Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat mendefinisikan makna hidup. Penyebaran virus yang semakin hari semakin meningkat menjadi krisis besar bagi manusia moderen, memaksa kita untuk sejenak melihat kembali kehidupan keluarga dan lingkungan sosial daLam arti yang sebenarnya.
Manusia dipaksa berhenti dari rutinitasnya, untuk memaknai hidup yang sebenarnya. Indonesia punya tantangan besar dalam penanganan Covid-19.
Dari semua aspek yang menjadi tantangan, saya lebih fokus kepada aspek pendidikan di saat pandemi Covid-19 yang memaksa kebijakan physical distancing atau jaga jarak untuk meminimalisir persebaran virus tersebut.
Penerapan physical distancing sangat berdampak pada aspek Pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbut) mengeluarkan lebijakan belajar dari rumah, atau pembelajaran secara daring/online dan disusun dengan peniadaan Ujian Nasional untuk angkatan 2020 dan 2021, namun mekanisme ini membuat siswa bahkan orang tua kaget.
Tapi tidak bisa dipungkiri kebijakan ini harus diterima karena kebijakan ini diupayakan agar memutuskan mata rantai Covid-19 di tengah masyarakat. Metode pembelajaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang diterapkan pemerintah menjadi tantangan tersendiri.
Pembelajaran secara online harus mendorong siswa menjadi kreatif, mengakses sebanyak mungkian ilmu pengetahun serta menghasilkan karya. Bukan membebani siswa maupun mahasiswa/i dengan tugas yang bertumpuk, banyak faktor yang menghambat terlaksananya efektifitas pembalajaran daring seperti:
Penguasan teknologi yang rendah atau masih minim
Jaringan internet yang kadang lemot
Biaya, jaringan internet yang sangat di butuhkan dalam pembelajaran daring masalah tersebdiri.kuota ang dibeli untuk kebutuhan internet menjadi melonjak
Kondisi ini tidak hanya berdapak pada siswi SD,SMP,SMA/SMK saja, tapi berdampak pada perguruan tinggi, mahasiswa khususnya merantau akan berada dalam kondisi kerentanan baik secara sosial maupun ekonomi.
Pembelajaran daring ini hingga batas waktu yang belum ditentukan bisa menjadi kesempatan untuk mahasiswa untuk pulang kampung halaman mereka masing-masing dalam waktu yang cukup Panjang.
Dan kesulitan tersendiri untuk mahasiswa yang berasal sari darah pelosok atau daerah yang jarang mendapatkan jaringan yang bagus, boleh jadi keterbatasan kualitas jaringan internet membuat mereka berpikir ulang untuk kembali kekampung halamannya.
Bulan suci Ramadhan merupakan kesempatan bagi setiap hamba Allah untuk lebih meningkatkan ketakwaan, karena bulan ini memiliki beberapa keutamaan atau manfaat.
Ramadhan merupakan syahrul Qur’an (bulan Al-Quran). Diturunkannya Al-Quran pada bulan Ramadhan menjadi bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan bulan Ramadhan.
Dan di dalam bulan penuh kemuliaan dan keberkahan ini maka tidak hanya keberkahan di dalam menuai pahala, namun banyak keberkahan lainnya. Puasa ditinjau dari aspek ekonomi, maka Ramadhan memberi keberkahan ekonomi bagi para pedagang dan lainnya.
Bagi fakir miskin, Ramadhan membawa keberkahan tersendiri. Pada bulan ini seorang muslim sangat digalakkan dan disunnah untuk berinfaq dan bersedekah di bulan Ramadhan kepada mereka. Bahkan diwajibkan membayar zakat fitrah untuk mereka.
Ramadhan adalah bahwa pintu-pintu surga terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta syaithan-syaithan diikat. Dengan demikian, Allah Ta’ala telah memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk masuk surga dengan ibadah dan amal shalih yang mereka perbuat pada bulan Ramadhan.
Mengingat berbagai keutamaan Ramadhan tersebut di atas, maka sangat disayangkan bila Ramadhan datang dan berlalu meninggalkan kita begitu saja, tanpa ada usaha maksimal dari kita untuk meraihnya dengan melakukan berbagai ibadah dan amal shalih.
Semoga ramadhan tahun ini akan lebih baik dalam hal amalan ibadah daripada tahun-tahun sebelumnya.
Ada banyak keutamaan yang hanya ada pada bulan Suci Ramadhan. Oleh karena itu ibadah di bulan Ramadhan harus lebih ditingkatkan lagi.
