Kereta Gantung Taman Hutan Rinjani sudah Ground Breaking 

Mernghadiri ground breaking kereta gantung, Gubernur NTB mengatakan agar masyarakat desa harus lebih intensif diajak bicara

LOTENG.lombokjournal.com ~ Kereta Gantung Taman Hutan Rinjani (Tahura) yang selama ini banyak dibicarakan, akan segera terwujud.

Sebab groundbreaking ceremony kereta gantung berlangsung di Desa Karang Sidemen, Batukliang Utara, Lombok Tengah, Minggu (18/12/22).

Indonesia Lombok Resort, sebagai penyelenggara kegiatan ground breaking kereta gantung itu mengatakan, rencana pengerjaan kereta gantung itu akan selesai tahun 2025 dan bisa digunakan.

Menurutmya, dengan adanya kereta gantung itu NTB memiliki pariwisata yang lengkap dan bisa dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.

BACA JUGA: Masyarakat Sasak Siap Bekerja untuk Perubahan

Bang Zul saat hadir dalam ground breaking kereta gantung mengingatkan investor tidak merusak lingkungan
Bang Zul bersama investor

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah,  yang menghadiri ground breaking itu mengingatkan, integritas yang baik memaksa investor untuk tidak merusak lingkungan. Justru akan bisa memperbaiki lingkungan ke depan. 

Ia menekankan, agar masyarakat desa harus lebih intensif diajak bicara, dan dipersiapkan agar tak takut terhadap perubahan. Bahkan akan mengambil bagian dan berkontribusi terhadap perubahan itu.

“Semoga masih ada waktu untuk mempersiapkan SDM lokal sehingga mampu berperan aktif dan tak jadi penonton,” tutur Bang Zul sapaan akrab Gubernur.

Menurutnya, tiap hal baru tentu selalu ada riak-riak. Biasanya muncul akibat kurangnya sosialisasi dan komunikasi kepada masyarakat.

“Insya Allah pembangunan kereta gantung ini akan memungkinkan keindahan alam kita akan terlihat dari atas bagi yang tidak kuat mendaki,” katanya.

Gubernur NTB hadir dalam acara tersebut, didampingi Kadis PUPR, Kadis LHK, Kadis PMTSP. 

BACA JUGA: NTB ke 64 Tahun, Mensyukuri Perjuangan Pemimpin Sebelumnya

Turut juga hadir  Bupati Lombok Tengah dan Kepala Desa Karang Sidemen serta tamu undangan lainnya untuk menyaksikan langsung memulai Pembangunan Kereta Gantung di bawah kaki Gunung Rinjani. ***

 

 




Sektor Pertanian Tumpuan Harapan Perekonomian NTB

Pengurangan penggunaan pupuk kimia di sektor Pertanian masih menjadi PR di NTB

Wagub NTB Ummi Rohmi mengingatkan, penggunaan pupuk kimia salah satu penyumbang emisi gas kaca 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sektor pertanian merupakan tumpuan harapan dan salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar di NTB. 

Kata Wagub NTB, Srktor Pertanian penyumbang lapangan kerja terbesar di NTB

“Pertanian di NTB ini tumpuan harapan, karena pertumbuhan ekonomi kita pada triwulan pertama dari sektor pertanian dan perkebunan itu menyumbang 14 persen lebih. Jadi memang kita tidak bisa lepas dari pertanian, betul-betul harus serius kita garap,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB.

Ia menyampaikan itu di tengah acara Bazar Holtikultura yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Kamis (15/12/22). 

Bazar tersebut diselenggarakan untuk menyambut HUT Provinsi NTB yang ke-64.

Wagub menyampaikan pesan, agar Dinas Pertanian bersinergi dengan banyak pihak, agar pertanian di NTB dapat menjadi tulang punggung perekonomian yang dibanggakan di masa sekarang dan masa yang akan datang.

