Komunikasi Profetik, Materi Kuliah Agus Purbathin Hadi

Agus Purbathin Hadi membicarakan komunikasi profetik, merupakan kerangka baru dalam ilmu komunikasi dengan perspektif Islam 

Komunikasi bisnis memainkan peran yang cukup penting dalam manajemen tim,
Catatan Manajemen: Agus K Saputra

LombokJournal.com ~ Akhirnya bisa bertemu dengan Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram, Agus Purbathin Hadi. Senior dan “guru” menulis saya. Saat di SMA dan Kampus. 

“Saya homebase di Prodi Ilmu Komunikasi. Gedungnya di sebelah Rektorat, arah pintu ke luar, belakang ATM Bersama. Silakan datang kapan sempatnya. Saya di kampus dari jam 8, dan jam 4 sore saya olahraga pernafasan,” kata Agus Purbathin Hadi 

Begitulah kak Agus merinci detil tempat pertemuannya. Sebagaimana tulisan-tulisan lepasnya, senantiasa menggambarkan suasana sehingga membuat kita sebagai pembaca serasa hadir di tempat tersebut.

Materi “kuliah” apa yang saya dapatkan hari ini? Salah satunya tentang Komunikasi Profetik. Apa itu? 

BACA JUGA : Monitoring dan Evaluasi, Hal Penting dalam Mengelola Bisnis 

Komunikasi profetik merupakan istilah baru dalam khazanah ilmu komunikasi. Mengacu pada pola komunikasi kenabian Rasulullah Muhammad SAW yang sarat dengan kandungan nilai dan etika. 

Dan menjadi kerangka baru praktik ilmu dalam perspektif lslam yang terintegrasi dengan kajian ilmu komunikasi yang sudah berkembang sebelumnya.

Melansir Kompas.com, Feri Purnama dalam buku Jurnalisme Profetik (2023), kata profetik didasarkan pada peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Kata profetik erat kaitannya dengan etika atau segala sesuatu yang besifat etis. Profetik tidak termasuk kategori ilmu, apalagi terapan.

Profetik adalah kesadaran sosiologis para nabi dalam sejarah, untuk mengangkat derajat hidup manusia, juga memanusiakan manusia. Kata tersebut juga mengacu pada kesadaran para nabi untuk membebaskan manusia dan membawa semua manusia beriman kepada Tuhan.

Dikutip dari situs Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, yang disebut itu merupakan jenis komunikasi yang mengacu pada pola komunikasi Nabi Rasulullah Muhammad SAW, yang kental dengan etika dan nilai moralnya. 

Pada intinya merupakan kerangka baru dalam ilmu komunikasi yang menggunakan perspektif Islam. 

Menyebut Abdul Rasyid Ridho (Komunikasi Profetik Qur’ani, 2021), komunikasi profetik merupakan pengembangan dari konsep ilmu sosial profetik (ISP) yang pernah digagas oleh Kuntowijoyo. 

Dalam Harian Republika tanggal 7-9 Agustus 1997, Kuntowijoyo menulis gagasannya tentang ISP dengan judul Menuju Ilmu Sosial Profetik. Sekitar pertengahan tahun 1980-an Kuntowijoyo sering sekali mendiskusikan gagasan ISP pada berbagai kesempatan diskusi. Pada mula gagasan ini telah ditulis dalam karya Kuntowijoyo yang sangat monumental yakni Paradigma Islam, Interpretasi untuk Aksi tahun 1991.

Paradigma ISP ini berasal dari tafsir al-Qur’an yang berbunyi: “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imran/3: 110). Kuntowijoyo menyerap ayat tersebut secara filosofi yakni masyarakat utama (khairu ummah), kesadaran sejarah (ukhrijat linnas), liberasi (amar ma’ruf), humanisasi (nahi mungkar), dan transendensi (al-iman billah). 

Ide ISP menurut Kuntowijoyo bersumber dari berbagai tulisan Muhammad Iqbal dan Roger Geraudy lalu mengambil spirit realitas kenabian (prophetic reality) yang telah diusung oleh tokoh tersebut. Sehingga ISP yang diusung oleh Kuntowijoyo ini bisa menjadi penyeimbang paradigma ilmu sosial yang berkembang sekarang.

Konsep yang dikemukakan Kuntowijoyo dalam ilmu sosial profetik itu meliputi tiga hal yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi. 

Humanisasi merupakan upaya untuk mengembalikan hakikat kepada kodratnya. Sedangkan liberasi adalah usaha pembebasan manusia dari struktur sosial yang tidak adil dan tidak memihak rakyat lemah. 

BACA JUGA : Ary Juliyant, Melawan “Aroes” Besar Musik Industri

Keduanya antara humanisasi dan liberasi harus dilakukan karena sebagai manifestasi keimanan kepada Tuhan karena memang Tuhan memerintahkan manusia menata kehidupan sosial secara adil. Adapun transendensi adalah upaya mengembalikan fitrah manusia yang sesuai dengan agama.

Bagi saya, Komunikasi Profetik sebagai tambahan penguatan yang sangat penting. Dari apa yang saya urai dalam diskusi awal: Komunikasi dengan Sang Pencipta. Sebagai hidden strategy dalam menjalankan roda bisnis/usaha. 

Dalam praktik menjalankan bisnis perusahaan, maka pilar komunikasi (bisnis) saya tempatkan di urutan pertama. Dengan empat item turunan penting yaitu komunikasi:

  • dengan team kerja/internal
  • dengan mitra/pelanggan/eksternal
  • dengan sang pencipta sebagai hidden strategy
  • dengan diri sendiri/kontemplasi sebagai wujud syukur

Sebagaimana kita ketahui bersama. Tujuan utama untuk bisnis adalah menyampaikan informasi secara efektif, memastikan kejelasan dan pemahaman di antara semua pemangku kepentingan. 

Komunikasi bisnis memainkan peran yang cukup penting dalam manajemen tim, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, kolaborasi, dan yang terpenting, dalam mencapai tujuan bisnis Anda secara keseluruhan. Dan merupakan landasan dari sebuah mesin yang berfungsi dengan baik. Akan membantu mencegah kesalahpahaman, menyederhanakan proses, menumbuhkan budaya tempat kerja yang positif, dan meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisnis secara keseluruhan.

BACA JUGA : Event Organizer, Harus Pelihara Karakter dan Jaga Kepercayaan

Mengutip www.broadly.com untuk saat ini, mari kita lihat. Manfaat dari komunikasi internal yang efektif, sebagai berikut:

  • Keterlibatan yang Lebih Baik: Karyawan yang terlibat secara emosional terlibat dalam pekerjaan mereka. Dan efektif mendorong keterlibatan dengan membuat karyawan tetap terinformasi dan terhubung dengan misi organisasi.
  • Peningkatan Semangat Kerja: Ketika karyawan merasa mendapat informasi dan didengarkan dengan baik, semangat kerja akan meningkat pesat. Budaya tempat kerja yang positif, yang diperkuat melalui saluran yang efektif, akan menghasilkan kepuasan kerja yang lebih besar.
  • Kolaborasi yang Lebih Baik: Tim yang berkomunikasi secara efektif berbagi ide, memberikan umpan balik yang membangun, dan bekerja dengan lancar menuju tujuan bersama.
  • Lebih Sedikit Konflik: Miskomunikasi merupakan tempat berkembang biaknya konflik. Ketika berlangsung transparansi, kesalahpahaman dapat diminimalkan, sehingga mengurangi kemungkinan munculnya konflik.
  • Penurunan Pergantian Karyawan: Karyawan cenderung bertahan di organisasi tempat mereka merasa dihargai dan terhubung. Saluran informasi yang efektif berkontribusi pada lingkungan tempat kerja yang positif, yang berujung pada penurunan pergantian karyawan.
  • Peningkatan Layanan Pelanggan: Komunikasi eksternal sering kali mencerminkan apa yang berlangsung di internal. Karyawan yang memahami peran mereka dan merasa didukung lebih siap untuk memberikan layanan pelanggan yang sangat baik, sehingga menciptakan citra positif bagi perusahaan.

