UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 11 Juli 2020, Bertambah 30 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 13 Orang, Kasus Kematian 3 (tiga) orang

Mengingat angka pasien positif Covid-19 di Kota Mataram dan Lombok Barat yang masih terus bertambah, seluruh masyarakat diajak agar waspada dan tetap disiplin mengikuti protokol pencegahan Covid-19

 MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 30 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 13 orang. Kasus kematian baru 3 (3) orang.

Lalu Gita Ariadi

Siaran pers hari Sabtu (11/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak sebanyak 181 sampel dengan hasil 134 sampel negatif, 17 sampel positif ulangan, dan 30 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 13 orang, kasus kematian 3 (tigqdua) orang.

Dijelaskan, engan adanya tambahan 30 kasus baru terkonfirmasi positif, 13 tambahan sembuh baru, dan 3 (tiga) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (11/07/20) sebanyak 1.548 orang, dengan perincian 967 orang sudah sembuh, 80 meninggal dunia, serta 501 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” KATA Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 30 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 13 ORANG, DAN 3 (TIGA) KASUS KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1485.a, an. Tn. A, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1520, an. Tn. AK, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Karang Bedil, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1521, an. Tn. S, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1522, an. Ny. H, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1523, an. Tn. IGAKS, laki-laki, usia 79 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1524, an. Tn. M, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada dengan kondisi bai k;
  7. Pasien nomor 1525, an. Tn. RH, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Saat ini berdomisili di Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1526, an. Ny. FDP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1527, an. Ny. KH, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1528, an. Tn. MR, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1529, an. Tn. M, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19 ;
  12. Pasien nomor 1530, an. Ny. K, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  13. Pasien nomor 1531, an. Tn. IWKP, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1532, an. Tn. MB, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan PagutanBarat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1533, an. Tn. MU, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1534, an. Ny. MSD, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1535, an. Ny. H, perempuan, usia 79 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  18. Pasien nomor 1536, an. Tn. IKP, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Mantang,Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1537, an. Tn. GP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Sleman, Yogyakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1538, an. Tn. TB, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Bertais,Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1539, an. Ny. NNP, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1540, an. Tn. LSQ, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1541, an. Tn. AK, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1542, an. Tn. ADW, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Semarang, Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1543, an. Ny. SK, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1544, an. Ny. N, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1545, an. An. IGAFA, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1287. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1546, an. Ny. NH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1547, an. Tn. PB, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Badrain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belumteridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 1548, an. Ny. M, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;

Dipermaklumkan beberapa hal sebagai berikut :

  • Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap jumlah kasus baru positif Covid-19 yang diumumkan tanggal 10 Juli 2020 yakni sebanyak 40 orang terkonfirmasi positif, sebenarnya adalah 39 kasus baru positif Covid-19.

Pasien nomor 1485 an. Ny. DES perempuan, usia 27 tahun, yang diumumkan tanggal 10 Juli 2020 sesungguhnya adalah pasien nomor 1253 yang sudah diumumkan pada tanggal 1 Juli 2020. Sehingga pasien positif Covid-19 dengan nomor 1485 dipakai untuk kasus terkonfirmasi positif Covid-19 baru hari ini, yakni pasien nomor 1485.a, an. Tn. A, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;

  • Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 1517 yang semula diumumkan berdomisili di Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, bahwa alamat pasien sesungguhnya di Desa Bug-Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Sabtu terdapat penambahan 13 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah     pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu:

  1. Pasien nomor 798, an. Tn. MR, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 879, an. Ny. NKNA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 970, an. Ny. KIMD, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Suranadi,Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 985, an. Tn. WS, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat;
  5. Pasien nomor 1027, an. Ny. DAN, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Rumak, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 1028, an. Tn. AMS, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1030, an. Tn. MR, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 1044, an. Tn. IWW, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Pagesangan, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1056, an. Tn. AA, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan MataramTimur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1129, an. Ny. ABN, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Gowa, Sulawesi Selatan;
  11. Pasien nomor 1217, an. Ny. S, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 1268, an. Tn. MSS, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 1286, an. Ny. WCA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Hari Sabtu ini juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu

  1. Pasien nomor 1529, an. Tn. M, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 1530, an. Ny. K, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  3. Pasien nomor 1535, an. Ny. H, perempuan, usia 79 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, mengingat angka pasien positif Covid-19 di Kota Mataram dan Lombok Barat yang masih terus bertambah, mengajak dan menghimbau seluruh masyarakat agar waspada dan tetap disiplin mengikuti protokol pencegahan Covid-19.

