Gubernur Paham Letusan Tambora Justru Dari Desa Terpencil di Skotlandia

Letusan Tambora yang dahsyat menyebabkan abu vulkaniknya menutupi langit Eropa, dampaknya Napoleon pernah kalah di medan perang Waterloo

BIMA.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengenang perjalananya saat mengunjungi sebuah desa terpencil di Skotlandia, bagian paling Utara United Kingdom (Inggris), tahun 1996.

Di desa tersebut ada sebuah gua kecil yang membuat orang berbondong-bondong untuk memasukinya bahkan orang banyak yang antri. Sebab, di sudut gua yang dihiasi lampu-lampu indah ada orang yang bercerita tentang dahsyatnya letusan Gunung Tambora lengkap dengan simulasinya.

Gubernur Zulkieflimansyah

“Bagi saya yang berasal dari Pulau Sumbawa baru tahu tentang itu. Karena pada masa-masa saya SMA tidak tahu banyak tentang Tambora,” cerita gubernur saat membuka Festival Geopark Tambora dalam rangka memperingati 206 tahun letusan Tambora tahun 2021, di Doro Ncanga Tambora, Selasa (06/04/21).

Menurut gubernur yang akrab disapa Dr. Zul, Tambora bukan sekedar gunung tua yang pernah meletus ratusan tahun lalu dengan segala kedahsyatannya.

Tapi bagi mereka yang menghargai peradaban, mereka akan menjadikan Tambora sebagai bahan renungan panjang.

Belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia bahwa dampak dari letusan Tambora menyebabkan negara-negara di Eropa tidak mengalami musim panas tiga tahun berturut-turut.

Artinya, banyak orang mati karena kedinginan, banyak orang mati karena kelaparan dan orang mati karena tidak merasakan kehangatan.

Bahkan tentara penguasa Prancis, Jenderal Napoleon Bonaparte, kata Dr. Zul, kalau mereka perang tidak pernah kalah, namun karena adanya letusan Tambora yang dahsyat menyebabkan abu vulkaniknya menutupi langit Eropa dengan waktu yang sangat panjang.

Mereka pun kalah dalam perang Waterloo melawan Inggris dan Prussia pada tahun 1815. Sehebat tentara Napoleon pun tidak tahan dengan kedinginan yang membuat tentaranya banyak yang mati kedinginan.

Mereka pun mengatakan bahwa letusan Tambora bukan hanya menyisakan musim dingin yang berkepanjangan tapi telah merubah wajah umat manusia pada ratusan tahun yang lalu.

“Nah, gua kecil yang ada di desa terpencil itu adalah gua tempat sebagian mereka sembunyi dan selamat ketika abu vulkanik letusan Tambora menutupi langit bangsa Eropa saat itu,” ungkap Gubernur di hadapan siswa SMA/SMK se-pulau Sumbawa yang hadir dalam festival tersebut.

Dr. Zul berharap, situs Geopark Tambora harus dijaga dengan penuh kesakralan dengan segala situs dan keunikannya.

Bahkan event di Tambora jangan terlampu sering diadakan cukup hanya satu kali dalam setahun, tapi mampu mengundang orang-orang di seluruh penjuru dunia akan datang bersimpuh merenungi hidup di Tambora.

“Dari renungan panjang tentang Tambora, kita juga tidak berharap bahwa Tambora akan meletus lagi. Tapi adik-adik yang hadir di sini bisa menangkap inspirasi itu, kalau Tambora 206 tahun lalu mampu mengguncang dunia. Siapa tahu generasi Dompu yang duduk bersimpuh di kaki Tambora ini akan mampu merubah peradaban dunia,” kata Dr. Zul.

Menurutnya, Tambora merupakan harta yang luar biasa yang harus dijaga dan dikembangkan dengan baik.

Kalau di sebuah gua kecil yang sangat jauh di Skotlandia mampu membuat orang antri untuk mendengarkan cerita bagaimana Gunung Tambora meletus, lalu kenapa di Gunung Tambora tempat ia berdiri kokoh tidak mampu menghidangkan cerita apa-apa.

“Saya bisa membayangkan kalau di gerbang Balai Taman Nasional Tambora atau di Kota Dompu dibangun sebuah momentum yang membuat orang mengenang cerita letusan Tambora dan seakan-akan mereka bisa merasakannya. Semoga event festival Tambora setiap tahunnya mampu menghimpun umat manusia untuk menapaktilasi jejak sejarah letusan Tambora,” tutup Gubernur.

