Meningkatnya Penularan Covid-19 ke Anak, Ini Tindakan Pemprov NTB

“Ada dua opsi yang sedang disiapkan untuk dapat meminimalisir penularan Covid-19. Yaitu swab test untuk setiap orang yang akan masuk NTB dan menutup akses masuk ke NTB,” kata Najamuddin

MATARAM.lombokjournal.com —  Kasus transmisi lokal Covid-19 dan penularan ke anak-anak di NTB meningkat tajam dalam beberapa hari belakangan.

Tenaga medis pun mulai ikut menjadi korban Covid-19. Hal ini perlu dicegah bersama oleh warga NTB dengan memperkuat penerapan protokol Covid-19.

Demikian disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, M.M, Rabu (27/05/20) siang.

Penegasan ini disampaikan Najam sehubungan dengan hasil rapat terbatas Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB, di Pendopo Gubernur NTB, Selasa malam, 26 Mei 2020.

Untuk diketahui, jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai 26 Mei 2020 mencapai 537 orang. Sebanyak 272 orang sudah sembuh, 9 orang meninggal dunia, serta 256 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Hingga 25 Mei 2020, sebanyak 26 balita di NTB telah terjangkit Covid-19. Sementara itu ada 39 anak usia 6 hingga 18 tahun di NTB yang juga telah terjangkit Covid-19.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) cabang Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan upaya deteksi kasus pada anak dari seluruh RS di NTB dan mendapatkan data bahwa hingga tanggal 25 Mei 2020, terdapat 279 anak yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Lalu, terdapat 15 anak berstatus PDP yang meninggal dunia. Di antaranya, terdapat 2 anak yang terkonfirmasi meninggal akibat Covid-19, masing-masing berusia 5 dan 6 bulan.

“Dan yang patut menjadi catatan adalah, terdapat 22 anak yang belum diketahui dari mana klaster penularannya,” sebut Najam.

Najam menambahkan, hal lain yang juga menjadi perhatian Gubernur dan Wakil Gubernur NTB saat ini adalah kasus Covid-19 yang berstatus transmisi lokal di NTB.

“Jumlahnya semakin banyak. Dan ini menandakan semakin pentingnya kita sama-sama berpartisipasi untuk mencegah penularannya,” tegasnya.

Najam menambahkan, korban tertular Covid-19 juga mulai menyasar para tenaga kesehatan (Nakes).

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi mengungkapkan, virus corona di NTB kini mulai menyasar tenaga medis.

Dalam keterangan pers di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, ia menyebut 67 tenaga kesehatan di NTB terinfeksi virus corona dan delapan diantaranya adalah dokter.

67 tenaga kesehatan tersebut tersebar di enam rumah sakit dan satu puskesmas.  Rinciannya tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 terdiri dari dokter 8 orang, paramedis 54 orang, Tenaga gizi 1 orang, apoteker tiga orang dan radiologi satu orang.

Semua tenaga kesehatan yang positif tersebut telah diisolasi dan dirawat.

Eka mengatakan, para tenaga medis yang terpapar tersebut terdeteksi awal pada awal bulan Mei dengan dan jumlah nakes yang tertular covid-19 terus bertambah sehingga total mencapai 67 kasus.

“Jadi 11 persen atau 67 tenaga kesehatan kita terpapar covid-19 dan semua nakes kita yang positif telah dibebastugaskan, saat ini kondisinya dalam kondisi baik dan isolasi untuk perawatan,” ujarnya, Rabu (27/05/20).

Melihat perkembangan terbaru ini, Najam menegaskan bahwa dalam pemaparannya, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah telah memaparkan strategi pemutusan mata rantai Covid-19 di NTB melalui kebijakan proteksi, deteksi dan respon.

“Saat ini Pemprov NTB akan semakin mendorong upaya memaksimalkan tiga kebijakan tersebut. Dan satu hal yang juga akan kita perkuat adalah sinergi dengan kabupaten/kota. Karena tanpa dukungan masyarakat di kabupaten/kota, strategi apapun tidak akan berhasil. Dalam waktu dekat, Gubernur akan segera bersilaturahmi dengan kepala daerah di kabupaten/kota di NTB untuk memperkuat sinergi ini,” tegasnya.

Sementara terkait kebijakan arus manusia dari dan menuju NTB, Gubernur NTB menurutnya juga tengah menyiapkan sejumlah opsi.

