HBK Bantu Bus Sekolah dan 10 Ribu Bibit Pohon di Loteng

H Bambang Kristiono (HBK) membantu bus sekolah untuk SMPN 4 Batukliang Utara, untuk menunjang pelayanan dan meningkatkan kualitas pendidikan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/Pulau Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) memanfaatkan masa resesnya untuk silaturahmi dan membantu masyarakat di Pulau Lombok, Rabu (22/12/2021).

HBK menunjukkan kepeduliannya pada sektor pendidikan dan lingkungan dengan membantu Bus sekolah untuk SMPN 4 Batukliang Utara dan menyalurkan 10 ribu bibit pohon produktif di Kecamatan Pujut, Kab. Lombok Tengah.

Selain bantu bus sekolah juga peduli lingkungan
HBK menanam bibit pohon

“Saya meminta agar bantuan Bus ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dirawat dan dipelihara, karena saya yakin akan sangat beguna bagi kemajuan, kelancaran, dan kemudahan sekolah ini,” kata HBK.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini memulai reses dengan mendatangi SMPN 4 Batukliang Utara di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kab. Lombok Tengah. Di sana, HBK disambut Kepala Desa Aik Berik, Muslehudin, dan Kepala SMPN 4 Batukliang Utara H. Majidin.

Turut menyambut HBK dan rombongan, para guru dan juga pengurus komite sekolah. Tampak sekali kegembiraan dan suka cita di wajah mereka.

HBK memberi bantuan Bus sekolah untuk SMPN 4 Batukliang Utara. Bus tersebut untuk menunjang pelayanan dan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di SMPN 4 Batukliang Utara.

BACA JUGA: LFC Akan Fokus Benahi Infrastruktur dan Fasiitas KLUB

“Mudah-mudahan, kita semua diberikan kesehatan. Mudah-mudahan, keberadaan Bus sekolah ini memberikan kemudahan dan kelancaran dalam melaksanakan operasional sekolah,” kata HBK.

Politisi Partai Gerindra ini menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Bisa hadir dan menyapa dari dekat masyarakat yang ada di daerah Batukliang Utara.

HBK yang didampingi Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB Ali Al Khairy dan Tim HBK Peduli Kab. Lombok Tengah menyampaikan, bersilaturahmi di tengah-tengah masyarakat adalah sebuah kebahagiaan, kegembiraan yang tak ternilai.

 Perjalanan Bersejarah

Kepala SMPN 4 Batukliang Utara H. Majidin menyampaikan terima kasih, betapa HBK telah memberikan perhatian yang sangat besar bagi sekolah yang dipimpinnya dan juga bagi warga Batukliang Utara.

Majidin mengatakan, apa yang dilakukan oleh HBK di Batukliang Utara ini adalah sejarah baru bagi sekolahnya.

Dirinya bahkan tak pernah menyangka sekolahnya akan mendapat bantuan bus sekolah seperti ini.

Dia berjanji akan menjaga dan merawat amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Kemudian memanfaatkannya untuk sebesar-besarnya kemaslahatan warga sekolah dan juga masyarakat di Batukliang Utara.

Sebagai wujud terima kasih warga dan masyarakat, Majidin mengatakan, komitmen masyarakat untuk bisa berkontribusi membantu sepenuhnya mewujudkan hajat yang diharapkan HBK dari masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Aik Berik Muslehudin mengatakan, penyerahan bantuan Bus sekolah dari HBK untuk SMPN 4 Batukliang Utara bukanlah agenda politik.

Bukan pula mengajak para guru, siswa, dan juga warga sekolah untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan politik praktis. Bantuan tersebut sepenuhnya murni adalah intervensi di sektor pendidikan yang dilakukan HBK untuk kemajuan dunia pendidikan.

Musleh pun tak lupa menyampaikan terima kasih untuk HBK. Dan juga untuk Ali Al Khairy yang juga telah menyambungkan aspirasi masyarakat di Batukliang Utara dengan HBK.

Ali sendiri, kata Musleh, adalah putra Batukliang Utara. Orang tuanya bahkan termasuk yang merintis dan mendirikan SMPN 4 Batukliang Utara sehingga menjadi salah satu sekolah negeri yang maju seperti saat ini.

“Tentu saja, perjuangan untuk masyarakat Batukliang Utara dari Pak HBK dan Pak Ali Al Khairy tidak akan berhenti sampai disini. Komitmen dan hajat beliau sangat besar untuk kemajuan masyarakat,” kata Musleh.

Setelah penyerahan bantuan Bus sekolah tersebut, HBK dan rombongan kemudian berpamitan untuk meninjau taman wisata Aikbukak, yang masih berada di wilayah Batukliang Utara.

Baca juga: Event MotoGP, UMKM dan Perhotelan Harus Jalin Kemitraan

HBK melihat langsung fasilitas pendukung salah satu obyek wisata rakyat yang sangat melegenda tersebut. Dalam kunjungan ini, HBK juga berdialog sembari menyerap aspirasi masyarakat terkait perkembangan obyek pariwisata Aikbukak bersama pengelola.

