahan langsung Gubernur untuk diselenggarakan di luar jadwal tersebut.

Gubernur menginstruksikan diselenggarakan di kawasan KEK Mandalika dan mengundang ITDC bersama warga Kuta dan sekitarnya untuk duduk bersama dan berdiskusi menyelesaikan permasalahan yang ada di KEK Mandalika.

Gubernur dalam Jangzulmi kali ini benar-benar serius dalam menyelesaikan permasalahan di KEK. Terlihat dalam rombongan yang Hadir bersama Gubernur mulai dari Dirut ITDC, Abdulbar M. Mansore,

Direktur konstruksi dan operasi, Ngurah Wirawan, Direktur proyek the mandalika, Hari Wibisono dan Wakil direktur proyek the mandalika, Adi Sujono. Sekda Provinsi NTB Rosiady Sayuti dan Hampir seluruh kepala OPD Provinsi turut hadir mendampingi, juga Kadis Pariwisata Lombok Tengah dan kepala BPN.

Bang Zul menyampaikan keseriusannya untuk hadir dan ingin mendengarkan langsung yang ingin disampaikan masyarakat.

Menurutnya, ekonomi Indonesia adalah ekonomi yang terbuka. Ekonomi di daerah NTB juga adalah sistem ekonomi terbuka. Aktor utamanya bukan pemerintah, tapi adalah dunia usaha.

“Setiap perekonomian masalahnya ada dua. Pengangguran dan kemiskinan, yang tidak mungkin bisa diatasi sendiri olrh siapapun bupatinya, siapapun gubernurnya, jika tidak ada dunia usaha. Dunia usahalah yang berperan besar dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran.” jelas bang Zul mengawali pengantarnya.

Gubernur, bupati, kepala dinas, bukanlah raja, tambah bang Zul.

“Kami adalah aparat yang tugasnya membantu melayani masyarakat. Kami rela menjadi pesuruh masyarakat.

Siapa yg mau jadi gubernur, bupati maupun kepala dinas, adalah mereka yg mau berkorban dan punya kerendahan hati melayani masyarakat,” ujar Bang Zul.

Bang Zul juga menjelaskan posisi ITDC yang begitu penting sebagai dunia usaha dalam pengembangan pariwisata di NTB.

“Posisi ITDC ini begitu penting. Tugas pemerintah adalah memastikan dunia usaha aman, nyaman dan menyenangkan. Tetapi walaupun kita ingin nyaman, jangan lupakan masyarakat kami. Jangan sampai masyarakat menjadi penonton di daerahnya sendiri,” lanjut Bang Zul.

“Mandalika ini, Kuta ini bukan punya orang lombok saja, bukan punya orang NTB saja, bukan punya Indonesia saja. Alhamdulillah kita diberkahi suatu kawasan yang dimiliki dunia. Kita tidak ingin melihat anak-anak kita hanya menjadi pedagang yg mengejar-ngejar pembeli. Saya ingin melihat anak-anak lombok tengah kelak memiliki pendidikan tinggi, bahkan menjadi direktur ITDC,” ucap bang Zul diikuti tepuk tangan hadirin.

“Oleh karena itu kita sampaikan apa yang ada, apa yang bisa direspon oleh ITDC, dan kami dari pemprov bisa tahu melakukan apa yang dilakukan sehingga masyarakat senang. Kami akan senantiasa membantu. Rumah saya 24 jam terbuka,” tutup Bang Zul.

Senada dengan Gubernur, Dirut ITDC, Abdulbar menegaskan bahwa ITDC hadir sebagai bagian dari BUMN dan bertujuan memberikan manfaat kepada masyarakat.

” ITDC adalah bagian dari BUMN dan milik masyarakat. Kami ingin mengingatkan dulu saat membangun di bali, suasananya juga seperti ini. Namun dalam perjalanannya, semuanya mendapatkan manfaat. Warga yg dulu hanya berdagang, kini memiliki pendapatan jauh lebih besar. 30 persen pegawai kita di bali adalah pemuda desa. Itu yang ingin kita wujudkan. Memang di awal selalu berat.” jelas Dirut ITDC.

