Ketua Dekranasda NTB Ajak Milenial Promosikan Pariwisata

Para milenial untuk berpartisipasi dengan aktif memposting berbagai hal positif, khususnya program-program  Pemerintah untuk mempromosikan Mandalika agar mendunia

MATARAM.lombokjournal.com —  Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu surga wisata alam yang mengagumkan di Indonesia.

Selain hadir dengan keindahan alamnya, NTB juga memiliki kawasan Mandalika yang menyimpan sejuta pesona wisata.

Hj Niken

Dengan luas mencapai 1,035 hektar, Presiden RI Joko Widodo telah menetapkan Mandalika di Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional yang diistilahkan dengan 10 Bali Baru.

Dari 10 destinasi prioritas nasional ini, diturunkan kembali menjadi 5 destinasi yang disebut sebagai destinasi Super Prioritas. Termasuk KEK Mandalika, Kuta, Lombok Tengah, yang nantinya akan digunakan sebagai lokasi perhelatan balap motor paling bergengsi di dunia, yakni event MotoGP 2021.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah saat menjadi narasumber pada Workshop Gen Posting (Generasi Positif Thinking) dengan tema “Konten Kreatif Promosi Pariwisata Destinasi Super Prioritas”, hari Kamis (12/03/20) di Cafe Soetjipto 1.0, Mataram.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI ini dihadiri oleh para milenial, blogger, dan warga NTB.

Hj. Niken mengajak para milenial untuk berpartisipasi dengan aktif memposting berbagai hal positif, khususnya program-program  Pemerintah untuk mempromosikan Mandalika agar mendunia.

“Alhamdulillah, NTB mendapatkan kepercayaan menjadi salah satu 5 destinasi super prioritas di Indonesia. Masih banyak lagi yang harus kita lakukan untuk menggaungkan nama mandalika. Mari kita semua mempromosikan kepada dunia tentang Mandalika,” ajak Hj. Niken.

Hj. Niken juga memaparkan Peran Dekranasda Provinsi NTB dalam mendukung Destinasi Super Prioritas Mandalika.

“Dekranasda Provinsi NTB adalah organisasi wadah para pengrajin yang berdomisili di NTB. Dalam mendukung Mandalika, Dekranasda melakukan banyak hal. Mulai dari membiasakan nama Mandalika dalam event-event besar nasional, seperti Moslem Fashion Festival (MUFFEST 2020) beberapa pekan lalu, kami juga memberi akses permodalan dan  membina UMKM, serta mempromosikan produk tenun NTB dengan menggunakannya dalam berbagai kesempatan,” jelas Hj. Niken.

Dekranasda mengangkat tenun Sukarara, dan membuat fashion show di Jakarta dengan tema mandalika. Ini adalah bagian dari kita mengakrabkan nama Mandalika di nasional.

“Kami juga terus menggali potensi daerah, melakukan expo dan pameran nasional dan internasional,” tambah Bunda Niken, sapaan akrabnya.

Bunda Niken juga menyampaikan harapannya kepada para milenial agar bersama-sama mendukung dan berkontribusi dalam memajukan pariwisata di NTB.

“Kita punya alam yang luar biasa, makanan yang enak-enak. Dekranasda tidak bisa sendirian, pemerintah tidak bisa sendirian, kita semua punya peran dan kontribusi masing-masing. Mari kita semua memposting yang baik-baik tentang NTB agar wisatawan mau datang berulang ke NTB, bukan sekali datang lalu tidak kembali,” harapnya.

Sebelumnya, Direktur Perekonomian dan maritim Kemenkominfo RI, Septriana Tangkary SE, MM yang hadir mewakili Menkominfo menyampaikan rasa bangganya bahwa NTB sudah mendunia.

“Kami bangga bisa hadir disini karena NTB adalah destinasi prioritas Pemerintah. Bangsa kita banyak sekali destinasi setelah Bali. NTB bukan saja untuk  Indonesia, namun NTB juga adalah untuk Dunia,” jelas Septa.

Septriana Tangkary mengatakan, sebagai negara yang memiliki potensi wisata yang besar, Indonesia berpeluang untuk memaksimalkan peluang sektor pariwisata.

Saat ini, Pemerintah tengah membangun lima destinasi pariwisata super prioritas, salah satunya ialah Mandalika yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014 untuk menjadi KEK Pariwisata.

Lebih lanjut, Septriana Tangkary mengimbau, generasi muda yang memiliki berbagai skill dan kemampuan di berbagai bidang, untuk lebih gencar untuk menulis berbagai konten baik untuk mengajak orang berwisata ke NTB.

Kegiatan turut dihadiri oleh Asisten 1 Kota Mataram, Lalu Martawang, Ketua Umum Generasi Pesona Indonesia Nasional, Siti Chatijah, S.IP, Ma, serta pakar media sosial, M. Cholis.

AYA/HmsNTB




Capai Target 4,5 Juta Wisatawan, Penambahan Penerbangan Penting

Penambahan direct flight sudah diusahakan di beberapa negara yang menjadi penyumbang wisatawan untuk NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Direct flight sangat penting untuk mewujudkan target 4,5 juta wisatawan di tahun  2020 ini.

