Kata Wagub NTB, Mau Hidup Aman dan Produktif Harus Patuh Protokol Covid-19

Semakin disiplin Masyarakat NTB menjalankan protokol kesehatan Covid-19, maka NTB akan lekas pulih

MATARAM.lombokjournal.com

Di tengah kecamuk dampak pandemi terhadap pariwisata, dengan kerja keras dari segala pihak, maka Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah optimis, pariwisata NTB mampu bangkit dan berlari lebih kencang lagi.

“Kita tahu betul tempat kita ini surga dunia, tinggal bagaimana kita sungguh-sungguh bisa bekerja keras bersama-sama,” ujar Wagub coffee morning yang dirangkai dengan penyerahan paket bantuan lauk pauk siap saji (Balasa) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Wagub Hj Sitti Rohmi

Serta penyerahan sertifikat Cleanlines, Healty, Safety, Environment (CHSE), di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Jumat (11/09/20)

Menurutnya, di masa pandemi seperti saat ini, hidup aman dan produktif ialah dua hal yang tidak dapat terpisahkan.

Sehingga, bila ingin hidup produktif kita harus mengedepankan aman. Mewujudkan aman dan produktif amatlah mudah yakni, patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.

“Solusi untuk bisa hidup aman dan produktif hanya satu, hanya patuh protokol Covid-19 pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan.  Kalau kita berinteraksi dengan orang, harus kita gunakan ketiga hal ini,” katanya. .

Sehat saat ini menjadi hal yang sangat penting. Semakin disiplin Masyarakat NTB menjalankan protokol kesehatan Covid-19, maka NTB akan lekas pulih.

“Kita tahu area kita menjadi kuning kemudian hijau, kita bisa beraktivitas dengan leluasa, orang-orang juga dari luar akan sangat percaya dengan kita,” ucapnya.

Lebih jauh, untuk hidup aman dan produktif, Pemerintah Provinsi mengeluarkan sertifikat CHSE yang wajib dimiliki oleh pegiat pariwisata maupun usaha di NTB di tengah pandemi.

Dengan CHSE wisatawan atau pembeli memiliki jaminan aman berwisata. Hal ini disambut baik antusias oleh pegiat pariwisata dan usaha.

Pemrov NTB menjadi pertama di Indonesia yang mengeluarkan Perda Penanggulangan Penyakit Menular.

“Ini satu-satunya solusi untuk kita bertahan dalam kondisi belum ditemukannya vaksin, ini satu-satunya solusi maka dari itu, dengan Perda ini jangan dilihat dendanya, yang kita inginkan masyarakat pakai masker, bila perlu tidak usah tarik-tarikan denda, tetapi kalau tidak pakai masker ya harus didenda,” ujarnya.

Terkait bantuan-bantuan yang disalurkan, Wagub menekankan, harus tepat sasaran, sehingga dengan bantuan yang tepat sasaran dapat menyelesaikan banyak masalah.

“Untuk bantuan-bantuan, saya hanya pesan satu tepat sasaran, ya tepat sasaran, tepat sasaran itu saja. Karena kalau bantuan tepat sasaran begitu banyak masalah yang diselesaikan kalau tidak tepat sasaran tidak ada artinya bantuan bantuan tersebut,” pintanya.

Wagub menyampaikan terimakasih kepada seluruh stakeholder Dinas Pariwisata NTB yang telah bekerja keras untuk pariwisata NTB. “Semoga pariwisata kita semakin maju dan maju lagi,” tutupnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. L. Moh. Faozal mengatakan, Balasa ini merupakan kali kedua dari Kemenpar dan akan dialokasikan untuk memenuhi pekerja pariwisata di Pulau Lombok.

Jumlah Balasa yang diterima NTB sebanyak 6 ribu paket, yang terdiri dari 10 kg beras, 2 kg gula, minyak goreng dan ikan asin.

Moh. Faozal menjelaskan, pelaksanaan CHSE di industri pariwisata NTB, hingga saat ini masih terpantau baik dan akan diserahkan sertifikat CHSE kepada usaha jasa pariwisata di Kawasan Mandalika.

Membantu karyawan

“Jadi ada 5 perwakilan yang hari ini akan menerima, ada Novotel, ada JM hotel, ada Damage Hotel kemudian ada Jivana hotel dan juga satu lagi dari Grand Royal,” ujarnya.