BACA JUGA:

Target Pengembangan Budidaya Porang di Tambora

Dalam pembukaan event festival geopark Tambora tersebut turut dihadiri oleh Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Yuniadi. MG Geopark Tambora, Hadi Santoso, beberapa Kepala OPD Lingkup pemerintah Provinsi NTB serta ratusan siswa-siswi SMA/SMK se-Pulau Sumbawa

Manikp
@kominfo




Forkopimda Kabupaten Belitung Datang untuk Belajar Pengembangan Pariwisata di Lombok Utara

Bupati Belitung H Sahnan Saleh langsung yang memimpin rombongan Forkopimda

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH didampingi Wakil Ketua II DPRD Mariadi SAg menerima kunjungan kerja (kunker) Forkopimda Kabupaten Belitung Provinsi Bangka Belitung, di Aula Kantor Bupati setempat (05/04/21).

Hadir pula Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansyah SH, Asisten I Setda Setda KLU Kawit Sasmita SH, Unsur Kepala OPD dan undangan lainnya.

Bupati H Djohan Sjamsu bersama Forkopimda Kabupaten Belitung

Rombongan Forkopimda Kabupaten Belitung dipimpin Bupati Belitung H Sahnan Saleh SSos, diantaranya Ketua DPRD Ansori, Kapolres AKBP Ari Mujiyono SIK, Sekretaris Daerah HMZ Hendra Cata SE MSI, Kaban Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Iskandar Febro, Kaban Kesbangpol Fedy Malonda, Kabid Wasnas-PK Bambang Sustiawan, Kabag Prokopim Zakina.

Rangkaian acara, diawali dengan menampilkan tari penyambutan tradisional Lombok Utara yaitu Tari Mapagin, pemutaran video Selayang Pandang KLU dan Selayang Pandang Kabupaten Belitung.

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH dalam sambutan selamat datangnya, menyampaikan suatu kehormatan dapat menerima Kunker Forkopimda Kabupaten Belitung dengan agenda studi komparasi sinergitas Pemda bersama Forkopimda dalam mendukung dan mengembangkan Ekonomi Kreatif daerah serta membangkitkan kembali sektor pariwisata di tengah Pandemi Covid-19.

“Selamat datang di Kabupaten Lombok Utara, bumi Tioq Tata Tunaq. Kunker ini menjalin silaturahmi dan berbagi informasi pembangunan daerah,” tuturnya.

Bupati Djohan menyampaikan pula potensi sumber daya alam sebagai komoditi andalan aspek pariwisata yaitu Destinasi Wisata Gili Tramena (Trawangan, Meno dan Air), Air Terjun Sendang Gila, Tiu Kelep, Tiu Pupus, Tiu Pituq, Tiu Teja, Tiu Sekeper, Kampung Wisata Kerujuk dan lainnya.

Dikatakannya, destinasi wisata budaya-religi terdiri dari Masjid Kuno Bayan, Balai Adat Segenter, Balai Beleq Gumantar, Masjid Sesait, Tradisi Bisoq Beras, Mandi Safar dan lainnya.

Sedangkan aspek pertanian dan perkebunan meliputi produksi pangan sebesar 160.668,33 ton, produksi hortikultura 2.698,80 ton dan produksi buah-buahan 4.505 ton. Kendati kondisi kini, ekonomi daerah Lombok Utara sedang mengalami penurunan.

Dalam kesempatan tersebut,  Bupati menguraikan potensi kewirausahaan produktif sebagai daya topang dalam mendukung program pembangunan daerah.

Bentuk sinergi dukungan Pemda bersama Forkopimda meningkatkan perekonomian daerah pada masa Pandemi Covid-19 dengan pengembangan ekonomi kreatif melalui sektor UMKM, ekonomi kreatif pola kemitraan dengan lembaga keuangan mikro di desa (BUMDes).

Ada pula pembangunan infrastruktur ekonomi dalam bentuk Pasar UKM, Konsolidasi Forkopimda dan OPD-OPD, mendirikan BUMD PT Tata Tunaq Berkah yang fokus pada bisnis produk UMKM, kerja sama dan kemitraan multipihak.

