UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 01 Juli, Bertambah 15 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 11 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian   

Diperlukan upaya pencegahan penyebaran yang lebih massif dan terpadu dari masing-masing Pemerintah Daerah bersama dengan aparat TNI dan Polri serta tokoh-tokoh agama dan masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadirmengkofirmasi, ada tambahan 15 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 11 orang. Tidak ada kasus kematian baru.

Siaran pers hari Rabu  (01/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 130 sampel dengan hasil 94 sampel negatif, 21 sampel positif ulangan, dan 15 sampel kasus baru positif Covid-19, 11 tambahan sembuh baru, tidak kasus kematian baru.

Lalu Gita Aryadi

Dijelaskan, adanya tambahan 15 kasus baru terkonfirmasi positif, 11 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (01/07/20) sebanyak 1.260 orang, dengan perincian 836 orang sudah sembuh, 65 meninggal dunia, serta 359 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 15 PASIEN POSITIF, PASIEN SEMBUH 11  ORANG, TiDAK ADA KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1246, an. Tn. IMA, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1247, an. Tn. TAR, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1248, an. Ny. IH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1249, an. Tn. NDN, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Bandung, Jawa Barat.Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1250, an. Ny. SN, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1158. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1251, an. Ny. IAPM, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1204. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1252, an. Ny. ADL, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1204. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1253, an. Ny. DES, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1254, an. Ny. R, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1110. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1255, an. Ny. DWS, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1110. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1256, an. Ny. G, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1257, an. Ny. IGAS, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1258, an. Tn. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1259, an. Tn. LJP, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belumteridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1260, an. Ny. AJ, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Risa Sentra Medika dengan kondisi baik.

Hari Rabu ini terdapat penambahan 11 (sebelas) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 32, an. Nn. FNH, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Monjok, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 145, an. Tn. LKT, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 148, an. Tn. SZ, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Lingkungan Kebon Bawak, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 163, an. Tn. AM, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 171, an. Tn. SS, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 180, an. Tn. AA, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga,Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 356, an. Tn. MEE, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  8. Pasien nomor 1013, an. An. AA, perempuan, usia 1,4 bulan, penduduk Desa Muer, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  9. Pasien nomor 1059, an. Tn. M, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Muer, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 1074, an. Ny. NNK, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Jagaraga Indah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1088, an. Tn. K, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi menekankan, berdasarkan peta zona risiko Covid-19 di Provinsi NTB, diperlukan upaya pencegahan penyebaran yang lebih massif dan terpadu dari masing-masing Pemerintah Daerah bersama dengan aparat TNI dan Polri serta tokoh-tokoh agama dan masyarakat.

“Pemerintah terus menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap disiplin dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan, yakni dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan bergizi, olahraga, berfikir positif dan optimi,” kata Lalu Gita Aryadi.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Aksi Percepatan Penurunan Stunting Terintergrasi 2021, Dibuka Sekda KLU

Penyelesaian persoalan stunting bisa terwujud tergantung pada capaian kinerja semua pemangku di KLU

TANJUNG.lombokjournall.com — Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Uara menggelar rembuk stunting terintegrasi bersama pihak.

Terselenggaranya kegiAtan ini merupakan salah satu upaya membangun gerakan kolektif menurunkan angka stunting di Kabupaten Lombok Utara.

Aksi percepatan penurunan angka stunting itu dibuka Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH, Senin (29/06/30).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD KLU Nasrudin, SHI, Kepala OPD, Camat, Ketua AKAD, para Kepala Desa, dan para NGO.

H. Suardi menuturkan, angka stunting di KLU sempat mengalami penurunan pada 2019, namun kembali naik pada tahun 2020.

Meskipun demikian, Pemda Lombok Utara berkomitmen bisa menurunkan agka stunting sebesar 2 persen setiap tahun.

“Komitmen ini menjadi komitmen bersama yang dicantumkan di RPJMD. Saya ajak semua pihak untuk menjadikannya kewajiban bersama guna mewujudkan target penurunan angka stunting di KLU,” kata Suardi

Menurutnya, Lombok Utara dengan berbagai persoalan seperti pandemi saat ini, rembuk stunting sedianya diadakan ajwal tahun tapi dimundurkan ke pertengahan tahun.

