NTB Tuan Rumah Kejuaraan Nasional IOF Seri pertama, Gubernur Buka Rakernas IOF 2020

Kejuaraan Nasional IOF menjadi ajang pemanasan sebelum perhelatan MotoGP berlangsung

LOBAR.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah membuka Rakernas Indonesia Off-Road Federation (IOF) 2020 di Hotel Aruna Senggigi Lombok Barat, Jumat (20/11/20).

Mengusung tema “Strengthen Communication Based On Information Technology For Mutual Progress”, Rakernas IOF berlangsung dari tanggal 19 sampai dengan 21 November 2020.

Gubernur H Zulkieflimansyah

Gubernur menyampaikan terima kasih atas ditunjuknya NTB selaku tuan rumah Rakernas IOF tahun ini.

Diharapkan, Rakernas berjalan lancar dan sukses, Ia mengajak peserta Rakernas untuk turut pula meluangkan waktu menikmati keindahan alam selama berada di NTB.

“Karena itu kami dari Pemerintah Provinsi NTB merasa sangat tersanjung, para sahabat semua berkenan datang di tempat kami,” ucapnya.

Bang Zul panggilan akrab Gubernur menyebut, kegiatan off-road mempunyai warisan yang bukan hanya sekadar program-program kerjanya.

Lebih dari itu, warisan terbesar dari kegiatan off-road dikatakan Bang Zul ialah rasa persaudaraan dan kekeluargaannya.

Bang Zul kemudian menyinggung tema yang diangkat Rakernas IOF yakni “Strengthen Communication Based On Information Technology For Mutual Progress”.  Tema yang diusung begitu menarik, karena menarik Informasi dan Teknologi (IT) di dalamnya.

Ia berharap keberadaan IT dapat menjadi sarana untuk memperbaiki dan membangun jembatan komunikasi yang lebih baik lagi.

“Nanti kami akan melakukan apa saja yang bisa dibantu supaya kegiatan ini sukses di kemudian hari,” tutur Bang Zul.

Bang Zul sempat meminta kegiatan off-road ke depan memiliki warna yang berbeda.  Salah satunya dengan menghadirkan sejumlah kendaraan listrik yang tentunya merupakan karya dari anak-anak muda di daerah.

“Karena NTB ini Alhamdulillah berkah juga dari musibah bukan hanya mampu membuat produk-produk lokal berteknologi tinggi, tapi anak-anak NTB mampu membuat sepeda motor listrik dengan kualitas yang internasional,” ungkapnya.

Bang Zul optimis kegiatan off-road akan memiliki warna dan daya tarik tersendiri , terlebih dalam menyambut dan menyemarakkan gelaran MotoGP Mandalika 2021..

Ketua Umum IOF, Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH bersyukur kegiatan Rakernas dapat berlangsung di NTB dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Dijelaskan, Rakernas IOF merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan guna mensinergikan dan mengesahkan program kerja untuk tahun 2021.

“Alhamdulillah, kerinduan rekan-rekan untuk berkumpul hari ini terobati dengan kita bisa hadir bersama, untuk duduk bersama dalam rangka Rakernas 2020,” ungkapnya.

Sam juga menyampaikan, IOF berupaya meningkatkan konsistensi demi mengoptimalkan potensi baik di skala nasional hingga internasional. Dengan begitu, kahadiran IOF diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Salah satu upaya menyukseskan upaya ini, Sam mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu IOF telah melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR RI.

Rapat tersebut dalam rangka memberikan partisipasi menyusun, memberi sumbangsih terhadap isian masalah tentang sistem olahraga nasional.

“Disepakati bahwa kita nantinya akan diakomodir dalam Undang-Undang Sistem Olahraga Nasional dan Insya Allah olahraga off-road ini akan menjadi salah satu cabang olahraga dalam sistem keolahragaan nasional,” ungkap Sam.

Lebih lanjut, Sam mengarahkan seluruh jajaran IOF untuk tetap melaksanakan berbagai kegiatan positif yang menambah erat kesetiakawanan dan juga tetap mengedepankan protokol kesehatan yang telah dianjurkan.

“IOF akan mengoptimalkan seluruh potensi dan sinergi internal guna menghasilkan organisasi IOF yang satu dan solid melalui perubahan yang lebih baik serta peningkatan komunikasi internal, eksternal yang terjalin harmonis dengan keterbukaan dalam hubungan kerjasama dengan semua pihak,” jelasnya.