“Dinas Pertanian ini tidak boleh berdiri sendiri, butuh duduk bersama, supaya kita jangan hanya tercatat sebagai penghasil tetapi juga pengekspor daerah lain. Terus bersinergi lebih baik lagi dengan 10 kab/kota, juga pasukan di bawah koordinasi Dinas Pertanian dan bekerjasama dengan kelompok-kelompok masyarakat,” katanya.

Wagub menyemangati Dinas Pertanian dalam hal pengurangan penggunaan pupuk kimia yang juga masih menjadi PR di NTB.

Penggunaan pupuk kimia merupakan salah satu penyumbang emisi gas kaca terbesar, di sisi lain NTB memiliki tekad menuju Net Zero Emission 2050.

“Kita bertekad Net Zero Emission 2050, dan salah satu penyumbang dari emisi gas kaca itu adalah pupuk kimia. Jadi ayo kita tunjukan bahwa kita ini terdepan di dalam pemanfaatan pupuk organik,” pesan Wagub.

Sementara itu, di hadapan Wagub, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Dr. H Fathul Gani juga menyatakan, sektor pertanian adalah lapangan terbesar di NTB.

“Alhamdulillah di NTB produksi padi kita meningkat dari tahun 2021 ke 2022 sekitar 69 ribu ton. Nilai tukar petani di subsektor tanaman pangan kita di tahun 2021 masuk 10 besar se-Indonesia. Subsektor hortikultura Alhamdulillah di atas 100. Jadi ini patut kita syukuri, karena sektor pertanian ini adalah lapangan terbesar di NTB,” ujar Dr. H. Fathul Gani.

Usai pembukaan, dilakukan juga penyerahan bantuan 64 paket sembako sebagai simbol 64 tahun berdirinya Provinsi NTB. Dan dilanjutkan dengan peresmian Hortimart Distanbun yang ditujukan untuk transaksi hasil pertanian secara besar. 

Turut hadir pada acara tersebut, yaitu Ketua TP-PKK NTB, Ketua DWP Distanbun NTB, beberapa Kepala OPD lingkup NTB, dan stakeholders terkait. ***

 

 

 




Wagub NTB Dukung Gerakan Event Nol Sampah di NTB

Deklarasi Nol Sampah di NTB diharapkan Wagub NTB dapat menular kepada seluruh elemen masyarakat di NTB 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Asosiasi Penyelenggara Kegiatan Nusa Tenggara Barat (ASPPEK) NTB yang AKAN mendeklarasikan gerakan nol sampah di setiap event yang diselenggarakan di NTB, didukung Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Dusukungan itu disampaikannya pada saat menghadiri Kegiatan Hortikultura Urban Fest X KINGSMAKER di Lapangan Sangkareang, Mataram, Sabtu (18/11/22).

BACA JUGA: Wagub NTB Launching Desa Berdaya

Wagub NTB mengapresiasi ASPPEK yang melakukan kegiatan menjaga kelestarian di NTB
Wagub Hj Sitti Rohmi

“Apresiasi kepada ASPPEK, karena telah melakukan satu hal untuk menjaga kelestarian di NTB,” ujarnya.

Ummi Rohmi panggilan akrab Wagub menjelaskan, kegiatan ini juga merupakan gerakan peduli kebersihan dan mendukung Program “Zero Waste” Pemprov NTB. 

Ia berharap agar langkah ini dapat di lakukan oleh seluruh elemen masyarakat di NTB.

“Melalui deklarasi ini mudah-mudahan dapat menular kepada seluruh elemen masyarakat di NTB. Mari tingkatkan kolaborasi agar deklarasi ini dapat terwujud di seluruh NTB,” tutupnya.

Sementara itu, Agus Panca selaku Ketua Panitia Hortikultura Urban Fest X KINGSMAKER, menyampaikan, gerakan event nol sampah NTB memberi perhatian pada event-event yang belakangan digelar di Lombok, baik dari skala nasional hingga internasional.

