Menpar Akan Jadikan MotoGP Di KEK Mandalika Event Paling Bergensi

Saat kawasan KEK Mandalika sudah jadi, infrastruktur pendukung jadi, maka akan banyak event-event yang akan dihelat di Mandalika

LOTENG.lombokjournal.com — Event MotoGP tahun 2021 di Mandalika menjadi event paling bergengsi di Indonesia, bahkan menjadi yang terbaik dari yang pernah ada di dunia.

“MotoGP, Itu akan jadi event motoGP yang terbaik yang pernah ada, Insya Allah,” kata Menteri Pariwisata, Wishnutama Kusubandio.

Menpar  Wishnutama saat meninjau progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), khususnya progres pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika, Rabu (27/11/2019).

Saat meninjau pembangunan KEK Mandalika itu, Menpar bersama  Wakil Menteri Pariwisata Angela Herliani Tanoesoedibjo, dandidampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mendampingi

Untuk menyambut perhelatan MotoGP 2021 dan mempercepat kemajuan pariwisata KEK Mandalika, Kementerian pariwisata dan pemerintah daerah akan terus bersinergi untuk bagaimana terus meningkatkan infrastruktur.

Terkait pembangunan Pariwisata Mandalika, Menpar mengingatkan, destinasi pariwisata itu harus punya dampak secara langsung kepada masyarakat sekitar, khususnya di sektor ekonomi kreatif.

“Fungsinya tempat pariwisata itu harus punya dampak secara langsung kepada masyarakat, khususnya yang bisa saya lihat adalah di ekonomi kreatif,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada ITDC, agar kemajuan pembangunan industri pariwisata di Kawasan Mandalika, harus punya dampak terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan job creation.

Seperti kuliner, fashion, kriya, bahkan nanti videografi, fotografi, wedding planner, dan lain sebagainya.

Ia berharap, saat kawasan KEK Mandalika sudah jadi, infrastruktur pendukung jadi, maka akan banyak event-event yang akan dihelat di Mandalika. Seperti wedding, MICE, meeting, exhibition, yang diharap banyak melibatkan masyarakat di NTB, khususnya masyarakat sekitar agar tidak jadi penonton.

“Pada saat kawasan ini jadi, infrastruktur ini jadi, akan ada wedding, MICE, meeting, exhtibition, banyak site event, kegiatan yang begitu banyak harus melibatkan masyarakat di Lombok,” tuturnya.

Menpar juga mengingatkan,  tujuan dari pembangunan yang diusahakan seperti sekarang ini, harus punya dampak lapangan pekerjaan, job creation. Menurutnya hal itulah yang paling penting, sehingga akhirnya akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan sampai pembangunan infrastruktur itu tidak dirasakan oleh masyarakat di daerah tersebut. Pembangunan yang kita usahakan seperti sekarang ini harus punya dampak lapangan pekerjaan, job creation, itu yang penting, nah itu baru akhirnya menjadi kesejahteraan buat masyarakat,” kata Wishnutama.

AYA/HmsNTB




Pentingnya Digital Marketing Dalam Promosi Pariwisata

Umi Rohmi berharap agar masyarakat, khususnya anak-anak muda desa Bonjeruk agar mampu menguasai teknologi dan memanfaatkannya dengan baik

LOTENG.lombokjournal.com —

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, pentingnya informasi dan teknologi serta digital marketing dalam mempromosikan pariwisata.

Hal itu diungkapkan wagub  pada kegiatan pelatihan digital marketing dalam penguatan pengelolaan Desa Wisata bertempat di Kantor Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (26/11) 2019.

Mendampingi Wakil Gubernur, di antaranya Asisten I dan Asisten III Setda NTB serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB. Kegiatan ini diikuti pula oleh tim maskapai Air Asia Indonesia.

Ummi Rohmi meminta para peserta agar memanfaatkan pelatihan digital marketing tersebut sebaik-baiknya.

“Kalau adik-adik semua, bapak, ibu dari desa Bonjeruk menguasai informasi dan teknologi maka akan sangat gampang memanfaatkannya untuk kemajuan desa wisata ini,” tutur wagub.

Umi Rohmi mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menggali potensi dan membangun desa. Ia juga berpesan agar masyarakat untuk tidak meninggalkan kearifan lokal dan budaya di desanya.

Menurutnya, kearifan lokal justru dapat menjadi daya tarik dan kelebihan tersendiri bagi desa tersebut.

