UPDATE Covid-19: Hari Senin, 06 Juli, Bertambah 30 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 8 (delapan) Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

Masyarakat tidak boleh lengah dan menyepelekan wabah ini. Terbukti secara klinis bahwa Covid-19 sangat berbahaya terutama bagi tiga kelompok rentan, yaitu anak-anak, lansia dan orang dengan penyakit komorbid

 MATARAM.lombokjournal.com – Di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkofirmasi, ada tambahan 30 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 8 (deapan) orang. Kasus kematian baru 1 (satu) orang.

Siaran pers hari Senin (06/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 126 sampel dengan hasil 88 sampel negatif, 8 (delapan) sampel positif ulangan, dan 30 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 6 (enam) orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Lalu Gita Aryadi

Dijelaskan, adanya tambahan 30 kasus baru terkonfirmasi positif, 8 (delapan) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB  sampai hari ini (06/07/20) sebanyak 1.391 orang, dengan perincian 891 orang sudah sembuh, 68 meninggal dunia, serta 432 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan,  petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 30 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 8 (DELAPAN) ORANG. KASUS KEMATIAN BARU 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1362, an. Ny. FDN, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Denpasar, Bali. Saat ini berdomisili di Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataramdengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1363, an. Ny. NA, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1364, an. Tn. IWW, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1365, an. Tn. RTN, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1366, an. Ny. A, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1367, an. Tn. AK, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1368, an. Ny. M, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1369, an. Ny. SR, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1370, an. Tn. M, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1371, an. Tn. S, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1372, an. Ny. LH, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1373, an. Ny. F, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1374, an. Ny. NLKSR, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1375, an. Tn. LS, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1376, an. An. AM, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1377, an. Ny. N, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1378, an. By. N, perempuan, usia 5 hari, penduduk Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1379, an. Ny. AAMM, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1380, an. An. NAH, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1381, an. Tn. S, laki-laki, usia 81 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  21. Pasien nomor 1382, an. Tn. MN, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1383, an. Tn. MAF, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1384, an. Tn. IMM, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1385, an. Ny. YKM, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan KebunSari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1386, an. Ny. IGADL, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1387, an. An. DH, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Tembeng Putik, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1151. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1388, an. Ny. S, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Tembeng Putik, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1151. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1389, an. Tn. M, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1297. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lotim Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1390, an. Tn. SR, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lotim Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 1391, an. By. M, perempuan, usia 3 hari, penduduk Desa Lembahsari, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.

Hari Senin terdapat penambahan 8 (delapan) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 992, an. Tn. S, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1012, an. Tn. M, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1022, an. Tn. S, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kabupaten Sleman,Yogyakarta;
  4. Pasien nomor 1101, an. An. PI, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 1104, an. Tn. AG, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 1160, an. Ny. DARN, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kupang, NTT;
  7. Pasien nomor 1175, an. Tn. IGL, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 1205, an. Ny. NKS, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Hari Senin ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 1381, an. Tn. S, laki-laki, usia 81 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengungkapkan hingga hari ini penambahan kasus positif baru Covid-19 di Provinsi NTB masih didominasi oleh Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, selain diikuti juga dengan penambahan pasien Covid-19 yang meninggal.

Peta zona risiko Covid-19 di Provinsi NTB sampai dengan hari ini :

Zona Merah: Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat

Zona Oranye: Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur

Zona Kuning: Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten

Sumbawa, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima

Zona Hijau: Kota Bima

“Masyarakat tidak boleh lengah dan menyepelekan wabah ini. Terbukti secara klinis bahwa Covid-19 sangat berbahaya terutama bagi tiga kelompok rentan, yaitu anak-anak, lansia dan orang dengan penyakit komorbid,” kata Lalu Gita Aryadi

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Lyanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 




Penanganan Covid-19 Difokuskan di Kota Mataram

Hanya Kota Mataram yang masih zona merah. Begitu pula dengan laju insiden di tiap kecamatan yang masih merah, kecuali di kecamatan Sandubaya yang berstatus kuning

MATARAM.lombokjourna.com – Kota Mataram akan menjadi fokus penanganan Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB).

berdasarkan data yang dikemukakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, hanya Kota Mataram masih berada dalam zona merah. Sedangkan untuk Kabupaten Lombok Barat saat ini sudah masuk kedalam zona kuning.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan itu saat memimpin rapat evaluasi kemajuan dalam penanganan Covid-19 di NTB, di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB, Senin (06/07/20).