Jika Anda menyukai statistik, Anda juga akan menyukai bagian ini. Mari kita lihat beberapa fakta komunikasi bisnis internal yang paling menarik (Sumber: Kristina Martic dalam Haiilo).60% perusahaan  tidak memiliki strategi jangka panjang untuk komunikasi internal mereka

  1. Hanya  13% karyawan  yang menggunakan intranet mereka setiap hari
  2. 74% karyawan  merasa kehilangan berita perusahaan
  3. 72% karyawan  tidak memiliki pemahaman penuh tentang strategi perusahaan
  4. 87% orang menggunakan telepon seluler untuk berkomunikasi di tempat kerja setidaknya sekali seminggu
  5. Produktivitas karyawan meningkat sebesar  20 hingga 25%  di organisasi yang karyawannya saling terhubung
  6. 38% perusahaan mengalami peningkatan jumlah karyawan jarak jauh
  7. Hanya  23% eksekutif  yang mengatakan bahwa perusahaan mereka sangat baik dalam menyelaraskan tujuan karyawan dengan tujuan perusahaan
  8. 60% orang menghadapi krisis setidaknya sebulan sekali karena masalah komunikasi
  9. 29% karyawan  mengatakan bahwa komunikasi bisnis internal yang buruk adalah alasan kegagalan proyek
  10. Hanya  40% profesional IC  yang percaya bahwa karyawan memahami “dengan baik” atau “sangat baik” kontribusi yang mereka berikan terhadap strategi organisasi mereka
  11. 62% email  yang diterima karyawan tidak penting
  12. 60,8% karyawan mengatakan mereka kadang-kadang atau sering mengabaikan email di tempat kerja
  13. 47,7% karyawan mengatakan bahwa menerima lebih sedikit email di tempat kerja kemungkinan akan meningkatkan kebahagiaan mereka
  14. Karyawan  75% lebih cenderung menonton video daripada membaca teks
  15. Hanya 24% profesional IC  yang menganggap mereka menggunakan saluran komunikasi mereka secara efektif
  16. Organisasi dengan program perubahan dan komunikasi yang efektif memiliki  kemungkinan 3,5 kali  lebih besar untuk mengungguli rekan-rekannya
  17. 28% pemimpin  melaporkan komunikasi yang buruk sebagai penyebab utama kegagalan penyelesaian proyek dalam jangka waktu awal
  18. 77% karyawan menaruh ponsel mereka di dekat tempat kerja
  19. Hanya  17% pengusaha yang menganggap manajer lini adalah komunikator yang baik

“Menurut saya, sebaiknya komunikasi dengan sang pencipta berada di urutan pertama. Bukankah pertemuan kita saat ini bagian dari Qada dan Qadar-Nya,” saran kak Agus di akhir pertemuan. ***

 

 




Ary Juliyant. Melawan “Aroes” Besar Musik Industri

Ary Juliyant pernah dinobatkan sebagai Presiden Musik Indie Indonesia, namun kini tak sreg lagi karena musisi indie dipersempit sebagai warna musik, yang tak beda dengan industri.

Ary Juliyant adalah gerilyawan kesenian yang mencoba “berperang” melawan musik industri dengan kemampuan terbatas
Catatan Manajemen: Agus K Saputra

lombokJournal.com ~ Tidak sulit menemukan tempat tinggal Ary Juliyant. Ada label yang begitu sohor. Rumah Kucing Montong (eRKaeM). 

Berada di kompleks perumahan Montong Kedaton, Batu Layar, Lombok Barat. Dinamakan eRKaeM karena sang pemilik penggemar kucing!

Lantas “rumah kucing” ini bertransformasi menjadi tempat untuk aktivitas seni. Pada 14 September 2016, program diskusi dan pentas seni bertajuk Ngopi Sore, digagas Yuga Anggana dan kawan-kawan yang mentas setiap rabu sore, menjadi tanda resmi eRKaeM sebagai rumah pergerakan gerilyawan kesenian.

BACA JUGA : Event Organizer, Harus Pelihara Karakter dan Jaga Kepercayaan

Menurut Ary Darjanto – nama asli Ary Juliyant – gerilyawan kesenian adalah orang yang mencoba “berperang” (baca: berkesenian) dengan kemampuan terbatas. Hal ini sebagai bagian mensiasati atau melawan situasi yang dianggap perlu diperjuangkan. Ketika pihak lain tidak peduli dalam ranah kesenian.

“Jadi, kebebasan berkarya yang terus bergelisah di sela keterbatasan finansial dan sarana, sudah disikapi sebagai hal biasa,” ujar Ary. 

Dan ini menjadi sebagai upaya sadar dalam “melawan aroes” besar industri musik.

Ary Juliyant pernah dinobatkan sebagai Presiden Musik Indie Indonesia. Namun kini dia merasa tak sreg lagi disebut musisi indie (baca: independent). Alasannya, selain telah dipersempit sebagai suatu warna musik, juga identik dengan industri. 

“Padahal indie ini sebuah gerakan dan konsep pendekatan. Tapi lantaran industri yang sudah tidak punya lahan garapan, melihat indie yang sedang marak, lalu mengambil dan menjualnya,” ujarnya.

Ary bukan anti industrialisasi. Tapi, menurutnya,  manakala kalangan yang tadinya bagian dari gerakan indie yang telah terangkat secara komersial dalam jaringan industri, mestinya tidak lagi memakai embel-embel indie. 

“Sebab, sejarahnya indie itu, adalah mereka yang ditolak industri, lalu mencari jalan agar karya sampai ke audiens,” ucap Ary yang telah melakukan tour dan konser musik secara mandiri hingga ke Benua Eropa. Audiens yang dimaksud Ary Juliant tidak ditentukan seberapa banyak penonton. 

“Di Belanda saya pernah memperdengarkan kreasi saya. Penontonnya hanya satu orang. Tetapi itu tetap disebut sebuah konser,” kata musisi yang pernah berkolaborasi memainkan musik tradisional di Lombok dan Sumbawa ini (dalam beranda fb Buyung Sutan Muhlis).

Dalam suatu perbincangan, Gerilyawan eRKaem ini pernah “dikecewakan” oleh Calon Pemimpin Daerah. Yang mengatakan, “Musisi bukanlah profesi.”

 “Bukan saja mengecewakan. Tentu saja menyakitkan. Seorang Calon Pemimpin Daerah tidak paham seluk beluk musisi,” geram Ary.

Musisi adalah sebutan untuk orang yang menekuni musik sebagai profesi, baik itu sebagai pemain, pencipta, atau pemimpin musik.

Pekerjaan sebagai musisi, dulunya adalah pekerjaan yang kurang dilirik orang. Bahkan, terkesan musisi itu dikucilkan dari lingkungan sosial karena dianggap miring menurut sebagian orang. Memang, tak dapat dipungkiri, di Indonesia ini, profesi sebagai seniman khususnya musisi belum mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Padahal, di manca negara profesi ini begitu dihargai.

BACA JUGA : Netralitas ASN Jadi Indikator Kualitas Demokrasi

Melansir detikjatim 09-03-2023, berikut sederet profesi di dunia musik:

  • Produksi Musik

Produksi musik merupakan profesi yang merangkai produksi audio khususnya musik, untuk berbagai keperluan: pribadi maupun industri.

Tugasnya yakni mulai dari menulis, merekam, dan memanipulasi musik untuk didistribusikan. Lebih detailnya produksi musik juga membuat ketukan, sketsa lagu demo, menulis komposisi, mengelola musisi atau artis, membuat perubahan artistik, perencanaan kerja, dan berkoordinasi antara tim dan artis yang berbeda dan lain-lain.

  • Pendidik Musik

Profesi selanjutnya adalah tenaga profesional yang tak jauh dari dunia pembelajaran, yakni pendidik musik. Profesi ini bertugas merancang, melaksanakan proses pembelajaran, menilai, hingga membimbing dalam dunia musik. Tenaga pendidik musik biasanya di sekolah, acara, atau pengelolaan musik. 

  • Pemain Musik

Pemain musik adalah profesi yang sangat dikenal. Biasanya pemain musik berada di atas panggung untuk memainkan alat musik seperti gitar, piano, atau orang yang menyanyi. Ada juga pemain musik yang menulis musik atau pencipta lagu.

  • Perusahaan Rekaman

Perusahan rekaman atau label rekaman adalah perusahaan yang mengelola rekaman suara dan penjualannya. Termasuk promosi dan perlindungan hak cipta. Perusahaan tersebut memasarkan rekaman musik dan video, bisa juga terlibat dalam berbagai fungsi industri musik. Termasuk perekrutan dan pengembangan artis baru, penerbitan musik, hingga penegakan hak cipta. 

  • Manajemen Artis and Supporting Music Performance Crew

Profesi selanjutnya yakni perusahaan yang membantu talent mendapatkan pekerjaan dan mengurus berbagai hal berkaitan dengan bisnis. Seperti tawar-menawar, surat-menyurat, kontrak, invoice, schedule, sewa kru, road manager dan lain-lain. 

  • Musik dalam Media

Ada musik dalam media, yakni pengamat musik atau hal-hal yang berkaitan dengan musik untuk disebarluaskan di media.

