Bupati Djohan Terima KKN Tematik Mahasiswa STP Mataram

Sebanyak 77 mahasiswa STP Mataram yang melakukan KKN tematik di enam desa diterima Bupati Djohan Sjamsu dan diminta meihat potensi lokasi KKN

TANJUNG.lombokjournal.com  ~ Sebanyak 77 Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok Utara diterima  langsung oleh Bupati H. Djohan Sjamsu SH, bertempat di Aula Bupati, Jum.at (29/10/21).

Hadir dalam penerimaan itu Ketua STP Dr. Halus Mandala MHum, Plt Kadis Parawisata KLU Drs.Ainal Yakin, Keordinator Kompak KLU, Camat Bayan Denda Peniwarni SE, Kepala Desa Malaka H. Akmaludin Ichwan MAP, serta undangan lainnya.

77 mahasiswa STP Mataram diterima bupati

Bupati terima 77 mahasiswa STP Mataram
Bupati H. Djohan Sjamsu

Bupati Djohan menyambut baik hadirnya 77 mahasiswa STP Mataram yang melaksanakan KKN tematik di enam desa wisata di Lombok Utara. KKN tematik merupakan tindak lanjut kerjasama antara Pemda KLU dengan STP Mataram Tahun 2020 yang lalu.

BACA JUGA: Tokoh ‘Wet Adat Sesait’ Lakukan ‘Meriri Bale Makam Bayan’ 

“Harapan saya pada mahasiswa sebagai agen pembaharuan niscaya mampu memposisikan dan menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan masyarakat yang ada di Lombok Utara,” harap Bupati Djohan.

Peran mahasiswa sebagai pemberi informasi, motivator dan penghubung serta fasilitator tentu peran ini tidak mudah, karena permasalahan di masyarakat sangat kompleks dan beragam, sebagai dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Lombok Utara hampir semua memiliki tempat wisata unggulan dan menjadi daya tarik tersendiri dengan keindahan yang dimiliki.

“Semoga anak-anak saya dari mahasiswa bisa melihat potensi yang dimiliki di lokasi KKN agar bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan selama 2 bulan ini dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pengembangan diri mahasiswa sendiri dan bagi desa tempat KKN,” tuturnya.

Mahasiswa diminta mampu melakukan pemberdayaan potensi masyarakat desa menuju peningkatan kesejahteraan yang lebih baik, dengan meningkatkan kepedulian dan empati atas permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Mahasiswa bisa mendorong perubahan perilaku sebagai proses perubahan masyarakat untuk menjadi lebih baik.

“Manfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar di tengah-tengah masyarakat bukan hanya belajar teori seperti yang dilakukan sekarang, tapi belajar praktik dalam melihat dan memahami kondisi Masyarakat khususnya masyarakat yang ada di Lombok Utara ini,” tutupnya

Ketua STP Mataram, Dr. Halus Mandala menyampaikan KKN tematik khususnya untuk membangun Desa Wisata.

Jadi pekerjaannya tidak biasa-biasa saja, tapi khususnya membuat desa wisata itu yang awalnya dari rintisan upayakan untuk menjadi desa wisata maju dan mandiri.

“Sebanyak 77 mahasiswa yang melakukan KKN untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan tempat KKN masing-masing. Anggaplah rumah sendiri dan bangunlah desa tempat KKN seperti membangun Dasa anda sendiri,” ungkapnya.

Komitmen dalam membantu Desa Wisata serta membangun tempat wisata,

Kegiatan ini atas kerjasama dengan Pemda serta Kompak yang memberikan dukungannya, sehingga segala bentuk pelaksanaan kegiatan tidak ada hambatan yang berarti.

BACA JUGA: Peresmian Homestay dan Bimtek Pelaku Pariwisata di Senaru

“Kerjasama luar biasa ini patut kita teruskan dan ditingkatkan agar terus bersinergi lebih baik bisa membangun desa wisata dengan pola desa tematik kemudian dengan desa binaan,” tuturya.

