Eco Shell Marathon 2022, Wahana Ilmu Pengetahuan

Program Eco Shell Marathon 2022 mendorong kolaborasi dan inovasi mencipta kendaraan dengan energi sesedikit mungkin

LOTENG.lombokjournal.com ~ Shell Eco Marathon bukan sekadar kompetisi tapi wahana belajar dan berbagi pengalaman sesama peserta dalam mengembangkan ilmu. 

Kompetisi Shell Eco Marathon telah resmi dibuka dan dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Hal itu dikatakan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflmansyah, SE, MSc memulai Shell Eco Marathon 2022 di Sirkuit Mandalika, Kamis (13/10/22). 

BACA JUGA: Talenta NTB Ikut Shell Eco-Marathon

“NTB tempat yang bagus untuk hal itu”, sebut Gubernur. 

Kompetisi Shell Eco Marathon telah resmi dibuka dan dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik (PUPR) Basuki Hadimuljono. 

Vice President Corporate Relations Shell Asia-Pacific Sean Winnett menyebut Shell Eco Marathon adalah program global, menantang siswa berbakat untuk merancang mobil dengan mempertimbangkan teknis dan faktor perilaku untuk mencapai efisiensi energi.

“Program ini mendorong kolaborasi dan inovasi untuk menjawab pertanyaan: “Bagaimana kita bisa bepergian menggunakan energi sesedikit mungkin,” kata Sean. 

Shell Eco Marathon digelar juga untuk mengumpulkan talenta periset Asia, mitra bisnis dan pelaku industri, pemerintah serta media untuk mengeksplorasi dan bertukar ide tentang masa depan solusi transportasi. 

BACA JUGA: Festival Budaya Lombok Utara 2022 di Desa Bentek

Ia berharap Shell Eco Marathon akan memicu ide dan solusi yang dapat membantu membangun sistem energi rendah karbon di seluruh dunia termasuk Indonesia dengan kolaborasi membangun masa depan. 

Ajang balap hemat energi antar pelajar ini menyediakan beberapa kategori utama yakni Urban Concept dan Prototype dan diikuti 49 tim dari berbagai negara termasuk perguruan tinggi Indonesia. ***

 

 




Talenta NTB Berpartisipasi dalam Shell Eco-Marathon 2022

Meski tak menjadi peserta bamun talenta yang berasal dari tiga universitas dari NTB berpartisipasi dalam pameran Shell Eco-Marathon 2022

LOTENG,lombokjournal.com ~  Dalam tajuk Shell Eco-Marathon 2022 yang pertama kalinya digelar di Indonesia dan juga pertama kali kembali ke lintasan Asia sejak pandemi, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah optimis para pelajar talenta NTB bisa mengikuti ajang ini. 

Gubernur NTB optimis talenta dari NTB berpartisipasi dalam pameran Shell Eco 2022

Bang Zul, sapaan akrabnya, menyampaikan, walaupun NTB tidak bisa menjadi peserta tahun ini, namun ada 3 universitas dari NTB yang berpartisipasi dalam pamerannya, yaitu dari Sumbawa, Advokasi dan ada binaan dari Dinas Perindustrian. 

BACA JUGA: Eco Shell Marathom 2022, Wahana Ilmu Pengetahuan

Hal tersebut disampaikannya ketika diwawancarai di Sirkuit Internasional Mandalika pada Kamis (13/10/22).

“Walaupun tidak mendapatkan wild card karena proses yang berbeda dari MXGP dan MotoGP tetapi produknya sudah dipamerkan. Juli tahun depan sudah dipastikan oleh Shell bahwa perwakilan dari NTB akan ikut berpartisipasi dalam event ini sebagai peserta,” katanya.

Selanjutnya, Bang Zul juga berkata, Shell Eco-Marathon (SEM) bukan hanya sekedar kompetisi antar pelajar, tetapi disinilah talenta terbaik Indonesia berkumpul mempelajari science technology, sharing experiences, dan menciptakan community of practice.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata, Yusron Hadi, menjelaskan, Shell Eco-Marathon merupakan event yang cukup prestisius di dunia kendaraan renewable energy

Perlombaan ini untuk mengembangkan mobil-mobil hemat energi dan tentu saja blue energy dan green energy.

“Saya kira kesempatan baik dan alhamdulillah peserta dari NTB juga tidak kalah dari daerah lain, mudah-mudahan menjadi inspirasi yang lebih kencang lagi bagi anak muda kita untuk terus terlibat dalam pengembangan kendaraan berbahan bakar hemat dan blue energy”, ungkap Yusron. 

