DLH KLU Peringati HPSN dengan Gerakan Pengurangan Sampah

Dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), semua OPD lingkup Dinas Lingkungan Hidup atau DLH KLU melakukan gerakan pengurangan sampah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Lingkungan Hidup (LH) bersama Dinas Perhubungan dan Organisasi Swadaya Masyarakat (LSM) Kabupaten Lombok Utara melaksanakan kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang dipusatkan di Desa Gili Air, Kecamatan Pamenang Kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan itu merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor : SE.1/MENLHK/PSLB3/PLB.0/1/2022 tentang sampah Nasional tahun 2022.

Gerakan pengurangan sampah dilakukan DLH KLU
Sampah dimasukkan dalam kantong plastik

Kepala Dinas LH, Drs Rusdianto, MSI didampingi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup DLH, H Husnul Ahadi mengatakan, sesuai isi dan surat dari Plt. Setda Nomor. 188.64/286/Setda/2022 tertanggal 9 Februari 2022 M/8 Rajab 1443 H, untuk memperingati HPSN pada tanggal 21 Februari yang berlangsung tiap tahun. 

Semua OPD di lingkup Pemda Kabupaten Lombok Utara dihimbau berpartisipasi melakukan mengurangi sampah, misalnya menggunakan kemasan sekali pakai pada acara rapat/pertemuan, Penggunaan botol/tempat minuman isi ulang,  

Tidak kalah pentingnya, melaksanakan pengelolaan sampah secara ramah lingkungan dengan cara tidak melakukan pembakaran sampah, termasuk melakukan pemilahan sampah serta pengelolaan sampah dengan Reduce, Reuse,Recycle atau 3R.

BACA JUGA: Budidaya Udang Vaname, Gencar di Empat Kecamatan KLU

Selain itu juga melaksanakan gerakan kebersihan di lingkungan di masing masing OPD pada Hari Jum’at tanggal 18 Februari 2022.

Peringatan HPSN pertama kali dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 21 Februari 2005 lalu, dan menetapkan tanggal tersebut untuk mengenang tragedi di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat. 

Pada peristiwa itu, sedikitnya 157 jiwa melayang akibat ledakan gas metana dari tumpukan sampah. 

“Belajar dari kejadian tersebut, pengelolaan sampah merupakan hal yang harus dilakukan dengan serius,” tutur H Husnul Ahadi pada wartawan, Jum’at (18/02/22). 

Tahun ini, HPSN mengambil tema “Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Proklim”.

Peringatan itu bertujuan memperkuat komitmen dan peran aktif Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pengelolaan sampah dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi. 

Selain itu untuk memperkuat partisipasi publik dalam upaya menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi dengan gerakan memilah sampah.

Kepala Dinas LH, tidak menafikkan, sampah selalu menyertai kehidupan yang berujung pada konsekuensinya pada penumpukan. 

Penanganan terlambat akibat keterbatasan armada dan tenaga operasional menjadi penumpukan sampah di masa pandemi memang kian meningkat, terutama ‘Sampah Covid’ seperti masker sekali pakai, dan sebagainya. 

HPSN bisa dijadikan momen untuk meningkatkan kesadaran dalam penyelesaian masalah sampah. 

DLH KLU meggerakknsemua OPD melakukan pegurangan sampah

“Masyarakat bisa berkontribusi dalam pengelolaan sampah dengan mengurangi penggunaan barang sekali pakai, dan memilah sampah berdasarkan jenisnya,” tutur Rusdianto.

BACA JUGA: Wagub NTB: LP Harus Memberikan Siaran Sehat dan Berkualitas

Dinas LH KLU mengerahkan semua staf dan sejumlah kader lingkungan beserta Pokdarwis Desa Gili Indah. Hal sama juga dilakukan Kepala Desa Gili Indah, Wardana, SE, dengan mengerahkan seluruh staf dan PKK, Kadus, RT hingga masyarakat Gili Indah dalam kegiatan Bersih bersih sepadan pantai, jalan jalan Desa, RT, halaman rumah di Desa Gili Indah.***

 




Pabrik Bata dari Sampah Plastik di NTB, Ini Pertama di Asia

Satu masalah linkungan teratasi, NTB membangun pabrik memanfaatkan sampah plastik jadi bahan baku pembuatan bata 

BANYUMULEK.lombok journal.com ~ Peletakan batu pertama pembangunan Pabrik Block Solutions di Banyumulek, Lombok Barat, dilakukan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Duta Besar Finlandia, Jari sinkari, Selasa (08/02/22)

Gubernur jelaskan pembangunan pabrik bata

Pabrik Block Solutions oleh  “Classroom of Hope (COH)” ini akan memproduksi batu bata yang bahan bakunya dari sampah plastik. 