Perlu diingat bahwa manajemen memainkan peran yang sangat penting dalam industri musik. Berikut adalah beberapa alasan mengapa manajemen penting dalam musik:

  1. Pengelolaan Karir: Manajemen membantu mengelola karir seorang musisi atau grup musik. Mereka membantu merencanakan dan mengatur jadwal tur, penampilan, rekaman, dan promosi. Mereka juga membantu mengelola kontrak, negosiasi, dan hak cipta.
  2. Pengembangan Branding: Manajemen membantu membangun dan mengelola citra dan merek seorang musisi atau grup musik. Mereka membantu merancang strategi pemasaran, mengelola media sosial, dan memastikan konsistensi dalam penampilan dan gaya.
  3. Pengelolaan Keuangan: Manajemen membantu mengelola aspek keuangan dalam industri musik. Mereka membantu dalam perencanaan anggaran, pengelolaan pendapatan, pembayaran royalti, dan negosiasi kontrak keuangan.
  4. Jaringan dan Hubungan: Manajemen membantu membangun dan menjaga hubungan dengan pihak-pihak terkait dalam industri musik, seperti produser, agen, label rekaman, dan promotor konser. Mereka membantu dalam menjalin kemitraan dan kesempatan kolaborasi.
  5. Pengelolaan Proyek: Manajemen membantu mengelola proyek musik, seperti produksi album, pengaturan tur, dan peluncuran kampanye promosi. Mereka membantu dalam perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan proyek agar berjalan dengan lancar.
  6. Fokus pada Kreativitas: Dengan memiliki manajemen yang baik, seorang musisi dapat fokus pada kreativitas dan penciptaan musik. 

Manajemen membantu mengurus tugas-tugas dministratif dan operasional sehingga musisi dapat lebih fokus pada proses kreatif.

Secara keseluruhan, manajemen memainkan peran penting dalam membantu musisi atau grup musik mengelola karir mereka, membangun merek, mengelola keuangan, menjalin hubungan, mengelola proyek, dan memungkinkan fokus pada kreativitas. 

Dengan adanya manajemen yang baik, musisi memiliki dukungan yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan dalam industri musik (dalam Brainly.co.id)

Di bagian akhir, Ary Julyant bercerita dengan penuh antusiasme tentang soundscape. Sebuah istilah yang dikembangkan oleh Scafer. Yaitu sebuah komposisi yang digarap dengan media konvensional dengan ide-ide musikal yang didasari pada pemandangan suara di suatu lingkungan tertentu, baik yang alami maupun urban.

“Di ruang pelayanan kantor, saya pernah “mengartikulasi” peristiwa dari tingkah laku customer yang sedang menunggu menjadi sebuah bunyi. Orang yang sedang memandang sesuatu, sedang bercakap-cakap atau geleng-geleng kepala,” ujar kang Ary memberi contoh.

BACA JUGA : Perusahaan di NTB Harus Utamakan Pekerja Lokal

Bahkan ekstremnya adalah ketika seorang pemusik yang sedang konser mempersilakan para hadirin untuk mendengar musiknya. Hening yang ada. 

Tapi justru di situlah “sumber bunyinya”!

Untuk ke tahap ini diperlukan “mata batin”. Tidak sembarang orang bisa masuk ke wilayah ini. Practice make perfect–banyak latihan membuat menjadi sempurna.***

#akuAIR – Perumnas Ampenan, 14-10-2024




Event Organizer; Harus Pelihara Karakter dan Jaga Kepercayaan

Praktisi event organizer harus punya komitmen dan yang menjadi pegangannya adalah kontrak kerja, memahami hak dan kewajiban pemberi dan penerima kerja

Event Organizer bertugas negosiasi kontrak dengan vendor dan memastikan mereka mengerjakan tanggung jawab sesuai kesepakatan
Catatan Manajemen : Agus K Saputra

lombokjournal.com ~ Kali ini saya membedah soal Event Organizer (EO). Narasumbernya Unen Bheciq. Sahabat lama yang kembali bertemu. Tiga puluh tahun kemudian.

Dia seorang praktisi Event Organizer sejati. Sejak zaman kuliah sudah mencemplungkan diri ke “bisnis” ini. Proklamasi Rock adalah salah satu event yang membekas hingga kini.

BACA JUGA : Monitoting dan Evaluasi, Hal Penting dalam Mengelola Bisnis 

“Kok bisa miq,” tanya saya.

“Gara-gara komitmen yang belum saya tunaikan. Dengan ikhlas. Televisi saya serahkan,” jawabnya sembari tertawa.

Selain komitmen, maka yang menjadi pegangan penting sesungguhnya adalah Kontrak Kerja. Hak dan kewajiban pemberi dan penerima kerja tertuang di sini. Sedetail dan serigid mungkin. Ini menjadi pegangan para pihak jika kelak bersengketa.

“Pernah suatu ketika pemberi kerja meminta pekerjaan tambahan, saya tolak. Saya berpegang teguh pada Kontrak Kerja,” tambah miq Unen.

“Lha, side (Anda) gak takut kehilangan pekerjaan?”

Biarin, kalo hilang. Kan saya tidak bergantung pada manusia!”

Tolok ukur keberhasilan event, menurut penyuka olah raga lari ini adalah bahagia. Bahagia itu harus dinikmati oleh pemberi kerja, pelanggan/audience dan pelaksana kerja.

“Harus ketiga unsur itu yang merasakan,” tegasnya.

Terbersit dalam pikiran jika para Event Organizer tersebut membuat Asosiasi. Agar guyub dan kompak. Tentu saja jadi kekuatan yang memiliki daya tawar.

seorang praktisi Event Organizer sejati
Unen Bheciq

Tapi ditolaknya dengan dua catatan. Pertama, asosiasi menentukan harga. Ini yang membuat anggota tidak mempunyai kebebasan dan fleksibilitas. Kedua, pengurus tidak transparan terhadap hasil kerja. Apakah menguntungkan atau malah rugi. Tidak jelas.

Jika Asosiasi menghilangkan kedua hal itu, Unen Bheciq menyambut gembira. Komunikasi manjadi cair. Sharing dan caring lebih menonjol.

“Saya sudah buktikan. Ketika membuat Event No Comment. Merangkul semua Event Otganizer (vendor) yang ada. Inilah saatnya kita berbagi. Wujud syukur dan terima kasih. Alhamdulillah sukses,” sambung Unen.

BACA JUGA : Leader dan Manajemen di Tengah Turbulkensi Bisnis

Apa itu Event Organizer (EO) itu?

Arti Event Organizer (EO) adalah pihak yang bertanggung jawab merencanakan dan mengatur keberlangsungan suatu event atau acara.

Agar hal tersebut bisa terwujud, pada umumnya pekerjaan EO adalah sebagai berikut:

  • brainstorming ide acara bersama klien
  • merencanakan anggaran
  • bekerja sama dengan berbagai vendor dan supplier
  • merancang susunan acara
  • memantau penyelenggaraan acara

Apa tugas EO?

Secara umum, tugas EO meliputi tahap perencanaan hingga evaluasi acara. Jika diuraikan satu per satu, ini antara lain detailnya:

  1. Perencanaan dan konseptualisasi acara

EO mulai bekerja sejak sebelum acara dimulai, karena mereka juga bertanggung jawab atas tahap pra-event. Pada tahap ini, EO akan bekerja sama dengan klien untuk memahami kebutuhan, tujuan, preferensi, dan anggaran budget.

Berdasarkan hasil diskusi, barulah pihak EO mengembangkannya menjadi ide konsep dan rencana yang lebih konkret. Adanya rencana dapat memudahkan EO untuk menyusun jadwal acara, anggaran, hingga kebutuhan logistik.

  1. Koordinasi dan manajemen vendor

Selanjutnya, tugas EO juga meliputi koordinasi dan manajemen vendor sesuai list kebutuhan acara; mulai dari vendor katering, dekorasi, fotografi, dan sebagainya. EO bertugas negosiasi kontrak dengan vendor dan memastikan mereka mengerjakan tanggung jawab sesuai kesepakatan.

  1. Pemasaran dan promosi acara 

Tergantung dari jenis acara, menjadi event organizer artinya juga harus siap melakukan promosi acara yang dikelola. Jadi, saat tahap perencanaan, biasanya EO sekaligus menyusun strategi pemasaran untuk menarik minat peserta event hingga koordinasi dengan tim public relations. Untuk eksekusi pemasaran sendiri akan tergantung kesepakatan antara EO dengan klien.

  1. Logistik dan operasional acara 

Pemenuhan keperluan logistik juga termasuk tanggung jawab EO, mulai dari: 

  • Sistem tiket atau undangan 
  • Pendaftaran peserta 
  • Transportasi 
  • Akomodasi 
  • Memastikan seluruh peralatan terorganisir dengan baik. 

Lalu, selama acara berlangsung, EO juga harus selalu stand by untuk mengelola staf acara, memastikan event berjalan sesuai jadwal, serta menangani situasi tidak terduga.

  1. Pengendalian anggaran dan evaluasi acara 

Tujuan event organizer lebih dari sekadar mengurus acara, tapi juga memastikan penggunaan biaya tidak melebihi budget.Itulah kenapa tugas event organizer juga mencakup pengendalian anggaran. Harus mampu mengoptimalkan alokasi dana untuk berbagai keperluan. Lalu, setelah acara selesai, EO masih harus melakukan evaluasi untuk mengetahui aspek acara mana saja yang berhasil dilakukan dan perlu peningkatan.

