Penyelenggaraan Sekotong Triathlon 2021, Atlet Inggris Juara

Even Sekotong Triathlon diapresiasi Pemerintah Provinsi NTB, dan disebut isyarat kebangkitan perekonomian NTB

LOBAR.lombokjournal.comAtlet inggris Emma Jean Payne berhasil meraih juara pertama di Kategori Sprint Putri di event Sekotong Triathlon 2021, hari Minggu (07/11/21).

Perhelatan  event Sekotong Triathlon 2021 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat itu untuk menyemarakkan jelang event akbar World Superbike (WSBK) 2021.

Panitia Sekotong Triathon yang mendapat apresiasi Atlet Inggris yang juara Sekotong Triathlon

Event Sekotong Triathlon 2021 mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi NTB. Melalui Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy., S.Sos., M.M, pihak Pemprov menyampaikan rasa bangga.

BACA JUGA: Tiga Desa di Lombok, NTB, Memikat Kunjungan Menparekraf

Hal itu disebutnya sebagai isyarat kebangkitan perekonomian di NTB yang terus bergejolak.

“Seperti yang dikatakan oleh Sekda NTB, WSBK adalah waktunya sekarang bangkit kembali,” tutur Bang Najam.

Ia mengapresiasi event Sekotong Triathlon 2021, dan menyampaikan selamat kepada seluruh pemenang, tambahnya.

Kegiatan yang melibatkan 50 atlet baik dari NTB, wisatawan domestik dan mancanegara itu digelar di sekitar Dermaga Tawun, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat.

Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, S.Ag,. M.Si juga mengapresiasi semua panitia acara Sekotong Triathlon 2021, sebab meski menghadapi banyak kendala, even tersebut akhirnya tetap terlaksana.

“Panitia bisa melaksanakannya, saya bermimpi untuk ke depan melaksanakan kegiatan acara Sekotong Triathlon 2021 mengambil lokasi di Desa Gili Gede,” tuturnya.

Bupati berharap agar lokasi tersebut akan mendunia, sehingga wilayah Sekotong akan datang semakin banyak Investasi.

“Semoga tahun depan acara ini bisa terlaksana dengan lebih meriah, saya ucapkan selamat kepada juara, dan acara ini bukan sekedar mencari juara tapi bagaimana kita berpartisipasi dan mencari kesehatan,” harapnya.

Pada pelaksanaan Sekotong Triathlon tersebut, puluhan peserta dari berbagai negara harus bersaing ketat menaklukkan rute dan track yang ada di Sekotong.

Start dan finish yang dimulai dari Dermaga Tawun itu cukup berkesan bagi para peserta.

Cabang olahraga renang jarak 750 meter seputar perairan Tawun, dengan waktu tercepat sekitar 25 menit, paling lambat 35 menit untuk laki-laki.

BACA JUGA: Festival Bubur Beaq Bubur Puteq, Menarik Wisatawan

Sedangkan untuk perempuan tercepat 30 menit dan terlambat 40 menit, star-finish dermaga tawun di lanjutkan dengan bersepeda.

Cabang olahraga sepeda dengan jarak tempuh 20 km dengan waktu tercepat 40 menit, paling lambat 50 menit untuk laki-laki.

Untuk perempuan waktu tercepat sekitar 50 menit, paling lambat 60 menit, star-finish dermaga tawun di lanjutkan dengan lari.

Cabang olahraga lari 5 km dengan waktu tercepat 35 menit, paling lambat 45 menit untuk laki-laki dan untuk perempuan waktu tercepat 45 menit, paling lambat 55 menit, finish dermaga Tawun.

