Peningkatan Curah Hujan, Ada Faktor Lain Selain La Nina

Pertemuan angin di atas wilayah Indonesia yang menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan berintensitas tinggi di Indonesia, selain La Nina

MATARAM.lombokjournal.com ~ Intensitas curah hujan di Lombok tercatat mengalami peningkatan pada Senin (06/12) dini hari hingga pagi.

Beberapa wilayah di Lombok Barat (Lobar) mengalami banjir dan tanah di Longsor, misalnya di Batu Layar terjadi tanah longsor. Jembatan Meninting diterjang air bah menyebabkan kerusakan parah, sehingga ditutup bagi pengguna jalan.

Curah hujan tinggi diperirakan hingga Februari

Paling menyedihkan banjir di komplek perumahan Bhayangkara Residence di Ranjok, Gunung Sari, Lobar. Beberapa rumah di blok yang lokasinya terletak bagian bawah, hampir tenggelam luapan sungai.

Bupati Lobar, Fauzan Khalid saat turun lapangan meninjau lokasi yang terdampak banjir dan longsor mengatakan, bencana banjir dan longsor ini disebabkan karena tingginya curah hujan akibat badai La Nina.

BACA JUGA: Hujan Deras Hingga Pagi, Waspadai Luapan Air dan Longsor

Fauzan mengatakan, berdasarkan perkiraan Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak curah hujan akan terjadi akhir Desember 2021 hingga awal Januari 2022.

Berdasarkan perkiraan BMKG tingginya curah hujan ini akan menyebabkan terjadinya sejumlah bencana seperti Banjir, Longsor dan pohon tumbang. Ia meminta semua pihak mewaspadai dan siaga menghadapi dampak tingginya curah hujan akibat La nina.

La Nina

Selama ini diketahui fenomena La Nina sebagai faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan.

La Nina merupakan fase dingin atau kondisi meningkatnya curah hujan akibat perubahan suhu yang terjadi di Samudra Pasifik.  Fenomena alam ini mengakibatkan hujan lebat turun dengan intensitas yang lebih tinggi.

Bukan hanya hujan, La Nina terkadang juga disertai angin kencang yang berbahaya. Bahkan potensi munculnya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Sebenarnya pihak BMKG Indonesia telah memprediksi kemungkinan bencana alam ini terjadi di akhir tahun 2021 hingga awal 2022.

Tapi curah hujan yang tinggi itu bukan semata-mata disebabkan La Nina.

Selain La Nina ternyata ada faktor lain yang menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan berintensitas tinggi di Indonesia.

BACA JUGA: Tim Reaksi Cepat BPBD NTB Bantu Evakuasi Banjir

Menurut BMKG, faktor selain fenomena global La Nina, adanya daerah pertemuan angin di atas wilayah Indonesia menjadi penyebab curah hujan berintensitas tinggi.

“Musim hujan akan lebih basah karena La Nina sudah kita sampaikan sejak Oktober lalu, kemudian ada faktor dinamika atmosfer yang juga berpengaruh terhadap pertumbuhan awan hujan di Indonesia,” ujar Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, A. Fachri Radjab seperti dikutip Antara, beberapa waktu lalu.

La Nina memang diketahui sebagai faktor global yang mempengaruhi peningkatan curah hujan ekstrem. Namun, terdapat pula faktor regional yaitu adanya daerah pertemuan angin di atas wilayah Indonesia.

Penjelasan Fachri, daerah pertemuan itu terjadi akibat monsun Asia yang masuk ke selatan karena adanya daerah-daerah bertekanan rendah di utara Australia.

Munculnya daerah pertemuan angin di atas Indonesia dan suhu yang semakin dingin akan membentuk awan.

Selain itu, terdapat pula faktor lokal yang menyebabkan peningkatan curah hujan ekstrem yaitu stabilitas udara yang cenderung labil atau mudah terangkat yang dapat membentuk awan konvektif.

Proses tersebut menjadi cukup kuat karena udara yang labil.

Kombinasi tiga faktor tersebut, menurut Fachri, yang mendorong banyak terbentuknya awan hujan di Indonesia.