Lokasi KKN di enam Desa wisata yaitu Desa Senaru, Bayan, Karang Bajo, Genggelang, Medana dan Malaka.

@ng




Peresmian Homestay dan Bimtek Pelaku Wisata di Senaru

Kegiatan pengembangan objek Wisata Desa Tahun 2021, yang dilakukan Dirjen PDP yaitu peresmian homestay dan Bimtek pelaku pariwisata di Senaru

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dirjen PDP Kemendes PDTT RI, Sugito SSos MH meresmikan Homestay Desa Senaru serta membuka kegiatan Bimtek (bimbingan teknis) peningkatan kapasitas pelaku wisata dalam pengembangan hospitality homestay, di halaman Homestay Desa Senaru (28/10/21).

Bupati dan Dirjen usai peresmian homestay

Kegiatan tersebut merupakan pengembangan objek Wisata Desa Tahun 2021, yang dihadiri Bupati Lombok Utara. H Djohan Sjamsu SH.

Tampak hadir juga Plt. Direktur Pengembangan Sarana dan Prasarana Desa dan Pedesaan Kemendes PDTT Muh.Fahri SSTP MSi, Ketua DPRD KLU Nasrudin SHi, Kepala Dinas PMPD Kependudukan dan Pencatatan Sipil NTB Dr. H Azhari SH MH,Plt.

Selain itu juga hadir Kadis P2KBMPMD KLU Drs.Rusdianto, Ketua PKK KLU Hj.Galuh Nurdyiah Djohan Sjamsu, Camat Bayan Denda Peniwarni SE, Kepala Desa Senaru Raden Akria Buana,serta undangan lainnya.

BACA JUGA: Program Desa Wisata di NTB, Ini Dukungan Kemendes PDTT

Bupati Djohan menyampaikan, dengan masuknya Desa Senaru menjadi salah satu dari 50 Desa Wisata terbaik di Indonesia,  tugas mendesak ke depan bagaimana mengelola Desa Wisata Senaru menjadi lebih baik mulai dari kebersihan, keamanan serta laiNnya.

“Terimakasih kepada Kemendes PDTT yang telah memberikan perhatian pada KLU dengan pembangunan homestay dalam upaya bangkitnya Pariwisata,” ungkapnya

KLU saat ini masih menjadi satu-satunya daerah tertinggal di Provinsi NTB, tentu hal tersebut menjadi tantangan bagaimana kita keluar dari daerah tertinggal.

“Dengan membangun desa-desa wisata agar bisa nikmati indahnya Parawisata oleh masyarakat dan wisatawan dimana desa juga memiliki peran dalam percepatan pembangunan daerah,” tuturnya

Lombok Utara memiliki tempat wisata komplit hampir semua kecamatan punya tempat wisata unggulan yang menjadi daya tarik untuk dikunjungi.

“Harapan saya dengan dengan fokusnya Kemendes dalam pembangunan pedesaan ini, ada hal-hal spresifik yang bisa dilakukan dalam upaya percepatan pembangunan dan pemulihan daerah ini,” harapnya

Dirjen PDP Kemendes PDTT RI, Sugito mengatakan, kegiatan peningkatan kapasitas pelaku wisata dan pengembangan hospitality homestay merupakan konsistensi kita dalam menjaga kuantitas dan pelayan pada pengunjung.

Khususnya dalam perilaku menghadapi para wisatawan yang datang ke lokasi, dan membangun kesan positif pada wisatawan.

“Industri pariwisata ialah industri dinamis, kreatif dan inovatif,” kata Sugito.

NTB menjadi destinasi super prioritas dengan adanya Mandalika tinggal bagaimana kita mengambil peran dengan potensi yang dimiliki.

BACA JUGA: Menguatkan Tetebatu, Nominasi Desa Wisata Terbaik

Kegiatan diakhiri dengan Penyerahan Plakat dari Dirjen PDP kepada Bupati Djohan, sekaligus  pemotongan pita sebagai tanda diresmikan Homestay Senaru, serta dilanjutkan dengan peninjauan stan UMKM masyarakat.