Keutamaan-keutaman bulan Ramadhan begitu banyak. Jika kita bertemu dengan Ramadhan betapa beruntungnya kita, karena di bulan itu segala amalan akan dilipatkan ganjarannya.***
Ayo ke Danau Sano Nggoang
Fatmawati, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah
Danau Sano Nggoang atau Danau Nggoang adalah danau vulkanik terluas dan terdalam di Nusa Tenggara Timur. Danau Sanonggoang terletak di Wae Sano, Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
Danau Sano Nggoang merupakan danau vulkanik paling luas yang ada di Nusa Tenggara Timur. Danau ini memiliki luas sekitar 5.500 ha dan dianggap sebagai danau paling dalam di dunia dengan kedalaman 600 m. Di sepanjang Danau Sano Nggoang ini terdapat beberapa desa yang merupakan tempat tinggal para penduduk setempat.
Desa pertanian yang tersebar di sekitar kawasan danau ini menampung sekitar 250 penduduk dengan rumah tradisional yang terbuat dari anyaman bambu. Selain itu juga ada rumah kayu dan juga bata modern. Desa-desa tersebut dibatasi oleh danau, bukit dan perkebunan.
Lokasi yang cukup terpencil serta ukuran desa yang hanya menampung sedikit penduduk menjadikan para pengunjung merasa tenang saat berada di kawasan wisata Danau Sano Nggoang.
Danau Sano Nggoang berada pada ketinggian 750 m di atas permukaan laut. Daya tarik yang dimiliki oleh danau ini adalah kandungan sulfurnya yang cukup tinggi. DI daerah danau wisata ini tercium bau belerang yang cukup menyengat. Oleh karena itu banyak pengunjung yang datang untuk menikmati sensasi pemandian dengan tujuan untuk memaksimalkan kesehatan kulit.
Selain mandi, masih banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan di kawasan wisata ini. Para pengunjung dapat melakukan tracking, menunggang kuda, fotografi dan juga mengamati burung.
Dari sekian banyak aktivitas yang menarik tersebut, menikmati pemandangan menjadi hal utama yang banyak diminati pengunjung. Hal ini karena pemandangan alam yang disuguhkan di Danau Sano Nggoang ini masih sangat alami dan indah.
Danau wisata ini menyimpan pemandangan yang memukau termasuk di antaranya bukit, hutan, flora fauna di sekitar danau. Semua pemandangan tersebut dapat dijadikan sebagai objek fotografi yang tepat. Matahari terbenam juga bisa dilihat di kawasan wisata ini. Bagi anda yang menyukai seni fotografi maka moment cantik tersebut bisa anda abadikan di kamera anda.
Selain menyuguhkan pemandangan yang indah dan terbilang cukup sepi, kawasan Danau Sano Nggoang ini juga memiliki habitat berbagai jenis burung. Diantaranya adalah gagak flores , itik gunung, itik benjut dan kipasan flores.
Beberapa aktivitas menarik yang bisa dilakukan di kawasan wisata Danau Sano Ngoang antara lain :
Fotografi
Tujuan berwisata salah satunya adalah untuk mengamadikan moment di tempat wisata yang didatangi. Anda dapat menyalurkan bakat fotografi anda di tempat wisata ini karena banyak spot yang bisa anda ambil dengan hasil yang memukau.
Keliling danau
Danau Sano Nggoang memiliki pemandangan sekeliling yang indah sehingga sangat disayangkan jika kita tidak mengeklirnya. Selain berjalan kaki, pengunjung juga dapat menunggang kuda untuk menikmati pemandangan sekeliing danau.
Tracking
Keindahan serta keasrian Danau Sano Nggoang juga bisa dinikmati dengan aktivitas tracking. Pengunjung dapat menyusuri puncak bukit yang terdapat di sekitar danau. Biasanya pengunjung memilih jalur tracking pendek Golo Dewa Peak yang juga disebut sebagai Puncak Savana.
Selain itu, di kawasan ini juga terdapat track lain yang cukup menantang yakni Puncak Poco Dedeng. Untuk dapat mencapai puncak tersebut pengunjung harus melewati hutan lebat dan bukit terjal. Dari puncak pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan kabupaten Manggarai dan juga kota Labuan Bajo jika cuaca sedang cerah.
Mengamati burung
Di Danau Sano Nggoang terdapat spesies burung yang berkicau merdu menambah nuansa syahdu saat kita berkunjung.
Budaya dan Religi
Kampung nenek moyang penduduk Nunang memiliki komplek tua yang terletak di atas perbukian Golo Mblecek. Menurut informasi, nenek moyang penduduk sekitar adalah dari kerajaan Bima serta Minangkabau. Di tepian danau juga nampak gereja yang menjadi pusat penyebaran agama katolik di desa Wae Sano.
Pemandian air hangat
Salah satu hal menarik yang ada dikawasan wisata ini adalah sumber air hangat alami. Sumber air ini dapat digunakan untuk merasakan sensasi mandi air hangat yang menenangkan. Banyak pengunjung yang rela datang dari jauh hanya untuk merasakan sensasi air hangat di danau ini.
Fasilitas Danau Sano Nggoang :
Homestay, Papan informasi, Peralatan untuk mengamati burung Indonesia
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Danau Sano Nggoang :
Kawasan wisata Danau Sano Nggoang ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00.
