Zero Waste Trekker, Upaya Selamatkan Rinjani

Wagub NTB berharap kegiatan Women Geo Adventure Camp yang digagas Geopark Rinjani dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dapat mendukung program Zero Waste 

LOTIM,lombokjournal.com ~ Sampah di Gunung Rinjani menjadi isu lingkungan yang penting. Program Zero Waste pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat harus didukung oleh seluruh pihak. 

Women Geo Adventure Camp yang digagas Geopark Rinjani dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani melibatkan para pendaki perempuan dalam mengedukasi gerakan nol sampah di wisata alam dunia tersebut. 

BACA JUGA: Industrialisasi di NTB Tercermin Dalam Perkembangan SMK

Wagub NTB berharap para pendaki perempuan dukung Zero Waste

“Rinjani bukan sekedar tempat wisata tapi pusat kehidupan di pulau Lombok. Saya berharap kegiatan ini dapat mendukung Zero Waste terutama menyelamatkan Rinjani dari sampah,” ujar Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah di Sekolah Alam Rinjani, Sembalun, Lombok Timur, Sabtu (13/08/22). 

Dikatakan Wagub, peran para pecinta alam berkontribusi menyelamatkan lingkungan dan mengajak masyarakat sangat penting. 

Terlebih, program yang menyasar para pendaki perempuan sangat dibutuhkan setidaknya bagi komunitas para pendaki agar tidak lagi membuang sampah di gunung. 

Membuka kegiatan ini, Wagub juga berdialog dan menjelaskan program penanganan sampah NTB yang saat ini telah mencapai 70 persen pengurangan sejak empat tahun lalu. 

Wagub juga mengingatkan para stakeholder kabupaten/ kota dan pihak terkait seperti dinas dan pemerintah desa benar benar mengawasi persoalan sampah di tempat masing masing. 

General Manager Geopark Rinjani, Muhammad Farid Zaini mengatakan, program Zero Waste Trekker ini akan memberlakukan screening sampah bagi setiap pendaki yang akan    naik ke Rinjani hingga kembali.

BACA JUGA: Vanili dari NTB, Produk Unggulanm Terbaik di Indonesia 

 Sebagai langkah awal, para pendaki perempuan ini akan dikenalkan dengan lingkungan Rinjani dan kondisi lapangan agar dapat melakukan terobosan dalam hal penanganan sampah Rinjani. 

“Sampah Rinjani makin lama memang mengkhawatirkan. Kami berkepentingan untuk membangun pemahaman dan melakukan kebijakan nyata dan tegas agar lingkungan Rinjani makin  baik”, jelasnya. 

Women Geo Adventure Trekker juga diikuti pendaki luar daerah yang ingin tahu tentang kegiatan pendakian bebas sampah. 

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kadis Kominfotik, Kadis Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Camat Sembalun, anak didik sekolah alam Rinjani dan pegiat lingkungan. ***

 




Bunda Niken Gelar Penghijaun di Pantai Lakey

Salah satu program pokok PKK adalah penghijauan dengan menanam pohon, kata Bunda Niken

DOMPU.lombokjournal.com ~ Usai seluruh rangkaian Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi NTB Tahun 2022, Ketua TP. PKK Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang disapan Bunda Niken menggelar penghijauan di Lakey Hu’u Dompu, Desa Hu’u Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu, Sabtu (14/08/22).

Menurut Bunda Niken, gerakan penghijauan dengan menanam pohon, merupakan salah satu program pokok PKK.

BACA JUGA: Zero Waste Trekker, Upaya Lindungi Rinjani

Kata Bunda Niken, salah satu program PKK adalah penghijauan
Bunda Niken

Dalam penghijauan di Desa Hu’u itu, Bunda Niken didampingi Ketua TP.PKK Kabupaten Dompu, Ketua TP.PKK Kota Bima, Ketua TP.PKK Kabupaten Bima dan Kabupaten/Kota se-NTB.

“Tim PKK tidak hanya mengurus keluarga. Namun harus ikut memperhatikan lingkungan dan alam sekitar,” katanya. 

