Menakar Peluang Zul-Rohmi Lewat Strategi Blusukan Day by Day

Oleh : Bambang Mei F /Didu

lombokjournal.com —

MATARAM ; Ibarat  bercocok tanam, apa yg dilakukan oleh Zul Rohmi hari ini  menganut falsafah itu , seperti menyemai , merawat dan petik hasil . Menyemai bibit padanannya adalah gerakan day by day Zul Rohmi ataupun relawannya menemui konstituen dari titik ke titik secara cepat.

Hal ini dimaknai sebagai upaya memperbanyak kontak konstituen di setiap wilayah sebagai bagian operasi teritorial untuk mengenal lebih awal para calon pemilih Zul Rohmi .

Ibarat deret hitung politik , maka yg dilakukan oleh Zul Rohmi secara kecil kecilan ini  menemui titik titik pemilihnya ingin menegaskan sikap bahwa rakyat hrslah didatangi dan didengarkan kehendaknya oleh calon yg akan ia pilih.

Pola gerakan day by day seperti ini dari  sisi ilmu komunikasi memiliki implikasi yakni saban hari Zul Rohmi tetap diperbincangkan di basis , minimal disetiap tempat yg dia kunjungi. Perbincangan dimasyarakat bawah karakteristiknya yg utama adalah mudah menyebar jika ada hal hal yg tidak biasa yg terjadi di wilayah tsb . Maka dari sisi tindakan pragmatis , apa yg dilakukan oleh Zul Rohmi ,  selain ingin meraih persepsi pemilih juga agar menjadi perbincangan di basis basis rakyat tsb . Ini lah yg dimaksudkan sebagai deret hitung dlm konteks resonansi perbincangan yang tinggal dikalikan kelipatannya.

Sementara itu dalam konteks strategi politik tentu semua Paslon punya variasi tersendiri dlm mendesign metode pendekatan ke basis pemilih. Hal ini untuk memastikan segala gerakan dalam meraih simpati pemilih yang bisa terpastikan dan terverifikasi  secara akurat populasi dukungannya .

Zul Rohmi dengan pola blusukan atau apapun istilahnya,  ingin memberikan pesan bahwa gerakan harian temu konstituen day by day tersebut sebagai bentuk tanggungjawab moral dan politik untuk mengintertain ( baca: memanusiakan ) pemilihnya dari berbagai strata sosial. Pada akhirnya saat  ini Zul Rohmi tidak boleh dipandang lemah karena faktanya  Paslon ini lebih sering jalan dan bergerak membuka jejaring pemilih secara all out.

Saat ini di H – 70 hari jelang 27 Juni , sudah ratusan titik yg telah dijelajahi oleh ZR maupun relawannya yg bergerak secara mandiri dan simultan tersebut. Tentu sudah ada data base pemilih tsb yakni by name , by adress ataupun by phone yg dimiliki oleh ZR.  Yang penting  what next to do ?

Merawat konstituen

Demikian pula dengan konstituen , setelah berkenalan , bersilaturahmi , berdialog , dll tentu harus ada yg menjaga dan membesarkan hati nya para pemilih yang telah dikunjungi tsb . Maka apa yg dilakukan oleh Zul Rohmi dengan mengadakan rolling kunjungan ke basis konstituen disetiap kabupaten/kota di NTB sebagai bagian menjaga semangat dan perhatian kepada pemilihnya.

Selain itu menjadi tanggungjawab relawan Zul Rohmi ataupun Partai Pengusung untuk menjaga agregasi yg telah dilakukan Zul Rohmi agar tetap solid basis basis konstituen tersebut. Suatu pekerjaan yg tidak mudah dilakukan oleh Komponen Zul Rohmi ditengah persaingan dengan Paslon lain yang dipandang lebih memiliki kedigdayaan. Zul Rohmi dipandang paket Underdogs ditambah lagi dengan hasil survey lembaga Nasional yg tetap menempatkan Zul Rohmi diposisi terakhir.

Sebagai info pembanding, hasil survey tersebut  menjadi second opini tapi juga tidak boleh terlalu diyakini kebenarannya 100 persen . Karena  survey itu hanya tools yakni salah satu alat untuk melihat persepsi pemilih terhadap Paslon pada waktu itu,  bukan menentukan perolehan suara di TPS.

Dalam konteks ini tentu dengan sisa 70 hari ini maka apapun bisa terjadi dlm meraih dukungan pemilih . Pun demikian dengan Zul Rohmi bukan tidak mungkin meraih succes glory di Pilgub NTB ini.

Dengan pola gerakan blusukan seperti ini setidaknya Zul Rohmi telah memiliki jejaring pemilih yang makin banyak dan menyebar yang teridentifikasi secara pasti wilayahnya. Tentu pada akhirnya akan memudahkan proses komunikasi dan konsolidasinya .

Peran strategis TGB

Tandem politik atau vote Getter Zul Rohmi yang ditunggu khalayak adalah turunnya TGB dlm memback up Zul Rohmi di basis konstituen lewat pendekatan safari dakwah dan  pengajian ala TGB.

Memori publikpun tentu tak lupa pada Pilgub NTB 2008 saat TGB maju dalam konstestasi itu dan  menang mengalahkan petahana. Padahal saat itu TGB sebagai pendatang baru , hampir tidak diunggulkan . Tapi realitasnya justru TGB mengalahkan calon kuat saat itu yakni paket Serius , Serinata -Husni Djibril.

Apa yang diukir TGB sepuluh tahun lalu,  agaknya mengilhami Zul Rohmi untuk meraih kemenangan serupa.Dengan berbagai strategi dan pendekatan ke konstituen ,Zul Rohmi bergerak dan terus mendatangi pemilihnya tanpa jeda. Zul Rohmi sadar bahwa sebagai new comer harus membuktikan kapasitasnya sebagai petarung politik yang tangguh .

