Sebagai warga masyarakat yang telah berjuang mengharumkan nama daerah, kesejahteraan atlet patut mendapatkan perhatian. Karena itu Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), DR. H. Zulkieflimansyah merencanakan agar para atlet usia muda berprestasi yang masih menempuh pendidikan diberikan beasiswa luar negeri.
Hal itu dikatakan Gubernur NTB saat membuka Pelatihan Daerah untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, di GOR 17 Desember, Turida, Kamis (03/06).
“Agar para atlet bisa melihat fasilitas olahraga di negara lain dan mendapat inspirasi dari kerja keras para atlet di sana”, ujarnya.
Dikatakan DR. Zul, menjadi awardee sekaligus atlet di luar negeri akan membuka kesempatan kerja lebih luas karena penghargaan atas prestasi di bidang olahraga sangat baik.
DR. Zul menambahkan, atlet bukanlah orang biasa. Mereka adalah orang pilihan yang mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan daerah. Kontribusi bahkan jasa para atlet dalam meraih prestasi tak mudah dan membutuhkan waktu bertahun-tahun.
“Bahkan dalam perjuangan berlatih menjadi yang terbaik, atlet tak hanya bersimbah peluh dan keringat tapi juga darah,” ujar Gubernur lulusan Harvard University tersebut.
Ia berharap kesejahteraan para atlet dapat dinikmati hingga usia tua agar tak lagi terdengar atlet berprestasi dan telah memberikan jasa menderita di usia tua.
Ketua Pelatda PON XX Papua, Mori Hanafi menjelaskan, para atlet yang mengikuti Pelatda memiliki latar belakang beragam. Mulai dari kalangan TNI, ASN, Pelajar dan lainnya.
Ia menyambut baik usulan Gubernur karena selama ini masih banyak atlet berprestasi yang membutuhkan jaminan kesejahteraan di masa tua maupun atlet muda yang memerlukan dukungan untuk masa depan mereka selagi berjuang bagi daerah.
“Semoga di masa depan pemerintah daerah lebih memperhatikan kesejahteraan mereka atas sumbangsih mereka pada daerah,” sebut Mori.
jm@diskominfotikntb
Atletik Masih Menjadi Unggulan NTB di PON Papua 2021
Atletik masih menjadi cabang unggulan penyumbang emas terbanyak bagi Provinsi NTB selain tinju. Muhammad Zohri dan Uswatun Hasanah diharapkan dapat meraih emas dari seluruh nomor yang dipertandingkan.
Mori Hanafi, Ketua Pelatda PON NTB tegas menyatakan kesiapan dirinya untuk memimpin rombongan kontingen PON yang akan berjuang meraih target 17 medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada 2 – 15 Oktober mendatang.
“Walaupun begitu semua cabang olahraga yang ikut PON Papua ini berpotensi mendulang emas,” ujar Mori dalam acara pengukuhan Pelatda PON XX Papua di GOR 17 Desember, Turida, Kamis (03/06).
Prestasi nasional dari atlit atlit NTB banyak yang telah membuktikan kemampuannya. Misalnya saja cabang olahraga Voli Pantai, Karate dan lainnya yang sering mengikuti kompetisi di luar PON.
Salah satu cabang olahraga yang baru pertamakali mengikuti PON adalah Futsal setelah lolos Pra PON. Meski demikian, tim Futsal NTB optimis meraih medali karena peta kekuatan yang merata.
“Kalau nasional, tim Futsal Jabar masih yang terkuat. Tapi kalau melihat pengalaman Pra PON kemarin, tim dari Indonesia Timur seperti Bali dan NTT atau tim wilayah lain secara kemampuan sama. Tinggal mencari peluang menjadi pemenang”, ujar Achmad Fauzan Azim, pelatih tim Futsal NTB.
Dikatakannya, tim Futsal NTB juga merupakan pemain pilihan dari Porprov dan atlit bertalenta lain dari klub klub yang ada di NTB.
Sebanyak 105 atlet dan 40 pelatih Provinsi Nusa Tenggara Barat dari 19 cabang olah raga (cabor) yang lolos Pra Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021 dikukuhkan mengikuti Pelatihan Daerah.
