15 Ribu Paket Bantuan dari Kemenparekraf, Untuk Pekerja Pariwisata yang Terdampak Covid-19

Dunia usaha di sektor pariwisata mengalami pelemahan. Hingga berdampak pada beberapa hal, antara lain pekerja yang dirumahkan hingga pemutusan hubungan kerja (PHK)

MATARAM.lombokjournal.com — Pariwisata merupakan salah satu sektor yang pertama terdampak saat pandemi Covid-19 di NTB.

Hal ini menjadi atensi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) lantaran banyak pekerja pariwisata yang terdampak secara langsung.

Bertempat di Islamic Center NTB, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan ucapan terimakasih terhadap bantuan 15 ribu paket sembako dari pemerintah pusat melalui Kemenparekraf.

Hal ini merupakan bukti bahwa pemerintah pusat tetap bersama NTB dalam membangun pariwisata.

“Ketika ada wabah Covid-19 ini memang salah satu yang terkena dampak adalah pariwisata, oleh karena itu mudah-mudahan bantuan ini tidak hanya secara fisik, namun ini bentuk dukungan moril yang diberikan oleh pemerintah pusat,” kata Gubernur.

Gubernur Zul berpesan kepada para pekerja pariwisata untuk menjadikan momen ini sebagai titik awal kebangkitan pariwisata NTB akibat pandemi.

“Kepada teman-teman pariwisata mudah-mudahan ini jadi momentum untuk tidak takut terhadap Corona, tapi harus tetap mengikuti protokol kesehatan agar kita mampu terhindar dari wabah ini,” pesan Bang Zul.

Ia juga meminta kepada asosiasi-asosiasi pariwisata untuk kembali menggiatkan anggota-anggotanya, agar mulai beraktivitas kembali dengan menerapkan protokol kesehatan di masa menuju new normal.

“Disiplin dengan new normal ini penting, jangan sampai kita mengabaikan, sehingga kita menelan pil pahit di kemudian hari,” tuturnya.

Bang Zul juga berterimakasih kepada Forkopimda yang selalu hadir dan memberikan dukungan baik secara moril maupun materil khususnya pada masa pandemi ini.

Pekerja yang dirumahkan

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Produk Pariwisata Kemenparekraf, Edy Wardoyo menyampaikan, dunia usaha di sektor pariwisata mengalami pelemahan. Hingga berdampak pada beberapa hal, antara lain pekerja yang dirumahkan hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Edy mengatakan. tujuan Kemenparekraf ini adalah untuk memberikan dukungan berupa moril dan meteril yang diharapkan dapat meringankan beban para pekerja pariwisata terdampak Covid-19 khususnya di NTB ini.

Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, Kepolisian serta asosiasi terkait, sebanyak 15 ribu paket sembako yang diberikan adalah hasil usulan dari Dinas Pariwisata Provinsi NTB, dan sudah melalui verifikasi dengan beberapa kriteria penerima.

Paket tersebut juga sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat, diisi dengan produk UMKM lokal.

“Paket isinya beras premium isi 10 kg, minyak goreng isi 1 liter, gula pasir 1 kg, ikan asin 25gram. Isi dari paket ini sesuai arahan Gubernur kita beli dari UMKM-UMKM lokal,” terang Edy disamput tepuk tangan meriah.

Ia menambahkan. para pekerja pariwisata yang mendapatkan bantuan ini adalah mereka yang  sudah mengalami PHK dan yang gajinya belum dibayar hingga tiga bulan ini.

Edy berharap pandemi ini segera berakhir agar pariwisata di NTB dapat normal kembali seperti biasanya.

AYA/HmsNTB




15.000 Paket Sembako Produksi NTB Batuan Dari Kemenparekraf

Ikut membantu UMKM saat menghadapi pandemi

MATARAM.lombokjournal.com  —   Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kadispar NTB, Kadishub NTB, Kasatpol PP NTB, Karo Umum NTB, menerima kunjungan Deputi Bidang Produk Wisata Dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf di Provinsi NTB di ruang kerjanya, Selasa (16/06/20).

