Pemulihan Wisata; Forum Pewarta Humas KLU Gotong Royong Bersih-bersih Di Senaru
“ini bisa menjadi tuman tradisi bersama, kebersihan lingkungan merupakan bagian dari siklus kehidupan kita”
Mujaddid Muhas (kanan)
Bayan. KLU.lombokjournal.com — Kebersamaan dan sinergi antara Humas dan Pewarta KLU terwujud dalam aksi gotong royong bersih-bersih di Halaman Kantor Desa Senaru Bayan, Sabtu (07/09) 2019.
Mujaddid Muhas, M.A, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda KLU mengatakan, teman-teman pewarta, kehumasan dan unsur perangkat desa berkolaborasi dalam kegiatan gotong royong bersih lingkungan.
Harapannya, secara filosofis destinasi wisata dan layanan masyarakat sudah siap menerima kunjungan pariwisata dengan keramahan dan kearifan lokal.
“Kegiatan gotong royong ini kegiatan mini, semoga ada manfaatnya sebagai spirit kita untuk menunjukkan bahwa lingkungan wisata bersih dan siap dikunjungi wisatawan,” kata Mujaddid Muhas.
Turut dalam gotong royong tersebut, Pjs Kades Senaru Lalu Wira Sakti beserta perangkat Desa Senaru, Tim Kehumasan Pemda KLU, Pewarta Media Cetak, Elektronik, dan Online.
Dikatakan Mujaddid, kehumasan merasa lega bisa menjalankan kegiatan bersama pewarta di Senaru berkat koordinasi dengan pihak desa dan kecamatan, sehingga gotong royong terlaksana dengan lancar.
“Kendati kegiatan mini, paling tidak ini bisa menjadi tuman tradisi bersama bahwa kebersihan lingkungan merupakan bagian dari siklus kehidupan kita,” katanya.
Di tempat sama, Pjs. Kades Senaru Lalu Wira Sakti berterima kasih kepada Forum Pewarta Humas KLU. Kegiatan sosial ini dibutuhkan, sebab pascagempa Senaru masih belum sepenuhnya tertata rapi.
Diharapkan kegiatan tersebut tak terhenti usai gotong royong, tapi dibutuhkan program lanjutan. Pihaknya mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungan, terutama pada hari Jum’at.
“Khusus untuk air terjun, karena ini dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, maka kami koordinasikan dengan petugas yang ada untuk kebersihan area air terjun,” kata Lalu Wira.
Dijelaskan, terkait pengembangan investasi pariwisata, pengusaha dari luar tak perlu khawatir untuk investasi di Desa Senaru, karena sudah kondusif.
Setelah acara gotong royong, rombongan Forum Pewarta Humas KLU mengunjungi destinasi wisata Air Terjun Sendang Gile, sembari rekreasi alam dan peliputan.
Sehari sebelumnya diadakan acara obrolan interaktif dan hiburan bersama, menghadirkan narasumber Wakil Sekretaris PWI NTB H. Rudi Hidayat, SH, dan dari unsur Pewarta Taufik Rahman.
Kegiatan berlangsung interaktif, sesekali diselingi dengan lantunan tembang. Obrolan berkisar seputar peran fungsi media, konten liputan serta urun rembuq gagasan.
sta/humaspro
Dengan Energi Terbarukan, Pariwisata NTB Semakin Berkembang
Penyediaan energi terbarukan menjadi hal yang akan mendukung berkembangnya pariwisata
MATARAM.lomvokjournal.com — Sejumlah terobosan di sektor pariwisata, yang merupakan sektor prioritas bagi Provinsi NTB, mulai membuahkan hasil yang menggembirakan.
Namun menurut Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, kebijakan untuk memajukan pariwisata tidak melulu ditempuh dengan meningkatkan anggaran promosi pariwisata. Sebab, pariwisata adalah sebuah sistem yang saling berkaitan dan terus menerus berubah secara dinamis.
Selama hampir setahun menjabat, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB bersama jajarannya terus berupaya mendorong semakin terkoneksinya NTB dengan daerah dan negara lain.
Upaya tersebut rupanya mulai menghasilkan dampak positif. Terutama terhadap sektor swasta.
“Direct flight langsung dari Perth ke Lombok misalnya sudah instant impactnya meningkatkan jumlah wisatawan datang ke Lombok hampir 200 persen,” ujar Gubernur, Kamis (29/08) 2019.