Lalu Gita menjelaskan, hingga saat ini Covid-19 di NTB telah menyebabkan 80 orang meninggal dunia. Korban meninggal tersebut terdiri dari 46 orang di Kota mataram, 23 orang di Kabupaten Lombok Barat, 4 orang di Kabupaten Lombok Tengah, 2 orang di Kabupaten Lombok Timur dan 2 orang di Kabupaten Lombok Utara. Pasien meninggal juga terjadi di Kabupaten Dompu, KSB, dan Kabupaten Sumbawa masing-masing telah meninggal 1 orang.

Dikatakan, untuk menghindari jatuhnya korban dan penularan lebih luas, maka tidak ada cara lain yang patut kita lakukan bersama, kecuali tetap patuh mengikuti tatanan baru atau pola hidup baru  dalam seluruh kegiatan sosial ekonomi kemasyarakatan.

Yakni secara ketat mematuhi protokol kesehatan pada seluruh aktivitas, dengan selalu menggunakan masker, menjaga jarak saat berkunjung ke pusat-pusat keramaian seperti pasar, pusat perbelanjaan atau kantor dan aktivitas sosial lainnya, sering-sering mencuci tangan pakai sabun pada air mengalir, menjaga pola hidup bersih dan sehat, tetap optimis dan semangat.

“Serta lindungi kelompok rentan terutama anak-anak, orang lanjut usia serta orang yang memiliki penyakit komorbid, agar untuk sementara waktu tidak beraktivitas diluar rumah,” kata Lalu Gita.

Ia mengajak seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB, khususnya di Kota Mataram dan Lombok Barat, juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya, agar memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 




Mengunduh Aplikasi Mobil JKN, Bisa Daftar Pengobatan ke Faskes I Secara Online

“Melalui menu ‘Lokasi’ di Mobile JKN, kamu bisa melihat RS terdekat yang ada di sekitarmu beserta kontaknya. Selain itu, terdapat fitur “map” yang tersambung dengan Google Maps”

MATARAM.Lombokjournal.com  — Peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat bisa mendaftar online jika ingin berobat ke fasilitas kesehatan tingkat 1 atau RS rujukan lanjutan.

Akun resmi Twitter Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJS Kesehatan menyebutkan Informasi ini.

Para peserta disebutkan bisa mengambil antrean online melalui fitur “Pendaftaran Pelayanan” di Mobile JKN.

“Melalui fitur ini, sekarang kalian tidak perlu menunggu lama-lama lagi di fasilitas kesehatan,” demikian dikutip dari akun twitter @BPJSkesehatanRI.

Namun sistem antrean online ini baru bisa dilakukan untuk faskes yang sudah terintegrasi dengan antrean online.

“Jika belum, maka belum bisa mendaftar antrian online dari mobile JKN. Terima kasih,” demikian penjelasan BPJS Kesehatan.

Cara pendaftaran pelayanan via online itu  sebagai berikut :

  1. Buka aplikasi mobile, pilih pendaftaran pelayanan
  2. Pilih poli yang akan didatangi
  3. Pilih kapan tanggal akan berobat
  4. Pilih jadwal praktek dokter
  5. Klik kolom daftar pelayanan
  6. Selanjutnya akan akan muncul nomor urut, jam dan tanggal waku berobat Anda

BPJS Kesehatan menjelaskan, melalui fitur ini para peserta tidak perlu menunggu lama-lama lagi di fasilitas kesehatan.

