NTB Berkomitmen Menuju Net Zero Emission

Wagub menyampaikan komitmen NTB menuju Net Zero Emission dalam peranannya mengurangi dampak perubahan iklim global melalui berbagai program unggulan NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~  Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilahmenghadiri  pertemuan UNFCCC atau United Nations Framework on Climate Change Confidence melalui Committee on Parties ke 26 (COP-26), di Glasgow, United Kingdom. Kamis (11/11/21) waktu setempat.

Provinsi Nusa Tenggara Barat terpilih  mewakili Indonesia dalam acara UNFCC, kegiatan yang digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam upaya komitmen perubahan iklim yang terjadi di dunia.

Kedatangan wagub disambut hangat oleh Wakil Dubes RI di Inggris, Khasan Ashari saat datang pertama kali ke Pavilion Indonesia di arena UNFCCC, COP26 – Glasgow – United Kingdom.

BACA JUGA: Menhub Budi Karya Takjub Progres dan Kesiapan Sirkuit Mandalika

“Kepada Bapak Dubes, kami menyampaikan komitmen NTB menuju Net Zero Emission dalam peranannya mengurangi dampak perubahan iklim global melalui berbagai program unggulan NTB,” tutur Ummi Rohmi.

Dalam pertemuan tersebut, Ummi Rohmi dan Dubes RI di Inggris juga berdiskusi membahas berbagai peluang kerjasama dan investasi dari UK di NTB.

“Bapak Khasan Ashari mengapresiasi semangat Pemerintah Provinsi NTB dan berkomitmen untuk membantu memfasilitasi investasi dari UK di NTB dengan berbagai pihak terkait,” sambung wagub.

Net Zero Emission (NZE) sendiri merupakan harapan masa depan (expected future milestone), dimana emisi karbon sepenuhnya diserap oleh bumi melalui berbagai kegiatan manusia dan bantuan teknologi, sehingga tidak menimbulkan pemanasan global.

BACA JUGA: Logistik WSBK Mendarat Mulus di BIZAM

UNFCCC bersidang setiap tahun melalui Committee on Parties (COP), dan tahun ini COP ke 26 diselenggarakan di Glasgow, Inggris Raya.

diskominfotikntb

 




Desa Sambik Bangkol, Nominator Kategori Lawan Covid-19

Dari 43 desa yang mengikuti lomba di Gumi Tioq Tata Tunaq, 10 Desa terbaik masuk kategori Lawan Covid-19, salah satunya Desa Sambik Bangkol

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Desa Sambik Bangkol (Samba) menjadi salah satu desa nominator pada Lomba Kampung Sehat Jilid II dengan Kategori Lawan Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara.

Kades yang dapat nominator Lawan Covid-19

Penyerahan Juara Lomba Kampung Sehat Jilid II itu dalam rangkaian prosesi upacara peringatan Hari Pahlawan ke-76 tahun 2021 di Kabupaten Lombok Utara,  Rabu (10/112021).

Tiga kategori juara dalam Lomba Kampung Sehat Jilid II itu, yaitu Kategori Aman Covid-19, Kategori Lawan Covid-19, dan Kategori Kampung Sehat Heroes.

“Totalnya ada 10 Desa terbaik masuk kategori Lawan Covid-19 dari 43 desa yang mengikuti lomba di Gumi Tioq Tata Tunaq, salah satunya Samba. Bagi kami ini survive di tengah Pandemi Covid-19 yang masih melanda,” kata Penjabat Kepala Desa Samba, Sarjono saat dikonfirmasi awak media Utarapost.net usai menerima penghargaan, Rabu (10/11/21).

BACA JUGA: Honor Tenaga Kontrak di KLU Akhirnya Dipangkas

Menurutnya, keberhasilan itu diawali dari ikhtiar dan kejibakuan semua pihak yang dimotori oleh Satgas Covid Desa. Termasuk peran luhur Bhabinkamtibmas, Babinsa, tenaga kesehatan, para Kadus hingga ketua RT dan seluruh tokoh yang ada di Desa Samba dalam pencegahan Covid-19.

