Menteri Pariwisata: NTB Jagonya Wisata Halal

Seluruh perangkat infrastruktur untuk terus memajukan wisata halal di NTB ini, Salah satunya adalah Bank NTB Syari’ah

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu daerah andalan Indonesia untuk pengembangan wisata halal dunia.

Daerah yang memiliki Gunung Rinjani dan Tambora ini juga dikenal jago dalam hal pengembangan muslim friendly tourism.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya di hadapan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat The International Halal Tourism Conference, di Hotel Golden Palace,  Kota Mataram, Kamis (10/10) 2019 malam.

Menpar menuturkan, sebelum ditetapkan sebagai destinasi wisata halal, pembangunan wisata di NTB berjalan lamban. Termasuk, jumlah wisatawannya juga masih sekitar satu juta orang.

Namun, setelah memenangkan penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia dan Destinasi Honeymoon terbaik dunia, pariwisata NTB mengalami peningkatan yang signifikan.

Bahkan pada tahun 2016 lalu, Indonesia meraih 12 dari 16 penghargaan di bidang pariwisata pada ajang World Halal Travel Awards di Unites Arab Emirates. Dan Lombok-NTB mendapatkan paling banyak penghargaan.

“Lombok menerima paling banyak penghargaan. Lombok menerima tiga penghargaan, yaitu World Best Halal Beach Resort, World Best Halal Honeymoon Destination dan World Best Halal Travel Website,” katanya di hadapan ratusan peserta konferensi yang dibuka Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Wakil Presiden terpilih Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin.

Selain itu lanjutnya, tahun 2019 ini, NTB dinobatkan sebagai destinasi wisata halal terbaik di Indonesia, versi Indonesia Muslim Travel Index.

Ini menunjukkan NTB memang jago dalam hal wisata halal. Selain itu, NTB mengalami lompatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke NTB.

“Sebelumnya hanya tumbuh dua persen. Begitu dapat the world best halal award, Ia melompat tajam, 32 persen. Domestic touristnya juga melompat tajam, 47 persen.”

Ia juga menjelaskan jumlah wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, dari tahun ke tahun, terus mengalami peningkatan. Bahkan pada tahun 2020, jumlah wisatawan yang ke NTB ditargetkan 4,5 juta orang.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengungkapkan komitmennya untuk terus mengembangkan wisata halal di NTB. Apalagi NTB memiliki eksotisme dan aura yang berbeda dibanding daerah lain di Indonesia, bahkan dunia.

“Banyak wisatawan yang kami temui, dari Australia, dari Korea mengatakan ketika datang ke Lombok, mereka merasakan aura yang berbeda. Banyak hal yang lebih indah. Lebih utama, eksotisme Lombok ini memang luar biasa,” jelasnya disambut tepuk tangan para peserta konferensi.

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur itu, juga menjelaskan Islam sangat compatible dengan wisata. Apalagi wisata halal yang saat ini menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat dunia.

Orang nomor satu di NTB itu juga mengungkapkan seluruh perangkat infrastruktur untuk terus memajukan wisata halal di NTB ini. Salah satunya adalah Bank NTB Syari’ah.

Dulu tuturnya, banyak yang meminta agar Bank NTB itu tidak menjadi Bank Syariah. Atau setidaknya ditunda dulu. Sebab bisa mengancam keberagaman yang ada di NTB. Namun, yang terjadi saat ini adalah sebaliknya.

Kinerja seluruh karyawan, termasuk yang beragama Hindu, Kristen dan lainnya mengalami peningkatan. Menurut Gubernur, hal ini memperlihatkan aspek yang menakjubkan dari transformasi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah.

Transformasi ini, menurutnya telah membuat kinerja seluruh pegawainya membaik.

Karena itu, Gubernur mengajak semua pihak, termasuk MUI, untuk terus memajukan wisata halal di NTB. Ia berharap ke depan akan ada direct flight dari berbagai negara untuk mengakselerasi pembangunan wisata di NTB

AYA

 




Ma’ruf Amin Bicara Layanan Wisata Berstandar Halal

Konsep halal tourism akan disempurnakan dengan  inovasi-inovasi yang memungkinkan semua orang aman, tentram dan menyenangkan ketika mereka menikmati keindahan alam NTB

KH. Ma’ruf Amin

Gubernur Zulkieflimansyah

MATARAM.lombokjournal.com — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. KH. Ma’ruf Amin mengatakan, wisata dalam perspektif halal bukan objek wisata yang dirubah menjadi halal.

Tapi, halal yang dimaksud adalah penyediaan pangan yang disajikan dalam restoran, ketersediaan tempat ibadah dan hotelnya dapat memiliki standar kehalalannya.

Sehingga orang yang berkunjung di NTB merasa nyaman dan menyenangkan. Jadi tidak akan pernah merubah alamnya atau objek wisata lainnya.

“Tetapi layanannya yang kita beri kehalalannya. Dan MUI akan terus menopang perkembangan industri halal di Indonesia, terutama di NTB yang sedang giat mengembangkan wisata halalnya,” ungkap Kiyai yang juga sebagai Wakil Presiden RI terpilih pada pembukaan The Internasional Halal Tourism Conference di Mataram, (10/10) 2019.

Kehadiran Wapres terpilih tersebut didampingi Menteri Pariwisata, Arif Yahya, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, Governor of Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Steering Committe internasional halal conference, Muhyidin Junaidi, Direktur Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Sutan Emir, Ceo cressentrating Asia, M. Fazal Bahardeen serta bebera pejabat pemerintah lainnya.

Konferensi Wisata Halal Internasional dengan mengusung tema “Halal is Our Way of Life” atau halal adalah cara hidup kita merupakan isu yang diangkat oleh Majelis Ulama Indonesia agar dapat mengembangkan wisata halal di Indonesia.