Sam juga memberikan dukungan penuh terhadap NTB yang akan segera menjadi salah satu tuan rumah perhelatan akbar MotoGP 2021 di Mandalika, Lombok Tengah. Tak sampai di situ, Ia juga turut menyetujui usulan Pengda IOF NTB untuk menggelar event Kejuaraan Nasional Indonesia Off-Road Federation seri pertama.

NTB Tuan Rumah

Sebelumnya, Ketua Pengda IOF Provinsi NTB, Dr. H. L. Herman Mahaputra menyerukan kesiapan NTB sebagai tuan rumah event Kejuaraan Nasional Indonesia Off-Road Federation seri pertama. Ia berharap seluruh dukungan dari jajaran Pemprov NTB dalam menyukseskan hal tersebut.

Hal ini juga disebut Herman dapat sekaligus menjadi ajang pemanasan sebelum perhelatan MotoGP berlangsung.

“Kami Pengurus Daerah (Pengda) IOF NTB sudah melakukan 2 kali eksekusi di Mandalika, kami lihat juga disitu masih lumayan luas dan kami Pengda NTB bercita-cita ingin melakukan kegiatan produktif,” terangnya.

Sementara untuk penyelenggaraan Rakernas, Ia bersyukur kegiatan ini akhirnya dapat dilaksanakan setelah sebelumnya mengalami penundaan. Ia Menjelaskan bahwa kegiatan Rakernas semula dijadwalkan berlangsung pada bulan maret lalu, namun harus ditunda dikarenakan pandemi Covid-19.

Untuk itu, Ia berharap poin-poin terhadap regulasi pada Rakernas 2019 yang seharusnya diaplikasikan pada tahun ini dapat ditingkatkan untuk kemudian dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang.

Pembukaan Rakornas IOF dihadiri Danrem 162/WB, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB, serta Pengurus Daerah (Pengda) IOF se-Indonesia.

Rr/HmsNTB




Gubernur Resmikan Sekolah Berkuda Di Sumbawa

Memantapkan sekolah berkuda tersebut, dalam waktu dekat Bang Zul akan mengirim sekitar sepuluh pelatih ke Bandung untuk langsung belajar bagaimana menjinakkan kuda, menunggang kuda serta berbagai keterampilan terkait berkuda

SUMBAWA.lombokjournal.com —  Gubernur DR. H Zulkieflimansyah didampingi istri, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc. meresmikan sekolah berkuda, di Sekolah Samawa Cendakia, Kabupaten Sumbawa, Minggu (01/03/2020).

Sebelumnya, Gubernur Zul mengungkapkan keinginannya menghadirkan sekolah berkuda di NTB, tidak lama setelah menutup training sekolah berkuda Februari 2020 lalu.

Sekolah berkuda Samawa Cendekia itu didirikan sebagai wahana untuk mendidik dan melatih para atlet kuda di NTB.

Diharapkan dari sekolah itu akan lahir para pelatih dan atlet kuda terlatih yang akan mengikuti berbagai cabang olah raga berkuda, baik tingkat nasional maupun internasional.

Kehadiran sekolah berkuda dinilai penting, sebab, potensi kuda di NTB, khususnya di Pulau Sumbawa sangat besar.

Potensi tersebut harus dimanfaatkan, sehingga kuda-kuda NTB yang terlatih dapat dimanfaatkan mengikuti berbagai lomba berkuda. .

“Sekolah berkuda ini penting. Karena, Kabupaten Sumbawa ini terkenal dengan kudanya. Tapi banyak kuda yang tidak sekolah. Sekolah berkuda bukan hanya untuk belajar menunggang saja, tapi untuk melatih kudanya juga,” kata gubernur.

Untuk semakin memantapkan sekolah tersebut, dalam waktu dekat, Bang Zul akan mengirim sekitar sepuluh pelatih ke Bandung untuk langsung belajar bagaimana menjinakkan kuda, menunggang kuda serta berbagai keterampilan terkait berkuda.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Sahril, M. Pd memberikan dukungan terhadap keberadaan sekolah berkuda tersebut.

Setelah peresmian itu akan dilakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat terkait keberadaan sekolah dan olah raga berkuda.