Dari Aibukak, HBK kemudian bertolak menuju Sikur, Kab. Lombok Timur. Ini adalah agenda spontan, setelah HBK menerima informasi bahwa salah seorang putri anggota HBK Peduli mengalami musibah kecelahaan saat hendak menuju ke sekolahnya.

Menerima informasi tersebut, HBK langsung memutuskan untuk mengunjungi anggota HBK Peduli yang bernama Arpan tersebut.

Mendapati HBK berkunjung ke rumahnya, Arpan tak bisa menyembunyikan suka citanya, di tengah musibah yang sedang melanda buah hatinya. Kepada HBK, Arpan pun menceritakan kronologi kecelakaan yang dialami putrinya, Ami.

Tak lupa dia mengucapkan terima kasih kepada tim medis HBK Peduli Kab. Lombok Timur yang telah dengan sigap melakukan penanganan darurat medis dan operasi sehingga nyawa putrinya tertolong dalam hitungan jam.

“Dari kejadian ini, saya merasakan betapa Tim HBK Peduli Kab. Lotim begitu cekatan menyelamatkan nyawa putri saya,” tutur Arpan.

HBK ikut merasakan kepedihan yang dialami Arpan dan keluarga. HBK pun memerintahkan seluruh anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kab. Lotim dan Dokter HBK Peduli Kab. Lotim untuk bergotong-royong dan terus memantau perkembangan kesehatan Ami day by day.

Dan sebelum meninggalkan kediaman Arpan, HBK pun tidak lupa menyerahkan bantuan tunai untuk meringankan beban orang tua Ami selama dalam perawatan.

Masih di Kab. Lombok Timur, HBK kemudian menuju Selong. Disana, HBK membezook dan juga menyerahkan santunan tunai untuk anggota HBK Peduli yang tengah terbaring sakit, bernama Harida.

 Peduli Lingkungan

Dari Selong, kemudian rombongan HBK bergerak menuju Dusun Semundal, Desa Sengkol, Kec. Pujut, Kab. Loteng.

Disana, HBK memberikan bantuan 10 ribu bibit pohon produktif untuk masyarakat. HBK menekankan bahwa bantuan 10 ribu bibit pohon tersebut adalah bagian dari upaya untuk menjaga lingkungan, dan juga ikut berkontribusi menyelamatkan ekonomi masyarakat.

Pohon produktif tersebut terdiri dari berbagai tanaman buah-buahan yang bernilai ekonomis tinggi, selain tentu saja akan menjadi tegakan yang akan menyerap air dan mencegah banjir.

HBK juga menekankan bahws dirinya sangat prihatin atas bencana banjir yang telah melanda sejumlah daerah di Pulau Lombok di awal Desember ini, yang bahkan terjadi pula di Kec. Pujut, Kab. Loteng. Bahkan, ada banjir bandang yang menerjang Kec. Batulayar, Kab. Lobar.

HBK sangat ingin agar lingkungan bisa kembali dihijaukan. Namun, disisi lain, masyarakatpun bisa mendapatkan kemanfaatan ekonomi dari aksi penghijauan tersebut.

“Menanam bibit pohon ini, bukan hanya untuk kebaikan kita saat ini. Tapi juga untuk kemaslahatan anak cucu kita di masa yang akan datang,” kata HBK yang didampingi Sekretaris Yayasan HBK Peduli, Rannya Agustyra Kristiono, dan Ketua DPC Partai Gerindra Kab. Loteng, Muhalip.

Karena itu, HBK menyampaikan, bahwa menanam pohon bukanlah semata-mata sebagai aksi menunjukkan kecintaan kita kepada bumi. Melainkan sesungguhnya adalah, menanam kebaikan yang akan berkontribusi besar bagi kehidupan sesama ummat manusia.

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman, lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang, ataupun burung, melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat,” kata HBK mengutip Hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.

Me

 




Wujudkan NTB Hijau, Gubernur dan Wagub Ikut Tanam 56 Ribu Pohon

Penanaman pohon HUT NTB ke-63 merupakan ikhtiar mewujudkan NTB Hijau yang asri dan lestari, dan  penanaman pohon juga akan dimasifkan di hutan-hutan yang ada di pulau Sumbawa

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sebanyak 56 ribu batang pohon mulai ditanam di sepanjang Jalan Nasional dan Jalan Provinsi di seluruh wilayah NTB.

Gubernur jeaskan petingnya tanam pohon wujudkan NTB Hijau     Tanam pohon wujudkan NTB Hijau

Penanaman pohon ini merupakan rangkaian HUT NTB ke-63, yang melibatkan seluruh stakeholder mulai dari BUMN, siswa hingga masyarakat di sepanjang jalan-jalan tersebut.

BACA JUGA: Penanaman Pohon Sepanjang Jalan Provinsi di Lombok Utara

Jenis pohon yang ditanam seperti pohon Ketapang Kencana, Kayu Putih dan berbagai jenis pohon lainnya. Penanaman serentak dilakukan mulai dari Jalan Nasional dan Provinsi dari Mataram ke KLU, Mataram hingga KEK Mandalika.

