BPPD NTB Bahas Strategi Pariwisata Bangkit

Ditegaskan, semua yang sifatnya promosi tidak boleh hanya seremonial 

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB gelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama sejumlah pihak terkait,  di antaranya dengan seluruh GM Hotel, dan pelaku serta stekholder pariwisata.

Rakor tersebut untuk membahas strategi dalam membangkitkan pariwisata NTB pasca musibah gempa yang melanda Lombok-Sumbawa, beberapa waktu lalu.

“Rakor ini digelar guna membahas sejumlah persoalan penting terutama terkait dengan bagaimana memajukan pariwisata NTB.” ujar Ketua BPPD NTB, Anita Achmad  dalam sambutannya, Kamis (21/03).

Anita menilai pasca gempa, bagaimana pariwisata harus bisa bangkit bersama. Tentunya untuk bangkit bersama ini  bukan sesuatu yang mudah.

“Menjadi seorang pemimpin yang saya inginkan semua daripada stakeholder pariwisata maupun swasta atau dari pemerintahan bersinergi  untuk kompak, semua harus melalui satu pintu di BPPD. Tujuannya tentu untuk mempermudah mengkoordinir semuanya terkait promosi,” kata Anita.

Anita  meminta kekompakan semua, agar tidak  ada yang lari ke kanan, ke kiri atau mundur ke belakang, semua harus mengikuti arahan.

“Harus satu pintu dan mematuhi aturan, jadi Imbasnya nanti kembali lagi kepada teman- teman semua kita harus kuat, pasang badan untuk terus maju ke depan,” tegasnya..

Ia memaparkan jika semua yang sifatnya promosi tidak boleh hanya seremonial.

“Saya tidak mau hanya bersifat seremonial lalu hilang gaungnya. Tapi kita harus evalusi dan minimum tiga bulan sekali sebelumnya, dan setelah itu kita pengen tau seperti apa hasil promosi kita  di lapangan. Semua harus dievaluasi agar diketahui akaR masalah dalam promosi selama ini,” jelasnya.

Dalam rakor tersebut BPPD NTB juga membahas rencana kerja anggotanya di bawah kepemimpinan Anita Achmad.

Anita Achmad menyampaikan, dalam rencana kerja promosi pariwisata NTB, dirinya menyerukan kepada anggota BPPD NTB untuk meningkatkan kekompakan. Sehingga apa yang menjadi rakor ini dapat terwujud.

Anita berharap, ke depanya BPPD NTB sebagai badan promosi di bawah kepemimpinanya ini bisa lebih baik terutama dari segi promosi.

“Jadi ke depan dengan kepemimpina saya di BPPD, dengan kekompakan kita besar. Harapan saya, pariwisata di NTB harus bisa  maju,” tegasnya.

AYA




Nofian : Lobar Harus Miliki BPPD dan Perbanyak Event Pariwisata

Jika alasan Pemda Lombok Barat karena dana terbatas,  ini cerita klasik. Jika BPPD dibentuk Novian yakin banyak pihak swasta yang akan membantu, juga para relawan yang siap membantu promosi pariwisata

Lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT  — Politisi muda NTB Lalu Nofian Hadi mendorong pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Lombok Barat

ebagai kabupaten yang lebih dulu berkembang pariwisatanya, sangat disayangkan jika tidak ada badan khusus yang melakukan promosi.

“Pariwisata Lombok bahkan NTB awalnya berkembang dari Lobar, tapi kondisi saat ini sudah banyak saingan,” katanya, Selasa ( 19/03)

Lobar terlena dengan nama besar Senggigi. Padahal di era digital, promosi pariwisata tak hanya cukup mengandalkan nama besar.

Perlu ada tim khusus dan upaya khusus untuk mengenalkan destinasi itu. Lombok Barat juga memiliki destinasi lainnya yang tak kalah dengan Senggigi.

Nofian menyebut kawasan Sekotong, Buwun Mas, Pantai Mekaki. Selain itu Lombok Barat juga memiliki wisata alam pegunungan, sawah, hutan, dan wisata budaya. Seluruh kekayaan itulah yang harus aktif dipromosikan.

“Dinas pariwisata memiliki keterbatasan, karena itulah penting ada BPPD,”katanya.

Menurut caleg DPRD NTB dari PKS, Dapil Lobar-KLU nomor urut 11 ini, promosi pariwisata Lombok Barat selama ini hanya menjelang event.