“Curah hujan tinggi karena faktor-faktor atmosfer tersebut,” ujarnya.

Menurut BMKG, Indonesia saat ini tengah memasuki periode puncak musim hujan yang dapat membuat terjadinya intensitas hujan mencapai 100 milimeter dalam sehari.

Atau masuk dalam kategori hujan lebat dan ekstrem. Dam diperkirakan periode puncak musim hujan masih akan berlangsung.

“Sampai akhir Februari hingga awal Maret nanti,” ujar Fachri.

Mas

 




Tim Reaksi Cepat BPBD NTB Bantu Evakuasi Banjir

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD yang turun membantu evakuasi banjir juga mewasdaai eberapa titik yang rawan luapan air bila curah hujan tetap tinggi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan beberapa daerah di Lombok terendam banjir, tapi tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB bersama Pemda Kab/Kota bertindak cepat ke titik-titik banjir.

masyarakat menyaksikan perumahan yang terendam banjir

“Tim TRC BPBD Provinsi NTB bersama TRC Kab/kota sedang melakukan evakuasi ke lokasi bencana.

Sahdan menyampaikan, BPBD NTB juga telah berkoordinasi dengan seluruh Kabupaten Kota untuk sama–sama membantu masyarakat yang terkena dampak banjir.

“Untuk banjir dan longsor Sekotong, BPBD Provinsi telah berkoordinasi dengan Pemda Lobar untuk segera berkonsentrasi menangani bencana tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA: Hujan Deras Hingga Pagi, Waspada Luapan Air dan Longsor

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik juga terjun langsung membantu korban banjir yang berada di wilayah Kabupaten Lombok Barat .

Ia menyampaikan pesan, agar seluruh warga lebih waspada karena tingginya intensitas curah hujan semakin meningkat.

“Menghimbau kepada seluruh masyarakat agar untuk lebih waspada, dikarenakan instensitas curah hujan yang semakin tinggi,” tutur Kadinsos.

Adapun beberapa lokasi yang menjadi perhatian untuk seluruh warga berhati–hati dan waspada.

BACA JUGA: Bekali Santri Masa Kini dengan Ilmu Masa Depan

Misalnya, di Kota Mataram bila hujan terus hingga Senin siang maka, luapan air akan wilayah Turida, Sweta, Babakan, Abian Tubuh, Pagutan sampai Sekarbela agar Siaga.

Nn

 




Hujan Deras Hingga Pagi, Waspada Luapan Air dan Longsor

Hujan deras sejak malam hingga pagi, menyebabkan terjadi luapan air di jalan simpang empat Gunung Sari dan beberapa titik lainnya ke arah Senggigi, dan dari Senggigi menuju Lombok Utara. Di Pusuk ada gejala akan longsor

MATARAM.lombokjournal ~ Tingginya intensitas curah hujan sejak kemarin hingga pagi, Senin (06/12/21), beberapa tempat mengalami luapan air, baik genangan maupun yang berasal dari luapan air sungai.

hujan eras yang turun mulai malam hingga pagi membuat komplek perumahan terendam air

Di Perumahan Bhayangkara Residence di Ranjok, Guunung Sari, Lombok Barat, tempat tinggal warga yang letaknya bagian bawah, yang tahun lalu terendam luapan sungai, sejak pagi tadi mengalami banjir serupa.

Kawasan sekitar Batu Layar terendam air, sehingga beberapa karyawan yang hendak berangkat kerja ke Tanjung (KLU)  yang menghindari jalur Pusuk yang kerap terjadi longsor, menempuh jalur Senggigi tapi terjadi kemacetan pajang.

BACA JUGA: Tim Reaksi Cepat BPBD NTB Bantu Evakuasi Banjir

Untuk diketahui, di beberapa titik luapan terjadi di jalan simpang empat Gunung Sari ke arah Senggigi dan dari Senggigi menuju Lombok Utara. Sementara di Pusuk gejala akan ada longsor akibat tingginya curah hujan

BACA JUGA: Dialog Persiapan Santong Jadi Desa Wisata, Ini Kendalanya

Dari kabar yang beredar melalui wahatsupp (WA), mulai Batu Layar Tanak Embet, dan Kekeri air sudah masuk rumah warga, di wilayah Gunung Sari intensitas hujan cukup besar.

