Tingkatkan Kondisi Sanitasi Dengan Penyediaan Sarana Fisik Dan Pemberdayaan Masyarakat

Permasalahan sanitasi, bukan hanya sekedar permasalahan pembangunan sarana dan prasarana sanitasi, tapi permasalahan perilaku hidup bersih masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah menerima audiensi tim Joint Monitoring Programme (JMP) UNICEF di ruang kerja Gubernur, Selasa, (03/12/2019).

Dalam kesempatan tersebut tim JMP melaporkan hasil kunjungan lapangan dan advokasi pelaksanaan BASNO/setop BAB sembarang dan pengelolaan sanitasi domestik aman yang dilaksanakan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Gubernur Zul mengatakan, penyelenggaraan pengelolaan air limbah domestik bertujuan untuk meningkatkan akses layanan sanitasi dan air limbah domestik yang aman dan ramah lingkungan. Sehingga tercapai peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan lingkungan yang lebih baik dan sehat.

“Peningkatan kesadaran dan partisipasi dari seluruh pemangku kebijakan sangat dibutuhkan dalam membangun sanitasi yang baik di Kabuapaten Sumbawa Barat,“ kata gubernur.

Dikatakan Bang Zul sapaan akrab gubernur, permasalahan sanitasi, bukan hanya sekedar permasalahan pembangunan sarana dan prasarana sanitasi, tapi permasalahan perilaku hidup bersih masyarakat.

Strategi untuk meningkatkan kondisi sanitasi di kabupaten Sumbawa Barat tidak cukup hanya dengan penyediaan sarana secara fisik tetapi perlu kegiatan non fisik berupa pemberdayaan masyarakat.

“Perlu adanya komunikasi yang baik, sehingga pembangunan sanitasi di daerah kita ini bisa terus berkelanjutan, demi meningkatkan kualitas hidup masyarkat kita di KSB,” kata Bang Zul.

Memutus sumber pencemaran limbah

Chief of WASH-UNICEF Indonesia Ann Thomas dalam kesempatan itu menjelaskan, pelayanan sanitasi dan air limbah domestik yang aman dan ramah lingkungan adalah layanan yang memutus sumber pencemaran limbah domestik ke badan/sumber air.

Layanan ini mencakup penampungan yang memenuhi standar teknis tangki septik kedap sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), sistem penyedotan/transportasi yang memastikan lumpur tinja sampai ke unit pengolahan, serta unit pengolahan limbah yang berfungsi (IPLT/IPAL).

“Banyak kita lihat penyakit disebabkan oleh kualitas rendah sanitasi yang mengancam kesehatan dan perkembangan anak, itu semua harus kita kurangi” tuturnya

Beberapa tujuan program STBM di Kabupaten Sumbawa Barat ini yaitu untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, menurunkan angka penderita yang disebabkan oleh penyakit yang berbasis lingkungan, dan mewujudkan lingkungan sehat dan bersih dari desa hingga wilayah.

“Dari seluruh pilar STBM tersebut, akan kami koordasikan dengan Tim kerja STBM dari tingkat desa hingga kelurahan” tuturnya

Sebagai tambahan, lanjut Thomas, terdapat enam hasil kunjungan pertama dan kedua Tim UNICEF di Kabupaten Sumbawa Barat.

Thomas merincikan, yang pertama, pengisian dan penyusunan instrumen penilaian pengelolaan sanitasi. Kedua, memastikan komitmen pemerintah KSB setelah mencapai Setop Buang Air Sembarangan, ketiga, tim UNICEF berencana membuat video inspirasi dan film dokumenter program STBM Kabupaten Sumbawa Barat, keempat, TIM UNICEF berkomitmen untuk menjadikan KSB sebagai kabupaten percontohan.

Kelima, bersedia memfasilitasi kegiatan Advokasi Horisontal Learning (AHL) tingkat nasional terkait dengan  kebijakan sanitasi aman, serta keenam, bersedia memberikan bantuan peningkatan kapasitas kelembagaan dan personalia pengelolaan sanitasi aman.