BACA JUGA|: Perusahaan di NTB Harus Umakan Pekerja Lokal

“Terakhir, miq. Adakah faktor lain yang membuat bisnis EO panjang umur?”

“Ada. Memelihara karakter dan menjaga kepercayaan. Itu saja!” ***

#akuAir – Perumnas Ampenan, 07-10-2024




Monitoring dan Evaluasi, Hal Penting dalam Mengelola Bisnis

Monitoring dan evaluasi (monev) sering digunakan bersamaan karena keduanya melibatkan pemantauan suatu objek, program, atau kegiatan

Monitoring dan evaluasi adalah dua konsep yang sering digunakan bersamaan karena keduanya melibatkan pemantauan suatu objek, program, atau kegiatan
Catatan Manajemen : Agus K Saputra

lombokJournal.com ~ Selepas Upacara Bendera Peringatan Proklamasi Republik Indonesia Ke-79, saya mendapat pesan pendek. “Kalo lagi di Lombok dan ada waktu luang, sila mampir ke Warung Austin. Tepatnya di rumah Gomong Jl Anyelir 18. Depan SMA Muhammadiyah Mataram.” Tentu saja disertai foto menunya.

BACA JUGA : Leader dan Manajemen di Tengah Turbulensi Bisnis

“Terima kasih infonya Mas Dim. Sudah lama tidak melintas jalan ini. Mungkin selepas SMA. Insya Allah jika umur panjang, saya mampir ke Anyelir 18.” Terus terang saya manaruh minat pada Soto Koya-nya.

Sebagai hidangan khas Anak Bangsa, Soto Koya memiliki ciri khas berupa topping koya dan kuah kaya rempah. Sementara koyanya sendiri berupa bubuk putih kekuningan yang terbuat dari campuran kerupuk udang yang dihaluskan dan bawang goreng. 

Koya memberikan rasa bawang dan udang yang kuat, serta tekstur yang berbeda pada soto.

“Wah mantap Soto Koyanya. Cocok jadi menu andalan!”

Mas Dim hanya tertawa kecil. Warung Austin belum lama buka. Perjalanan panjang membangun usaha harus dilewati. 

Dari semula berjualan nasi balap. Kini mengkhususkan diri pada menu: soto koya, mie goreng dan nasi goreng. Begitu pula manakala dia harus terbaring sakit, tak menyurutkan diri untuk membangun usaha mandiri.

Sampai di titik kesimpulan, hal terpenting dalam mengelola bisnis, menurut Mas Dim, adalah monitoring dan evaluasi (monev). Apa itu monev?

Monitoring adalah proses pemantauan dan pengawasan terhadap suatu aktivitas, proses, atau sistem untuk memantau perkembangan, performa, atau perubahan. Tujuan utama dari monitoring adalah untuk mendapatkan informasi tentang kondisi atau kinerja suatu entitas dan memastikan bahwa segala sesuatunya berjalan sebagaimana mestinya.

Sedangkan evaluasi adalah suatu proses atau kegiatan sistematis untuk menilai atau mengevaluasi nilai, efektivitas, atau kualitas suatu objek, program, proyek, atau kegiatan.

BACA JUGA : Survei Poltracking Indonesia, Pasangan Calon Rohmi-Firin Unggul

 Tujuan utama evaluasi adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang sejauh mana suatu entitas atau aktivitas mencapai tujuannya, sejauh mana dampaknya, dan bagaimana prosesnya dapat ditingkatkan.

Monitoring dan evaluasi adalah dua konsep yang sering digunakan bersamaan karena keduanya melibatkan pemantauan suatu objek, program, atau kegiatan. Meskipun keduanya memiliki persamaan dalam hal pemantauan, penilaian, dan perbaikan, tetapi ada perbedaan penting antara keduanya.

Dalam praktiknya, monev harus dilaksanakan secara ketat: day by day. Perkembangan penjualan, jumlah pelanggan yang datang, bahkan masukan pelanggan terkait layanan dan harga, harus dicatat. Kesannya rigid dan kaku, ya.  

“Sebetulnya tidak, malah punya daya lentur dan just have fun. Saling memegang teguh kepercayaan. Karena itu, saya mendorong team agar menjalankannya dengan penuh antusias. Hubungan Atasan dengan Bawahan bahkan saya hilangkan. Masing-masing punya tanggung jawab. Apa lagi kita ini sebagai makluk beragama. Tuhan melihat apa yang kita kerjakan,” urai Mas Dim.

Berikut merupakan manfaat monitoring dan evaluasi (sumber: nolimit.id/blog/ 30-12-2023):

Pemantauan Kinerja

Monitoring membantu dalam mendeteksi masalah atau hambatan sejak dini sehingga tindakan perbaikan dapat diambil dengan cepat. Sedangkan evaluasi pun membantu dalam mengukur kemajuan terhadap tujuan dan target yang telah ditetapkan. 

Pengambilan Keputusan yang Informatif

Monitoring dan evaluasi memberikan data berbasis bukti yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan yang informasional dan cerdas. Hasil evaluasi dapat membantu 

perusahaan untuk menyesuaikan strategi mereka sesuai dengan temuan dan pembelajaran dari implementasi.

Efisiensi dan Efektivitas

Monitoring dan Evaluasi membantu mengidentifikasi area-area di mana sumber daya digunakan secara tidak efisien sehingga perbaikan dapat dilakukan. Evaluasi membantu dalam menilai efektivitas program atau proyek  dalam  mencapai  dampak  yang  diinginkan  pada  masyarakat atau lingkungan.

Meskipun keduanya memiliki perbedaan dalam tujuan, waktu pelaksanaan, dan fokus, monitoring dan evaluasi dapat saling melengkapi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi suatu program kerja. 

BACA JUGA : Program Kerja itu Memandu Kemana Program itu Disasar

Dengan menggunakan keduanya, dapat dipastikan bahwa mereka tidak hanya melacak kemajuan secara real-time tetapi juga mengevaluasi dampak jangka panjang dan membuat keputusan yang informatif dan solutif. ***

 

#akuAIR – Perumnas Ampenan, 30-09-2024




Womanpreneur Zaza Magnolia, Membangun Kejayaan Bisnis (2)

Petunjuk benderang yang dipahami womanpreneur seperti Zaza Magnolia, dalam perencanaan bisnis hal pertama dibahas adalah soal kekuatan produk

Womanpreneur seperti Zaza Magnolia, dalam perencanaan bisnis hal pertama dibahas adalah soal kekuatan produk
Catatan Manajemen : Agus K Saputra

lombokjournal.com ~ Masih tentang womanpreneur Zaza Magnolia yang kita bicarakan. Ini jawaban yang disampaikan saat saya tanya soal pilihan menu atau produk khas Lombok. Setidaknya menghilangkan rasa penasaran saya.

BACA JUGA : Zaza Magnolia, Ini Tentang Business Life Cyrcle (1)

Penjelasan yang disampaikan womanpreneur ini, soal menu itu sebenarnya tergantung kepada pelanggan. Jika pelanggan suka yang heritage, maka dibuatkan menu lokal. 

Begitu pula, saat pelanggan berasal dari Sunda yang tinggal di Lombok, pilihan menunya dari tempat asal sebagai obat rindu. Intinya, kita harus tahu karakter pelanggan.

“Mengenai Pia Lumbung, itu juga ada yang tanya, pabriknya di mana. Padahal itu produksi rumahan. Mereka kaget. Ada produk sekelas Pia Lumbung, tapi rumahan,” tambah womanpreneur Zaza Magnolia.

Bingo! Soichiro Honda, pendiri perusahaan legendaris Honda, pernah bilang: produk yang bagus itu akan otomatis menjadi tenaga pemasaran yang paling andal. 

Maknanya, produk bagus yang bisa memuaskan pelanggan pasti akan banyak direkomendasikan oleh pelanggan yang puas tersebut. Dan akhirnya akan menjelma menjadi produk yang dicari banyak orang. Dengan kata lain, produk itu bisa memasarkan dirinya sendiri dengan cemerlang. 

Inilah sesungguhnya petunjuk benderang. Karena di dalam pelajaran Business Plan (dalam Yodhia Antariksa: Powerful Business Plan), hal pertama yang dibahas adalah soal kekuatan produk

BACA JUGA : Maskapai Penerbangan Baru Pelita Air Resmi Dibuka

Apa saja keunggulan unik produk yang kita tawarkan?  Apakah produk tersebut benar-benar akan bisa menjawab kebutuhan pelanggan yang kita targetkan? Dan, apa USP atau unique selling propositon yang ditawarkan oleh produk tersebut?

USP yang efektif dapat memberikan sejumlah manfaat bagi bisnis. Dikutip dari id.jobstreet.com berikut adalah manfaat USP:

  1. Meningkatkan pendapatan

Salah satu tujuan USP produk adalah meningkatkan pendapatan. Jika tujuan ini berhasil tercapai, otomatis pendapatan bisnis atau perusahaan akan ikut naik.  Jadi, semakin kuat USP produk, semakin besar pula jumlah pendapatan yang bisa didapatkan.

