Wagub; Protokol Kesehatan Harus Diperketat di Destinasi Wisata

Para stakeholder diajak terus menerus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan khususnya di daerah pariwisata

LOBAR.lombokjournal.com – Destinasi wisata harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, karena itu merupakan salah satu cara mencegah penularan COVID-19.

“Kita tidak boleh bosan dengan protokol covid, karena sarat kita untuk hidup aman dan produktif adalah dengan menerapkan protokol di kehidupan kita pada masa pandemi ini,” kata Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah di Tawun, Sekotong, Lombok Barat, Sabtu (18/07/20).

Hal itu disampaikan Wagub saat peresmian sekaligus pembukaan tempat wisata itu, bersamaan dengan program BISA (bersih Indah Sehat dan Aman) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf) untuk mendorong desa-desa di NTB.

“Hal ini membuktikan, Kemenparekraf sangat memperhatikan wilayah kita ini,” kata Wagub Ummi Rohmi.

Karena itu ia minta seluruh pihak menjaga spot-spot wisata di NTB, baik dari segi kebersihannya maupun keamanannya agar wisatawan tetap nyaman datang ke NTB.

“Harus benar-benar kita bersyukur dengan cara menjaga keindahan dan kelestarian alam agar pariwisata kita berkembang dengan baik,” kata Umi Rohmi.

Dikatakan, keamanan di objek wisata menjadi salah satu perhatian pemerintah untuk perkembangan pariwisata. Dengan berkembangnya pariwisata di desa-desa, dapat mengangkat perekonomian masyarakat sekitar.

“Tidak akan mungkin desa wisata itu akan dikunjungi kalau desa tersebut tidak aman tidak sehat,” ujarnya.

Umi Rohmi mengajak para stakeholder untuk terus menerus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan khususnya di daerah pariwisata.

Protokol kesehatan diperketat di spot-spot wisata agar tidak terjadi penyebaran di spot wisata tersebut, hal itu dilakukan untuk menghindari munculnya asumsi-asumsi negatif terhadap pariwisata di NTB.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Moh. Faozal yang juga hadir menyampaikan, Dermaga Tawun ini adalah dermaga yang digunakan untuk penyebrangan menuju 14 gili di Lombok Barat.

Dermaga yang memiliki luas lahan satu hektar lebih ini, pembangunannya dimulai minggu depan. Dilengkapi beberapa bangunan mulai dari fasilitas ruangan untuk check in hingga shelter bagi pengunjung.

Untuk menunjang perekonomian masyarakat sekitar, dermaga ini menyiapkan kios-kios yang berjejer rapi, digunakan oleh masyarakatuntuk berjualan serta dilakukannya pembenahan di beberapa titik di dermaga Tawun ini.

Prinsip protokol CHSE

Direktur Kelembagaan, Deputi Bidang Sumber Daya Dan Kelembagaan Kemenparekraf, Reza Pahlevi dalam sambutannya berperan, agar setiap destinasi wisata menerapkan sistem prinsip protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan  yang diistilahkan sebagai CHSE (cleanliness, health, safety, environment).

Dengan adanya sistem CHSE ini, diharapkan kepercayaan wisatawan terhadap tempat-tempat wisata di NTB ini dapat meningkat, sehingga berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kedatangan wisatawan.

“Provinsi NTB, khususnya kabupaten Lombok Barat ini saya yakin dengan komitmen ibu Wagub dan bapak bupati, bisa mencapai itu,” ujar Pahlevi.

Pahlevi berharap, program BISA dari Kemenparekraf ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya bagi para pelaku pariwisata di NTB.

Acara tersebut diakhiri dengan penanaman pohon mangrove di pesisir pantai dekat dermaga, untuk menghindari terjadinya abrasi dan memperindah dermaga tersebut. Agar wisatawan dapat menikmati keindahan alam Lombok Barat sebelum menyebrang ke Gili.

Turut hadir dalam acara tersebut, Para Kepala OPD lingkup Provinsi NTB, Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Sumiatun, para Kepala OPD Lingkup Kabupaten Lombok Barat, Forkopimda Lombok Barat serta para pelaku pariwisata di Lombok Barat.

AYA/HmsNTB




Wagub Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Ruang Terbuka Hijau di Islamic Center

Akan dibangun pedestarian sepanjang 150 meter, penanaman kembali rumput seluas 300 meter persegi dengan sumur bor, agar kawasan taman tersebut tetap hijau sepanjang waktu

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah melakukan peletakan batu pertama pembangunan ruang terbuka hijau, Jumat (18/07/20), di kawasan Islamic Center (IC).

Wagub Ummi Rohmi

Pemerintah Provinsi NTB didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) segera membangun ruang terbuka hijau (taman) di kawasan IC.  Demgan demikian, Masjid Raya Hubbul Wathan IC akan menjadi ikon wisata religi kebanggaan NTB akan makin indah.

Peletakan batu pertama itu dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Dr. Ir. Harry Santoso Sungkary, MH.

Selain itu juga ikut hadir Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Moh.Faozal, S.Sos, M.Si, Asisten I, II dan III Setda NTB, serta para perangkat daerah lainnya.

Dalam ruang terbuka hijau tersebut akan dibangun pedestarian sepanjang 150 meter, penanaman kembali rumput seluas 300 meter persegi dengan sumur bor, agar kawasan taman tersebut tetap hijau sepanjang waktu.

Taman IC juga akan dipercantik dan dirimbunkan dengan penanaman 60 pohon Tabebuya dan Ketapang kencana.