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah

Rapat diikuti oleh Asisten I, II dan III Setda NTB serta seluruh Kepala OPD lingkup Provinsi NTB.

“Provinsi ini harus turun, karena kalau kita menunggu terus, masalah ini tidak akan selesai-selesai,” tegasnya.

Umi Rohmi sapaan akrabnya, mengatakan, kolaborasi dari semua pihak, baik Pemkot Mataram dan Pemerintah Provinsi dalam melakukan edukasi, sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol Covid-19 menjadi kunci untuk membawa Kota Mataram keluar dari zona merah.

“Kunci daripada penanganan Covid-19, khususnya di Mataram dan Lobar ini adalah yang pertama tentunya penegakan protokol Covid-19 di seluruh aktivitas masyarakat, tidak boleh ditawar-tawar,” ungkap Umi Rohmi.

Kemudian yang kedua adalah tracing masif itu harus dilakukan di Mataram,

“Walaupun kita lelah di awal, kita susah di awal, kita harus siapkan fasilitas diawal, tetapi akan mudah ke depan,” kata wagub.

Mengenai sosialisasi, penggunaan masker dinilai menjadi hal yang paling mendasar untuk dilakukan. Seluruh OPD di lingkup Kota Mataram dan Provinsi NTB diajak proaktif, bahu membahu dalam menyosialisasikan penggunaan masker kepada masyarakat.

“Khususnya di kalangan ASN di Provinsi NTB, karena kita juga berada di zona Kota Mataram,” ujarnya.

Publikasi media luar ruang juga turut menjadi sorotan, Umi Rohmi minta seluruh publikasi luar ruang berupa poster dan baliho sebagai sarana sosialisasi, khususnya di Kota Mataram, semua foto harus menggunakan masker.

Pesan-pesan yang disampaikan lewat media publikasi luar ruang kepada masyarakat, harus terlebih dahulu diterapkan pada diri sendiri dan lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan kerja.

Ia berharap dengan seluruh ikhtiar yang dilakukan bersama dengan kabupaten/kota di NTB, khususnya kota mataram dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat, Kota Mataram akan mampu segera keluar dari zona merah.

Hal lain yang menjadi perhatian serius Umi Rohmi dalam rapat tersebut adalah masalah aktifitas pendidikan, khususnya di Pondok Pesantren di NTB.

Ia pun berharap aktifitas pendidikan di Ponpes bisa segera berjalan. Dengan syarat dilakukan full tes, untuk dapat mengetahui kondisi seluruh siswa di Ponpes yang ada.

“Kami meminta kesiapan pihak terkait untuk melaksanakan ini,” pintanya.

Setelah full tes tersebut dilakukan, maka protokol kesehatan Covid-19 harus benar-benar diterapkan bagi setiap orang yang keluar masuk di lingkungan Ponpes.

“Bagaimana protokol kalau keluar ke pasar, protokol bagi setiap pengunjung, dan bagaimana protokol kepada orang tua yang datang menjenguk anaknya,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi memaparkan, saat ini hanya Kota Mataram yang masih zona merah. Begitu pula dengan laju insiden di tiap kecamatan yang masih merah, kecuali di kecamatan Sandubaya yang berstatus kuning.

“Jadi di Mataram dan Lombok Barat ini bagaimana kita mampu menekan laju insiden ini,” jelas Eka.

Sedangkan, di Kabupaten Lombok Barat yang sudah masuk ke zona kuning, laju insiden perkecamatan yang masih tinggi terdapat di wilayah Batu Layar, Gerung dan juga Lingsar.

AYA/HmsNTB

 

 




Kenaikan Iuran Baru BPJS Kesehatan, Ini Rinciannya

Tahun depan, pemerintah kembali memberikan subsidi iuran kepada peserta kelas III mandiri hanya saja besarannya Rp 7.000 sehingga masing-masing peserta membayar Rp 35.000 per bulan per jiwa

MATARAM.lombokjournal.com – Subsidi sebesar Rp 3 triliun dibayarkan Pemerintah untuk meringankan iuran BPJS Kesehatan peserta kelas III mandiri. Anggaran subsidi ini masuk dalam dana cadangan pada program pemulihan ekonomi nasional (PEN), khususnya pada klaster kesehatan.

Hal itu dikatakan Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Jumat (03/07/20).

Subsidi sasarannya pada kelompok peserta bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) kelas 3 mandiri, yang harus menanggung beban atas kenaikan iuran itu..