“Kalau destinasinya sudah dikemas dengan baik, seluruh masyarakatnya kompak bersama-sama membangun desa Bonjeruk ini, apa kelebihan kita, kita cari, kita tonjolkan, kearifan lokalnya juga dijaga,” lanjutnya.

Terakhir, Umi Rohmi berharap agar masyarakat, khususnya anak-anak muda desa Bonjeruk agar mampu menguasai teknologi dan memanfaatkannya dengan baik.

“Tidak ada artinya desa kita bagus, tetapi kalau marketingnya tidak bisa memanfaatkan informasi dan teknologi,” tutup Umi Rohmi.

Pada kesempatan yang sama, CEO Air Asia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga menyampaikan berbagai perkembangan pariwisata, terutama dari sisi transportasi dan akses ke daerah wisata.

Ia mengapresiasi seluruh elemen yang telah bahu membahu dalam membangun pariwisata di Nusa Tenggara Barat.

“Kita patut bersyukur atas apa yang telah kita capai selama ini bersama-sama,” kata Vera.

Mewakili tim Air Asia Indonesia, Vera mengungkapkan rasa senangnya berkesempatan untuk bergabung dengan komunitas Lombok.

Kesempatan tersebut diharapkan dapat menjadi ajang untuk berkontribusi dalam hal akses, konektifitas dan juga perekonomian.

“Pada hari ini juga, saya berkesempatan untuk meninjau, melihat dan juga mencari elemen-elemen pendukung berikutnya untuk pembinaan Bonjeruk, dan ini merupakan inisiatif pertama Air Asia di Indonesia,” pungkasnya.

AYA/HmsNTB

 




Wagub Resmikan Desa Wisata Bonjeruk

Kemajuan sebuah Desa Wisata dapat dilihat dari kebersihannya dan tata kelola dari desa tersebut

LOTENG.lombokjournal.com  — Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd meresmikan Desa Wisata Bonjeruk berbasis lingkungan dan budaya, Selasa (26/11) 2019.

Peresmian Desa Wisata itu ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan bantuan kepada Kepala Desa Bonjeruk.

Wakil Gubernur dalam sambutannya mengatakan, kunci untuk maju adalah kekompakan, bersinergi dan bergotong royong setiap elemen di desa. Baik Kepala Dusun maupun Kepala Desa serta penggiat-penggiat Pokdarwis.

Menurut Wagub, keberhasilan sebuah desa adalah mengajak anak-anak muda desa berpikir untuk membangun desa menggunakan ilmu yang dimiliki sehingga desa tersebut akan maju ke depannya.

“Karena di zaman sekarang ini, kalau ingin maju bukan hanya sekedar bermodal indah saja, tetapi apakah kita bisa mengangkat keunikan yang kita punya dan bisa memanfaatkan informasi dan teknologi. Agar Desa Wisata Bonjeruk yang sudah indah ini bisa dikenal dan semua aspek yang ada di dalamnya harus dimaksimalkan,” ungkap Wagub.

Ummi Rohmi mengingatkan kepada Kepala Desa untuk segera menyediakan Bank Sampah. Sebab, kemajuan sebuah Desa Wisata dapat dilihat dari kebersihannya dan tata kelola dari desa tersebut.

Karenanya, dua aspek tersebut harus ditingkatkan agar lebih profesional dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang ada.

“Mengedukasi masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Sampah plastik, beling, kertas dikelola dan dijual ke Bank Sampah, sisa makanan bisa menjadi pupuk organik dan dapat menghasilkan uang,” jelas Ummi Rohmi.

Pada kesempatan ini juga, Ummi Rohmi menyampaikan agar posyandunya aktif dan menjadi posyandu keluarga. Posyandu Keluarga sendiri bukan hanya untuk melayani bayi dan ibu hamil saja tetapi melayani lansia.

“Kalau posyandunya sudah menjadi posyandu keluarga, desa wisata ini akan tersanggah juga kesehatan masyarakat. Karena kita menjadi desa wisata warganya tidak boleh sakit. Nah, posyandu ini fungsinya untuk mengetahui lebih cepat penyakit yang diderita warga desa,” ungkap Ummi Rohmi.

Di akhir sambutannya Wagub mengucapkan selamat kepada Desa Bonjeruk dan berharap semakin berkembang dan terus menjaga kekompakkan khususnya untuk anak-anak muda untuk kebaikan bersama.

“Syarat untuk Desa Wisata bisa maju, Bank Sampahnya harus jalan, posyandunya harus menjadi posyandu keluarga. Desa Wisata tidak akan lengkap kalau warganya tidak sehat. Desa Wisata tidak akan bagus kalau tidak bersih. Oleh karena itu, agar desanya menjadi bersih, asri, lestari dan indah,” tutup Ummi Rohmi.

