RTG Dusun Lias Desa Genggelang Diresmikan Wabup Danny

Permasalahan tanah dalam pembangunan RTG atau Rumah Tahan Gempa bisa diselesaikan dengan semangat mempolong merenten masyarakat

GANGGA,KLU.lombokjournal.com ~ Pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) warga Dusun Lias, Desa Genggelang, Kec Gangga, Lomok Utara yang sempat terhambat karena permasaahan hak tanah kini sudah terbangun.

Peresmian RTG itu dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST., M.Eng, di pemukiman relokasi warga RT. 3 Mekar Katon Dusun Lias, Desa Genggelang, Rabu (07/07/21).

RTG Dusun Lias RTG Dusun Lias

Wabup Danny menyampaikan terima kasih kepada pihak terkait yang telah menyelesaikan permasalahan tanah tersebut.

“Permasalahan ini bukan persoalan yang mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Permasalahan tanah seperti ini tidak hanya terjadi di sini saja tetapi masih banyak tempat yang lain memiliki persoalan yang sama, ” ucapnya.

Danny juga mengucapkan selamat kepada warga Dusun Lias, hari itu akan diresmikan rumah tahan gempa (RTG). Wabup mengucapkan terimakasih kepada BPBD yang telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, sehingga pembangunan ini bisa terlaksana dengan baik.

BACA JUGA: Kelompok Peternak di Dangiang Bertekad Merubah Nasib

“Walaupun rumah sudah dibangun tapi memang banyak PR yang harus dikerjakan di sini. Kami minta kepada bapak Kades, Kadus dan pihak terkait, bukan hanya membangun rumah tapi setelah itu perlu dipikirkan juga untuk sanitasi, penalutan serta menanam pepohonan. Sehingga masyarakat bisa tinggal dengan nyaman di tempat ini,” tuturnya.

Di akhir sambutan, Wabup mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan sabar dalam menghadapi musibah yang dialami saat ini, terlebih di Lombok Utara sudah diguncang dengan gempa bumi yang merusak semua fasilitas.

Belum tuntas mengatasi soal gempa bumi, kini disambut lagi dengan wabah Covid-19.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Genggelang Almaududi S.Pd menyampaikan rasa syukur yang mendalam, karena bisa menyelesaikan tahapan awal dari proses penyelesaian kasus tanah di Dusun Lias.

“Ada beberapa catatan penting yang bisa dijadikan hal yang sangat menarik bagi penyelesaian permasalahan tanah di Dusun Lias ini. Kita bersama-sama, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui bagian hukum, Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) beserta masyarakat bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada, tanpa ada pihak ketiga. Hal ini menjadi pelajaran yang sangat berharga,” ucapnya.

Kades Genggelang menyampaikan, jika melihat persoalan tanah di berbagai Daerah sulit sekali dalam proses penyelesaian. Dudi sangat bersyukur di Kabupaten Lombok Utara dengan semangat mempolong merenten masyarakat bisa menyelesaikan persoalan ini dengan baik.

BACA JUGA: Petani Peternak di KLU Mulai Sulit Cari Pakan Ternak

“Adapun sisa lahan masyarakat yang belum direlokasi, menjadi PR bersama untuk bisa menyelesaikan secara kekeluargaan agar warga yang belum direlokasi, akan segera dilakukan pembahasan untuk pencabutan lot, mengingat masih banyak warga kita yang belum mendapatkan tanah,” ungkapnya.

Dudi juga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara melalui bagian Hukum  tetap mendampingi Pemerintah Desa dalam memfasilitasi permasalahan warganya.

@ng




Petani Peternak di KLU Mulai Sulit Cari Pakan Ternak

Di kawasan dataran rendah di wilayah Kabupaten Lombok Utara (KLU), petani peternak mulai merasakan dampak musim kemarau

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Petani ternak di sekitar Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara mulai kesulitan mendapatkan pakan ternak saat memasuki musim kemarau.

