Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Okupansi Hotel Masih Kisaran 30 Persen

Pemerintah daerah diminta memperhatikan pihak- pihak yang bekerja di bidang jasa perhotelan, agar bisa merubah  kebijakan yang dilakukn pihak maskapai penerbangan.

MATARAM.lombokjournal.com — Tingginya harga tiket angkutan udara dan pemberlakuan bagasi berbayar oleh beberapa maskapai penerbangan,   berdampak pada industri jasa perhotelan,

Meskipun sudah ada penurunan harga tiket oleh maskapai Garuda namun belum berpengaruh bagi Okupansi Hotel Lombok Astoria Mataram.

“Sebtulnya penurunan dari pihak garuda belum signifikan dengan kita,  karena dari tingkat okupansinya belum begitu maksimal.  Kita (Astoria ) masih di kisaran 30 persen karena dari beberapa maskapai sebelumnya kan belum bisa menurunkan (harga tiket ) ,” ujar General Manager Lombok Astoria M. Ichsan ,Selasa (26/02).

Ichsan menyatakan, kegiatan di Lombok yang bertingkat nasional saat ini baru acara Bau Nyale saja yang diadakan, kegiatan pemerintah yang diadakan di Hotel-Hotel juga masih belum ada.

“Meskipun pada bulan Februari ini  termasuk masa low seasion akan tetapi jik dibandingkan dengan Februari tahun sebelumnya okupansi di Astoria mencapai 60 persen,” terangnya

Untuk mensisati keadaan ini, pihaknya melakukan kiat dengan mengadakan promo-promo saat great sale lalu, yakni dengan promo diskon makanan , dan kamar hotel.

“Secara maksimal, memberikan internal promo dengan diskon untuk semua tipe kamar sebesar 58 persen,” jelasnya.

Ichsn berharap semua pihak tetutama pemerintah daerah bisa memperhatikan pihak- pihak yang bekerja di bidang jasa perhotelan, agar bisa merubah  kebijakan yang dilakukn pihak maskapai penerbangan.

“Kalau bisa dikurainglah harga tiket sert bagasi berbayarnya karen ini sangat berpengaruh bagi kami pihak pengadaan jasa,” harapnya.

AYA

 




Menpar RI; Lombok Masuk Dalam 3 Pulau Terindah Di Dunia

Ini adalah pembangunan resort pertama setelah gempa sehingga bisa memberikan semangat untuk Lombok bangkit

LOMBOK UTARA. Lombokjournal.com — Menteri Pariwisata,  Arief Yahya mengunjungi Gili Air Kabupaten Lombok Utara dalam rangka Ground Breaking AMA-LURRA pada hari Kamis (21/02).

Arief Yahya menjelaskan, majalah Travel and Leisure menetapkan 15 pulau terindah di dunia, 3 di antaranya ada di Indonesia yaitu Pulau Jawa, Pulau Bali dan Pulau Lombok.

Di kesempatan ini pula Menteri Pariwisata memutuskan ,  Mandalika akan mengoperasikan sirkuit Moto Gp untuk pertama kalinya di Indonesia.

“Nah ini, jadi membuat NTB Positioningnya semakin kuat. Positioning halal itu akan membuat pertumbuhan pariwisata di NTB itu tertinggi,” tuturnya.

Dalam kunjungannya, Arief Yahya mengatakan, ini adalah pembangunan resort pertama setelah gempa sehingga bisa memberikan semangat untuk Lombok bangkit dan berharap AMA-LURRA menjadi pilihan untuk wisatawan lokal dan mancanegara.

“Semoga ini menjadi semangat untuk membangun NTB pada umumnya, khususnya Gili Matra untuk wisatawan lokal maupun mancanegara pada kelas yang tinggi,”  kata Arif.

Bersamaan dengan itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc sangat bangga dan menyambut baik kedatangan Menteri Pariwisata untuk kesekian kalinya.

Sehingga membuktikan, pemerintah sangat serius membantu NTB untuk bangkit.

“Kami yakin dengan keseriusan yang baik, yang tulus dari Pak Menteri, kita di lombok ini bukan hanya sekedar ungkapan tapi menjadi kenyataan dari kerja keras kita,” kata Gubernur Zul.

Acara ini kemudian ditutup dengan penanaman pohon dan penandatangan papan kayu oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat dan Menteri Pariwisata.