Pabrik batu baa dai sampah plastik ini merupakan yang pertama di Indonesia sekaligus di Asia. 

“Kami ingin memastikan green energy dan green tourism, adalah keharusan. Ini adalah masa depan untuk NTB,” kata gubernur. 

Gubernur Zul menjelaskan, peletakan batu pertama merupaakan tahapan pembangunan awal. 

Ke depan, sampah plastik yang kerap menjadi masalah akan menjadi berkah bagi masyarakat NTB. 

“InsyaAllah jika pabrik ini sudah jadi, maka kebutuhan bahan bakunya adalah sampah – sampah plastik sehingga masyarakat akan berburu sampah plastik,” kata Bang Zul. 

BACA JUGA: Gubernur Terpukau Saat Kunjungi Kampung Oksigen di Lombok Tengah

Diharapkan investasi senilai 2.3juta euro tersebut berjalan akan lancar. 

“Kita sangat bersahabat dengan investor, jika ada kendala, hubungi kami. Kami akan memberikan solusi terbaik,” ujar Bang Zul. 

Senada dengan Gubernur, Wagub NTB Sitti Rohmi menjelaskan, contoh pembangunan dari bata plastik yang telah dibangun di NTB yakni di SDN 04 Medas Lombok Barat. 

“Produknya itu bata plastik. Contohnya sudah ada. Sekolah dan rumah terbuat dari bata plastik,” jelasnya. 

Diegaskannya, pembangunan Block Solutions ini adalah jawaban dari berbagai masalah lingkungan di NTB. Dan bentuk nyata implementasi Program unggulan NTB Hijau dan NTB Zero Waste. 

“Jika sudah jadi pabriknya, maka plastik-plastik bisa menjadi bahan baku. Ini luar biasa. Dengan hadirnya pabrik ini juga menjawab SDGs, yakni masalah lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan yang lainnya,” kata Ummi Rohmi. 

Sementara itu, Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Jari Sinkari mengaku bahagia sekaligus bangga kerjasama Finlandia dan Indonesia selama ini berjalan baik. 

BACA JUGA; Gubernur Minta Ummat Hidu di KLU Jaga Keberagaman

Gubernur dan Wakil Gubernur usai peletakan batu perama pabrik bata

Terlebih di kesempatan ini NTB akan membangun dengan tujuan mulia. 

“Banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama, dan ini adalah pekerjaan bersama, bagaimana kita menjadikan dunia tempat yang lebih baik,” jelas Dubes.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Perwakilan Bupati Lombok Barat, perwakilan Kapolda, dan para Kepala Perangkat Daerah lingkup pemprov NTB.***

 




Gubernur Zul Terpukau saat Kunjungi Kampung Oksigen di NTB

Kelurahan Leneng di Lombok Tengah disebut ‘kampung oksigen’ karena bersih dan asri, membuat Gubernur Zul puji kebersihannya

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Zulkieflimansyah terpukau dengan keberhasilan Kelurahan Leneng yang mampu mengembangkan destinasi wisata bersih dan asri. 

Gubernur singgah di Kampung Oksigen

Saking asrinya, Leneng disebut sebagai “Kampung Oksigen”. 

Dinamakan ‘kampung oksigen’ karena benar-benar bersih dan asri. Kalau ada kemauan dan keteladanan bersih dan asri itu bukan hal mustahil.

“Luar biasa Leneng!” puji Bang Zul saat kunjungan kerja di Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (07/02/22).

Menurutnya, Leneng dan Kecamatan Praya pada umumnya kini mulai hijau dan asri. Banyak perubahan, tampak terlihat indah dan sejuk. 

Ia berharap kepada lurah dan camat dapat mengembangkan wilayahnya di Lombok Tengah sehingga kampung oksigen dapat dikenal wisatawan lokal dan mancanegara. 

BACA JUGA: Gubernur Minta Umat Hindu di KLU Jaga Keberagaman

Sehingga saat MotoGP di Mandalika, akan menjadi titik khusus untuk berkunjung dan berwisata di Kabupaten Lombok Tengah.

Senada dengan Gubernur NTB, Kadis DLHK Provinsi Ir. Madani Mukarom mendukung pengembangan kampung oksigen di Leneng. 

“Untuk itu jangan putus berkomunikasi dan berkoordinasi, agar yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat kami fasilitasi, untuk mendorong percepatan zero waste,” jelas Madani.

Sementara itu, Camat Praya, Baiq Murniati menyatakan kesiapan wilayahnya terus mengembangkan kampung oksigen.