BPJS Kesehatan mendorong para peserta untuk mengunduh aplikasi Mobil JKN agar lebih mempermudah pencarian rumah sakit terdekat.

“Buka aplikasi Mobile JKN aja! Melalui menu ‘Lokasi’ di Mobile JKN, kamu bisa melihat RS terdekat yang ada di sekitarmu beserta kontaknya. Selain itu, terdapat fitur “map” yang tersambung dengan Google Maps,” dikutip dari cuitan i Twitter @BPJSKesehatanRI.

BPJS Kesehatan menyarankan para peserta untuk bisa melihat lokasi beserta nomor kontak RS tersebut. Untuk rujukan dan antrean online di rumah sakit, peserta bisa menggunakan menu ‘Pendaftaran Pelayanan’.

Rr/BPJS Kesehatan




Prinsip Akuntabilitas, Mendasari BPJS Kesehatan Dalam Penyelenggaraan JKN-KIS  

BPJS Kesehatan juga membangun ekosistem teknologi informasi  yang mengintegrasikan layanan untuk peserta JKN-KIS, fasilitas kesehatan, layanan perbankan, dan operasional kantor cabang di seluruh Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com —  BPJS Kesehatan menyelenggarakan program JKN-KIS berdasarkan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas.

Kebijakan yang diambil itu merupakan komitmen badan hukum publik dalam mengimplementasikan tata kelola yang baik atau good gobernance.

Karena itu, dengan prinsip tata kelola yang baik berhasil membawa BPJS Kesehatan meraih opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) 6 kali secara berturut-turut sejak tahun 2014 sampai dengan 2019.

BPJS Kesehatan juga memperoleh predikat sangat baik melalui assesment oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada tahun 2018.

Lebih dari itu, BPJS Kesehatan pun menjadi salah satu dari 50 instansi paling patuh 100 persen dalam hal penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada tahun 2020.

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso mngatakan, saat ini menjadi tantangan adalah bagaimana seluruh stakeholder yang ada dalam ekosistem Program JKN-KIS juga dapat menerapkan tata kelola yang baik untuk keberhasilan program ini.

“Presiden telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2020 mengenai Tata Kelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Melalui Perpres tersebut diharapkan makin mematangkan sistem tata kelola yang berkesinambungan bagi seluruh pemangku kepentingan JKN,” katanya, Jumat (10/07/20).

Teknologi dan sistem informasi

Menurut Kemal,  BPJS Kesehatan memanfaatkan penerapan teknologi dan sistem informasi secara end-to-end dan terintegrasi dalam penerapan tata kelola yang baik,

Misalnya, dimulai dari proses rekrutmen peserta, pengumpulan iuran hingga pengajuan dan pembayaran klaim.

Sistem yang digunakan adalah berbasis aplikasi web dan juga aplikasi mobile yang datanya dikelola secara terpusat di Data Center BPJS Kesehatan.

“Pemanfaatan teknologi dan sistem informasi juga berperan sebagai enabler yang mampu memangkas aktivitas birokrasi yang dirasa rumit namun tetap transparan dan memenuhi aspek good governance,” kata Kemal.

Ditambahkan, BPJS Kesehatan juga membangun ekosistem teknologi informasi  yang mengintegrasikan layanan untuk peserta JKN-KIS, fasilitas kesehatan, layanan perbankan, dan operasional kantor cabang di seluruh Indonesia.

Contohnya, dalam proses pendaftaran peserta, sistem BPJS Kesehatan telah terintegrasi dengan beberapa stakeholder, kaitannya terhadap validasi data seperti Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil), Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Kementerian Sosial dan lainnya.

Dengan adanya integrasi by system tersebut, maka integritas dan validitas data dapat dipertanggungjawabkan dan  akuntabel.