  • Juara lomba triathlon (renang, sepeda dan lari) Kategori relay (regu estafet) sebagai berikut:                                                                                                              —–Juara 1 tim RCC 01 dengan waktu 1 jam 4 menit 47 detik.
    Juara 2 tim RCC 02 dengan waktu 1 Jam 6 menit 13 detik.
    Juara 3 tim Yudha-Ipul-Salam dengan waktu 1 Jam 6 menit 33 detik.
    Juara 4 tim Riyanti-ari-rizki dengan waktu 1 jam 12 menit 23 detik.
    Juara 5 tim Emon-lucky-damar dengan waktu 1 jam 33 menit 51 detik.
    Juara 6 tim Hibgabi dengan waktu 1 jam 36 menit 57 detik.
  • Kategori perorangan (solo) Pria
    Juara 1 Jauhari Johan dengan waktu 1 jam 4 menit 23 detik.
    Juara 2 Hari Rohman dengan waktu 1 jam 8 menit 3 detik.
    Juara 3 Yan Bahtiar dengan waktu 1 jam 14 menit 4 detik.
    Juara 4 Enrico Abishua dengan waktu 1 jam 15 menit 21 detik.
    Juara 5 Muhammad Kadri dengan waktu 1 jam 19 menit 49 detik.
    Juara 6 Haris Raynor dengan waktu 1 jam 21 menit 23 detik.
  • Kategori perorangan (solo) Perempuan
    Juara 1 Ema Jean Payne dengan waktu 1 jam 25 menit 25 detik.
    Juara 2 Ira Rasyid Reid dengan waktu 1 jam 33 menit 33 detik.

Nn

diskominfotikNTB




Tiga Desa Di Lombok, NTB Memikat Kunjungan Menparekraf

Ada tiga desa di Lombok yang masuk 50 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, dan Menpareraf Sandiaga Uno mengakui keindahannya

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Lombok memiliki daya pikat tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Terdapat beragam destinasi wisata di Pulau Seribu Masjid ini yang membuat wisatawan terkagum-kagum dengan keindahannya.

Menpareraf Sandiaga Uno saat kunjungan ke saah satu dari tiga desa yang masuk ADWI 2021

Selain pantai, Lombok juga menyimpan banyak sejarah yang mungkin beum Anda ketahui.

  • Pertama, Desa Wisata Bonjeruk yang dikenal dengan sejarahnya yang pernah menjadi pusat pemerintah Kedistrikan Hindia Belanda pada masa kolonial.

Di Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, terdapat bangunan bergaya Art Deco bercat krem yang berdirih kokoh di tengah pemukiman masyarakat.

BACA JUGA: Festival Bubur Beaq Bubur Puteq di Senggigi, Menarik Wisatawan

Bangunan kuno peninggalan sejarah yang berusia ratusan tahun ini masih asri dan bersih, dilansir Antara.

Bangunan tua ini merupakan satu dari beberapa bangunan peninggalan Belanda yang ada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bahkan, bangunan tua di Desa Bonjeruk tersebut pernah menjadi pusat pemerintahan Belanda.

  • Kedua, Desa Wisata Senaru dengan 70 pemandu yang tergabung dalam komunitas woman guide Desa Wisata Senaru.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekf) mengumumkan 100 besar desa wisata yang berhasil lolos tahap kurasi lomba Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, jumlah tersebut telah dikerucutkan dari yang sebelumnya 300 dari 1.000 lebih desa wisata yang lolos pada tahap kurasi.

“Berdasarkan penilaian dewan kurator terhadap tujuh kategori penilaian, klasifikasi desa wisata, dan kelengkapan data melalui situs Jadesta.com, kini pada tahap selanjutnya dengan bangga saya umumkan 100 besar desa wisata,” ujar menteri.

Berwisata ke Desa Senaru juga ditunjang oleh Pendakian Gunung Rinjani atau Rinjani National Park. Selain itu wisataean juga dapat berkunjung ke Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Indah Kecamatan Pamenang Kabupaten Lombok Utara, NTB.

Adapun, Jadesta.com merupakan situs yang dikelola oleh Kemenparekraf sebagai wadah informasi, serta arah penyusunan rencana pengembangan desa wisata di Nusantara.

BACA JUGA, Senaru Desa Wisata Terbaik, Momen Kebangkitan Wisata

  • Ketiga, Desa Wisata Sesaot yang mengutamakan desa wisata berbasis komunitas dengan kekayaan alam melimpah.

Ke tiga Desa Wisata tersebut berhasil masuk 50 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, dan sempat dikunjungi Menparekraf @sandiuno.

Berwisata ke Lombok Utara, tak kalah memikatya dengan mengujungi daerah lain di Indonesia.