“Insya Allah kami akan dorong pembentukan kampung oksigen. Karena berawal dari persoalan sampah di Leneng, sehingga berbagai kegiatan berbasis lingkungan terus kami dukung, termasuk bersinergi dengan Pemprov. NTB,” ujarnya.

Selain itu, Ketua Pokdarwis Kampung Oksigen, Lalu Muh. Isnaini menjelaskan, kegiatan kampung oksigen ini berbasis lingkungan.

Merubah perilaku masyarakat seperti mengelolah sampah, dengan memilah dan memilih sampah organik dan non organik. Sehingga perilaku membuang sampah mulai berkurang.

“Kami awali penanganan sampah berbasis rumah tangga, ibu-ibu di edukasi agar memilah sampah organik dan menjualnya ke bank sampah,” jelas mantan Lurah Leneng ini.

Begitupun peran masyarakat terhadap kegiatan di lingkungan terus didorong. Karena persoalan sampah ini bukan masalah tugas, tapi masalah kesadaran. 

Selain itu, menurutnya kelurahan Leneng juga melakukan siaga bersih dan siaga lestari. 

Tidak hanya mengelola sampah tapi membuat biopori dengan Program 1.000 biopori.

Sehingga sekarang masalah banjir akibat sampah dan drainase tersumbat berkurang. Gerakan menanam pohon untuk penghijauan juga secara masif semakin banyak di Leneng.

RangkAian kegiatan yang memanfaatkan sektor pertanian sebagai objek utama, dengan melibatkan paRtisipasi masyarakat aktif yang berada di tengah kota Praya.

BACA JUGA: Hari Pers Nasional (HPB) 2022 Mengangkat Isu Lingkungan

“Dari situlah mulai terbangun agrowisata di tempat kami. Memanfaatkan lahan untuk penghijauan di sekitar IPDN,sehingga tercipta tempat yang sejuk dan indah,” tambanya.

Warga Leneng berdialog dengan gbernur

Ada banyak destinasi wisata di Leneng, satu di antaranya ada “Mini Forest” Portir Indonesia. 

Mini forest dibangun untuk menjaga ekosistem yang dicirikan oleh pohon-pohon yang cukup rapat yang berhubungan dengan masyarakat, dan tumbuhan dari berbagai ukuran untuk menghasilkan siklus air dan oksigen yang baik.

Turut mendampingi Gubernur NTB, Kaban Kesbangpol, BPKAD, Kadis LHK, Kasat Pol PP dan Karo Kesra. Hadir pula pada kegiatan tersebut, Sekcam Praya, Lurah Leneng dan penggiat lingkungan. ***

 

 

 

 




NTB Siap Kerjasama Energi Terbarukan dengan Denmark

NTB menyambut baik kedatangan Kedubes Denmark yang  akan mensupport NTB, dalam pengembangan energi terbarukan

MATARAM.lombokjournal.com ~  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyambut baik kedatangan rombongan Kedutaan Besar Denmark untuk Indonesia dalam rangka membahas kerjasama terkait pengembangan energi terbarukan di Provinsi NTB, Kamis (27/01/22).

Gubernur mengaku senang menyambut kerjasama ini. 

Membicarakan bantuan energi terbarukan untuk NTB

“Terimakasih atas supportnya untuk NTB, terutama dalam pengembangan energi terbarukan untuk mewujudkan NTB Net Zero Emission 2050,” ungkap Gubernur Zul.

Ia menyampaikan hal itu  saat menerima kunjungan Dubes Denmark dan rombongan di ruang kerjanya.

Pertemuan dengan Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Lars Bo Larsen, tersebut dilakukan guna membahas lebih lanjut mengenai Sustainable Island Initiative (SII) pasca COP-26 lalu.

“Kita harap nantinya dengan adanya kerjasama ini, pemerintah daerah akan mampu mengembangkan SII dan sumber energi yang tentunya ramah lingkungan,” tutur Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB.

Beberapa poin penting yang menjadi pembahasan Duta Besar Denmark, H.E Larsen, antara lain mengenai tindak lanjut kegiatan kerjasama SII di sektor energi

BACA JUGA: Event MotoGP Makin Dekat, Gubernur Opimis Makin Siap

Kemudian terkait pemutakhiran rencana SII tahap II, serta pembaharuan kemajuan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa di NTB.

“Kami sangat tertarik bekerjasama dengan NTB, ini merupakan bagian dari kerjasama Indonesia-Denmark. Tata cara produksi dan pengelolaan sampah di NTB bagus. Kita juga ingin menerapkan Lingkungan Hidup Berkelanjutan serta meningkatkan pembangkit energi terbarukan di NTB,” jelas H.E Larsen. 