Kemudian Jalan Nasional Sumbawa Lunyuk, Sepanjang jalan di kawasan Tambora hingga Jalan Nasional menuju Kecamatan Sape.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengatakan, penanaman pohon di sepanjang Jalan Nasional dan Provinsi merupakan ikhtiar mewujudkan NTB Hijau yang asri dan lestari. Selain itu, penanaman pohon juga akan dimasifkan di hutan-hutan yang ada di pulau Sumbawa.

Khusus untuk jalan bypass dari Mataram menuju Bandara dan KEK Mandalika juga dilakukan penanaman pohon dan dibuatkan taman-tamannya.

“Karena sepanjang jalan bypass sampai ke bandara adalah jalan yang sering dilalui tamu-tamu. Jika pohon sudah ditanam  agar dirawat sebaik mungkin. Percuma kita banyak menanam tapi tidak ada yang merawat,” ujar gubernur.

Gubernur Zul menympaikannya saat ikut menanam pohon bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah di bundara bypass Labulia Kecataman Jonggat Lombok Tengah, Kamis (16/12/21).

Bang Zul menjelaskan, penanaman pohon dan pembuatan taman di sepanjang jalan bypass menuju sirkuit agar dipercepat, paling lambat di awal Januari. Karena pada 19 February Sirkuit Mandalika akan dilakukan uji coba oleh pembalap-pembalap MotoGP.

“Saya minta Dinas LHK berkoordinasi dengan LHK Kabupaten Lombon Barat dan Lombok Tengah bersama stakeholder terkait untuk terus merawat pohon-pohonnya dan mengirim orang-orang yang paham tentang pertamanan,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, satu bulan sebelumnya diselenggarakannya event MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 20 Maret tahun 2022, penanaman pohon dan pembuatan taman di sepanjang jalan bypass dari Mataram hingga sirkuit harus benar-benar diwujudkan dengan baik.

“Semua stakeholder dan masyarakat sekitar untuk terus bekerja sama untuk mewujudkan jalan kita yang indah dan asri. Terutama jangan lagi ada sampah di sepanjang jalan bypass,” ujar Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Wagub NTB Ajak Tanam Pohon, Memulihkan Hutan yang Tergradasi

Dalam kegiatan penanaman pohon ini dihadiri Sekda Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, Kepala Dinas LHK NTB, Madani Mukarom, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy, Kepala Desa setempat, gabungan TNI Polri serta siswa SMK, SMA dan SD yang berada di sekitar lokasi penanaman pohon.

Ikp

 




Penghijauan Sepanjang Jalan Provinsi di Lombok Utara

Kegiatan penghijauan untuk peringatan HUT Provinsi ke 63 yang berlangsung di Lombok Utara, melibatkan banyak pihak bertujuan melestarikan lingkungan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Penanaman Turus Jalan Nasional/Provinsi memperingati HUT NTB Ke-63 dilakukan di Lombok Utara, Rabu (16/12/21).

Dalam peghijauan itu, Kepala Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan – BKPH Rinjani Barat NTB, Mustara Hadi, S. HUT. M.Si, mengatakan, pihaknya melibatkan Kesatuan Pengelolaan Hutan Rinjani Barat (KKPH Rinbar). Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLH KLU), Kasi PHKSDAE, Kasi P2HPM,Tim Resort Malimbu, Tim Resort Meninting,Tim Pabrik Rinbar.

Penghijauan untuk mengatasi pencemaran

Bersama-sama melakuka penghijauan

Tidak ketinggalan ikut  berparsipisati aktif Resort Monggal, menurunkan semua anggotanya.

BACA JUGA: Wabup Lombok Utara Serahkan Pataka NTB ke Pemkot Mataram

Rencana Penanaman secara serentak juga memperingai HUT NTB Ke-63 dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2021, yang di pusatkan di Dusun Nipah Desa Malaka Kecamatan Pemenang.

Sebelumnya, pihak BKPH Provinsi Nusa Tenggara Barat telah dilakukan koordinasi dengan MUSPIKA dan Pemda KLU melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara.

Pihak yang memberi sumbangan untuk penanaman serentak itu diungkapkan Mustara Hadi, yakni BNI nyumbang 30 tanaman Bougenville dalam polibak.

Dari BCA dan Pegadaian untuk Tahap I mendistribusikan Bibit Ketapang Kencana, masing masing 30 Batang dengan spek ketinggian minimal 1,5 meter.

PLN, untuk tahap I mendistribusikan bibit ketapang kencana sebanyak 200 Batang.

Penghijauan merupakan upaya mengembalikan dan meningkatkan efektivitas lahan, agar dapat berfungsi dengan baik dan optimal.

Sebagai pengatur tata air mencegah banjir maupun untuk melindungi lingkungan, yaitu mencegah timbulnya pencemaran.

Penghijauan merupakan sarana untuk melestarikan lingkungan, agar lingkungan kembali asri dan sehat tanpa adanya pencemaran dan lain sebagainya.

Asisten 2, Bidang Ekonomi dan Pembangunan, KLU, H.Rusdi, ST, MM, mengatakan, penghijauan akan menurunkan suhu suatu tempat.

Banyaknya oksigen yang dikeluarkan oleh tumbuhan akan membuat ligkungan lebih segar, teduh, nyaman, dan asri, kata Rusdi, Kamis (16/12/21).