Kemenparekraf RI juga memberikan bantuan berupa 20 titik lampu ramah lingkungan bertenaga solar sel, sejumlah kursi dan meja taman, trotoar, hingga tempat sampah untuk mendukung program zero waste yang digaungkan Pemprov NTB.

Wagub NTB yang akrab disapa Ummi Rohmi tersebut kembali menegaskan moto pariwisata NTB yakni, wisata yang berkesinambungan dengan pelestarian lingkungan.

Merujuk pada kekayaan destinasi wisata alam NTB yang telah diakui di kancah nasional dan internasional. Dengan ditetapkannya Taman Nasional Gunung Rinjani sebagai Geopark Unesco dan akan disusul oleh Geopark Nasional Gunung Tambora.

Hal tersebut juga sejalan dengan misi NTB Gemilang, yakni mewujudkan NTB yang Hijau, Asri, dan Lestari yang diperkukuh adanya program unggulan zero waste. Sehingga prinsip-prinsip tersebut harus diterapkan pada setial pembangunan di wilayah NTB.

“Program unggulan zero waste yang merupakan cerminan NTB hijau, asri dan lestari ini tidak boleh terlepas dari pembangunan di NTB,” pesan Wagub.

Ummi Rohmi juga menambahkan, Pariwisata NTB juga tetap harus menerapkan konsep CHS (Clean, Health, Safety) di tengah pandemi Covid-19.

Agar masyarakat bisa tetap berwisata namun tetap terlindungi dari ancaman covid-19.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, DR. Ir. Harry Santoso Sungkary, MH, mengungangkapkan kebanggaannya terhadap Provinsi NTB yang menerapkan program zero waste dan Misi NTB Hijau Asri dan Lestari pada bidang pariwisatanya.

Harry berharap dengan memiliki Wakil Gubernur yang merupakan lulusan Tehnik Kimia, pengolahan sampah di NTB bisa berjalan baik. Sehingga NTB dapat dijadikan contoh oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

“Saya harap lombok bisa menjadi percontohan oleh daerah lain dengan menerapkan program zero waste,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Moh.Faozal, S.Sos, M.Si juga menjelaskan, Taman IC ini direncanakan rampung pada bulan November mendatang. Taman ini bisa dinikmati oleh masyarakat luas dan juga akan dilengkapi juga dengan kawasan e-craft serta menara yang akan dibuka kembali untuk umum.

“Semoga taman ini akan semakin mempercantik Islamic Center,” kata Faozal.

AYA




Diminta Jadi Penasehat GENPI Lombok-Sumbawa, Wagub Menyanggupi  

GENPI diminta berpartisipasi mensosialisasikan secara masif guna menekan penurunan angka positif Covid19 di NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyanggupi permintaan pengurus Generasi Pesona Indonesia (GENPI) yang memintanya masuk dalam jajaran Dewan Penasehat GENPI Lombok-Sumbawa.

Tanggapan Wagub disampaikan langsung setelah Ketua GENPI Pusat, Siti Chotijah S.IP MA mengungkapkan permintaannya dalam silaturahim di ruang tamu Wakil Gubernur, Kamis (16/07/20).

Saat itu Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi itu mengingatkan GENPI, agar berpartisipasi dalam sosialisasi secara masif guna menekan penurunan angka positif Covid19 di NTB, khususnya di desa-desa.

Para wisatawan dan petugas yang menjaga tempat pariwisata juga diharapkan dibekali pengetahuan yang baik tentang penerapan protokol Covid19.

“Bukan menakuti, tapi selalu waspada, jaga kebersihan dan jaga kesehatan. Terwujudnya pariwisata sehat, bersih dan ramah lingkungan itu kita inginkan,” kata Umi Rohmi

Dosen Hamzanwadi itu juga berpesan kepada seluruh masyarakat NTB, agar penerapan protokol Covid menjadi payung yang harus ditaati bersama.

Kesehatan dan keselamatan harus menjadi prioritas yang utama yang harus diutamakan

Adanya Covid19 ini merupakan ujian untuk melakukan proteksi diri akan berbagai bahaya penyakit. Tidak ada solusi lain yang bisa dilakukan selain disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid19.

“Ayo Maskerisasi diri dan tingkatkan disiplin, karena vaksinnya belum ditemukan”ajaknya.

Promosi pariwisata indonesia digital

Sebelumnya, Ketua Siti Chotijah S.IP MA mengatakan, GENPI Lombok-Sumbawa akan membentuk pengurus baru dan sudah menyebar di Indonesia sebanyak 34 provinsi Se-Indonesia dan 92 kabupaten/kota.

Hal ini didasarkan pada Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0015693.AH.01.07 Tahun 2018, tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Generasi Pesona Indonesia Nasional.

“Kami berkunjung ke kantor Ibu, selain bersilaturahim, tetapi menginginkan Ibu jadi pembina di kepengurusan Genpi Lombok-Sumbawa,” kata Mbak Jhe sapaan akrabnya.

Lanjutnya, Komunitas yang masuk dalam unsur pentahelix pariwisata akademisi, bisnis, komunitas, pemerintahan, media ini harus tetap didukung.

Menurutnya, ketika GENPI terus didukung, maka akan menunjang kemajuan sektor pariwisata di NTB.

“Genpi ini tujuannya promosi pariwisata indonesia secara digital. Bagaimana menciptakan crowd digital sehingga mampu mendorong orang untuk travelling,” tutupnya

AYA/HmsNTB

 




Virtual Geotourism Festival 2020; Inovasi Mengundang Wisatawan di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 jangan sampai membuat promosi pariwisata menjadi terhenti

MATARAM.lombokjournal.com —  Festival Geowisata Virtual pertama di Indonesia dibuka oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, hari Rabu (15/04/20) di Pendopo Wakil Gubernur.