“Misalnya Australia, dari Perth ke sini peningkatannya sudah 1.200 persen apalagi ada yang lain, jadi jika target mancanegara dua juta atau tiga juta, direct flight adalah solusinya,” kata Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah, saat membuka acara Rapat Koordinasi Pariwisata untuk mencapai target 4,5 juta wisatawan,  di Golden Palace, Kamis (12/03/2020).

Terkait target 4,5 juta wisatawan Dinas Pariwisata dapat mendata dengan baik, agar pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencapai target tersebut.

“4,5 juta ini harus detail dari mana, misalnya dari Malaysia, apa yang harus kita lakukan (untuk mendatangkan wisatawan),” kata Gubernur Zul.

Gubernur menyarankan agar seluruh stakeholder harus sering bertemu, agar sinergi tetap terjaga dengan baik agar target tersebut dapat tercapai.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. L. Moh. Faozal mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan pelaku pariwisata di NTB.

“Kegiatan koordinasi kita pada pagi hari ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa 2020 untuk merencanakan target 4,5 juta wisatawan, target 4,5 juta wisatawan tentu tidak mudah, perlu kerja bersama, oleh karena itu, tema kita ini adalah sinergitas kita bersama untuk mencapai 4,5 juta wisatawan,” terang Faozal.

Rakor ini dilakukan dua sesi. Pertama adalah sesi penguatan manajemen destinasi, penguatan 99 desa wisata, sebagai bagian dari tugas RPJMD tahun 2018-2023.

Dalam target 4,5 juta wisatawan, Faozal menyatakan, target tersebut terbagi menjadi dua yaitu wisatawan mancanegara, dan domestik. Untuk mancanegara ditargetkan 2 juta wisatawan dan domestik ditargetkan 2,5 juta wisatawan.

Senada dengan Gubernur, Faozal menyampaikan, penambahan direct flight sudah diusahakan di beberapa negara yang menjadi penyumbang wisatawan untuk NTB.

“Asia menjadi prioritas, salah satunya adalah Malaysia, direct flight sekarang dua kali, kita akan dorong menjadi tiga kali. Empat puluh persen dari dua juta target mancanegara dari Malaysia. Setelah itu Australia kita perluas, tidak hanya Perth, tetapi di Melbourne dan Sidney sedang kita fasilitasi,” jelasnya.

Hadir dalam acara ini sebagai narasumber adalah Ditjen PDT, Syamsul Widodo, Perwakilan ITDC untuk persiapan MotoGP, Perwakilan Media, H. Agus Talino, yang menyampaikan peran media untuk pariwisata, dari akademisi, Pelaku Pariwisata.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Paparkan Pembangunan Pariwisata Yang Nyaman Terhadap Investor

Belajar lebih banyak dari Bali, terkait strategi dalam memajukan  dan mengembangkan destinasi wisata yang berkelas dunia

lombokjournal.com —

DENPASAR  ;   Konsep pengembangan Pariwisata berkelanjutan di Provinsi NTB dipaparkan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dalam Diskusi Strategis Tahunan Ke-5 MarkPlus Tourism, di Denpasar Bali, Senin (09/03/20).

Gubernur Zul yang hadir bersama istri, Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE, M.Sc. memaparkan “The New NTB, Toward Sustainable Tourism” yang membahagiakan para wisatawan, menghadirkan suasana aman dan nyaman.

Focus Groups Discussion (FGD) tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan MarkPlus Tourism, untuk mengevaluasi pencapaian dan identifikasi tantangan pariwisata Indonesia.

Menurut Gubernur Zul, dalam pengembangan pariwisata yang tidak kalah penting dari itu adalah NTB yang mampu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakatnya sendiri.

“Masyarakat NTB tidak boleh jadi penonton di tanah sendiri,” paparnya yang disambut tepuk tangan peserta.

Mewujudkan Pariwisata NTB yang berkelanjutan, NTB fokus menjalan program unggulan mewujudkan NTB Gemilang.

Salah satunya Sektor Pariwisata dengan menciptakan destinasi yang berkualitas melalui pengembangan atraksi, amenitas dan aksesibilitas.

Industrialisasi dengan peningkatan nilai tambah komoditi produksi NTB. Zero Waste upaya pelestarian lingkungan melalui penanganan sampah, sedangkan pengembangan Sumber Daya Manusia dengan peningkatan skill melalui beasiswa NTB.

Ke depan, NTB terus berkolaborasi dengan Bali dalam membangun pariwisata.

Menurutnya, MarkPlus Tourimsm harus menjadi agen Provinsi NTB untuk belajar lebih banyak dari Bali, terkait strategi dalam memajukan  dan mengembangkan destinasi wisata yang berkelas dunia.

Merawat budaya leluhur

Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dalam paparannya mengatakan, hubungan antara Bali dan Lombok sudah dirancang jauh hari, namun akibat peristiwa bom Bali satu, semua rencana tersebut tertunda sampai saat ini.

