Lombok Marathon 2017, Amburadul dan Mengecewakan

Soal kekecewaan peserta, pihak KONI NTB menganggap kurang sabar saja, padahal medali sudah ada cuma terlambat dikirim dari Singapura, dan Lombok Marathon diaktakan sebagaqi sport tourism terbaik di Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com —  – Lomba lari Marathon 2017 yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB bersama Dinas Pariwisata hari Minggu (29/01) 2018 pagi, yang diharapkan menjadi sport tourism  andalan,  berlangsung mengecewakan.

Pelaksanaan kegiatan tersebut meuai keluhan peserta,  sebab tidak mendapatkan baju dan medali sesuai janji panitia.

“Mestinya, KONI harus kerjasama dengan dunia lari supaya tidak amburadul seperti ini. Kalau begini, harus kita dievaluasi lagi, ” ungkap Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL Moh Faozal, Minggu (29/1).

Faozal mengatakan, teknis pelaksanaan ada di KONI, Dispar hanya siapkan venue sport tourism kemudian branding wisata NTB, dan tidak ada persoalan yang ditangani Dispar

“Asli, belajar dari berbagai persoalan, malu sekali rasanya. Yang jelas, pasca ini kita akan evaluasi, sungguh memalukan pelaksanaan kegiatan kali ini,” tegasnya terus terang.

Faozal mengaku, tidak terlibat dalam teknis lomba karena yang mengatur pendaftaran adalah KONI dengan dunia lari.

“Kecewa sekali, jika pelaksanaan sperti ini sangat berdampak ke NTB,” cetusnya.

Faozal menambahkan, kegiatan tersebut bermakna untuk mendorong Lombok sebagai venue sport tourism di Indonesia. Karena penyelenggaraan Lombok Marathon merupakan event tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2016.

Sehingga, diharapkan dapat mendorong dan menjadikan Pulau Lombok sebagai daya tarik sport tourism di Indonesia.

“Padahal setelah ajang ini akan ada lagi Rinjani 100, yang akan dilaksanakan Mei 2018,” terangnya.

Untuk diketahui sebanyak 5.000 pelari dari 15 negara dipastikan ikut dalam penyelenggaraan Lombok Marathon yang ikut meriahkan tersebut.

Lima belas negara itu, antara lain Amerika Serikat, Australia, Belanda, Kanada, Denmark, China, Francis, Jerman, Jepang, Malaysia, Kenya, Puerto Rico, Singapura, Ukraina, dan tuan rumah Indonesia. Bahkan, jumlah pelari dan negara masih diperkirakan akan bertambah.

“Tapi, pelaksanaan sangat mengecewakan, ini perlu di evaluasi, “terangnya.

Kepada wartawam, Ketua KONI NTB Andy Hadianto, menyampaikan yang bertolak belakang. Andy menyatakan,  Lombok Marathon menjadi sport tourism terbaik di Indonesia. Bahkan, memiliki ciri khas seperti lari marathon di tempat lain.

“Sebenarnya kita ingin happy ending. Agar jadi ciri khas tersendiri. Agar bisa kalahkan event lari di tempat lain,” ucapnya.

Disinggung soal kekecewaan peserta? Andy menegaskan, itu karena kurang sabar saja. Padahal medali sudah ada, cuma terjadi keterlambatan pengiriman dari Singapura sehingga, proses pemasangan tidak langsung saat finish.

Dia mengaku, medali diperuntukkan bagi 500 finisher pertama saja, bukan bagi semua peserta.

“Mungkin peserta lokal juga beranggapan dapat medali semua, itu yang bikin ricuh. Soal baju, lengkap kok, malah tersisa, siapa bilang tidak dapat,” kilahnya.

Yang jelas, semua sudah dijelaskan dari awal terhadap peserta lokal mengenai medali. Tapi karena tidak paham, kalau menginginkan medali supaya kumpulkan nomor lari agar diantarkan ke alamat bersangkutan.