Salah satunya, adalah destinasi wisata di Provinsi NTB yang telah dinobatkan sebagai “World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination pada tahun 2015 lalu.

“Upaya kita untuk memoles destinasi wisata halal agar lebih indah. sehingga menjadi daya tarik tersendiri dan memiliki keunikan dibanding wisata daerah lain. Tentu dengan standar halal dalam makanan dan minuman dipastikan sudah memenuhi standar halal internasional,” tutur Kiyai Ma’ruf Amin.

Fasilitas penunjang halal tourism, Kementerian Pariwisata akan terus membenahi. Seperti restoran, hotel, travel dan fasilitas penunjang lainnya. Sehingga orang datang ke Indonesia dan NTB merasa aman dan nyaman.

Apalagi NTB punya Islamic Center yang ditetapkan sebagai icon wisata religi dan sebelumnya telah dilaunching lampu hias yang menambah keunikannya. Ini merupakn icon menarik bagi pengembangan wisata halalnya.

Kiyai Ma’ruf Amin mengatakan, lebih dari 50 lembaga sertifikasi halal dunia mengacu pada standar MUI. Karena itu, MUI telah banyak memberi pengakuan kepada lembaga halal di luar negeri.

Di antaranya, Sincung halal for Taiwan. Lembaga tersebut merupakan lembaga yang mewakili MUI di Taiwan. Selain di Taiwan, ada juga di negara Korea dengan nama ‘Ini Halal Korea’.

Untuk itu, MUI memiliki kepentingan untuk mengembangkan halal tourism bersama dengan kementerian pariwisata.

Hal senada di sampaikan Gubernur NTB, Dr. Zulkiefkimansyah, memaknai halal tourism tidak boleh direduksi maknanya sebatas halal tourism saja

Namun, konsep halal tourism akan disempurnakan dengan  inovasi-inovasi yang memungkinkan semua orang aman, tentram dan menyenangkan ketika mereka menikmati keindahan alam NTB.

“Banyak orang yang menyangka bahwa dengan adanya halal tourism kemudian orang tidak boleh lagi berenang. Sehingga cerita menakutkan ini mematahkan semangat halal tourism,” tutur Gubernur NTB.

Dengan adanya Konferensi Internasional ini, gubernur yang akarab di sapa Dr. Zul berharap ada konsep baru yang tawarkan untuk mengembangkan wisata halal di NTB yang lebih dikenal oleh dunia internasional.

Pemerintah Provinsi NTB juga akan menyediakan sebuah pulau sebagai proyek percontohan (pilot projekt) untuk mengembangkan destinasi wisata halal.

“Sehingga orang akan berkaca di NTB.Terus terang, banyak pengusaha besar yang kami temui dari Korea, Autralia dan lainnya, ketika mereka datang ke Lombok ada aura yang berbeda,” ungkap Dr Zul.

Dr. Zul mengatakan, banyak hal yang indah, utama dan eksotisme Lombok tidak ditemukan di tempat lain. Kenapa pemerintah NTB begitu semangat mengembangkan wisata halal, karena pemerintah ingin membuktikan bahwa Islam itu sangat kompatibel juga dengan pariwisata.

“Jangan sampai umat Islam dipersepsikan tidak bersahabat dengan pariwisata,” tutur orang nomor satu di NTB.

Untuk itu, kata Dr Zul hadirnya Konferensi internasional dapat menghasilkan pemikiran yang menakjubkan. Sehingga ide tentang halal tourism menjadi sebuah konsep yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat NTB ke depannya.

Menurut gubernur, untuk mengembangkan wisata halal tentu dibutuhkan konferensi internasional seperti ini.

AYA

 




Wagub Bicara Kunci Raih 4,5 juta Wisman Tahun 2020

Para pelaku pariwisata diajak memberikan contoh bagaimana memilah dan mengelola sampah dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com —  Kunci untuk bisa mendatangkan  4,5 juta wisatawan mengunjungi NTB pada tahun 2020 nanti adalah rasa aman, nyaman, kebersihan dan keramah-tamahan.

“Kalau destinasi wisata itu bersih dari sampah, toiletnya harum, masyarakatnya ramah, saya yakin wisatawan akan senang dan bahagia berkunjung dan akan bercerita kepada dunia tentang pesona lombok-sumbawa. Dalam hal ini para wisatawan juga berperan sebagai media promosi langsung yang sangat efektif,” ujar Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd.

Wagub mengatakannya saat membuka Rakor Pariwisata Daerah 2019, untuk Sinkronisasi Program Kepariwisataan, Menuju 4,5 juta Wisatawan Lombok Sumbawa 2020, di hotel Lombok Raya Mataram NTB, Rabu (09/10)) 2019.

Menurut Umi Rohmi, banyak pihak menyebut keindahan destinasi Wisata Lombok-Sumbawa, bak surga yang dititipkan Allah di bumi ini.

Maka mari kita jaga karunia keindahan ini, salah satunya dengan benar-benar menjaga dan memperhatikan kebersihan  lingkungan agar bebas dari sampah, ajaknya

Umi Rohmi juga menyebut masih ada kebiasaan di sebagian masyakat yang  membuang sampah disembarang tempat.

Juga belum terbiasa memilah sampah dan mengolah sampah untuk kepentingan yang bermanfaat, sehingga sampah plastik, botol mineral atau sampah lainnya masih mencemari  laut, sungai dan gunung-gunung.

Padahal sampah-sampah itu, menurut Wagub membutuhkan waktu puluhan, bahkan ratusan tahun untuk bisa hancur.

Karena itu, ia mengajak para pelaku pariwisata dapat memberikan contoh bagaimana memilah dan mengelola sampah dengan baik.