Menurutnya perbedaan merupakan jalan untuk mendapatkan pengalaman.

“Tidak mungkin ada pengalaman tanpa adanya perbedaan,” paparnya.

Ia mengatakan, perbedaan yang paling menonjol di Indonesia adalah budaya, perbedaan kultur ini harus tetap dijaga, yakni agama, seni, bahasa, teknologi dan sistem mata pencaharian adalah unsur kultur yang harus tetap dijaga keberagamannya.

Wagub Bali menekankan, ked epan konsep pengembangan Pariwisata Bali harus mengedepankan perbedaan.

Menurutnya,  Pariwisata Bali akan berkelanjutan apabila masyarakat Bali terus menjaga dan merawat budaya leluhur yang ditinggalkan.

“Jangan sampai melakukan experience yang aneh-aneh,” tuturnya.

Bali dengan karakter Hindu-nya, Lombok dengan Karakter Islam-nya dan NTT dengan karakter Kristen harus dijaga dan dipertahankan. Hal ini untuk memberikan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah kita. “Mari kita kembangkan daerah kita sesuai dengan karakternya,” pungkasnya.

Founder & Chairman MarkPlus Tourism, Hermawan Kartajaya mengatakan, diskusi strategis tahunan yang sebelumnya telah dilaksanakan empat kali berturut-turut, sejak tahun 2016 di Jakarta dan Bali.

Hasil dari diskusi tersebut akan diserahkan secara resmi kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan selama ini telah mendapatkan respon yang positif.

Ia menjelaskan, tema kali ini akan mengangkat tentang Quality Tourism baik secara definisi, kesiapan destinasi, maupun rekomendasi kebijakan, strategi dan taktik yang berfokus pada pembahasan strategi-strategi ke depan.

Upaya ini mengoptimalkan dan menyelaraskan pembangunan dan pemasaran destinasi, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia yaitu Quality Tourism.

AYA/HmsNTB




Lombok Travel Mart 2020 Digelar di Moyo

“Satu jalan sekarang ini dalam jangka pendek adalah menghidupkan kembali pasar domestik kita, baik itu yang MICE dan domestik ini potensinya besar, teman-teman ini harus putar arah nih, supaya domestik ini bergerak”

MATARAM.lombokjournal.com —  Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) NTB kembali mengadakan agenda tahunan terbesar yakni Lombok Travel Mart (LTM).

Penyelenggaraan LTM yang ke-7 tahun 2020. LTM kali ini mengusung tema “Magical Moyo” dengan target 150 buyer domestik dan mancanegar,a dan 50 seller terbaik di Lombok dan Sumbawa.

Para seller berasal dari stakeholder kepariwisataan NTB, diantaranya, para pengelola Hotel, Restaurant, Pokdarwis, juga Desa Wisata.

LTM ke-7 ini akan menjual paket-paket wisata pulau Lombok dan juga pulau Sumbawa kepada para kelompok buyer yang disiapkan dari para pengelola Travel Agent terbaik Indonesia dan mancanegara yang melalui proses seleksi yang sangat ketat, dari 400 pendaftar hanya dipilih 150 buyer terbaik.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. Lalu Moh. Faozal mengapresiasi kegiatan LTM yang rutin dilaksanakan dan ia mengatkan, acara LTM ini adalah salah satu jalan untuk mengisi kekurangan wisatawan mancanegara karena permasalahan saat ini.

“Terkait dengan LTM ini, saya salut, dan terimakasih kepada teman-teman yang selalu konsisten untuk tetap melaksanakan LTM ini dan setiap tahun menghadirkan tema-tema yang mendorong kita untuk surprise kepada pesertanya, tahun lalu kita angkat desa wisata di lombok timur, tahun ini di sumbawa moyo,” ungkapnya.

Pemerintah melalui kementerian pariwisata mendorong wisatawan domestik untuk datang berkunjung dengan memberikan subsidi berupa stimulus 25 tempat duduk per penerbangan ke Lombok.

“Satu jalan sekarang ini dalam jangka pendek adalah menghidupkan kembali pasar domestik kita, baik itu yang MICE dan domestik ini potensinya besar, teman-teman ini harus putar arah nih, supaya domestik ini bergerak,” terang Faozal.

Destinasi  Sumbawa

Ade Devi Handayani, Ketua Panitia LTM VII, menjelaskan destinasi-destinasi terbaik di pulau Sumbawa sudah saatnya dipromosikan lebih optimal.

“Air Terjun Mata Jitu sudah eksis jadi ikon wisata Sumbawa, bahkan sudah mendunia. Jadi, kami yakin, di LTM VII ini nanti, paket-paket wisata yang disiapkan para seller akan sangat menarik,” tegasnya.

Satu destinasi istimewa juga telah dipersiapkan. Poto Jarum, satu lokasi menyelam di perairan menuju Pulau Moyo, Sumbawa. Istimewa, karena spot ini dikategorikan sebagai spot underwater dan snorkeling terbaik di wilayah perairan Moyo.