“Atas kepedulian dan komitmen kita bersama, kami yakin, pengelolaan sanitasi aman ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang“  katanya.

AYA/HmsNTB




Hari Menanam Pohon Indonesia (HPMI), PLN NTB Tanam 1.000 Pohon

PLN melalui 21 unit kerjanya, menanam sekitar 80.000 ribu pohon yang tersebar se-Indonesia pada peringatan HMPI

MATARAM/lombokjournal.com —  Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), tiap tanggal 28 November diperingati PLN Unit Induk Wilayah NTB dengan menanam seribu pohon di beberapa wilayah di Pulau Lombok, seperti Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Lombok Timur.

Penanaman secara simbolis berlangsung di Pantai Tanjung Karang, Kota Mataram. dan dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Madani Mukarom, Kamis (28/11/2019).

“Saya mengapresiasi PLN berkomitmen dan rutin melakukan penanaman pohon tiap tahunnya dalam rangka mewujudkan salah satu NTB Gemilang, yakni NTB Asri dan Lestari ” ungkap Madani Mukarom.

Di sepanjang Pantai Tanjung Karang akan ditanami sebanyak 300 hingga 400 pohon cemara laut dan sisanya akan ditanam disekitar lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang tersebar di Pulau Lombok.

“Penanaman juga diarahkan disana karena untuk menjaga ketersediaan air di mata air, sungai, dan danau agar tetap besar, sehingga pembangkit tersebut tetap handal” ujar Senior Manager Pembangkitan PLN UIW NTB, Edyson Rajaguguk.

Jenis pohon yang ditanam yakni mahoni, cemara laut, ketapang kencana, flamboyan, matoa, nangka genjah dan tanaman buah seperti durian, kelengkeng Dan lain lain. Ke depan. akan dilakukan pemeliharan selama 3 bulan untuk memastikan pohon yang telah ditanam berhasil hidup dan tumbuh dengan melibatkan masyarakat dan pecinta alam.

Penanaman ini merupakan tahun ke-2 PLN UIW NTB melaksanakan penanaman pohon pada peringatan HMPI, setelah tahun 2018 lalu menanam 2.000 pohon yang tersebar di Lombok.

Secara total keseluruhan PLN melalui 21 unit kerjanya, menanam sekitar 80.000 ribu pohon yang tersebar se-Indonesia pada peringatan HMPI.

AYA




Program Zero Waste Disambut Baik Kementerian LHK

“Kami melibatkan semua elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan, semua harus bersinergi mengambil peran nyata untuk mengendalikan dan mengelola sampah.”

lombokjournal.com  —

JAKARTA  :   Konsep dan kesiapan dalam program Zero Waste dibahas Pemprov NTB dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Kantor Kementerian LHK, Jakarta Pusat, Jumat (15/11) 2019.

Dalam rapat yang dipimpin Wakil Menteri LHK, dan dihadiri para Dirjen di lingkup Kementerian LHK itu, Pemprov NTB diwakili oleh Wakil Gubernur, Dr. Sitti Rohmi Djalilah didampingi  jajaran Pemprov NTB, Wakil Bupati Lombok Timur dan Bupati Dompu.

Wagub NTB memaparkan program-program strategis terkait lingkungan dan kehutanan yang dirangkum dalam program NTB Zero Waste 2023 dan NTB Hijau 2023.

Dipaparkan, NTB Zero Waste terdiri dari penyusunan regulasi, kampanye edukasi dan pembinaan, kerjasama pengelolaan persampahan, sarana dan prasarana serta kelembagaan pengelolaan persampahan.

“Kami konsep semuanya secara matang dan komprehensif sehingga mudah dan cepat diwujudkan,” kata Wagub Rohmi.

Sedangkan NTB Hijau 2023,  terdiri dari penguatan kelembagaan pengelola hutan, pemantapan kawasan hutan, rehabilitasi dan perhutanan sosial, optimalisasi pemanfaatan dan industrialisasi hasil hutan dan perlindungan dan konservasi SDA.