Pengamatan yang dilakukan wartawan hari Selasa (07/07/21) pagi sekitar pukul 08.00  terlihat kerumunan para petani ternak di tengah sawah untuk mendapatkan jerami untuk pakan ternak mereka.

Mereka mengaku sudah muali kesulitan mendapatkan rumput lantaran musim kemarau mulai dirasakan di Kabupaten Lombok Utara, khususnya di kawasan dataran rendah.

Para petani ternak tidak jarang mereka mencari pakan daun ketela, daun nangka dan lain lain sebagai alternatif menanggulangi kebutuhan ternak mereka.

BACA JUGA; Mataram, Kota Non Jawa Bali Kena Pengetatan PPKM Mikro 

Saat sebagian persawahan di wilayah Kecamatan Tanjung mulai panen padi, mereka berdatangan sejak pukul 5 usai Sholat Subuh hingga siang hari. Petani ternak tak tanggung-tanggung ikut membantu panen hanya sebatas mendapatkan limbah jerami untuk makanan ternaknya.

Tidak jarang pula mereka yang tidak kebagian limbah jerami harus rela mencari di tempat lain meski harus menempuh jarak puluhan kilometer dengan mengendarai sepeda motor.

Para petani itu bersama isrtri mereka harus meninggalkan tugas rumah tangga lainnya demi mendapatkan pakan ternak.

Sejak beberapa bulan terakhir, rumput di ladang-ladang tempat penggembalaan hewan mulai langka akibat kemarau. Bahkan, kelangkaan rumput pun mulai merata ke sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut, diketahui mayoritas terjadi di kawasan dataran rendah di wilayah Kabupaten Lombok Utara.

Sebagian lagi, petani masih bisa mencari pakan alternatif alami, misalnya dengan dedaunan dari semak belukar di kebun penduduk dan seputar perbukitan.

“Tapi, setelah kemarau berbulan-bulan, semak belukar mengering. Makanya, pakan ternak masih kurang tercukupi,” kata seorang petani

BACA JUGA: Telur dan Daging Bisa Sasembada Bila Ada Pabrik Pakan

Para peternak akhirnya ada yang berombongan menyewa mobil bak untuk berangkat mencari rumput ke tempat yang jauh, selain dengan kendaraan sepeda motor yang kapasitasnya terbatas.

@ng




Rinjani Geopark Youth Forum Resmi Terbentuk

Kegiatan besar Rinjani Geopark Youth Forum 2021 bisa dilaksanakan dengan sukses meski tanpa didukung dana memadai

MATARAM.lombokjournal.com ~  “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia”.

Kalimat yang dilontarkan oleh Ir. Soekarno, Presiden Pertama Indonesia itu bermakna dahsyat, apa yang bisa dilakukan pemuda dalam melakukan perubahan.

Menyadari pentingnya peran pemuda, Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark telah membuat sebuah wadah bernama Rinjani Geopark Youth Forum.

Dan mengundang pemuda-pemudi berusia minimal 18 dan maksimal 24 tahun yang ada di seluruh Kawasan Geopark Rinjani Lombok untuk bergabung.

BACA JUGA: Pariwisata Desa Jadi Tema ‘Ngobat’ Karang Taruna Santong

Wadah ini nantinya akan menjadi tempat para pemuda-pemudi berkreasi menuangkan gagasan konkrit dan kreatif, ikut mengembangkan Geopark Rinjani melalui pendekatan 3 (tiga) pilar geopark, yaitu pilar Konservasi, Pendidikan dan Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan.

Untuk mendapatkan pemuda-pemudi yang benar-benar serius dan berkualitas, Rinjani Lombok UGGp telah melakukan serangkaian tahapan seleksi dimulai dari seleksi administrasi, seleksi wawancara dan tahapan terakhir adalah dalam bentuk pembekalan.

Dengan menggunakan metode learning by experience kemah sambil belajar (EDUCAMP), sebanyak 4 (empat) seri Pembekalan yang diadakan setiap minggu selama satu bulan penuh.