Sementara itu terlepas dari berbagai ikhtiar yang sudah dilakukan Zul Rohmi, secara power politik dan kekuatan massa ,  brand TGB masih  dipandang memiliki  magnet kuat  dalam merekatkan pemilih  mendukung Zul Rohmi . Energi dan aurora  TGB bisa menambah energizer atau daya laju kekuatan Zul Rohmi meraih simpati dan dukungan publik.

Permasalahannya adalah kapan TGB akan turun gelanggang bela  Zul Rohmi ?. Jika TGB turun dalam palagan Pilgub NTB  bisa dipastikan   secara otomatis dapat mendongkrak elektabilitas Zul Rohmi.

Konsekwensi lainnya yakni  naiknya  intensitas  dinamika politik Pilgub NTB.  Paslon lain pasti  tidak ingin dipecundangi atau kalah telak oleh Zul Rohmi. Disinilah publik akan disuguhi permainan cantik para Paslon lewat strategi dan taktik politik yang tidak biasa.

Terkait perubahan konstelasi politik itu,  paslon lain saat ini sedang menunggu kepastian,  apakah TGB akan  all out back up Zul Rohmi ataukah ada taktik lain yang akan dimainkan oleh Zul Rohmi di babak  injuri time .

Mataram , 19 April 2018




Mi6 : Invisible Hand dan Takdir Politik Mewarnai Pilgub NTB

Mi6 menduga ketatnya persaingan elektabilitas para Paslon di Pilgub NTB dipengaruhi juga oleh besarnya ekspektasi pemilih di masing-masing kabupaten/kota untuk memenangkan jagonya

lombokjournal.com —

MATARAM :   Mi6 menilai hasil Pilgub NTB makin sulit  diprediksi karena ada invisible hand yang turut mengawal pesta demokrasi ini.

Fenomena ini  nampak dari bocoran berbagai  info hasil survey, semua  Paslon menunjukkan tidak ada satupun kandidat yang dominan yang  elektabilitasnya di atas 30 persen. Ditambah masih tingginya swing votters  rata-rata diatas kisaran 30 persen.

Selain itu,  jarak keterpautan masing-masing Paslon Pilgub  berkisar antara satu sampai dengan dua persen d ibawah toleransi margin error sekitar 3 persen. Melihat konstruksi elektabilitas seperti ini , kuat dugaan akan ada keajaiban yang memenangi Pilgub NTB.

Bisa jadi invisible tangan dan takdir politik akan menjadi penentu akhir pemenang Pilgub NTB. Sehingga urutan elektabilitas para Paslon versi lembaga survey  tidak bisa lagi dijadikan garansi atau kartu truff dalam memenangkan Pilgub NTB.

Karena perubaha elektabilitas bergerak dinamis secara berkala.

Demikian Analisis Lembaga sosial dan Politik  Mi6 yang disampaikan ke Media, Sabtu (19/05) terkait elektabilitas dan Pemenang  Pilgub NTB.

Mi6 menduga ketatnya persaingan elektabilitas para Paslon di Pilgub NTB dipengaruhi juga oleh besarnya ekpektasi pemilih dimasing2 kabupaten/kota untuk memenangkan jagonya. Selain itu pro aktif calon dan tim sukses mendekati dan mempenetrasi wilayah pemilihnya turut memberikan kontribusi utama.

Agresifitas The Rising Star  ZulRohmi

Di mata Mi6, agresifitas kandidat the rising star Zul-Rohmi dalam melakukan gerakan blusukan day by day merupakan cara ampuh meraih simpati dukungsn rakyat.

Sebagai pendatang baru,  Zul-Rohmi sadar, hanya dengan cara gerilya seperti inilah  rakyat bisa mengenalnya Face to Face dengan benar.  Pada akhirnya para pemilih tersebut  bisa diikat dalam satu kesatuan komitmen politik secara kolektif  memenangkan Zul-Rohmi.

Meskipun demikian, Mi6 mengingatkan bahwa  strategi blusukan ini akan berdampak menggerus/menurunkan  elektabilitas Zul-Rohmi diakhir ronde,  apabila tidak ada yang menjaga dan merawat ekpektasi pemilih jelang pencoblosan nanti.

“Karena pertemuannya serba instan , maka perlu dijaga suara pemilih tersebut agar tidak berpindah ke lain hati,” ungkap direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto ,SH yang didampingi Sekretaris Mi6 , Lalu Athari Fadlulah SE.

Di bawah Margin Error

Selanjutnya Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlulah  menambahkan, dengan jarak  pautan elektabilitas para Paslon berkisar  2 persen di bawah margin error  mengindikasikan Pilgub NTB,  kekuatan para Paslon  berimbang dan memiliki keunggulan pada wilayah yang dijadikan benteng kekuatan pemilih loyalnya

“Maka jangan heran,  jika beberapa  lembaga survey tidak mau  mempublikasi hasilnya  karena trend elektabilitas para Paslon relatif imbang dan fluktuatif yang terkendali,” tambahnya .

Dengan waktu tersisa 38 hari menjelang hari pemilihan tgl 27 Juni 2018 , maka apapun bisa terjadi, termasuk keajaiban yang memenangi Pilgub NTB ini.

Semua ini tergantung pada kepiawaian dan strategi taktik yang dimainkan para Paslon mengamankan wilayah pemilihnya.

“Prinsipnya gini, makin sering Paslon bangun pagi dan rajin mendatangi rakyat selalu ada harapan baik disisinya,” imbuh Athar .

Me (*)

 




Aktifis KNPI Usulkan Kombes Tajudin Gantikan Brigjen Firli.