Dalam pengelolaan iuran, sistem BPJS Kesehatan juga telah terintegrasi dengan lembaga keuangan seperti bank, perusahaan financial technology (fintech), serta lebih dari 694 ribu kanal pembayaran Payment Point Online Bank (PPOB). Mulai yang ada di kota hingga ke pelosok desa, termasuk pembayaran secara online melalui berbagai situs atau aplikasi e-commerce.

Bahkan saat ini, peserta JKN-KIS dapat melakukan pembayaran secara mobile melalui aplikasi Mobile JKN.

Keamanan aset data

BPJS Kesehatan juga bersinergi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), untuk memastikan keamanan aset data dalam Program JKN-KIS terjamin serta adanya pelindungan informasi dan transaksi elektronik.

Kemananan data juga mencakup data perorangan yang spesifik, kompleks dan bervariasi, seperti riwayat kesehatannya, rekam medik, pernah berobat ke mana saja juga dimiliki BPJS Kesehatan karena berkaitan dengan verifikasi pembayaran klaim.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Keuangan RI, Yustinus Prastowo, mengungkapkan tantangan pengelolaan JKN, khususnya bagi milenial tentang kecepatan pada layanan. Pemanfaatan teknologi informasi akan mendukung hal tersebut.

“Apa yang dikembangkan BPJS Kesehatan, mitra kerja sudah sangat baik, khususnya dalam memanfaatkan teknologi informasi. Milenial tidak akan hengkang, pelayanan lebih cepat dan praktis, sehingga kesadaran dan gotong royong bagi semua kalangan masyarakat akan terbangun,” kata Yustinus.

Yustinus menekankan gotong royong seluruh masyarakat ini sangat penting. Ia mencontohkan, misalnya untuk pelayanan cuci darah.

Menurutnya, rata-rata pasien cuci darah dalam 1 tahun mengakses 55 kali pelayanan, jika diasumsikan dalam 1 kali akses membutuhkan biaya sekitar Rp 1 juta, maka dalam setahun biaya yang dikeluarkan untuk 1 pasien cuci darah Rp 55 juta.

Jika dibandingkan dengan iuran yang disetorkan, misalnya kelas 3 diakumulasi selama 1 tahun hanya membayar iuran Rp 306.000. Jika peserta ada di kelas 1, hanya menyetorkan Rp 1,8 juta untuk biaya pelayanan cuci darah sebesar Rp 55 juta.

Deputi Pengawasan Bidang Polhukam PMK BPKP, Iwan Taufiq Purwanto, mengatakan, dukungan teknologi informasi diperlukan misalnya untuk menjaga data peserta valid, mempermudah akses layanan kesehatan, pembayaran iuran, juga jika diperuntukan untuk hal pengawasan.

“Ini sejalan dengan salah satu yang menjadi rekomendasi kami adalah terkait dengan data kepesertaan yang harus diupayakan dilakukan cleansing data, serta optimalisasi penagihan iuran peserta PBPU. Kami pun mendorong tata kelola bagi mitra BPJS Kesehatan juga harus dioptimalkan,” kata Iwan.

Rr/BPJS Kesehatan




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 10 Juli 2020, Bertambah 40 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian Baru

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 29 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 14 orang.  Tidak ada kasus kematian baru.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Jum’at (10/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 229 sampel dengan hasil 176 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 40 sampel kasus baru positif Covid-19. Pasien sembuh 13 orang,  Tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 40 kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at  (10/7/2020) sebanyak 1.519 orang, dengan perincian 954 orang sudah sembuh, 77 meninggal dunia, serta 488 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan petugas kesehatan di Kabupaten/Kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 40 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebut, yaitu:

