Sejumlah Hotel di NTB Mulai Diobral

Untuk menggerakan perekonomian dikawasan tiga gili perlu adanya dukungan dari pemerintah daerah, yakni dengan melakukan beberapa kegiatan di Gili

MATARAM.lombokjournal.com

Sejumlah hotel di Nusa Tenggara Barat terpaksa mengobral atau menjual properti mereka akibat dampak pandemi Covid-19.

Pandemi membuat  sejumlah hotel sulit bertahan. Jumlah tamu yang jauh merosot membuat keuangan hotel menjadi menurun drastis.

“Untuk dijual lumayan, yang saya ketahui ada 5 hotel. Cuma itu hotel kecil-kecil, paling banyak di resort dan ada beberapa hotel di kota,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini.

Dikakatan kondisi sekarang ini membuat sejumlah pengusaha terpaksa menjual properti mereka.

Terutama karena tinggiya biaya maintenance, sedangkan pemasukan nyais tidak ada sama sekali.

Padahal hotel sangat bergantung dengan wisatawan dan kegiatan MICE. Tetapi kondisi saat ini tidak ada kunjungan, karena adanya pembatasan orang masuk di beberapa daerah.

“Dari dijual dan tutup itu pasti ada, di NTB hanya beberpa hotel yang masih eksis. Kita bisa hitung dengan jari di kondisi seperti ini. Karena kalau buka dikondisi sekarang ini biaya maintenance itu terlalu tinggi, bayar listrik, gaji karyawan, pajak dan sebagainya. Sedangkan pemasukan atau pendapatan tidak ada,” ungkap Wolini.

Wolini menyebutkan, tekanan pandemi Covid-19 yang terus berkepanjangan ini kian terus berdampak berkepanjangan terhadap ekonomi.

Tidak dipungkiri jika ada hotel-hotel yang terpaksa menjual properti mereka. Karena memang tengah dalam kondisi sangat sulit untuk bertahan lebih lama lagi.

“Saya beberapa waktu sudah keliling ke beberapa obyek wisata dan memang banyak hotel-hotel yang dijual. Karena mereka juga belum melaporkan ke PHRI sudah menjual atau akan menjual,” ungkapnya.

Kondisi covid-19 jauh lebih parah jika dibandingkan dengan pasca gempa 2018 lalu. Maka dari itu hotel-hotel yang masih eksis menerapkan kebijakan waktu kerja karyawan dikurangi.

“Pekerja di rolling (bergilir) jadi mereka masuk setengah-setengah seperti dilakukan oleh teman-teman hotel,” imbuhnya.

Tiga Gili masih sepi

Terpisah, Ketua Gili Hotel Association (GHA) Lalu Kusnawan mengatakan, untuk kunjungan wisatawan ke tiga Gili saat ini sangat sepi. Lantaran sepi banyak hotel-hotel maupun restoran menutup usaha mereka. Bahkan menjual properti mereka karena dampak pandemi Covid-19.

“Sekitar 30-40 persen hotel beroperasi sisanya sementara close (tutup) . Sekarang banyak yang menjual propertinya,” ujarnya.

BACA JUGA: Aturan Jam Malam, Omzet Restoran Turun

Ia berharap, untuk menggerakan perekonomian dikawasan tiga gili perlu adanya dukungan dari pemerintah daerah maupun provinsi.

Yakni dengan melakukan beberapa kegiatan di Gili. Apalagi banyaknya pilihan hotel menengah sampai dengan harga murah, sehingga mampu mendorong tingkat kunjungan wisatawan ke Gili.

“Tentu ini pemerintah juga perlu mendukung itu dengan cara datang ke gili. Ini cara memutar roda perekonomian, kalau mengandalkan tamu dari luar sulit,” jelasnya.

Aya




Aturan Jam Malam, Omzet Restoran Turun

    Diharapkan, jika masyarakat sudah divaksin kemungkinan ekonomi mulai bergerak

MATARAM.lombokjournal.com

Bisnis restoran maupun lesehan (rumah makan) di tengah pandemi masih bisa bertahan, namun belum sepenuhnya normal.