Beberapa ikhtiar yang diterapkan untuk menekan penyebaran virus Corona di Samba, sebut Sarjono, adalah penerapan pola hidup bersih dan sehat di setiap dusun.

Kemudian membangkitkan spirit warga secara sosial dan ekonomi. Mendorong warga memanfaatkan sumber daya ekonomi lokal seperti budidaya ikan di kolam milik warga.

Selain itu, ada Kelompok Usaha Kopi Samba, Kelompok Nelayan, dan penguatan tradisi adat istiadat.

“Kami bersyukur, warga kami bisa tetap bertahan di tengah situasi yang tidak menentu akibat gempuran virus corona,” ujarnya.

Sarjono megatkan, penguatan tatanan kehidupan masyarakat di tengah badai Pandemi tidak saja konsen pada poros sosial ekonomi masyarakat, melainkan yang juga sama pentingnya bagaimana menjaga kesehatan, kebersihan, dan keamanan.

Apalagi sebelumnya, Pemda Lombok Utara juga mendorong seluruh desa mengikuti lomba kampung sehat di tingkat kabupaten.

Peran aksi luhur Satgas Covid bersama seluruh pihak mampu menggugah kesadaran warga terkait pentingnya memportal diri dan lingkungan agar terhindar dari serangan pandemi.

Di antara langkah praktis yang diambil adalah membagi penugasan Satgas Desa menjadi tiga regu yang bertugas melakukan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat.

Pasalnya, secara topografi, wilayah Samba terbagi dalam tiga ruang spasial, yaitu atas, tengah, dan bawah

“Berkat hadirnya lomba Kampung Sehat ini, masyarakat kami semakin sadar pentingnya kebersihan dan kesehatan. Segenap unsur baik TNI, Polri, Pemdes, dan para tokoh menggenjot kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan peduli satu sama lain di tengah situasi pandemi,” urai Penjabat Kades Samba ini.

Lomba Kampung Sehat sebagai salah satu upaya dan strategi yang bisa diterapkan dengan melibatkan masyarakat, unsur pemerintah desa, tenaga kesehatan dan TNI-Polri yang bertugas di wilayah setempat. Hasilnya memberikan dampak positif.

Lomba Kampung Sehat ini menjadi momen bagi semua unsur di Desa Samba membuktikan kekompakan, kebersamaan, dan kemampuan yang dimiliki lingkungan sosial setempat.

“Segenap unsur lapisan masyarakat di dusun bersama-sama menunjukkan kepedulian mengantisipasi dampak Covid-19 baik dengan menyediakan tempat isolasi mandiri di desa. Memacu percepatan vaksinasi dan sebagainya,” jelas Sarjono.

Ditambahkan pula, desa-desa yang masuk nominasi dalam tiga kategori lomba itu terbukti mampu menekan penularan virus Covid-19.

BACA JUGA: Pondok Pesantren Nurul Bayan, Cahaya Dari Utara

Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH usai upacara peringatan Hari Pahlawan kepada awak media mengungkapkan, kegiatan lomba tersebut semata-mata sebagai upaya pendorong semangat berlomba menjadi yang terbaik untuk bersama-sama menekan angka Covid-19 di Lombok Utara.

“Ini bisa dijadikan contoh bagi wilayah-wilayah lain,” kata bupati.

sas

 




Membangun Landfill baru, untuk Perluas TPAR Kebon Kongok

Rapat yang digelar Pemerintah Provinsi NTB terkait masalah meningkatnya volume baru dan beum ada TPA baru, solusinya adalah membangun Landfill baru

MATARAM.lombokjournal.com ~ Bertambahnya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, akhrya ditemukan solusinya

Pemerintah Provinsi NTB menggelar rapat pembahasan masalah TPAR Kebon Kongok pun digelar pada tanggal 29 Oktober dan 1 November 2021 lalu.