@ng




Program Desa Wisata di NTB, Ini Dukungan Mendes PDTT

Bantuan berupa sarana dan prasaran diberikan Kementerian Desa PDTT untuk program Desa Wisata. Pesannya, pembangunan desa tidak keluar dari akar budaya setempat

LOTIM.lombokjournal.com ~  Program unggulan Desa Wisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat dukungan dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Dr. Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd

Dukungan itu berupa bantuan berupa sarana dan prasarana (Sarpras) Pengembangan objek wisata Desa NTB.

Mendes PDTT beri bantuan program Desa Wisata

Didampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Mendes memberikan bantuan sarpras kepada 19 desa.

Dari jumlah tersebut, 9 desa telah selesai 100 persen pembangunannya, di antaranya Desa Senaru, Sembalun, Tete Batu, Pringgasela, Kembang Kuning, Desa Seruni Mumbul, Desa Malaka, Desa Sekotong dan Desa Sesaot.

Bantuan Mendes PDTT tersebut direncanakan untuk pembangunan home stay, balai kesenian, jalan menuju destinasi wisata, pengembangan ekonomi, hingga stan kuliner yang salah satunya telah dibangun, yaitu pendopo di Sembalun Bumbung.

BACA JUGA: Kapal Cargo Tenggelam di Perairan Utara Bali

Sambil bergurau, Gubernur Zukiefimansyah mengatakan, semoga makin banyak bantuan untuk NTB

“Terima kasih dan semoga makin banyak bantuan untuk NTB di masa yang akan datang,” ujar Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (27/10/21).

Dalam kesempatan sama, Menteri Iskandar meminta agar ke depan, perencanaan pembangunan desa tidak keluar dari akar budaya desa setempat.

“Dengan demikian budaya pembagunan berbasis data desa, akan berbasis masalah, bukan berbasis keinginan,” ujar Menteri Iskandar.

Sebelumnya, Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy yang hadir pada kesempatan tersebut mengungkapkan penghargaan dan penghormatan setulusnya atas bantuan sarana prasarana bagi desa wisata di wilayahnya.

Pengembangan program unggulan Desa Wisata dilakukan di sepuluh kabupaten/kota se NTB, yakni Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Sumbawa Barat.

BACA JUGA: Menguatkan Tetebatu, Nominasi Desa Wisata Terbaik

Selanjutnya Kota Bima, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Utara.

Nn

diskominfotik




Menguatkan Tetebatu, Nominasi Desa Wisata Terbaik

BPPD NTB bersama para pelaku pariwisata di Desa Wisata Tetebatu berupaya menguatkan daya tarik, dengan merumuskan masterplan Tetebatu sebagai Desa Wisata terbaik

LOTIM.lombokjournal.com ~ Upaya memperkuat DesaWisata Tete Batu, Lombok Timur yang akan berlaga dalam ajang Best Tourism Village UNWTO 2021, terus dilakukan.

Salah satunya inisiatif yang dilakukan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat dengan penyelenggaraan Focus group Discussion (FGD) bertajud ‘Sosialisasi dan FGD Perumusan Masteplan Tetebatu Desa Wisata Terbaik versis UNWTO’, yang berlangsung di Wisma Sujono, Selasa (26/10/21).

Pelaku Pariwisata di TeteBatu ikut menguatkan Desa Wisata Pemateri FGD untuk menguatkan Desa Wisata Tetebatu

Wisma Sujono merupakan home stay pertama di Lombok, yang dibangun sekitar tahu 40-an.

BACA JUGA;

Penyelenggaraan WSBK dan MotoGP, Pemprov NTB Studi Komparasi ke Itali

“Acara FGD di Desa Wisata Tetebatu ini merupakan bagian dari pull up untuk memperkuat Tetebatu yang akan bertanding dalam ajang Best Tourism Village UNWTO 2021,” kata Ari Garmono, Ketua BPPD NTB.