Misalnya ketika ada Mekaki Marathon, ramai publikasi hingga media nasional. Tapi setelah event berakhir tak ada lagi upaya promosi. Sementara di saat bersamaan, di daerah lain terus aktif berpromosi.

“Akhirnya para wisatawan banyak mendapat informasi dari internet  dan lupa dengan Mekaki,” kata Nofian.

Nofian yang selama ini bergaul dengan anak-anak muda pecinta travelling mengatakan, promosi pariwisata yang terbatas membuat destinasi baru Lobar kurang dikenal.

Kalau pun ada destinasi baru yang dikenal, lebih dikenalkan oleh para netizen dan pecinta travelling. Nofian mencontohkan Batu Idung, Bukit Buwun Mas. Tempat itu menjadi perbincangan para netizen setelah ramai di media sosial.

“Saya amati yang mempromosikan itu para anak muda. Nah semangat anak muda ini yang perlu ditiru oleh BPPD nantinya,” ungkap Nofian.

Selama ini Lobar juga terlalu banyak berharap pada promosi dari pusat dan provinsi. Begitu juga dengan event-event pariwisata masih sangat kurang. Potensi pariwisata bahari di Sekotong belum digarap maksimal.

“Saya membayangkan setiap tahun di Sekotong itu ada Festival Sekotong. Menggabungkan kekayaan budaya Sekotong dan potensi lautnya. Sepertinya festival bahari,” tukasnya.

Event yang digelar Lombok Barat selama ini diapresiasi Nofian seperti Mekaki Marathon, Festival Senggigi, dan Perang Topat. Tapi event itu saja tidak cukup. Bersamaan dengan promosi destinasi pariwisata diikuti juga dengan event.

Sehingga wisatawan bisa lebih lama di Lombok Barat, selain menikmati keindahan alam mereka juga bisa ikut event.

“Seperti usulan saya Festival Sekotong. Selain wisatawan menikmati keindahan gili-gili dan bawah laut, jika ada event tentu mereka bisa lebih lama. Dan ini artinya juga mendorong tumbuhnya homestay, yang digerakkannoleh masyarakat lokal,” katanya.

Jika alasan Pemda Lombok Barat karena dana, menurut Nofian ini cerita klasik. Jika BPPD dibentuk dia yakin banyak pihak swasta yang akan membantu. Begitu juga para relawan yang siap membantu promosi pariwisata.

“YANg aktif selama ini kan anak-anak muda, jadi sekarang tinggal buatkan mereka wadah. Sudah saatnya promosi wisata lobar dilakukan terukur dan profesional” tambah Nofian

Sementara itu untuk KLU, Nofian meminta agar Dinas Pariwisata KLU mengaktifkan kembali BPPD KLU. Rekonstruksi pasca gempa sangat terbantu jika ada yang fokus mempromosikan pariwisata. Bahwa pariwisata KLU sudah aman.

“Dulu pernah ada BPPD KLU, tapi saya amati beberapa tahun belakangan ini kurang aktif,” katanya.

BPPD KLU, BPPD Lombok Barat ini kelak bisa berkolaborasi bersama. Misalnya sama-sama mempromosikan pantai Senggigi dan pantai Malaka. Tidak menutup kemungkinan juga membuat event bersama.

” Sehabis Festival Senggigi bisa dilanjutkan dengan Festival Malaka,” kata Nofian menyebut nama desa di KLU yang memiliki garis pantai terpanjang.

Me

 




Wisatawan Yang Tertimpa Musibah Longsor Di Tiu Kelep Dapat Fasilitas Free

Ada  28 orang dalam satu grup wisatawan,  2 di antaranya meninggal atas nama Lim Sae Wah 56 tahun, Tai Sieu Kim 56 tahun, 9 diantaranya luka- luka dan masih berada di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB

Faozal

MATARAM,lombokjournal.com – Wisatawan yang menjadi korban lonhgsoran air terjun di Tiu kelep KLU, Senaru, Lombok Utara,  Minggu (17/03), semua diberikan fasilitas free kepada  semua wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh. Faozal telahmenggelar pertemuan dengan para wisatawan yang terkena musibah tersebut. Faozal juga mengaku bertemu dengan dengan pihak kedutaan Malaisya.