Ada sekitar 50 persen bisnis restoran karena aturan jam malam, harus menutup kembali usaha mereka.

“Masalah presentase ya 50 persen buka dan 50 persen tutup. Apalagi kita yang di Kota Mataram  ada jam malam, jam 10 sudah harus tutup. Itu juga sangat mempengaruhi operasional restoran,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) provinsi NTB, Ni Ketut Wolini

Ia mengatakan, aturan jam malam yang diberlakukan di Kota Mataram berdampak menurunnya omset. Karena pengunjung mulai ramai berdatangan ke restoran pada jam 7 malam hingga tengah malam.

“Biasanya restoran itu ramai dari jam 7 sampai malam. Tapi ada pembatasan-pembatasan untuk operasional sampai jam 10 ini sudah harus tutup, jadi sangat terbatas,” ucapnya.

Namun nasib restoan masih bisa survive, dibandingkan dengan perhotelan. Banyak pemilik hotel  terpaksa menjual aset mereka, lantaran sulit bertahan d itengah pandemi Covid-19.

Untuk restoran mereka memilih melakukan penutupan sementara, hingga kondisi mulai membaik.

“Dari dulu restoran belum normal buka, ada yang masih tutup dan ada yang buka. Sampai sekarang ini banyak belum buka lagi. Kalau restoran yang dijual belum ada info ke saya, kalau hotel kan sudah ada. Unuk restoran solusinya tutup,” terangnya.

Saat ini banyak restoran yang masih tutup seperti awal-awal pandemi Covid-19, memang ada yang buka hanya saja tidak banyak.

Mereka harus merumahkan karyawan karena kondisi seperti ini. Artinya pengujung juga sedikit apalagi PSBB lagi diperpanjang di Bali dengan Jakarta. Mengingat pangsa pasar NTB dari sana.

“Kita sekarang mengandalkan pembeli lokal, kalau pembeli lokal ini tidak seberapa, ada tapi tidak banyak. Hotel dan restoran ini berkaitan,” katanya.

Untuk memulihkan kondisi, para pengusaha masih mengandalkan (keberhasilan) vaksinasi.

Diharapkan, jika masyarakat sudah divaksin kemungkinan ekonomi mulai bergerak. Pasalnya itu menjadi kepercayaan untuk bisa memulai kembali bisnis dengan normal.

BACA JUGA : Sejumlah Hotel di NTB Mulai Diobral

“Kita pengusaha masih bisa bertahan di tengah kondisi sekarang. Waluapun kita buka tetapi daya beli yang tidak ada, hanya saja tidak terlalu terpuruk juga. Teman-teman restoran sekarang harus  pintar-pintar untuk mengatur semuanya,” pungkasnya

Aya




Poltekpar Lombok Buka PMB Tahun Akademik 2021/2022 Jalur Online

 

LOTENG.lombokjournal.com

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Politeknik Pariwisata Lombok, membuka penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2021/2022.

Pelaksanaan Tugas Direktur Poltekpar Lombok, Herry Rachmat Widjaja menyampaikan, Politeknik Pariwisata Lombok merupakan Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) jalur vokasi menerapkan kurikulum berbasis kompetensi dengan perbandingan pembelajaran 70 persen praktik dan 30 persennya teori, di didik oleh Dosen/Pengajar yang berkualifikasi S2 dan S3 berpengalaman.

“Poltekpar Lombok di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif /Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, didirikan dengan semangat untuk bersaing dikelas Internasional, berjiwa kewirausahaan dan sumber daya manusia yang memiliki Kompetensi di bidang Pariwisata,” ungkapnya, Rabu (03/02/21).

Herry Rachmat Widjaja menjelaskan, mengenai proses Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (SBM PTNP) yakni pendaftaran dibuka sejak tanggal 1 Februari sampai tanggal 27 Mei, pendaftaran dan pencetakan kartu peserta seleksi.