Menggagas pembakuan produk lokal agar dapat bersaing, dengan mengaktifkan kembali usaha UMKM dan kelompok-kelompok ekonomi produktif. Selain, ada kegiatan Bazar Produk UMKM guna mendorong masyarakat (kaum muda) berbisnis ternak dan pertanian.

“Saya mengapresiasi, Kunker sambung rasa silaturahmi ini seraya berterima kasih yang tulus kepada Bupati Belitung dan jajaran Forkopimda Kabupaten Belitung atas dipilihnya KLU sebagai tujuan Kunker,” imbuhnya.

Studi tiru pengembangan pariwisata

Bupati Belitung H Sahnan Saleh SSos, menyatakan rombongannya menyampaikan rasa prihatin, karena KLU pada tahun 2018 mengalami bencana alam gempa bumi yang dahsyat, Selain bencana non-alam Pandemi Covid-19.

“Lombok Utara sama dengan Belitung, penghasilan terbesar dari pariwisata. Bedanya, Lombok sudah berkembang tetapi kami baru berkembang. Datang ke Lombok Utara untuk studi tiru dalam hal pengembangan pariwisata. Kita beda kultur wilayah, dulu kami masih gabung dengan Provinsi Sumsel, tetapi sekarang menjadi provinsi sendiri yaitu Kepulauan Bangka Belitung. Daerah kami juga sudah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata yang didukung dengan adanya bandara internasional,” urainya.

Bupati Belitung mengurai pula sekilas tentang Kabupaten Belitung, ada beberapa sektor yang menjadi unggulan yaitu, pertanian, peternakan dan pertambangan.

“Usaha Tambang adalah pertambangan Timah, Coral, Titanium, Pasir Bangunan, Tanah Liat dan lainnya. Insya Allah tahun 2022, kami rencananya ditetapkan sebagai Geopark Global. Menurut hasil penelitian, bebatuan tertua di Indonesia dengan umur sekitar 3,500 tahun ada di Kabupaten Belitung,” katanya.

Rangkaian acara berjalan lancar dan khidmat dengan tetap menerapkan prokotol kesehatan Covid-19.

Acara diakhiri dengan pemberian cinderamata antara dua Pimpinan Daerah dan Forkopimda, dilanjutkan santap siang bersama serta ramah tamah.

sap




BPPD Lombok Utara Buka Kantor Perwakilan di Jakarta

Kantor Perwakilan Jakarta akan menjadi penyambung komunikasi BPPD Lombok Utara

KLU.lombokjournal.com

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) membuka Kantor Perwakilan di Jakarta untuk meningkatkan promosi pariwisata Lombok Utara.

Ketua BPPD KLU Lalu Suratman mengatakan, ke depan keberadaan kantor tersebut akan memudahkan komunikasi dengan kementerian terkait di bidang pariwisata.

Menurutnya, saat ini BPPD belum memiliki kantor di KLU dan belum ada kucuran anggaran, namun bukan menjadi alasan bagi Team BPPD untuk lalai mempromosikan kepariwisataan.

“Fakta yang terjadi, Ribuan karyawan hotel menjadi korban akibat penutupan hotel. Bukan hanya karyawan hotel saja, semua sektor penunjang terkena imbasnya. Sementara, sektor ini adalah penyumbang terbesar bagi PAD Lombok Utara,” kata Suratman, Kamis  (01/04/21).

Banyak program-program terkait pariwisata baik dari unsur swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pemerintahan yang harus ditindaklanjuti segera.

Karenanya, Kantor Perwakilan BPPD di Jakarta akan menjadi penyambung komunikasi BPPD KLU, termasuk penyebaran  informasi terkait pariwisata Lombok Utara secara cepat.

Lalu Suratman menyebut pengadaan Kantor Perwakilan Jakarta selain menjadi jembatan informasi pusat ke daerah, juga mejadi trigger masifnya promosi pariwisata Lombok Utara.

“Kita menyadari bersama, penutupan border yang dilakukan pemerintah berdampak serius bagi pariwisata Lombok Utara. Sehingga, strategi yang harus dilakukan adalah dengan membidik pasar domestik,” katanya sambi menambahkan, Kantor Cabang Jakarta akan dibuka pmulai hari Kamis tanggal 1 April 2021.

Kantor perwakilan Jakarta akan diisi tim dengan kemampuan mumpuni di bidang pariwisata dan memiliki jaringan kerja yang luas.