Air Asia

CEO Presiden Direktur Air Asia, Veranita Yosephine Sinaga mengatakan Air Asia adalah perusahaan penerbangan yang sudah beroperasi 15 tahun lamanya dan saat ini Air Asia sangat bangga karena menjadi partner pariwisata indonesia. Dimana lombok menjadi 1 dari 5 destinasi super prioritas di Indonesia.

“Merupakan sebuah kebanggaan bagi saya dan tim air asia untuk bisa menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi masyarakat indonesia secara keseluruhan,” jelas Veranita.

Menjadi misi utama Air Asia menjadi partner pemerintah pusat dan daerah untuk bahu-membahu membangun ekosistem pariwisata dan membangun ekosistem perekonomian secara keseluruhan yang tidak hanya berfokus pada sosial ekonomi tapi tidak hanya berfokus pada bisnis ekonomi tetapi juga pada sosial progres.

“Saya sangat berbangga hati hari ini menyaksikan banyak sekali inisiatif-inisiatif lokal yang sangat menginspirasi bagi saya dari sisi pemberdayaan sampah dan produk-produk inovasi makanan dan minuman yang unik dari lombok,” ungkap Veranita.

AYA/HmsNTB




Kandri, Desa Wisata Di Jateng;  Digagas Tahun 2012, Tahun 2018 Pendapatannya Sudah Rp1,5 Milyar

Tahun 2018 saja mencapai 10 ribu orang khusus yang beli paket,  tahun 2019 sampai bulan Oktober mengalami peningkatan menjadi 11 ribu wisatawan

lombokjournal.com   —

SEMARANG   ;   Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) disulap menjadi Desa Wisata demi mensejahterakan masyarakat.

Zubaidi

Keberadaan Desa Wisata Kandri yang mulai digagas tahun 2012 ini, tanpa memberatkan pemerintah alias murni dari masyarakat dalam hal ini Pokdarwis Pandanaran.

“Desa wisata ini mulai dibentuk 2012. Tidak ada suport dari pemerintah, Kelurahan hanya mendukung fasilitas umum saja. Modal awal dari dana CSR Pertamina,” ungkap salah seorang Pokdarwis, Zubaidi, Kamis (14/11) 2019.

Zubaidi menceritakan sejarah berdirinya Desa Wisata Kandri. Tahun 2012 awal Penggagasan, tahun 2013 dibuatkan konsep. Pada tahun 2014 mulai berjalan dan mendapatkan manfaat dari keberadaan desa wisata tersebut sebesar Rp 300 juta.

Pada tahun 2015 terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp 500 juta, di tahun 2016 meningkat lagi sebesar Rp 857 juta, tahun 2017 sebesar Rp 1 miliar dan tahun 2018 di angka Rp 1,5 miliar .

Zubaidi memaparkan potensi yang diangkat menjadi Destinasi berpenghasilan tinggi itu yakni manfaatkan sawah masyarakat.

“Sawah ini tadah hujan, tapi pemilik rela menyerahkan ke Pokdarwis untuk dikelola ditanami Jambu, Ubi Kayu ,” kata dia.

Ia memaparkan arah penggunaan uang yang didapat dari pengunjung pola paket tour sebesar Rp 80 ribu per orang. Pokdarwis sendiri menyisihkan Rp 10 ribu untuk peningkatan SDM dan pengembangan spot destinasi.

Kemudian dianggarkan untuk kegiatan promosi, sebesar Rp 5000 untuk para mitra travel.

“Yang paling penting, pemilik lahan diberikan kontribusi supaya sama-sama menikmati hasil pengelolaan lahannya, ditambah lagi, lahannya ini ditanami oleh Pokdarwis,” terangnya.

Disinggung jumlah pengunjung?

Tahun 2018 saja mencapai 10 ribu orang khusus yang beli paket. Pada tahun 2019 sampai bulan Oktober mengalami peningkatan menjadi 11000 wisatawan.

“Kunjungan itu di luar anak-anak TK dan SD untuk langsung melakukan praktek cara bercocok tanam, tanpa cas,” cetusnya.

Yang jelas, Desa Wisata ini dibantuk hanya untuk mengedukasi atau memberikan kesadaran kepada kelompok tani akan manfaat sebuah destinasi.

“Kita rubah dari petani ke wisata dibungkus jadi wisata edukasi pertanian,” tutupnya, sembari menyampaikan melibatkan Dinas Pertanian, Dinas Koperasi, Disnakertrans dan OPD lainnya.