Acara berlangsung interaktif dengan bergantian warga bertanya dan langsung dijawab, baik Gubernur, kepala OPD hingga jajaran ITDC memberikan penjelasan. Warga terlihat antusias. Kegiatan sendiri berakhir dan dilanjutkan dengan obrolan santai antara warga dengan jajaran Pemprov dan ITDC.

Aya/hms




Harga Tiket Pesawat Tinggi, Memukul Pariwisata NTB

Pemprov NTB akan mencari cara agar harga tiket pesawat ke NTB menjadi lebih terjangkau guna menarik lebih banyak minat wisatawan

MATARAM.lombokjournal.com  — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah mengatakan, tingginya harga tiket pesawat akan berdampak bagi sektor pariwisata di NTB, khususnya Pulau Lombok.

Apalagi saat ini sektor pariwisata sedang dalam tahap menuju pemulihan pascagempa yang terjadi pada pertengahan tahun lalu.

“Tingginya harga tiket pesawat) tentu akan memukul pariwisata, tak hanya di tempat kita, tapi juga seluruh Indonesia,”ujar Gubernur usai mengisi acara jumpa bang Zul di KEK kuta Mandalika, Jumat (18/01).

Zul, sapaan akrab Zulkieflimansyah, menilai kenaikan harga tiket pesawat tidak lepas dari naiknya harga bahan bakar pesawat yang membuat manajemen maskapai memutuskan untuk menaikan harga tiket pesawat.

Meski begitu, Pemprov NTB akan mencari cara agar harga tiket pesawat ke NTB menjadi lebih terjangkau guna menarik lebih banyak minat wisatawan.

“Bahan bakar mereka (pesawat) tambah tinggi wajar juga, tapi sedang mencari cara agar Kemenpar juga bantu subsidi, bukan hanya untuk penerbangan luar negeri, tapi juga destinasi dalam negeri,” katanya.

Salah satu upaya yang akan dilakukan, kata Zul, adalah dengan bertemu manajemen maskapai. Rencananya, Pemprov NTB akan bertemu dengan manajemen Lion Air dan Garuda Indonesia membahas tentang harga tiket pesawat

“Kita akan ketemu Garuda dan Lion, bagaimana solusinya agar bisa turun karena kalau tiket tidak turun-turun susah juga orang berlibur ke tempat kita,” kata Zul.

AYA




Lombok Lebih Cepat DItetapkan Jadi Hub Penerbangan AirAsia

Selain karena potensi wisatanya, dipilihnya Lombok sebagai hub, juga karena pemimpin daerahnya sangat visioner dan kebijakannya sangat wellcome terhadap investasi dan pengembangan ekonomi

LOTENG.lombokjournal.com — Lombok dipastikan segera menjadi hub penerbangan AirAsia dari lima hub yang saat ini ada di Indonesia.

Pemerintah Provinsi NTB menyambut baik dipilihnya Lombok sebagai hub penerbangan AirAsia, termasuk rencana pembukaan rute Singapura dan Australia.

Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah menyampaikan itu, usai melaksanakan rapat dengan Dirut AirAsia Indonesia di Kawasan Mandalika Resort, Kamis (17/01).

Gubernur NTB mengungkapkan, dipilihnya Lombok sebagai hub peberbangan ini, akan membawa dampak positif bagi Provinsi NTB, karena aksesibilitas destinasi wisata akan semakin luas dan berpeluang meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah.

“Ini ternyata lebih cepat dari yang kami perkirakan, bahwa manajemen AirAsia memastikan menetapkan Lombok menjadi hub untuk penerbangaan AirAsia ke lokasi lokasi lainnya. Kami sangat apresiasi karena menjadikan hub ini sebuah keputusan besar dan sangat serius dan bisa mengakselerasi peningkatan wisatawan bukan hanya internasional tapi juga domestik,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut gubernur menyampaikan, selain Malaysia, penerbangan Singapura dan Australia juga segera dibuka, sedangkan domestik AirAsia akan membuka rute Lombok Denpasar dan Lombok Yokyakarta.

“Mudahan dengan hadirnya AirAsia dengan intensitas lebih banyak akan membuat pariwisata NTB lebih menarik dan menggeliat, sehingga kita segera pulih dari akibat bencana ini,” kata Gubernur Zul.

Terkait dukungan yang dibutuhkan, doktor Zul memastikan Pemprov NTB akan mensuport AirAsia.