Ketua ASPPI NTB, Ahmad Ziadi, optimis LTM 7 akan mencapai target terbaik. Setiap tahun, gawe rutin ASPPI melalui travel mart, telah menghubungkan para buyer dan seller terbaik di bidangnya masing-masing. Apalagi tahun ini post tournya merupakan destinasi kelas dunia.

“Di dua tahun terakhir, pelaksanaan LTM selalu berhasil mendatangkan ratusan pelaku pariwisata aktif. Di tahun lalu, LTM VI mengumpulkan 175 Buyer dan 35 Seller. Memang lebih sedikit dari LTM V di tahun 2017. Bagaimana pun, kita memang masih harus menyesuaikan dengan masa pemulihan efek dari musibah gempa Lombok di Agustus 2018,” urai Devi.

Aktifitas unik lain yang telah menanti peserta Lombok Travel Mart ke-7, yaitu Visit Marente yang menonjolkan momen minum kopi. Desa Marente yang merupakan kampung kelahiran Gubernur NTB ini memiliki banyak potensi pariwisata. Beberapa yang terbaik, desa ini merupakan sentra penghasil kopi bercitarasa mewah.

Ada pula Air Terjun Agal yang tingginya sampai 300 meter. Jarak tempuh menuju spot air terjun, sekira 1.5 jam perjalanan dari parkiran, sehingga nyaman untuk siapa pun. Desa yang subur dan asri ini cocok untuk adventure, camping ground, wisata alam, juga ekowisata.

Kunjungan wisatawan dunia ke Lombok semakin meningkat setiap tahunnya. Sebelum bencana gempa Lombok tahun 2018 lalu, Lombok merupakan salah satu tujuan  destinasi favorit di Indonesia.

Dengan kunjungan wisatawan yang semakin meningkat, juga berkembangnya pariwisata di provinsi NTB, para industri pariwisata khususnya travel agent di luar Lombok pun berlomba-lomba ingin menjual paket wisata ke Lombok juga Sumbawa, namun masih banyak dari travel agent tersebut yang belum menemukan agent partner yang sesuai dengan keinginan mereka.

Melihat potensi ini, DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) NTB pada tahun 2014 yang lalu kemudian menginisiasi event yang diberi nama Lombok Travel Mart. Event yang digelar dengan konsep table top B2B (Bussiness to Bussiness) ini mempertemukan seller dan buyer dengan tujuan menjalin kerja sama dalam menjual paket-paket Wisata di Lombok.

Oleh para panitia, LTM edisi ke-7 ini dikonsep dengan special, memperkenalkan dan mengangkat salah satu destinasi favorit di pulau Sumbawa menjadi tema kegiatan LTM-7. “Magical Moyo”, mengangkat daya pikat Pulau Moyo dan air terjun Mata Jitu yang merupakan tempat favorit Liburan Keluarga Kerajaan Inggris dan banyak artis-artis ternama dunia.

DPD ASPPI NTB menilai forum bisnis berskala Internasional ini sangat penting bagi pemerintah Provinsi NTB untuk memperkenalkan destinasi-destinasi yang ada di pulau Sumbawa, sebagai bentuk kerja nyata DPD ASPPI NTB untuk mengembalikan pesona pariwisata Lombok-Sumbawa pada dunia dan diharapkan menjadi katalisator pariwisata di Nusa Tenggara Barat, khususnya Sumbawa pasca bencana gempa tahun 2018 yang lalu.

AYA/HmsNTB




Senggigi Jadi Perhatian, Pemprov Akan Bangkitkan Senggigi

Bupati Fauzan berencana akan membentuk badan pengelola khusus terkait dengan kepariwisataan di Senggigi dan akan membuat perencanaan-perencanaan yang berkaitan dengan pariwisata bersama dengan pelaku pariwisata itu sendiri

LOBAR.lombomjournal.com —  Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Sekda NTB), Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu. Moh. Faozal dan Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, A.Ag, M.Si mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi akan berusaha membangkitkan Pariwisata Senggigi.

Senggigi sebagai salah satu destinasi pariwisata yang ada di NTB, menjadi perhatian pemerintah daerah.

Berbagai macam cara dilakukan pemerintah dalam memajukan sektor pariwisata. Salah satunya adalah berdiskusi dengan para pelaku pariwisata untuk mencari jalan demi kemajuan pariwisata.

“Spirit hari ini adalah senggigi reborn, dari kabupaten ada revitalisasi Senggigi, kemudian tadi kita sampaikan juga refreshing hubungan antara media dengan pelaku pariwisata dan pemerintah daerah,” tutur Sekda.

Hal itu dikatakannya, usai menggelar diskusi dalam acara silaturahmi pelaku pariwisata dan pengusaha hiburan kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat, Sabtu (22/02/2020).

Forum-forum dialog dengan media juga menjadi perhatian pemerintah mengingat media sebagai salah satu instrumen untuk memperkenalkan dunia pariwisata yang ada di NTB ini.

Sekda juga menyampaikan, pemerintah daerah akan mencoba melakukan reorganisasi dalam bentuk lembaga yang melibatkan banyak pihak termasuk di dalamnya akan ada pelaku usaha.

