Pembalap MotoGP Junior Tiba di Mandalika pada 11 November
Para pembalap yang dipastikan turun itu berasal dari beberapa Negara, yakni Australia, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Qatar, Thailand dan Turki
MATARAM.lombokjournal.com ~ Para pembalap muda dari berbagai negara Asia dalam waktu dekat akan menjajal sirkuit Pertamina Street Circuit Mandalika sebelum perhelatan World Superbike yang dijadwalkan akan digelar tanggal 19-21 November 2021.
Para pembalap Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) atau MotoGP Junior itu dijadwalkan tiba di Sirkuit Mandalika hari Senin tanggal 11 November mendatang.
Head of Operations – Sporting Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Dyan Dilato, semua persiapan untuk menggelar event IATC sudah beres. Kendaraan yang akan digunakan pembalap sudah tiba di sirkuit, pekan lalu.
“Logistiknya sudah disiapkan semua,” katanya seperti dilangsir dari Lombok post, Selasa (03/11/21).
Delapan perwakilan negara yang dipastikan turun pada event Asia Talent Cup 2021 yang akan digelar di sirkuit Mandalika itu, di antaranya, Australia, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Qatar, Thailand dan Turki.
Kompetisi ini memberikan kesempatan bagi pembalap muda paling berbakat di Asia sebagai langkah awal menuju MotoGP. Ada empat pembalap muda asal Indonesia yang akan berlaga di event ini.
Tentu ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia untuk menonton aksi-aksi mereka sepekan sebelum perhelatan WSBK.
Seperti diketahui, para pembalap IATC akan menggunakan Honda NSF250R. Kendaraan ini didukung tenaga mesin 4-tak berpendingin cairan, silinder tunggal, dengan bore dan stroke 78,0 x 52,2 mm.
Kapasitas mesin motor ini adalah 249,3 cc yang dirancang khusus untuk tujuan balap.
Diskominfotik
LFC Jajaki Sepakbola Brazil, HBK Surprise Bertemu Putra Lombok
Bertemu dengan orang Lombok di Brazil, Presiden klub sepakbola LFC atau Lombok Football Club (LFC) yang juga Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, dapat kejutan menyenangkan
MATARAM.lombokjournal.com ~ . Bambang Kristiono, SE (HBK) kini sedang di Brazil, salah satu negeri kiblat sepakbola dunia.
Presiden klub sepakbola Lombok Football Club (LFC) yang juga Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, mendapat kejutan menyenangkan. Tak disangka, rupanya ada orang sekampung dari Lombok yang menemuinya disana.
“Bertemu dengan orang sekampung yang sekarang sedang melaksanakan tugas negara jauh di perantauan, di belahan dunia lain, saya benar-benar surprise,” kata HBK melalui keterangan tertulis, Selasa (02/11/21).
Di Brazil, HBK sedang mempelajari dari dekat pengelolaan klub sepakbola. HBK juga sedang menjajaki kemungkinan kerja sama terkait dengan pemain yang bisa menjadi tandem bagi pengembangan bakat talenta-talenta muda yang saat ini dimiliki LFC.
Nah, dalam kesempatan itulah, HBK kemudian bertemu dengan Kolonel PNB, Humaidi Syarif Romas, putra Lombok asli kelahiran Kota Mataram, 44 tahun lalu.
Kolonel Humaidi adalah pejabat Atase Pertahanan (Athan) di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Brasilia, ibu Kota Brazil.
Kolonel Pnb Humaidi belum lama mendapat amanah sebagai Atase Pertahanan di KBRI Brasilia.
“Baru sekitar satu bulananlah,” ungkap HBK.
Merasa berasal dari daerah yang sama, jadilah pertemuan HBK dengan Kolonel Pnb Humaidi tersebut berlangsung guyub. HBK mengaku, dirinya langsung akrab, nyambung, dan menjadi dekat.
“Saya merasa bangga, senang, dan bersyukur sekali, melihat anak muda Lombok yang memiliki prestasi luar biasa,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.
HBK menegaskan, memiliki latar belakang karier militer dengan profesi seorang Penerbang, bukanlah capaian yang sembarangan.
Diperlukan intelegensia yang tinggi, fisik yang prima, serta kepribadian yang mumpuni untuk dapat menjalani karier profesi tersebut.
“Keyakinan saya, dalam tiga atau empat tahun ke depan, Pulau Lombok akan memiliki seorang perwira tinggi berpangkat bintang atau Jenderal,” katanya haqqulyakin.
Politisi Partai Gerinda ini pun menegaskan, capaian Kolonel Pnb Humaidi diharapkan akan memberikan dorongan semangat bagi para anak muda Lombok yang lain, keberhasilan itu hakekatnya adalah peluang semua orang.
Tanpa melihat latar belakang ataupun status sosialnya. Kuncinya, asal mau dan mampu belajar dengan sungguh-sungguh.
Komitmen untuk bantu LFC
Dalam pertemuan tersebut, Kolonel Pnb Humaidi pun menyampaikan komitmennya.
Ia menyatakan kesiapanya membantu HBK dan putrinya Rannya Agustyra Kristiono, mewujudkan cita-cita untuk membangun klub sepakbola profesional yang bisa menjadi kebanggaan dan sekaligus kecintaan masyarakat di Pulau Seribu Masjid.
Humaidi berjanji akan mencari akses untuk mendapatkan pelatih-pelatih serta talenta-talenta muda pesepakbola Brazil yang akan menjadi tandem pesepakbola asli Pulau Lombok yang kini sudah bergabung di LFC.
“Saya senang mendapat amanah dan kepercayaan dari Pak HBK untuk mencari pelatih-pelatih dan pesepakbola Brazil sebagai tandem dari pelatih-pelatih dan pesepakbola di Lombok,” kata Kolonel Pnb Humaidi.