Lanjutnya, pihaknya berharap seluruh penyelenggara acara yang membuat event di NTB ke depan dapat mengakomodir secara mandiri sampah mereka pasca-event. 

Sehingga kebersihan dan kelestarian lingkungan juga dapat dijaga dengan upaya bersama.

BACA JUGA: Poswanas XIII jadi Ajang Promosi PON XXII NTB 2028

“Semoga dengan apa yang telah kami lakukan dapat membantu mewujudkan Program “Zero Waste” yang dicanangkan oleh Pemprov NTB. Terimakasih kepada bu Wagub yang secara langsung membersamai kami dalam deklarasi ini,” ucapnya. ***

 




Masyarakat Diingatkan, Jaga Kelestarian Alam Rinjani

Wagub NTB mengingatkan masyarakat yang berada di kawasan Gunung Rinjani untuk tetap menjaga kelestarian alam dengan tidak menebang pohon sembarangan

LOTIM.lombokjournal.com ~ Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) merupakan taman nasional yang berada di Propinsi Nusa Tenggara Barat. 

Daya tarik wisata utama kawasan TNGR tentu saja adalah Gunung Rinjani yang sudah terkenal. 

Wagub NTB minta masyarakat Sembalun jaga kelestarian Rinjani

Akan tetapi, destinasi wisata taman nasional ini tidak hanya sampai di situ saja, melainkan juga pesona alam lain yang dimiliki kawasan konservasi ini. Mulai dari flora, fauna, hingga panorama alam yang dijamin mampu memanjakan mata.

BACA JUGA: NTB Mampu Bangkit Hadapi Tantangan

Karena daya tarik yang demikian mempesona dari Gunung Rinjani yang disebut sebagai Gunung terindah di dunia ini, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah mengingatkan masyarakat khususnya yang berada di kawasan Gunung Rinjani untuk tetap menjaga kelestarian alam. 

Salah satu caranya, tidak menebang pohon sembaranganyang akan merusak kelestarian alam Rinjani.

“Karena itu kami mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga sumberdaya alam Rinjani karena Gunung Rinjani merupakan sumber mata air bagi Masyarakat Pulau Lombok khususnya,” kata Wagub NTB. 

Selain itu, tidak menebang pohon sembarangan yang mengakibatkan rusaknya mata air. Dan perlunya dijaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan di kawasan konservasi alam nasional Gunung Rinjani. 

“Itulah cara sederhana untuk menjaga kelestarian alam kita,” tukasnya. 

Wagub NTB di hadapan jamaah dan masyarakat Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur pada Pengajian Umum dirangkaikan dengan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Darul Faizin NWDI, Desa Sembalun, Rabu (16/11/22).

Pernyataan Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB ini perihal Gunung Rinjani dan pelestarian alamnya menjadi perhatian semua pihak. 

Menurutnya, ditetapkannya Rinjani sebagai kawasan Geopark karena Rinjani merupakan kawasan konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

“Geopark Rinjani telah mendapatkan pengakuan sebagai global geopark sejak 2018. Pada tahun yang sama juga ditetapkan sebagai zona inti dari  area Cagar Biosfer Lombok. Juga Geopark Rinjani termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Kawasan Pengembangan  Pariwisata Nasional (KPPN) NTB,” Wagub menekankan. 

BACA JUGA: NTB Salah Satu Terdepan dalam Pembangunan Kesehatan

Hadir pada kesempatan tersebut, Kadis Dikbud NTB, Karo Kesra Setdaprov NTB, Muspika Kecamatan Sembalun, PD NWDI se Pulau Lombok, PC NWDI Kecamatan Sembalun tokoh agama, tokoh masyarakat setempat. ***

 




State of Green vs NTB Net Zero Emissions 2050 

Saat mengunjungi kantor State of Green di Kopenhagen, Denmark, delegasi NTB mengungkapkan bahwa NTB punya ambisi netral karbon di tahun 2050

lombokjournal.comIkhtiar Denmark dalam melakukan transisi energi hijau sudah dimulai sejak 50 tahun yag lalu. Saat itu, terjadi krisis energi yang dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah yang mengakibatkan harga minyak dunia melambung tinggi. 