Juga harus ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya memilah sampah organik maupun non organik, sehingga mudah diolah yang dapat mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ketika program bersih lingkungan dan bebas sampah ini tercapai, maka Umi Rohmi optimis untuk menggaet kunjungan 4,5 juta wisatawan dengan mudah akan terwujud.

Wagub juga meminta kepada para kepala desa  agar mengintegrasikan pengembangan dan pembangunan  99 Desa Wisata di desa masing-masing dengan pengelolaan bank sampah, BumDes dan UMKM pendukung industri pariwisata lainnya sehingga mendongkrak daya tarik dan angka kunjungan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H. Lalu Moh. Faozal., S.Sos., M.Si menyampaikan strategi pengembangan kepariwisataan menuju 4.5 juta wisatawan tahun 2020.

Menurutnya, pembangunan kepariwisataan merupakan integrasi antara pembangunan sarana dan prasarana, dengan daya tarik dan SDM di destinasi pariwisata tersebut.

Kita harus dapat menjaga dan melestarikan daya tarik wisata,  membantu terciptanya suasana aman, tertib, bersih, berperilaku santun dan menjaga kelestarian lingkungan destinasi pariwisata.

Karena itu, penataan sarana prasarana, pembenahan amenitas dan peningkatan kelembagaan masyarakat serta tata kelola geosite, termasuk SDMnya harus terus ditingkatkan.

“Bahkan pembentukan bank sampah untuk mendukung Zero Waste dalam upaya menjaga lingkungan yang bersih disetiap desa wisata terus kami dorong, ” tuturnya

Ia menambahkan,  pengembangan pariwisata harus memiliki aspek pembangunan kepariwisataan daerah yang meliputi destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, industri pariwisata dan organisasi kepariwisataan.

Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) harus dikembangkan seperti Kawasan pantai atau gili, geopark yang dikemas dengan menarik. Cara lain dengan mengintervensi 99 desa wisata secara terencana dan bertahap, pungkasnya.

Ikhtiar menuju 4,5 juta Wisatawan Lombok Sumbawa 2020 tersebit ditandai dengan pemukulan gendang beliq secara bersama oleh  Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Rohmi Djalilah, M. Pd, didampingi Staf Ahli Kementerian Pariwisata RI Anang Sutono, Kadispar H. Lalu Moh. Faozal, Kadis Pemuda dan Olahraga Ir Husnanidiaty Nurdin , Kadis Perdaganagan NTB Hj Putu Selly Andayani,  Direktur ITDC I Gusti Ngurah Ardita, GM Angkasa Pura I LIA Nugroho Jati.

AYA/HmsNTB




 Garbi dan M16 Pertanyakan Klaim Wisatawa Melonjak di NTB  

Kalau sampai sekarang tahun ini, kok belum ada perbaikan yang signifikan, malah menurun”

lombokjournal.com —

MATARAM   ;  Klaim peningkatan jumlah kunjungan wisata yang meningkat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dipertanyakan sejumlah pihak.

Bermula dari rilis Biro Humas Pemprov NTB dalam keterangan pers “Kunjungan Wisman Melonjak, Gubernur Ajak Warga NTB Persiapkan Diri”, Kamis (3/10) 2019,

Mengutip status facebook Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah, is menyebutkan angka kunjungan wisatawan asing meningkat di wilayah NTB.

Klaim pemerintah itu dipertanyakan Garbi NTB dan M16.

Ketua Garbi NTB, Lalu Pahrulrozi mengatakan, klaim peningkatan wisatawan yang juga disebar lewat infografis jika disimak baik justru bertolak belakang.

“Secara keseluruhan, di infografis yang beredar, data kunjungan wisatawan asing berkurang 10,4 persen atau sekitar 22.970  wisatawan. Yakni dari sebanyak 220.003 wisatawan di tahun 2018 menjadi 197.033 wisatawan di periode yang sama 2019,” kata Pahrulrozi, Kamis (3/10) di Mataram.

Dari 7 negara yang ditampilkan infografisnya, kunjungan 5 negara berkurang, dan 2 negara meningkat.

Ia menilai sedikit peningkatan terjadi karena Kementrian Pariwisata memberikan “subsidi” bagi pariwisata NTB melalui penerbangan AirAsia. Jumlahnya pun cukup lumayan.

Menurutnya, klaim meningkayt juga terbantah dengan berita resmi statistik yang diterbitkan 1 Oktober 2019.

BPS menyebutkan jumlah penumpang pesawat yang datang ke NTB, baik domestik maupun internasional pada periode Januari-Agustus 2019 dibanding Januari-Agustus 2018, berkurang 27,82 persen atau berkurang dari 1,4 juta penumpang menjadi 1 juta penumpang.

“Positifnya, jumlah penumpang Juli menuju Agustus meningkat sebanyak 5,26 persen  dibanding tahun lalu periode yang sama,” katanya.

Ia menyarankan agar pemerintah daerah bisa mengurangi kebiasaan memframe informasi.

“Itu mengelabuhi tuan. Orang pun maklum, NTB habis gempa, jadi ada tekanan pada industri pariwisata,” katanya.

Ia menambahkan, yang mesti diajukan pertanyaan, mengapa Australia-Jerman bisa meningkat sementara yang lainnya tidak? Mengapa kunjungan dua negara itu meningkat pasca gempa?.

“Jawaban pertanyaan ini bisa menjadi terobosan kebijakan,” tukasnya.

Tapi, ia menekankan, jangan menyederhanakan,  direct flight menjadi alasan utama peningkatan wisatawan. Sebab Jerman yang tidak ada direct flight ke Lombok, juga tercatat tumbuh positif.

“Emangnya semua negara mau dibikinkan direct flight juga? Apa ke Korea juga mau dibuat direct flight, biar beasiswanya lancar?,” katanya.

