Jokowi Cek Homestay, MotoGP Beri Efek Pertumbuhan Ekonomi
Dalam kujungan ke Lombok Tengah, Presiden Jokowi didampingi Gubernur Zul cek homestay yang dikelola masyarakat
LOTENG. lombokjournal.com ~ Presiden RI, Ir. Joko Widodo meninjau kesiapan beberapa Homestay milik masyarakat di wilayah Dusun Bangah dan Grupuk Lombok Tengah, Kamis (13/01/22).
Kunjungan kerja tersebut dalam rangka pemantapan dan melihat kesiapan akomodasi jelang event internasional MotoGP pada bulan Maret 2022 mendatang di Pertamina Mandalika International Street Circuit.
“Mudah-mudahan pada event MotoGP nanti semua homestay bisa terisi dengan baik,” harap Presiden yang didampingi Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah
Terkait Mandalika, Jokowi tidak ingin hanya menjadi tempat balapan melainkan bisa memberikan efek pertumbuhan ekonomi kepada masyarakat.
Oleh karena itu beberapa desa yang berada di lingkaran sirkuit Mandalika telah dibangun homestay yang telah dibantu oleh Pemerintah Pusat sebanyak 300 homestay.
Dalam kunjungannya, Jokowi juga menyebutkan bahwa bersama rombongan telah mengecek langsung seluruh persiapan, mulai saat kedatangan dan proses di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).
“Saya langsung cek ke bandara baik saat kedatangan dan prosesnya. Termasuk saya melihat semuanya yang berkaitan dengan protokol kesehatan, cek untuk PCR, cek untuk vaksin dua kali. Urutannya sudah bagus,” sebut Jokowi.
Selain infrastruktur jalan mulai dari Bandara menuju Mandalika. Jokowi juga mengapresiasi keindahan estetika dan landscape yang telah satu minggu dikerjakan tersebut.
“Satu minggu dikerjakan, sudah bagus perubahannya. Kita berharap dari bandara menuju Mandalika betul- tamu diantarkan pada keindahan dan estetika yang lebih baik,” harap Jokowi. ***
Gubernur NTB Tandatangani Kerjasama di Gili Trawangan
Ini bukti keseriusan Pemerintah Daerah pada aspirasi dan masyarakat Gili Trawangan, Gubernur NTB tandatangani kerjasama pemanfaatan lahan
MATARAM.lombokjournal.com ~ Tanah seluas 65 hektar milik Pemprov NTB di Gili Trawangan dikerjasamakan kepada masyarakat untuk dikelola dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Penandatanganan kerjasama pemanfaatan tanah antara Pemprov NTB dengan masyarakat pengusaha itu dilakukan Gubernur H Zulkieflimansyah di Gili Trawangan, Selasa (11/01/22).
Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul menjelaskan, peristiwa ini menjadi sejarah baru yang disaksikan oleh pemerintah Provinsi NTB dengan masyarakat Gili Trawangan.
Sekaligus membuktikan bahwa keseriusan dan keberpihakan Pemerintah Daerah kepada aspirasi dan kesejahteraan masyarakat di Gili Trawangan sangat diprioritaskan.
“Apa yang kita lakukan hari ini demi kesejahteraan masyarakat. Kita berharap dengan kerjasama ini, selain dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga akan mampu meningkatkan pendapatan daerah, khususnya dari sektor pariwisata di masa mendatang,” tegas Bang Zul.
Bang Zul minta kepada Satgas Gili Trawangan agar ke depan tidak boleh ada pungutan-pungutan yang memberatkan masyarakat. Apalagi kepada masyarakat yang kurang mampu, tidak boleh ada pungutan-pungutan, bahkan sebaliknya mereka yang harus dibantu oleh pemerintah.
“Bismillah hari ini kita tandatangani kesepakatan ini, sebagai proses perbaikan kita di masa depan, semoga Allah SWT menghadirkan keberkahan bagi kita semua,” harap Gubernur dihadapan pejabat dan ratusan masyarakat Gili Trawangan yang hadir.
Meski demikian, Gubernur Zul mengakui, kehadiran para investor merupakan salah satu faktor penting untuk menunjang pembangunan dan kejahteraan masyarakat di NTB. Karenanya, Pemerintah Provinsi NTB selalu memuliakan dan menggelar karpet merah bagi para investor yang berinvestasi di NTB.
