Penting, Keterbukaan Informasi Publik Hingga Desa 

Keterbukaan informasi di Desa merupakan mandat penting Undang-Undang yang harus dijalankan Badan Publik di Desa yaitu Pemerintah Desa 

LombokJournal.com ~ Komisi Informasi (KI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan persiapan pelaksanaan Program Desa Gemilang Informasi Publik (DGIP) Tahun 2023.

Program DGIP itu disebut Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Kominfotik) NTB, Najamuddin Amy sebagai inovasi yang dilakukan KI NTB, untuk mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) hingga di tingkat desa. 

BACA JUGA: Desa Gemilang Pelayanan Publik, Keterbukaan Informasi hingga Desa

““KI NTB berniat kuat menjadikan program DGIP sebagai inovasi Keterbukaan Informasi Publik,” kata Najamuddin saat Rakor Persiapan DGIP di aula Kantor Kominfotik NTB.

Pihak KI NTB berkomitmen meningkatkan informasi publik hingga ke desa.

Akuntabilitas Pemerintah

Masalah keterbukaan informasi publik makin menguat setelah Era Reformasi, sebab akuntabilitas Pemerintah salah satunya ditentukan adanya keterbukaan informasi publik.

Sebelum Undang-Undang tentang Keterbukaan Informasi Publik disahkan, upaya mendorong penerapan KIP didorong sejak reformasi digulirkan. 

KIP terkait erat dengan hak asasi manusia, partisipasi masyarakat dalam pemerintahan dan pembangunan, pengawasan, pelayanan publik  yang baik dan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Indonesia sebagai Negara Hukum Demokrasi, ditegaskan dalam Pasal 1 ayat 2 dan ayat 3 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pemerintah bertanggungjawab dalam hal penyelenggaraan negara atau pemerintahaannya kepada rakyat. 

Pasal 28 F UUD 45 menegaskan: Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

BACA JUGA: Rakernas FORSESDASI, Sukseskan Agenda Politik 2024 

KIP didorong berbagai kelompok aktivis pro-demokrasi, jurnalis, akademisi/Kampus, Intelektual, serta berbagai komponen yang mendorong terus-menerus untuk mendapat sambutan dari anggora DPR-RI. 

Akhirnya dilahirkan draft RUU yang diberi nama  RUU tentang Kebebasan Memperoleh Informasi Publik yang kemudian disahkan menjadi UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Aktor utama dalam pelaksanaan keterbukaan informasi publik adalah Badan Publik. 

Badan Publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara. Yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Atau organisasi nonpemerintah sepanjang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sumbangan masyarakat, dan/atau luar negeri.

Lahirnya Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa, meneguhkan bahwa Desa termasuk Badan Publik, sebab Desa mendapatkan anggaran langsung dari APBN.  

KIP hingga Desa

Dalam UU No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik  tidak mengatur hal-hal tentang Desa berkaitan ketentuan-ketentuan tentang KIP maupun peraturan-peraturan turunannya.

Agar pelaksanaan keterbukaan Infromasi Publik hingga di Desa, Komisi Informasi Pusat (KI-Pusat) melakukan Kesepakatan bersama melalui MoU dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah tertinggalk dan Transmigrasi tanggal 16 Mei 2016 di Auditorium Adhiyana Gedung LKBN Antara Jakarta.

Kemudian, ditindaklanjuti pertemuan bulan  Januari 2017 di Kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transigrasi bersama para Komisioner KIP.

Keterbukaan Informasi Publik merupakan pra-syarat mendasar dalam menjalankan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).  

Pasal 4 UUNo 6 Tahun 2014 tentang Desa menjabarkan tujuan dari proses yang disebut sebagai pengaturan desa. Tujuan pokok dari “pengaturan desa” dalam UU Desa mencakup diantaranya pada point 4,5,6 dan 7 adalah:

  • Mendorong prakarsa, gerakan, dan partisipasi masyarakat untuk pengembangan potensi dan Aset Desa guna kesejahteraan bersama;
  • Membentuk Pemerintahan Desa yang profesional, efisien dan efektif, terbuka, serta bertanggung jawab;
  • Meningkatkan pelayanan publik bagi warga masyarakat desa;
  • Memajukan perekonomian desa dan mengatasi kesenjangan pembangunan;

Jadi, pelaksanaan keterbukaan informasi di Desa merupakan mandat penting Undang-Undang yang harus dijalankan Badan Publik di Desa, yaitu Pemerintah Desa. 

Pada dasarnya Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik  bertujuan untuk:

  • menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik;
  • mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik;
  • meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan pengelolaan Badan Publik yang baik;
  • mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, yaitu yang transparan, efektif dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan;
  • mengetahui alasan kebijakan publik yang memengaruhi hajat hidup orang banyak;
  • mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa; dan/atau
  • meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi di lingkungan Badan Publik untuk menghasilkan layanan informasi yang berkualitas

Sehingga pada dasarnya Undang-undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa dan Undang-Undang No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, memiliki tujuan sama. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Dorong Percepatan UU Daerah Kepulauan

Yaitu mewujudkan transparansi, akuntabilitas dan mendorong partisipasi masyarakat pada sebuah tantangan baru. Mendorong pemerintahan desa yang menjalankan fungsi pelayanan secara maksimal melalui tata kelola desa yang baik, untuk membangun kemandirian desa dan kesejahteraan warga desa.***

 




Pengangguran yang Terdampak Naik Turunnya Perekonomian

Saat perekonomian suatu negara mengalami kemunduran, pertambahan penduduk juga menjadi angkatan pencari kerja baru yang menambah jumlah pengangguran

LOMBOK.Journal.com ~ Di antara banyak kategori atau jenis pengangguran, salah satunya adalah pengangguran siklis atau konjungtur.

Kemudian pertanyaannya, apa yang dimaksud dengan pengangguran siklis? Pengertian pengangguran siklis adalah pengangguran yang terdampak naik dan turunnya perekonomian di suatu negara. 

Misalnya, saat perekonomian yang mengalami resesi (kemunduran) atau depresi (kehancuran) bisa menyebabkan daya beli masyarakat menurun. Karena daya beli menurun, kegiatan produksi suatu perusahaan pun tersendat, dan ini menyebabkan penumpukan barang di gudang. 

BACA JUGA: Rumah Tangga Miskin Hidup dari Sektor Pertanian

Para pekerja diberhentikan KARENA mundurnya ekonomi, dan menjadi pengangguran siklis

Karena itu produksi dihentikan mengingat banyaknya barang tidak laku di pasaran. Dan perusahaan tidak sanggup lagi memberikan gaji kepada pekerjanya. Sehingga para pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi pengangguran siklis atau konjungtur.

Sementara itu, pertambahan penduduk tetap berjalan di saat ekonomi mengalami kemunduran. Pertambahan penduduk tersebut kemudian menjadi angkatan pencari kerja baru yang menambah jumlah pengangguran. 

Jadi kalau tidak segera diatasi, sebuah negara bisa dipenuhi oleh pengangguran siklis. Karena jumlah pengangguran meningkat dan waktu yang digunakan untuk mencari kerja jauh lebih lama.

Penyebab Pengangguran 

Berikut ini adalah penyebab terjadinya pengangguran siklis:

  • Permintaan barang yang menurun akibat berkurangnya daya beli masyarakat membuat perusahaan menghentikan produksinya. Karena produksi yang tidak lagi berjalan, pekerja yang mengurus kegiatan produksi ini tidak lagi dibutuhkan. Sehingga terjadi pemutusan hubungan kerja yang menghasilkan peningkatan pengangguran siklis.
  • Adanya krisis global seperti perang atau pandemi yang mempengaruhi siklus ekonomi suatu negara, apalagi perusahaan kecil negara-negara berkembang. Negara berkembang yang masih bergantung dengan mata uang negara lain bisa mengalami inflasi dan membuat perekonomian negara tersebut resesi.