Salah seorang penerima bantuan balasa dan sertifikat CHSE, Adrian perwakilan dari Jivana Resort, mengutarakan rasa terimakasihnya.

Bantuan yang diberikan tersebut menurutnya sangat berguna dan membantu para karyawannya khususnya melewati dampak dari pandemi.

“Balasa alhamdulillah sangat berguna dan membantu sekali bagi para karyawan kami di masa pandemi ini,” ujar Adrian.

Sementara itu Adrian juga menyampaikan rasa bahagianya atas sertifikat CHSE yang telah diperolehnya itu.

“Dengan sertifikat ini, tamu yang datang ke hotel khususnya, atau yang ke Kuta Mandalika umumnya lebih confident, bahwa kita sudah menjalankan semua protokol kesehatan covid-19 dan mereka juga lebih yakin dan tenang bahwa ke Kuta Mandalika, aman dari covid,” ungkapnya.

Langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi NTB ini dinilai sangat tepat dan sangat membantu khusunya pelaku pariwisata.

“Pemprov NTB semua sudah bekerja semaksimal mungkin, alhamdulillah kita dari pihak industri juga mengucapkan  terimakasih, banyak-banyak bantuan, pencerahan, edukasi edukasi yang diterima oleh kita,” ucapnya.

HmsNTB




Sertifikat CHSE Wajib Bagi Pelaku Usaha Pariwisata

Jasa transportasi hingga travel agent serta jasa event organizer belum bisa mendapatkan sertifikat CHSE

MATARAM.lombokjournal.com — 

Syarat mutlak yang harus dipenuhi pelaku usha pariwisata dimasa Pandemi covid-19 yaitu wajib memiliki sertifikat CHSE

Kepala Dinas Pariwista NTB Lalu Moh. Faozal menegaskan itu, hari  Jumat (11/09/20).

“Sertifikat CHSE diperlukan sebagai bahan penguat jasa layanan pariwisata tersebut untuk menguatkan pasarnya dalam menjalankan bisnis pariwisata terlebih dimasa Pandemi Covid-19,” ujar K Lalu Moh. Faozal, di Mataram.

Dinas pariwisata Provinsi NTB mencatat hingga saat ini tercatat sebanyak 128 jasa layanan pariwisata yang sudah memiliki sertifikat CHSE dari 280 Jumlah layanan jasa pariwisata yang mengajukan sertifikat CHSE.

“Dari jumlah tersebut rata rata yg paling banyak mengajukan sertifikat CHSE terdiri dari restoran, sedangkan jasa transportasi hingga travel agent serta jasa event organizer belum bisa mendapatkan sertifikat CHSE karena belum menyelesaikan standar  SOP,” ungkapnya.

Ditegaskan Faozal, Standar utama CHSE adalah kesiapan SDM dan fasilitas yang mendukung seperti kesiapan dengan pelaksanaan protokol Covid-19. Di antaranya perangkat perangkat seperti alat cek suhu badan, tempat cuci tangan handsanitizer hingga penyemprotan rutin untuk disinfektan

AYA




Memasuki Tatanan Kenormalan Baru, Air Terjun Sendang Gila Ramai Pengunjung

Selain karena pandemi Covid-19, sepinya kunjungan sebelum dua bulan lalu karena ada larangan pemerintah

KLU.lombokjournal.com —   Memasuki tatanan kenormalan baru, wisata Air Terjun Sendang Gila di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara kembali ramai dikunjungi wisatawan.

Salah seorang warga lokal selaku penjaga pintu masuk menuju lokasi air terjun kepada lombokjournal.com menyampaikan, pengunjung tak hanya dari Kabupaten Lombok Utara, juga dari Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram.

Kunjungan paling ramai terjadi saat akhir pekan. Mereka rata-rata datang secara rombongan bersama keluarga.

Inak Rizal, pedagang yang sehari-hari berjualan di Air terjun mengatakan, pengunjung kembali ramai sejak dua bulan lalu. Sebelumnya, tidak ada satu pun wisatawan yang datang.

Selain karena pandemi Covid-19, sepinya kunjungan sebelum dua bulan lalu karena ada larangan pemerintah.