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah S.E., M.Sc. berpesan agar para atlet berlatih maksimal demi mengharumkan nama daerah.
DR. Zulkieflimansyah melihat persiapan peralatan para atlet
“Selamat berjuang mengharumkan nama daerah. Saya juga mengapresiasi para ketua cabang olahraga yang sudah berjuang membina dan mengasah atlet-atlet kita dalam keterbatasan,” ucap Gubernur di GOR Turida, Kamis (03/06).
Ketua Pelatda NTB, Mori Hanafi mengatakan, awal Juni merupakan acara penerimaan atlet dan pelatih untuk masuk penginapan. Rencana, 105 atlet akan menjalani tes fisik mulai tanggal 1 hingga 2 Juni guna mengukur kebugaran fisik.
Mori mengatakan, dampak pandemi menyebabkan Pelatda diundurkan. Sebelumnya, atlet-atlet NTB yang mengikuti Pelatda PON dikembalikan ke pengprov cabor per 1 Januari 2021. Ini merupakan keputusan KONI NTB karena belum ada kepastian anggaran PON XX Papua 2021.
19 cabang olahraga yang dipastikan Provinsi NTB mengikuti PON XX Papua yakni atletik, voli pasir, tarung derajat, tinju, panjat tebing, catur, karate, tenis lapangan, balap motor, selam, kempo, biliar, muaythai, menembak futsal, pencak silat, dan renang dengan target 17 emas.
Sebagai warga masyarakat yang telah berjuang mengharumkan nama daerah, kesejahteraan atlet patut mendapatkan perhatian.
Hal itu dikatakan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Zulkieflimansyah saat membuka Pelatihan Daerah untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, di GOR 17 Desember, Turida, Kamis (03/06.
Menurut DR. Zul, atlet bukanlah orang biasa. Mereka adalah orang pilihan yang mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan daerah. Kontribusi bahkan jasa para atlit dalam meraih prestasi tak mudah dan membutuhkan waktu bertahun-tahun.
“Bahkan dalam perjuangan berlatih menjadi yang terbaik, atlet tak hanya bersimbah peluh dan keringat tapi juga darah”, ujarnya.
DR. Zul berharap kesejahteraan para atlet dapat dinikmati hingga usia tua agar tak lagi terdengar atlet berprestasi dan telah memberikan jasa menderita di usia tua.
DR. Zul juga merencanakan agar para atlet usia muda berprestasi yang masih menempuh pendidikan diberikan beasiswa luar negeri.
“Agar para atlet bisa melihat fasilitas olahraga di negara lain dan mendapat inspirasi dari kerja keras para atlet di sana”, sebutnya.
Gubernur NTB menambahkan, bahwa menjadi awardee sekaligus atlet di luar negeri akan membuka kesempatan kerja lebih luas karena penghargaan atas prestasi di bidang olahraga sangat baik.
Ketua Pelatda PON XX Papua, Mori Hanafi menjelaskan, para atlet yang mengikuti Pelatda memiliki latar belakang beragam. Mulai dari kalangan TNI, ASN, Pelajar dan lainnya.
Ia menyambut baik usulan Gubernur karena selama ini masih banyak atlet berprestasi yang membutuhkan jaminan kesejahteraan di masa tua maupun atlet muda yang memerlukan dukungan untuk masa depan mereka selagi berjuang bagi daerah.
“Semoga di masa depan pemerintah daerah lebih memperhatikan kesejahteraan mereka atas sumbangsih mereka pada daerah,” sebut Mori.
Penggemar sepakbola NTB boleh berbangga. Pasalnya, salah seorang putra NTB dari Kabupaten Bima Ady Setiawan resmi bergabung dengan Timnas Indonesia asuhan pelatih Shin Tae Yong untuk ajang kualifikasi Piala Dunia 2022. Kamis, (06/05/21).
Ady dipanggil mengikuti pemusatan latihan guna memperkuat Timnas Indonesia di tiga laga sisa melawan Thailand, Vietnam dan UEA untuk kualifikasi Piala Dunia zona Asia yang dipusatkan di Uni Emirat Arab (UEA).