Tapi sisi lain, para investor juga memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi sesuai undang-undang yang berlaku.Terutama terkait masyarakat sekitar harus benar-benar merasakan manfaat dari investasi itu.
“Kalau pengolahan aset/tanah dibiarkan terlantar oleh investor dan sudah diajak berkomunikasi dengan baik tapi juga dihiraukan maka putus kontrak terpaksa dilakukan demi kebaikan bagi pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.
Penandatanganan perjanjian kerjasama ini mengakhiri persoalan yang sebelumnya dihadapi oleh Pemerintah Provinsi NTB bersama PT Gili Trawangan Indah (GTI). Kontrak pengelolaan lahan tersebut yang dinilai belum maksimal direalisasikan dan dimanfaatkan oleh pihak GTI selama puluhan tahun.
Dengan melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Pemerintah Provinsi NTB memutuskan kontrak dengan pihak GTI pada September 2021 lalu. Dan menyerahkan pengelolaan lahan seluas 65 hektar tersebut untuk dimanfaatkan masyarakat Gili Trawangan.
“Tentu keputusan ini tidak mungkin menyenangkan semua orang. Kalau ada yang belum puas dan merasa dirugikan maka tugas kami sebagai pemimpin adalah mendengar supaya keadilan bisa dirasakan oleh semua pihak,” tegas gubernur.
Sementara itu, Ketua Satgas Gili Trawangan, Ahsanul Khalik menjelaskan, persoalan Gili Trawangan mulai ada kebaikan yang dirasakan oleh pemerintah dan masyarakat Gili Trawangan.
Melalui kebijakan ini Pemerintah Provinsi NTB melimpahkan pemanfaatan aset dengan bentuk Hak Guna Bangunan (HGB) kepada masyarakat untuk dikelola dengan sebaik-baiknya, agar pemerintah dan masyarakat sama-sama saling menguntungkan.
“Yang pasti kita ingin masyarakat menjadikan tanah itu sebagaj aset kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB.
Untuk sewa tanah yang dikelolah oleh masyarakat masih akan dilakukan dengan komunikasi dan negosiasi yang baik.
Hal itu juga didasarkan pada klasifikasi masyarakat biasa dan masyarakat pengusaha, sehingga sewanya akan ditentukan berdasarkan hasil dari pendapat masyarakat.
Pengusaha pun akan dilihat jenis usahanya baru akan ditentukan jumlah iurannya.
“Besaran yang dikenakan pun masih ada komunikasi dan negosiasi antara pemerintah dan masyarakat sampai terjadinya penandatangan perjanjian ini. Kita akan pilah mana masyarakat pengusaha dan masyarakat biasa,” ungkapnya
Proyeksi dari perjanjian kerja sama ini belum dipastikan tapi yang jelas ada kontribusi masyarakat untuk pemerintah NTB dan akan kembali kepada masyarakat. Sehingga skema ini juga akan diserahkan kepada badan pendapatan daerah.
Penandatanganan ini dilakukan oleh lima orang perwakilan masyarakat pengusaha Gili Trawangan yang turut juga disaksikan oleh Bupati Lombok Utara, Kepala BPN Wilayah NTB, Danlanal, Kepala OPD lingkup Provinsi NTB, Kepala OPD lingkup pertanian kabupaten.***
Masyarakat Gili Trawangan Lega, Kerjasama Pemanfaatan Tanah Ditandatangani
Penandatanganan perjanjian kerjasama pemanfaatan tanah, membuat masyarakat Gili Trawangan nyaman melakukan usaha
KLU.lombokjournal.com ~ Perjanjian kerjasama pemanfaatan tanah di Gili Trawangan ditandatangani Pemerintah Provinsi NTB dengan masyarakat dan para pengusaha.
Penandatanganan ini membuat masyarakat Gili Trawangan, Desa Gili Trawangan Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara menjadi lega.
Masyarakat setempat yang selama ini sebagian besar hidup dari pariwisata, mengaku senang setelah Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah melakukan penandatanganan tersebut dengan masyarakat.
Abdilun, salah seorang pelaku usaha wisata Gili Trawangan mengaku lega setelah ditandatangani perjanjian pengelolaan Gili Trawangan, antara masyarakat dengan Pemprov NTB.
Bagi pemilik penginapan di Gili Trawangan ini, penandatanganan perjanjian ini akan memberikan kenyamanan dalam melakukan usaha wisatanya.
Menurutnya, masyarakat umumnya menginginkan sejak lama agar persoalan ini bisa tuntas.