  1. Pasien nomor 1480, an. Ny. H, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Babusalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1481, an. Tn. TY, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1482, an. Tn. DHS, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Saat ini berdomisili di Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1483, an. Ny. BVJM, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1484, an. Tn. LAS, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1485, an. Ny. DES, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1486, an. Tn. IC, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1487, an. Ny. MP, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1488, an. Tn. S, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1489, an. Ny. H, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1490, an. Ny. RI, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1491, an. Tn. MADS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patjudengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1492, an. Tn. AH, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengankondisi baik;
  14. Pasien nomor 1493, an. Ny. TS, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1494, an. Ny. YA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1495, an. Tn. IGDJ, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1496, an. Tn. Z, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1497, an. Tn. HH, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1498, an. An. AST, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1499, an. Tn. DT, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1500, an. Tn. SS, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1501, an. Ny. N, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Lelede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1502, an. Tn. HB, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1503, an. Ny. U, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1504, an. Tn. AZ, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1505, an. Tn. HS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1506, an. Tn. AH, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1507, an. Ny. IANP, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1508, an. An. NIH, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 1509, an. Tn. IGAA, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  31. Pasien nomor 1510, an. Ny. ZH, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  32. Pasien nomor 1511, an. Tn. SN, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  33. Pasien nomor 1512, an. Ny. ERI, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  34. Pasien nomor 1513, an. Tn. AS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1351. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  35. Pasien nomor 1514, an. Ny. S, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Parampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  36. Pasien nomor 1515, an. Ny. P, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  37. Pasien nomor 1516, an. Tn. AM, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  38. Pasien nomor 1517, an. Ny. DMDP, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  39. Pasien nomor 1518, an. Tn. BSP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pringgarata, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  40. Pasien nomor 1519, an. Ny. IK, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;

Hari Jum’at terdapat penambahan 14 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 721, an. Tn. G, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 814, an. Ny. RA, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1006, an. Tn. ET, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1015, an. Ny. F, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1105, an. Tn. IEY, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1170, an. Tn. LSA, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1172, an. An. AKPA, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Duman, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 1250, an. Ny. SN, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1272, an. Ny. R, perempuan, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 1293, an. Ny. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima;
  11. Pasien nomor 1294, an. Tn. KA, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Rompo, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima;
  12. Pasien nomor 1323, an. Tn. DZ, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 1332, an. Tn. AH, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Montong Belae, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur;
  14. Pasien nomor 1349, an. Tn. K, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Dipermaklukan bahwa pasien nomor 1446, an. Ny. EA, perempuan, usia 49 tahun, pendudukber-KTP Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, bahwa yang bersangkutan berdomisili di Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

“Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh unsur pemerintah daerah se-Nusa Tenggara Barat yang telah berperan aktif dan tetap fokus pada penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 

 




Disayangkan, Pernyataan Dikes Lobar ‘Lepas Tangan’ Pemberian Fasilitas Kesehatan Untuk Warganya

TGH Hasmi Hamzar menilai, pernyataan yang dilontarkan Made Ambaryati selaku Kepala Dinas tidak mencerminkan fungsinya sebagai pelayan masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com – Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Hj Made Ambaryati mengambil sikap ‘lepas tangan’ dalam hal pemberian fasilitas kesehatan, Jum’at, (10/07/2020).

Sikap itu diambil Made Ambaryati, atas peristiwa pengambilan paksa jenazah yang dinyatakan positif Covid-19 di Rumah Sakit (RS) Kota Mataram oleh warga Dusun Eat Mate, Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat beberapa waktu lalu. .

Seperti dikutip  radarlombok.co.id, sikap tersebut diambil Kepala Dikes Lobar menyusul aksi pelanggaran protokol Kesehatan Covid-19 oleh masyarakat Dusun Eat Mate yang memilih tidak mentaati protokol Kesehatan Covid-19.

Selain itu, sikap masyarakat yang menyatakan mereka tidak percaya dengan adanya Covid-19 membuat Made Ambaryati geram.

Sikap tak percaya adanya Covid-19 itu dinyatakan warga dengan penandatanganan surat pernyataan yang disaksikan langsung Camat Gunung Sari dan Kepala Desa Mekar Sari.