Kunjungan itu dihajatkan sebagai bentuk dukungan serta kepedulian kepada penggiat pariwisata di NTB yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

Dukungan yang diberikan berupa bantuan paket sembako.

Silaturahmi yang diwakili Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata Dan Penyelenggara Kegiatan (Events), Edy Wardoyo itu mendapat sambutan gembira. Gubernur menyampaikan rasa terimakasihnya atas bantuan dan kontribusi yang diberikan.

Bantuan yang diberikan sebanyak 15.000 paket sembako. Setiap paket sembako berisikan, 10 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, 1 kilogram gula pasir, dan 250 gram ikan asin.

Bantuan berupa paket sembako, merupakan produk-produk asli dari NTB sendiri. Hal itu untuk ikut membantu UMKM di NTB dalam menghadapi pandemi.

AYA/HmsNTB

 




Tiga Gili Bersiap Menuju “New Normal”

Membuka destinasi wisata Tiga Gili membutuhkan perencanaan dan SOP yang ketat, terutama dalam penerapan protokol Covid-19, sehingga angka nol positif Covid-19 dapat terus dipertahankan

KLU.lombokjournal.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB dan Forkopimda KLU, Sabtu (13/06/20) pagi mengunjungi Gili Trawangan, memberikan arahan terkait persiapan menghadapi new normal tersebut

Kawasan wisata Tiga Gili di Kabupaten Lombok Utara (KLU) sedang bersiap menuju new normal atau kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19.

Wagub Hj Sitti Rohmi

Optimisme penerapan kenormalan baru di destinasi wisata unggulan tersebut semakin mantap lantaran tidak adanya kasus Covid di daerah ini.

.Wagub Hj. Sitti Rohmi mengingatkan masyarakat, agar tetap menjaga kesehatan dan memproteksi diri virus Corona dengan penerapan pola hidup sehat dan mematuhi protokol kesehatan.

“Di dalam kehidupan kita ke depan jangan pernah menyepelekan kesehatan, mengentengkan yang namanya kesehatan,” terangnya.

Apa yang telah dialami oleh masyarakat NTB dari bulan Maret tahun ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran yang berarti dan tentunya dengan mengambil langkah langkah perbaikan secepatnya.

Menurutnya, new normal adalah bagaiamana masyarakat menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari.

“Sehingga bukan kapan new normal ini di berlakukan, akan tetapi bagiamana kita terlebih dulu memberikan pemahaman terkait protokol kesehatan Covid-19 ini, tentunya dengan sunguh-sungguh sehingga dapat dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat,” terangnya.

Wagub menekankan,penanganan Covid-19 ini kuncinya terdapat pada kedisiplinan masyarakat.

“Sesungguhnya yang menjadi garda terdepan di dalam penanganan Covid-19 ini adalah masyarakat, sehingga ini harus dibarengi dengan partisipasi masyarakat,” ujar Wagub.

Menurut Wagub, membuka destinasi wisata Tiga Gili membutuhkan perencanaan dan SOP yang ketat, terutama dalam penerapan protokol Covid-19, sehingga angka nol positif Covid-19 dapat terus dipertahankan.

Wagub pun mengapresiasi atas nol kasus positif Covid-19 di Tiga Gili tersebut.

“Selamat untuk Gili atas nol kasus sampai dengan saat ini yang tentunya harus dibarengi ke depan bagaimana menjaga kebersihan dan seterusnya tidak pernah ada pasien positif,” ujarnya.

“Mudah mudahan kekompakan ini terus dijaga dan semakin baik lagi ke depan, agar Gili ini bisa hidup pada era new normal dan menjadi salah satu destinasi wisata yang diidam- idamkan oleh dunia,” tutupnya.

Bupati Kabupaten Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar  menyampaikan , Tiga Gili ini merupakan green zone atau nol angka postitif Covid-19.

Sehingga persiapan penerapan new normal di destinasi wisata ini kedepan diharapkan dapat menjadi percontohan bagi daerah daerah di NTB.