Bahkan jika diperlukan, ia akan bersurat ke Kementerian Perhubungan, sebagai wujud keseriusan pemerintah daerah menanggapi kesempatan emas, bagi kemajuan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Dirut AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan menjelaskan, untuk mewujudkan Lombok sebagai hub maka tahun ini AirAsia akan membuka dua rute penerbangan luar negeri baru di Lombok International Airport (LIA).

Dua rute itu adalah Singapura-Lombok, dan  Perth (Australia) – Lombok.

“Lombok akan menjadi hub kita, dan kita akan siapkan dua pesawat yang stanby di LIA. Ini akan kita launching pada awal Maret nanti,” kata Dendy.

Menurutnya, pembukaan rute baru mancanegara ke Lombok merupakan bagian upaya AirAsia mempromosikan Lombok, NTB dan juga membantu percepatan normalisasi pariwisata NTB.

Dalam pertemuan itu, Dendy juga menyampaikan sejumlah hal yang masih membutuhkan dukungan dari Pemda terutama Pemprov NTB.

Beberapa di antaranya adalah kemudahan regulasi terkait slot penerbangan, dukungan promosi, dan fasilitas di LIA.

“Ada beberapa perizinan formal yang kami butuhkan rekomendasinya dari pak Gubernur, seperti untuk Angkasa Pura I dan Kementerian Perhubungan, terkait jadwal penerbangan,” kata Dendy.

Ia menambahkan, selain karena potensi wisatanya, dipilihnya Lombok sebagai hub juga karena pemimpin daerahnya sangat visioner dan kebijakannya sangat wellcome terhadap investasi dan pengembangan ekonomi.

“Dari sisi pasar, kita tak mungkin jadikan Lombok sebagai hub kalau tidak potensial. Artinya Lombok memang potensial, selain itu Gubernur NTB juga sangat wellcome ya. Karena memang visi pembangunan daerah, sangat tergantung pada Kepala Daerahnya,” katanya.

Hadir dalam pertemuan Kepala Dinas Pariwisata NTB HL Moh Faozal, Karo Humas dan Protokol Pemprov NTB Najamuddin Amy, GM LIA Nugroho Jati, Direktur Operasional ITDC I Gusti Ngurah Wirawan, jajaran pelaku wisata dan jajaran manajemen AirAsia Indonesia.

AYA

 




Gubernur Arahkan Pengembangan Segmentasi Medical Tourism

Medical tourism merupakan segmentasi pariwisata yang menyasar kelompok masyarakat tertentu, seperti lansia yang ingin berobat sembari berwisata

MATARAM.lombokjournal.com —  Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah mengangkat Syamsul Hidayat yang seorang dokter menjadi sekretaris Dinas Pariwisata NTB menuai polemik.

Sekretaris Daerah NTB Rosiady Sayuti mengatakan, keputusan gubernur bertujuan untuk pengembangan segmentasi medical tourism atau pariwisata medis di Lombok.

“Dalam rangka kita mengembangkan medical tourism, beliau ditempatkan di sana dengan tugas khusus, saya kira enggak ada masalah,”ujarnya usai mengahdiri acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi jumat,(11/01).

Keputusan ini menuai kontroversi lantaran di satu sisi NTB masih kekurangan dokter.

Namun, Rosiady tidak sependapat. Justru ia menilai dokter di NTB masih banyak. Menurut Ros, medical tourism merupakan segmentasi pariwisata yang menyasar kelompok masyarakat tertentu seperti lansia yang ingin berobat sembari berwisata.

Model pariwisata ini sudah dikembangkan Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura, yang menarik minat wisatawan dari AS dan Eropa.

“Sambil berobat juga berwisata, ini rata-rata lama menginapnya tinggi,”terangnya

Di NTB, kata Ros, KEK Mandalika akan menjadi salah satu model medical tourism dengan adanya rancangan tersebut.

Meski memiliki potensi besar, kata dia, Indonesia belum mampu menciptakan peluang tersebut.

“Kita sendiri belum fokus, jadi uang itu dinikmati Malaysia dan Singapura. Peran sekdis kan koordinatir administrator, dia dapat tugas khusus dari gubernur mengembangkan medical tourism, mungkin pak gubernur nanti kirim beliau dulu belajar ke sana (luar negeri),” kata Rosiady Sayuti.