“Patut kita syukuri bersama, sekarang daerah kita sudah nol kasus positif Covid-19. Saya harap bisa terus mempertahankannya hingga keadaan bisa kembali normal seperti biasanya,” tutur sekda.

Persoalan yang dihadapi selama ini di KLU, adalah kurang fokus menangani keadaan. Sekda lantas mengajak semua pihak untuk meningkatkan koordinasi dan saling melengkapi satu sama lainnya untuk kebaikan bersama.

“Terima kasih atas dukungan semua pihak dalam ikhtiar bersama menurunkan angka stunting di Lombok Utara,” kata Suardi.

Ketua DPRD KLU Nasrudin, SHI menyampaikan stunting memang menjadi konflik yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah.

Selain itu, angka pertumbuhan ekonomi hal lain yang juga mempengaruhi angka stunting.

Politisi Gerindra ini berharap ke depan, perlu terjalin kerja sama yang sinergis antara pemerintah daerah melalui OPD untuk ikut terlibat secara langsung dalam penurunan angka stunting di KLU.

“Prosesnya kita mulai dari mana, apakah dari diri kita sendiri atau rumah tangga yang memiliki keluarga hamil. Dampak stunting ini sendiri berpengaruh pada sektor ekonomi. Artinya jika angka stunting semakin tinggi, tentu perekonomian kita akan semakin menurun. Meski pascagempa tetap tidak menghilangkan spirit kita menurunkan angka stunting,” jelasnya.

Dikatakannya, peran semua pihak untuk saling mengintervensi satu sama lain agar bersama-sama menurunkan angka stunting.

“Pada dasarnya, kami di DPRD mendukung sepenuhnya untuk bersama-sama berupaya menurunkan angka stunting ini,” pungkas Anggota DPRD KLU Dapil 3 tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Kadis Kesehatan KLU dr. H. Lalu Bahrudin mengungkapkan, upaya menurunkan angka stunting bisa tercapai sesuai dengan target dan cakupan tapi tentu melalui aksi mulai dari rembuk stunting.

“Tahun 2019 Lombok Utara memiliki 10 lokus Desa Stunting. Ditahun 2020 ini bertambah 6 Desa. Jadi, 16 lokus Desa Stunting yang harus kita selesaikan persoalannya. Semoga saja dengan beberapa program aksi yang dilakukan pemerintah daerah bisa menurunkan angka lokus yang ada di KLU,” terang dr. Bahrudin.

Dijelaskannya, penyelesaian persoalan stunting bisa terwujud tergantung pada capaian kinerja semua pemangku di KLU. Ia mengajak semua stakeholder bersama-sama memahami stunting, mulai dari makna stunting berikut penyebab sehingga orang bisa kena stunting.

Tujuan rembuk stunting, tutur Lalu Bah, menganalisa situasi, menyepakati rancangan kegiatan, dan deklarasi komitmen pemerintah daerah.

“Kita mesti bisa memperkuat kerja sama kita dalam mengurangi angka stunting. Tentunya juga dengan sinergi semua pihak. Stunting ini memerlukan suatu langkah penting yang akan dilakukan pemerintah kabupaten berupa rancana kegiatan untuk pencegahan dan penurunan stunting.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama percepatan penurunan stunting di Lombok Utara.
sid




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 30 Juni, Bertambah 11 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh  7 (tujuh)  Orang, Kematian 3 (tiga) Orang   

Masyarakat dihimbau agar tetap disiplin dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Provinisi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkofirmasi, ada tambahan 11pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 7 (tujuh) orang. Kasus kematian baru 3 (tiga) orang.

Siaran pers hari Selasa  (30/06/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 132 sampel dengan hasil 94 sampel negatif, 27 sampel positif ulangan, dan 11 sampel kasus baru positif Covid-19, 7 (tujuh ) tambahan sembuh baru, dan 3 (tiga) kasus kematian baru.

Lalu Gita Aryadi

Dijelaskan, adanya tambahan 11 kasus baru terkonfirmasi positif, 7 (tujuh) tambahan sembuh baru, dan 3 (tiga) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (30/6/20) sebanyak 1.245 orang, dengan perincian 825 orang sudah sembuh, 65 meninggal dunia, serta 355 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Diharapkan, petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid19.