Masyarakat diminta waspada di pantai Kuranji sebab sejak tadi malam sudah masuk rumah warga bersamaan naiknya rob dari laut,

Selanjutnya wilayah Lembar sampai Sekotong agar siaga karena banjir dan longsor yang terjadi di Buwun Mas.

Untuk Lombok Utara ( KLU), yang harus diwaspadai adalah kawasan Pusuk. Pihak BPBD NTB sendiri sudah memerintahkan pemantauan sekitar aliran Sungai Pusuk, karena sedang banjir disertai lumpur bekas pengerukan jalan pusuk. Perlu diwaspadai kalau air mulai masuk ke pemukiman warga.

Sedang di wilayah Pemenang sudah mulai banjir sekitar Dusun Telagawareng, Pemenang Barat.

Untuk Kota Mataram, bila siang hari terus hujan deras, maka wilayah Turida, Sweta, Babakan, Abian Tubuh, Pagutan sampai Sekarbela harus siaga. Selanjutnya sepanjang pantai Pondok Perasi, Bintaro dan Tanjung Karang sampai Mapak perlu mewaspadai air hujan disertai rob yang naik dari laut.

Lombok Tengah waspadai wilayah selatan dan kemungkinan longsor di bagian utara Batu Kliang.

Lombok Timur, mulai wilayah Gunung Malang, labuhan Lombok Pringgabaya sejak kemarin banjir, dan wilayah Sambelia gar mewaspadai air hujan yang turun deras dari atas perbukitan.

Kabar dari pulau Sumbawa, walaupun sampai pagi laporan masih landai, karena sejak Minggu sore sempat terjadi banjir di wilayah Desa Lito, Moyo Hulu, serta kondisi KSB, Dompu, kota Bima dan Kab. Bima tetap waspada, karena kondisi sedang hujan.

Nn/@ng

 




Penyuluhan dan Penanaman Bibit Pohon di Hari Pohon Sedunia

Kegiatan penyuluhan dan penanaman bibit pohon yang berlangsung di Desa Senaru untuk memperingati Hari Pohon Sedunia, bibit pohon yang ditanam sejumlah 100 pohon

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Peringatan Hari Pohon Sedunia (2021) dan Hari Lahirnya Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL) KLU ke 14, sejumlah Ormas dan Komunitas Tionghoa (INTI NTB) serta Kepala Desa Senaru, melakukan penyuluhan dan penanaman bibit pohon.

Bibit pohon untuk penanaman bibit

Kegiatan itu didukung Pemda Kabupaten Lombok Utara melalui Kantor Lingkungan Hidup KLH, yang melakukan kegiatan penanaman di seputar lingkungan seluas 1,5 hektar awal bulan Desember 2021, Jum’at (03/12/21) pagi.

OPAL mendistribusikan ratusan bibit berupa Sawo, Sirsak dan bibit kayu putih ke Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten, Lombok Utara.

Bukan hanya itu, akan menyusul bantuan suadaya dari INTI – NTB, di bawah koordinator S. Widjanarkko dan H Rudi, salah seorang dedengkot wartawan senior NTB.

“Kegiatan ini juga dalam rangka HUT NTB yang ke 17, sebagai Kepedulian terhadap lingkungan, menciptakan lingkungan yang asri dan penyelamatan sumber mata air di sebagai hajat hidup masyarakat KLU dan mahluk hidup lainnya,” tutur ketua OPAL KLU,  Jahahudin.

Senada dengan itu, Kepala Desa Senaru, Raden Akriabuana, menyelenggarakan kegiatan penyuluhan dan penanaman bibit pohon. Kegiatan tersebut mengambil tema “Peduli Lingkungan Hijaukan Alam Senaru Bayan”.

BACA JUGA: Penetapan Balon PAW Desa Samba Berlangsung Lancar

berbagai jenis bibit pohon untuk penanaman bibit

mahasiswa yang terlibat dalam penanaman bibit

Sebelum menanam bibit pohon, warga yang menjadi sasaran kegiatan akan diberikan penyuluhan lebih dulu, yang akan dilangsungkan di Aula Kantor Desa Senaru Kecamatan Bayan.