“Covid-19 ini. Sepi waktu itu. Baru-baru dia ramai,” ujarnya.

Ramainya pengunjung ke Air Terjun Sendang Gila-pun disyukuri Inak Rizal, sebab bisa kembali berjualan.

Ia bisa meraup keuntungan hingga 500-700 ribu rupiah di akhir pekan. Sementara hari biasa rata-rata 200 ribu rupiah.

“Dua bulan jualan. Ramai terus. Sabtu Minggu paling penok (ramai),” ujarnya.

Perlu diketahui, ada dua air terjun di kawasan Wisata Air Terjun Sendang Gila.

Saat ini, baru Air Terjun Sendang Gila yang boleh diakses wisatawan. Untuk Air Terjun Tiu Kelep masih menunggu izin pemerintah.

Ast




Kawasan Mandalika Dibahas, Gubernur Minta ITDC Beri Alternatif Masyarakat Agar Tak Bekerja di Lahan Tambang

Gubernur melaporkan sengketa lahan masyarakat di kawasan Sirkut Mandalika khususnya kawasan tambang, segera dicari jalan tengahnya

MATARAM.lombokjournal.com

Perkembangan pembangunan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba dan Kawasan Mandalika, dibahas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan bersama Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Kepala Daerah Sumatera Utara, dalam pertemuan secara virtual, Senin (07/09/20).

Dalam rapat itu, hadir pula Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Perhubungan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri ATR/BPN, Menteri Kesehatan dan Perwakilan ITDC.

Pertemuan itu membahas ralisasi pengembangan aksebilitas dan amenitas sebesar 2,897 triliun, utamanya realisasi target penyelesaian dan kendala di lapangan

Menteri Luhut menekankan, agar Kementerian segera mengajukan usulan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk percepatan pembangunan di Danau Toba dan Mandalika pada 2021 dan 2022.

“Di masa pandemi ini adalah kesempatan untuk mempercepat pembangunan aksesibilitas dan amenitas, sebelum pariwisata pulih pada akhir 2021 atau awal 2022,” jelasnya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengatakan, upaya mengaktualisasikan kebijakan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maka direktorat pengendalian pencemaran dan kerusakan pesisir mencanangkan sasaran strategis dalam mengendalikan kerusakan ekosistem laut di Mandalika.

“Kegiatan yang dilakukan berupa inventarisasi ekosistem di Kawasan KEK Mandalika untuk mengetahui seberapa besar tingkat kerusakan ekosistem pesisir dan laut di kawasan Mandalika,” ungkapnya.

Menteri LHK juga menyampaikan rencana jangka panjangnya akan terus melakukan penghijauan di 7 bukit di kawasan Mandalika.

Untuk rencana jangka pendeknya, sejak tahun 2020-2022 akan terus dilakukan penghijauan dan penanaman pohon di Bukit Pink Mandalika.

“Dengan total 350.000 bibit bunga dan 30.000 pohon yang akan ditanam di atas lahan 28 Ha,” ungkapnya.

Sedangkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wisnutama pada tahun 2020 ini, akan membangun Creative Hub di KEK Mandalika.

Tempat tersebut nantinya akan disediakan outdoor stage, hall serba guna, F&B area dan zona kerajinan tenun, mutiara, cukli dan gerabah.

“ITDC menyatakan siap menyediakan lahan sekitar 2.8 Ha untuk lahan creative hub ini,” tuturnya.

Untuk di tahun 2021, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif lanjutnya akan terus mengembangkan kawasan DPSP khususnya di Mandalika.

Selain membangun Creative Hub, akan dibuat sarana fisik dan revitalisasi ruang kreatif, pengembangan desa wisata, pelatihan, sertifikasi SDM Parekraf dan penguatan tata kelola.

“Ini menjadi pendukung event MotoGP 2021, Festival Taliwang, L’etape di Lombok. Serta publikasi dan promosi produk wisata dan sebagai fasilitasi usaha Parekraf dalam transformasi digital,” ungkapnya.

Sengketa lahan

Di Ruang Kerjanya, Gubernur NTB yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Asisten II, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB mengungkapkan, Kementerian sangat membantu dan partisipasi aktif dalam mendukung Provinsi NTB sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas di Indonesia.

Saat itu, Gubernur melaporkan sengketa lahan masyarakat di kawasan Sirkut Mandalika khususnya kawasan tambang, segera dicari jalan tengahnya.