“Dan Alhamdulillah Pak Gubernur telah memperjuangkan dan begitu besar perhatiannya kepada kami semua di Gili Trawangan ini,” kata Abdilun.
Ia mengaku, selayaknya masyarakat berterima kasih kepada Gubernur NTB.
“Karena sebagian besar tamu terbanyak kami dari orang asing. Saat ini memang tamu domestik yang paling dominan. Namun tetap kami syukuri dan Pemprov NTB selalu hadir di saat keadaan kami seperti ini,” kata Abdiilun ditemui terpisah, Selasa (11/01) di Gili Trawangan, Lombok Utara.
Halimah yang juga pengusaha wisata setempat, juga menyamapikan terima kasih kepada gubernur.
Alasannya, selama ini persoalan Gili Trawangan tak jelas, namun gubernur telah membuat masyarakat nyaman untuk berusaha.
Hal yang sama juga diutarakan Efendi salah seorang pengusaha boat expres route Pelabuhan Bangsal, Pemenang –Gili Trawangan.
Ia mengakui sejak Covid-19 wisatawan yang berkunjung dan menggunakan jasa boatnya berkurang. Kecuali itu kisruh Gili Trawangan yang belum jelas juga cukup berpengaruh.
“Namun saya meyakini dengan telah dilakukannya penadatanganan perjanjian ini akan semakin memperjelas dan memberikan kenyamanan bagi perjalanan usaha wisata kami ke depan,” kata Efendi.***
Pemuliaan Investasi di Gili Trawangan, Ini Harapan Gubernur
Sebagai salah satu tempat investasi menarik, diharapkan ada pemuliaan investasi di Gili Trawangan
KLU.lombokjournal.com ~ Kehadiran investasi yang tenang, aman dan nyaman di daerah kita, itu yang diinginkan, khususnya di Gili Trawangan ini.
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengungkapkan itu dalam pertemuan dengan masyarakat Gili Trawangan, Selasa (11/02/22).
Mengutip pernyataan Presiden Jokowi, Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, Indonesia tidak mungkin maju ekonominya tanpa investor.
“Salah satu tempat investasi menarik itu adalah Gili Trawangan. Oleh karena itu tugas kami memuliakan berjalannya investasi, memuliakan kontrak dan harus dihargai. Tidak mungkin ada investasi menarik bagi investor kalau kita itu sedikit-dikit putus kontrak. Tak ada investor yang mau datang ke daerah kita kalau sedikit-dikit kita putus kontrak. Kita harus memuliakan pelaku-pelaku usaha dengan baik,” kata Gubernur Zul di hadapan masyarakat Gili Trawangan, Selasa (11/01).
Sebelumnya Gubernur Zul mengatakan, pertemuannya dengan masyarakat Gili Trawangan merupakan berkah sekaligus buah pentingnya tetap merajut silaturrahmi.
Setiap persoalan akan tuntas dengan baik dengan cara-cara baik, dan pemimpin harus benar-benar serius untuk mengatasinya.
Pada penandatanganan perjanjian kerjasama pemanfaatan tanah antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Masyarakat dan Pengusaha Gili Trawangan, Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB menegaskan, Pemprov NTB telah menghidangkan karpet merah pada GTI untuk membangun Gili Trawangan menjadi lebih baik.
“Dalam berinvestasi arahnya masyarakat tidak boleh menderita, tercekam dalam ketakutan. Jika perusahaan sudah berkali-kali kita peringati, kasi tau baik-baik, tapi tak pernah mengindahkan, maka putus kontrak harus dilaksanakan. Namun perlu diketahui memutuskan kontrakpun tidak gampang, Namun tujuan akhirnya bagaimana menyelamatkan masyarakat agar bisa menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri,” ujar Bang Zul.
Gubernur menambahkan, penandatanganan ini dilakukan agar ada kepastian hukum, tidak lagi ditakut-takuti apalagi diteror. Tentu keputusan ini tidak menyenangkan semua orang.
“Jika ada yang masih merasa belum puas atau dirugikan silahkan kami sebagai pemimpin harus jadi penenangah untuk mencarikan solusi terbaik agar keadilan berpihak untuk semua,” tandas orang nomor satu di Bumi Gora ini.
Bang Zul juga menyatakan, penadatanganan Ini dilakukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah serius menangani Gili Trawangan ini sebaik-baiknya.
Dengan penandatanganan ini hemat Gubernur, merupakan bukti konkrit dengan alas hukum yang sudah jelas.