Harga tiket masuk wisata danau ini adalah Rp 20.000. Namun biasanya akan ada calo dan juga penyedia jasa transportasi yang menjadikan tarif sedikit membengkak.
Lokasi dan Rute Danau Sano Nggoang :
Kawasan wisata Danau Sano Nggoang terletak di Wae Sano, Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Rute untuk menuju lokasi wisata tersebut bisa ditempuh dengan menggunakan pesawat dan turun di bandara Denpasar. Setelah di Bali anda bisa naik kapal Feri menuju NTT dengan waktu sekitar 4-5 jam. Selanjutnya anda bisa menuju ke Labuan Bajo dengan menggunakan bus umum.
Danau Sano Nggoang merupakan salah satu destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur yang menyimpan kekayaan alam luar biasa. Berada di tempat yang terpencil menjadikan kawasan wisata ini terasa tenang dan damai jauh dari keramaian daerah perkotaan.
Tempat wisata ini sangat direkomendasikan bagi anda yang sedang kebingungan mencari tempat untuk mengisi waktu liburan. Selain dapat menikmati pemandangan yang indah dan memukau, pengunjung juga dapat melakukan beberapa aktivitas menarik.
Di antaranya seperti tracking yang menantang, menikmati keindahan habitat burung langka, fotografi dengan spot yang menarik dan juga mandi air hangat untuk memaksimalkan kesehatan kulit cantik anda.***
Media Sosial Memicu Perilaku Bullying
M. Farfan, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram
Media sosial, khususnya Facebook, seakan tidak bisa dipisahkan dari aktivitas kehidupan sehari-hari. Berbagai informasi dengan mudah didapatkan dan dibagikan lewat Facebook.
Selain itu facebook memiliki manfaat di antaranya:
Sebagai Tempat Untuk Mencari Teman, manfaat yang paling terasa dari bintang adalah kita dapat menjumpai teman lama kita disini.
Tempat diskusi, salah satu fitur di situs jejaring sosial ini adalah group, yang berfungsi seperti forum. Anda bisa berdiskusi tentang apapun.
Sebagai Tempat Untuk Menjalin Hubungan, Contohnya mencari pacar, karena di facebook mudah saja kita mendapatkan seorang pacar.
Sebagai Tempat Belajar Dan Bermain, disamping untuk bermain, di facebook juga bisa digunakan untuk mempelajari ilmu ilmu yang belum pernah kita temukan sebelumnya.
Tapi di samping manfaat, media sosial sayangnya juga disertai dengan dampak negatif, seperti cyberbullying atau perundungan di dunia maya.
Menurut saya, media sosial bisa memengaruhi perilaku sosial seseorang, termasuk bullying. “Media sosial berpengaruh besar dalam memicu tindakan bullying,”
Saya melihat penggunaan gadget dan media sosial pada anak muda saat ini kurang terkontrol. Mereka banyak yang menggunakan media sosial dan bebas menulis status serta komentar. Padahal belum sepenuhnya mampu menyaring informasi yang didapatkan.
Seringnya anak muda mengumbar kekesalan dan rasa benci terhadap sesuatu atau seseorang tidak lagi secara face to face, tetapi lewat media sosial tanpa adanya kroscek. Hal ini sangat mudah menyulut kemarahan dan kebencian.
Selain itu, munculnya tindakan bullying sendiri salah satunya akibat kurangnya peran orang tua atau keluarga dalam mendidik anak. Beragam faktor dalam keluarga menyebabkan seseorang menjadi pelaku bullying. Di antaranya seperti kurang perhatian, pola asuh yang terlalu tegas, serta kurang penghargaan.
Bullying ini menunjukkan ada yang salah dengan pendidikan dalam keluarga. Orang tua kurang memberikan penanaman budaya lokal dan nilai-nilai untuk memahami orang lain
Nah, untuk mencegah perilaku bullying, pemberian hukuman yang tegas perlu dilakukan terhadap pelaku. Cara ini bisa memberikan efek jera bagi para pelaku, yang disertai dengan pembinaan oleh pihak terkait.
Lalu bagaimana jika menjadi korban bullying? pentingnya support system seperti teman dan keluarga, untuk menunjukkan empati. Caranya bisa dengan mendengarkan keluhan, dan membesarkan hati untuk membangkitkan kepercayaan diri.***
Dampak Belajar Online Bagi Mahasiswa
SITI HASMAWATI, mahasiswa Program Studi Adminsitrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram
Pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah bagi para tenaga pendidik, merupakan perubahan yang harus dilakukan oleh dosen untuk tetap mengajar mahasiswa. Pendidikan jarak jauh memiliki tujuan agar meningkatkan mutu Pendidikan, dan relevansi pendidikan serta meningkatkan pemerataan akses dan perluasan pendidikan.