Herry menambahkan, kali ini, tidak ada penerimaan Seleksi Mandiri Masuk (SMM), karena kondisi pandemi Covid-19, sehingga ditetapkan melalui SBM terpusat atau bisa buka website http://sbmptnp.kemenparekraf.go.id.

Ada Empat program studi (Prodi) menjadi pilihan calon mahasiswa-mahasiswi yakni D4 usaha perjalanan wisata, ada juga program studi D3 seni kuliner, kemudian D3 divisi kamar dan D3 tata hidang. Kemudian sebanyak 325 calon mahasiswa-mahasiswi akan diterima dibagi empat prodi.

Karenanya, masyarakat atau putra-putri Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ingin mendaftar bisa melalui link http://sbmptnp.kemenparekraf.go.id.

Herry mengaku, proses pendaftaran melalui jalur online itu, sudah diberlakukan sejak 3 tahun lalu di 6 (enam) PTNP Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata SBMPTNP. “Setelah pendaftaran, pembayaran juga dilakukan secara online,” kata dia.

Mengingat kondisi pandemi lanjutnya, khusus proses tes bahasa Inggris, Psycotest dan wawancara juga akan dilakukan secara online. Kecuali, untuk tes kesehatan, dipersilahkan calon mahasiswa-mahasiswi melakukan tes tersebut di pelayanan kesehatan masing-masing.

“Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Terakhir, Herry menegaskan, pembukaan penerimaan mahasiswa baru ini terbuka untuk umum, baik bagi masyarakat NTB maupun luar NTB.

“Memberikan kesempatan kepada siswa lulusan Sekolah SMA, MA, SMK, MAK termasuk sekolah di luar negeri untuk mengikuti Pendidikan Tinggi Pariwisata,” kata Herry.

Aya (*)




Wagub: Masyarakat Harus Jaga Kebersihan Desa Wisata

Pembangunan desa wisata harus konprehensif, harus menyeluruh, tidak hanya membangun, setelah itu tidak dipelihara

LOTIM.lombokjournal.com

Destinasi Desa Wisata Sugian, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi NTB.

Beberapa spot wisata yang ada di desa tersebut mulai dari pantai hingga wilayah Gili diberikan sentuhan dan perbaikan sehingga memberikan keindahan dan kenyamanan di desa tersebut.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meresmikan Desa Wisata tersebut, Senin (01/02/21) dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Wakil Gubernur meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga keindahan dan kebersihan desa ini supaya masyarakat mendapatkan manfaat dari kedatangan wisatawan ke Desa Sugian.

“Seindah apapun desa kita, kalau tidak dijaga kebersihannya, kalau tidak dijaga masyarakatnya sehat semuanya, sulit orang mau berkunjung ke tempat kita,” ungkap Umi Rohmi, sapaan akrab Wakil Gubernur.

Pembangunan desa wisata harus konprehensif, harus menyeluruh, tidak hanya membangun,setelah itu tidak dipelihara.

“Maka dari itu tiang pesan betul kepada kepala desa, Pokdarwis, dan juga kabupaten untuk penataan destinasi yang sudah dihibahkan ini betul-betul dijaga,” katanya.

Umi Rohmi menjelaskan, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat akan terus memberikan support terhadap kabupaten dalam mengembangkan destinasi yang ada di wilayah masing-masing.

“Perlu kita ingat, destinasi wisata itu tugas kabupaten/kota, tidak berarti provinsi lepas tangan, pasti kita bantu, begitu juga pusat, tapi bagaimana destinasi itu terawat adalah tugas kabupaten beserta desa lokasi destinasi wisata tersebut,” jelas Umi Rohmi.

Ia juga meminta agar Pemerintah Kabupaten serta Pemerintah Desa kompak dalam mengembangkan destinasi wisata yang ada, sehingga masyarakat sekitar dapat merasakan manfaat dari adanya destinasi wisata.