“Kami dari Pemprov NTB dan semua pihak yang terlibat akan membuat materi sosialisasi terkait Zero Waste baik dalam bentuk video, leaflet, poster dan lain – lain. Intinya yang menarik, mengedukasi dan mudah dipahami seluruh masyarakat,” tutur Rohmi.

Wagub Rohmi juga menjelaskan, pembagian peran antara Pemprov NTB dengan Pemkab/ Pemkot di NTB.

Dengan pemparan itu, Kementerian LHK supaya Kementerian LHK agar mengetahui dengan detail apa saja bantuan yang dibutuhkan oleh Pemprov dalam rangka terwujudnya NTB Zero Waste 2023 dan NTB Hijau 2023.

“Kami melibatkan semua elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan, semua harus bersinergi mengambil peran nyata untuk mengendalikan dan mengelola sampah. Mulai dari perangkat daerah di Pemprov NTB, ASN di pemkab/ pemkot seluruh NTB, hingga tokoh agama, pemuka masyarakat, pemuda, ormas hingga tingkat anak-anak sekolah di SMA/SMK,” papar Sitti Rohmi.

Ditambahkan, semua kalangan harus menjadi pusat informasi Zero Waste dan dimulai dari lingkungan masing-masing. Sehingga sampah di NTB tidak lagi menimbulkan masalah, tetapi justru dipandang sebagai potensi yang bermanfaat.

Kementerian LHK menyambut baik semua usulan dari Pemprov NTB dan sejumlah item sudah dianggarkan oleh Kementerian LHK di tahun 2020.

Selanjutnya, akan didiskusikan secara teknis oleh Dinas dan Direktorat jenderal terkait.

 AYA/HmsNTB

 




Balmon : “Pungut Sampah, Dapat Hadiah”

Selain dapat hadiah, ternyata sampah juga bisa mendatangkan berkah ekonomi jika diolah

Wagub Hj Rohmi

MATARAM.lombokjournal.com — Saat pembukaan Inspiratif Expo yang digelar saat Car Free Day, Minggu (22/09) 2019), di Jalan Udayana Mataram, Balai Monitoring (Balmon) Spektrum Frekuensi Kelas II Mataram Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, menggelar agenda unik yaitu pengumpulan sampah.

Acara yang diawali senam bersama dan gerak jalan sehat serangkaian kegiatan memperingati Hari bakti Postel ke 74 itu, Balmon akan memberikan hadiah door prize menarik bagi pengumpul sampah terbanyak.

“Maka sambil jalan pungutlah sampah, dikumpulkan di panitia, nanti hadiahnya ambil disini,” ujar MC Udin sedunia melalui microphone

Penyelenggaran kegiatan ini merupakan bagian mensukseskan program Zero Waste, Dengan mengajak masyarakat mengumpulkan sampah plastik secara individu dan kelompok.

“Ini dapat memberikan edukasi sekaligus mencontohkan langsung program Zero Waste,” tutur Kepala Balmon NTB, I Komang Sudiarta.

Wakil Gubernur NTB, Dr Hj.Siti Rohmi Djalillah M.Pd. hadir saat melepas gerak jalan, didampingi Direktur Operasi Sumber Daya Kemenkominfo RI, Dr. Dwi Handoko dan Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi, S.Sos.MH.

Disisipkannya kampanye Zero Waste di dalam acara ini disambut baik oleh peserta. Seperti  diakui Yuyun Erma Kutari salah seorang peserta asal Sumbawa.

Gadis yang akrab disapa Yuyun ini mengaku antusias dengan agenda pengumpulan sampah tersebut. Selain dapat hadiah, ternyata sampah juga bisa mendatangkan berkah ekonomi jika diolah, ungkapnya.

Baginya sebagai anggota komunitas, maka informasi yang didapat pada acara ini, akan dapat menjadi kontribusi awal untuk mengenalkan Zero Waste, untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Zero Waste sebenarnya adalah kesadaran untuk mengubah prilaku untuk menjalani gaya hidup bersih. Ini adalah pekerjaan yang tidak mudah, tapi pelan-pelan pasti bisa terwujud,” tuturnya.