Gubernur menambahkan, program zero waste yang kini dijalankan Pemprov NTB juga pada akhirnya akan memberikan dampak terhadap pariwisata.
“Zero waste, ujung-ujungnya ya pariwisata juga. Begitu juga membangun dermaga, jalan raya, rumah sakit, sekolah, beasiswa dan lain-lain punya impact serius pada kemajuan pariwisata kita,” ujarnya.
Pengembangan ketahanan energi juga menjadi salah satu elemen yang berkorelasi dengan sektor pariwisata NTB. Penyediaan energi terbarukan menjadi hal yang akan mendukung berkembangnya pariwisata.
Kaitan dengan hal itu, Gubernur NTB mengutarakan kegembiraannya melihat investasi di bidang energi terbarukan mulai masuk dan bergeliat. Bersama Menteri ESDM, pada Kamis (29/08/2019) pagi melihat Investasi Energi Terbarukan di Pringgabaya Lombok Timur bersama Bupati Lombok Timur.
“Karena progresnya yang bagus, Pak Menteri, PLN dan Investornya langsung hari ini memutuskan investasi lagi 15 Megawatt tambahan,” ujarnya.
Gubernur menambahkan, investasi dan membangun energi terbarukan adalah hal yang menarik.
“Bukan hanya penting untuk kepentingan ketersediaan energi kita. Tapi juga untuk kepentingan pariwisata kita,” tegasnya.
Gubernur menambahkan, upaya memajukan sektor pariwisata tak harus melulu dilihat dari anggaran pariwisata.
“Tapi juga dengan usaha-usaha dan investasi di bidang renewable energi seperti ini. Pariwisata masa depan adalah Green Tourism yang mensyaratkan infrastruktur-infrastruktur seperti solar panel ini,” tandas Gubernur.
AYA/HmsNTB
Promo “Seafood Sensation” Golden Palace Hotel Lombok, Sajian Lengkap Murah meriah
Dalam menu tersebut berbagai macam lauk sudah tersaji. Mulai dari jenis ikan, cumi-cumi, udang, kerang, kepiting, juga berbagai sayur-sayuran tercampur menjadi satu dalam menu tersebut
lombokjournal.com —
MATARAM ; Golden Palace Hotel Lombok (GPHL) terus berupaya memberikan yang terbaik. Menu baru selalu ada di setiap bulan. .
Ya, bukan Golden Palace Hotel Lombok namanya jika tidak menyajikan menu promo makanan terbaru ,
Sangat pas jika dikatakan ‘Rasa Tak Pernah Bohong’. Betapa tidak, setiap gigitan rasa dari masakan yang dihadirkan GPHL itu benar-benar terasa nikmat.
Sea Food Sensation
Apalagi jika disantap bersama rekan/sahabat maupun keluarga tercinta sambil menikmati suasana nyaman dan tenang di Hotel Golden Palace.
Tak tanggung-tanggung, cukup bermodalkan Rp 300 ribu masyarakat sudah bisa menikmati sajian menu “Seafoood Sensation” lengkap tersebut dalam satu wadah cukup besar.
“Cuma Rp 300 ribu (perporsinya). Nah, satu porsi ini bisa untuk 3 sampai 4 orang bahkan lebih tergantung porsi masing-masing penikmat,” ujarnya didampingi Manager Food and Beverange GPHL, Reza Pahlevie dan Ida Nyoman Sri Utami selaku Asst Manager Public Relation GP, Senin (19/8) di Mataram.
Disebutkannya, dalam menu tersebut berbagai macam lauk sudah tersaji. Mulai dari jenis ikan, cumi-cumi, udang, kerang, kepiting.
Adapun berbagai sayur-sayuran tercampur menjadi satu dalam menu tersebut, yakni antara lainnya seperti kacang panjang, jagung, wortel, kentang dan masih banyak lagi lainnya.
“Untuk masalah rasa semua sudah dimodifikasi (perpaduan rasa). Begitu juga sambalnya, ada sambal ala-ala Thailand dan lada hitam. Tergantung request atau permintaan,” ujar Excecutif Chef GPHL Mukhlis.
“Mau ditambah level pedas juga bisa. Atau mau disajikan dalam rasa (bumbu) yang berbeda seperti asam manis, saus tiram dan lainnya juga bisa. Jadi tinggal di- request saja,” imbuhnya.