Dari sekitar 220 orang peserta yang mendaftar tersisa sekitar 46 orang saja yang berhasil menyelesaikan semua tahapan, dan dilantik menjadi anggota Rinjani Geopark Youth Forum (RGYF) Angkatan I tahun 2021.

Rinjani Global Geopark Youth Forum 22021
Acara Pelantikan

Acara pelantikan dilaksanakan di Pusat Informasi Geopark Rinjani – Sembalun, hari Kamis (01/07/21).

Saat pelantikan dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H. Yusron Hadi, Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda NTB, Iskandar Zulkarnain, Kepala KPH Rinjani Timur H. Lalu Ayub Zainudin, Perwakilan Dinas LHK NTB, Perwakilan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Perwakilan BKSDA NTB, Komite Sembalun 7 Summits dan perwakilan Komunitas Sembalunina.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Drs. H. Surya Bahari saat melantik anggota RGYF 2021 menympaikan sambutannya mewakili Sekda NTB. selaku Ketua Dewan Pengarah Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark yang berhalangan hadir.

Ia mengapresiasi terbentuknya wadah bagi anak muda dalam forum RGYF yang digagas oleh Dewan Pelaksana Rinjani Lombok UGGp.

Walaupun tidak didukung anggaran yang memadai, dengan konsep kolaborasi dengan banyak pihak, kegiatan besar RGYF 2021 ini bisa dilaksanakan dengan sukses.

BACA JUGA:

Forum Kades NTB Akan Dikukuhkan Depan Ka’bah, Ini Rencana Gubernur

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H. Yusron Hadi juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas lahirnya RGYF.

Kehadiran forum RGYF ini akan sangat membantu upaya Dinas Pariwisata dalam mempromosikan kepariwisataan pulau Lombok.

“Kehadiran adek-adek RGYF selain berperan sebagai Geopark Rinjani Ambassador, kami juga angkat anda semua sebagai duta wisata pulau Lombok,” kata Yusron disambut tepuk tangan meriah para peserta RGYF 2021.

Acara pelantikan ditandai dengan pemasangan secara simbolis Jaket RGYF oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga & Kepala Dinas Pariwisata NTB didampingi oleh GM Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark kepada Muh. Hapip Rahmat Hidayat dan Ade Rizky Ananda.

Keduanya merupakan Ketua dan Sekretaris RGYF Angkatan I, yang malam sebelumnya telah dipilih secara demokratis oleh seluruh peserta RGYF yang hadir.

Dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang Proposal Project terbaik, pemenang game Amazing Race, Pemenang Design Logo dan Pemenang Postingan media Sosial.

Han




Tambora Masuk Seleksi Kandidat UNESCO Global Geopark

Masuknya Geopark Tambora dalam nominasi itu, merupakan perjuangan panjang para pengurus lama dan baru Dewan Pelaksana Geopark Tambora

MATARAM.lombokjournal.com ~ Geopark Nasional Tambora masuk dalam nominator seleksi kandidat UNESCO Global Geopark (UGGp) submission 2021, yang akan dilakukan oleh Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI).

Tambora masuk

Kepastian itu berdasarkan surat elektronik dari Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementrian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Nomor 869/DEPUTI V/MARVES/VII/2021 tertanggal 2 Juli 2021.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc mengaku bangga. Ia bersama jajarannya akan mensupport terus sampai Geopark Nasional Tambora-Pulau Sumbawa, NTB bisa melewati setiap tahapan seleksi. Dan akhirnya benar-benar lolos menjadi UGGp.

BACA JUGA: Turnamen Catur M16, Gubernur Ikut Bertanding

“Ini adalah salah satu hal penting yang telah lama dinantikan masyarakat Nusa Tenggara Barat. Kita akan support penuh. Usaha terbaik akan kita lakukan bersama-sama pihak terkait. Sehingga, Geopark Tambora dapat melewati berbagai proses seleksi yang ada. Dan akhirnya dapat naik statusnya menjadi Geopark Dunia (UGGp, red),” ujar Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul ini, Sabtu (03/07/21).