Melakukan penghijauan dapat menghasilkan keindahan dan kecantikan untuk lingkungan.

Selain keindahan, tanaman yang hijau dan berbunga  juga memberikan perlindungan untuk mahluk hidup. Mampu memproduksi oksigen untuk makhluk hidup dan alam. 

“Pohon yang kita tanam ini menjadi warisan untuk generasi yang akan datang,” tegasnya.

Sebelumnya, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Julmansyah, S. Hut., MAP.menjelaskan, dalam rangkian kegiatan Jambore Kader PKK NTB, ada 800 pohon yang akan ditanam sepanjak 1,8 km sepanjang jalan pantay lakey  Hu’u Dompu.

“Jenis pohon yang disiapkan ada Ketapang Kencana dengan tinggi 3-4 meter,  pohon dan pohon  Tabebuya,” jelas Kadis DLHK.

Teknis penanamannya juga, masing-masing pohon berjarak 7 meter sepanjang 1,8 km.

“Melakukan penanaman pohon, artinya kita menyumbang oksigen untuk mahluk hidup dan alam,” ucapnya.

Oksigen yang dihasilkan dari satu batang pohon sebanyakan 202 kg per tahun. sedangkan kebutuhan manusia sebanyak 1,17-2,030 gram oksigen sekali tarikan napas.

“Semoga gerakan ini menggerakan kader untuk melakukan penanam di tempat masing,” harapnya.

BACA JUGA: Industrialisasi di NTB Tercermin dari Perkembangan SMK

Ikut menanam pohon, Wakil Bupati Dompu, Ketua TP.PKK se Kabupaten/Kota, dan seluruh kader TP.PKK yang ikut Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi NTB Tahun 2022. Turut hadir mendampingi Bunda Niken, Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi NTB. ***

 




Desa di Lotim Didorong Jadi Desa Wisata Berbasis Sampah

Wagub NTB PUJI Desa Dasan Lekong menjaga lingkungan dengan program lingkungan yang kreatif sejak empat tahun lalu 

LOTIM.lombokjournal.com ~ Komitmen Desa Dasan Lekong, Lotim sebagai satu satunya Desa Wisata berbasis sampah di Lombok Timur bahkan di NTB, membuat Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah mendorong semua desa naik ke level nasional. 

Menurutnya, komitmen Desa Dasan Lekong menjaga lingkungan dengan program lingkungan yang kreatif sejak empat tahun lalu sangat baik. 

BACA JUGA: Wagub NTB Ingatkan agar Balita Tiap Hari Konsumsi Telur 

Wagub NTB dorong desa wisata berbasis sampah

“Baik sekali kalau predikat itu bisa naik secara nasional karena tak banyak desa wisata kita yang berbasis sampah,” ujar Wagub.

Ia menyampaikan itu di Gedung Serbaguna Raden Patik Wadira, Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, Jumat (12/08/22). 

Wagub menambahkan,  kreatifitas dalam gerakan  menjaga lingkungan berdampak pada kesehatan dan pendidikan. Karena generasi yang pintar berasal dari generasi sehat. 

Itu sebabnya, masyarakat yang sudah kompak dan memiliki pemimpin yang memahami persoalan membuat kegiatan akan berkelanjutan. 

Mulai dari memilah sampah yang tidak menimbulkan penyakit, mendaur ulang sampah di bank sampah, dan menghidupkan aktifitas Posyandu Keluarga dengan memperhatikan gizi anak. 

Juga diingatkan, agar kasus stunting bisa dihilangkan. 

Wagub mengapresiasi pembangunan gedung serbaguna yang mampu menaikkan pendapatan desa. 

Namun diingatkan, tujuan pembangunan desa dalam Sustainable Development Goals atau SDGs, desa fokus pada layanan dasar pembangunan sumber daya manusia. 

“Asalkan pembangunan tidak selalu diprioritaskan untuk infrastruktur saja,” tambahnya. 