BACA JUGA: Empat Inovasi dari Kecamatan Gangga Dilaunching Bupati

Turut mendampingi Gubernur pada pertemuan tersebut, yaitu Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dinas ESDM Provinsi NTB serta Direktur Utama PT GNE NTB. ***

 




Wabup Danny Serah Terimakan Tempat Pengolahan Sampah

Serah terima Tempat Pengolahan Sampah dilakukan Wabup Lombok Utara, diharapkan jadi pemicu munculnya inovasi lain terkait pengolahan dan pemanfaatan sampah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan, ST., M.Eng  menghadiri acara Serah Terima hasil pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) yang di pusatkan di Dusun Kendang Mamben, Desa Anyar Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (19/01/22).

Dany Karter mengatakan, penganggaran TPS 3R bersumber dari dana DAK Reguler Kab Lombok Utara th 2021 yang besarannya masing-masing Desa Rp 600 Juta. 

Usai wabup menyampaikansambutannya

 

Dana alokasi khusus tahun anggaran 2021 untuk tiga (3) TPS 3R yakni, Dusun Kendang Mamben Desa Anyar, Desa Akar Akar, Kacamatan Bayan, dan Desa Sokong Kecamatan Tanjung, masing masing sebesar Rp600 juta. 

“Kita harapkan desa-desa lainnya, menjadi contoh nantinya dan  bank sampah di desa ini bisa bersinergi, harus bisa dimanfaatkan dengan baik,” terang Danny. 

“Sampah kalau dikelola dengan baik bisa bermanfaat dan menghasilkan uang,” tambahnya. Adanya TPS3R ini nantinya akan menjadi pemicu untuk munculnya inovasi-inovasi lain terkait pengolahan dan pemanfaatan sampah.

“Kita berharap ini menjadi trigger bagi kita semua, terutama sekali bagi Desa dan Dusun untuk bisa memberikan sentuhan program di bidang persampahan ini,” tambahnya.

BACA JUGA: Jelang MotoGP, Pemprov dan Pemda Lobar Dandani Bundaran Gerung

Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup KLH KLU, Drs Rusdianto,MM yang didampingi Sekdis, H Husnul Ahadi bersama Kabid dan staf KLH. 

Rusdianto dalam penyampaiannya mengatakan, timbunan sampah di wilayah Kabupaten Lombok Utara per tahun berkisar 30.000 ton dan penangannya jadi PR bersama.

“Pembangunan untuk Tiga unit TPS 3R yang di serah terimakan hari ini menelan anggaran sebesar 1,8 Miliar Rupiah, atau satu unitnya sekitar 600 juta, dan dengan metode pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

Dikatakannya, bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk pembangunan gedung dan sarana-prasarana penunjang operasional TPS 3R, pengadaan motor roda tiga pengangkut sampah, mesin pengolah sampah organik, dan pengayak kompos, serta sarpras pendukung lainnya,” jelas Rusdianto.

Pesannya Kepada Desa dan KPP agar operasional TPS 3R dapat berjalan dengan baik, berkelanjutan dan berkesinambungan.

“Setelah dilaksanakan serah terima TPS 3R ini, kelompok pemanfaat dan pemelihara atau KPP memiliki tugas yang besar dalam penanganan persampahan di desa masing-masing,” jelasnya.

Pengembangan TPS 3R supaya tercipta operasionalisasi TPS yang berkelanjutan dan berkesinambungan. 

Diharapkan, ada kolaborasi yang solid antara Kementerian PUPR, Pemerintah Kabupaten dan KPP TPS 3R dalam mensukseskan program Ini. 

BACA JUGA; Sukseskan MotoGP, Media Lokal NTB Siap Kolaborasi

“Sampah bagi sebagian orang masih dianggap sebagai bahan yang tidak berguna, paradigma inilah yang harus perlahan kita ubah menjadi pemahaman bahwa sampah itu dengan konsep 3R maka sampah itu bisa menjadi sesuatu yang kita manfaatkan,” katanya.

Wabup bersma jajranya dalam serah terima TP3R

Kepada Desa dan kelompok yang mendapatkan program ini, diminta bisa memanfaatkan dengan baik, disamping menjadi pionir dalam pengolahan sampah, pionir dalam mengembangkan paradigma baru terkait sampah.

“Kita ingin nanti setahun-dua tahun kedepan, ingin mendengar Desa Desa yang memiliki TPS 3R menjadi pelopor bagi persoalan sampah” pungkasnya.

Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan serah terima berita acara dari Satker kepada Pemerintah Desa.