Pantau wartawan di lapangan banyak peserta kecewa bahkan teriak minta medali juga baju. Termasuk, panggung juga jebol akibat.

Salah seorang peserta sempat melontarkan kekecewaan.

“Pak Wagub, kita ini mau diapain, apakah biarkan kami seperti ini. Pimpin daerah kok kayak begini,” tutupnya salah seorang peserta asal Surabaya yang enggan sebut namanya.

AYA




Lombok Marathon Digelar 28 Januari

Total hadiah mencapai Rp 300 juta, Lombok Marathon akan menarik minat para pelari dan wisatawan

MATARAM.lombokjournal.com –  Lombok Marathon yang kedua kalinya, diputuskan akan digelar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, tanggal 28 Januari 2018.

“Setelah kita Tunda di bulan Desember, akhirnya kita putuskan pada 28 Januari 2018,” ujar Kepala Dispar NTB Lalu Muhammad Faozal saat jumpa pers di Kantor Dispar NTB,   Selasa (23/1).

Mestinya ajang ini dilaksanakan akhir tahun lalu, namun ditunda lantaran adanya bencana erupsi Gunung Agung di Bali.

Faozal menjelaskan, ajang Lombok Marathon ialah satu dari berbagai kegiatan wisata olahraga atau sport tourism yang digelar NTB, selain Rinjani 100 pada Mei mendatang.

Dikatakan, Lombok dan Sumbawa memiliki geografis yang sangat tepat dalam pengembangan sport tourism.

Persiapan ajang Lombok Marathon terus dikebut dan sudah mencapai tahap final. Ajang sport tourism seperti ini, bisa mendatangkan sedikitnya 5 ribu peserta dan menarik masyarakat sekitar untuk ikut memeriahkan.

“Kita akan sosialisasi kepada masyarakat akan ada penutupan jalur pada ruas tertentu seperti di wilyah senggigi , jalan Langko hingga Finish didepan Kantor Gubernur,” jelas Faozal.

Sementara itu,Ketua Koni NTB Andy Hadianto mengatakan, 5 ribu peserta akan ikut dalam ajang ini dan berasal dari 15 negara, antara lain Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Kanada, Denmark, Cina, Perancis, Jerman, Jepang, Kenya, Malaysia, Purto Riko, Singapura, dan Inggris.

Lombok Marathon sendiri terbagi dalam empat kategori. Untuk kategori jarak 42 Km dan 21 mengambil titik start di Senggigi, Lombok Barat. Sedangkan, rute 5 Km dan 10 Km akan start di kawasan kota tua Ampenan, Mataram.

“Ini ajang kedua, setelah tahun lalu dilaksanakan. Untuk tahun ini, kita kemas dengan lebih baik dan juga semarak,” kata Andy.

Andy berkaca pada penyelenggaran lomba lari marathon yang digelar Bali. Dari sisi penyelenggaraan, Bali berhasil mengemas agenda lari marathon dengan begitu maksimal lantaran adanya partisipasi masyarakat.

Masyarakat yang wilayahnya dilewati para pelari menyuguhkan berbagai kesenian khas Bali sebagai penyemangat bagi para pelari. Andy berharap, Lombok mampu mengikuti jejak Bali dalam hal penyelenggaraan lomba lari marathon yang berkelas dunia.

“Saat finish nanti para pelari akan disuguhkan dengan kesenian dan jamuan tradisional khas Lombok seperti makanan dan tarian-tarian khasnya,” ucap Andy.

Dengan total hadiah mencapai Rp 300 juta, Andy optimistis Lombok Marathon akan menarik minat para pelari dan juga wisatawan.