Perlu dilakukan pendekatan yang persuasif dan kekeluargaan sehingga pihak pemerintah dan masyarakat dapat menemukan titik terang agar tidak saling merugikan.

“ITDC harus segera memberikan alternatif kepada masyarakat agar tidak bekerja di lahan tambang Mandalika,” jelas Gubernur Zul.

HmsNTB




Pelaku UKM Diminta Manfaatkan Informasi, Pelatihan dan Pendampingan

Budi berkomitmen memperluas dan memperbanyak pelatihan SDM KUKM terutama untuk kewirausahaan/vocational khususnya kepada daerah wisata super prioritas

LOTENG.Lombokjournal.com — Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM mengajak semua peserta untuk memanfaatkan informasi dan pelatihan serta pendampingan, yang diselenggarakan oleh Kementerian dan Dinas terkait.

Hal itu disampaikan Deputi Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM, Pakoso Budi Prasetyo, SE, MM dalam sambutan pada kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kualitas SDM UKM, Senin (07/09/20).

Pelatihan berlangsung di Hotel D-max Lombok Tengah, dengan mengusung tema “UKM Eksis Mampu Beradaptasi pada Masa Pandemi dan New Normal Covid-19″.

Pelatihan itu terdiri dari, pertama, kegiatan Pemasyarakatan Kewirausahaan yang bemaksud untuk mengenalkan wirausaha kepada para pelaku UKM dan masyarakat umum.

Kedua, Pelatihan Vocational Berbasis Potensi Lokal.

Menurutnya, generasi sekarang harus bisa memanfaatkan seoptimal mungkin sumber-sumber informasi untuk belajar berwirausaha.

Namun, kata Budi jika hanya mengandalkan pelatihan-pelatihan saja dirasa kurang optimal.

Perlu juga mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh Kemenkop dan UKM.

“Namun jika hanya mengandalkan pelatihan-pelatihan tanpa dilakukan pendampingan dirasa hasilnya kurang optimal. Maka dari itu disediakan pendamping-pendamping oleh pemerintah untuk mendampingi pasca pelatihan,” ujar Budi.

Lebih lanjut, Budi menyebutkan generasi muda yang sekarang adalah generasi yang beruntung karena banyaknya layanan-layanan dan akses untuk menjadi wirausaha.

Dimaksudkan untuk lebih mengenalkan dan membentuk wirausaha baru dalam memperkuat wirausaha yang sudah ada.

Kemudian, ia menuturkan bahwa dengan menjadi seorang wirausaha maka bisa semakin berperan lebih banyak.

“Dengan menjadi seorang wirausaha kita bisa berperan lebih banyak. Bisa menolong, menciptakan lapangan pekerjaan dan juga pendapatan yang penghasilannya bisa jauh lebih besar,” tuturnya.

Budi menyampaikan, salah satu program prioritas Presiden, Joko Widodo, adalah Pembangunan Sumber Daya Manusia.

“Kata kunci SDM tangguh, unggul, berkualitas akan meningkatkan daya saing, dan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berperadaban tinggi dan menjadi negara maju dan ini sejalan dengan cita-cita kemerdekaan yaitu membangun masyarakat Indonesia yang sejahtera adil dan makmur,” katanya.

Lebih lanjut, Budi berkomitmen untuk terus memperluas dan memperbanyak pelatihan SDM KUKM terutama untuk kewirausahaan/vocational khususnya kepada daerah wisata super prioritas.

Di NTB sendiri wisata super prioritas berada di KEK Mandalika. Itu semua dilakukan untuk meningkatkan rasio wirausaha nasional saat ini sebesar 3,47 persen dari jumlah penduduk, tahun 2021 ditargetkan 3,64 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, UKM harus tetap eksis, terlebih di Mandalika Lombok Tengah sebagai salah satu wisata super prioritas di Indonesia,” tutup Budi.

Tak boleh berhenti berkarya

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir pada kesempatan tersebut memberikan motivasi kepada seluruh peserta pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut.

“Covid-19 ini tidak boleh membuat kita berhenti untuk berkarya, kita buktikan, UKM NTB mampu bangkit dan berlari,” ungkap Gubernur yang akrab disapa bang Zul tersebut.