“Kita sama-sama tanda tangani perjanjian ini sebagai langkah awal menuai kebaikan di kemudian hari. Kalau ada hal-hal yang tidak memuaskan kami terbuka bagi warga masyarakat Trawangan untuk mendiskusikan hal ini untuk kebaikan bersama,” ujar Bang Zul. ***
Wabup Lombok Utara Tanam Mangrove di Danau Gili Meno
FGD dan Rehabilitasi Mangrove Danau Gili Meno di Desa Gili Indah, diharapkan ada output yang mengupakan agar Gili makin indah dan keindahan ini bisa dinikmati generasi selanjutnya
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan, ST., M.Eng hadiri acara pembukaan Focus Group Discussion (FGD) dan Rehabilitasi Mangrove Danau Gili Meno di Desa Gili Indah, Sabtu (08/01/21).
Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs. Rusdianto, M.Si, Camat Pemenang Datu Aryanata Bayu Aji, Kapolsek Pemenang IPTU Lalu Eka Arya serta undangan lainnya.
Wabup Danny dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada penyelenggara yang telah menginisiasi acara FGD dan rehabilitasi.
“Acara ini menunjukan bahwa selangkah demi selangkah kita telah mulai bangkit untuk kemajuan daerah setelah terpaan dua bencana besar yakni Gempa 2018 dan Covid-19,” tuturnya.
Kata Wabup, Pemda KLU telah berupaya secara bertahap untuk pemulihan ke tiga Gili baik infrastuktur dan lainya.
Kegiatan FGD dan rehabilitasi mampu menciptakan suasana Gili Meno yang makin indah dan terjaga supaya keindahan ini bisa dinikmati generasi selanjutnya.
Objek wisata yang ada bukan hanya tanggung jawab kelompok, perorangan ataupun pemda, melainkan tanggung jawab kita bersama.
Diharapkan, melalui FGD ini ada output maksimal yang nantinya bisa diterapkan.
“Saya harap pemuda nantinya bisa membranding tempat wisata ini supaya makin menarik,” imbuhnya.
Sementara itu, Kades Gili Indah Wardana, S.Pd menuturkan, danau yang ada bisa dijadikan objek wisata tambahan bahkan utama, karena selain laut ada danau yang bisa menjadi objek menarik bagi wisatawan.
“Apresiasi sebesar-besarnya bagi orang-orang yang terlibat dalam kegiatan ini,” katanya.
Di akhir acara, Wabup Danny bersama para tamu undangan melepas bibit ikan di Danau Gili Meno dan dilanjutkannya dengan penanaman pohon mangrove.
@ng
Jelang MotoGP, Pemerintah Kebut Pembangunan KEK Mandalika
Pemerintah Pusat sangat aktif membereskan pembangunan KEK Mandalika, tujuannya agar event MotoGP 2022 berlangsung sukses
MATARAM.lombokjournal.com ~ Pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika akan terus dikebut demi maksimalnya penyelenggaraan MotoGP 2022.
Pembangunan yang dimaksud di antaranya jalan Kute-Songgong sepanjang 5,3 km, sebanyak 196 rumah diperbaiki, dan drainase akan disempurnakan. Termasuk areal parkir, beautifikasi bypass, pembangunan gapura dan lain-lain akan segera dituntaskan.
“Berbagai kekurangan akan segera dilengkapi,” kata Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi, M. Si, Kamis (23/12/21).
Hal tersebut diungkapkannya saat mendampingi Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono, dan Mantan Panglima TNI (purn) Marsekal Hadi Tjahjanto yang datang berkunjung ke NTB.
Miq Gite berharap, seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga MotoGP akan terselenggara dengan sukses. Dan menjadikan Mandalika kian mempesona, sehingga dapat memberi kesejahteraan bagi masyarakat dan daerah.
“Semoga semuanya berjalan lancar. MotoGP sukses. Mandalika kian mempesona, kian menarik untuk dikunjungi, dan memberi kesejahteraan bagi masyarakat dan daerah. Aamiin YRA,” harap Miq Gite.
Kunjungan Menteri Basuki dan Marsekal Hadi ke NTB bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, menjelang perhelatan MotoGP tahun 2022.
“Kita ingin pastikan kesiapan infrastruktur yang menyongsong event MotoGP pada Maret 2022 yang akan diselenggarakan,” ungkap Menteri PUPR RI.