AYA

 




Juara Liga 1, Bhayangkara FC Bertanding Eksibisi di GOR Turide, Mataram

Memang tak semua pemain inti datang, tapi kapten tim Bripda Indra Kahfi dan Putu Gede Dirgantara akan bermain dalam pertandingan eksibisi di GOR Turide

MATARAM.lombokjournal.com — Tim juara Liga 1 Bhayangkara FC akan bertanding eksibisi di Gelanggang Olah Raga (GOR) Turida, Mataram, Sabtu (16/12).

Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli mengatakan itu saat acara Konferensi Pers di kediaman Kapolda NTB, Jumat (15/12).

“Besok tim Bhayangkara FC akan bertanding eksibisi dengan tim Polda NTB dan tim All Star NTB di GOR Turide,” ujar Kapolda NTB.

Firli mengatakan, pihaknya sengaja mengundang Bhayangkara FC datang ke NTB selain untuk merayakan keberhasilannya menjuarai Liga 1, juga untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) NTB yang ke 59.

“Khusus kita datangkan untuk menyambut rangkaian dari acara HUT NTB yang ke 59 pada 17 Desember mendatang” ungkapnya

Di tempat sama, Manager Lapangan Bhayangkara FC, Kompol I Ketut Kantor mengatakan, dalam kunjungannya ke NTB ini, ia membawa sebanyak 16 orang pemainnya. Namun, pihaknya tidak bisa membawa semua pemain inti Bhayangkara FC karena sebagian memang berhalangan hadir.

“Untuk pemain inti dan pemain asing, kita tidak bisa bawa karena masih ada yang libur dan menghadiri acara yang lain,” ungkapnya.

Ia memastikan, dua pemain inti Bhayangkara FC yaitu kapten tim Bripda Indra Kahfi dan Putu Gede Dirgantara akan bermain dalam pertandingan eksibisi di GOR Turide besok.

“Mereka berdua akan main besok,” kata dia.

Usai makan siang dan Conferensi Pers, rombongan tim Bhayangkara FC langsung melakukan konvoi keliling kota Mataram menggunakan mobil Baracuda dan kendaraan milik Polda NTB lainnya.

AYA




Gunung Agung Meletus, Lombok Marathon Diundur 28 Januari 2018

Dengan diikuti 18 negara, panitia mentargetkan 5000 peserta yang akan meramaikan Lombok Marathon kedua ini

MATARAM.lombokjournal.com —  Panitia Lombok Marathon 2017, akhirnya mengambil keputusan final, yakni menunda pelaksanaan event sport tourism tersebut, yang sediannya akan digelar 3 Desember 2017 terpaksa diundur pada 28 Januari 2018.

Penundaan event itu diungkapkan Ketua Umum KONI NTB, H Andy Hadianto, kepada wartawan media cetak dan elektronik di Mataram, Selasa (28/11). karena erupsi Gunung Agung Bali yang merembes pada ditutupnya beberapa bandara di Indonesia.

Termasuk Bandara Internasional Lombok, dan kondisi itu menghambat kedatangan para peserta.

Disebutkan Andy, hingga saat ini sudah terdaftar 18 negara yang yang siap mengirim para pelari marathonnya. Diantaranya Malaysia, Kenya, Thailand, Amerika Serikat, Portugal, Prancis, Jerman, Swedia, Timur Leste, United Kingdom, Jepang, Philipina, Brazil, Australia, Italia, Hongkong, Singapura dan Indonesia.

“Ada 18 negara yang sudah memastikan diri mengirim pelarinya, termasuk pelari dari dalam negeri. Beberapa negara lainnya akan menyusul mendaftar. Panitia sendiri mentargetkan 5000 peserta meramaikan Lombok Marathon kedua ini,” jelas Andy yang didampingi Ketua Panitia Lombok Marathon 2017, Wibowo Budi Santoso dan Ketua PASI NTB, H Suhaimi, Bendahara, Turmuzi dan Humas Dr Kadri.

Sebagai perbandingan, tahun 2016 lalu, Lombok Marathon diikuti oleh 2.800 pelari. Mereka datang dari 20 negara.