“Bangga. Akhirnya Ady Setiawan, pesepak bola asal Bima NTB yang berhasil dipanggil PSSI untuk bergabung di tim nasonal untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022,” terang Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.
Lebih jauh Zulkieflimansyah mengucapkan ‘selamat’ kepada salah satu putra NTB tersebut karena berhasil menembus ketatnya persaingan menjadi salah satu punggawa Garuda.
“Selamat Ady!” tegasnya.
Adi Setiawan merupakan pesepakbola NTB yang diketahui membela klub sepakbola bola Jawa Timur Persebaya Surabaya.
Ia bersama Evan Dimas Darmono dan puluhan pemain terbaik Indonesia lain akan berangkat ke UAE tanggal 17 Mei 2021 mendatang.
Untuk diketahui Adi menjadi satu dari lima pemain anyar yang dipanggil pelatih Shin Tae Yong mengikuti pemusatan latihan jelang kualifikasi Piala Dunia 2022.
Kelima pemain tersebut, yakni M Adi Satryo (PS Sleman), Ilija Spasojevic (Bali United), Rizky Ridho (Persebaya), Didik Wahyu W (Tira Persikabo) dan Ady Setiawan (Persebaya).
Ast
Gubernur NTB Beri Kursi Roda Khusus untuk Komunitas Basket Kursi Roda
Diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet basket difabel tangguh dari NTB
MATARAM.lombokjournal.com –
Pemerintah Provinsi Nus Tenggara Barat (Pemprov NTB) mengupayakan pengembangan minat dan potensi masyarakat difabel melalui Basket Lombok Difabel, yakni sebuah komunitas Basket Kursi Roda.
Terkait perhatian pada masyarakat difabel, sebelumnya Pemprov NTB juga sudah mengoperasikan bus ramah difabel.
Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB menjelaskan, Pemprov NTB akan berusaha maksimal menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang aktifitas masyarakat difabel NTB. Sehingga mereka dapat terayomi sama baiknya dengan masyarakat pada umumnya.
“Ramah difabel gampang diucapkan susah dilakukan. Saya berharap masyarakat tidak lagi melihat difabel sebagai hal yang berbeda, karena pemerintah menyediakan fasilitas yang dapat membantu mengatasi kekurangan mereka,” jelas Doktor Zul.
Ia memberikan empat buah kursi roda basket bagi komunitas Basket Lombok Difabel, di Ruang Kerjanya, Senin (01/02/21).
Kepala Dinas Sosial NTB, H Ahsanul Khalik, yang mendampingi Gubernur NTB menjelaskan, Pemprov NTB tak hanya memperhatikan fasilitas sehari-hari masyarakat difabel, tapi juga pada bidang hobi dan olahraga.
Ahsanul Khalik melanjutkan, dengan adanya bantuan perdana bagi tuna daksa disepanjang sejarah Pemprov NTB ini diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet basket difabel tangguh dari NTB.
Dinas Sosial akan terus mendukung dan mendorong agar suatu saat komunitas ini bisa melahirkan atlet-atlet basket kursi roda yang dapat mengharumkan nama NTB.
“Bantuan ini akan kita tambah jumlahnya nanti dan akan terus kita support sesuai program Dinsos,” jelasnya.
Nia Kartika, salah seorang anggota Basket Lombok Difabel yang menerima bantuan tersebut mengungkapkan rasa syukurnya karena Pemprov NTB telah memberikan perhatian besar bagi penyandang difabel.
Nia mengaku bangga karena Basket difabel hanya ada dua di Indonesia, di Makassar dan salah satunya ada di Lombok.
“Kami sangat bersyukur, kita punya pemimpin yang memperhatikan difabel. Semoga kedepannya kami bisa membela nama daerah dan mengharumkannya dicabang olahraga ini,” harap Nia.
novita @diskominfotikntb
Membuka Raker KONI, Bang Zul; Kekompakan dan Kebersamaan adalah Modal Besar
Di PON XX Papua, KONI NTB Targetkan 17 medali emas
MATARAM.lombokjournal.com –
Sikap menjaga kekompakan dan kebersamaan adalah modal yang sangat besar untuk menjuarai berbagai kompetisi.