Hal tersebut juga sebagai tindak lanjut direktif Presiden RI Joko Widodo dalam Rapat Terbatas pada tanggal 26 November 2021 di Istana Bogor. Saat itu Gubernur NTB ikut hadir.
Terdapat dua hal yang menjadi atensi Menteri Basuki, yaitu pelebaran jalan provinsiruas Kuta-Keruak sepanjang 5.6 km, sekaligus penataan landscape-nya.
Termsuk penghijauan/penataan tanaman sepanjang jalan by pass BIZAM-Mandalika sepanjang 17.3 km.
“Pelebaran jalan dan program penghijauan tersebut sangat urgent untuk mendukung perhelatan MotoGP. Alhamdulilah Pemerintah Pusat telah menyetujui usulan Bapak Gubernur untuk penanganan pekerjaan tersebut melalui penambahan DIPA APBN 2022 antara lain di Kementerian PUPR, yaitu sekitar Rp 300 Miliar, ” jelas Menteri Basuki.
Ia menegaskan, ke depan tentunya akan banyak tantangan yang dihadapi, sehingga seluruh pihak harus terus berkerja keras mengingat waktu yang tersisa tidaklah banyak.
Menurut Menteri Basuki, Tantangannya tidak ringan.
“Kita harus kerja keras karena waktunya mepet. Pengadaan/lelang dini juga akan segera dilakukan mulai minggu ini sehingga paling lambat pertengahan Januari 2022 pekerjaan konstruksi bisa dilaksanakan,” tambahnya.
Usai kunjungan tersebut, Menteri Basuki langsung melakukan rapat teknis di kantor ITDC Provinsi NTB untuk membahas dua hal urgent di atas.
“Minimal kita fokus pada segmen jalan depan sirkuit sepanjang 1,2 km yang akan kita lebarkan jalannya menjadi jalan 2 jalur 4 lajur seperti by pass sekarang. Karena selain jalannya lebar kita akan menghadirkan landscape dengan pepohonan yang rindang dan bunga-bunga yang indah di koridor tersebut,” jelasnya.
Kementrian Perhubungan juga turut menghadirkan fasilitas keselamatan jalan berupa, Lampu Jalan, Rambu-rambu, RPPJ, Marka dan Guard Rail.
Terjalinnya komunikasi yang apik antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Pemerintah Kab/Kota juga sangat mendukung keberhasilan proses pembangunan di KEK Mandalika.
Terakhir, Menteri Basuki berharap agar Pemerintah dan seluruh stakeholders terkait dapat terus melakukan sinergi untuk mematangkan seluruh persiapan.
Pemerintah Pusat, ITDC, Pemprov NTB, Polda, Korem dan Kab. Loteng diharapkan sungguh-sungguh bersinergi dan belajar dari pengalaman event WSBK November lalu.
“Harapan Bapak Presiden di kawasan Mandalika terutama sekitar sirkuit tidak boleh macet, jangan ada genangan dan tidak kelihatan kumuh,” tutup Menteri PUPR.
Nano
Event MotoGP, UMKM dan Perhotelan Harus Jalin Kemitraan
Wagub NTB tekankan, saat balapan bergengsi dunia event MotoGP tahun 2022 berlangsung, produk UMKM harus dapat terserap
MATARAM.lombokjournal.com ~ UMKM dan pengusaha perhotelan atau industri perhotelan maupun restoran di NTB didorong menjalin Kerjasama dan kemitraan dalam memasarkan produk unggulan.
Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menekankan, agar saat event bergengsi dunia MotoGP tahun 2022 berlangsung, produk UMKM dapat teserap.
Wagub dan Fajar Hutomo
“Hal yang paling penting, produk UMKM kita dapat terserap secara konkrit,” kata Ummi Rohmi sapaan akrab Wakil Gubernur.
Ia menyampaikannya, saat menerima audiensi Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Krearif (Kemenparekraf) RI, Fadjar Hutomo didmpingi Kadis Pariwisata, Rabu (22/12/21) di ruang kerja Wagub.
Pproduk UMKM juga harus memperhatikan kualitas maupun kuantitas produknya. Baik dari segi ketersediaan bahan baku, intensitas dan kontinyunitas produk dan kemasan produknya.
Intinya yang telah dikurasi melalui proses penyeleksian terhadap produk yang akan dipasarkan sesuai dengan standarisasi.
Proses kurasi ini sangat penting, bagi industri perhotelan dan restoren sehingga produk UMKM layak untuk dipasarkan atau digunakan ditempat tersebut.