Diperlukan membangun Landfil baru untuk solusi di TPAR Kebon Kongo

Solusi belum adanya TPA baru, padahal kapasitas sampah sudah melebihi batas, maka dilakukan perluasan tanah TPAR Kebon Kongok untuk membangun Landfill baru.

Menurut Ida Bagus Gede S., Kepala Seksi Operasional UPTD Kebun Kongok, kapasitas sampah melebihi batas dan belum ada TPA baru, maka dilakukan perluasan tanah TPAR Kebon Kongok dengan membangun IandfiII baru.

BACA JUGA: Bata Plastik Buatan NTB Akan Dipamerkan Saat WSBK

“Sesuai rapat terdahulu, diputuskan untuk mengisi jalan akses pada landfill dan diharapkan bisa bertahan hingga akhir desember 2021,” jelas Ida Bagus Gede S, Rabu (03/11/21).

Gede mengatakan, bila konstruksi landfill bisa selesai dalam waktu 6 bulan, dan konstruksi mulai paling lambat Februari 2022, diharapkan landfill baru bisa operasi mulai Agustus 2022.

“Apabila konstruksi TPSTR SRF/RDF yang akan dibangun Kementerian PUPR selesai Juni 2022, diharapkan mulai Juli 2022 TPAR bisa menerima 120 ton sampah per hari,” tambahnya.

Dengan kondisi di atas, TPAR akan tutup (tidak menerima sampah) mulai Januari sampai dengan TPSTR SRF/RDF atau landfill baru siap digunakan.

BACA JUGA: Profil Sirkuit Mandalika, Ini Penjelasan Lengkapnya

Tak hanya itu, berdasarkan rapat sebelumnya, beberapa langkah untuk mengurangi sampah di TPAR Kebun Kongok telah dilakukan.

Di antaranya, sampah organik sudah banyak masuk kegiatan pengomposan. Sampah yang masuk ke TPA juga sudah dikurangi dengan kegiatan daur ulang.

Nn

diskominfotikntb




Bata Plastik Buatan NTB Akan Dipamerkan Saat WSBK

Gubernur Zulkieflimansyah berharap dengan memamerkan ecobrik atau bata plastik buatan NTB, masyarakat Indonesia tahu bahwa NTB punya solusi atasi masalah sampah plastik

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ecobric atau bata plastik buatan NTB dimita bisa dipamerkan saat kedatangan Presiden Jokowi menjelang berlangsungnya event WSBK atau world Superbike 19 November mendatang.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengatakan itu saat menerima kunjungan Konsulat Jenderal Australia di Bali dan Lembaga BlockSolutions asal Finlandia, yang mengampu pembuatan Pabrik Ecobrik di NTB, di Pendopo Gubernur, Selasa (02/11/21).

“Agar Indonesia tahu, bahwa NTB memiliki solusi untuk mengentaskan masalah sampah pelastik,” jelas Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB.

BACA JUGA: Sinergitas Perangat Daerah Digalang untuk Sukseskan WSBK

Bang Zul minta dalam waktu 6 hari ke depan, sebuah contoh bangunan menggunakan ecobrick dapat didirikan dalam podium Pertamina Mandalika International Street Circuit.

Sehingga Presiden Jokowi yang direncanakan akan bekunjung pada tanggal tersebut dapat mengatensi bangunan ecobrick buatan NTB.

Di bagian lain, Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti menjelaskan, hal ini merupakan tindak lanjut inovasi didirikannya pabrik ecobrick yang direncanakan dibangun di lahan seluas 20 haktare di kawasan Science and Techno Park (Stipark) Banyumulek, Lombok Barat.

Pembangunan pabrik bata dari bahan plastik dibangun oleh investor BlockSolutions asal Finlandia bersama Circular Ekonomi.