Menurutnya, Pemda NTB juga jangan mengesampingkan fakta bahwa sejauh ini  masih banyak korban gempa bumi 2018 yang belum memiliki kepastian.

Bahkan berdasarkan surat BNPB, apabila sampai 25 Desember 2019, masih ada kekurangan dana stimulan, maka itu akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Mari menatap lebih optimis, tanpa framing yang overdosis dan simplifikasi persoalan,” kritiknya.

Sementara itu, Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto mengatakan, arah pengembangan pariwisata NTB perlu mendapat sorotan.

Menurutnya, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Lombok melalui Bandara Internasional Lombok pada Januari-Agustus 2019 hanya sebanyak 80.232 penumpang atau turun 27,94 persen dibandingkan Januari-Agustus 2018 yang sebanyak 111.342 penumpang.

“Memang masih ada pintu masuk lain bagi turis asing seperti jalur laut. Tapi penurunan kedatangan wisman yang menggunakan moda pesawat menjadi indikator belum benar-benar pulihnya sektor pariwisata NTB,” katanya.

BACA JUGA  ;  Pascagempa Kunjungan Wisatawan Melonjak, Warga NTB Diajak Persiapkan Diri

Bambang Mei menekankan, jika kondisi rute udara sepi di tahun lalu mungkin masih wajar ada penurunan wisman. Sebab saat itu sedang ada musibah gempa bumi.

“Kalau sampai sekarang tahun ini, kok belum ada perbaikan yang signifikan, malah menurun,” tandas Didu, sapaan akrabnya.

Me




Pasca Gempa Kunjungan Wisman Melonjak, Warga NTB Diajak Persiapkan Diri

“Ayo optimis kita songsong masa depan sambil terus menyiapkan diri untuk tak jadi penonton”

MATARAM.lombokjournal.com — Pasca dilanda Gempa Bumi tahun 2018, pariwisata di NTB mulai pulih. Angka kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke NTB makin meningat.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mdngungkpkan kebanggaannya, dalam akun media sosialnya, Kamis (3/10/2019).

Data yang dihimpun Imigrasi Bandara Internasional Lombok, terlihat peningkatan jumlah wisatawan asal Australia yang sangat mengesankan.

“Senang melihat laporan bahwa pariwisata kita, alhamdulillah sudah menggeliat on the right track.” ungkapnya.

Mengutip data imigrasi tersebut, Gubernur Zul menyampaikan, pada bulan Agustus – September 2019, angka kunjungan wistawan ke NTB sudah bisa lebih tinggi dibandingkan dengan angka kunjungan pada bulan Agustus – September 2018.

“Agustus September 2019 ini sdh lebih banyak dari Agustus September tahun 2018,” ungkapnya.

Angka kujungan wisatawan yang paling melonjak tajam dari Australia, yang mencapai 425 persen.

Dengan perbandingan angka kunjungan wisatawan Australia pada tahun 2018 (Januari – September) sebesar 2.633 orang, sedangkan pada tahun 2019 sebesar 13.814 orang.

“Wisatawan dari Australia bahkan melonjak sampai 425 persen!” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, persoalan memajukan industri pariwisata, tidak hanya semata menata atau mendandani destinasi wisata saja.

Namun persoalan yang lebih mendasar, yakni infrastruktur sebagai akses untuk menuju lokasi sangat penting untuk dibangun

Karena seindah apa pun destinasi yang kita miliki, kalau akses untuk menuju kesana susah, maka wisatawan enggan untuk mengunjunginya.

“Ini menjelaskan bahwa masalah memajukan pariwisata itu bukan semata persoalan mendandani pantai dan Gunung..tapi akses dan kemudahan menuju lokasi sangat penting! Untuk tak menyebutkannya paling penting,” jelasnya.

Salah satu contoh kongkretnya dengan adanya Direct Flight dari Perth, Australia ke Lombok, telah membuat lonjakan angka kunjungan dari Australia ke NTB.

Hanya dengan satu Direct Flight saja, sudah memiliki dampak yang sangat luar biasa terhadap industri pariwisata di NTB.

Ia membayangkan jika infrastruktur dan Direct Flight ke NTB terus ditingkatkan, maka akan begitu besar dampaknya terhadap peningkatan kunjungan Wisman ke NTB.

“Direct Flight dari Perth Australia ke Lombok membuat lonjakan pariwisata dari Australia ke Lombok jadi luar biasa! Bayangkan kalau ada Direct Flight dari Melbourne dan Sydney ke Lombok akan lebih ramai lagi daerah kita ini,” ujarnya.

BACA JUGA ; GARBI dan M16 Pertanyakan Klaim Wisatawan Melonjak Di NTB

Gubernur mengajak masyarakat NTB untuk tetap optimis, dan mempersiapkan diri dalam menyongsong kemajuan industri pariwasata.

Tentunya, dengan peningkatan SDM generasi muda yang ada di NTB, agar tidak jadi penonton di daerah sendiri.

“Ayo optimis kita songsong masa depan sambil terus menyiapkan diri untuk tak jadi penonton,” pintanya.

AYA/HmsNTB




Gubernur Dukung Suhaili Bangun Kereta Gantung

Investor yang sudah siap untuk membangun kereta gantung ini di antaranya, investor Cina,  Bali dan Jakarta

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi NTB sangat mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah membuat Kereta Gantung dari arah Lombok Tengah menuju Gunung Rinjani.

Dengan adanya kereta gantung, nantinya para wisatawan yang akan menikmati keindahan alam pulau Lombok, sekaligus menikmati keindahan Rinjani, bisa melalui kereta gantung.

Rencananya wisatawan akan naik kereta gantung dari hutan rakyat Desa Aik Berik Batu Keliang Utara, langsung menuju Gunung Rinjani.