“Ada dua opsi yang sedang disiapkan untuk dapat meminimalisir penularan Covid-19. Yaitu swab test untuk setiap orang yang akan masuk NTB dan menutup akses masuk ke NTB,” kata Najamuddin.

Seiring perkembangan ini, Najam mengimbau, warga NTB untuk tetap mematuhi protokol Covid-19 dan mematuhi anjuran pemerintah.

“Ayo kita semakin kuatkan perilaku hidup sehat, mematuhi protokol Covid-19, dan yang terutama juga, ayo saling membagikan konten yang baik untuk membangun atmosfir berpikir yang sehat di NTB,” kata Najam.

AYA/HmsNTB




77 Balita di NTB Terpapar Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com — Dari total 537 kasus covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB),77 kasus menimpa bayi dan anak anak. Jumlah ini sesuai rilis resmi Satgas Penanganan Covid-19 di NTB

Dari 77 kasus tersebut, 29 di antaranya terpapar melalui virus liar atau dari orang tanpa gejala dan transmisi lokal.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nuhandini Eka Dewi saat menggelar jumpa pers di Gedung Sangkareang, Rabu (27/05), mengatakan,  NTB menempati posisi kedua bayi dan anak anak yang terpapar covid-19 setelah Jawa Timur.

Eka menjelaskan, rentannya bayi yang tertular virus corona disebabkan sistem imunitas tubuh yang belum sempurna.

“Ini yang juga menjadi perhatian kita banyaknya anak anak dan bayi yang terkena covid-19, mereka rentan terpapar karena sistem imunitas khusus nya bayi belum terbentuk sempurna, dari pola tertular sebagian besar tertular dari virus liar dan dari orang tanpa gejala serta transmisi lokal,” ujari dr. Eka.

Eka menghimbau para orang tua agar lebih waspada dan tidak membawa anak anak nya keluar.

Selain itu penggunaan masker bagi anak, menurut dr. Eka, maksimal satu jam karena akan mengganggu kesehatan dan sistem pernapasan bila penggunaan masker terlalu lama bagi anak.

BACA JUGA ; 67 Tenaga Kesehatan di NTB Positif Covid-19, 64 Orang Sedang Dirawat

“Maksimal satu jam anak anak boleh di pakaikan masker, kalau lebih dari itu bisa mengganggu sistem pernapasan dan itu tidak baik, jadi bagi para orang tua agar tidak membawa anak anak nya keluar itu lebih aman bagi anak anak,” jelas Eka.

AYA




67 Tenaga Kesehatan di NTB Positif Covid-19, 64 Orang Sedang Dirawat

“Waspadalah kalian semua, tenaga kesehatan yang pakai APD saja bisa tembus dari virus. Apalagi kalian yang tidak pakai masker,” kata Nurhandini Eka Dewi

MATARAM.lombokjournal.com — Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi mengungkapkan, kasus Corona di NTB sempat mengalami tren penurunan, namun jelang lebaran justru bertambah.

Ia mengatakan dengan ungkapan ibarat, sempat melihat cahaya terang di ujung terowongan, ketika melihat tren penurunan kasus pasien positif/

“Namun tak diduga menjelang hari raya idul Fitri justru terjadi gelombang tertinggi dengan penambahan 54 pasien positif COVID-19. Tadi malam pasien positif 49 orang,” ujarnya, Rabu, (27/05/20) di Kantor Gubernur NTB.

Menurutnya, dari data tersebut tenaga kesehatan berjuang keras untuk memberikan pelayanan terbaik.

“Benarkah tenaga kesehatan kita sudah terpapar COVID-19,” kata Lalu Gita dengan nada tanya.

Saat itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, yang ikut memberi keterangann mengungkapkan,  jumlah tenaga medis yang positif Coronavirus.

“Tenaga kesehatan mulai terinfeksi. Jika ada satu positif, maka satu regu tenaga kesehatan di-off-kan. Kalau ada tenaga kesehatan yang positif, maka masalah pelayanan terhadap publik. Ini yang dihadapi oleh teman-teman rumah sakit,” kata Nurhandini.

Hingga hari ini 67 tenaga kesehatan di NTB positif, 64 orang saat ini masih dirawat.