Berbagai hal terus dilakukan oleh Pemda dalam mempersiapkan menerapkan new normal di Tiga Gili. Salah satunya pemeringah daerah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait persiapan penerapan new normal.

Salah satu yang tercantum dalam SE tersebut, yakni SOP kedatangan serta kepulangan para pengunjung atau tamu di Tiga Gili. Untuk sementara ini pemda hanya mengoprasikan satu pelabuhan, yakni pelabuhan Bangsal.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.Lalu Moh Faozal mengatakan, jumlah hotel dan restoran di Gili Trawangan ini mencapai 120 usaha.

Jika ditotalkan dengan Gili Air dan Gili Meno, maka jumlah hotel dan restoran mencapai 450 usaha dengan jumlah pekerja pariwisata yang mencapai 4.000 lebih.

BACA JUGA :

Faozal menerangkan, atas persetujuan Bupati KLU, masyarakat dan pelaku usaha di kawasan Tiga Gili telah melakukan pembersihan properti masing-masing.

“Dan pada hari ini merupakan simulasi new normal, yakni memahami protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak,” katanya.

AYA/HmsNTB




Dibukanya Tiga Gili Disambut Gembira Pelaku Pariwisata

Pelaku pariwisata ia tetap optimis destinasi wisata ini bisa bangkit lagi mengingat Tiga Gili ini memang tetap menjadi incaran pelancong dunia

KLU.lombokjournal.com —  Keputusan pemerintah membuka destinasi wisata Tiga Gili di Kabupaten Lombok Utara (KLU) secara bertahap disambut gembira oleh para pelaku wisata di daerah tersebut.

Akan dibukanya kembali “kampung dunia” ini tentu akan menghidupkan entitas pariwisata yang sempat mati suri akibat pandemi Covid-19.

Owner Trawangan Cottages, Darmawan mengatakan, dia sangat gembira dengan akan dibukanya kembali wisata Tiga Gili ini. Namun demikian wisatawan yang datang ke sini tentu harus menerapkan protokol Covid-19 untuk keamanan dan kenyamanan bersama.

“Saya berharap penerapan protokol kesehatan tetap diterapkan, sebisanya ini diberlakukan ketat pengawalan oleh petugas selama Covid-19 masih ada,” tutur Darmawan alias Awenk, Sabtu (13/06/20).

Ia mengatakan, sebagai pelaku pariwisata ia tetap optimis destinasi wisata ini bisa bangkit lagi mengingat Tiga Gili ini memang tetap menjadi incaran pelancong dunia.

“Awal Juni sudah ada tamu yang masuk dan mereka merasa nyaman saja di sini. Mereka yang datang tentu sudah ada surat rekomendasi kesehatan dari Rumah Sakit atau Pukesmas,” terangnya.

Ramdan Hadi, pengelola parkir di area Bangsal mengatakan, dirinya optimis usaha perparkiran akan kembali hidup. Karena dampak dari pandemi selama tiga bulan terakhir ini hasil dari jasa parkir kendaraan sangat rendah.

“Tiga bulan ini pemasukan untuk biaya parkir mobil atau motor jauh berkurang hingga 95 persen,” tuturnya.

Misalnya area parkir motor yang bisa menampung 500 lebih motor dan puluhan mobil bila dihitung harian dengan kondisi yang ramai bisa tembus  Rp. 1 juta,

“Namun di masa sulit ini malah pernah saya dapat hanya 10.000 rupiah saja sehari,” lanjutnya.

Karena itulah setelah ia mendengar kabar akan dibukanya kembali Tiga Gili di era new normal ini, ia sangat optimis usaha masyarakat akan kembali hidup.

Hadi banyak menuturkan bagaimana para pelaku wisata sangat terpuruk sejak muncul pandemi ini mulai Maret lalu. Bahkan ia merasa bencana Covid-19 ini lebih parah dampaknya daripada bencana gempa tahun 2018 lalu.

BACA JUGA ; 

“Karena itu saya tersenyum saat mendengar Tiga Gili ini akan dibuka kembali. Karena di sinilah kami bisa hidup,” katanya.