“Kita dukung apalagi itu ide baik pak Suhaili,” tegas gubernur pada Rabu (02/10) 2019.

Gubernur Zul meminta Investor yang kabarnya sudah ada agar mulai bekerja. Sebab kereta gantung dinilainya menajdi salah satu kebutuhan penting bagi NTB untuk memfasilitasi para wisatawan yang akan menikmati Rinjani.

Yang menguntungkan,, kereta gantung akan memudahkan wisman yang tua yang tak mampu  mendaki bisa dengan gampang menikmati panorama Rinjani.

“Harus setuju kalau sudah investor tinggal dikerjakan aja. Kita butuh juga hal hal gitu (kereta gantung),” katanya.

Disinggung dengan dampaknya bagi para guide atau poter, gubernur mengaku semua pekerjaan punya dampak bermacam macam baik positif maupun negative. Namun jika itu baik maka tentu harus didukung.

Gubernur Zul justru melihat  keberadaan kereta gantung bukan berarti akan menghilangkan pekerjaan mereka. Justru menurutnya para guide bisa akan tetap bekerja sebagai guide di atas kereta.

“Suruh aja guide itu nanti jadi guide kereta gantung,” pungkasnya.

Sebelumnya Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT menegaskan, pembangunan kereta gantung dari kawasan BKU menuju gunung Rinjani bakal tetap dilakukan. Sebab, banyak investor yang sudah tertarik untuk melakukan pembangunan kreta gantung itu.

Suhaili menegaskan, rencana pembangunan kereta gantung tidak hanya didukung oleh pemerintah daerah saja.  Namun pemerintah pusat dan TNGR juga sangat mendukung rencana pembangunan kereta gantung ini.

Sebab dengan keberadaan kereta gantung tersebut selain untuk melestarikan hutan, tapi peluang untuk wisata memancing. Atau menarik wisatawan yang tak mampu lagi mendaki bisa tertarik mengunnjungi Rinjani.

Dan lagi, wisatawan yang datang dengan kereta gantung akan menjaga kebersihan kawasan setempat.

“Kereta gantung ini akan dibangun sepanjang 9 kilometer,” kata Suhaeli.

Suhaeli  menyebutkan, investor yang sudah siap untuk membangun kereta gantung ini dicantaranya, investor Cina,  Bali dan Jakarta.

Bahkan, para investor rela mengeluarkan ratusan miliar untuk pembangunanya.   Sehingga, dalam rangka pembangunan kereta gantung tersebut, saat ini sudah dalam tahap izin pembangunannya.

AYA




Berwisata Ke Lombok, Cicipi Kehangatan Produk Olahan Buah Pala

Harga satu bungkus manisan pala berkisar 10 hingga 15 ribu rupiah. Sementara untuk buah pala asli yang belum diolah di banderol dengan harga 55 ribu rupiah

MATARAM.lombokjournal.com — Siapa tak kenal buah pala. Buah yang masuk kategori rempah- rempah ini rupanya tidak hanya bisa dijadikan sebagai bumbu dapur.

Akan tetapi bisa juga dibuat menjadi berbagai produk makanan olahan dan minuman yang berkhasiat tinggi.

Jika anda berwisata di Lombok,  jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi dan merasakan sensasi beragam pangan dan minuman berbahan baku buah pala, yang menghangatkan dan menyehatkan.

Produk Camilan buah Pala sudah dipasarkan diberbagai pusat oleh-oleh di NTB. Beberapa diantaranya adalah manisan pala, serbat pala, teh pala dan bubuk pala.

“Disamping lezat, juga menyehatkan,” ujar perintis dan pengrajin produk camilan khas buah pala,  Sudiarti Yuliani warga Mantang Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat di kediamannya, baru-baru ini.

Sudiarti Yuliani mengolah buah pala menjadi berbagai produk makanan dan minuman. Daging buah diolah menjadi manisan, kulit dan bunga diolah menjadi teh celup, sementara biji pala dijadikan sebagai bumbu dapur.

“Mulai dari kulit hingga biji semua kami olah. Tidak ada yang dibuang percuma,” katanya.

Ide mengolah buah pala ini muncul karena belum banyak orang mengetahui potensi buah pala itu sendiri.

“Padahal semua bagiannya bisa diolah menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomi,”terangnya.

Ibu tiga orang anak ini mengaku, masih banyak masyarakat di wilayahnya yakni Batukliang Lombok tengah yang tidak mengetahui manfaat buah pala. Sehingga ketika panen, hanya bijinya saja yang mereka olah.

“Selebihnya dibuang percuma, padahal buah pala ini punya banyak manfaat terutama untuk kesehatan,”kata Sudiarti.

Produk olahan pala yang menjadi andalannya adalah manisan pala. Dimana produk ini masih jarang ditemukan khususnya di NTB.

“Manisan pala ini masih jarang orang buat. Bisa dibilang masih langka dan tidak ada pesaing. Makanya saya kepikiran buat inovasi sendiri. Kalau orang bisa buat teh kelor, kenapa saya tidak bisa,” ujarnya bersemangat.

Proses pembuatan manisan pala ini menurut Sudiartini terbilang cukup rumit. Buah pala yang sudah dikupas kemudian ditumbuk, lalu diberikan taburan gula pasir diatasnya untuk kemudian dijemur ditengah terik matahari, selama satu minggu.

“Kalau kondisi cuaca sangat terik cuma 3 hari saja sudah kering,” tambahnya.

Untuk bahan baku, Sudiartini memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang ada yakni dari hasil hutan di batukliang Lombok tengah.

“Di sini produksi buah pala lumayan banyak jadi kita manfaatkan,” katanya.

Khusus untuk manisan pala, Sudiartini bisa mengolah 20 hingga 25 kilogram untuk satu kali produksi.