AYA




Presstrip Forum Wartawan, Belajar Desa Wisata di Jateng

Penting pelibatan masyarakat di sekitar Desa Wisata, sehingga mereka berdaya guna dan tidak menjadi penonton tetapi terlibat sebagai pelaku wisata.

lombokjournal.com —

SEMARANG   ;    Cukup banyak keberhasilan yang dicapai Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng).dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Seperti halnya dalam memajukan sektor Pariwisata.

Keberadaan Desa Wisata yang tersebar di 35 kabupaten dan kota telah berkontribusi besar tidak hanya dalam mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga pendapatan masyarakat.

Tidak salah jika rombongan Presstrip Forum Wartawan DPRD NTB dan Biro Humas dan Protokol setda NTB memilih Jawa Tengah sebagai tujuan k belajar dalam mengembangkan Desa Wisata.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah,  Prambudi Trajutrisno mengatakan, pengembangan Desa Wisata di NTB dapat dilakukan dengan melakukan trobosan serta gagasan yang sesuai dengan yang diinginkan.

“Lakukan mapping apa yang ada di daerah kita, kemudian menguatkan dari sisi kelembagaan dilanjutkan dengan penguatan dari sisi paket dan kebutuhan – kebutuhan bagi wisatawan,” paparnya, Rabu (13/11) 2019.

Ia mencontohkan,  wisatawan jangan dipersulit segala sesuatunya yang memang bisa kita berikan kemudahan – kemudahan.

“Selain itu juga bagaimana sustain menjadi berkelanjutan. Jangan sampai nanti satu obyek atau daerah wisata itu hanya sesaat,” sambungnya.

Prambudi mengakui, pelibatan masyarakat di sekitar Desa Wisata sehingga mereka berdaya guna dan tidak menjadi penonton tetapi terlibat sebagai pelaku wisata.

“Nah itu yang membuat obyek atau desa wisata bisa berkembang,” urainya.

Ia  menyatakan, hampir ada kesamaan antara Jawa Tengah dengan NTB, daya tarik wisatant lebih banyak mengandalkan alam dan budaya.

Penguatan SDM pengelola Desa Wisata dalam hal ini mutlak dilakukan yang di awali dari sisi kelembagaan. Sebab jikalau dari sisi pengelolaan sudah baik maka ke depan akan lebih baik lagi.

Kasubbag Hubungan Media Biro Humas dan Protokol setda NTB, Anatul Muslimah Ibrahim selaku pimpinan rombongan menyatakan, belajar ke Pemprov Jateng tentang pengembangan Desa Wisata sangat tepat.

Sebagai provinsi yang konsen dalam pengembangan Desa Wisata dengan berbagai potensi yang ada baik alam, budaya, kuliner dan lainnya membuat pihaknya mendapat pengalaman yang berharga dan bisa di terapkan di NTB.

“Dari berbagai informasi yang kita peroleh di Semarang, pengembangan pariwisatanya cukup pesat maka dari situ kita ingin sharing. Khususnya di NTB sendiri memiliki program unggulan di bidang pariwisata yaitu pembentukan 99 desa wisata,” ungkapnya.

Namun dari Desa Wisata yang ada di NTB baru terdapat satu yang dinilai memiliki progres yang cukup positif, yakni Desa Wisata Kembang Kuning Lombok Timur.

Melalui presstrip ini akan didapatkan formulasi yang nantinya bisa diterapkan sehingga desa–desa wisata di NTB semakin eskis, dan berkembangan sehingga berkontribusi positif dalam menopang kehidupan masyarakat.

AYA/HmsNTB




Dermaga Gili Mas Beroperasi, Wagub Optimis Terwujud Kunjungan 4,5 Juta Wisatawan Tahun 2020

Kebanggaan dari masyarakat Nusa Tenggara Barat, dapat kita lihat telah tersandarkan kapal dalam ukuran besar kapal cruise yang mengangkut wisatawan asing

LOBAR.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyatakan, optimistis akan dapat mengejar capaian target kunjungan 4,5 juta wisatawan di tahun 2020.

Dermaga Gili Mas

Hal itu dikatakan wagub, usai menyaksikan langsung sandarnya kapal pesiar Sun Princess di Pelabuhan Gili Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (05/11) 2019.