Umi Rohmi tetap menginginkan masyarakat agar selalu menaati protokol kesehatan agar tidak terpapar oleh virus Covid-19.

“Kita harus menjaga kehidupan yang aman dan produktif, dengan pakai masker, untuk melindungi diri, keluarga dan lingkungan kita agar tidak menyesal di kemudian hari,” tutup Umi Rohmi.

Biro ADPIM




Menparekraf Apresiasi Poltekpar Lombok, Berharap Terus Cetak SDM Kepariwisataan Unggul

Poltekpar sebagai lembaga pendidikan yang khusus mencetak SDM di bidang pariwisata, diingatkan harus terus meningkatkan mutunya

LOTENG.lombokjournal.com

Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno menekankan pentingnya sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas, untuk sebuah destinasi pariwisata berkelas internasional, seperti Lombok, NTB.

Ia mengapresiasi kinerja Politeknik Pariwisata Negeri Lombok (Poltekpar Lombok) sebagai salah satu lembaga pendidikan kepariwisataan di bawah Kemenparekraf yang sudah turut mencetak SDM kepariwisatan di NTB.

Menparekraf Bincang bareng Gubernur Zul

“Ke depan Poltekpar Lombok harus bisa meningkatkan mutu dan menyesuaikan dengan perubahan zaman dimana memanfaatkan teknologi dan digitalisasi,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, Sabtu (16/01/21) dalam acara bincang bareng di Poltepar Lombok, Lombok Tengah.

Acara bincang bareng bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Sadiaga Uno dihadiri Gubernur NTB Zulkiflimansyah, Sekertaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kereatif ibu N.W Giri Adnyani dan Plt Direktur Poltekpar Lombok, Herry Rachmat Widjaja.

Sandiaga mengatakan, SDM sangat penting untuk menopang pariwisata. Tidak hanya event pariwisata tetapi SDM yang handal menjadi faktor penting majunya pariwisata.

Ia berpesan agar dalam Menyambut Moto GP di mandalika Poltekpar sebagai lembaga pendidikan yang khusus mencetak SDM di bidang pariwisata harus terus meningkatkan mutunya.

“Sehingga SDM yang akan terjun nanti bisa memberikan pelayanan terbaik dan berkelas internasional,” katanya.

Sandiaga juga menyampaikan bahwa setrategi pengembangan pariwisata ialah 3G. Yakni GERCEP atau Gerak Cepat, GEBER – Gerak Bersama, dan GASPOL – Garap Semua Potensi Lapangan Kerja.

“Selain itu untuk mencapai sasaran target pengembangan pariwisata maka diperlukan inovasi, adaptasi dan kolaborasi semua pihak,” tukasnya.

Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah mengatakan, untuk memajukan pariwisata tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur fisik yang megah.

“Infrastruktur non fisik seperti peningkatan kapasitas SDM pariwisata sangat penting dalam dunia pendidikan. Karena itulah kinerja Poltekpar Lombok ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Gubernur Zul berharap ke depan lulusan dan para alumnus Poltekpar Lombok bisa mengambil ruang dalam berkontribusi di sektor kepariwisataan NTB.

“Dengan pembangunan infrastruktur saja tanpa serius dalam pengembangan SDM yang berkualitas itu percuma. Karena SDM adalah elemen yang sangat penting dalam peningkatan pariwisata di NTB,” katanya.

Sebelumnya, acara bincang bersama itu dibuka dengan pemaparan atau laporan dari PLT Direktur Poltekpar Lombok Herry Rachmat Widjaja.

Dalam laporan itu, Herry menyampaikan capaian Poltekpar Lombok semenjak berdirinya di tahun 2016 hingga saat ini. Termasuk bahwa Poltekpar Lombok sudah melaksanakan wisuda bagi lulusan perdana di perguruan tinggi kepariwisataan itu.

“Kami sangat senang dan mengapresiasi pak Menteri yang sudah berkenan berkunjung dan melihat langsung perkembangan Poltekpar Lombok,” katanya.