Pendidikan jarak jauh yang diselenggarakan dengan penjaminan kualitas yang baik, dan sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan salah satu mekanisme peluasan akses pendidikan tinggi.
Wabah Covid-19
Wabah covid 19 adalah masalah yang cukup menhebohkan Indonesia, bahkan dunia. Banyak tindakan atau peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid19.
Di antaranya, biasakan pola hidup sehat menjaga jarak, sering mencuci tangan, memakai masker saat beraktifitas luar rumah. Dan juga kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah adalah dengan merubah sIstem pendidikan di setiap instItusi pendidikan secara online.
Bentuk pendidikan juga tidak menyenangkan bagi sebagai mahasiswa atau pun pelajar. Kegiatan Belajar mengajar yang terpaksa dilaksanankan secara online bagi pelajar maupun mahasiswa sangat tidak efektif.
Masih banyak sekali keluhan para mahasiswa atau pun pelajar terkait pelaksana kuliah atau sekolah secara online. Selain tidak efektif, masalah biaya pun menjadi masalah utama. Uang yang dikeluarkan sangat banyak untuk membeli pulsa paketan.
Bukan hanya itu, karena serba online sehingga memaksa sebagian anak-anak di indonesia harus memakai media elektronik seperti handphone. Karena handphone juga merupakan pendukung kegiatan belajar online. Sebagian orang terpaksa harus memaksa orang tua mereka untuk membeli handphone android walaupun kondisi ekonomi orang tua tidak stabil.
Keluhan yang banyak muncul di kalangan mahasiswa yaitu mereka sudah membayar SPP dan biaya pembangunan, namun fasilitasnya tidak pernah mereka rasakan. Banyak di antara kalangan mahasiswa meminta pihak kampus untuk mengurangi sedikit biaya SPP atau uang pembangunan tersebut.
Guna untuk membeli paket internet di pedesaan juga memiliki banyak kendala mengenai penerapan sIstem belajar jarak jauh atau online. Karena faktor pendukung yang kurang memadai seperti tidak tidak adanya listrik dan jaringan yang bagus.
Sehingga memaksa mereka untuk keluar lagi dari kampung mereka untuk mencari jaringan dan tempat untuk ng-cargehandphone. Efeknya pun penyerahan tugas atau kehadiran dari mahasiswa atau pun pelajar tidak efektif karena tidak adanya alat pendukung yang memadai. Semua orang selalu berharap agar pandemi ini segera berlalu agar kita semua bisa melakukan aktifitas seperti dulu lagi.
Pembelajaran daring memiliki beberapa dampak terhadap mahasiswa, yaitu pembelajaran daring masih membingungkan mahasiswa. Mahasiswa menjadi pasif, kurang kreatif dan produktif, penumpukan informasi/konsep pada mahasiswa atau pelajar kurang bermanfaat, mahasiswa mengalami stress, serta peningkatan kemampuan literasi bahasa.***
Bahaya Pergaulan Bebas Generasi Baru
Widya Adi Prasetyo, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram
Kehidupan remaja pada zaman sekarang memprihatinkan. dimulai dari gaya hidup yang menggambarkan moral orang dalam masyarakat, dan bagaimana cara orang tersebut hidup.
Banyak remaja sekarang yang menyalahgunakan gaya hidup mereka. Terlebih remaja-remaja yang tinggal di kota-kota besar atau kota metropolitan. Mereka banyak menggunakan trend mode yang bergaya kebarat-baratan.
Remaja zaman sekarang selalu dikaitkan dengan teknologi. Masa remaja adalah masa dimana seseorang sedang mencari jati dirinya. Dengan demikian remaja tersebut dapat dengan mudah untuk meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang lain.
Menurut saya, remaja adalah yang berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Seseorang di golongkan sebagai remaja jika orang tersebut sedang mengalami masa pubertas nya.
Masa pada umur 18-22 tahun ini kerap membuat masyarakat resah terhadap tingkah lakunya. Contohnya, melakukan tauran sesama remaja dan meminum minuman keras. terlebih melakukan hubungan yang terlarang yang di larang oleh agama (Islam).
Akhir-akhir ini, Indonesia berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Apa yang dikhawatirkan? Tidak dapat dipungkiri bila dikatakan, gaya hidup baru pribadi masyarakat Indonesia cenderung hedonisme (mencari kesenangan) seperti hura-hura, hal ini memicu perilaku seks bebas, khususnya di kalangan remaja.
Pergaulan bebas di Indonesia sering terjadi di kota-kota besar seperti JABODETABEK, dan sekitarnya tapi juga di berbagai kota kecil, banya remaja terkontaminasi pergaulan bebas.
Dampak Pergaulan Bebas
Siapa sih yang tidak tahu apa itu penyakit Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immunune Deficiency Syndrome atau yang lebih dikenal dengan sebutan HIV/AIDS? Nah, salah satu penyebab penyakit itu adalah pergaulan bebas yang memicu perilaku seks bebas.