Adanya penghijauan akan memberikan perlindungan. Pohon-pohon besar akan melindungi kita dari paparan sinar matahari.

Dapat juga sebagai peredam suara dan penahan debu, melindungi angin kencang dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Pembangunan KEK Mandalika, Bikin NTB Dilirik Dunia

Senada dengan Plt. Sekdis KLH KLU, H. Husnul Ahadi, SKM, mengatakan, penghijauan dapat mengurangi pencemaran.

“Terutama pencemaran yang diakibatkan karbondioksida yang berasal dari kendaraan bermotor dan asap pabrik, dapat diserap oleh daun-daun pepohonan hijau tersebut,” ujar Husul.

Pohon mengubah karbondioksida menjadi oksigen, yang dibutuhkan manusia untuk bernafas, kata H. Husnul Abadi.

“Penghijauan sebagai saran pencegah terjadinya bencana banjir dan erosi tanah,” kata Husnul.

Dengan banyaknya pohon besar dan tinggi, air hujan akan diserap oleh akar tumbuhan.

Kemudian air hujan tersebut diubah menjadi air tanah yang dapat memenuhi kebutuhan manusia dan makhluk lainnya.

@ng

 




Wagub NTB Ajak Tanam Pohon, Memulihkan Hutan yang Tergradasi

Memulihkan hutan yang terdegradasi nntuk mengembalikan ekosistem seperti semula dan menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengajak masyarakat  menghijaukan dan melestarikan serta mengembalikan fungsi hutan.

Salahsatu cara adalah dengan melakukan penanaman kembali pohon di kawasan hutan yang terdegradasi.

“Ayo, terus menanam, merestorasi hutan-hutan kita,”ajak Ummi Rohmi sapaan Wagub.

Upaya memulihkan hutan harus melibatkan seluruh komponen masyarakat     Wagub ajak peduli memulihkan hutan

Ajakan itu diungkapkannya saat  mengikuti pelaksanaan reboisasi di kawasan hutan Sekaroh, dalam rangkian kegiatan HUT ke-63 Provinsi NTB, Rabu (15/12/21) di Kecamatan Jerowaru Lombok Timur.

Menurut Wagub, Kawasan hutan yang terdegradasi harus dipulihkan guna mengembalikan ekosistem seperti semula dan menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati di dalamnya.

BACA JUGA: Kado untuk NTB, Wagub Apresiasi Lobar Deklarasi ODF dan CTPS

“Menjaga dan lestarikan hutan sangat penting untuk masa depan kita, jangan sampai ada perambahan liar maupun eksploitasi hutan,” tambah Wagub.

Menurutnya, langkah seperti pengadaan bibit dan pemeliharaan persemaian, penanaman pohon dikawasan penghijauan hingga tumbuh besar, harus menjadi perhatian seluruh stakeholder dan komponen masyarakat.

Selain itu, penghijauan di kawasan hutan Sekaroh, harus terus didorong sebagai salah satu langkah penegakan hukum dan mendukung percepatan investasi hijau di kawasan hutan

“Kami bersama Pemda Lombok Timur, Dinas LHK Provinsi NTB dan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi NTB, mengawal dan terus mensuport penghijauan dikawasan hutan,” tegas alumni Doktor Universitas Negeri Jakarta.

Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Ir. H. Madani Mukarom, mengatakan, upaya melakukan reboisasi adalah ikhtiar mewujudkan NTB Hijau.

Dikatakannya, hutan lindung kawasan Sekaroh seluah 2.834 Hektar tersebut, memiliki fungsi ekologis dan klimatologis yang sangat penting untuk NTB.

Menurutnya, hutan sangat berperan sebagai penyimpan air tanah, mengatur tata air tanah, mencegah intrusi air laut, serta menjaga keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau.

Selain itu, keanekaragaman hayati yang ada dalam hutan, merupakan  penyangga kesimbangan, perlindungan kehidupan, memelihara kesuburan tanah, proteksi daerah aliran sungai, pengendali erosi, penyimpang cadangan, penyerap Co2, dan pengendali oksigen (O2).

BACA JUGA:  Perokok Jadi Beban Negara, Cukai Rokok Naik 12 Persen

“Betapa pentingnya hutan ini, maka harus kita jaga dan rawat betul,” tuturnya.

Turut mendampingi Wagub, Asisten 1 Setda dan Kadis PMPTSP Provinsi NTB. Hadir pula pada kegiatan tersebut jajaran Pemkab Lotim, TNI/Polri dan sejumlah komunitas pecinta lingkungan.

Nano

 




Kado Untuk NTB, Wagub Apresiasi Lobar Deklarasi ODF dan CTPS

Kabupaten Lombok Barat memberi kado Ultah NTB ke 63 dengan melakukan deklarasi ODF dan CTPS, diharapkan Kabupaten Lombok Barat dapat melaksanakan tiga pilar dari lima pilar STBM

LOBAR.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengapresiasi capaian Kabupaten Lombok Barat yang telah mendeklarasikan ODF (Open Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan dan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun).

Hal ini dapat tercapai tentunya jika ada komitmen kuat antara pemerintah daerah dan masyarakatnya.

