Taliwang Chiken Steak, Menu Baru di Golden Palace Hotel Lombok

MATARAM.lombokjournal.com

Mengangkat muatan lokal dalam menyajikan menu makanan dan minuman telah menjadi komitmen dari Golden Palace Hotel Lombok (GPHL), salah satu hotel berbintang empat terbaik di Kota Mataram, Lombok.

Menikmati Steak dengan saus barbeqiu mungkin sudah menjadi hal biasa bagi penikmat steak sendiri.

Ada yang berbeda yang dikeluarkan oleh Golden Palace Hotel Lombok yakni menu baru,  Taliwang Chiken steak saus Mashrom.

Menu yang baru diluncurkan pada 3 januari ini cukup diminati oleh masyarakat atau pengungjung di Golden palace Hotel Lombok, dengan harga Rp 50.000/net bisa menikmati steak Ayam bumbu Taliwang tentunya dengan menyesuaikan dengan selera yang mereka inginkan.

“Bisa direquest kok kalau ada yang mau pedes bumbunya atau kentangnya di ganti dengan Nasi, mau pakai dada atau Paha ayam kita bisa penuhi sesuai order,” ujar Chef Muchlis Affandi, selaku Executive Chef GPHL pada Rabu (06/01/21)

Menu yang disajikan ini bermula karena seringnya GPHL mengadakan table maner,kalau orang mataram dikasih makann eropa gak maslah tapi karen ada tamu dari lombok tengah gak biasa dengan makanan Eropa akhirnya pihaknya kereasikan ayam taliwang .

“Dari situlah kita bermula menciptakan Taliwang Chiken steak ini, mengangkat makanan luar tentunya dengan rasa khas lokal yang tingkat kepwdasannya bisa di order,” pungkasnya.

Aya




Bupati Lombok Utara Resmikan Pembukaan Desa Wisata Genggelang

GANGGA.lombokjournal.com –

Bupati Lombok Utara, Dr H Najmul Akhyar SH MH meresmikan pembukaan Desa Wisata Genggelang dan Festival Sangah Kopi di lokasi Air Terjun Tiu Pituq Dusun Panjor, Desa Genggelang (26/12/20).

Dibukanya Desa Wisata Genggelang itu merupakan upaya  untuk membangun semangat recovery setelah bencana menimpa.

“Saya menyaksikan semangat yang luar biasa dari Pokdarwis kita, juga aparatur desa, dusun dan harapan saya kedepan semua lokasi wisata yang ada di Desa Genggelang ini bisa dikunjungi kembali oleh wisatawan kita,” imbuhnya.

Bupati Najmul mendengar laporan dari Pemerintah Desa, sampai 60.000 orang berkunjung dan wisatawan asing mencapai ribuan orang yang sudah datang.

Artinya potensi wisata di Genggelang memang diminati. Ada wisata Tiu Pitu, ada wisata Kampung Cokelat, Rumah Pohon, Kerta Gangga dan sebagainya.

“Saya optimis pada masa mendatang, Genggelang menjadi desa wisata terkemuka, tidak hanya di Lombok Utara tapi juga di level nasional. Kita tahu bahwa ada dua desa wisata nasional yaitu Kerujuk dan Gumantar yang menjadi nominator nasional tahun ini,” tuturnya.

Dikatakan Bupati Najmul yakin, Desa Genggelang bisa menjadi salah satu desa wisata andalan nasional. Apalagi unsur UNDP dan Paluma beserta masyarakat begitu antusias.

Pesan bupati kepada Pokdarwis untuk memajukan potensi wisata sehingga menjadi salah satu wisata andalan di Lombok Utara.

Kepala Desa Genggelang Almaududi mengatakan, launching desa wisata hari ini merupakan niatan beberapa tahun silam.

Cukup lama direncanakan dengan Paluma dan UNDP. Bagaimana menggerakkan ekonomi yang ada di desa.

Dikatakannya, Desa Genggelang memiliki potensi wisata, potensi yang diinisiasi supaya bisa berkolaborasi dan memulai kegiatan-kegiatan menjalankan fungsi destinasi wisata yang ada di Desa Genggelang.

“Selain potensi perkebunan, kita juga mempunyai potensi pertanian yang harus digerakkan kembali. Karena potensi ini subur untuk dikembangkan serta geliat-geliat pariwisata sehingga upaya pariwisata di tingkat desa kita gerakkan bersama -sama,” urainya.

Kades Almaududi berterimakasih kepada berbagai pihak UNDP, Paluma dan Pemda KLU yang perhatian serius dalam membantu perkembangan pariwisata di Desa Genggelang. Manfaat pariwisata dirasakan pengembangannya.

“Mudah-mudahan kebangkitan pariwisata membangkitkan semangat Pokdarwis yang ada, dari tujuh Pokdarwis baru empat yang mulai berbenah, saya berharap tiga Pokdarwis lainnya mulai mengikuti,” katanya.

Di tempat sama, Koordinator Program PETRA UNDP, Zaenudin menyampaikan kegiatan pihaknya di KLU ada beberapa pembangunan infrastruktur.