AYA

 




Ajang Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) 2019 Segera Digelar

Ajang LSGS 2019 akan diluncurkan pada malam hari dan melibatkan para pedagang pasar yang berada di Cakranegara

 MATARAM.lombokjournal.com  — Pesta diskon terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB) akan kembali digelar. Ajang Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) 2019 akan digelar sebulan penuh sejak 27 Januari hingga 27 Februari 2019.

Ajang yang sudah memasuki tahun ketiga ini akan diluncurkan pada 27 Januari di kawasan perniagaan Cakranegara, Kota Mataram.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, LSGS akan menjadi ajang pertama NTB pada 2019 dari 24 agenda pariwisata selama tahun ini. Pemilihan Cakranegara tidak lepas dari lokasinya yang strategis dan menjadi pusat perdagangan serta kuliner di jantung Pulau Lombok tersebut. Faozal berharap LSGS 2019 menjadi momentum bagi sektor pariwisata NTB untuk kembali bangkit setelah sempat terpuruk akibat bencana gempa pada tahun lalu.

“Kita ingin LSGS 2019 memberi pesan bahwa NTB sudah menuju normalisasi dan kita berupaya pasar kembali pulih,”ujarnya saat konfrensi pers Jumat (11/1/2019).

Berbeda dengan LSGS sebelumnya, kata Faozal, ajang LSGS 2019 akan diluncurkan pada malam hari dan melibatkan para pedagang pasar yang berada di Cakranegara.

Dari segi peserta, lanjutnya, juga terdapat penambahan dari 75 peserta pada LSGS 2018 menjadi 150 peserta pada LSGS 2019. Para peserta terdiri atas hotel, resort, maskapai penerbangan, restoran, dan paket jasa wisata di NTB.

“Kita targetkan capai Rp 25 miliar untuk transaksi,”terangnya

Ia melanjutkan, LSGS 2019 juga menjadi pembuka dari ragam atraksi yang juga akan digelar di Lombok pada Februari, seperti perayaan Imlek pada awal Februari dan juga Festival Pesona Bau Nyale pada akhir Februari. Saat ini, Dinas Pariwisata NTB sedang melalukan persiapan termasuk menyiapkan aplikasi daring untuk menggunakan transaksi selama LSGS berlangsung.

“Saat ini persiapan terus kita lakukan, termasuk berbicara dengan manajemen maskapai untuk ikut membantu dengan memberikan potongan harga tiket pesawat ke Lombok,” pungkasnaya.

AYA




Lombok, Destinasi Baru Selain Bali Yang DiberI Perhatian Besar

Kemenpar memiliki sejumlah sasaran rute-rute penerbangan baru. Lombok dipandang pasar potensial sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia

 MATARAM.lombokjournal.com – Pemerintah pusat sedang menggencarkan destinasi wisata baru selain Bali. Dan, Lombok merupakan salah satu destinasi baru selain Bali yang diberikan perhatian besar dari pemerintah.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah mengatakan itu  usai bertemu Menteri Pariwisata Arief Yahya beberapa waktu lalu.

“Sekarang pemerintah ingin menggenjot kuantitas pariwisata, bukan hanya kualitas, mereka akan cari destinasi selain Bali dan Lombik termasuk salah satu destinasi yang diunggulkan,” ujarnya pada Kamis (27/12).

Zul menilai, wajar jika pemerintah memberikan begitu besar perhatian untuk kemajuan sektor pariwisata Lombok. Salah satu perhatian pemerintah pusat ialah mendukung penerbangan langsung dari Perth, Australia ke Lombok dengan dana senilai Rp 15 miliar.

“Awal Maret mulai ada penerbangan dari Perth ke Lombok secara langsung, kalau tidak salah pemerintah back up sekira Rp 15 miliar,” tegasnya

Sebelumnya, Zulkieflimansyah mengatakan, penerbangan langsung Air Asia dari Perth, Australia ke Lombok direncanakan akan mulai beroperasi pada Februari mendatang. Pesawat dengan kapasitas 180 penumpang akan menjadi tambahan rute penerbangan langsung Internasional ke Lombok, menyusul rute Lombok-Malaysia, dan Lombok-Singapura.