General Manager Dewan Pelaksana Geopark Tambora, Ir. Hadi Santoso, ST, MM, IPM, menjelaskan, masuknya Geopark Tambora-Pulau Sumbawa, NTB dalam nominasi tersebut, merupakan perjuangan panjang para pengurus lama dan baru Dewan Pelaksana Geopark Tambora.

Termasuk dukungan Gubernur-Wakil Gubernur NTB serta OPD lingkup Pemprov NTB, Pemkab/Pemkot Se Pulau Sumbawa, Perguruan Tinggi di NTB, Media Massa, sektor swasta, Balai Taman Nasional Tambora, KSDA NTB, Pengda IAGI, Pihak Kemenko Bid Marves, Kemetrian ESDM, Kementrian BAPPENAS, Kementrian Pariwisata, KNGI, dan lain-lain.

Termasuk, masyarakat dan komunitas lingkar tambora, serta seluruh stakeholder di Provinsi NTB.

Menurut Hadi Santoso, peran luar biasa adalah dukungan nyata Gubernur NTB. Bukan saja secara formal bersurat resmi, maupun secara informal terus membangun komunikasi intens dengan Kementrian terkait.

BACA JUGA: Lombok Sumbawa Cantik Apa Adanya, Gitu Saja Tak Perlu Ribet

“Sehingga Geopark Tambora melaju dalam daftar nominasi untuk diajukan ke International Geoscience and Geoparks Programme (IGGP) UNESCO sebagai salah satu aspiring UNESCO Global Geopark dari Indonesia untuk tahun 2021,” ujar Hadi Santoso

Hadi menjelaskan, sebenarnya ada 11 Geopark Nasional di Indonesia. Namun berdasarkan dokumen evaluasi tahun 2021 dan dari rapat Komite Nasiona Geopark Indonesia (KNGI) tinggal Sembilan yang dianggap memenuhi kriteria pra pengusulan ke UGGp oleh KNGI.

Sembilan Geopark Nasional tersebut adalah Geopark Nasional Tambora, Geopark Nasional Bojonegoro, Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong, Geopark Nasional Merangin, Geopark Nasional Natuna, Geopark Nasional Ngaraisianok-Maninjau, Geopark Nasional Pegunungan Meratus, Geopark Nasional Silokek, Geopark Nasional Sawahlunto.

Dari kesembilan Geopark Nasional tersebut akan dipilih dua Geopark Nasional yang paling memenuhi syarat berdasarkan self-assessment atas 101 item. Serta penilaian faktual oleh KNGI untuk diusulkan sebagai delegasi dari indonesia sebagai calon UGGp.

“Terakhir akan ada tim dari IGGP UNESCO untuk melakukan penilaian langsung. Selanjutnya bersidang untuk menetapkan sebagai UGGp. Mari kita terus berjuang dan berdo’a bersama agar cita-cita Geopark Tambora untuk menjadi UGGp benar-benar dapat terwujud,” Tandas Hadi.

Rr

Diskomifotik NTB




Ajang Gawe Gawah, Bupati Lombok Utara Tanam Pohon

Dalam acara Ajang Gawe Gawah itu ditanam 2000 bibit pohon buah-buahan yang menjadi ciri khas Dusun Leong di Kabupaten Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH membuka Gawe Gawah Lokoq Sekoah bertajuk ‘Gerakan Menanam Untuk Masa Depan’ yang berlokasi di Dusun Leong Timur, Desa Tegal Maja, Tanjung (03/07/21).

Ajang Gawe Gawah

Bupati Djohan menyambut baik kegiatan yang diinisiasi IPNU KLU dan Mahasiswa KKN Unram, dalam rangka menjaga dan melestarikan alam khususnya di tempat yang memiliki sumber mata air.

Terlebih di Dusun Leong Timur menjadi daerah subur.