  1. Memudahkan brand melakukan promosi

Pada dasarnya, produk yang punya ciri khas akan lebih mudah dipromosikan dan lebih cepat menarik perhatian target pelanggan. Hal ini bisa diwujudkan dengan membuat unique selling proposition yang kuat.

  1. Membangun citra brand

Tujuan lain dari unique selling proposition adalah meningkatkan brand awareness.

Brand awareness yang kuat dapat membangun brand image (citra brand). Jadi, ketika target pelanggan melihat dan merasakan produk, meraka tahu dari brand mana produk tersebut berasal. 

Hal kedua saya perhatikan, womenpreneur ini aktif berselancar di media sosial (facebook dan Instagram). Sebagai tools digunakan untuk mendorong laju penjualan. 

Memang, sebaik apa pun produk, namun tanpa dukungan proses pemasaran yang kreatif dan konsisten, maka hasilnya akan kurang optimal. Itulah mengapa proses pemasaran dan promosi yang ekselen merupakan kunci kegemilangan bisnis di masa depan. 

Hal ketiga yang tak kalah penting adalah sistem bisnis yang solid. Saya lihat bagaimana alur proses yang dipraktekkan untuk menerima order pelanggan dan hingga pengantaran. Begitu pula soal mutu yang dijaga ketat sesuai standar mutu yang telah ditentukan. 

Dengan kata lain, sistem bisnis inilah yang akan menjalani keseluruhan bisnis berjalan efisien dan memenuhi sistem mutu yang konsisten.

BACA JUGA : Perlindungan Pada Anak, Investasi Songsong Indonesia Emas

Terakhir sang aktor utama adalah kehadiran SDM pengelola yang ekselen. Apapun pilihan model pengelolaannya, maka semuanya dilakukan untuk memastikan kita memiliki SDM yang cakap untuk membantu sukses bisnisnya. 

Dengan rendah hati Zaza mengatakan, “Seadanya, pak. Saya masih mencari pola dan mekanisme kerja.  Masih amburadul di dalam. Seadanya sekali,” kata Zaza Magnolia.

Sukses selalu Womanpreneur Zaza Magnolia! ***

 

#akuAir – Perumnas Ampenan, 23-09-2024

 




Zaza Magnolia, Ini Tentang  Business Life Cycle (1)

Sebagai pelaku usaha, juga Zaza Magnolia, harus memahami Business life cycletiap tahapan dan menganalisa di tahap mana perusahaan berada. 

mengambil contoh Zaza Magnolia, pelaku usaha catering, untuk pembicaraan Business life cycle
Catatan Manajemen : Agus K Saputra

lombokjournal.com ~  Kita mengambil contoh Zaza Magnolia, pelaku usaha catering, untuk pembicaraan Business life cycle.

Di pintu gerbang jelas tertulis: Pia Lumbung. The Sweetness of Lombok. Ini pertama kali saya berkunjung. Mengikuti ajakan makan siang kawan. 

BACA JUGA : Womanpreneur Zaza Magnolia, Membangun Kejayaan Bisnis (2)

Hidangan yang disajikan menu khas Lombok. Pelecing, beberuk, lebui, kelor, sambel terasi dan pepes ikan. Untuk menikmati ini semua, hanya nasi yang tidak saya sentuh.

Belum selesai sensasi yang saya rasakan, tak berapa lama Zaza Magnolia minta tolong asistennya untuk memasukkan Pia sebagai bekal pulang. Padahal Pia tersebut juga tersaji sebagai penutup makan siang.

 “Tos sabaraha lami usaha catering, teh (sudah berapa lama usaha catering, mbak),” tanya saya.

“Sejak saya di sini, pak. Tahun 2012.”

Wow, 12 tahun! Ketegori Remaja. Dalam sebuah penelitian, klasifikasi kelompok umur manusia dibagi menjadi empat kelompok. Yaitu kanak-kanak (5-11 tahun), remaja (12-25 tahun), dewasa (26-45 tahun), dan lansia (46-65 tahun). 

Kelompok umur ini didekati dengan metode intensitas kerutan yang nampak pada citra wajah.

Wil Schroter menyatakan bahwa setidaknya dibutuhkan waktu 4 tahun untuk mengarahkan bisnis “rintisan” menjadi nyata. Sekurangnya perlu 7-10 tahun untuk menjadikan bisnis “rintisan” benar-benar sukses, seperti Anda bayangkan saat ide itu muncul.

BACA JUGA : Maskapai Penerbangan Baru Pelita Air Resmi Dibuka

Ini menjadi tambah menarik, kenapa?

Pertama, Zaza Magnolia memiliki Badan Usaha legal bernama Muffin Station. Dalam perjalanannya menjadi empat line business yaitu:

  1. Terasi Tembrak Lombok
  2. BebekTembrakLombok 
  3. Pia Lumbung
  4. Muffin Station Catering

Kedua, Zaza Magnolia mendaki bisnisnya seperti mempraktikkan tahapan Business life cycle.

Business life cycle atau siklus hidup bisnis (dalam Kompas.com 30-06-2023) merupakan tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang dilalui perusahaan dari awal hingga akhir. Di mana konsep tersebut sangat penting dalam mengoptimalkan keuntungan dan operasional proses bisnis. 

Oleh karena itu, sebagai pelaku usaha, kita harus memahami tiap tahapan dan menganalisa di tahap mana perusahaan berada. 

Beberapa tahapan business life cycle yang harus diketahui. 

  1. Permulaan 

Tahap permulaan merupakan fase terjadinya pengembangan bisnis, di mana perusahaan mulai membuat produk atau melayani target audiens. Pada tahap permulaan bisa dibagi menjadi dua aspek, yakni riset pasar dan pencarian dana yang terjadi sebelum perusahaan secara resmi dimulai. 

Di sisi lain juga memiliki rencana untuk merilis dan menginisiasi penciptaan produk atau layanan. 

Kata lainnya, tahap permulaan berisi waktu perencanaan bisnis dari sebelum perusahaan dirilis hingga menggapai tingkat stabilitas kritis pertama. 

Dalam tahap ini, pemilik perusahaan membuat produk prototipe lalu mencoba menjualnya, kemudian mengumpulkan dan mengevaluasi tanggapan, serta mencari sumber pembiayaan. 

  1. Pertumbuhan 

Selanjutnya, di tahap pertumbuhan perusahaan sudah mulai menghasilkan pendapatan secara konsisten dan arus kas meningkat. Pada tahap ini tepat untuk mengartikan kembali tujuan bisnis, mengatur ulang kinerja, memperkuat strategi pemasaran, dan lainnya. Tak hanya itu, budaya perusahaan juga mulai sepenuhnya terwujud. 

  1. Pendewasaan 

Pada tahap pendewasaan, penjualan dan keuntungan pada bisnis perusahaan mulai menurun, tetapi lebih stabil. Hal ini karena bisnis perusahaan berjalan sesuai model bisnis, peraturan yang jelas, dan mempunyai pelanggan yang loyal. Di sisi lainnya, semakin banyak potensi munculnya pendatang baru sebagai kompetitor. 

Meskipun demikian, perusahaan yang memiliki keinginan untuk berkembang secara berkelanjutan akan meningkatkan jangkauan pemasaran produk, memperkenalkan layanan baru, dan lainnya. Hal tersebut yang menyebabkan terbentuknya tanggung jawab sosial perusahaan yang baru dan berkualitas. 

  1. Decline atau exit 

Terakhir, tahap decline di mana siklus hidup bisnis yang kemungkinan menjadi akhir perjalanan karena semua penjualan, keuntungan, dan arus kas menurun. 

Hal tersebut bisa terjadi saat perusahaan tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang berubah atau perusahaan kehilangan keunggulan kompetitif di pasar. 

Akan tetapi, bisa saja tahapan ini menjadi awal baru perusahaan, karena bisnis dihadirkan dua pilihan. 

BACA JUGA : Pemerintah Pusat Diminta Tanggung Hosting Fee MotoGP 2024

Pilihan tersebut yakni memperluas bisnis ke titik penemuan kembali atau keluar sepenuhnya dari industri. Apabila memutuskan untuk mempertahankan perusahaan, pelaku usaha seperti Zaza Magnolia harus melakukan strategi. 

Misalnya seperti melakukan branding, membuat kemasan baru, dan sebagainya. ***

#akuAIR – Perumnas Ampenan, 23-09-2024




Program Kerja itu Memandu Kemana Progam Disasar

Program kerja bisa dimulai dari hasil riset kecil-kecilan, dan menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai apa yang menjadi tujuan organisasi atau perusahaan

Kepemimpinan (leader) fokus pada bagaimana memotivasi karyawan
Catatan Manajemen : Agus K Saputra

lombokjournal.com ~ Kawula muda era tahun 84/85 menjadi saksi, bagaimana radio menjadi kawan keseharian. Sembari beraktivitas mendengar musik-musiknya.