Sebagaimana dimaklumi pemerintah Provinsi NTB, belakangan ini sangat intens mengkampanyekan program zero waste untuk NTB Gemilang. Beragam cara dilakukan demi mendukung terwujudnya program NTB Zero Waste di tahun 2023.

Dari kampanye melalui berbagai pamphlet, iklan layanan masyarakat, hingga sosialisasi yang dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah menyisipkan kampanye zero waste dalam pembagian Balmon : “Pungut Sampah, Dapat Hadiah”.

AYA/HmsNTB

 




Pemprov NTB Jalin Sinergitas Program Zero Waste Dengan Pemkot Mataram

“Isu sampah menjadi isu krusial karena hubungannya erat dengan kesehatan warga dan kebencanaan”

MATARAM,lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah memimpin rapat singkat dengan Pemkot Mataram terkait dengan penguatan komitmen kesepakatan bersama antara Pemprov NTB dengan Pemkot Mataram, Jum’at (06/09) 2019.

Rapat membahas penguatan komitmen kedua belah pihak terkait dengan pengelolaan  sampah atau program Zero Waste. Rapat berlangsung di ruang kerja Wakil Gubernur NTB.

Dalam rapat singkat tersebut, usai mendengarkan paparan program Zero Waste oleh Pemkot Mataram, Wagub NTB menyampaikan permasalahan sampah memang tidak ada habisnya.

Namun jika dikelola dengan baik, keberadaan sampah justru dapat mendatangkan manfaat.

“Masalah sampah jika dikelola dari rumah dan ada bank sampah, semuanya bisa jadi berkah”, ungkap Wagub.

Menurut Wagub, kota-kota di seluruh Indonesia saat ini sedang berlomba menerapkan konsep bebas sampah. Ada banyak manfaat positif yang diperoleh masyakat dari penerapan konsep tersebut,

“Sampah harus dijadikan prioritas. Isu sampah menjadi isu yang sangat krusial karena hubungannya erat dengan kesehatan warga dan kebencanaan,” tambah Hj. Rohmi.

Ia menegaskan, semua pihak harus bersinergi, bagaimana implementasi program yang sudah ada ini bisa berjalan baik.

Salah satunya dengan pelibatan komunitas lingkungan dan komunitas sosial lainnya terkait sampah. Tentunya hal ini harus didukung pula secara serius oleh pemerintah kota.

“Saat ini yang harus dipikirkan adalah bagaimana pengurangan sampah ini bisa dilaksanakan, sehingga di TPA (tempat pembuangan akhir) bisa berkurang dan tidak menimbulkan masalah baru. Kami pemerintah Provinsi sangat welcome dan mau membantu, mari kita lakukan yang terbaik untuk lingkungan dan sampah ini ke depan.” imbuhnya.

Lebih lanjut Wagub menekankan agar armada sampah juga harus diperhatikan untuk mengoptimalkan proses penanganan kebersihan. Ia mengingatkan agar sampah tidak tercecer di jalan saat proses pengangkutan.

“Selain itu, harus ada pemilahan sampah, semua penyedot tinja dimasukkan ke pengolahan, iuran atau retribusi disesuaikan dengan beban yang diterima dari hulu,” tambahnya.

Adanya edukasi terutama dari tingkat  Taman Kanak- Kanak sampai SMP juga penting dilakukan.

“Edukasi butuh waktu dan kesabaran, tetapi paling tidak semua sekolah di Kota Mataram mengelola sampah sendiri dengan baik, sehingga beban sampah akan berkurang dengan signifikan” pungkasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Irwan Rahadi menyampaikan, pihaknya telah menyusun regulasi tahun 2020 terkait instrumen penanganan sampah, mulai dari penanganan hingga pengurangan.

Saat ini, terkait program NTB Zero Waste, Dinas LHK telah memberi tanggung jawab dari tingkat PAUD hingga SMP untuk melakukan pengawalan di sekolah-sekolah.

