Peresmian Desa Wisata Gili Indah, Wagub: Semua Destinasi Wisata Harus Terintegrasi

Peresmian ini ditandai dengan penandatangan perasasti dan penyerahan bantuan berupa; satu rehab pergola Gili Terawangan, satu paket rambu rambu dan penunjuk arah, satu paket pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM), satu unit kendaraan pengangkut sampah, dan satu paket perlengkapan kebersihan

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com   – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meresmikan Desa Wisata Gili Indah (Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air) di Dusun Gili Air, Kamis (23/01/2020).

Sebelum peresmian, Wakil Gubernur NTB telah meluncurkan E-Ticketing sebagai upaya mempermudah wisatawan berkunjung ke Desa Gili Indah.

“E-ticketing menjadi salah satu penunjang untuk mempermudah wisatawan kita pada aspek keamanan dan kenyamanan dan kepuasan dari sisi efisiensi juga,” ujar Ummi Rohmi, sapaan akrab Wakil Gubernur NTB.

Peresmian Desa Wisata diharapkan sebagai tonggak untuk membenahi dari sisi keamanan, kenyamanan, dan kebersihan lingkungan. Sehingga Gili Indah ini menjadi tujuan wisata terbaik di dunia.

Masyarakat diajak untuk menjaga kebersihan dan berkolaborasi untuk memajukan pariwisata di NTB.

“Masalah kebersihan, harus menjadi top priority selaian tata kelola juga kita perbaiki dengan baik kkedepanny,” ujar Ummi Rohmi.

Dengan kolaborasi yang baik, dengan seluruh tokoh, pegiat wisata dan penggerak wisata di sini, semoga Gili Indah ini menjadi semakin baik kedepan.

“Harus terintegrasi dengan semua destinasi destinasi wisata yang ada di Pulau Lombok,” katanya.

Peresmian ini ditandai dengan penandatangan perasasti dan penyerahan bantuan berupa; satu rehab pergola Gili Terawangan, satu paket rambu rambu dan penunjuk arah, satu paket pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM), satu unit kendaraan pengangkut sampah, dan satu paket perlengkapan kebersihan.

Desa Gili Indah terdiri dari tiga dusun yaitu Dusun Gili Trawangan, Dusun Gili Meno dan Dusun Gili Air. Desa ini telah menjadi tujuan wisatawan sejak tahun 1980an.

Kepala Desa (Kades) Gili Indah, Suburuddin mengatakan, dengan ditetapkannya Desa Gili Indah isebagai desa wisata diharapkan pemerintah daerah, provinsi dan pusat lebih memperhatikan Desa Gili Indah.

“Banyak hal hal yang perlu kita tingkatkan dan lebih banyak perhatian dari pemerindah daerah, provinsi, maupun pemerintah pusat pengembangan tiga gili ini menjadi tujuan wisata,” ungkap Suburuddin.

Saat ini Desa Gili Indah berkonsentrasi pada masalah lingkungan tepatnya, pengolahan sampah yang berasal dari perusahaan dan rumah tangga. Desa Gili Indah telah membentuk kelompok swadaya masyarakat (KSM).

Di masing- masing gili sudah membentuk kelompok swadaya masyarakat (KSM), di Gili Air namanya Gili Care, Gili Meno namanya Gili Meno Lestari dan di Gili Trawangan namanya Front Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL).

KSM ini terbentuk dari sebuah komunitas yang telah bergerak sebelum pembentukan SK. Saat ini mereka sudah diberikan SK oleh pemerintah daerah, diberikan kuasa untuk melakukan pengolahan sampah di masing masing gili.

“Karena fasilitas belum terbangun, metode yang digunalan adalah pengumpulan sampah. Sampah-sampah di ambil dari perusahaan dan rumah rumah kemudian itu dikumpulkan dipelabuhan kemudian diangkut ke TPS di Tanjung, Lombok,” ujar Suburuddin.

Kades Desa Gili Indah juga telah mengangarkan pengadaan transportasi pengangkutan sampah ramah lingkungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2019.

70 persen wisatawan yang datang ke Desa Gili Indah berasal dari Pulau Dewata, Bali. Hal tersebut didukung dengan adanya fast boat, penyeberangan langsung dari bali.