Pengangguran Siklis 

Pengangguran siklis merupakan hasil dari tindakan perusahaan yang bertujuan untuk menyelamatkan perusahaan tersebut dari krisis ekonomi

Contohnya, saat pandemi COVID-19 melanda, banyak perusahaan dari berbagai sektor yang harus merumahkan karyawannya, karena tidak mampu menggaji mereka lagi. Itu tidak dapat dihindari, karena adanya penurunan ekstrim dari permintaan produksi dan nyaris tidak ada masyarakat yang keluar rumah untuk berbelanja atau beraktivitas.

Sebab lain, perusahaan tidak bisa menjalankan produksi karena ada peperangan yang terjadi di suatu negara. Bahkan peperangan itu bisa mempengaruhi negara-negara lain jika negara yang bersangkutan adalah pengekspor hasil bumi atau bahan pangan. Selain siklus ekonomi negara terganggu, perusahaan atau pabrik yang keuangannya tidak stabil juga bisa memutuskan hubungan dengan para pekerjanya.

Selain itu, ketika suatu daerah atau negara dilanda bencana alam, ada kemungkinan pabrik atau perusahaan rusak dan tidak dapat digunakan untuk melakukan produksi barang. Perusahaan akan berfokus pada pembangunan kembali dan merumahkan pekerja untuk menghemat pengeluaran. 

BACA JUGA: Menyelamatkan Sumber Pangan di Masa Depan

Cara Mengatasi Pengangguran 

Permasalahan ekonomi seperti pengangguran siklis atau konjungtur ini memang akan selalu ada. Keadaan ekonomi pun memiliki siklus yang kadang-kadang di atas dan di bawah. 

Namun, segala permasalahan pasti memiliki solusi yang bisa membantu untuk mengurangi bahkan mengatasinya. 

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi pengangguran siklis atau konjungtur yang dapat dilakukan oleh pemerintah, perusahaan, dan juga masyarakat:

  1. Pemerintah harus berusaha untuk menaikkan daya beli masyarakat. Jika pemerintah membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan tambahan penghasilan, maka masyarakat bisa membantu perusahaan untuk menghirup udara perputaran ekonomi yang kembali segar.
  2. Pemerintah dapat mendukung kegiatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). UMKM yang berfokus pada usaha kreatif dapat menjadi bantuan yang sangat berarti bagi perekonomian negara. Karena ketika perusahaan besar terdampak krisis moneter dan bermasalah dengan investasi, usaha-usaha kecil inilah yang menopang perekonomian. Jika UMKM mendapat sambutan baik dari masyarakat, maka bukan tidak mungkin jika UMKM tersebut akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi pengangguran yang mencari kerja.
  3. Berinvestasilah pada usaha-usaha dalam negeri. Masyarakat juga sebaiknya membeli produk-produk dari dalam negerinya sendiri agar dapat menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan pendapatan negara. Dengan demikian, usaha yang maju dapat memperluas lapangan pekerjaan.
  4. Perusahaan harus bisa mengajak masyarakat untuk membeli barang atau jasa dengan menggunakan teknik marketing yang menarik. Marketing yang berhasil bisa menguntungkan perusahaan yang bersangkutan sehingga bisa melakukan perluasan usaha dan nantinya dapat membuka lowongan pekerjaan bagi pengangguran yang mencari kerja.
  5. Pemerintah dapat mendirikan berbagai macam industri padat karya di bidang tekstil, industri kreatif, pengolahan makanan, dan sebagainya. Di Indonesia sendiri, ada banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan sebagai produk yang tak kalah saing dengan produk-produk di luar negeri. Dengan diadakannya industri padat karya, kesempatan bekerja juga akan semakin terbuka bagi masyarakat yang masih mencari kerja. ***

Sumber:  Quipper Blog




Mengenal Apa itu Sengketa Tata Usaha Negara

Penting mengenal sengketa Tata Usaha Negara, yakni  sengketa di bidang tata usaha negara antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau pejabat tata usaha negara

LombokJournal.com ~ Sebagaimana diketahui, semua bidang hukum yang ada memiliki ciri-ciri atau karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan bidang hukum lainnya. 

Termasuk di antaranya hukum Tata Usaha Negara yang berada di wilayah Peradilan Tata Usaha Negara (TUN).

Keberadaan Peradilan TUN bertujuan untuk menyelesaikan sengketa tata usaha negara. 

BACA JUGA: Pemprov NTB akan Hibahkan Lahan untuk Kantor PTTUN

Berdasarkan Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Pengadilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Pertama atas Undang-Undang Nomor 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, dan terakhir kali diubah dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 5 tahun 1986, tentang Peradilan Tata Usaha Negara (secara keseluruhan disebut “UU Peradilan TUN”) memberikan definisi TUN:

“Tata Usaha Negara adalah administrasi negara yang melaksanakan fungsi untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan baik di pusat maupun di daerah.”

Sedangkan Sengketa Tata Usaha Negara diatur lebih lanjut dalam Pasal 1 ayat 10 UU Peradilan TUN yaitu:

“Sengketa Tata Usaha Negara adalah sengketa yang timbul dalam bidang tata usaha negara antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau pejabat tata usaha negara, baik di pusat maupun di daerah, sebagai akibat dikeluarkannya keputusan tata usaha negara, termasuk sengketa kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”

Dalam sengketa TUN, titik sengketanya juga menyangkut hak subjektif berdasarkan hukum publik baik yang dimiliki oleh perorangan atau badan hukum perdata. Namun demikian ruang lingkup sengketa tata usaha negara sebagaimana yang dimaksud UU Peradilan TUN adalah dalam arti sempit.

Dikatakan dalam arti sempit karena karakteristiknya sebagai berikut:

  1. Objek Sengketa TUN

Adanya Objek Sengketa TUN merupakan syarat untuk timbulnya apa yang dinamakan dengan sengketa tata usaha negara.

Sebagaimana dijelaskan di atas, Objek Sengketa TUN adalah  tindakan/perbuatan hukum badan atau pejabat tata usaha negara dalam wujud/bentuk keputusan tertulis (KTUN) 

Tidak semua KTUN dapat serta merta menjadi Objek Sengketa TUN, sehingga perlu juga diketahui ciri ciri keputusan TUN yang dapat dijadikan Objek Sengketa TUN, antara lain sebagai berikut:

  1. Perbuatan hukum badan atau pejabat TUN itu merupakan perbuatan hukum dalam bidang hukum publik.
    Bersifat sepihak.
  2. Perbuatan hukum itu diperoleh berdasarkan wewenang yang sah.
  3. Dengan maksud terjadinya perubahan hubungan hukum yang ada.