Ada pembangunan SMK Negeri Genggelang, dimulai pertengahan November, SMK 1 Tanjung, SMK Kayangan, dan SMK Pemenang serta 8 Pustu yang dibangun. Satu diantaranya, ada di Desa Genggelang yaitu Pustu Gangga.

Dijelaskannya, selain infrastruktur UNDP bekerja sama dengan Paluma memberikan dukungan untuk pembangunan infrastruktur masyarakat, seperti Pasar Genggelang sudah rampung 100 persen.

waktu dekat, rencananya serah terima,  kemudian jaringan air bersih di Desa Sambik Elen dalam waktu dekat rencananya juga diserahterimakan, agar bisa cepat bermanfaat.

“Selain kegiatan fisik UNDP melalui mitra di Paluma Nusantara juga memberikan dukungan untuk pemulihan kehidupan pasca-recovery seperti kegiatan ecogreen. Kegiatan lain pendampingan Pokdarwis memperkuat kelembagaan Pokdarwis di Desa Genggelang,” jelasnya.

Kendati kegiatan UNDP sifatnya stimulus hanya setahun, tetapi telah mulai terlihat hasilnya. Dengan ownership kemitraan antara Pemdes dan Pemda, kegiatan di dua desa yakni Sambik Elen dan Genggelang, dari sisi target yang dipilih bisa menyasar fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, jelasnya.

Rangkaian acara berjalan khidmat, dengan pemotongan tumpeng oleh bupati tanda dibukanya Desa Wisata Genggelang. Dilanjutkan dengan kunjungan ke stand UMKM dan spot-spot selfi yang disediakan dengan lomba-lomba yang diadakan panitia penyelenggara.

Acara tersrbut, dihadiri pula anggota DPRD KLU Hakamah, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah KLU Lalu Suratman, unsur UNDP, Perwakilan Paluma Umi Azizah, Ketua Pokdarwis Desa Genggelang Fahrurizal serta tamu undangan lainnya.

sas




Disbudpar Ekspos Publik Hibah Pariwisata KLU 2020

TANJUNG.lombokjournal.com

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Vidi Eka Kusuma MSi bersama Inspektur Inspektorat Lombok Utara, H Zulpadli SE didampingi Kabid Pendapatan Bapenda KLU, Arifin SSos, melakukan kegiatan ekspos publik dana hibah Pemulihan Ekonomi aspek Pariwisata yang diterima pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Selasa (22/12/20).

Hadir dalam kegiatan itu, Auditor dari pihak BPKP RI Perwakilan NTB, Katuk Laksono Haryadi.

Kegiatan tersebut dipandu Kabag Humas dan Protokol Setda KLU, Mujaddid Muhas MA yang dihadiri beberapa pewarta baik media cetak, elektronik maupun online.

Vidi Eka Kusuma

Kadis Budpar KLU, Vidi Eka Kusuma MSi menyampaikan, dana hibah pariwisata yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berdasarkan SK nomor.S-244/MK/7/2020, tanggal 12 Oktober 2020 tentang penetapan hibah pariwisata adalah sebesar Rp.15.324.430.000,-.

Dana tersebut terbagi untuk beberapa peruntukan sesuai dengan keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif nomor KM/694/PL/07.02/M-K/2020, tanggal 9 Oktober 2020, tentang petunjuk teknis hibah pariwisata dalam rangka pemulihan ekonomi nasional tahun anggaran 2020.

“Alokasi 70 persen untuk hotel dan restoran sebesar Rp.10.727.101.000,-,  alokasi 25 persen untuk pelaksanaan kegiatan pariwisata di daerah serta pelaksanaan kegiatan pemulihan ekonomi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebesar Rp. 4.367.462.550,-. Sedangkan alokasi 5 persen untuk biaya operasional pelaksanaan hibah pariwisata dan pengawasan sebesar Rp. 229.866.450,-,” urainya.

Dikatakannya, total calon penerima  hibah 189 pemohon, kemudian diverifikasi. 142 di antaranya dinyatakan layak menerima hibah pariwisata tersebut.

Selanjutnya diadakan review oleh APIP, sehingga direkomendasikan final 121 hotel dan restoran yang memenuhi syarat untuk menerima hibah pariwisata tersebut.

Penyalurannya dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama pada tanggal 16 Desember 2020, dicairkan sebesar Rp.4.097.123.313,-. Kepada 41 hotel dan restoran.

Selanjutnya tanggal 22 Desember 2020 dicairkan sebesar Rp.2.995.872.249,- untuk 80 hotel dan restoran sehingga total pencairan Rp.7.092.995.562. atau 99,98 persen tersalurkan dari SK penerima yang ditetapkan.

“Besaran penerima hibah ini bervariasi tergantung prosentase kepatuhan mereka terhadap kontribusinya pada PAD. Dari besaran ini ada yang terbesar dan terkecil. Adapun yang terbesar sekitar 600 jutaan dan yang terkecil berkisar 50 ribuan,” imbuhnya.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat KLU H Zulpadli mengatakan Bantuan Hibah Pariwisata Pemulihan Ekonomi Nasional yang dikelola oleh Disbudar KLU diberikan kepada kelembagaan, bukan kepada perorangan, melalui mekanisme pengajuan dan review dari APIP Inspektorat KLU dan review atas review dari BPKP RI Perwakilan NTB.