“Meski masih Februari, tapi sosialisasi dan promosi dimulai dari sekarang,” ujar

Zul, sapaan akrabnya, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pariwisata. Pasalnya, Kemenpar memberi subsidi kepada maskapai tersebut dengan block seat setengah kapasitas selama enam bulan. Kata Zul, hal ini lumrah dalam menggaet pasar baru.

“Namanya bisnis (maskapai) harus ada untungnya juga, cukup besar nilainya tapi kita beruntung karena itu akan ditanggung Kemenpar bukan Pemda,” lanjutnya

Zul menyampaikan, Kemenpar memiliki sejumlah sasaran rute-rute penerbangan baru. Lombok dipandang pasar potensial sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia.

Zul juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal dan para pelaku industri wisata di NTB yang telah berjuang membujuk Kemenpar memberikan subsidi untuk membuka rute penerbangan baru.

“Mudah-mudahan adanya penerbangan langsung internasional yang baru semakin berdampak positif bagi sektor pariwisata NTB,” Pungkasnya.

AYA




Desa Wisata Kerujuk Buka kembali

Dibukanya Desa Wisata Kerujuk ini adalah bisa memberdayakan masyarakt sekitar dengn cara bekerjasama dalm bidang Kuliner dan kerajinan yang dibuat langsung oleh warga masyarakat di Desa Kerujuk

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com  — Setelah hampir beberapa  bulan tidak beroperasi semenjak gempa Lombok lalu,Desa Wisata Kerujuk akhirnya dibuka kembali .

Hal ini dismpaikan oleh Bupati Lombok Utara Saat ditemui usai Relaunching Kerujuk Ecotourism pada Rabu (26/12).

“Kenapa dikatakan relounching y karena dulu desa wisata Kerujuk ini pernah kita lounching dan alhamdululilah sudah sutlle ya wisata kerujuk ini sudah jalan ,tapi karen kemudian.ada bencana kemudian sempat mengalami surut”Ujar Najmul.

Najmul berharap supaya proses recovery ekonomi  di Lombok Utara semenjak musibah grmpa bebrapa Waktu Lalu sudah bisa dibenahi setidaknya itu sudah bisa melalui sektor pariwisata.

“Makanya relounching wisata Eco krujuk ini adalah sebagai salah satu momentum untuk membngkitkan kembali  perekonomian masyarakat  Lombok utara melalui sektor pariwisata,” terangnya.

Najmul berharap pada 2019 nanti semua sudah bisa berjalan kembali seperti kemarin (Sebelum musibah gempa, Red),

Najmul mrnambahkan walaupun ini kita lakukan di desa wisata kerujuk, tapi pada hakekatnya kita Relounching untuk Ecowisata berbagai tempat di lombok Utara ini.

“Karena Lombok utara ini sangat kental sekali dengan desa wisata sehingga saya sampaikan tadi kalau mentri Pariwisata  menyampaikn satu prodak unggulan desa walaupun tidak banyak tetapi kita kembangkan secara masif,saya melihat bahwa mengembngkan Ecowisata atau desa wisata di lombok utara adalah merupakan salah satu hal yng peluangnya sangat luar biasa karen hmpir seluruh desa kita di lombok utra ini itu berpotensi menjadi desa wisata.

Hal senada juga di sampaikan oleh Ketua Pokdarwis Lombok Utara Lukmanul Hakimm,  yang menyatakan  dalam Relounching desa wisata Kerujuk ini adalah sebagai wujud membangun kembali semngat dan visi Masyarakat sebagai pengelola di didesa wisata kerujuk untuk membangkitkan semangat pasca terjadinya bencana ,dan juga sebagai usaha untuk NTB bangkit ,

Harapan kami dengan dibukanya desa wisata kerujuk ini adalah bisa menmerdayakan masayrakt sekitar dengn cara bekerjasama dalm bidang Kuliner dan kerajinan yang dibuat langsung oleh warga masyarakat di desa kerujuk.

“Nanti makanan dan kerajinan yang dibuat oleh masyarakat sekitari itu dijual di Ecowisata desa kerujuk,yang secara tidak langsung akan memberikan semangat ,serta secara yidk langsung akan berdmpak kepada Ekonomi maayarakat sekitar,” pungkas Lukman.