Bang Zul menceritakan, saat covid-19 mulai masuk di NTB. Salah satu yang menjadi perhatikan adalah UKM, karena menurutnya, UKM harus mampu bertahan di masa sulit tersebut.

Terbukti, program JPS Gemilang dengan melibatkan ribuan UKM tersebut, mampu membuat perekonomian masyarakat stabil.

BACA JUGA ; Pelaku UKM Pariwisata Dapat Pelatihan, Untuk Pulihkan Ekonomi 

“Saat kita luncurkan JPS Gemilang, ribuan UKM kita libatkan, dengan begitu UKM kita tidak Hanya mampu bertahan bahkan banyak UKM yang menambah karyawannya di tengah pandemi covid-19 tersebut,” tutup bang Zul.

Di akhir acara, Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM didampingi Gubernur NTB menyerahkan bantun stimulus kepada UKM yang terdampak pandemi Covid-19 tersebut.

HmsNTB




Pelaku UKM Pariwisata Dapat Pelatihan, Untuk Pulihkan Ekonomi  

Kerajinan di NTB menjanjikan dan dapat menjadi suatu kerajinan dengan standar dan kualitas yang dapat menjadi suatu kekuatan ekonomi masyarakat

LOTENG.lombokjournal.com

Provinsi NTB dipilih sebagai salah satu provinsi dari beberapa provinsi yang mendapatkan fasilitas pelatihan untuk para pelaku Koperasi dan UKM  di sektor pariwisata dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Pelatihan itu merupakan sinergi Kementerian Koperasi dan UKM bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) bersinergi dalam memulihkan ekonomi pada tatanan kehidupan baru.

Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menerangkan, pelaihan sebagai upaya peningkatan ilmu pelaku UKM di NTB.

Selain itu, menjadi salah satu jalan pemulihan trauma dan penyemangat bagi masyarakat NTB, atas anjloknya perekonomian akibat Pandemi Covid-19.

Pelatihan dipusatkan di dua kabupaten yaitu, Kabupaten Lombok Tengah sebagai lokasi Kawasan Mandalika. Dan Kabupaten Lombok Barat sebagai kawasan destinasi penyangga bagi destinasi super prioritas.

“Dengan adanya pelatihan ini, saya berharap saudara-saudara pelaku UKM di Lombok Tengah khususnya, yang nantinya Lombok Tengah akan menjadi tuan rumah perhelatan even internasional MotoGP dapat meningkatkan potensi yang ada di kawasan NTB,” ungkap Hj. Niken.

Hal itu disampaikannya, saat memberi sambutan pada giat yang bertajuk KUKM eksis dan mampu beradaptasi pada masa pandemi dan new normal Covid-19, di Hotel Illira, Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (07/09/20).

“Mudah-mudahan bapak ibu semua yang mendapatkan pelatihan bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” ujar Bunda Niken.

Hj. Niken mengungkapkan terima kasihnya kepada Dekranasda Pusat atas upaya mengintegrasikan kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM.

“Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu terjadinya sinergitas kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dekranasda Pusat dan Dekranasda Provinsi NTB. Saya sampaikan selamat melakukan kegiatan pelatihan semoga bermanfaat dan bisa memberi semangat juga dan memberi peningkatan pada kualitas kita semua,” kata Hj. Niken

Bantuan khusus untuk Koperasi dan UKM

Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda), Suzana Teten Masduki saat membuka kegiatan itu menyampaikan, keadaan saat ini  memberikan dampak yang luar biasa untuk pelaku pengusaha kecil dan pengrajin.

Sehingga tidak mudah untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru.

“Kita juga perlu mengaspresiasi usaha pemerintah dalam memberikan peluang pelaku usaha untuk meningkatkan kreativitas yang tinggi, dan cara bergerak dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suzana menerangkan, pemerintah menggelontorkan sejumlah bantuan khusus untuk Koperasi dan UKM.

“Mohon bantuannya Kepala Dinas Koperasi UKM di sini bisa membantu untuk mengoptimalkan informasi ini kepada pelaku usaha dan Peran UKM,” tutur Suzana.

Suzana menilai, kerajinan di NTB menjanjikan dan dapat menjadi suatu kerajinan dengan standar dan kualitas cepat dan mencapai target untuk masuk dalam pasar, sehingga dapat menjadi suatu kekuatan ekonomi masyarakat.