“Apalagi potensi yang kita miliki di NTB cukup berlimpah. Untuk dikembangkan dan dimanfaatkan oleh UMKM,” ujar Ummi Rohmi sapaan Wagub, didampingi Kadis Pariwisata Provinsi NTB.
Karena perhotelan juga membutuhkan bahan dan produk UMKM lokal untuk melengkapi kebutuhan hotel. Seperti sabun, shampo, kopi, the dan bahan sembako untuk konsumsi harian pengunjung hotel.
Selain itu, Wagub juga menekankan UMKM, industri perhotelan dan jasa travel atau jasa pariwisata untuk lebih banyak mempersiapkan paket wisata.
Karena pada saat MotoGP akan banyak pengunjung yang tidak hanya menonton MotoGP, namun membutuhkan atraksi dan hiburan serta destinasi yang lain di NTB.
“Ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi, termasuk pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, untuk memperhatikan paket wisata sebagai peluang ekonomi bagi masyarakat,” pesan wagub.
Hal lain juga yang harus menjadi perhatian, adalah ketersediaan kamar hotel dan penginapan.
Baik itu jumlah kamar hotel maupun homestay untuk pengunjung yang 10 kali lebih besar dari pengunjung WSBK. Begitupun penerapan Prokes Covid-19 harus diperhatikan, karena pandemi belum berakhir.
“Saat ini saja ketersediaan 16.000 kamar baik di hotel dan homestay di NTB, khususnya di pulau Lombok, masih kurang, maka harus didorong penambahan homestay, penginapan alternatif dan lainnya,” katanya.
Kunjungan wisatawan
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf RI, Fadjar Hutomo mengatakan, gelaran MotoGP harus memiliki efek dan pengaruh besar terhadap kunjungan wisata di NTB dan Indonesia pada umumnya.
“Sehingga kita dapat mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan ini. Kebermanfaatannya untuk masyarakat, itu yang paling penting,” kata Sarjana Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Terutama, yang sedang pihaknya tekankan terkait rantai pasok dan peran serta dan keterlibatan masyarakat atau UMKM lokal untuk ambil bagian dalam persedian potensi produk dan bahan lainnya.
Diakuinya, berbicara rantai pasok untuk persediaan perhotelan, usaha restoran dan lainnya melibatkan kepentingan dan kebijakan multi pihak.
“Baik itu industri, UMKM, perdagangan, pertanian, perkebunan, peternakan dan pihak lain untuk bersinergi dan berkolaborasi,”ucapnya.
Untuk itu, perhotelan dan UMKM dan semua pihak dapat menjalin kemitraan dan Kerjasama.
Contoh, sebuah hotel setiap hari membutuhkan bahan sembako, seperti beras, ikan, daging, telor, sayur, buah untuk kebutuhan konsumsi pengunjung hotel.
“Maka, penting kemitraan dan Kerjasama dengan UMKM lokal untuk memasok bahan sembako ini. Begitupun bidang transportasi atau rencar, sehingga ekonomi kita bergeliat,” jelas Ketua Asosiasi Perusahaan Modal Ventura Daerah Seluruh Indonesia.
Hal ini juga berkaitan dengan pariwisata berkelanjutan. Artinya bukan hanya persoalan lingkungan namun ada 4 pilar tata kelola, yang pertama destinasi dan ekosistem, kedua ekonomi lokalnya, ketiga sosial budaya lokal dan keempat baru berbicara lingkungan.
“Rumah besar inilah yang menjadi paying kita,” terang Fajar Hutomo, yang memiliki kompetensi bidang perencanaan keuangan dan konsultan UKM.
Nano
Presiden Minta Vaksinasi di NTB khususnya Loteng Dipercepat
Presiden Jokowi mengimbau agar vaksinasi di NTB segera mencapai 100 persen, selain sambut MotoGP juga penting meindungi masyarakat dari varian Omicron virus Covid-19
MATARAM.lombokjournal.com ~ Presiden RI Joko Widodo menghimbau, agar vaksinasi di Nusa Tengga Barat khususnya di Kabupaten Lombok Tengah dipercepat.
Selain untuk mendukung gelaran event internasionaL MotoGP tanggal 20 Maret 2022 di Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, juga penting perlindungan bagi masyarakat menghadapi varian virus Covid-19.
“Saya harapkan dipercepat agar saat event besar nanti bisa mencapai seratus persen. Vaksinasi juga untuk melindungi masyarakat dari varian Delta dan yang terbaru varian Omicron virus Covid 19,” ujar Jokowi.