Jaharudin dan Kades Senaru sekaligus narasumber menyampaikan pentingnya melaksanakan penghijauan lingkungan.

“Terlebih di kondisi pemanasan global saat ini,” kata Jaharudin.

Setiap tahun saat mulai pergantian musim hujan ke musim kemarau, warga sering mengalami kekurangan air untuk konsumsi rumah tangga.

Hilangnya sejumlah sumber mata air itu akibat gempa bumi yang terjadi di Lombok tahun 2018 lalu. Selain itu akibat pemanasan global, juga akibat rusaknya lingkungan hutan.

Selain itu, juga dijelaskan bagaimana cara menanam bibit pohon yang baik dengan menyesuaikan kondisi tanah serta lingkungan.

Desa Senaru berada di wilayah bawah dataran Gunung Rinjani, dan memiliki kondisi tanah yang sangat mendukung untuk ditanami bibit pohon buah-buahan, termasuk bibit pohon berbagai jenis yang akan ditanam dalam kegiatan ini.

Akriabuana, menyampaikan terima kaih kepada OPAL KLU, INTI, Pemda KLU serta semua Ormas dan masyarakat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan yang bertema “Peduli Lingkungan Hijaukan Alam Senaru Bayan”.

Sehari setelah pemberian penyuluhan, masyarakat Desa Langlang dan mahasiswa KKN UM yang jumlahnya mencapai 40-an orang, langsung menuju lokasi penanaman.

Lokasi berada di Sumber Mata Air Pakis Uceng Dusun Langlang 1, bibit pohon yang ditanam sejumlah 100 pohon.

BACA JUGA: Apel Siaga Darurat Bencana Digelar di Lombok Utara

Kegiatan penanaman bibit pohon ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih kepada lingkungan Desa Senaru dan sekitarnya, terutama pada untuk penyelamatan sumber air terjun Sindanggila Bayan ini, ungkapnya.

Selain untuk manfaat penghijauan alam, diharapkan setelah bibit pohon tumbuh besar masyarakat  dapat memanfaatkan buah-buahan yang dihasilkan dari penanaman pohon itu.

Lebih lanjut, berorientasi pada perencanaan Desa Wisata Senaru dalam menciptakan lingkungan yang Asri, panorama juta taman Gunung Rinjani (TGR) sebagai penunjang destinasi wisata bertaraf Internasional, tuturnya.

@ng

 




Apel Siaga Darurat Bencana Digelar di Lombok Utara

Apel Siaga bencana di Lombok Utara meupakan bagian upaya mitigasi ke depan kita semakin siaga menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kabupaten Lombok Utara diibaratkan miniatur indonesia dari segi keragaman bencananya.

Bayangkan, semua ancaman bencana yang mengancam wilayah indonesia juga berpotensi terjadi di Lombok Utara.

Bupati Jadi Inspektur Upacara Apel Siaga Bencana
Bupati H. Djohan Sjamsu

Mulai dari ancaman bencana Geologi seperti gempa, tsunami, dan erupsi gunung api, ancaman bencana hidrometeorologi seperti cuaca ekstrim, abrasi, banjir, serta ancaman non-alam seperti wabah covid-19 hingga saat sekarang.

Untuk mengantisipasi datangnya bencana, Pemerintah Daerah Lombok Utara melaksanakan Apel Siaga bencana yang berlangsung di Lapangan Umum Tioq Tata Tunaq, Kamis (02/12/21).

Bertindak Selaku Inspektur Upacara Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH, didampingi Dandim 1606 Mataram Kolonel (Arm) Gunawan, Kapolres Lotara AKBP I Wayan Sudarmata SIK MH

BACA JUGA:

Wabup Lombok Utara Tanggapi Pandum Fraksi Terhadap Dua Raperda

Hadir juga dalam apel itu, Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, Kepala OPD dimana peserta Apel terdiri dari Unsur TNI,POLRI,BPBD,Sosial,PMI,Pol PP Linmas,Basarnas,Dikes,Bara Siaga serta lainya.