Kompetisi ini memberikan kesempatan bagi generasi muda khususnya tingkat SMA dan Universitas, untuk berkontribusi pada inovasi kendaraan yang memenuhi unsur keselamatan dan dapat melakukan perjalanan terjauh dengan menggunakan energi seminimal mungkin.

BACA JUGA: Ragam Kesenian Islami di Festival Qasidah 2022

Perlu diketahui, ada lebih dari 40 tim pelajar dan mahasiswa dari 9 negara di Asia seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Korea Selatan, India, Kazakstan, dan Nepal yang telah terdaftar untuk berkompetisi di Shell Eco-Marathon Indonesia 2022. ***

 

 




Shell Eco Marathon, NTB Juga Produksi Kendaraan Listrik 

Evebt Shell Eco Marathon Indonesia 2022, saatnya  menunjukkan pada dunia luar NTB juga menghasilkan produk kendaraan listrik

MATARAM.lombokjournal.com ~ Shell Eco Marathon untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di Indonesia pada tahun 2022 ini, yaitu di Pertamina Mandalika International Street Circuit, 11 hingga 15 Oktober 2022.

Sebagai tuan rumah, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah, berharap momentum ini dapat membuka mata dunia, Provinsi NTB juga mampu berinovasi mengembangkan kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan. 

BACA JUGA: Tenaga Ahli DPD RI: NTB Care Luar Biasa

Gubernur NTB mengatakan adanya ecent shell eco Maraton, menunjukkan NTB jugha memproduksi kendaraan hemat energi

“Mudah-mudahan bukan saja sekedar event, tapi juga agar dunia luar bisa mengetahui, dari NTB juga bisa menghasilkan produk kendaraan listrik dari universitas maupun SMK yang ada di NTB,” harap Bang Zul sapaan akrab Gubernur, di Ruang Kerjanya, ketika mengikuti kegiatan The Weekly Brief With Sandi Uno, melalui virtual, Senin (10/10/22).

Selain itu, pada rapat yang dipimpin Menteri Priwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno,  Bang Zul juga berharap, ke depan pelaksanaan Shell Eco Marathon ini dapat dilaksanakan secara terbuka untuk umum. 

Sehingga masyarakat dapat menyaksikan inovasi-inovasi yang dilahirkan oleh generasi-generasi muda berbakat dari seluruh dunia.

“Untuk itu tahun depan kita upayakan  agar event eco shall ini bersifat terbuka,” harapnya.

Event Shall Eco Marathon ini merupakan kompetisi inovasi global yang menantang generasi muda untuk mendesain, mengembangkan dan menguji kendaraan hemat energi. 

BACA JUGA: Bimtek Anti Korupsi untuk Pelaku Dunia Usaha

Ada lebih dari 800 orang tim mahasiswa, akademisi, tamu undangan dan panitia yang hadir pada Shell Eco Marathon Indonesia di Lombok.***

 

 




Juju Pelajari Limbah Jadi Bahan Bakar di Amerika

Pemprov NTB dukung Juju ke Amerika untuk pelajari pengolahan limbah menjadi bahan bakar, yang diselenggarakan dan dibiayai penuh oleh Amerika

MATARAM.lombokjournal.com ~ Manajemen limbah dan pengembangan energi terbarukan merupakan salah satu prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB saat ini. Terlebih lagi dengan adanya target emisi nol pada 2050 (NTB NetZero Emission 2050).

Karena itu, Pemprov NTB mendukung penuh Pemuda kelahiran Lombok Timur, Muhammad Zurhalki yang akrab disapa Juju, mengikuti Reverse Trade Mission (RTM) on Waste to Energy (WTE) yang diselenggarakan dan dibiayai penuh oleh US trade and Development Agency.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan teknologi, kebijakan, dan layanan Amerika Serikat di bidang pengolahan limbah menjadi energi. 

BACA JUGA: Pabrik Pengolahan Limbah Beracun Berbahaya Hadir di NTB

Juga untuk membuka peluang kerjasama dalam hal pengadaan dan penggunaan teknologi pengolahan limbah di Indonesia. 

Pengolahan limbah jadi energi terbarukan akan dipelajari Juju di Amerika
ilustrtasi ~ Limbah Sawit jadi energi

RTM-WTE sendiri diikuti stakeholders Indonesia yang terlibat dalam pengembangan energi terbarukan dan pemberdayaan lingkungan, Seperti kementrian terkait, Pemerintah Provinsi, BUMN, dan BUMD dengan total peserta sekitar 15 orang. Juju adalah salah satunya. 