Dua investor yang akan mendanai pembangunan pabrik bata plastik merupakan kolaborasi antara investor bata dan lingkungan.

BACA JUGA: Profil Sirkuit Mandalika, Ini Penjelasan Lengkapnya

Meskipun berorientasi bisnis, namun program ini tetap bertujuan untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik.

“Sesuai program unggulan NTB, yakni NTB Zerowaste,” kata Nuryanti.

Nn

diskominfotikntb




Wabup Danny Resmikan Rumah Layak Huni Untuk Lansia Terlantar

Resmikan rumah layak huni unntuk Inak Kar, Wabup Danny harap jadi penggerak jiwa masyarakat saling membantu

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wabup Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan ST.MEng resmikan rumah layak huni untuk lansia terlantar di Dusun Tebanyak, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Jum’at (29/10/21).

Salah satu warga yang akan jadi penghuni rumah layak huni ditemui Wabup Danny Wabup Danny dengan warga yag dapat rumah layak huni

Hadir pada acara tersebut PLT Kadinsos P3A KLU Fathurrahman, Babinsa Desa Tegal Maja Serka Ali, para pendamping PKH dan tamu undangan lainnya.

Peresmian rumah layak huni untuk Inak Kar ini diharapkan menjadi penggerak jiwa solidaritas masyarakat KLU untuk saling membantu, bahu membahu untuk menuntas kemiskinan.

Hal ini di sampaikan Wabup Danny dalam diskusinya di dusun terbanyak desa Tegal maja.

“Dengan saling membantu untuk mbangun rumah layak huni, gotong royong juga disamping mengurangi biaya juga dapat meningkatkan tali persaudaraan, oleh karena itu melalui momen ini semoga dapat menggugah rasa solidaritas kita bersama untuk sama-sama saling membantu meretas kemiskinan,” jelasnya.

Di sela diskusinya dengan beberapa pendamping PKH Wabup Danny juga membahas banyak hal terkait kesejahteraan sosial. Pihaknya juga menyampaikan rasa terimakasih kepada Pendamping PKH yang telah menemukan lansia terlantar (Inak Kar).

“Tanpa kerjasama dan kepedulian dari teman-teman PKH kami tidak bisa melacak keberadaan masyarakat yang membutuhkan sampe ke plosok-plosok, oleh karena itu peran dari PKH sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama PLT Kadinsos P3A Fathurrahman menambahkan, pihaknya telah merencanakan pembangunan rumah layak huni untuk lansia di Kecamatan Kayangan yang menjadi sasaran selanjutnya.

Dengan koordinasi bersama Pendamping PKH PLT kadinsos juga percaya hal itu akan efektif untuk meretas kemiskinan.

“Untuk selanjutnya kami akan membangun rumah yang sama juga di Kecamatan Kayangan, untuk salah seorang masyarakat yang memenuhi kriteria,” sambungnya.

Disamping itu Inak Kar bersyukur Telah di bantu dan dibuatkan rumah layak huni. Dirinya mengaku seumur hidupnya.

@ng




Program Pamsimas dari BPPW NTB di KLU Diharapkan Berlanjut

Program Pamsimas membantu Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam mengatasi persoalan air bersih dan sanitasi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Balai Prasarana Permukiman Wilayah Nusa Tenggara Barat (BPPW NTB) menggelar acara serah terima Pekerjaan Pembangunan Jaringan Perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum Ibukota Kecamatan (SPAM IKK) Gangga (Sekeper) Senin (25/10/21).

Bupati saat acara serah terima program jaringan air bersih

Selain itu, juga serah terima  Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III Tahun Anggaran 2021,  di Aula Bupati Lombok Utara.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH., Direktur PDAM Lombok Utara Firmansyah, ST., Ir. Indra Juliraf, MT., Kepala Seksi Pelaksanaan Wilayah I mewakili Kepala Balai PPW NTB, Kasatker Pelaksanaan PPW NTB Aprialely Nirmala, ST., MT., para Camat serta Kepala Desa penerima manfaat.