TAMBAHAN 11 PASIEN POSITIF, PASIEN SEMBUH 7 (TUJUH)  ORANG, KEMATIAN 3 (TIGA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1235, an. Ny. SH, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1236, an. Tn. IWDA, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1237, an. Tn. MSZ, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Borok Toyang, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1238, an. Tn. B, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1239, an. Ny. RR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1240, an. Tn. ZZ, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1241, an. Tn. HS, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kota Malang, Jawa Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1242, an. Tn. S, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1243, an. Tn. INSS, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1244, an. Tn. IKA, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  11. Pasien nomor 1245, an. Ny. IPL, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Hari Selasa terdapat penambahan 7 (tujuh) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 461, an. Tn. IKAA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Denpasar, Bali. Pasien berdomisili di Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 902, an. Ny. F, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1007, an. Tn. ITA, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1031, an. Tn. MS, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1095, an. Ny. M, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1112, an. An. NNWF, perempuan, usia 4 bulan, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 1113, an. An. LRNS, laki-laki, usia 2 bulan, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Hari Selasa ini juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 512, an. Ny. H, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 1084, an. Tn. FZ, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  3. Pasien nomor 1244, an. Tn. IKA, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Sekda NTB, sebagai Ketua Pelaksana Gugus Tugas NTB menjeaskan, berdasarkan peta zona risiko Covid-19 di Provinsi NTB;

  • Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat masuk dalam zona merah (risiko tinggi)
  • Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Timur masuk dalam zona oranye (risiko sedang)
  • Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima masuk dalam zona kuning (risiko rendah)
  • Kota Bima masuk dalam zona hijau (tidak terdampak)

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap disiplin dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

AYA/Rr

 

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.

 

 

 




Pimpinan Daerah Lakukan Evaluasi Penanganan Pandemi Covid-19

Kabupatn/kota lain berhasil menekan kasus positif Covid-19, Kota Mataram dan Lombok Barat masih zona merah

MATARAM.lombokjournal.com —  Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat masih dalam status zona merah Covid-19 di Nusa Tenggara Barat.

Kendati demikian, Kabupaten/Kota lainnya di NTB telah mulai menunjukkan tanda tanda membaik atau sudah berhasil menekan kasus positif baru di daerahnya.

Melalui Rapat Koordinasi yang digelar Selasa (30/06/20) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, dilakukan evaluasi penanganan Covid-19 di dua daerah yang masih dalam zona merah tersebut.

Gubernur Zu dan Wagub Hj Sitti Rohmi

“Memang episentrum penyebaran Covid-19 di NTB ini ada di dua Kabupaten, ini menjadi PR besar kita, yaitu di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Sehingga memang penanganan kita harus betul-betul fokus ke depan untuk dua wilayah ini,” terang Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Dari data terkini Covid-19 di Provinsi NTB ,29 Juni 2020, menunjukkan Kota Mataram penambahan kasus positif 12 orang dan Kabupaten Lombok Barat 6 orang.

Hal ini dinilai mengkhawatirkan, oleh karenanya Wagub meminta agar hal ini lebih diperhatikan dan diseriusi dengan memperkuat sinergi dalam mengatasi permasalahan penyebaran virus.

“Peta telah ditentukan, sekarang bagaimana kita menerapkan protokol Covid-19 pada setiap tempat itu. Bersinergi sungguh-sungguh untuk benar benar menjaga, aktivitas-aktivitas kita, termasuk obyek wisata yang telah dibuka,” terangnya.

Wagub menekankan, obyek wisata yang boleh dibuka ialah yang berisiko rendah atau di luar ruangan. Meski demikian, protokol harus diterapkan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Pemerintah Provinsi telah melakukan berbagai sosialisasi pencegahan penyebaran virus, mulai dari sosialisasi gerakan maskerisasi, pengecekan penggunaan masker hingga pemberian masker gratis di tempat-tempat umum dan pusat perbelanjaan.

“Kami dari Provinsi NTB untuk kegiatan menyosialisasikan, telah kami lakukan, mengecek pemakaian masker dan menggunakan masker. Dan ini butuh komitmen Kota Mataram benar-benar dan kita ingin Kota Mataram lebih aktif lagi menyosialisasikan,” pinta Wagub.

Lebih jauh, Wagub mengingatkan kembali bahwa yang ditangani ini ialah penyebarannya, sehingga tidak semakin menyebar dan luas.