Lebih jauh ia menyampaikan, masyarakat atau konsumen yang ingin menyantap menu ‘Seafood Sensation’ ini tidak butuh menunggu waktu lama.
Karena cukup dengan rentan waktu sekitar 10 menit menu tersebut sudah siap untuk disantap.
“Tidak lama, hanya 10 menit saja semuanya sudah ready. Kalau masalah rasa (standar/asli) ukuran pedasnya sangat standard an bisa dibilang lebih ke nusantaraan,” demikian Chef Mukhlis.
Ditambahkan Manager Food and Beverange GPHL, Reza Pahlevie, menu ini merupakan menu terbaru yang disajikan oleh GPHL.
“Ini menu baru kita. Dan promo ini sudah mulai berlangsung sejak 1 Agustus kemarin dan akan tersedia sampai dengan bulan September mendatang,” tuturnya singkat.
Ia pun berharap agar masyarakat bisa menyantap masakan di Golden Palace, karena selain tempat yang sangat nyaman harga juga terjangkau untuk kalangan umum.
AYA (*)
Pembenahan BIL, Perluasan Terminal Bandara Hingga Perpanjangan Landasan Pacu
Diharapkan pada tahun 2021 mendatang terminal maupun runway sudah bisa difungsikan
LOTENG.lombokjournal.com — Manajemen Bandara Internasional (BIL) Lombok kini tengah melakukan persiapan guna menyambut penyelenggaraan balapan Moto GP 2021 yang akan dilaksanakaN di kawasan ekonomi khusus Mandalika Kabupaten Lombok Tengah.
Sejumlah pembenahan akan dilakukan pihak bandara, termasuk dengan melakukan perluasan terminal bandara hingga perpanjangan landasan pacu.
“Kami akan melakukan perluasan terminal sepanjang 20 ribu meter persegi, 10 ribu ke kiri dan 10 ribu ke kanan,” ungkap Wendo Asrul Selau Direktur Operasional PT Angkasa Pura I, Rabu (07/08) 2019.
Perluasan terminal bandara yang semula 20 ribu meter pesrsegi kini bErtambah menjadi 40 ribu meter persegi.
Tak hanya perluasan terminal, pihak Bandara Internasional Lombok, juga akan menambah landasan pacu sepanjang 550 meter persegi, agar bisa menampung pesawat dengan terutaa pesawat berbadan besar.
“Untuk landasan pacu bandara yang saat ini sepanjang 2,750 meter akan ditambah menjadi 3.330 meter,” jelasnya.
Penambahan infrastrtuktur pendukung bandara Intenasional Lombok kini masih dalam tahapan proses perencanaan diharapkan pada tahun 2021 mendatang terminal maupun runway sudah bisa difungsikan.
“Saya harapkan pada awal januari tahun 2021, semua fasilitas tambahan tersebut sudah bias digunakan,” tandasnya.
AYA
Manjakan Mandalika, Pemerintah Tak Urus Potensi Pariwisata Yang Lain
Pengembangan Mandalika dinilai menutup peluang pengembangan pariwisata lain.
MATARAM.lombokjourna.com — Ketua Umum Asosiasi Pariwisata Islami Indonesia (APII) TGH Fauzan Zakaria berharap, agar pemerintah juga memperhatikan keindahan alam yang ditawarkan dari pesona Sembalun di Kabupaten Lombok Timur.
“Kita akan kreated Sembalun sebagai satu – satunya wisata gunung yang terbaik di Lombok. Jangan sampai NTB atau Lombok ini hanya dikenal dengan Mandalikanya saja. Mandalika itu adalah pintu gerbangnya pariwisata di Lombok, masa wisatawan baru datang ke Mandalika terus balik lagi,” katanya, Rabu (31/7).
Menurutnya, siapa tak bangga dengan pengembangan pembangunan pariwisata Kawasan Ekonomi Khusus KEK Mandalika di Lombok Tengah, yang kini menjadi salah satu dari 10 destinasi wisata unggulan nasional.
Totalitas pemerintah untuk terus berbenah memoles KEK Mandalika seakan tak henti.
Namun bukannya membuat masyarakat NTB menjadi sepenuhnya puas, pengembangan Mandalika dinilai menutup peluang pengembangan pariwisata lain.
TGH Fauzan juga melontarkan penjelasan keamanan dari wilayah Sembalun di Lombok Timur yang disebutkan terdampak perlintasan cincin api sesar gempa.