Namun selain dari karena adanya tindakan/perbuatan hukum badan atau pejabat tata usaha negara dalam wujud/bentuk KTUN sebagaimana dijelaskan di atas, Objek Sengketa TUN termasuk juga sesuatu sikap tertentu yang dapat disamakan dengan mengeluarkan suatu penetapan/keputusan tertulis, yaitu:

BACA JUGA: Pemprov NTB Menata Ulang, Bukan Penggusuran di Trawangan

  • Apabila Badan atau Pejabat TUN tidak mengeluarkan keputusan, sedangkan hal itu menjadi kewajibannya, maka hal tersebut disamakan dengan Keputusan TUN.
  • Jika suatu Badan atau Pejabat TUN tidak mengeluarkan keputusan yang dimohon, sedangkan jangka waktu sebagaimana ditentukan dalam peraturan perundang undangan dimaksud telah lewat, maka Badan atau Pejabat TUN tersebut dianggap telah menolak mengeluarkan keputusan yang dimaksud.
  • Dalam hal peraturan perundang undangan yang bersangkutan tidak menentukan jangka waktu, maka setelah lewat jangka waktu empat bulan sejak diterimanya permohonan, Badan atau Pejabat TUN yang bersangkutan dianggap telah mengeluarkan keputusan penolakan
  1. Subjek Sengketa TUN

Pihak pihak yang bersengketa adalah antara warga negara atau badan hukum perdata lawan badan atau Pejabat TUN yang sekurang-kurangnya terdiri dari Penggugat dan Tergugat

Pihak Penggugat

Dalam pasal 53 ayat (1) UU Peradilan TUN, Penggugat adalah “Orang atau badan hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara…

Pihak Tergugat

Berdasarkan Pasal 1 angka 6 UU Peradilan TUN. Pihak Tergugat dalam sengketa TUN adalah badan atau pejabat tata usaha negara yang mengeluarkan suatu keputusan baik berdasarkan wewenang yang bersifat atributif (pemberian), distributif (pembagian) maupun delegatif (pelimpahan).

BACA JUGA: BAKN DPR RI Cari Masukan Pengelolaan Cukai Hasil Tembakau

  1. Dasar Pengajuan Gugatan TUN

Tindakan hukum badan atau Pejabat TUN tersebut dinilai:

  • Bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.  
  • Salah menggunakan wewenang.
  • Tidak mempertimbangkan semua kepentingan yang tersangkut atau terkait.Sekarang dirubah dengan
  1. Tujuan Gugatan Sengketa TUN: Tujuan diajukannya Gugatan Sengketa TUN ke Pengadilan TUN adalah untuk mengetahui sah atau tidaknya perbuatan/tindakan badan atau Pejabat TUN yang mengeluarkan keputusan yang bersangkuatan, dan dapat disertai dengan ganti-rugi/rehabilitasi. 
  2. Sifat Peradilan TUN: sifat peradilan dalam hukum acara formal TUN berupa langkah-langkah atau tahapan yang terbagi atas:
  3. Acara biasa, dalam pemeriksaan sengketa TUN dengan acara biasa, tahapan penanganan sengketa adalah
  • Prosedur dismisal, pemeriksaan administratif untuk menetapkan apakah suatu gugatan dapat diterima atau tidak dapat diterima.
  • Pemeriksaan persiapan, pada tahap ini dimaksudkan untuk melengkapi gugatan yang kurang jelas.
  • Pemeriksaan di sidang pengadilan
  1. Acara cepat, pemeriksaan dengan acara cepat dilakukan apabila terdapat kepentingan penggugat yang cukup mendesak yang harus dapat

        disimpulkan dari alasan-alasan permohonannya.

  1. Acara singkat, pemeriksaan dengan acara singkat dilakukan terhadap perlawanan  ***

sumber: IndonesiaRE




Pilah Sampah Dari Rumah, Ciptakan Lingkungan Sehat

Dengan melakukan pilah sampah, kita telah melakukan hal yang benar untuk menjaga dari bencana lingkungan, sekaligus menyelamatkan ekosistem

lombokjournal.com ~ Kita sering mendengar atau membaca tentang Ekosistem. Apakah yang dimaksud dengan Ekosistem?

Ekosistem merupakan kesatuan fungsional antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Di dalamnya terdapat hubungan dan interaksi sangat erat dan saling memengaruhi.

Lingkungan dan makhluk hidup (termasuk manusia) berlangsung interaksi yang erat, bila terjadi kerusakan lingkungan akan mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.  

BACA JUGA: Menyelamatkan Ekosistem, Dimulai Pilah Sampah dari Rumah

Dengan melakukan pilah sampah dari rumah, lingkungan pun tak tercemar

Kerusakan lingkungan yang kita lihat sehari-hari seperti sungai yang tercemar oleh sampah dan limbah, tanah yang tercemar oleh plastik maupun polusi udara, adalah bukti nyata banyak lingkungan semakin rusak dari hari ke hari.

Pada masa sekarang, manusia menjadi faktor paling dominan dalam kerusakan lingkungan. Misalnya, penanganan sampah yang salah akan mengakibatkan pencemaran sungai, tanah dan udara. 

Contoh paling dekat adalah dalam penanganan sampah

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Jalillah mengatakan, penanganan sampah yang dihasilkan manusia kalau tidak dilakukan dengan benar akan menyebabkan kerusakan ekosistem.

Pilah sampah dari rumah merupakan faktor terpenting dalam mengelola sampah, katanya.

“Mengelola sampah dengan baik merupakan cara agar ekosistem kita tidak terancam,” kata Wagub NTB.

Maka untuk menyelamatkan lingkungan, yang berarti juga menyelamatkan hidup manusia dalam jangka panjang, salah satunya bisa dimulai dari penanganan sampah yang benar.

Pilah Sampah

Pemilahan sampah yaitu kegiatan mengelompokkan dan memisahkan sampah sesuai dengan jenis, jumlah dan/atau sifat sampah. 

Pemilahan sampah di rumah bisa dikelompokkan menjadi 3, yaitu sampah organik, sampah anorganik dan sampah residu. Tujuan pemilahan sampah yaitu untuk mempermudah pengelolaan sampah selanjutnya. 

Selain memudahkan pengelolaan sampah selanjutnya, pemilahan sampah organik dan anorganik dapat mengurangi pencemaran udara. Sebab pendemaran udara salah satunya diakibatkan oleh penumpukan sampah, tercampurnya antara sampah organik dan anorganik.

Pencemaran udara dapat menimbulkan masalah kesehatan,terutama yang berhubungan dengan paru-paru dan pernapasan. 

Manfaat lain dari pemilahan sampah dari rumah, yaitu dapat menambah nilai ekonomi dari hasil sampah yang terpilah tersebut. 

Karena itu, sangat tepat anjuran kita memilah sampah mulai dari sumbernya, yaitu dari rumah. Karena memilah sampah dari rumah ternyata dapat memberikan manfaat baik bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan

BACA JUGA: Pilah Sampah, Mendukung Pertanian dan Kesehatan

Berikut ini adalah cara sederhana yang dapat dilakukan di rumah masing-masing yang dapat membantu kelestarian lingkungan kita :

  • Menyediakan tempat sampah (karung pemilah) terpilah 3 di rumah kita masing-masing (Organik, Anorganik, Residu)
  • Memilah sampah sesuai jenisnya (organik, anorganik, residu)
  • Sampah hasil pemilahan yang mempunyai nilai ekonomi disetorkan ke Bank Sampah terdekat atau dibuat kreasi daur ulang
  • Sampah organik dari hasil pemilahan sebaiknya dikelola secara mandiri (misal dijadikan pupuk kompos, pakan ternak atau pakan maggot).
  • Sampah residu diserahkan ke pengelola sampah untuk dibawa ke TPA
  • Perpanjang usia makanan untuk mengurangi jumlah sampah organik
  • Melakukan Zero waste, menyediakan makanan secukupnya jangan berlebihan.
  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Melakukan ini sebenarnya tidak sulit. Hanya membutuhkan kesadaran untuk menciptakan lingkungan yang sehat. 

BACA JUGA: NTB Zero Waste, Pengelolaan Sampah Harus dari Rumah Tangga

Dangatlah mulia bila masing-masing warga bersama-sama melakukan pilah sampah dari rumah masing-masing, mulai dari sekarang. Hal ini akan memberikan manfaat besar bagi kelestarian lingkungan yang akan diwariskan kepada anak cucu. *** 

 




DEVELOPING BEKAYAT CREATIVELY IN THE ERA OF DIGITALIZATION 

There are problems with the creative to developing of Bekayat into a digital program

lombokjournal.com ~

By Cukup Wibowo,  
Student of Master Program in English Language Education Mandalika University of Education, Mataram

INTRODUCTION 

The Bekayat tradition as one of the oral literature that still exists in the Sasak Islamic community of Lombok is currently in the challenge of a real era. On the one hand, this tradition has an important role as a medium for learning about morality, the goodness of life, and how to make society take a part in a social interaction. 