“Jaringan kerja yang luas serta memiliki kedekatan dengan pemerintah pusat, tentu jadi hal utama guna terbentuknya sinkronisasi program pusat dan daerah,” ujarnya.

 

Ast




Kabar Gembira, Wisatawan Bisa Mendaki Rinjani

Masyarakat diajak jaga kebersihan

SELONG.lombokjournal.com –

Wisatawan segera akan berbondong-bondong mendaki Rinjani, dan ini merupakan kabar gembira bukan hanya bagi yang punya hobi mendaki. Tapi juga bagi guide, porter, travel agent maupun masyarakat yang memperoleh rezeki dari wisata pendakian.

Gubernur H Zulkieflimansyah memastikan dibukanya Rinjani itu saat membuka acara Rinjani Megawe Festival 2021, di Desa Sembalun, Lombok Timur, Kamis (01/04/21).

Dalam akun Facebook Bang Zul Zulkieflimansyah, Gubernur Zul menulis, “Pagi ini di Sembalun Lombok Timur membuka kembali Jalur pendakian Rinjani. Semoga dengan dibukanya kembali pendakian Rinjani semakin ramai tamu2 yg akan mengunjungi kita krn Rinjani sdh terkenal keindahannya.”

Tentu saja dibukanya kembali wisata pendakian Rinjani akan menggairahkan dunia pariwisata di NTB. Terutama, wisatawan yang mempunyai minat khusus akan segera datang ke Lombok.

Karena itu ia minta masyarakat meningkatkan sadar wisata, salah satunya yaitu dengan menjaga kebersihan.

“Ayo jaga dan pelihara Rinjani kita terutama bersih dari sampah2 yg sering berserakan dan mengganggu tamu2 kita,” tulis Gubernur dalam akun Facebook.

Rr




Satpol PP dan Satlinmas NTB, Siap Jaga Keamanan Pariwisata

Keluar Perda Nomor 07 Tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular, Satpol PP se – Kabupaten/Kota langsung bergerak

MATARAM.ombokjournal.com

Sebagai salah satu daerah yang ditetapkan sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi NTB terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai stakeholders untuk mewujudkan tujuh ikon pariwisata yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan penuh kenangan.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., mengatakan itu saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Satpol PP dan Satlinmas dalam mendukung pariwisata halal di NTB yang berlangsung di Wisma Tambora NTB, Senin (29/03/21).

Mewujudkan hal tersebut, dIperlukan sinergitas berbagai stakeholders, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), yang telah mengambil porsi yang penting dalam memberikan rasa aman ditengah masyarakat.

“Satpol PP sudah mengambil porsi yang sangat penting, yaitu harus memberikan jaminan rasa aman, tentu tidak hanya tanggung jawab satpol PP dan Satlinmas tapi adalah terus berkoordinasi dengan aparat keamanan lainnya agar bagaimana mencipatakan rasa aman dapat terwujud,” tutur Miq Gite, panggilan akrabnya.

Kehadiran Satpol PP dan Satlinmas mendapatkan apresiasi penuh dari Sekda NTB. Berbagai upaya yang telah dilakukan Sapol PP dan Satlinmas, tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga menerapkan masyarakat agar patuh terhadap Perda Nomor 07 Tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular. Perda ini mengharuskan masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan covid – 19.

“Terima kasih dan rasa bangga kepada teman – teman Satpol PP dan Satlinmas Kabupaten/Kota yang telah menjadi garda terdepan dalam suasana teror dan keterbatasan covid – 19,” tutur Miq Gite.

Dikeluakan Perda langsung gerak

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Tri Budiprayitno, mengungkapkan, selama dikeluarkannya Perda Nomor 07 Tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular, Satpol PP se – Kabupaten/Kota langsung bergerak.

“Alhamdulillah, teman – teman dari Kabupaten/Kota setiap hari bergerak bagaimana menerapkan protokol covid-19. Sejak Bulan Maret terus menerapkan sosialisasi dan sebagainya,” tuturnya.

Kasat Pol PP menuturkan, tantangan yang dihadapi oleh Satpol PP adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). Namun dengan semangat dan motivasi membuat seluruh Satpol PP dapat menjalankan tugas terbaik.

“Dengan keterbatasan SDM apabila dapat menjalankan tugas dengan baik maka itu yang luar biasa,” ungkap Kasat Pol PP.