“Alhamdulillah hari ini adalah hari pertama kali Pelabuhan Gili Mas beroperasi. Bagi kami ini adalah suatu progres yang sangat baik. Tentunya menjadi tantangan bagi kita semua, bagaimana kita melayani tamu-tamu kita dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri, Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Hasan Basri Laut menjelaskan, kapal pesiar berukuran besar bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Sekotong, Lombok Barat, menandai pelabuhan ini sekarang sudah resmi beroperasi.

Kapal pesiar Sun Princess berukuran 261 meter itu berkapasitas 5.000 orang. Kali ini kapal tersebut mengangkut 2.031 orang wistawan mancanegara.

Dermaga di Pelabuhan Gili Mas sepanjang 440 meter telah rampung dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) / PT Pelindo III, dan siap untuk disandari kapal pesiar Sun Princess dengan Length Overall (LOA) 261 meter, lebar 32 meter, bobot mati 77,441 GT.

Sebelumnya, kapal pesiar tidak bisa sandar ke pelabuhan Lembar saat mengunjungi Pulau Lombok.

“Telah kita saksikan bersama bahwa hari ini menjadi hari kebanggaan dari masyarakat Nusa Tenggara Barat, dapat kita lihat telah tersandarkan kapal dalam ukuran besar kapal cruise yang mengangkut wisatawan asing. Tentunya ini sebuah potensi yang sangat dibanggakan dan ini juga dapat berpengaruh pada pendapatan daerah terutama pariwisata yang menjadi ikon,” ucap Hasan Basi saat menghadiri uji coba sandar Kapal Cruise di Terminal Gili Mas, Lombok Barat.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi dan Komersial, Putut Sri Muljanto mengatakan, mulai hari ini, kapal pesiar dengan panjang lebih dari 300 meter bisa langsung bersandar di dermaga Gili Mas.

Kini wisatawan tidak perlu lagi menggunakan sekoci untuk mencapai daratan seperti yang selama ini dilakukan di Pelabuhan Lembar, sehingga dari keamanan dan kenyamanan penumpang lebih terjamin.

Kapal pesiar berbendera Bermuda tersebut berlayar dari Fremantle, Australia dan merupakan kapal perdana yang sandar di dermaga Gili Mas, setelah itu menuju Port Kelang, Malaysia.

“Kunjungan kapal pesiar direct call dari luar negeri langsung ke Pulau Lombok ini sangat bagus, menunjukkan antusiasme operator kapal pesiar dan penumpangnya ingin berwisata di Pulau Lombok.” ujar Putut.

AYA/HmsNTB

 




Dermaga Gili Mas Beroperasi, Kapal Sun Princess Bawa 2.100 Wisatawan

Dengan adanya dermaga Gili Mas para wisatawan bisa langsung menepi tanpa harus menggunakan sekoci

MATARAM.lombokjournal.com — Kapal Pesiar Sun Princess ini menjadi kapal pertama yang berlabuh di kawasan dermaga Gili Mas, Lombok Barat.

“Hari ini uji coba pertama, tadi masuk kapal Sun Princess cruise dengan kapasitas 2.100 orang, dan sampai dengan Desember kita ada sisa delapan kapal  yang akan berlabuh di dermaga Gili Mas,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB, Moh Faozal, Selasa (05/11) 2019.

Penumpag pada hari pertama ini melakukan kunjungan ke lima tempat destinasi yang ada di Lombok meskipun tak semua penumpang turun.

Meskipun kunjungan Kapal Sun Princess ini hanya sehari tapi merupakan awal yang baik bagi kemajuan pariwisata NTB untuk ke depan.

“Kapal Sun Princess hanya one day tour, nanti malam jam sepuluh sudah berangkat ke Singapore, namun akan datang berikutnya yakni ditanggal 25 November kapal Cruise yang berkapasitas 3000 penumpang,” tegasnya.

Dermaga pelabuhan Gili Mas merupakan impian pemerintah NTB. Selain bisa mendatangkan wisatawan nantinya Gili mas ini juga berfungsi untuk pengangkutan barang dengan kapasitas besar, melalui jalur laut.

Dengan adanya dermaga Gili Mas para wisatawan bisa langsung menepi tanpa harus menggunakan sekoci.

Meskipun baru dalam tahap uji coba dari bulan November hingga Januari mendatang, tapi hingga akhir tahun ini sudah ada tujuh kapal yang sudah mendaftar untuk  mendarat di Gili Mas.

“Hari ini masih uji coba, sampai nanti di bulan Februari izin dari Kementrian Perhubungan akan keluar baru bisa beroperasi dalam skala besar,” kata Faozal.

Setelah izin dari Kementrian Perhubungn keluar, dipastikan pada tahun 2020 sudah ada 20 Kapal Cruise yang akan berlabuh ke pelabuhan Gili Mas.