But on the other hand, with the advancement of information technology where it is marked by the practice of digitizing in almost all activities, In fact, besides being one of the historical artifacts, the content in the text of the bekayat story, according to Made Suyasa (2019) can still be exemplified by millennials today. 

That is why real steps are needed to be able to revitalize the bekayat tradition by developing creativity by utilizing digital technology so that the bekayat tradition can still show its existence in the midst of the currents of globalization and modernization. 

DISCUSSION 

If we are on the island of Lombok, especially at the celebration of Isra’ Mi’raj Nabi, Maulid Nabi, circumcision, marriage or death, it is not uncommon for us to hear the voices of several people taking turns filling the night air after Isya prayers. 

The men performed the recitation of the hikayat (verse) by chanting then followed by alternating translation and interpretation by the main reader called as hadi and the supporting reader called as saruf as well as the translator called as bujangge who with his skill translated and deciphered the story read from various Islamic Books into Sasak language. 

The reading activity which is well known as an oral tradition by the Sasak Islamic community is called Bekayat. 

BACA JUGA: Lombok akan Jadi Kiblat POacuan Kuda Nasional 

The Sasak Islamic community has been familiar with the tradition of Bekayat or ‘reading hikayat’ since the Hindu-Buddhist kingdom ruled Lombok. Then in its historical movement, Sasak Muslims are more familiar with the tradition of reading this saga in the term nyaer. The term nyaer denotes a reading pattern that uses tembang and is similar to the old Malay literary verse model. In terms of reading objects. 

Bekayat as one of the surviving forms of oral literature among the Sasak Islamic community was once used to broadcast Islam. Therefore, it is not surprising that the books used in this tradition are in the form of books that contain and tell about the spiritual journey of the Prophet Muhammad SAW, death treatises, to the history of Islamic travel to enter the archipelago (especially Lombok). 

If we look at the series of Bekayat activities which include the procession, time, and place of implementation, Bekayat activities, as described by Saharudin (2012), will do require complex and long preparations. The aforementioned series are as follows: 

  • Bekayat Procession 

The flow or sequence of the bekayat procession in the implementation of the kayat reading is not carried out individually, but in groups (gathering the community). Starting from teenagers and parents by first holding a notice or in Sasak language known as “pesilaq”, either through loudspeakers as well as through direct invitations to their respective homes. It shows what people do is always based on togetherness. 

As for the personnel, before the speech of the bekayat event began, the bekayat expert was invited a few days earlier. The bekayat expert asks what event is carried out by the inviter, meaning that he can prepare the bekayat material to be delivered, and adjusted to what will be planned. 

The process of the bekayat ritual itself is bekayat which is carried out after the core event of the celebration is completed. So, this bekayat is the culmination of the end of the celebration event, or the closing event of the celebration. If it is to hold a seven-monthly pregnancy, nine-day death of a person or nyiwaq or shaving on baby traditional ceremony or aqiqah-an then this bekayat is held after the core event of the event procession and is carried out in the evening.

 As for those related to the celebration of Islamic holidays, in particular Isra’ Mi’raj and Maulud are usually held after the lecture at the mosque or mushalla is over.

  • The Event-Time of Bekayat 

Bekayat is always done at night, that is, after isya prayers. This is because after the Isya’ prayer the time is long/loose compared to the Magrib prayer. In addition, bekayat is carried out at night because it is believed to bring tranquility to people who read and listen to it, so it is believed that it can open the door of the heart and hidayah for them to immediately repent and ask for mercy to God Almighty. 

In the context of the early spread of Islam in Lombok, this is certainly very relevant to the condition of Sasak people at that time who often drank tuak (old nira) or berem (mixed glutinous rice water— in the Sasak term called poteng— which was stored for long time) at the moment after Isya’s time to get drunk. If in the last time people closed their celebration, with perebak jangkih followed by the puppetry performance overnight. As time went by Perebak Jangkih event was replaced with Bekayat. 

  • The Event Location of Bekayat 

The place where Bekayat is carried out is adjusted to the type of event. If a prayer is held for a woman who commemorates seven months of pregnancy, the death of a person or aqiqah-an then it is usually held in a house as the place celebrate it.. 

The meaning to believe is that the house will be given a blesing for all residents of the house and for someone who is intended to get salvation from this process. 

Meanwhile, if this bekayat is carried out on the commemoration of Islamic holidays, such as Isra’ Mi’raj and Maulid Nabi, it is held in a mosque or mushalla which functions as a center for proselytizing. 

Seeing and understanding 3 things in the implementation of Bekayat as mentioned above, of course, the role of technology becomes very necessary so that Bekayat is not abandoned by the community in the future. 

This is because the values conceived by Bekayat are still very relevant, which are needed to be a medium for expressing moral values in society. 

BACA JUGA: Pola Pikir Jadi Kunci Sukses, Bagaimana Mengubahnya?

In today’s digital era, it is possible develop Bekayat as one of oral traditions to be more creative and innovative. Bekayat becomes more acceptable and develops more widely through the internet or cyberspace. 

This gave rise to a new era of the presence of Bekayat as an internet oral tradition. Bekayat, which was originally developed and known limited in its distribution, then become an activity widely known by public. 

With digital technology, the development and preservation of Bekayat oral traditions can be realized more creatively. In the digital era, Bekayat activities are no longer an offline event, but can be an online event that reaches a wider audience. 

CONCLUSION 

There are problems with the creative development of Bekayat into a digital program. Bekayat as it has been discussed above is a tradition that involves many elements in it. This Bekayat certainly contains a lot of cultural messages to provide knowledge for the next generations. Based on this idea, the role and existence of Bekayat should be conducted seriously, because Bekayat contains messages containing the noble values of society. When Bekayat becomes a digitized activity, it is necessary to choose a digital platform concerning the characteristics of Bekayat activities. 

Bekayat as an oral tradition if it does not follow the digital change and remains in its original condition, it will slowly disappear and be forgotten. Therefore, digitizing the entire series of Bekayat activities will make it easier for many people to know how important the significant role of Bekayat is.

Therefore, it is urgently needed intervention and support from various parties (especially the government and other cultural stakeholders) in caring for and facilitating the survival of Bekayat ***




Pola Pikir Jadi Kunci Sukses, Bagaimana Mengubahnya?

Banyak orang bijak atau motivator yang mengatakan, pola pikir berperan penting dalam menentukan pencapaian Anda. 

lombokjournal.com ~ Pola pikir seseorang menjadi faktor paling menentukan atau kunci sukses dan bahagia yang bersangkutan. 

Bagaimana wajah dunia ini, ditentukan bagaimana pikirang orang yang memandang dunianya. Indah, menggairahkan, penuh warnah, atau sebaliknya kelabu, murung dan menjemukan, tergantung bagaimana pikiran orang itu.

Pepatah mengatakan, Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Kita juga sering mendengar apa yang disebut sebagai positif thinking dan negative thinking.

Demikian juga, orang yang hendak meraih sukses, bagaimana pola pikir seseorang untuk menjangkau kesuksesan yang diharapkan. Nah, mari raih kesuksesan dengan mengubah pola pikir. Lalu, bagaimana caranya?

BACA JUGA: Menyelamatkan Ekosistem, Dimulai Pilah Sampah dari Rumah

Ubahlah pola pikir Anda menjadi paling sukses

Mengubah dan Memperbaiki Pola Pikir 

Pola pikir manusia itu unik dan jauh lebih kuat daripada apa yang Anda sadari. Seorang pengarang dan motivator mengatakan, saat Anda mulai mengubah pola pikir Anda, semua hal di luar akan ikut berubah. 