“Untuk pelaku usaha, semoga bisa mencapai target dan sukses menjadi usaha menengah kecil yang berkualitas dengan produk barangnya bisa memberi dampak positif bagi masyarakat,” tutupnya.

BACA JUGA ;

Pelaku UKM Diminta Manfaatkan Informasi, Pelatihan dan Pendampingan

Usai kegiatan, Hj. Niken bersama Ibu Suzana dan rombongan mengunjungi gelar produk yaitu Tenun, Ketak, Tas berbahan tenun, dan perhiasan/aksesoris.

Selanjutnya mengunjungi Pelatihan Vokasi Teknik Pewarnaan Alam Tenun, dan terakhir mengunjungi di Koperasi Produksi Syariah Muara Kreatif Lombok.

HmsNTB




BASECAMP SENARU: Penginapan Gratis Bagi Pendaki Rinjani Jalur Senaru, Lombok Utara

Tidak menarik bayaran dipilih Nursaad dengan kesadaran bahwa para pendaki menginginkan penginapan dengan suasana guyub

TANJUNG.lombokjournal.com — Basecamp Senaru terletak di gerbang pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani Dusun Senaru Desa Senaru Kabupaten Lombok Utara.

Terletak di kawasan gerbang pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani, Basecamp Senaru menjadi primadona para pendaki untuk menginap.

Baik mereka yang bersiap mendaki maupun mereka yang baru turun.

Nursaad dan Istri

Alasan penginapan Basecamp Senaru digandrungi pendaki karena pemiliknya tidak menarik bayaran, seberapapun lamanya pendaki menginap.

Mereka hanya membayar makanan dan kopi. Itupun jika memesan.

Pemiliknya bernama Nursaad, sosok sederhana yang banyak dikenal pendaki Rinjani. Baik pendaki lokal, nasional pun mancanegara.

Pada kondisi normal, pendaki yang menginap di Basecamp Senaru bisa mencapai angka seratusan. Tidak satupun dari pendaki yang menginap itu dimintai bayaran.

Kepada lombokjournal.com, Nursaad menjelaskan, jika konsep tidak memungut bayaran telah berlangsung 10 tahun, Sejak 2010 lalu.

Ditanya apakah tidak mengalami kerugian? Ia menjawab tidak.

Keuntungan didapatkan dari menjual makanan dan kopi. Semakin banyak tamu, jualan pun semakin banyak laku.

Meski murah, karena banyak pembeli, lebih dari cukup untuk terus melangsungkan kegiatan usaha.

Hal tersebut belum ditambah penjualan cinderamata dan biji kopi yang ia produksi. Ada tiga jenis biji kopi yang diproduksi Nursaad: Robusta, Arabika, dan Plung.

“Ada tiga jenis kopi, Arabika, Robusta dan Plung. Plung hasil stek Robusta dan Malangsari. Itulah yang menghasilkan Plung,” terangnya.

Tidak menarik bayaran dipilih Nursaad dengan kesadaran bahwa para pendaki menginginkan penginapan dengan suasana guyub.

Suasana yang tidak didapatkan ketika ia mengambil bayaran. Sebab pasti ada jarak antara penginap dengan pemilik.

“Kan mereka ingin ngobrol. Saya menjelaskan tentang jalur pendakian. Itu tidak bisa didapatkan jika mereka menginap di hotel,” katanya.

Diakui, dalam satu tahun, ada 1.500 kartu nama yang ia edarkan ke pengunjung penginapannya. Jika dikalkulasikan dalam 10 tahun, telah mencapai angka 15.000.

Jumlah sebanyak itu sudah lebih dari cukup untuk tidak mengambil langkah promosi usaha secara konvensional melalui media masa maupun media sosial.

Dijelaskan, saat ini ia memiliki jaringan persahabatan lintas budaya. Baik dari Indonesia dan dari mancanegara.

Dari jaringan persahabatan itu, banyak manfaat diperolehnya. Bahkan pernah diminta ikut ke Mekkah tanpa mengeluarkan ongkos sepeserpun.

Tawaran yang kemudian ditolak Nursaad dengan alasan memiliki ketakutan menaiki pesawat terbang.