Sebagaimana yang diyakini dari pakar gempa, yang menyebutkan setelah megatrush dikeluarkan di wilayah tersebut maka hingga puluhan tahun bahkan ratusan tahun akan aman dari bencana gempa bumi.
“Kalau soal gempa inikan saat ini sudah aman. Wilayah Lombok Timur itu sudah mengeluarkan megatrusHnya, jadi sebagaimana dikatakan peneliti maka daerah itu dinyatakan sebagai wilayah yang aman dari gempa,” ucapnya.
Mantan Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (NTB) ini juga menilik potensi yang besar dari alam Sembalun.
Ia mengatakan meski indah, namun perlu sedikit polesan untuk membuatnya lebih menarik lagi. Seperti halnya pembenahan infrastruktur serta memperbanyak atraksi atau event agar membuat wisatawan yang berkunjung dapat berlama – lama menikmati wisata di Sembalun.
Termasuk dengan mengangkat budaya lokal yang dapat menjadi potensi bidikan kamera para wisatawan yang datang.
Wilayah Sembalun yang juga dikenal sebagai salah satu sentra bawang nasional ini, dinilai TGH Fauzan sebagai potensi yang dapat dikombinasikan dengan perkembangan priwisata di daerah tersebut.
“Bagaimana sekarang pemerintah ini menumbuhkan itu semua, industri – industri yang ada. Bagaimana caranya pertanian diselaraskan dengan pariwisata. Seperti halnya agrowisata yang harus diedukasi agar kualitasnya semakin bagus, kuantitas hasilnya semakin meningkat. Perlu peningkatan teknologi pertanian agar hasil tani memiliki nilai jual tinggi,” jelasnya.
Dan yang mendasar, diungkapkan TGH Fauzan adalah potensial dari sisi religius. Dimana NTB yang dikenal dunia sebagai wisata halal sejatinya harus didorong dengan segala sesuatu yang benar – benar bernuansa halal.
Di Lombok Timur ini lanjut Fauzan, kental dengan kota santrinya. Mayoritas penduduk muslim terbesar NTB serta kultur budaya yang tak lepas dengan tradisi keislaman.
“Saya melihat paling besar potensinya untuk wisata halal itu ya Lombok tumor, dari segi kultur persentasi penduduk muslim dengan keberagaman yang kental dengan budaya,” jelasnya.
AYA (*)
Mengujungi Desa Wisata di NTB Melalui e-Ticketing
Aplikasi ini menurutnya dapat memberikan kemudahan pada calon pengunjung, di mana sebelum mengunjungi desa wisata, akan diperkenalkan dahulu keunikan desa wisata melalui aplikasi
MATARAM.lombokjournal.com – – Tahun lalu, Nusa Tenggara Barat telah meresmikan 99 desa wisata. Pada desa wisata tersebut tersedia berbagai kuliner, kerajinan tangan maupun kesenian khas NTB.
Untuk mengunjungi desa wisata, kini dapat juga memesan tiket melalui aplikasi Goers.
Aplikasi Goers dikhususkan untuk paket pariwisata, pemesanan tiket event, film, tempat atraksi dan hiburan lainnya.
Aplikasi tersebut telah diluncurkan hari Kamis (25/07) 2019 malam, dalam acara peluncuran desa wisata dan e-ticketing di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram.
Hadir dalam peresmian tersebut Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi.
Direktur Operasi (COO) Goers, Niki Tsuraya Yaumi, mengatakan, sebagai proyek percontohan telah terdaftar dua desa wisata di Goers. Desa tersebut yakni Desa Sesaot Lombok Barat dan Desa Ende Lombok Tengah.
“Kami dan juga partisipasi bersama Kementerian Desa PDTT untuk mendukung program e-ticketing desa wisata. Kami sudah melakukan pilot projects beberapa desa wisata,” ujarnya.
Melalui aplikasi tersebut, pencatatan pengunjung dapat dilakukan di tempat dan semua laporan dapat diakses secara real time oleh pemerintah pusat.
Yaumi menjelaskan, jika telah mengunjungi desa wisata tersebut, pengunjung akan melakukan registrasi di lokasi, sehingga dapat mengetahui secara jelas jumlah kunjungan maupun total pembelian tiket yang diterima desa wisata tersebut.
aplikasi Goers
“Sehingga dengan ini menjadi laporan komprehensif bagi Kepala Desa, Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat di Kementerian,” ucapnya.