Carol Dweck, seorang psikolog mengatakan, pola pikir berperan penting dalam menentukan pencapaian Anda. 

Anda sudah bisa melihat bagaimana pola pikir mempengaruhi cara Anda memandang dunia dan merespons hal-hal yang terjadi pada diri Anda. Untuk itu, jika ingin sukses, mulailah berpikir positif dan membangun pola pikir orang sukses.

Ada beberapa hal yang penting untuk diketahui, untuk meningkatkan pola pikir efektif dan lincah:

Sadar dengan Pola Pikir 

Mulailah mengenali dan mempelajari pola pikir Anda, apakah sering berpikir positif atau cenderung negatif. Jika negatif, maka Anda perlu melakukan penyesuaian. 

Anda juga harus meningkatkan kesadaran akan keadaan emosional, sekaligus juga perlu tahu mengenai rantai pikiran, perasaan, dan perilaku. Karena tak bisa dipungkiri, ketiganya memiliki hubungan yang sangat erat, dari pikiran akan mempengaruhi perasaan, dan akhirnya ikut mempengaruhi perilaku Anda.

Analisis Cara Anda Berbicara dengan Diri Sendiri

Setiap orang sering berbicara dengan diri sendiri. Hal ini mau tidak mau akan mempengaruhi pola pikir. 

Jika Anda berpikir tidak bisa melakukan sesuatu, maka Anda akan lemah dan yang terjadi memang Anda jadi tak bisa melakukannya. Sebaliknya, jika Anda memiliki mindset yang powerful, itu akan membantu Anda menyelesaikan tantangan hidup. 

Dengan kata lain, jika Anda ingin sukses, mulailah memberikan kata-kata positif kepada diri sendiri sehingga Anda benar-benar melihat hasil yang Anda inginkan.

BACA JUGA: Tujuan dan Manfaat Bila Melakukan Kolaborasi

Bergaullah dengan Orang-Orang Positif

Cara efektif lainnya untuk membentuk pola pikir sukses adalah mengelilingi diri dengan orang-orang yang juga memandang hidup dengan positif. 

Mereka biasanya sudah mencapai kesuksesan yang mereka inginkan. Sumber perkataan dan perilaku positif mereka biasanya tergambar jelas pada karakter mereka. 

Orang sukses cenderung memiliki pola pikir yang hebat dan dapat membantu Anda menumbuhkan pola pikir yang sama. Anda dapat mempelajari bagaimana cara berpikir, mencari tahu Tips Berpikir Lebih Kreatif dan Penuh Dengan Inovasi,  kemudian menerapkan pada diri Anda sendiri.

Keluar dari Zona Nyaman 

Kenyamanan memang kadang melenakan. Berada dalam kondisi yang stabil tanpa adanya tantangan kadang juga jauh lebih menenangkan, namun berhati-hatilah dengan pikiran yang mendorong Anda untuk tetap tinggal dalam kondisi nyaman ini. 

Anda tidak bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. 

Jika saat ini Anda terjebak dalam zona nyaman, jangan diam saja. Cobalah untuk melakukan hal-hal baru yang lebih menantang. Pelajari kemampuan yang sebelumnya tak Anda lakukan, bahkan Anda bisa pula mencari ide brilian untuk mengasah kreativitas dan inovasi di dalam diri Anda. 

Dengan cara ini, Anda bisa mendorong diri Anda sendiri untuk bergerak dan meraih kesuksesan berikutnya. Terus bertumbuh dan menjadi lebih baik setiap hari merupakan esensi hidup yang sebenarnya. 

Ubah Kebiasaan Anda

Kebiasaan atau rutinitas sangat kuat mempengaruhi pola pikir manusia. Pikiran manusia menyukai alur berpikir yang berulang-ulang, baik atau buruk, yang disebut juga dengan habit

Dalam bukunya yang berjudul Atomic Habits, James Clear menjelaskan, untuk menghentikan kebiasaan buruk menjadi rutinitas yang baik, membutuhkan proses yang jelas. 

Jika selama ini Anda memiliki kebiasaan buruk, seperti bertindak tanpa berpikir (impulsif), Anda dapat menggunakan pendekatan dari James Clear untuk membangun kebiasaan baru yang jauh lebih baik. 

Pendekatan ini dimulai dengan Cue (memberikan sinyal perubahan dengan jelas), Craving (buat kebiasaan baru tersebut lebih atraktif), Response (buat kebiasaan ini jadi mudah dilakukan), dan Reward (menjadikan kebiasaan baru sebuah kepuasan bagi diri Anda).

Berani Gagal

Pola pikir sukses adalah pola pikir yang tidak takut gagal. Satu hal yang perlu Anda ingat, tidak ada orang yang sukses dalam sehari. 

Ada kegagalan dan penolakan yang akan Anda hadapi untuk menjadi orang yang berhasil. 

Untuk itu, Anda perlu mempunyai mindset bahwa kegagalan adalah kesempatan untuk belajar lebih baik agar tidak terpuruk. Anda justru akan lebih cepat bangkit dari kegagalan karena pola pikir kuat yang sudah Anda bentuk dari awal.

Belajar Menerima Kenyataan

Menerima kenyataan seperti apa yang berlaku adalah konsep pola pikir yang tangguh karena Anda paham apa yang Anda alami saat ini.

Alih-alih menyalahkan keadaan, Anda sebaiknya memikirkan bagaimana cara untuk keluar dari ketidaknyamanan yang sedang Anda alami. 

Tidak menerima kenyataan akan membuat Anda stress dan untuk menjadi sukses Anda tentu harus dapat mengatasi stress tersebut agar tidak berpengaruh pada kesehatan mental Anda. 

Orang yang sukses adalah orang yang lapang dada menerima apa yang terjadi dan mampu melewatinya dengan baik.

BACA JUGA: Unram Mulai Buka Prodi Magister Mitigasi Bencana

Dalam memandang dunia, Pola Pikir positif menjadikan dunia lebih baik

Belajar dan Terapkan

Orang yang memiliki pola pikir sukses akan berusaha untuk terus belajar dan menerapkan apa yang dipelajarinya. 

Anda bisa memulainya dengan membaca buku tentang pola pikir, cara mengubah mindset, atau buku-buku yang membuat otak Anda bekerja lainnya. 

Mulailah dengan kebiasaan membaca, bisa membaca buku yang membahas tentang pola pikir berkembang. Tentang keselarasan pola pikir dan kehidupan, buku dan buku-buku lain yang menunjang pola pikir yang lebih baik.

Pola pikir dapat menentukan kesuksesan dan kebahagiaan. Anda perlu melakukan beberapa hal yang mendukung perubahan pada mindset agar Anda bisa meraih apa yang Anda inginkan. 

Anda memulainya dengan menyadari bagaimana cara Anda berpikir, kemudian mencoba mengubahnya menjadi mindset orang sukses, berkumpul dengan orang-orang hebat, mencari tantangan, dan berani gagal.

Terapkan apa yang sudah Anda pelajari hingga mengubah kebiasaan buruk Anda menjadi kebiasaan positif. ***

 

 




Mengerti tentang Apa Itu Akselerasi, dan Bagaimana Caranya

Dalam dunia bisnis, para pelaku bisnis harus mengerti cara atau strategi akselerasi yang dilakukan untuk mengembangkan sebuah bisnis

lombokjournal.com ~ Kita sering mendengar kata ‘akselerasi’ dalam percakapan sehari-hari, atau mernrmukan kata itu dalam artikel yang kita baca di media. 