BACA JUGA : Manajemen Di Tengah Turbulensi Bisnis

Saya adalah bagiannya, dan mengenang Dimas Valentino salah satu sosok pembawa program stasiun radio swasta yang populer saat itu

Belajar malam dengan menyimak musik melalui Public Service Program (PSP). Tentu saja setelah membeli kupon request lagunya. Di Program ini kita pun saling memanggil kawan. Bahkan pilihan lagu terkadang khusus ditujukan ke seseorang yang sedang kita incar. Pedekate!

Program ini memang sangat digemari. Terkadang saya datang nongkrong di Studio. Menemani penyiar mengudara. Tentu saja ditemani kopi hitam.

Untuk menambah engagement, dilaksanakan Jumpa Penggemar. Di sini kita saling mengenalkan diri. Lucunya, nama asli satu sama lain jadi ketahuan. Nama udaranya saya Agus Congank alias Agus Ompong.

Indikator lain dari banyaknya peminat PSP adalah iklan. Idiom-idiom lokal terselip dalam narasi. Mungkin ini pula yang membuat pengiklan “terkejut”. Ada unsur “wow” yang mempermudah pesan produk sampai ke pemirsa.

BACA JUGA : Perlindungan pada Anak, Investasi Songsong Indonesia Emas

Dari sisi penggemar, jika mau jujur. Banyaknya iklan ini “sedikit” menganggu “durasi” Program. Apa daya tidak ada hak veto dari penggemar. Mengingat keberhasilan dari Program menjadi sumber penghasilan perusahaan radio.

Bisa dibayangkan. Di menit-menit tertentu. Tarif iklan mungkin saja bervariasi. Awal, tengah, dan penutup. Plus durasi iklan pun bisa jadi tarifnya berbeda-beda.

“Apa rahasia suksesnya bang Dimas,” tanya saya.

Pertama, harus ada program kerja. Public Service Program adalah program kerja. Hasil riset kecil-kecilan: ke mana Progam ini disasar. Begitu pula pilihan lagu Tequila-nya Larry Carlton sebagai backsound PSP. (Nyatanya jadi lekat dalam benak. Seolah Tequila itu PSP. Pun sebaliknya: PSP itu Tequila)

Program kerja menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai apa yang menjadi tujuan. Dalam hal ini menambah jumlah penggemar (kupon request) dan tentu saja menjadi sumber penghasilan radio (iklan). Kupon dan iklan adalah dua sumber penghasilan.

Kedua, eksekusi program kerja. Ini sangat penting. Eksekusi berarti menerjemahkan strategi atau program kerja menjadi tindakan konkret. Boleh dikata, eksekusi program kerja sebagai perwujudan bahwa kita ada. Mewujud dan hadir di sana.

BACA JUGA : Muhammad Zohri, Pecahkan Rekor PON XXI Aceh Sumut

“Lha, pokoknya kita peneng (pusing) dibuatnya, kang. Bagaimana tidak. Kita yang buat program. Kita sendiri yang eksekusi program,” derai bang Dimas Valentino membagi kisah suksesnya. ***

 

#akuAIR – Perumnas Ampenan, 16-09-2024.




Leader dan Manajemen di Tengah Turbulensi Bisnis

Seorang leader bahkan berani menawarkan “salam tempel” (golden shake hand), demi memangkas biaya hingga membentuk laba yang significant?

Kepemimpinan (leader) fokus pada bagaimana memotivasi karyawan
Catatan Manajemen :      Agus K Saputra

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kemarin (Senin, 10/09/24) Dua kali Saya bertemu senior saat di Smansa Mataram, mas Anas Amrullah. Pembicaraan yang terjadi terkait peran leader di tengah turbulensi bisnis. Bahkan dalam menghadapi krisis.

BACA JUGA : Penghargaan IMDI Early Adopter Award 2024 untuk NTB

Ini perbincangan yang menarik. Ketika pisau bedah mengarah ke biaya pegawai. Suatu tindakan strategis tapi sangat tidak populis. Mengapa?

Dalam persamaan akuntansi. Bisnis dibangun untuk mereguk laba. Laba ini merupakan resultante pertemuan antara pendapatan yang harus di atas biaya. Bukankah gaji atau upah merupakan bagian dari biaya

Bahkan untuk itu terkadang seorang leader berani menawarkan “salam tempel” (golden shake hand). Demi memangkas biaya hingga membentuk laba yang significant?

Nah, diobrolan kali ini, justru leader para pekerja dikumpulkan. Seperti rapat akbar. Untuk ditanyai, mau ngapain sekarang. 

Ketika disodori data diagnosa tubuh perusahaan. Harapannya, jiwa korsa dan spirit mereka kembali berkobar. Bukankah mereka itu adalah aktor utama di dalam perusahaan?

Dari titik ini, secara fundamental ada pergeseran makna mendalam. Jika sebelumnya orang (Sumber Daya Manusia) dianggap pekerja an sich  –pembentuk biaya–  saat malih rupa sebagai aktor utama, maka sebutannya pun berubah: orang sebagai aset perusahaan (human capital). Penambah nilai perusahaan.

Selanjutnya apa? Kembali ke formula awal. Pemupuk laba, dimana pendapatan harus di atas biaya. Maka kita harus membongkar sisi pendapatan. Yaitu dengan melihat kembali core business adalah panduan utamanya. Back to basic!

BACA JUGA : Apresiasi Tokoh Indonesia 2024 untruk Pj Gubernur NTB

Core business (bisnis inti) sesungguhnya ladang utama pendapatan. Keahlian kita di sini. Sepanjang usia perusahaan. Pengembangan bisnis seharusnya lahir dari benih bisnis inti. Dia beranak pinak dalam rahim yang sama.

Memang terkesan konservatif. Bahkan sangat prudent: berhati-hati. Tapi ingat, kita dalam posisi turbulensi bisnis yang menghadapi krisis.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konservatif berarti kolot, bersikap mempertahankan keadaan, kebiasaan, dan tradisi yang berlaku. Secara sederhana, konservatif adalah perilaku manusia yang cenderung mempertahankan kebiasaan dan keadaan tertentu untuk mempedulikan perubahan di sekitarnya.

Dalam bidang akuntansi lain lagi. Konservatif adalah perilaku hati-hati yang dilakukan seorang akuntan saat dihadapkan dengan situasi penuh ketidakpastian.

Pengertian dari sisi akuntansi bagi saya sangat prinsip. Karena secara akuntansi pun kita dituntun kepada tujuan: agar manipulasi terhadap arus kas atau laporan keuangan  dapat diminimalisasi. Dengan demikian, perusahaan takkan merugi karenanya (detik.com: 17-11-2022)

Pengalaman bisnis membuktikan. Ketika kita tergiur menjalankan bisnis di luar bisnis inti. Dengan dalih untuk menghasilkan pendapatan lain. Apa lagi dalam tahap belajar –kata lain belum berpengalaman–

Maka sumber biaya pengurang laba yang terjadi. Alih-alih menghasilkan pendapatan. Biaya pemulihannya besar sekali.

Di ujung pembicaraan, ada dua simpulan yang saya dapatkan. 

Pertama, seorang leader lebih mengutamakan heart (hati). sementara manager “terjebak” di head (logika).

Kepemimpinan (leadership) fokus pada bagaimana memotivasi karyawan. Sementara manajemen lebih fokus ke soal bagaimana memecahkan masalah. Lead by the heart, manage by the head.

Kedua, mengelola bisnis layaknya mementaskan lakon teater. 

Saya setuju dengan pendapat Cak Fadhiel Ma’shum (dulu aktif di Teater Putih FKIP Unram, kini Ketua TDA (Tangan Di Atas) Prov. NTB) ini –yang turut serta dalam pertemuan ini selalu selain Lalu Arie Cahyadi: Ketua TDA Mataram–

Mengapa? Menurut saya, dalam pementasan teater, dominansi Sutradara dengan Para Aktornya –sesuai peran masing-masing– sangat kental sekali. Sehingga naskah yang dipentaskan menjadi tersampaikan kepada penontonnya/costomer.

BACA JUGA : Pemerintah Pusat Diminta Tanggung Hosting Fee event MotoGP 2024

Oleh karena itu, mengutif Arief Yahya (dalam SWA, 14-12-2021), “Kepemimpinan (leader) membutuhkan imajinasi yang luar biasa. Sementara manajemen membutuhkan rasionalitas, persistensi, dan ketaatan (complience). Kepemimpinan lebih tepat dijalankan dengan pendekatan seni dan perasaan. 

Sementara manajemen lebih tepat dijalankan dengan pendekatan sains karena melibatkan rasio dan objektivitas yang sangat disiplin.”