“Apapun yang kita tanam akan tumbuh dan berhasil (karena tanahnya subur), di tempat ini juga memiliki daya tarik wisatawan dengan Air Terjun Lokoq Sekoah yang begitu indah dan menjadi daya tarik wisatawan,” tuturnya.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Safari Jum’at di Masjid Baiturrahman

Sekitar 2000 bibit pohon buah-buahan yang ditanam terdiri dari pohon Durian, Alpukat dan Sirsak sehingga menjadi ciri khas Leong dan Kabupaten Lombok Utara nantinya.

Potensi lainnya yang dimiliki KLU, namun belum tergali sepenuhnya yaitu ada sekitar 200 lebih sumber mata air.

“Tentu potensi ini kita pelihara dengan baik. Salah satunya melalui penanaman pohon agar tetap terjaga dengan memilihara alam yang indah subur dan makmur. Menanam lebih baik daripada menebang,” pungkasnya.

Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan diakhiri dengan penanaman pohon oleh Bupati beserta tamu undangan lainnya, dilanjutkan dengan peninjauan Air Terjun Lokoq Sekoah.

BACA JUGA: Lombok Sumbawa Cantik Apa Adanya, Gitu Aja Tak Perlu Ribet

Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPRD KLU Nasrudin SHi, Direktur Perumda Amerta Dayan Gunung Firmansyah ST, Kepala Desa Tegal Maja Boby Rahman, Tokoh Masyarakat Ardianto SH, Pengurus IPNU KLU, Para Mahasiswa KKN Unram dan masyarakat setempat.

rar




Wirausaha Mahasiswa di Santong, Mengolah Sampah Plastik

Pengolahan sampah plastik yang dilakukan para mahasiswa ini selain merupakan aksi bersih desa dari sampah plastik, juga dimaksudkan membuka peluang wirausaha

SANTONG.lombokjournal.com ~ Ikatan Mahasiswa Desa Santong (IMDS) menginisiasi pengolahan sampah plastik, guna mengedukasi masyarakat pentingnya memilah sampah.

Pemilahan sampah organik dan non organik yang dilakukan dengan baik, akan memudahkan sampah tersebut didaur ulang dan bisa dimanfaatkan.

Pengolahan sampah plastik yang dilakukan akan dijadikan sebagai outlet biogas.

Habib Sulton, S.Pt salah satu penanggung jawab pengolahan sampah plastik itu menjelaskan, kegiatan pengolahan sampah plastik ini berguna untuk mengurangi limbah plastik yang kerap menjadi masalah lingkungan. Teruama dalam penanganan sampah plastik.

Pengolahan sampah plastik yang dilakukan juga menjadi salah satu upaya mahasiswa dari Santong membuka peluang kewirausahaan khususnya bagi anggota IMDS. Dan diharapkan juga menjadi sumber KAS bagi IMDS ke depan.

“Pengolahan sampah ini selain mengatasi persoalan limbah plastik, kami juga memanfaatkan sebagai sumber penghasilan bagi IMDS untuk menunjang program-program ke depannya,” kata Habib saat ditemui lombokjournal.com, Jum’at (25/06/21).

BACA JUGA: Ummi Rohmi Dorong Indutrialisasi Pengolahan Sampah

Limbah plastik kerap menjadi masalah kebersihan dan kesehatan lingkungan. Dan di Desa Santong secara umum masih banyak ditemukan berbagai jenis sampah dibuang sembarangan di sekitar pemukiman, termasuk di saluran-saluran pengairan pertanian, juga di sungai.

Menyikapi persoalan sampa plastik itu, IMDS bergerak melakukan pembagian karung/kantong sampah ke setiap rumah warga, guna mengumpulkan sampah plastik. Dengan demikian sampah plastik tidak dibuang sembarangan, dan bisa dimanfaatkan.

Habib menjelaskan, mahasiswa yang bergabung dalam IMDS akan mendatangi rumah warga untuk minta khusus sampah plastik. Akan disiapkan di tiap rumah warga persediaan kantong sampah/karung sebagai wadah pengumpulannya.