Pilah sampah dari rumah

Kepala Desa Dasan Lekong, Lalu Muhammad  Rajabul Akbar mengatakan, desa nya akan memulai program biogas dari sampah agar bisa swada bahan bakar gas. 

Dalam kegiatan program pilah sampah dari rumah, warga telah memulainya sejak pagi dengan clean up. 

BACA JUGA: Remaja NTB Tidak Boleh Ada yang Kurang Darah

Beberapa hasil daur ulang sampah desa ini diantaranya batu hias berbahan styrofoam dan kain yang tidak terurai yang dirangkai kegiatan berbagi makanan dengan 600 orang warga desa. 

“Kami akan berikhtiar dengan desa wisata berbasis sampah yang sudah ditetapkan oleh Pemkab Lotim agar menjadi desa wisata berbasis sampah nasional,” katanya. ***

 

 




Imbauan Gubernur NTB pada Konferensi Geotourism 

Saat konferensi internasional Geotorism, Gubernur NTB menyampaikan imbauan untuk menjaga warisan sejarah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan pesan untuk menjaga warisan sejarah yang dimiliki oleh Nusa Tenggara Barat. 

Tak hanya Gunung Rinjani namun juga Gunung Tambora yang pernah letusannya sama-sama mengguncang dunia. 

BACA JUGA: Kades Diminta Prioritaskan Bangun Kesehatan di Desa

Gubernur NTB menyampaikan imbauan untuk menjaga warisan sejarah

Hal itu disampaikan Gubernur Zulkieflimansyah saat menyampaikan sambutan pada acara Opening Ceremony “The 3rd Geotourism Conference & International Conference & Future Climate” dengan 3 topik  yakni Geowisata, Wisata Bahari dan Wisata Halal. Rinjani di hotel Lombok Raya, Rabu (10/08/22). 

“Geopark itu adalah suatu instrumen, menguak masa lalu, menziarahi sejarah untuk kemudian kita melakukan refleksi yang dalam untuk melangkah ke depan dengan penuh kemantapan,” tutur Bang Zul. 

Ia menyampaikan keinginannya yang sangat kuat untuk melestarikan dan memaksimalkan peran dari warisan geopark yang telah diberikan kepada NTB.  

Bukan hanya sekedar untuk dinikmati tapi bagaimana juga warisan geologi yang hadir untuk kemaslahatan dan kesejahteraan buat masyarakat. 

Selain itu, Gubernur juga menuturkan Geopark adalah taman yang memaksa setiap orang untuk melakukan refleksi. 

Karena warisan yang indah yang dimiliki NTB menyimpan banyak misteri, sejarah, cerita dan juga menyimpan banyak fantasi.

“Oleh karena itu orang yang aktif dalam geopark itu bukan hanya sekedar bekerja tapi juga menikmati petualangan itu, mengunjungi masa lalu, menikmati masa sekarang dan menghadirkan fantasi dimasa yang akan datang,” tuturnya. 

BACA JUGA: Korsleting Listrik, Kabel Depan Wisma Seruni Terbakar

Gubernur berharap, para peserta konfrensi tak hanya duduk berdiskusi tetapi juga datang langsung untuk menikmati keindahan Rinjani dan ataupun Tambora.***

 

 




Wagub NTB Tinjau Dua Posyandu di Lotim

Dalam kunjungan kerja ke Lotim, Wagub NTB tinjau Posyandu Segire Sikur Selatan dan Posyandu Ngelok Montong Baan Selatan, dan menekankan pentingnya intehrasi posyandu dan bank sampah

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, penting adanya integrasi antara posyandu dan bank sampah sesuai dengan program unggulan Pemerintah Provinsi NTB, yaitu Revitalisasi Posyandu.

BACA JUGA: ABKIN Memfasilitasi Guru BK Tingkatkan Profesionalismenya

Wagub NTB MENEKANKAN INTEGRASI POSYANDU DAN BANK SAMPAH
Wagub Hj Sitti Rohmi

“Perlu adanya integrasi Posyandu dengan bank sampah. Kedua hal tersebut termasuk dalam Posyandu Keluarga, sesuai dengan program Pemerintah Provinsi NTB yaitu Revitalisasi Posyandu,” tutur Wagub.