Event Virtual Geotourism Festival 2020 ini membuktikan, di masa pandemi Covid-19, pariwisata NTB masih mampu menghadirkan inovasi, dan warna tersendiri dalam mengundang wisatawan meskipun melalui media virtual.

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah

Umi Rohmi sapaan akrab Wagub mengatakan, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang cukup besar pada perekonomian, terutama pada usaha pariwisata.

Pandemi yang telah menimpa seluruh negara di dunia ini telah mengakibatkan sektor pariwisata mengalami penurunan kunjungan wisatawan. Ia pun sangat mengapresiasi kegiatan Festival Geowisata Virtual ini.

“Pemerintah Nusa Tenggara Barat sangat berharap bahwa Festival Geowisata 2020 akan menjadi salah satu dari banyak cara untuk mempromosikan potensi geowisata kami,” ucapnya.

Mewakili Pemprov NTB, Umi Rohmi yang juga didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan Kepala Bappeda Provinsi NTB, mengucapkan terima kasih atas perhatian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kementerian Parekraf telah memberikan dukungan tanpa henti untuk menjadikan NTB tujuan wisata kelas dunia berikutnya.

Begitu juga dengan Komunitas Geopark Lombok Rinjani, yang disebutnya telah berkontribusi besar dalam mempromosikan serta menjaga kelestarian di Rinjani.

“Kehormatan bagi provinsi kami untuk menjadi bagian dari festival yang luar biasa ini dan kami berharap bahwa melalui acara ini kami juga akan dapat mempromosikan potensi pariwisata kami dan produksi industri bisnis kecil kami di NTB,” tambahnya.

Umi Rohmi juga menekankan, pariwisata dan pelestarian alam merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan.

Untuk itu, pengembangan pariwisata haruslah dibarengi dengan pelestarian alam juga.

“Pariwisata itu harus dengan pelestarian alam, tidak bisa tidak,” tegasnya.

Selain itu, dengan adanya pandemi Covid-19 menurutnya telah memberikan pembelajaran pada sektor pariwisata.

Destinasi pariwisata ke depan diharapkan mampu menyediakan pariwisata yang bersih, sehat dan aman dengan memperhatikan pelestarian lingkungan.

Geopark, Destinasi yag Diminati

Sebelumnya, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Ir. Rizki Handayani Mustofa menjelaskan, Geopark ke depan akan menjadi suatu destinasi yang sangat diminati pada era adaptasi kebiasaan baru.

Karena itu, Geopark Rinjani diharapkan dapat dijaga serta dilestarikan dengan sebaik-baiknya.

“Ini merupakan suatu aset bagi NTB untuk tetap kita lestarikan dan yang paling penting adalah kedepan ketika kemudian kita terus kembangkan Rinjani ini untuk menjadi destinasi pariwisata, kita jangan lupakan masalah-masalah pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Rizki mengapresiasi kegiatan Geowisata Virtual tersebut karena sesuai dengan keadaan saat ini. Ia mengatakan bahwa pandemi Covid-19 jangan sampai membuat promosi pariwisata menjadi terhenti.

“Salut sekali, dari yang sebelumnya offline, kemudian menjadi online seperti saat ini. Ini merupakan suatu inovasi dimana teman-teman ternyata tidak berhenti, adanya pandemi tidak menjadikan mereka setop, adanya pandemi terus membuat mereka berinovasi, sehingga festival tetap dijalankan,” jelasnya.

Tak hanya itu, keterlibatan anak-anak muda NTB terhadap pariwisata diharapkan mampu meningkat dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini. Sehingga, rasa cinta dan bangga akan Geopark Rinjani maupun pariwisata lainnya dapat terus tumbuh di hati anak-anak muda NTB.

Sementara itu, Deputi Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Odo R. M. Manuhutu menyambut baik terselenggaranya Virtual Geotourism Festival. Kegiatan ini dinilai sebagai salah satu upaya recovery sektor pariwisata selama masa pandemi, khususnya di Provinsi NTB.

“Ini menjadi salah satu bukti bahwa pandemi Covid-19 bukan suatu halangan untuk kita terus bekerjasama dalam membangun negeri, terutama yang erat kaitannya dengan pengembangan Geowisata dan Geopark di Indonesia,” tutur Odo.

Ia pun meminta keterlibatan masyarakat dalam mempromosikan serta mengelola pariwisata di NTB dan juga di Indonesia pada umumnya. Begitu pula dengan produk-produk dari pelaku usaha yang diharapkan dapat dipromosikan melalui kegiatan ini.

“Kegiatan Virtual Geotourism Festival ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memberikan ruang dan peluang bagi para kelompok dan pelaku sektor pariwisata untuk dapat mempromosikan produk-produknya,” tutupnya.

Event Virtual Geotourism Festival ini akan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 15 dan 16 Juli 2020.

AYA/HmsNTB




Pelaku Wisata NTB, Kemenparekraf dan Badan Pelaksana RL-UGGp Gelar ‘Festival Geowisata Virtual’

Para peserta festival akan melibatkan Jaringan Geopark Indonesia (JGI), Jaringan Geopark Asia Pasifik (APGN) dan Jaringan UNESCO Global Geopark di seluruh dunia

MATARAM.lombokjurnal.com —  Event Festival Geotourism Virtual pertama di Indonesia akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 15-16 Juli 2020.