Sebanyak 138 peserta Satpol PP dan Satlinmas hadir dalam Rakor ini, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Satpol PP yang Ke – 71 tahun dan Satlinmas yang ke – 59 tahun.

Sher

@DiskominfotikNTB




Bangkitkan Pariwisata, PHRI Diminta Aktif Proses Vaksinasi

Tahun 2021, Kemenparekraf mengalokasikan anggaran dengan estimasi sebesar Rp2,7 – 3,7 triliun untuk disalurkan kepada usaha pariwisata

lombokjournal.com —

JAKARTA :

Anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di seluruh Indonesia diminta terlibat aktif dalam proses vaksinasi, agar pandemi COVID-19 segera berakhir, sehingga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kembali bangkit.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakannya saat menghadiri pembukaan acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PHRI, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (18/03/21).

Dalam acara tersebut, Menteri Sandiaga menjelaskan terkait program vaksinasi bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia menceritakan kunjungannya  mendampingi Presiden Joko Widodo untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi masal di Ubud, Gianyar. Bali.

Bali yang merupakan destinasi tulang punggung mendapatkan tugas untuk melakukan vaksinasi sebanyak 2 – 2,5 juta sebelum Juni 2021. Dengan vaksinasi ini diharapkan menekan laju penularan COVID-19 dan confidence level Bali meningkat.

“Sehingga, sesuai dengan arahan Bapak Presiden, pariwisata  nusantara sudah bisa kembali lagi ke Bali,” jelas Sandiaga.

Ia mengutuip ucapan Presiden Jokowi, kalau semua angka COVID-19 kondusif, serta semua pihak patuh dan kita mendapatkan resiprosity dari negara-negara sahabat.

“Sekitar bulan Juni atau Juli 2021,  Indonesia mulai membuka perbatasan untuk wisatawan mancanegara,” tambahnya.

Selain Provinsi Bali, wilayah Jabodetabek juga akan mendapat prioritas penerima vaksin.

“Untuk vaksinasi bagi pelaku pariwisata di wilayah Jakarta sedang kita dorong, dan sudah ada  titik terangnya, tapi saya tidak mau obral janji. Selain Bali, Presiden mengatakan bahwa di Jabodetabek juga diprioritaskan untuk pelaku sector pariwisata dan pelayan publik,” kata Sandiaga.

Terkait program stimulus dana hibah pariwisata, Sandiaga menjelaskan, pada 2020, Kemenparekraf sudah menyalurkan dana hibah sebesar Rp2,2 triliun kepada 6,730 hotel dan 7,630 restoran. Pada tahun 2021 ini, Kemenparekraf mengalokasikan anggaran dengan estimasi sebesar Rp2,7 – 3,7 triliun untuk disalurkan kepada usaha pariwisata.

“Dengan dana hibah ini, tentu kita ingin membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan memulihkan ekonomi dan kita harus menebar semangat. Karena saya sangat prihatin di destinasi super prioritas termasuk destinasi tulang punggung seperti Bali, sudah satu tahun menghadapi pandemi. Jadi kita harus membangkitkan kembali semangat mereka,” kata Sandi.

Rr




NYEPI Tanpa Pawai OGOH-OGOH, Wisatawan Memilih ke Gili

Wisatawan mancanegara berbondon-bondong ke Gili yang terlihat pada hari Minggu, 14 Maret 2021, yang memilih menghindari kondisi sepi di Bali saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943

MATARAM.lombokjournal.com

Hari Minggu (14/03/21), Umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi. Tidak hanya di Bali umat Hindu akan berdiam diri di rumah menjalankan  ritual khyusuk, Catur Berata Penyepian. Yaitu amati geni atau tidak menyalakan api. Amati karye atau tidak bekerja. Amati lelungan atau tidak bersenang-senang. Dan amati lelanguan atau tidak bepergian.

Tapi ritual Catur Berata Penyepian bukan satu-satunya ritual yang dijalani umat Hindu selama Nyepi, karena banyak ritual sebelum dan sesudahnya. Seperti Melasti, Bhuta Yajna, Yoga/Brata, Ngembak Agni/Labuh Bratah, sampai Dharma Shanti.

Beberapa tempat yang biasa memeriahkan Perayaan Hari Raya Nyepi dengan acara-acara khas masing-masing, seperti Malang, Boyolali, Probolinggo, (Jawa Timur), Candi Prambanan (Jawa Tengah), Kupang (NTT), Pantai Losari (Makassar) dan Mataram (NTB).