“Saya takut naik pesawat,” jelasnya.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, para pendaki yang naik ke Gunung Rinjani memang tengah sepi. Sepi pendaki berpengaruh pada sepinya penginapan.

Untuk mengisi waktu, Nursaad mengembangkan produksi biji kopi. Harganya mulai dari 100.000 ribu rupiah sampai 150.000 per kilogram biji kopi.

“Robusta yang proses natural 100.000, yang wine, 150.000 yang honey 120.000,” paparnya.

Ast




Wisatawan Lokal Mulai Ramai Kunjungi Gili Matra

Wisatawan mancanegara sejak pandemi Covid-19 mulai mewabah sampai sekarang belum ada yang berkunjung

TANJUNG.lombokJournal.com — Geliat wisatawan lokal untuk berwisata ke Gili Meno, Air, Trawangan (Matra) mulai meningat.

Jika pada awal pandemi Covid-19 pengunjung yang datang tak sampai sepuluh orang per hari, kini jumlahnya sudah mencapai ratusan.

Sahid, Pengurus Koperasi Karya Bahari di Bangsal

Kepada lombokjournal.com, Sahid, salah seorang pengurus Koperasi Karya Bahari selaku pengusaha transportasi laut dari Pelabuhan Bangsal menuju tiga Gili menyampaikan, kenaikan jumlah pengunjung tersebut dimulai bertahap sejak dua bulan lalu.

“Lebih seratus. Kalau baru-baru Covid itu jak satu, dua. Bahkan Gili Air itu kadang nggak ada. Sekarang lebih seratus. Wisatawan lokal aja,” terangnya. Rabu, (02/08/20).

Sementara turis mancanegara sejak pandemi Covid-19 mulai mewabah sampai sekarang belum ada yang berkunjung.

Selain karena Covid-19, hal tersebut kemungkinan disebabkan tidak dibukanya izin penerbangan dari negara pemasok turis terbanyak seperti Australia.

“Untuk saat ini kan baru Malaysia saja yang buka,” katanya.

Dijelaskan, Koperasi Karya Bahari oleh pandemi Covid-19 terpaksa merumahkan beberapa karyawannya.

Kendati pengunjung sudah mulai meningkat, karena jumlah kunjungan yang jauh menurun dari kondisi normal, kebijakan untuk kembali mempekerjakan karyawan belum mampu dilakukan.

“Beberapa kami rumahkan,” ungkapnya.

 

Sementara Sahid, salah seorang petugas kesehatan dari Gugus Tugas Covid-19 yang berjaga di pintu masuk ruang tunggu penumpang mengaku jika protokol kesehatan diterapkan secara ketat.

Dari pantauan lombokjournal.com, selain wajib mengenakan masker, para pengunjung juga harus melewati prosedur pengecekan suhu tubuh ketika hendak masuk ruang tunggu penumpang.

“Semua wajib pakai masker. Kami gantian berjaga di sini,” jelasnya.

AST




Wagub;  Posyandu Keluarga di Bayan Bisa Geliatkan Desa Wisata

Kepala Desa tiap tahun diminta melakukan pembibitan, dan mulai memikirkan terkait agrowisata yang nantinya ditanami dengan tanaman-tanaman produktif

KLU.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyempatkan diri berkunjung ke salah satu Posyandu yang ada di Bayan, Sabtu (29/08/20).

Lokasi Posyandu tersebut di Rumah Adat Bayan.

Pada kunjungnya itu, Wagub minta agar Posyandu di Bayan ini dapat disatukan dengan Posyandu Keluarga yang nantinya tidak hanya melayani bayi dan ibu hamil saja, tetapi mampu melayani ibu hamil hingga lansia.

Selain itu melalui Posyandu Keluarga bisa digunakan untuk menggeliatkan desa wisata dan edukasi tentang literasi keuangan bagi masyarakat setempat.

Posyandu juga, jelas Wagub, harus dijadikan center of education dari dusun agar masalah yang ada di dusun mampu ditangani dengan baik.

Selain masalah sosial, diharapkan masalah lingkungan juga dapat diintegrasikan dengan bank sampah.

Melanjutkan penjelasannya, Wagub menyampaikan bahwa di masa pandemi saat ini pemerintah desa dan masyarakat bisa lebih giat menanami lahan-lahan kosong.