Di tengah acara Deklarasi unntuk Kado NTB

“Saya mewakili Pemerintah Daerah Provinsi NTB, bangga atas kinerja Kabupaten Lombok Barat yang benar-benar sigap dalam memanfaatkan momen pandemi covid-19 dengan mendeklarasikan ODF dan CPTS,” terang Wagub NTB.

Ia mengatakannya saat membuka Acara Deklarasi Kabupaten Lombok Barat ODF (Open Defecation Free) Stop Buang Air Besar Sembarangan dan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun), Rabu (15/12/21) di Aula Bupati Lombok Barat.

Ummi Rohmi panggilan akrabnya berharap, Kabupaten Lombok Barat dapat melaksanakan tiga pilar dari lima pilar STBM yang ada.

STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan.

BACA JUGA: Perokok Jadi Beban Negara, Cukai Rokok Naik 12 Persen

Diharapkan, Lombok Barat dapat melaksanakan tiga pilar STBM lainnya, yang pertama pengelolaan air minum/makanan rumah tangga, kedua pengelolaan sampah rumah tangga dan terakhir pengelolaan limbah cair rumah tangga.

“Agar nantinya Lombok Barat dapat menjadi contoh bagi Kabupaten/Kota lainnya di NTB,” harap Ummi Rohmi, yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur periode 2009-2013.

Deklrasi ODF dan CTPS ini sebelumnya telah dideklrasikan oleh Kabupaten Sumbawa Barat, dan Lombok Barat menjadi kabupaten/kota yang kedua.

Kolaborasi antara Provinsi dengan Kabuapten/Kota diperlukan untuk kemajuan daerah dalam mewujudkan NTB Gemilang.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengatakan,  Deklarasi ODF (Open Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan dan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) merupakan kado Lombok Barat untuk Provinsi NTB yang akan berulang tahun pada 17 Desember nanti.

BACA JUGA: Hidup yang Lebih Baik, Mulailah Melakukan 5 Kebiasaan Pagi

“Kegiatan deklarasi ini adalah kado kami untuk Provinsi NTB yang akan berulang tahun yang ke 63 semoga kegiatan atau program yang digagas oleh Kabupaten Lombok Barat dapat bermanfaat bagi Provinsi NTB,” harap mantan Ketua KPU Provinsi NTB ini.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Asisiten 1 Provinsi NTB, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Kadis LHK Provinsi NTB, beberapa kepala perangkat daerah Lombok Barat, Camat Lombok Barat dan Kepala Desa Lombok Barat.

Nano

 




Pelajaran Setelah Banjir, Masyarakat Harus Sadar Potensi Bencana

Masyarakat perlu tahu potensi bencana, dan risiko-risiko bencana di sekitarnya, dan perlu tahu apa yang harus dilakukan bila melihat adanya potensi bencana.

MATARAM.lombokjournalcom ~ Saat menyampaikan santuan pada korban jiwa di Batu Layar, Lombok Barat, hari Selasa tanggal 7Desember 2021 lalu, Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan masyarakat agar  makin sadar potensi bencana.

“NTB adalah wilayah bencana. Dan mulai berperilaku ramah lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya,” katanya saat itu.

Diingatkan, Pemerintah juga tegas melarang pembalakan liar. Meski saat ini, penebangan kayu hutan beLum bisa dihentikan.

Baik membuang sampah maupu pembalakan liar punya potensi bencana banjir. Tak perlu lagi dijeaskan tetang ini, masyarakat sebenarnya sudah memahami itu.

Penting menerapkan perilaku masyarakat sadar bencana sangat mendukung upaya mitigasi.

BACA JUGA: Gerak Cepat Gubernur Zul, Tindaklanjuti Banjir di Dompu

“Perilaku masyarakat sadar bencana harus diterapkan dan dibiasakan menjadi pola hidup sehari-hari,” kata salah seorag pakar lingungan. Di saat musim hujan dengan curah yang tinggi masyarakat perlu mewaspadai potensi bencana di sekitarnya.

Misalnya, di daerah berpotensi longsor seperti rumah di area lereng bukit atau area yang di atasnya ada bukit, perumahan dekat sungai, jalur-jalur banjir bandang, perlu meningkatkan kewaspadaan.

Menyadari potensi bencana, dan dibarengi menerapkan perilaku masyarakat sadar bencana, akan mendorong kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Ini yang akan mendukung upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat. Masyarakat perlu tahu potensi bencana, dan risiko-risiko bencana di sekitarnya. Masyarakat juga perlu tahu apa yang harus dilakukan bila melihat adanya potensi bencana.

Peran aktif masyarakat diperlukan untuk menyukseskan pengurangan risiko bencana. Berbagai persiapan sangat perlu untuk dilakukan dalam rangka menghadapi puncak musim hujan dan mengantisipasi bencana hidrometeorologi.

Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh fluktuasi keberadaan air yang ada di dalamnya termasuk curah hujan.

BACA JUGA: Nonton Acara Tradisi Empas Menanga Mual di Akar-Akar, Bayan

Memang diperukan upaya Pemerintah Daerah terus menerus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengurangan risiko bencana.