Ia menyampaikan itu dalam kunjungan kerja (kunker) ke Posyandu Segire Sikur Selatan dan Posyandu Ngelok Montong Baan Selatan, Kabupaten lombok timur, Senin (08/08/22).

Ia juga mengingatkan, agar proses input data posyandu pada Sistem Informasi Desa dapat dilakukan secara cepat dan tepat. 

Ini akan memudahkan proses pengelolaan data oleh stakeholder terkait.

Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB mengingatkan, untuk segera Input data Posyandu pada aplikasi buatan Pemerintah Provinsi NTB yaitu Sistem Informasi Desa.

“Input data itu membantu memudahkan Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota mengakses data secara cepat dan tepat sehingga dapat mengeluarkan keputusan-keputusan yang cepat dan tepat pula,” ujarnya.

Posyandu Keluarga mencakup 5 program utama (KIA, KB, Imunisasi, Gizi dan Diare), dan ditambah integrasi program dari lintas sektor, seperti Kelas Remaja, Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja (PUP), program Keluarga Sakinah, Ketahanan Pangan, Pertanian serta peran aktif Tokoh Agama (Dai Kesehatan).

BACA JUGA: Liga 3 NTB Belum Saatnya Menjual Tiket Masuk, Ini Kritik HBK

Pada kunjungan kali ini, Wagub NTB didampingi oleh Asisten I Setda NTB dijabat Ir. Madani Mukarom, BSc.,M.Si,  Kepala Bappeda, Dr. Ir. H. Iswandi M.Si, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Hamzi Fikri,MM, MARS, Kadis PMPD Dukcapil, Dr. H. Ashari, SH., MH, BKKBN Provinsi NTB, Drs. Samaan M.Si dan lain sebagaintya. ***

 

 




Wagub NTB: Pembangunan Harus Berorientasi Lingkungan

Wagub NTB menegaskan, pembangunan yang tidak berorientasi lingkungan harus dihentikan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Seluruh masyarakat diajak agar pembangunan di Provinsi NTB makin berorientasi pada lingkungan.

“Mari kita stop untuk melakukan pembangunan yang tidak berorientasi lingkungan, apalagi dunia saat ini orientasinya adalah blue, green and circular economy,” kata Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Jalillah.

BACA JUGA: NTB Zero Waste, Pengelolaan Sampah Harus dari Rumah Tangga

Wagub NTB menekankan pembangunan yang berorientasi lingkungan
Wagub, Hj Sitti Rohmi

Ia menegaskan itu pada acara Penyerahan Sertifikat Akreditasi UPTD Balai Laboraturium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan oleh Komite Akreditasi Nasional Kepada Pemerintah Provinsi NTB, Rabu (27/07/22).

Menurutnya, NTB sangat konsisten mensejahterakan masyarakat dan melestarikan lingkungan. 

Jadi tidak ada alasan untuk kesejahteraan kemudian mengorbankan lingkungan. Ketika lingkungan dan sirkulasi kehidupan tidak di perhatikan, maka tindakan itu nanti yang akan mendatangkan kerugian.

“Alhamdulillah NTB dan Indonesia kommit untuk itu, selain itu NTB juga komit untuk zero emission. Jadi kalau Indonesia optimis 2060, NTB kommit untuk zero emission 2050,” kata Wagub NTB.

Kemudian untuk zero waste atau NTB bersih, progresnya terus berjalan. Dari yang awalnya 2018 sekitar 20 persen sampah terkelola, saat ini sudah 50 persen. 

Namun memang PR nya masih banyak, dan menjadi PR bersama bagaimana bisa dikolaborasikan dengan baik.

Begitu juga dengan KLH di NTB, selalu lebih tinggi dari target nasional, itu juga merupakan berkat kerja sama semua pihak DLHK.

Wagub mengingatkan, warisan terbaik bagi anak cucu kita adalah lingkungan yang baik dan lingkungan yang sehat. 