“Kita juga berpikir bagaimana olah raga ini masuk dalam kurikulum. Walaupun tidak dalam kurikulum tersendiri tapi setidaknya terintegrasi dalam mata pelajaran olahraga atau kurikulum muatan lokal,” jelasnya.

Ia bersama jajaran Dikbud Sumbawa akan merumuskan hal tersebut. Sehingga, pada tahun ajaran 2020-2021, olah raga berkuda sudah masuk dalam kurikulum.

“Secara kesehatan kita ketahui bahwa olahraga berkuda ini sangat bagus bagi anak didik di SD sampai dengan SMA. Karena secara fisik dan mental akan melatih keberanian. Salah satu merangsang saraf saraf motorik kita dan bagi kita yang laki-laki ini akan menguatkan ruas-ruas tulang belakang kita,” katanya.

Ditambahkan, olah raga berkuda bermanfaat untuk melatih keberanian dan kemandirian bagi anak.

AYA/HmsNTB




Gubernur NTB Launching ‘Kompas Tambora Challenge 320K’ Tahun 2020

Dengan kondisi geografis dan cuaca yang ekstrem di Pulau Sumbawa, akan membuat race ini lebih menantang untuk ditaklukkan

lombokjournal.com —

JAKARTA – “Kompas Tambora Challenge 320”. Race Ultra Marathon dengan rute terekstrem dan terpanjang se-Asia Tenggara yang diselenggarakan surat kabar harian Kompas, akan berlangsung pada 22-25 Juli 2020.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah hadir dalam launching kegiatan tersebut,  Jum’at (21/2/2020) di Senayan, Jakarta,  mengucapkan terimahkasih kepada Kompas yang menjadikan NTB sebagai salah satu tujuan diselenggarakannya kegiatan bergengsi tersebut.

Dikatakan, kegiatan Kompas Tambora Challenge bisa menjadi motivasi dan munculnya bibit bibit baru atlet lari jarak jauh yang berasal dari NTB.

“Terimakasih kepada Kompas yang sudah menyelenggarakan kegiatan hebat ini. Mudah mudahan pelari hebat yang berpartisipasi di Tambora Challenge bisa menjadi motivasi bagi pelari asal NTB untuk ikut serta dalam event seperti ini,” kata Gubernur Zul.

Tahun ini, Kompas Tambora Challenge 320K akan melewati rute yang sama dengan tahun sebelumnya, dimulai dari Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat dan berakhir di Doro Ncanga, Kabupaten Dompu.

Sepanjang rute, para pelari akan melalui rute jalan provinsi yang sepi dan tenang dengan pemandangan yang indah di sepanjang pesisir pantai dengan rata-rata ketinggian di bawah 80 meter.

Dengan kondisi geografis dan cuaca yang ekstrem di Pulau Sumbawa, akan membuat race ini lebih menantang untuk ditaklukkan.

Kompas Tambora Challenge 320K – 2020 masih akan mempertandingkan 2 kategori yaitu: individual dan relay baik putra maupun putri.

Peserta kategori individual akan menempuh jarak 320 KM seorang diri, sedangkan peserta dalam kategori relay akan terdiri dari dua pelari yang secara bergantian akan menempuh jarak masing-masing 160 KM.

Berdasarkan evaluasi, kemampuan peserta semakin meningkat tiap tahunnya. Terbukti dengan mampunya mereka mencapai garis finis kurang dari 65 jam.

Tahun ini, cut off time (COT) atau batas waktu tempuh pelari diperpendek dari 68 jam menjadi 64 jam untuk kategori individu, dan 60 jam untuk kategori relay/beranting.

Perubahan COT di Kompas Tambora Challenge 320K tahun ini tentunya akan semakin menantang para peserta untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi.

Selain tantangan batas waktu yang semakin dipersempit, tahun ini Kompas Tambora Challenge 320K akan memberikan apresiasi tambahan berupa hadiah bagi para pelari yang berhasil memecahkan rekor catatan waktu tahun sebelumnya.

Diharapkan akan lebih banyak peserta yang berpartisipasi di tahun ini, dan tidak akan menutup kemungkinan untuk membuka kesempatan bagi pelari elite internasional untuk mengikuti ajang lomba ultra marathon ini.