AYA/HmsNTB

 




Wagub Ajak Masyarakat Sukseskan Clean Up Day

Jangan sampai ada sampah yang tidak diletakkan pada tempat yang seharusnya, untuk dikelola dengan baik”

MATARAM,lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, mengajak seluruh elemen masyarakat NTB, untuk ambil bagian dalam mensukseskan hari pembersihan dunia (clean up day), yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 September 2019.

Ajakan tersebut disampaikan saat melakukan syuting video himbauan kepada masyarakat NTB, untuk mensukseskan acara tersebut, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Jum’at (06/09) 2019.

Moment clean up day ini harus dimanfaatkan oleh seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi NTB, untuk membangun kesadaran masyarakat NTB, untuk sama-sama bahu-membahu mensukseskan program unggulan Zero Waste, yang sedang gencar digalakkan Pemerintah Provinsi sebagai ikhtiar bersama mewujudkan NTB yang asri dan lestari.

Wagub mengajak masyarakat NTB, memanfaatkan momentum tersebut untuk menujukkan rasa kepedulian terhadap lingkungan, dengan berpartisipasi keluar rumah, melakukan kegiatan aksi bersih-bersih di lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing.

Ajakan untuk melakukan aksi tersebut, sebagai upaya menunjukkan kepada dunia, bahwa masyarakat NTB, sangat peduli dan cinta lingkungan, dan cinta terhadap Bumi.

Wujud dari rasa cinta itu, ditunjukkan dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan memastikan semua sampah dapat dipilah dan diletakkan pada tempatnya, untuk kemudian dikelola dengan baik.

“Yuk..! kita sukseskan clean up day pada tanggal 21 september 2019. Semua kita keluar kita bersih-bersih, tunjukkan kepedulian kepada lingkungan, kita cintai lingkungan kita, kita cintai bumi ini. Jangan sampai ada sampah yang tidak diletakkan pada tempat yang seharusnya, untuk dikelola dengan baik,” imbuhnya.

Wagub menegaskan, bahwa sampah sesungguhnya bukanlah penyebab dari musibah, namun sampah merupakan sumber daya, selama kita memperlakukannya dengan baik.

“Sampah itu buka penyebab musibah, tapi sampah itu adalah sumber daya, selama kita bisa memperlakukanya dengan baik,” tegasnya.

AYA/HmsNTB




Simposium APGN di Lombok, Pembicara Ungkapkan Praktik Di Geoparknya Masing-masing

Untuk mencapai sebuah pariwisata yang berkelanjutan pada kawasan geoparknya, maka Pemerintah Provinsi Cao Bang menyusun sebuah strategi panduan pembangunan pariwisata

MATARAM.lombokjournal.com  — Tema  “UNESCO Global Geoparks Toward Sustaining Local Communities and Reducing Geohazard Risk” diangkat dalam simposium  The 6th Asia Pacific Geoparks Network (APGN) 2019 di Lombok Nusa Tenggara Barat.

Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah membuka  simposium yang dihadiri para geolog di kawasan Asia Pasifik itu, Selasa (03/09) 2019 di Rinjani Room Hotel Lombok Raya Mataram.

Mendampingi Gubbernur Zul bersama Presiden Global Geopark Network, Guy Martini,  Executive Chairman of Indonesian National Commission for UNESCO,  Prof. Dr. H. Arief Rachman, dan berbagai pihak terkait lainnya,

Selanjutnya, pembahasan materi yang dibagi ke dalam lima subtema, dan simposium akan berakhir pada tanggal 6 September 2019.

Kelima subtema yang dibahas itu, meliputi: Pertama,  “Empowering local socio-economic for sustainable development. Kemudian Materi kedua dengan subtema “Engaging Communities, geohazard risk and recovery”.

Ketiga membahas subtema “Popularizing scientific knowledge for public education. Keempat, Promoting aspiring global geoparks. Dan subtema yang kelima adalah Networking volcanic and karst landscape global geoparks.

Pada pembahasan subtema “Empowering local socio-economic for sustainable development, berlangsung di hari pertama di ruang Pejanggik Hall, Hotel Lombok Raya, Mataram, Nusa Tenggara Barat, menghadirkan (4) empat orang pembicara asal Cina, Vietnam, dan Korea Selatan.