“Ini adalah 11 persen dari jumlah orang yang positif. Ada di tujuh sarana kesehatan yang tenaga medisnya positif Covid, Enam rumah sakit dan satu puskesmas,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, tenaga medis yang positif masing-masing dokter/dokter gizi delapan orang, paramedis 54 orang, dokter gizi satu orang, apoteker tiga orang dan radiologi satu orang.

“Beberapa di antaranya sudah menulari keluarganya juga,” ujarnya.

Jenis kelamin tenaga medis yang positif laki-laki sebanyak 29 orang dan perempuan 38 orang.

BACA JUGA  ;  77 Balita di NTB Terpapar Covid-19

Untuk rasio umur, 21-30 tahun sebanyak 28 orang, 31-40 tahun sebanyak 25 orang, 41-50 tahun sebanyak 12 orang dan di atas 50 tahun dua orang.

“Waspadalah kalian semua, tenaga kesehatan yang pakai APD saja bisa tembus dari virus. Apalagi kalian yang tidak pakai masker,” katanya.

AYA 




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 26 Mei,  Bertambah 49 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang

Jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (26/05/20) sebanyak 537 orang, rincianya 272 orang sudah sembuh, 9 (sembilan) meninggal dunia, serta 256 orang masih positif dan dalam keadaan baik

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium RSUD Provinsi NTB, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium RS Unram dan Laboratorium TCM RS Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi  adanya tambahan 49 pasien  positif Covid-19, dan Pasien yang dinyatakan sembuh 14 orang.

Dalam press release hari Selasa (26/05/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 327 sampel swab dengan hasil 258 sampel negatif, dan 20 sampel positif ulangan serta 49 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien dinyatakan sembuh 14 orang.

Lalu Gita Ariadi

Dijelaskan, adanya tambahan 49 kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (26/05/0) sebanyak 537 orang.

Rincianya 272 orang sudah sembuh, 9 (sembilan) meninggal dunia, serta 256 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Ariadi.

49 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 ORANG

Kasus baru positif Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 489, an. Ny. F, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 490, an. Tn. MHZ, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 491, an. Ny. BNE, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 492, an. Tn. AS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 493, an. Ny. PLP, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 494, an. Ny. HP, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 495, an. Tn. GKA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 496, an. Ny. OC, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 497, an. Ny. IM, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 498, an. An. AAH, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Risa Centra Medica dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 499, an. Ny. H, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 500, an. Tn. AH, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Abian Tubuh, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 501, an. Ny. LS, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 502, an. Ny. DR, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 503, an. Tn. AK, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 504, an. Tn. WM, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 505, an. Ny. CIC, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 506, an. Ny. HB, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 507, an. An. MAZQ, laki-laki, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 397. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 508, an. An. AG, laki-laki, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 397. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 509, an. Ny. R, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 510, an. Tn. AS, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 397. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 511, an. An. MGM, laki-laki, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 512, an. Ny. H, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 513, an. Ny. J, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 389. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 514, an. Ny. MSD, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 388. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong  dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 515, an. An. NA, perempuan, usia 7,5 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 389. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 516, an. An. NA, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 517, an. Ny. TMD, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 518, an. Tn. MWS, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Jago, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  31. Pasien nomor 519, an. Ny. AS, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jontlak, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  32. Pasien nomor 520, an. An. A, perempuan, usia 1 bulan, penduduk Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  33. Pasien nomor 521, an. An. NR, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  34. Pasien nomor 522, an. An. SRS, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  35. Pasien nomor 523, an. Tn. H, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  36. Pasien nomor 524, an. Tn. K, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  37. Pasien nomor 525, an. Tn. AJ, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 456. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  38. Pasien nomor 526, an. Ny. MLS, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 414. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  39. Pasien nomor 527, an. Tn. MBK, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  40. Pasien nomor 528, an. Ny. NWMKD, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  41. Pasien nomor 529, an. Ny. YK, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  42. Pasien nomor 530, an. Ny. AU, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  43. Pasien nomor 531, an. Ny. NMM, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  44. Pasien nomor 532, an. Ny. HN, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  45. Pasien nomor 533, an. An. LMIW, laki-laki, usia 4 bulan, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  46. Pasien nomor 534, an. An. WMJ, perempuan, usia 4,6 tahun, penduduk Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  47. Pasien nomor 535, an. Tn. MZY, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 384. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik;
  48. Pasien nomor 536, an. Tn. MA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 384. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik;
  49. Pasien nomor 537, an. An. NZ, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 384. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik.