“Jumlah positif tidak kita takuti akan tetapi, yang dulunya tidak kejadian, sekarang telah kejadian, tiap hari ada yang meninggal, ini menunjukkan transmisi lokal telah kencang, inilah kemudian yang menyebabkan kematian ada tiap hari,” terangnya.

Terakhir, Wagub meminta agar penerapan protokol Covid-19 diperketat di tempat-tempat keramaian, pusat perbelanjaam dan rumah ibadah. Sehingga laju penyebaran dapat dikontrol dan ditekan.

Senada dengan hal itu, Gubernur NTB, Dr. H.Zulkieflimansyah meminta agar pada bulan Juli, kedua daerah tersebut perlahan dapat memperlihatkan kemajuannya.

Untuk mendorong dan mewujudkan hal itu Gubernur meminta agar dibentuk satu tim khusus yang akan membantu dan mengevaluasi setiap perkembangan dari kedua daerah ini.

Mendukung program Kampung Sehat

Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh mengungkapkan sejak awal pihaknya terus berupaya menekan penyebaran virus corona. Menerapkan dengan serius program Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCB) dan melibatkan berbagai pihak dalam penerapan protokol Covid-19.

Ahyar juga mengutarakan,  Ia mendukung program Kampung Sehat dan terus bekerja keras.

“Jadi kalau kita bicara penyebaran lingkungan kita tidak menemukan lagi,” terangnya.

Meski saat ini Kota Mataram masih berstatus zona merah, Ahyar tidak surut semangat dan berkomitmen mendukung program pemerintah provinsi dalam memutuskan penularan Covid-19 di Kota Mataram.

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si mengutarakan dukungannya terhadap program Kampung Sehat. Menurutnya program tersebut sangat baik diterapkan dalam menangani penularan Corona.

“Kami akan menerapkan kampung sehat di semua dusun,” ujarnya.

Ia berkomitmen akan menerapkan dan mendukung kebijakan terkait tempat-tempat umum, pusat perbelanjaan dan rumah ibadah.

Sinergi jajaran pemerintah

Pada rakor yang diikuti oleh Fokopimda Prov. NTB, Fokopimda Kota Mataram, Fokopimda Kab. Lombok Barat, Gugus Tugas Prov. NTB, Gugus Tugas Kota Mataram, dan Gugus Tugas Kab. Lombok Barat itu, Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal, SIK, MH mengaku salut dengan sinergi dari jajaran pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 di NTB.

Ia tahu betul, bahwa dalam menangani virus corona ini dibutuhkan kerja keras dan koordinasi yang baik antar Pemprov, Pemkab/Pemkot hingga masyarakat.

“TNI Polri selalu siap mensupport dan satu saran saya, agar tracing itu ke depan harus lebih masif dilakukan,” ujarnya.

Tak hanya itu, penyampaian informasi yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas baik di Provinsi dan juga Kabupaten/Kota dalam penanganan Covid-19 diminta agar seirama dan satu narasi.

Ini menghindari kebingungan bahkan kepanikan yang kerap terjadi di tengah masyarakat terkait validitas informasi, isu dan juga hoaks.

Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani yang memaparkan operasi optimalisasi pendispilinan protokol kesehatan menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 di wilayah Provinsi NTB.

Pusat-pusat keramaian yang berangsur-angsur mulai beroperasi diwajibkan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Begitu pula dengan destinasi pariwisata yang mulai dikunjungi masyarakat.

“Masyarakat harus terus diingatkan,” tegas Rizal.

Keterlibatan media dalam memberikan informasi pun turut menjadi sorotan. Informasi positif dan kabar baik harus masif diberikan kepada masyarakat.

Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi NTB, Nanang Sigit Yulianto, SH, MH menyampaikan pentingnya peranan jajaran pemerintah hingga elemen paling bawah. Ia berharap di tiap desa, baik Kades hingga lurah dapat konsisten dalam penanganan wabah Corona.

Ia yakin, penanganan dari tingkat desa-desa akan memberikan efek positif dalam mencegah penyebaran virus ini.

“Kades-kades dan Lurah-lurah ini harus digerakkan, bila perlu di Masjid-masjid ini ada satgasnya, bisa dibuat satgas-satgas khusus,” tuturnya.