SepertI diketahui, pembenahan Tetebatu sudah dilakukan berbagai Instansi, dari Dinas Pariwisata, dan semua Instansi yang memiliki concern pada peningkatan kemajuan desa wisata.

Meski demikian, masih ada kekurangan karena belum ada skema untuk membangun master plan kepariwisataan di Tetebatu. Itu harus dimulai dengan mengidentifikasi potensi yang ada di Tetebatu itu apa saja, baru kemudian mengklarifikasikannya.

Setelah itu baru bisa dibuat master plan perencanaan atau rencana induknya.

Jadi rencana induk nya itu seperti hal-hal yg sederhana, misalnya bagaimana penataan kawasan, bagaimana menjaga kebersihan, bagaimana keterlibatan masyarakat dan seterusnya.

“Setelah itu, baru kemudian dibuat Road Map 1,2,3,4 th dan seterusnya,” jelas Ari.

Keterlibatan masyarakat ini, menurutnya, menjadi penting oleh karenanya perlu untuk meningkatkan kapasitas individu masyarakat terutama pengetahuan nya tentang Dunia pariwisata.

Tetebatu sudah dikenal sebagai destinasi, semenjak tahun 40 an. Dan sejak tahun itu sampai sekarang banyak berkembang industri pariwisata tetapi industri pariwisata itu hanyalah faktor pendukung

Karena pariwisata itu adalah hospitality industry, jadi soal ‘hospitality’-nya dulu yang harus jadi perhatian.

Tetebatu merupakan salah satu kampung home stay yang ada di Lombok dan yang terbesar, karena sebaran home stay-nya banyak sekali.

Acara FGD ini dihadiri oleh seluruh pelaku industri pariwisata, dengan mengundang sekitar 50 an para pelaku pariwisata yang ada di Tetebatu. Ditambah dengan Pokdarwis jadi total pesertanya itu sekitar 100 peserta.

Dibuka oleh Ari Garmono, Ketua BPPD propinsi NTB, kemudian disambung Topan Rahmadi, pemerhati dan praktisi pariwisata NTB.

BACA JUGA: Pelaksanaan Asia Talent Cup, Pemprov NTB Tangani Sendiri

Kemudian masuk ke materi teknis untuk penyusunan master plan oleh Poltekpar.
BPPD itu sebagai Inisiator dan Konseptor, sedang Poltekpar sebagai pasilitator dan sponsor, dan

“BPPD Lotim sebagai pelaksana/eksekutornya,” jelas Ari Garmono.

Nunuk




Penyelenggaraan WSBK & MotoGP 2022,  Pemprov NTB Studi Komparasi ke Itali

Studi Komparasi ke Itali yang diakukan tim Studi Komparasi Pemprov NTB, tujuannya agar penyelenggaraan WSBK dan MotoGP 2022 bisa berlangsung sukses

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tim Pemprov NTB dikirim ke Italia untuk melakukan Studi Komparasi, agar sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan event MotoGP seperti Itali.

Italia merupakan negara yang telah puluhan kali sukses menjadi tuan rumah penyelenggaa MotoGP,  karena itu Provinsi NTB perlu belajar banyak pada negara tersebut.

disamut kepolisisan Remini di Itaili saat studi penyelenggaraan MotoGP2022 Ridwansyah dan dr Jack studi penyelenggaraan Motogp2022

Studi Komparasi ke negeri pizza itu berlangsung pada hari kamis-jumat, tanggal 21-22 Oktober 2021. Di hari pertama, kedatangan Tim Studi Komparasi Pemprov NTB diterima oleh jajaran Kepolisian Daerah Remini, Italia.

BACA JUGA: Pelaksanaan Asian Talent Cup, Pemprov NTB Tangani Sendiri

Di hari kedua, Tim Studi Komparasi Pemprov NTB mengunjungi Missano Circle Circuit MotoGP Marco Simoncelli dengan melihat langsung di lapangan dan didampingi oleh jajaran Kepolisian Daerah Remini, Italia.