Maka tidak heran, jika pemimpin bisnis passionnya berkesenian. Dari menulis puisi, mengarang cerita pendek, bernyanyi, bermain teater bahkan melukis. Eranya kini! ***

#akuAIR – Perumnas Ampenan, 11-09-2024: 08.27

 




Teluk Ekas Mendunia 

Pengembangan blue ekonomi di Teluk Ekas berupa budidaya rumput laut dan budidaya lobster sudah berjalan cukup lama

Masyarakat Teluk Ekas tentu akan sangat diuntungkan dan berkepentingan dengan kehadiran industri rumput laut
oleh Lalu Gita Ariadi

LombokJournal.com ~ Teluk Ekas, kian mencuri perhatian Investor. Selama ini di benak banyak orang (lombok), Teluk Ekas  identik  dengan  tempat usaha budidaya rumput laut. Selain Ekas dan Seriwe, rumput laut juga tersebar di berbagai perairan NTB seperti di Gerupuk  Loteng, Pengantap Lobar, Kertasari KSB, Teluk Saleh ( Sumbawa – Dompu ), Lunyuk hingga Teluk Woworada Bima.

Kamis 29 Februari 2024, sedianya Presiden RI – Bapak Ir. H. Joko Widodo di rencanakan hadir di Teluk Ekas. Namun karena ada kesibukan lain berwakil ke Menko Bidang Maritim dan investasi – Bapak Jenderal Luhut Binsar Panjaitan. Didampingi  Menteri kelautan dan Perikanan, Menteri Perindustrian, pejabat BRIN, Dubes India, Dubes UEA, CEO PT Sea6 Energy dan lain-lain kumpul di pesisir

BACA JUGA : Kota Bima Tuan Rumah Gelar Teknologi Teoat Guna tingkat Provinsi

Teluk Ekas

Saya dan rombongan terbatas, berkesempatan mendampingi Menko Marvest meninjau lokasi budidaya rumput laut PT Sea6 Energy di tengah perairan Teluk Ekas menjorok ke laut bebas. Berjarak hampir 2 km dari bibir pantai. Menggunakan Kapal Polairud Polda NTB yang dalam waktu 15 menit pelayaran sampai di lokasi budidaya rumput laut. Areal yang dekat pantai di gunakan oleh masyarakat.

Kehadiran Menko Marvest kali ini dalam rangka mendukung Investasi rumput laut skala besar dengan mekanisasi  dan hilirisasinya di Teluk Ekas. Teluk Ekas yang luasnya 5000 hektar, ke depan akan  menjadi episentrum blue ekonomi baru dengan hadirnya investor  PT Sea6 Energy dari India.  PT Sea6 Energy akan memanfaatkan 100 hektar perairan Teluk Ekas. Selebihnya di manfaatkan masyarakat.

Berdasarkan Perda Provinsi NTB nomor 12 tahun 2017 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau2 Kecil ( RZWP3K )  telah dialokasikan ruang perairan laut bagi pengembangan blue economi yaitu di perairan selatan Lombok

Timur dan Lombok Tengah untuk pengembangan perikanan budidaya, perikanan tangkap dan pengembangan wisata bahari.

Pengembangan blue ekonomi di Teluk Ekas berupa budidaya rumput laut dan budidaya lobster sudah berjalan cukup lama. Tahun 2017 lembaga pangan internasional ( FAO ) telah menginisiasi pengembangan blue ekonomi tersebut melalui kerjasama dengan IPB dan Unram.

Rumput laut dan lobster menjadi icon utama dalam pengembangan blue economi di Kabupaten  Lombok Timur dan Lombok Tengah.

Budidaya rumput laut dinilai cocok bagi usaha pemberdayaan masyarakat karena investasinya tidak terlalu mahal. Tekhnologinya sederhana serta masa produksinya yang pendek yaitu 45 hari sudah bisa panen. Menko Marvest, meminta agar BRIN melakukan riset  rumput laut bisa dipanen diusia 30 hari dengan kualitas yang baik.

BACA JUGA : NTB Zone Diresmikan di Surabaya

Permasalahan utama dalam usaha budidaya rumput laut adalah kurang tersedianya bibit yg berkualitas. Saat ini pembudidaya rumput laut NTB masih mengandalkan bibit rumput laut jenis Euchema Cottoni hasil kultur jaringan yg ada di balai budidaya laut Lombok di Sekotong NTB sebagai bibit sumber utamanya.

Secara kuantitas jumlah ketersediaan bibit berkualitas masih sangat rendah dengan tingkat sebaran yang terbatas.  Menyikapi kelangkaan bibit rumput laut, ke depan upaya pengembangan kebun bibit rumput laut secara intensif yang tersebar pada beberapa lokasi sentra kegiatan usaha budidaya, harus dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan.

Masyarakat Teluk Ekas tentu akan sangat diuntungkan dan  berkepentingan dengan kehadiran industri rumput laut ini. Apalagi PT Sea6  Energy tidak menggunakan rumput laut kering. Yang di gunakan adalah rumput laut basah. Begitu panen langsung di olah. Jadi biaya penjemuran berkurang. Ini sangat menguntungkan pembudidaya rumput laut. Semua produksi rumput laut NTB akan diserap PT.  Sea6 Energy.

Sea6 Energy bergerak dibidang hulu hilir rumput laut. PT Sea6 Energy membudidayakan rumput laut skala besar serta mengolah rumput laut segar menjadi produk olahan baru seperti biostimulant, bioplastik, tepung rumput laut untuk produk turunan yag digunakan di sektor farmasi, agri dan food grade disamping sebagai bahan yang bisa diproses sebagai biofuel.

Di sektor hulu budidaya rumput laut,  PT Sea6 Energy mulai uji coba di Teluk Ekas sejak agustus 2022, untuk memperoleh data 1 tahun (1siklus laut). Hasil test bagus sehingga diputuskan untuk memulai project 100 hektar budidaya rumput laut di Teluk Ekas. Untuk budidaya 100 hektar diperlukan 80 – 100 tenaga kerja. Produksi per tahun sekitar 15.000 ton per tahun.

Dukungan yang sangat besar dari Kementrian Marves dan Pemerintah Daerah, project budidaya rumput laut diinisiasi dan dimulai sejak Bulan September 2023. Ditandai dengan dikeluarkannya perizinan pemanfaatan ruang laut (KKPRL).

Bentuk dukungan ke masyarakat sekitar, PT Sea6 Energy berkolaborasi dengan 10 petani lokal dengan sistem satelite farm.  Petani dibantu bibit dan tali untuk budidaya. Pemberdayaan ibu-ibu pengikat bibit dengan cara memperkenalkan mesin pengikat rumput laut  diajarkan ke ibu-ibu pengikat rumput laut manual, agar bisa menambah jumlah pengikatan bibit yg akan meningkatkan pendapatan mereka.

Di sektor hilir, industri pengolahan rumput laut merupakan industri pengolahan rumput laut modern dengan konsep zero chemical – zero waste. Tidak menggunakan  bahan kimia. Karena bahan baku yang di gunakan adalah rumput laut segar. Semua dapat terproses dengan baik tanpa menghasilkan limbah berbahaya

Sumber bahan baku pabrik diperoleh dari produksi pembudidaya di sekitar Teluk Ekas sampai ke Pulau Sumbawa. Petani rumput laut dapat langsung menjual hasil panen tanpa perlu menjemur lagi.

Pabrik pengolahan di Teluk  Ekas sudah mulai dibangun. Diharapkan akhir tahun 2024 sudah bisa beroperasi. Dengan adanya kegiatan hulu hilir di Teluk Ekas,  diharapkan dapat meningkatkan roda ekonomi masyarakat. Pemberdayaan dan peningkatan skill individu masyarakat dengan cara menambah lapangan kerja.

BACA JUGA : Pengendalian Inflasi Jelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri

Saat ini hasil olahan PT Sea6 Energy dikirim ke India untuk diproses pembuatan produk finalnya.

Produk final ( pupuk biostulant ) sudah dipasarkan di 22 negara termasuk Indonesia. Di Teluk Ekas direncanakan membuat produk final. Dengan sumber bahan baku dari seluruh NTB.

Pemprov NTB dan  Pemkab Lotim tentu harus kolaborasi  mendukung suksesnya pengembangan Proyek Strategis Nasional  ini. Dari sisi penyedian ruang laut alhamdulillah sudah terakomodir masuk ke RZWP3K termasuk dukungan Tata ruang daratnya.

Dukungan infrastruktur jalan  menuju kawasan industri,  penataan pesisir agar tidak terjadi tumpang tindih pemanfaat ruang darat dan pergesekan dengan masyarakat. 

Termasuk penataan kampung nelayan modern dengan terpenuhinya sarana dan prasarana kebutuhan masyarakat sekaligus untuk kepentingan pengembangan sektor pariwisata  berbasis maritim.

Insyaallah. Aamiin YRA. ***

 

 




Kepemimpinan Nasional di Tengah Krisis 

Atraksi kekuasaan  Presiden Joko Widodo telah menyumbat keran demokrasi  yeng telah dirintis pada era reformasi.  Kita telah berada pada krisis kepemimpinan negarawan?