Kabinda NTB, Ir. Wahyudi Adisiswanto menyerukan adanya regulasi yang tepat dari pemerintah, selain juga dalam meningkatkan kesadaran masyarakat itu sendiri.

“Kepedulian kepada orang lain ini yang perlu kita kembangkan kepada masyarakat,” ucap Wahyudi.

Wahyudi berharap dengan kekompakan dan semangat, penanganan penyebaran pandemi Covid-19 dapat berjalan baik dan lancar.

AYA/HmsNTB




Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai 1 Juli, Banyak Peserta Turun Kelas

Sepanjang enam bulan terakhir, yakni Desember 2019 hingga Mei 2020, total penurunan kelas peserta mandiri mencapai 2,3 juta orang

MATARAM.lombokjournal.com  — Mulai tanggal 1 Juli 2020,  kenaikkan premi iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri atau peserta bukan penerima upah (PBPU)  mulai diberlakukan.

Menyusul kebijakan pemerintah yang menaikkan respons kebijakan tersebut, sepanjang bulan Mei sebanyak 49.350 peserta memilih untuk turun kelas.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf, Selasa (30/6/20) membenarkan bahwa banyak peserta yang memilih turun kelas.

M Iqbal Anas Ma’ruf

“Memang ada pergeseran kelas. Ada yang naik kelas, ada yang turun kelas,” ujar Iqbal Anas Ma’ruf.

Iqbal mengatakan pergeseran kelas ini disesuaikan dengan kemampuan peserta untuk membayar iuran.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan sepanjang Mei 2020, secara rinci peserta yang turun untuk kelas I ke kelas II sebanyak 9.331 orang.

Kemudian, peserta kelas I yang melorot ke kelas III terdapat 11.737 orang. Lalu, peserta yang turun dari kelas II ke kelas III mencapai 28.282 orang.

Angka penurunan kelas per Mei 2020 lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Bulan April lalu, BPJS Kesehatan mencatat peserta turun kelas hanya berkisar 48.863 orang.

Sedangkan sepanjang enam bulan terakhir, yakni Desember 2019 hingga Mei 2020, total penurunan kelas peserta mandiri mencapai 2,3 juta orang.

Gelombang penurunan kelas dalam kurun enam bulan itu paling tinggi terjadi pada Desember 2020, yakni mencapai 1,03 juta orang.

Saat itu, pemerintah mengumumkan bahwa iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri akan naik pada 1 Januari 2020 sebelum akhirnya kebijakan ini dianulir oleh Mahkamah Agung.

Namun, beberapa waktu lalu, pemerintah kembali menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 untuk merealisasikan kenaikan iuran.

Kenaikan berlaku bagi peserta kelas I dan II, yakni untuk kelas I dari semula Rp80.000 menjadi Rp150.000. Sedangkan kelas II naik dari Rp51.000 menjadi Rp100. 000.

Rr




Tak Mau Menunggak Iuran, Risca Sudah Rasakan Manfaat JKN-KIS

Risca tidak pernah untuk menunda pembayaran iuran JKN-KIS, karena ia sudah merasakan manfaat dari program JKN-KIS

MATARAM.lombokjournal.com — Risca Wahyuni (26), Warga Sandubaya Mataram Nusa Tenggara Barat yang sehari-hari bekerja sebagai ibu rumah tangga, benar-benar merasakan manfaat besar kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Risca yang dikunjungi tim Jamkesnews di rumahnya menceritakan telah merasakan manfaat Program JKN-KIS saat melahirkan anak pertamanya melalui operasi caesar.

“Waktu itu saya periksa ke dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram. Saya dan suami merencanakan untuk melahirkan secara normal tetapi karena minus mata saya tinggi akhirnya saya pun harus melahirkan dengan cara operasi caesar,” kata Risca.

Dari pengalaman tersebut, Risca pun menyampaikan pelayanan di rumah sakit sudah sangat jauh lebih baik, segala administrasinya sangat mudah, cepat, dan  tidak berbelit-belit.

“Sejak awal periksa, sampai dengan rawat inap, saya diperlakukan sangat baik, segala sesuatunya sangat mudah dan cepat. Untungnya kami punya Kartu Indonesia Sehat (KIS), sehingga seluruh biaya dijamin oleh BPJS Kesehatan. Saya tidak membayar sepeser pun, tentunya kita sudah tau untuk operasi caesar itu tidak murah dengan,”ujar Risca.