Pada aplikasi tersebut telah diinput 25 kota di Indonesia, yang tentunya memiliki destinasi wisata dan hiburan lainnya. Ke depan, semua desa wisata di NTB akan ditambahkan pada aplikasi tersebut.
Aplikasi ini menurutnya dapat memberikan kemudahan pada calon pengunjung, di mana sebelum mengunjungi desa wisata, akan diperkenalkan dahulu keunikan desa wisata melalui aplikasi.
“Dahulu mekanisme melalui buku, kini secara digital dan bisa diakses secara real time. Sudah banyak desa wisata tercover internet. Jika belum akan dikoordinasikan dengan Kominfo,” katanya.
AYA
Launching e-Ticketing Paket Desa Wisata, Wagub Tegaskan Masyarakat Wajib Jaga Keindahan NTB
Mendes bahagia bisa mengunjungi NTB yang sangat indah, ia mengajak seluruh elemen terus memperlihatkan keindahan NTB agar dunia dapat mengenal NTB lebih jauh lagi
MATARAM.lombokjournal.com – Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan, Desa Wisata adalah salah satu jalan untuk menurunkan kemiskinan di NTB, hal ini diungkapkan saat ia menghadiri launching e-Ticketing Paket Desa Wisata di Hotel Lombok Raya, kamis (25/07) 2019.
“Sering saya bertemu dengan orang yang suka berkeliling dunia, tidak sedikit yang mengatakan, tempat kita ini adalah surga, itu yang menyebabkan rang-orang yang pernah ke NTB ingin kembali,” kata Wagub.
Wakil Gubernur mengatakan, seluruh masyarakat berkewajiban menjaga keindahan alam NTB ini agar terus lestari.
Dalam acara tersebut hadir juga Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo.,BSEE.MBA. Wakil Gubernur menyampaikan kepada Mendes PDTT, desa selain menjadi destinasi wisata, desa di NTB juga menjadi ujung tombak dari program Zero Waste yang menjadi program unggulan di NTB.
“Desa selain menjadi daerah pariwisata, kita juga menjadikan desa di NTB ini sebagai pendorong dari program tersebut dengan penerapan masing-masing desa memiliki Bank Sampah,” ungkapnya.
Mendes PDTT dalam sambutannya memuji Provinsi NTB yang memiliki Wakil Gubernur perempuan,
“Kita harus bangga punya wakil gubernur perempuan yang hebat di NTB ini,” pujinya.
Mendes mengungkapkan, kebahagiaannya bisa mengunjungi NTB yang sangat indah, ia mengajak seluruh elemen yang hadir untuk terus memperlihatkan keindahan NTB agar dunia dapat mengenal NTB lebih jauh lagi.
Aplikasi ini menurutnya dapat memberikan kemudahan pada calon pengunjung, di mana sebelum mengunjungi desa wisata, akan diperkenalkan dahulu keunikan desa wisata melalui aplikasi
MATARAM.lombokjournal.com – – Tahun lalu, Nusa Tenggara Barat telah meresmikan 99 desa wisata. Pada desa wisata tersebut tersedia berbagai kuliner, kerajinan tangan maupun kesenian khas NTB.
Untuk mengunjungi desa wisata, kini dapat juga memesan tiket melalui aplikasi Goers.
Aplikasi Goers dikhususkan untuk paket pariwisata, pemesanan tiket event, film, tempat atraksi dan hiburan lainnya.
Aplikasi tersebut telah diluncurkan hari Kamis (25/07) 2019 malam, dalam acara peluncuran desa wisata dan e-ticketing di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram.
Hadir dalam peresmian tersebut Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi.
Direktur Operasi (COO) Goers, Niki Tsuraya Yaumi, mengatakan, sebagai proyek percontohan telah terdaftar dua desa wisata di Goers. Desa tersebut yakni Desa Sesaot Lombok Barat dan Desa Ende Lombok Tengah.
“Kami dan juga partisipasi bersama Kementerian Desa PDTT untuk mendukung program e-ticketing desa wisata. Kami sudah melakukan pilot projects beberapa desa wisata,” ujarnya.
Melalui aplikasi tersebut, pencatatan pengunjung dapat dilakukan di tempat dan semua laporan dapat diakses secara real time oleh pemerintah pusat.
Yaumi menjelaskan, jika telah mengunjungi desa wisata tersebut, pengunjung akan melakukan registrasi di lokasi, sehingga dapat mengetahui secara jelas jumlah kunjungan maupun total pembelian tiket yang diterima desa wisata tersebut.