“Italia sudah puluhan tahun menyelenggarakan MotoGP. Kita (di NTB) bahkan di Indonesia belum punya pengalaman untuk itu. Karena itu, kita harus banyak mencontoh sistem yang diterapkan Italia,” jelas Ridwansyah, Kepala Dinas PUPR yang melakukan studi komparasi tersebut, didampingi Direktur RSUD NTB.

Kegiatan tersebut menghasilkan beberapa hal, di antaranya Pemprov NTB akan mengadopsi berbagai tehnis dan sistem penyelenggaraan acara.

Mulai soal Ruang Command Center, apabila terjadi kontijensi, keamaan, penempatan medical center, screening penonton, hingga berbagai regulasi lainnya.

Serta, keamanan protokol kesehatan yang biasa dilakukan saat penyelenggaraan event tersebut. Seperti, setiap penonton diwajibkan untuk mengisi aplikasi kesehatan (semacam aplikasi pedulilindungi Indonesia).

BACA JUGA: Membanggakan, NTB Peringkat KE-9 STQ Nasional XXVI

“Kita perlu bangun sistem screening penonton berbasis IT untuk pemeriksaan kesehatan/PCR atau antigen sesuai prokes,” tandas dr. Jack, sapaan Direktur RSUD Provinsi NTB.

diskominfotikntb

 




Maulid Adat di Bayan, Lombok Utara, Dihadiri Gubernur NTB

Saat mengikuti Maulid Adat, Gubernur juga ke desa adat Bayan. Selain memiliki destinasi wisata budaya, tempat ini disebut punya sejarah panjang masuknya islam di Pulau Lombok

BAYAN,KLU.lombokjournal.com ~  Di berbagai tempat di Kabupaten Lombok Utara, masyarakat adatnya sedang memperingati Maulid Rasululah, yang penyeenggaraannya berlangsug di Masjid Kuno yang ada di masing-masing desa.

Gubernur mengikuti upacara Maulid Adat di Bayan

Di antara maraknya penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, salah satunya dan dianggap paling lengkap prosesi ritualnya yakni yang berlangsung di Masjid Kuno di Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Hari Kamis (21/10/21), Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah, mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Bayan Kabupaten Lombok Utara.

“Berkunjung ke Bayan adalah perziarahan panjang menembus batas dan waktu,” kata Gubernur Zul saat menghadiri Maulid Adat di Bayan Lombok Utara.

BACA JUGA: Maulid Adat Tiap Tahun Juga Berlangsung di Desa Pansor 

Ia juga mengajak masyarakat untuk berkunjung ke desa adat Bayan. Menurut catatan sejarah, selain memiliki destinasi wisata budaya tempat ini memiliki sejarah panjang tentang masuknya islam di Pulau Lombok.

“Sesekali datanglah ke Bayan di Lombok Utara untuk bersilaturrahim dengan kearifan,”ajaknya.

Maulid Adat Bayan merupakan kegiatan adat terkait peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.  Dilaksanakan selama 2 hari oleh masyarakat adat Bayan sebagai bentuk penghormatan terhadap Rasulullah.

“Acara yang sangat luar biasa,” puji gubernur saat bersama Bupati, Wakil Bupati dan Sekda KLU.

BACA JUGA: Wabup Danny Hadiri Peringatan Maulid Adat di Dusun Batu Lilir

Gubernur NTB ini juga menyampaikan rasa terima kasih atas undangan dan sambutannya yang luar biasa, kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekda KLU dan masyarakat adat Bayan KLU.

Diskominfotik




Pelaksanaan Asian Talent Cup, Pemprov NTB Tangani Sendiri 

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyerahkan pelaksanaan event IATC, yang digelar di Pertamina Mandalika International Street Sirkuit tanggal 12 – 14 November 2021, kepada Pemerintah Provinsi NTB sepenuhnya.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan IATC (Idemitsu Asian Talent Cup), digelar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Jajaran OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Jumat (22/10/21), di Pendopo Gubernur NTB.