Sedangkan dari unsur BPKP RI Perwakilan NTB, Auditor Katuk Laksono Haryadi menyatakan mekanisme pencairan tidak dilakukan langsung. Review BPKP NTB masih sedang proses terhadap review dari APIP Inspektorat KLU sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kabid Pendapatan Bapenda KLU Arifin SSos menyampaikan, PAD di Lombok Utara tahun 2020 mengalami kemorosotan akibatan pandemi. PAD di KLU 60 persen dari kawasan Gili, sedangkan 40 persen dari luar Gili. Dikatakan pula, penerima hibah adalah hotel dan restoran yang melakukan pembayaran pajak (PAD) Januari-Desember 2019.

Diharapkan melalui bantuan hibah, pihak hotel dan restoran dapat kembali pulih dan normal.

Pemulihan ekonomi pada masa pandemi, khususnya pariwisata di KLU memerlukan partisipasi dari stakeholders untuk secara bersama, membangkitkan kembali pariwisata di Lombok Utara.

wld




Wagub Harapkan Pelaku Wisata Kompak, Agar Pariwisata Bangkit di Masa Pandemi

Pariwisata membutuhkan database yang baik, agar semua program dapat terlaksana dengan baik pula

LOBAR.lombokjournal.com

Untuk membangkitkan pariwisata di masa pandemi, para pelaku pariwisata diminta kompak.

Dengan kekompakan, semua tantangan dunia pariwisata akan bisa diselesaikan dengan baik.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menghadiri sekaligus membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Badan Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB 2020 di Kila Senggigi, Lombok Barat, Senin, (21/12/20).

Dikatakan, Provinsi NTB siap menerima wisatawan. Tapi kesiapan itu tentu harus dibarengi juga dengan kekompakan semua pihak, terutama dalam memberikan kenyamanan dan rasa aman pada wisatawan.

Wagub menekankan pentingnya semua pihak menjaga dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di masa sekarang ini.

“Kondisi sekarang, menjadi kewajiban kita untuk menerapkan protokol kesehatan. Tidak boleh ada tempat di NTB ini yang tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

Pariwisata membutuhkan database yang baik, agar semua program dapat terlaksana dengan baik pula.

Menurut Wagub, database ini memang membutuhkan sinergi yang baik dari semua pihak. Jangan sampai nanti data dari pelaku wisata dengan pihak-pihak yang lain itu berbeda.

“Saya yakin, dengan kerendahan hati kita bersama, duduk bersama memajukan pariwisata NTB ini, terlebih di masa sulit ini, InsyaAllah tidak ada yang sulit, saya sangat percaya pada kapasitas Bapak Ibu semua, dan apa-apa yang sudah kita perjuangkan di NTB ini,” lanjut Wagub.

Wakil Ketua Umum  Bidang Organisasi PHRI, Lucia Karina memberikan apresiasi kepada PHRI NTB atas dedikasi dan kinerja yang luar biasa, yang selalu memberikan semangat bagi para pelaku pariwisata untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Dalam masa pandemi ini, semua pihak perlu memberikan perhatian serius dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19. Lucia mengajak PHRI NTB untuk berbagi tugas dalam pencegahannya

Rr/HmsNTB




Launching Website Promosi Pariwisata ‘Lombok On’,  Lombok Siap Layani Wisatawan

Semua orang dapat berkontribusi untuk pengembangan portal Lombok On

MATARAM.lombokjournal.com

Website promosi pariwisata “Lombok On” dilaunching tepat di hari jadi NTB yang ke-62, Kamis (17/12/20) lalu.

Dengan melaunching website tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan pesan, NTB siap melayani wisatawan dengan Nurut Tatanan Baru, meski dunia tengah menghadapi  pandemi Covid -19.

Strategi promosi pariwisata dengan tatanan baru ini diinisiasi langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkiflimansyah bersama dengan para pegiat pariwisata di NTB sebagai tanda kalau Lombok sudah sangat siap menerima kembali kunjungan pariwisata.

“Lombok On menandakan Lombok sudah siap kembali menerima wisatawan. Tentunya dengan penerapan protokol covid-19 yang ketat,” kata Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini.

Dikatakan, strategi promosi pariwisata Lombok On ini merupakan kolaborasi pemerintah NTB dengan para pegiat pariwisata yang memungkinkan pemulihan sektor ini dapat bergerak lebih cepat.

“Kalau kita bergerak bersama-sama tentunya tidak ada yang berat. Saya sangat mengapresiasi semangat para pegiat pariwisata yang memberi wajah baru dalam promosi pariwisata,” tegas Doktor Ekonomi Industri ini.

Selanjutnya kata Bang Zul, mengenai Pulau Lombok dengan ragam pesona yang dimilikinya, adalah kekayaan yang telah lama dipersiapkan sebagai sebuah destinasi.