“Kita ingin kelembagaan itu terkonsolidasi, dan di dalamnya ada pelaku dan lain sebagainya. Kita akan cari bentuknya. Kalau tidak ada aturannya, kita buatkan aturan, tidak boleh abu-abu. Kalau ini bagus, orang lain akan belajar ke kita,” tegas Sekda.

Terkait dengan adanya lahan-lahan yang tidak terpakai dan yang ditinggalkan oleh investor di Senggigi, Sekda NTB mengatakan akan berkoordinasi dengan BPN, lahan mana yang bisa digarap optimal oleh kabupaten akan diserahkan.

“Kita ingin Senggigi bangkit kembali, provinsi tentu akan mendukung termasuk tadi ada harapan-harapan tanah provinsi, kalau memang optimalisasi itu lebih baik ke kabupaten, kami ikhtiarkan untuk diserahkan ke kabupaten,” terangnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lombok Barat mengaku banyak mendapat masukan dari pelaku pariwisata untuk membangkitkan kembali detinasi pariwisata Senggigi.

Lombok Barat berkomitmen untuk membantu provinsi meraih target kunjungan wisatawan.

Ia menyampaikan beberapa langkah konkret yang akan dilakukan oleh Pemda Lombok Barat untuk membangkitkan pariwisata di Senggigi ini.

“Tadi kita banyak mendapatkan treatment bagaimana menghidupkan Senggigi,” akunya.

Bupati berencana akan membentuk badan pengelola khusus terkait dengan kepariwisataan di Senggigi dan akan membuat perencanaan-perencanaan yang berkaitan dengan pariwisata bersama dengan pelaku pariwisata itu sendiri.

Pemerintah daerah bersama pelaku pariwisata dan pengusaha hiburan sepakat berdiri bersama untuk memajukan pariwisata NTB.

AYA/hmsNTB




Puncak Festival Pesona Bau Nyale, Gubernur Zul dan Bupati Suhaili Satu Panggung

Salah satu esensi dari Festival Pesona Bau Nyale ini adalah sarana untuk memupuk rasa kebersamaan dan tali silaturahmi. Membangun daerah tanpa rasa persatuan dan kesatuan maka cita-cita untuk membangun daerah ini tak akan terwujud

LOTENG.lombokjournal.com —  Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah didampingi oleh Ketua Dekranasda Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menghadiri Malam Puncak Perayaan Bau Nyale di Pantai Tanjung Aan, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Jum’at (14/02/2020).

Bau Nyale merupakan tradisi yang selalu dilaksanakan oleh masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah. Perayaan ini menjadi salah satu event kebanggaan masyarakat NTB, terbukti animo masyarakat dari segala penjuru datang untuk menyaksikan event yang meriah ini.

Gubernur naik ke panggung bersama dengan Bupati Loteng H. Suhaili F.T untuk menyapa masyarakat secara langsung.

Ia mengatakan, sambutan secara bersamaan dengan Bupati Loteng ini bisa menjadi sebuah sebuah simbol bahwa Loteng akan menjadi magnet baru bagi pariwisata NTB karena daya tarik event Bau Nyale begitu besar.

Begitu pula dengan agenda – agenda bergengsi lainnya seperti MotoGP 2021 akan menjadikan daerah ini semakin dikenal luas.

Pemprov NTB kata Gubernur akan mendukung, bersinergi dan menjaga kekompakan untuk suksesnya segala event yang diselenggarakan di daerah ini.

“Semoga perayaan Bau Nyale ini kita tidak merayakan dengan berlebihan. Mudah-mudahan ini sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT untuk selalu bersyukur dan kita mohon agar selalu diberikan keberkahan di masa yang akan datang,” jelas Gubernur.

Gubernur Zul mengapresiasi kerja  OPD terkait khususnya kepada Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

“Kerja keras dan kerja hebatnya menghasilkan satu acara yang luar biasa malam ini. Tanpa kerja keras teman-teman semua, mustahil event spektakuler malam ini kita nikmati bersama,” tutur Gubernur.

Bupati Kabupaten Lombok Tengah H. Suhaili, F.T mengucapkan rasa terima kasih atas kunjungan dan dukungan Gubernur maupun pejabat pemerintah pusat selama ini.

“Hal ini sebagai dukungan untuk kami terus ikhtiar membangun diri, membangun keluarga dan membangun masyarakat daerah kami di Lombok Tengah,” jelasnya.

Suhaili menyampaikan bahwa salah satu esensi dari Festival Pesona Bau Nyale ini adalah sarana untuk memupuk rasa kebersamaan dan tali silaturahmi. Membangun daerah tanpa rasa persatuan dan kesatuan maka cita-cita untuk membangun daerah ini tak akan terwujud.

“Seperti yang telah disampaikan oleh Gubernur patut menjadi perhatian dan renungan kita bersama agar bisa mewujudkan cita-cita Lombok Tengah dan Provinsi NTB,” tegasnya.

Staf Ahli Menteri Bidang Refomasi Birokrasi dan Regulasi Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif, Ari Juliano Gema  sangat mendukung event Festival Pesona Bau Nyale yang rutin digelar tiap tahunnya.