Herry mengatakan, Poltekpar Lombok akan terus berupaya dan berikhtiar memberikan yang terbaik dalam hal menciptakan SDM kepariwisataan yang bermutu dan unggul, untuk menunjang sektor pariwisata NTB dan juga nasional.

Dalam kunjungan ke Poltepar Lombok, Menparekraf Sandiaga Uno bersama Gubernur NTB H Zulkiefliemansyah dan jajaran, juga sempat meninjau Edu Hotel sebagai tempat praktik mahasiswa di Poltekpar Lombok.

Menparekraf dan rombongan juga berinteraksi dengan mahasiswa yang memiliki usaha.

Sandiaga bahkan memberi beberapa tips untuk sukses dalam menjalankan usaha dan memotivasi para mahasiswa dalam berwirausaha.

Aya




Wisata  Pemandian di ‘Bunut Ngengkang’

Lokasi wisata ini berada persis di hutan Sesaot, Lombok Barat

MATARAM.lombokjournal.com

Libur panjang selama pandemi Covid-19 rupanya banyak masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk menikmati destinasi wisata Alam . Salah satunya, wisata pemandian yang baru dibuka  “Bunut Ngengkang” yang terletak di Daerah Sesaot Lombok Barat, NTB.

Wisata alam yang berada di Desa Buwun Sejati dusun Aik Nyet Gubuk bajur Lombok barat Narmada dan berjarak 15 kilo dari Kota Mataram ini tampak ramai, Minggu (17/01/2021).

Terlebih lagi, suasana yang sejuk membuat mereka nyaman dan betah berlama-lama meski mandi di Bunut Ngengkang.

Tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam, sebab untuk masuk ke lokasi pemandian harganya begitu ramah. Pengunjung hanya cukup membayar uang masuk sebesar Rp.2 ribu per orang dewasa dan untuk anak -anak di Gratiskan.

Suasana alamnya begitu terasa, sebab lokasi wisata ini berada persis di hutan sesaot, Lombok Barat. Sehingga, air yang cukup dingin dan begitu jernih dan bersih.

“Tempatnya begitu asri, jadi nyaman untuk ke sini sama bersama teman-teman. Apalagi ada aliran sungainya juga yang airnya jernih dan segar itu yang membuat saya datang untuk yang ke tiga kalinya,” ujar Nimas salah satu pengunjung. .

Begitu juga dengan apa yang disampaikan Fitriah, Ia mengungkapkan berwisata di Pemandian Bunut Ngengkang bisa menenangkan pikiran sejenak dari rutinitas pekerjaan.

“Lokasinya yang asri membuat saya suka liburan ke sini, ya karena kondisi alamnya masih hijau. Apalagi tiket masuknya cuma dipungut Rp.2 ribu dan gratis untuk anak saya ,” tuturnya.

Pengelola obyek wisata setempat, Darmawan , mengatakan sejak  pandemi memang kunjungan di tempatnya meningkat.

Jika hari biasanya hanya puluhan kAmi bisa mencapai ratusan pengunjung sehari.

“Dibanding hari-hari biasanya, pengunjung pada liburan kali ini lebih ramai. Walaupun biasanya, kalau pas hari Minggu pasti banyak yang datang,” jelasnya.

Darmawan menyebut hasil dari kunjungan wisatawan 60 persennya di alihkan untuk pembangunan Masjid Al-ikhlas Buwun sejati dan 40 persennya diserahkan untuk pengelola dan Desa.

Kendati demikian, meski banyak yang datang pihaknya meminta protokol kesehatan tetap diperhatikan. Sebab, seperti yang diketahui wabah COVID-19 masih mengancam.

“Protokol Covid tetap dilaksanakan yakni pengunjung wajib menggunakan Masker dan tidak berkerumun,” tutur Darmawan.