Kelengkapan potensinya menjadikan pulau ini relevan dengan segala jenis pariwisata. Kondisi yang sekaligus menjelaskan, kesejatian pariwisata itu ada di Pulau Lombok. Sebab Lombok adalah pariwisata itu sendiri.

“Alam Lombok sedang menunggu kunjungan Anda. Rencanakan segera perjalanan ke pulau indah yang menawarkan berbagai petualangan menarik ini. Kami siap menyambut Anda kembali,” katanya.

Dalam portal pariwisata www.lombokon.com ini, wisatawan dapat secara lengkap memperoleh informasi terkini mengenai lokasi destinasi wisata, kuliner hingga direktori bisnis di Lombok.

Disamping itu, semua orang dapat berpartisipasi dan berkontribusi untuk pengembangan portal Lombok On dan juga secara bebas dapat mengambil konten pada Lombok On untuk kemudian disebarkan lewat portal, blog juga media-media sosial lainnya.

Sherly (26) warga Ampenan, Kota Mataram mengaku sangat antusias setelah melihat Website ‘Lombok On’. Dirinya seakan terpanggil untuk segera berlibur, menjelajahi Lombok bersama keluarga.

“Video dan konten-konten dalam website Lombok On sangat menarik, banyak alam dan destinasi di Lombok yang ‘minta’ dijelajahi” ucap Sherly kepada media.

“Ternyata, banyak destinasi di Lombok yang belum saya datangi. Melihat Lombok On, jadi ingin berburu foto-foto lagi ” tutup Sherly yang memiliki hobi Fotografi tersebut.

Senada dengan Sherly, Edo (24) yang merupakan salah satu alumni Perguruan Tinggi di Yogyakarta mengaku kaget Pemprov NTB menyediakan website Lombok On yang didalamnya mengajak warga untuk berpartisipasi mempromosikan desa – desa wisata di NTB. “Ini keren, dengan Lombok On, semua desa wisata di NTB bisa punya portal promosi gratis” tutup Edo Takjub.

ikp@diskominfotik_ntb




Gubernur Deklarasi Rinjani dan Soft launching Jalur Sepeda WisataTetebatu

Selain Lombok Tengah, daerah-daerah lainnya diharapkan mendukung serta mempersiapkan diri menyambut lonjakan pengunjung ke NTB ke depan

LOTIM.lombokjournal.com

Deklarasi Rinjani dan Soft launching jalur pendakian dan jalur sepeda wisataTetebatu dilakukan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah di Ulem-ulem, Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (13/12/20).

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut kegiatan sosialisasi kebijakan pemulihan ekosistem di tingkat tapak (Piagam Rinjani), untuk mendukung pelaksanaan Festival Geopark Rinjani Tahun 2020 Balai TN Gunung Rinjani.

Dan ini wujud keseriusan Provinsi NTB, memajukan pariwisata yang sempat terhambat akibatkan pandemi Covid-19.

Salah satunya, pariwisata Rinjani yang semenjak tanggal 7 Desember lalu menggelar Festival Geopark Rinjani.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul mengajak seluruh pihak bersama-sama merawat dan menjaga kelestarian Rinjani. Bang Zul berpesan, agar memperlakukan Rinjani layaknya makhluk hidup.

“Ketika kita memaknai bahwa Rinjani adalah sesuatu yang hidup, akan ada kesadaran bahwa dia akan lahir, dia akan tumbuh, dia akan sakit. Dan ketika dia sakit harus dirawat dan kalau tidak hati-hati dia akan mati,” pesan Bang Zul.

NTB yang akan menjadi tuan rumah berbagai event nasional dan internasional, mengharuskan semua pihak menyiapkan diri dari sekarang.

Kebersihan kemudian yang  pertama kami disoroti Bang Zul.

Ia menyebut, keindahan alam NTB kerap dinodai oleh banyaknya sampah, padahal tempat tersebut merupakan destinasi wisata.

Kemudian kondisi toilet yang dinilai kurang mendapat perhatian serius dari masyarakat.

Menyikapi ini, Ia menyerukan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan daerahnya.

“Oleh karena itu, ini jadi tanggung jawab utama, bahwa toilet dan sampah adalah tanggung jawab serius yang harus kita benahi dan ini mudah-mudahan menjadi komitmen untuk menambah poin dalam Deklarasi Rinjani kita,” terangnya.

Selain Mandalika Lombok Tengah yang akan menjadi poros berbagai perhelatan akbar mendatang, daerah-daerah lainnya diharapkan Bang Zul dapat mendukung serta mempersiapkan diri menyambut lonjakan pengunjung ke NTB ke depan.

“Saya kira Lombok Timur punya banyak alternatif  yang memungkinkan orang menengok untuk datang ke tempat kita,” tutur Bang Zul.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Lombok Timur, Muhsin yang mewakili Bupati Lombok Timur mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berhasil menyukseskan berlangsungnya kegiatan hari ini.

Ia mengatakan, hal ini sebagai salah satu bentuk Pemkab Lombok Timur yang terus berupaya menjalin sinergi dengan pemerintah, baik di pusat maupun provinsi.

“Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus-menerus melanjutkan ikhtiar dalam rangka mendukung Pemerintah Pusat maupun di tingkat Provinsi,” jelasnya.