Antisipasi datangnya bencana

Kegiatan diawali dengan Pemeriksaan Pasukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara, Kapolres dan Dandim.

Bupati Djohan mengatakan, letak geografis Lombok Utara yang berada dipertemuan beberapa lempeng tektonik serta keberadaan sesar Flores di bagian utara, menyebabkan wilayah kita sangat rawan terhadap ancaman gempa bumi, yang sewaktu- waktu bisa mengguncang wilayah kita.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari upaya mitigasi ke depan kita semakin siaga menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi,” kata bupati.

Menurutnya, ancaman bencana tidak bisa dihilangkan, tapi bisa minimalisir risikonya melalui langkah- langkah strategis dan komprehensif, melalui program- program mitigasi bencana, baik mitigasi struktural maupun non-struktural.

‘Harapan saya dengan apel siaga ini nantinya semakin terbangunnya koordinasi antar stakeholder penanggulangan bencana, dan  tren bencana hidrometeorologi yang terus menunjukkan peningkatan yang tidak bisa kita sepelekan,” harapnya

Jumlah sarana prasarana kebencanaan yang masih terbatas adalah tantangan yang harus disikapi dengan upaya-upaya kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

BACA JUGA: Pemdes Sesait Tingkatkan Kapasitas Digital Pelaku UMKM

Salah satu kekuatan terbesar kita di lombok utara adalah ikatan sosial antar masyarakatnya.

“Semoga Lombok Utara semakin tangguh menghadapi bencana serta mendapat lindungan Tuhan yang maha Esa,” harap Bupati Djohan..

@ng

 




Kerjasama PKK KLU dan YNLM Adakan Pelatihan Kebun Gizi  

Pelatihan Kebun Gizi Organik memberikan pengetahuan kepada semua peserta tentang pengolahan tanah untuk kebun gizi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pelatihan Kebun Gizi organik kerjasama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-KK) KLU dan Yayasan Nurani Luhur Masyarakat (YNLM) dilangsungkan di halaman Pendopo Bupati Lombok Utara, Rabu (01/12/21).

Pelatihan  Kebun gizi  Organik Tingkat Kabupaten merupakan tindak lanjut kegiatan Workshop tingkat Kabupaten dan Lomba kebun gizi yang dilaksanakan pada 8-9 Oktober 2021 lalu di Kecamatan Bayan.

Menjelaskan pentingnya kebun gizi
Hj. Galuh NurdIyah

Pelatihan dibuka oleh TP- PKK KLU Hj. Galuh NurdIyah Djohan Sjamsu SH dan dihadiri  Koordinator JAAM Project YNLM, Firman Laia, Officer Kebun Gizi, Maselina Sedo dan para peserta pelatihan.

Materi yang diberikan meliputi desain lahan, pemberian nutrisi pada tanah, pembuatan pupuk organik cair.

Selain itu, ditambah materi penyemaian bibit, dan pembuatan pestisida nabati dimana semua bahan  yang ada di sekitar lingkungan mudah didapat dan terjangkau.

Pertemuan Pelatihan Kebun Gii Organik

Ketua TP-PKK KLU Hj. Galuh menyampaikan, program yang luar biasa dari YNLM ini untuk memberikan pengetahuan kepada kita semua tentang pengolahan tanah untuk kebun gizi agar yang kita tanaman bisa tumbuh subur.

“Kebun gizi program YNLM ini sudah banyak memberdayakan masyakarat, khususnya di beberapa desa di Kecamatan Bayan,” tuturnya.

BACA JUGA: PAUD Rinjani Tetebatu, Harapan Jadi Generasi Cerdas

Pelatihan yang diberikan ditempat ini nantinya bisa menjadi kebun percontohan dan nantinya bisa dikembangkan di halaman rumah masing-masing.

“Semoga ilmu yang diperoleh hari ini akan bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi ibu-ibu anggota PKK,” harapnya.

Ke depan, kerjasama sama PKK dan YNLM yang luar biasa ini diharapkan tidak hanya di Kecamatan Bayan, melainkan di semua Kecamatan di KLU.