Wakapolda NTB yang sekarang dianggap layak menempati Jabatan Kapolda NTB, karena terbukti mampu bekerjasama secara baik dalam menjaga kondisi keamanan di NTB

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Dilantiknya Irjen Pol Firli sebagai Deputi Penindakan KPK merupakan kebanggaan tersenidiri bagi warga NTB.  Bagimna tidak, Irjen Firli belum genap setahun menjabat Kapolda NTB kini menjabat posisi strategis di lembaga anti rasuah tersebut.

S selamat buat Pak Firli untuk posisi baru mengemban amanah yang lebih besar lagi.

Dengan telah terpilihnya pak Firli maka tentu posisi Kapolda NTB kini masih kosong, untuk menjaga kesinambungan dan stabilitas keamanan serta kondusifitas di NTB tentu di butuhkan sosok yang tepat sebagai pengganti Irjen Firli.

Menimbang siapa yang layak melanjutkan tongkat komanda di korps seragam coklat ini maka tidak salah kiranya Wakapolda Kombes Pol Drs Tajidin,  MH diangkat sebagi pengganti Irjen Firli yang sudah dilantik sebagai deputi penindakan KPK

Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlullah, SE menngatakan itu melalui siaran pers yang disampaikan ke media, Sabtu (07/04).

Menurut Athari. bukan tanpa alasan kenapa Wakapolda NTB yang sekarang dianggap layak untuk menempati Jabatan Kapolda NTB,  sebab selama bersama dengan Kapolda NTB Irjen Firli,  Waka Polda NTB  terbukti mampu bekerjasama secara baik dalam menjaga kondisi keamanan di NTB selama ini.

“Terlebih dalam waktu dekat ada agenda pesta demokrasi yang membutuhkan perhatian, khusus untuk pengamanan,” ujar Athari yang juga Sekretaris DPD KNPI NTB.

Selain itu, Lalu Athari menilai  sekiranya Wakapolda NTB  yang saat ini menjadi pengganti Irjen Firli akan semakin  memudahkan  melakukan koordinasi dan penyesuaian tugas – tugas dalam pengamanan,  karena sudah mengetahui kondisi dan situasi di wilayah Hukum NTB.

Oleh sebab itu sambung Lalu Athari  berharap dengan alasan untuk lebih memudahkan kinerja kepolisian dengan berbagai agenda penting ke depan.

“Ada baiknya Kapolri mengangkat Wakapolda NTB yang sekarang sebagai pengganti Irjen Firli,” pungkasnya.

Me (*)




Ada Kemeranggasan Nilai, Saat Kampus Absent Dalam Pemilukada

Gelaran Pesta demokrasi rakyat di NTB saat ini minus partisipasi aktif kalangan intelektual Kampus dalam memberikan pencerahan politik kepada rakyat . Sebagai Avant Garde demokrasi, Kampus tidak boleh membiarkan rakyat berjalan tanpa panduan moral

lombokjournal.com –

MATARAM ;  Minimnya keterlibatan kalangan kampus dalam mewarnai proses dialektika Pemilukada NTB, makin memperkuat asumsi bahwa kampus back to basic dan steril dalam urusan politik. Akibatnya Kampus makin terasing dengan realitas  lingkungan sosialnya.

Kampus dipandang makin berjarak dengan realitas sosial politik kemasyarakatan,  karena absent memberikan  edukasi dalam perspektif moral politik yang benar kepada konstituen. Sebagai pemandu moral yang netral, sejatinya Kampus bisa memainkan perannya sebagai wasit moral

Bambang Mei Finarwanto

yang baik bagi rakyat dalam menentukan pilihan politiknya.

Akibat tidak adanya second opini yang aktif dari kalangan kampus yang dihibahkan buat referensi rakyat,  maka ada nuansa yg hilang dan kemeranggasan nilai dalam konstestasi Pemilukada serentak di NTB 2018.

Bambang Mei Finarwanto, SH Direktur Mi6 menyampaikan penilaian itu mellallui siaran ers yang dikirimkan ke media, Minggu, (01/04).

Menurut Bambang, di tengah hiruk pikuk situasi partisan menyongsong Pilkada serentak ini, harusnya intelektual  kampus turut berpartisipasi secara aktif memberikan votter education atau pendidikan pemilih, agar konstituen memiliki perspektif politik yang benar dalam menentukan pilihannya.

“Kampus sebagai salah pilar lokomotif demokrasi tidak boleh berpangku tangan menyaksikan Pemilukada NTB ini,” ujar Didu, panggilan akrab Bambang Mei F .

Bagi Didu dalam konteks kekinian, trust publik terhadap Kampus masih tinggi dan opini yang dibangun oleh  intelektual kampus masih memiliki kredibilitas yang tinggi Dimata rakyat.

“Untuk itu kampus segera mengagregasi situasi Pilkada NTB membangun wacana/opini secara intens sekaligus turba,” pinta Didu

Mi6 menghimbau intelektual dan cendekiawan di NTB segera turun gunung dari menara gading tembok Kampus, dan merapatkan barisan bersama rakyat  memberikan pencerahan dan pendidikan pemilih yang benar.

“ Keterlibatan kampus ini akan menjadi spirit buat rakyat menjadi pemilih yang bertanggungjawab,” ujar Didu .

Selain itu, Didu melihat apatisnya kalangan kampus dalam Pilkada NTB tidak terlepas dari ketidaksamaan pandangan dalam melihat proses politik Pemilukada.

“Benturan nilai/moral dengan realitas politik (baca: politik transaksional) inilah  salah satu yang  membuat kampus agak menghindar dalam percaturan politik Pemilukada agar tidak dikooptasi,” pungkasnya.

Me (*)




Menilai Kinerja Kapolda NTB Jelang Pilkada Serentak.

Tahun politik sudah mulai memasuki tahapan proses kampanye. kegiatan hiruk pikuk politik karena beda pilihan tidak menutup kemungkinan menimbulkan gesekan di tengah masyarakat, KPU sebagi pihak penyelnggara tentu sudah melakukan koordinasi yang matang bersama pihak kepolisian.