“Pendidikan yang baik Insya Allah akan menerbangkan anak-anak muda NTB sejajar dengan warga dunia yg lain,” ungkap Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat menerima Juju di Ruang Kerjanya, Kamis (29/09/22). 

Pelajari beberapa jenis limbah

Juju merupakan alumni beasiswa NTB tujuan Polandia tersebut bersama rombongan akan berangkat pada pada 1 Oktober 2022. Kegiatan akan selesai pada 14 Oktober 2022. 

Beberapa lokasi yang akan dikunjungi tersebar di negara bagian Washington DC, Tampa, dan Los Angeles.

Juju akan mempelajari beberapa jenis limbah seperti, limbah pertanian, limbah rumah tangga, baik organik maupun anorganik, yang diolah menjadi bentuk energi yang dapat digunakan oleh masyarakat. 

Biasanya, tutur Juju, massa limbah dapat digunakan sebagai bahan baku pembangkitan listrik maupun pembuatan bahan bakar cair dan gas, dan sebagainya. 

Pemuda yang menamatkan jenjang S1nya di Universitas Mataram tersebut berharap, kegiatan tersebut bisa menjadi pintu awal terbentuknya kerjasama di bidang energi antara perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Pengolahan Limbah, Pemprov NTBN Siapkan Infrastruktur Dasar

NTB termasuk peserta yang disediakan alokasi waktu pada sesi business briefing untuk mempresentasikan kondisi dan peluang kerjasama di NTB.

“Melihat ketertarikan penyedia teknologi di US terhadap besarnya peluang investasi di NTB, saya pribadi cukup optimis di masa mendatang akan terjalin hubungan kerjasama yang baik di bidang energi terbarukan,” tandasnya. ***

 




Aksi Siswa Bersih-bersih di Sepanjang Pantai Kalaki di Bima

Siswa SMA di Bima bersama Dewan Pelaksana Geopark Tambora melakukan aksi bersih-bersih sepanjang pantai untuk sukseskan Program NTB Zero Waste

BIMA.lombokjournal.com ~ Mensukseskan program NTB Zero Waste atau Bebas Sampah, ratusan siswa di Bima bersama Dewan Pelaksana (DP) Geopark Tambora melakukan aksi bersih-bersih sampah, di sepanjang pantai Kalaki Kabupaten Bima.

Zero Waste merupakan salah satu program unggulan Gubernur H. Zulkieflimansyah dan Wagub Hj. Sitti Rohmi Djalilah   

Aksi membersihkan pantai mendukunmg program Zero Waste

“Kegiatan ini didukung Surat Edaran Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 050/6159/PPLDISLHK/2022 tanggal 7 September 2022 tentang Dukungan dan Partisipasi Kegiatan World Clean Up Day Tahun 2022,” kata General Manager DP Geopark Tambora-SBR, Hadi Santoso, Rabu (28/9/2022) di pantai Kalaki Desa Panda Kabupaten Bima.

BACA JUGA: Atasi Masalah Sampah Tanggung Jawab Bersama

Aksi bersih-bersih ini diinisiasi oleh komunitas lingkungan JAO Bima, yang merupa kan salah satu bentuk aksi memperingati World Clean Up Day Tahun 2022, atau hari bersih sampah sedunia tahun 2022.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan pelajar SMAN/SMKN dan jajaran guru serta pihak sekolah.

Menurut pria yang juga staf khusus Gubernur NTB ini, kegiatan aksih bersih-bersih ini untuk mendukung dan mensukseskan program NTB Bebas Sampah dan memperingati World Clean Up Day

Aksi bersih-bersi merupakan kali ketiga digelar. 

“Pada awal September yang lalu, kami laksanakan kegiatan aksi bersih-bersih bersama SMKN 1 Kempo dan jajaran Dikbud Dompu, selanjutnya seminggu yang lalu bersama Bupati, Wabup dan jajaran Pemda Bima,” ungkap Hadi.

Untuk aksi bersih-bersih dan gotong royong kali ini, sebayak 20 SMAN dan SMKN ratusan siswa-siswi di wilayah Kabupaten Bima dan Kota Bima, ikut terlibat membersihkan destinasi wisata pantai Kalaki.

Di depan ratusan pelajar, GM Geopark lulusan Unhas Makasar tersebut, mengajak dan mengedukasi siswa, tentang pentingnya menjaga lingkungan dan membersihkan lingkungan dari sampah. 

Karena saat ini tumpukan sampah di Provinsi NTB, sudah sangat memprihatinkan.