Tiap-tiap pembicara menyampaikan praktik baik yang diterapkan pada geopark masing-masing, sesuai dengan tema.

Huang Wen selaku Komite Administratif Nasional dari UNESCO Global Geopark (UGG) Tianzhushan di Provinsi Anhui, Cina, menyampaikan, di kawasannya telah terbangun sebuah geotourism yang terstruktur melalui infrastruktur yang masih terus ditingkatkan hingga saat ini.

Selain itu untuk mencapai sebuah keberlanjutan (sustainability), Huang Wen menjelaskan bahwa Unesco Global Geopark (UGG) Tianzhushan telah menerapkan pendekatan berbasis pendidikan ilmiah dan pembangunan kapasitas yang berkelanjutan bagi komunitas dan masyarakat lokal disekitarnya.

Tidak jauh berbeda dengan itu, Vi Tran Thuy pembicara yang berasal Unesco Global Geopark  (UGG) Non Nuoc Cao Bang, Vietnam, menjelaskan,  untuk mencapai sebuah pariwisata yang berkelanjutan pada kawasan geoparknya, maka Pemerintah Provinsi Cao Bang menyusun sebuah strategi panduan pembangunan pariwisata.

Strategi itu dituangkannya kedalam 10 Program  Provinsi Cao Bang, terangnya.

Sedangkan Min Huh dari UGG Mudeungsan, Korea Selatan, mengungkap Nilai Universal Luar Biasa (Outstanding Universal Value/OUV) yang dimiliki kawasannya dan perjalanannya dalam meraih status geopark global.

Sementara Narasumber terakhir adalah Jihong Bao berasal dari UGG Shilin, Provinsi Yunan, Cina Barat Daya. Bao dalam paparannya banyak bercerita tentang kekayaan jenis batuan yang terdapat pada kawasan geoparknya.

Juga beragam program pariwisata yang diterapkannya, serta status sebagai geopark global telah memberikan banyak manfaat begi peningkatan sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan geopark, ujarnya.

Agenda simposium hari pertama diakhiri pada pukul 17:00 WITA untuk kemudian dilanjutkan dengan Mid-Simposium Excursion (Field Trip) ketiga destinasi berbeda, yaitu Jalur Utara (Desa Adat Gumantar dan Senaru), Jalur Tengah (Museum, Kemalik Lingsar dan Aik Berik), dan Jalur Timur (Sembalun) yang  dilaksanakan di hari ke-2.

Adapun sesi simposium untuk pembahasan subtema berikutnya akan dilanjutkan kembali di hari ke-3 dan ke-4 dengan melanjutkan bahasan pada kelima subtema yang sama.

AYA (Tim Media APGN)




Tiba di Trawangan, Peserta APGN 2019 Mengaku Takjub dengan Lombok

Usai rangkaian penyambutan, para ahli geologi yang termasuk dalam GGN Unesco ini diagendakan mengikuti sidang di bidang geopark dunia

KLU.lombokjournall.com — Pesona Gili serta tabuhan Gendang Beleq menyambut kedatangan peserta United Geopark Global (UGG) Council and APGN AC Metting  di Villa Hotel Lombok, Gili Trawangan, Kabupaten LombokUtara, Jumat (30/08) 2019.

Penampilan para penabuh gendang ini memukau perhatian para tamu undangan yang berasal dari berbagai negara tersebut.

Iringan Gendang Beleq dilanjutkan dengan pengalungan bunga merupakan tradisi khas NTB  untuk menyambut para tamu undangan yang berkunjung di NTB khususnya di pulau Lombok.

Kesenian musik tradisional dengan iringan tarian bermain penuh khidmat. Para delegasi negara  yang berasal dari belahan dunia, sangat terpukau menyaksikan persembahan musik selamat datang itu.

Kesenian ini disuguhkan saat para delegasi negara peserta 6th APGN Symposium 2019, memasuki kawasan wisata Gili Terawangan, dari penyeberangan awal di Teluk Nare.