Hari Selasa (26/05), pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 14 orang setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 43, an. Tn. M, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  2. Pasien nomor 126, an. Tn. MY, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  3. Pasien nomor 202, an. Tn. K, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 204, an. Tn. AMI, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 205, an. Tn. F, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 294, an. Tn. M, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara;
  7. Pasien nomor 332, an. Tn. USS, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 333, an. Tn. M, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 335, an. Ny. J, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Kramajaya, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 336, an. Ny. M, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Penimbung, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 363, an. An. IR, perempuan, usia 9 tahun 5 bulan, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara;
  12. Pasien nomor 364, an. Ny. S, perempuan, usia 27, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara;
  13. Pasien nomor 365, an. Tn. S ,laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara;
  14. Pasien nomor 445, an. An. LA, perempuan, usia 1 tahun, penduduk Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi menyatakan terima kasih pada masyarakat yang berperan aktif dalam pemutusan rantai penularan Covid-19.

“Dengan tetap tinggal di rumah, berlebaran di rumah, beribadah di rumah, senantiasa memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” katanya.

Untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119. 




Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Masih Dinilai Wajar

 “Walaupun iuran kemarin sempat naik, menurut saya masih wajar, karena kesehatan itu sejatinya memang mahal,” kata Nurhasanah

lombokjournal.com —

MATARAM   ;    Polemik tentang rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan per 1 Juli 2020, mendapat respon dari salah satu peserta  Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Sebenarnya, pendapat yang mengatakan setuju atau menolak kenaikan iuran itu, sangat tergantung apakah yang bersangkutan pernah merasakan manfaat dari program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), atau sebaliknya.

Bagi Nurhasanah, yang bergabung dalam segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri kelas 3 sejak 2017, kenaikan itu masih dinilainya wajar.

Pasalnya, ia sudah merasakan manfaat besar dari kepesertaan BPJS Kesehatan.

Nurhasanah mengaku merasakan manfaat program BPJS Pemerintah itu. Dua tahun lalu, ia melahirkan anak di rumah sakit tanpa perlu memikirkan tanggungan biaya.

Lebih dari itu,  ia merasakan tak ada perbedaan perlakuan antara peserta kelas 1, 2, dan 3, atau dengan peserta umum lain.

Ditegaskan Nurhasanah,  BPJS Kesehatan sangat besar  sekali manfaatnya, mengingat keuntungan yang didapatkan tidak sebanding dengan iuran selama ini dikeluarkan.

“Walaupun iuran kemarin sempat naik, menurut saya masih wajar, karena kesehatan itu sejatinya memang mahal,” kata Nurhasanah.

Nurhasanah berpendapat, seseorang bisa saja belum sadar pentingnya kesehatan. Tetapi, tidak akan ada yang bisa menjamin kondisi untuk sehat terus-menerus.

“Ketika jatuh sakit, pastinya akan butuh biaya pengobatan dan itu sudah pasti akan memengaruhi kondisi keuangan suatu keluarga,” kata Nurhasanah, mengunkapkan pengalamannya sendiri.

Karena pernah merasakan manfaat JKN-KIS sendiri, Nurhasanah pun berharap agar bantuan benar-benar diterima oleh peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang membutuhkan.

Ia mengusulkan agar pemerintah melakukan pendataan dengan baik dan tertata.

Kemudian Nurhasanah menyampaikan saran, agar pemerintah melalui dinas terkait memastikan pendataan dari peserta yang kondisi ekonominya kurang mampu ini, agar dapat pula menerima jaminan kesehatan dari program JKN-KIS yang dibayarkan melalui anggaran pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Karena tidak semua penduduk mampu untuk membayar iuran, apalagi di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini, yang mungkin menurut kita masih tergolong murah dan semoga program mulia ini tetap ada di Indonesia,” ujar Nurhasanah.

Rr/rea/BPJS Kesehatan




Skrining Mandiri Covid-19, Deteksi Virus Corona Bisa Dilakukan Lewat Handphone

Masyarakat diajak segera mengunduh aplikasi Mobile JKN yang menawarkan banyak kemudahan lain bagi penggunanya, seperti untuk mengecek tagihan, cara pembayaran, konsultasi dokter secara online, serta masih banyak fitur lainnya

MATARAM.lombokjournal.com —  Sebagai upaya deteksi dini risiko Covid-19, BPJS Kesehatan menambahkan salah satu fitur pada aplikasi Mobile JKN yaitu Skrining Mandiri Covid-19.