“Sampah ini sebenarnya, bukan sumber masalah.Sampah ini, kalau kita paham dapat dimanfaatkan dan menghasilkan uang. Saya yakin, adik-adik memiliki unit pengelolaan sampah di sekolah,” ucap pria kelahiran Bima.

Sepatutnya gerakan bersih-bersih ini harus menjadi contoh bagi masyarakat. Para pelajar dapat menjadi agent untuk mengedukasi masyarakat tentang kebersihan dan memilah sampah serta memanfaatkannya.

“Kita tidak mau kan planet tempat kita tinngal ini penuh dengan sampah. Maka adik-adik harus memiliki kesadaran untuk membiasakan diri mengelolah sampah dan ikut peduli membersihkan sampah baik dilingkungan sekolah maupun masyarakat,” ajak pengusaha muda Bima tersebut.

Hadi juga memberikan edukasi tentang tugas dan fungsi Geopark Tambora. Memperkenalkan tentang Geopark Tambora, serta sejarah besar tentang taman bumi ini kepada para siswa-siswi SMAN/SMKN se Kabupaten/Kota Bima.

Sementara itu, Sekertaris Kantor Cabang Dinas Dikbud Bima-Kota Bima, Dr. Salahuddin, mengapresiasi kegiatan yang digelar DP Geopark Tambora-SBR berkolaborasi dengan komunitas lingkungan JAO Bima.

“Kegiatan ini sangat bagus, siswa-siswi ini diajak bergotong royong. Ada nilai karakter yang tanamkam dengan keterlibatan langsung  dan kepeduliannya terhadap lingkungan,” kata Dr. Salahuddin.

Diharapkan, kegiatan semacam ini, tidak berhenti pada aksi bersih-bersih saja. Namun ada aksi melakukan penanaman pohon dan penghijauan lingkungan.

Para siswa, terlihat begitu antusias dan ceriah sesekali diselingi dengan canda tawa, membersihakn dan memungkut sampah plastik, kayu maupun sampah lainnya. 

BACA JUGA: Program Baznas NTB Masih Butuh Dana Tambahan

Salahsatu siswa asal SMAN 1 Donggo, Nur kelas XII mengaku senang mengikuti kegiatan aksi bersi-bersih seperti ini. 

Selain bisa interaktif dengan siswa-siswi lain, saling kenal dan silaturahmi, juga membangun kesadaran remaja dan generasi muda.

“Gerakan bersih-bersih ini juga penting, untuk membudayakan kami kaum muda agar tetap peduli untuk membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sembarangan, sehingga mengotori lingkungan disekitar,” jelasnya.

Senada dengan M. Nutripamungkas, siswa SMAN 1 Kota Bima ini mengatakan, kegiatan membersihkan lingkungan  tersebut sangat bagus. Apalagi daerah Bima merupakan salah satu tempat wisata bagi masyarakat.

“Ini destinasi wisata terdekat juga dengan kota Bima,” ujar anggota OSIS yang datang mewakili SMAN 1 Kota Bima bersama guru pendampingnya.

Tidak hanya siswa-siswa SMAN/SMKN, aksi bersih-bersih, mengundang kepedulian para wisatawan asal Belanda yang sedang lewat pantai Kalaki. Para turis tersebut bahkan ikut terlibat langsung membersihakan sampah dipinggir pantai.

BACA JUGA: Strategi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting

Marco, turis asal Belanda mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat bagus. Peduli akan kelestarian lingkungan dan alam sekitar. Ia mengaku senang saat melihat ada keramaian di pinggir pantai. 

Sebagian wisatawan asal Eropa tersebut sepakat untuk ikut membersihkan bersama para pelajar.

“Ini kegiatan yang sangat bagus. Sampah plastiki merupakan polusi. Tidak bisa terurai.Maka harus dibersihkan dan diolah. Terimaksih sudah mengizinkan kami ikut bersih-bersih,”ungkap Marco.

Aksi bersih pantai ini juga membudayakan tidak buang sampah sembarangan

Hadir pada kegiatan tersebut, kepalamsekolah dan dewan guru perwakilan dari SMAN 1 Palibelo,  Kepala SMKN 1 Palibelo,  Kepala SMAN 1 Belo, Kepala SMAN 1 Woha, Kepala SMAN 2 Woha, Kepala SMKN 1 Woha, Kepala SMAN 1 Bolo, Kepala SMAN 2 Bolo.