Kegiatan Festival Geowisata 2020 yang diselenggarakan Badan Pelaksana Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark (RL-UGGp) ini, didukung oleh Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif.

Juga menggandeng kerjasama dengan berbagai pihak, seperti Bappeda Provinsi NTB, Dinas Pariwisata NTB, Dinas ESDM NTB, Dinas LHK NTB, Dinas Pendidikan & Kebudayaan NTB, Dinas Kominfotik NTB, Dinas Perhubungan NTB,  Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, IAGI NTB, Geopark Tambora & ASTINDO DPD NTB.

Penyelenggaraan acara ini untuk membuktikan, dalam keadaan orang masih bisa terus produktif dengan aneka kreasi dan inovasi. Ini sangat terkait dengan New Normal, mendukung program Zero Waste karena ada kunjungan wisatawan, namun secara virtual, jadi pasti Nol Sampah.

Event virtual tentang geowisata   pertama di Indonesia ini didedikasikan untuk para pelaku wisata, pelaku UMKM dan masyarakat luas di NTB dan Indonesia, yang mau belajar, pantang menyerah dan mau memanfaatkan peluang.

Ketua Panitia Meliawati Ang mengatakan, panitia menyediakan 30 booth virtual untuk para pelaku wisata dan pelaku UMKM yang ada di Lombok dan Sumbawa.

Panitia telah bekerjasama dengan asosiasi travel agent Indonesia ASTINDO DPD NTB untuk  mengisi booth pameran virtual ini.

Untuk pelaku UMKM panitia akan melibatkan para pelaku UMKM binaan instansi-instansi pemerintah seperti Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB dan instansi lainnya.

Ragam acara

Penyenggaraan acaranya meliputi pameran & eksebisi pelaku UMKM dan pelaku wisata, webinar, virtual tour dan pertunjukan budaya & musik jazz.

“Dalam kegiatan Pameran & Eksebisi akan diikuti oleh para pelaku UMKM dan pelaku wisata di NTB yang akan memamerkan aneka produk UMKM dan aneka Produk wisata yang dimiliki,” kata Meliawati Ang dalam siaran persnya yang diterima media, Kamis (09/07/20).

Ia menerangkan untuk acara webinar, akan mengangkat tema tentang geowisata. Terdiri dari tiga sesi dengan topik-topik menarik yang akan disampaikan oleh para praktisi geowisata berskala internasional, yaitu :

Topic 1 :

Geoturism Development in Asia Pacific (Prof. Jin Xiaochi, Presiden Asia Pacific Geoparks Network (APGN). Moderator : Lalu Adi Gunawan, Ph.D.

Topic 2 :

Success Story of Geoturism Development in Japan (Dr. Atsuko Niina & Ms. Yoshie Nakada dari Jaringan Geopark Jepang)  Moderator : Surayani Eka Wijaya, Ph.D.

Topic 3 :

How to Create Geoturism Package (Prof. Noel Scott, dari University of Sunshine Coast – Australia). Moderator : Khusnul Khotimah, S.Pd., M.Pd.

Sedangkan acara Virtual Tour tersedia 7 paket wisata virtual yang bisa dipilih oleh para peserta festival yaitu :

  1. Trail to the most Complete Eruption History of Rinjani – Lokasi Desa Tanak Beak dan Sekitarnya – Lombok Tengah.
  2. A Walk to Remember in Ancient Caldera of Sembalun – Lokasi Desa Sembalun dan sekitarnya – Lombok Timur.
  3. Rinjani Cultural Landscape – Lokasi Desa Senaru dan sekitarnya – Lombok Utara.
  4. Exotic Tambora – Lokasi Gunung Tambora – Dompu.
  5. Wild Life Bird Watching: Transition Type of Asian – Australian Avifauna – Lokasi TWA Kerandangan dan sekitarnya – Lombok Barat.
  6. Poso Lake Virtual Geotour – Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
  7. Trek To The Most Powerful Volcano Eruption in Modern Era – Jalur Pendakian Gunung Rinjani – Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Kegiatan virtual tour ini akan memberdayakan para pelaku wisata yang ada di masing-masing kawasan.

“Mereka akan dilibatkan sebagai Interpreter lokal yang akan memandu wisata virtual secara interaktif dengan para peserta festival,” katanya.

Selain untuk memberdayakan para pelaku wisata, acara ini juga sekaligus untuk memperkenalkan  Virtual Tour sebagai potensi ekonomi baru di bidang pariwisata kepada para seluruh pelaku wisata yang ada di NTB.

Sehingga ke depan, dalam kondisi apapun para pelaku wisata masih tetap bisa produktif dan roda perekonomian di sektor pariwisata akan tetap terus bisa berputar.

Sebagai acara hiburan, diacara virtual ini juga akan ditampilkan acara hiburan berupa pertunjukan seni budaya berkolaborasi dengan penampilan musik jazz.  Selengkapnya acara hiburannya adalah :

  1. Hikayat Samalas, melibatkan pelaku budaya Lombok yang akan membacakan babad lombok.
  2. Cultural Performance & Jazz, kolaborasi antara seniman Lombok dan para pelaku musik Jazz.
  3. The Story of Peresean, Sejarah, filosofi dan teknis pelaksanaan olah raga tradsional Peresean akan disampaikan dalam bentuk video oleh salah seorang tokoh budaya Lombok.
  4. Tarung Peresean, akan menampilkan live performance pertarungan peresean yang akan mempertemukan para pepadu-pepadu terbaik pulau Lombok.

Meliawati mengatakan, para peserta festival akan melibatkan Jaringan Geopark Indonesia (JGI), Jaringan Geopark Asia Pasifik (APGN) dan Jaringan UNESCO Global Geopark di seluruh dunia.