Teringat dengan kejadian itu Risca pun tidak pernah untuk menunda pembayaran iuran JKN-KIS, karena ia sudah merasakan manfaat dari program JKN-KIS.

Terlebih, ketika ia akan melakukan program untuk anak kedua yang dipastikan ia pun harus melakukan opreasi caesar kembali.

“Saya menyadari begitu bermanfaatnya Program JKN-KIS. Apalagi dengan penghasilan keluarga kami yang tak seberapa, membuat saya selalu mengingatkan suami untuk tidak lupa melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan setiap bulan sebelum tanggal 10,” ungkapnya.

Risca menambahkan, tidak ada salahnya untuk mempersiapkan diri dari awal menjadi peserta JKN-KIS, ibarat pepatah “Sedia payung sebelum hujan” itu lebih baik daripada kebingungan pada saat sudah terjatuh sakit.

Di akhir perbincangan Risca pun mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah menjamin segala biaya persalinan anak pertamanya.

“Terima kasih BPJS Kesehatan, berkat Program JKN-KIS, saya dapat melahirkan dengan selamat tanpa terbebani biaya sepeserpun,” tutup Risca.

dh/yn/Jamkesnewa

Narasumber : Risca Wahyuni

 

 




BPJS Kesehatan Mataram  Selenggarakan Kegiatan KNOWS and WIN di FKTP Lombok Barat

Setiap FKTP yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan memiliki kewajiban memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik

LOBAR.lombokjournal.com —  Menyambut hari ulang tahun BPJS Kesehatan yang ke-52, BPJS Kesehatan Cabang Mataram melakukan kegiatan road show yakni kegiatan Knows and Win Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) kepada seluruh petugas PIC Prolanis di FKTP se wilayah Kabupaten Lombok Barat, Senin (29/06/20)

Kegiatan yang dihadiri Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat dan seluruh petugas PIC Prolanis di FKTP se-wilayah Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan ini dilakukan dengan tetap menjaga protokoler pencegahan covid-19 di era new normal.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Mataram I Nengah Dwi Jendraatmaja menyampaikan, tujuan diselenggarakan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman juga kualitas layanan yang optimal.

Khususnya dari jajaran FKTP dan peserta kelompok prolanis terkait perkembangan terkini Program Jaminan Kesehatan – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan BPJS Kesehatan.

Nengah mengatakan, untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan yang optimal bagi Peserta JKN-KIS dan meningkatkan pelayanan peserta di FKTP, maka perlu adanya sinergi yang positif dari berbagai aspek.

“Kami akan menyiapkan sarana pelayanan kesehatan yang berkualitas, tenaga kesehatan yang berkompeten, pemberian layanan sesuai standar yang ditetapkan, sampai dengan perkembangan teknologi informasi yang mempengaruhi layanan kesehatan kepada Peserta JKN-KIS,” ujar Nengah.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat Zulkifli menerangkan bahwa FKTP yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Barat sangat antusias dengan kegiatan ini.

Setiap FKTP yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan memiliki kewajiban memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik.

Dalam memastikan FKTP menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana amanat program JKN-KIS, telah disepakati hal-hal yang harus dilakukan FKTP yang dituangkan dalam perjanjian kerja sama antara fasilitas kesehatan dengan BPJS Kesehatan.

Selain itu, ide inovasi guna meningkatkan kualitas layanan menjadi nilai tambah dari fasilitas kesehatan.

“Terlebih perkembangan teknologi juga menuntut seluruh insan tak terkecuali pemberi layanan di fasilitas kesehatan untuk terus melakukan peningkatan kualitas layanan berbasis pemanfaatan teknologi digital. Untuk itu saya berharap semua FKTP yang ada di Kabupaten Lombok Barat dapat terus belajar dan meningkatkan mutu layanan bagi peseerta JKN-KISt,” tutup Zulkifli.

dh/yn/Jamkesnews




Ikuti Tatanan Hidup Normal, Percepat NTB Bebas Covid-19

Untuk mempercepat penanganan Covid-19 di NTB khususnya di sejumlah daerah yang menjadi lokus penyebaran Covid-19 , Umi Rohmi menyampaikan bahwa koordinasi dan sinergi seluruh elemen pemerintah di kabupaten harus terus ditingkatkan.