Juga Kepala SMAN 1 Madapangga, Kepala SMAN 1 Soromandi, Kepala SMAN 1 Donggo, Kepala SMAN 1 Kota Bima,  Kepala SMAN 2 Kota Bima, Kepala SMAN 3 Kota Bima, Kepala SMAN 4 Kota Bima, Kepala SMAN 5 Kota Bima,  Kepala SMKN 1 Kota Bima,  Kepala SMKN 2 Kota Bima, Kepala SMKPP Kota Bima dan penguru serta anggota JAO Bima. ***

 




Atasi Masalah Sampah Tanggung Jawab Bersama

Wagub NTB minta semua pihak concern atasi masalah sampah, terutama di destinasi wisata

MATARAM.lombokjournal.com ~ Permasalahan sampah di daerah adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. 

Karena itu, diminta seluruh pihak untuk lebih concern terhadap permasalahan tersebut, terutama daerah pariwisata.

BACA JUGA: Keagungan Adat Sasak di Pernikahan Putri Sekda NTB

Wagub NTB mengatakan, atasi masalah sampah kewajiban bersama

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menerima audiensi DDOROCARE, sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang pengelolaan sampah di Destinasi Wisata dan Pesisir, Sabtu (24/09/22).

“Ini tanggung jawab dari semua, minta tolong untuk lebih concern terutama daerahnya yang ada destinasi pariwisata,” ujar Wagub di ruang kerjanya.

Hadirnya komunitas DDOROCARE diharapkan membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat agar selalu menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB berpesan kepada Komunitas DDOROCARE agar berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan baik di tingkat Provinsi maupun Kab/Kota terkait dengan pengelolaan sampah.

BACA JUGA: Sail to Indonesia-Lombok, Berakhir di Medana by Marina KLU 

“Silahkan berkoordinasi dengan Dinas LHK, tapi jangan hanya dengan provinsi, karena sangat penting untuk berkoordinasi dengan Dinas LHK Kab/Kota. Mereka yang bertanggung jawab atas sampah dari rumah tangga. Kita harapkan Bank Sampah juga bisa sebanyak mungkin, supaya masyarakat itu dekat dengan Bank Sampah,” tambah Ummi Rohmi. ***

 

 




Masalah Lingkungan Tidak Main-main, Ini Kata Wagub NTB

Cara sederhana mendukung pemerintah menyelesaikan masalah sampah, yakni dengan pilah sampah dari rumah

LOTENG.lombokjournal.com ~ Menjaga dan merawat lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi masa depan anak cucu di masa mendatang.

Hal itu diungkapkan Wagub NTB Hj. Rohmi Djaliah, M. Sc menyatakan itu saat memberikan sambutan pada acara Festival Lingkungan Hidup 2022 bertajuk “Temu Lingkungan  

Kata Wagub NTB, masalah lingkungan tidak main-main butuh kesadaran bersama untuk menyelesaikannya

 

Gelora Ekofeminisme Berdayakan Perempuan, Bersama Wujudkan Kelestraian Alam di Nusa Tenggara Barat “ di Ballroom Kantor Bupati Lombok tengah, Sabtu (24/09/22).

BACA JUGA: Atasi Masalah Sampah Tanggung Jawab Bersama

“Jadi masalah lingkungan ini, merupakan  hal yang tidak main-main, butuh kesadaran semua pihak untuk menyelesaikannya,” tegas Ummi Rohmi.

Lebih lanjut Wagub NTB mengatakan, permasalahan lingkungan khususnya sampah tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan masalah baru bagi lingkungan. Seperti

rusaknya ekosistem lingkungan, tercemarnya air,  polusi udara, hingga pemanasan global. Untuk itu wagub mengajak agar masyarakat terlebih generasi muda untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan. 

“Mari syukuri nikmat Tuhan dengan cara merawat lingkungan demi kualitas lingkungan untuk anak cucu dimasa mendatang,” ajak wagub

Di akhir sambutan, tak lupa Ummi Rohmi mengatakan, cara sederhana dalam mendukung pemerintah menyelesaikan masalah sampah yakni dengan pilah sampah dari rumah, karena menurutnya satu kunci solusi masalah sampah (organik/an organik) dengan cara memilah dari sumbernya langsung yakni rumah. 

“Buktinya sudah ada kok, sampah organik melalui Black Soldier Fly ( BSF) bisa jadi pelet, maggot dan pupuk organik dan Insyaallah pada tahun ini akan di bangun  pabrik RDN untuk mengelolah sampah menjadi bahan bakar,” tutup Ummi.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Duta Lingkungan NTB Lalu Amrillah menyebut, 50 persen mata air di NTB sudah rusak bahkan hilang akibat dari terkikisnya ekosistem lingkungan.