@ng




BPPD Gandeng PT Pos Indonesia Promosikan event WSBK

Upaya kreatif dilakukan BPPD NTB untuk menyebarkan sekaligus mempromomsikan event WSBK dan menyiapkan prangko prisma edisi WSBK

MATARAM.lombokjournal.com ~ Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, menggandeng PT. Pos Indonesia untuk mempromosikan event World Supperbike atau WSBK.

Bersama PT POS menyebarkan ucapan melalui kartu pos special edition yang berisi ajakan dari Gubernur NTB Dr. H.  Zulkieflimansyah kepada seluruh pimpinan Kementrian, Kedutaan Besar, Kepala Daerah di tingkat kabupaten/kota, provinsi serta pimpinan BUMN di seluruh Indonesia.

BPPD menyerahkan secara simbolis kartu pos pada pengantar pos

Ketua BPPD NTB, Ari Garmono, menyerahkan secara simbolis kartu Pos tersebut, serta melepas para pengantar Pos di kawasan sirkuit Pertamina Mandalika International Street Circuit, Sabtu (06/11/21) 10 pagi.

Setelah itu proses pengiriman informasi berikutnya juga dilakukan untuk segera sampai kepada penerima.

Selain mencetak kartu pos special edition tersebut, pihak PT. Pos Indonesia juga menyiapkan prangko prisma edisi WSBK.

“Dipilihnya media kartu pos karena kesan personal yang bisa didapat oleh penerima” kata Ari Garmono.

BACA JUGA: Tiket Nonton WSBK Terjangkau Buat Masyarakat NTB

Selama ini informasi tentang WSBK lebih banyak melalui platform-platform digital yang tidak merujuk kepada sasaran yang spesifik.

“Tapi dengan kartupos yang ditandatangani langsung oleh Gubernur NTB tersebut dapat menggerakkan kehadiran para wisatawan untuk hadir melalui pimpinan mereka yang menerima informasi tersebut,” ujar Ari.

Jumlah kartu pos yang disebar sebanyak 1.000 kartu pos yang seluruh biaya pencetakan dan pengiriman ditanggung oleh pihak PT. Pos Indonesia. Ini bagian dari kepedulian perusahaan plat merah tersebut dalam hajatan kelas dunia yang akan diadakan di NTB.

“BPPD akan lebih masif memanfaatkan platform media sosial, dan tengah menyiapkan side event dalam pergelaran tersebut,” kata Ari Garmono.

BACA JUGA: Pemprov NTB Tingkatkan Herd Immunity MeLalui Vaksin OTR

Ditunggu saja, ya. Semoga eventnya dimudahkan dan diberi kelancaran, tuturnya.

Nunuk

 




Senaru Desa Wisata Terbaik, Momen Kebangkitan Pariwisata

Penganugerahan Menparekraf, Sandiaga Salahudin Uno yang menobatkan Senaru sebagai Desa Wisata Terbaik dijadikan momentum kebangkitan pariwisata

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kunjungan wisatawan yang mengalami penurunan yang drastis di Kabupaten Lombok Utara berpengaruh pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Utara, termasuk pendapatan perekonomian masyarakat.

Menparekraf menandatangani prasasti di Desa Senaru

Di Desa sENARU, Menparekraf bersama masyarakat

Berbagai upaya dilakukan Pemda Lombok Utara untuk membangkitkan sektor pariwisata. Tujuannya, tentu mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan.

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu mengatakan, agar pariwisata kembali menggeliat, Pemkab Lombok Utara menyiapkan sejumlah strategi.

Setidaknya ada tiga pilar utama pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif di Lombok Utara dengan melakukan inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

“Perilaku masyarakat saat ini mulai berubah, dibarengi dengan tren pariwisata yang mulai bergeser ke era digital. Jika langkah itu dilakukan, maka pariwisata bangkit, ekonomi akan kembali melejit,” katanya, Sabtu (06/11/21).

BACA JUGA: Menparekraf Menganugerahkan Desa Wisata Terbaik di Senaru

Lesunya sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Utara, memang tak lepas dari merebaknya pandemi Covid-19 yang membuat kunjungan wisatawan sepi. Tentu saja ini berpengaruh besar pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang turun derastis.