Dia menegaskan, sebagai putra asli Pulau Lombok, dirinya merasa bangga bisa menjadi bagian dari perjuangan HBK dalam mewujudkan Pulau Lombok lebih dikenal, lebih dicintai, dan lebih dihormati di tingkat nasional bahkan internasional melalu klub sepakbolanya.
“Perhatian serta kecintaan pak HBK kepada masyarakat Lombok, bisa saya rasakan dalam beberapa hari perbincangannya selama beliau berada di Brazil. Terima kasih dan salut buat pak HBK, senior yang memiliki visi konstruktif buat membangun Dapilnya,” tandasnya melanjutkan.
Sementara itu, Juru Bicara LFC Rannya Agustira Kristiono mengungkapkan, studi banding ke Brazil ini diperlukan untuk mengantisipasi kiprah LFC ke depan.
Seperti publik sepakbola Bumi Gora tahu, LFC memasang target tinggi dengan menjadi juara Liga 3. Hal itu kemudian akan menjadi jalan bagi LFC naik kelas ke Liga 2 setelah selesai mengikuti tahapan di Liga 3 Nasional.
Rannya menekankan, di kompetisi Liga 2 nanti, pastinya LFC akan berhadapan dengan tim-tim besar dengan kualitas pemain-pemain yang tangguh, serta dukungan dana yang kuat.
Sebut saja Arema Malang yang sekarang sudah diambil-alih oleh Juragan 99. Atau RANS Cilegon FC, yang sudah dimiliki Raffi Ahmad.
Ada pula Persis Solo yang dimiliki putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep. Belum lagi PSG Pati milik Youtuber Atta Halilintar, serta banyak lagi klub-klub lainnya yang dihuni oleh pemain-pemain hebat.
Bukan hanya pemain-pemain lokalnya, tapi juga dengan pemain-pemain asingnya.
Dengan studi banding ini, LFC diharapkan tidak terdadak dan bisa lebih menyiapkan diri baik dalam manajerial pengelolaan maupun dukungan dananya sehingga pengelolaannya dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
“Karena diperlukan napas yang panjang, keberanian, dan tekad yang kuat untuk bertarung di tingkat yang lebih tinggi setelah lolos dan menjadi juara di Liga 3 NTB,” tandas Rannya.
Dia pun memberi gambaran dimana nantinya LFC juga mesti bertanding ke luar wilayah.
Untuk menjalani capaian tersebut, pastinya LFC juga memerlukan dukungan dana yang sangat besar, khususnya dalam memenuhi tuntutan bertanding di luar NTB.
Mulai dari biaya tiket pesawat, transportasi penjemputan di tempat, penginapan, konsumsi di luar asrama, serta uang saku atau allowance perorangan.
“Jadi, manajemen pengelolaan dan penyiapan dukungan finansial yang terencana, harus disiapkan dan dipikirkan secara matang dari sekarang,” tandas dara yang masih menempuh studi di Brunel University, London, Inggris.
Me
Zohri dan Sudirman Bertemu Bupati, Wabup dan Ketua KONI KLU
Dua atlit Atletik KLU yang berprestasi dalam PON XX Papua, Lalu Muhammad Zohri dan Sudirman Hadi, menemui Bupati, Wabup dan bersilaturrahmi dengan Ketua KONI KLU
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dua atlet Atletik yaitu, Lalu Moh, Zohri dan Sudirman Hadi asal Kabupaten Lombok Utara yang ikut Berlaga di PON XX Papua baru baru ini bertemu Ketua KONI Kabupaten Lombok Utara, H Burhanudin,M. Nur,SH
Kedua Atlet Atletik itu merupakan peserta perwakilan Cabor PASI Kabupaten Lombok Utara. Baik Zohri maupun Sudirman merupakan penyumbang medali.
Bupati Djohan dan Lalu Muhammad Zohri
Zohri dan Sudirman Hadi pada PON XX di Papua, meraih dua (2) emas dan satu (1) perak dan dua (2) perunggu pada ajang PON XX Papua baru baru ini.
Kedatangan kedua atlet usai bertemu Bupati H Djohan Syamsu dan Wakil Bupati Lombok Utara, Dany Karter Febrianto, langsung menemui Ketua Koni KLU, H Burhanudin, M Nor, SH.
Acara silaturahim yang berlangsung di Ruang Kerja DPRD KLU, Rabu (27/10/21).
“Mewakili Pengurus KONI Kabupaten Lombok Utara saya ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada kedua Atlit yang terlibat pada gelaran PON di Papua,” katanya.
Wabp Danny dan Sudirman Hadi
H Burhan berharap agar para atlet tetap jaga kondisi jaga kesehatan, berlatih terus pantang menyerah serta ikut memahami keadaan daerah yang lagi seperti saat ini.
Kaitannya dengan bonus serta uang saku, agar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan mudah-mudahan pada waktu mendatang bisa mendapat bonus dan penghargaan yang jauh lebih besar.
“Tentu ketika anggaran daerah sudah membaik dan anggaran KONI juga normal,” harap Burhan.
Kedua Atlet merasa plong dimana pada sebelumnya juga Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, memberikan bantuan dana pula kepada Atlit berprestasi unggulan NTB ini.
Rencananya kedua atlet, pada hari Kamis (28/10/21) akan menghadiri acara yang diselenggarakan Pemda Provinsi Nusa Tenggara Barat di Mataram.
@ng
Lombok Football Club (LFC) Ingin Jadi Jawara NTB
Liga 3 Asprov PSSI NTB diramaikan empat klub baru, termasuk Lombok Football Club (LFC) yang diputuskan melalui verifikasi persyaratan yang mengantongi rekomendasi dari Askabnya masing-masing.
MATARAM.lombokjounal.com ~ Sebanyak empat klub baru dipastikan bakal meramaikan kompetisi Liga 3 Asprov PSSI NTB.
Putusan untuk menambah peserta klub, yang dari awalnya hanya 14 klub, kini bertambah menjadi total sebanyak 18 klub yang diputuskan melalui Kongres Biasa Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI NTB, Minggu (24/10/21) di Hotel Golden Palace, Mataram.