Misalnya, dalam pembicaraan topik ekonomi. Agar bisnis bertahan, pemilik bisnis yang harus mengerti cara beradaptasi terhadap perkembangan baru, pemilik bisnis harus melakukan langkah akselerasi supaya bisnis bisa berkembang. 

BACA JUGA: Ekspo Produk UKM-IKM Dihadiri Mahasiswa Singapura

Penting untuk mengerti bagaimana cara melakukan akselerasi

Langkah akselerasi selalu dalam konteks perkembangan, melangkah atau melaju lebih cepat ke depan. 

Nah, pertanyaannya kemudian, apa itu akselerasi dan bagaimana caranya supaya tetap bisa berakselerasi?

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Secara umum, akselerasi adalah percepatan. 

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memberi definisi, kata akselerasi merupakan proses mempercepat, peningkatan kecepatan atau percepatan, dan laju perubahan kecepatan. 

Bila dikaitkan dengan kegiatan bisnis, akselerasi menjadi suatu cara atau strategi percepatan yang dilakukan untuk mengembangkan sebuah bisnis. Misalnya, dengan mengadopsi digital marketing untuk promosi produk. 

Para pelaku bisnis memiliki tujuan dalam menjalankan bisnisnya. Ketika bisnis telah mulai dijalankan, langkah akselerasi sangat diperlukan untuk membantu mencapai tujuan lebih cepat. 

Berkaitan dengan bisnis baru, tentu dibutuhkan keberanian untuk menjalankan langkah percepatan tersebut. Saat Anda memiliki peluang untuk melebarkan atau mengembangkan bisnis, jangan abaikan karena inilah kesempatan terbaik. 

Akselerasi dilakukan supaya bisnis dapat mencapai posisi maksimal lebih cepat. Mampu mempersiapkan diri dengan menjaga keseimbangan bisnis untuk kembali mengembangkan modal di masa depan. 

Langkah ini dapat diaplikasikan dengan melakukan semua rencana yang telah disusun dan mengalokasikan semua sumber daya yang dimiliki dengan lebih maksimal. 

Tak lupa, melakukan monitoring kerja semua pihak yang terlibat melalui riset dan audit. 

Beradaptasi dengan Digital Marketing

Agar bisa terus berakselerasi tetap berkembang di tengah ketatnya persaingan, salah satu cara yang bisa diterapkan adalah mengadaptasi digital marketing. 

Mulai dari promosi melalui sosial media, mengetahui bagaimana cara meningkatkan penjualan, dan pastinya meningkatkan kesadaran pelanggan terhadap bisnis Anda. 

BACA JUGA: Realisasi PAD NTB Meningkat Rp392.94 

Berikut beberapa tips yang bisa Anda perhatikan:

Kolaborasi dengan berbagai komunitas 

Kolaborasi atau kerja sama dengan berbagai komunitas tertentu pada sosial media bisa membantu meningkatkan percepatan bisnis. Kita bisa memilih sendiri komunitas sesuai dengan tujuan maupun lini bisnis. 

Bentuknya pun bervariasi, mulai dari posting hingga tags di platform sosial media untuk bisa meningkatkan engagement.

Terdapat empat jenis pilar yang dapat menunjang perencanaan bisnis para pelaku usaha kecil dan menengah atau UKM, yaitu curation, conversation, community, dan commerce. Keempat pilar tersebut bisa digunakan sebagai strategi akselerasi bisnis melalui platform sosial media. 

Jadi, bisnis para pelaku UKM tetap bisa bertahan di masa pandemi.

Konten ysng menarik dan inspiratif

Ini penting diperhatikan, untuk melakukan akselerasi adalah membuat konten yang menarik dan inspiratif. 

Konten yang menarik, informatif, dan inspiratif akan sangat menguntungkan para pemilik bisnis yang mengincar remaja dan usia muda produktif, sebagai sasaran pemasaran terbanyak. 

Riset menunjukkan, sebanyak 57 persen remaja milenial masa kini menyukai berbagai konten yang menonjolkan kreativitas. 

Anda bisa membuat konten tersebut lebih menarik dan interaktif. Jadi, konten tadi tidak hanya disukai, tetapi juga bisa menarik minat para pelanggan baru.

Konten pemasaran produk

Tak hanya menyajikan berbagai konten yang menyenangkan, informatif, inspiratif, dan pastinya kreatif, penting membuat konten iklan atau pemasaran produk melalui platform sosial media. 

Iklan sangat membantu produk yang dipasarkan masuk dalam halaman utama para pengguna yang tepat sasaran. 

Salah satu bentuk konten iklan yang cukup diminati adalah video sharing yang menarik. Melalui video dengan durasi singkat, Anda bisa meningkatkan kepercayaan sekaligus memberikan pengaruh pada perilaku calon pelanggan. 

Produk Anda pun lebih cepat dikenal dan bisa membantu meningkatkan angka penjualan.

Perjalanan pelanggan

Ini mungkin yang terakhir, agar tetap bisa melakukan akselerasi adalah memperhatikan perjalanan pelanggan (customer journey) dengan seksama. 

Aspek ini bisa Anda lihat melalui awareness, consideration, transaction, juga retention and advocacy dari para pelanggan. 

BACA JUGA: Tujuan dan Manfaat Bila Melakukan Kolaborasi

Melalui empat komponen tersebut, Anda bisa mengetahui siklus pelanggan yang sudah melakukan pembelian terhadap produk yang Anda tawarkan. 

Akselerasi adalah langkah yang tidak hanya dibutuhkan saat kesempatan terasa begitu terbuka dengan lebar. Tapi diperlukan saat peluang bisnis seolah sedang tertutup. 

Pastikan untuk menerapkan langkah yang tepat sehingga tujuan dapat tercapai lebih cepat. Semoga bermanfaat.*** 

 

SUMBER: Akseleran




Kalimat Ucapan yang Benar, “ Umat Islam” atau “Umat Muslim”

Membaca kalimat di berbagai media, seolah-olah sama penggunaan frase “umat Islam” atau “umat muslim”, padahal ada penggunaan yang tidak tepat

MATARAM.lombokjournal.com – Dalam berita di berbagai media, pembaca terbiasa membaca kalimat, misalnya “tiap hari Jum’at umat Islam melaksanakan sholat Jum’at di masjid”, atau terkadang “tiap hari Jum’at umat muslim melaksanakan sholat Jum’at di masjid”.

Atau lebih sering selama selama bulan Ramadhan atau puasa, kita akan terbiasa mendengar dan melihat ucapan-ucapan “Selamat menjalankan ibadah puasa kepada umat Islam” atau terkadang “Selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat muslim”.

BACA JUGA: Simbol Pluralisme Pulau Seribu Masjid

Karena terbiasa membaca kalimat itu, seolah-olah kaliman kedua kalimat ucapan itu memiliki arti yang sama.

Padahal, jika diperhatikan, ada penggunaan kata yang kurang tepat di dalamnya.

Kalau kita kemudian merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata umat memiliki arti (1) ‘para penganut (pemeluk, pengikut) suatu agama; penganut nabi’ atau (2) ‘makhluk manusia’.

Maka dari itu, penggunaannya harus diikuti dengan nama agama atau nama nabi. Contohnya adalah ungkapan umat Islam atau umat Nabi Nuh.

Sementara itu, kata muslim dalam KBBI memiliki arti ‘penganut agama Islam’.

Dengan demikian, jika kita menggunakan ungkapan umat Muslim, maka artinya adalah umat yang mengikuti penganut agama Islam.

Mereka, umat yang dimaksud dalam ungkapan tersebut, mengikuti orang (penganut) yang beragama Islam, bukan agamanya.

Tentu saja frasa tersebut tidaklah tepat untuk digunakan.