Upaya menggeliatkan pariwisata juga diungkapkan Kepala Desa Senaru, Raden Akriabuana bahwa untuk membangkitkan pariwisata, telah dibangun Homo Stay dari anggaran bantuan KemenDes RI, 2021, jelasnya.

Tak cukup hanya itu, pihaknya juga terus menggencarkan prokes Covid-19 dan program CHSE di lingkungan pariwisata, menjadi sesuatu yang sangat vital dalam membangkitkan pariwisata di KLU.

Di samping itu, tambah dia, melakukan penguatan kerjasama, baik dengan lembaga maupun investasi mikro untuk meningkatkan wahana sebagai daya tarik wisatawan.

Raden Akriabuana menuturkan via handphone kepada media ini, Sabtu (06/11/21), bahwa inisiatifnya berpromosi sendiri menyelenggarakan event event kolaborasi dan tematik, agar terbangun multi interes bagi wisatawan.

Menurutnya, momentum kedatangan Menparekraf di Desa Wisata Senaru, Sandiaga Salahudin Uno harus dijadikan momentum kebangitan pariwisata di Lombok Utara.

Apalagi Desa Senaru dianugerahi sebagai salah satu Desa Wisata Terbaik Indonesa.

“Kita juga melakukan penguatan konten konten melalui visual story telling, membangun kerja sama dengan berbagai media dan komunitas terkait untuk menarik daya tarik wisata maupun atraksi. Sehingga wisata KLU dapat dinikmati secara digital,” paparnya.

BACA JUGA: Pengurus Karang Taruna Kayangan Dikukuhkan

“Bisa kita bayangkan dalam hitungan hari, dua (2) Menteri yaitu Bapak Menteri Desa PDT dan Transmigrasi RI (Kamis, 04/11,21) dan Kemenparekraf RI, (Jum’at, 05/11/20), dalam acara peresmian pembangunan home stay sekaligus penandatanganan prasasti bagi penerima bantuan home stay dari KemenDes RI,” kata Akribuana.

Kades Senaru, R. Akriabuana berharap kepada semua pihak terkait, baik Pemerintah Daerah Lombok Utara maupum segenap stikholder bersama-sama mendukung upaya yang telah mendapat pengakuan Pemerintah Pusat kepada Desa Senaru.

“ini karena bukan saja mengangkat nama Desa Senaru, melainkan Daerah kita baik KLU, Provinsi NTB dan Nasional ke tingkat Dunia, ” ujar Akriabuana.

@ng




Sinyal yang Kuat Kebangkitan Pariwisata NTB

Pengukuhan Kepengurusan DPD ASITA NTB Periode 2020-2025 diharapkan menjadi sinyal yang kuat bagi kebangkitan pariwisata di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah berharap kepada Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) memberi sinyal baru kebangkitan destinasi pariwisata dan segala potensi yang dimiliki  provinsi NTB.

Sinyal bangkitnya pariwisata NTB

“Mudah-mudahan dengan dikukuhkannya pengurus DPD ASITA NTB Periode 2020-2025 menjadi sinyal yang kuat bagi kebangkitan pariwisata di NTB,” harap gubernur.

Hal itu disampaikannya saat memberi sambutan pada acara Pengukuhan Kepengurusan DPD ASITA NTB Periode 2020-2025 di Grand Legi Hotel Mataram, Jumat (05/11/21).

Bang Zul mengatakan, memajukan pariwisata di NTB perlu kekompakan, sinergi kerja sama yang baik antar pengurus daerah maupun nasional. Sehingga kontribusi ASITA dalam mengembangkan pariwisata benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara luas.

BACA JUGA: PLN Sudah Pastikan Listrik di Ajang WSBK Aman

“Kami atas nama pemerintah merasa bahagia atas pengukuhan pengurus  selamat menikmati waktunya di Lombok,” ujar Bang Zul memberikan selamat kepada pengurus ASITA yang baru.

Ketua Umum DPP ASITA Dr. N Rusmiati mengungkapkan, ASITA memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata Indonesia. Terutama potensi pariwisata yang dimiliki NTB yang aka siap dipromosikan oleh ASITA NTB.