Pelaksanaan IATC bulan November

Event Idemitsu Asian Talent Cup (IATC) yang akan digelar bulan November 2021, di Pertamina Mandalika International Street Sirkuit, penyelenggaraannya diserahkan ke Pempov NTB.

Pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyerahkan pelaksanaan event IATC kepada Pemerintah Provinsi NTB sepenuhnya.

Dengan catatan bertanggungjawab terkait keamanan fasilitas di arena Sirkuit, menjamin kebersihan dan pemberlakuan Protokol kesehatan yang ketat kepada seluruh penonton.

BACA JUGA: Sosialisasi Dana Cukai Tembakau, Dilakukan Masif di KLU

Syaratnya, mewajibkan penonton divaksin 2 kali, melakukan rapid antigen dan menggunakan Aplikasi PeduliLindungi.

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, jumlah penonton IATC diperkirakan sebanyak 15.000 penonton, terdiri dari masyarakat NTB dan Anak-anak SMA/SMK dan Santri di NTB.

“Yang ditangani oleh Dorna hanya event World Superbike (WSBK) dan MotoGP, sedangkan IATC diserahkan pelaksanaannya sepenuhnya kepada pemerintah daerah,” jelas Bang Zul.

Seluruh OPD terkait lingkup Provinsi NTB, diminta untuk mengambil bagian untuk mensukseskan pelaksanaan event tersebut.

Event ini merupakan ajang untuk memperkenalkan kepada masyarakat dan pelajar kita, untuk memberikan kesempatan kepada junior, memancing minat mereka terhadap dunia motor sport.

Untuk mengantisipasi membludaknya jumlah penonton, gubernur meminta agar standarisasi terkait protap keamanan, dan pemberlakuan Protokol kesehatan pada event IATC disamakan dengan event WSBK.

“Ini wujud partisipasi, supaya kita tidak jadi penonton di tempat sendiri,” ujarnya.

Sebelum event IATC dilaksanakan, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, akan mengerahkan siswa-siswa SMA/SMK untuk melakukan pembersihan dan kegiatan penghijauan di sekitar Sirkuit Mandalika.

BACA JUGA: Keluarga Benteng Utama Pencegahan Bahaya Narkoba

Gubernur meminta agar event ini dapat dibuat semeriah mungkin, melibatkan masyarakat, melibatkan penyanyi lokal kita, tentunya dengan tetap menjaga kebersihan dan menjaga fasilitas di Sirkuit.

Event ini juga akan dijadikan ajang untuk pameran produk lokal UMKM NTB, seperti produk sektor kesehatan, Motor Listrik dan berbagai jenis produk-produk lokal NTB.

“Ini dari kita, oleh kita untuk kita, prinsipnya,” tutupnya.

Diskominfotikntb




Event HK EC 123k, Kegiatan Besar Di Tengah Pandemi

NTB bisa menyelenggarakan event besar di tengah pandemi jelang berlangsungnya world superbike dan MotoGP

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ini event besar lainnya jelang world superbike atau WSBK, yaitu Hutama Karya Endurance Challenge (HKEC).

Event ini semula akan dilangsungkan awal bulan Agustus lalu, tapi terkendala pandemi Covid-19 karena itu tertunda. Akhirnya dilakukan reschedule, dan kini akan digelar tanggal 15-17 acara puncak di bulan Oktober tahun 2021.

Melalui Konferensi Pers di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Rabu (13/10/21), Ketua Panitia HKEC, Okta menjelaskan terkait ppenundaan itu. Dan ia pun menegaskan, kegiatan HK Endurance Challenge sudah sekelas Asia dan direncanakan sekelas dunia.
Menurutnya, kegiatan ini dinamakan HKEC, karena ini adalah olahraga triathlon.

“Tentunya diselenggarakan dan diikuti oleh atlet atlet yang sudah berpengalaman,” jelas Okta.

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide Inovasi

Hk Endurance Challenge direncanakan menempuh jarak kurang lebih 123 km. Start dari Gili Air sampai DI Pantai Sire menempuh sekitar 2 km, kemudian lanjut bersepeda sampai dengan masuk kawasan ITDC Mandalika yang panjangnya kurang lebih 100km.