Empat klub yang disahkan tersebut antara lain Lombok FC, Bintang Kejora, Hanzanwadi dan Galaxy FC.
Ketua Asprov PSSI NTB, Mori Hanafi M.Comm mengatakan, empat klub baru tersebut diputuskan setelah melalui verifikasi persyaratan yang cukup panjang. Sebelumnya, empat klub tersebut telah mengantongi rekomendasi dari Askabnya masing-masing.
“Setelah diputuskan di Kongres biasa ini, maka secara otomatis mereka resmi menjadi anggota PSSI NTB dan tinggal kita ajukan ke PSSI Pusat,” ujar Mori Hanafi menjawab wartawan, Minggu (24/10/21).
Menurut Wakil Ketua DPRD Prov. NTB ini, sebenarnya ada lima klub yang telah mendaftar untuk disahkan dalam forum Kongres Asprov PSSI NTB kali ini. Namun ada satu klub yang tidak bisa disahkan karena masalah administrasi.
Menindak-lanjuti keputusan Kongres PSSI NTB, gelaran Liga 3 diharapkan akan mulai berlangsung pada minggu keempat bulan Nopember yang ada
“Kalau sesuai jadwal, kompetisi Liga 3 PSSI Rayon NTB akan mulai kick off-nya pada tanggal 24 November yang akan datang, dan selesai pada 19 Desember. Itu sesuai jadwal dari PSSI Pusat,” kata Mori.
Terkait tuan rumah dalam gelaran kompetisi Liga 3 Rayon NTB itu. Ia mengaku, baru dua wilayah di Pulau Sumbawa yakni Dompu dan KSB yang sudah secara resmi mengajukan diri sebagai tuan rumah.
Sementara di Pulau Lombok, belum ada Asprov yang mengajukan hal tersebut.
“Tapi, ada 2 tempat yang akan kita lakukan di Pulau Lombok untuk menjadi lokasi tuan rumah. Nanti, ada Tim dari Asprov PSSI NTByang akan turun melakukan verifikasinya,” tegas Mori.
Ia berharap, adanya penambahan empat klub baru tersebut akan membuat kompetisi Liga 3 di NTB akan lebih berkualitas dan mengarah ke kondisi yang lebih baik.
Terlebih, di tahun 2025, PSSI NTB akan fokus melakukan penataan organisasi dan kompetisi secara radikal.
“Insyaa Allah, pendanaan PSSI NTB juga akan kita akses melalui APBD Pro. NTB dan pihak sponsor. Pastinya, pengelolaan PSSI akan terkelola dengan baik setelah kita mencabut moratorium anggota baru PSSI untuk tahun-tahun berikutnya,” jelas Mori.
Mori mengatakan, dengan penataan dan pengelolaan klub yang lebih baik, maka klub NTB akan bisa tampil di Liga 2 hingga kasta tertinggi di Liga utama PSSI.
Apalagi, keberhasilan kontingen Futsal NTB yang baru pertama kali ikut masuk PON Papua berhasil meraih medali Perunggu.
“Untuk teknis pertandingan di Liga 3 PSSI NTB, akan kita buat skema dua pertandingan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa secara terpisah. Nantinya, dua besar klub terbaik di rayon Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok akan kita adu di satu tempat untuk merebut titel 2 klub yang akan mewakili NTB di level liga dua kompetisi PSSI Pusat,” jelas Mori.
“Nanti, juara dari Liga 3 Rayon NTB, akan digabungkan dengan sebanyak 64 klub di Indonesia. Dan kita berharap dari 8 klub yang bertanding di Liga 2, ada yang berasal dari NTB,” sambungnya.
Sementara itu, Presiden klub sepakbola Lombok Football Club (LFC), H. Bambang Kristiono, SE (HBK) mengaku, berterima kasih kepada seluruh pengurus Asprov PSSI NTB dan Askab PSSI di seluruh wilayah NTB, yang telah menerima klub LCF sebagai anggota di keluarga besar PSSI NTB.
“Diterimanya LFC sebagai peserta Liga 3 PSSI NTB adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri, semoga LFC bisa berkontribusi, dan terlibat langsung dalam pembinaan sepakbola profesional. Saya pastikan, sudah saatnya, NTB mampu bertarung di level yang lebih tertinggi sepakbola nasional,” tegas HBK pada sesi Jumpa Pers di Arena Kongres Biasa PSSI NTB.
Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI ini memastikan, pihaknya akan siap menjunjung asas fair play, dan berkompetisi secara profesional.
“Pastinya, antara klub-klub yang lama dan tiga klub yang lain, kami siap membangun kemajuan dan kehormatan sepakbola NTB. Dan yang utama, kita siap menjadi Juara,” kata HBK
Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra itu kemudian menambahkan bahwa sejak awal Ia ingin merintis klub sepakbola yang modern, profesional, dengan tim work yang handal.
Oleh karena itu, HBK pun, memutuskan untuk studi bading sepakbola ke beberapa negara Eropa dan bertemu dengan para nara sumber, pelatih, dan pengurus klub di Eropa.
Bahkan, Ia pun berjanji, sebelum LFC bertanding ke level Liga 3 Asprov PSSI NTB, pihaknya akan juga belajar pengelolaan sepakbola ke negara Brazil bersama Juru Bicara dan Humas LFC , Rannya Agustyra Kristiono.
“Sepakbola itu merupakan salah satu alat atau tool untuk mempersatukan masyarakat.
Makanya, saya ingin agar dari NTB itu, ada klub sepakbola yang menjadi perwakilan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Dan dengan adanya LFC ini juga diharapkan akan ada sarana hiburan alternatif yang bisa menggairahkan semangat persatuan seperti halnya yang ada di negara-negara maju,” tandas HBK.