Semenjak gempa Lombok, wisatawan yang berkunjung ke tiga gili sangat menurun.

“Alhamdulillah saat ini wisatawan sudah banyak berdatangan,” kata Suburuddin.

AYA/HmsNTB




Dinas Pariwisata Launching Calender of Event Lombok Sumbawa 2020 Di Jakarta

Kementerian Pariwisata ddiharapkan memberi dukungan guna peningkatan NTB sebagai Halal Tourism Destination, agar memberi kenyamanan kepada investor dan pengunjung

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;    Launching Calender of Event Lombok Sumbawa 2020 yang diselenggarakan  Dinas Pariwisata Provinsi NTB, berlagsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rabu (22/01/2020)

Calender of event ini sebagai panduan kegiatan pariwisata NTB selama satu tahun ke depan yang lebih terarah dan terukur, mengusung tema besar – Lombok-Sumbawa Goes To MotoGP 2021.

Selain meggambarkan geiat pariwisata NTB, kegatan ini diharapkan memberi spirit positif kepada masyarakat NTB, guna mensukseskan event berskala internasional yang diharapka menyerap tenaga kerja daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, ke depan orientasi pariswisata NTB jangan hanya pada jumlah wisatawan melainkan penekanannya yang lebih kepada kualitas wisatawan yang datang mampu meningkatkan devisa dan kesejahteraan masyarakat NTB.

Diharapkan Kementerian Pariwisata memberi dukungan guna peningkatan NTB sebagai Halal Tourism Destination agar memberi kenyamanan kepada investor dan pengunjung baik muslim maupun non muslim, dan mau lebih lama tinggal di NTB dan tidak bosan-bosannya kembali lagi.

Saat itu  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio menambahkan, sangat penting untuk sama sama menjaga stabilitas dan keamanan di daerah guna membangun citra positif pariwisata NTB ke depan.

Pada Calender of Event Pariwisata tahun ini, NTB mempunyai 16 agenda besar, tiga diantaranya merupakan wonderful event dari calender of event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Tiga Event tersebut yakni Festival Bau Nyale 2020 yang akan diselenggarakan  pada tanggal 9-15 Februari 2020, kemudian Festival Pesona Khazanah Ramadhan 2020 yang akan diselenggarakan sepanjang bulan Ramadhan 2020, serta Festival Taliwang yang akan digelar pada bulan November 2020.

AYA/HmsNTB




Kereta Gantung Rinjani Dibangun Bulan Mei

Dengan adanyan jalur kereta gantung menuju kawasan Gunung Rinjani diharapkan mampu menarik  wisatawan mancanegara sehingga target kunjungan 4,5 juta wisatawan bisa tercapai

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB segera merealisasikan rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Gunung Rinjani, tepatnya di  wilayah kabupaten Lombok Tengah.

Fasilitas kereta gantung yang dihajatkan untuk memudahkan para pendaki melihat keindahan Gunung Rinjani dari ketinggian direncakan mulai dibangun pada bulan Mei mendatang.

“Rencana pembnangunan kereta gantung di jalur tracking melalui kawasan Lombok Tengah  bakal segera terwujud pasalnya dalam waktu dekat pemerintah daerah kabupaten lombok tengah akan membangun kereta gantung menuju kawasan gunung rinjani.” ujar Sekertris Daerah (Sekda ) NTB, Lalu Gita Aryadi.

Untuk merealisasikan rencana tersebut,  Pemprov NTB telah melakukan komunikasi dengan investor dari Cina  untuk pembangunan kereta gantung di jalur tracking yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, dan akan mulai dibangun pada pertengahan tahun ini.

“Pembangunan kereta gantung menuju kawasan gunung rinjani tidak hanya memudahkan warga untuk melihat keindahan rinjadi tanpa harus melalui jalur pendakian melainkan menjadi salah satu destinasi pariwisata baru yang ada di nusa tenggara barat,” terang Sekda

Dengan adanyan jalur kereta gantung menuju kawasan Gunung Rinjani diharapkan mampu menarik  wisatawan mancanegara sehingga target kunjungan 4,5 juta wisatawan bisa tercapai.

Terlebih dengan adanya event motogp yang akan dilaksanakan di kawasan ekonomi khusus mandalika pada 2021 mendatang.