Karena itu, Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah mengajak pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB dan seluruh atlet tetap menjaga kekompakan serta kebersamaan.
Gubernur Zulkieflimansyah
“Kebersamaan itu penting. Tujuh belas emas yang dicanangkan KONI di PON Papua bukan harga mati, yang lebih penting kebersamaannya, tidak ada gunanya mendapat emas kalau kita saling bermusuhan, tidak ada gunanya peringkat lima jika pengurus KONI-nya tidak kompak”, kata Bang Zul, sapaan akrab Gubernur saat membuka secara resmi Rapat Kerja KONI NTB 2021 yang berlangsung di Hotel Astoria, Senin (18/01/21).
Raker KONI itu sendiri mengambil tema “Memupuk Rasa Kebersamaan Menuju Prestasi Gemilang di PON XX Papua”.
Sebelumnya Ketua KONI NTB, H. Andy Hadianto melaporkan secara singkat kegiatan yang telah terlaksana selama tahun 2020, dan rencana kerja tahun 2021.
Andy menyamoaikan, prestasi atlet-atlet NTB sungguh luar biasa. Ada belasan atlet asal NTB sudah bisa menjuarai event-event Internasional. Bahkan, beberapa lainnya pernah menjadi juara dunia.
“Jadi, potensi kita luar biasa, patut kita banggakan karena sudah mengibarkan bendera merah putih baik di nasional dan kejuaraan dunia. Saya yakin prestasi olahraga di NTB akan makin baik dan gemilang”, katanya meykinkan.
Di PON XX Papua tahun ini, KONI NTB menargetkan 17 medali emas dari sejumlah cabor unggulan.
Rr/BiroAdpim
KONI Lombok Utara Berikan Bonus Atlet Berprestasi
KON Lombok Utara dengan keterbatasan mampu menunjukkan prestasi luar biasa bagi daerah
TANJUNG.lombokjournal.com –
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Utara memberikan penghargaan dan bonus kepada atlet berprestasi di masing-masing cabang olahraga (cabor) yang mendapatkan juara.
Kegiatan penyerahan bonus berlangsung di Sekretariat KONI KLU di Tanjung (26/11/20).
Pembagian bonus pada kegiatan tersebut, dihadiri Plt. Asisten Bidang Administrasi Umum Setda KLU Evi Winarni MSi, Ketua KONI KLU H Burhan M Nur SH dan jajaran Pengurus KONI KLU
Plt Asisten III Evi Winarni M.LSi menyampaikan meskipun dengan segala keterbatasan anggaran yang di hadapi KONI saat ini, bisa memberikan bonus kepada atlet berprestasi.
“Kita tahu para atlet ini memberikan prestasi dan membawa (panji) Lombok Utara. Atlet memiliki komitmen kuat dalam situasi dan kondisi apapun bisa memberikan prestasi yang gemilang, baik di tingkat internasional, nasional, maupun lokal. Tunjukkan bahwa anak-anak KLU, mampu menjadi kebanggaan kita semua,” tandasnya.
Secara khusus, asisten III memberikan pesan kepada atlet atletik Mirawan yang hadir di acara, menjadi atlet nasional kebanggaan Lombok Utara bisa membuat bangga keluarga.
“Persembahkan yang terbaik dan saya yakin di bawah kepemimpinan KONI beserta jajaran pengurus mampu memberikan kontribusi kepada Mirawan dan kawan-kawan atlet lainnya,” tuturnya.
Lebih lanjut ditambahkannya, pemda menyadari tidak semua hal sesuai keinginan dan harapan KONI KLU. Tapi ditegaskan, pemerintah memberikan dukungan maksimal untuk mendukung apa yang dilakukan oleh KONI yang dengan keterbatasan mampu menunjukkan prestasi luar biasa bagi daerah.
Kepada yang menerima bonus dan penghargaan, jangan cepat berbangga diri, jadikan sebagai titik awal untuk presentasi gemilang, seperti yang telah diraih atlet KLU seperti Zohri, Sudirman dan Mirawan.