“Awal yang baik bagi perkembangan Pelabuhan Gili Mas dan pariwisata Lombok, NTB, jadi target kita yang empat juta Kunjungan di  tahun 2020 ke NTB akan bisa tercapai,” kata Faozal yakin.

AYA

 

 




Penutupan Gili Festival dan Mandi Safar, Bupati dan Wabup Dibopong Mandi Di Pantai

Masyarakat Gili Indah yang nenek moyangnya berasal dari Bugis menganggap ritual mandi Safar sebagai tolak bala

PEMENANG.lombokjournal.com  —   Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH dan Wakil Bupati H. Sarifudin, SH, MH menghadiri penutupan Gili Festival dan Mandi Safar yang dipusatkan di Dusun Gili Trawangan Desa Gili Indah, Rabu (23/10) 2019.

Prosesi ritual Mandi Safar dimulai dengan pelepasan “sesaji” di perahu kecil yang dirangkaikan dengan “serakalan” (baca: barzanji), zikir dan berdoa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.

Ketiga rangkaian proses ini bertujuan memohon keselamatan dan tolak bala. Rangkaian acara dilanjutkan dengan ritual melepas atau “melarung sesaji” ke laut kemudian diperbutkan oleh warga lalu diakhiri dengan acara mandi bersama di pantai.

Usai santap bersama Bupati H. Najmul Akhyar dan Wabup H. Sarifudin dibopong warga mandi bersama diikuti masyarakat tiga gili (Trawangan, Meno dan Air) serta wisatawan lokal maupun mancanegara yang antusias ikut mandi di pantai tersebut.

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH menyampaikan, mandi safar yang dikemas dalam kegiatan gili festival merupakan momentum yang bagus untuk memperkokoh kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat dan pelbagai unsur lainnya.

Acara tersebut menjadi agenda tahunan masyarakat Desa Gili Indah.

“Mungkin kita jarang bisa mandi bersama masyarakat, maka pada ‘Rebo Bontong’ ini kita dapat melakukan itu. Pak Wakil Bupati bilang bahwa beliau dilarang mandi sama dokter, karena beliau sakit maka dengan mandi safar ini semoga penyakitnya sembuh,” ujar Najmul di hadapan hadirin

Ditambahkan Doktor Ilmu Hukum ini, Rebu Bontong (hari Rabu terakhir bulan Shafar), masyarakat Gili Indah yang nenek moyangnya berasal dari Bugis menganggap ritual mandi Safar sebagai tolak bala, sehingga diharapkan setelah gempa bumi setahun silam semua bala hilang dengan acara mandi Safar tersebut.

“Ini adalah simbol yang luar biasa yaitu mensucikan diri, tapi yang paling penting adalah apa yang kita lakukan setelah ini,” tutup orang nomor satu di bumi Tioq Tata Tunaq ini.

Tokoh masyarakat Desa Gili Indah H. Taufik kepada awak media menuturkan, Mandi Safar atau Rebo Bontong menjadi salah satu ritual adat masyarakat Gili Indah yang berasal dari Bugis dengan tujuan menyucikan diri.

Leluhur mereka memercayai Allah menurunkan bala ke bumi baik ke darat maupun ke laut. Itulah alasan teologis mandi safar ditradisikan masyarakat gili.

“Tadi ada 99 lembar daun mangga yang di dalamnya ditulis surat Al-Ikhlas diniatkan supaya tidak ada lagi balak laut ini yang akan menimpa kita. Daun mangga ini akan diangkat kembali dan dijatukan di sumur supaya bala di darat tidak sampai mengganggu kita juga,” tutur mantan Kades Gili Indah itu.

Senafas dengan H. Taufik, Kepala Dusun Gili Trawangan Muhammad Husni, SP mengungkapkan, sebelum ritual mandi safar dimulai, terlebih dahulu diawali dengan “selakaran” dan zikiran.

Mereka juga menyiapkan “larung” yang dihanyutkan ke laut.

sta/humaspro




”Serpihan Surga” Tersembunyi Di Narmada

Baiq Yeni (kanan)

“Kami ingin wisatawan tahu, kami tak hanya punya Taman Narmada. Tapi kami juga punya banyak destinasi wisata yang lain. Ada serpihan Surga di Narmada. Kekayaan Alam yang luar biasa banyaknya”

LOBAR.lombokjournal.com — Desa Wisata Suranadi Kecamatan Narmada Lombok Barat beberapa waktu lalu menjadi juara terbaik Nasional pada ajang Lomba Desa tahun 2019. Sekaligus meraih penghargaan dari Indonesia Sustainable Tourism Award 2019 di bidang lingkungan.