AYA




Pascagempa Ada Dua Destinasi Wisata Di Lombok Belum Normal

Diharapkan pada tahun ini jalur pendakian Gunung Rinjani juga dapat kembali dibuka pada April

MATARAM.loombokjournal.com  — Sektor pariwisata Lombok belum pulih sepenuhnya akibat dampak dari bencana gempa pada tahun lalu. Kondisi ini diperparah dengan tingginya harga tiket pesawat dan bagasi berbayar yang dilakukan pada low season.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, pascagempa terdapat dua destinasi wisata yang belum normal yakni jalur pendakian Gunung Rinjani dan juga Masjid Hubbul Wathan di Kompleks Islamic Center.

Faozal mengatakan, jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup sejak gempa pada Ahad (29/07/2018) hingga kini.

Penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani, kata Faozal, hal yang lumrah pada periode Januari hingga Maret karena kondisi cuaca.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya, jalur pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka pada April, Faozal berharap pada tahun ini jalur pendakian Gunung Rinjani juga dapat kembali dibuka pada April.

“Rinjani harus kita buka karena agenda kalender kita sudah 4 ribu yang daftar ikut (event lari) Rinjani 100,” ujarnya saat Rapat koordinasi Akselerasi dan Sinkroninasi Program Kepariwisataan Lombok-Sumbawa Pascabencana.

Faozal menyebutkan, Rinjani 100 merupakan ajang wisata olahraga andalan Lombok yang menarik ribuan pelari dari luar negeri.

“Event ini sudah mendunia dan harus kita siapkan dengan membuka Rinjani secepatnya,” kata Faozal.

Faozal menambahkan, untuk kerusakan ringan yang terjadi di Islamic Center NTB akibat gempa juga membuat operasional ikon wisata religi Lombok itu belum dapat beroperasi secara normal.

“Dinas PU menyampaikan pada akhir Februari semua akan normal dan perbaikan sudah selesai. Alhamdulillah kita juga diberikan sumbangan lampu senilai Rp 1,5 miliar dari Kemenpar, hampir sama nanti bentuknya dengan Masjid Nabawi,” jelasnya.

Faozal tidak memungkiri jika kondisi pariwisata NTB saat ini belum sepenuhnya normal. Faozal menilai wisatawan masih trauma dengan bencana gempa yang melanda NTB.

Kondisi ini, kata Faozal, diperparah dengan harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar yang membuat banyak pembatalan penerbangan dan juga pengurangan frekuensi penerbangan ke Lombok.

“Kondisi ini terjadi di seluruh Indonesia. Memang hampir menjerit pelaku industri wisata yang tentu tidak mungkin menjual paket murah,” kata Faozal.

Faozal berharap rakor ini bisa mencari solusi atas sejumlah persoalan yang membelit sektor pariwisata NTB saat ini.

AYA




Okupansi Hotel Di NTB Tak Lebih 10 Persen

Pada low season tahun-tahun sebelumnya tingkat okupansi kamar hotel masih berkisar pada angka 30 persen hingga 40 persen

MATARAM.lombokjournal.com — Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) I Gusti Lanang Patra mengatakan, lesunya kondisi sektor pariwisata Lombok benar-benr mengkhawatirkan.

Lanang menyebutkan, tingkat okupansi kamar hotel di NTB saat ini tidak lebih dari 10 persen. Angka tersebut merupakan yang terparah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Angka di bawah 10 persen okupansi itu tidak biasa karena tahun-tahun sebelumnya tidak sampai separah ini, sekarang di bawah 10 persen,” ujar Lanang saat Rapat koordinasi Akselerasi dan Sinkroninasi Program Kepariwisataan Lombok-Sumbawa Pascabencana di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Rabu (20/02).

Lanang mengatakan, banyak faktor yang membuat melesunya sektor pariwisata Lombok, mulai dari dampak gempa, tiket pesawat yang relatif mahal dan penerapan bagasi berbayar yang terjadi saat masa low season, dan tahun politik yang membuat kegiatan di hotel menjadi berkurang.

“Coba periksa di bandara, kalau bandaranya lengang, pasti hotel juga lengang,” ucap Lanang.