AYA




Tiga Gili Dibuka, Masyarakat  Diajak Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

New normal tidak ada yang berbeda dari sebelumnya, hanya saja sekarang masyarakat harus terbiasa menggunakan protokol kesehatan

KLU.lombokjournal.com —  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi mengatakan, cara mencegah virus Corona ini sangat sederhana dan tidak membutuhkan biaya yang banyak yaitu dengan menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak.

“Bayangkan penyakit yang sedemikian hebat, mencegahnya dengan sedemikian ringan. Oleh karena itu seluruh masyarakat di Gili harus pakai masker, tidak boleh tawar menawar lagi,” kata Nurhandini Eka Dewi saat mengunjungi Gili Trawangan, Sabtu (13/06/20).

Pemerintah ProvINSI (Pemprov) Nsa Tenggara Barat  tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Kadis Kesehatan datang ke Gili Trawangan mendampingi Wakil Gubernur NTB Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah dalam rangka menghadiri acara “Gili Gets Ready for New Normal”.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Forkopimda Provinsi NTB, Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama Forkopimda KLU.

Dokter Eka mengatakan, persyaratan utama untuk masuk ke wilayah Tiga Gili yaitu pengunjung harus melewati proses screening dan masyarakat Gili harus tetap menjaga kesehatan.

“Mari kita nilai diri kita sendiri sekarang, sudah siapkah kita untuk bekerja sama?”, tanya dokter Eka pada masyarakat dan pelaku usaha yang hadir.

Sebelumnya Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan pihaknya mendukung berjalannya new normal khususnya pada sektor pariwisata.

Menurutnya new normal tidak ada yang berbeda dari sebelumnya, hanya saja sekarang masyarakat harus terbiasa menggunakan protokol kesehatan.

“Sebenarnya tidak terlalu penting kapan kita new normal, yang terpenting adalah bagaimana sosialisasi protokol Covid-19 ini sungguh-sungguh masif dan dipahami oleh masyarakat,” tegas Wagub.

Menurutnya, Tiga Gili siap menerapkan new normal jika masyarakat saling mengedukasi dan terbiasa dalam menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak. Kuncinya adalah berdoa, dispilin dan optimis. Selain itu, sistem diperketat agar dapat mendeteksi dengan baik.

“Insya Allah kalau semua dijalankan, kedisiplinan bisa diwujudkan di Tiga Gili ini maka Gili akan siap untuk New Normal,” tutur Wagub.

Di akhir sambutannya Wagub berharap agar kerjasama seluruh pihak dapat terus terjalin dengan  baik.

“Mudah-mudahan kekompakan ini terus dijaga dan semakin baik lagi kedepannya, agar Gili dapat hidup pada era new normal dan menjadi salah satu destinasi wisata yang diidam-idamkan oleh masyarakat,” tutupnya.

BACA JUGA ;

Pada kesempatan yang sama, Ketua Gili Hotel Asosiasi Lalu Kusnawan mengaperasiasi kehadiran Wakil Gubernur beserta jajarannya atas support dan dukungannya kepada pelaku usaha dan masyarakat di Gili Indah.

“Masyarakat di Gili Indah pun sangat mendukung kami, bahu-membahu untuk mempersiapkan ini semua,” jelasnya.

AYA/HmasNTB




Destinasi Pariwisata NTB Dibuka 20 Juni, Dimulai Pembukaan Tiga Gili

Tidak sembarang wisatawan bisa datang ke Tiga Gili, pemeriksaan akan dilakukan di setiap wilayah perbatasan di kabupaten hingga menuju kawasan pantai

MATARAM.lombokjournal.com  — Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai bersiap-siap membuka destinasi pariwisata pada 20 Juni 2020, dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Destinasi pariwisata yang pertama kali dibuka yakni kawasan Tiga Gili yang mulai dibuka pada 20 juni mendatang, seiring dengan recana pemerintah menerapkan skenario New Normal.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Muhamad Faozal menyampaikan itu, Kamis (11/06/20), dan menyebut Provinsi NTB bersiap membuka destinasi pariwisata dimulai dari kawasan Tiga Gili.