Juga Desa Buwun Sejati yang masuk ke dalam salah satu kawasan Sustainable Tourism Observation (STO) oleh PBB, menyimpan banyak potensi.

Ternyata ada “serpihan surga” yang tersembunyi di Kecamatan Narmada.

Selain taman narmada dengan air awet muda dan keagungan historisnya yang panjang, juga hampir semua desanya dikaruniai keindahan alam dan kekayaan produk yang menjanjikan kebahagiaan.  Baik bagi warganya dan decak kagum bagi para tamu yang mengunjunginya.

Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB mengundang Kecamatan Narmada untuk tampil dalam ajang Inspiratif Expo di arena car free day di Jalan Udayana Mataram Minggu, (20/10) 2019.

Menangkap bola dengan baik, Kecamatan Narmada menampilkan 11 Desa wisata terbaiknya. Ke 11 Desa tersebut di antaranya Desa Suranadi, Desa Peresak, Desa Sembung, Desa Selat, Desa Sesaot, Desa Dasan Tereng, Desa Buwun Sejati, Desa Mekarsari, Desa Lb. Sempaga, dan Desa Golong.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi, infomatika dan Statistik Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi, S.Sos.MH menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai prestasi yang diraih Kecamatan Narmada.

Ia menegaskan pengembangan 99 Desa wisata di seluruh pelosok NTB saat ini menjadi salah satu fokus yang digiatkan pemerintah daerah, dari 60 program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Bang Zul- Umi Rohmi, untuk mewujudkan visi NTB Gemilang.

“Narmada merupakan salah satu sentra wisata di NTB. Selain pesona alam dan air awet mudanya,  ada berbagai produk yang dihasilkan dari tempat wisata. Seperti UMKM, kuliner dan obat-obatan, produk kerajinan hingga seni budaya. Semua ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat. Semoga ini dapat dijadikan contoh oleh desa-desa yang lain, sehingga dapat mewujudkan NTB Gemilang,” tutur Gde Putu Aryadi, saat memberikan sambutan pembuka.

Baiq Yeni S. Ekawati selaku Camat Narmada mengawal langsung ke-11 Desa Wisata tersebut. Ia berharap, dengan tampilnya ke-11 Desa Wisata di Kecamatan Narmada ini dapat menambah daftar destinasi wisata bagi wisatawan saat berkunjung ke Lombok Barat.

“Kami ingin wisatawan tahu, kami tak hanya punya Taman Narmada. Tapi kami juga punya banyak destinasi wisata yang lain. Ada serpihan Surga di Narmada. Kekayaan Alam yang luar biasa banyaknya,” jelas Baiq Yeni.

Salah satu di antaranya adalah  Desa Golong, dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Golong, H. M. Zainuddin, SE, mempromosikan beraneka keunggulan dari desanya. Di anataranya, delapan (8) lapangan golf bertaraf internasional, camping ground, kolam renang, serta beraneka hotel dan resort yang telah tersedia.

Tak hanya destinasi wisata, Desa Golong juga memproduksi poteng makanan tradisional khas Sasak, serta ulekan (cobek) batu yang sudah mulai jarang ditemukan di pasaran.

Tak hanya Desa Golong, Desa Buwun Sejati juga tak mau kalah mempromosikan keunggulan Desanya. Bambang Kurdi Sartono, selaku kepala Desa tersebut menyebutkan Desa Buwun Sejati yang masuk ke dalam salah satu kawasan Sustainable Tourism Observation (STO) oleh PBB tersebut menyimpan banyak potensi.

Di kelima dusunnya, masing-masing memiliki potensi wisata yang menarik, mulai dari kesenian, budaya, kerajinan tangan, keindahan alam, dan toleransi antarumat beragama.

“Banyak artis yang sudah mengunjungi Desa kami. Desa kami ini terkenal bahkan hingga ke Mancanegara,” seru Bambang.

Tak hanya mempromosikan potensi yang ada di ke-11 Desanya. Inspiratif Expo kali ini kembali dirangkaikan dengan kampanye Zero Waste. Dimana, setiap warga dihimbau untuk memunguti sampah lalu memilahnya sesuai kategori organic dan organic.

Bahkan Camat  sendiri turun langsung memberikan contoh kepada warga bagaimana cara memilah sampah yang baik. Kemudian Pengumpul sampah terbanyak lalu diberikan hadiah berupa aneka produk dari desa wisata yang tampil. Termasuk berbagai produk anyaman dan bunga indah berbahan baku sampah plastik.