Selain itu peserta umum lainnya juga akan mengundang kelompok-kelompok komunitas, asosiasi, akademisi, pelajar dan mahasiswa dan masyarakat umum lainnya baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Sehingga target peserta yang akan mengikuti acara Festival Geowisata 2020 ini ditargetkan sejumlah minimal 500-1000 orang. Registrasi peserta sudah mulai dibuka sejak tanggal 23 Juni 2020.

Acara ini rencananya akan dibuka secara resmi oleh  Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah tanggal 15 Juli 2020 pukul 09.00 WITA yang akan dilakukan secara virtual.

Akan mengundang perwakilan dari kantor UNESCO Paris, Kantor UNESCO Global Geopark Council, Kantor Global Geopark Network,  Kantor UNESCO Jakarta,  Asia Pacific Geopark Network (APGN), Kemenko Maritim & Investasi, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementrian ESDM, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Komite Nasional Indonesia Untuk UNESCO (KNIU), Badan Geologi Bandung, Jaringan Geopark Indonesia (JGI) dan seluruh anggota Jaringan Geopark Indonesia sejumlah 19 geopark.

“Dengan memanfaatkan kemudahan teknologi kita bisa tetap berinteraksi tanpa batas dengan siapapun dan dari belahan bumi manapun dengan mudah, murah dan meriah. Melalui virtual event ini, kita bisa belajar bersama, berbisnis menghasilkan uang  sekaligus berwisata.” tutupnya.

AYA/HmsNTB

 




Pelaku Wisata NTB, Kemenparekraf dan Badan Pelaksana RL-UGGp Gelar ‘Festival Geowisata Virtual’

Para peserta festival akan melibatkan Jaringan Geopark Indonesia (JGI), Jaringan Geopark Asia Pasifik (APGN) dan Jaringan UNESCO Global Geopark di seluruh dunia

MATARAM.lombokjurnal.com —  Event Festival Geotourism Virtual pertama di Indonesia akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 15-16 Juli 2020.

Kegiatan Festival Geowisata 2020 yang diselenggarakan Badan Pelaksana Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark (RL-UGGp) ini, didukung oleh Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif.

Juga menggandeng kerjasama dengan berbagai pihak, seperti Bappeda Provinsi NTB, Dinas Pariwisata NTB, Dinas ESDM NTB, Dinas LHK NTB, Dinas Pendidikan & Kebudayaan NTB, Dinas Kominfotik NTB, Dinas Perhubungan NTB,  Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, IAGI NTB, Geopark Tambora & ASTINDO DPD NTB.

Penyelenggaraan acara ini untuk membuktikan, dalam kondisi pandemi Covid-19, ternyata orang masih bisa terus produktif dengan aneka kreasi dan inovasi. Ini sangat terkait dengan New Normal, mendukung program Zero Waste karena ada kunjungan wisatawan, namun secara virtual, jadi pasti Nol Sampah.

Event virtual tentang geowisata   pertama di Indonesia ini didedikasikan untuk para pelaku wisata, pelaku UMKM dan masyarakat luas di NTB dan Indonesia, yang mau belajar, pantang menyerah dan mau memanfaatkan peluang.

Ketua Panitia Meliawati Ang mengatakan, panitia menyediakan 30 booth virtual untuk para pelaku wisata dan pelaku UMKM yang ada di Lombok dan Sumbawa.

Panitia telah bekerjasama dengan asosiasi travel agent Indonesia ASTINDO DPD NTB untuk  mengisi booth pameran virtual ini.

Untuk pelaku UMKM panitia akan melibatkan para pelaku UMKM binaan instansi-instansi pemerintah seperti Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB dan instansi lainnya.

Ragam acara

Penyenggaraan acaranya meliputi pameran & eksebisi pelaku UMKM dan pelaku wisata, webinar, virtual tour dan pertunjukan budaya & musik jazz.

“Dalam kegiatan Pameran & Eksebisi akan diikuti oleh para pelaku UMKM dan pelaku wisata di NTB yang akan memamerkan aneka produk UMKM dan aneka Produk wisata yang dimiliki,” kata Meliawati Ang dalam siaran persnya yang diterima media, Kamis (09/07/20).

Ia menerangkan untuk acara webinar, akan mengangkat tema tentang geowisata. Terdiri dari tiga sesi dengan topik-topik menarik yang akan disampaikan oleh para praktisi geowisata berskala internasional, yaitu :

Topic 1 :

Geoturism Development in Asia Pacific (Prof. Jin Xiaochi, Presiden Asia Pacific Geoparks Network (APGN). Moderator : Lalu Adi Gunawan, Ph.D.

Topic 2 :

Success Story of Geoturism Development in Japan (Dr. Atsuko Niina & Ms. Yoshie Nakada dari Jaringan Geopark Jepang)  Moderator : Surayani Eka Wijaya, Ph.D.

Topic 3 :

How to Create Geoturism Package (Prof. Noel Scott, dari University of Sunshine Coast – Australia). Moderator : Khusnul Khotimah, S.Pd., M.Pd.