“Ini di luar PBI, subsidi bagi PBPU kelas III itu sekitar Rp 3 triliun, kelas III PBPU dan BP mandiri, ini program baru yang ada di Perpres 64 dan di Perpres 72,” kata Kunta dalam acara Tanya BKF via virtual,

Iuran BPJS Kesehatan untuk kelas I dan II resmi naik pada awal Juli tahun ini.

Kenaikan iuran itu tertuang dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Sedangkan untuk kelas III mandiri baru naik tahun depan.

Para peserta kelas III mandiri BPJS Kesehatan yang berasal dari kelompok PBPU dan BP saat ini hanya membayar iuran sebesar Rp 25.500 per bulan per jiwa atau mendapat subsidi Rp 16.500 dari pemerintah.

Jika tidak disubsidi maka iurannya sebesar Rp 42.000 per bulan per jiwa.

Pada tahun depan, pemerintah kembali memberikan subsidi iuran kepada peserta kelas III mandiri hanya saja besarannya Rp 7.000 sehingga masing-masing peserta membayar Rp 35.000 per bulan per jiwa.

Rincian kenaikan iuran

Berikut rincian iuran BPJS Kesehatan yang berlaku mulai 1 Juli 2020:

Kelas I peserta mandiri atau PBPU dan BP menjadi Rp 150.000 per orang per bulan, naik 85,18 persen; Kelas II menjadi Rp 100.000 per orang per bulan atau naik 96,07 persen; Kelas III tetap Rp 25.500 per orang per bulan (tahun depan jadi Rp 35.000)

Perlu diketahui, pada program PEN pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp 87,55 triliun.

Total anggaran tersebut disalurkan lagi untuk belanja penanganan COVID-19 sebesar Rp 65,80 triliun, insentif tenaga medis Rp 5,90 triliun, santunan kematian Rp 0,30 triliun, bantuan iuran JKN Rp 3,00 triliun, Gugus Tugas COVID-19 Rp 3,50 triliun, dan insentif perpajakan di bidang kesehatan Rp 9,05 triliun.

hek/ara




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 04 Juli, Bertambah 19 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 9 (Sembilan) Orang, Tidak Ada Kasus Kematian   

Untuk wilayah dengan zona hijau (tidak terdampak) yakni KotavBima, diharapkan dapat terus mempertahankan seluruh upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com – Di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkofirmasi, ada tambahan 19 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 9 (sembilan) orang. Tidak ada kasus kematian baru.

Siaran pers hari Sabtu (02/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 170 sampel dengan hasil 139 sampel negatif, 12 sampel positif ulangan, dan 19 sampel kasus baru positif Covid-19.

Lalu Gita Ariadi

Dijelaskan, adanya tambahan 19 kasus baru terkonfirmasi positif, 9 (sembilan) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (04/07/20) sebanyak 1330 orang, dengan perincian 876 orang sudah sembuh, 66 meninggal dunia, serta 388 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lau Gita Ariadi.

Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 19 PASIEN POSITIF, PASIEN SEMBUH9 9 (SEMBILAN) ORANG, TIDAK ADA KEMATIAN

Kasusbaru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1312, an. Tn. MT, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1313, an. Ny. BOVW, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Ketangga Jeraeng, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1314, an. Tn. AM, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Boyolali Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1315, an. Ny. LM, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Warga Negara Asing. Pasien merupakan pelaku perjalanan yang lama tinggal di Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1316, an. Tn. SM, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Warga Negara Asing. Pasien merupakan pelaku perjalanan yang lama tinggal di Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1317, an. Tn. AKD, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Depok, Jawa Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1318, an. Tn. LHA, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1319, an. Tn. S, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Babusalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1320, an. Ny. HF, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1321, an. Ny. BR, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1322, an. Tn. MD, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1323, an. Tn. DZ, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat inidirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1324, an. Tn. MIR, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Bekasi, Jawa Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1325, an. Tn. AHH, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1326, an. Tn. HJ, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1327, an. Tn. SW, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1328, an. Ny. NPCPD, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1329, an. Ny. MF, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1330, an. Tn. H, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Hari Sabtu ini terdapat penambahan 9 (sembilan) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu

  1. Pasien nomor 921, an. Ny. J, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 937, an. Tn. RAR, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1039, an. Tn. AF, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari,Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1051, an. Ny. N, perempuan, usia 69 tahun, penduduk Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah;
  5. Pasien nomor 1066, an. Tn. FT, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1087, an. Tn. H, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Sesela, KecamatanGunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1125, an. An. MH, perempuan, usia 10 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 1128, an. Tn. MM, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1225, an. Tn. GGWS, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Mataram, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lau Gita Ariadi menekankan, untuk wilayah dengan zona kuning (risiko rendah) yakni Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, serta wilayah dengan zona hijau (tidak terdampak) yakni Kota Bima, diharapkan dapat terus mempertahankan seluruh upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 

 




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 03 Juli, Bertambah 28 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 6 (enam) Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

Disampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com – Di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD R. Soedjono Selong, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkofirmasi, ada tambahan 28 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 6 (enam) orang. Kasus kematian baru 1 (satu) orang.

Siaran pers hari Jum’at (03/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 155 sampel dengan hasil 113 sampel negatif, 14 sampel positif ulangan, dan 28 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 6 (enam) orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Lalu Gita Aryadi

Dijelaskan, adanya tambahan 28 kasus baru terkonfirmasi positif, 6 (enam) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at  (03/07/20) sebanyak 1.311 orang, dengan perincian 867 orang sudah sembuh, 66 meninggal dunia, serta 378 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Diinformasikan bahwa pasien nomor 1277 an. Ny. J, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Makassar, Sulawesi Selatan, yang dalam press release kemarin dirawat di RSUD Patut Patuh Patju diklarifikasi menjadi dirawat di RSUD Sumbawa,” kata Lalu Gita Ariadi.

TAMBAHAN 28 PASIEN POSITIF COVID-19, pasien sembuh 6 (enam) orang. Kasus kematian baru 1 (satu) orang

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1284, an. Tn. IGC, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  2. Pasien nomor 1285, an. Tn. UI, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1286, an. Ny. WCA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1287, an. Ny. NKDP, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1288, an. An. CNR, perempuan, usia 7 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1087. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1289, an. Ny. LT, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1087. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1290, an. Ny. AA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1291, an. An. KMA, perempuan, usia 7 bulan, penduduk Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1240. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1292, an. Ny. WM, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1293, an. Ny. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sondosia Bima dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1294, an. Tn. KA, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Rompo, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sondosia Bima dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1295, an. Tn. R, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Nunggi, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sondosia Bima dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1296, an. Tn. M, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belumteridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat provinsi di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1297, an. Tn. N, laki-laki, usia 78 tahun, penduduk Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1298, an. Ny. SM, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1299, an. Ny. J, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Apitaik,Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1300, an. Tn. ABD, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1301, an. Tn. SHB, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan MonjokBarat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1302, an. Ny. IZ, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1303, an. An. MGAW, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Karang Panas, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1304 an. Tn. PM, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1305 an. Tn. LAR, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1306 an. An. ALDS, perempuan, usia 7 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1307 an. Tn. IPOP, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Denpasar, Bali. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1308 an. Ny. S, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1309 an. An. DWM, perempuan, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1310 an. An. HA, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1311 an. Ny. IAMP, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

Hari Jum’at terdapat penambahan 6 (enam) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 89, an. Tn. MF, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 780, an. Ny. A, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Malaju , Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu;
  3. Pasien nomor 834, an. Ny. YA, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1025, an. Ny. H, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 1194, an. Tn. MW, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1222, an. Ny. PL, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Hari Jum’a ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1284, an. Tn. IGC, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Peaksana HARIAN Gugus Tugas NTB, Lau Gita Ariadi menyamaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19.

“Pemerintah juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas  kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit,” katanya.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id,

Layanan Provincial Call Centre (PCC




Untuk Subsidi BPJS Kesehatan Kelas III, Kucuran Dana Pemerintah Capai Rp 3 T

Alokasi anggaran tersebut sesuai dengan kebijakan pemerintah menaikkan lagi tarif iuran BPJS Kesehatan mulai 1 Juli 2020

MATARAM.lombokjournal.com – Kucuan dana Pemerintah untuk mensubsidi peserta mandiri Kelas III Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan , mencapai anggaran Rp3 triliun.

Subsisi peserta mandiri kelas III itu, di luar program subsidi untuk peserta BPJS Kesehatan penerima bantuan iuran alias PBI.