“Manisan pala ini tahan sampai 3 tahun. Ini obat, karena tanpa bahan pengawet,” terangnya.

Harga satu bungkus manisan pala berkisar 10 hingga 15 ribu rupiah. Sementara untuk buah pala asli yang belum diolah di banderol dengan harga 55 ribu rupiah. Begitu juga dengan olahan pala lainnya.

Dalam berproduksi, sudiarti mengaku bukan tanpa kendala.

Salah satu kendala yang dihadapi adalah minimnya peralatan untuk pembuatan teh celup. Ia mengaku cukup kesulitan mencari bahan baku untuk kantung teh celupnya.

“Sejauh ini saya pakai peralatan manual saja,” terangnya.

Sudiarti berharap usaha olahan buah pala yang digelutinya dapat semakin dikenal masyarakat tidak hanya di NTB saja, akan tetapi hingga ke luar daerah bahkan mancanegara.

“Semoga bisa lebih dikenal lagi, karena manfaat buah pala ini sangat banyak sekali untuk kesehatan,” harapnya.

AYA




Inilah Enam Pengembangan Pariwisata Zul-Rohmi di NTB

 

MATARAM.lombokjournal.com —  Dr H Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah yang dilantik19 September 2018 sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB masa bhakti 2018-2024, diihadapkan tantangan besar membangkitkan kembali NTB pascagempa 5 Agustus 2018 lalu.

Maka, sektor pariwisata menjadi program pertama dalam enam Program Super Prioritas NTB Gemilang.

Dalam pengembangan pariwisata andalan dan strategis NTB, sektor pariwisata memiliki peran strategis untuk mendorong peningkatan pendapatan daerah.

Di samping itu juga membuka lapangan kerja, serta menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, seimbang, dan inklusif bagi NTB.

Desa Sade

Pengembangan pariwisata NTB  ini sudah diatur dalam Perda  NTB Nomor 7 tahun 2013 dan dalam Rencana Induk Pariwisata Daerah (RIPARDA) Tahun 2013-2028.

Terdapat 4 aspek pembangunan pariwisata daerah yang menjadi fokus dalam program prioritas Zul-Rohmi. Keempat aspek itu yakni destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, industri pariwisata, dan organisasi kepariwisataan.

Program ini meliputi pengembangan enam pariwisata strategis di NTB.

Pertama, pengembangan pariwisata pulau-pulau kecil (Gili) dan sekitarnya. Seperti Gili Matra (Meno, Air, dan Trawangan), Kawasan Gili Sulat ( Gili Sumut, Petelu, Lawang) dan sekitarnya, kawasan Teluk Ekas dan sekitarnya, Kawasan Gita Nada (Gili Tangkong, Nanggu, Sudak) dan sekitarnya.

Kemudian, Kawasan Alas Utan Poto Tano (Kenawa, Paserang) dan sekitarnya, Samota (Teluk Saleh,Moyo,Tambora), dan Kawasan Waworada Sape (Gili Banta, pulau Kelapa, dan Sangiang).

Kedua, pengembangan pariwisata Mandalika dan MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lombok Tengah.  KEK pariwisata ini menghadirkan 26 ribu kamar hotel, dengan 5 pantai utama. Garis pantainya mencapai 16 kilometer yang dilengkapi dengan Marina atau dermaga untuk kapal mewah.

Dalam pengembangan pariwisata KEK ini, membutuhkan sejumlah dukungan infrastruktur. Mulai dari pembangunan jalan bypass BIL- KEK Mandalika sepanjang 17,8 kilometer. Peningkatan dan pengembangan jaringan jalan nasional BIL-Kuta sepanjang 15,5 kilometer.

Peningkatan dan pengembangan jalan yang menghubungkan pelabuhan Gili Mas-KEK Mandalika. Peningkatan dan pengembangan jaringan jalan provinsi yang menghubungkan Bilelando-Awang-Kuta-Selong Belanak-Montong Ajan sepanjang 55 kilometer, dan dari Montong Ajan-Penujak sepanjang 31 kilometer.

Selain peningkatan akses jalan, juga dibutuhkan perpanjangan runaway Bandara Internasional Lombok sepanjang 3.300 meter. Pembangunan SPAM Regional Pulau Lombok, pembangunan RS Internasional, dan penataan lingkungan lingkungan sekitar.

Ketiga, pengembangan pariwisata lainnya yakni Rinjani UNESCO Global Geopark. Rinjani sudah ditetapkan sebagai UNESCO Gloabl Geopark sejak 12 April 2018 lalu. Saat ini, Geopark Rinjani telah sukses sebagai tuan rumah Simposium APGN 2019.

Geopark Rinjani memiliki warisan geologi secara vulkanik yang harus terus dijaga. Di samping itu, Rinjani juga merupakan sumber air di Pulau Lombok. Sehingga penting untuk terus dilakukan pemeliharaan dan pengembangan. Di antaranya dengan menumbuhkan partisipasi generasi muda dan masyarakat untuk menjaga Geopark.

Keempat, selain Rinjani, ada juga pengembangan  Geopark Nasional Tambora di Pulau Sumbawa. Geopark ini memiliki integrasi yang kuat antara geologi, biologi, dan budaya. Masyarakat juga harus bisa merasakan manfaat dan menjaga kelestarian Geopark ini melalui kegiatan pariwisata.

Kelima, pengembangan wisata halal kelas dunia. Pada 2015 lalu, NTB berhasil mendapat predikat wisata halal dunia. Hingga saat ini, pariwisata NTB masih melekat dengan brand tersebut.

Mendukung ini, pemerintah NTB sudah menerbitkan Perda Nomor 2 tahun 2016 tentang pariwisata halal. Melingkupi destinasi, pemasaran dan promosi, industri, kelembagaan, pembinaan, pengawasan, dan pembiayaan.