Aya




50 Rumah Penginapan Dekat Lokasi MotoGP, Dipuji Menparekraf Sandiaga  

Pembangunan penginapan rumah warga ini menggambarkan kedekatan pemerintah dengan masyarakat

LOTENG.lombokjournal.com

Usai meninjau persiapan rumah warga di Desa Gerupuk Lombok Tengah yang yang disiapkan sebagai  penginapan untuk wisatawan yang akan menyaksikan perhelatan MotoGP Mandalika 2021, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno memuji desain penginapan milik warga itu.

Menparekraf Sandiaga yang didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, menilai penginapan rumah warga yang sederhana itu terlihat mewah tanpa mengurangi nuansa local.

Bahkan Sandiaga berencana akan menginap di tempat ini pada kunjungan berikutnya.

“Ini konsepnya cantik ya, next trip kesini kita nginap satu malam,” tutur Menteri yang akrab disapa Bang Sandi, Sabtu (16/01/21).

Mendengar itu, Gubernur Zulkieflimansyah tak mau kalah, mengatakan juga berencana ingin menginap di homestay rumah warga ini, ingin mendahului Menpar.

Namun dijawab dengan santai oleh Bang Sandi dengan jawaban candaan.

“Gubernur (menginap) di masjid aja,” candanya disambut tawa Gubernur.

Bang Sandi mengungkapkan, konsep penginapan ini sangat tepat sekali dengan fasilitas yang lengkap namun dengan harga terjangkau. Pembangunan penginapan rumah warga ini menggambarkan kedekatan pemerintah dengan masyarakat.

Ia memastikan akan menginap satu malam sebelum perhelatan MotoGP Mandalika digelar.

“Ini adalah infrastruktur yang berkeadilan karena masyarakat bersama pemerintah membangun fasilitas rumah swadaya,” terangnya.

Kementerian Pariwisata, akan membantu mendorong masyarakat untuk  melakukan promosi melalui digital, mengingat penginapan ini sangat penting bagi wisatawan yang akan menyaksikan event Internasional tahun ini.

“Pemasaran harus pakai digital, nanti kita akan fasilitasi, karena lintasan MotoGP sangat dekat sekali dari sini, pasti akan ramai sekali” tuturnya.

Total penginapan rumah warga yang ada di Desa Gerupuk ini sebanyak 50 rumah penginapan, dan keseluruhan yang tersedia di Kuta Mandalika adalah 300 unit rumah penginapan.

Desa Gerupuk ini juga akan dilengkapi dengan spot sepeda, spot lari, sunset point, serta sarana penjualan suvenir.

Untuk menunjang akses ke Desa Gerupuk, Balai Jalan Bina Marga akan membangun jalan sepanjang 17,36 km di sekitar Desa Gerupuk.

Rr/BiroAdpim




Event Pariwisata Akan Digelar Tiap Bulan Untuk Sambut MotoGP bulan Oktober-November 2021

Masyarakat diajak meningkatkan hasil kerajinan, seraya tetap menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan dan kelestarian lingkungan

MATARAM.lombokjournal.com

Sebelum event MotoGP digelar  pada bulan Oktober-Nopember mendatang, maka setiap minggu dan se

Tiap bulan akan digelar event untuk menggeliatkan kehidupan pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat.  Rencana itu untuk menyambut event MotoGP yang berlangsung bulan Oktober-November 2021.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno menegaskan itu  di KEK Mandalika, Lombok Tengah – NTB, Jumat (15/01/21).

Didampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc, Menparekraf Sandiaga meninjau Desa Wisata Bile bante, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah. Sandiaga juga meninjau Desa Sukarara sebagai sentra kerajinan tenun Lombok, juga berkeliling di kawasan KEK Mandalika .

“Sektor pariwisata harus mampu memutus mata rantai pengangguran, harus mampu meminimalisir kemiskinan.” tegas Sandiaga.

Ia mengungkapkan, tak hanya pariwisata dan ekonomi kreatif saja yang menjadi perhatian. Tetapi juga kelestarian lingkungan.

Karena itu, Menparekraf mengajak masyarakat untuk bangkit, dan juga terus meningkatkan hasil kerajinan, seraya tetap menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan dan kelestarian lingkungan.