“Kawasan tiga gili yg berada di Kabupaten Lombok Utara menjadi destinasi pariwisata pertama yang akan dibuka pada tanggal 20 juni mendatang seiring dengan recana pemerintah menerapkan skenario New Normal,” ujar Faozal.

Pembukaan destinasi wisata tiga gili di Lombok Utara akan menjadi pilot project untuk mengawali new normal di NTB di sektor pariwisata

“Pembukaan kembali objek wisata dilakukan untuk memulihkan industri pariwisata dan perekonomian dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19,” terangnya.

Menurutnya, hingga saat ini Dinas Pariwisata NTB sedang menyempurnakan SOP new normal berbasis cleanliness health and safety.

Beberapa skenario lain juga telah disiapkan untuk rancangan persiapan SOP new normal, antara lain dengan menyiapkan Tim Gabungan dari Dinas Provinsi maupun Kabupaten serta pihak-pihak terkait

Untuk memantapkan pembukaan Kawasan Tiga Gili ini Pemerintah Provinsi NTB juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten Lombok Utara.

Untuk memastikan tidak sembarang wisatawan bisa datang ke Tiga Gili, pemeriksaan akan dilakukan di setiap wilayah perbatasan di kabupaten hingga menuju kawasan pantai.

Syarat Wisatawan dapat berkunjung ke kawasan Tiga Gili yakni harus menunjukkan Surat Keterangan Sehat dan hasil rapid test Covid-19.

Ketentuan itu berlaku bagi individu maupun rombongan kecil, dan harus menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker.

AYA




Disiarkan Live, Wisata NTB Tetap Dapat Dinikmati dari Rumah

Diingatkan,  agar di tengah merebaknya pandemik covid-19, semua pihak bahu-membahu dan bersinergi,  untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara mengikuti himbauan pemerintah dan ulama

MATARAM.lombokjournal.com — Pesona Khazanah Ramadhan di Bumi Seribu Masjid kembali digelar di NTB. Namun di tahun 2020, tajuknya berbeda.

Di tengah merebaknya covid-19, wisata religi ini dilaksanakan secara virtual yang disiarkan live streaming sehingga pesona budaya dan keindahan alam NTB tetap dapat dinikmati para wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Meski tengah menghadapi pandemik Covid-19, pesona dan keramah tamahan kita sebagai warga NTB harus tetap kita lestarikan.

”Mudah-mudahan setelah wabah ini berlalu, wisata NTB tetap menjadi primadona wisatawan mancanegara,” ujar Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc melaui Asisten I Setda Provinsi NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si, saat membuka acara Pesona Khazanah Ramadhan tahun 2020, Kamis (30/04/20) di Balroom Islamic Center, Kota Mataram NTB.

Menurutnya, sebagai salah satu tujuan wisata halal terbaik di Indonesia bahkan dunia, NTB harus tetap melestarikan budaya berdimensi religius termasuk tradisi islami yang dicerminkan dalam kegiatan Pesona Khazanah Ramadhan.

Event ini bukan hanya salahsatu cara kita mengisi kegiatan di bulan Ramadhan, tapi juga media dalam mempromosikan ragam destinasi yang begitu indah.

“Banyak pihak mengakui bahwa keindahan NTB bak surga tersembunyi di bumi,” ujarnya.

Disaksikan oleh Dinas Pariwisata dan pelaku pariwisata se-NTB, mantan Kadis Perindustrian NTB ini mengingatkan agar di tengah merebaknya pandemik covid-19, semua pihak bahu-membahu dan bersinergi,  untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara mengikuti himbauan pemerintah dan ulama.

“Mari kita ikuti tata cara dan prosedur protocol pencegahan Covid-19, dengan tetap dirumah, menjaga jarak, memakai masker ketika keluar rumah dan memncuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kemudian tetap menjaga pola hidup bersih dan menjaga ketahanan imun tubuh, ”ajak Eva Nurcahyaningsih.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos, M.Si dalam laporannya menyampaikan sejumlah kegiatan selama Pesona Khazanah Ramadhan di antaranya adzan Ramadhan di setiap menjelang waktu sholat tiba, tausiah Ramadhan, dialog Ramadhan, mauizoh Ramadhan, tadarus Qur’an, Nuzulul Qur’an, Ramadhan berdzikir, program kuliner Ramadhan, dan untuk memberikan suasana beda ada juga musik Ramadhan dengan akustik religi.

Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan live di Islamic Center saja, namun juga dilaksanakan dibeberapa destinasi wisata dan desa wisata.

Sehingga para wisatawan dapat menyaksiakan keindahan wisata NTB. Program ini dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2020 sampai dengan 20 Mei 2020 akan disiarkan secara live melalui media sosial dan RRI Mataram.

AYA




Tiga Gili Ditutup Sementara untuk Dibersihkan, Bukan Lockdown

Penyeberangan menuju Gili ditutup sementara untuk dilakukan pembersihan dengan penyemprotan disinfektan

MATARAM.lombokjournal.com —  Tiga Gili di Lombok Utara, yaitu Gii Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, termasuk Gili lainnya di NTB tidak diisolasi atau lockdown, melainkan hanya ditutup selama dua pekan untuk dibersihkan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahsanul Khalik mengatakan, adanya informasi Gili lockdown adalah informasi yang keliru.

Ahsanul menghimbau, wisatawan yang tengah berada di Gili tidak perlu panik dan takut.

“Sebaiknya mereka menikmati wisatanya dengan tenang dan tidak perlu panik dan tidak perlu meninggalkan Lombok. Kami hanya menutup penyeberangan sementara hingga 14 hari menuju Gili Terawangan,” katanya di Mataram, Senin (16/03/20).

Ahsanul Khalik yang menjadi Pelaksana Gugus Tugas Percepatan  Penanganan COVID-19 Provinsi NTB, mengatakan penyeberangan yang menuju Gili ditutup sementara untuk dilakukan pembersihan dengan penyemprotan disinfektan.

Namun wisatawan yang berada di Gili dapat bebas keluar tanpa ada halangan. Mereka dapat kembali ke Gili setelah 14 hari.

“Penutupan itu dalam rangka dilakukan pembersihan Gili dan akan dilakukan penyemprotan disinfektan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB,” ujarnya.

Ia meminta wisatawan yang sedang berada di Gili untuk tetap menikmati keindahan alam tanpa perlu khawatir.

Ia juga meminta pelaku pariwisata maupun pendamping wisatawan untuk mengimbau wisatawan tetap tenang dan jangan panik.

AYA




Pelaku Pariwisata Diajak Bersinergi Lawan Virus Corona

Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi, SE, M.Comm pada kesempatan itu mengajak pihak hotel, restoran dan bar di kawasan wisata untuk bekerja sama dalam melawan pandemic Corona

MATARAM.lombokjournal.com –  Penutupan tiga Gili, antara lain Gili Terawangan, Gili Air dan Gili Meno yang dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, demi mengantisipasi penularan Virus Corona dari wisatawan asing yang berpotensi membawanya dari luar NTB.

Penutupan destinasi itu diminta supaya tidak disikapi dengan berlebihan.

“Teman-teman jangan mamaknai ini sebagai penutupan, tapi ini upaya kita memperbaiki sehingga betul-betul provinsi kita ke depan aman, nyaman dan bebas Corona dan lain sebagainya,” ujar Gubernur Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Gubernur Zulkieflimansyah

Arahan itu disampaikannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) sejumlah pelaku usaha pariwisata di NTB terkait penanganan dampak Virus Corona.

Rakor yang diikuti para pemilik dan pengelola hotel serta para pelaku usaha, yang diiniasi oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB ini berlangsung di Hotel Lombok Raya Mataram, Senin (16/03/2020).

Selain itu, seluruh elemen masyarakat dihimbau untuk tidak panik dalam menyikapi virus Corona.

Gubernur Zul yang akrab disapa Bang Zul berharap, dengan adanya langkah antisipasi seperti meliburkan sekolah dan sejumlah tempat umum ditutup akan meredam kepanikan dan kecemasan yang ada ditengah masyarakat.