“Kalau PBI kan sudah ada di APBN dan setiap tahun ada itu sekitar Rp 48 Triliun di 2020. Sementara, ini adalah bantuan iuran karena adanya Perpres baru kemarin, bahwa pemerintah ada satu program lagi di luar PBI, namanya subsidi atau bantuan iuran bagi PBPU kelas III,” ujar Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Kunta Nugraha dalam konferensi video, Jumat (03/07/20).

Kunta mengatakan Alokasi anggaran sebesar Rp 3 triliun itu disediakan untuk enam bulan ke depan, mulai Juli hingga Desember 2020.

Menurut Kunta, alokasi anggaran tersebut sesuai dengan kebijakan pemerintah menaikkan lagi tarif iuran BPJS Kesehatan mulai 1 Juli 2020.

Kenaikan premi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan tersebut merupakan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan. Aturan, iuran BPJS Kesehatan itu diteken oleh Presiden Joko Widodo pada hari Selasa, tanggal 5 Mei 2020.

Jokowi menetapkan, kenaikan iuran tersebut sebagai respons atas pembatalan kenaikan iuran sebelumnya oleh Mahkamah Agung (MA), yang diatur dalam Perpres 75/2019.

Atas pembatalan tersebut, pemerintah pun menyusun Perpres 64/2020 dan kembali memberlakukan kenaikan iuran mulai Rabu, 1 Juli 2020.

Perubahan tarif tersebut antara lain pada kelas I dari Rp 80.000 naik menjadi Rp 150.000 per bulan. Selanjutnya, kelas II dari Rp 51.000 naik menjadi Rp 100.000. Terakhir, kelas III dari Rp 25.500 naik menjadi Rp 42.000, namun mendapat subsidi.

Pada Juli 2020 ini, peserta mandiri kelas III cukup membayar iuran sebesar Rp 25.500 karena terdapat subsidi iuran Rp 16.500. Besaran itu berlaku sepanjang 2020. Kemudian, mulai Januari 2021 peserta kelas III harus membayar iuran sebesar Rp 35.000 karena subsidi berkurang menjadi Rp 7.000.

Rr/BPJS Kesehatan




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 02 Juli, Bertambah 23 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 25 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian   

Petugas kesehatan di kabupaten/kota diharapkan melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19

MATARAM.lmbokjournal.com — di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram,, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadirmengkofirmasi, ada tambahan 23 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 25 orang. Tidak ada kasus kematian baru.

Siaran pers hari Kamis (02/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 232 sampel dengan hasil 174 sampel negatif, 35 sampel positif ulangan, dan 23 sampel kasus baru positif Covid-19, 25tambahan sembuh baru, tidak kasus kematian baru.

Lalu Gita Aryadi

Dijelaskan, adanya tambahan 23 kasus baru terkonfirmasi positif, 25 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (02/07/20) sebanyak 1.283 orang, dengan perincian 861 orang sudah sembuh, 65 meninggal dunia, serta 357 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 23 PASIEN POSITIF, PASIEN SEMBUH 25  ORANG, TIDAK ADA KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1261, an. Ny. M, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1262, an. Tn. SARH, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Panji Sari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1263, an. Tn. AI, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor1122. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1264, an. Ny. H, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1122. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1265, an. Tn. IMS, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Denpasar, Bali. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1266, an. Tn. MS, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1267, an. Ny. M, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1268, an. Tn. MSS, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1269, an. Ny. M, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1270, an. Tn. M, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1271, an. Ny. H, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1272, an. Ny. R, perempuan, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1273, an. Ny. S, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1274, an. Ny. S, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Telaga Waru,Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukanperjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid 19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1275, an. Ny. EK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 1169. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1276, an. Ny. DPAP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1169. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1277, an. Ny. J, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Makassar, Sulawesi Selatan. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1278, an. An. KT, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat provinsi di KotaMataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1279, an. Tn. IGRA, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Tabanan, Bali. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat provinsi di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1280, an. Nn. UQA, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat provinsi di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1281 an. Nn. NANA, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Surabaya, Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat provinsi di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1282 an. Tn. QDH, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat provinsi di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1283 an. Tn. H, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat provinsi di Kota Mataram dengan kondisi baik.