“Sehingga dengan ini menjadi laporan komprehensif bagi Kepala Desa, Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat di Kementerian,” ucapnya.
Pada aplikasi tersebut telah diinput 25 kota di Indonesia, yang tentunya memiliki destinasi wisata dan hiburan lainnya. Ke depan, semua desa wisata di NTB akan ditambahkan pada aplikasi tersebut.
Aplikasi ini menurutnya dapat memberikan kemudahan pada calon pengunjung, di mana sebelum mengunjungi desa wisata, akan diperkenalkan dahulu keunikan desa wisata melalui aplikasi.
“Dahulu mekanisme melalui buku, kini secara digital dan bisa diakses secara real time. Sudah banyak desa wisata tercover internet. Jika belum akan dikoordinasikan dengan Kominfo,” katanya.
Ia juga berpesan kepada seluruh pemerintah desa yang hadir dalam acara tersebut untuk mempergunakan dana desa sebaik mungkin untuk kemajuan desa.
Menurutnya, selama lima tahun ini dana desa telah mampu membangun infrastruktur secara masif yang belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia.
“Dan dalam empat tahun terakhir ini telah banyak sekali desa-desa yang berhasil mengelola dana desa melalui Badan Usaha Milik Desa, saya berharap pemerintah desa tetap konsisten berinovasi untuk memajukan desanya,” tutupnya.
AYA/HmsNTB
Kawasan Wisata Senggigi Sepi Wisatawan, Pengusaha Hotel Dan Tempat Hiburan Menjerit
Sejauh ini pemerintah daerah Lombok Barat dinilai belum bersikap untuk menormalkan kondisi ini
LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Dampak gempa bumi 2018 masih dirasakan para pelaku pariwisata.
Selain isu gempa yang kerap beredar di tengah masyarakat, disusul harga tiket pesawat yang mahal membuat kondisi Senggigi semakin terpuruk.
Situasi kawasan Senggigi misalnya, salah satu primadona pariwisata Lombok, masih muram hingga kini. Tamu atau wisatawan sedang sepi dan di jalan-jalan terkesan lengang.
Bukan hanya kalangan pengusaha hotel yang mengeluh, tapi sejumlah pengusaha tempat hiburan pun juga mengaku sedang paceklik.
Hal ini diperparah dengan kondisi infrastruktur penunjang yang belum maksimal, misalnya lampu penerang jalan yang gelap.
Assosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi mengaku, dampak buruk ini sudah dirasakan dan semakin parah belakangan ini.
“Kami jelas semakin terpuruk. Sudah dilanda gempa bumi 2018 yang dampaknya masih terasa sekarang, ditambah isu gempa dan banyak masalah lain yang semakin membuat sepi. Ibaratnya wajah pariwisata Senggigi saat ini suram,” kata Ketua APH Senggigi, Suhermanto, Kamis (18/7/2019) di Senggigi, Lombok Barat.
Untuk menormalkan kondisi ini para pengusaha tak mamppu berbuat banyak. Mereka berharap perhatian dan good will pemerintah.
Suhermanto menegaskan, sejumlah pengusaha hiburan di Senggigi saat ini benar-benar menjerit. Apalagi sejauh ini pemerintah daerah Lombok Barat dinilai belum bersikap atas kondisi ini.
Pendapatan rata-rata usaha hiburan di Senggigi menurun drastis. Dari yang biasanya bisa mengantungi omzet puluhan juga per hari, kini untuk menembus Rp5 juta per hari pun terasa sangat sulit.
Padahal, mereka harus menanggung biaya operasional, gaji karyawan, dan juga pajak yang harus dibayar ke Pemda setempat.
Kondisi ini, papar Suhermanto, semakin diperparah dengan menjamurnya kafe-kafe liar di sejumlah kawasan di Lombok Barat termasuk di Suranadi, Kecamatan Narmada.
“Keberadaan cafe-cafe liar atau illegal di kawasan Narmada dan sekitarnya, itu menambah susah kondisi kami. Padahal kami ini legal dan bayar pajak, sementara mereka kebanyakan tidak membayar pajak ke Pemda,” katanya.
Suhermanto berharap, Pemda Lombok Barat bisa mencarikan solusi untuk masalah ini.