Di luar tantangan yang akan dihadapi, pelari sebenarnya diharapkan dapat tetap menikmati indahnya Pulau Sumbawa.

Seperti yang diungkapkan Hendra Siswanto, podium pertama kategori individu putra tahun 2019.

“Race adalah saatnya selebrasi, kita nikmati perjalanannya, kita sapa para penduduknya, dan kita nikmati keindahan bumi Sumbawa,” katanya.

Harian Kompas sebagai pihak penyelenggara berharap dengan adanya perubahan tantangan terhadap pelari di tahun ini, peserta yang akan ikut bertanding nanti akan lebih siap menyusun strategi menaklukkan “jalur neraka” Sumbawa.

Hal lain yang menarik dari Pelaksanaan lomba ultra-marathon ini, masyarakat luas dapat mengikuti perjalanan pelari-pelari tangguh yang mereka dukung melalui fitur live tracking yang dapat diakses di official website Kompas Tambora Challenge 320K.

AYA/HmsNTB




Anggota Komite III DPD RI Diajak  Tinjau  Sirkuit MotoGP Mandalika

KEK Mandalika memiliki konsep pengembangan pariwisata berwawasan lingkungan dengan pembangunan obyek-obyek wisata dan daya tarik wisata,  yang berorientasi kepada kelestarian nilai dan kualitas lingkungan hidup yang ada di masyarakat

 MATARAM.lombookjournal.com — Gubernur NTB, DR. H Zulkieflimansyah mengajak 12 anggota komite III DPD RI  yang melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi NTB meniinjau lokasi  Sirkuit MotoGP Mandalika di Lombok Tengah, Selasa (18/02/20).

Sebelum meninjau KEK Mandalika, Gubernur Zul di ruang kerjanya menyampaikan, NTB adalah tempat lahirnya atlet-atlet nasional, khususnya di bidang atletik.

“Mungkin karena setiap hari berjalan kaki bahkan lari untuk ke sekolah,” canda Gubernur Zul.

Tapi justru disitulah mereka di tempa fisiknya secara alami oleh alam, tegas Gubernur

Evi Apita Maya selaku senator tuan rumah (asal NTB), menyampaikan maksud kedatangan rombongan Komite III DPD RI ke NTB yakni menyerap aspirasi daerah tentang permasalahan keolahragaan Nasional.

Termasuk progres dari kesiapan daerah terhadap penyelenggaraan MotoGP.

Menurut Evi, daerah harus mampu memanfaatkan event tersebut untuk memperoleh keuntungan. Menjadikan event  MotoGP sebagai event sport tourism di pasar internasional.

Ke-12 anggota tersebut antara lain Evi Apita Maya (NTB), Muhammad Gazali (Riau), Sylviana Murni (DKI Jakarta), Abdi Sumaithi (Banten), Hilmy Muhammad (DI Yogyakarta), Ahmad Kanedi (Bengkulu),  Hilda Manafe (NTT), Andi Muhammad Ihsan (Sulsel), Habib Zakaria Bahasyim (Kalsel), Fernando Sinaga (Kalsel), Iskandar Muda Baharudin Lola (Sulbar), dan Maya Rumantir (Sulut).

Sylviana Murni, senator asal DKI Jakarta berharap, Gubernur Zul juga mengembangkan olahraga modern seperti squash.

Senator yang juga Ketua Umum PB Persatuan Squash Indonesia ini menyatakan, NTB punya potensi dan peluang besar untuk turut mengembangkan olahraga squas.

“Hanya membutuhkan lapangan yang tidak terlalu besar, dan bisa dimulai di sekolah sebagai kegiatan ekstra kurikuler,” imbuh Sylvi.

Mengakselerasi pariwisata

Sesampai di Mandalika, anggota Komite III DPD RI dibuat takjub dengan konsep pengembangan KEK Mandalika.

I Wayan Karioka selaku GM ITDC di hadapan rombongan Komite III DPD RI menjelaskan, Mandalika ditetapkan sebagai KEK Pariwisata Mandalika  dengan PP No 52 Tahun 2014.

Dengan luas area sebesar 1.035,67 Ha dan menghadap Samudera Hindia, KEK Mandalika diharapkan dapat mengakselerasi sektor pariwisata NTB yang sangat potensial.