Bagimana dengan Jajaran Polda NTB?

Oleh : Lalu Athari Fathullah, SE (Sekretaris DPD KNPI NTB & Sekretaris Lembaga M16

lombokjournal.com —

Di bawah Komando Brigjen.  Pol M.Firli, MSi,  kesiapan Pihak kepolisian dalam mengawal Keamanan tidak hanya menjelang pemilu ini saja, POLDA NTB sudah cukup teruji bagimana mengamnkan beberapa konflik di tengah Masyrakat baru-baru ini.

Misalnya konflik yang terjadi antara warga di Karang Taliwang Monjok Kota Mataram beberapa bulan lalu, langkah – langkah yang di ambil oleh Pihak Kepolisan Daerah NTB begitu bijak dan tenang,  sehingga kedua belah pihak berdamai dan menyerahkan senjata mereka yang langaung diterima oleh KAPOLDA NTB Brigjen. Pol M. Firli,  MSi.

Dalam rangka menyukseskan pemilihan kepala daerah baik Gubernur dan Bupati Juni mendatang, tentu  pihak kepolisian sudah menyiapkan berbagai persiapan baik analisa, titik rawan dan melakukan berbagai sosialisasi dengan mengandeng semua element seperti yang di lakukan beberapa tempo hari dalam ailaturrahmi dan jamuan makan malam Kapolda dengan Kelompok OKP2 dan Organisasi Kemasyrakatan lainya yg di Hadiri oleh KPU dan BAWASLU.

Brigjen Pol M. Firli Kapolda NTB selama bertugas satu Tahun terakhir di NTB cukup intens melakukan silaturrohmi dengan kelompok-kelompok organisasi dan perguruan tinggi, bahkan turun lansung di tengah-tengah masyrakat bertatap muka langsung dengan tokoh agama dan Masyrakat di seluruh NTB, dalam rangka menjalin hubungan kekelurgaan demi terwujudnya NTB dami dan nyaman serta selalu mengajak semua lapisan masyarakat untuk menjaga kondoaifitas di seluruh Wilayah NTB.

Di samping persiapan Menghadapai PILKADA serentak Polda NTB juga tetap memperhatikan dan memprioritaskan keamanan NTB sebagai salah satu Distinasi pariwisata Dunia,  sudah bareng tentu soal keamanan menjadi salah satu prioritas utama menunjang keberlangsungan dan perkembangan Pariwisata NTB, hadirnya pihak keamaanan di berbagi sektor pariwisata dan lokasi geliat yang sedang berlangsung menjadi salah satu bukti kongkrit keseriusan dari pihak kepolisian mengawal perkembangan pariwisata di NTB.

Brigjen Firli sering tekankan, Menjaga keamanan yang sedang dipikul oleh Kepolisian adalah kewajiban negara atas rakyatnya. Sehingga rakyat akan nyamab beraktifitas dan berusaha. Investasi di NTB juga akan tumbuh.

Untuk itu, kita harus dukung dan apresiasi Kapolda dan Jajarannya.

Mataram, 30 Maret 2018.




Gerilya Ala Rohmi, Agar Pemilih Tak Tersesat Saat Di Bilik Suara

LANGKAH GERILYA ala Cawagub NTB  No. 3, Siti Rohmi Djalilah (SRD) makin intensif dan masif  melakukan sosialisasi dan menyapa masya rakat,  mulai dari Mataram , Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Timur. Kecepatan gerak Jilbab ijo didasari semangat menjadi yang terbaik dalam konstestasi Pilgub NTB di tengah persaingan ketat dengan Paslon lainnya

lombokjournal.com —

MATARAM; Siti Rohmi bersama tim jilbaber ijonya menyadari, rakyat harus didatangi dan ditegur agar mereka tersadarkan oleh pilihan politik yang benar dan tidak tersesat saat di bililk suara, tanggal 27 Juni 2018.

Bagi Rohmi, keluar masuk kampung-kampung menemui konstituennya merupakan kewajiban moralnya, agar pemilih setianya tetap di sisinya. Selain itu sebagai  pendatang baru dalam Pilgub NTB, SRD terus giat melakukan  sosialisasi dan bersilaturrohmi bersama  rakyat dari berbagai strata sosial  memperkenalkan program – program NTB Gemilang.

Demikian catatan Ketua Pemuda NTB-Jakarta,  Dian Sandi Utama dan Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadullah mengamati pergerakan yang cepat dan taktis  Cawagub NTB, Sitti Rohmi melalui pers release kepada Media, Jumat (23/03).

Menurut Dian Sandi, tindakan  cerdik yang dilakukan oleh SRD saat  mengunjungi basis basis konstituennya, nampak jelas tersirat ekspektasi kaum perempuan dan ibu-ibu  banyak menaruh harapan kepada SRD untuk memajukan dan membawa perubahan buat kepentingan  kaum perempuan.

“Hal ini karena SRD memahami betul kondisi psikologis kaum perempuan melalui pendekatan door to door yang saling memanusiakan ini,” lanjut Dian Sandi .

Dian Sandi menambahkan, jika kelak Zul Rohmi ditakdirkan menang dalam Pilgub NTB,  Paslon dengan Jargon NTB Gemilang ini dipastikan memenuhi janji-janji politiknya.

“Termasuk  memperjuangkan kaum ibu-ibu dan perempuan, baik di sektor wirausaha dan lapangan pekrjaan,  sehingga perempuan NTB bisa bersaing dalam mewujudkan NTB yang lebih baik,” tambahnya.

Door to door Jilbab Ijo

Secara terpisah, Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlullah, SE menggarisbawahi, semangat antusiasme warga menyambut hangat kehadiran Sitti Rohmi  dan tim jilbab ijonya, dengan suasana  kekeluargaan tersebut menunjukkan tingkat keberterimaan yang tinggi dan rasa empati yang kuat dari kaum perempuan, meskipun  jamuannya  ditempat yang sederhana.