BACA JUGA: Wanita Gantung Diri di Pohon Ketapang Pinggir Pantai

Dengan adanya ilmu yang kita dapatkan bisa disalurkan dan diberikan kepada lainya.

“Saya berpesan untuk peserta pelatihan serius mengikuti pelatihan ini untuk diterapkan dirumah nantinya,” kata Hj Galuh.

@ng

 




Gerakan 1000 Pohon, Upaya Selamatkan Sumber Air di KLU

Gerakan 1000 pohon ini merupakan upaya penyelamatan sumber air yang banyak hilang akibat gempa bumi 7.0 SR tahun 2018 lalu

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL) akan ikut andil melakukan Gerakan menanam “1000 Pohon” untuk menyambut Hari Lingkungan Hidup se-Dunia atau World Environment Day 2021 sekaligus Tahun Baru 2022.

Dalam gerakan lingkungan ini, OPAL didukung komunitas Tionghoa (INTI NTB), WALHI NTB, Perwakilan Dokter, Ormas, dan Pewakilan Pemuda Desa Senaru.

Gerakan 1000 rencananya dipusatkan di dua lokasi yaitu, Desa Senaru Kecamatan Bayan dan Desa Medana (Pantai Himpos) Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara, padai akhir tahun 2021, atau awal tahun baru 2022 mendatang.

Ini merupakan kegiatan rutinitas memperingati 14 Tahun hari lahirnya Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL KLU – Akte Notaris No. 28 Tgl. 07 Maret 2007) sekaligus perayaan Hari menanam sedunia.

BACA JUGA: Penilaian Kelas Kemampuan Kelompok Tani Tanjung 2021

Kegiatan dilaksanakan secara swadaya ini juga membantu pemerintah dalam melakukan penghijauan lingkungan.

Penanaman pohon yang digagas dan dilakukan dan digagas oleh OPAL KLU tidak hanya pada saat perayaan hari lahirnya Organisasi.

Pada hari hari lain pun dilakukan kegiatan yang sama,  baik penghijauan sebagaimana yang sudah di lakukan di hutan adat Baru Murmas, Lenek, Kalipuncak, Buani, termasuk kegiatan penyelamatan ratusan tukik (anaknya penyu) di Pantai Bangsal Pamenang, Pantai Sedayu Lekok, dan lain lain.

jenis tanaman yang akan menyelamatkan sumber air Tanaman untuk selamatkan sumber air

Ketua OPAL KLU Jaharudin mengatakan, pihaknya melakukan penanaman 1000 bibit pohon dengan memilih lokasi di hutan adat dan beberapa lokasi lainnya.

Upaya ini penyelamatan sumber mata air yang banyak hilang akibat gempa bumi 7.0 skr tahun 2018 lalu, dan Lombok Utara  merupakan daerah rawan bencana.

Waktu pelaksanaan direncanakan Hari Ju’at 10 Desember 2020 yang dihadiri Bupati -Wkl. Bupati, OPD Terkait Dan Perwakilan Ormas di KLU.

Kepala Desa Senaru, Raden Akriabuana, menyiapkan lokasi penghijauan seluas 1,5 Hektare,  lokasi tersebut merupakan pusat wisata yang baru baru ini di kunjungi dua Menteri yaitu Kemendes dan Menteri Pariwisata.

BACA JUGA: Infrastruktur Jalan di NTB, Desember Tahun ini Selesai

Dukungan Swadaya lainnya dari R. Akriabuana berupa 500 batang bibit kayu keras berbagai jenis. Namun menurutnya, ada hal yang diharapkan dan masih kurang.

“Yang kurang itu bantuan dari pihak yang peduli berupa, bibit Flamboyan, Ketapang Kencana atau Palem Ekor Tupai yang khusus untuk sepanjang jalan ke lokasi Desa Senaru Kecamatan Bayan,” tuturnya Kades Senaru.

“Selain itu juga dekat dengan lokasi wisata sebab untuk menggerakkan perekonomian di sekitar lokasi penanaman karena menghadirkan pemuda dari berbagai kelompok,” katanya.

Pengurus Komunitas Tionghwa INTI NTB, S. Wijanarko didampingi H. Rudi segera menanggapi permintaan Kades Senaru itu.