“Tahun lalu, Lombok Marathon menyediakan hadiah sampai Rp 500 juta. Hadiah-hadiah itu diperebutkan dari nomor-nomor seperti full marathon, half marathon, ekiden (tim empat pelari secara estafet) dan nomor-nomor hiburan 10 dan 5 kilometer,” terang andy

Lombok Marathon dihajatkan sebagai kegiatan tahunan yang diinisiasi dunia lari, dimana lomba yang lintasan larinya dipastikan rute-rute yang menyajikan pemandangan menarik bagi para peserta.

Lombok Marathon sudah disertifikasi oleh IAAF (International Association of Athletics Federations) dan AIMS (Association of International Marathons and Road Races).

AYA

BACA JUGA : Posko Mendata kedatangan Pengungsi Gunung Agung, Dibuka di Lembar




Gerak Jalan Sehat Kebangsaan, Menghargai Jasa Pahlawan

Peserta jalan sehat ditraktir makan sate, cilok dan nasi bungkus dari para pedagang yang berjualan di sekitar acara

MATARAM.lombokjournal.com – Gerak Jalan Sehat Kebangsaan diselenggarakan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (05/11).

Penyelenggaraan gerak jalan tersebut untuk menyambut peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017, yang diikuti ribuan ASN, para Guru, pelajar dan berbagai elemen masyarakat daerah seribu masjid.

Gerak jalan kebangsaan juga digelar serentak  di daerah lain di seluruh Indonesia. Di Mataram mengambil star dan finish depan Pendopo Gubernur NTB dengan melewati jalan Pejanggik ke arah Timur dan belok kanan perempatan Karang Jangkong.

Kemudian berputar  ke jalan Catur Warga  menuju perempatan Kamboja dan belok kanan  menuju Bank  Indonesia. Dari perempatan tersebut,  seluruh peserta bergerak ke arah timur dan finish  kembali di Pendopo Gubernur NTB.

Selain disediakan puluhan hadiah door prize,  yang menarik kepada para peserta yang sebagian besar merupakan masyarakat dan karyawan/karyawati Pemprov NTB, serta pelajar SMA/SMK se – Kota Mataram, juga disediakan menu makanan khas daerah seperti sate, soto, bakso, nasi bungkus dan lain-lain secara gratis yang disantap di akhir acara.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, Ph.D saat melepas peserta jalan sehat tersebut mengatakan, kegiatan itu merupakan  salah satu cara menghargai jasa-jasa para pahlawan.

Salah seorang di antaranya adalah seorang tokoh putra terbaik NTB, Yakni Maulan Syeikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid, yang insya-Allah dalam waktu dekat akan ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Karena itu, Sekda meminta seluruh masyarakat mendukung Maulana Syeikh sebagai pahlawan nasional. Namun Sekda yakin, kakek Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi tersebut akan menjadi salah satu pahlawan Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Apalagi antusiasme masyarakat NTB sangat tinggi menyambut penetapan tersebut.

Di akhir acara jalan sehat tersebut,  Sekda mempersilahkan seluruh peserta jalan sehat untuk makan sate, cilok dan nasi bungkus dari para pedagang yang berjualan di sekitar acara.

“Silahkan adik-adik boleh pilih mau makan dimana. Gratis,” ujar Sekda dengan gaya santai.

Kemudian, panitia penyelenggara membagikan doorprize sesuai dengan nomor undian yang diperoleh peserta.

AYA/Hms

BACA JUGA ;

Maulanasyeikh (Hampir Pasti) Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

 




Rinjani Golf Tournament 2017, Atraksi Sport Tourism Setelah Sepeda

Sebagai sport tourism, olahraga golf menjadi pelengkap setelah gencar dilombakan olahraga sepeda dan lari marathon

MATARAM.lombokjournal.com — Rinjani Golf Tournament 2017  akan digelar Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Golong, Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB, pada 9 Desember mendatang.