KEK Mandalika memiliki konsep pengembangan pariwisata berwawasan lingkungan dengan pembangunan obyek-obyek wisata dan daya tarik wisata,  yang berorientasi kepada kelestarian nilai dan kualitas lingkungan hidup yang ada di masyarakat.

Kunjungan ditutup dengan silaturahim dan makan bersama di Sempiak Villas Selong Belanak.

AYA/HmsNTB




Brigjen TNI Ana Supriatna, Tutup Latihan Berkuda  Di Sumbawa

Dengan hadirnya sekolah berkuda ini bisa di gunakan sebagai ajang untuk rekreasi maupun mengasah bakat sehingga melahirkan atlit berkuda baik di level nasional dan bahkan internasional

SUMBAWA.lombokjournal.com — Komandan Pusat Kesenjataan Kaveleri Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD (Danpusenkav Kodiklatad) Brigjen TNI Ana Supriatna, S.I.P., M.Si.,M.Tr (Han) didampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., menutup Latihan Sekolah Berkuda Samawa Cendikia di Komplek Sekolah Islam Terpadu Samawa Cendikia jalan Samota Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa, Minggu (16/2).

Danpusenkav Kodiklatad Brigjen TNI Ana Supriatna, S.I.P., M.Si.,M.Tr (Han) dalam sambutannya menyampaikan pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Gubernur NTB, atas kepercayaan yang diberikan kepada Satuan Kaveleri untuk melatih para pelatih berkuda di sekolah berkuda.

Menurutnya, manfaat kuda pada satuan Kaveleri adalah sebagai alat transportasi dalam medan perang yang mudah dilatih dan pihaknya memiliki sekolah latihan kuda yang siap digunakan di medan perang.

“Apa yang disampaikan oleh para pelatih agar dapat dikembangkan di sekolah, dan kami terbuka jika ada yang ingin ditanyakan terkait masalah kuda,” tutup Danpusenkav Kodiklatad yang dilanjutkan dengan pernyataan penutupan latihan berkuda.

Sebelumnya, Gubernur NTB mengucapkan terimakasih kepada Danpusenkav Kodiklatad beserta jajarannya terutama Denkavkud yang telah berkenan hadir dan memberikan pelatihan kepada sekolah berkuda, sehingga ke depan kami bisa menghadirkan sekolah berkuda di Kabupaten Sumbawa.

Dijelaskannya, kegiatan ini bukan merupakan suatu yang kebetulan dimana sekolah berkuda ini bertujuan untuk melatih dan memberdayakan kuda pacu menjadi kuda tunggang.

Karena biasanya kuda pacu yang sudah tua dan tidak di pakai lagi di arena pacuan akan di jadikan untuk menjadi alat transportasi (menarik dokar), atau di sembelih untuk di konsumsi dagingnya.

“Alangkah baiknya jika kuda pacu yang sudah tua diberdayakan menjadi kuda tunggang sehingga bisa menjadi lebih bermanfaat, karena kuda merupakan binatang yang sangat unik,” ujar Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB.

Selain itu Bang Zul juga berharap dengan hadirnya sekolah berkuda ini bisa di gunakan sebagai ajang untuk rekreasi maupun mengasah bakat sehingga melahirkan atlit berkuda baik di level nasional dan bahkan internasional.

“Semoga dengan adanya pelatih berkuda yang telah dilatih oleh Denkavkud ini bisa menjadi pelatih yang mempuni di sekolah berkuda Samawa Cendekia,” pangkas Bang Zul yang disambut teouk tangan.

Usai pernyataan penutupan, acara dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata dari Danpusenkav Kodiklatad kepada Gubernur NTB dan foto bersama.

AYA




NTB Cocok Dikembangkan Jadi Sekolah Berkuda

“Kuda itu mahluk yang agak unik. Kalau anda sudah merawat, berinteraksi lama dengannya, dia akan mampu membaca pikiran dan perasaan pemiliknya”

SUMBAWA.lombokjournal.com —  NTB dinilai cocok untuk pengembangan sekolah berkuda, dan menjadi tempat.untuk mendidik anak-anak sehingga memiliki skill berkuda yang terlatih.