Di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pawai meriah yang biasa dilakukan sehari sebelum Nyepi seperti halnya di Bali, yaitu Pawai Ogoh-ogoh. Pawai budaya ini biasanya selalu menarik minat masyarakat untuk meyaksikannya, menikmati tontonan beragam bentuk Ogoh-ogoh yang digelar oleh pemuda-pemuda banjar di Mataram.

Secara simbolik, pawai ini dimaksudkan untuk mengusir nafsu atau hawa buruk dari muka bumi.

Seperti halnya yang terjadi di Bali, Pawai Ogoh-ogoh menjadi salah satu perayaan Nyepi yang paling ditunggu-tunggu warga dan wisatawan. Demikian halnya di Mataram. Tentu saja di Bali lebih semarak karena mayoritas warganya adalah pemeluk Hindu.

Namun di masa pandemi virus Corona ada aturan-aturan untuk mencegah, salah satunya aturan jarak fisik dan menghindari adanya kerumunan, hingga pembatasan perjalanan, maka terkait Pawai Ogoh-ogoh akhirnya juga terdampak pandemic.

Pawai Ogoh-ogoh pada Hari Raya Nyepi 2021 atau Tahun Baru Saka 1943, ditiadakan. Pemerintah Kota Mataram meniadakan kegiatan ini sebagai Langkah pencegahan penyebaran Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiasa, pekan lalu.

“Pawai ogoh-ogoh ini kita tiadakan lagi karena pandemi COVID-19 masih terjadi. Apalagi kasus COVID-19 di Mataramm terus bertambah,” katanya.

Menurut Swandiasa, kebijakan Pemkot Mataram sudah dipedomani dengan baik oelh umat Hindu di Mataram khususnya. Itu bisa dilihat tidak adanya umat Hindu yang membuat ogoh-ogoh secara masif seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kalau ada yang sudah telanjur membuat Ogoh-ogoh, diharapkan mengarak ogoh-ogohnya hanya di sekitar banjar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, melalui gerakan 5M.

Wisatawan berbondong-bondong ke Gili

Hari Raya Nyepi di masa pandemi suasana di Bali memang berbeda dengan di Mataram, Lombok. Bayangkan, termasuk wisatawan pun di Bali dilarang keluar rumah selama Nyepi. Tapi di Lombok, yang mayoritas penduduknnya beragama Islam, meski tetap bertoleransi menjaga ketenangan dan kesopanan, tidak ada aturan yang melarang warga keluar rumah. Apalagi bagi wisatawan.

Wisatawan di Gili

Selama Hari Nyepi, pelaku pariwisata di Lombok, khususnya di tiga gili yakni Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan ketiban rezeki. Dilaporkan, tingkat kunjungan wisatawan ke Pulau Lombok meningkat selama libur Hari Raya Nyepi 2021.

Wisatawan mancanegara mulai berbondon-bondong ke Gili yang terlihat pada hari Minggu, 14 Maret 2021. Sebagian besar mereka datang dari Bali, yang memilih menghindari kondisi sepi saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943

Lumayan wisatawan yang datang ke tiga gili. Jumlahnya mencapai 40 persen dari posisi zero selama pandemi Covid-19. Itu diungkapkan  Ketua Gili Hotel Association (GHA), Lalu Kusnawan, sehari menjelang Hari Nyepi.

Menurut Kusnawan, peningkatan itu terjadi karena limpahan wisatawan yang ingin menikmati liburan di luar Pulau Bali selama Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Minggu, 14 Maret 2021. Jadi para wisatawan itu hanya melakukan pemesanan kamar selama periode libur akhir pekan saja.

“Ini untuk libur Nyepi saja bookingnya,” jelas Kusnawan.

Bagaimana dengan wisatawan yang berlibur di Senggigi, Lombok Barat? Memang ada peningkatan sekitar 20 persen, tapi jumllah itu didominasi wisatawan lokal untuk weekend.

 Ketua Senggigi Hotel Association (SHA), I Ketut M. Jaya Kusuma, mengakui memang ada perkembangan pada libur panjang Hari Raya Nyepi. Namun didominasi staycation, dan diakuinya merupakan wisatawan lokal yang berasal dari Kota Mataram.