Pengelolaan destinasi pariwisata halal harus membangun fasilitas umum yang mendukung wisata halal. Seperti tempat dan perlengkapan ibadah wisatawan Muslim, serta fasilitas bersuci yang memenuhi standar syariah.

Keenam, pengembangan pariwisata melalui 99 Desa Wisata. Ini merupakan konsep mengembangkan potensi alam, budaya, dan tradisi masyarakat yang didukung dan dijalankan langsung oleh masyarakat.

Pembentukan 99 Desa Wisata ini ditujukan agar menjadi sumber pendapatan masyarakat desa. Ini sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan keterampilan SDM warga desa. Selain itu juga meningkatkan perhatian masyarakat pada alam dan lingkungan.

Desa yang cukup berhasil mengembangkan pariwisata desanya yakni Desa Sade, Desa Setanggor, Desa Tete Batu, Pasar Pancingan, dan Kampung Kerujuk.

AYA




Saka Buffalo Race Series di Festival Moyo,  Event Paling Ditunggu Wisman

Saka Buffalo Race Series selalu ditunggu publik. Sebab, sangat unik dan menarik. Event ini melibatkan seluruh elemen masyarakat. Selain Sumbawa, peserta juga datang dari Sumbawa Barat

lombokjournal.com —

SUMBAWA  ;  Kejuaraan Barapan Kebo Sumbawa atau Saka Buffalo Race Series Championship 2019 yang ditampilkan pada Festival Moyo 2019, merupakan event yang paling menarik dan diminati para wisatawan mancanegara.

Digelar di Sirkuit Sumer Payung, Karang Dima, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (15/09) 2019), membuat banyak wisatawan dan  Komunitas yachter dari berbagai negara yang masuk dari Australia itu, menambah waktu tinggal (length of stay) menjadi  6 hari dari rencana awal 4 hari.

Mereka membanjiri event Saka Buffalo Race tersebut yang menampilkan kombinasi story mistis dan sport science.

“Banyak yachter yang bertahan di perairan Teluk Saleh, karena tertarik  barapan kerbau,” ungkap Ketua Panitia Saka Buffalo Race Series World Championship 2019, Hendri Sumarto.

Ia menjelaskan, konsep event seperti ini hanya ada di Sumbawa.

Saka Buffalo Race Series, membuat 90 yachter asing bertahan di sana,” ujarnya.

Padahal mereka awalnya berniat akan ke Nias, tapi akhirnya memilih tinggal lebih lama di sini. Mereka sangat tertarik dengan Saka Buffalo Race Series.

“Mereka banyak yang meminta ijin tinggal lebih lama. Jumlah mereka yang bergabung akan terus bertambah,” ungkap Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sumbawa, Iskandar, Minggu (15/09) 2019.

Ada beragam aktivitas yang dijalankannya. Beberapa wisman bahkan ikut merasakan sensasi memacu kerbau di track berlumpur.

Mereka menggunakan kerbau pacu milik peserta. Sebelumnya, para wisman diberi tips dasar cara mengendalikan kerbau. Sebab, event ini menilai akurasi dan kecepatan kerbau dalam membidik sasaran berupa Saka atau tiang khusus.

Hasilnya, para wisman mampu bertahan di atas Kareng pada track sepanjang 99 Meter. Kareng adalah tempat berdiri para joki kala memacu kerbau. Beberapa sukses membidik target Saka.

Namun, ada juga yang menjatuhkan diri sesaat kerbau mau menabrak Saka.

Ketua Panitia Saka Buffalo Race Series World Championship 2019, Hendri Sumarto menjelaskan, konsep event seperti ini hanya ada di Sumbawa.

Saka Buffalo Race Series selalu ditunggu publik. Sebab, sangat unik dan menarik. Event ini melibatkan seluruh elemen masyarakat. Selain Sumbawa, peserta juga datang dari Sumbawa Barat.

“Apalagi, konsep event ini kami dorong untuk level dunia. Format event seperti ini baru ada di Sumbawa. Selain cepat, di sini juga ada akurasi,” jelas Hendri.

Kejuaraan ini diikuti 32 tim. Mereka adalah tim terbaik 20 besar dari tingkat desa. Total ada 160 pasang kerbau yang dilibatkan.

Mereka bertarung pada 3 kelas berbeda, seperti Saka 3 (Kerbau Kecil), Saka 2 (Kerbau Besar), dan Saka 1. Saka 1 jadi ajang pertarungan tim terbaik dari Saka 3 dan 2.

Peserta harus mengumpulkan point terbanyak dari kecepatan dan akurasi.

Untuk akurasi, parameternya adalah Karing di antara 2 kerbau yang menambrak Saka. Bila Kareng bisa menabrak Saka secara akurat, maka point yang diraih 100.

Untuk tim tercepat mendapat angka 160. Dan secara khusus, Saka menjadi konseptual hubungan vertikal manusia. Sebab, para joki dituntut untuk membuat alur laju kerbau lurus hingga menabrak Saka.

Antusiasme wisman sangat luar biasa. Mereka mau menunggu untuk bisa menikmati keunikan event ini. Secara umum, Saka Buffalo Race Series merupakan permainan rakyat tradisional. Sport budaya lokal.

BACA JUGA ; Festival Pesona Moyo: “Destinasi Yang Memikat Semua Orang”.

“Tapi, kemasannya menarik dengan konsep series.  Sekarang tinggal lokasi eventnya didekatkan dengan bersandarnya yacht,” tegas Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang kebudayaan Taufik Rahzen.

AYA/HmsNTB

 




Festival Pesona Moyo: “Destinasi Yang Memikat Semua Orang”.