Bang DR. H. Zulkieflimansyah  menyampaikan itu saat penutupan  Training Berkuda, di Vila Matahari Kabupaten Sumbawa, Minggu (16/02/2020). Kegiatan itu ditutup Pimpinan Pusat Senjata Kavaleri, Brigjen TNI Ana Supriatna, S.IP, M.Si, M.Tr(Han).

Untuk melatih kuda tersebut, dibutuhkan waktu serta skill yang mumpuni, bahkan sekolah khusus. Untuk itu, Bang Zul mengatakan, akan bekerja dengan TNI untuk terus melatih anak-anak NTB menguasai teknik berkuda.

Yaitu dengan cara mendatangkan pelatih dari TNI ke NTB atau anak-anak NTB yang akan dikirim ke Pusat Pelatihan TNI di Bandung.

Dengan cara mendatangkan pelatih dari TNI ke NTB, atau anak-anak NTB yang akan dikirim ke Pusat Pelatihan TNI di Bandung.

Di hadapan para peserta dan pelatih training berkuda yang digelar sejak 17 Januari 2020 lalu itu, Bang Zul mengatakan bahwa berkuda itu memiliki banyak manfaat.

Di samping untuk olah raga, berkuda juga dapat menghilangkan kejenuhan dalam beraktivitas.

“Kuda itu mahluk yang agak unik. Kalau anda sudah merawat, berinteraksi lama dengannya, dia akan mampu membaca pikiran dan perasaan pemiliknya,” ungkap Gubernur.

Gubernur berharap, hadirnya sekolah berkuda itu mampu melahirkan pelatih kuda andal. Tentunya dengan bekerjasama dengan para pelatih yang dimiliki TNI Angkatan Darat.

Brigjen TNI Ana Supriatna menyambut baik rencana Bang Zul yang akan bekerjasama dengan TNI AD terkait sekolah berkuda.

Ia menuturkan sejak zaman penjajahan, sala satu alat perang andalan Indonesia adalah kuda. Kuda lanjutnya, banyak dimanfaatkan untuk membawa amunisi dan logistik.

Selain untuk alat perang, kuda juga dimanfaatkan untuk kejuaraan olah raga berkuda, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Pelatih Berkuda selama sebulan, Sersan Satu Kifli mengaku senang melatih pemuda NTB dalam berkuda. Meski tidak mudah, namun teknik-teknik dasar berkuda dapat diserap lebih cepat.

“Sebenarnya waktu satu bulan itu belum cukup. Kita butuh waktu sekitar enam bulan untuk mahir betul,” katanya.

Latihan berkuda ini dilaksanakan sejak 17 Januari 2020. Selama 30 hari, peserta yang terdiri dari para guru dan orang tua murid SD IT Insan Cendekia Sumbawa dilatih teknik dasar berkuda.  Seperti menjinakkan, menunggangi serta mengendalikan kuda.

AYA/HmsNTB




Silaturrahmi WBCC Dan PLN Melalui Gowes dan Bhakti Sosial

Alumnus Akmil 1993 tersebut mengajak dan mengimbau masyarakat agar memanfaatkan waktu untuk menjaga kesehatan dengan berolahraga setiap hari minimal 30 menit

LOBAR.lombokjournal.com  –  Sliaturrahmi tidak hanya dilakukan secara formal, namun juga bisa dilakukan dengan berbagai cara atau kegiatan.

Seperti yang dilakukan Korem 162/WB bersama PLN Nusa Tenggara Barat dengan menggelar gowes bersama dengan titik start lapangan Sangkareang dan finish di Kantor PLN, Jumat (31/01/20).

Menurut Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH. M.Han., gowes Wira Bhakti Cycling Club (WBCC) dengan PLN NTB sebagai salah satu upaya untuk membina komunikasi dengan semua pihak, baik instansi pemerintah maupun non pemerintah.

Tujuannya menciptakan hubungan dan sinergitas yang baik antar instansi dalam menjalan tugas dan kewajiban memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

WBCC dan PLN NTB menyusuri  route lapangan Sangkareang, jalan Pejanggik, Transmart Sweta, belok kiri Rumah Sakit Jiwa Selagalas, Sayang-Sayang, Perempatan Rembiga belok kanan menuju Pasar Gunungsari belok kiri ke arah Sandik.

Kemudian ke pertigaan Meninting belok kiri, menuju Ampenan dan finish Kantor PLN jalan Langko Mataram, juga diikuti para pecinta olahraga sepeda dari berbagai kalangan termasuk rekan-rekan Wartawan.