Setelah itu dilanjutkan dengan run atau berlari sepanjang 20 km, sehingga di namakan HKEC dalam satu dekade itu 123km atau 123.Hampr dipastikan peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini jumlahnya sekitar 100 peserta dari 18 negara internasional yang notabene semuanya sudah tinggal di Indonesia. Asal peserta yang dari 18 negara itu mewakili 5 benua Eropa.

Ketua Panitia HKEC Lombok Series itu juga menjelaskan, ada 100 peserta yang terdiri dari 60 peserta asal Indonesia dan 40 peserta adalah WNA yang menetap di Indonesia.
Partisipan asing yang bergabung berasal dari 18 negara yang mewakili 5 benua.

Diterangkan, usia peserta termuda berusia 19 tahun berasal dari NTB dan yang tertua adalah partisipan WNA berusia 65 tahun.

BACA JUGA: Warga Dusun Gol Panen P2L, di Saat Pandemi Covid-19 

Jumpa wartawan dalam kegiatan HC Endurance Challence, menurut Kadis Pariwisata NTB yang hadir saat itu, diharapkan untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, NTB bisa menyelenggarakan event besar di tengah pandemi.

Harapannya, melalui konferensi pers, seluruh informasi terkait dengan penyelenggaraan HKEC ini bisa paripurna diberitakan.

Ist
.




Perayaan Mandi Safar di Gili Tahun Ini Lebih Sederhana, Ini Alasannya

Di tengah acara perayaan Mandi Safar, Kadis Pariwisata NTB minta pelaku pariwisata di Gili mengambil peran dalam event MotoGP

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Acara perayaan Mandi Safar di Dusun Gili Meno Desa Gili Indah Rabu (06/09/21)  sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, penyelenggaraannya lebih sederhana dan tak semeriah sebelumnya.

Penyelenggara upacara tradisi itu berlangsung di tengah pandemi Covid-19, sehingga banyak aturan yang membatasi.

Wabup di tengah-tengah perayaan Rebo Bontong

Masyarakat Dusun Gili Meno antusias dalam perayaan Rebo Bontong

Pembatasan yang ditekankan, penyelenggaraannya harus memperhatikan protokol kesehatan (prokes), berarti menghindari kerumunan banyak orang, serta aturan prokes lainnya.

Pemerintah KLU berharap tidak ada lagi penambahan kasus positif Covid-19, tujuannya agar sektor Pariwisata segera pulih.

BACA JUGA: Workshop Implementasi Program LED di KLU, Dibuka Bupati

“Saya menghimbau pada masyarakat tidak mengabaikan Prokes guna menjaga diri, keluarga dari virus pandemi covid 19 dan masyarakat yang belum vaksin untuk segera melakukan suntik vaksin,” kata Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng yang ikut acara perayaan Mandi Safar di Dusun Gili Meno.

Hadir pula pada acara tersebut, Kadis Pariwisata  NTB Yusron Hadi ST, PLT Kadis Pariwisata KLU DRs. Ainal Yakin, PLT Kadis Perhubungan KLU, Ir. M Wahyu Darmawan serta undangan lainnya.

Upacara Mandi Safar atau lebih dikenal dengan Rebo Bontong menjadi ritual rutin masyarakat setempat yang jatuh setiap bulan Safar.

Ritual Rebo Bontong merupakan perpaduan budaya warga Sasak dan Islam, untuk memohon berkah.

Wabup Danny menyampaikan, Mandi Safar adalah budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Kegiatan itu

“Kegiatan mandi sapar ini menjadi bukti keberadaan pemerintah di tengah masyarakat, dalam situasi dan kondisi apa pun, terlebih di masa sulit sperti sekarang ini,” ungkap Wabup Danny

Dalam kesempata itu, Kadispar NTB Yusron Hadi mengharapkan pelaku wisata di KLU, khususnya di Desa Gili Indah, menyiapkan diri dan mengambil peran pada  event Internasional Moto GP yang dilaksanakan di Mandalika Lombok Tengah.