Bupati Lombok Utara, menyampaikan terimakasih kepada BPPW NTB atas sinerginya dalam membantu Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam mengatasi persoalan air bersih dan sanitasi.

Masalah air bersih dan sanitasi banyak dikeluhkan oleh masyarakat di beberapa desa, khususnya di wilayah timur Kabupaten Lombok Utara.

“Hasil kerjasama pusat dengan daerah ini, mudah-mudahan mengurangi beban daerah kita dalam kaitannya dengan sanitasi dan air bersih,” harapnya.

BACA JUGA:

Peringatan Maulid Adat di Bayan, Lombok Utara, Dihadiri Gubernur NTB

H. Djohan Sjamsu juga menambahkan, kerjasama yang sudah terjalin sejak tahun 2013 antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara itu, dapat berlanjut hingga persoalan air bersih dan sanitasi di Kabupaten Lombok Utara dapat teratasi.

“Kita juga tetap menginginkan bantuan-bantuan dari Balai (BPPW NTB_red) maupun pemerintah pusat supaya secara bertahap tapi pasti kebutuhan-kebutuhan air bersih, sanitasi dan sebagainya bisa terbangun di Lombok Utara,” tutur Bupati.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan PPW NTB Aprialely Nirmala, ST., MT., melaporkan, pada tahun 2021, Kabupaten Lombok Utara telah menerima program Pamsimas dengan menyasar 11 desa.

Terdiri dari 2 desa reguler dan 9 desa Hibah Insentif Desa (HID). Dari 11 desa tersebut, alokasi anggaran untuk pembiayaannya sebesar Rp. 2.695.000.000,.

“Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan Pamsimas ini yaitu meningkatkan pelayanan air minum dan sanitasi khususnya di wilayah-wilayah perdesaan yang masih jauh dari jangkauan akses air minum maupun dari layanan PDAM,” terangnya.

Setelah serah terima Pamsimas tersebut, Kasatker Pelaksanaan PPW NTB ini berharap, masyarakat dapat mengelola air bersih yang ada saat ini dengan baik. Dan mampu menjaga dan memelihara agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang cukup lama.

“Disini perlu peran KPSPAMS (Kelompok Pengelola Sarana Prasarana Air Minum dan Sanitasi_red) dalam mengelola hasil-hasil kegiatan Pamsimas ini,” pungkas Aprialely.

Lebih jauh, Aprialely menyampaikan, pada tahun 2019 BPPW NTB sudah menjalankan program SPAMS Sekeper dengan membangun instalasi pengolahan air yang berkapasitas 50 liter/detik. Di tahun 2021 ini, program tersebut kembali dilanjutkan khusus untuk pengerjaan jaringan perpipaan.

BACA JUGA: Membanggakan, NTB Peringkat ke 9 STQ Nasional XXVI

“Jadi ini untuk memaksimalkan layanan air minum nantinya untuk wilayah Sekeper, wilayah Gangga, Kayangan, Rempek dan sekitarnya,” imbuhnya.

Saat ini, BPPW NTB juga sedang mengerjakan SPAMS Sigar Penjalin untuk dialirkan ke Gili Air. Dikatakan Aprialely, progresnya sudah mencapai hampir 100% dan ditargetkan akan rampung pada pertengahan bulan November mendatang.

Sejauh ini, BPPW NTB bersama PDAM Kabupaten Lombok Utara sudah melakukan uji alir ke Gili Air.

@ng




Pelaksanaan FGD Pasca Gempa, Wabup Danny Jadi Narasumber

Dalam pelaksanaan FGD, Wakil Bupati (Wabup) Lombok Utara, Dany Karter ungkapkan dampak gempa bumi di KLU hampir 80% infrastruktur luluh lantah, baik rumah penduduk, jalan raya hingga sarana perkantoran maupun fasilitas umum

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng menjadi salah satu Narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) di Aula Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram, Kamis (21/10/21).