Momen tersebut adalah wake up call bagi Pemerintah Denmark untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi dan memperkuat ketahanan energi lokal.

BACA JUGA: NTB Net Zero Emission 2050 Sudah On The Track

Sebagai langkah awal, Pemerintah Denmark memastikan komitmen penuh dari parlemen dimana diperoleh dukungan mayoritas dari 175 anggota parlemen. 

Delegasi NTB mendapat penjelasan di Kantor State of Green, Kopenhagen, Denmark

Selanjutnya, disusun kebijakan energi yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah, konservasi air dan ekonomi sirkular. 

Namun jika ditinjau dari jumlah penduduk dan emisi yang dihasilkan, Denmark hanya merepresentasikan sekitar 0,1 persen dari populasi dunia. Untuk itu, Denmark memiiki ambisi global untuk menularkan semangat ini ke seluruh dunia. 

Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta dan pertumbuhan ekonomi yang positif menjadi salah satu prioritasnya. 

Pertimbangan tersebut melatarbelakangi didirikannya  State of Green. State of Green adalah Lembaga yang didanai operasional oleh Pemerintah dan pelaku industri beberapa dekade lalu. 

Lembaga ini aktif mempromosikan dan menghubungkan ambisi Denmark untuk mengurangi emisi global, meningkatkan penggunaan energi terbarukan, manajemen air dan sampah ke suluruh dunia. 

Menjalin kemitraan dengan Pemerintah dan pihak swasta megubah tantangan menjadi kesempatan di 4 (empat) area fokus yaitu transisi energi, manajemen air bersih, green cities dan ekonomi sirkular.

NTB Net Zero Emissions 2050

Dalam kunjungan kerja ke kantor State of Green, Kopenhagen  pada tanggal 2 November 2022, ketua tim delegasi Provinsi Nusa Tengga Barat, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat juga memiliki ambisi netral karbon di tahun 2050, yang dikenal dengan NTB Net Zero Emissions 2050. 

Dengan mendeklarasikan kondisi netral karbon di tahun 2050, berarti jumlah emisi yang dihasilkan pada tahun 2050 akan sama dengan jumlah karbon yang diserap melalui aktifitas seperti pemanfaatan energi terbarukan, penggunaan kendaraan listrik, mengurangi volume sampah dan penghijauan. 

Sampai dengan bulan Juni tahun 2022, capaian bauran energi Provinsi Nusa Tenggara Barat sekitar 19 persen. 

Hal ini dipandang cukup baik, karena ikhtiar transisi energi hijau baru dimulai di pertengahan tahun 2019, dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2019 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED-P) Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Ikhtiar ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah, namun harus dilakukan Bersama-sama dengan Pemerintah Pusat dan PT. PLN (Persero) sebagai pemegang hak monopoli di sektor ketenagalistrikan di Indonesia.

Transisi energi hijau ala Denmark vs NTB

Belajar dari kasus Denmark juga dapat dibuktikan, pertumbuhan ekonomi tidak harus mengorbankan kesejahteraan ekosistem atau lingkungan hidup sekitar. 

BACA JUGA: Wagub NTB Kunjungi Energy Academy di Denmark

Berdasarkan data yang dirilis oleh State of Green, sejak tahun 1990 sampai dengan 2020, Pemerintah Denmark telah berhasil meningkatkan pertumbuhan GDP/PDRB hingga 62 persen, namun di sisi lain bisa mengurangi pemakaian energi atau melakukan konservasi energi hingga 14 persen dan memangkas sekitar 43 persen emisi gas rumah kacanya. 

Jika dibandingkan dengan NTB, peluang untuk mengurangan emisi gas rumah kaca sama besarnya terutama di sektor pertanian, sektor pertambangan dan sektor pariwisata. 