“Semoga dengan akan dibangunya Kereta gantung  dan dibukanya Ajang Moto Gp di kawasan Ekonomi khusus(KEK) Mandalika akan mendambah jumlah wisatawan yang akn masuk ke NTB,sehingga target 4.5 juta Wisatawan akan bis terpenuhi,” kata Sekda.

AYA

 




Siloam Hospital Memperkuat “NTB Medical Tourism”

Di era revolusi Indistri 4.0 ini, penggunaan teknologi dimanfaatkan untuk memenuhi standar internasional dengan daya dukung fasilitas serta tenaga medis yang memenuhi kualifikasi

MATARAM.lombokjournal.com — Siloam Hospital yang dilengkapi peralatan medis dengan teknologi canggih berstandar internasional  dan tenaga medis yang berkualitas, akan mampu  menjawab kebutuhan para pengunjung/wisatawan, investor maupun masyarakat di NTB.

Dengan fasilitas medis yang dimiliki, para wisatawan akan memiliki alternatif untuk berobat.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M. Sc, mengatakan itu  saat meresmikan Siloam Hospital di jalan Majapahit Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/01/2020)

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB mengaku optimis, kehadiran Rumah Sakit Siloam ini menjadi pilihan alternatif yang representative bagi masyarakat dan tamu yang datang ke NTB untuk berobat dan pemeriksakan kesehatannya.

Tentu saja, termasuk RSUD Provinsi dan RS Kota Mataram serta Rumah sakit-rumah sakit lainnya yang sudah ada,  tuturnya.

Apalagi tahun 2021 nanti,  NTB akan menggelar event Internasional MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Gubernur Zul mengatakan, fasilitas kesehatan berstandar Internasional seperti ini sangatlah dibutuhkan,  untuk menunjang program  Medical Tourism, tegasnya.

Gubernur Zul juga mengingatkan, fasilitas kesehatan yang canggih seperti yang dimiliki Rumah Sakit Siloam, menjadi tantangan tersendiri bagi daerah.

Khususnya bagi Fakultas Kedokteran di Unram dan Universitas lain, untuk menghasilkan tenaga medias dan SDM kedoteran yang berkualitas dan mampu bersaing, menghadapi tantangan industrialisasi 4.0 dibidang teknologi bidang Kesehatan dan Kedokteran.

“Kehadiran Siloam Hospital jangan dimaknai sebagai saingan. Namun menjadi pemantik kita agar meng upgrade fasilitas dan SDM yang berkualitas dan menjadi media untuk pembelajaran, bertukar Ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga tenaga medis baik dokter maupun perawat mampu bekerja diseluruh rumah sakit di Indonesia dan bahkan internasional,” tegasnya.

Bang Zul berharap, Lippo Grup dapat mengembangkan bisnis investasinya di NTB, tidak hanya terbatas pada rumah sakit tapi juga pada sektor lain.

Pemerintah Provinsi juga telah berkomitmen mempermudah izin bagi investor untuk berinvestasi di NTB.

Tugas dan tantangan Pemerintah bersama masyarakat NTB, kata doktor Zul adalah menciptakan situasi daerah yang aman dan ramah untuk dikunjungi oleh siapapun.

”Tugas kami menghamparkan karpet merah bagi investasi dan pengunjung, Inilah bagian dan makna dari NTB Gemilang,” jelas politisi PKS ini.

Gubernur Zul juga mengingatkan, kehadiran investasi di NTB dapat mensejahterahkan masyarakat sekitar. Menumbuhkan roda ekonomi masyarakat dan menciptakan lapangan kerja bagi anak-anak NTB.

“Itulah makna NTB Gemilang,” tegasnya.

Presiden Komisaris Lippo Group dan Pemilik Rumah Sakit Siloam Muhtar Riyadi menjelaskan, Siloam Hospital merupakan Rumah Sakit yang ke 26 dari 28 Rumah Sakit yang ada di seluruh Indonesia.

Di era revolusi Industri pengaruh dan pemanfaatan teknologi untuk dunia kesehatan sangat penting. Sehingga Rumah Sakit Siloam menyadari betul bahwa era revolusi Indistri 4.0 ini, penggunaan teknologi dimanfaatkan untuk memenuhi standar internasional dengan daya dukung fasilitas serta tenaga medis yang memenuhi kualifikasi.