Di KEK Mandalika, Menparekraf Sandiaga bersama Gubernur Dr. Zul, dan rombongan sempat  berkeliling di lintasan sirkuit menggunakan sepeda motor listrik buatan putra-putra NTB.

Saat itu, ia mengapresiasi atas upaya-upaya percepatan pembangunan KEK Mandalika termasuk di dalamnya pembangunan lintasan untuk gelaran MotoGP.

“Dengan adanya Sirkuit Mandalika diharapkan dapat mengembangkan pariwisata berbasis olahraga (sport tourism),” ujarnya.

Daftar cadangan

Indonesia diketahui masuk daftar cadangan untuk penyelenggaraan ajang balap MotoGP 2021. Karena itu, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) terus mengebut pengerjaan Sirkuit Jalan Raya Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Didukung view Pantai Mandalika yang indah dan eksotik.

Ditegaskan Menteri Sandiaga, pergelaran MotoGP yang sedang diperjuangkan untuk diselenggarakan di Sirkuit Mandalika Kabupaten Lombok Tengah, diharapkannya memicu kebangkitan ekonomi daerah sekitar.

“Saya ingin MotoGP ini bukan hanya sekedar infrastrukturnya saja yang terbangun tetapi juga sumber daya manusianya agar mereka bisa dengan cepat memanfaatkan peluang untuk membuka lapangan kerja,” ujar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah membenarkan, Presiden Jokowi telah memberikan arahan kepada Menparekraf untuk mensukseskan event MotoGP.

Kementerian Pariwisata, selain mensukseskan MotoGP, akan membuat event-event besar sebelum MotoGP. Menurutnya, salah satu cara mendongkrak perekonomian masyarakat adalah dengan memperbanyak event yang melibatkan masyarakat.

Menyinggung keberadaan motor listrik, jelas Gubernur di hadapan Menparekraf, motor listrik ini merupakan produk kreatif anak muda NTB.

Motor listrik hadir di NTB sebagai salah satu langkah menghadapi gelaran MotoGP di Lombok. Moment MotoGP juga sebagai unjuk kompetensi atas kemampuan anak-anak muda kreatif NTB untuk bisa bersaing dengan dunia luar.

Pada kesempatan tersebut, Menparekraf menyerahkan bantuan toilet terbaik untuk KEK Mand alika. Toilet ini diklaim sebagai toilet paling lengkap dan juga terbaik jika dibandingkan dengan toilt-toilet di sejumlah destinasi wisara Indonesia.

her@diskominfotik




Sandiaga Uno Ingin Kerajinan Tangan Siap Sambut MotoGP

Kata Gubernur, Kementrian Pariwisata selain mensukseskan MotoGP, tentu akan membuat event-event besar sebelum MotoGP

LOTENG.lombokjournal.com

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meninjau kerajinan di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah pada Jum’at (15/01/21).

Ia mengaku bangga dengan kerajinan tangan masyarakat Sukarara. Menurutnya, kerjinan tangan tersebut harus tetap dilestarikan, terlebih dalam menyambut Event MotoGP tahun ini.

Sandiaga Uno

“Oleh Presiden, saya sudah ditugaskan, sebelum MotoGP, setiap minggu akan ada event, setiap bulan akan tetap ada event,” ungkap Sandiaga Uno.

Meenurutnya, Pariwisata harus mampu memutus mata rantai pengangguran, harus mampu meminimalisir kemiskinan.

Tak hanya pariwisata, ekonomi kreatif dan kelestarian lingkungan harus tetap digerakkan oleh masyarakat.

Harapan Sandiaga, ke depan masyarakat harus bangkit, hasil kerajinan harus tetap meningkat. Itu semua harus diwujudkan Bersama.

Ia mengaku, kedatangannya ke NTB tidak hanya mengunjungi kerajinan tangan, namun sebagai salah satu wujud menjadikan Indonesia negara yang maju dan rakyatnya makmur.