Muhsin menyampaikan, Pemkab Lotim mempunyai tiga hal yang menjadi fokus untuk diwujudkan. Tiga hal yang dimaksud yakni, jalan mulus sepanjang jalan, air mengalir sepanjang tahun dan listrik menyala sepanjang hari.

Dalam momen Deklarasi Rinjani ini, Ia fokus pada poin kedua yaitu air mengalir sepanjang tahun. Ia menyebut hal ini akan sulit diwujudkan apabila sinergi dari berbagai penunjang tidak berjalan dengan baik.

“Rinjani diyakini memiliki spiritual values, maka sejalan dengan agenda hari ini dalam rangka Deklarasi Rinjani yang mengedepankan, yang memperkuat “Tri Kaya Atmaja Nirah” yaitu Tiga Pusat Kekayaan Terbesar yaitu kawasan Rinjani menjadi sumber inspirasi, simbol persatuan dan kesatuan dan juga simbol keharmonisan,” ucapnya.

Sinergi multi pihak

Sebelumnya, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Dedy Asriady menerangkan jika kegiatan kali ini merupakan wujud kerjasama dan sinergi multi pihak, yaitu TNGR, Pemprov, Pemkab Lombok Timur hingga Pokdarwis dan masyarakat Tetebatu.

“Kegiatan ini adalah wujud real kolaborasi antara Geopark Rinjani Lombok bersama Taman Nasional Gunung Rinjani dan yang terakhir, yang paling keren adalah acara ini terjadi berkat kerjasama Pokdarwis dan masyarakat Desa Tetebatu,” ungkapnya.

Dedy kemudian menyebut alasan Tetebatu dipilih sebagai lokasi berlangsungnya kegiatan, salah satunya Tetebatu merupakan Desa Wisata Tertua yang ada di Pulau Lombok. Untuk itu, Ia berharap Tetebatu dapat terus eksis dan maju dalam mengembangkan pariwisatanya.

Begitu juga dengan Rinjani, Ia berharap seluruh pihak kompak dalam merawat kekayaan alam yang satu ini. Menurutnya, Rinjani adalah episentrum seluruh sendi-sendi kehidupan.

“Rinjani dianggap oleh masyarakat Lombok adalah pusat air, pusat budaya masyarakat lingkar Lombok, sumber kekayaan biodiversity. Sehingga, saya meyakini bahwa menjaga Rinjani adalah menjaga peradaban Lombok,” kata Dedy Asriady.

Rr/HmsNTB




Ajang Mr.Tourism Indonesia 2020, NTB Raih Juara Nasional

Para jawara ini dapat terus berperan aktif dalam menyukseskan program NTB Gemilang, khususnya di bidang pariwisata

MATARAM.lombokjournal.com

Dua perwakilan NTB yang dikirimkan di event nasional Mr.Tourism Indonesia 2020, meraih juara pada kegiatan tersebut, yaitu juara Nasional kategori Mr. Earth Teen Indonesia 2020 dan Runner Up II Mr. Tourism Indonesia 2020.

Mereka pun diterima oleh Ketua TP. PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah di Pendopo Gubernur NTB, Jum’at (11/12/20).

Mereka yang mewakili NTB dan meraih juara yaitu Novandy Pratama yang meraih gelar di kategori Mr. Earth Teen Tourism Indonesia 2020 dan Raynaldy Ramdhan Wardana yang berhasil meraih juara Runner Up II pada kategori Mr. Tourism Indonesia 2020.

Anugerah ini mereka dapatkan di acara Grand Final Mr.Teen Tourism Indonesia tanggal 4 Desember lalu di Bali.

Sebelum mereka dikirim mewakili NTB di tingkat nasional, proses yang dilalui di daerah cukup panjang. Terpilih sebanyak 15 orang finalis setelah melewati tahap audisi baik secara online maupun langsung yang berasal dari seluruh kabupaten yang ada di Provinsi NTB.

“Mereka mengikuti rangkaian acara pra karantina dengan kegiatan photo & videoshoot, kemudian karantina dari tanggal 12-14 November dimana peserta mendapatkan materi pembekalan dr beverapa tokoh pariwisata seperti Pak Halus Mandala selaku rektor STP Mataram,” kata Pembina Sash Management, Yeni Zuhro.

Malam Grand Final tanggal 15 November 2020 bertempat di Ballroom Hotel Lombok Vaganza yang dihadiri langsung oleh Direktur Yayasan Putra Pariwisata Indonesia sebelum akhirnya perwakilan NTB ini berkompetisi di tingkat nasional di Bali.

Yeni Zuhro menyampaikan, para jawara ini dapat terus berperan aktif dalam menyukseskan program NTB Gemilang, khususnya di bidang pariwisata.

Tak hanya itu, Ia menyampaikan pada tahun-tahun mendatang Sash Management akan terus menyelenggarakan pemilihan tingkat daerah.

Menanggapi hal tersebut Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah berharap kegiatan semacam ini ini bisa dioptimalkan dan infromasinya lebih digaungkan lagi agar semakin banyak muda mudi NTB bisa ikut berpartisipasi dan berkiprah tingkat Nasional.