Hari Kamis ini terdapat penambahan 25 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 369, an. An. PA, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 580, an. Ny. M, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 747, an. An. MSHK, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 762, an. Ny. M, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 846, an. Ny. R, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 927, an. Ny. SI, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 931, an. Tn. FAS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 945, an. Ny. PSELSRDK, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 964, an. Ny. SNH, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 967, an. Tn. KA, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 968, an. Tn. KBA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 980, an. Ny. NH, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 990, an. Tn. LZ, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 993, an. Ny. DKL, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  15. Pasien nomor 998, an. Ny. DPGD, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  16. Pasien nomor 1008, an. Tn. SA, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Kalianyar, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur;
  17. Pasien nomor 1038, an. Ny. M, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 1069, an. Ny. EM, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  19. Pasien nomor 1086, an. Ny. H, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 1090, an. Ny. NFM, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 1091, an. Ny. FA, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Jakarta Timur, Jakarta;
  22. Pasien nomor 1118, an. Ny. S, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Cepak Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  23. Pasien nomor 1119, an. Ny. W, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  24. Pasien nomor 1141, an. Tn. S, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  25. Pasien nomor 1150, an. Ny. M, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB mengingatkan, kasus kematian karena Covid-19 sebagian besar disertai dengan penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular (hipertensi, jantung), diabetes melitus, atau penyakit paru kronis.

“Masyarakat yang memiliki penyakit tidak menular tersebut agar lebih waspada dengan cara menjaga pola hidup bersih dan sehat serta tidak berakivitas di luar rumah untuk sementara waktu,” katanya..

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 




Seluruh Klaim RS Tuntas Dibayar BPJS Kesehatan, Semester II Tahun 2020

Melalui penyesuaian iuran, pemerintah berkomitmen memastikan kesinambungan Program JKN-KIS dan memperbaiki layanannya

MATARAM.lombokjournal.com — BPJS Kesehatan menerima iuran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN dari pemerintah sebesar Rp 4,05 triliun, awal bulan Juli 2020..

Diterimanya iuran tersebut, BPJS Kesehatan memastikan tidak ada klaim rumah sakit yang sudah jatuh tempo dan belum dibayar.

Penerimaan iuran PBI APBN di muka ini menunjukkan dukungan dan komitmen pemerintah  guna membantu likuiditas Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan, dan sekaligus menjaga likuiditas rumah sakit di tengah pandemi Covid-19.

Penjelasan terkait Penerimaan iuran PBI APBN dijelaskan Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf,

“Posisi hutang klaim BPJS Kesehatan per 1 Juli 2020 adalah Rp 3,70 triliun. Begitu iuran PBI APBN ini kami terima, langsung kami distribusikan untuk melunasi tagihan klaim seluruh rumah sakit.,” jelas Iqbal, Rabu (01/07/20).

Ditegaskan, tidak ada lagi utang jatuh tempo bagi rumah sakit yang sudah mengajukan klaim dan lolos verifikasi. Dan untuk pembayarannya tetap menggunakan mekanisme first in first out.

Iqbal mengatakan, BPJS Kesehatan akan memanfaatkan dana iuran PBI APBN tersebut dan ditambah dengan penerimaan iuran lainnya untuk menjaga agar pembayaran klaim dapat dilakukan tepat waktu sesuai dana yang tersedia.

“Kami ucapkan terima kasih Kementerian Keuangan yang telah membuktikan komitmen pemerintah dalam memastikan pembayaran klaim rumah sakit berjalan lancar,”  ucap Iqbal.

Di sisi lain, Iqbal juga menjelaskan, melalui penyesuaian iuran, pemerintah berkomitmen memastikan kesinambungan Program JKN-KIS dan memperbaiki layanannya.

Sesuai amanah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020, per1 Juli 2020 iuran JKN-KIS bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) disesuaikan menjadi Rp 150.000 untuk kelas 1, Rp 100.000 untuk kelas 2, dan Rp 42.000 untuk kelas 3.

Khusus kelas 3, di tahun 2020 ini, peserta hanya membayar sebesar Rp 25.500,-, sisanya sebesar 16.500,- dibiayai oleh pemerintah.

“Dengan berlakunya nominal iuran yang baru, diharapkan akar masalah defisit BPJS Kesehatan bisa mulai terurai. Di sisi lain, kami tetap butuh dukungan dari berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem Program JKN-KIS yang sehat,” ujar Iqbal.

Sampai dengan Mei 2020, kolektabilitas iuran PBPU yang semula berkisar di angka 60 persen naik menjadi 73,68 persen.

Hal tersebut menunjukkan, kesadaran dan kemauan peserta JKN-KIS untuk membayar iuran semakin meningkat.

Iqbal pun mengingatkan, untuk menjaga keberlangsungan Program JKN-KIS, bukan hanya pemerintah saja yang berkontribusi melainkan masyarakat juga harus ambil bagian.