Saat ini pemerintah memang sedang berupaya agar sektor pariwisata menjadi salah satu sumber devisa terbesar. Selain itu juga, dengan adanya event seperti ini dapat membantu perekonomian masyarakat Lombok Tengah maupun NTB secara umum.

“Oleh karena itu, untuk meningkatkan pariwisata salah satunya dengan cara menyebarluaskan event seperti ini melalui media sosial. Sehingga banyak orang yang tahu bahwa di Lombok ada Festival Bau Nyale,” ungkapnya.

Malam puncak Festival Pesona Bau Nyale ini juga dirangkaikan dengan penobatan Puteri Mandalika 2020 yang diraih oleh Safira Kusuma Wardani dari Kota Mataram setelah melalui serangkaian penilaian yang ketat dari dewan juri.

Penobatan ini disematkan langsung Ketua Dekranasda Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Dalam kesempatan itu hadir pula Ketua DPRD NTB, Direktur Operasional ITDC, GM PT Angkasa Pura,  Forkopimda Provinsi NTB, Forkopimda  di Kabupaten Loteng, Dubes Venezuela dan pejabat terkait lainnya.

AYA/HmsNTB




Mandalika Fashion Carnival Berlangsung Semarak Di Praya

Bau Nyale telah menjadi satu di antara sepuluh event terbaik di Indonesia yang tetap dilestarikan oleh masyarakat

LOTENG.lombokjournal.com —  Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menghadiri event Mandalika Fashion Carnival (MFC), yang merupakan rangkaian agenda Festival Pesona Bau Nyale 2020.

MFC yang berlangsung semarak ini digelar di Kota Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (13/02/20).

Hj.Niken mengatakan, kegiatan ini sangat baik, karena memberikan ruang bagi kreativitas dan potensi para seniman untuk melestarikan seni budaya lokal, yang tentunya bisa memberi dampak positif bagi Lombok Tengah khususnya dan NTB pada umumnya.

“Rangkaian Festival Pesona Bau Nyale ini adalah salah satu festival di Lombok Tengah, di NTB dan Indonesia yang menjadi kebanggaan masyarakat. Untuk itu mari kita sama-sama mendukung dan mensukseskan kegiatan ini,” kata Hj Niken.

Wakil Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri mengatakan, Bau Nyale telah menjadi satu di antara sepuluh event terbaik di Indonesia yang tetap dilestarikan oleh masyarakat.

Sedangkan agenda Mandalika Fashion Carnival ini adalah salah satu dari sekian rangkaian Festival Pesona Bau Nyale yang telah digelar sejak 8 Februari 2020.

Wabup Loteng berharap pada tahun-tahun berikutnya, atraksi budaya yang ditampilkan sekarang ini dapat terus dilestarikan, sehingga kegiatan ini tidak hanya ramai oleh wisatawan lokal tapi juga wisatawan mancanegara.

Seperti diketahui, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

Setiap tahun kegiatan ini mampu menarik animo ribuan masyarakat untuk ikut serta meramaikan Fashion Carnival.

MFC tahun ini dibuka dengan tabuh Gendang Beleq oleh Ketua Dekranasda NTB, Ketua Dekranasda Loteng, Hj. Irma Suhaili FT, Duta Besar Venezuela untuk Indonesia Mr. Radames Jesus Gomez Azuaje, Forkopimda, Tokoh Budaya serta masyarakat.

Peserta MFC berasal dari 12 Kecamatan di Lombok Tengah dan antusiasme para peserta patut diberikan apresiasi.

AYA/HmsNTB




Resto Malacca Hill, Pesona Gili Trawangan dari Ketinggian

Soal harga, di resto tersebut sangat nyaman di kantung

KLU.lombokjournal.com — Gili Trawangan memang terkenal dengan keindahan pantainya, dan di pulau kecil itu para wisatawan berdatangan menghabiskan liburan.

Namun kini, turis tidak hanya dimanjakan dengan keindahan pantai, tetapi juga bukit di Gili Trawangan.

Resto dan bar baru dibuka di bukit Gili Trawangan, Malacca Hill, satu-satunya resto yang memanjakan pengunjung Trawangan dengan sensasi menikmati alam di atas bukit.

Uniknya, pengunjung yang datang ke Malacca Hill akan dijemput dengan Cidomo, sebuah transportasi tradisional dari kuda yang ada di Lombok.

Owner Malacca Hill, Rudi Sugiyanto mengatakan, Malacca Hill memiliki konsep romantik untuk pengunjung.

Selain nuansa alam perbukitan, di sana pengunjung dapat melakukan outbound di alam bebas.

Selain itu, view sunset dan sunrise juga dapat dinikmati dari ketinggian sekitar 300 meter itu.

“Konsep romantik yang kita tawarkan. View sunset sunrise dapat semua,” katanya, Minggu (02/02/20) di Gili Trawangan.

Tidak hanya itu, di Malacca Hill dibangun konsep instagramable, yang menyediakan banyak spot selfie mulai dari ayunan ala milenial, taman bunga hingga ke depan akan dibangun rumah pohon.

