Suhu di NTB Terasa Dingin, Ini Penjelasan BMKG

Angin dari Australia  membawa udara dingin, karena saat ini di Australia tengah masuk musim dingin

MATARAM.lombokjournal.com —  BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat menjelaskan penyebab cuaca dingin beberapa hari belakangan ini. Akhir-akhir ini suhu udara di Nusa Tenggara Barat terasa dingin pada malam hari.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Nindya Kirana, mengatakan, salah satu penyebabnya karena adanya angin Monsun yang terjadi akibat perbedaan suhu udara.

Dan tekanan antara belahan bumi selatan dan bumi utara yang disebabkan oleh pergerakan semu tahun matahari.

“Justru suhu udara di musim kemarau lebih dingin daripada saat di musim hujan, karena beberapa faktor seperti angin Monsun, angin musiman yang bersifat periodik,” katanya, dikutip media ini, Rabu (10/06/20).

Angin dari Australia tersebut membawa udara dingin, karena saat ini di Australia tengah masuk musim dingin.

“Saat puncak musim kemarau di NTB sekitar Juli-Agustus,  aktif Monsun Australia atau angin timuran karena di Australia sedang memasuki musim dingin,” ujarnya.

Ia mengatakan cuaca dingin lebih signifikan dirasakan di dataran tinggi dan daerah pegunungan.

Kemudian, faktor lainnya yang memicu suhu udara menjadi dingin karena di musim kemarau dipengaruhi akibat sedikitnya awan yang menutupi permukaan bumi.

“Awan diibaratkan seperti selimut yang dapat menahan dan memancarkan kembali pancaran panas bumi ke atmosfer. Pada musim hujan pertumbuhan awan lebih banyak sehingga malam hari terasa lebih hangat,” ujarnya.

Sebaliknya, jika musim kemarau pertumbuhan awan hampir tidak ada sehingga cuaca di malam hari terasa dingin.

AYA




Menteri LHK Saksikan Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar, Sebelum Tanam Ribuan Pohon

Dalam waktu dekat, mesin-mesin buatan NTB akan didistribusikan ke desa-desa dari hulu ke hilir dengan harapan seluruh pengolahan sampah bisa dilakukan di desa-desa

LOBAR.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, M.Sc menginisiasi penanaman ribuan pohon berjenis Klicung di TPA Regional Kebun Kongok, Desa Suka Makmur, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (08/03/2020).

Sebelum menanam pohon, Menteri LHK, Gubernur dan Wagub, menyaksikan sampah yang diolah untuk bahan bakar energi pembangkit listrik di Kebon Kongok.

Di sini, sampak yang diolah bisa mencapai 30 ton sampah. Lalu, dimanfaatkan menjadi bahan bakar pembangkit PLN menggantikan batu bara.

Menteri LHK bangga dengan terobosan-terobosan industrialisasi yang digencarkan oleh Gubernur NTB.

“Gubernur NTB ini bukan hanya kebanggaan orang NTB. Tapi, beliau kebanggaan Indonesia, saya sudah kenal lama dengan beliau,” ungkap Menteri LHK.

Siti Nurbaya, sapaan akrab menteri, meminta UKM TPA Kebon Kongok untuk segera mendaftarkan emisinya di Kementerian LHK.

“Dengan harapan, apa yang sesungguhnya milik Provinsi NTB akan menjadi betul-betul milik NTB,” ujarnya.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan, dalam waktu dekat, mesin-mesin buatan NTB akan didistribusikan ke desa-desa dari hulu ke hilir dengan harapan seluruh pengolahan sampah bisa dilakukan di desa-desa.

“Industrialisasi dan Zero Waste harus terus jalan beriringan dalam mewujudkan NTB Gemilang.”

AYA/HmsNTB




Denmark-NTB Jalin Kerjasama Bidang Lingkungan

Kerjasama ini katanya untuk mendorong pemerintah daerah untuk menerapkan lingkungan hidup hijau serta mencari sumber energi yang ramah lingkungan

MATARAM.lombokjurnal.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menjalin kerjasama dengan Pemerintah Denmark bidang lingkungan hidup berkelanjutan.