Minimalkan Risiko Bencana

Datangnya bencana sering tak bisa dihindari, tapi risiko bencana  harus diminimalkan. Masyarakat memag harus tanggap potensi bencana  di sekitarnya, baik bencana alam maupun bencana karena ulah manusia sendiri dari mulai bencana banjir, rob, tanah longsor, kebakaran, dan bencana lainya.

Bencana selalu menimbulkan kerugian harta benda, juga menelan korban jiwa. Tapi semua kerugian itu, termasuk korban jiwa, bisa diperkecil jika masyarakat memiliki budaya sadar akan potensi bencana sejak dini.

Karena itu penting membangun budaya kesadaran masyarakat, terutama yang tinggal di daerah wilayah rawan bencana. Kewaspadaan dini dan perilaku masyarakat yang mencerminkan budaya sadar untuk meminimalisir risiko bencana.

Bagaimana perilaku masyarakat akan budaya sadar bencana, khususnya masyarakat Lombok?

Ternyata umumnya masyarakat Lombok, seperti sempat diungkapkan pihak BPBD NTB, masih tergolong rendah.

Memang, di beberapa wilayah cukup baik pemahaman masyarakatnya akan kebencanaan. Tapi di sebagian besar wilayah lainnya masih tergolong rendah.

Budaya sadar bencana di tengah masyarakat bisa didorong dengan koordinasi pihak BPBD kelompok masyarakat, media, organisasi masyarakat (ormas) untuk terus bersama-sama mengkampanyekan budaya sadar bencana.  tersebut sebagai upaya edukasi dan literasi kebencanaan terhadap masyarakat.

Perilaku Masyarakat

Setelah peristiwa gempa Lombok yang menelan korban jiwa tidak sedikit, serta kerugian material yang sangat besar, pengetahuan masyarakat seputar bencana memang cenderung meningkat.

Meski demikian, seperti diungkapkann Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho (saat itu), pengetahuan bencana belum menjadi perilaku masyarakat.

Contoh perilaku yang tidak sejajar dengan engetahuan itu, misalnya masih banyaknya masih ada masyarakat yang bertahan di dataran tinggi (bukit) meski jelas-jelas ada ancaman longsor.

Atau tetap bertahan tinggal di bataran sungai meski ancaman banjir jelas terbukti bahkan telah menelan korban jiwa. Di Lombok Utara, webagain masyaarakat menolak di relokasi, meski di wiayahya itu sangat rawan bencana gempa bumi.

Pengetahuan masyarakat yang cenderung meningkat sejak kejadian gempa, namun pengetahuan itu belum menjadi sikap dan perilaku. Perilaku sehari hari belum  mengkaitkan dengan ancaman bencana yang ada.

Sebenarnya, mitigasi bencana sudah dijalankan, artinya sosialisasi, gladi evakuasi, dan pelatihan mengenai bencana, setidaknya berhasil menekan angka korban jiwa.

Pemerintah melalui BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan jalur evakusi dengan memasang banyak rambu. Selain itu, latihan dan gladi resik juga sering dilakukan.

Bahkan pendidikan kebencanaan dan mitigasi juga sempat menyasar para pelajar.

Tapi kalau kesadaran masyarakat akan potensi bencana masih rendah, apalagi perilakunya yang justru retan menjadi korban, itu memang perkara yang tak mudah dijelaskan

Mas

(dar berbagai sumber)




Wabup Lombok Utara Tanam Pohon di Desa Senaru

Kegiatan tanam pohon di Desa Senaru bertujuan mengajak masyarakat bertaggugjawab terhadap kelestarian lingkungan di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto  ST MEng melakukan penghijauan dengan penanaman pohon, di Desa Senaru Jum’at (10/12/21).

Penghijauan di Desa Senaru merupakan rangkaian dari beberapa penghijauan yang telah dilaksanakan di beberapa tempat di Kabupaten Lombok Utara dimana Penanaman pohon diinisiasi oleh Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL) bekerjasama dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB.

Kegiatan tanam pohon yang diinisiasi OPAL dan INTI NTB

Tanam pohon sebagai tanggung jawab menjaga ingkungan

Wabup Danny menyampaikan apresiasi kegiatan penanaman pohon dan mengajak masyarakat bersama-sama memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan di Lombok Utara.

BACA JUGA: Kirab Pataka NTB 2021, 63 Tahun Terbentukya NTB

Penghijauan juga bertujuan untuk menjaga kelestarian alam terlebih pada  musim kemarau tidak terjadi kekeringan dan apabila musim penghujan tidak terjadi banjir.

“Saya atas nama Pemerintah Daerah mengapresiasi yang sebesar-besarnya terhadap kegiatan penghijauan ini,” tuturnya.

Wabup Danny juga menginginkan kontribusi multipihak dalam membangun Bumi Tioq Tata Tunaq  dan  apa yang diikhtiarkan  bisa menjadi sebuah warisan pada generasi penerus.

Kepala Desa Senaru Akria Buana mengajak masyarakat untuk peduli terhadap alam dan lingkungan sekitar mengingat Desa Senaru adalah salah satu pintu masuk menuju kawasan Geopark Rinjani.

“Kegiatan penanaman pohon ini juga sebagai  penopang potensi wisata yang ada di Lombok Utara khususnya di Desa Senaru,” tuturnya.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bibit pohon oleh Wakil Bupati  kepada Kepala Desa Senaru yang dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama.