Di sektor pertanian, pemanfaatan kotoran hewan, jerami, sekam padi dan tongkol jagung untuk biogas dan pembangkitan listrik dapat mengurangi emisi gas metana yang jauh lebih berbahaya daripada karbondioksida. 

Industrialisasi di sektor pertanian juga tidak harus bersifat mass production, namun harus memperhatikan keseimbangan lingkungan dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan lokal. 

Di sektor pertambangan, praktek green mining seperti yang dilakukan oleh PT. Amman Mineral dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas terpasang 26.000.000 Wattpeak untuk memenuhi 20 peraen kebutuhan energi smelter dapat menjadi best practice bagi perusahaan tambang lainnya. 

Selain itu,  untuk sektor pariwisata, green tourism dan pariwisata berbasis komunitas saat ini sedang mendapatkan momentumnya, popular di kalangan wisatawan mancanegara. Tentunya peluang-peluang kerjasama dengan pihak lain perlu dioptimalkan karena keterbatasan ruang fiskal daerah, melalui kemitraan yang diinisiasi oleh Pemerintah baik pusat maupun di daerah. ***

 




NTB Net Zero Emission 2050 Sudah On The Track

Kadis LHK Julmansyah menjelaskan, bauran energi NTB saat ini baru 19 persen di atas rata-rata nasional

MATARAM.lombokjournal.com ~ Komitmen NTB dalam mewujudkan Net Zero Emission (Nol Emisi Karbon) di tahun 2050 sudah berada pada trek yang benar. 

Artinya Provinsi NTB kini telah memulai satu langkah pertama menuju perjalanan panjangnya.

BACA JUGA: Wagub NTB Kunjungi Energy Academy di Denmark

Julmansyah bersama Wagub NTB study trip energi terbarukan di Denmark
Julmansyah bersama Wagub Ummi Rohmi di Denmark

Hal tersebut disampaikan Julmansyah, S.Hut., M.A.P, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB setelah kembali dalam perjalanan dinasnya mendampingi Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah untuk melakukan Study Trip Energi Terbarukan ke Denmark.

“Bauran energi NTB saat ini baru 19 persen di atas rata-rata nasional, sementara di Samsø Denmark sudah 70 persen. Denmark sudah bekerja serius sejak 25 tahun lalu. Artinya upaya Pemprov NTB untuk mendorong Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sudah on the track. Apalagi PLN telah mulai cofiring di dua PLTU nya yakni PLTU Jeranjang dan PLTU Kertasari KSB,” katanya di Mataram, Minggu (06/11/22).

Ia pun menjelaskan, untuk mewujudkan NTB Net Zero Emission 2050 dan Indonesia Net Zero Emission 2060, perlu adanya kolaborasi, kerja keras dan konsistensi seluruh pihak. Dan tetap konsisten untuk tidak bergantung pada penggunaan energi fosil.

“NTB saat ini sudah mulai started with a single step (mulai dengan satu langkah pertama). Butuh kolaborasi dan kerja keras serta konsistensi agar kita tidak bergantung pada energi fosil, untuk NTB Net Zero Emisi 2050 dan Indonesia Net Zero Emisi 2060,” jelas Julmansyah.

BACA JUGA: Pemprov NTB Hibahkan Tanah ke Ponpes Qomarul Huda

Selain mengunjungi Kota Samsø untuk melihat dan belajar mengenai energi terbarukan, rombongan study trip dari dua Provinsi tersebut juga turut berkunjung ke Kota Bornholm. Tujuannya mempelajari energi hijau serta bagaimana pengelolahan sampah di kota tersebut.*** 

 




Wagub NTB Kunjungi Energy Academy di Denmark

Wagub NTB melakukan study trip energi terbarukan di Pulau Samsø untuk pelajari transisi energi 

DENMARK.lombokjournal.com ~ Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan bahwa  begitu tiba di Pulau Samsø, tanda-tanda transisi energi terbarukan telah nampak dengan pemandangan 10 turbin angin lepas pantai sejajar yang memanjang ke selatan pulau.