Lanang mengatakan, menurunnya kunjungan wisatawan saat low season memang hal yang lumrah. Namun, kata dia, pada low season tahun-tahun sebelumnya tingkat okupansi kamar hotel masih berkisar pada angka 30 persen hingga 40 persen.

Lanang menyampaikan, kondisi sepinya okupansi kamar hotel terjadi juga di seluruh Indonesia. PHRI saat menggelar rakernas di Jakarta telah meminta Presiden untuk menurunkan harga avtur agar harga tiket pesawat bisa diturunkan.

“Harga avtur sudah diturunkan, dan Garuda sudah menurunkan harga tiketnya 20 persen, tinggal maskapai yang lain yang belum,” kata Lanang.

Mengatasi sepinya kunjungan, kata Lanang, hotel-hotel di NTB terpaksa melakukan efisiensi dengan mempekerjakan pegawai tidak sepenuh waktu.

“Ya kita efisiensi lah, ada yang pekerjakan separuh tenaga, separuh pekerja yang 14 hari kerja dan 14 kerja setelahnya libur. Sejauh ini belum ada PHK. Efisiensi supaya kita bisa bertahan saja,” ungkap Lanang.

AYA




Tiket Pesawat Naik, Kunjungan Wisatawan Anjlog Dan Produk UMKM Pun Lesu

Dishub tidak bisa banyak berbuat, karena merupakan kewenangan pemerintah pusat termasuk maskapai penerbangan yang memiliki otoritas

MATARAM.lombokjournal.com —  Kenaikan harga tiket pesawat dan kebijakan bagasi berbayar oleh sejumlah maskapai penerbangan, telah berdampak terhadap menurunnya kunjungan wisatawan ke NTB, termasuk lesunya penjualan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di NTB.

“Mahalnya harga tiket dan kebijakan bagasi berbayar memang cukup berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke NTB,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu. Bayu Widiya di Mataram, Rabu (20/02)

Menyikapi kondisi tersebut, Pemprov NTB telah bersurat ke sejumlah maskapai penerbangan, termasuk kementerian, supaya kebijakan tersebut ditinjau ulang, harga tiket bisa diturunkan.

Ia mengatakan, akibat kebijakan tersebut, aktivitas penerbangan mengalami penurunan, banyak porter di bandara yang menganggur.

Meski demikian pihaknya tidak bisa banyak berbuat, karena merupakan kewenangan pemerintah pusat termasuk maskapai penerbangan yang memiliki otoritas.

“Maskapai juga, kalau penumpang sepi, tidak mungkin mau terbang kalau dalam kondisi kosong” terangnya.

Selain disebabkan harga tiket mahal dan kebijakan bagasi berbayar, sepinya hunian perhotelan kegiatan di hotel juga bisa jadi disebabkan karena belum normalnya kegiatan pemerintahan.

AYA




Nofian Hadi : Jaringan Startup untuk Jawab Tantangan Tiket Mahal

Selain membangun jejaring pasar startup, pentingnya dukungan Pemda untuk mendorong peningkatan eksport produk UMKM NTB ke luar negeri

lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT  ;    Sektor pariwisata NTB khususnya Lombok benar- benar terpukul akibat harga tiket mahal dan kebijakan bagasi berbayar dari maskapai penerbangan.

Bukan hanya perhotelan, industri kreatif, produk UMKM dan sejenisnya pun terkena dampak.

Produk jajanan dan oleh-oleh khas Lombok yang biasanya laris manis, menjadi turun drastis.

Meski masih ada wisatawan yang datang, namun harus berpikir ulang jika mau membeli produk oleh-oleh, lantaran harga bagasi pesawat yang bisa lebih mahal dari nilai barang bawaan.

“Dari beberapa pelaku UMKM di Lombok Barat dan Lombok Utara, saya tangkap hal itu. Saat ini mereka juga sangat terdampak tiket mahal mdan bagasi berbayar,” kata Lalu Nofian Hadi, Caleg DPRD NTB Nomor Urut 11 dari PKS untuk Dapil Lombok Barat dan Lombok Utara, Jumat ( 15/02)

Nofian mengatakan, kondisi ini memang sulit, karena saat ini lalu lintas dan akses wisatawan ke Lombok masih diandalkan dari penerbangan.

Sementara di lain sisi, penerbangan merupakan bisnis tersendiri yang sulit diintervensi oleh pemerintah, apalagi Pemda.