Sedangkan acara Virtual Tour tersedia 7 paket wisata virtual yang bisa dipilih oleh para peserta festival yaitu :

  1. Trail to the most Complete Eruption History of Rinjani – Lokasi Desa Tanak Beak dan Sekitarnya – Lombok Tengah.
  2. A Walk to Remember in Ancient Caldera of Sembalun – Lokasi Desa Sembalun dan sekitarnya – Lombok Timur.
  3. Rinjani Cultural Landscape – Lokasi Desa Senaru dan sekitarnya – Lombok Utara.
  4. Exotic Tambora – Lokasi Gunung Tambora – Dompu.
  5. Wild Life Bird Watching: Transition Type of Asian – Australian Avifauna – Lokasi TWA Kerandangan dan sekitarnya – Lombok Barat.
  6. Poso Lake Virtual Geotour – Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
  7. Trek To The Most Powerful Volcano Eruption in Modern Era – Jalur Pendakian Gunung Rinjani – Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Kegiatan virtual tour ini akan memberdayakan para pelaku wisata yang ada di masing-masing kawasan.

“Mereka akan dilibatkan sebagai Interpreter lokal yang akan memandu wisata virtual secara interaktif dengan para peserta festival,” katanya.

Selain untuk memberdayakan para pelaku wisata, acara ini juga sekaligus untuk memperkenalkan  Virtual Tour sebagai potensi ekonomi baru di bidang pariwisata kepada para seluruh pelaku wisata yang ada di NTB.

Sehingga ke depan, dalam kondisi apapun para pelaku wisata masih tetap bisa produktif dan roda perekonomian di sektor pariwisata akan tetap terus bisa berputar.

Sebagai acara hiburan, diacara virtual ini juga akan ditampilkan acara hiburan berupa pertunjukan seni budaya berkolaborasi dengan penampilan musik jazz.  Selengkapnya acara hiburannya adalah :

  1. Hikayat Samalas, melibatkan pelaku budaya Lombok yang akan membacakan babad lombok.
  2. Cultural Performance & Jazz, kolaborasi antara seniman Lombok dan para pelaku musik Jazz.
  3. The Story of Peresean, Sejarah, filosofi dan teknis pelaksanaan olah raga tradsional Peresean akan disampaikan dalam bentuk video oleh salah seorang tokoh budaya Lombok.
  4. Tarung Peresean, akan menampilkan live performance pertarungan peresean yang akan mempertemukan para pepadu-pepadu terbaik pulau Lombok.

Meliawati mengatakan, para peserta festival akan melibatkan Jaringan Geopark Indonesia (JGI), Jaringan Geopark Asia Pasifik (APGN) dan Jaringan UNESCO Global Geopark di seluruh dunia.

Selain itu peserta umum lainnya juga akan mengundang kelompok-kelompok komunitas, asosiasi, akademisi, pelajar dan mahasiswa dan masyarakat umum lainnya baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Sehingga target peserta yang akan mengikuti acara Festival Geowisata 2020 ini ditargetkan sejumlah minimal 500-1000 orang. Registrasi peserta sudah mulai dibuka sejak tanggal 23 Juni 2020.

Acara ini rencananya akan dibuka secara resmi oleh  Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah tanggal 15 Juli 2020 pukul 09.00 WITA yang akan dilakukan secara virtual.

Akan mengundang perwakilan dari kantor UNESCO Paris, Kantor UNESCO Global Geopark Council, Kantor Global Geopark Network,  Kantor UNESCO Jakarta,  Asia Pacific Geopark Network (APGN), Kemenko Maritim & Investasi, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementrian ESDM, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Komite Nasional Indonesia Untuk UNESCO (KNIU), Badan Geologi Bandung, Jaringan Geopark Indonesia (JGI) dan seluruh anggota Jaringan Geopark Indonesia sejumlah 19 geopark.

“Dengan memanfaatkan kemudahan teknologi kita bisa tetap berinteraksi tanpa batas dengan siapapun dan dari belahan bumi manapun dengan mudah, murah dan meriah. Melalui virtual event ini, kita bisa belajar bersama, berbisnis menghasilkan uang  sekaligus berwisata.” tutupnya.

AYA/HmsNTB

 




New Normal, Hanya Kuala Lumpur Yang Mulai Buka Penerbangan

Negara – negara lainnya belum membuka penerbangan antar negara, karena khawatir penyebaran virus Corona

MATARAM.lombokjournal.com – Di tengah pandemi Covid 19 yng sekarang memasuki era New Normal, penerbangan internasional sudah mulai buka. Meski hanya satu negara saya yaitu Kuala Lumpur Malaysia.

Pembukaan penerbangan internasional ini merupakan kabar baik untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancaegara..

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Moh. Faozal kepada media, Kamis (02/07/20) di Mataram.

Ia mengatakan, jumlah penerbangan Kuala Lumpur Lombok yaitu sebanyak tiga kali dalam seminggu untuk maskapai Air Asia.

Tidak saja penerbangan internasional, Air Asia juga melayani rute domestic yaitu Jakarta Lombok.

“Internasional flight kita akan mulai dari tiga kali dalam seminggu KL- Lombok oleh AIr Asia, Itu kabar baiknya. kemudian Air asia akan melayani rute domestik Jakarta dulu.  itu artinya internasional kita mulai kebuka,” katanya.

Negara – negara lainnya belum membuka penerbangan antar negara, karena khawatir penyebaran virus Corona.

Beberapa negara yang menjadi penyumbang jumlah kunjungan yang cukup besar di NTB selain Kuala Lumpur yaitu Singapura dan Australia. Untuk Australia akan mulai membuka penerbangan internasionalnya pada tahun 2021 mendatang.

Karena saat ini, penerbangan yang dilakukan hanya antar negaranya saja. Aturan ini juga diberlakukan di Negara Singapura.