“Pemda KLU mengucapkan terima kasih kepada KONI dan pengurus atas bimbingan dan kerja keras selama ini sehingga membuahkan hasil yaitu adanya atlet berprestasi sampai dengan kancah internasional,” imbuhnya.
Pemberian bonus rutin tiap tahun
Ketua KONI KLU H Burhan M Nur SH menyampaikan, sebanyak tujuh cabang olahraga yang terdiri dari 105 atlet diberikan penghargaan dan bonus pada tahun 2020.
Perjalanan KONI semenjak diamanahkan pada bulan Juli 2019, dana KONI 1,6 miliar namun seiring waktu berjalan Pemerintah Daerah di masa itu kekurangan dana pilkada sehingga anggaran dialihkan. Situasi kembali pada awal 2020, karena wabah pandemi yang sampai saat sekarang, maka dana untuk KONI ikut mengalami pemangkasan hingga nol.
“Alhamdulillah, saat ini sdh ada anggaran melalui anggaran perubahan 2020. Kegiatan pemberian bonus ini rutin kita lakukan setiap tahunnya dan komitmen KONI terus untuk memberikan bonus kepada atlet,” jelasnya.
Selain itu pula, KONI pada tahun 2021 memiliki agenda olahraga sangat padat seperti Popda, menyiapkan atlet Zohri, Sudirman dan Mirawan di PON Papua, ini yang menjadi fokus dan prioritas.
Pihaknya memberikan atensi biaya tiap bulan, baik ketika di Platda maupun Platnas dalam rangka persiapan PON dan event internasional seperti Olimpiade Tokyo yang sempat tertunda pada tahun 2020, kemudian dilaksanakan pada tahun 2021 nanti.
Lebih lanjut Ketua KONI yang juga Wakil Ketua DPRD itu menyampaikan anggaran terbatas dalam situasi pandemi yang belum kita tahu kapan berakhirnya, KONI akan segera melakukan rapat kerja karena saat sekarang ini banyak agenda yang harus dilakukan.
Selain masalah fasilitas olahraga di KLU pascagempa 2018 dan untuk operasional KONI serta Pembinaan kepada Cabor yang aktif melakukan kegiatan olahraga.
Mirawan atlet Lari 400 Meter Putra yang juga pemegang 10 medali nasional menyampaikan tekadnya untuk bisa lolos membela NTB dan KLU pada ajang PON Papua. Karena itu, ia meminta KONI NTB dan KLU membantunya agar bisa ikut serta pada ajang bergengsi empat tahunan tersebut.
Adapun persiapan yang dilakukan relatif sudah matang. Terkait persiapan yang dilakukan, sprinter asal Senaru itu menyampaikan dalam waktu dekat akan ikut Jatim Open dan Kejurnas di Aceh dengan menargetkan tiga medali emas, lantaran nomor 400 menjadi andalannya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis bonus atlet kepada perwakilan masing-masing cabor serta penyerahan APD bantuan dari Kemenpora RI, melalui KONI NTB yang diserahkan oleh KONI KLU.
sid
Didukung Menpora, Gubernur Ajukan NTB Jadi Tuan Rumah PON 2028
Pesan Gubernur, KONI NTB agar siap-siap menjadi Tuan Rumah PON 2028
MATARAM.lombokjournal.com —
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah berhasrat mengajuka NTB jadi tuan rumah Pekan Olah Raga Nasional (PON) tahun2028, dan berpesan agar KONI NTB sisap-siap menjadi Tuan Rumah PON 2028.
Hal itu disampaikannya saat mendampingi Menteri Pemuda dan Olahraga, Dr. H. Zainudin Amali, M.Si dalam acara Penyerahan Alat Pelindung Diri (APD) dari Kemenpora kepada KONI di Mataram di Kantor Sekretariat KONI Provinsi NTB, Selasa (24/11/20).
“Mudah-mudahan kita punya keberanian untuk menjadi tuan rumah PON 2028.” kata Gubernur.
Mneurut Gubernur, mungkin NTB tidak bisa melakukan sendiri namun. Karena itu, Gubernur akan membicarakannya dengan bapak Gubernur NTT.