“Guna menghasilkan wakil-wakil yang berkualitas untuk selanjutnya dapat berkompetisi pada ajang nasional mewakili Provinsi NTB,” ungkapnya.

Melalui kegiatan seperti ini lanjutnya, dapat memberikan kesadaran pada generasi muda untuk sadar pariwisata dan ikut mendukung promosi pariwisata di NTB.

“Terlebih pariwisata NTB dikaruniai keindahan yang tidak semua daerah lain memilikinya. Anak-anak muda kalau ikut mendukung, apalagi lewat gaya milenialnya,” jelas Hj. Niken.

Di akhir sambutannya, Hj. Niken mengatakan, ajang seperti ini adalah kegiatan untuk mengasah diri dan meningkatkan kualitas diri. Tentu menjadi sebuah peluang yang sangat bagus yang harus dimanfaatkan untuk menggencarkan pariwista NTB di masa pandemi Covid-19.

“NTB siap menerima tamu-tamu, ajak teman-temannya untuk datang kesini, semoga bisa optimal kembali. Kalau dari Sash Managament ini bisa menunjukkan perannya, Insya Allah masyarakat akan lebih mengapresiasi,” kata Hj Niken.

Rr/HmsNTB




Pengembangan Desa Wisata Turunkan Angka Kemiskinan

Di salah satu desa wisata yakni desa Kembang Kuning terdapat homestay. Ada sebanyak 10 homestay tersedia yang dikelola oleh BUMDes dan Pokdarwis yang ada di sekitar desa

MATARAM.lombokjournal.com

Desa wisata yang tengah dikembangkan pada 99 desa hingga tahun 2023 mendatang disebut mampu mendongkrak penurunan angka kemiskinan di NTB.

Sebab Desa Wisata akan menciptakan lapangan kerja, dengan demikian dapat menyerap tenaga lokal sekitar desa dengan kehadiran homestay di desa wisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Hasbulwadi menerangkan, tentunya keberadaan desa wisata ini bisa mendongkrak menurunkan angka kemiskinan NTB.

Seperti di salah satu desa wisata yakni desa kembang kuning terdapat homestay. Ada sebanyak 10 homestay tersedia yang dikelola oleh BUMDes dan Pokdarwis yang ada di sekitar desa.

“Otomatis secara langsung maupun tidak langsung itu akan menurunkan angka kemiskinan. Karena yang  akan bekerja juga masyarakat-masyarakat yang ada di desa wisata itu,”ujarnya, Jumat (11/12/20)

Ia mengatakan, pengelolaan homestay sama seperti hotel. Sayangnya di masa pandemi covid-19 tenaga kerja bekerja hanya secara paruh waktu dan tidak seperti sebelumnya.

Karena melihat kondisi sepinya tamu, sebelum pandemi banyak tamu wisatawan mancanegara yang menginap di homestay.

“Kondisi tamu di kembang kuning itu kalau saja tidak ada Covid-19, satu hari itu ada minimal 100 wisatawan manca negara yang menginap. Itu  laporan kepala desanya,” teragnga

Tak hanya desa wisata kembang kuning saja, tapi di desa Bilebante yang menyediakan segmen wisata mancing, spa, wellness turism (wisata kesehatan). Artinya ini mampu menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar desa. Kendati demikian, Dispar NTB belum mengkaji berapa persen andil dari desa wisata menekan kemiskinan.

“Saat ini belum ada kajian tentag itu kita harus lakukan analisis kajian untuk mengatakan sekian persen pengaruh desa wisata terhadap penurunan angka kemiskinana. Tetapi secara makro ada pergerakan aktifitas ekonomi masyarakat ,” ungkapnya.

Lebih lanjut, artinya pergerakannya positif sekecil apapun itu ada dampak dari pergerakan tersebut terhadap penurunan angka kemiskinan. Walaupun secara real belum dilakukan analisisnya.

Saat ini bentuk intervensi yang dilakukan Dispar NTB kepada 99 desa wisata, yakni adanya revitalisasi dan penataan desa wisata dalam bentuk kegiataannya.

Di antaranya seperti di 2020 ini rebranding desa wisata, membuatan papan-papan informasi, toilet, gazebo, dan kamar ganti pakaian.

“Itu kegiatan yang dilakukan dan itu penting untuk desa wisata. Yang menjadi perhatian adalah infrastruktur dasarnya, baru berikutnya pengembangan infrastruktur lainnya. Misalnya apa perlu tidak ada homestay pada desa lainnya,” jelasnya.

Dikatakan, jadi tidak semua desa wisata ada homestay tentu dilihat kebutuhannya. Jika  disekitar desa wisata ada hotel maka tidak perlu membangun homestay.

Kendati, harapannya paling tidak salah satu komponen pendukungnya  di desa wisatawa adalah home stay harus ada.