Tentu saja jangan dibandingkan tahun lalu, yang jumlah pemesanan kamar jauh lebih banyak. Tapi tahun 2021, akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung selama satu tahun, sangat sedikit tamu yang menginap di Senggigi.

Rr

 

 




Bangkitkan Ekonomi Rakyat, Bupati Dukung Festival Durian di Desa Genggelang

Melalui Festival Durian masyarakat ingin memperkenalkan sumber daya alam untuk membangkitkan nilai budaya dan pariwisata

GANGGA.lombokjournal.com

Saat membuka Festival Durian di Pasar Desa Genggelang (10/03/21), Bupat Djohan Sjamsu mengatakan akan bangkitkan ekomi rakyat di masa pandemi Covid-19.

“Kita ingin saat ini membangkitkan ekonomi rakyat dalam masa pandemi Covid-19. Festival Durian adalah salah satu upaya mendongkrak ekonomi terlebih Fesa Genggelang menjadi Desa Wisata,” kata Bupati.

Harapan Bupati, ke depan harus diadakan event khusus untuk kegiatan pameran hasil pertanian dan UMKM. Saat ini pemerintah fokus bagaimana mengembangkan Desa Wisata.

“Nantinya bisa dikunjungi wisatawan,” tutur Bupati yang dating di Festival Durian Bersama Wakil Bupati Danny Karter Febrianto beserta istri.

Bupati dan Wkil Bupati mengawali dengan meninjau stand Buah Durian dan Produk UMKM KLU. Saat itu hadir  juga anggota DPRD KLU, Hakamah, para Pimpinan OPD, dan peserta festival.

Bupati Djohan menegaskan, kegiatan festival seperti ini perlu terus didukung, dalam rangka mengakat ekonomi kerakyatan masyarakat KLU.

Genggelang adalah desa yang subur, apa pun yang ditanam tumbuh dan berhasil, sambungnya. Jika desa maju, otomatis KLU akan maju.

“Mari manfaatkan potensi yang ada, produk UMKM kita tingkatkan dengan kualitas yang baik dan indah, agar menjadi daya tarik pembeli. Saya mengapresiasi Festival Durian dan harus berkelanjutan. Tidak hanya durian saja, tetapi produk UMKM masyarakat KLU,” imbuhnya.

Kepala Desa Genggelang, Almaududi mengatakan, kegiatan Festival Durian yang  direncanakan dari tahun sebelumnya, bisa dilaksanakan tahun ini. Karena masih situasi pandemi Covid-19, kegiatan menjadi terbatas dan mematuhi prokes.

“Pemdes dan masyarakat Desa Genggelang sudah mengembangkan tanaman durian ini sejak dulu. Hampir seluruh masyarakat Genggelang mengembangkan tanaman durian,  baik di kebun maupun di pekarangan rumah masing-masing,” kata Almaududi.

Melalui Festival Durian masyarakat ingin memperkenalkan sumber daya alam dan perkembangan yang ada di desa serta membangkitkan nilai budaya dan pariwisata.

Saat ini Desa Genggelang menjadi Desa Wisata, rencananya kegiatan semacam Festival Durian terus berlanjut pada masa mendatang.

rar




Event ‘Geotrail Mission Run 2021’, Lomba Lari Melintasi Persawahan

Di Event perdana ini jumlah peserta dibatasi hanya 100 orang peserta, yang berasal dari kota-kota yang ada di Pulau Lombok dan NTB umumnya

LOTENG.lombokjournal.com

Dewan Pelaksana Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark menyelenggarakan event GEOTRAIL MISSION RUN 2021, lomba lari sejauh 10 km melintasi areal persawahan di Desa Tanak Beak dan Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, yang akan dilaksanakan pada tanggal 13-14 Maret 2021.

Geotrail Mission Run (GMR) merupakan sebuah event lomba lari dengan misi, 3 orang dengan waktu tercepat dan poin tertinggi (dari penyelesaian misi) akan menjadi pemenang.

Namun tujuan utama event ini bukanlah perlombaan mengejar hadiah, namun mengajak peserta dapat berkontribusi bagi komunitas lokal di Desa Tanak Beak dan Desa Karang Sidemen, sambil berolahraga untuk meningkatkan imunitas tubuh.

GMR dilaksanakan juga untuk mendukung pengembangan geowisata di wilayah geopark, mendukung Program NTB Zero Waste, Program Kampung Iklim dan NTB Hijau serta dilaksanakan juga dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan Tahun 2021.