Ia pun merasa terpanggil untuk melakukan gerakan gerakan penghijauan guna menyelamatkan ekosistem lingkungan yang tersisa.

“Untuk menjaga mata air, hampir dua sampai tiga kali setiap bulannya. Kami melakukan penghijauan,” ungkap Amrillah

Di sisi lain salah satu pemateri Bambang Supratomo mengajak kaum milienial untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menanam pohon sebagai gaya hidup baru (life style).

BACA JUGA: World Cleaning Day di Empat Dusun Lekok, Desa Gondang

“Saya yakin jika para kaum muda kita tetap kampaye dalam menjaga lingkungan, maka banyak komponen masyarakat yang mengikuti karena pemuda merupakan agent of change,” ungkap Bambang. 

Acara  tersebut juga dirangkai dengan pemilihan duta lingkungan tahun 2022, yang merupakan inisiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lombok Tengah, jumlah pesertanya mencapai 72 orang. ***

 

 




Pemprov NTB Dukung Co-Firing Biomass PLN, Wujudkan Nol Emisi

Untuk mewujudkan Net Zero Emission 2050 atau nol emisi, Pemprov NTB mengharapkan Co-Firing Biomass

MATARAM.lombokjournal.com ~ Komitmen mewujudkan Net Zero Emission (NZE) atau Nol Emisi Karbon di tahun 2050, Pemerintah Provinsi NTB terus mendukung program Co-Firing Biomass yang diinisiasi PT. PLN (Persero).

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan Co-Firing Biomass sebagai salah satu peluang yang diharapkan oleh Pemprov NTB.

BACA JUGA: LTFN 2 IPI Digelar di Bukit Jokowi Mandalika

Wagub Sitti Rohmi Djalilah mengatakan Co-Firing Biomass sebagai salah satu peluang yang diharapkan oleh Pemprov NTB
Wagub Sitti Rohmi

“Ini harus segera kita laksanakan, NTB saat ini sedang merancang formula  bagaimana untuk mendukung program zero waste, NTB Hijau, Pemberdayaan Masyarakat dan Renewable Energi, sehingga ini bisa terstruktur dan step by step,” tutur Ummi Rohmi.

Ia mengatakan itu saat menghadiri Rapat Terkait Peningkatan Pemanfaatan Renewable Energi Pada Pembangkit Listrik yang berlangsung di Ruang Rapat Anggrek Kantor Gubernur NTB, Selasa (20/09/22).

Ummi Rohmi menjelaskan Co-Firing Biomass saat ini lebih fleksibel, bukan hanya dari sampah, tetapi bahan bakunya dari kayu-kayu kecil, dan bekas serutan kayu, misalnya bisa didapatkan dari tanaman cepat tumbuh seperti Lamtoro, Gamal dan Indigofera.

“Sekarang lebih fleksibel, bukan hanya dari sampah saja tapi dari ranting-ranting, kayu-kayu kecil, bekas serutan kayu semua itu bisa dipakai gitu jadi semakin meluas skup jenisnya,” jelas Ummi Rohmi.

Sementara itu, General Manager PLN UIW NTB Sudjarwo menjelaskan, PLN sudah melakukan Co-Firing melakukan penggantian batu bara dengan sampah di TPU Kebon Kongok dan dibantu dengan sekam padi, serbuk kayu, tetapi presentasinya masih kecil 3% dari kebutuhan batu bara.

Upaya peningkatan kapasitan Co-Firing Biomass, yakni membangun hutan energi dan penanaman pohon sisipan, Adanya mesin cacah atau wood chipper (kayu, sampah organic, bongol jagung), Peralatan untuk meningkatkan Kalori Bomassa dan TJSL mesin pemipil jagung.

BACA JUGA : Korsleting Listrik, 1 Rumah Terbakar di Lokok Bengkok

Pada kesempatan yang sama, Kepala DLHK NTB, Julmansyah, Mhttps://lombokjournal.com/korsleting-listrik-1-unit-rumah-terbak.A.P menjelaskan terkait hutan energi yang dapat dimanfaatkan. Seperti pemanfaatan lahan kritis atau lahan kering, lahan hasil deforestasi, hasil perambahan hutan yang banyak tersebar di pulau Sumbawa.