Hadir juga pada kesempatan tersebut, Staf Ahli, Simparudin, Kadis Kesehatan, dr. Abdul Kadir, Kadis PUKLU, Kaharizal,ST, Kabid Peternakan, dr Sarudi mewakili DKP3 KLU, Perwakilan OPD Perhubungan Camat Bayan, Denda, Peny Warni, SE, Kades Anyar, Ir Rusni, Kades Akar Akar, Akarman,S.Sos, Plt. Kades Sokong, Saiful, Kepala UPTD Bayan, Awaludin, S. Sos, UPTD Tanjung, Aki Suaharti, SP, Babin, Bimaspol dan Tiga Kelompok Masyarakat Pengelola Sampah, Berkarya Desa Anyar, Berikut Maju, Desa Akar Akar dan Wdan Bunga Teratai Desa Sokong.***

 




Wagub NTB Launching Sekolah Sehat, Tanamkan Cinta Lingkungan  

Wagub NTB penting menanamkan pola pikir cinta ingkungan pada siswa

MATARAM. lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djallah melaunching sekolah sehat di SMAN 1 Mataram, dan berharap agar pola pikir cinta lingkungan pada siswa benar-benar ditanamkan selama masa sekolah.

“Kita harus betul-betul menanamkan edukasi mencintai lingkungan pada level mereka sebelum masuk Universitas. Sehingga anak anak Indonesia, anak – anak NTB pola pikir tentang lingkungan sudah benar,”.

Wagub NTB besam guu SMA 1 Mataram

Wagub NTB mengatakan itu pada acara Launching Sekolah Sehat SMANSA Mataram, Sabtu (15/01/22).

Selain itu, Net-Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 di Indonesia harus dapat dicapai, dampak gas karbon dapat menggangu lingkungan sekitar.

Kita tahu gas karbon sangat mengganggu kehidupan kita, dengan banyaknya gas karbon, akhirnya sinar matahari yang turun tidak semua bisa dipantulkan tetapi harus diserap dengan bumi, akhirnya terjadilah pemanasan global , hal ini bahaya jika kita biarkan,” tutur wagub..

Sebagai alumni SMANSA Mataram, Ummi Rohmi juga menceritakan masa lalu, mengambil jurusan teknik kimia di Institut Teknologi Surabaya (ITS) tidak luput dari peran seorang guru kimia yang mendidik dengan tulus, menyenangkan dan sangat menyenangkan.

BACA JUGA: Bupati Djohan Resmikan Gedung Perpustakaan KLU

“Guru yang menyenangkan, enak dan membuat kita belajar kimia sebagai sesuatu yang menyenangkan akhirnya saya bisa masuk teknik kimia di ITS,” cerita Ummi Rohmi.

Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd menjelaskan, terkait kebijakan dari Dikud yaitu jejak Alumni dan One Shot : One Student One Tree.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Beli Sepatu Tenun Produk UMKM NTB

“Jadi satu murid akan meninggalkanbjejak satu pohon di setiap sekolah yang nantinya kami khususkan kepada anak yang akan tamat pada bulan April. Nanti kita akan bekerja sama dengan LHK dan kita akan di NTB,” jelas Kadis Dikbud NTB.

Kepala Sekolah SMAN 1 Mataram, Kun Andrasto, S.Pd mengatakan, bahwa tekad dan komitmen bersama bahwa untuk sekolah sehat memang layak dijaga dan dilestarikan.

“SMANSA Mataram harus bisa kita hijaukan dan bisa dibuktikan dengan banyaknya tanaman yang ada disini,” ucapnya.

Wagub bersama siswa berprestasi yang tingkat nasinal

Dalam acara tersebut, Wagub NTB juga memberikan penghargaan kepada para siswa berprestasi di tingkat nasional.

Di antaranya kepada Aurellia Sehrlina Siswanto, Baiq Shafira Salsabila, Izza Namira Atalia, Natasya Hadiatullah Buhari, Anisa Az-Zahra Salsabila, Reza Anggi Dwiputra, Audi Septiani Maura, Lentera Biru, Putri Namira Rifqah Maritza, Muhammad Ramizafiq Naufal Hakim dan Haris Raynor . ***

 




Wabup Lombok Utara Tanam Mangrove di Danau Gili Meno

FGD dan Rehabilitasi Mangrove Danau Gili Meno di Desa Gili Indah, diharapkan ada output yang mengupakan agar Gili makin indah dan keindahan ini bisa dinikmati generasi selanjutnya

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan, ST., M.Eng hadiri acara pembukaan Focus Group Discussion (FGD) dan Rehabilitasi Mangrove Danau Gili Meno di Desa Gili Indah, Sabtu (08/01/21).

Membuka FGD di Gili Meno

Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs. Rusdianto, M.Si, Camat Pemenang Datu Aryanata Bayu Aji, Kapolsek Pemenang IPTU Lalu Eka Arya serta undangan lainnya.