Me
Sembilan Besar PON XX, Menuju Lima Besar PON XXII
Setelah sukses meraih prestasi sembilan besar di PON XX di tanah Papua, Gubernur NTB mulai canangkan target masuk lima besar tahun 2028, bila NTB jadi tuan rumah PON XXII
Oleh: Lalu Gita Aryadi (Sekda NTB)
MATARAM.lombokjournal.com ~ Rasa syukur, bangga dan bahagia terlihat jelas di raut wajah Gubernur NTB – Dr. H. Zulkieflimansyah SE MSc dan ibu Hj. Niken Saptarini Widyawati SE MSc.
Ekspresi yang sama juga tampak di wajah Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah MPd, anggota Forkopimda Provinsi dan semua yang hadir pada acara penyambutan kepulangan atlet PON XX.
Penyambutan para ksatria olahraga yang sukses berlaga di PON XX di tanah Papua itu, diadakan hari Minggu (17/10/21) di halaman Kantor Gubernur NTB.
Dalam suasana euforia, Gubernur menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para atlet, pelatih dan official yang semuanya sudah berjuang maksimal. Capaian 15 emas, 11 perak dan 12 perunggu serta berada di peringkat 9 nasional adalah sebuah capaian yang patut disyukuri dan dibanggakan.
Selain apresiasi, 3 point penting juga disampaikan Gubernur dalam sambutannya.
Pertama, bonus untuk atlet. Kedua, perhatikan masa depan atlet. Ketiga, canangkan target masuk 5 besar nasional bila kelak tahun 2028, NTB bernasib jadi tuan rumah PON XXII.
Memang Pemerintah Propinsi NTB saat ini sedang berjuang keras menjadi tuan rumah kembar bersama NTT atau bersama Pemprov Sunda Kecil – Provinsi Bali, NTB dan NTT.
Setelah PON XX Papua, PON berikutnya akan diadakan di Propinsi Atjeh dan Provinsi Sumatera Utara tahun 2024. Mengingat tahun 2024 tahun politik momentum penyelenggaraan Pemilu, Pilpres dan Pilkada serentak, bisa jadi PON XXI diundur ke tahun 2025.
Seperti halnya PON XX Papua mestinya dilaksanakan tahun 2020. Berhubung tahun 2020 Republik ini dilanda Covid 19 maka pesta olahraga nasional empat tahunan itu ditunda ke tahun 2021.
Lalu apa yang harus dilakukan pasca suka cita penyambutan atlet PON XX Papua?
Terkait pemberian bonus, Pemerintah Provinsi NTB sedang berjuang keras memenuhinya sebagai apresiasi atas perjuangan yang dilakukan para atlet. Para patriot olahraga memang luar biasa. Mereka sudah tunjukkan wirage, wirase, wirame yang prima.
Pertama, mereka berjuang mengendalikan emosi diri agar tetap tampil penuh konsentrasi. Kedua, berjuang mengalahkan musuh di depan mata. Ketiga, berjuang melawan Covid-19 atau di-‘covidkan’. Keempat, berjuang melawan takut adanya ancaman gangguan keamanan di tanah papua.
Pemberian bonus juga bisa bermakna stimulus agar ke depan, atlet terus termotivasi menunjukkan prestasi terbaiknya. Pèmberian bonus kepada atlit, tiap daerah berbeda-beda. Tèrgantung kemampuan keuangan masing-masing. Pemberian bonus mempedomani berbagai ketentuan yang ada. Termasuk merujuk Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Inonesia nomor 21 tahun 2020 atau ketentuan lainnya.
Menyangkut masa depan atlet, Gubernur memberi atensi khusus. Atlet harus memiliki masa depan yang bagus. Jangan sampai atlet dipuja bagai dewa kala jaya tapi merana dihari tua. Karenanya Gubernur berjanji memfasilitasi atlet ke dunia kerja baik di jajaran Pemerintah Daerah, BUMD maupun institusi lain.
Beberapa atlet bahkan ada yang langsung minta dan siap bergabung menjadi KOWAD maupun Polwan. Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal SIK MH dan Danrem 162 Wirabhakti, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani langsung merespon dengan sigap untuk diprioritaskan.
Selanjutnya, pasca PON XX apa yang harus disiapkan? Menghadapi PON XXI mau tidak mau kita harus mulai persiapan sejak tahun 2022. Mengapa demikian ?
Pertama, banyak atlet kita yang “Peak Performance” nya sudah lewat dan bisa jadi prestasi terakhirnya di PON XX. Secara alamiah kemampuan fisik dan mental atlet akan menurun. Atlet yang akan pensiun harus dicari gantinya.
Misalnya untuk bola voli putri, akan terjadi regenerasi. Ajang pencarian bibit atlet muda berbakat harus segera di lakukan dan ditangani dengan baik. Kejuaraan dan pertandingan singleevent dan multievent secara berjenjang di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi harus diagendakan dan terjadwal dengan baik.
Kini pengurus Cabor harus kerja keras mengangkat atlet lapis junior menjadi tumpuan melalui pelatda terprogram dalam 3 tahun ini.
Kedua, harus segera dilakukan evaluasi yang cermat untuk proyeksi target ke depan. PON XX memberi pesan kuat ada cabor yang tetap produktif sebagai langganan medali emas seperti volly pantai, tinju, atletik.
Ada cabor yang memberi kejutan baru yang tidak terlalu diunggulkan sebelumnya yaitu Balap Motor. Ada pula cabor yang dulunya selalu jadi pundi-pundi medali emas tapi di PON Papua tak mampu berbuat sebagaimana diharapkan.
Pencak silat misalnya. Dulu menjadi cabor andalan. Kini nyaris tak terdengar. Dulu kita berhasil melahirkan pesilat-pesilat tangguh seperti Maryati, Milasari, Mardiansyah, Nurhidayati, Syaiful, Wahyu dan lain sebagainya.
Kini kenapa cabor Pencak Silat melempem? Apa yang terjadi dengan IPSI? Tampaknya dinamika internal IPSI perlu diatensi. Sejatinya cabor ini pernah berjaya dan langganan medali emas.