LombokJournal.com ~ Diskusi kepemimpinan pada Kompas (22/01/16) dengan tema; “Rahim-Rahim Kepemimpinan”,“Menyintas dari Lacuna Kepemimpinan”, dan “Strategi Penggodokan Kepemimpinan”  mengundang  saya tertarik  urun rembuk.  

perspektif baru tentang kaderisasi pemimpin nasional
Oleh: Dr.Bajang Asrin, Ketua Prodi S2 Magister Pendidikan Dasar Unram dan Koordinator Presidium KAHMI Kota Mataram

Hal ini sangat strategik karena kepentingan masa depan bangsa, baik di  legsilatif, eksekutif,  yudikatif,  TNI dan POLRI  dan  tingkat pedesaan. Analisis tersebut menggambarkan tentang sejauh mana regenerasi kepemimpinan berlangsung dalam kurun waktu sejak kemerdekaan hingga orde baru,  reformasi dan pasca reformasi.  

Pemetaan kepemimpinan nasional pada era peletakan fondasi, era pemekaran dan era penistaan  hanya memberikan penafsiran konvensional tentang pemimpin nasional. Tapi mendalami gerak historis bangsa dibutuhkan  dekonstruksi tentang mengapa pemimpin itu bergerak tanpa pamrih, berjuang habis-habisan (bali:puputan)?

Uraian historis lahirnya tokoh-tokoh bangsa pada menjelang kemerdekaan  RI muncul dalam dimensi perjuangan keamerdekaan serta mulai melembagakan perjuangan kemerdekaan. Kehadiran Tjokro Aminoto dengan Sjarikat Isalam menandakan babak baru perjuangan kemerdekaan  RI melalui partai politik. 

Sang Tjokro dapat kita kategorikan sebagai sosok pemimpin yang lahir pada  era kolonialisme perdagangan, kebangkitan saudagar pribumi. Sang Tjokro hadir berjuang untuk meningkatkan kederisasi kepemimpinan nasional dengan menggembleng intelektualpemuda Indonesia. Kekuatan pada orasi berapi-api dan wawasannya membuat para pemuda tersihir untuk bergabung dengan partainya. Sehingga dari rumahnya di Gang Peneleh Surabaya lahir tokoh-tokoh nasional  yang berbeda secara ideolgis seperti  Sukarno, Tan Malaka, Kartosoewirjo, Semaoen, Musso, Samanhoedi dan lainnya. 

BACA JUGA : Artificial Intelligence (AI) Akan Menjadi Buah Simalakama

 Sukarno, Mohammad Hatta, Jendral Sudirman,  dan Syahrir sebagai perintis dan pendiriRepublik Indonesia. Sosok negarawan utuh dapat menggerakan semua elemen bangsa untuk mencapai kemerdekaan RI.  Mereka mampu meletakkan esensi kemerdekaan RI sebagai pijakan perjauangan baik melalui medan perang, pergerakan dan diplomasi. 

Kekuatan tokoh–tokoh ini ketika detik-detik pengalihan kekuasaan dari Jepang ketika meletus perang 10 Nopember yang dipimpin Bung Tomo  di Surabaya.  Era ini dapat dikatakan sebagai puncak kepemimpinan  negarawan, yang mengikat perilaku pemimpin pada kebesaran jiwa memperjuangkan kemerdekanan NKRI. 

Diplomasi di tingkat internasional yang dilakukan  Muhammad Hatta, Syahrir, Agus Salim dan lainnya memperkuat kepemimpinan awal kemedekaan terinspirasi kuat pada “visi kenegarawanan”, tanpa terbawa perbedaan paradigma ideologis. Keinginan kuat para tokoh ini menyebabkan irama rakyat Indonesia dapat terhindar dari konflik-konflik horizontal yang bersumber perbedaan ideologis. 

Pada era orde baru Suharto sangat kuat sehingga mengakibatkan kepemimpinan otoriterianisme yang tinggi. Tapi Suharto muda muda cukup membawa karakter pemimpin bangsa, dan  setelah lima tahun kemudian mengembangkan kepemimpinan yang sangat kuat menyebabkan kebuntuan komunikasi antara pemipin dan rakyat. 

Pola konglomerasi dalam semua kebijakan pemerintah menyebabkan bangsa dikuasai segelintir orang kaya Indonesia. Stagnasi kepemimpinan berlangsung lama sekali. Konsep pembangunan “menetes ke bawah”(trickle effects downs) tidak menjadi kenyataan, kesenjangan ekonomi terjadi secara massif di seluruh Indonesia.  Bahkan pengelolaan pemerintahan diramaikan dengan kasus korupsi dan lainnya. Ketegangan politik pada masa ini tidak terjadi karena berusaha diredam dengan kekuasaan  otoriterian. 

Pada masa reformasi keberanian  tokoh-tokoh yang “melawan”  untuk mewujudkan perubahan tatanan berbangsa dan benegara  antara lain; Gus Dur, Megawati Sukarnoputri, Amien Rais, dan Bambang Susilo Yudhoyono, memiliki karakteristik pada mengembangkan demokrasi dengan menajamkan  ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka. Amandemen Undang-Uandang Dasar 1945 dan Otonomi pemerintahan merupakan puncak keterbukaan keyakinan dalam memahami Indonesia di tengah pencarian identitas kebangsaan. 

Ini saya anggap sebagai kepemimpinan  negarawan  yang menguatkan kehadiran bangsa dalam iklim domokrasi yang lebih elegan. Kepemimpinan negarawan berpijak pada kuatnya keinginan rakyat memperbaiki sistem berdemokrasi. 

Kerelaan Ibu Megawati Sukarnoputri  untuk menunjuk Joko Widodo sebagai kandidat Presiden pada tahun 2014 dan 2019 adalah   perubahan “paradigmatik”  memahami kepemimpinan nasional ketika dihadapkan pada kontestansi  partai politik yang tinggi. Hal ini menjadi  perspektif baru tentang kaderisasi pemimpin nasional dari daerah. 

Pada sisi ini sebenarnya yang diinginkan Ibu Megawati adalah memenangkan pilpres untuk menaikkan PDI-P menjadi pemenang pemilu. Keinginan kuat untuk membangun kaderisasi kepemimpinan nasional melalui tahapan-tahapan  dari menjadi walikota, guebernur hinggan presiden. Presiden Joko Widodo  lahir dari proses pendidikan politik ketika mengawali karirnya sebagai Walikota Solo lalu menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ibu Megawati telah  menafsirkan“realitas politik” satu sisi, sebagai idealisme, pada konteks harapan rakyat sesungguhnya . 

Ketegangan  Kepemimpinan Nasional  2023?

Sebaliknya riuh Pilpres 2024 menjadi  bagian penting dari  realitas kepemimpinan negara yang mengalami  kegalauan yang tinggi dan  menengangkan. Puncaknya, pada inetervensi  dlalam melakhirakan regenerasi kepemimpinan nasional. .Pilpres 2024 telah  dan sedang mengurai ketegangan tinggi sejak  dan sebelum pemungutan suara. Atraksi kekuasaan  Presiden Joko Widodo telah menyumbat keran demokrasi  yeng telah dirintis pada era reformasi.  Kita telah berada pada krisis kepemimpinan negarawan?  

BACA JUGA : Medsos Hatus Dioptimalkan untuk Tingkatkan Interaksi

Kita merasakan  kontrol dan kendali kekuasaan sedang menghawatirkan kita apa proses-proses demokrasi bisa bisa berlangsung damai atau sebaliknya?

Kontestansi politik tahun 2024melahirkan krttik pedas dari  para tokoh nasional dan akademisi; sejumlah rektor  menyatakan sikap kritis terhadap penyelenggaraan Pilpres 2024. Cawe-cawe pada kotenstasi nasional, berawal dari  rentetan proses pilpres dan pileg 2024 pada MK dan KPU  membungkan  “ruh demokrasi”. Apa ada pilihan lain untuk menjadi NKRI yang  tangguh di dunia Internasional? Hak angket bergulir sebagai kritik terhadap kepimpinan nasional Presiden Jokowi dan kita tunggu bagaimana endingnya.? Kita membayangkan  bagaimana bila sengketa hasil pemilu berlanjut  hingga melahirkan  distrust warga negara?  Kepercayaan menjadi ruh  perjalanan suatu negara. Kemudian bagamainan menyelamatkan NKRI ini?

Kepemimpinan negarawan baik di tingkat nasional dan  daerah  membutuhkan  regenerasi yang menunjuk pada koimtmen visioner pada kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis. Partai politik  menjadi  organisasi yang mendidik calon pemimpin daerah dan nasional  yang  melahirkan pemimpin negarawan. Pemimpin yang memiliki komitmen pada keberlangsungan NKRI pada visi masa depan untuk meningkatkan  martabat anak bangsa baik dalam bidang politik, ekonomi, hukum, kesehatan, pendidikan dan budaya, dan Iptek  di kancah Internasional.***