Selain itu, kata Danrem, pihaknya bersama para peserta gowes juga memanfaatkan waktu istirahat di cek point PLN Montong untuk melaksanakan kegiatan pembersihan taman rekreasi di Desa Sandik Kecamatan Gunungsari, dan menanam bibit pohon disekitar taman.

“Selain olahraga juga ada kegiatan karya bhaktinya, jadi seperti kata pepatah satu kali mendayung dua tiga pulau terlampaui,” ujarnya.

Alumnus Akmil 1993 tersebut mengajak dan mengimbau masyarakat agar memanfaatkan waktu untuk menjaga kesehatan dengan berolahraga setiap hari minimal 30 menit atau satu jam dengan jenis olahraga sesuai dengan hoby.

AYA




HUT  Korem 162/WB Ke 59,  Korem Gelar Pertandingan dan Perlombaan Berbagai Cabor

Melalui momentum peringatan HUT Korem akan menyelenggarakan lomba dan kejuaraan dari berbagai Cabor yang tersebar di wilayah Kodim jajaran Korem 162/WB

MATARAM.lombokjournal.com —  Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., memimpin rapat koordinasi terkait berbagai acara kegiatan yang akan diselenggarakan menyambut dan memeriahkan HUT Korem 162/WB ke 59 tahun 2020, 24 Pebruari mendatang, di Aula Sudirman Makorem 162/WB, Jumat (24/01/20).

Dijelaskan Danrem, kegiatan yang akan diselenggarakan mulai dari sosial kemasyarakatan hingga berbagai lomba dan kejuaraan cabang olahraga.

“Berbagai kegiatan itu akan kita laksanakan sebelum dan setelah pelaksanaan HUT Korem,” KATA Danrem.

Terkait dengan pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan kepada daerah (Pilkada) tujuh Kabupaten/Kota tahun 2020, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Gubernur NTB.

Kordinasi dilakukan untuk terus mendorong terciptanya kondusifitas wilayah pada setiap tahapan Pilkada, mulai pendaftaran, pencoblosan, penghitungan hingga pelatikan Bupati dan Walikota pilihan masyarakat.

Lanjut Danrem, melalui momentum peringatan HUT Korem akan menyelenggarakan lomba dan kejuaraan dari berbagai Cabor yang tersebar di wilayah Kodim jajaran Korem 162/WB.

Kejuaraan berbagai cabor ini diharapkan dapat melahirkan altit-atlit baru dan berbakat sekaligus dapat memberikan hiburan kepada masyarakat.

“Agar tidak jenuh dengan nuansa politik yang kadang menimbulkan ketegangan antar masa pendukung sehingga dapat mencairkan suasana Pilkada yang berdampak pada kondusifitas di wilayah NTB,” paparnya.

Cabang olahraga yang akan diselenggrakan antara lain sepak bola, turnamen catur, bola basket, bola volly, obstancel run Wira Bhakti Warrior, sepeda santai, futsal, tenis lapangan, bulu tangkis, tenis meja, tinju, fun night run dan body contest, lomba menembank senapan angin dan panahan, triatlon, kejuaraan atletik pelajar terbuka, Bau Nyale, bazae murah, anjang sana.

Dalam rapat koordinasi tersebut, hadir para Dandim se NTB, Ketua Koni diwakili, Kadispora diwakili, koordinator atau ketua masing-masing Cabor.

AYA




Tim Gowes WBCC, Manfaatkan Waktu Gowes Untuk Bersihkan Pantai Dan Tanam Pohon  

Selain pembersihan lingkungan dari tumpukan sampah, Gowes WBCC bersama Rinjani Cycling Club juga melaksanakan penanaman bibit pohon sebagai pelindung pantai sekaligus untuk menjaga keasrian lingkungan

LOBAR.lombokjournal.com —  Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, yang memimpin Tim Gowes Wira Bhakti Cycling Club mengatakan, , olahraga gowes yag dilaksanakan tiap hari Selasa dan Jumat bukan sekedar menjaga kebugaran dan kesehatan badan, namun juga dimanfaatkan untuk pembersihan pantai dan penanaman pohon di sekitar pantai.