Launching kerjasama tersebut dilakukan Menteri Lingkungan Hidup Denmark, Lea Wermelin dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah di Pendopo Gubernur, Selasa (25/02/2020).

Kerjasama tersebut dimaksudkan untuk mendorong kedua daerah, khususnya Pulau Lombok dan Pulau Bornholm di Denmark,  menerapkan lingkungan hijau berkelanjutan.

Kerjasama tersebut juga menyangkut peningkatan kapasitas melalui dialog berbagi pengetahuan dan penelitian yang melibatkan pihak terkait.

Gubernur didampingi istri Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc menyambut baik kerjasama tersebut.

Ia memastikan bahwa NTB merupakan provinsi yang ramah terhadap investasi, bisnis dan para tamu yang datang.

”Kami tidak punya pilihan, program prioritas yang sedang kami kembangkan adalah pariwisata,” ungkap Gubernur Zul.

Gubernur yang juga pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) itu mengatakan, pariwisata yang akan dikembangkan ke depan adalah pariwisata ramah lingkungan atau green environtment.

Kerjasama ini lanjutnya dapat mendorong kerjasama lain di berbagai bidang atau program yang dikembangkan oleh NTB dan Denmark.

Menteri Lingkungan Hidup Denmark, Lea Wermelin mengatakan, kerjasama dengan pemerintah provinsi NTB ini merupakan salah satu bagian dari kerjasama antara Denmark dan Indonesia.

Denmark katanya memiliki kesamaan dengan Indonesia, yaitu sama-sama negara kepulauan. Hanya saja Denmark memiliki penduduk sekitar 5,7 juta jiwa. Jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia yang mencapai 260 juta jiwa.

Kerjasama ini katanya untuk mendorong pemerintah daerah untuk menerapkan lingkungan hidup hijau serta mencari sumber energi yang ramah lingkungan.

“Saya merasa bahagia, masing-masing pihak berwenang di bidang lingkungan dan energi akan bekerjasama menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan mencari solusi bersama terkait lingkungan dan mengubah sampah menjadi energi,” katanya di hadapan Gubernur Zul dan sejumlah kepala OPD Lingkup Pemprov NTB.

Ia juga merasa bahagia karena Pemerintah Provinsi NTB memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan pembangkit energi terbarukan.

Ia menambahkan, produksi energi dan pengelolaan sampah merupakan hal penting bagi seluruh lapisan masyarakat, khusunya yang tinggal di daerah kepulauan.

Sehingga kebutuhan untuk energi terbarukan sangat penting, terutama untuk melindungi lingkungan yang ada.

“Untuk pulau yang indah seperti Lombok dan pulau pulau lain di Indonesia, bahwa pariwisata merupakan hal penting untuk meningkatkan ekonomi dan kesempatan kerja masyarakat,” katanya.

Ia berharap kerjasama ini berjala lancar dan sukses, sehingga energi terbarukan serta lingkungan hijau berkelanjutan dapat terwujud.

AYA/HmsNTB




Wagub Ajak Semua Pihak Bangun Sinergitas untuk Menjaga Alam NTB

“Mari kita bergandengan tangan, berjalan bersama, dalam menjaga lingkungan hidup kita yang bersih dan lestari”

MATARAM.lombokjournal.com — Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali Nusa Tenggara menggelar dialog interaktif rencana pengelolaan sumber daya lahan pasca-banjir di pulau Sumbawa, dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah beserta pimpinan perangkat daerah digelar di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Selasa, (25/02/2020)

Sialog ini didasari pemikiran, peningkatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam tanpa disadari menimbulkan kerusakan ekosistem yang berdampak pada bencana lingkungan.

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah dalam sambutannya menegaskan, hakikatnya pembangunan dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun seiring waktu, tuntutan pembangunan yang dihadapi selalu berubah dan semakin kompleks, sedangkan kemampuan dan sumber daya pembangunan yang tersedia cenderung terbatas.