Hal tersebut disampaikan Ummi Rohmi, sapaannya, saat memimpin delegasi Provinsi NTB mengunjungi Energy Academy di Pulau Samsø, Denmark, Kamis (03/11/22).

BACA JUGA: Peringatan 53 Tahun RSUD Provinsi NTB

Wagub NTB study trip energi terbarukan di Pulau Kamso, Denmark
Wagub Ummi Rohmi di Denmark

“Pulau Samsø memiliki karakteristik yang sama dengan Provinsi NTB, dimana masyarakatnya berbasis agraris”, tuturnya.

Lebih lanjut, Ummi Rohmi menambahkan, saat ini capaian bauran energi di NTB mencapai 19 persen, dan upaya yang dilakukan sudah on the track

Pelaksanaan transisi energi dilakukan dengan menyesuaikan potensi dan melibatkan warga setempat. 

Di sisi lain, edukasi berperan penting untuk menyamakan pemahaman dan meyakinkan semua pihak terkait manfaat energi terbarukan baik dari aspek ekonomi maupun lingkungan. Pertumbuhan ekonomi dapat diraih tanpa harus mengorbankan kelestarian lingkungan. 

“Tentunya tidak mudah untuk memulai transisi energi di Pulau Samsø,” tutur Søren Harmensen, salah satu mantan Profesor Studi Lingkungan yang menonjol karena antusiasme dan dedikasinya terhadap energi  terbarukan.

Dijelaskan, awal tahun 1970an merupakan tantangan utama untuk meyakinkan penduduk pulau yang sebagian besar enggan dan terpecah konflik kepentingan. 

Ditunjuk sebagai manajer proyek, Ia mengadakan  pertemuan informal yang dihadiri oleh sebagian besar warga dan berdasarkan argumen ekonominya, Ia berhasil meyakinkan penduduk tentang manfaat energi terbarukan.

Menurut, Søren Harmensen, pendekatan dari bawah ke atas (bottom up) sangat penting dan tidak seharusnya Pemerintah atau perusahaan memaksakan teknologi kepada warga. Pendekatan sosial jauh lebih baik daripada teknologi.

Saat ini, Pulau Samsø telah menghasilkan sekitar 140 persen listrik jauh melebihi kebutuhannya. Kelebihannya dapat diekspor ke daratan lain di Denmark. 

Sekitar 70 persen kebutuhan minyak bumi untuk kebutuhan air panas warga sudah digantikan oleh kayu (woodchips), jerami dan surya.

BACA JUGA: Gubernur NTB akan Bantu Investor Nyaman Berinvestasi di NTB

Secara internasional, Pulau Samsø juga dikenal sebagai pulau energi berkelanjutan dan pusat studi yang telah dikunjungi oleh banyak delegasi dari seluruh dunia. ***

 




Wagub NTB Kunjungi Trash Festival & Art Exhibition

Pameran seni bertema A Tale of Nature and Trash yang dihadiri Wagub NTB, mengajak peduli lingkungan 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Panitia penyelenggara Trash Festival & Art Exhibition/TFAE (Festival Sampah & Pameran Seni), diminta agar media syi’ar (publikasi) kegiataan ini dilakukan lebih luas. 

Karena diperlukan para pengunjung yang lebih banyak untuk mengunjungi kegiatan yang perlu diketahui orang banyak itu.

BACA JUGA: Pemprov NTB Siap Bekerjasama dengan PT Eco Solution Lombok

Wagub NTB minta publikasdi kegiatan ini diperluas

Wakil Gubernur NTB , Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan itu saat mengunjungi giat Trash Festival & Art Exhibition, bertempat auditorium Pameran Musium NTB, (21/10/22).

“(Panitia) Harus bisa menggandeng pihak Dinas Dikbud sehingga bisa mendorong anak-anak sekolah berkunjung mendapatkan pembelajaran langsung melalui karya lukisan yang ditampilkan,” tutur Wagub yang saat itu diampingi Kadis LHK.