“Golf menambah jualan kita terkait atraksi sport tourism, di samping sejumlah ajang sport tourism lain yang telah dahulu dilaksanakan,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal kepada wartawan, Kamis (19/10).

Rinjani Golf Tournament 2017 merupakan salah satu ajang wisata olahraga (sport tourism) yang sedang digencarkan NTB.

Faozal menambahkan, Rinjani Golf Tournament 2017 menjadi pelengkap atraksi sport tourism NTB setelah sebelumnya menggelar ajang sport tourism di bidang sepeda, hingga lari.

Pengembangan sport tourism, perlu digencarkan secara berkelanjutan. Sebab, NTB memiliki potensi sumber daya alam yang besar, untuk mendukung pengembangan sport tourism.

Ia mengatakan, pemilihan Desember sebagai waktu penyelenggaraan mengingat kondisi cuaca yang mendukung, dan bersamaan dengan hari jadi Provinsi NTB.

” Kita pilih Desember karena itu merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT NTB, ” tegasnya.

Dinas Pariwisata menargetkan 100 orang peserta mengikuti ajang ini, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti 85 peserta.

“Dari Malaysia juga sudah kita infokan untuk ikut.  Ini (golf tournament,red) jualannya  lebih mudah. Karena kita tinggal komunikasi dengan komunitas golf yang ada dimasing – masing wilayah,” pungkasnya

AYA




Open Tournament Kejuaraan Silat Rektor Cup Unram 2017, Diikuti 260 Pesilat Se Lombok

Open Tournament ini merupakan ajang mengukur kemampuan dan prestasi pesilat pemula, yang nantinya akan lahir bibit-bibit pencak silat yang bagus di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Turnamen terbuka pencak silat kembali digelar dalam Kejuaraan Pencak Silat Lombok Rektor Cup Universitas Negeri Mataram 2017.

Kejuaraan itu berlangsung di Auditorium Unram selama  empat hari tersebut, diikuti sebanyak 260 peserta dari 32  perguruan silat yang ada di Pulau Lombok.

Kegiatan memperebutkan piala bergilir tersebut akan berlangsung hingga hari Minggu (15/10) mendatang, mempertandingkan kelas usia dini, remaja dan seni tunggal baku.

Diharapkan melalui kegiatan tersebut, IPSI dapat melakukan pembinaan untuk generasi pesilat NTB.

Menurut Ketua IPSI Kota Mataram, yang juga Ketua Pengurus Daerah perguruan pencak silat Merpati Putih NTB, H. Agus Hidayatullah, kegiatan ini untuk mengembangkan budaya bangsa. Diharapkan akan motivasi lebih banyak yang tertarik belajar silat, ssebab silat membangun karakter kepribadian  yang positif.

“Menurut saya ajang ini merupakan ruang untuk mengukur kemampuan dan prestasi untuk pesilat pemula. Dari sini nantinya akan lahir bibit-bibit pencak silat yang bagus di NTB,” tuturnya.

Antusiasme para pesilat pemula terlihat dari banyaknya peserta dan sporter yang datang menyemarakkan acara.

“Banyak yang hadir ya dari peserta maupun sporter, itu artinya kegiatan ini diminati,” tutur Agus

Pertandingan yang di selenggarakan dari pagi hingga malam tersebut, tidak menyurutkan semangat mereka. Walau terlihat dari beberapa pertandingan para peserta tidak sedikit  yang keseleo dan memar.

Namun hal tersebut tidak mematahkan harapan para pesilat untuk bertanding menjadi juara di kelas yang di ikuti.

AYA

 




TGB Ajak Jadikan Disporseni Ajang Berbagi Ilmu

Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tuan rumah Disporseni yang diikuti 154 peserta

TGB menabuh ‘gendang beleq’

MATARAM.lombokjournal.com — Pekan Diskusi Ilmiah, Olahraga dan Seni (Disporseni) hendaknya tidak semata-mata ajang kompetisi. Lebih jauh harus dijadikan medium berbagi ilmu.