BACA JUGA: PLN Diminta Tuntaskan Daerah Belum Teraliri Listrik

“Kami akan selalu siap bekerja sama dengan pemerintah dalam membangun pariwisata ke depannya,” ungkapnya.

Ikp@diskominfotik

 




Menparekraf RI Menganugerahkan Desa Wisata Terbaik di Senaru

Pengnugerahan Desa Wisata Indonesia 2021 dilakukan langsung Menparekraf Sandiaga Salahudinn Uno di Desa Wisata Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Tahun ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan kegiatan “Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021″ dengan tema Indonesia Bangkit.

Pengaugerahan ini bertujuan mendorong dan mengembangkan Desa Wisata di Indonesia untuk menjadi Destinasi Pariwisata yang berkelas dunia, berdaya saing dan berkelanjutan.

Bupati Djohan bersama Menparekraf Sandiaga

Bupati dan Wakil Bupati berbincang dengan Menparekraf

Dari total 1.831 Desa Wisata ADWI tahun 2021, setelah dilakukan penilaian oleh Dewan Juri sejak April lalu, hasilnya Desa Senaru, Kecamatan Bayan masuk 50 Besar ADWI.

Penganugerahan langsung dilakukan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, yang disaksikan oleh Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH dan Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, di Desa Senaru pada Kamis (04/11/21).

BACA JUGA: Desa Senaru Sebagai Salah Satu Desa Wisata Terbaik 2021

Tampak hadir pula Kasrem 162 WB, Kadispar NTB, Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansah SH, Ketua PKK KLU Hj. Galuh Nurdyiah SH,Kepala OPD KLU,serta undangan lainnya.

Menparekraf RI Sandiaga Uno menyampaikan, Kegiatan Penganugerahan Desa wisata sebagai awal dari kebangkitan Parawisata Indonesia di masa Pandemi.

“Saya mendapatkan momen luar biasa di Senaru ini dimana ada women guide dan ini bagian dari promosi yang luar biasa di miliki Desa Senaru,” tuturnya Sandiaga.

Dengan keindahan luar biasa Wisata Senaru, akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Terlebih dengan ada event Internasional WSBK dan Moto Gp di Mandalika, dengan keindahan yang dimiliki Desa Senaru nantinya akan dipromosikan di Internasional Simposium yang akan diikuti oleh 23 Negara.

Sementara itu, Bupati Djohan menyampaikan ucapan selamat datang di Desa Senaru pada Menparekraf.

Seperti diketahui, Desa Senaru menjadi salah satu dari 6 Desa Wisata di Kabupaten Lombok Utara.

“Harapan kita, pandemi Covid 19 berakhir dan Pariwisata kita bangkit kembali seperti dulu,” harapnya.

Di tempat terpisah, Wakil Bupati Danny mengutarakan, dengan masuk Senaru 50 Besar ADWI akan memberikan dampak yang positif bagi kemajuan daerah ke depan.

Dengan masuknya Desa Senaru 50 besar ADWI Sinergitas antara Pemda dengan Pemerintah Pusat dalam pengembangan desa wisata terus ditingkatkan ,mengingat di KLU memiliki 6 desa wisata.

BACA JUGA: Pemprov NTB Tingkatkan Herd Immunity Melalui Vaksin OTR

“Selamat saya ucapkan kepada Kepala Desa dan masyarakat Desa Senaru yang masuk dalam 50 ADWI Tahun 2021, dan kita jadikan momen ini sebagai pendorong semangat dalam peningkatan pariwisata di daerah khususnya di Senaru,” kata Wabup Danny,

Kegiatan ADWI di Desa Senaru berlangung meriah, dengan pertunjukan kesenian khas Bayan dan pameran stan UMKM dan lainnya.

@ng




Desa Senaru Salah Satu Desa Wisata Terbaik di Indonesia

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno datang ke Lombok untuk mendorong Desa Senaru menjadi berkelas dunia

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R ST MEng menyambut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno di Desa Senaru Kecamatan Bayan, Kamis (03/11/21).

Sadiaga mendorong Desa Senaru jadi desa wisata kelas dunia

Kunjungan Kementerian Pariwisata dalam rangka mendorong dan mengembangkan Desa – Desa Wisata di Indonesia untuk menjadi Destinasi Pariwisata yang berkelas dunia, berdaya saing dan berkelanjutan.