Findriani (26) merupakan salah satu Peserta Program JKN-KIS  yang telah menggunakan fitur Skrining Mandiri Covid-19.

Ia mengatakan, fitur ini bisa menjadi media untuk melakukan deteksi dini risiko seseorang terpapar Covid-19.

“Fitur ini saya rasa akan cukup efektif untuk mengetahui risiko Covid-19 seseorang. Pengujian pada aplikasi ini mempertimbangkan gejala klinis, riwayat perjalanan, serta riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi positif ataupun dengan orang yang sakit pada saluran pernapasan,” ujar perempuan yang akrab disapa Findri ini, Selasa (26/05).

Menurut Findri, saat ini ada beberapa orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala khusus, namun ada pula yang tanpa gejala.

Sehingga menjadi sangat penting untuk mengetahui riwayat perjalanan dan riwayat kontak seseorang.

“Satu hal lagi yang cukup menarik pada fitur Skirining Mandiri Covid-19 di aplikasi Mobile JKN ini adalah dijadikannya beberapa penyakit seperti jantung, hipertensi, diabetes mellitus, dan beberapa penyakit lainnya. Hal ini lebih meningkatkan kewaspadaan bagi seseorang yang memiliki riwayat tersebut. Oleh karenanya, saya sangat mengapresiasi BPJS Kesehatan yang sangat inovatif menciptakan fitur selengkap ini dalam satu aplikasi Mobile JKN,” katanya.

Setelah semua pertanyaan dijawab oleh peserta yang melakukan screening, pada bagian akhir akan muncul hasil screening yang menunjukkan tingkat risiko peserta, apakah risiko ringan, sedang atau tinggi. Selain itu muncul pula saran yang harus dilakukan oleh peserta.

Mengakhiri pembicaraan Findri mengajak masyarakat agar segera mengunduh aplikasi Mobile JKN yang menawarkan banyak kemudahan lain bagi penggunanya, seperti untuk mengecek tagihan, cara pembayaran, konsultasi dokter secara online, serta masih banyak fitur lainnya.

Rr/JAMKENEWS

Narasumber : Findriani




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 25 Mei,  Bertambah 10 Pasien Positif Covid-19,  Tidak Ada Pasien Sembuh

“Tetap tinggal di rumah, berlebaran di rumah, beribadah di rumah, senantiasa memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” kata Lalu Gita Ariadi

MATARAM.lombkjurnal.com —  Laboratorium RSUD Provinsi NTB mengkonfirmasi  adanya tambahan 4 pasien  positif Covid-19, dan tidak ada  yang dinyatakan sembuh.

Dalam press release hari Senin (25/05/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 40 sampel swab dengan hasil 28 sampel negatif, dan 2 (dua) sampel positif ulangan serta 10 sampel kasus baru positif Covid-19, dan tidak pasien yang dinyatakan sembuh.

Lalu Gita Ariadi

Dijelaskan, adanya tambahan 10 kasus baru terkonfirmasi positif, tidak ada tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (25/05/20) sebanyak 488 orang, dengan perincian 258 orang sudah sembuh, 8 (delapan) meninggal dunia, serta 222 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita.

10 PASIEN POSITIF COVID-19, TIDAK ADA PASIEN SEMBUH

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 479, an. An. MR, laki-laki, usia 18 bulan, penduduk Desa Taman Baru, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 480, an. An. NA, laki-laki, usia 5 bulan, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 481, an. Tn. MFR, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 482, an. Ny. S, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 483, an. Tn. K, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 484, an. Tn. BAA, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Kopang Rembige, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 485, an. Tn. AH, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupeten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 486, an. Ny. IKR, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 487, an. Tn. IP, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 488, an. Tn. IKN, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik; 2

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi mengucapkan terima kasih  kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19.