Setidaknya, upaya penertiban cafe-cafe liar dan illegal di Lombok Barat harus mulai dilakukan, sebab, pertumbuhan mereka sangat masif.
Sekjen APH Senggigi Ketut Mahajaya menambahkan, selain permasalan tersebut, kondisi infrasruktur penunjang pariwisata di kawasan Senggigi juga perlu diperhatikan oleh Pemda Lombok Barat.
“Salah satu contohnya lampu penerangan jalan. Sekarang kondisi Senggigi ini gelap gulita. Bayangkan seandainya tidak ada penerangan dari tempat hiburan malam, mungkin semakin gelap Senggigi ini,” cetus Mahajaya.
Selain lampu penerangan jalan, Mahajaya juga menyoroti fasilitas umum lainnya seperti ketersediaan toilet umum dan juga tempat sampah di kawasan Senggigi.
Padahal, NTB saat ini tengah mengusung program unggulan NTB Zero Waste.
“Ini kan sangat disayangkan, bagaimana bisa Zero Waste sementara tempat sampah saja tidak tersedia di kawasan wisata. Bule seringkali harus mengantungi sampah untuk mencari tempat sampah.Ini kan ironis,” katanya.
Terkait sejumlah masalah tersebut, jajaran APH Senggigi yang terdiri dari belasan anggota pengusaha hiburan di Senggigi, akan melayangkan surat kepada Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid agar sejumlah permasalahan di kawasan Senggigi ini menjadi perhatian Pemda setempat.
“Kita jelas akan bersurat dalam waktu dekat. Bukan untuk kepentinngan pengusaha saja, tetapi agar wajah pariwisata Senggigi ini bisa lebih berbenah,” tegas Mahajaya.
AYA
Gubernur Zulkifliemansyah Hadiri Rapat Terbatas Pengembangan Pariwisata Bersama Presiden Jokowi
Presiden Jokowi menyatakan, pemerintah akan memberikan prioritas untuk lima destinasi wisata dari 10 destinasi “Bali Baru”, yaitu Mandalika, Danau Toba, Taman Bunaken Manado, Labuan Bajo dan Candi Borobudur
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla
MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah, hadir dalam Rapat Terbatas (Ratas) Percepatan Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional, bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla DI Jakarta, Senin (15/07) 2019.
Dalam ratas tersebut, Presiden Joko Widodo mengundang lima gubernur, salah satunya Gubernur NTB. Empat gubernur lainnya, masing-masing Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Dalam ratas hari Senin, Presiden Jokowi menyatakan pemerintah akan memberikan prioritas untuk lima destinasi wisata dari 10 destinasi “Bali Baru”, yaitu Mandalika, Danau Toba, Taman Bunaken Manado, Labuan Bajo dan Candi Borobudur.
Presiden mengatakan, sudah kunjungi beberapa daerah dan lihat langsung kemajuan pengembangan sejumlah destinasi wisata.
“Pertama saya pergi ke Mandalika, lantas Toba, Manado, dan Labuan Bajo. Saya ndak ke Borobudur karena sudah pernah bolak-balik ke sana, sudah tahu masalahnya,” ungkap Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas di Kantor Presiden, Senin (15/07) 2019.
Berdasarkan pengamatannya saat meninjau lokasi-lokasi tersebut, Presiden menyebutkan persoalan yang masih kentara adalah pada pengaturan dan pengendalian tata ruang, konektivitas, fasilitas dasar, sumber daya manusia, atraksi, dan promosi yang terbatas.
“Berkaitan akses konektivitas menuju destinasi wisata. Saya lihat infrastruktur masih banyak yang perlu dibenahi, baik berupa terminal airport, runway yang masih kurang panjang, konektivitas jalan menuju ke tujuan wisata, dan berkaitan dengan dermaga pelabuhan,” tambah Presiden.
Moto GP 2021
Sisi Lain Pengembangan Pariwisata, Dalam Pandangan Gubernur Zulkieflimansyah
Di luar sana ada banyak orang yang memaknai pariwisata lebih dari pantai, gunung atau air terjun
lombokjournal.com —
PERTH ; Pariwisata sebagai seni mengelola dan memfasilitasi berbagai minat manusia. Dari pelayaran yang menantang, hingga keheningan yang reflektif.
Dalam lawatan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah ke Perth, Australia, memberikan makna mendalam, terkait sisi lain pariwisata yang selama ini belum dikembangkan.