Wabup Danny dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada penyelenggara yang telah menginisiasi acara FGD dan rehabilitasi.

“Acara ini menunjukan bahwa selangkah demi selangkah kita telah mulai bangkit untuk kemajuan daerah setelah terpaan dua bencana besar yakni Gempa 2018 dan Covid-19,” tuturnya.

Kata Wabup, Pemda KLU telah berupaya secara bertahap untuk pemulihan ke tiga Gili baik infrastuktur dan lainya.

Kegiatan FGD dan rehabilitasi mampu menciptakan suasana Gili Meno yang makin indah dan terjaga supaya keindahan ini bisa dinikmati generasi selanjutnya.

BACA JUGA: Menderita Sakit Lutut? Cobalah Pengobatan Rumahan Ini

Objek wisata yang ada bukan hanya tanggung jawab kelompok, perorangan ataupun pemda, melainkan tanggung jawab kita bersama.

Diharapkan, melalui FGD ini ada output maksimal yang nantinya bisa diterapkan.

“Saya harap pemuda nantinya bisa membranding tempat wisata ini supaya makin menarik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kades Gili Indah Wardana, S.Pd menuturkan, danau yang ada bisa dijadikan objek wisata tambahan bahkan utama, karena selain laut ada danau yang bisa menjadi objek menarik bagi wisatawan.

“Apresiasi sebesar-besarnya bagi orang-orang yang terlibat dalam kegiatan ini,” katanya.

Di akhir acara, Wabup Danny bersama para tamu undangan melepas bibit ikan di Danau Gili Meno dan dilanjutkannya dengan penanaman pohon mangrove.

@ng




Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) XI Walhi NTB

Penyelenggaraan Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) XI Walhi NTB, diramaikan dengan pemilihan Direktur Eksekutif dan Dewan Daerah WALHI NTB Periode 2022 – 2027

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pertemuan Derah lingkungan Hidup (PDLH) ke XI dilaksanakan WALHI NTB, hari Kamis hingga Jum’at, 6 – 7 Januari 2022,, di Hotel Senggi Beach, yang diikuti lebih dari 35 undangan yang terdiri dari anggota lembaga dan anggota individu, Sahabat WALHI Se Nusa Tenggara Barat.

Sebelum sidang-sidang dilangsungkan, PDLH dibuka dengan Diskusi yang bertema, “Memperkuat wilayah kelola rakyat sebagai basis gerakan pemulihan lingkungan hidup di Nusa Tenggara Barat”.

Pertemuan Daerah Walhi NTB diikuti 35 undangan

Orgnisasi baru mewarnai pertemuan daerah Walhi NTB

Pembicaranya antara lain: Farid Riduanudin, Asmar Aswar, Amin Abdullah yang dipandu oleh Ogik.

BACA JUGA: Bupati Buka Pameraan Pesona Bonsai Dayan Gunung

Diskusi berkembang untuk mendorong WALHI menjadi organisasi yang didukung oleh basis yang kuat sehingga bisa melakukan advokasi dengan lebih efektif.

Kemudian acara dilanjutkan dengan Sidang-sidang PDLH XI WALHI NTB dengan agenda Pertanggung jawaban Direktur Eksekutif dan Dewan Daerah WALHI Periode 2017 – 202021, penetapan anggota baru WALHI NTB, yakni Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungam Hidup (OPAL KLU) dan  PAS Sembalun Lotim.

Puncak acara yang ditunggu-tunggu dalam perhelatan PDLH WALHI NTB adalah pemilihan Direktur Eksekutif dan Dewan Daerah WALHI NTB Periode 2022 – 2027. Setelah melalui kampanye, pemilihan dan penghitungan suara, maka terpilih Amri menjadi Eksekutif Daerah (ED) WALHI NTB Periode 2022 – 2027.

Dewan Daerah WALHI NTB sendiri ada Lima (5) orang dari 6 calon mensaftar, satu diantaranya mengundurkan diri setelah penyampaian Visi Misi.

Sisi lain, partisipasi Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL – KLU) yang dimulai hanya sebatas diikutsertakan sebagai peserta peninjau dalam kegiatan yang diselenggarakan, sejak PNLH XVIII tahun 2016, di Makassar dan PNLH XIX di Jogja 2011 yang lalu.

Demikian halnya pada pelaksanaan PDLH XI yang di selenggarakan  selama dua hari sejak tanggal 6 – 7 Januari 2022, Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL – KLU) di usianya ke 14 tahun berdiri, kemudian di undang sebagai peserta peninjau yang kemudian di tapkan OPAL KLU sebagai anggota WALHI pada PDLH XI di Mataram.