AYA




Imigrasi Mataram Lakukan Operasi Pengawasan Warga Asing

Target lokasi pengawasan antara lain Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air, Senggigi, Kuta, dan sejumlah wilayah di Lombok yang dinilai perlu adanya pengawasan karena banyaknya jumlah warga asing

Kurniadi, Kepala Kantor Imigrasi Mataram (Foto; AYA/Lombok Journal)

MATARAM.lombokjournal.com —  Operasi pengawasan warga asing  di seluruh Hotel atau Tempat pariwisata di Lombok,  Sabtu (08/12)  pagi dilakukan Kantor Imigrasi Kelas 1 Mataram

“Pelaksanaan operasi pengawasan ini dilakukan untuk menguatkan pengawasan kunjungan Warga Negara Asing (WNA), dan meminimalisir pelanggaran keimigrasian yang dilakukan WNA tersebut,” ungkap Kurniadie, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram.

Tujuan operasi pengawasan itu untuk memberikan pemahaman masyarakat atau pengguna tenaga kerja asing, semua harus sesuai ketentuan yang berlaku.

Dijelaskan Kurniadie, operasi pengawasan sejatinya untuk mengenalkan beberapa program Kantor Imigrasi. Salah satunya melakukan sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) yang tersedia secara online.

Dari jumlah 81 pegawai terbagi menjadi 10 tim, dan dalam satu tim terdapat kurang lebih 7 anggota. Kesepuluh tim tersebut pergi berpencar ke sejumlah target lokasi yang telah ditentukan.

Target lokasi tersebut antara lain Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air, Senggigi, Kuta, dan sejumlah wilayah di Lombok yang dinilai perlu adanya pengawasan karena banyaknya jumlah warga asing.

“Sasarannya, kita akan mengunjungi hotel-hotel atau pun lokasi di mana perusahaan tersebut menggunakan tenaga kerja asing atau (terdapat) WNA yang beraktivitas,” ujarnya

Operasi sosialisasi simpatik ini dilakukan secara kontinu oleh seksi pengawasan dan penindakan (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram untuk tetap konsisten melakukan pembinaan tentang keberadaan dan kegiatan orang asing.

“Kita gerakkan semua agar lebih menyentuh dan merata ke seluruh wilayah kerja kami,” terangnya.

Meski pun berfokus pada kegiatan sosialisasi dan pembinaan, namun jika hasil operasi pengawasaan tersebut didapati warga asing yang menyalahi ijin tinggal, akan langsung dilakukan tindakan.

AYA (*)




Indra Lesmana Dan Vina Panduwinata Meriahkan Senggigi Sunset Jazz

Vina Panduwinata mengaku sudah menyiapkan aransemen khusus untuk tampil di Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018

LOBAR.lombokjournal.com —  Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018 akan menjadi salah satu atraksi Seni berupa pagelaran musik mempromosikan Lombok Barat bangkit pasca bencana gempa bumi.

Beberapa musisi papan atas, antara lain Indra Lesmana dan Vina Panduwinata akan memeriahkan event Sengggi Sunset Jazz 2018.

“Lombok sudah bukan lagi bangkit, tapi Lombok saat ini sudah berlari,” ujar Ricky Fauziyani dari Kementerian Pariwisata saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (27/11).

Perwakilan Lombok Blues Community, Tri Pitaka yang akan ikut memeriahkan gelaran musik itu menyatakan, irama beragam dan membawa kegembiraan siap disajikan pada Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018.

Pentas itu akan menyajikan kolaborasi musisi dari berbagai tempat.

“Semangat dasar jazz adalah kerja sama, bukan kompetisi atau menonjolkan diri. Kolaborasi dari berbagai musisi dengan kepiawaian berbeda yang membuat pentas jazz selalu menarik,” ujar Tri Pitaka.

Vina Panduwinata di kesempatan yang sama mengaku sudah menyiapkan aransemen khusus untuk tampil di Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018.

“Mama Ina tertarik berkolaborasi untuk Mandiri Senggigi Sunset Jazz bukan hanya karena ingin terus berekplorasi dan berekspresi. Mama Ina tertarik karena pentas ini salah satu cara berkontribusi pada Lombok Bangkit,” kata Vina.

Musisi yang sudah puluhan tahun  berkarya dan dikenal sebagai Burung Camar itu menyatakan, akan ada kreasi baru yang tengah disiapkannya.