“Mereka hotel dan homestay tidak ada bersaing, lebih kepada sinergitas bekerjasama dengan hotel-hotel. Karena sudah ada segmen pasarnya, pertama ini bagaiaman wisatawan ini untuk tertarik datang ke desa itu saja dulu,” pungkasnya

Aya




MotoGP Masuk Calender of Event NTB  2021

Disarankan, agar dilaksanakan event promosi road to MotoGP hingga menjelang gelarannya, serta pemberdayaan UKM lokal yang dimasukkan kedalam beragam paket wisata

MATARAM.lombokjournal.com

Gelaran balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP,  menjadi agenda pariwisata NTB tahun 2021.

Event MotoGP 2021 ini diluncurkan bersamaan dengan agenda resmi pariwisata lainnya di NTB, seperti pementasan dan atraksi budaya sepanjang 2021.

Lalu Gita Aryadi

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, ketika melaunching Calendar of Event 2021, di Hotel Lombok Astoria, Kamis (10/12/20) mengatakan, persiapan sarana dan prasarana gelaran MotoGP terus dilakukan sampai dengan final.

Menurut Miq Gite, sapaan akrab Sekda, dalam menyambut event ini, selain memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah dalam situasi kondusif,  hal yang tak kalah pentingnya adalah tentang pengendalian pandemi Covid-19.

Sosialisasi, persiapan lokasi dan penerapan sertifikat CHSE akan mempengaruhi minat wisatawan untuk datang ke MotoGP dan berwisata di NTB.

“Harapannya, calender of event pariwisata 2021 ini dapat dijadikan referensi kegiatan bagi calon wisatawan sebagai salah satu usaha promosi,” ujar Miq Gita dalam kegiatan launching Calendar of Event 2021 dan Business Gathering pelaku pariwisata.

Miq Gita mengatakan, informasi tentang jadwal event, pementasan budaya dan atraksi budaya dapat memiliki dampak signifikan untuk meningkatkan angka lama tinggal dan angka kunjungan wisatawan.

Hal ini akan  berkontribusi pada pendapatan NTB dan negara yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Business gathering juga bagian yang sejalan dengan program pemerintah untuk pengendalian Covid-19.

Bagaimana membangkitkan ekonomi rakyat melalui pariwisata dengan mulai membuka tempat wisata namun juga sarat terobosan ditengah sulitnya orang bepergian.

Ia menyebut, saat ini Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat  saat ini masih dalam zona risiko rendah (zona kuning) Covid 19. Harapannya agar dapat hijau sebelum gelaran MotoGP sehingga tidak ada lagi yang membatasi pergerakan orang.

Ia melanjutkan, kebijakan pemerintah, relaksasi pajak, JPS dan lain lain juga menjadi upaya pemprov sebagai apresiasi komitmen pelaku pariwisata dalam melakukan terobosan-terobosan di tengah pandemi ini.

Taufik Hidayat, Deputi Bidang Pemasaran Regional 1 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, pariwisata adalah yang paling terdampak Covid-19 karena tak ada pergerakan (traveling) orang.

Melihat berbagai hal yang dilakukan oleh Pemprov NTB untuk berusaha  membangkitkan pariwisata, Taufik Hidayat memberikan apresiasi . Ia menitipkan pesan, agar dilaksanakan event promosi road to MotoGP hingga menjelang gelarannya, serta pemberdayaan UKM lokal yang dimasukkan kedalam beragam paket wisata.

Pihak kementerian juga bekerjasama dengan beberapa travel agent besar seperti Traveloka dan Blibli yang siap membantu pemasaran secara online di 22 negara.

“Kementerian memang belum melakukan direct promotion ke negara-negara lain tentang gelaran MotoGP karena perbatasan masih ditutup. Kita maksimalkan dulu dengan promosi online dengan perusahaan yang memiliki jaringan global,” jelas Taufik.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal menegaskan, MotoGP sebagai event internasional yang akan digelar di Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus itu telah dapat dipastikan jadi digelar sesuai jadwal  musim balapan MotoGP pada 2021.

NTB sendiri optimis, seluruh persiapan sarana dan prasarana dapat mendukung gelaran tersebut.

Kata Faozal, launching calendar of event ini juga dirangkai dengan business gathering pariwisata nusantara yang dihadiri oleh seluruh stakeholder industri pariwisata.

“Ini adalah upaya untuk memproyeksikan apa yang harus dikerjakan dan dipersiapkan menyambut tahun 2021 dengan seluruh event yang telah terjadwal”, ujar Faozal.

Rangkaian event pariwisata Lombok – Sumbawa 2021 sebagai berikut ;

  1. Festival Pesona Bau Nyale Februari – Maret 2021
  2. Festival Pesona Tambora April 2021
  3. Festival Lawata
  4. Teka Tambora
  5. Tambora Chalenge
  6. Festival Pesona Khazanah Ramdhan April – Mei
  7. IRON MAN Juli 2021
  8. Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2021 Agustus – September 2021
  9. Mataram Carnival
  10. Pekan Pesona Gumi Selaparang
  11. Festival Senggigi
  12. Gili Tramena Festival
  13. Festival Moyo
  14. L’ETAPE September 2021
  15. MotoGP Oktober 2021
  16. Festival Taliwang 20 November 2021
  17. Accomodation & Tenun Festival Lombok Sumbawa Desember 2021.

ikp@diskominfotik_ntb




Pelabuhan Teluk Nara Dibuka Kembali, Diresmikan Bupati Najmul Akhyar

Dibukanya  kembali Dermaga Teluk Nara, setelah sekitar 10 bulan ditutup

PEMENANG.lombokjournal.com

Menyongsong era kenormalan baru dan percepatan perekonomian masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU), Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH meresmikan pengoperasianal kembali pelabuhan Teluk Nara di dermaga pelabuhan setempat, Selasa (08/12/20).

Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar merasa bersyukur dapat melakukan satu langkah yang memiliki makna bagi besar untuk perputaran perekonomian dentan pengoperasian kembali Perlabuhan Teluk Nara.

“Menjadi salah satu entri poin kita menuju tiga gili, untuk itu maka dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang menyelenggarakan acara ini,” imbuhnya.

Dijelaskan bupati, pengoperasian kembali dermaga ini dengan tujuan dalam rangka terus mempersiapkan diri menuju era normal baru, sebagai bagian dari perjalanan pandemi Covid-19 yang sedang dialami masyarakat KLU.

“Maka dengan kita operasikan kembali pelabuhan Teluk Nara ini terjawabklah apa yang diinginkan masyarakat kita selama ini”

Dikatakan, ketika Pemda KLU melakukan langkah-langkah membatasi aktivitas masyarakat dengan tujuan menekan angka Covid-19. Disadari banyak hal-hal yang dilakukan yang mungkin tidak semua menguntungkan masyarakat.

Dari sudut pandang kesehatan, langkah yang diambil Pemda melalui gugus tugas menguntungkan masyarakat, tetapi secara ekonomi memang merugikan. Sebab ada penurunan down great terhadap masyarakat.

Pemda sendiri merasakan betul bagaimana virus Covid ini memaksakan untuk berubah dalam segala hal.

“Pertumbuhan ekonomi melemah, bahkan angka kemiskinan kita sempat meningkat 0,2 persen disaat kita mengalami persoalan yang berat. Alhamdulillah sekarang sudah normal kembali. Bahkan kita sangat bersyukur saat ini pertumbuhan ekonomi kita cukup membaik bahkan melebihi sebelum bencana covid. Ini hal-hal yang patut kita syukuri. Perekonomian masyarakat Lombok Utara stabil,” terang bupati.

Hajat membuka kembali pelabuhan merupakan langkah nyata pempersiapan menuju era kenormalan baru.

Di sektor ekonomi, kata bupati, pariwisata menjadi salah satu faktor utama perhatian pemda di samping sektor-sektor yang lain.

Pasalnya, sektor pariwisata menjadi penggerak serta pengungkit sektor ekonomi lainnya. Diyakininya ketika sektor pariwisata bergerak pertanian, UKM, dan peternakan menemukan pasarnya, sehingga pasar pariwisata bisa disebut big market KLU.

“Harapan saya berikutnya nanti kita melakukan pertumbuhan ekonomi yang penting,” terangnya lagi.

Bupati Najmul juga menjelaskan di Bangsal pasar holtikultura sudah siap untuk beroperasi dan tinggal mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk mau menanamkan investasi di pasar hortikultura.

Dengan harapan pasar holtikultura nantinya akan dapat memutus perpanjangan mata rantai ekonomi, sehingga masyarakat di tiga Gili bisa belanja di pasar hortikultura.

“Tiga Gili menjadi perhatian serius kita karena segala yang kita lakukan saat ini sebagai entri poin kita masuk ke tiga Gili,” tutup Sekjen APKASI itu.

Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan KLU Iwan Maret Asmara S.Sos menyampaikan mengoperasikan kembali Dermaga Teluk Nara karena kurang lebih sudah 10 bulan ditutup.

Penutupan itu, sambung Maret, sesuai dengan surat Gubernur NTB tanggal 20 Maret 2020 tentang penutupan sementara penyeberangan menuju tiga Gili.

“Selama 10 bulan kita di Kabupaten Lombok Utara menindaklanjuti surat Gubernur dengan membentuk satgas di bawah BPBD dalam rangka bencana darurat Covid-19,” tuturnya.

Selama satgas bertugas, sebutnya, bisa menekan angka penularan covid-19 dengan hasil bisa dihentikan. Dapat dilihat terakhir sudah sampai zero kasus. Akan tetapi ia meminta semua pihak tetap menjalankan protokol Covid-19.

“Penutupan tiga Gili ini sangat berdampak pada masyarakat dan pengusaha. Berdasarkan itu kami memohon supaya demaga ini bisa dibuka kembali” pungkas mantan Kalaksa BPBD KLU ini.

Serangkaian acara berjalan khidmat dan lancar, diakhiri dengan pelepasan fast boat oleh bupati disaksikan hadirin.

Kegiatan itu dihadiri para asisten dan Kepala OPD lingkup Pemda KLU, Kasat Polairud, Iptu MS Artana, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Pemenang Heru Supriyadi SH, Camat Pemenang Suhadman S.Sos, Kepala Desa Malaka H Akmaludin Ichwan SAp MM dan undangan lainnya.

 

api