Medali emas Balap motor punya makna tersendiri. Cabor ini bila ditangani sungguh-sungguh akan memiliki prospek bagus sekaligus bisa jadi anak tangga untuk lahirkan pembalap berkelas dunia. Hal ini relevan dengan icon pariwisata sport tourism MotoGP kita yang telah memiliki Pertamina Mandalika International Street Circuit di Lombok Tengah. Dari IMI NTB harus mampu lahirkan Valentino Rossi baru di masa datang.
Ketiga, bila ada cabor yang tidak lagi efektif, konflik internal yang tak berkesudahan, harus ada keberanian untuk segera perbaikan total agar atlet tidak dirugikan. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi, Ketua KONI dan segenap pengurus Cabor harus mampu berkomunikasi dan konsolidasi yang baik agar target-target medali yang sudah ditentukan dapat diraih dengan baik. Ego dan konflik dalam kepengurusan Cabor harus dihentikan karena sungguh merugikan atlet dan juga daerah.
Keempat, kita harus fokus menentukan cabor unggulan yang potensial merebut medali emas. Tinju, Tarung Derajat, Kempo, Karate, Muathay dan olahraga keras lainnya bisa jadi ladang emas yang potensial, terutama pada mata lomba yang tidak kental penilaian subyektifnya.
Cabor Atletik masih jadi primodona. Di Atletik tidak kurang ada peluang 40 an Medali Emas. Pengurus PASI harus tetap solid. Pelatih harus bekerja keras lahirkan atlet tangguh seperti Lalu Zohri.
Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang merupakan wadah pembinaan dan pelatihan atlet berbakat dan potensial untuk dikembangkan menjadi atlet berprestasi, harus terkelola dengan baik sebagai embrional lahirkan atlet unggul. Bakat alam yang dimiliki banyak atlet kita bagaimanapun harus mendapatkan sentuhan managemen olahraga modern.
Kelima, Cabor dan nomor pertandingan peraih medali emas perak dan perunggu segera ditetapkan sebagai cabor Unggulan melalui pelatda jangka panjang dengan pelatih kaliber nasional. Dengan pelatih yang handal skill atlet akan meningkat. Try out untuk menimba pengalaman dan mengasah mental agar tidak demam panggung menjadi sesuatu yang penting. Pemberian gizi yang memadai, latihan fisik, pendampingan psikologi, dokter khusus selama pelatda adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.
Kesemuanya membutuhkan dukungan anggaran yang tidak bisa dibilang kecil. Karena nya pemerintah, dunia usaha dan masyarakat harus bersinergi mendukung atlet untuk fokus ke upaya peningkatan prestasi.
Keenam, sarana prasarana latihan atlet harus segera dibenahi. Disinilah makna strategis perjuangan dan keuntungan menjadi tuan rumah. Akan terbangun sarana prasarana olahraga yang berstandar nasional/internasional. Karenanya bidding tuan rumah PON XXII tahun 2028 mendatang harus dipersiapkan dengan baik.
Bila berhasil menangkan bidding sebagai tuan rumah kembar bersama provinsi tetangga, kita harus canangkan Tri Sukses PON. Pertama, sukses penyelenggaraan. Semua peserta puas. Sportivitas terjaga. Sillaturrahmi nasional lewat olahraga tercipta.
Kedua, sukses prestasi dengan indikator masuk ranking 5 besar nasional dengan koleksi medali emas yang meningkat signifikan didukung atlet handal berlevel nasional dan internasional. Ketiga, sukses ekonomi dan promosi daerah.
Dengan menjadi tuan rumah, orang dari berbagai penjuru akan datang banjiri daerah kita. Sektor perdagangan dan jasa menggeliat. Hotel restourant terisi, cinderamata terbeli, taxi ojek wira wiri. Aneka transaksi terjadi, potensi dan peluang investasi terealisasi. Bidding jadi tuan rumah PON XXII harus terbukti. Vini vidi vici.***
Penyelenggaraan WSBK & MotoGP 2022, Pemprov NTB Studi Komparasi ke Itali
Studi Komparasi ke Itali yang diakukan tim Studi Komparasi Pemprov NTB, tujuannya agar penyelenggaraan WSBK dan MotoGP 2022 bisa berlangsung sukses
Italia merupakan negara yang telah puluhan kali sukses menjadi tuan rumah penyelenggaa MotoGP, karena itu Provinsi NTB perlu belajar banyak pada negara tersebut.
Studi Komparasi ke negeri pizza itu berlangsung pada hari kamis-jumat, tanggal 21-22 Oktober 2021. Di hari pertama, kedatangan Tim Studi Komparasi Pemprov NTB diterima oleh jajaran Kepolisian Daerah Remini, Italia.
Di hari kedua, Tim Studi Komparasi Pemprov NTB mengunjungi Missano Circle Circuit MotoGP Marco Simoncelli dengan melihat langsung di lapangan dan didampingi oleh jajaran Kepolisian Daerah Remini, Italia.
“Italia sudah puluhan tahun menyelenggarakan MotoGP. Kita (di NTB) bahkan di Indonesia belum punya pengalaman untuk itu. Karena itu, kita harus banyak mencontoh sistem yang diterapkan Italia,” jelas Ridwansyah, Kepala Dinas PUPR yang melakukan studi komparasi tersebut, didampingi Direktur RSUD NTB.
Kegiatan tersebut menghasilkan beberapa hal, di antaranya Pemprov NTB akan mengadopsi berbagai tehnis dan sistem penyelenggaraan acara.
Mulai soal Ruang Command Center, apabila terjadi kontijensi, keamaan, penempatan medical center, screening penonton, hingga berbagai regulasi lainnya.
Serta, keamanan protokol kesehatan yang biasa dilakukan saat penyelenggaraan event tersebut. Seperti, setiap penonton diwajibkan untuk mengisi aplikasi kesehatan (semacam aplikasi pedulilindungi Indonesia).