“Era ini teknologi sangat penting, baik untuk peningkatan sumber daya manusia maupun meningkatkan fasulitas kesehatan,” ujar Muhtar.

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk membangun Rumah Sakit Siloam dengan fasilitas dan kelengkapannya di Kawasan Mandalika.

Apalagi lanjutnya, kehadiran mereka di NTB untuk mendukung program pemerintah NTB yang sedang giat membangun dan mengundang investasi.

“Kami juga berencana akan membangun rumah sakit berstandar internasional di kawasan Mandalika. Pembangunan RS berstandar internasional ini juga merupakan upaya pihaknya mendukung program medical tourism,” ungkapnya, seraya berjanji akan menjajaki peluang untuk mengembangkan investasi di bidang lain.

Saat ini pihaknya sedang dalam tahap pembicaraan secara intens dengan Gubernur NTB.

AYA




Menuju Destinasi Wisata Desa Terbaik, Wagub Resmikan ‘Sekawan Sejati’

DiIngatkan pentingnya kolaborasi dan sinergisitas semua pihak untuk merawat dan mengembangkan potensi yang luar biasa nenjadi desa wisata

LOBAR.lombokjournal.om – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meresmikan Desa Wisata “Sekawan Sejati” di Pusat Rekreasi Masyarakat (Purekmas) Desa Sesaot Lombok Barat, Sabtu (11/01/2020).

Peresmian tersebut ditandai penandatangan prasasti serta penanaman pohon oleh Wakil Gubernur yang akrab disapa Umi Rohmi, bersama Sekda NTB, L.Gita Ariadi, Ketua DPRD Lombok Barat, Para Kades di ketiga Desa dan dihadiri sejumlah Kepala OPD Provinsi NTB maupun Kabupaten Lombok Barat.

Sekawan Sejati merupakan akronim dari Desa Sesaot, Desa Pakuan, dan desa Buwun Sejati. Terletak di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat Nusa tenggara barat, ketiga desa itu  memiliki potensi yang luar biasa.

Alam lingkungannya yang luar biasa indah dan subur, ditambah hutannya yang masih perawan, serta tradisi budaya dan nilai-nilai kehidupan masyarakatnyapun unik dan tetap terjaga dengan baik.

Dengan potensi yang luar biasa itu, maka Sekawan Sejati layak dikembangkan menjadi desa wisata terkenal dan terbaik. Bahkan layak dipasarkan untuk menarik minat kunjungan wisatawan mancanegara, ujar

Wagub Umi Rohmi menjelaskan, untuk mengembangkan sekawan sejati sebagai destinasi terbaik, dibutuhkan minimal dua hal yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.

Pertama, kata Umi Rohmi adalah perlunya kawasan itu dikembangkan melalui tata kelola atau menejemen yang baik.

DiIngatkan pentingnya kolaborasi dan sinergisitas semua pihak untuk merawat dan mengembangkan potensi yang luar biasa itu nenjadi desa wisata yang memikat untuk dikunjungi.

“Yang pnting, bagaimana sinergitas antar kepala desa, pokdarwis, tokoh masyarakat dan stakeholder lainnya mampu mengelola segala potensi desa secara professional,” terang Wagub.

Kedua, Desa wisata wajib menciptakan dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Bagaimana sampah dipilah dan dikelola dengan baik sebagai sumber daya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar wagub.

Maka harus dibudayakan mulai dari rumah tangga dan setiap warga masyarakat maupun pengunjung  agar sampah dipilah antara sampah plastik dan sampah bukan plastic.

Sisa-sisa makanan dibuang pada tempatnya untuk kemudian dikirim ke bank sampah, diolah menjadi produk-produk yang bermanfaat.

Umi Rohmi menugaskan Sekretaris Dinas LHK untuk segera menyediakan Bank Sampah di destinasi desa wisata sekawan sejati tersebut.

Kalau kedua hal ini dapat dikelola dengan baik, maka desa wisata Sekawan Sejati dapat menjadi icon desa wisata terbaik di dunia. Harapan kita seperti itu. Semua elemen masyarakat harus kompak membangun desa wisata.