BACA JUGA: 

Kader Posyandu Insentifnya 100 Ribu Sebulan, Wagub Sindir Kades

“Kami akan membagikan karung ke setiap rumah warga dan meminta sampah plastik mereka agar tidak dibuang sembarang. Harapan kami, agar tidak ada lagi sampah plastik terbuang sembarang di desa Santong ini,” kata Habib.

Pengolahan sampah plastik yang dilakukan Ikatan Mahasiswa Desa Santong (IMDS) merupakan turunan dari salah satu program tahunan mereka yang berfokus kepada peningkatan kesadaran masyarakat desa Santong akan pentingnya menjaga lingkungan.

Selain itu kegiatan pengolahan sampah plastik ini juga  bisa menjadi bahan pertimbangan pihak Pemerintah Desa Santong sebagai solusi penanganan sampah di Desa Santong.

“Program ini sejalan dengan agenda kami yaitu Santong ACC (Aktif, Creative, dan Clean Up) yang diselenggarakan tiap tahun, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gotong royong dalam melestarikan lingkungan,” ungkap Habib.

Han




Pabrik Pengolah Sampah Akan Dibangun di Lombok Barat

Pabrik yang akan dibangun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengubah sampah menjadi bahan bakar solar ramah lingkungan dengan sistem Pirolisi dan Bata Ecobrik.

MATARAN.lombokjournal.com ~  Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalillah, saat mengunjungi Bank Sampah Gelisah (Gerakan Lingkungan Sampah Nihil) yang berlokasi di Kampung Banjar Ampenan, Rabu (16/06).

“Untuk menjaga Kontinuitasnya sampah harus ada pabriknya “ungkap Sitti Rohmi.

Pabrik Pengolah SampahSelanjutnya, Wagub menyebutkan bahwa kunci utama dalam pengelolaan sampah adalah apabila masyarakat sudah melakukan pemilahan sampah dari rumah, baik sampah organik, maupun anorganik serta bahan berbahaya dan beracun, maka dapat dipastikan pemanfaatan sampah menjadi sumberdaya dapat direalisasikan.

“Kalau sampah sudah dipilah, baru kita bisa membuatnya bermanfaat. Kalau yang organik bisa dibuat menjadi pupuk organik, sisa yang lain dapat dibawa ke bank sampah untuk diolah kembali,” ujarnya.

BACA JUGARevitalisasi Posyandu Sebagai Target Kerja PKK NTB

Pendiri Bank Sampah Gelisah, Lailatul Ulfa, mengungkapkan bahwa masyarakat Kampung Banjar sudah mulai bergerak melakukan pemilahan sampah.

“Pemilihan sampah sudah dilakukan oleh masyarakat, masalah sampah bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja, namun bersama kita gotong royong dalam mengelolah sampah untuk menjadi sumber daya,” tutur Ulva.

diskominfotikntb




Wartawan KLU Bersih-Bersih Pantai LG Desa Malaka

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Puluhan wartawan yang tergabung dalam Pewarta Humas Protokol di lingkup Pemerintah Daerah (pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU), membersihkan sampah dan plastik di sepanjang pantai Live is Good (LG) Dusun Lendang Luar, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Sabtu (12/6/2021).

Kegiatan ini merupakan salah satu progam kerja Humas Protokol, bekerja sama dengan para wartawan yang bertugas di Pemda KLU, dalam rangka membersihkan lingkungan, sekaligus mengedukasi masyarakat agar membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya.

Wartawan KLU Berih Bersih Pantai LGKabag Humas KLU, Mujadid Muhas, mengatakan harapannya setelah kegiatan ini dilaksanakan, masyarakat menjadi lebih sadar akan bahaya membuang sampah sembarangan serta menjadi lebih peduli kepada lingkungan sekitar.

“Terima kasih atas kerja sama selama ini dengan para awak media, peduli dengan lingkungan yang akhir-akhir ini semakin memprihatinkan, terutama sampah plastik yang tercecer di sepanjang pantai”, ujar Mujadid.