Presiden menyampaikannya saat pengarahan terkait penanganan pandemi melalui daring di Istana Negara, Kamis (16/12/21).
Presiden Jokowi mengapresiasi capaian vaksinasi NTB khususnya Kabupaten Lombok Tengah.
Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, HL Pathul Bahri mewakili Gubernur NTB, menyampaikan progres vaksinasi dengan target 767.700 orang di Loteng sudah mencapai 75,16 persen dosis pertama, dan 52,9 persen dosis kedua, serta dosis ketiga 73,38 persen, serta vaksinasi Lansia 62 persen.
Jumlah vaksinator Loteng sendiri sebanyak 800 orang dengan stok sinovac 40.382 dosis dan Moderna 700 dosis.
“Kami optimis sebelum gelaran MotoGP pada Maret sudah mencapai seratus persen vaksinasi,” ujar Pathul.
NTB sendiri, lanjut Pathul, secara keseluruhan telah mencapai 74,91 persen dosis pertama, 47,03 persen dosis kedua dengan target seratus persen di akhir tahun ini.
Dalam arahan terkait penanganan pandemi, Jokowi menjelaskan tiga hal terkait varian Omicron yang telah masuk ke 88 negara, dengan jumlah kasus meningkat cepat dalam tiga hari terakhir karena lebih menular.
Dikatakan Jokowi, sesuai keterangan Menteri Kesehatan RI, varian baru ini telah ada di Indonesia.
Untuk itu, Jokowi meminta para Kepala Daerah memastikan kesiapan rumah sakit dan obat obatan terutama oksigen.
Selain itu, penegakan protokol kesehatan sebagai pencegahan adalah hal utama, agar menjadi perhatian dan dijalankan dengan ketat.
“Tracing dan testing di tempat tempat publik tidak boleh dikurangi standarnya untuk kontak erat agar memudahkan penanganan,” tegas Jokowi.
Hadir pula dalam pengarahan Presiden melalui daring, Sekda, HL Gita Ariadi, Kapolda NTB dan beberapa perwakilan kabupaten/kota. ***
Gubernur NTB Serius Siapkan Balapan Formula-1
Dubes RI untuk UEA, Husin Bagis, berkomitmen melakukan apa saja demi menghadirkan balapan Formula-1 ke Sirkuit Mandalika, LombokTengah
MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menugaskan Kepala Dinas PUPR dan Kepala Dinas Perhubungan untuk mendampingi Dirut ITDC berangkat ke Abu Dhabi.
Hal tersebut dilakukan untuk meyakinkan, NTB telah siap melaksanakan event-event internasional termasuk ajang balap “Jet Darat” Formula One.
Gubernur Zul sendiri tidak berangkat sebab beberapa wilayah di NTB masih terkena bencana banjir.
Salah satu ikhtiar yang dilakukan setelah bertemu dengan pihak F-1 juga berkoordinasi langsung dengan Dubes RI untuk UEA, Husin Bagis, Minggu di Kediaman Dubes RI untuk UEA, Abu Dhabi (12/12/21).
“Saya siap dan berkomitmen untuk melakukan apa saja demi menghadirkan F1 ini di Mandalika, mari kita wujudkan mimpi ini jadi nyata,” kata Husin.
Sementara itu Dirut ITDC, Abdulbar M. Mansoer dalam kesempatannya mengatakan, untuk mempersiapkan event F1 perlu kesiapan yang lebih dan tentunya maksimal.
“Mengingat skala persiapan yang jauh di atas MotoGP apalagi WSBK, penyelenggaraan F1 membutuhkan support langsung Presiden. Kita rencanakan audiensi tim F1 ke Presiden bisa diatur setelah MotoGP selesai dan fasilitas kita siap, format seperti waktu kita bawa Dorna ke Istana Bogor tahun 2019,” ungkap Mas Berry panggilan akrabnya.
Dengan persiapan-persiapan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah NTB saat ini Kadis PUPR Provinsi NTB, Ir. Ridwansyah mengatakan harapannya.
“Semoga di akhir tahun 2023 atau paling lambat 2024 kita dapat menyelenggarakan Formula-1 di NTB,” kata Ridwansyah.
Pada kegiatan sebelumnya Kadis PUPR Provinsi NTB, Ir. Ridwansyah telah bertemu dengan Stefano Domenicali, President and CEO of Formula-1.