Ada banyak penyebab remaja melakukan pergaulan bebas, khususnya kalangan pelajar. Penyebab tiap remaja mungkin berbeda, tetapi semuanya berakar pada penyebab kurangnya pegangan hidup remaja dalam hal keyakinan/agama, dan ketidakstabilan tingkat emosional.
Hal tersebut menyebabkan perilaku yang tak terkendali pada remaja, dan pola pikir rendah.
Sikap mental yang tidak sehat dan pola pikir yang salah, remaja merasa bangga terhadap pergaulan yang tidak sepantasnya. Mereka melakukannya hanya semata-mata untuk menyenangkan diri, dan tidak ingin dianggap rendah karena rasa gengsi yang berlebih.
Pelampiasan rasa kecewa, ketika remaja mengalami tekanan, karena kekecewaan terhadap orangtuanya, yang terlalu otoriter ataupun membebaskan, sekolah yang memberikan tekanan terus-menerus (banyaknya tugas dan menurunnya prestasi). Dan lingkungan masyarakat yang memberikan masalah sosialisasi memicu pola pikir negatif dan cenderung mengambil langkah salah untuk menghibur diri.
Majunya perkembangan zaman,globalisasi juga. Lagi-lagi globalisasi mempengaruhi pola pikir remaja, hanya karena ingin terlihat modernisasi atau bergaya, banyak diantaranya yang mengikuti beberapa budaya Barat yang tidak sesuai dengan nila Pancasila, misalnya bergaya pakaian sesuai artis-artis yang mengenakan pakaian kurang pantas. Coba kamu pikirkan lagi, menjadi diri sendiri tentu lebih menyenangkan, bergaya boleh saja asalkan tidak memaksakan diri dan tentunya sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.
Perilaku Bebas, Pancasila dan Hukum
Tidak hanya penyakit HIV/AIDS dampak dari pergaulan bebas, terlebih seks bebas. Aborsi pun marak dilakukan di kalangan pelajar, tahukah kamu jika hal tersebut merupakan pelanggaran hukum dan HAM, serta penyelewenangan dari ideologi bangsa Indonesia?
Menurut UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, pada Pasal 9 ayat (1) mengenai Hak Hidup, “setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup dan meningkatkan taraf kehidupannya”, pada 53 ayat (1) mengenai Hak Anak, “ setiap anak yang sejak dalam kandungan, berhak untuk hidup, mempertahankan hidup, dan meningkatkan taraf kehidupannya.” A
dapun tertera pada Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 28A, “setiap orang berhak untuk hidup serta mempertahankan hidup dan kehidupannya.” Sudah jelas tertera secara hukum tertulis bahwa aborsi merupakan tindakan pencabutan atau penghilangan nyawa seseorang atau hak hidup seseorang secara paksa yang termasuk dalam bentuk pelanggaran HAM.
Ada pepatah mengatakan “masuk ke kandang kambing tapi tidak seperti kambing” itu berarti kita menempatkan diri dalam suatu lingkungan tetapi kita bisa memilah mana hal positif yang menguntungkan untuk dilakukan dan tidak terjerumus kedalam hal negatif yang justru merugikan.
Bergaul bukan hanya untuk ketenaran dan kesenangan semata, tetapi jadikan itu sebagai wadah membentuk pribadi yang berjiwa kemasyarakatan dan menghargAi sesama. Jadilah diri sendiri agar tahu bagaimana orang disekitar nyaman berkomunikasi denganmu
Hmm… Cobalah memberanikan diri untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam isi hatimu yaa.. jangan menyimpan perasaan dan permasalahamu seorang diri.***
Apa Kabar dengan Kuliah Daring?
Risqa Qiratun Aryati, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram
Siapa sangka semua ini akan terjadi? Siapa mengira bahwa awal tahun ini akan menjadi awal tahun yang penuh kisah pilu? Siapa yang mau jika negaranya dilanda wabah menyedihkan seperti ini?.
Tidak ada yang menyangka, tidak ada yang mengira, dan tidak ada yang mau. Kabar huru-hara terdengar di seluruh penjuru negeri ini, karena datangnya tamu tak diundang, tamu yang membahayakan, tamu yang menjadi ancaman.
Virus yang mengganggu sistem pernapasan manusia ini sangat mudah untuk berpindah tempat dari satu insan ke insan lainnya. Tak mengenal usia, tak mengenal pekerjaan, tak mengenal penyakit lain, virus korona dapat menjangkiti siapa pun, bahkan orang yang terlihat sehat pun, tak dihiraukan oleh virus ini.
Tak terkecuali Indonesia sudah menjadi salah satu negara yang warganya positif terkena virus korona.