“Sumber daya yang tersedia, harus kita optimalkan untuk memenuhi tuntutan yang tidak terbatas dengan membuat pilihan dalam bentuk skala prioritas,” tegas Wagub

Wewenang dan tanggungjawab Pemerintah Daerah dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus disikapi dengan komitmen yang kuat dan peran serta seluruh pemangku kepentingan.

“Mari kita bergandengan tangan, berjalan bersama, dalam menjaga lingkungan hidup kita yang bersih dan lestari,” tambah Wagub

Sejak tahun 2017, di Pulau Sumbawa khususnya Bima dan Dompu telah terjadi banjir yang sangat memprihatinkan.

Di saat pemerintah sedang mengejar target untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, namun di sisi lain usaha tersebut telah memberi dampak penurunan kualitas lingkungan, yang berdampak pada penurunan kesejahteraan masyarakat.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, saya berharap, melalui dialog ini, akan terbangun sinergitas antara pusat dan daerah dalam mendukung pelaksanaan upaya pengelolaan sumber daya lahan pasca banjir di Pulau Sumbawa.” tutup Wagub H Rohmi.

AYA/HmsNTB

 




Hari Peduli Sampah Nasional di Mandalika, Wagub; Harus Berkelanjutan

Hari Peduli Sampah Nasional diluncurkan di 5 daerah wisata super premium di Indonesia, Salah satunya Kuta Mandalika, di Lombok Tengah

 MATARAM.lombokjournal.com – Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang nantinya akan dilaksanakan pada 22 Maret 2020 mendatang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombbok Tengah, diharapkan akan berkelajutan.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd mengungkapkan dukungannya atas kegiatan HPSN saat menerima kunjungan dari Direktur Pengelolaan Limbah Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup di Ruang Kerjanya, Selasa (18/02/2020).

“Event ini nantinya bukan hanya seremonial saja, tetapi harus terus berkelanjutan. Khususnya di wilayah sungai dan pantai harus lebih diperhatikan,” tutur Umi Rohmi.

Ummi Rohmi yang didampingi oleh Asisten I, Kepala Dinas LHK, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB mengatakan,  berbicara terkait sampah, erat kaitannya dalam mengubah pola pikir masyarakat.

Di Nusa Tenggara Barat, ‘virus’ zero waste sudah menyebar di berbagai kalangan, baik sekolah maupun masyarakat.

“Alhamdulillah sejak munculnya program Zero Waste sebagai program prioritas di NTB, banyak masyarakat yang mulai peduli khususnya anak-anak sekolah,” jelasnya.

Saat itu, Henri Bastaman, Tenaga Ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan, akan meluncurkan Hari Peduli Sampah Nasional di 5 daerah wisata super premium di Indonesia.

Salah satunya berlangsung di Kuta Mandalika, di Lombok Tengah.

“Berbagai langkah untuk mengkoordinasikan kegiatan tersebut berjalan dengan baik. Hal ini sebagai upaya pemerintah pusat untuk mengurangi sampah,” jelasnya.

Henri berharap agar kegiatan ini nantinya dapat bersinergi dengan berbagai pihak dan menjadi event yang berkelanjutan.

Hari Peduli Sampah Nasional ini juga nantinya dirangkaikan dengan Sosialisasi Bahaya Merkuri yang akan disampaikan oleh Yun Insiani Direktur Pengelolaan B3.

AYA/HmsNTB




Beach Clean Up Day, Dukung NTB Bebas Sampah 2024

“Tidak mungkin bisa  bergerak sendiri wujudkan NTB bebas sampah, harus ada sinergitas  dengan Kabupaten/Kota”

MATARAM.lombokjournal.com —  Muara selalu menjadi destinasi terakhir sampah, demikian juga Muara Pantai Taman Loang Baloq.