BACA JUGA: Budidaya Madu Trigona, Harapan Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Hadir dalam kegiatan penanaman pohon itu, Pj.Sekda  KLU Anding Duwi Cahyadi SSTP MM, Camat Bayan Denda Peniwarni, SE, Ketua INTI NTB S. Widjanarko, Kepala Desa Senaru Raden Akria Buana,Ketua OPAL Jaharudin, S.Sos dan undangan lainnya.

@ng

 




Sekda NTB Dukung Program Duta Konservasi 100.000 Pohon

Program Duta Konservasi dengan kegiatan menanam 100.000 bibit pohon di hutan dan lahan kritis di Pulau Sumbawa, medidik generasi penerus untuk peduli lingkungan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Program “Lomba Duta Konservasi Tingkat Pelajar SMA/SMK, Gerakan Menanam 100.000 Pohon Se Pulau Sumbawa” akan dilaksanakan Dewan Pelaksana Geopark Nasional Tambora-SAMOTA Biosphere Reserve, yang bekerjasama dengan beberapa lembaga.

Di antaranya Dinas Dikbud Provinsi NTB, Dinas Dinas LHK Provinsi NTB, Dinas ESDM Provinsi NTB, BPDAS HL DMY NTB, BKSDA Provinsi NTB, Balai Taman Nasional Tambora, Kwarda Pramuka NTB, Pemkab/Pemkot Se Pulau Sumbawa, dan lai-lain.

Program Duta Konservasi melibatkan 80.000 siswa se Sumbawa Program Duta Konservasi se Sumbawa

Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. H. Lalu Gita Aryadi, M.Si, mengapresiasi  dan mendukung kegiatan Lomba Duta Konservasi ini.

BACA JUGA: Bang Zul Bidik NTB Jasi Tuan Rumah PON XVIII

“Karena kegiatan tersebut sejalan dengan program Pemprov NTB yaitu NTB Hijau, NTB Asri,” kata Sekda .Diharapkan kegiatan ini menginspirasi untuk lebih menjaga lingkungan kita.

“Mendidik siswa SMA/SMK yang merupakan generasi penerus bangsa untuk peduli pada lingkungannya,” ujar Lalu Gita.

Sekda NTB menyampaikannya saat menyampaikan sambutan Rapat Koordinasi (Rakor) Lomba Duta Konservasi  via Zoom, Kamis (09/12/21)

Rakor yang diikuti 110 peserta ini dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda NTB, Ir. Muhammad Husni, M.Si. Menghadirkan pemaparan dari Kepala Dinas LHK NTB, Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F, M.Si, Kadis ESDM NTB melalui Ketua Pengda Ikatan Alumni Geologi (IAGI) NTB, Kusnadi, ST. M.Sc, Kepala Dinas Dikbud NTB yang diwakili Kabid Kebudayaan, Ahmad Fairuz Abadi, SH.

General Manager Dewan Pelaksana Geopark Nasional Tambora-SAMOTA Biosphere Reserve, Ir. Hadi Santoso, ST, MM, IPM menjelaskan, kegiatan yang direncanakan akan berlangsung pada pertengahan bulan Desember 202.

Kegiantannya  menanam 100.000 bibit pohon di hutan dan lahan kritis di Pulau Sumbawa, sesuai peta dari Balai KPH/Dinas LHK NTB.

Penanaman pohon ini melibatkan 80.000 an siswa SMK/SMA se Pulau Sumbawa.

BACA JUGA: Gerak Cepat Gubernur Zul Tindaklanjuti Banjir di Dompu

Kegiatan ini non budgeting APBD/APBN. Jadi agar sukses akan memaksimalkan kolaborasi dengan instansi terkait.

“Kami meminta bibit pohon kepada BPDAS HL DMY NTB. Sementara, penanaman kita akan melibatkan Siswa SMK/SMAN se Pulau Sumbawa dengan system Lomba Duta Konservasi. Dimana siswa bukan hanya menanam, tapi wajib merawat pohonnya selama empat bulan,” jelas Hadi.

Mas

 




Korban Jiwa Bencana Banjir di Batu Layar Terima Santunan

Agar bisa engantisipasi bencana banjir warga, agar masyarakat makin sadar potensi bencana karena NTB adalah wilayah bencana

LOBAR.lombokjournal.com ~  Santunan diberikan kepada empat keluarga korban meninggal dunia di Dusun Batu Layar Utara, Desa Batu Layar, Lombok Barat.

Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah menyerahkan uang tunai kepada korban meninggal, juga menyerahkan bantuan berupa sarung, masker, sabun, popok bayi, karpet plastik dan makanan cepat saji kepada warga terdampak banjir, Selasa (07/12/21).

“Semoga diberikan ketabahan menghadapi Bantuan masyarakat yang terdampak bencana banjirmusibah dan yang sekarang sedang di pengungsian agar tidak trauma berkepanjangan”, ujar Wagub di Desa Batulayar.

Pada Kesempatan tersebut Ummi Rohmi juga mengimbau warga, agar  makin sadar potensi bencana karena NTB adalah wilayah bencana. Dan mulai berprilaku ramah lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

BACA JUGA: Wagub Tinjau Korban Bencana Banjir dan Longsor di Lobar

“Pemerintah juga tegas melarang pembalakan liar,” tambah Ummi Rohmi.