“Australia belum. Australia aturan negaranya masih belum antar negeranya sendiri. tidak bisa keluar hingga akhir tahun. Singapura juga seperti itu,”ucap Faozal

Selain itu, potensi peningkatan kunjungan wisatawan di tengah pandemi Covdi 19 ini terlihat dari pariwisata di Bali sudah mulai bisa diakses. Syarat untuk bisa berwisata ke Bali tidak lagi menggunakan Swab melainkan hanya rapid tes.

Dengan dibukanya Bali, maka diprediksi kunjungan wisatawan  di Tiga Gili di Kabupaten Lombok Utara bisa meningkat.

“Kita dapat kabar Bali sudah buka juga dengan syarat yang lebih mudah dengan tidak menggunakan VCR tdapi mengggunakan rapid. Mulai kemarin. Jadi, kalau Bali sudah buka Gili juga akan segera menyusul,” kata Faozal..

AYA




Medana Bay Marina di Lombok Utara Terapkan Protokol Covid-19 Secara Ketat

Selain sebagai tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kesehatan pengunjung, juga untuk membiasakan pihak manajemen hotel bekerja sesuai standar prosedur tatanan kenormalan baru

MATARAM.lombokjournal.com — Manajer Hotel dan Restoran Medana Bay Marina Lombok Utara, Zaki Bachtiar menyatakan, perusahaannya siap memulai usaha mengikutI tatanan kenormalan baru (new normal) dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

“Kami sudah dapat sertifikat CHS (Cleanlinnes, Health and Safety),” kata Manajer Operasional Medana Bay Marina Zaki Bachtiar kepada wartawan, Rabu, (02/09/20).

Zaki mengaku perusahaannya telah mulai menerima tamu sejak sebulan yang lalu.

Dalam praktek usahanya, Medana Bay Marina memberlakukan aturan ketat terhadap tamu dan karyawaya untuk selalu menaati protokol Covid-19 sesuai arahan pemerintah.

“Sebelum new normal, kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Hal tersebut selain sebagai tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kesehatan pengunjung, juga untuk membiasakan pihak manajemen hotel bekerja sesuai standar prosedur tatanan kenormalan baru.

“(Tempat) cuci tangan di mana-mana (ada), handsanitizer, masker, cek suhu tubuh itu kita udah biasa,” ujarnya.

Dijelaskan, jauh hari sebelum wacana tatanan kenormalan baru diterapkan, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 telah melaksanakan pendampingan terkait tatacara penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Kita sudah dikasi cara-caranya untuk penanganan. Dari situ kita belajar kan mas,” terangnya.

Diakui, hal tersebut membuat perusahaan terbiasa menjalankan kegiatan usaha dengan aturan protokol kesehatan yang ketat.

BACA JUGA;

Pendampingan Dari Dinas Kesehatan Lombok Utara Sangat Membatu Pengusaha Pariwisata

Membiasakan perusahaan bekerja sesuai standar protokol kesehatan yang ketat menjadi penting agar fokus perusahaan bisa diarahkan ke hal lain.

Ast




Pemerintah Diminta Longgarkan Aturan ke Luar Daerah

MATARAM.lombokjournal.com —  Pariwisata sebagai salah satu sektor penunjang utama prekonomian NTB sangat merasakan dampak pandemi Corona atau Covid 19.

Sejauh ini, masyarakat NTB yang menggantungkan hidupnya melalui sektor pariwisata nyaris tanpa penghasilan.

Tak adanya tanda-tanda Covid 19 segera berakhir semakin menekan mereka.

Kebijakan kenormalan baru sempat menimbulkan asa, tapi dengan ketatnya aturan bepergian ke luar daerah, tak menimbulkan dampak positif bagi keamanan ekonomi pelaku pariwisata.

Wakil Ketua Komisi II Bidang Ekonomi DPRD NTB yang menaungi bidang pariwisata, Abdul Rauf minta pemerintah segera longgarkan aturan ke luar daerah.

“Kita berharap new normal ini membawa satu perubahan prilaku baru, cukup kita cuci tangan, pakai masker, jaga jarak. Itulah sebetulnya yang membuat kita terhindar dari covid. Tidak perlu lagi aturan yang mewajibkan swab. Orang takut bepergian karena itu,” ujarnya pada lombokJornal.com, Kamis (25/06/2020).

Menurut Rauf, saat ini masyarakat sangat ingin melakukan kunjungan wisata karena bosan tidak bisa kemana-mana. Tapi karena aturan ke luar daerah yang mewajibkan mereka untuk menyertakan hasil tes kesehatan seperti swab dan rapid test membuat mereka takut.

Ketakutan muncul bukan karena mereka positif terpapar, melainkan karena stigma negatif yang terlanjur melekat pada dua model tes kesehatan tersebut.

“Orang takut dengan itu (swab), dimasukkan selang sampai ke sini (leher). (cukup) dijawab dengan jaga jarak, cuci tangan, pakai masker,” katanya.

Untuk diketahui, Pemerintah memang telah mengizinkan masyarakat bepergian ke luar daerah, hanya saja ada syarat yang harus dipenuhi. Syarat tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gugus Tugas COVID-19 nomor 7 tahun 2020.

Dalam SE tersebut dijelaskan masyarakat yang mau bepergian ke luar daerah dengan transportasi umum wajib memiliki hasil tes PCR yang negatif. Atau memiliki surat uji rapid test dengan hasil non reaktif Corona.

Dalam SE juga dijelaskan, masa aktif hasil tes PCR adalah tujuh hari sementara rapid test adalah tiga hari. Selain hal-hal tersebut, masyarakat juga wajib membawa surat keterangan bebas gejala penyakit influenza yang bisa didapatkan dari dokter rumah sakit ataupun Puskesmas.