Peserta juga diajak menghadapi tantangan berinteraksi dengan warga setempat, sebagai bagian dari lomba.

Tantangan melakukan aktivitas keseharian masyarakat desa itu, mulai dari hal yang sederhana seperti membantu pengerajin membuat sedotan bambu ramah lingkungan, belajar cara membuat eco-brick dari kelompok masyarakat pengelola bank sampah.

“Atau membantu aktivitas berkebun petani buah naga, dan melakukan aksi penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam,” jelas Meliawati ANG, Chairperson evet tersebut melalui siaran pers yang diterima media, Jum’at (05/03/21).

Menurutnya, Interaksi dengan kegitan masyarakat merupakan bentuk edukasi dalam pengembangan konsep wisata.

“Interaksi humanis dengan masyarakat pun bisa menjadi sebuah atraksi wisata menarik dan berkesan asal dikemas dengan baik,” kata Meliawati.

Sebagai tambahan dalam hal edukasi, terdapat juga tantangan berupa mempopulerkan warisan geologi berupa (singkapan batuan) yang ada di Desa Tanak Beak melalui unggahan di instagram masing-masing peserta.

Menurut Meliawati, dunia pariwisata merupakan sektor yang paling besar merasakan dampak buruk di masa pandemi. Namun anjloknya kunjungan wisatawan  tidak terus diratapi, justru harus jadi pemicu semangat untuk berusaha lebih kreatif membuat terobosan  baru.

Dalam penyeleggaaan event ini Dewan Pelaksana Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram (STP-Mataram), IAGI Pengda NTB, IKA SKMA NTB, Pemprov NTB, TNGR, BKSDA NTB, BPDAS Dodokan Moyosari, Pemerintah Desa Tanak Beak, Pemerintah Karang Sidemen, dan komunitas-komunitas lokal.

Pendaftaran peserta

Di Event perdana ini jumlah peserta dibatasi hanya 100 orang peserta, yang berasal dari kota-kota yang ada di Pulau Lombok dan NTB umumnya.

Pembatasan ini sebagai bentuk kepatuhan melaksanakan protokol Kesehatan. Ke depan saat siatuasi Kembali normal, rencananya akan terus dilaksanakan rutin, dengan memperbesar skala peserta yang terlibat hingga level nasional bahkan internasional.

Untuk berpartisipasi dalam event ini, peserta dipungut biaya pendaftaran Rp. 150.000,-/orang (individu) dan Rp. 130.000,-/orang bagi yang mendaftar secara berkelompok (minimal 3 orang).

Dengan biaya itu peserta memperoleh T-shirt, souvenir, totebag, meals, nomor dada dan medali finisher, dan termasuk termasuk kontribusi untuk komunitas lokal.

Pendaftaran event dapat dilakukan secara online (http://bit.ly/regist-gmr21) maupun offline di Sekretariat Geopark Rinjani-Lombok (Jalan Langko No 69 Mataram) pukul 08:00 – 17:00 WITA pada Senin – Jumat.

Rr

 

 

 




Event Bau Nyale Ada Fashion Show, Dialog Interaktif dan Forum Bisnis

MATARAM.lombokjournal.com

Event Bau Nyale di kawasan Kuta, Lombok Tengah tetap akan dilaksanakan meski dalam situasi pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Lalu Mohammad Faozal  mengatakan, perayaan bau nyale akan dilaksanakan secara hybrid, yakni kegiatan online dan offline, tanggal 3-4 Maret Mendatang.

Sejumlah kegiatan digelar sebelum acara puncak, di antaranya adalah fashion show, dialog interaktif dan forum bisnis.

“Kegiatan bau nyale ini akan di bagi dua baik yang offline dan online, khusus untuk online akan di batasi karena covid,” ujar Faozal pada Rabu(10/02/21).

Dalam Event bau nyale kali ini akan dihadiri oleh Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, dan Menparekraf direncanakan hadir.

Dalam rangkaian kegiatan event, akan mempertemukan para buyer dan seller dimana produk yang ditawarkan adalah hasil produk kreatif UMKM dan produk lokal yang telah lolos kurasi serta seleksi.

“Direncanakan ada 25 buyer nanti yang akan membeli paket wisata, kita juga akan mempromosikan produk unggulan yang di miliki oleh ekonomi kreatif di Lombok,” ungkap Faozal

Aya