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menekankan, Provinsi NTB sebenarnya bisa lebih cepat bebas dari Covid-19. Bahkan bisa lebih cepat untuk hidup normal seperti sebelum-sebelumnya. dengan satu syarat, disiplin dalam menerapkan tatanan hidup normal atau new normal

Hal itu ditekankan Wagub Hj Sitti Rohmi saat memimpin rapat Penanganan Covid-19 di NTB, bersama sejumlah kepala OPD, di Ruang Rapat Anggrek, Kantor Gubernur, Senin (29/06/20).

Kalau masyarakat disiplin menjalankan imbauan Pemerintah untuk patuh pada protokol Covid-19, maka tidak tertutup kemungkinan dalam waktu dekat NTB akan bebas Covid-19.

Wagub, Hj Sitti Rohmi

Dicontohkan, Kota Bima yang berhasil mengendalikan Covid-19. Bahkan daerah yang dikenal Kota Tepian Air ini sudah masuk Zona Hijau. Kenapa? Karena masyarakat di kota ini disiplin menjalankan aturan protokol Covid-19.

Daerah-daerah lain di NTB pun bisa melakukannya. Asal seluruh masyarakat nurut tatanan hidup normal. Yaitu selalu mencuci tangan, memakai masker, jaga dan selalu cek suhu tubuh.

Karena itu, Ummi Rohmi menegaskan kembali komitmen pemerintah Provinsi NTB untuk terus menangani Covid-19 tersebut ..

“Kita tidak boleh kendor. Kita harus punya energi cukup hingga musibah ini segera berlalu,” seru Umi Rohmi saat memberikan arahan.

Selain edukasi kepada masyarakat, Umi Rohmi memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukan analisis dan pemetaan terhadap pasien Covid-19 yang masih terus bertambah di sejumlah kota dan kabupaten, seperti di Kota Mataram dan Lombok Barat.

“Lakukan analisis, supaya kita tau apa yang kita lakukan. Penyebaran virus di kabupaten/kota ini tidak sama. Maka, kita perlakuannya harus beda,” jelasnya.

Wakil Gubernur menerima laporan dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB bahwa per 28 Juni 2020, kasus positif Covid-19 sebanyak 1.213 orang, orang positif dalam pengawasan sebanyak 342 orang, yang sembuh 810 orang sedangkan yang meninggal sebanyak 61 orang.

Selain itu pasien dalam pengawasan sebanyak 395 orang dan orang dalam pemantauan sebanyak 183 orang.

Umi memberikan penekanan khusus kepada 61 orang positif Covid-19 yang meninggal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 orang meninggal tanpa komorbid.

“Ini menandakan bahwa Covid-19 ini adalah virus mematikan,” tegasnya.

Untuk mempercepat penanganan Covid-19 di NTB khususnya di sejumlah daerah yang menjadi lokus penyebaran Covid-19 , Umi Rohmi menyampaikan bahwa koordinasi dan sinergi seluruh elemen pemerintah di kabupaten harus terus ditingkatkan.

AYA/HmsNTB




Biaya Persalinan Aena, Sepenuhya Ditanggung BPJS Kesehatan

Aena mengaku sangat diuntungkan dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat. Ia mendapatkan fasilitas yg sangat bagus dan pelayanan yang baik pula

MATARAM.lombokjournal.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memberikan manfaat bagi warga Nusa Tenggara Barat.

Hal tersebut dirasakan oleh Aena Irawati (22), warga Punia Kecamatan Mataram.

Aena begitu sapaannya merupakan seorang ibu rumah tangga, suaminya bekerja sebagai karyawan swasta di Mall Epicentrum.

Saat ditemui tim Jamkesnews di kediamanannya, ia menceritakan bahwa dirinya pernah merasakan manfaat dari program JKN-KIS saat menjalani proses persalinan di Rumah Sakit Ibu dan Anak  (RSIA) Permata Hati.

“Manfaatnya sangat saya rasakan, hal itu saya rasakan pada saat saya melakukan  proses persalinan anak saya yang pertama pada bulan april bulan lalu. Semua biaya persalinan saya dijamin  penuh oleh BPJS Kesehatan,” ungkap Aena, Senin. (29/06/20).