Pelaksanaan FGD yang diinisiasi Unram BPD NTB

FGD yang bertemakan “Pendampingan Pemulihan dan Peningkatan Fisik Sektor Pemukiman dan Infrastruktur,” dihadiri Perwakilan BPBD Provinsi NTB Ilham Ardiansyah ST MT, BPKP NTB Dwi Winarno SE MAP, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unram Muhamad Ali PhD serta undangan lainnya.

Kegiatan FGD ini merupakan inisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB bekerjasama dengan Universitas Mataram.

Wakil BupatiLombok Utara, Danny Karter dalam peyampaiannya mengatakan, Lombok Utara menjadi bagian terdampak paling utama pada gempa bumi 7,0 skr 2018 silam hingga menelan korban jiwa mencapai ratusan orang.

BACA JUGA: Sosialisasi Dana Cukai Temakau, Dilakukan Masif di KLU

“Dampak gempa bumi saat itu hampir 80% infrastruktur luluh lantah, baik rumah penduduk, jalan raya hingga sarana perkantoran maupun fasilitas umum lainnya,” kata Dany di depan para undangan.

Ia menjelaskan, tentang progres dan upaya pemulihan dan peningkatan fisik sektor pemukiman dan infrastruktur di Kabupaten Lombok Utara, yang hingga saat ini masih berjalan.

Sementara Ketua LPPM UNRAM Muhamad Ali PhD, pada laporannya menyampaikan “bahwasanya UNRAM melakukan pendampingan baik ekonomi, sosial, politik maupun fisik dalam rangka percepatan pemulihan”.

“Unram dalam hal ini adalah penghubung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, diharapkan mampu bekerja secara maksimal,”ungkapnya.

BACA JUGA: Wabup Danny dan Kepala DKPPP Serap Aspirasi Petani Tegalan  

Selepas pemaparan beberapa Narasumber, acara dilanjutkan dengan diskusi terkait penyampaian Narasumber.

@ng




Wabup Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Dusun Batu Lilir

Menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Wabup Danny berpesan bahwa perayaan Maulid Nabi harus jadi momentum memperbaiki diri

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto R ST MEng mengahdiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H  di Masjid Islahudin Dusun Batu Lilir Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Selasa (19/10/21).

Hadir pula pada peringatan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Khar Rijal ST MT, Perwakilan Bank NTB syariah, Kepala Desa Teniga Maswandi serta undangan lainnya.

Wabup bersama masyarakat peringati Maulid Nabi

Wabup Danny dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada warga Dusun Batu Iilir atas ajundangannya dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Saya atas nama pribadai maupun Pemda KLU mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas undangan bersilaturahmi sekaligus bertatap muka didalam perayaan Maulid,” ungkapnya.

Wabup Danny yang gemar olahraga tenis ini pun menambahkan, perayaan maulid Nabi Muhammad SAW dijadikan sebagai momencinta kepada Rasulullah SAW .

BACA JUGA: Bunda PAUD Kecamatan dn Desa se Lombok Utara Dikukuhkan

Dan bagaimana memperbaiki diri dengan cara mengikuti sunnah-sunnah dan ajarannya. Lewat momen ini juga kita tingkatkan syi’ar kita khususnya kita di masyarakat Lombok Utara.

Wabup menuturkan, Lombok Utara menyimpan potensi Sumber Daya Alam yang luar biasa melimpah yang diberikan oleh Allah SWT.

Di akhir sambutan, Wabup Danny menyampaikan semoga apa yang diniatkan di hari ini selalu mendapatkan berkah dari Allah SWT dan kita semua selalu dalam lindungannya.