“Saya lihat di Gili Trawangan bawah (bagian pantai) tempat selfie berkurang sehingga kita buat di perbukitan ini karena selama ini sepi,” ujarnya.

Tidak tanggung-tanggung, ke depan akan disediakan sepeda listrik untuk memudahkan pengunjung menuju Malacca Hill.

Pengunjung dapat memilih menuju lokasi dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda listrik yang disediakan gratis.

“Karena tempat kita di bukit, kita siapkan akomodasi sepeda listrik. Pengunjung bebas mau jalan atau menggunakan sepeda listrik,” katanya.

Sepanjang jalan menuju Malacca Hill sengaja dibuat jalan setapak yang menanjak naik, hingga ke resto. Bahkan, untuk menikmati outbound, di atas bukit juga ada gua peninggalan Jepang yang memiliki nilai historis bermakna. Itu akan menjadi wisata baru dari deretan wisata lainnya.

Konsep Malacca Hill cukup sederhana dengan bangunan dari bambu dengan atap ilalang. Semua bangunan tanpa menggunakan plastik, sehingga ramah lingkungan.

“Akses kita buat sendiri. Harapan di bukit ini ada konsep khas Lombok semua terbuat dari bahan yang ada di Lombok, seperti bambu, meja, kursi. Kita mengurangi bahan dari plastik,” ujarnya.

Soal harga, di resto tersebut sangat nyaman di kantung. Dengan Rp120 ribu, pengunjung dapat menikmati makanan khas sana langsung dengan fasilitas Cidomo antar jemput pengunjung dari pelabuhan Gili Trawangan menuju kaki bukit.

Minggu siang tadi juga sekaligus menjadi acara soft launching yang mengundang sejumlah pelaku pariwisata, awak media hingga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Utara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Utara, Vidi Eka Kusuma, memberi apresiasi atas pembangunan Malacca Hill. Dia merasa bangga ada investor yang mampu melirik lokasi baru untuk bisnis pariwisata.

“Bicara dari industri pariwisata kami salut dan support. Kami senang dengan investor yang melirik sektor yang belum tersentuh di sini, yang bisa melihat potensi. Saya apresiasi owner yang bisa melihat tempat ini sebagai peluang,” katanya.

Dia menegaskan akan siap membantu setiap investor yang serius mengembangkan bisnis pariwisata di Lombok Utara, terutama dalam hal perizinan.

“Cuma pesan saya jangan segan-segan menghubungi pemerintah jika ada yang bisa kami bantu terutama soal perizinan,” katanya.

AYA




Lombok, Daerah Paling Bagus Untuk Bersepeda

Kegiatan ‘Sepeda Internasional Enduro 2020’ dihajatkan memperkenalkan keindahan NTB khususnya Lombok

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menaruh perhatian pada penyelenggaraan kegiatan sepeda internasional, Enduro 2020.

Pemprov NTB siap mendukung kegiatan yang akan menjadi salah satu promosi wisata di NTB ini.

Ummi Rohmi

Penyelenggara kegiatan pun menilai Lombok adalah tempat ideal untuk bersepeda. Bahkan, peserta kegiatan bersepeda di Lombok merasa kerasan.

Hal itu terungkap ketika Wagub NTB menerima audiensi dari komunitas sepeda Lombok Enduro Adrenaline Forum (LEAF) di pendopo Wakil Gubernur NTB, Jumat (31/01/2020).

Pemprov NTB mendukung setiap kegiatan positif yang diselenggarakan oleh komunitas-komunitas di NTB. Kegiatan sepeda internasional Enduro tersebut akan membantu mempromosikan NTB.

“Alhamdulillah, ini sangat luar biasa. Saya mengapresiasi event internasional ini, semoga event tersebut bisa mempromosikan daerah, mempromosikan wisata, memperkenalkan budaya, serta menggairahkan desa wisata yang ada di NTB ini,” ujar Ummi Rohmi.

Di NTB ini, lanjut Ummi Rohmi, keindahannya sangat beragam, mulai dari pantai, gunung, kuliner, desa dan sebagainya.

Tidak hanya itu, event-event seperti sepeda dan MotoGP tersebut harus kita sukseskan bersama demi daerah tercinta.  Dan semua kegiatan itu harus memberdayakan masyarakat.

“Kita harus tunjukkan kepada dunia, bahwa wisata di NTB ini tidak hanya ramah untuk keluarga, tapi juga wisata di NTB Ini, sangat cocok untuk bersepeda,” tegasnya.

Sebelumnya, Eko Anugraha selaku EO pada Event Internasional tersebut menyampaikan bahwa, komunitas-komunitas sepeda gunung di NTB ini sangat banyak. Hanya saja, kegiatan-kegiatan sepeda berskala internasional masih minim di daerah kita.