Namun, menurut Nofian, selalu ada pelajaran baik dari setiap kendala dan masalah.

Menurutnya, ketergantungan sektor UMKM terhadap pasar wisatawan yang menggunakan penerbangan menunjukan bahwa sistem pemasaran UMKM umumnya masih berperspektif offline.

Salah satu cara mengatasi ialah membangun sistem online berbasis digital.

“Kasus ini harus jadi pelajaran. Sehingga ke depan kita tidak lagi bergantung pada berapa banyak wisatawan yang datang, tapi bagaimana produk kita menjangkau pasar wisatawan hingga luar daerah,” katanya.

Selain membangun jejaring pasar startup, Nofian juga menekankan pentingnya dukungan Pemda untuk mendorong peningkatan eksport produk UMKM NTB ke luar negeri.

Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan sebagai stakeholders berkompeten harus mulai menginisiasi.

Mulai dari pembinaan UMKM, pendampingan mutu dan produksi, hingga ketersediaan pasar, dan juga eksport kr negara luar.

“Eksport ini bisa menjawab tantangan tiket mahal. Tapi memang harus ada good will dari pengambil kebijakan,” ujarnya.

Menurut Nofian, pariwisata merupakan sektor yang tidak mungkin bisa berjalan sendiri tanpa peran dan dukungan stakeholders di sektor lainnya.

Ia bertekad jika kelak terpilih dan mendapat amanah duduk di kursi DPRD NTB, hal ini yang akan diperjuangkan.

“Inshaa Allah, saya akan dorong pariwisata yang holistik, sehingga kita punya kekuatan. Masalah tiket ini kan bisa terjadi kembali kapan saja, tapi yang terpenting bagaimana kesiapan kita menghadapinya,” tukasnya.

Me




Asosiasi Hotel ;  Naiknya HargaTiket Turunkan Okupansi Hotel

Ketentuan bagasi berbayar telah menyebabkan menurunnya omzet pelaku UMKM. Khususnya, mereka yang berbisnis produk oleh-oleh atau buah tangan

MATARAM.lombokjournal.com – Asosiasi Hotel Mataram (AHM)  mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal dan kebijakan bagasi berbayar. Kondisi ini menyebabkan tingkat hunian atau Okupansi Hotel saat ini hanya mencapai 31 persen.

Jika dibandingkan tahun lalu, okupansi Hotel di Mataram berkisar di antara 44 persen. Dihitung dari Januari Tahun sebelumya sekarang berbeda, kisaran turunya hingga 13 persen , yang kita hitung dari januari 2018-Januari 2019.

Hal itu disampaikan Ketua AHM, Ernanda Dewobroto.

“Kondisi harga tiket yang mahal ini telah mengakibatkan berkurangnya perjalanan masyarakat yang berakibat menurunnya hunian ,” kata Ernanda.

Ia mengatakan, maskapai beralasan bahwa harga avtur yang tinggi adalah penyebab mahalnya tiket pesawat. Mau tidak mau pihak maskapai harus mencari cara dengan menaikan harga karena perusahaan maskapai kan swasta, bukan milik negara jadi mereka punya hak untuk itu.

Tak hanya itu. Menurut dia, ketentuan bagasi berbayar telah menyebabkan menurunnya omzet pelaku UMKM. Khususnya, mereka yang berbisnis produk oleh-oleh atau buah tangan.

“UMKM yang berbisnis di bidang oleh-Oleh sekarng juga sepi peminat, gimana mau beli oleh-oleh kalau harga bagasinya saja sangat mahal,” katanya.

Ia menyatakan, jika dari AHM meningkatkan promosi dan dari pariwisata dibantu. Namun untuk saat ini percuma,karena walaupun harga kamar  murah,atau banyak promosi tapi jika Harga tiket dan bagasi berbayar, karena orang-orang lebih memilih tinggal dirumah daripada  harus liburan keluar daerah.

Ia  berharap pemerintah dapat segera mencarikan solusi terhadap kondisi yang ada saat ini.

AYA

 




Pariwisata NTB Alami Ujian Bertubi-tubi

Sektor pariwisata Lombok sedang berjuang untuk kembali pulih dari dampak bencana, banyak anggota Asita NTB yang tidak lagi menerima pesanan dari para tamu untuk berlibur di Lombok

MATARAM.lombokjournal.com  — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Nusa Tenggara Barat (NTB), Dewantoro Umbu Joka mengatakan, sektor pariwisata Lombok mengalami ujian bertubi-tubi.