Hal itu dikemukakan Doktor Zul, usai bertemu dengan Fremantle Sailing Club di Perth, klub berlayar dengan ribuan anggota dari beragam usia dan minat, Jumat (28/06) 2019.
Klub ini telah memiliki struktur kelembagaan yang sangat baik. Mereka memiliki kalender tahunan yang diisi dengan berbagai agenda pelayaran, termasuk yang bersifat kompetitif.
Klub ini bahkan telah memiliki sistem regenerasi dengan membentuk keanggotaan junior dan akademi pelatihan. Tujuannya membentuk generasi pelaut yang akan melanjutkan kiprah klub ini di masa depan.
“Mereka tiap tahun menyelenggarakan perlombaan berlayar dari Perth ke Bali yang diikuti banyak peserta dan pelancong,” ujar Doktor Zul.
Dengan menjadi daerah persinggahan para anggota Fremantle Sailing Club, para pelaku wisata di Bali tentu akan menikmati manfaat dari aktivitas mereka selama di daerah tersebut. Informasi ini menginspirasi Doktor Zul.
Menurutnya, untuk memajukan pariwisata di NTB, semua pemangku kepentingan memang perlu banyak belajar dari Bali. Kesuksesan Bali dalam mengkreasikan tumbuhnya aktivitas semacam ini patut direnungkan bersama.
“Bali mengajarkan kita bahwa pariwisata bukan melulu persoalan pantai yang indah dan gunung-gunung yang menakjubkan. Tapi, lebih pada persoalan mengemas semuanya menjadi atraksi yang menawan hati dan memberi kesan dalam,” ujarnya.
Pemikiran ini membawa Doktor Zul pada pemaknaan lain akan pariwisata. Di luar sana ada banyak orang yang memaknai pariwisata lebih dari pantai, gunung atau air terjun.
Mereka membutuhkan hal yang selaras dengan minat-minat mereka. Beberapa orang lain juga memaknai pariwisata sebagai aktivitas yang memberikan mereka momentum untuk merefleksikan kehidupan.
Sebagian orang mungkin memiliki minat dalam pelayaran dan menginginkan tempat yang baik untuk menambatkan banyak perahu mereka. Tapi, tidak sedikit orang yang ingin melarikan diri dari rutinitas dunia.
Mereka membutuhkan tempat yang hening, jauh dari keramaian. Sebuah tempat untuk berkontemplasi. Dan ada banyak lagi minat yang memotivasi orang untuk mengunjungi sebuah daerah.
Maka, untuk memenuhi beragamnya motivasi berwisata itu, dibutuhkan kreativitas para penentu kebijakan dan pengelola jasa wisata.
Memberikan berbagai alternatif dan bentuk wisata yang memungkinkan banyak orang dengan beragam minat datang. Lalu, menemukan kebahagiaan sejati di daerah kita.
“Pariwisata sejatinya adalah seni dan kemampuan untuk menciptakan berbagai kegiatan-kegiatan yang membuat hidup kemudian jadi reflektif, penuh pilihan, bervariasi dan lebih punya makna dan penuh arti,” kata Doktor Zul.
Perantau NTB di Perth
Hal lain yang memberikan makna menyentuh bagi Doktor Zul adalah pertemuan dengan para perantau asal NTB di Perth. Di Perth, Doktor Zul bertemu dengan Rudy, seorang pemuda dari Dusun Klui, Lombok Utara yang menurutnya luar biasa
Di Perth, Rudy memiliki dan mengelola sebuah restoran terkenal, yaitu Bintang Cafe. Menurutnya, Rudy merupakan bukti bahwa anak-anak muda NTB bisa berkiprah sukses di mancanegara.
“Nggak ada yang mustahil. Asal berani aja. Dimana ada kemauan, disitu ada jalan,” ujar politisi PKS ini.
Sore harinya, Doktor Zul juga bersilaturahmi dengan masyarakat NTB di Perth. Dari silaturahmi ini, Doktor Zul merasakan pentingnya membuat jarak psikologis antara Perth dan Lombok semakin dekat.
“Direct flight Perth-Lombok mudah-mudahan membuat jarak psikologis jadi semakin dekat,” ujarnya.
Bertemu dengan warga NTB di berbagai negara, memperkuat keyakinan Doktor Zul, NTB memang milik semua orang.
“Cinta kita semua pada NTB sungguh dalam, lebih besar dari makna yang bisa diwakili oleh kata itu,” pungkasnya.