“Lahan kawasan hutan yang legel yang bisa menjadi tapak pembangunan hutan energi, kita punya areal perhutanan sosial sekitar 78 ribu hektar, belum dipisahkan mana hutan lindung dan produksi, ettapi areal tapak pengambangan hutan energi yang dibutuhkan PLN kita akan alokasikan dari areal perhutanan sosial di fungsi hutan produksi dan itu tersebar di Pulau Sumabawa,” jelasnya. ***

 




Masjid di NTB Serentak Serukan Pencegahan Stunting 

Khutbah Jum’at di seluruh masjid di NTB serentak menyerukan pencegahan stunting untuk meningkatkan kualitas SDM warga NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tumbuh kembang anak normal menjadi tujuan dan harapan bersama. Sebab anak yang sehat dan kuat serta berakhlak mulia menjadi impian pula sebagai penerus generasi bangsa Indonesia. 

Namun, anak yang lemah secara medis adalah anak yang kurang gizi dan sering sakit. 

Anak yang kekurangan gizi, bertubuh pendek, kecerdasannya juga “pendek” dikenal dengan nama stunting. 

BACA JUGA: Desiminasi Audit Kasus Stunting di KLU, Ini Pesan Wabup

Khutnah di masjid serentak menyerukan pentingnya mencegah stunting

Uraian itu disampaikan Dr. Subhan Abdullah Acim, MA  dalam Khutbah Jum’at bertempat di Masjid Raya Hubbul Wathon Islamic Center, Mataram (16/09/22).

“Anak stunting saat ini jumlahnya sangat banyak. Angka anak yang mengalami stunting di Indonesia, masih cukup tinggi. Angkanya mencapai 37 persen,” katanya.

Menurutnya, angka ini memperlihatkan, tiga atau empat dari 10 anak Indonesia dalam kondisi stunting.

Karena itu, tugas pencegahan stunting ini sangat penting bagi umat Muslim. Sehingga menjadi tema Khutbah yang disampaikan di ribuan masjid se-NTB.

“Penanganan anak stunting ini akan menjadi amal dan ibadah yang baik bagi semuanya, sesuai dengan peran kita di masyarakat, sebagai kepala keluarga, pendidik, pelajar, pekerja, dan peran penting lainnya menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Subhan Abdullah.

Diuraikan khatib, angka anak yang mengalami stunting di Indonesia, masih cukup tinggi, angkanya mencapai 37 persen. 

Angka ini memperlihatkan, tiga atau empat dari 10 anak Indonesia dalam kondisi stunting. 

“Di NTB yang kita cintai ini, kasus anak stunting ditargetkan turun sebesar 14 persen pada tahun 2024, sejalan dengan target Nasional. Dari 19 persen pada tahun 2022 menjadi sebesar 14 persen pada tahun 2024. Data ini menggambarkan bahwa warga NTB masih perlu bekerja keras menurunkan angka stunting ini. Semua pihak baik Pemerintah dan masyarakat perlu bergotong royong untuk mensukseskan penurunan stunting target 14 persen pada tahun 2024,” urainya. 

Islam mengajarkan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, sehingga umat 

Islam harus tangguh dalam berbagai bidang. 

Tak hanya dalam urusan akhirat saja, namun segala lini kehidupan, baik sosial, budaya, kesehatan, gizi maupun ilmu pengetahuan, sehingga mampu berdiri sendiri, tak bergantung pada orang lain. 

“Dunia memang sangat berarti bagi manusia, karena merupakan ladang menuju Akhirat, yaitu tempat menanam, serta tempat investasi,” katanya. 

BACA JUGA: Kunjungan UNICEF Indonesia Bahas Penurunan Sanitasi SDG’s

Tak lupa, Khatib mengajak dengan bersama-sama bergerak dan mulai melakukan aksi nyata untuk mendukung upaya penanggulangan stunting di Provinsi NTB. Kerja keras, kerja sama, dan saling tolong menolong antar sesama untuk mendukung keberhasilan penanganan kasus anak stunting. 

“Mari kita bersama-sama membangun dan mengedukasi masyarakat bahwa stunting bukanlah aib. Menjadi tugas mulia kita bersama untuk menjaga kesehatan anak-anak kita, terhindar dari berbagai penyakit, hidup sehat, makan makanan bergizi, mendapat ASI yang cukup, selalu berdoa agar kita selalu dalam rahmat dan lindungan Allah SWT,” ujarnya.***

 




World Cleanup Day di Empat Dusun Lekok Desa Gondang

Aksi sosial World Cleanup Day digelar Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara yang difokudkan di empat dusun

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara gelar WCDI (World Cleanup Day Indonesia) di empat dusun dan pantai Sedayu Lekok desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara.