Umbu mengatakan, cobaan berat harus diterima sektor pariwisata Lombok yang sempat dilanda bencana gempa pada tahun lalu. Belum benar-benar pulih akibat dampak gempa, lanjut Umbu, pariwisata Lombok kembali dihadapkan persoalan lain yakni kenaikan harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar yang terjadi saat masa sepi atau low season

“Sejak gempa sudah banyak /cancel, pascagempa low season, harga tiket pesawat naik, ditambah bagasi berbayar, ini kan tidak lazim,”ujarnya

Umbu menilai, kenaikan harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar yang terjadi saat low season semakin membuat sektor pariwisata Lombok menderita.

Padahal, Umbu katakan, sektor pariwisata Lombok sedang berjuang untuk kembali pulih dari dampak bencana. Akibatnya banyak anggota Asita NTB yang tidak lagi menerima pesanan dari para tamu untuk berlibur di Lombok.

Umbu menilai, kondisi seperti ini tidak sejalan dengan program pemerintah yang menargetkan adanya kenaikan kunjungan wisatawan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.

Di sisi lain, Umbu mengatakan maskapai juga tidak secara penuh bersalah dalam menaikan harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar. Menurut Umbu, maskapai tidak melanggar peraturan dalam mengeluarkan dua kebijakan tersebut.

“Memang maskapai tidak salah juga, tidak melanggar juga karena masih dalam tarif batas atas dan bawah, tapi mungkin sisi etika yang dilanggar. Tidak tepat saat musim (low season) begini dikasih harga mahal kan tidak pas situasinya,” ungkap Umbu.

Umbu menyayangkan sikap maskapai yang terkesan mengabaikan aspek etika dan juga secara mendadak menaikan harga tiket pesawat serta menerapkan bagasi berbayar.

Menurut Umbu, seharusnya maskapai bisa melakukan kenaikan harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar secara bertahap agar masyarakat tidak kaget dan membuat mengurungkan niatnya berlibur.

“Momennya tidak tepat, ini tiba-tiba semacam serangan mendadak, seharusnya naik dikit-dikit, bagasi juga pelan-pelan ada tahapan, jadi orang enggak kaget, kalau kaget kan pasti ‘jantungan’ dan tidak bisa jalan,” katanya.

Rencananya, seluruh perwakilan DPD Asita se-Indonesia akan menggelar aksi damai menyuarakan tuntutan agar adanya penurunan harga tiket pesawat  dan penerapan bagasi berbayar di depan Istana Presiden di Jakarta pada 28 Februari mendatang.

“Kita mohon Pak Presiden bantu agar harga tiket pesawat dan bagasi berbayar ditinjau ulang, kan pemerintah punya target meningkatkan kunjungan wisatawan, kalau mandek, apa yang mau diharapkan,”pungkas umbu

AYA




Dispar Matangkan Festival Pesona Bau Nyale 2019

Event ini bisa menjadi angin segar bagi pelaku industri wisata yang terdampak akibat kenaikan harga tiket pesawat dan bagasi berbayar

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) NTB tengah mematangkan persiapan event Festival Pesona Bau Nyale 2019.

Pihak Dispar NTB menyiapkan puncak acara yang berlangsung pada 24 Februari 2019,

Selain itu, Dispar NTB juga menyiapkan rangkaian acara menarik seperti ;

  • Surfing contest di Pantai Gerupuk pada 17 Februari,
  • Foto contest pada 17-23 Februari,
  • Pengelolaan desa wisata Mandalika pada 18 Februari,
  • Seni Peresean di Pantai Kuta Mandalika lada 19-23 Februari,
  • Dialog Ekonomi Kreatif pada 21 Februari,
  • Mandalika Berzikir di Masjid Nurul Bilad Mandalika pada 22 Februari,
  • Parade Budaya di Praya pada 23 Februari,
  • Grand Final pemilihan Putri Mandalika, kampung kuliner, dan
  • Malam puncak Pesona Bau Nyale di Pantai Seger pada 24 Februari, dan
  • Aksi bersih Pantai Seger pada 25 Februari.