Dengan di tetapkannya status keanggotaan OPAL KLU, maka jumlah organisasi yang tergabung secara resmi pada PDLH Ke XI Walhi NTB, Jum’at 7 Januati 2022, berjumlah 31 Lembaga.

BACA JUGA: Dunia Penyiaran Ujung Tombak Revolusi Media Sosial

Gerakan partisipan dan atau anggota-anggota kendati sebagian besar lebih berorientasi pada program/pendamping masyarakat, terutama berkaitan dengan pemberian motivasi dan pemahaman pengembangan ekonomi dan kependudukan.

Keikutsertaan anggota baru WALHI NTB memberikan warna terhadap kegiatan kegiatan WALHI NTB pada tahun ini dan selanjutnya di masa masa yang akan datang, untuk “Memperkuat wilayah kelola rakyat sebagai basis gerakan pemulihan lingkungan hidup di Nusa Tenggara Barat ”

Pimpinan sidang Zico yang di dampingi Waton dan Baiq Nuraeni menetapkan Eksrkutif Daerah (ED) Walhi NTB Amri Nuryadin, dengan perolehan 19 suara. Sementara Rina Antika hanya memperoleh 11 suara.

Untuk ketua Dewan Daerah (DD) Walhi NTB, Juaen. (*)

 




Program Zero Waste di Sekolah, Membentuk Karakter Siswa

Program Zero Waste dengan kegiatan yang berhubungan dengan keselestarian lingkungan akan membentuk karakter siswa hingga di rumah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengungkapkan, program Zero Waste dan NTB Hijau, merupakan aktifitas yang dapat membentuk karakter siswa di sekolah.

“Kegiatan yang berhubungan dengan kelestarian dan menjaga lingkungan ini, harus ditanam kepada anak didik kita,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub.

implementasi Zero Waste di Sekoah

Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi jajaran Kepala Sekolah dan guru SMAN 1 Mataram (Smansa) terkait program  mendukung Zero Waste, Kamis (30/12/21) di Pendopo Wagub.

Agar siswa teredukasi dan menjadikan aktifitas berbasis lingkungan, seperti menanam pohon, menata taman, membiasakan dan memilah sampah, mengolah sampah dan limbah sampah, menjadi karakter siswa hingga di rumah dan lingkungan masyarakat.

“Siswa tidak hanya belajar memanfaatkan sampah, namun menjadi agen penggerak zero waste di lingkungan pendidikan,” ujar wanitawagub.

Sehingga tercipta lingkungan yang bersih, asri, hijau dan nyaman untuk warga sekolah dan masyarakat yang datang ke lingkungan sekolah.

BACA JUGA: Sambut Kapolda Baru, Gubernur Ingatkan Pentingnya Kekompakan

Berikan contoh dan pendidikan yang praktis dapat di lihat, di jalani dan dipraktekan siswa, aktivitas tersebut akan membekas di ingatan anak didik. Bahkan dapat mengubah cara pandangnya.

Selain itu, diingatkan Wagub, sekolah sebagai lingkungan pendidik, merupakan peran semua warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tata usaha, siswa hingga wali murid untuk memperbanyak aktivitas yang positif untuk meminimalisir hal yang negatif.

Ciptakan suasana sekolah yang selalu dirindukan dan selalu betah berada di lingkungan sekolah. Untuk itu, kepala sekolah maupun guru juga harus dapat menempatkan diri sebagai orang tua dan sahabat agar akrab dengan siswa.

“Siswa menjadi hormat bukan karena guru, namun hormat karena kasih sayang,”ujar alumni Universitas Negeri Jakarta tersebut.

Diakui Ummi Rohmi, sejak dulu Smansa selalu unggul dan favorit. Sebagai alumni ia berharap stigma ini harus terus ditingkatkan.

Apalagi diera sekarang banyak juga sekolah yang maju dalam segala hal, seperti prestasi akademik, olahraga dan bahkan lingkungan yang sehat.

“Smansa harus menjadi etalase bagi sekolah lain. Berikan contoh bagi sekolah lain. Cerminannya harus dengan tindakan,”tegas wanita yang dinobatkan sebagai wanita inspirasi NTB.

Lebih lanjut, wagub juga menyampaikan, bahwa tidak hanya SMAN 1 Mataram, namun sekolah SMA/SMK se-NTB, dapat membentuk karakter siswa dengan aktivitas berbasis lingkungan, seperti NTB Zero Waste dan NTB Hijau.

Kadis Dikbud Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqon, menyampaikan bahwa jajaran SMA/SMK, dari kepala sekolah, guru dan warga sekolah lainnya di NTB, sangat senang dengan aktivitas seperti pengolahan sampah, penataan taman dan penghijaun.