Dengan kesuburan alam yang ada di NTB harus digunakan semaksimal mungkin.

“Jadi kita ini luar biasa, tanah kita ditanami apa saja InsyaAllah akan tumbuh. Tinggal mau atau tidak saja tanam di pekarangan,” ungkapnya.

Wagub minta agar Kepala Desa tiap tahun melakukan pembibitan dan mulai memikirkan terkait agrowisata yang nantinya ditanami dengan tanaman-tanaman produktif, yang bermanfaat bagi masyarakat.

AYA/HmsNTB

 




Dekranasda NTB Bertekad Jadikan NTB Pusat Busana Muslim Indonesia

Dekranasda memiliki cita-cita yakni, turut menyukseskan MotoGP yang akan terselenggara pada 2021

MATARAM.mbokjournal.com — NTB memiliki potensi budaya yang sangat memukau yang juga turut terdampak oleh pandemi covid-19.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Prov. NTB perlu melakukan sebuah upaya mengatasi hal tersebut.

“Dengan potensi yang dimiliki ikut terdampak oleh pandemi ini, para pengrajin menjadi lesu, untuk itu kita perlu membicarakan kembali mengenai hal ini,” ungkap Ketua Dekranasda Prov. NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat rapat bersama seluruh pengurus Dekranasda NTB di Aula Pendopo Gubernur NTB, Jumat (28/08/20).

Turut hadir banyak pihak yang baru bergabung dengan Dekranasda seperti Dinas LHK, Dikbud, Dinas Pertanian.

Dengan adanya kebersamaan tersebut, diharapkan dapat memudahkan kemajuan kerajinan di NTB.

“Integrasi lintas keberagaman instansi di sini diperlukan karena untuk memajukan kerajinan tidak hanya melihat pengrajinnya saja, tentunya harus mementingkan dari hulu dan ke hilirnya,” ungkap Hj. Niken.

Lebih jauh, Dekranasda memiliki cita-cita yakni, turut menyukseskan MotoGP yang akan terselenggara pada 2021 mendatang dan menjadi pusat busana muslim Indonesia.

Hj. Niken menyampaikan rasa terima kasihnya atas semangat dan juga kontribusi seluruh pengurus Dekranasda.

“Untuk pertemuan selanjutnya kita akan hadirkan Dinas Dinas Kabupaten/Kota dan pihak terkait, nanti bapak ibu bisa menyampaikan kembali apa yang telah dipresentasikan, ” tutup Hj. Niken.

Ketua Harian Dekranasda Prov. NTB, Hj. Nuryanti memaparkan visi dan tiga program kerja Dekranasda periode 2020-2021.

Yakni, program pengembangan produk dan seni budaya, program pemasaran dan kerjasama, serta program pengembangan usaha.

Melalui tiga program tersebut, Dekranasda melakukan berbagai aksi meningkatkan daya saing produk kerajinan berbasis kearifan lokal dengan selera global.

Mendorong IKM kerajinan masuk ke dalam rantai pasok global juga ikut menjadi prioritas Dekranasda.

Dekranasda yang memiliki visi menjadi lembaga yang andal dalam mendukung kemandirian ekonomi nasional ini akan memfokuskan diri pada giat Muslim Fashion Industri dan MotoGP 2021.

Dua giat besar tersebut merupakan lahan dan juga kesempatan bagi pengrajin NTB untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produknya.

Sehingga Dekranasda akan mendorong serta mendukung pengrajin untuk terlibat langsung dan juga menjadi tuan rumah dalam perhelatan bergengsi itu.

“Tujuan utama daripada Dekranasda ini adalah untuk industri dan persiapan kita untuk menyongsong MotoGP 2021,” ucapnya.

Industri yang merupakan ekosistem kerajinan ini akan dibangun melalui penguatan potensi kerajinan Indonesia.

“Ketika kita berbicara tentang industri bapak ibu, termasuk kerajinan dan turunannya. Banyak sekali, mulai dari kepak dan kita hanya butuh bahan bambu yang kita harap kepak menjadi salah satu  karakteristik NTB,” ujarnya.

Terakhir, Hj. Nuryanti memberikan semangat kepada seluruh pengurus agar terus semangat dalam mewujudkan dan melaksanakan program-program yang telah disusun bersama.

AYA/HmsNTB