Dalam pentas nanti, ia bekerja sama dengan DJ Goeslan, Ikmal Tobing, Clement, dan Tim Noya.

“Kalau mau tahu seperti apa kreasinya, ayo ke Lombok dan nonton Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018,” tantangnya.

Dedengkot Jazz Indonesia yang akan tampil bersama putri kesayangannya, Indra Lesmana pun mengaku gembira bisa ikut meramaikan pentas tersebut.

“Saya merasa ini panggilan buat saya, seperti klop saja saat ditawari ikut main. Jadi bisa langsung datang dan ikut menghibur masyarakat di sana (Lombok),” kata  Indra.

ngsung guncangan gempa Lombok yang getarannya sampai di kediamannya di Sanur Bali.

BACA JUGA ; 

Senggigi Sunset Jazz, Upaya Bangkitkan Pariwisata Lobar Pascagempa

Indra menuturkan, ia ikut merasakan langsung guncangan gempa Lombok yang getarannya sampai di kediamannya di Sanur Bali.

Harry

 




SENGGIGI SUNSET JAZZ, Upaya Bangkitkan Pariwisata Lobar Pascagempa

Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018 untuk membawa energi positif dan kegembiraan ke Lombok, energi positif dan kegembira an yang diperlukan semua pihak dalam upaya Lombok Bangkit

LOBAR.lombokjournal.com — Pariwisata jadi andalan Lombok Barat untuk mengatrol perekonomian yang menurun tajam pascagempa, dan diharapkan menjadi sektor dominan meraih PAD sampai 60 persen.

“Cara paling mudah membantu Lombok Bangkit adalah dengan berwisata ke Lombok. Kami siap menyambut wisatawan. Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018 adalah buktinya,” kata Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid dalam keterangan tertulis, Rabu (28/11).

Berkerja sama dengan ArchiSS dan didukung penuh oleh Bank Mandiri, Pemkab Lombok Barat menghelat Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018, yang akan meggebrak hari Minggu (09/12) 2018 mendatang.

“Kami ingin menunjukkan Lombok tidak kehilangan pesona. Lombok tidak apa-apa. Lombok siap bangkit setelah musibah beberapa bulan lalu. Kehidupan harus terus berjalan dan semua pihak diundang terlibat untuk membangkitkan lagi Lombok,” papar Fauzan Khalid saat konferensi pers di Kafe Tartine di bilangan Fx Sudirman, Jakarta, Selasa (27/11).

Event musik ini akan dimeriahkan oleh Indra Lesmana & Eva Celia, Vina Panduwinata, Andien, RAN, Brigitta, Pusakata hingga Lombok Blues Community. Mereka siap menghibur dalam event musik yang digelar di Pantai Senggigi.

Selaku sponsor utama,  Bank Mandiri berharap festival jazz di Senggigi dapat mendorong pemulihan kembali ekonomi dan wisata di Lombok.

“Mudah-mudahan melalui penyelengaraan festival musik ini, pariwisata Lombok dapat kembali pulih. Hal ini juga menjadi salah satu komitmen kami, selalu hadir untuk negeri,” ujar Vice President CSR Center Bank Mandiri, Gde Arhimbawa.

Kegiatan seperti Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018 adalah salah satu upaya Pemkab Lombok Barat menyediakan atraksi wisata.

Dalam pariwisata, atraksi adalah salah satu penarik wisatawan selain keindahan alam.

“Beberapa daerah yang pernah terlanda bencana sudah membuktikan kontribusi pariwisata pada kebangkitan ekonomi pascabencana,” kata CEO ArchiSS, Nety Rusi.

Selain untuk mengundang wisatawan, Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018 juga untuk membawa energi positif dan kegembiraan ke Lombok. Energi positif dan gembira diperlukan semua pihak dalam upaya Lombok Bangkit.

BACA JUGA ; 

Indra Lesmana dan Vina Panduwinata Akan Meriahkan Senggigi Sunset Jazz

“Salah satu hal terpenting setelah bencana adalah kemampuan untuk bangkit kembali dan menjadi lebih baik. Musibah bisa datang berkali-kali. Tapi, kita juga bisa bangkit lebih banyak lagi,” ujar Fauzan.

Harry