“Kita sudah bertemu dengan pihak kedutaan malaisya sudah datang yang mengurus Warga Negara Malaysia yang kemarin kena musibah di Tiu kelep,” ujar Fauzal, Senin (18/03)

Pihak Pariwista dan  Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) juga telah sepakat memberikan fasilitas free kepada semua wisatawan.

“kita sepakat hari ini menyiapkan Free untuk hotel-hotel di kota Mataram,  ada city hotel  oleh BPPD kemudian kita akan siapkan pemulangn jenazahnya  dan keluarganya difasilitasi oleh Kementrian Pariwisata,” ujarnya

Untuk pemulangannya, pihak maskapai Garuda dari Lombok ke jakarta baru ke Kuala Lumpur, itu baru dua masing- keluarga dekatnya yang dibiayai dari Kementrian.

Faozal menyatakan,korban meninggal baru jam 8.20 pagi bisa dievakuasi sebab kondisi gelap dan hujan.

Ada  28 orang satu grup 2 di antaranya meninggal atas nama Lim Sae Wah 56 tahun, Tai Sieu Kim 56 tahun, 9 diantaranya luka- luka dan masih berada di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB.

Sementara itu Dubes Malaisya di jakarta Abu bakar menyatakan jika bencana yang terjadi ini di luar dugaan.

“Ini bencana di luar dugaan  kuasa Tuhan kita tidak bisa tahu kapan akan terjadi. Kita coba bantu siapa keluarga yang meninggal. Kita bntu semunya,” ujarnya

Ia pun mengucapkan ras tetimaksih yang sangat besar kepada Pemerintah NTB dan semua yang terlibat untuk membantu semua korban.

“Terimaksih banyak kepada pemerintah NTB sangat membantu pada penginapan, pengurusn jenazah, yang luka luka mewakili dari pihak kedutaan malasya  berterimakaih atas segala bantuan yng sangat ramah diberikan pemerintah NTB,” katanya.

AYA




Gelar Rakerda, IPI fokus Majukan Pariwisata NTB

Anggota IPI  akan  mendukung program pemerintah dalam memajukan patiwisata NTB dan Lombok khususnya

MATARAM.lombokjournal.com — Insan pariwisata indonesia (IPI) NTB menggelar Rapat kerja daerah (Rakerda) yang pertama, bertempat di Bidari hotel .

Acara yang bertujuan untuk membangun sinergi antara anggota IPI NTB untuk memajukan pariwisata NTB khususnya Lombok ini dihadiri oleh seluruh anggota yang baru berjumlah 56 orang .

“tujuan kita adakan raketda ini untuk mebuat stategi bagaimana agar pariwisata NTB bisa maju lebih lagi”Ujar Ketua IPI Achmad Fauzi, Senin (11/03).

Dalam Rakerda juga dibuat kerangka kerja baik itu jangka pendek, menengah dan panjang dalam memajukan pariwisata NTB yang sempat terpuruk akibat musibah gempa beberapa waktu lalu.

Fauzi menyatakan dirinya sudah mendpat jaminan, anggota IPI  akan  mendukung program pemerintah dalam memajukan patiwisata NTB dan Lombok Khususnya

“Meski  IPI di NTB baru berdiri baru 3 bulan, namun kami mempunyai komitmem tujuan yang sama dengan organisasi lain bahwa kami memandang Lombok perlu di gaungkan bersama-sama bahwa Lombok sudah aman meskipun pernah ada gempa sudah bisa dikunjungi sedia kala,” tegasnya.

Meskipun hanya beranggotakan 56 orang namun ia tak menampik jika akan merekrut anggota baru .

Salah satu syarat untuk rekrutmen anggota DPD IPI NTB yaitu mempunyai komitmen untuk memajukan wisata NTB khususnya Lombok.

AYA




Hari Raya Nyepi, Meningkatkan Okupansi Hotel di Lombok

Wisatawan mancanegara (wisman) dari Bali biasanya memilih Pantai Senggigi dan Gili Trawangan sebagai tujuannya selama Nyepi

MATARAM.lombokjournal.com — Masa liburan Nyepi, pada Kamis (07/03) meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan dan okupansi kamar hotel di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) Ernanda Dewobroto mengatakan periode liburan Nyepi memang kerap mendorong tingkat kunjungan wisatawan dan okupansi kamar hotel di Lombok.

Kata Ernanda, banyak wisatawan maupun masyarakat Bali yang tidak merayakan Nyepi memilih pindah ke Lombok sementara waktu.