Salah seorang warga terdampak, Sabariatun (35 tahun) berharap pemerintah secepatnya memberikan bantuan perumahan.

“Rumah saya hancur dan motor hanyut terbawa banjir,” katanya.

Perempuan yang sedang hamil tujuh bulan ini mengaku tak ada yang tersisa dari rumahnya. Suaminya  karyawan hotel, baru bekerja dua bulan dan harus berhenti karena pengurangan pegawai.

“Anak saya dua orang dan ini mengandung anak ketiga. Semoga banyak bantuan juga yang datang setelah keadaan normal,” tuturnya.

BACA JUGA: Curah Hujan Tinggi, Ada Faktor Lain Selain La Nina

Korban terdampak

Pasca kejadian bencana banjir, Senin (06/12), Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB merilis situasi mutakhir 07 Desember, per 12.00 Wita, korban terdampak sejumlah 5.399 orang di empat kecamatan, yakni Gunung Sari (2.849 KK), Batulayar (1.250 KK), Lingsar (81 KK) dan Sekotong (1.222 KK). Korban jiwa empat orang, luka luka empat orang dan satu orang dinyatakan masih hilang.

Di Kota Bima, 5.457 orang terdampak banjir di kecamatan Asakota, Rasanae Barat,  Raba dan Mpunda di keluarahan Kendo (83 KK), Ntobo (100 KK), Penanae (225 KK, Penaraga (115 KK), Penatoi (239 KK), Lewirato (400 KK), Jatiwangi (402 KK), Santi (178 KK), Nae ( 1.094 KK), Sarae (475 KK), Melayu (1.167 KK), Ule (450 KK), Mande (35 KK), Matakando (26 KK), Pane (116 KK), Tanjung (319 KK), Dodu ( 3 KK), Sadia (30 KK).

Sarana dan fasilitas umum yang rusak akibat banjir masih dalam proses pendataan.

Saat ini sesuai rilis BPBD, dua jembatan putus di Meninting dan Lembah Sari. Sedang unit rumah rusak di Lombok sebanyak 448 unit dan satu fasilitas puskesmas pembantu di kota Bima.

Nn

 




Wagub Tinjau Lokasi Bencana Banjir dan Longsor di Lobar

Dengan kesiapan menerapkan Desa Tangguh Bencana (DESTANA), berarti masyarakat di tiap desa menyadari potensi bencana yang ada di sekitarnya.

LOBAR.lombokjournal.com ~ Semua desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) harus siap menerapkan program unggulan NTB Gemilang, yaitu Desa Tangguh Bencana (DESTANA).

 Hal itu dikatakan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah usai mengunjungi lokasi terdampak banjir dan longsor di tiga desa, Selasa (07/12/21).

Wagub enyampaikan bantuan masyarakat yang terdampak bencana Wagub saat meninjau bencana banjir dan tanah longsor di Lobar

Lokasi yang ditijau yaitu di Desa Batu layar Utara Kec. Batulayar, Desa Kekait Daye dan BTN Bayangkara Desa Ranjok, Gunung sari, Kabupaten Lombok barat.

Akibat hujan deras sejak Senin (06/12) dini hari hingga pagi,  menyebabkan banyaknya korban dan rusaknya berbagai infrastruktur.

BACA JUGA: Hujan Deras Hingga Pagi, Waspada Luapan Air dan Longsor

Wagub mengatakan, maksud dari Desa Tangguh Bencana, yaitu menyadari potensi bencana yang ada di sekitarnya.

“Sehingga siap-siap dan paham apa yang harus dilakukan. Dan itu harus skala desa dan ini yang sedang kita perjuangkan sekarang,” tutur Ummi Rohmi.

DESTANA adalah desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi, dan menghadapi ancaman bencana serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan.

Perlunya kesadaran masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal, tidak boleh ilegal logging, dan soal sampah harus dikelola dengan baik.

“Contoh misalnya kita punya rumah di pesisir hutan, karakteristik bencana seperti banjir, longsor dan sebagainya, sehingga kita harus memastikan kondisi hutannya tidak boleh gundul, posisi rumah juga harus diperhatikan,” jelas Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi juga meninjau langsung kondisi warga yang telah dievakuasi di pengungsian.

“Anak-anak kita alhamdulillah terlihat bahagia, karena mereka masih anak-anak belum tau apa-apa ya.. yang terpenting mereka tidak terpengaruh mentalnya dan tetap semangat,” tuturnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat merilis data sementara, Selasa (07/12) korban terdampak banjir di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 5.399 KK dan di Kota Bima sebanyak 5.457 KK.

BACA JUGA: Peningkatan Curah Hujan, Ada Faktor Lain Selain La Nina

Pemprov NTB juga telah mendistribusikan bantuan di 3 Kabupaten/Kota terdampak bencana banjir dan longsor.

Bantuan berupa bantuan makanan siap saji, matras tempat tidur, terpal atau tenda, selimut, paket sandang dan kebutuhan lainnya di lokasi yang terdampak.

Nn