Dalam kunjungannya ke Desa Senru, Meparekraf Sndiaga disambut Wbup Danny

Dari 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, salah satunya yang terpilih adalah Desa Senaru.

BACA JUGA:

“Selamat datang di Lombok Utara Pak Manteri selamat menikmati indahnya Gumi Tioq Tata Tunaq,” ucap Wabup Danny.

@ng




Sinergitas Perangkat Daerah Digalang, Untuk Sukseskan WSBK

Rapat koordinasi (Rakor) dilakukan Bappeda Provnsi NTB untuk meningkatkan sinergitas antar Perangkat Daerah, guna mendukung hajatan IATC dan WSBK

MATARAM.lombokjournal.comPerhelatan even Internasional World Superbike (WSBK) dalam waktu dekat di Pertamina Mandalika Sircuit Internasional, Lombok Tengah jadi konsen Pemrov NTB.

Pihak Bappeda Provinsi NTB berharap agar hajatan International Asia Talent Cup (IATC) tanggal 12-14 Noveber dan World Superbike (WSBK) berlangsung sukses. Karena itu,  diperlukan koordinasi antar Perangkat Daerah.

Rakor meningkatkan sinergitas Perangat Daerah Upaya tingkatkan siergitas perangkat daerah

“Rakor ini penting dilaksanakan, agar hajatan kita menjelang perhelatan IATC pada 12-14 November dan WSBK pada 19-21 Novomber 2021, berjalan lancar,” harap Kepala Bappeda Dr. Ir. H. Iswandi, M. Si, yang diwakili Kabid Ekonomi SDA, Iskandar Zulkarnain.

BACA JUGA: Profil Sirkuit Mandalika, Ini Penjelasan Lengkapnya

Ia mengatakan itu saat Rapat Koordinasi (Rakor) Sekretariat Dewan Kawasan KEK Mandalika di Provinsi NTB untuk mendukung WSBK, Selasa (02/11/21) di Ruang Rapat Bappeda Prov NTB.

Menurutnya, dibutuhkan sinergitas antar Oganisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mensukseskan perhelatan even internasional WSBK.

Dikatakan, ada 3 isu yang dibahas yakni perkembangan keterlibatan UMKM NTB, persiapan paket wisata dan gelaran event di kawasan Mandalika dan sekitarnya dan perkembangan penyelesaian jalan provinsi, dari Kuta ke Kruak.

“Karena saat ini progres issu tersebut yang harus digesa menjelang IATC,” ucapnya.

Masing-masing OPD diharapkan fokus pada masing-masing tupoksinya. Saling solid dan mendukung sebagai tuan rumah yang baik.

Sekdis Pariwisata NTB H. Lalu Hasbulwadi mengatakan, terget pengunjung yang akan menonton WSBK maupun MotoGP ada 25.000 orang. Dari jumlah tersebut, 70 persen pengunjung lokal dan 30 persen wisatawan mancanegara.

“Sehingga wisatawan domestik maupun lokal dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan di NTB,” harapnya.

Dijelaskannya, bersama Asinta, pihaknya telah merancang paket Wisata. Misalnya, tour ke 3 Gili, Senggigi, Rinjani Sembalun, Pulau Moyo Sumbawa, Satonda, Tambora hingga ke Bima.

Selain itu, desrinasi baru juga seperti desa wisata terus digenjot. Ada 300 home stay yang dibangun Kemen PUPR, yang dikelola Desa wisata disekitar Mandalika.

“Kita telah siapkan SDM hingga atraksi-atraksi di desa wisata harus diperbanyak untuk memanjakan tamu agar bisa berlama di desa wisata,”terangnya.

Dinas Koperasi dan UMKM yang diwakili A. Yuliani memaparkan, di kawasan Bazar KEK Mandalika ada sekitar 30 UMKM yang telah terkurasi tergabung koperasi dan menempati stand yang telah dibangun Kementerian Koperasi.

“Produk mereka sudah standar terkurasi, baik dari sisi kemasan, rasa hingga keamananannya,” jelasnya.