Tak lupa pula Ia mengingatkan agar selalu menjaga kesehatan, proses penularannya yang cukup mudah membuat wabah ini harus diwaspadai oleh semua pihak.

“Kita tidak perlu panik berlebihan, tidak perlu takut berkepanjangan, tapi pada saat yang sama kita tidak menyepelekan, waspada dan hati-hati sambil terus mengkampanyekan hidup yang bersih dan sehat,” sambungnya.

Bang Zul berjanji akan tetap membantu para pelaku usaha pariwisata agar tetap stabil dan bersemangat dalam mengelola usahanya di NTB.

Masalah terkait pajak dan lain sebagainya akan segera dibahas dengan para Kepala Daerah masing-masing.

Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi, SE, M.Comm pada kesempatan itu mengajak pihak hotel, restoran dan bar di kawasan wisata untuk bekerja sama dalam melawan pandemic Corona.

Mori juga turut memberikan apresiasi kepada Air Asia yang telah meningkatkan sektor pariwisata di NTB.

Air Asia disebutnya telah mendukung penuh penerbangan domestik dan internasional.

“Kita bersatu bersama Hotel, menunjukan support para owner hotel ini untuk kesinambungan penerbangan Air Asia,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. Lalu Moh. Faozal, S. Sos, M. Si menegaskan kembali, ketiga Gili akan ditutup selama dua pekan.

“Penutupan ini menunjukan bahwa Pemprov serius akan hal itu dan selama penutupan kita akan melakukan penyemprotan cairan dan berbagai aktivitas di tiga Gili, di Bandara dan juga tempat lainnya,” ungkap Faozal.

Terhitung hari ini, pihaknya akan menempatkan petugas pada ketiga Gili tersebut. Petugas-petugas ini tergabung dari Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata dan juga Pokja setempat.

Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga akan dilakukan secara berkala.

“Kami akan melakukan sosialisasi Virus Corona secara periodik kepada semua tamu yang ada ditiga Gili termasuk langkah antisipasi kita bersama teman-teman di kawasan itu. Termasuk juga kawasan yang lain, di Kuta dan juga di daerah Sekotong,” katanya.

AYA/HmsNTB




Waspada Corona, Akses Masuk Gili Trawangan, Gili Meno Dan Gili Air  Ditutup Dua Pekan

“Pemerintah akan makin memperkuat dan memperketat pemeriksaan di bandara dan pelabuhan”

MATARAM.lombokjournal.com – Akses pintu masuk menuju Gili Trawangan, Gili Meno Dan Gili Air di Lombok Utara ditutup Selama 14 hari, untuk mewaspadai penyebaran Coronavirus COVID-19.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kominfotik NTB, I Putu Gede Aryadi usai  rapat terbatas yang digelar Pemerintah Nusa Tenggara Barat guna mengantisipasi penyebaran Coronavirus COVID-19, di Kota Mataram, Minggu (15/03/20).

Menurut Gede Aryadi yang tergabung dalam Posko Waspada Virus Corona NTB, hasil rapat juga meliburkan sekolah dan kampus selama dua pekan, kecuali bagi sekolah yang tengah mengadakan ujian nasional.

“Pemerintah NTB juga resmi menutup sementara akses pintu masuk wisatawan di tiga Gili di Kabupaten Lombok Utara selama 14 hari. Yaitu Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno,” katanya.

Penutupan juga termasuk di Gili lainnya di NTB tempat masuknya wisatawan.

“Termasuk sejumlah Gili lainnya yang dijadikan akses wisatawan luar negeri,” katanya.

Selain itu, bandara dan pelabuhan juga akan diperketat untuk mengantisipasi adanya penumpang yang terpapar Corona.

“Pemerintah akan makin memperkuat dan memperketat pemeriksaan di bandara dan pelabuhan,” ujarnya.

AYA

BACA JUGA;

Waspada Corona, Sekolah dan Kampus di NTB Diliburkan Selama Dua Pekan

Gubernur Dan Wagub NTB Bersama Bupati/Walikota Gelar Rapat Antisipasi Virus Corona