“Kami lepas tangan, biarkan saja, kan mereka tidak percaya ada Covid-19,” kata Made Ambaryati dikutip dari radarlombok.co.id.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi V DPRD NTB yang salah satu tugasnya menaungi bidang kesehatan TGH Hazmi Hamzar, menyampaikan ketidaksepakatan atas pernyataan Kepala Dikes Lobar tersebut.

Menurut Hazmi, salah satu tugas pokok pemerintah, dalam hal ini Dikes Lobar, adalah melayani masyarakat.

Karena itu, pernyataan yang dilontarkan Made Ambaryati selaku Kepala Dinas tidak mencerminkan fungsinya sebagai pelayan masyarakat.

“Jangan kita terlalu cepat putus asa, lepas tangan segala macam,” ujarnya.

Dijelaskan, hal yang luput dari perhatian pemerintah adalah informasi mengenai Covid-19 yang tidak sampai ke masyarakat secara langsung oleh Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 NTB.

Informasi yang tidak sampai itu membuat masyarakat menjadi bingung yang pada akhirnya menyebabkan mereka bertindak melanggar aturan.

“Sosialisasi itu belum merata kepada masyarakat harus dipahami itu. Kalau masyarakat sudah mengerti tidak akan begini ini barang ini,” jelasnya.

Terlepas dari itu, Hazmi meminta agar komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat termasuk dalam pemberian pelayanan kesehatan, tidak boleh berhenti, hanya karena suatu kejadian yang sangat mungkin disebabkan oleh informasi yang tidak sampai.

Sebab jika komunikasi buruk terus terjadi akan memicu keadaan yang makin kacau.

“Ya dimana-mana kan, di Sulawesi kayak apa garang masyarakatnya, selesai juga dengan pendekatan,” pesannya.

Kepala Dikes Lobar Hj Made Ambaryati yang dikonfirmasi lombokJournal.com untuk meminta keterangan lebih lanjut mengenai tindakan seperti apa yang nantinya diambil Dikes Lobar untuk menangani persoalan tersebut, tidak memberi jawaban pasti.

Ia hanya menjawab singkat, “Ibu sedang rapat.”

Ast




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 09 Juli 2020, Bertambah 36 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) orang

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 29 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 14 orang. Kasus kematian baru 2 (dua) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Kamis (09/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 235 sampel dengan hasil 185 sampel negatif, 14 sampel positif ulangan, dan 36 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 12 orang, kasus kematian 2 (dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 36 kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (9/7/2020) sebanyak 1.479 orang, dengan perincian 940 orang sudah sembuh, 77 meninggal dunia, serta 462 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 36 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 oRANG, DAN 2 (DUA) KASUS KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1444, an. Ny. WDSM, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1445, an. Tn. IGNEDP, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1446, an. Ny. EA, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1447, an. Ny. AM, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1448, an. Ny. NKWA, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1449, an. Tn. DS, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1450, an. Tn. SA, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk ber-KTP Kota Surabaya, Jawa Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1451, an. Ny. NNP, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1452, an. Ny. MGR, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1453, an. Tn. MA, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk ber-KTP Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Pasien berdomisili di Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1454, an. Ny. VC, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1455, an. Ny. ECT, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1456, an. Ny. M, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1457, an. Tn. IAM, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Jember, Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1458, an. Tn. NH, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Banyuwangi, Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1459, an. Tn. MM, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1460, an. Tn. EF, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien berdomisili di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1461, an. Tn. MR, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1462, an. Tn. LAHR, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1463, an. Tn. BMP, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1464, an. Tn. ACH, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  22. Pasien nomor 1465, an. Tn. INS, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1466, an. Tn. IMS, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1467, an. Tn. ADB, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1468, an. Ny. SH, perempuan, usia 75 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1469, an. Ny. DKM, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1470, an. Tn. S, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Peteluan Indah, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1166. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1471, an. Tn. MT, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1472, an. Ny. H, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Bagik Polak Barat, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 1473, an. Ny. MT, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 1397. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  31. Pasien nomor 1474, an. Ny. SS, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1376. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  32. Pasien nomor 1475, an. Ny. HA, perempuan, usia 52 tahun, penduduk ber-KTP Surabaya, Jawa Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  33. Pasien nomor 1476, an. Ny. ZS, perempuan, usia 23 tahun, penduduk ber-KTP Surabaya, Jawa Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  34. Pasien nomor 1477, an. Ny. SS, perempuan, usia 31 tahun, penduduk ber-KTP Surabaya, Jawa Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  35. Pasien nomor 1478, an. Tn. A, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sondosia Bima dengan kondisi baik;
  36. Pasien nomor 1479, an. Ny. M, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik.