Ast




Wagub Ingatkan, Pembukaan Obyek Wisata Harus Hati-hati

Di bidang pariwisata, objek wisata dibenahi terlebih dahulu sebelum dibuka kembali. Pembenahan tersebut dilakukan agar objek wisata tidak menjadi sumber penularan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com —  “Pandemi ini mengajarkan untuk benar-benar bisa menghargai dan menempatkan kesehatan pada prioritas pertama dalam hidup kita, mungkin selama ini kita abai terhadap kesehatan,” ungkap Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djaillah, dalam rapat vicon bersama pengurus ASITA, Rabu (24/06/20).

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi salah satu instrumen pembelajaran masyarakat tentang pentingnya kehidupan.

Mayoritas masyarakat  sudah mulai sadar bahwa dengan kesehatanlah kita bisa bekerja, beribadah, serta mengisi hidup dengan lebih produktif.

Menurut wagub, pandemi saat ini memaksa untuk memilih dua hal, yaitu antara mencari aman dan selamat dengan tetap berdiam diri, atau tetap melaksanakan kegiatan rutinitas tanpa memperhatikan adanta pandemic.

Wagub mengatakan NTB mengambil jalan tengah.

“Pandemi ini pilihannya ada dua, apakah mau pilih aman atau produktif, kami di NTB tidak memilih salah satu, kami memilih aman dan produktif,” tegasnya.

Wagub yang biasa disapa Umi Rohmi ini menyampaikan, kita harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

“Beda dengan penyakit-penyakit lain, kuncinya memang hanya satu yaitu kedisiplinan (menerapkan protokol kesehatan),” tutur Umi Rohmi.

Menurutnya, masih banyak orang yang belum sadar akan pentingnya protokol Kesehatan padahal untuk menerapkan protokol kesehatan ini tidak memakan banyak biaya.

“Yang dibutuhkan hanya pakai masker, jaga jarak tidak butuh biaya, apa lagi cuci tangan yang biasa kita lakukan sehari-hari, kenapa sulit? Karena berhubungan dengan mindset, kita tidak bisa melakukan dengan mudah seperti membalikkan telapak tangan,” ungkapnya.

Dikatakan, NTB sudah mulai membangkitkan kembali perekonomian di NTB dengan terus-menerus mencari jalan bersama dengan Forkopimda dan ahli-ahli ekonomi di NTB.

Di bidang pariwisata, objek wisata dibenahi terlebih dahulu sebelum dibuka kembali. Pembenahan tersebut dilakukan agar objek wisata tidak menjadi sumber penularan Covid-19 ini.

“Untuk obyek wisata, kita harus benar-benar memilih, jangan sampai kita gegabah membuka obyek wisata, jangan sampai ada klaster obyek wisata,” jelas Umi Rohmi.

Contohnya tiga gili, yang dipersiapkan sebelum dibuka kembali, seperti memperketat pintu masuk, melibatkan semua unsur. Dari petugas keamanan hingga petugas kesehatan, untuk memastikan keamanan dan kesehatan wisatawan.

Agub Hj Rohmi berharap, masyarakat dapat dengan cepat memahami pentingnya protokol kesehatan agar seluruh aktivitas dapat kembali berjalan dengan lancar.

Empat destinasi siap dibuka

Kepala Dinas Pariwisata, H. Lalu Mohammad Faozal dalam rapat tersebut menyampaikan, kesiapan beberapa titik destinasi wisata yang dibuka secara bertahap, dengan beberapa penyesuaian di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Ada empat destinasi yang siap dibuka, tadi ibu Wagub menyampaikan sangat berhati-hati membuka objek wisata, yang utama adalah penerapan protokol kesehatan. Artinya, pembukaan destinasi bersamaan dengan penerapan protokol kesehatan,” kata Faozal.

Empat destinasi yang secara bertahap dibuka tersebut yakni Tiga gili, Rinjani, Mandalika, dan Senggigi.

Keempat destinasi tersebut melakukan  penyesuaian-penyesuaian untuk menghindari penyebaran Covid-19 di. Penyesuaian yang dilakukan, misalnya tidak dibukanya kolam renang, tidak diizinkannya pesta dan hal lainnya yang menimbulkan keramaian.

Untuk sasaran wisatawan, Faozal mengatakan bahwa saat ini NTB fokus untuk wisatawan domestik mengingat banyak negara luar yang belum membuka penerbangannya.

“Kita tidak bicara mancanegara untuk saat ini, oleh karena itu, untuk saat ini domestik adalah pasar yang akan kami coba,” ucap Faozal.

Diugkapkan, dua jalur masuk dari luar NTB yakni bandara BIZAM dan Pelabuhan Lembar disiapkan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, kendaraan angkutan yang beroperasi juga diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan pengawasan dari pemerintah.

Untuk destinasi pertama yang dibuka yaitu tiga gili, hanya ada satu pintu masuk menuju tiga gili tersebut. Pintu masuk tersebut dijaga dengan ketat oleh petugas gabungan yang akan memastikan wisatawan yang akan ke tiga gili bebas dari Covid-19.

“Kita hanya izinkan satu pintu masuk yaitu bangsal, untuk keluar masuknya orang atau barang, disitu kita siapkan tim, untuk mengecek wisatawan. Kita punya satu pos yang terdiri dari petugas KKP, imigrasi, kesehatan dan lainnya,” terang Faozal.

Di masing-masing gili, baik itu gili meno, gili terawangan, dan gili air sudah disiapkan klinik untuk wisatawan yang membutuhkan layanan kesehatan.

AYA/HmsNTB