Karena dengan itu generasi yang akan datang bisa survive, dan Indonesia akan bisa bersaing dalam level dunia.

BACA JUGA: Kiai Mas Mirah, Penyebar Islam sejak Jaman Kerajaan Pejanggik

Semua pihak diajaknya sungguh-sungguh dalam membangun lingkungan. Perusahaan silahkan beroperasi, tapi ingat jangan sampai merusak lingkungan

“Sehingga praktek menjaga lingkungan itu menjadi top priority. Percayalah kalau perusahaan beroperasi dengan lingkungan yang baik maka nanti hasilnya secara keseluruhan jauh akan lebih baik. Begitupun sebaliknya,” kata Wagub, 

Ia mengucapkan selamat kepada Balai Laboratorium Lingkungan atas akreditasinya. Pesannya, agar Laboratorium harus dikelola profesional, dan meningkatkan pelayanan yang berkualitas. Karena kualitas pelayanan adalah yang utama.

Kegiatan tersebut dirangkai dengan acara Penyerahan Bantuan Sarana Prasana Persampahan dan Pemberian Penghargaan bagi Perusahaan Pemenang PROPER. ***

 

 




NTB Zero Waste, Pengelolaan Sampah Harus dari Rumah Tangga

TP PKK Gelar Pelatihan Inotek Intergrasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, untuk wujudkan NTB Zero Waste

MATARAM.lombokjournal.com ~ Jika pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga, maka sebagian besar permasalahan sampah bisa diselesaikan. Pasalnya, 60 persen lebih sampah berasal dari rumah tangga. 

Atas dasar itu, Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menggelar Pelatihan Inotek Intergrasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga kepada anggotanya Se-NTB di Bank Sampah NTB Mandiri, Rabu (27/07/22). 

BACA JUGA: Kiai Mas Mirah, Penyebar Islam sejak Jaman Kerajaan Pejanggik

TP PKK menekankan pengelolaan sampah dari rumah
Hj. Niken Saptarini Widyawati

Hj. Niken berharap pembelajaran dalam pelatihan diberikan secara konfrehensif dan detail. Agar para peserta dapat menyebarluaskan ilmu yang didapat, di tempat masing-masing.

“Intinya kita hari ini belajar dulu sebelum mengajar ke orang lain,” tutur Bunda PAUD Nasional itu. 

Sementara itu, Firmansyah, S. Hut, M. Si, Kepala Bidang PSPP DLHK NTB menuturkan, pelatihan ini merupakan bagian dari gerakan Bersih-bersih Rumah Kita. 

Ia menuturkan, jika ingin mewujudkan cita-cita NTB Zero Waste, semua harus dimulai dari rumah tangga.

Firman melanjutkan inisiasi tim dalam menyelesaikan masalah sampah utamanya adalah ibu-ibu rumah tangga. 

Hal tersebut dapat direalisasikan melalui 3 hal, di antaranya: revitalisasi gotong royong melalui peran serta ibu ibu, edukasi, serta pilah sampah dari rumah.  

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Upacara Umat Hindu di Sekotong, Lobar

“Kalau kita ingin membuat NTB bersih bahkan Indonesia, kuncinya dari rumah,” tegasnya. ***

 




Wagub NTB Lepas Liarkan Tukik di Pantai Mapak Indah

Pentingnya menjaga kebersihan disampaikan Wagub NTB kepada pengelola Pantai Mapak Indah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pihak pengelola Pantai Mapak Indah diminta menjaga kebersihan sebagai salah satu pendongkrak sektor pariwisata dengan menjaga alam dan lingkungan.

Hal tersebut diungkapkan Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat melakukan pelepas liaran tukik (anak penyu) di Pantai Mapak Indah, Kota Mataram, Rabu (13/07/22).

Menurutnya, yang penting sampahnya dipungut, dipilah dan kemudian dihubungkan dengan bank sampah. Harus diperhatikan penataannya, terutama kebersihan. 