“Kita perlu bangun sistem screening penonton berbasis IT untuk pemeriksaan kesehatan/PCR atau antigen sesuai prokes,” tandas dr. Jack, sapaan Direktur RSUD Provinsi NTB.
diskominfotikntb
Selamat Datang Sang Juara
Ucapan selamat patut disampaikan pada para Kesatria Oahraga yang meraup medali 15 emas, 11 perak dan 12 perunggu di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua
Oleh: Lalu Gita Aryadi
MATARAM.lombokjournal.com ~ Tidak ada pesta yang tiada berakhir. Sang Kesatria (Olahraga) telah berjuang keras mempertaruhkan jiwa raga bertempur di arena PON Papua, kehormatan dan kebanggaan telah dipertaruhkan.
Besok saatnya Sang Juara pulang dengan kepala tegak. Rakyat dan Pemprov NTB bangga (atas prestasi yang diukir) dan menyampaikan terima kasih. Para Kestria NTB pulang memboyong medali, meraup 15 emas, 11 perak dan 12 perunggu.
Perolehan medali itu merupakan hasil yang istimewa dan membanggakan. Peringkat Sembilan adalah capaian yang paripurna. Jauh melebihi hasil pada PON-PON sebelumnya.
Sabtu (16/10) pagi, dari Jayapura, Ketua Kontingen, Bpk Mori Hanafi melaporkan dan koordinasi dengan Sekda tentang rencana kepulangan kontingen.
Pak Mori Hanafi bersama 122 orang atlet dan official hari ini akan meninggalkan tanah Papua. Dari Jayapura transit semalam di surabaya. Keesokan harinya, Minggu (17/10) rombongan tiba di BIZAM sekitar pukul 09.15.
Sambil menunggu rombongan yang berangkat dari Timika tiba di bandara BIZAM, rombongan akan menjalani protokol kesehatan berupa sweb antigen. Bila hasilnya negatif dapat pulang karantina mandiri. Bila hasilnya positif, akan di karantina di tempat yang sdh disiapkan. 5 hari ke depan dilakukan RT-PCR.
Sprinter Muhammad Zohri meraih dua emas di PON XX Papua 2021 / Foto: Laman PON XX Papua 2021
Rombongan lain yang berangkat dari Timika, sebanyak 35 orang dipimpin Bpk H. MNS Kasdiono dan Bapak Suhaimi. Kloter ini akan melewati rute kepulangan dari Timika ke Makasssar dan transit bermalam di Makassar. Dari Makassar terbang ke Bandara Ngurah Rai Denpasar selanjutnya akan tiba di BIZAM hari Minggu pukul 12.00.
Rombongan kloter pertama yg tiba pukul 09.15, menunggu kedatangan rombongan kloter kedua krn di kloter Timika banyak juga peraih medalinya.
Kepulangan atlet yang berlaga di PON Papua ini memang tidak sekaligus. Bergantung jadwal bertandingnya. Atlet futsal misalnya sudah tiba beberapa hari yang lalu. Disusul beberapa cabor lainnya yg sdh lebih awal selesaikan pertandingan.
Ada juga atlet yang tidak pulang ke lombok tapi langsung terbang ke jakarta. Menyelesaikan Pemusatan latihan karena akan mengikuti event2 internasional.
Setelah 2 kloter ditambah atlet2 yang sudah pulang lebih dulu terkumpul,
panitia menyiapkan defile/arak-arakan atlet PON.
Rute konvoi/arak-arakan, dari BIZAM, putar masuk Kota Praya, menuju Puyung, Ubung, Kediri, Sweta, Cakra, Mataram dan finish di lapangan Sangkareang Kota Mataram.
Mobil konvoi antara lain mobil calling diskominfotik, vooreijder polisi, bus city tour berisi atlet peraih emas, mobil terbuka offroad, jeep, komunitas sepeda motor, mobil pimpinan OPD da lain-lain. Konvoi dipersiapkan dan tanggung jawab Kadispora dan Kadis Perhubungan.
Dari lapangan Sangkareang disambut dan diiringi dengan aneka tetabuhan: Gendang Beleq, drum band dan lain-lain untuk menciptakan kemeriahan dan tanda suka cita.
Komunitas masyarakat Papua di Kota Mataram direncanakan ikut menyambut
Pahlawan yang sudah mengharumkan nama daerah. Khusus peraih medali emas direncanakan akan diusung dengan jaran kamput.
Prosesi arak-arakan dari lapangan sangkareang menuju Kantor Gubernur dipersiapkan dan menjadi tanggung jawab Kadis Dikbud. Karo Kesra melakukan pengaturan penyiapan musik-musik penyambutan dari sekolah-sekolah terpilih di Kota Mataram.
Penyambutan, ramah tamah, santap siang dan pembubaran kontingen di Kantor Gubernur. Gubernur, Wakil Gubernur bersama Forkopimda, Bupati/Walikota dan tamu undangan lainnya menunggu arak-arakan dan diundang ke Kantor Gubernur pukul 15.00. Acara ini disiapkan dan menjadi tanggung jawab Karo Umum, Karo Ekonomi dan Karo Adpim.
Acara syukuran dan pemberian bonus direncanakan pada saat syukuran/peringatan hari sumpah pemuda 28 Oktober seminggu setelah kedatangan.
Selesai acara para Bupati/Walikota membawa pulang atletnya dengan kendaraan dari daerah masing-masing. Untuk antisipasi agar atlet tidak pulang dengan angkutan umum open cup apalagi ojek seperti yang viral terjadi di daerah lain, Dinas Perhubungan ProVinsi sudah menyiapkan bus-bus Damri yang memang disiapkan untuk mengantar pulang atlet sampai kantor Bupati/Walikota.
Dari kantor Bupati/Walikota setempat diantar ke rumah masing-masin atlet oleh kendaraan dinas Pemda masing-masing.