Daerah pesisir sebagai pilot project peluncuran gerakan Pilah Sampah dari Rumah oleh Wakil Gubernur, Hj Sitti Rohmi Djalillah, Jum’at (20/12/2019), tujuanya agar masyarakat memahami dampak membuang sampah sembarangan yang mengotori laut dan pantai.

Wagub Ummi Rohmi

Saat ini, sepanjang garis pantai Selatan Kota Mataram ini sedang berbenah sebagai destinasi wisata seperti di Pantai Penyu, Dusun Mapak atau Pantai Gading yang lebih dulu dikenal.

“Selain launching gerakan Pilah Sampah Dari Rumah, kami juga menggelar Beach Clean Up Day di Pantai Loang Baloq dan sekitarnya yang diikuti masyarakat, swasta dan lembaga pendidikan di Kecamatan Sekarbela,” ujar Camat Sekarbela, Cahya Samudra.

Masyarakat yang berpartisipasi di antaranya seperti Akbid Bhakti Kencana Tanjung Karang, Ponpes Al Intisor Bendega, SMP 17 Mataram, STIPAR, Hotel Vaganza, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Unram dan lainnya.

Kelurahan Kekalik Indah, Kecamatan Sekarbela sendiri sebagai pilot project gerakan Pilah Sampah Dari Rumah, mendapatkan empat buah komposter atau alat pengolah sampah organik menjadi kompos atau pupuk alami.

“Residu (sampah yang tidak dapat terurai) yang banyak menumpuk di muara sungai di pesisir inilah yang kita coba bersihkan, dan mengajak warga untuk memilah sampah sejak dari rumah dan tidak membuang sembarangan, atau dikumpulkan di bank sampah untuk didaur ulang,” tambah Cahya.

Ia mendukung penuh gerakan Pilah Sampah Dari Rumah untuk program unggulan Zero Waste dan NTB Bebas Sampah 2024.

Dalam waktu hanya beberapa jam, hasil bersih bersih pantai terkumpul sebanyak 500 kilogram sampah residu dimulai sari daerah aliran sungai Kali Unus hingga muara Pantai Loang Baloq dan sekitarnya.

Pengumpul sampah terbanyak adalah tim Dinas Kesehatan Kota Mataram dengan 180 kilogram sampah.

Salah seorang partisipan dari SMU 2 Mataram, Ayu Nurani, mengaku mendapatkan 12 kilogram sampah residu hanya dalam waktu setengah jam saja di area pantai Loang Baloq bersama tiga orang temannya.

Wagub Ummi Rohmi dalam sambutannya mengatakan, kampanye yang masif tentang pentingnya memilah sampah ini sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan gerakan.

Target rumah tangga sebagai penghasil sampah terbesar merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota merubah perilaku warganya sebagai mitra pemerintah provinsi.

“Tidak mungkin bisa  bergerak sendiri wujudkan NTB bebas sampah, harus ada sinergitas  dengan Kabupaten/Kota, sejauh ini sampah rumah tangga menyumbang 80 persen sampah. Kota Mataram saja menghasilkan 300 ton per hari. Kalau sudah kampanye masif dilakukan baru kemudian mengaturnya dengan regulasi dan sistem, yang menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi,” ucap Umi Rohmi.

AYA/HmsNTB




RTH Pagutan Timur, Sebaiknya Jadi Wahana Keluarga

Konsep pengembangan wilayah di Kota Mataram yang tidak memikirkan ruang nyaman untuk keluarga akan memunculkan apatisme

lombokjournal.com —

MATARAM   ;    Pembangunan wilayah di Kota Mataram yang secara umum sudah baik, tapi masih ada pembangunan yang  tidak dikawal peruntukannya.

Seperti yang terjadi di ruang terbuka hijau (RTH) Pagutan Timur. Kondisinya terkesan tak terawat.

“Sepintas kalau kita kesana, seperti tidak ada aktivitas,” kata Bakal Calon Wakil Wali Kota Mataram Baihaqi, Jumat (13/12).