Ia memastikan, UMKM se Kabupaten/kota sudah siap. Bahkan ITDC memberikan 11 titik di sekitar KEK Mandalika untuk UMKM. Rencananya juga ada 80 tenda disiapkan UMKM.

Sementara itu, Dikes Provinsi NTB, Yahya menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan 3 Puskesmas (PKM) utama di KEK, yaitu PKM Kute, Kruek dan Sengkol yang menjadi PKM prioritas.

BACA JUGA: Swiss Berminat Lanjutkan Kerjasama Sektor Pariwisata

Sedangkan Rumah Sakit (RS) rujukan ada 2 yaitu RS Mandalika dan RS Umum Provinsi sebagai RS penopang utama.

Kesiapan RS di wilayah Lombok, Ada 28 RS, 8 Laboraturium untuk tes PCR dan Antigen. Ditambah ada 77 Fasyankes diwilayah disekitar.

“Termasuk kita sudah melatih tenaga kesehatan yang ada di wilayah sirkuit dan wilayah di luar sirkuit,”paparnya.

Sementara, untuk vaksinasi target yg dilaksanakan di Lombok Tengah untuk dosis I telah mencapai 74 persen. Bahkan kota Mataram dosis pertama sudah mencapsi 90 persen.

Mewakili Kadis Kominfotik, Fajar selaku Kasi Publikasi Bidang IKP berharap agar PPID perangkat daerah terus aktif mempublikasikan seluruh kerja-kerja dan iktiarnya untuk jelang WSBK.

“Diskominfotik siap untuk explore lebih dalam terkait update WBSK dan IATC, khususnya data dan informasi dari OPD,”terangnya

Begitu pun laporan lain yang masyarakat harus tahu seperi rekayasa trafik lalu lintas, lampu jalan, fasilitas infrastruktur jalan pendukung, pintu masuk ke NTB.

Baik dari segi manejemen transportasi dan sektor-sektor lainnya yang hampir rampung.

Nn

Diskominfotik




Profil Sirkuit Mandalika, Ini Penjelasan Lengkapnya

Sirkuit Mandalika yang sekarang bernama Pertamina Mandalika International Street Circuit panjangnya 4.300 meter yang jumlah tikungannya 17, masuk kalender MotoGP 2022 dan masuk dalam seri ke-13 Pirelli Indonesian Round.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sirkuit Mandalika resmi masuk dalam kalender World Superbike (WSBK) dan MotoGP.

Sebelumnya, lintasan balap Indonesia tersebut, telah berganti nama menjadi Pertamina Mandalika International Street Circuit, yang bakal menggelar seri penutup WSBK 2021 pada 19-21 November mendatang.

Sirkuit Mandalika atau Pertamina Mandalika International Street Circuit itu memiliki panjang 4,3 kilometer atau 4.300 meter. Dengan jumlah tikungannya sendiri mencapai 17 tikungan.

Sebanyak 11 tikungan mengarah ke kanan dan 6 lainnya mengarah ke kiri.

BACA JUGA: Swiss Berminat Lanjutkan Kerjasama Sektor Pariwisata

Dilansir dari kompas.com seperti dikutip dari situs resmi WSBK, lintasan balap motor yang terletak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, itu juga masuk dalam kalender sementara MotoGP 2022 dan masuk dalam seri ke-13 yang bertajuk Pirelli Indonesian Round.

Masih dilangsir dari media yang sama, yang mengutip dari situs resmi MotoGP, Sirkuit kebanggaan masyarakat NTB dan Indonesia umumnya, bakal jadi venue balapan GP Indonesia yang rencananya akan digelar pada 20 Maret 2022.

Atau beberapa pekan setelah seri pembuka di Qatar pada 6 Maret tahun depan.

Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan oleh pihak MotoGP, selain masuk dalam kalender sementara, Sirkuit Mandalika juga akan menjadi lokasi tes pramusim MotoGP pada 11-13 Februari 2022.

Melangsir dari Kompas.com terbitan 30 Oktober 2021, meski Sirkuit Mandalika masuk dalam kalender WSBK 2021 dan MotoGP 2022, lintasan balap Indonesia Timur tersebut, hingga saat ini masih berstatus Subject to Homologation (STH) alias masih menunggu homologasi.