“Kalau pas hari Nyepi, lumayan (okupansi) tapi masih lebih rendah dari tahun lalu,” katanya.

Ernanda menyebutkan rata-rata okupansi kamar hotel di Mataram saat Nyepi mencapai 50 persen atau sedikit lebih rendah dibanding periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 60 persen.

“Lumayan masa rata-rata menginap yang berkisar dua hari sampai tiga hari,” kata Ernanda

Ernanda menyampaikan, rata-rata tamu yang menginap di hotel di Kota Mataram selama masa Nyepi merupakan masyarakat Bali yang tidak merayakan Nyepi. Sementara untuk wisatawan mancanegara (wisman) dari Bali biasanya memilih Pantai Senggigi dan Gili Trawangan sebagai tujuannya selama Nyepi.

“Kalau di Kota (Mataram) biasanya warga Bali yang tidak merayakan Nyepi, kalau turis asing dari Bali itu di Senggigi dan Gili Trawangan,” tutur Ernanda

Ernanda menambahkan, parade ogoh-ogoh yang digelar begitu meriah di Kota Mataram sehari sebelum Nyepi, menjadi daya tarik bagi wisatawan yang diharapkan bisa mendorong percepatan pemulihan sektor pariwisata Lombok pascagempa.

AYA




Wisatawan Sepi, Pedagang Kecil Di Senggigi Mengeluh

Johariah mengaku dulu penjualan sate sampai berkilo-Kilo daging dan ikan yang di jual akan, tapi saat ini hanya ada satu dan dua saja pengunjung yang datang

SENGGIGI.lombokjournal.com — Kawasan wisata Senggigi Lombok barat yang dulunya menjadi primadona pariwisata Lombok kini cenderung  tenggelam, bahkan kurang terdengar lagi gaungnya seperti kawasan wisata lainnya di Lombok.

Akibat kondisi ini para pedagang yg berjualan di sekitar kawasan tersebut terkena imbas dari sepinya kawasan wistawan tersebut.

Pasca bencana gempa yg terjadi beberapa bulan lalu, ditambah lagi harga tiket yg masih mahal serta penerapan bagasi berbayar berdampak terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan wisata ini.

Meskipun di akhir pekan tak nampak adanya wisatawan seperti dulu lagi.

Salah satu pedagang Sate Bulayak di pantai senggig Johariah mengatakan sebelum terjadinya bencana gempa bumi dan harga tiket mahal kawasan pantai Senggigi ramai pengunjung.

Bahkan sate bulayak yang ia jual pun selalu ludes terjual meski membuat dalam jumlah besar dibandingkan kondisi saat ini yang dirasa sangat jauh berbeda dibandingkan sebelumnya

“Kalau dulu sebelum Gempa sekarang sepi sekali walaupun di akhir pecan,” tuturnya

Johariah mengaku dulu penjualan sate sampai berkilo-Kilo daging dan ikan yang di jual akan, tapi saat ini hanya ada satu dan dua saja pengunjung yang datang.

Demikian pula pedagang di  pasar seni Senggigi Lombok Barat, para pedagang juga mengeluhkan sepinya wisatawan yang datang berbelanja ke kawasan ini.

Akibat sepinya wisatawan berdampak terhadap pendapatan mereka akibat dampak dari harga tiket dan penerapan bagasi berbayar tersebut.

‘”Jika sebelum harga tiket mahal dalam sehari para pedagang mampu mengantongi  400 sampai 500 ribu per hari jika dibandingkan kondisi saat ini,” tutur Marzuki

Marzuki menambahkan jika dalam kondisi saat ini dagangannya tidak pernah Laku.

“Seminggu bisa dihitung berapa orang yang belanja,kadang juga pendapatannya kosong sama sekali,” tuturnya.

Pria yang mulai berjualan sejak Tahun 1997 ini hanya bisa pasrah dengan keadaan yang dihadapi saat ini.

Para pedagang di kawasan ini berharap kepada pemerintah daerah agar bisa mengadakan event pariwisata sehingga kawasan senggigi bisa kembali ramai, serta dapat menumbuhkan kembali sektor ekonomi yang hampir mati suri.

“Kalau bisa pemerintah membantu kita dengan mengadakan event yang bisa mendatangkan wisatawan,kalau bukan pemerintah tempat kita mengadu harus sama siapa lagi,” keluhnya.