Bupati Djohan mengatakan, aksi world cleaningup Day untuk meningkatkan kepedulian mengelola sampah

“Aksi sosial ini dinaungi dan digagas oleh organisasi independen Let’s Do It World yang berbasis di Estonia pada 2014 silam,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara, Drs Rusdianto, M. Si, Sabtu (17/09/22). 

BACA JUGA: Senaru Festival 2022 Dibuka Bupati Lombok Utara

Sejak tergabungnya Indonesia dalam WCD yakni tahun 2018-2021, WCD Indonesia terus memimpin di posisi puncak berdasarkan jumlah keterlibatan relawan secara global.

Berkaitan dengan hal  di atas, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara mengadakan kegiatan WCDI yang di pusatkan di empat (4) dusun yaitu, Dusun Lekok Selatan, Utara, Tenggara dan Dusun  Lekok Timur sampai ke Pantai Sedayu Desa Gondang Kecamatan Gangga. 

Kegiatan yang di fasilitasi KLH KLU ini melibatkan Kades, Kadus,Kecamatan, Kader Posyandu Puskesmas Gangga, Organisasi OPAL KLU, Pokdarwis dan para siswa siswi Madrasah dan masyarakat umum.

Tak ketinggalan pula Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, turut hadir memberikan saran dan motivasi kepada ratusan warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. 

Rusdianto menghimbau, agar masyarakat bersama-sama membersihkan sampah, mulai dari halaman rumah masing-masing. Kegiatan ini untuk meningkatkan kepedulian dan kolaborasi semua elemen masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah. 

Dikatakan Bupati Djohan, WCD Indonesia tahun ini diharapkan menjadi tempat untuk memperkuat posisi sektor pengelolaan sampah. 

Ini menjadi pendorong untuk mengendalikan perubahan iklim dari sektor sampah di tingkat yang paling rendah. 

Selain itu WCDI 2022 diharapkan menjadi langkah untuk bergerak, bekerja, produktif, berkolaborasi dengan masyarakat membangun pengelolaan sampah yang lebih baik melalui berbagai upaya.

Ia menambahkan, aksi Cleanup dan pilah sampah di lingkungan masing-masing ini sebagai tindaklanjut surat dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun, tanggal 22 Agustus 2022, Nomor: .518/PSLB3/PUS/PLB.2/8/2022 tentang dukungan pelaksanaan kegiatan World Cleanup Day Indonesia 2022.

Menurut Bupati Djohan, WCD Indonesia 2022 adalah gerakan sosial yang bertujuan mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk memiliki kesadaran membersihkan, menjaga dan memelihara lingkungan mulai dari diri sendiri, rumah dan masyarakat.

Tahun ini, WCDI Indonesia mengusung tema “Kami 13 Juta Menuju Indonesia Bersih dan Bebas Sampah”. 

Diharapkan sebanyak 13 juta relawan atau lima persen dari populasi masyarakat Indonesia dapat turut serta pada aksi tahun ini. 

Dan menjadi salah satu bagian dari sejarah aksi gotong royong pungut sampah terbesar di dunia, yang akan dilaksanakan serentak mulai tanggal 10 hingga 25 September 2022.

Dengan difasilitasi kantong plastik sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup KLU, peserta jalan santai diminta untuk dapat memungut sampah.

Pemungutan sampah plastik atau kaleng. mulai yang mereka temui di halaman rumah masyarakat dan di perjalanan, sampai menuju finish di pantai Sedayu Dusun Lekok Desa Gondang Kecamatan Gangga.

BACA JUGA: Catcalling di Gili, Kadis Pariwisata NTB: Harus Bijak dan Tidak Panik

Bupati Djohan hadir memberikan saran dan motivasi dalam kegiatan world cleaningup day

Pada kesempatan ini juga Dinas Lingkungan Hidup KLU merangkai kan kegiatan Bersih Pantai dengan penanaman puluhan pohon pelindung berupa Ketapang Kencana dan Palm Ekor Tupai berukuran tinggi, kurang lebih 2 meter dengan jarak tanam 5 sampai dengan 7 meter di sepa jang jalan Pantai Sedayu dan kisaran kali secara sampai pinggiran Pantai Sedayu. 

Puluhan kantong Planterbak dibagikan gratis sebagai tempat sampah sementara di angkut dengan mobil Dumptruk ke TPA Jugil. 

Usai kegiatan, Bupati Djohan melanjutkan perjalanan ke Senaru Bayan menghadiri kegiatan Festival dan Funbike. ***