“Karena NTB Zero Waste dan NTB Hijau, searah dengan tujuan pendidikan juga, seperti sekolah sehat atau adiwiyata,” kata Doktor Aidy Furqon.

SMAN 1 merupakan sekolah sehat, yang menjadi contoh, yang diikuti sekolah lain di NTB.

BACA JUGA: Dusun Beraringan di KLU Jadi Dusun Terintegrasi

Disampaikan Kadis, jajaran Dikbud dipenataan manajemen sudah baik. Sehingga tahun 2022, pihaknya fokus untuk penataan manajemen SDM.

Sementara Kepala SMAN 1 Kota Mataram, Kun Andrasto, S.Pd., ia sangat mendukung berbagai kegiatan pelajar yang inovatif dalam mengolah sampah.

“Banyaknya sampah di NTB menjadi perhatian bersama dan memanfaatkan sampah menjadi nilai edukasi bagi siswa, sehingga kedepan dapat menjadi kebiasaan bagi siswa,”kata Kun sapaannya.

Ia berharap, Wagub sebagai alumni Smansa, dapat hadir dan motifasi siswa dan warga sekolahnya dalam rangka temu alumni pekan depan.

“Kehadiran Ummi Rohmi, spirit dan motifasi serta penyemangat bagi kami dan siswa,” harap Kun.

Turut mendampingi Wagub, Kadis LHK Provinsi NTB yang diwakili Kabid Pengolahan Sampah dan jajaran guru SMAN 1 Mataram.***

 

 

 




Capaian NTB Hijau, Meningkat Tutupan Hutan dan Jumlah Mata Air

Sejak tahun 2017, tercatat capaian program NTB Hijau, di antaranya indeks kualitas tutupan lahan/hutan, dan statistik jumlah mata air

MATARAM.lombokjournal.com ~ Indeks Kualitas tutupan lahan/hutan di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mengalami peningkatan. Sejak tahun 2017 hingga 2020 terjadi trend peningkatan dan terdapat peningkatan jumlah mata air.

“Indeks kualitas tutupan lahan/hutan sejak tahun 2017 hingga 2020 terjadi trend peningkatan dan terdapat peningkatan jumlah mata air pula, data tersebut kita dapat langsung melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI,” kata Wagub.

Capaian NTB Hijau dalam peta kehutanan

Rapat capaian NTB Hijau

Hal itu dikatakannya saat membuka Rapat Pembahasan Capaian dan Progres terkait NTB Hijau di Aula Pendopo Wakil Gubernur, Rabu (22/12/21).

BACA JUGA: Event MotoGP, UMKM dan Perhotelan Harus JAlin Kemitraan

Wagub berharap Dinas LHK, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dikbud dan DPMPD DUKCAPIL untuk bersinergi mewujudkan program NTB Hijau.

“Ayo kita saling jaga kekompakan dan sinergitas demi mewujudkan NTB Hijau ini, dimulai dari merancang langkah-langkah teknis yang jelas dan tidak hanya rencana belaka, namun realisasinya kurang. Tujuannya agar masyarakat kita ini sadar bahwa NTB ini memiliki komitmen menyelamatkan lingkungan dan konservasi hutan,” ujarnya.

NTB Hijau sendiri merupakan salah satu program unggulan Provinsi Nusa Tenggara. Sebagai komitmen Pemerintah NTB dalam menyelamatkan lingkungan dan konservasi hutan, mulai hulu hingga hilir.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidan dan Kehutanan Provinsi NTB Ir. Madani Mukarom, B.SC.F, M.Si menyampaikan beberapa capaian NTB Hijau.

Di antaranya meningkatnya indeks kualitas tutupan lahan/hutan, statistik jumlah mata air, memberikan kontribusi PAD dari KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan), dan menumbuhkan produk industri HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu).

Indeks kualitas tutupan lahan NTB tahun 2020 berada pada poin 66.74, selanjutnya terdapat peningkatan mata air dari tahun 2017-2020 sebanyak 203 titik mata air.

BACA JUGA: HBK Bantu Bus Sekolah dan 10 Ribu Bibit Pohon di Loteng

“Data ini adalah rilis langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Juga terdapat kontribusi peningkatan PAD melalui 16 KPH yang tersebar di NTB dan yang terakhir adalah penumbuhan produk industri HHBK yang dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi dan peningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Rapat Progress dan Capaian NTB Hijau tersebut diikuti oleh Kadis Dinas LHK NTB bersama jajaranya, Kadis DPMPD DUKCAPIL NTB dan Kadis Dikbud NTB.

Nano