Ketua PHBI mengucapkan terimakasih atas kehadiran Wakil Bupati Lombok Utara, dan pada kesempatan yang sama beliaupun menyampaikan keadaan terkini Masjid Islahudin yang mana selepas gempa 2018 renovasi dilakukan dengan cara swadaya masyarakat sendiri.

BACA JUGA: Antara Marah dan Ramahnya Bu Risma

Selepas sambutan, acara dilanjutkan dengan uraian hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW oleh TGH. Mustahiq yang bertema Meneladani Akhlak dan Meningkatkan Cinta kepada Rasulullah SAW.

@ng




Wabup Danny dan Kadis DKPPP Serap Aspirasi Petani Tegalan

Melihat potensi dan meninjau laha petani, Wakil Bupati atau Wabup Danny Karter Febriato bersama Kadis DKPPP Lombok Utara turun langsung ke lapangan

TANJUNG.lombkjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST. M Eng,didampingi Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian, Perkebunan dan Perikanan (DKPPP), Tresna Hadi, SP, menemui petani langsung ke lapangan, untuk melihat potensi dan menyerap aspirasi petani lahan tegalan non produkti, di Desa Sokong Kecamatan Tanjung KLU, Senin (18/10/21).

Wabup Danny menyerap aspirasi petani Wabup Danny diaog dengan warga Desa Sokong

Dany Karter melihat dan mendengarkan aspirasi langsung dari masyarakat tentang pertanian tegalan yang kurang produktif, dan petani berharap lahan itu menjadi produktif.

Dalam kesempatn itu, Wabup Dany Karter mengatakan. Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan ke depan akan fokus pada program-program yang menyentuh langsung ke masyarakat.

“Dan yang cepat memberikan dampak ekonomi ke masyarakat, memberikan bantuan alsintan dan pendampingan kepada petani,” katta waup.

BACA JUGA: Bupati Djohan Teima Kunker Dirjen Kebudataan Hilmar Farid

Handytraktor, Mesin Pompa Air akan diberikan petani yang membutuhkan, agar terus meningkatkan hasil pertanian, prasarana sumber air seperti embung, dan parit, serta RJIT.

Tidak hanya itu, melalui Dinas PUPR peningkatan sarana irigasi juga terus ditingkatkan seperti bendungan, saluran irigasi dan lainnya.

“Ini sebagai salah satu bentuk keseriusan Pemerintah Daerah dalam mengelola dan meningkatkan prasarana yang berkaitan dengan sumber daya pertanian kita yang belum dikelola secara maksimal,” tegas wabup.

Selain mengusahakan bantuan bibit, pupuk, alat-alat pertanian yang diberikan pemerintah, juga memberikan bantuan ternak ayam, ungas dan lain-lain, baik melalui aspirasi maupun yang lainnya.

Beberapa persoalan diutarakan para petani di lahan tegalan kepada Wakil Bupati Lombok Utara, berkaitan dengan bantuan untuk membajak lahan, benih bibit,obat obatan serta ketersediaan pupuk yang sering terlambat dari sistributor ke petani.

BACA JUGA: Antara Marah dan Ramahnya Bu Risma

Taufik Hidayat, selaku Ketua Kelompok Tani tegalan mengatakan pada wartawan media ini, Senin (18/11/21).

@ng




Workshop Kajian Resiko Bencana di Lombok Utara

BPBD Lombok Utara selenggarakan workshop untuk hasilkan Dokumen Kajian Resiko Bencana dan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Daerah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Syamsu, SH, didampingi Wakil Bupati, Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng membuka penyelenggaraan workshop Penyusunan Kajian Resiko Bencana (KRaB) dan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Utara, di Anema Resort Sira Tanjung (18/10/21).

Workshop Kajian Bencana Bencana

Ka Pelaksa (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (BPBD), M. Zaldi Rahadian ST selaku penyelenggara kegiatan hadir bersama Koordinator Wilayah NTB Program Siaga Kemitraan antara Indonesia-Australia untuk Kesiapsiagaan Bencana, Anggreani Pupitasari, Para Kepala OPD serta undangan lainnya.