“Dengan tetap tinggal di rumah, berlebaran di rumah, beribadah di rumah, senantiasa memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” katanya.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119




Kelas BPJS Kesehatan Akan Dihapus, Yang Penting Kualitas Pelayanan Kesehatan Jadi Prioritas  

Peserta mengaku tidak paham dengan rencana pemerintah, kalau Pemerintah berencana menyetarakan seluruh kelas peserta mandiri BPJS Kesehatan, peserta kan cuma bisa menerima saja. Yang penting ada kepastian, dan kualitas pelayanan kesehatan harus benar-benar jadi prioritas

MATARAM.lombokjournal.com – Penghapusan kelas BPJS Kesehatan yang tengah dibahas pemerintah segera menuai tanggapan dari kalangan peserta program Jaminan Kesehatan Naional-Kartu IndonEsia Sehat (JKN-KIS) .

Salah seorang peserta, Bagus Permana, peserta mandiri kelas III BPJS Kesehatan mengaku tidak masalah kalau adanya kelas standar ini, sambal berharap pemerintah lebih bijak soal menentukan iuran.

Menurutnya, jangan sampai terulang kejadian tahun 2020 in. Iuran yang sudah dinaikan dibatalkan dan besaran iuran diturunkan, tapi selang beberapa bulan dinaikan lagi.

Bagus mengaku, apa pun yang diputuskan pemerintah, pada dasarya peserta hanya bisa mengiyakan. Jadi tak apa-apa dilebur jadi kelas standar atau apa pun namanya.

“Yang penting,  kalau ada kenaikan harga tuh tidak serumit sekarang dan kalau emang murah ya murah semua, mahal ya mahal semua. Udah lega diturunin lagi, tau-tau Juli naik lagi,” kata Bagus  saat dihubungi, Jumat (22/05/20).

Diharapkan, kalau jadi hanya satu kelas saja, pelayanan diharapkan tidak menurun, mulai dari pelayanan rumah sakit khususnya ruang rawat inap yang biasanya sesuai kelas dan layanan terkait obat.

“Persiapannya harus dimatangkan, Jangan sampai ruangan gak ada, pasien ditolak. Saya punya pengalaman di rumah sakit swasta, mau operasi jempol tangan yang ada benjolan dikit aja, rumah sakit beraasan acam-macam, harus nunggu kamar berbulan-blan, tau tau kita disuruh cari kamar yang harus ada tambahan bayar,” cerita Bagus.

Peserta lainnya mengaku, tidak paham dengan rencana pemerintah.  Kalau Pemerintah berencana menyetarakan seluruh kelas peserta mandiri BPJS Kesehatan, peserta kan cuma bisa menerima saja.

“Yang penting ada kepastian, dan kualitas pelayanan kesehatan harus benar-benar jadi prioritas,” katanya.

Saat ini Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) sedang menyiapkan dan memperhitungkan mengenai standar pelayanan maupun besaran biaya yang akan ditetapkan.

Layanan kesehatan setara

Sebelumnya Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf menyebutkan rencana penghapusan kelas tersebut sebagai upaya untuk memberikan layanan kesehatan yang setara dan berkeadilan.

Kemudian Iqbal juga menjelaska,n pemerataan kelas ini juga disesuaikan dengan isi dari Peraturan Presiden (Perpres) 64 tahun 2020 pasal 54A yang rencananya direalisasikan akhir tahun 2020 ini.

“Ada di pasal 54 A. Perpres 64 tahun 2020 yang isinya untuk keberlangsungan pendanaan Jaminan Kesehatan, Menteri bersama kementerian atau lembaga terkait, organisasi profesi, dan asosiasi fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan dasar kesehatan dan rawat inap kelas standar paling lambat bulan Desember 2020,” ucap Iqbal, Kamis (21/05/20).

Rr




UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 24 Mei,  Bertambah 4 (empat) Pasien Positif Covid-19,  Tidak Ada Pasien Sembuh

Apresiasi disampaikan pada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium RSUD Provinsi NTB mengkonfirmasi  adanya tambahan 4 pasien  positif Covid-19, dan tidak ada  yang dinyatakan sembuh.

Dalam press release hari Miggu (24/05/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 42 sampel swab dengan hasil 37 sampel negatif, dan 1 (satu) sampel positif ulangan serta 4 (empat) sampel kasus baru positif Covid-19, dan tidak pasien yang dinyatakan sembuh.

Lalu Gita Ariadi

Dijelaskan, adanya tambahan 4 (empat) kasus baru terkonfirmasi positif, tidak ada tambahan sembuh baru, dan tidak kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (24/05/20) sebanyak 478 orang.