Selanjutnya Kabag humas memaparkan bahwa pencemaran pantai tak dapat dibiarkan begitu saja, dan harus segera diatasi dengan melakukan pembersihan secara kontinyu. Tak kalah pentingnya masyarakat sekitar yang bermukim dekat dengan pantai, harus ada yang menggerakkan.

“Kita memberikan contoh kepada masyarakat sekitar untuk tidak diam melihat konsidi pencemaran. Kebersihan lingkungan memberikan kenyamanan bagi diri sendiri maupun wisatawan yang berkunjung ke daerah kita”, katanya.

Usai melakukan aksi bersih bersih pantai LG, beberapa perwakilan dari partisipan kegiatan ini menyerahkan peralatan kebersihan kepada penjaga pantai, berupa; sapu lidi, kantong sampah, sekop untuk digunakan setiap hari.

BACA JUGAPasien Covid-19 di NTB, Jum’at, Bertambah 22 Orang Positif

@ng




Pemukiman di Teluk Kombal Terendam Air Laut

Bertahun-tahun pemukiman warga terendam air laut pasang, dipertanyakan perhatian Pemda Lombok Utara 

KLU.lombokjournal.com

Abrasi pantai mengakibatkan naiknya air laut saat pasang, selama bertahun-tahun merendam pemukiman warga di Dusun Teluk Kombal, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Air laut merendam rumah warga

Kondisi tersebut menjadi langganan bagi warga Dusun Teluk Kombal selama bertahun tahun. Air laut pasang yang merendam pemukiman warga bisa berlangsung dua kali dalam sebulan.

Keterangan itu diungkapkan salah satu warga, Wirya Agus Setiawan, yang akrab dipanggil Yayan, kondisi tersebut menjadi langganan warga Dusun Teluk Kombal selama bertahun-tahun.

“Kurang lebih 10 tahun yang lalu kondisi nya mulai agak parah, saat ini beberapa areal pantai semakin terkikis dan air laut selalu masuk setiap 2 kali sebulan bahkan bisa sampe 8 hari dalam sebulan,” tutur  Yayan tentang kondisi dusunnya.

Memang, soal air laut yang merendam pemukiman warga itu sempat mendapatkan penanganan dari pemerintah setempat, tapi masih belum bisa maksimal.

BACA JUGA: Gubernur Zul Dukung Penuh Budidaya Lobster di NTB 

Pasalnya, penanganan yang dilakukan hanya berupa pembuatan tembok pembatas untuk melindungi pemukiman warga dari air laut pasang. Tentu saja, tembok pembatas itu tak mungin bisa mengatasi derasnya laut saat pasang.

Dan tembok pembatas pun tak bertahan lama, diterjang air laut saat pasang.

“Sejauh ini yang kami tau sudah beberapa kali pemda berkunjung untuk melihat kondisi di dusun kami. Dan pernah dibuat tembok pembatas pantai dengan kampung yang hanya bertahan kurang lebih 2 tahun. Kemudian, sejak saat itu ingga sekarang, belum ada tindakan langsung dari pemda mengenai kondisi yang saat ini terjadi.” ungkap Yayan

Masuknya air laut ke pemukiman warga dusun Teluk Kombal tentu sangat berdampak bagi rumah-rumah warga yang terendam.

Selain membuat kondisi bangunan rumah warga makin rapuh, air laut yang menggenang pun mengundang suasana pemukiman warga yang semakin kumuh dan rentan terhadap datangnya penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Yayan menegaskan, kondisi tersebut sangat mengganggu warga terutama bagi anak-anak di Dusun Teluk Kombal.

“Beberapa rumah warga sudah tidak layak huni atau hampir roboh, dan ada beberapa warga yang masih bertahan di rumah masing-masing karena keadaan. Anak-anak kadang sering terganggu dalam belajar karena ada sebagian air laut yang masuk ke rumah mereka.” kata yayan

Kondisi memperihatinkan tersebut masih belum ada perhatian atau penanganan lebih lanjut untuk saat ini dari Pemda Lombok Utarat.