“Semoga sekawan sejati menjadi desa wisata terkenal di nasional maupun internasional” pungkas Wagub.

Senada dengan itu, Kepala Desa Sesaot, Yuni Hari Seni, S. Pd mengatakan,  “sekawan sejati” merupakan brand karena  ketiga desa wisata memiliki potensi alam yang sama.

Dalam pengembangannya kedepan, kata Yuni Bagaimana ketiga desa tersebut saling berkolaborasi menjalankan paket wisata bersama.

“Pengembangan desa wisata ini semata-mata untuk membuka peluang masyarakat untuk meningkatkan ekonomi serta membuka lapangan kerja bagi pemuda. Dengan memanfaatkan alam yang kita miliki. Menjual alam yang dikemas dalam wisata desa,” jelasnya.

Untuk penguatan pengelolaan desa wisata tersebut, Sekawan Sejati sudah mulai melatih 30 peserta diklat digital marketing yang terdiri dari masing-masing Desa Sesaot, Desa Pakuan, Dan Buwun Sejati.

Sehingga ke depannya, mereka akan dilatih untuk meningkatkan pemasaran atau promosi desa wisata sekawan sejati ke khayalak publik.

“Mereka akan memanfaatkan semua teknologi informasi yang berkembang, untuk menjual potensi ala desanya. Kalau itu marketing nya kuat, insyaAllah potensi desa wisata akan di kenal seluruh nasional bahkan dunia,” harap wagub bersemangat.

 (@kominfotik)

 




Tiga Gili Masih Favorit Untuk Liburan Natal Dan Tahun Baru

Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru tingkat kunjungan wisatawan ke Gili Air mencapai 40 sampai 50 persen

MATARAM.lombokjournal.com — Tiga gili (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air) di Lombok Utara masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang untuk berkunjung ke Lombok.

Selain panorama alamnya  yang indah, tiga gili memiliki keindahan alam bawah laut yang menawan.

Ha itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Lalu Muhammad Faozal.

“Ketiga pulau eksotis  di wilayah Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara itu paling banyak menyerap wisatawan yang datang ke NTB,” ujar Faozal, Rabu (25/12/2019).

Ttiga gili salah satu alternatif liburan rayakan akhir tahun paling banyak diminati para wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Banyaknya wisatawan yang memilih berwisata ke tiga gili bisa  dijadikan referensi liburan akhir tahun bersama keluarga.

Selain memiliki keindahan alam yang indah anda juga bisa melakukan aktivitas snorkling sambil menikmati keindahan alam bawah laut yang bisa memanjakan mata setiap pengunjung.

“Kebanyakan alasan wisatawan memilih liburan ke tiga gili karena lokasinya yang jauh dari pusat kota, dan yang paling utama mereka ingin melihat keindahan alam bawah laut dengan snorkeling,” terangnya

Salah seorang general manager hotel di Gili Air, Yanto Rozali mengatakan, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru tingkat kunjungan wisatawan ke Gili Air mencapai 40 sampai 50 persen.

Tingkat kunjungan wisatawan berkunjung ke Gili Air mulai meningkat sejak dua minggu yang lalu. Untuk tingkat okupansi hotel jelang natal dan tahun baru juga mulai mengalami peningkatan, berkisar di angka 30 hingga 50 persen.

“Kenaikan okupansi ini tak lain karena banyaknya wisatawan yang memilih Tiga Gili menjadi tempat berlibur,” katanya.

AYA




DAPUR LOMBOK, Menyajikan Aneka Kuliner Khas Sasak  

“Mereka tidak perlu jauh mencari kuliner, karena semua akan ada di sini. Tapi jika mereka ingin lebih dalam lagi mengkonsumsi kuliner, maka kita akan merekomendasikan tempat kuliner di Lombok”

lombokjournal.com —

LOTENG  ;    DAPUR LOMBOK, sebuah restoran yang terletak di depan bandara di Praya, Lombok Tengah, menyediakan aneka kuliner khas Lombok yang memanjakan lidah.

Dapur Lombok menyediakan kuliner khusus Lombok. Semua aneka kuliner Lombok siap disajikan di sana. Restoran DAPUR LOMBOK tersebut melakukan grand opening hari Kamis (1/12.2019).