Pihaknya yakin event tahunan berdampak pada pariwisata yang ada di KLU.

BACA JUGA: BI NTB Dukung Pemanfaatan Bahan Organik untuk Bawang Merah

“Wisatawan yang nantinya datang pasti akan mngunjungi tempat tempat wisata yang ada di NTB termasuk Gili Trawangan, Gili air dan Gili Meno akan menjadi pilihan mereka nantinya,” jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan “serakalan” (baca barzanji), zikir dan berdoa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.

Rangkaian prosesi ini bertujuan untuk memohon keselamatan dan tolak bala, serta dilanjutkan dengan acara mandi bersama di pantai.

@ng

 

 




Sirkuit Mandalika Ajang MotoGP, Ini Komentar Marquez dan Rossi

Pembalap top dunia, Mac Marquez dan Valentino Rossi punya komentar hampir senada tentang Sirkuit Mandalika yang akan menjadi ajang MotoGP 2022

lombokjournal.com ~ Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat. yang menawarkan panorama keindahan laut dan perbukitan membuat penasaran dua pembalap top dunia, Mac Marquez dan Valentino Rossi.

Secara resmi Sirkuit Mandalika, yang konsepnya punya lintasan balap yang merupakan jalan umum di area wisata ini, tahun 2022 masuk dalam kalender resmi sebagai MotoGP.

Tak heran baik Marques maupun Rossi terpancing berkomentar tentang Sirkuit Mandalika di Lombok ini.

BACA JUGA: Ajang WSBK dan MotoGP, TIK di Lombok Tak Boleh Lemot

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, memang mengakui mengenai faktor keamanan menjadi perhatianya mengingat Sikuit Mandaika merupakan ajang dengan lintasan balap terbuka.

Dia juga menyebut akan sangat tidak mudah mengendarai kendaraan di Sirkuit Mandalika.

“Balapan di sirkuit terbuka tentu bukan hal yang lazim di balapan era sekarang, khususnya jika berbicara mengenai aspek keamanan. Jika standar keamanan sudah terpenuhi, tentu ini adalah hal yang bagus, tapi tentu tidak mudah,” kata Marquez dikutip dari Solopos.com.

Menurut Marquez, jika balapan di trek perkotaan pada masa depan pasti akan sangat menyenangkan.

“Namun, itu membutuhkan banyak hal di sektor keselamatan. Misalnya area run-off yang cukup panjang dan itu akan sangat sulit,” kata Marquez.

Menilai sikuit mandalika panas
Valentino Rossi

Bukan hanya Marquez yang menyampaikan komentarnya, pembalap gaek Valentino Rossi pun turut berkomentar dengan konsep yang diusung oleh Sirkuit Mandalika.

Rossi mengaku sudah melihat tata letaknya [lay out], dan video lintasannya. Menurutnya, terlihat ada beberapa tikungan untuk melaju cepat, itu akan menyenangkan untuk balapan.

“Tapi untuk memahami sirkuit secara keseluruhan, trek harus selesai lebih dulu. Dan saya turun langsung dengan motor untuk mencobanya,” kata Rossi yang disampaikan dalam unggahan akun Youtube, Nurdien Korindo, (20/05/21).

Dalam wawancara yang dilakukan Lucy Wiryono itu Rossi engatakan, ada begitu banyak tuntutan pada sirkuit Mandalika, khususnya karena cuaca di indonesia sangat panas.

Rossi pernah turun balapan di Indonesia pada 1996 dan 1999, dan cuaca Indonesia menurutnya lebih panas dari Malaysia.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Dinilai Lebih Baik Dari yang Diduga

“Jadi ini akan sangat sulit, terlebih lagi trek akan sangat dekat dengan laut. Jika sangat terik, maka kita bisa langsung terjun ke laut,” tutur ’The Doctor’ sembari tertawa.

Ist