“Pagi ini pada cek point pertama di pantai Krandangan melaksanakan pembersihan pantai sesuai dengan slogan Presiden “zero waste” termasuk slogan Gubernur NTB. Membersihkan sampah-sampah plastik di daerah wisata dengan harapan masyarakat ataupun wisatawan yang datang ke NTB akan merasa aman, nyaman dan asri,” kata Danrem kepada wartawan, Selasa (21/01/2020).

Gowes Wira Bhakti Cycling Club (WBCC) tidak hanya untuk mencari kebugaran dan kesehatan tubuh, namun juga dimanfaatkan untuk pembersihan pantai dan penanaman pohon di sekitar pantai Kerandangan Kecamatan Lombok Barat.

Tim gowes WBCC yang dipimpin Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Kepala Staf Korem Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori dan tim Rinjani Cycling Club, start dari Makorem menuju arah Pantai Krandangan Lombok Barat dan finish kembali ke Makorem 162/WB.

Selain pembersihan lingkungan dari tumpukan sampah, Gowes WBCC bersama Rinjani Cycling Club juga melaksanakan penanaman bibit pohon sebagai pelindung pantai sekaligus untuk menjaga keasrian lingkungan.

Selain itu, Danrem didampingi Kasrem 162/WB dan Danramil 1606-07/Gunungsari Kapten Chb Danang Kristianto memantau pembagian buku tabungan bantuan stimulan dana rehab rekon terpadu, kepada masyarakat terdampak gempa di kecamatan Batu Layar dari Bank Mandiri di Kantor Camat Batu Layar Lombok Barat.

“Alhamdulillah mulai kemarin sudah dilaksanakan pembagian buku tabungan kepada 200 KK dan sisanya hari ini sebanyak 80 KK,” ungkapnya.

Terkait dengan percepatan rehab rekon, pria kelahiran Jakarta tersebut menyampaikan masa transisi diperpanjang sampai dengan tanggal 31 Maret 2020.

“Mudah-mudahan masa yang tersisa ini bisa diselesaikan seluruhnya dari total kerusakan 226 ribu unit rumah, sudah terbangun 200 ribu unit dan sisanya harus tuntas sampai 31 Maret 2020,” harapnya.

Danrem juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak baik masyarakat maupun stake holder yang membantu proses rehab rekon khususnya Bank Mandiri dalam proses pencairan dana bantuan stimulan.

“Semoga semua permasalahan di NTB dapat terselesaikan dengan baik tentunya dengan kekompakan dan sinergitas semua pihak sehingga semua masalah bisa terselesaikan denga baik,” katanya.

AYA




Gubernur Lepas 300 Bikers Acara ‘First Sunday Ride Year 2020’

“Harapannya kegiatan ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Provinsi dan KONI NTB”

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah melepas lebih 300 bikers di halaman Kantor Gubernur NTB kegiatan First Sunday Ride Year 2020, Minggu (05/01/2020) pagi.

Cuaca mendung tidak menyurutkan semangat berolahraga para bikers.

Kegiatan ini mengkampanyekan manfaat bersepeda bagi kesehatan masyarakat. Termasuk membangun kesadaran bahwa bersepeda harus mengutamakan keselamatan dan berbagi ruang jalan dengan pengendara jalan lainnya.

Gubernur yang kerap disapa Bang Zul tersebut mengaku sangat ingin berada di antara para bikers untuk berolahraga, namun ada agenda lain yang tak bisa ditinggalkan.

“Saya sangat ingin berada di antara bapak dan ibu, semoga acara seperti ini akan terus dilaksanakan,” harapnya.

Di kesempatan sama, Ketua Panitia First Sunday Ride Year 2020 H. Rosiady Sayuti panitia yang mempersiapkan acara ini dengan matang.

“Harapannya kegiatan ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Provinsi dan KONI NTB,” jelasnya.

Rute yang dilewati 300 bikers ini adalah keluar dari Kantor Gubernur melewati Jalan Pejanggik menuju Jalan Bung Hatta.

Berlanjut menuju Jalan Jendral Sudirman, menyusuri Jalan TGH. Faisal, Jalan Brawijaya, lurus ke arah Jalan Sriwijaya hingga ke Jalan Majapahit, kemudian melewati Lapangan Malomba, Jalan Langko dan finis kembali di Kantor Gubernur NTB.

AYA/HmsNTB