Menu Kuliner Lombok yang tersedia, mulai dari sate Rembiga, ares, pelecing kangkung, ayam Taliwang dan lainnya disajikani di restoran itu.

Owner Dapur Lombok, Lalu Wildan, mengatakan konsep yang ditawarkan dengan prasmanan.

Aneka kuliner dihidangkan menggunakan meja panjang, sehingga pengunjung dengan bebas memilih makanan yang akan dikonsumsi, dan tentunya menyesuaikan dengan kantong pengunjung.

“Nanti sistemnya prasmanan, sehingga pengunjung leluasa memilih kuliner dengan menyesuaikan kebutuhan mereka,” katanya.

Soal harga, Dapur Lombok mencoba membuka harga sehemat mungkin, sehingga dapat menjangkau semua kalangan.

“Harga usahakan yang standar dan terjangkau. Kualitas bintang lima, harga kaki lima,” ujarnya.

Lalu Wildan mengaku telah memiliki relasi bersama lebih dari 2000 travel, sehingga akan bekerjasama dalam bisnis kuliner tersebut.

Manager Dapur Lombok, Tahrir Alwi, mengatakan lokasi yang strategis di dekat bandara akan memudahkan wisatawan atau tamu untuk memilih kuliner.

“Mereka tidak perlu jauh mencari kuliner, karena semua akan ada di sini. Tapi jika mereka ingin lebih dalam lagi mengkonsumsi kuliner, maka kita akan merekomendasikan tempat kuliner di Lombok,” ungkapnya.

Menurutnya, Dapur Lombok, akan menyesuaikan waktu tutup hingga penerbangan terakhir di bandara, sehingga para tamu akan dapat mencicipi kuliner Lombok.

Dia mengaku berdasarkan pengalaman di daerah lain, kuliner Lombok seperti sate Rembiga sering dicari. Cita rasa yang melekat dan unik membuat sate Rembiga begitu lezat dinikmati.

“Sate Rembiga bisa diterima. Dulu identitik pedas tapi sekarang menyesuaikan lidah Nusantara. Saya ingin mengubah mindset orang kalau ke Lombok ingat sate Rembiga,” ujarnya.

Me




Bupati Najmul Hadiri Konsultasi Publik Kawasan Strategis Pariwisata Pulau Lombok

“Melalui forum konsultasi publik ini, kami mengusulkan perbaikan jalan pusuk dan jalan lingkar dari arah Prawira ke timur sekitar 13 km. Ini menjadi salah satu jalan pariwisata kita”

SENGGIGI.lombokjounal.com —  Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH menghadiri acara Konsultasi Publik Pelaksanaan Kegiatan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Pulau Lombok yang diselenggarakan oleh Kementerian PUPR RI di Aruna Senggigi Resort & Convention, Kamis (05/12/2019).

Koordinator Tim Pemantauan dan Evaluasi Proyek Strategis Nasional Kementerian PUPR Ir. Taufik Widjoyono, M.Sc dalam sambutannya di hadapan peserta konsultasi publik dan hadirin yang hadir menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Bupati Lombok Utara.

Menurutnya, pemerintah pusatlah yang harus mendukung program pemerintah daerah guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Disampaikan Taufik, regulasi dan aturan program terkait dengan pariwisata memang sangat penting, begitu juga dengan infrastruktur jalan.

Adapun upaya-upaya yang dilakukan oleh Bupati Lombok Utara sudah cukup lama ditempuh dimafhumi pihaknya.

“Kami dari pemerintah sangat mendukung itu dan perlu diperhatikan sejauh mana pelayanan publik yang bisa dijangkau oleh masyarakat,” tuturnya.

Dilanjutkannya, jalan memang sangat perlu apalagi dalam konteks mendukung pariwisata, sehingga pihaknya akan mempelajari secara detailis seraya memohon agar upaya yang dilakukan pemerintah dapat dipahami oleh Pemda KLU, lantaran proses yang sama juga dilakukan di Kute Lombok Tengah.

Berbicara infrastruktur jalan bukan hanya jalan nasional, tetapi juga jalan kabupaten dan provinsi sehingga harus dipikirkan dengan matang mengenai infrastruktur yang terpadu.