Dalam perjalanan menuju Gili Trawangan para tamu didampingi Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar serta beberapa dari pihak kepolisian.

Menurut pengakuan salah satu peserta yang berasal dari Mesir, hal seperti ini merupakan yang paling berkesan baginya. Penyambutan dengan keramahan, serta dimanjakan dengan indahnya destinasi wisata Gili Trawangan,yang merupakan salah satu pilihan lokasi tepat untuk event internasional sekelas APGN.

Status Gili Trawangan  — saat NTB di bawah kepemimpinan Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah –,dijadikan salah satu destinasi wisata yang masuk dalam program unggulan 99 Desa Wisata, yang beberapa bulan lalu resmi dilaunching oleh Kemendes-PDT bersama Pemda NTB.

Usai rangkaian penyambutan, para ahli geologi yang termasuk dalam GGN Unesco ini diagendakan mengikuti sidang di bidang geopark dunia.

Kegiatan UGG Council and APGN AC Meeting ini adalah salah satu kegiatan awal dalam rangkaian Asia Pacific Geopark Network (APGN) Symposium 2019 yang rencana akan digelar dari tanggal 29 Agustus hingga 6 September 2019, NTB menjadi tuan rumah.

Sidang yang dihadiri oleh 20 perwakilan negara yang tergabung dalam GGN Unesco serta 41 observer baik dari dalam negeri maupun mancanegara ini, berlangsung khidmat dan lancar.

Itu terlihat dari bagaimana menariknya para ahli dibidang geologi ini adu argument, pandangan dan menggali teori-teori temuan-temuan yang mereka kuasai, yang ujungnya semua pandangan itu akan disatukan menjadi sebuah kesepakatan bersama.

AYA/HmsNTB

 




Mantan Direktur Eksekutif Walhi Nasional, Abetnego Tarigan, Diusulkan Jadi Menteri Wakili Kaum Muda

Abetnego Tarigan mewakili kaum muda, untuk merealisasi dan mempercepat arah kebijakan pemerintahan Jokowi-Makruf untuk terciptanya kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat indonesia

lombokjournal.com —

PALU   ;   Koordinator Poros Hijau Banggai, Samsul Bahri mengatakan, Pemerintahan Joko Widodo sudah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, komitmen atas pemenuhan hak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat menjadi agenda prioritas selama kepemimpinan Presiden Joko Widiodo (2014-2019).

Hal ini bisa dilihat dari kebijakan yang dikeluarkan, meningkatnya koordinasi, komitmen international, ketersediaan anggaran untuk perlindungan lingkungan hidup, adanya kelembagaan baru, kebijakan yang berpihak terhadap lingkungan dan penguatan sumberdaya manusia yang kompeten di bidang lingkungan hidup.

“Sehingga dalam mewujudkan visi misi Jokowi-Makruf Amin, kabinet jilid II nantinya harus diisi oleh kaum muda sebagai representasi kaum milenial,” katanya lewat siaran pers yang dikirim ke media , Senin Malam  (26/08) 2019.

Poros Hijau Banggai dan LARRA berharap figur-figur muda bisa bersaing dan masuk dalam susunan Kabinet jilid II Jokowi – Makruf.

Apalagi, substansi kebijakan yang akan dilanjutkan oleh Jokowi-Ma’ruf Amin antara lain; mengurangi ketimpangan penguasaan dan kepemilikan tanah, menciptakan sumber-sumber kemakmuran berbasis agraria.

Selain itu, menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan akses masyarakat atas sumber-sumber ekonomi, meningkatkan ketahanan dan kedaulatan pangan dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup serta penyelesaian konflik agraria.

Samsul menilai, untuk merealisasikan kebijakan tersebut tentulah membutuhkan menteri-menteri yang memiliki pengalaman yang mumpuni dan energy yang kuat serta etos kerja yang besar guna mengimbangi kecepatan program-program Presiden.

“Untuk itu, diharapkan pada pengisian kabinet kerja Jokowi-Makruf harus  diisi oleh kaum muda yang selama ini memiliki track record yang serta memiliki pengalaman dalam kerja-kerja yang berhubungan dengan berbagai sektor dan kelompok masyarakat,” tukasnya.