AYA




BPPD NTB Diminta Promosikan NTB Aman

Sebagai tim yang sudah ahli dan berpengalaman di bidang pariwisata, BPPD NTB diharapkan dapat bekerja dengan baik dan maksimal untuk pariwisata

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menerima audiensi Pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB di Kantor Gubernur, Jumat (01/03).

Gubernur yang juga didampingi Wakil Gubernur dan Kepala Dinas Pariwisata membahas mengenai strategi promosi pariwisata bersama para pengurus badan promosi pariwisata.

Gubernur mengatakan pembentukan badan promosi ini untuk meningkatkan perkembangan pariwisata di NTB.

”Tim ini kita bentuk untuk mengakomodasi dan membantu meningkatkan perkembangan pariwisata kita,” kata Dr. Zul.

”Percuma kita punya banyak destinasi pariwisata yang bagus, tapi promosi dari kita tidak menarik,” sambungnya.

Gubernur berharap para pengurus badan promosi pariwisata dapat melakukan tugasnya dengan baik dan maksimal.

”Orang-orang di tim ini adalah orang yang sudah ahli dan berpengalaman dibidang pariwisata, jadi kita harapkan dapat bekerja dengan baik dan maksimal,” tegas  Dr. Zul.

Di kesempatan yang sama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah juga memberikan dukungan kepada para pengurus agar dapat membangkitkan kembali pariwisata di NTB.

”Mudah-mudahan tim ini dapat kembali meningkatkan pariwisata di NTB dan menunjukkan kepada dunia kalau NTB ini sudah aman,” harap Hj. Rohmi.

Anita Ahmad selaku pengurus Badan Promosi Pariwisata mengatakan akan meningkatkan kualitas SDM dan juga bekerja sama dengan media.

”Kita akan mulai dari dalam, SDM kita harus mempunyai skill yang baik kemudian kita akan menjalin kerjasama dengan media untuk peningkatan promosi pariwisata,” kata Anita.

AYA




Event Tambora Diundur

Akan banyak acara yang akan di adakan pemerintah provinsi melalui Dinaa Pariwisata untuk mensukseskan acara Event Tambora

MATARAM,lombokjournal.com — Semenjak ditetapkan sebagai slah satu Event yang wajib diadakan di indonesia, Festival Tambora kini akan digelar kembali pada April Mendatang melalui dinas Pariwisata NTB.

“Saat ini kita dalam tahap persiapan karena rangkaian Acara akan dimulai pada tanggal 7 April mendatang,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB L M Faozal Jumat (01/03).

Menurut Faozal, awalnya rangkaian acara Menuju Event Tambora akan dilaksanakan pada bulan Maret 2019 ini, akan tetapi karena pada bulan Maret ini ada perhelatan akbar pemilihan Presiden dan pemilihan legislatif  jadi rangkaian acaranya ditunda.

“Kita undur, tapi tetap kok acaranya puncaknya dilaksanakan pada tanggal 11 april Nanti tentunya didahului dengan rangkaian acara pada  tanggal 7 April, ” katanya

Akan banyak acara yang akan di adakan pemerintah provinsi melalui Dinaa Pariwisata untuk mensukseskan acara Event Tambora ini.

“Acara Event Tambora kali ini dipastikan berbeda dikarenakan Pada puncak acara  nanti Tambora akan dijadikan sebagai Geopark Nasional.” Jelas Faozal.

AYA




Lombok Travel Mart Ke 6, Target Bisnisnya Masih Seperti Tahun 2018

Dalam event LTM buyer akan mengikut sertakan sekitar 200 orang yang terdiri dari 5 orang dari Korea, 25 orang Malaysia, 1 orang Inda dan sisanya dari seluruh Provinsi Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com — Lombok Travel Mart untuk ke 6 kalinya kembali digelar, salah satu event ini diharapakan dapat mendongrak tingkat kunjungan wisatawan di Provisni Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Assosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi NTB Ahmad  Ziadi mengatakan, target transaksi bisnis tahun ini sama dengan 2018 lalu,karena memang kondisi situasi pariwisata dengan kenaikan harga tiket dan adanya gempa.

Sehingga untuk pencapain lebih dari itu sedikit lebih sulit, namun ia optimis target tersebut dapat tercapai seperti pada tahun lalu.

“Terutama pada buyer yang mengikuti event tersebut, sehingga hampir sama dengan tahun 2018 karena memang agak susah di tahun ini,” tutur Ahmad Ziadi, Rabu  (27/02).