Di samping itu, harus dipikirkan pula proses pengelolaan sampah dan saluran sanitasi yang ada di tiga Gili (Trawangan, Meno dan Air).

Andalan pariwisata nasional

Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar mengatakan, kegiatan tersebut termasuk sudah lama dinantikan pemerintah daerah Lombok Utara yang diharapkan menjadi sebuah realita.

“Insya Allah dana kita sudah siap, tinggal kita sampaikan program-program yang sudah kita laksanakan,” kata orang nomor wahid di bumi Tioq Tata Tunaq ini.

Diceritakan Najmul, pihaknya sudah beberapa kali bersurat ke Kementerian Pariwisata dalam rangka meminta intervensi pemerintah pusat untuk menangani destinasi wisata khususnya di tiga gili, disamping juga Senaru dan tempat lain yang ada di KLU.

Menurutnya, sebagai kawasan andalan pariwisata nasional tentu pihaknya merasa bersyukur. Diharapkan dengan cara-cara tersebut percepatan dapat terlaksana dan tentu hal itu menjadi perubahan besar untuk pariwisata di KLU.

“Bagi kami dunia pariwisata ini sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat kami. Harapan kami mari kita sama-sama mendukung apa yang diprogramkan pemerintah pusat. Salah satu persoalan kita selama ini adalah jalan. Kami minta jalan pusuk menjadi jalan nasional karena butuh pengembangan,” tandasnya.

“Melalui forum konsultasi publik ini, kami mengusulkan perbaikan jalan pusuk dan jalan lingkar dari arah Prawira ke timur sekitar 13 km. Ini menjadi salah satu jalan pariwisata kita,” terang bupati.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan Master Plan Lombok sebagai salah satu destinasi pariwisata nasional berdasarkan PP nomor 50 tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan 2010-2025.

Menetapkan 50 Daerah Pariwisata Nasional (DPN) dan 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Pulau Lombok termasuk dalam DPN Lombok – Gili Tramena dengan 3 KSPN di dalamnya, yaitu KSPN Pantai Selatan Lombok, KSPN Gili Tramena, dan KSPN Rinjani.

sta/humaspro




27 Sellers Promosikan Wisata NTB Di Jakarta

Warga NTB harus bersyukur karena memiliki daerah seperti NTB itu sangat indah, rata-rata para tamu yang datang menilai NTB itu seperti surga

lombokjournal.com —

JAKARTA  —  Tidak kurang dari 27 sellers mempromosikan pariwisata NTB di Jakarta, Selasa (03/12/2019).

Para seller dari NTB itu terdiri dari para pengusaha perhotelan, pelaku wisata dan para pengusaha travel. Kegiatan itu bertajuk NTB Kompak Bersinergi Bersama, Sales Session Lombok Sumbawa.

Ummi Rohmi

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Harris Tebet, Jakarta Selatan itu dibuka Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE.,M.Sc serta sejumlah kepala OPD.

Hadir juga Wakil Ketua DPRD NTB, H. Mori Hanafi pada Kegiatan yang digagas Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB tersebut.

Wakil Gubernur NTB mengatakan pemerintah provinsi tetap berupaya agar pariwisata NTB terus mengalami kemajuan.

NTB tidak hanya menawarkan pantai, air terjun, gunung Rinjani dan Tambora yang sudah menjadi geopark dan biosfer dunia. Tapi juga menawarkan budaya-budaya yang luar biasa unik, dari tiga suku  yang ada, yaitu  Sasak, Samawa dan Mbojo.

“Begitu banyak yang bisa dieksplor dari tiga suku tersebut. Dari sisi budaya kesenian pakaiannya, tenunnya. Jadi kalau orang tanya tenun di NTB itu bagaimana, tunggu dulu, tenun yang mana karena setiap kabupaten kota itu memiliki puluhan jenis tenun masing-masing,” jelasnya di hadapan puluhan bayers dan sellers yang hadir.

Warga NTB tegas Wagub harus bersyukur karena memiliki daerah seperti NTB itu sangat indah. Rata-rata para tamu yang datang katanya, menilai bahwa NTB itu seperti surga.