Koordinator LARRA, Kiki Yusuf mengatakan, untuk figur muda tersebut ada beberapa kriteria calon menteri.

“Khususnya yang terkait dengan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup serta isu-isu sosial. Kriteria yang ini telah kami diskusikan dengan berbagai elemen-elemen serta kelompok pemuda di Kabupaten Banggai,” kata Kiki.

Kriteria tersebut antara lain memiliki track record di isu sumber daya alam dan lingkungan hidup, pengalaman kerja kerja di dalam dan luar pemerintahan, memiliki jaringan di berbagai sektor dan kelompok, terlibat aktif dalam kerja kerja perumusan kebijakan 5 tahun terakhir.

“Harus punya keberpihakan kepada perlindungan lingkungan hidup dan kepentingan masyarakat. Dan punya hubungan dengan pemerintah hari ini khususnya dengan Presiden,” kata Kiki.

Samsul dan Kiki menegaskan, Poros Hijau Kabupaten Banggai dan Lingkar Gerakan Rakyat (LARRA), mengusulkan Mantan Direktur Eksekutif Walhi Nasional,  Abetnego Tarigan sebagai salah satu figur Menteri yang mewakili kaum muda.

Dukungan tersebut juga datang dari segenap elemen lainnya seperti Himpunan Mahasiswa Balantak (HAMBA) Kabupaten Banggai, Forum Mahasiswa Toili Raya (FMTR) Banggai, Ikatan Mahasiswa Kecamatan Bunta, Nuhon, Simpang Raya (IMKBNS), Partai Rakyat Pekerja (PRP) Kabupaten Banggai.

“Kami mengusulkan kepada Ir. Joko Widodo sebagai presiden dan KH. Makruf Amin sebagai wakil Presiden RI periode 2019-2024 untuk mengangkat Bpk. Abetnego Tarigan sebagai salah satu kaum muda untuk mengisi kabinet kerja jilid II nantinya,” kata Samsul.

Menurutnya, Abetnego Tarigan adalah figur yang tepat untuk mengisi kabinet kerja Jokowi-Ma’ruf selama lima tahun ke depan mewakili kaum muda, untuk merealisasi dan mempercepat arah kebijakan pemerintahan Jokowi-Makruf untuk terciptanya kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat indonesia.

Rr




Pemprov NTB Anggarkan Program Zero Waste 31,40 milyar

Untuk mensukseskan program zero waste Pemprov NTB tetap melakukaan kordinasi dengan kabupaten kota

MATARAM.lombokjournal.com — Pemprov NTB pada APBD NTB tahun 2020 menganggarkan dana sebesar 31,40 milyar rupiah untuk progeam Zero Waste.

Anggaran ini di peruntukan untuk pengembangan kinerja pengelolaan persampahan, pengembangan permukiman, peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa, promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan kerjasama pemerintahan serta peningkatan partisipasi masyarakat.

Khusus untuk TPA Regional Kebon Kongok, Pemprov NTB akan menambah alat berat untuk mengefektivkan pengelolaan sampah di Kebon Kongok.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nusa Tenggara Barat, Wedha Magma Ardhi menegaskan program zero waste, Pemprov NTB tidak berdiri sendiri, namun melibatkan desa. Sebab  sebagian besar program zero waste melibatkan perangkat desa.

“Zero waste pemprov NTB tidak singel fighter, kita melibatkan desa, pada dasarnya filosofi zero waste mengubah pola masyarakat untuk membuang sampah,” ujar nya dalam jumpa pers yang di gelar di Mataram, Rabu (21/08) 2019.

Magma juga menyatakan biaya anggaran untuk Zero Waste tidak bisa dipastikan ideal anggarannya. Menurutnya anggaran ideal untuk Zero Waste tidak terduga.

Namun untuk mensukseskan program zero waste Pemprov NTB tetap melakukaan kordinasi dengan kabupaten kota.

AYA/HmsNTB