“Kami yakin, popularitas destinasi di Sumbawa dan Pulau Moyo semakin naik dengan event ini. Bagaimana pun, Festival Pesona Moyo menjadi branding ideal bagi aneka potensi wisata di sana”

Festival Pesona Moyo 2019 kembali digelar, beragam event budaya yang  digelar sejak  10 hingga 19 September 2019.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Bupati Sumbawa H. Husni Jibril membuka festival tersebut, bersama tamu undangan lainnya dengan pakaian nuansa adat, Minggu (15/09) 2019 di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Pulau Moyo sungguh memikat dan menghipnotis setiap tamu yang mengunjunginya, karena keindahan yang dimilikinya. Bahkan eksotisme Pulau Moyo meluluhkan hati para pesohor dunia. Di antaranya Mick Jagger dan Putri Diana, yang merasakan pesona keindahan alam dan taman laut Moyo.

Keindahan Moyo yang luar biasa dan menginspirasi, menurut Bupati Husni Jibril, karena didukung 6 spot yang bisa dieksplorasi,. Mulai dari wisata bahari hingga air terjun.

Lagi pula Destinasi destinasi itu sangat mudah dijangkau.

Misalnya pesona pantai, di sana ada Takat Sigale, Pantai Tanjung Pasir, dan Pantai Poto Jarum. Takat Sigale memiliki gundukan pasir yang berwarna pink.

Gradasinya pun sangat indah kala beradu dengan air laut. Gundukan pasir ini memiliki tinggi sekitar 2 meter.

Momentum terbaik untuk menikmatinya,  adalah pagi dan siang hari. Sebab, kawasan Takat Sigale hanya terlihat ujung gundukan pasirnya saat air pasang.

Selain karakter unik tersebut, destinasi ini juga menawarkan panorama bawah laut yang sungguh sangat eksotis.

Ada beragam warna warni terumbu karang dan ikan yang dapat dinikmati ketika diving. Sementara  Airnya sungguh jernih dan menyegarkan, ditambah keindahan sunsetnya.

Destinasi lainnya adalah Pantai Tanjung Pasir. Destinasi ini menawarkan garis pantai dengan pasir pink-nya. Ada 3 gradasi warna air yang ditawarkan, mulai dari pink hingga kehijauan dan biru.

Sama seperti pantai lain, kawasan Tanjung Pasir ini juga menawarkan keindahan bawah airnya.

Pulau Moyo semakin eksotis dengan kehadiran Pantai Poto Jarum. Untuk menikmati Poto Jarum ini bisa diakses langsung melalui Pantai Tanjung Pasir.

Perjalanannya sekitar 60 menit dengan memakai kapal nelayan. Begitu sampai ditujuan, karakter khas pantai dengan bebatuan besar terhampar di bibir pantai.

Kawasan ini masih alami dan sangat ideal untuk snorkling.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizki Handayani mengatakan, Sumbawa dengan Pulau Moyo memang memiliki banyak spot menarik. Karena keindahannya, Pulau Moyo menjadi inspirasi sebuah event.

“Kami yakin, popularitas destinasi di Sumbawa dan Pulau Moyo semakin naik dengan event ini. Bagaimana pun, Festival Pesona Moyo menjadi branding ideal bagi aneka potensi wisata di sana,” terangnya.

Pulau Moyo juga menawarkan keunikan dari koleksi air terjunnya. Komposisi air terjunnya terdiri dari Mata Jitu, Sengalo, dan Diwu Mbai.

Untuk Air Terjun Mata Jitu sering disebut sebagai Queen Waterfall. Sebab, destinasi ini pernah dikunjungi mendiang Putri Diana. Bentuknya unik dengan komposisi bertingkat lengkap dengan kolamnya.

Jernihnya air di sana menyatu dengan warna indah bebatuannya. Untuk mencapai Air Terjun Mata Jitu, wisatawan menjangkaunya dari Desa Ai Bari.

“Pulau Moyo bukan hanya menawarkan garis pantainya. Keindahannya semakin lengkap dengan komposisi air terjunnya. Bahkan, Putri Diana asal dari Kerajaan Inggris dahulu pernah dibuat takjub,” tegas Rizki.

Menggenapi koleksinya, Pulau Moyo pun menawarkan keunikan Air Terjun Diwu Mbai. Lokasinya ada di Labuan Aji dengan karakter bertingkat. Air terjun ini menyatu dengan belantara hutan yang ada di sekitarnya. Beberapa sulur pohonnya bahkan bisa digunakan untuk berayun.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, Pulau Moyo pun memiliki beragam desinasi yang menantang adrenalin.

“Saat berada di Pulau Moyo dan mengeksplorasi keindahannya, dijamin adrenalin naik. Sebab, semua spot yang ada di sangatlah indah. Dijamin wisatawan akan betah untuk berlama-lama di sana. Destinasi ini bukan hanya indah, tapi suasananya sangat tenang dan alami,” kata Ricky.

Bagaimana dengan Air Terjun Sengalo? Destinasi ini sangat instagramable.

Air Terun Sengalo jadi konten terbaik untuk media sosial. Menyatu dengan belantara dan rimbunnya pepohonan, Air Terjun Sengalo juga memiliki ‘bathtub’.

Kolam besar dari bebatuan alam dengan warna khas tersebut menjadi favorit para wisatawan untuk berendam, bahkan berenang.

BACCA JUGA ; Saka Buffalo Race Series di Festival Moyo,  Event Paling di Tunggu Wisman

“Silahkan datang ke Festival Pesona Moyo. Nikmatilah berbagai keajaiban desinasi di Pulau Moyo dan Sumbawa pada umumnya. Semuanya sangat mengesankan. Alam dan budaya di sana sangat eksotis. Terlebih lagi kulinernya. Ada banyak kuliner khas yang bisa dinikmati dan menjadi menu menarik,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar),  Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.

AYA