Wijanarko mengatakan,  untuk kekurangan bibit berupa, Ketapang Kencana, Flamboyan dan Palm Ekor Tupai untuk tanaman sepanjang jalan Desa Senaru sudah disiapkan sekitar kurang lebih seratusan bibit dari tiga jenis yang dimaksud.

Sementara bibit buah dan Kayu kayuan di siapkan oleh Lembaga OPAL KLU dan Kepala Desa Senaru dan semuanya murni suadaya.

Sebelum melakukan penanaman pohon, akan digelar seremonial penyerahan dari Pemda KLU, kepada Kepala Desa Senaru, Ketua OPAL KLU, Organisasi Pemuda Desa Senaru, Ketua INTI NTB, Perwakilan Tokoh Adata Senaru dan WALHI NTB, dan Perwakilan Komunitas Pecinta Alam.

Menurut Jaharudin, giat ini untuk mendukung program penghijauan, banyak manfaat diperoleh dengan penanaman pohon.

“Pohon yang ditanam merupakan pohon keras berupa berupa Kayu Putih, Sawo lokal, Gemelina, Sengon, Ketapang Kencana yang dapat dimanfaatkan,” ujar Jaharudin.

@ng




Bupati Djohan Hadiri Penganugerahan Kampung Sehat Awards

Penganugerahan Kampung Sehat 2 Awards 2021 Program Kampung Sehat “Nurut Tatanan Baru” berbasis lomba yang diinisiasi Polda NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu menghadiri Penganugerahan Kampung Sehat 2 Awards Tahun 2021 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pemberian anugerah Kampung Sehat 2 Tingkat Provinsi

Program Kampung Sehat “Nurut Tatanan Baru” berbasis lomba yang diinisiasi oleh Polda NTB

Program Kampung Sehat “Nurut Tatanan Baru” berbasis lomba yang diinisiasi oleh Polda NTB.

Puncak kegiatan lomba ditandai dengan pemberian Anugerah Kampung Sehat 2 Awards yang dilaksanakan di Hotel Prime Park – Udayana, Selasa (30/11/21).

BACA JUGA: Fraksi-fraksi DPRD KLU Soroti Pemulihan Ekonommi Pascapandemi

Hadir pada acara Penganugerahan Kampung Sehat 2 Awards 2021 Kepala Baharkam Polri Komjen Arief Sulistyanto, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, Kapolda NTB  Irjen. Pol. M. Iqbal, Kasrem 162/WB , Ketua DPRD Provinsi NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, Para Bupati dan Wali Kota Se-NTB serta Undangan lainnya.

Dalam Lomba kampung sehat Jilid 2 ini terdapat beberapa katagori seperti Katagori Kampung Sehat NTB 2, Katagori Tokoh Kampung Sehat, Katagori Tokoh Favorit vaksinasi dan Penghargaan khusus Tokoh Tangguh Vaksinasi dengan indikator penilaian Aspek Kesehatan, Sosial dan Keamanan.

BACA JUGA: Ini Menarik, Perayaan HUT Desa Santong Diisi dengan Dialog Publik

Dalam penghargaan ini Kabupaten Lombok Utara meraih beberapa penghargaan, di antaranya Juara II Katagori  Tokoh Desa Atau Kelurahan diraih oleh Kepala Desa Jenggala. Juara II Katagori Tokoh Kapolsek diraih oleh Kapolsek Tanjung, serta Juara I Tokoh Danramil diraih oleh Danramil Bayan.

@ng

 




Ummi Rohmi: 2050, NTB Siap Terapkan Zero Emission

Untuk menuju penerapan Zero Emission (nol-bersih emisi) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diharapkan mendapatkan support dari berbagai pihak

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tahun 2050, Provinsi NTB siap untuk penerapan Zero Emission. Stakeholder terkait diharapkan bersinergi dan berkolaborasi mewujudkan transformasi energi menuju ke renewable energy atau energi terbarukan.

Tahun 2050 NTB siap terapkan zero emission

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, menuju transformasi energy itu Pemerintah Provinsi NTB berharap mendapatkan support dari berbagai pihak.

Sebab NTB memiliki potensi renewable energy yang sangat besar.