Mengutip dari GridOto.com, homologasi adalah prosedur yang harus diikuti untuk mendapatkan lisensi sirkuit. Setiap sirkuit harus lulus homologasi sebelum menggelar balapan MotoGP dan WSBK.

Kenapa sirkuit dibangun di Mandalika?

Menurut, Head of Operations – Sporting Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Dyan Dilato, alasan mengapa sirkuit dibangun di Mandalika karena lokasi tersebut merupakan salah satu dari empat destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) unggulan, di antaranya Labuan Bajo, Mandalika, Likupang, dan Danau Toba.

BACA JUGA: Seniman Mural NTB Berprestasi di Tingkat Nasional

“Mandalika dirasa paling cocok untuk membangun sirkuit. Kalau Labuan Bajo enggak ada tanahnya, Likupang benar-benar pantai, Danau Toba dengan kulturnya,” ucapnya seperti dilangsir dari Kompas Otomotif, Minggu (31/10/21).

“Banyak pertimbangannya sampai dipilih Mandalika menjadi salah satu sirkuit yang diharapkan terus memancing (wisatawan). Ini juga akan menjadi lokomotif perekonomian, wisatawan datang karena ada perhelatan WSBK dan MotoGP, ada pantai yang bagus itu bonusnya,” ucapnya.

Nn

Diskominfotik




Swiss Berminat Lanjutkan Kerjasama Sektor Pariwisata

Dubes Switzerland / Swiss untuk Indonesia, H.E Kurt Kunz, mengungkapkan, kunjungannya ke Lombok bukan hanya simbol persahabatan, tapi sebagai pondasi melanjutkan kerjasama masa depan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyambut baik kedatangan Delegasi Swiss di NTB. Kedatangan para delegasi Swiss di NTB dalam rangka mendukung langsung pengembangan dan pembangunan di berbagai sektor, seperti di bidang Pariwisata dan pendidikan.

Wagub sambut deelegasi Swiss

“Kami sangat merasa terhormat dan berterimakasih atas kunjungan kehormatan ini, harapannya, semoga kedepannya hubungan Pemerintah Provinsi NTB dan Switzerland akan menjadi semakin erat,” ungkap Ummi menyambut, Selasa (02/11/21) di ruang kerjanya.

Duta Besar Switzerland untuk Indonesia, yaitu H.E Kurt Kunz, yang pimpin delegasi mengungkapkan, kunjungan yang dilakukan ke Lombok, NTB bukan hanya sebagai simbol persahabatan, tapi sebagai pondasi melanjutkan Kerjasama di masa depan.

This visit is expected to be the foundation for future cooperation between NTB and Switzerland,” ungkapnya.

BACA JUGA: Seniman Mural Asal NTB Berprestasi di Tingkat Nasional

Lebih lanjut, Mr. Kunz mengatakan, negaranya sangat menaruh perhatian pada prioritas pembangunan dan perdagangan di NTB. Khususnya di sektor pariwisata, karena Swiss telah menjadi mitra kerjasama Indonesia sejak tahun 2009.

“Switzerland has been Indonesia’s partner in tourism since 2009, and I’d like to appreciate and congratulate the NTB Provincial Government for completing an integrated tourism master plan that creates a resilient, integrated and sustainable tourism ecosystem”, jelasnya.

Dalam rangka proyek Sustainable Tourism Education Development (STED), Swiss bekerjasama dengan Politeknik Pariwisata Lombok di bawah Kemenparekraf .

Dukungan itu untuk mendukung penguatan kapasitas manajemen dan guru, pengembangan kurikulum serta hubungan ke industri dan perusahaan.

Kunjungan diakhiri dengan harapan bahwa Pemerintah Indonesia, khususnya Provinsi NTB dan Switzerland, akan terus mempertahankan hubungan kerjasamanya. Terutama dalam mengembangkan dan mempromosikan pariwisata yang berkelanjutan.

BACA JUGA: Strategi Mewujudkan NTB Gemilang, Ini Kata Wagub

Dalam kesempatan tersebut Wagub turut didampingi Sekda, Kadispar dan Kadis PTMPTSP Provinsi NTB.

Nn

diskominfotikntb