Dikatannya, dalam event LTM buyer akan mengikut sertakan sekitar 200 orang yang terdiri dari 5 orang dari Korea, 25 orang Malaysia, 1 orang Inda dan sisanya dari seluruh Provinsi Indonesia.

LTM digelar kendati melihat kondisi pariwisata NTB yang tengah lesu,  mulai dilaksanakan pada 1-3 Maret 2019. Dengan event ini tidak hanya berdampak pada pariwisata saja, juga para pelaku usaha industri pariwisata juga.

“Menjadi jembatan, untuk memasuki pariwisata kita dan akan berdampak pada bisnis-bisnis yang ada,” terangnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H Lalu Mohammad Faozal mengatakan, event ini merupakan ke 6 kalinya diadakan dan setiap tahunnya selalu sukses.

Pelaksaannya di beberapa tempat destinasi wisata, untuk tahun ini akan di adakan di desa wisata. Kendati desa wisata saat ini tengah gencar di dorong agar keberhasilannya.

“Tangal 1-3 Maret  akan di mulai akan di post di desa wisata desa Bonjeruk Lombok Tengah,” ungkapnya.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut nantinya didukung oleh pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, BPPD Lombok Tengah, ITDC dan beberapa hotel, restoran, toko oleh-oleh, pengusaha transposrt wisata dan stakeholder lainnya. Sehingga pada Maret mendatang akan terjadi peningkatan pada industri pariwisata ini.

“Mulai Maret ini akan ada peningkatan, hotel ramai tentunya okupansi akan peningkat juga, begitu juga bisnis-bisnis lainnya. Karena kita disini menjembatani mereka,” jelasnya.

AYA




Wagub NTB, Target 4 Juta Wisatawan Dapat Terpenuhi

Kondisi pariwisata di NTB sudah membaik dan bahkan telah pulih dari kondisi pasca terjadi bencana alam gempa tahun lalu

MATARAM.loombokjournal.com — Wakil Gubenur Provisni Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj Siti Rohmi Djalillah mengatakan,  target 4 juta kunjungan wisatawan ke NTB pada 2019 dapat tercapai.

Kendati dengan adanya beberapa event pendukung untuk mendorong kunjungan tersebut, sangat membantu.

“Kita harus perjuangkan target wisatawan yang 4 juta, dan event itu iya cukup dari pada tidak,” kata Hj Siti Rohmi Djalillah,

Dikatakannya, beberapa event yang dilakukan oleh pemerintah sendiri sangat membantu, seperti Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) dan Bau Nyale.

Menurutnya, event pada tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu memang ada perbedaan. Kendati di 2018 lalu tidak ada bencana dan kendala kenaikan harga tiket.

Meskipun memasuki masa low season, namun kunjungan wisatawan tetap ada dan ditambah dengan adanya event justru meningkat. Berbeda dengan kondisi saat ini justru kunjungan wisatawan tidak banyak.

“Tetapi banyak juga wisatawan yang datang, kalau dibandingkan dengan event sebelumnya tidak seperti sekarang. Kemarin saya sempat tanya ke bupati Lombok Tengah, ternyata tempatnya terbagi jadi 4 tempat,” ungkapannya.

Dijelaskan, kondisi pariwisata di NTB sudah membaik dan bahkan telah pulih dari kondisi pasca terjadi bencana alam gempa tahun lalu.

Mulai kesiapan Infrastruktur pendukung pariwisata pun telah rampung persiapannya. Sehingga, tidak ada hal yang perlu di khawatirkan wisatawan untuk datang berwisata.

“Ini kondisinya low season dan untuk tiket pesawar terjadi di seluruh Indonesia. Kita sempat terjadi gempa juga, cuma secara infrastruktur kita sudah siap pasca gempa kemarin itu sudah bangkit dan normal,” terangnya.

Diakuinya, kondisi saat ini lebih kepada karena harga tiket pesawat yang melonjak dan bukan pasca gempa.

Mengingat sejumlah tempat wisata telah pulih, sehingga diharapakan harga tiket dapat segera diatasi agar pariwisata di Indonesia terutama di NTB dapat kembali membaik lagi.

“Karena lokasi wisata, fasilitas umum dan sosial semua sudah siap dan kembali normal,” jelasnya.

AYA/Hms NtB