“Bagi Sitti Rohmi yang memahami kultur dan budaya masyarakat setempat, sikap baik dan legowo yang ditunjukkan konstituennya merupakan energizer dan spirit yg kuat bagi Zul Rohmi ,” ulas Athar

Dalam pandangan Sekretaris Mi6 ini, setiap  sosialisasinya di wilayah pemilihnya, Sitti  Rohmi, selain menyampikan Visi-Misi Zul Rohmi secara gamblang dan mudah dipahami, tak lupa  mengajak masyarakat untuk selalu santun dan tidak menjelek-jelekan paslon lain.

“Seraya mengajak dan mengingatkan konstituennya pada tanggal  27 Juni nanti memilih perempuan yang  memakai  Jilbab Ijo,” kata Athar .

Hal lain yang menarik pada setiap gerakan SRD, menurut Athar, Sitti Rohmi maupun Dr Zul tetap mendatangi door to door setiap pemilihnya tidak dengan cara cara formal dan penuh protokoler.

“Semangat budaya kekeluargaan yang apa adanya inilah yang justru memperkuat ikatan emosional yang tak lekang oleh waktu dan kepentingan,” pungkas Athar.  #

Me




Pilkada Kota Bima, Tak Ada Matahari Tunggal

Dari tiga pasangan calon (Paslon) yang bertarung dalam Pilkada Kota Bima, dua pasangan yang  terlihat terus bergerak tanpa henti menemui basis konstituensi secara masif tiada jeda

lombokjournal.com —

MATARAM;  Kampanye pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima 2018, sudah memasuki bulan ke dua, sejak 15 Februari 2018 lalu.

Dua paslon yakni pasangan Nomor  Urut 1, H A Rahman H Abidin – Hj Fera Amelia atau yang dikenal dengan pasangan MANuFER dan  Paslon Nomor Urut 2 H Muhammad Lutfi- Feri Sofiyan, SH (Lutfer).

Kedua pasangan ini, relatif saling unjuk kekuatan dengan roadshow ke kelurahan-kelurahan untuk mengukuhkan tim sukses. Seolah saling menunjukkan dominasi dukungan, antara petahana dan penantang baru.

Paslon Lutfi-Feri sendiri diusung sembilan Partai Politik, termasuk PAN yang menjadi pemenang Pemilu Legislatif sebelumnya. Termasuk Golkar dan Gerindra yang menjadi pemenang kedua dan ketiga. Ketiga Parpol ini bahkan menduduki kursi pimpinan dewan.

Melihat tingginya  dukungan terhadap pasangan ini, menunjukkan jika mesin partai cukup memengaruhi, demikian juga dengan ketokohan pengurus parpol yang duduk di kursi dewan.

Dengan konfigurasi bloking  politik seperti itu Mi6 memandang dalam, Pilkada kota Bima Tidak ada Matahari Tunggal.

“Karena  peta dukungan politik  ( baca: back up ) para Paslon yang bertarung relatif imbang dan memiliki karakteristik yang impresif di mata publik Bima,” ujar Direktur Mi6 , Bambang Mei Fimarwanto, SH melalui siaran  pers bersama Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadullah disampaikan kepada Media  di Mataram, Rabu (21/03).

Didu, panggilan akrab Direktur Mi6, selanjutnya  mengatakan Paslon Lutfi- Ferry dengan back up  sembilan mesin partai, maka wajar jika pasangan dengan tagline perubahan ini optimis bisa  memenangkan pertarungan 27 Juni 2018 mendatang.

Kata Didu, pasangan ini tidak hanya mengandalkan besarnya dukungan partai politik, namun juga mencoba merasionalkan gagasannya untuk mengubah Kota Bima lebih baik.

“Di setiap kegiatan kampanye dan pengukuhan tim di kelurahan, diselipkan bedah visi-misi dan program sebagai jawaban atas berbagai problem daerah selama ini,” ujar Didu yang juga mantan ED Walihi NTB dua periode.

Didu mengaku mengapresiasi daya jelajah politik Lutfi Ferri day by day  menemui konstituen dengan efektif dan taktis terkesan merakyat dan  tanpa protokoler yang ketat.

Namun bukan berarti pasangan ini mudah menjinakkan kekuatan petahana, H A Rahman H Abidin — HJ Fera Amelia. Meskipun hanya diusung tiga partai politik, yakni Demokrat, PKS dan PDIP.

Didu menambahkan, keduanya pada Pilkada 2013 adalah rival politik dengan perolehan suara signifikan.

Rahman yang berpasangan dengan Qurais saat Pilkada 2013 merauf suara 27 ribu lebih dan Fera saat itu mendapat 22 ribu dukungan. Jika dihitung secara matematis, maka dukungan cukup signifikan.

“Dibandingkan dengan Feri-Sofiyan yang saat itu juga mencalonkan diri memeroleh lebih 6.000 suara,” lanjutnya.

Sebagai petahana, ujar Dirut Mi6,  Rahman tentu diuntungkan pada tingkat popularitas dan elektabilitas.

“Ditambah lagi bergabungnya dua kekuatan,” sambungnya lagi .

Sementara itu, Sekretaris Mi6, Laku Athari mengatakan, meskipun Fera tidak lagi menjadi ketua Partai Golkar, namun diduga masih memiliki loyalis yang setia dan solid.

“Setidaknya sebagai trah kerajaan kesultanan Bima, Fera masih dipandang pengikut yang setia yang luas ,” tambahnya .

Bagi Lalu Athari melanjutkan terkait  Subhan-Wahyudin (SW) – Mataho, juga tidak bisa dianggap remeh. Meskipun daya gampur melalui kegiatan kampanye tatap muka terbatas dan dialogis, tidak se massif dua pasangan lainnya. Namun, Subhan memiliki pendukung militan.