Hari Kamis terdapat penambahan 14 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 668, an. Ny. YAW, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 847, an. Ny. SM, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 878, an. Ny. EGS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 894, an. Ny. NNM, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 911, an. Ny. A, perempuan, usia 80 tahun, penduduk Desa Kelayu Utara, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 918, an. Tn. MPW, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Palembang;
  7. Pasien nomor 969, an. Tn. IMP, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 984, an. Tn. R, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1020, an. Ny. FK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1024, an. Tn. HS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1061, an. An. FYL, perempuan, usia 7 tahun, penduduk Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 1193, an. Tn. S, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 1275, an. Ny. EK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  14. Pasien nomor 1280, an. Nn. UQA, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1371, an. Tn. S, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik,Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 1464, an. Tn. ACH, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Dipermaklumkan bahwa pasien nomor 1434 an. An. HAH yang sebelumnya kami umumkanberjenis kelamin laki-laki, kami koreksi menjadi berjenis kelamin perempuan.

“Masyarakat agar benar-benar menerapkan secara disiplin protocol pencegahan Covid-19 terutama di pusat-pusat keramaian seperti pasar tradisional, dengan cara selalu mengunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun serta tidak berlamalama di dalam pasar,” kata Lalu Gita Aryadi.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Tertinggi Kasus Positif Covid-19, Kota Mataram Jadi Sorotan

Pemerintah Kota Mataram harus lebih aktif memutus matarantai penyebaran virus Corona

MATARAM.lombokjournal.com – Kota Mataram tertinggi kasus positif Covid-19 dibanding kabupaten/kota lain se Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pemerintah Provinsi NTB sendiri menyoroti sekaligus memberi perhatian khusus yang tak beranjak sebagai zona merah dalam peta pandemi Covid-19.

I Gde Putu Aryadi, Kepala Dinas Kominfotik NTB mengingatkan masyarakat khususnya warga Kota Mataram agar tidak meremehkan COVID-19.

“Jangan remehkan virus corona. Contoh di Mataram ini kan tertinggi, nyaris semua titik atau zona dalam status merah. Hubungan interaksi sosial harus diwaspadai,” ujarnya, Kamis (09/07/20) di Mataram.

Menurutnya, Pemerintah Kota Mataram harus lebih gesit dan aktif melakukan berbagai upaya pencegahan dalam memutus matarantai penyebaran virus Corona di Ibu Kota Provinsi NTB.

“Pola pengawasan, edukasi, sosialisasi, pembinaan dan peningkatan kewaspadaan ini yang penting dan harus lebih digalakkan,” katanya.

Ia menghimbau masyarakat jangan abai dengan protokol pencegahan/kesehatan COVID-19. Pemkot Mataram diharapnya lebih aktif dalam melakukab sosialisasi atau edukasi terhadap masyarakat.

“Jangan abai, dan jangan pula meremehkan hal ini (corona virus), karena COVID ini cukup berbahaya. Mari tetap menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” imbau Gde.

Disisi lain, mantan Irbanus Inspektorat NTB itu mengambil sisi baik atau hikmah di balik pandemic virus Corona.

Dia mengatakan, pandemic virus Corona Covid-19 mengajarkan semua pihak kembali memandang pentingnya kesehatan.