“Dan kalau bidding nanti semoga direstui NTB dan NTT, sebagai simbol tekad kembalinya prestasi berbakat dari NTB dan NTT. Dan saya kira KONI harus mulai mempersiapkan bidding dan berkomunikasi dengan KONI, untuk menseriusi kesiapan kita bidding menjadi tuan rumah PON 2028,” ujar Gubernur.
Rupanya keinginan itu direspon Menpora. Dalam kesempatan itu Menpora menyampaikan, NTB merupakan sumber atlet nasional dan mengutarakan harapannya,
“KONI NTB harus memulai mempersiapkan target menjadi tuan rumah PON 2028 dan mulai untuk berkomunikasi dengan KONI NTT untuk mewujudkan keinginan tersebut,” kata Menpora.
Penyeahan Alat Pelindung Diri
Saat menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) dari Kemenpora kepada KONI. Deputi Bidang Peningkatan prestasi Olahraga, Dirtian Yudiswandarta, ST, MM menyampaikan, ada sebanyak 14.442 paket APD yang terdiri dari masker, hand sanitizer, multivitamin dan goody bag yang dikemas menjadi 1 paket.
Tujuan penyerahan bantuan APD itu untuk pencegahan pandemi Coid-19 terhadap atlet, pelatih dan tenaga keolahragaan.
“Karena Atlet merupakan aset Negara yang harus dilindungi,” kata Dirtian Yudiswandarta.
Ketua Umum KONI Provinsi NTB, Andi Hadianto menyampaikan sebanyak 12 atlet NTB telah mengibarkan bendera Merah Putih di event olahraga Asia dan Asia Pasific.
“Meskipun dalam masa pandemi, ada 11 orang atlet NTB yang sedang berada di Pelatnas, yang Insya Allah akan menyumbangkan medali untuk Indonesia,” katanya.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali menerangkan, APD ini ditujukan untuk pelaku olahraga, atlet, pelatih dan keluarga untuk menjaga kesehatan para atlet dan keluarga di masa pandemi.
Rr/HmsNTB
NTB Tuan Rumah Kejuaraan Nasional IOF Seri pertama, Gubernur Buka Rakernas IOF 2020
Kejuaraan Nasional IOF menjadi ajang pemanasan sebelum perhelatan MotoGP berlangsung
LOBAR.lombokjournal.com –
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah membuka Rakernas Indonesia Off-Road Federation (IOF) 2020 di Hotel Aruna Senggigi Lombok Barat, Jumat (20/11/20).
Mengusung tema “Strengthen Communication Based On Information Technology For Mutual Progress”, Rakernas IOF berlangsung dari tanggal 19 sampai dengan 21 November 2020.
Gubernur H Zulkieflimansyah
Gubernur menyampaikan terima kasih atas ditunjuknya NTB selaku tuan rumah Rakernas IOF tahun ini.
Diharapkan, Rakernas berjalan lancar dan sukses, Ia mengajak peserta Rakernas untuk turut pula meluangkan waktu menikmati keindahan alam selama berada di NTB.
“Karena itu kami dari Pemerintah Provinsi NTB merasa sangat tersanjung, para sahabat semua berkenan datang di tempat kami,” ucapnya.
Bang Zul panggilan akrab Gubernur menyebut, kegiatan off-road mempunyai warisan yang bukan hanya sekadar program-program kerjanya.
Lebih dari itu, warisan terbesar dari kegiatan off-road dikatakan Bang Zul ialah rasa persaudaraan dan kekeluargaannya.
Bang Zul kemudian menyinggung tema yang diangkat Rakernas IOF yakni “Strengthen Communication Based On Information Technology For Mutual Progress”. Tema yang diusung begitu menarik, karena menarik Informasi dan Teknologi (IT) di dalamnya.
Ia berharap keberadaan IT dapat menjadi sarana untuk memperbaiki dan membangun jembatan komunikasi yang lebih baik lagi.
“Nanti kami akan melakukan apa saja yang bisa dibantu supaya kegiatan ini sukses di kemudian hari,” tutur Bang Zul.
Bang Zul sempat meminta kegiatan off-road ke depan memiliki warna yang berbeda. Salah satunya dengan menghadirkan sejumlah kendaraan listrik yang tentunya merupakan karya dari anak-anak muda di daerah.