BACA JUGA: Gubernur NTB Terima Penghargaan dari Kapolda NTB

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka ungkapan yang paling tepat adalah umat Islam bukan umat muslim. ***

 




Minuman Manis Tak Sehat Mengepung Remaja Indonesia

Artikel terkait minuman manis ini bagian dari rangkaian tulisan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia

Pemerintah Indonesia akan mengenakan cukai untuk produk minuman manis
RIZKA MAULIDA, PhD Studen, Centre for Diet and Aktivuty Research (CEDAR) MRC Epidemiology Unit, University of Cambridge

lombokjournal.com ~ Seperempat penduduk Indonesia merupakan remaja berusia 10-24 tahun. Dalam beberapa dekade ke depan, mereka akan tumbuh menjadi dewasa usia produktif yang menggerakkan perekonomian negara.

Namun, dengan pola konsumsi gula yang telah melewati batas rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), para remaja tersebut saat dewasa berisiko terkena diabetes melitus dan obesitas sehingga kurang produktif pada masa depan.

BACA JUGA: Peran Perempuan Cerdas Zaman Now

Walau bangsa Indonesia secara politik telah merdeka 75 tahun, kita belum sepenuhnya merdeka dari “kepungan” makanan dan minuman manis yang bisa merusak kesehatan.

Penting bagi kita dan pemerintah untuk memastikan bahwa remaja-remaja Indonesia memiliki kehidupan yang sehat dan produktif setelah mereka dewasa. Remaja mulai banyak mendapat kebebasan dalam memilih makanan dan minuman terutama di luar rumah, sehingga perlu dikembangkan suatu upaya yang lebih mudah bagi mereka untuk membuat pilihan yang lebih sehat.

Masalahnya, upaya itu tidak mudah karena industri makanan dan minuman menyasar para remaja sebagai konsumen saat ini dan masa depan.

Riset saya pada remaja dengan sampel 681 siswa di beberapa SMP negeri di Jakarta pada 2014 menemukan bahwa remaja dari keluarga yang kurang mampu akan lebih memilih makanan atau minuman berdasarkan harga dan kemudahan akses ketimbang nilai kesehatan dari makan atau minuman tersebut.

Riset ini memperkuat temuan beberapa penelitian sebelumnya yang telah melaporkan bahwa harga makanan atau minuman merupakan hal utama dalam pemilihan makanan atau minuman. Riset lain juga menyebutkan bahwa pada umumnya makanan atau minuman yang sehat cenderung lebih mahal dari makanan atau minuman yang tidak sehat.

BACA JUGA: NTB Salah Satu Terdepan dalam Pembangunan Kesehatan

Karena itu, rencana pemerintah Indonesia mengenakan cukai minuman manis Rp 1.500 per liter untuk mengurangi risiko diabetes melitus dan obesitas pada remaja merupakan langkah yang tepat dan layak kita dukung.

Minuman manis yang berbahaya

Di Indonesia, saat cuaca panas, minuman dingin manis mudah dibeli di mana saja, di penjual jalanan, warung di pinggir jalan, sampai supermarket kelas atas.

Kita dapat dengan mudah menemukan minuman manis di kantin-kantin sekolah dasar hingga menengah atas, bahkan universitas. Alternatif dari minuman sejenis ini biasanya hanya air mineral saja dengan harga yang bahkan kadang lebih mahal dari minuman manis tersebut.

Pemerintah Indonesia akan mengenakan cukai untuk produk minuman manis
Minuman manis kemasan

Banyak minuman dalam kemasan seperti jus, kopi, dan teh serta sports drink tidak baik untuk kesehatan karena umumnya ditambahi gula seperti gula pasir, gula merah, corn syrup, fruktusa, glukosa, laktosa, dan madu oleh perusahaan yang memproduksinya.

Kalori yang didapatkan dari minuman-minuman ini tidak memiliki nilai gizi dan tidak dapat memberikan rasa kenyang seperti makanan padat pada umumnya.

Oleh karena itu, konsumsi minuman dengan gula tambahan dapat berakibat pada kenaikan berat badan yang tidak sehat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar konsumsi minuman dengan gula tambahan dikurangi untuk membantu mengurangi risiko obesitas pada masa kanak-kanak.

Pola makan masa remaja berdampak pada kesehatan pada usia dewasa

Masa remaja merupakan masa mereka mulai punya kendali utuh akan apa, di mana, dan kapan mereka makan atau minum.

Pada masa ini pola makan terbentuk dan cenderung tidak berubah sampai dewasa. Pada masa ini pula remaja mulai banyak mengkonsumsi makanan dan minuman di luar rumah.

Kebiasaan yang dibangun remaja saat membuat pilihan makanan menentukan kebiasaan makan mereka pada masa mendatang.

Remaja berpotensi mengkonsumsi asupan makanan yang tidak tepat, yang dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti pertumbuhan fisik dan kapasitas intelektual yang berkurang. Asupan makanan yang tidak tepat juga dapat mempengaruhi risiko terjadinya sejumlah gangguan kesehatan, seperti kekurangan zat besi, gizi kurang, dan obesitas.

BACA JUGA: Kades Diminta Prioritaskan Bangun Kesehatan di Desa 

Remaja yang mengalami kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko mereka mengidap diabetes pada saat dewasa.

Kenaikan diabetes dan obesitas di populasi Indonesia

Pada awal 2020, pemerintah menyampaikan rencana untuk menarik cukai dari minuman manis.

Rencana yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani ini berangkat dari kekhawatiran pemerintah akan tingginya angka kasus diabetes melitus dan obesitas di Indonesia.

Persentase diabetes melitus meningkat dari 6,9 perse pada 2013 menjadi 8,5 persen pada 2018, sedangkan persentase obesitas pada periode yang sama naik  dari 14,8 persen menjadi 21,8 persen.

Jika melihat kecenderungan tersebut, maka diabetes melitus dan obesitas akan terus meningkat. Diabetes melitus dan obesitas adalah dua dari sekian banyak penyakit tidak menular.

Dua penyakit tidak menular ini dilaporkan ikut berkontribusi pada sebanyak 40 juta kematian per tahunnya secara global.

Kebanyakan dari penyakit-penyakit tidak menular ini dapat dicegah dengan perilaku hidup sehat seperti tidak merokok, banyak beraktivitas fisik, dan pola makan yang sehat.

Badan Kesehatan Dunia juga menyebutkan bahwa peningkatan konsumsi gula, khususnya dalam bentuk minuman dengan tambahan gula, berhubungan dengan kenaikan berat badan pada anak-anak dan orang dewasa.

Negara-negara yang dikategorikan berpendapatan rendah dan menengah, seperti Indonesia, mengalami peningkatan konsumsi minuman yang diberi gula tambahan akibat dari promosi produk-produk ini secara masif. Kebanyakan target promosi dari produk-produk ini adalah anak-anak dan remaja.

Mengendalikan diabetes melitus dan obesitas dengan cara menarik cukai pada minuman manis merupakan satu langkah yang benar. Dengan adanya cukai ini, sehingga harganya lebih mahal, diharapkan konsumen terutama remaja, akan membuat pilihan yang lebih sehat secara tidak langsung. Produsen juga seharusnya tidak akan dirugikan jika menyesuaikan dengan batasan gula yang diberlakukan.

Hal ini sudah terbukti pada suatu penelitian di Inggris. Riset ini menunjukkan bahwa setelah diberlakukannya cukai pada minuman ringan, omset produsen minuman ringan di Inggris tidak anjlok.

Hal ini artinya produsen-produsen minuman ringan di Inggris dapat menyesuaikan produk mereka dengan mengurangi kadar gula pada produk-produknya. Masyarakat pun tetap membeli minuman-minuman “manis” ini hanya dengan kadar gula yang lebih aman. Cukai yang diberlakukan di Inggris adalah 24 penny (£0.24) per liter minuman jika mengandung 8 gram gula per 100 mililiter dan 18 penny (£0.18) per liter jika mengandung 5-8 gram gula per 100 mililiter.