Dan telah mendapat apresiasi karena telah sukses menyelenggarakan event besar seperti World Superbike (WSBK) dan Idemitsu Asia Talent Cup IATC.
Seperti diketahui NTB telah berhasil dalam menggelar ajang balap WSBK dan IATC di Pertamina Mandalika International Street Circuit.
Sudah dipastikan juga pada Tahun 2022 nanti akan digelar kembali WSBK, IATC, dan balap yang lebih bergengsi yakni MotoGP dan balap Motor Cross dunia, MXGP di NTB.
Mas
Promosikan Heritage Tourism, BPPD NTB Beri Pilihan Destinasi
Dengan mempromosikan destinasi bersejarah, BPPD NTB memberi pilihan destinasi tambahan pada wisatawan untuk dapat menikmati heritage tourism (wisata bersejarah)
MATARAM.lombokjournal.com ~ Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB dan Lombok Heritage and Science Society (LHSS) menggelar kegiatan promosi pariwisata melalui event Heritage Walk selama 1 minggu.
Agenda promosi pariwisata dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata NTB bertempat di Musium NTB, Minggu (12/12/21). Langsung dilanjutkan dengan heritage walk/tour dengan rute Kota Tua Ampenan-Mataram- Cakranegara.
BPPD NTB yang mengemban tugas dan fungsi promosikan destinasi, perlu mempromosikan objek wisata bersejarah.
Ini sekaligus memberikan pilihan destinasi tambahan kepada wisatawan, agar dapat menikmati bentuk wisata bersejarah (heritage tourism), yang saat ini menjadi salah satu tren pariwisata yang cukup berkembang.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi nilai tambah, dan diversifikasi produk/objek wisata untuk wisatawan sebagai destinasi penyangga KEK Mandalika, yang dapat memberikan pengalaman yang tidak ada habisnya seperti filosofi dari branding pariwisata NTB, yakni Lombok-Sumbawa Infinite Experiences,” ungkap Ari Garmono, Ketua BPPD NTB dalam sambutannya.
Heritage tourism merupakan potensi yang perlu digali untuk diversifikasi produk Parwisata NTB.
Tentu, selain pengembangan 99 Desa Wisata, sport tourism di KEK Mandalika, destinasi marine tourism dan bentuk wisata lainnya.
Menurut Ari Garmmono, Heritage walk memperkenalkan wisata bersejarah yang selaras dengan prinsip pariwisata berkelanjutan.
Mendorong destinasi untuk mengembangkan pariwisata alternatif untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
“Pengembangan pariwisata alternative,a kan memberikan manfaat ekonomi pariwisata kepada masyarakat lokal serta pengetahuan baik bagi masyarakat dan turis,” kata Ari melalui keterangan pers, hari Minggu.
Kota Tua
Tiga spot destinasi bersejarah yang dipromosikan dalam kegiatan heritage walk ini adalah Kota Tua Ampenan sebagai salah satu kota tertua di NTB. Dengan lokasi spot selfi yang eksotik di bangunan bangunan tua dengan nilai sejarah tinggi.
Kota tua yang sudah ramai dikunjungi sejak abad ke 17 ini merupakan kota yang sangat menarik karena turis dapat merasakan berada di pelabuhan, serta bangunan-bangunan yang berdiri ratusan tahun lamanya.
Wilayah Mataram dan Cakranegara merupakan destinasi selanjutnya, sebagai bagian dari rute heritage tour yang menjadi lokasi pusat pemerintahan sejak zaman Kerajaan Mataram, serta tempat peristirahatan dan puri para raja dan keluarganya.
Saat ini, lokasi tersebut juga digunakan sebagai lokasi pemerintahan untuk Kantor Gubernur dan Walikota.
Sementara itu, Agung Dwipayana, Ketua Panitia Heritage Walk dari LHSS mengungkapkan, selain upaya promosi pariwisata, kegiatan heritage walk ini bertujuan menumbuhkan kecintaan dan meningkatkan pengetahuan generasi muda.
“Generasi muda akan maki memehami sejarah nenek moyang agar tidak dilupakan” kata Agung.
Kegiatan mempromosikan Kota Tua ini diikuti pelajar dan mahasiswa sebagai generasi muda, kelompok sadar wisata dan juga praktisi pariwisata dari travell agent.
Mereka diharapkan dapat menjadikan ketiga destinasi tersebut sebagai tujuan wisata wisatawan domestik maupun internasional