Menurut Wagub, dari setiap lukisan itu memiliki cerita tersendiri. Ia mengapresiasi VIBE Center Indonesia bisa menggelar kegiatan seperti ini.

Sementara itu, CEO Vibe Center Indonesia Martina Susanti mengatakan Trash Festival & Art Exhibition VIBE Center Indonesia dekat dan akrab dengan pendekatan Appreciative Inquiry

Pada TFAE ini fokus pada pemberian award kepada para pahlawan sampah muda yang berinovasi dalam karya seni, baik dalam bentuk seni rupa, fotografi, musik dan video.  

Art Exhibition kali ini agak berbeda dari Art Exhibition lainnya. 

Dengan nuansa alam, sampah, dan gerakan perubahan panitia mengambil tema A Tale of Nature and Trash

Jika bicara tentang kisah, maka akan beragam macam kisah yang terjadi didalam kehidupan manusia, dan atas dasar itulah pameran seni rupa A tale of Nature and Trash (Kisah Alam dan Sampah, red) dilaksanakan. 

“Pameran seni rupa ini adalah sebuah perhelatan yang ingin mengajak kita semua bisa memaknai kisah-kisah, dan perpaduan harmonis antara alam dan sampah yang tak terpisahkan,” pungkasnya.

BACA JUGA: Masalah Lingkungan Tak Main-main, Ini Kata Wagub NTB

Selain itu, dirinya mengajak para perupa Indonesia untuk berkontribusi, menyampaikan pesan dan mengambil bagian dalam gerakan peduli lingkungan melalui goresan karya. Terutama melihat sampah sebagai sebuah inspirasi dari karya seni dua atau tiga dimensi yang nantinya akan bisa dinikmati dan diapresiasi oleh khalayak pengunjung. ***

 

 




Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di NTB Digelar

Pentingnya apel kesiapsiagaan material dan personil yang dapat sesegera mungkin digerakkan bila terjadi bencana alam

MATARAM.lombokjournal.com ~ Apel gelar kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam di wilayah NTB Tahun 2022 digelar di lapangan Sangkareang Mataram, Senin (17/10/22). 

Sekertaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi, hadir dalam apel guna menyiapkan kesiapsiagaan penanganan berbagai potensi bencana hidrometeorologi di awal musim hujan tahun 2022 di wilayah Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Bupati dan Wabup Kunjungi Korban Tanah Longsor

Dalam apel kesiapsiagaan, Komandan Upacara menekankan Komandan Upacara menekankan, pentingnya menyiapkan material dan personil, yang dapat sesegera mungkin digerakkan

Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang diakibatkan aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan. 

Bentuk bencana hidrometeorologi berupa kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas.

Kolonel Inf Sudarwo Aris Nurcahyo, Danrem 162/Wira Bhakti, selaku Komandan Upacara menekankan, pentingnya menyiapkan material dan personil, yang dapat sesegera mungkin digerakkan bila suatu saat terjadi bencana alam di Wilayah Provinsi NTB. 

Komandan Upacara menegaskan, apel dilaksanakan untuk mengecek kesiapsiagaan personil, apabila sewaktu-waktu dibutuhkan membantu penanganan bencana alam dengan cepat dan tepat sasaran yang dituju. 

“Saya tekankan, kegiatan pagi ini agar benar benar di manfaatkan untuk menyiapkan material dan personil, yang dapat sesegera mungkin digerakkan bila suatu saat terjadi bencana alam,” tuturnya.

Danrem 162/Wira Bhakti berharap kepada seluruh personil agar selalu memahami tugasnya, sehingga nantinya masyarakat yang terdampak bencana alam segera mendapatkan bantuan. 

“Laksanakan tugas ini dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab. Ingat kita tidak hanya menjalankan tugas semata, ini juga merupakan pengabdian serta misi kemanusiaan kepada masyarakat NTB,” pesannya. 