Dari 220,6 juta peserta JKN-KIS, sekitar 60 persen peserta dibiayai oleh pemerintah. Tepatnya, ada 96,8 juta penduduk miskin dan tidak mampu yang iuran JKN-KIS-nya ditanggung negara lewat APBN dan 37,3 juta penduduk yang ditanggung oleh APBD.

Selain itu, juga ada iuran untuk aparatur sipil negara maupun TNI dan Polri.

Hingga 2018 pemerintah telah mengeluarkan dana kurang lebih Rp 115 triliun. Di tahun 2019 saja, total biaya yang dibayar pemerintah untuk segmen PBI APBN sebesar Rp 48,71 triliun. Untuk tahun 2020, pemerintah akan membayari segmen PBI APBN sebesar Rp 48,74 triliun. Belum lagi untuk segmen PBI APBD.

Iqbal berharap, masyarakat kami ikut turun tangan menjaga keberlanjutan Program JKN-KIS.

“Dimulai dari hal yang sederhana saja, misalnya mendaftarkan diri dan keluarga menjadi peserta JKN-KIS selagi sehat, membayar iuran JKN-KIS secara rutin, tepat waktu, dan tidak menunggak, serta menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih,” pesan Iqbal.

Rr/BPJS Kesehatan




  Peserta BPJS Kesehatan Capai 220 Juta Orang Per 31 Mei 2020

Dari sisi layanan kesehatan, kini terdapat 22 ribu fasilitas kesehatan tingkat I yang menerima peserta asuransi. Sedangkan jumlah apotek dan optik yang bekerja sama dengan BPJS mencapai 2.069

MATARAM.lombokjournal.com – Hingga tanggal 31 Mei 2020, total peserta Badan Penyelenggara Ja,inan Sosial (BPJS) Kesehatan sudah mencapai jumlah 220 juta peserta.

BPJS Kesehatan menyatakan, total pemanfaatan layanan asuransi negara tersebut telah mencapai 1,1 miliar kunjungan sejak 2016 hingga 2020.

Berdasarkan data tahun terbaru yakni tahun 2019, rata-rata pemanfaatan fasilitas kesehatan telah menyentuh angka kunjungan 756.515 per hari.

Hal itu disampaikan Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Wahyuddin Bagenda dalam web seminar, Selasa (30/06/20).

Sedangkan total member korporasi yang telah menjadi mitra

BPJS Kesehatan saat ini menjalin kemitraan bersama korporasi yang jumlahnya mencapai  243 ribu. Sejalan dengan terus bertambahnya jumlah pengguna manfaat, Wahyuddin mengatakan pihaknya telah membuka kerja sama dengan pelbagai stakeholder.

Untuk koridor pembayaran atau payment channel, misalnya, BPJS bekerja sama dengan 650 ribu entitas. Dari sisi layanan kesehatan, kini terdapat 22 ribu fasilitas kesehatan tingkat I yang menerima peserta asuransi.

Sedangkan jumlah apotek dan optik yang bekerja sama dengan BPJS mencapai 2.069.

Selanjutnya, fasilitas tingkat lanjut sebanyak 2.547 dan tenaga medis menyentuh 1 juta.

“Kemudian kami memiliki tenaga verifikator berjumlah 961 orang dan asuransi kesehatan komersial sebanyak 50 perusahaan,” tuturnya.

Wahyuddin mengatakan pihaknya terus mengembangkan transformasi digital dalam memberikan layanan kesehatan agar mencegah fraud atau kecurangan serta, mengantisipasi adanya persoalan-persoalan terkait data.

“Pada 2020, kami kembangkan smart collaboration dan artificial inteligence. Nantinya klaim di faskes tingkat rujukan akan dilakukan secara digital. Kami juga siapkan mobile JKN untuk menjadi super apps untuk mobile faskes,” kata Wahyudin.

Rr




Gubernur Zul; Layanilah Dengan Hati dan Senyum Tulus         

     Mereka melayani pasiennya dengan senyum tulus dan mampu memberikan layanan dan harapan kepada pasiennya untuk sembuh

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Dr. Zulkieflimansyah mengingatkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi dan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB, memberikan pelayanan yang paripurna kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan status sosial maupun penampilannya.