“Banyak sekali komunitas-komunitas sepeda di NTB, tapi event untuk menyalurkan hobi tersebut tidak ada disini, kalo mau ikut lomba, kita harus ke luar daerah, bahkan ke luar negeri,” ungkapnya

Eko melanjutkan, kegiatan ini dihajatkan untuk memperkenalkan keindahan NTB khususnya Lombok, dalam kegiatan tersebut tentunya panitia akan menjalin kerjasama dengan masyarakat sekitar.

Target kami, lanjut Eko, pesertanya berjumlah seribu orang, mulai dari atlet hingga yang hanya hobi bersepeda.

“Pesertanya dari Internasional dan lokal juga, untuk yang lokal kami sediakan namanya Event Challenge, untuk kelas internasional itu bagian dari seri dunia,” tambahnya.

Event internasional tersebut akan diselenggarakan pada bulan Juli 2020 dengan mengambil rute Kawasan Wisata Rinjani dan untuk treknya tidak termasuk hutan konservasi.

“Alhamdulillah kami bersyukur, sudah banyak yang menyatakan diri untuk ikut serta pada event tersebut, mulai dari kelas Internasional hingga lokal,” tutupnya.

Indra Ghrawita Sujud Sudradjat Zila, selaku Departemen Promosi Sepeda Polygon, yang menjadi salah satu sponsor pada kegiatan internasional tersebut bersama teamnya telah melakukan survei lokasi event sepeda Internasional ini.

Menurutnya, Lombok adalah salah satu daerah yang paling bagus untuk bersepeda.

“Kita akan memfasilitas orang- orang yang bersepeda untuk menikmati wisata dan kuliner yang ada di Lombok. Lahan untuk bersepeda juga sangat bagus, rasanya kami tidak mau pulang dari Lombok ini,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




MotoGP 2021, Dimulai Dengan Festival Bau Nyale

“Kepada seluruh masyarakat Lombok Tengah dan NTB, mari kita sukseskan avent Nasional ini, sebagai langkah menuju MotoGP Mandalika 2021”

MATARAM.lombokjournal.com  —  Festival Bau Nyale tahun 2020 merupakan salah satu event pemanasan dan pembuka di awal tahun, menuju Road to Mandalika MotoGP 2021.

Kegiatan ini menjadi salah satu event untuk meraih target kunjungan wisatawan di NTB mencapai 4 juta orang tahun 2020 ini.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB mengatakan,Wonderful Event Festival Pesona Bau Nyale,  telah masuk dalam agenda Nasional Calender of Event Lombok Sumbawa 2020, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan manca negara maupun domistik.

Hal itu dikatakannya saat memimpin rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan event  Bau Nyale, Kamis (30/01/2020), di Poltekpar Negeri Lombok di Praya, Lombok Tengah.

Menurut Faozal, Rangkaian  Festival Bau Nyale 2020 yang dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, memiliki beberapa agenda.

Di antaranya Photo Contes,  Peresean, Pelatihan Mandalika Go to School, Dialog Kreatif, Kampung Kuliner. Dan pada malam puncak ada Pemilihan Putri Mandalika dan hiburan rakyat.

Selain itu, di lokasi kegiatan juga akan disediakan khusus tempat untuk para UKM menyajikan produk terbaiknya.

Assisten II Setda Lombok Tengah H. Nasrun menyatakan kesiapan pihaknya menyambut Festival Bau Nyale 2020.

Namun demikian ia berharap Kerjasama dan sinergi dari semua pihak untuk ikut mensukseskan event budaya tahunan yang telah menjadi icon masyarakat Lombok itu.

“Kepada seluruh masyarakat Lombok Tengah dan NTB, mari kita sukseskan avent Nasional ini, sebagai langkah menuju MotoGP Mandalika 2021,” ajaknya.

Ia juga mengakui, selama ini  Festival Bau Nyale setiap tahun selalu digelar di pantai Seger.

Namun khusus tahun ini, kata Nasrun dipusatkan di KEK Mandilika karena akses transportasi menuju pantai Seger sedang tahap kontruksi untuk persiapan MotoGP 2021, tuturnya.

Disamping persiapan lokasi, Dirpamobvit Polda NTB AKBP Abi Darrin, mengingatkan pentingnya penyiapan langkah antisipasi terkait isu virus corona dengan akan banyaknya tamu mancara negara yang ingin menyaksikan event budaya maupun internasional lainnya di NTB.

“Perlu dari awal dipersiapkan alat-alat dan prosedur terkait penanganan dan penanggulangan penyebaran virus Corona,” kata Abi Darrin

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Direktur Poltekpar Lombok NTB Dr. Hamsu Hanafi, MM, Ketua Tim Penggerak PKK Loteng, GM Angkasa Pura, Direktur ITDC, Dinas lingkup Pemrov NTB dan Loteng, perbankan, pelaku usaha, pariwisata se pulau Lombok NTB.

Pemerintah secara resmi telah menetapkan tanggal 14-15 Februari 2020 sebagai tanggal pelaksanaan Festival Pesona Bau Nyale tahun 2020.

Hal ini berdasarkan Sangkep Warige yang telah digelar para pemangku adat Sasak beberapa waktu lalu di desa Adat Sasak Ende Sengkol Pujut Lombok Tengah.

AYA