Diantisipasi juga dari Pemprov yang akan mengantar pulang hingga ke titik akhir rumah atlet. Persiapan dan tehnis kepulangan di bawah koordinasi dan tanggung jawab Inspektur Provinsi.***
catatan;Lalu Gita Ariadi adalah Sekretaris Daerah (Sekda) NTB
Triathlon Mulai Dikenalkan 101 Tahun Lalu di Prancis
Lombok jadi ajang penyelenggaraan Triathlon dalam event Hutama Kaya Endurance Challence (HK Endurance Challence) yang direncanakan menempuh jarak kurang lebih 123 km, ini pertama kali dikenalkan Triathlon
MATARAM.lombokjournal.com ~ Event HK Endurance Challence semula akan dberlangsung awal bulan Agustus lalu, tapi karena pandemi Covid-19 dilakukan reschedule, dan kini digelar tanggal 15-17 Oktober tahun 2021.
Triathlon atau yang disebut juga dengan Trilomba merupakan kompetisi dari serangkaian cabang olahraga seara berkesinambungan, yaitu renang, balap sepeda, dalam satu kesatuan waktu.
Pemenan lomba Trilomba ini ditentukan ini juga merupakan kompetisi kecepatan waktu di mana peserta harus dapat membagi tenaga dalam setiap tahapnya.
Mungkin kita perlu megetahui sedikit sejarah Triathlon, mulai kapan jenis lomba ini diselenggarakan, siapakah pencetusnya?
Lomba dalam tiga cabang sekaigus ini pertama kali dikenalkan oleh Scott Tinley. Pertama kali dikenalkan di Prancis sekitar pada 1920-an. Awalnya Trilomba ini diadakan merupakan bagian dari latihan bagi para atlet lari. Trilomba pertama kali diadakan di Pelabuhan Mission San Diego pada 1974.
Urutan perlombaan triathlon ini dilakukan secara berkesinambungan dengan transisi di antara renang ke sepeda dan sepeda ke Lari. Pemenang perlombaan ini dihitung berdasarkan penamat lomba tercepat termasuk waktu transisi.
Di ajang olimpiade Trilomba ini memiliki jarak yang bervariasi. Pertama ada Sprint Distance di mana jarak 750m untuk renang, 20km untuk sepeda dan 5km untuk lari. Kemudian ada Standard atau Olympic Distance dengan jarak 1500m untuk renang, 40km untuk sepeda dan 10km untuk lari.
Umumnya Trilomba ini pada digelar dekat perairan terbuka seperti laut, danau, sungai, dan kolam buatan outdoor. Kemudian rute sepeda bisa mengambil lokasi di jalan raya ataupun offroad untuk cross triathlon. Untuk rute lari sendiri bisa dilakukan di jalan raya, pedestrian, pantai, tanah dan di pegunungan.
Hingga kini Trilomba ini sangat populer di Indonesia. Meski harus diakui, karena dalam lomba olahraga ini membutuhkan stamina tinggi dan tentu pengalaman, biasanya para pemenang adalah para atlet yang sudah terlatih baik.
Lombok juga menjadi tempat yang diminati dalam peyelenggaraan lomba olahraga ini. Tempat lain yang sudah kerap dilaksanakan antara lain di Jakarta, Bogor, Surabaya, Bali, Bintan, Palembang, Pariaman, Sungailiat, Belitung, Jepara, Sibolga, Tapanuli tengah, dan Pangandaran.
Tapi Lombok memang jadi tempat favorit bagi atlet-atlet berpengalaman, tentu saja bagi yang sekaligus ingin menikmati keindahan panorama.
Ist
Triathlon yang Makin Ngetrend, Olahraga Uji Daya Tahan Tubuh
Triathlon sering disebut juga dengan Trilomba, sudah ada sejak lama. Olahraga yang dipertandingkan dalam Triathlon ini adalah berenang, bersepeda dan juga lari
MATARAM.lombokjournal.com ~ Tidak lama lagi Lombok menjadi tempat berlangsungnya HK Endurance Challence, merupakan olahraga Triathlon yang akan menempuh jarak kurang lebih 123 km.
Event HK Endurance Challence, tergolong event berskala Asia bahkan direncanakan menuju kelas dunia, seiring dengan ditetapkannya Lombok menjadi ajang MotoGP 2022.
Triatlon makin menjadi olahraga yang ngetrend dan melejit di Indonesia. Meski sekarang pun banyak orang yang tengah menggalakkannya untuk melakukan pola hidup sehat, tentu saja olahraga ini memerlukan persiapan fisik yang memadai.
Bayangkan, event HK Endurance Challence saja akan menempuh jarak 125 km, dan tentu diikuti atlet yang berpengalaman. Daya tahan fisik benar-benar akan diuji, karena peserta selain menempuh jarak panjang juga butuh persiapan utuk berlari, bersepeda dan berenang
Mengenal apa itu Triatlon?
Di Indonesia, Triathon sudah ada cukup lama, olahraga yang satu ini kian melejit dan memiliki banyak peminat.
Triathlon sering disebut juga dengan Trilomba, seperti bisa dikuti di wikipedia. Olahraga ini menggabungkan tiga cabang olahraga menjadi satu kesatuan.
Dalam praktiknya, olahraga yang dipertandingkan dalam Triathlon ini adalah berenang, bersepeda dan juga lari. Ketiga olahraga ini dilakukan secara berkesinambungan atau berkelanjutan dan harus diselesaikan dalam satu waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
Triathlon sendiri adalah olahraga yang menggabungkan antara kecepatan dan juga ketangkasan untuk menyelesaikannya. Untuk dapat menyelesaikan olahraga ini, dibutuhkan stamina yang cukup besar.
Hal itu dikarenakan, Triathlon ini merupakan cabang olahraga yang cukup menguras energi apalagi seseorang harus dapat menyelesaikan tiga olahraga sekaligus dalam satu waktu.