“Ini adalah pertarungan ketiga bagi Subhan dalam kancah politik Kota Bima,” ulasnya

Sebagaimana diketahui Perolehan suaranya pada Pilkada 2013 lalu terbilang cukup signifikan, yakni 15 ribu lebih suara dengan tujuh pasangan calon saat itu.

Subhan memiliki kantong basis yang jelas, yakni wilayah Kecamatan Raba dan Rasanae Timur.

“Bukti masih adanya dukungan terhadap  Subhan, karena mampu meraih dukungan 14 ribu lebih untuk maju melalui jalur perseorangan,” imbuh Athar yang juga Sekretaris DPD KNPI NTB ini.

Lebih jauh Didu menambahkan,  S-W Mataho tinggal merawat dukungan tersebut dan menambah daya gempur melalui soliditas timnya.

Pasangan Nomor Urut 3 ini memang memilih cara berbeda unique ) dengan dua calon lainnya.

“Ketika  yang lain memobilisasi pendukung disetiap kegiatan kampanye tatap muka dan dialogis, maka Subhan-Wahyudin memilih blusukan. Masuk dari gang dan lorong dan menyapa langsung warga,” jelasnya

Bahkan rumors yang beredar, ungkap Didu,  SW Mataho mulai memasang target di Kecamatan Raba dan Rasanae Timur 20 ribu suara. Mengunci basis dan mengeruk suara di tiga kacematan lainnya, yakni Rasanae Barat, Asakota dan Mpunda.

“Dengan masih panjangnya masa kampanye, memungkinkan semua paslon menset ulang strategi pemenangannya   untuk mendulang suara,” pungkas Didu.

Ditambahkan,   sembari menambahkan dalam  Pilwakot Bima diprediksi bakal ada kejutan politik yang tak terduga, seiring meningkatnya adu kuat design propaganda politik yang elegan dan penuh kehormatan politik yang satria.#

Me (*)




Aktivis Di Antara Pilkada dan Pemilu Legislatif 2019

Menyebarnya kekuatan kalangan Aktivis pergerakan pada masing-masing paslon Pilgub NTB  ini merupakan dinamika yang tidak harus dikontradiksikan.

Oleh: DIDU *)

Baru baru ini sejumlah Aktivis pergerakan NTB dari berbagai elemen mendeklarasikan dukungan politiknya ke paket AMAN. Secara taktik, sikap politik kalangan Aktivis Prodem ini bisa dibenarkan dan tepat. Hal ini tentu terkait dengan menambah daya resonansi kekuatan , khususnya terkait citra baik persepsi publik terhadap Aktivis .

Kedua, pilihan sikap sebagian Aktivis melakukan bloking politik ke AMAN ini harus dimaknai sebagai upaya menyatukan power politik kaum pergerakan dalam satu kesatuan sikap dan gerak dalam mewarnai konstelasi Pilgub NTB .

Ketiga, terkait ekspektasi atau harapan yang hendak diraih ke depan dari para aktivis  dengan adanya dua momentum yakni pilkada dan Pemilu Legislatif. Dimana kedua peristiwa  politik itu dijadikan isu perekat yang berujung pada pemilu legislative.

Bagi kalangan Aktivis yang memiliki cita cita karier politik kedepan, maka momentum pilkada dijadikan tools untuk persiapan menyongsong Pemilu Legislatif lewat serangkaian gerakan investasi tanam budi kebaikkan dibasis rakyat yang dikuasai.

Pilkada juga dipakai  sebagai sarana mengartikulasikan kerja politik  di basis pemilih  oleh kalangan aktivis. Kerja kolektif Aktivis tentu diuji dalam pilkada ini sampai sejauhmana agregasi maupun daya penetrasinya di massa rakyat.

Hubungan simbiosis politik antara Paslon dengan kaum pergerakan tidak bisa lagi diartikan dalam kontek moral force semata, namun bersifat saling memahami maksud.

Kesetiaan dan menjaga trust tentu menjadi komitmen awal yg paling utama. Pada celah ini terjadi hubungan take and give yang bermuara pemberian privelese agar Aktivis bisa terback up dalam melaksanakan kerja dibasis secara masif maupun kerja politik lain untuk kepentingan paslon yg didukung .

Partisipasi Politik Aktivis

Dalam konstruksi politik yang tidak bebas nilai ini, perjuangan kaum pergerakan dalam memenangkan paslon yang didukung patut diapresiasi. Karena Hal tersebut merupakan partisipasi politik yang kongkret dari para aktivis yang siap pasang badan.

Demikian pula di paslon lain selain AMAN ,  beberapa kalangan Aktivis pergerakan juga melakukan bloking politik  . Semangat dan cita citanyapun sama yakni ingin berperan memenangkan paslon yang didukung dengan Sukses story.

Menyebarnya kekuatan kalangan Aktivis pergerakan pada masing-masing paslon Pilgub NTB  ini merupakan dinamika yang tidak harus dikontradiksikan.

Sebagai salah satu pilihan sikap politik yang otonom , apa yang dilakukan oleh Aktivis yg memilih berafiliasi ini merupakan tradisi politik yang baik. Dari momentum Pilkada ini para aktivis dapat belajar dan bekerja dengan cermat untuk terlibat sebagai vote getter dalam memperbesar perolehan suara paslon yang didukung.

Bagi kalangan aktivis pergerakan tentu sudah tidak asing bagamana melakukan proses pendampingan pemilih di basis konstituennya . Pelatihan metodologi tentang Community Organizer sudah pernah dijalani, sehingga memudahkan melakukan penetrasi di basis. Kelebihan para aktivis inilah yang menjadi kekuatan politik di mata paslon lain .