BACA JUGA: Sekda: Pendapatan NTB Maksimal untuk Membangun Daerah

Semoga Provinsi NTB mendapatkan support dari berbagai pihak, seperti halnya PLN, AKLI dan sebagainya, yang InsyaAllah siap dengan transformasi ini, sehingga kita bisa menyambut masa depan dengan Renewable Energy,” tutur Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi mengatakannya saat membuka kegiatan Musyawarah Nasional Khusus (Munassus) dan Musyawarah Nasional XII (Munas) AKLI Tahun 2021 di Hotel Golden Palace, Rabu (24/11/21).

“Alhamdulillah, di NTB potensi renewable energy sangat besar, seperti halnya solar, mikrohidro, bioternal, angin, biomass, biogas dan semuanya lengkap di NTB. Tinggal bagaimana seluruh pihak dapat berkolaborasi dan bersungguh-sungguh untuk mewujudkan renewable energy di NTB,” ujar Ummi Rohmi.

Kehadiran Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanika Indonesia (AKLI) dapat mendorong transformasi energi menuju energi terbarukan, yang diimplementasikan di NTB.

Diharapkan, proses transformasi dari energi yang berasal dari batubara dan sebagainya bisa cepat beralih ke renewable energy.

BACA JUGA: MTQ KORPRI Nasional V, NTB Raih Terbaik Satu

“Ini tidak mudah, karena butuh effort yang luar biasa dari kita semua. Namun saya yakin perencanaan dari PLN dan seluruh stakeholder terkait seperti halnya AKLI kita mampu mengimplementasikannya,” tuturnya.

Nn

diskominfotik

 




Wagub NTB dan Duta Besar COP26 Inggris, Bahas Potensi Investasi Energi

Duta Besar COP26 dari Pemerintah Inggris berkomitmen memfasilitasi  kerjasama Pemerintah, corporate atau pun NGO, terkait dengan energi dan lingkungan

GLASGOW,UK.lombokjournal.com ~  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Duta Besar COP26 untuk Regional Asia Pasifik dan Asia Selatan, Mr. Ken O’Flaherty, membahas mengenai potensi kerjasama dan investasi di bidang energi dan komitmen NTB dalam meraih net zero emission.

Seperti hydropower, biomass, geothermal energy, solar power serta kehutanan.

Wagub melakukan pertemuan Duta Besar COP26 dengan
Wagub NTB dan Dubes Duta Besar COP26

Wagub Ummi Rohmi mengatakannya saat pertemuan dengan Perwakilan United Kingdom (UK) Government sebelum mengisi sesi talkshow di arena UNFCCC, COP26 – Glasgow UK, Jum’at (12/11) pagi waktu Indonesia.

“Pada pertemuan ini, saya bersama Duta Besar COP26 untuk Regional Asia Pasifik dan Asia Selatan, Mr. Ken O’Flaherty membahas mengenai potensi kerjasama dan investasi di bidang energi dan komitmen NTB dalam meraih net zero emission seperti hydropower, biomass, geothermal energy, solar power serta kehutanan,” jelas Wagub.

BACA JUGA: NTB Berkomitmen Menuju Net Zero Emission

Sebagaimana yang diketahui, Duta Besar COP26 dari Pemerintah Inggris berkomitmen memfasilitasi  kerjasama Pemerintah, corporate atau pun NGO, terkait dengan energi dan lingkungan.

“Nantinya, rencana tindak lanjut akan dilakukan dengan Pemerintah Inggris melalui Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia,” lanjut Wagub.

Provinsi NTB sendiri sedang mewakili Indonesia dalam acara UNFCCC atau United Nations Framework on Climate Change Confidence melalui Committee on Parties ke 26 (COP-26), di Glasgow, United Kingdom.

UNFCC merupakan kegiatan yang digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam upaya komitmen perubahan iklim yang terjadi di dunia.

BACA JUGA:

Presiden Didampingi Gubernur Mandalika Resmikan Sirkuit Mandalika 

Dalam setiap acara tersebut, setiap peserta telah melakukan screening dan swab setiap hari sebelum mengikuti agenda.

Nn

Diskominfotikntb