BACA JUGA: RSUD NTB Jadi Rumah Sakit Kelas Dunia

Intervensi kesehatan menurut status sosial

Dalam riset tahun 2014 saya juga menemukan bahwa remaja dari kalangan menengah ke atas pun memiliki hambatan tersendiri untuk memilih makanan dan minuman yang sehat.

Remaja dari keluarga kelompok ini pun tampaknya memandang kesehatan tidak lebih penting daripada remaja dari keluarga menengah ke bawah.

Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan adanya hubungan positif antara status sosial ekonomi dan indeks massa tubuh (IMT) di negara berkembang.

Di negara-negara berkembang, makanan dan minuman yang tidak sehat dipandang sebagai barang mewah, apalagi bagi kelompok masyarakat yang status sosial ekonominya sedang bergerak naik.

Dalam perencanaan upaya intervensi kesehatan harus sesuai dengan status sosial ekonomi kelompok sasaran. Intervensi gizi untuk remaja dari kelompok status sosial ekonomi rendah harus mencakup dukungan keuangan untuk membeli makanan yang lebih sehat. Dukungan ini tidak semerta-merta harus berbentuk bantuan tunai atau bentuk bantuan pemberian makanan yang sehat seperti program makan siang di sekolah. Dukungan ini dapat berupa cukai pada minuman manis, seperti ide pemerintah.

Sedangkan intervensi gizi bagi remaja dari kelompok status sosial ekonomi menengah ke atas harus mencakup pendidikan gizi yang mendorong mereka untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan yang lebih sehat. Kita juga perlu merancang citra makanan sehat menjadi lebih menarik, seperti membingkai makanan sehat sebagai barang mewah dan kekinian. ***

Sumber: THE CONVERSATION




Eksternalitas dalam Penyelenggaraan Event Internasional

Gubernur NTB sering menyampaikan eksternalitas positif yang mengiringi penyelenggaraan event internasional 

lombokjournal.com ~ Dalam beberapa kesempatan, Gubernur NTB Zulkieflimansyah sering mengungkapkan ‘eksternalitas positif’ yang diperoleh NTB terkait penyelenggaraan event internasional.

Misalnya, saat memaparkan inovasi unggulan daerah Gubernur NTB menyebut event World Superbike atau MotoGP berdampak positif bagi kemajuan pembangunan. 

BACA JUGA: Inovasi Unggulan Daerah Dipaparkan di Kemendagri 

Seiring penyelenggaraan event internasional itu maka dikembangkan jalan bypass Bizam-Mandalika, pengembangan Bandara Internasional, pengembangan RSUP berstandar internasional.

Demikian juga dengan penyelenggaraan MXGP Samota, Sumbawa, banyak perubahan dan perbaikan di lakukan, seperti Rumah sakit, bandara, pelabuhan, listrik, telemomunikasi, jalan, perhotelan, homestay, sentra UKM, pusat kuliner, EO dan lain-lain diperbaiki dan berubah menjadi menjadi lebih baik.

Apa yang disebut Gubernur Zulkieflimansyah dengan Eksternalitas (externality) adalah biaya atau manfaat dari kegiatan ekonomi yang dialami oleh pihak ketiga yang tidak terkait dengan aktivitas tersebut. 

Biaya atau manfaat eksternal tidak tercermin dalam biaya akhir atau manfaat barang atau jasa yang dihasilkan.

Dua jenis eksternalitas adalah eksternalitas negatif dan eksternalitas positif. Negatif berarti yang memunculkan biaya, sedangkan positif memberikan manfaat.

Manfaat eksternal adalah efek positif aktivitas ekonomi terhadap pihak lain yang tidak terlibat langsung. Misalnya, petani lebah yang mendapat manfaat dari petani buah yang ada di sekitarnya (lebah madu dapat dengan mudah memetik sari dari pohon buah) tanpa harus membayarnya.

Eksternalitas muncul juga karena penegakan hak properti yang tidak jelas. Untuk beberapa barang seperti tanah, bangunan dan uang, penegakan hak kepemilikan adalah mudah.

Tapi, itu tidak untuk yang lainnya seperti udara dan air. Air dan udara mengalir bebas melintasi batas kepemilikan pribadi. Itu membuat jauh lebih sulit untuk menetapkan kepemilikan.

Secara umum, eksternalitas terbagi ke dalam dua kelompok:

  1. Eksternalitas negatif
  2. Eksternalitas positif

Eksternalitas negatif

Eksternalitas negatif mewakili konsekuensi negatif dari aktivitas ekonomi (konsumsi atau produksi) ke pihak ketiga yang tidak terkait. Beberapa eksternalitas negatif sangat berbahaya seperti limbah, polusi dan pencemaran lingkungan.

Beberapa contoh eksternalitas negatif:

  • Polusi udara akibat asap kendaraan bermotor atau pabrik yang menggunakan bahan bakar fosil.
  • Polusi air, misalnya, akibat tumpahan minyak kapal tanker. Polusi semacam ini dapat menghancurkan ekosistem di laut dan mempengaruhi orang-orang yang tinggal di daerah pesisir.
  • Polusi suara, misalnya, akibat kebisingan pesawat. Masyarakat yang tinggal di dekat bandara besar.
  • Merokok menghasilkan efek negatif tidak hanya bagi perokok tetapi tetapi juga bagi kesehatan orang lain di sekitar perokok (perokok pasif).

Eksternalitas positif

Sebaliknya, eksternalitas positif merupakan manfaat dari kegiatan ekonomi bagi pihak ketiga yang tidak terlibat. 

Beberapa contoh eksternalitas positif, baik yang terkait dengan produksi dan konsumsi, misalnya pembangunan infrastruktur. Pembangunan jalan dan jaringan transportasi lainnya bermanfaat bagi mobilitas barang dan orang.

Manfaat pihak lain yang tak langsung terlibat, yaitu agen real estat yang juga mendapatkan keuntungan. Harga real estat naik karena pembangunan membuat aksesibilitas yang lebih baik. Agen real estate memperoleh komisi yang lebih tinggi.

Demikian juga kegiatan Vaksinasi, manfaat tidak hanya bagi orang yang divaksinasi tetapi juga orang lain karena risiko penularan menurun.

Demikian juga dalam kegiatan riset dan pengembangan. Perusahaan yang menemukan teknologi baru sebagai hasil dari kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) menciptakan manfaat yang membantu masyarakat secara keseluruhan. 

Penelitian semikonduktor misalnya, tidak hanya bermanfaat bagi produsen semikonduktor, tetapi juga bagi industri telekomunikasi modern, stereo dan perangkat komputer

BACA JUGA: Jangan Ada Kekerasan Fisik dan Verbal Kepada Anak

Solusi untuk eksternalitas

Para ekonom dan pembuat kebijakan mengajukan beberapa opsi untuk mengurangi eksternalitas khususnya eksternalitas negatif. Beberapa di antaranya solusi untuk eksternalitas adalah:

  • Penegakan hak kepemilikan properti
  • Pajak
  • Peraturan
  • Subsidi

Contohnya bagi pabrik kendaraan bermotor atau pabrik yang menggunakan bahan bakar fosil yang menimbulkan polusi udara akibat asap. Pemerintah membuat peraturan batas maksimum polusi karbondioksida atau limbah. Pemerintah mengenakan sanksi pajak yang tinggi bagi produsen yang membuang limbah berbahaya. 

Atau sebaliknya, pemerintah memberikan subsidi kepada perusahaan yang menggunakan bahan bakar ramah lingkungan. ***