Saat disinggung mengenai pentingnya jaminan kesehatan bagi keluarganya, Aena menyampaikan bahwa memiliki jaminan kesehatan itu merupakan hal yang sangat penting.

Aena juga melihat bahwa dengan adanya Program JKN-KIS, tentunya masalah keuanganpun dapat teratasi. Kini, ia tidak perlu memikirikan lagi biaya yang akan dikeluarkan seandainya masuk rumah sakit lagi.

“Manfaatnya yang telah saya rasakan, menjadi peserta JKN-KIS itu penting untuk sekarang dan masa depan. Jika nanti kita membutuhkan pengobatan fasilitas kesehatan, sudah tidak perlu lagi  mengeluarkan biaya. Pastinya memiliki jaminan kesehatan itu sangat membantu kita terhindar dari masalah keuangan,” lanjut Aena.

Sebagai peserta program JKN-KIS, Aena mengaku tidak diperlakukan berbeda dengan pasien umum lainnya saat di rumah sakit.

Justru ia sangat diuntungkan dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat. Ia mendapatkan fasilitas yg sangat bagus dan pelayanan yang baik pula.

Di akhir perbincangan, ia mengucapkan terimakasih dan menyampaikan harapannya kepada BPJS Kesehatan, karena telah menjamin seluruh biaya persalinannya tanpa ada iur biaya satu rupiah pun.

Aena berterima kasih pada RSIA Permata Hati, yang membantu persalinan dan memberikan pelayanan dengan sangat baik.

Tentu sa ia bersyukur karena  pemerintah yang telah mencanamgkan program ini.  Ia pun berharap agar Program JKN-KIS tetap di Negara Indonesia dan semakin meningkatkan pelayanan bagi peserta JKN-KIS.

dh/yn/Jamkesnews

Narasumber;  Aena Irawati 




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 29 Juni, Bertambah 21 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh  8 (delapan)  Orang, Kematian 1 (satu) Orang   

Berdasarkan peta zona risiko Covid-19 di Provinsi NTB, menunjukkan bahwa penularan Covid-19 masih terjadi di NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Provinisi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadirmengkofirmasi, ada tambahan 21pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 8 (delapan) orang. Kasus kematian baru 1 (satu) orang..

Siaran pers hari Senin (29/06/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 192 sampel dengan hasil 158 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19, , 8 (delapan) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru.

Lalu Gita Aryadi

Dijelaskan, adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi positif, 8 (delapan) sembuh Dan 1 (satu) kasus kematian, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (29/6/2020) sebanyak 1.234 orang, dengan perincian 818 orang sudah sembuh, 62 meninggal dunia, serta 354 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19,” Lalu Gita Ariadi.

TAMBAHAN 21 PASIEN POSITIF, PASIEN SEMBUH 8 (DELAPAN)  ORANG, KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1214, an. Ny. H, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Lembah Sari, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 873. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1215, an. Ny. IWSFW, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19nomor 1060. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1216, an. An. KDAP, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1060. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1217, an. Ny. S, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1170. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1218, an. Ny. BJDN, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1170. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1219, an. Ny. SH, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1174. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1220, an. Ny. M, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  8. Pasien nomor 1221, an. Tn. AK, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1222, an. Ny. PL, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1223, an. Tn. MA, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Jakarta Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1091. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1224, an. Ny. Z, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1225, an. Tn. GGWS, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Mataram, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1226, an. Tn. H, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabakti Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1227, an. Tn. AH, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum eridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabakti Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1228, an. Tn. AM, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1229, an. Ny. H, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1230, an. Tn. HJ, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1231, an. Ny. NA, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1232, an. Ny. RD, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1031. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1233, an. Ny. F, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 603.Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1234, an. Tn. RK, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Hari Senin terdapat penambahan 8 (delapan) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 777, an. Ny. NKC, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 843, an. An. GRT, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 899, an. Tn. OGA, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 978, an. Tn. IKS, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1005, an. Ny. NL, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1062, an. Ny. AMDN, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1063, an. Tn. H, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima;
  8. Pasien nomor 1099, an. Tn. IKR, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Hari Senin ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu;

  1. Pasien nomor 1220, an. Ny. M, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi mengingatkan, berdasarkan peta zona risiko Covid-19 di Provinsi NTB, menunjukkan bahwa penularan Covid-19 masih terjadi di NTB.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap disiplin dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.