Rinciannya 258 orang sudah sembuh, 8 (delapan) meninggal dunia, serta 212 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Lalu Gita Ariadi memastikan, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

“Ini dilakukan guna deteksi dini dan mencegah penularan Covid-19,” katanya.

4 PASIEN POSITIF COVID-19, TIDAK ADA PASIEN SEMBUH

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 475, an. Ny. R, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 390. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 476, an. Ny. N, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 390. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 477, an. Ny. AY, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 390. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 478, an. Ny. BHWP, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 433. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.

Sekda NTB Sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB mengapresiasi masyarakat yang berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19.

“Tetap tinggal di rumah, berlebaran di rumah, beribadah di rumah, senantiasa memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” kata Lalu Gita Ariadi.

Demikian juga, apresiasi disampaikan pada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119.

 




Perpres  64 Tahun 2020, Pemerintah Tetap Subsidi Iuran Peserta  JKN-KIS Kelas III

Apabila ternyata di kelas III pun peserta masih merasa tidak mampu, maka diperkenankan melaporkan diri melalui RT setempat atau Dinas Sosial untuk didaftarkan sebagai peserta PBI yang iurannya akan ditanggung oleh pemerintah dengan kelas rawat maksimal di kelas III

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah resmi menetapkan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 yang mengatur mengenai penyesuaian besaran iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Melalui Perpres terbaru ini, pemerintah kembali melakukan penyesuaian iuran peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP).

Per 1 Juli 2020, iuran JKN-KIS bagi peserta PBPU dan BP disesuaikan menjadi Rp 150.000 untuk kelas I, Rp 100.000 untuk kelas II, dan Rp 42.000 untuk kelas III.

Sebagai wujud perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kondisi finansial masyarakat, pemerintah menetapkan kebijakan khusus untuk peserta PBPU dan BP kelas III.

Tahun 2020, iuran peserta PBPU dan BP kelas III tetap dibayarkan sejumlah Rp 25.500. Sisanya sebesar Rp 16.500, diberikan bantuan iuran oleh pemerintah.

Dimulai dari iuran per bulan Juli sampai Desember 2020, peserta kelas III hanya tetap membayar sebesar Rp 25.500 dan sisanya sebesar 16.500 disubsidi oleh pemerintah.

Kemudian, pada tahun 2021 dan tahun berikutnya, peserta kelas III membayar iuran Rp 35.000, sementara pemerintah tetap memberikan bantuan iuran sebesar Rp 7.000,-.

Selain memberikan bantuan iuran bagi 21,6 juta peserta mandiri (PBPU dan BP) kelas III, pemerintah juga memiliki peran besar dalam pembayaran iuran JKN-KIS dengan menanggung 132,6 juta orang miskin dan tidak mampu sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Baik yang ditanggung oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dengan iuran sebesar Rp 42.000 per orang per bulan.

Jika dirasa berat, peserta mandiri kelas I dan II dapat melakukan pindah kelas ke kelas III. Apabila ternyata di kelas III pun peserta masih merasa tidak mampu, maka diperkenankan melaporkan diri melalui RT setempat atau Dinas Sosial untuk didaftarkan sebagai peserta PBI yang iurannya akan ditanggung oleh pemerintah dengan kelas rawat maksimal di kelas III.

Marni (34), peserta JKN-KIS segmen PBPU di kelas III mengaku lega karena iuran yang dibayarkannya setiap bulan akan dibantu oleh pemerintah.

Ditemui oleh tim Jamkesnews di waktu berbeda saat sedang menanyakan informasi penyesuaian iuran kepada petugas di kantor cabang, kekhawatiran Marni hilang ketika tahu iuran peserta kelas III akan disubsidi oleh pemerintah.

“Alhamdullilah, iuran peserta kelas III seperti saya ini bisa dibantu oleh pemerintah, jadi saya tetap hanya membayarkan Rp 25.500 saja pada tahun ini. Kemudian tahun depan hanya Rp 35.000 saja. Dan seterusnya masih akan disubsidi oleh pemerintah. Saya tentunya bersyukur masih bisa ikut merasakan manfaat program JKN-KIS ini dengan iuran yang sudah sangat murah” ungka Marni.

KA/om/JAMKESNEWS