Yayan menjelaskan, warga sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah terkait kondisi dusun Teluk Kombal saat ini.

BACA JUGA: Gubernur NTB Aan Siapkan Lahan Tanaman Porang bagi Investor

Warga Dusun Teluk Kombal berharap adanya tindakan untuk menemukan solusi terbaik untuk kondisi memperihatinkan tersebut.

“Harapan dari kami sebagai warga tentu semoga ada perhatian lebih dari pemda untuk mengatasi keadaan yang semakin lama semakin buruk, yang mungkin saja bisa mengakibatkan hal-hal atau dampak yang lebih buruk lagi bagi warga.” ungkap Yayan.

Han




Wabup KLU: Bangunan ACT di Gondang Harus Dibongkar

TANJUNG.lombokjournal.com

Usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan, Wakil Bupati, Dany Karter Febrianto,R.ST.M.Eng, didampingi Asisten 1, Simparudin, Camat Gangga Parihin,S.Sos dan Anggota Babinsa Gangga, meninjau lokasi bangunan sementara Aksi Cepat Tanggap (!CT) untuk korban gempa bumi 2018.

Dari lokasi Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan, rombongan jalan kaki sekitar 400 meter menuju lapangan Gondang melihat secara langsung sejumlah rumah sementara yang dibangun ACT.

Rumah sementara itu sebagai hunian sementara warga msyarakat Gondang, yang rumahnya hancur akibat bencana Gempa Bumi 7,0 SR di Lombok tahun 2018 yang lalu.

Wabup Danny Karter menyampaikan, bangunan rumah yang ada di lapangan umum Gondang ini harus segera di bongkar. Sebab ada tuntutan masyarakat, agar lokasi itu bisa dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan, baik olah raga, maupun kegiatan lainnya.

BACA JUGA: Bupati Djohan Singgung Pemangunan Kantor Bupati

Wabup Danny memerintahkan Camat Gangga, Parihin, S.sos, untuk segera melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Gondang dan pihak ACT. Sekaligus menghadirkan pihak pihak terkait lainnya seperti, Kadus, Toma,Toga dan unsur Pemuda.

Sebelum ada keputusan musyawarah diharapkan pihak pihak terkait melakukan koordinasi atau bersurat dulu dengan ACT. Selanjutnya, dimusyawarahkan dengan perwakilan tokoh tokoh yang disebutkan diatas.

Sebenarnya rencana pembongkaran ini sudah lama, namun tertunda karena ada sebagian kecil warga korban gempa yang masih menempati rumah tersebut.

Wakil Bupati KLU maklumi terutama kalangan pemuda yang mendesak agar bangunan rumah sementara yang dibangun pihak ACT segera dibongkar, dan dikembalikan pada fungsinya semula.

Danny Carter dan Simparudin pertegas kembali, agar Camat Gangga segera menyurati pihak ACT, yang kemudian dimusyawarahkan di Desa dengan menghadirkan pihak-pihak terkait.

Apabila sudah disepakati kemudian baru dilakukan pembongkaran. Dan bahan bahan bekas pembongkaran yang masih cukup kuat dan bagus diperuntukan kepada warga yang masih menempati hunian sementara.

“Utamakan mereka yang belum mendaparkan RTG dan untuk kepentingan umum lainnya seperti, sekolah sekolah Marrash, Masjid, Musholla,” pesan Wabup.

Pada kesempatan yang sama, Asisten 1 dan Camat Gangga memanggil Sedes Desa Gondang dan Kadus Kr. Pendagi (Abd. Karim-Saparudin) untuk diminta penjelasan tentang berapa jumlah masyarakat yang masih menghuni rumah sementara ACT.

BACA JUGA: Gubernur Zul Ajak Pondok Pesantren Melek Funansial

Keduanya mengaku, jumlah warga yang menempati awal terjadi gempa bumi 2018 mencapai sekitar 200.

Saat ini sudah jauh berkurang karena sebagian besar sudah kembali ke rumah masing masing, kata Kadus dan Sekdes.

@ng