Seseorang itu pun juga diwajibkan berpacu dengan waktu agar semua olahraga dapat dituntaskan dengan baik.
Selain sudah mulai dipertandingkan pada ajang Asian Games 2018 yang lalu, Triathlon juga telah dilombakan pada ajang Olimpiade. Hanya saja, untuk di Olimpiade sendiri Triathlon juga masih terbilang baru karena baru saja diperlombakan pada ajang beberapa Olimpiade yang lalu.
Maka tak heran, Triathlon pun kian dikenal oleh masyarakat luas saat ini.
Ketentuan Triathlon
Mengutip dari sini Triathlon sendiri paling umum dilakukan dengan urutan renang – sepeda – lari. Namun, urutan ini dapat divariasi tergantung dari format kompetisi yang akan ditentukan.
Sehingga, Triathlon sendiri juga tergolong menjadi salah satu olahraga yang cukup fleksibel dan dapat dilakukan oleh siapa saja.
Berbeda dengan olahraga lain khususnya estafet, dalam Triathlon sendiri dilakukan secara berurutan namun tetap ada jeda istirahat selama transisi dari olahraga satu ke yang lainnya.
Pemenang sendiri akan ditentukan berdasarkan orang yang berhasil menyelesaikan seluruh lomba dengan waktu yang paling cepat termasuk juga waktu jeda yang dihitung.
Manfaat Triathlon
Manfaat dari olahraga Triathlon ini sangat besar dan tak bisa Anda anggap remeh. Bersumber dari Planetsports, ada segudang manfaat Triathlonyang wajib Anda ketahui.
Manfaat pertama yang jelas bisa diperoeh dari Triathlon adalah menguatkan tubuh dengan maksimal. Pasalnya, dengan mulai melakukan olahraga Triathlon, secara tak langsung seluruh otot dan saraf Anda pun akan menjadi lebih kuat dibanding sebelumnya.
Apalagi, Anda pun akan langsung mendapatkan manfaat dari tiga olahraga sekaligus.
Selain itu, seluruh bagian tubuh juga akan jauh lebih kuat dengan melakukan olahraga Triathlon ini. Berenang sendiri akan membantu menguatkan tubuh bagian atas dan tulang Anda.
Sementara itu, untuk bersepeda dan lari sendiri akan menguatkan tubuh bagian bawah sekaligus membantu untuk melatih ketangkasan Anda.
Manfaat berikutnya, membuat energi tubuh menjadi lebih kuat. Triathlon merupakan olahraga yang membutuhkan energi besar.
Maka dari itu, dengan Anda rutin berlatih olahraga ini secara tak langsung juga akan membantu untuk meningkatkan energi tubuh dan ketahanan tubuh Anda dengan baik.
Berlatih Triathlon juga dapat membantu untuk menjaga kesehatan tubuh. Dengan kombinasi olahraga renang, sepeda dan lari ini sangat cocok untuk menjaga organ tubuh agar tetap berfungsi dengan baik.
Sehingga, berbagai penyakit pun tak dapat masuk ke tubuh Anda sekaligus juga dapat meredakan stres.
Bagi yang saat ini mungkin tertarik untuk melakukan olahraga Triathlon ini, maka sangat penting untuk memerhatikan asupan makanan dan vitamin.
ist
Event HK EC 123k, Kegiatan Besar Di Tengah Pandemi
NTB bisa menyelenggarakan event besar di tengah pandemi jelang berlangsungnya world superbike dan MotoGP
MATARAM.lombokjournal.com ~ Ini event besar lainnya jelang world superbike atau WSBK, yaitu Hutama Karya Endurance Challenge (HKEC).
Event ini semula akan dilangsungkan awal bulan Agustus lalu, tapi terkendala pandemi Covid-19 karena itu tertunda. Akhirnya dilakukan reschedule, dan kini akan digelar tanggal 15-17 acara puncak di bulan Oktober tahun 2021.
Melalui Konferensi Pers di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Rabu (13/10/21), Ketua Panitia HKEC, Okta menjelaskan terkait ppenundaan itu. Dan ia pun menegaskan, kegiatan HK Endurance Challenge sudah sekelas Asia dan direncanakan sekelas dunia.
Menurutnya, kegiatan ini dinamakan HKEC, karena ini adalah olahraga triathlon.
“Tentunya diselenggarakan dan diikuti oleh atlet atlet yang sudah berpengalaman,” jelas Okta.
Hk Endurance Challenge direncanakan menempuh jarak kurang lebih 123 km. Start dari Gili Air sampai DI Pantai Sire menempuh sekitar 2 km, kemudian lanjut bersepeda sampai dengan masuk kawasan ITDC Mandalika yang panjangnya kurang lebih 100km.
Setelah itu dilanjutkan dengan run atau berlari sepanjang 20 km, sehingga di namakan HKEC dalam satu dekade itu 123km atau 123.Hampr dipastikan peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini jumlahnya sekitar 100 peserta dari 18 negara internasional yang notabene semuanya sudah tinggal di Indonesia. Asal peserta yang dari 18 negara itu mewakili 5 benua Eropa.
Ketua Panitia HKEC Lombok Series itu juga menjelaskan, ada 100 peserta yang terdiri dari 60 peserta asal Indonesia dan 40 peserta adalah WNA yang menetap di Indonesia.
Partisipan asing yang bergabung berasal dari 18 negara yang mewakili 5 benua.
Diterangkan, usia peserta termuda berusia 19 tahun berasal dari NTB dan yang tertua adalah partisipan WNA berusia 65 tahun.
Jumpa wartawan dalam kegiatan HC Endurance Challence, menurut Kadis Pariwisata NTB yang hadir saat itu, diharapkan untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, NTB bisa menyelenggarakan event besar di tengah pandemi.
Harapannya, melalui konferensi pers, seluruh informasi terkait dengan penyelenggaraan HKEC ini bisa paripurna diberitakan.