Dijelaskan, RTH Pagutan  menyimpan potensi sebagai wahana keluarga. Di lahan tersebut ada beragam tanaman hortikultura seperti bunga-bunga, cabe, dan beragam sayuran.

“Bangunan disana sepertinya juga belum dioptimalkan,” sambungnya.

Baihaqi yang memiliki latar belakang arsitektur ini mengurai, kehidupan di Kota Mataram cukup dinamis, sayangnya wahana berkumpul keluarga ataupun wisata terbatas.

Hal ini membuat ruang hiburan di kota terpusat di pusat perbelanjaan.

“Kalau wahana keluarga yang dekat dengan alam, bisa sekaligus menjadi media belajar anak,” bebernya.

Disebutkan, bila menyisir sudut-sudut di Kota Mataram sejatinya sudah dibangun ruang-ruang terbuka. Mulai dari RTH Selagalas, Taman Udayana, Taman Sangkareang, ataupun Pantai Ampenan.

Namun, belum dibarengi sentuhan wahana tematik.

“Kalau ahli-ahli itu paham, di ruang terbuka apa saja yang menarik, bila perlu meminta masukan publik,” urainya.

Pria ramah ini menyebut, konsep pengembangan wilayah di Kota Mataram yang tidak memikirkan ruang nyaman untuk keluarga akan memunculkan apatisme. Antara pemerintah dan warga berjalan masing-masing.

“Warga jenuh, mikirnya pemerintah ini begini-begini saja. Tidak ada hal baru,” tandasnya.

Ketika hal itu terjadi, pendudukan kota mengabaikan daerahnya. Cuek dengan urusan kebersihan, khususnya sampah.

Tidak peduli dengan kondisi sungai dan drainase. Sampai merusak fasilitas umum yang dimiliki pemerintah.

“Ya, bagaimana lagi kalau sudah tak sejalan dan merasa diabaikan. Itu pentingnya merangkul warga kota,” tukasnya.

Me




Gerakan NTB Hijau, Kembali Menghijaukan NTB

Kata Bang Zul kebahagiaan itu muncul, hanya dengan melihat indahnya hutan dengan pohon yang menjulang tinggi

SUMBAWA BESAR   ;  Pencanangan Gerakan NTB Hijau dilkukan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama kalangan perguruan tinggi, TNI/POLRI, Perangkat Daerah dan PKH se-NTB, dan masyarakat desa di Dusun Kayu Madu, Desa Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa Kamis (12/12/2019).

Gerakan NTB Hijau ini merupakan rangkaian merayakan hari jadi Provinsi NTB ke 61 pada 17 Desember 2019 mendatang. Rangkaian kegiatan lainnya untuk menyambut acara tersebut juga dilaksanakan di berbagai kabupaten di NTB.

Area untuk menanam pohon di dusun tersebut luasnya sekitar 5 hektar. Ke depan, desa ini direncanakan menjadi destinasi wisata buah bagi masyarakat.

Gubernur mengajak masyarakat kembali menghijaukan NTB.

“Terutama (menghijaukan kembali) lahan-lahan yang selama ini sudah gundul akibat aktivitas masyarakat,” kata Gubernur Zul.

Gubernur Zul menghimbau, untuk kepala desa, camat dan Bupati, kalau ada oknum yang menebang pohon atas nama keserakahan, dia bukan hanya menumbangkan pohon yang berusia ratusan tahun.

“Namun juga menumbangkan kesempatan generasi masa depan untuk melihat indahnya hutan kita,” tegasnya.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu mengajak masyarakat belajar mencintai dan menghargai pohon serta lingkungan. Sebab, kadang kebahagiaan itu muncul, hanya dengan melihat indahnya hutan dengan pohon yang menjulang tinggi.

“Kadang saya berjalan di jalan yang jelek itu, menyaksikan pohon yang besar dan tinggi ratusan meter. Kadang kepuasan batin itu bisa didapat dengan melihat pohon-pohon itu,” ungkap Bang Zul.

Bang Zul menegaskan,  masyarakat tidak harus menunggu bupati, gubernur dan presiden untuk menghijaukan NTB.