Relationship Aktivis Dan Media

Sudah barang tentu  tampilnya kaum pergerakan dalam dinamika Pilgub NTB tidak membawa cek kosong. Dengan sejumlah pengalaman lapangan dalam melakukan pendampingan Dan advokasi di grassroots, para aktivis memiliki bekal ketrampilan yang bisa dijadikan alat untuk bersinergi dalam meraih suara rakyat .

Peran media dalam mengartikulasikan kerja kerja politik para aktivis sangatlah penting. Hal ini setidaknya dapat memberikan spirit tersendiri atas kerja politik partisan yang dilakukan .

Sementara itu bagi kalangan aktivis, liputan media ini merupakan sarana untuk Pencitraan yang baik untuk menuju jenjang politik ke depannya. Pilkada Gubernur adalah sasaran antara utama menuju Pemilu Legislatif 2019. Untuk itu tidak salah jika dlm pilgub ntb banyak Aktivis turba politik ke empat paslon .

Hubungan simbiosis antara Aktivis dan Media sesuatu yang inheren. Sebagai sarana artikulator ke publik, media bisa menjadi sahabat yang baik para aktivis guna menerjemahkan arah maksud keinginan kaum pergerakan .

Media alat yang efektif untuk menyemai dan menabur segala kebaikkan perjuangan kaum aktivis dalam konstestasi PilGub NTB. Sehingga agak tidak masuk diakal jika para aktivis ada pola pikir menjauhi media .

Momentum Pilgub NTB ini salah satu tolok ukur menilai progress report kalangan aktivis dalam meraih dukungan dan mengamankan basis dukungannya. Dan Media adalah saksi dan bukti sejarah yang otentik dalam menilai kerja politik kalangan Aktivis lewat publikasinya ke publik .###

*Penulis adalah Direktur Mi6




BUTUH SOLUSI UNTUK PILKADA NTB

lombokjournal.com –

Oleh Bambang Karyono*)

 Melihat perkembangan wacana pilkada semakin hangat bahkan terkesan tidak terkendali dan berpotensi sebagai pemicu perpecahan yang dapat mengganggu stabilitas politik, sosial maupun penegakan hukum di NTB terutama sekali di dunia maya (Dumay)

Perbicangan pilkada di dumay kian hari semakin meningkatnya tensi emosi dan arogansi padahal sesungguhnya itu sudah menjadi ranah hukum baik hukum publik maupun hukum pemilu.

Aksi saling hujat, bahkan sumpah serapah kerap kali dipertontonkan yang membuktikan pilkada sangat jauh dari etika sosial dan etika politik yang secara tidak langsung sedang mengajarkan kepada generasi baru bagaimana berpolitik.

Bagi SAYA ada baiknya penyelenggara pemilihan baik KPU maupun  Bawaslu untuk mengorganisir komunikasi politik khususnya pilkada sebagaimana mengorganisir tahapan kampanye di dunia nyata.

Misalnya dengan membuat grup pilkada di berbagai media sosial yang di dalamnya beranggotakan seluruh sirkumstand pemilihan KPU, Bawaslu, kepiolisian, parpol, tim sukses, simpatisan dan lain-lain untuk tidak lagi membiarkan ada grup terbuka yang tidak terkendali dan terkontrol.

Saya kira dunia maya dan dunia nyata sdh saatnya diperlakukan sama guna mewujudkan pilkada yg berkualitas dan bermartabat. Demikian pendapat saya semoga bermanfaat untuk NusaTenggara Barat.

*Penulis Mantan Anggota Bawaslu NTB




FIDDIN, Kreasi Politik Yang Piawai Nan Cerdik Melihat Celah Kekuatan

Samsul Lutfi dan jamaah NW tidak ingin mengulang kisah Pilkada Lotim 2013 silam. Apalagi sekarang The Prince NW Samsul Lutfi, menjadi papan satu sesuai aspirasi Jamaah NW.

lombokjournal.com –

Samsul Lutfi dan Najamuddin Moestapa

Belajar dari kekalahan Pilbup Lombok Timur 2013 silam, paket Fiddin merupakan kreasi politik piawai nan cerdik, melihat celah kekuatan  dengan  menggabungkan kekuatan jamaah, yakni NU dan NW.

Mergernya dua blok kekuatan jamaah ini  sebagai upaya taktis meraih dukungan suara para jamaah untuk kemenangan Fiddin.

Analisis Politik itu disampaikan Direktur Mi6, Bambang Mei F, menyoroti kinerja dan performance Politik Fiddin New Generation yang disampaikan ke Media, Selasa (13/02).

Selain itu, Direktur Mi6, Bambang Mei F memprediksi, akselarisasi Fiddin di basis  pemilih, khususnya di akar rumput akan lebih efektif dan intensif  mengikuti langgam gerak  Zul-Rohmi.

Dengan Armada kecil, Fiddin lebih leluasa bergerak dari satu titik ke titik lain secara informal tanpa protokoler yang justru terkesan membuat jarak dengan konstituen.

Hal ini tercermin dari pola gerakan Cabup, Samsul Lutfi dan Cawabup Najamuddin Moestapa yang tetap menyambangi konstituen setiap hari, khususnya diwilayah pedesaan.

Field trip politik harian Fiddin ini harus dimaknai sebagai cara memperkuat dan mengamankan basis pemilih agar tetap setia dan loyal sampai akhir.

Agaknya Samsul Lutfi dan jamaah NW tidak ingin mengulang kisah Pilkada Lotim 2013 silam. Apalagi sekarang The Prince NW Samsul Lutfi, menjadi papan satu sesuai aspirasi Jamaah NW.

Tentu ini menjadi spirit baru jamaah NW makin solid dalam menyukseskan Fiddin.

Mi6 menilai, uji material soliditas dan loyalitas jamaah NW pastinya akan terlihat nanti dalam survey politik, terakhir saat di TPS. Hal ini penting sebagai alat mengukur  kinerja politik Fiddin dalam melakukan penetrasi dibasis pemilih.