Gubernur NTB. Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan harapan itu, dalam  sambutan selamat datangnya pada Disporseni Universitas Terbuka (UT) Wilayah Timur Tahun 2017, di Asrama Haji NTB Mataram, Kamis (12/10).

Menurutnya, Disporseni  merupakan salah satu sarana mempererat silaturrahim, menggalang sinergitas serta ajang bertukar pikiran antar sesama  mahasiswa.

Tahun ini, Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi tuan rumah Disporseni UT, dengan peserta 154 orang. Pesertanya berasal dari mahasiswa UT Mataram, para mahasiswa UT wilayah timur , seperti Denpasar, Kupang, Majene, Kendari, Makassar, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, dan Jayapura.

Di hadapan seluruh kontingen yang akan bertanding itu, secara khusus, Gubernur juga memberi motivasi kepada seluruh mahasiswa UT.

“Masa depan Republik Indonesia berada di tangan anak-anak muda. Boleh saja UT itu sistem belajarnya jarak jauh tapi bukan berarti kualitasnya tidak baik. UT memang biayanya murah tetapi kualitasnya tidak berarti murahan, UT adalah salah satu jalan negara untuk menjalankan amanahnya,” tutur Gubernur.

Gubernur yang akrab disapa TGB ini menambahkan, dengan metode belajarnya yang unik karena berlangsung jarak jauh, mahasiswa  UT terus diharapkan agar semangat membangun integritas, kejujuran dan disiplin, serta berkomitmen terhadap nilai-nilai yang diyakini.

“Bagaimanapun, masa depan bangsa ada di tangan anak-anak muda,” tegas TGB.

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara, Dra Ngadi Marsinah MPd menyampaikan, Disporseni akan berlangsung 11-14 Oktober mendatang. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa di bidang diskusi ilmiah, cabang olahraga dan seni , termasuk untuk memotivasi mahasiswa dalam untuk berprestasi secara sehat.

Kesempatan yang sama, Rektor Rektor Universitas Terbuka , Prof. Drs. Ojat Darojat, M. Bus, PhD, juga menyampaikan harapannya, agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar, . Ia berharap, kontingen dapat berpartisipasi secara sportif serta melakukan yang terbaik, demi mengharumkan mama daerah masing-masing.

“Tunjukkan bakat dan prestasi anda tidak kalah dengan mahasiswa perguruan tinggi lain,” tutupnya.

AYA




Indoor Archery Tournament 2017 Piala Gubernur, Mencari Bibit Atlet Panahan

Banyak event kejuaraan panahan, makin terbuka mendapat bibit yang handal

Wagub NTB, H Muh Amin dan ketua KONI NTB, Andy Hadiyanto.

MATARAM.lombokjournal.com — Turnamen olahraga panahan merebut Piala Gubernur NTB yang bertajuk Indoor Archery Tournament 2017, dibuka Wagub NTB H. Muh Amin, SH., M. Si di GOR 17 Desember Provinsi NTB, Jum’at (08/09)sore.

Kegiatan ini berlangsung 3 hari, yakni 8-10 September, di Padepokan Silat, GOR ‘17 Desember’ Turida. Turnamen diikuti 170 peserta dari 22 Club Perpani Kab/Kota se-NTB.

Dikatakan Wagub, adanya turnamen menunjukkan olah raga panahan saat ini kian diminati masyarakat NTB.  Animo masyarakat NTB sangat antusias memajukan olahraga panahan.

Dengan pembinaan terus menerus dan support dari pemerintah serta partisipasi warga masyarakat, diharapkan akan lahir atlet-atlet panahan yang handal di NTB.  Dengan banyak event kompetisi, bisa jadi cara merekrut bibit-bibit atlet pannahan.