Masyarakat bisa memulai dari diri sendiri, keluarga atau masyarakat terdekat. Dengan adanya media sosial seperti saat ini, banyak yang mengeluhkan masalah di sekitar. Namun, jarang yang mulai mencari solusi terhadap masalah tersebut.

“Mudah-mudahan melalui gerakan ini, dalam waktu yang tidak terlampau lama, kita bisa tersenyum menyaksikan NTB hijau kembali,” katanya.

Komitmen Gerakan Hijau

Wakil Bupati Sumbawa menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk mendukung gerakan menghijaukan NTB. Pemda Sumbawa telah mencanangkan program tanam pohon untuk mengembalikan fungsi hutan. “Kami coba dengan menanam Sengon. Karena umur Sengon ini enam tahun, tentu tidak ada petani yang mau menanam itu, karena hasilnya tunggu enam tahun. Kami sikapi dengan menanam di bawahnya pohon Porak,” katanya.

Pada kesempatan pencanangan itu, Bang Zul menyerahkan kredit usaha tunda tebang kepada enam kelompok senilai Rp6,6 miliar, dan bantuan hibah kepada seluruh kelompok di sepuluh desa di Kabupaten Sumbawa, senilai Rp3,2 miliar.

 AYA/HmsNTB




Wakil Gubernur Canangkan Gerakan Save Teluk Bima

“Yang namanya lingkungan itu adalah menjaga keseimbangan. Mengapa ada banjir, karena hilang keseimbangannya. Mengapa ada bencana, karena nggak seimbang”

BIMA.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mencanangkan Gerakan Save Teluk Bima, di Halaman Museum ASI Bima, Sabtu (07/12/2019).

Gerakan tersebut dimaksudkan untuk melestarikan dan menyelamatkan Teluk Bima bagi generasi masa depan. Gerakan tersebut salah satunya berupa penanaman pohon mangrove.

Teluk Bima merupakan sebuah teluk yang membentang mulai dari Lewa Mori, Kalaki, Oi Ni’u, Panda, Lawata, Ama Hami hingga Kolo dan sebagian kecamatan Soromandi dan Bolo, Kabupaten Bima.

Teluk ini dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut, wisata bahari, olahraga dayung, olahraga mancing, olahraga Jetski, wisata pantai, dan berbagai jenis kegiatan lainya.

Selain itu, di tengah-tengah teluk ini terdapat sebuah pulau kecil yang disebut Nisa To’i atau juga dikenal dengan nama Pulau Kambing.

Konon menurut cerita pada zaman dahulu, pulau kecil ini adalah tempat pelepasan kambing raja atau Sultan Bima sehingga dinamakan pulau kambing.

Wakil Gubernur yang akrab disapa Umi Rohmi itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga, melestarikan dan menyelamatkan lingkungan di sekitar.

“Betapa banyak potensi yang bisa kita angkat. Tapi jangan salah, kalau kita tidak barengi dengan rasa syukur,  dengan cara memeliharanya, maka dia akan sirna,” jelas Umi Rohmi di depan Walikota Bima, H. M. Lutfi, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi dan sejumlah kepala OPD Provinsi dan Kota Bima.

Teluk yang indah lanjutnya, akan hilang keindahannya apabila tidak dipelihara dan dilestarikan dengan baik. Begitu juga dengan laut, akan hilang keindahannya apabila telah rusak.

Maka, memelihara lingkungan itu tidak hanya menjadi kewajiban. Namun, menjadi kebutuhan bagi seluruh umat manusia.

“Yang namanya lingkungan itu adalah menjaga keseimbangan. Mengapa ada banjir, karena hilang keseimbangannya. Mengapa ada bencana, karena nggak seimbang,” jelas Ummi Rohmi.

Terkait dengan lingkungan kata Wagub, pemerintah provinsi menaruh perhatian serius. Termasuk katanya, pemerintah Kota Bima telah menunjukkan keseriusannya dalam menjaga lingkungan.