BACA JUGA: Dinas Kesehatan KLU Terjunkan Tim Penanganan Kesehatan

Dalam kesempatan tersebut, turut mengikuti apel di antaranya berbagai unsur Satgas Kebencanaan Provinsi NTB, BPBD, juga dari kalangan TNI/Polri, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Basarnas, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran, dan berbagai stakeholder terkait lainnya. ***

 

 




Shell Eco Marathon Ditutup, Ini Pesan Bang Zul 

Menurut Bang Zul sapaan Gubernur NTB, kompetisi Shell Eco sudah jauh berkembang

LOTENG.lombokjournal.com ~ Bang Zul sapaan Gubernur NTB menyampaikan selamat kepada peserta Shell Eco Marathon 2022, dan mengapresiasi kesuksesan penyelenggaraan kompetisi itu

Hal itu disampaikan Bang Zul saat menutup kompetisi Shell Eco Marathon 2022, Sabtu (15/10/22) di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah.  

BACA JUGA: Shell Eco Marathon 2022, Wahana Ilmu Pengetahuan

Bang Zul mengatakan, kompetisi Shel Eco saat ini sudah jauh berkembang

“Saya melihat Shell Eco Marathon sudah jauh berkembang, lebih dari kompetisi biasa,” puji Bang Zul.

Ia berharap, saat ini semua pihak harus berfokus untuk bagaimana menghemat energi dan menyelamatkan lingkungan.

“Saya senang, kita bisa menyambut dan menerima anda semua disini, Lombok Mandalika. Saya harap anda semua mempunyai kesempatan untuk menikmati keindahan pulau ini dan ragam masyarakatnya,” ucap Bang Zul.

Untuk  menutup perayaan ini, Doktor Zul menyampaikan selamat kepada semua atas seluruh komitmen untuk berinovasi dan konservasi penyimpanan energi.

“Terima kasih Shell dan semua partisipan. Saya harap bisa bertemu anda semua di tahun depan dalam Shell Eco Marathon di Lombok bulan Juli mendatang,” katanya.

Sementara itu, Ingrid Siburian, President Director and Country Chair Shell Indonesia menyampaikan, Shell Eco-Marathon bukanlah hanya sekedar kompetisi. 

Namun perwujudan komitmen dari strategi powering progres yang ingin bertransformasi menjadi perusahaan energi yang lebih bersih dan juga mencapai zero emision di tahun 2050.

Kompetisi ini merupakan suatu kebanggaan bagi semua, terlihat inovasi para mahasiswa dan peserta yang luar biasa. Kegiatan ini juga merupakan motivasi untuk para generasi muda dan semua yang hadir disini.

“Kepada tim pemenang, selamat dan terus berinovasi dan bagi yang belum beruntung, terus berkarya untuk ikut di tahun depan di Mandalika NTB,” kata Ingrid. 

Pengumuman pemenang dalam beberapa kategori kelas yang dilombakan, didominasi oleh para tim mahasiswa  asal kampus-kampus dalam negeri. 

Salah satu contohnya Tim Nakoela dari Universitas Indonesia, pemenang kategori Prototype-Internal Combustion Engine di Shell Eco-marathon Indonesia 2022.

BACA JUGA: Talenta NTB Berpatisipasi dalam Shell Eco Marathon 2022

Ajang Shell Eco Marathon 2022 yang berlangsung sejak Kamis (13/10) lalu, diikuti lebih dari 800 orang tim mahasiswa, akademisi, tamu undangan dan panitia. 

Dari kampus UI, UGM dan kampus dalam negeri lainnya serta beberapa negara seperti Singapura, India, Korea dan beberapa negara lainnya 

Turut hadir mendampingi Gubernur NTB, Kadis Kominfotik, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M. Si., Kepala Brida H. Wirawan Ahmad, S.Si, MT, Kadis Dikbud NTB Dr. H. Aidy Furqon dan ratusan peserta Ajang Shell Eco Marathon 2022.***