BACA JUGA: Investasi Didukung Tapi Tak Boleh Lupakan Warga Lokal

Wagub NTB mendapat penjelasan dari pengelola Pusat Edukasi Tukik

“Walaupun sederhana, tapi kalau bersih lingkungannya, kita sama-sama enak. Harapan kita disini bisa bersih, karena wisata ini bagus sekali, luar biasa sebagai pusat edukasi,” kata Wagub.

Ia juga turut mengapresiasi para pihak pengelola atas seluruh dedikasinya dalam mengelola dan mengembangkan wilayah Pantai Mapak sebagai Pusat Edukasi Tukik (anak penyu). 

“Terima kasih atas dedikasinya, mudah-mudahan pusat edukasi penyu ini bisa berkembang. Sekarang yang penting pusat edukasinya bagus dulu, kompleksnya bisa bersih,” tambahnya.

Dijelaskan H. Awan selaku pihak pengelola Pusat Edukasi Penyu di wilayah Pantai Mapak, tempat penangkaran penyu tersebut merupakan semi kedua dari Turtle Education Center (TEC) di Bali.

“Ini merupakan semi kedua dari Turtle Education Center di Bali yang sudah go international, sedangkan kami masih lokal. Tapi insyaAllah segala macam upaya akan kami upayakan untuk bisa go international, tentunya dengan dukungan Pemprov,” ujar H. Awan.

Sementara itu, terkait penanganan sampah yang ada di wilayah Pantai Mapak Indah, Firmansyah, Kepala Bidang PSPPL Dinas LHK Provinsi NTB menyatakan, akan terus bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk memastikan para pelaku wisata bertanggung jawab atas sampahnya sendiri.

BACA JUGA: Pemilihan Senator DPD 2024, Akan Diwarnai Anomali Politik

“Tentu di spot-spot tertentu, termasuk di destinasi wisata seperti ini kita akan kerja sama dengan Pemerintah Kota dan Kabupaten setempat untuk memastikan agar setiap pelaku usaha dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan wisata itu kemudian bertanggung jawab atas sampahnya sendiri. Intinya kami siap mendukung kalau kemudian ada permintaan dukungan dari kelompok masyarakat untuk tempat wisata,” tutur Firmansyah. ***

 




Atasi Sampah Plastik, Pemprov Siap Implementasi EPPIC di NTB

Pemprov akan mengimplikasikan EPPIC untuk mengaatasi permasalahan sampah plastik

MATARAM.lombokjournal.com ~ Program Ending Plastic Pollution Innovation Challenge (EPPIC) siap untuk diimplementasikan  di NTB sebagai solusi mengatasi sampah plastik 

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menerima audiensi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) beserta Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) di ruang kerjanya, Selasa (12/07/22). 

BACA JUGA: Lomdeskel, Percepat Berbagai Program Berbasis Desa

NTB siap implementasikan EPPIC untuk atasi sampah plastik
:

“Bagus, lanjutkan! Ini luar biasa, kita sangat welcome. Terima kasih, saya sangat happy dengan ini, sekarang tinggal realisasinya,” kata Wagub bersemangat.menerima audiensi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) beserta Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) di ruang kerjanya, Selasa (12/07/22)

NTB mempunyai mimpi yang sangat tinggi untuk mengatasi permasalahan plastik, sehingga penerapan program EPPIC merupakan suatu terobosan baru untuk mencapai NTB Net Zero Emission 2050.

“NTB ini punya mimpi yang tinggi untuk capai Net Zero Emission di tahun 2050. Kita juga merupakan provinsi yang lengkap, biomassa ada, biothermal juga ada. Dan memang untuk masalah plastik, kita sudah komit dari dulu. Jadi, kalau ada program-program bagus begini, ayo cepat direalisasikan,” katanya. 

Dalam hal ini, Rendra Kurnia, selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Kemenko Marves, menjelaskan bahwa EPPIC merupakan suatu program dari United Nation Development Program (UNDP) Indonesia dan Filipina, melalui proyek Sekretariat TKN PSL dan Archipelagic and Island States (AIS) Forum, Norwegian Agency for Development Cooperation (Norad), dan Kementerian Luar Negeri Norwegia.