“Kita bisa cari bibit yang handal dengan berbagai event yang kita selenggarakan,” ucap Wagub.

Penyelenggaraan event ini diharapkan dilakukan dengan serius.  Wagub menyemangati, tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Peluang ada, dan yang penting kesempatan dan support kepada anak-anak.

Nasehat Wagub, prestasi bisa diraih, kalah bukan akhir, menang bukan segalanya. “Prestasi tidak kenal kata menyerah, selamat bertanding, junjung tinggi kejujuran dan sportivitas,” katanya.

Acara pembukaan turnamen ini dihadiri Kepala Dispora NTB, Ir. Hj. Husnanidiaty Nurdin dan Ketua KONI NTB Andy Hadiyanto.

Sebelumnya Ketua panitia, Fauzan Abdullah menyampaikan, penyelenggaraan turnamen sebagai wujud dan realisasi prestasi olahraga di NTB, khususnya pelajar.  Selain itu, merupakan langkah awal rekrutmen atlet menuju ajang nasional dan internasional.

Turnamen ini sebagai moto penggerak gairah masyarakat berolahraga, dan lebih jauh mencari bibit atlet panahan khususnya kalangan pelajar.

Turnamen ini yang diselenggarakan kerjasama PERPANI NTB dengan DISPORA dan KONI NTB ini, dilombakan beberapa kategori. Untuk pelajar dibagi: Kategori tingkat SD 10 meter; Kategori SMP Individual dan Beregu 18 meter (indoor); Kategori SMA Individual dan Beregu 18 meter (indoor);

Sedang Kategori Dewasa Wanita Individu 18 meter (indoor); Kategori Dewasa Pria Instinctive 18 meter (indoor); Kategori Dewasa Pria Recurve Bow 18 meter (indoor); dan Kategori Dewasa Pria Compound Bow 18 meter (indoor).

AYA/Hms

 

 




Di Ajang Sea Games, Atlet NTB Ukir Prestasi

Gubernur berharap ada putera NTB yang menyumbangkan medali di Ajang Asian Games tahun 2018

MATARAM.lombokjournal.com —  Dari enam atlet NTB yang dikirim, lima di antaranya berhasil menyabet medali.  Ketua KONI NTB H. Andy Hadianto menyampaikan, atlet NTB sudah berskala nasional bahkan internasional.

“Alhamdulillah dari 6 atlet yang dikirim, 5 atlet berhasil memperoleh medali,” ujarnya saat menemui Gubernur bersama Kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Prov. NTB Hj. Husnanidiaty Nurdin di Mataram, Selasa (5/9).

Perolehan Medali Atles Asal NTB pada ajang Sea Games 2017 di Malaysia, yaiitu Medali Emas : I Gusti Bagus Saputra Cabang Olahraga BMX, Medali Perak: Ahmad Zigi Zaresta Yuda Cabang Olahraga Karate, Fadlin & Iswandi Cabang Olahraga Atletik Lari Estafet 4×100 Meter Putra, Medali Perunggu: Andrian Cabang Olahraga Atletik Lari 400 Meter Gawang.

Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi bersyukur anak-anak NTB ikut memberikan kebanggaan bagi Indonesia, melalui prestasi di ajang Sea Games Tahun 2017 di Malaysia. “Alhamdulillah, NTB melalui kalian berhasil menyumbangkan prestasi untuk Indonesia,” ungkapnya

Gubernur mengatakan,menang kita syukuri dan kalah menjadi pelajaran untuk tingkatkan kemampuan diri,” ujar Gubernur saat menerima Ketua KONI, H. Andy Hadianto di Ruang Tamu Gubernur.

Dikatakan, pentingnya memiliki spirit fighter bagi atlet yang akan berkompetisi. Para atlet dipesan terus berlatih agar berprestasi pada ajang Asian Games tahun 2018.

“Harus ada putera NTB yang menyumbangkan medali di Ajang Asian Games,” harapnya.

AYA