Beraneka seni budaya khas Kecamatan Narmada juga ditampilkan. Seperti Tarian Rejang Sari yang mencerminkan rasa Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tarian Pendet diiringi Penabuh Nirataya Gita Putri, Desa Suranadi.

Kemudian Tari Rudat dari Desa Kramajaya Kec.Narmada Pimpinan H.Marwan. Serta Kembang Sembah oleh Liana dan Vony sanggar Dende Rinjani.

AYA/HmsNTB




Menteri Pariwisata: NTB Jagonya Wisata Halal

Seluruh perangkat infrastruktur untuk terus memajukan wisata halal di NTB ini, Salah satunya adalah Bank NTB Syari’ah

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu daerah andalan Indonesia untuk pengembangan wisata halal dunia.

Daerah yang memiliki Gunung Rinjani dan Tambora ini juga dikenal jago dalam hal pengembangan muslim friendly tourism.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya di hadapan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat The International Halal Tourism Conference, di Hotel Golden Palace,  Kota Mataram, Kamis (10/10) 2019 malam.

Menpar menuturkan, sebelum ditetapkan sebagai destinasi wisata halal, pembangunan wisata di NTB berjalan lamban. Termasuk, jumlah wisatawannya juga masih sekitar satu juta orang.

Namun, setelah memenangkan penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia dan Destinasi Honeymoon terbaik dunia, pariwisata NTB mengalami peningkatan yang signifikan.

Bahkan pada tahun 2016 lalu, Indonesia meraih 12 dari 16 penghargaan di bidang pariwisata pada ajang World Halal Travel Awards di Unites Arab Emirates. Dan Lombok-NTB mendapatkan paling banyak penghargaan.

“Lombok menerima paling banyak penghargaan. Lombok menerima tiga penghargaan, yaitu World Best Halal Beach Resort, World Best Halal Honeymoon Destination dan World Best Halal Travel Website,” katanya di hadapan ratusan peserta konferensi yang dibuka Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Wakil Presiden terpilih Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin.

Selain itu lanjutnya, tahun 2019 ini, NTB dinobatkan sebagai destinasi wisata halal terbaik di Indonesia, versi Indonesia Muslim Travel Index.

Ini menunjukkan NTB memang jago dalam hal wisata halal. Selain itu, NTB mengalami lompatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke NTB.

“Sebelumnya hanya tumbuh dua persen. Begitu dapat the world best halal award, Ia melompat tajam, 32 persen. Domestic touristnya juga melompat tajam, 47 persen.”

Ia juga menjelaskan jumlah wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, dari tahun ke tahun, terus mengalami peningkatan. Bahkan pada tahun 2020, jumlah wisatawan yang ke NTB ditargetkan 4,5 juta orang.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengungkapkan komitmennya untuk terus mengembangkan wisata halal di NTB. Apalagi NTB memiliki eksotisme dan aura yang berbeda dibanding daerah lain di Indonesia, bahkan dunia.

“Banyak wisatawan yang kami temui, dari Australia, dari Korea mengatakan ketika datang ke Lombok, mereka merasakan aura yang berbeda. Banyak hal yang lebih indah. Lebih utama, eksotisme Lombok ini memang luar biasa,” jelasnya disambut tepuk tangan para peserta konferensi.

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur itu, juga menjelaskan Islam sangat compatible dengan wisata. Apalagi wisata halal yang saat ini menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat dunia.

Orang nomor satu di NTB itu juga mengungkapkan seluruh perangkat infrastruktur untuk terus memajukan wisata halal di NTB ini. Salah satunya adalah Bank NTB Syari’ah.

Dulu tuturnya, banyak yang meminta agar Bank NTB itu tidak menjadi Bank Syariah. Atau setidaknya ditunda dulu. Sebab bisa mengancam keberagaman yang ada di NTB. Namun, yang terjadi saat ini adalah sebaliknya.

Kinerja seluruh karyawan, termasuk yang beragama Hindu, Kristen dan lainnya mengalami peningkatan. Menurut Gubernur, hal ini memperlihatkan aspek yang menakjubkan dari transformasi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah.

Transformasi ini, menurutnya telah membuat kinerja seluruh pegawainya membaik.

Karena itu, Gubernur mengajak semua pihak, termasuk MUI, untuk terus memajukan wisata halal di NTB. Ia berharap ke depan akan ada direct flight dari berbagai negara untuk mengakselerasi pembangunan wisata di NTB

AYA