“Survey politik sebagai Tools, harus diyakini sebagai pandu suar melihat persepsi pemilih,” ujar Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto  yang akrab disapa Didu.

Dikatakan Didu, Cawabup Fiddin, Najamuddin Moestapa akan menjadi tandem politik yang efektif dalam mendulang pundi pundi suara dari kaum Nahdliyin.

Selain itu Najamuddin sebagai the rising star dalam jajaran Cawabup juga tetap melakukan turba dan bersilaturahmi ala NU yang mengedepankan ukhuwah islamiyah yang menghormati adat istiadat dan kebiasaan setempat.

“Karakter dasar warga Nahdliyin adalah toleran terhadap nilai nilai dan adat kebiasaan di masyarakat,” ungkapnya.

Dalam konteks pemilih di Lombok Timur, kata Didu, Fiddin dituntut adaptif dan terbuka dengan kelompok pemilih yang tidak berafiliasi dengan jamaah NU ataupun NW.

“Ini tentu butuh treatment tersendiri untuk meraih simpati ,” jelas Didu sembari mengatakan tag line politik Fiddin sudah menjelaskan harapan kelompok non afiliasi ataupun pemilih pemula.

Solo Run Samsul Lutfi

Samsul Lutfi yang juga Ketua DPC Partai Demokrat saat ini  terkesan lebih mengutamakan  gerakan solo run yang lebih fleksible dan lincah dalam menembus kantong-kantong basis pemilih baru pada semua tingkatan strata sosial.

Tentu ini berkaitan dengan makin mendekatnya tahapan akhir pilkada bulan Juni 2018.

“Secara psykologis politik, Samsul Lutfi ingin memperluas basis pemilihnya secara terukur dengan cepat dan praktis ,’ kata Didu .

Didu menambahkan, Lutfi tentu berkejaran dengan waktu sementara dengan luasnya medan geografi Lombok Timur, maka pilihan taktik Lutfi yang lebih mengedepankan aksi solo run nya untuk mempercepat akses menguasai pemilih baru.

Gerak cepat melakukan penetrasi wilayah baru penting dilakukan agar simpul jaringan pemilih terintegrasi dengan baik.

“Pada waktunya nanti Fiddin skan menggerakkan mesin partai untuk mengakumulasi jumlah dukungan konstituen,’ lanjut Didu

Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah mengatakan daya jalajah Fiddin jauh lebih rapi dan terukur dalam meraih simpati masyarakat Lombok Timur.

Hal ini tak terlepas dari motivasi kuat Samsul Lutfi dan Najamuddin berbuat terbaik dalam mengemban amanah loyalis vottersnya .

“Kecepatan akselerasi membentuk jejaring pemilih baru patut diapresiasi,” kata Athari yang juga Sekretaris KNPI NTB ini .

Kata Athari, Fiddin adalah  ppaket yang komplit dan efektif,  Diusung dua Partai Politik,  Demokrat dan PKB dengan 11 kursi parlemen.

Paslon nomor  4 Ini mewakili Unsur Organisasi NW dan NU,

Bagimnapun Najamuddin merupakan mantan Ketua DPW PKB NTB identik dengan Kalangan dan kelurga Besar NU, sementara itu Samsul lutfi representasi dari Kelurga Besar NW.

Athar menambahkan, berkaca pada PILKADA LOTIM lima tahun lalu,  Samsul Lutfi yang saat itu maju bersama dengan Sukiman tidak ingin kembali gagal. Dengan gerakan partai koalisi yang ramping akan memudahkan gerakannya terus turun ke basis masyarakat.

“Samsul lutfi adalah sosok politisi yg sudah teruji, gagal jadi Wakil Bupati Lima tahun lalu tidak membuatnya patah arang,  Lutfi maju sebagai calon DPR RI NTB dan Terpilih sebgai salah satu wakil NTB di Senayan. Kiprah Politik Syamsul Lutfi sudah tidak di ragukan lagi,  publik sudah mengenalnya sebagai sosok petarung yang gigih dan bersahaja,” ungkapnya

Bagi Athari pertarungan PILKADA Lotim menjadi menarik dengan Dengan Munculnya Khaerul Warisin sebagai Calon Bupati,  karena akan menambah spirit bagi para Kandidat lain. Karena Khaerul warisin yg dulu maju melalui jalur Independent kini berubah haluan dan diusung oleh Koalisi partai politik.

“Menariknya lagi ada Calon Lain yg maju melalui Jalur Independent untuk mencoba meneruskan tradisi Bupati sebelumnya. Maka Gengsi politik akan semakin tinggi bila melihat dan berkaca Pada PILKADA Sebelumnya,  Partai Politik tidak ingin kalah untuk yg kedua kalinya,” tambahnya

Dimata Athari segala manuver dan infiltrasi dibasis pemilih strategis tidak terlepas dari kuatnya motif Samsul Lutfi yang tidak mau jadi pecundang lagi dalam Pilbup Lotim.” Fiddin pasti akan All out bertarung secara satria ,’ lanjutnya .

Kekompakan dan soliditas Fiddin akan menjadi simpul utama dalam menggerakkan agenda utama menguasai step by step basis pemilih yang terpetakan secara arah dukungan politiknya.

“Disinilah titik krusialnya , apakah Fiddin mampu mengabsorbsi dan merawat Kesetiaan pemilihnya hingga Hari H pencoblosan,” ulas Athari .

Dalam berbagai kasus di Pilkada, imbuh Athari, tak jarang terjadi migrasi dukungan rakyat ke paslon lain karena hal hal yang tidak elementer.

“Pragmatisme rakyat bisa jadi karena proses komunikasi sblmnya dibangun atas dasar tawaran janji Dan angka-angka, bukan dalam kerangka membangun kesadaran kolektif,” pungkasnya .

Me