Kepala Dispar NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, 80 persen kegiatan Festival Pesona Bau Nyale diselenggarakan di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika.

Faozal berharap Festival Pesona Bau Nyale menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Lombok. Menurut nya, ajang ini juga menjadi upaya Pemprov NTB dalam menggairahkan kembali sektor pariwisata Lombok menghadapi persoalan harga tiket pesawat dan bagasi berbayar.

Faozal menargetkan tiga ribu wisatawan hadir dalam Festival Pesona Bau Nyale.

“Target tiga ribu wisatawan) saya kira realistis,”ujarnya saat konfrensi pers senin ( 11/2 )

Faozal mengatakan, Kementerian Pariwisata mendukung penuh pagelaran Festival Pesona Bau Nyale karena sudah masuk dalam kalender event pariwisata nasional.

Kata Faozal, panita mendatangkan desainer ternama, Samuel Wattimena femi menghasilkan peragaan busana dan juga koreografer Denny Malik untuk mengemas acara malam puncak Pesona Bau Nyale lebih maksimal. K

Kepiawaian Denny saat menjadi penata tari untuk pembukaan Asian Games 2018 dinilai mampu memberikan sentuhan berbeda dalam pagelaran Festival Pesona Bau Nyale.

“Untuk Mandalika berzikir di pelataran Masjid Nurul Bilad akan menghadirkan Ustaz Yusuf Mansyur; jadi selain event pariwisata tetap ada kegiatan kerohanian,” katanya.

Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Andi mengatakan BPPD NTB siap mempromosikan pagelaran Pesona Bau Nyale. Andi menilai ajang ini berpotensi kembali menggairahkan sektor pariwisata Lombok.

“Event ini jadi suatu yang bisa kita jual untuk membangkitkan pariwisata di NTB, kita harus bersinergi, kalau event ini sukses, semoga bisa tergerak ke event yang lain,” ujarnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Nusa Tenggara Barat (NTB), Dewantoro Umbu Joka  mengatakan ,event ini bisa menjadi angin segar bagi pelaku industri wisata yang terdampak akibat kenaikan harga tiket pesawat dan bagasi berbayar.

“Event-event seperti sangat bagus, meskipun harga tiket sedang mahal, tapi intinya pemerintah daerah tidak tinggal diam dengan tetap menggelar event,” pungkasnya.

AYA




Bulan Desember 2018 Tamu Hotel Berbintang Naik

Rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan Desember 2018 tercatat 2,11 hari, berarti mengalami penurnan sebesar 0,26 hari dibandingkan dengan RLM bulan November 2018 sebesar 2,37 hari

MATARAM.lombokjournal.com —  -Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menyatakan dalam rilisnya, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada bulan Desember 2018 mengalami kenaikan dibandingkan bulan November 2018.

TPK bulan Desember 2018  sebesar 40,53 persen, sedangkan TPK hotel bintang bulan November 2018 mencapai sebesar 38,24 persen.

“Ini berarti mengalami kenaikan sebesar 2,29 poin. Jika dibandingkan dengan TPK hotel bintang bulan Desember  2017 sebesar 50,05 persen berarti mengalami penurunan  9,52 poin,” ujar Suntono selaku Kepala BPS NTB

Ia menambahkn Rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan Desember 2018 tercatat 2,11 hari. Ini mengalami penurnan sebesar 0,26 hari dibandingkan dengan RLM bulan November 2018 sebesar 2,37 hari.

“Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada bulan Desember 2018 tercatat 58.881 orang yang terdiri dari 48.950 orang tamu dalam negeri (83,13 persen) dan 9.931 orang tamu luar negeri  (16,87 persen)”ungkapnya.

TPK Hotel Non Bintang bulan Desember 2018 hanya sebesar 24,01 persen mengalami kenaikan  sebesar 0,60 poin dibanding bulan November 2018 dengan TPK sebesar 23,41 persen. Jika  dibandingkan dengan bulan Desember 2017 mengalami penurunan sebesar 3,75 poin dari 27,76 persen.

“Rata-rata lama menginap (RLM) tamu di Hotel Non Bintang pada bulan Desember 2018 sebesar 1,90  hari, mengalami kenaikan 0,31 hari dibandingkan dengan RLM bulan November 2018 sebesar 1,59 hari”Pungkas suntono.

AYA