Serta Kemenko Marves yang dapat dijadikan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di Indonesia, bahkan di ASEAN.

“Jadi EPPIC ini merupakan suatu program dari UNDP terkait dengan bagaimana inovasi para peserta untuk menyelesaikan masalah sampah, khususnya plastik. Tujuannya supaya bisa mitigasi sampah dan menemukan solusi untuk sampah plastik,” jelas Rendra.

Sementara itu, salah satu inovator asal Indonesia, yaitu Siklus, berhasil menjadi pemenang pada Final Pitching EPPIC tahun 2021. Dalam hal ini, Siklus akan mengimplementasikan solusi yang mereka usung di Provinsi NTB.

BACA JUGA: Gubernur NTB Minta BAPANAS Revisi HPP Jagung Jadi Rp4.400

“Sebenarnya konsep kita sama dengan NTB, yaitu Zero Waste. Kami memanfaatkan apa yang terbuang. Bagaimana pemanfaatan limbah makanan untuk membuat produk pengganti plastik, hal ini yang nantinya akan kita coba di NTB,” jelas Tim Siklus. 

Turut hadir dalam audiensi tersebut, yaitu Asisten I Setda Provinsi NTB, Kepala Dinas Kominfotik NTB, serta Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas LHK NTB.***

 




Provinsi NTB Siap Jadi Pilot Project Green Energy

Wagub Ummi Rohmi menyatakan Provinsi NTB memiliki banyak potensi dalam mewujudkan Green Energy.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Provinsi NTB siap bila dipilih atau ditunjuk menjadi salah satu daerah Pilot Project Green Energy

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyatakan kesiapan itu di hadapan Tim Pengkaji Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) dalam kegiatan pendalaman materi kajian jangka panjang yang bertajuk “Implementasi Green Economy Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional” di wilayah Provinsi NTB, Selasa (05/07/22) di Ruang Kerja Wagub, Kantor Gubernur  NTB.

Wagub lebih lanjut menyatakan, Provinsi NTB memiliki banyak potensi dalam mewujudkan Green Energy.

Wagub jelaskan, Provinsi NTB punya roadmap jelas terkait pengurangan emisi karbon

 Pemrov NTB memiliki target ambisius bebas emisi karbon atau net zero emission tahun 2050. Sedangkan Pemerintah Pusat menargetkan bebas emisi karbon pada 2060. 

BACA JUGA: Presiden Jokowi Beri Penghargaan Kerja Keras POLRI Melayani Rakyat

Wagub juga mengakui, Provinsi NTB sebagai daerah yang punya roadmap yang jelas terkait dengan pengurangan emisi karbon.

 “Kami memliki banyak potensi untuk mewujudkan green energy. Terlebih lagi kami memiliki target nol emisi tahun 2050. Lebih cepat 10 tahun dari target pemerintah pusat. Dan kami juga telah menyiapkan road map dan langkah-langkah hingga 2050 kedepan,” ucapnya.

Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB ini menjelaskan, untuk mengejar target bebas emisi karbon 2050, Pemprov NTB menjadikan pembangunan di bidang lingkungan menjadi prioritas daerah. 

Yang dijabarkan dalam salah satu misinya yaitu NTB Asri dan Lestari untuk mewujudkan NTB Bersih dan Hijau. 

“Di NTB kami punya misi Asri dan Lestari. Hal ini merupakan wujud nyata kami untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” terangnya.

Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P., mengucapkan tereimakasih atas informasi yang telah dipaparkan terhadapnya. 

Segala masukan dan saran dari Pemrov NTB akan ditampung.

BACA JUGA; Revitalisasi Posyandu Dapat Dukungan Pusat

“Terimakasih atas informasi yang telah ibu Wagub sampaikan kepada kami. Kami akan tampung seluruh masukan dan saran untuk nantinya akan kami sampaikan ke pimpinan” ungkapnya.***