Kian hari kian merebak. Hal tersebutlah yang membuat pemerintah negeri ini mengeluarkan kebijakan pembatasan social (social distancing) untuk mengurangi persebaran virus korona di Indonesia. Dan banyak sekolah, kampus, tempat ibadah, bahkan para pekerja yang mengeluarkan kebijakan untuk bekerja atau belajar dari rumah.
Kuliah daring
Belajar dari rumah untuk mahasiswa dan Sudah banyak kampus yang mengeluarkan kebijakan kuliah daring. Berbagai aplikasi dan platform digunakan untuk menunjang keberlangsungan belajar mahasiswa dengan dosennya.
“Enak sih jadi punya waktu yang lebih fleksibel.”
Kegiatan kuliah daring memang dapat diakses dimana saja dan di waktu yang telah ditentukan bersama. Materi perkuliahan yang diberikan oleh dosen melalui kuliah daring juga dapat dipelajari kembali dengan mudah oleh mahasiswa di waktu yang lebih fleksibel.
Baik dosen maupun mahasiswa juga dapat lebih menguasai teknologi informasi dan komunikasi di tengah era globalisasi yang menuntut manusia untuk hidup bersama teknologi. Mahasiswa juga dapat melakukan pembelajaran dengan lebih santai dengan caranya masing-masing saat mengikuti perkuliahan secara daring.
Memang, kuliah daring memberi waktu yang lebih luang bagi beberapa mahasiswa, sehingga dapat melakukan kegiatan lain yang disukai dengan waktu yang banyak. Namun, tak bisa dipungkiri, mahasiswa pun juga manusia yang memiliki perbedaan.
“Bosan”
“ Tidak enak”
“Kuliah terus di bayar”
“Paket terus di isi”
“ Lelah menatap layar terus hampir setiap hari”
Ya, kenyataannya tidak semua mahasiswa merasakan kenikmatan dari kuliah daring. Justru ada yang mengeluh akan sistem kuliah daring yang dijalani dan menyatakan lebih senang melakukan kuliah secara tatap muka. Tak hanya itu, tenggat waktu yang diberikan pun semakin membuat mahasiswa berasa ingin memiliki otak seperti Albert Einstein yang cerdas dalam hal pengetahuan.
“Asli, tugas banyak banget, bukan kuliah daring melainkan tugas daring, dan setiap minggu selalu ada tugas, kadang dosennya enggak ngasih sesuai jadwal, terkadang juga kasihnya sekarang besok terakhir dikirim,”
Saya merasa, kuliah online seakan menjadi mimpi buruk bagi kami karena dihantui dengan banyaknya tugas yang diberikan oleh dosennya, tanpa menjelaskan materi perkuliahan yang seharusnya kami terima.
“Jadi lebih capek aja karena enggak ada batasan waktu. Kapan kita belajar sama kapan kita mengerjakan tugas, seperti menyatu gitu,”
Tak pelak, bahwa tugas online yang diberikan oleh dosen, dan tentunya harus dikerjakan oleh mahasiswa mengundang banyak rasa yang mewarnai hari-hari mereka.
Aneh bukan? Kuliah online yang padahal dilakukan di rumah dengan berbagai cara yang nyaman yang dapat diciptakan oleh mahasiswa itu sendiri, tetapi malah membuat mahasiswa lelah.
Lelah yang dirasakan pun beragam. Lelah terlalu banyak menulis, lelah terlalu sering menatap layar laptop, lelah karena otak dipaksakan untuk mengerti materi yang diberikan karena tidak ada penjelasan dari dosen, dan lelah karena dikejar-kejar oleh tugas yang berdatangan sambung-menyambung seperti kereta.
bagaimana tidak? Kuliah daring yang tiba-tiba harus dilaksanakan ini turut membuat dosen kelimpungan. Tidak semua dosen menguasai teknologi saat ini. Boro-boro menyajikan materi lewat daring, melalui power point di kelas saja tidak menjamin mahasiswanya menerima pelajaran dengan baik dan jelas.
Ya mau bagaimana lagi, dosen juga pasti bingung mau mengajar seperti apa, mengoreksi hasil tugas mahasiswa bagaimana. Hanya meratapi ini semua sambil berharap korona cepat berlalu
Harapan mahasiswa
Ketar-ketir mahasiswa maupun dosen atau pihak kampus yang lainnya memang tak bisa dihindari. Kaget pasti ada, sebab ini semua terjadi tanpa ada rencana di jauh-jauh hari sebelumnya. Kebijakan yang dibuat hari lalu juga pasti dibuat atas dasar desakan keadaan.
Banyak yang berharap kepada kampus-kampus yang berdiri di negeri ini agar dapat menciptakan konsep yang lebih efektif lagi untuk kegiatan kuliah daring ini.