“Fasilitas dan sarana prasarana di RS kita sudah lengkap, tapi satu yang perlu terus maksimal ditingkatkan, yaitu senyum tulus dari hati nurani ketika melayani pasien,” kata Gubernur Zul saat kunjungan kerja dalam rangka pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu (01/07/20) di RSUD Provinsi dan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB.

Doktor Zul mengajak pihak RS, baik Dokter maupun perawat serta semua jajarannya agar melayani masyarakat yang berkunjung dengan hati. Karena menurutnya, ketulusan hati dan senyuman tulus tanpa dibuat-buat akan mampu mengobati sakit.

Gubernur Zul bercerita, di era tahun 90 banyak masyarakat Indonesia terutama Jakarta maupun Surabaya yang rela mengeluarkan biaya mahal untuk berobat ke Rumah Sakit di Singapura.

Padahal fasilitas dan dokter yang ada di Indonesia juga memiliki kemapuan dan ilmu yang hampir sama.

Setelah diperhatikan dan diamati, yang membedakannya adalah pelayanan dan perlakuan pihak RS terhadap pasiennya.

Mereka melayani pasiennya dengan senyum tulus dan mampu memberikan layanan dan harapan kepada pasiennya untuk sembuh.

Karena sugesti itu sangat penting untuk membangkitkan semangat sembuh dan hidup yang lebih lama.

“Nah, senyuman ini yang perlu kita pelajari, karena senyumanan ini beda antara yang tulus dan yang dibuat-buat, “jelasnya.

Hal ini penting bagi pihak rumah sakit, agar meningkatkan pelayanan khusus menghadapi masyarakat. Mulai dari petugas loket hingga dokter.

Selain pelayanan, peningkatan SDM baik perawat ataupun dokter spesialis serta tenaga lainnya juga perlu terus diperbanyak.

Apalagi RSUD ini sudah memilki Medical Tourism. Perlu tenaga yang handal dan berkompetensi yang mampu memahami instrumen dan fasilitas dengan teknologi modern.

Ia juga berharap RSUD terus menata diri mempersiapkan SDM menghadapi event Motor GP tahun 2021. Minimal perawat atau tenaga medisnya memiliki kemampuan berbahasa asing dan kompetensinya mumpuni.

“Jangan lupa pilih yang memiliki senyuman yang menyejukan,” kata Mantan Ketua Senat UI ini yanag disambut aplaus dari pegawai RSUD Provinsi.

Gubernur juga berpesan agar menciptkan lingkungan dan budaya kerja yang baik, antara semua ASN bersama pimpinan. Sehingga RSUDP ini dapat memberi contoh institusi yang pelayanannya paripurna di NTB.

Dirut RSUD Provinsi NTB dr. H. Lalu Hamzi Fikri menyambut baik kunjungan Gubernur Zul. Silaturahmi ini mampu meruntuhkan sekat-sekat antara pimpinan dan bawahan.

Sehingga memberikan semangat kerja bagi ASN di RSUDP.

Di masa pandemi Covid-19 RSUDP memutuskan untuk adaptasi dengan perubahan yang ada.  Sehingga zona itu sudah mampu terlewati.

“Kami sudah melalui masa sulit ini dan terus bekerja seperti biasa dengan pola New Normal,” katanya.

Selain itu RSUDP juga berkeinginan untuk terus belajar memberikan pelayanan yang maksimal. Meningkatkan SDM agar dapat terus memperbaharui ilmu dengan perkembangan dunia.

Pihak RS juga mengapresiasi langka Gubernur, memberikan pelayanan maksimal untuk merawat pasien Covid. Dengan memberikan tambahan ruang isolasi lengkap, sehingga total ruang 90 ruangan.

“Disamping melayani pasien Covid, tanggungjawab utama kami juga melayani pasien umum atau non Covid,” jelasnya.

Dirut RSP menambahkan, saat ini sedang dibangun tempat khusus pasien Covid-19,  progresnya sudah 31 persen bangunanya. Targetnya awal bulan September 2020 gedung yang terletak dibagian timur akan dioperasikan.

Diakuinya, sejak Covid pendapatan RSUP terus menurut hingga 40 persen. Namun tidak menyurutkan jajarannya untuk terus berinovasi dalam bekerja dan memberikan pelayanan kepada pasien dan masyarakat.

Direktur RSJ Mutiara Sukma dr. Evi Kustini Somawijaya menjelaskan, pihak RSJ semasa Covid menangani dengan baik pasien gangguan jiwa. RSJ juga membukaLayanan online konseling.

(@kominfotik