M. Zaldi Rahadian yang menjadi narasumber dalam workshop tersebut berharap, dengan diselenggarakannya workhhop diharapkan dihasilkan Dokumen Kajian Resiko Bencana dan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Daerah.

BACA JUGA: Rakor Sosialisasi Dana Bagi Hasil-Cukai Hasil Tembakau

“Dokumen ini akan dijadikan pedoman bagi BPBD dan SKPD terkait dalam melaksanakan kegiatan Pengurangan Resiko Bencana sesuai Tupoksi nya masing-masing” kata Zaldi.

Zaldi menyebut beberapa potensi bencana di wilayah Kabupaten Lombok Utara terdapat sejumlah Potensi Bencana, antara lain Gempa bumi, Tsunami, Banjir, Tanah Longsor, Letusan Gunung Api, Gelombang Ekstrim dan Abrasi, Cuaca Ekstrim, Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan, Epidemi dan Wabah Penyakit serta Bencana Sosial.

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Utara menambahkan, Dokumen Kajian Risiko Bencana Berfilosofi bagaimana caranya membangun berdasarkan  dokumen kajian risiko bencana.

Sebelumnya, Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, dalam pembukaan menyatakan, Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) yang akan dihasilkan melalui workshop tersebut memiliki peran yang sangat strategis.

“Wilayah Kabupaten Lombok Utara merupakan wilayah rawan terhadap ancaman Bencana. Dengan adanya dokumen tersebut nantinya dapat dipergunakan sebagai acuan/rujukan terhadap upaya Pengurangan Resiko Bencana disemua sektor,” kata bupati.

Bupati menyambut baik workshop tersebut sebagai acuan awal dalam memahami kajian risiko bencana secara menyeluruh.

“Sebagaimana kita ketahui, Lombok Utara merupakan daerah dengan risiko bencana yang cukup tinggi, karena faktor letak geografis berada dalam garis patahan gempa dan gunung berapi,” ucapnya.

Maka kajian risiko bencana (KRB) merupakan syarat utama dalam penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana (RPB).

Menurut Bupati, Dokumen KRB memiliki peran penting guna mengetahui informasi terkait bahaya, kerentanan, dan kapasitas serta potensi dampak kerugian akibat bencana.

“Dalam menyusun KRB dibutuhkan ketajaman analisis dan kajian mendalam dari pihak-pihak terkait, supaya integrasi penanggulangan bencana dapat terlaksana lebih optimal dan utuh,” kata Djohan.

Bupati berharap kegiatan ini bisa menciptakan komunikasi yang baik antar pihak guna penguatan koordinasi, informasi, komunikasi dan kerjasama dalam mitigasi dan risiko bencana.

Wakil Bupati Lombok Utar,a Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng dalam workshop itu juga menjadi salah satu narasumber yang mengangkat tema “Kebijakan Penanggulangan Bencana di Kabupaten Lombok Utara”.

Di awal pemaparan Wbup Danny menekankan, bencana merupakan tanggung jawab bersama. Ia menyebut Undang-undang dan Peraturan Menteri yang menyebutkan, bahwa penanggulangan bencana adalah urusan wajib Pemerintahan Daerah.

Undang-undang yang dimaksud yakni UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, kemudian Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, juga Permendagri No. 101 tahun 2018 tentang Standar Teknis pada Standar Pelayanan Minimal Sub-Urusan Bencana, yang menyebutkan terkait penanggulangan bencana merupakan urusan wajib Pemerintahan Daerah.

BPBD selaku stakeholder utama Penanggulangan Bencana dalam tugas dan fungsinya dapat melibatkan unsur masyarakat, lembaga kemasyarakatan, lembaga usaha dan lembaga internasional.

@ng