“Tinggal bagaimana seluruh pelaku pariwisata kompak bekerjasama. Apalagi Ketua Dekranasda NTB kita memiliki kesungguhan dalam bekerja. Bahkan impian kita di NTB itu menjadi pusat fashion muslim dunia yang diangkat dari tenun NTB itu sendiri. Jadi itu bukan hanya impian dan kita akan mewujudkan dan itu pasti bisa selama kita kompak,” katanya.

Karena itu, Wagub yang akrab sapa Umi Rohmi itu mengajak semua pihak, eksekutif, legislatif dan para pelaku wisata untuk membangun sinergi yang harmonis.

“Kalau kompak, Insya Allah semua bisa dilaksanakan dengan baik, bagaimana cara kita mengumpulkan semua energi menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa besar,” ungkap Umi Rohmi

Sementara itu, Kepala BPPD NTB, Anita Ahmadi mengatakan, kegiatan Sales Session ini dimaksudkan untuk memperkenalkan potensi pariwisata NTB. Selama ini katanya, ia telah berkeliling Indonesia, bahkan ke luar negeri untuk memperkenalkan NTB. Sambil meyakinkan bahwa NTB sudah aman. Sebab, musibah gempa bumi tahun lalu berdampak pada menurunnya angka kunjungan wisatawan.

Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bahu membahu, bersama-sama dan kompak untuk membangun pariwisata NTB.

Salah satu buyer yang mengikuti kegiatan tersebut, Tengku Mazrita, dari Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia, di Jakarta mengatakan akan mendukung pariwisata NTB.

“Saya ke sini untuk silaturrahmi sekaligus untuk mempromosikan NTB,” katanya.

Ia mengaku NTB memiliki daya tarik sendiri. Sehingga, wanita yang punya usaha Travel Transforma itu akan membantu pariwisata NTB. Meski baru sekali ke NTB, namun ia memiliki kerjasama dengan para pelaku pariwisata di NTB.

AYA/HmsNTB




Tingkatkan Keahlian Pelaku Wisata, Kemenpar Gelar Pelatihan

Untuk melatih para pelaku wisata menjadi handal termasuk dalam program pengembangan destinasi daerah penyangga KEK Mandalika

MATARAM.lombokjournal.com —  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Forum Pariwisata Lombok yang diikuti dua ratus lebih pelaku pariwisata dari berbagai komunitas, di Mataram, Kamis (28/11/2019).

Forum yang digelar dua kali setahun ini gua menyusun program pengembangan pariwisata di daerah. Kegiatan ini juga bagian dari cara yang dilakukan Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia pariwisata yang handal.

Asdep SDM dan Hubungan Antarlembaga Kemenpar, Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya, SE, MM mengatakan, acara tersebut merupakan agenda sokongan dana World Bank, untuk meningkatkan keterampilan tenaga pariwisata di daerah penyokong Kawasan Ekonomi Khusus sebagai destinasi prioritas.

Ditambahkannya, semua stakeholder diundang agar anggaran dari Bank Dunia bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk masyarakat.

Menurutnya, acara ini untuk melatih para pelaku wisata menjadi handal termasuk dalam program pengembangan destinasi daerah penyangga KEK Mandalika.

“Mereka kita latih menyusun program wisata untuk diusulkan ke Kemenpar sebagai acuan kita kepada Bank Dunia (World Bank) dalam menggelontorkan dananya untuk pengembangan destinasi penyangga KEK misalnya Sembalun, Narmada, Mayura, Sekotong, dan destinasi menarik lainnya yang ada di Lombok,” kata Wisnu, Kamis (28/11/2019).

Wisnu menyebut lebih 400 Milyar anggaran digelontorkan oleh Bank Dunia untuk tiga daerah penyangga KEK yakni Mandalika, Danau Toba dan Labuan Bajo.

Acara semacam diskusi rumusan program pariwisata ini untuk menghasilkan output yang baik bagi perkembangan pariwisata kedepan.

“Semua komunitas pemerhati pariwisata di Lombok hadir dan konsen terhadap acara ini, Itu artinya kita semua ingin maju, dan dengan cara ini saya yakin pariwisata kita akan maju, Lombok akan maju karena masyarakatnya awarness (semakin sadar) akan besarnya potensi pariwisata Lombok dalam mensejahterakan mereka sehingga tidak apatis lagi terhadap dunia pariwisata,” tegas Wisnu.

AYA.