Ia juga mendorong para orang tua untuk mengajarkan dan mendidik anak-anak mereka cara mencintai lingkungan sejak dini. Yaitu, mengajarkan cara menanam pohon serta menjaganya hinggu tumbuh besar.

“Save Teluk Bima ini membuka wacana, membuka kesempatan semua pihak untuk berkontribusi, berkolaborasi, melakukan penyelamatan di teluk itu,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Bima mengungkapkan Teluk Bima memiliki keindahan yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Di samping airnya yang tenang, teluk Bima juga didukung oleh infrastruktur jalan yang rata.

BACA JUGA  ;

Wagub Bersama Bupati Dan Walikota Bima, Tanam Pohon Cemara  dan Mangrove di Teluk Bima

Sehingga, inilah yang menjadi daya tarik para pecinta sepeda untuk menyelenggarakan event triatlon di kota tepian air itu. Ia berharap, semua pihak terus bersinergi untuk menjaga lingkungan, menyelamatkan generasi serta menyukseskan pembangunan.

Karena, potensi inti yang dikembangkan oleh pemerintah Kota Bima adalah pariwisata.

AYA/HmsNTB




Wagub Bersama Bupati Dan Walikota Bima, Tanam Pohon Cemara  dan Mangrove di Teluk Bima

“Perllu diingat bahwa memperbaiki lingkungan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan”

BIMAlombokjouurnal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Ummi Rohmi) bersama Bupati Kabupaten Bima, Indah Damayanti Putri, Wali Kota Bima, H. M. Lutfi dan para relawan melakukan penanaman pohon cemara laut dan mangrove di Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima yang letaknya berada di kawasan Teluk Bima, Minggu (08/12/2019).

Penanaman itu bagian dari Gerakan Save Teluk Bima dan Jambore Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang digagas Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima.

Hadir para Asisten Gubernur NTB, yaitu Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Dra Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan,  Ir. Ridwan Syah, M.Sc.MT.MM, dan Asisten Administrasi dan Umum, Ir. Hj. Hartinah, MM.

Ummi Rohmi mengatakan,  penanaman pohon tersebut merupakan orientasi menjadikan Kabupaten dan Kota Bima serta NTB secara umum berada pada level tangguh bencana.

“Kita ingin ke depan, semua desa kita tangguh bencana,” ungkap Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi itu.

Ia memuji bupati dan masyarakat Kabupaten Bima yang memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Umi Rohmi mendorong seluruh masyarakat untuk peduli pada lingkungan serta tidak perlu berkecil hati atas apa yang telah terjadi pada lingkungan selama ini. Yang perlu dilakukan ke depan adalah terus memperbaiki lingkungan.

“Perllu diingat bahwa memperbaiki lingkungan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan,” katanya.

Bupati Bima menyampaikan, Kabupaten Bima tercatat sebagai daerah yang berisiko bencana. Salah satunya karena daerah ini dalam kawasan ring of fire. Namun, di era modern searag  banyak bencana akibat ullah manusia.

“Kegiatan Apel Kesiapsiagaan ini sangat strategis dalam rangka menyatukan persepsi dan koordinasi. Begitu juga dengan kegiatan penanaman pohon menjadi hal yang sangat dibutuhkan,” katanya saat memimpin apel tersebut.

Musibah yang terjadi selama ini memberi pelajaran dan wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya reboisasi bagi lingkungan. Tujannya membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana.

“Kita ingin membangun partisipasi semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana seperti edukasi kebencanaan, evakuasi mandiri, latihan kesiapsiagaan dilakukan oleh individu keluarga,” jelasnya.

BACA JUGA  ;  Wakil Gubernur Canangkan Gerakan Save Teluk Bima

Dae Dinda, sapaan akrab Bupati Bima itu mengajak semua pihak, mulai dari anak-anak hingga orang tua untuk menjaga alam dengan menanam. “Kita jaga alam, alam jaga kita,” tutupnya.

AYA/HmsNTB