“Melalui tempat ini, mari bersama kita wujudkan Indonesia berkah, adil makmur serta Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,”tutup Sandiaga Uno.

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah yang menyertai kunjungan itu menyampaikan, Presiden Jokowi telah memberikan arahan kepada Menparekraf. Salah satu arahan Presiden adalah mensukseskan event MotoGP.

“Presiden telah memberikan arahan kepada Menparekraf, bahwa MotoGP akan terlaksana tahun ini (2021),” ungkap Gubernur dihadapan Sandiaga Uno.

Kementrian pariwisata, lanjut Bang Zul, selain mensukseskan MotoGP, tentu akan membuat event-event besar sebelum MotoGP. Karena menurutnya, salah satu cara mendongkrak perekonomian masyarakat adalah dengan memperbanyak event yang melibatkan masyarakat.

“Desa kita ini akan banyak dikunjungi oleh banyak orang, tentu itu semua akan mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujar Gubernur.

Rr/Biro Adpim




Target Kunjungan Wistawan Terganggu, Akibat Pelarangan Masuk WNA

Diyakinkan, NTB sudah bisa dikunjungi oleh WNA baik untuk berlibur atau hanya sekedar urusana bisnis

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah indonesia menutup akses masuk bagi seluruh Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia hingga periode 14 Januari 2021.

Ada sejumlah kriteria pengecualian, dengan tetap mewajibkan melakukan proses karantina selama 5 hari.

Kebijakan pelarangan masuk bagi WNA itu, untuk Nusa Tenggara Barat (NTB) dapat berpangaruh terhadap target kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman).

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata provinsi NTB, Lalu Hasbulwadi di Mataram, Jum’at (08/01/21).

Dikatakan, jika penutupan akses masuk bagi WNA tersebut diperpanjang akan mempengaruhi target kunjungan wisman.

“Jelas berpengaruh, apalagi target kunjungan wisatawan domestik maupun wisman mencapai 4,4 juta wisatawan. Pasalnya, ditengah kondisi saat ini pariwisata menjadi harapan mendongkrak perekonomian daerah,” ujarnya.

Adanya kebijakan tersebut, pihaknya akan mengoptimalkan tingkat kunjungan wisatawan, terutama sekali dengan meningkatkan angka kunjungan yang terus mengikuti prosedur Covid-19  dan melakukan sosialisasi-sosialisasi.

Artinya dengan adanya CHSES akan terus ditingkatkan untuk memberikan kenyakinan, NTB ini khususnya Lombok ini di industri pariwisata siap untuk dikunjungin.

“Mungkin itu yang bisa kita lakukan, khususnya untuk kunjungan wisatawan domestik,” ungkapnya.

Jika kebijakan larangan masuknya WNA ke Indonesia itu hanya sampai di Januari, tentunya di Febuari kemungkinan WNA bisa masuk dengan segala persyaratan dari pemerintah.

Untuk saat ini, WNA yang boleh masuk adalah pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait kunjungan resmi pejabat asing setingkat menteri ke atas; pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas, pemegang KITAS dan KITAP.

“Kita lihat kebijakannya  artinya kalau kebijakannya itu sampai pada akhir Januari, ya insyallah dengan memberikan keyakinan bahwa kondisi NTB ini katakanlah ada penurunan angka covid kita mereka akan datang,” jelasnya.

Sementara itu, diyakinkan bahwa NTB sudah bisa di kunjungi oleh WNA baik untuk berlibur atau hanya sekedar urusana bisnis.

Terlebih dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) nomer 7 tahun 2020 tentang penanggulan penyakit menular disertai dengan penenggakannya. Kemudian adanya sertifikasi industri pariwisata dan destinasi wisata.

“Sebenarnya tidak masalah. Kita siap menerima dengan kesadaran covid yang ketat. Kita ingin menigkatan angka kunjungan wisman, tapi disisi lain harus menerapkan kesehatan, jangan sampai lengah,” katanya.

Aya