“Saya berharap banget kampus bisa kasih kebijakan yang menunjang kegiatan belajar mengajar secara daring ini. Berikan yang terbaik buat mahasiswa yang kuliah online. Bukan cuma kampus yang repot sama kebijakan itu, tapi mahasiswa juga repot karena kendala keterbatasan komunikasi, apalagi banyak dosen yang tak acuh sama komunikasi via online, soalnya mahasiswa juga mau komunikasi sama dosen dengan baik-baik,”
Buat pemerintah yang membuat kebijakan di negara ini. Tolong saya berharap banget kasih kebijakan yang sangat bisa dinikmati oleh kampus, mahasiswa, dan juga pemerintah sendiri. Saya tahu pandemik Covid-19 ini memang tidak diharapkan kedatangannya di Indonesia, tetapi sifat cepat tanggap harus benar-benar dilaksanakan, karena banyak hubungannya dengan proses akademik di sekolah dan perguruan tinggi.
”Kalau misal kuliah tidak maksimal sekarang kan juga berpengaruh buat kita ke depannya yang akan menggantikan posisi pemerintah saat ini,”
Mungkin saat ini bisa menjadi sejarah bagi Indonesia, bahwa rindu besar-besaran pernah terjadi di negeri ini. Tak ada yang bisa bohong akan kerinduan yang mahasiswa alami. Bagaimana tidak? Keseharian mahasiswa adalah di kampus, bukan di rumah saja seperti ini.
Terlambat bangun pagi saat ada kelas pagi, terburu-buru melangkahkan kaki ke kampus, suasana riuh di kelas. Selain itu mahasiswa pasti mencari makanan di kantin. Gurauan mereka yang memiliki kemampuan humoris saat sedang menunggu pergantian kelas, tak dapat dirasakan untuk sementara waktu.
“Sumpah kangen banget sama kuliah. Kangen teman-teman sama kangen suasana kampus,”***
Generasi Milenial Bicara Demokrasi
NILMA YANTI UTARI, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mattaram
Demokrasi berasal dari bahasa Yunan; demos dan kratos, demos berarti (rakyat) kratos (pemerintahan). Demokrasi menurut ahli, Abraham Lincolin, demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Berbicara demokrasi tentu tidak lepas berbicara mengenai proses bagaimana memenangkan suatu pertarungan sehingga mencapai singgasana yang paling tinggi (kekuasaan).
Dalam setiap pertarungan tentu ada beberapa faktor yang menarik kita kaji secara mendalam, apa dan bagaimana demokrasi yang seharusnya. Ketika kita melihat proses demokrasi yang terjadi di tiap tingkatan kekuasaan, baik dari tingkat paling bawah (pemilihan Kepala Desa) sampai tingkat pusat (pemilihan Presiden), tidak jarang menghadirkan kondisi kondisi yang keluar dari konteks kehidupan sosial masyarakat.
Perebutan kekuasaan mampu menyeret individu bahkan kelompok untuk berbuat tindakan Tindakan anarkisme karena hasrat untuk berkuasa yang menggebu gebu.
Seperti yang diketahui di Lombok Timur pada Tahun 2021 akan mengadakan Pemilihan secara serentak di beberapa Desa, yakni sebanyak 29 Desa.
Rencana pelaksanaan pilkades serentak itu pada tanggal 28 Juli, tutur Muhammad Hairi, Kepala Dinas Pemerintahan dan Kelembagaan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lombok Timur.
Konflik horizontal merupakan hal yang menjadi perhatian khusus setiap elemen disetiap proses demokrasi di Indonesia. Karena bukan tidak mungkin lagi hal hal sensitif yang seharusnya tidak dikeluarkan di muka umum Jjustru menjadi senjata ampuh para petarung dalam melancarkan siasat. Bahkan isu isu ras, money politik dan kecurangan kecurangan sangat rentan terjadi dalam setiap konstalasi politik.
Tentu hal hal demikian akan mengundang konflik dalam kehidupan sosial masyarakat. Lalu pertanyaan mendasarnya, adalah bagaimana keterlibatan Generasi Milenial (Pemuda) dalam menetralisir konflik yang akan terjadi dalam proses demokrasi, khususnya di beberapa Desa yang akan melaksanakan Pilkades di Lombok Timur?
Berbicara mengenai Generasi Milenial (Pemuda/i) tentu tidak lepas dari bagaimana berpengaruhnya pemuda dalam menciptakan kondisi dilingkungan masyarakat, spirit pantang menyerah dan emosional yang kadang kadang tidak mampu dikontrol akan berdampak pada perbuatan perbuatan yang keluar dari konteks bagimana kehidupan sosial yang aman dan damai.
Tentu diperlukan keterlibatan pemuda mengambil bagian dalam menciptakan dan mengembalikan cita-cita demokrasi yang seharusnya. Perbedaan pendapat dan perbedaan pilihan seharunya dijadikan menjadi warna positif dalm kehidupan sosial, bukan sebaliknya.