“Karena NTB ini Alhamdulillah berkah juga dari musibah bukan hanya mampu membuat produk-produk lokal berteknologi tinggi, tapi anak-anak NTB mampu membuat sepeda motor listrik dengan kualitas yang internasional,” ungkapnya.
Bang Zul optimis kegiatan off-road akan memiliki warna dan daya tarik tersendiri , terlebih dalam menyambut dan menyemarakkan gelaran MotoGP Mandalika 2021..
Ketua Umum IOF, Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH bersyukur kegiatan Rakernas dapat berlangsung di NTB dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.
Dijelaskan, Rakernas IOF merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan guna mensinergikan dan mengesahkan program kerja untuk tahun 2021.
“Alhamdulillah, kerinduan rekan-rekan untuk berkumpul hari ini terobati dengan kita bisa hadir bersama, untuk duduk bersama dalam rangka Rakernas 2020,” ungkapnya.
Sam juga menyampaikan, IOF berupaya meningkatkan konsistensi demi mengoptimalkan potensi baik di skala nasional hingga internasional. Dengan begitu, kahadiran IOF diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Salah satu upaya menyukseskan upaya ini, Sam mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu IOF telah melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR RI.
Rapat tersebut dalam rangka memberikan partisipasi menyusun, memberi sumbangsih terhadap isian masalah tentang sistem olahraga nasional.
“Disepakati bahwa kita nantinya akan diakomodir dalam Undang-Undang Sistem Olahraga Nasional dan Insya Allah olahraga off-road ini akan menjadi salah satu cabang olahraga dalam sistem keolahragaan nasional,” ungkap Sam.
Lebih lanjut, Sam mengarahkan seluruh jajaran IOF untuk tetap melaksanakan berbagai kegiatan positif yang menambah erat kesetiakawanan dan juga tetap mengedepankan protokol kesehatan yang telah dianjurkan.
“IOF akan mengoptimalkan seluruh potensi dan sinergi internal guna menghasilkan organisasi IOF yang satu dan solid melalui perubahan yang lebih baik serta peningkatan komunikasi internal, eksternal yang terjalin harmonis dengan keterbukaan dalam hubungan kerjasama dengan semua pihak,” jelasnya.
Sam juga memberikan dukungan penuh terhadap NTB yang akan segera menjadi salah satu tuan rumah perhelatan akbar MotoGP 2021 di Mandalika, Lombok Tengah. Tak sampai di situ, Ia juga turut menyetujui usulan Pengda IOF NTB untuk menggelar event Kejuaraan Nasional Indonesia Off-Road Federation seri pertama.
NTB Tuan Rumah
Sebelumnya, Ketua Pengda IOF Provinsi NTB, Dr. H. L. Herman Mahaputra menyerukan kesiapan NTB sebagai tuan rumah event Kejuaraan Nasional Indonesia Off-Road Federation seri pertama. Ia berharap seluruh dukungan dari jajaran Pemprov NTB dalam menyukseskan hal tersebut.
Hal ini juga disebut Herman dapat sekaligus menjadi ajang pemanasan sebelum perhelatan MotoGP berlangsung.
“Kami Pengurus Daerah (Pengda) IOF NTB sudah melakukan 2 kali eksekusi di Mandalika, kami lihat juga disitu masih lumayan luas dan kami Pengda NTB bercita-cita ingin melakukan kegiatan produktif,” terangnya.
Sementara untuk penyelenggaraan Rakernas, Ia bersyukur kegiatan ini akhirnya dapat dilaksanakan setelah sebelumnya mengalami penundaan. Ia Menjelaskan bahwa kegiatan Rakernas semula dijadwalkan berlangsung pada bulan maret lalu, namun harus ditunda dikarenakan pandemi Covid-19.
Untuk itu, Ia berharap poin-poin terhadap regulasi pada Rakernas 2019 yang seharusnya diaplikasikan pada tahun ini dapat ditingkatkan untuk kemudian dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang.
Pembukaan Rakornas IOF dihadiri Danrem 162/WB, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB, serta Pengurus Daerah (Pengda) IOF se-Indonesia.