Pemuda perlu bersatu untuk mengawal proses demokrasi dengan menyerukan perdamaian di lingkungan sosial masing masing untuk terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. ***
Bahaya Bagi Pengguna Narkoba
Adhe Ningsih, mahasiswa Progran Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram
Menurut organisasi Kesehatan Dunia (WHO, World Health Organization) Narkotika dan obat obatan terlarang atau biasa disingkat Narkoba, didefinisikan semua zat padat, cair, ataupun gas yang dimasukan ke dalam tubuh dan bisa mengubah fungsi dan struktur tubuh baik secara fisik ataupun psikis.
Di indonesia sendiri narkoba juga di kenal dengan sebutan NAPZA (Narkotika, Psikoptropika, dan Zat Adiktif)
Menurut WHO (1982) semua zat padat, cair maupun gas yang di masukan ke dalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis, tidak termasuk makanan, air dan oksigen di mana dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal.
Narkotika adalah zat/ obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun semi sintesis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan
Psikotropika Zat/obat alamiah atau sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan prilaku
Zat adiktif adalah bahan lain bukan narkotika atau psikoptropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik. Misalnya alkohol, rokok, cofein.
Salah satu dampak terbesar dari penyalahgunaan narkoba adalah bisa memengaruhi kesehatan seseorang. Di lihat dari fisik luarnya aja, pengguna narkoba sama sekali tidak menarik dengan badanya yang kurus karena pengguna narkoba kehilangan nafsu makan.
Selain itu, pengguna narkoba juga rentan terkena berbagai gangguan kulit contohnya infeksi Narkoba juga mengakibatkan gangguan syaraf contohnya kejang, berhalusinasi tinggi, hingga kehilangan kesadaran. Jangan terkeju jika pengguna narkoba akan kesulitan untuk mendapatkan keturunan di karenakan narkoba dapat mempengaruhi hormon reproduksi manusia.
Tak hanya itu, pengguna narkoba juga rentan terkena penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS yang sampai sekarang belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya.
Dalam pemakaian pada dosis yang sudah terlalu banyak bisa menyebabkan overdosis hingga kematian.
Psikologi, sering gelisah, kurang percaya diri, kesulitan bergaul dan sering di timbuli perasaan tertekan, stres serta depresi.
Lingkungan sosial, pengguna narkoba sering kali diabaikan oleh masyarakat, tidak ada yang bergaul dengan mereka. Sebaliknya pengguna narkoba justru mendapat celaan serta akan di jauhi. Akibatnya hubungan sosial dengan masyarakat pun terputus. ***
Media Sosial yang Membuat “Candu”
Yanti, mahasiswa Progran Studi Adminiistrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram
Seiring dengan mudahnya masyarakat mengakses Internet, media sosial seperti Facebook, Instagram, Whatsapp, Twitter, Youtube, Tik tok dan aplikasi lainnya, merupakan media yang paling sering digunakan oleh masyarkat untuk berbagai macam keperluan mulai dari pekerjaan hingga sebagai sarana untuk sekedar hiburan.
Semenjak adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia mengharuskan masyarakat untuk beraktivitas dari rumah. Aktivitas lain seperti berinteraksi sosial secara langsung juga harus terbatas tidak leluasa seperti dulu.
Tingkat penggunaan media sosial menjadi meningkat. Media sosial menjadi pilihan masyarakat sebagai solusi untuk sarana interaksi dan komunikasi di kala pandemi. Selain sebagai sarana komunikasi media sosial juga berperan sebagai sarana refresing pengusir penat dan rasa bosan setelah beraktivitas dari rumah seperti WFH, kuliah online, sekolah online maupun pekerjan-pekerjaan yang lainnya.
Saat ini, media sosial tentunya sudah menjadi bagian dari kehidupan mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur. Pengguna media sosialpun juga beragam mulai dari anak -anak hingga orang tua juga mulai menggunakan media sosial.
Media sosial menyuguhkan berbagai platfom yang dapat diakses melalu perangkat smartphone. Aplikasi media sosial tersebut menyuguhkan berbagai fitur yang menarik. Dalam media sosial kita bisa mencari berita yang sedang hangat, menonton bola, menonton video, berkomunikasi dan lainnya. Tak heran lagi, media sosial menjadi alat komunikasi teratas apalagi dikala pandemi seperti ini.
Namun dengan seringnya menggunakan media sosial, masyarakat menjadi “candu” terhadap sosial media. Mereka seperti enggan untuk jauh-jauh dari media sosial, kaoan dan dimanapun mereka berada masyarakat selalu mengakses internet.
Seperti ungkapan “menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh” seperti benar adanya. Karena saat ini, sebagai orang hanyut dalam keasikannya berselancar di media maya hingga lupa akan kehidupan nyata.
Bahkan mereka menghiraukan bahwa disamping mereka ada teman, keluarga ataupun saudara. Mereka lebih aktif dimedia sosial ketimbang aktif didunia nyata.***