“Bisa dikatakan, mungkin saja COVID ini peringatan dari Tuhan dan mengajak kita semua mampu membangkitkan tradisi menjaga kesehatan. Contoh, dulu saja setiap kita mau masuk rumah harus cuci kaki dan tangan baru kemudian kita masuk ke dalam rumah,” kata Gde.

“Jadi hal-hal baik inilah yang perlu dicermati. Pentingnya hidup bersih dan sehat,” imbuh Kadis Kominfotik NTB itu.

Mengingat sejumlah kabupaten/kota di NTB cukup baik dalam menangani penyebaram Covid-19, ia pun memberikan apresiasi atas hal itu.

“Kita juga mengapresiasi beberapa daerah yang sudah mampu menekan penyebaran virus Corona. Untuk itu, mari tetap kita bersama terus bersama menyikapi hal ini dengan kompak,” kata Gde.

AYA




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 08 Juli 2020, Bertambah 29 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 12 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

Masyarakat dihimbau benar-benar menerapkan secara disiplin protokol pencegahan Covid-19 terutama di pusat-pusat keramaian seperti pasar tradisional

 MATARAM.lombokjournal.com –  Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB mengkonfirmasi, ada tambahan 29 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh  12 orang. Kasus kematian baru 1 (satu) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Rabu (08/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 195 sampel dengan hasil 147 sampel negatif, ampel positif ulangan, dan 29 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 12 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 29 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 12 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (08/07/20) sebanyak 1.443 orang, dengan perincian 926 orang sudah sembuh, 75 meninggal dunia, serta 442 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 29 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 12 ORANG, DAN 1 (SATU) KASUS KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebutyaitu :

  1. Pasien nomor 1415, an. Ny. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat tambahan 29 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 12 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian barudi Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1416, an. Tn. F, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1417, an. Tn. REP, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1418, an. Tn. GMZ, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1419, an. Ny. NKSBW, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Gerimak Indah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1420, an. Tn. S, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1421, an. Tn. S, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1422, an. Ny. M, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.
  9. Pasien nomor 1423, an. Tn. K, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1424, an. Tn. MN, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1425, an. Ny. NJ, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik
  12. Pasien nomor 1426, an. Ny. B, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1427, an. Ny. P, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Tanak Gadang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1428, an. Ny. R, perempuan, usia 83 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1429, an. Tn. MM, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Dasan Geriya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1430, an. Tn. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Lembah Sari, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1391. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1431, an. Ny. H, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1432, an. Ny. SR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1433, an. Ny. LO, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1434, an. An. HAH, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1435, an. Ny. HA, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1436, an. Ny. P, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1437, an. Tn. MY, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1438, an. Tn. ATW, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1439, an. Tn. A, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk ber-KTP Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1440, an. Ny. BSD, perempuan, usia 36 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1441, an. Tn. EAP, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1442, an. Tn. LEP, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1442, an. Tn. IPY, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik.

Hari Rabu terdapat penambahan 12 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 840, an. Ny. NA, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 932, an. Ny. HS, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 935, an. Ny. H, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Maros, Sulawesi Selatan;
  4. Pasien nomor 963, an. Tn. YS, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  5. Pasien nomor 1046, an. Tn. IWB, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 1102, an. Tn. J, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Peteluan Indah, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1138, an. Ny. CFR, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Surabaya, Jawa Timur;
  8. Pasien nomor 1147, an. Ny. BNR, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  9. Pasien nomor 1199, an. Ny. SR, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1235, an. Ny. SH, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 1239, an. Ny. RR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur;
  12. Pasien nomor 1240, an. Tn. ZZ, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Rabu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1422, an. Ny. M, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi menghimbau seluruh masyarakat benar-benar menerapkan secara disiplin protokol pencegahan Covid-19 terutama di pusat-pusat keramaian seperti pasar tradisional.

“Dengan cara selalu mengunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun serta tidak berlamalama di dalam pasar,” katanya.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmiGugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.Layanan

 Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Penanganan Kasus Covid-19 di Kota Mataram, Wagub Inspeksi ke Pusat Keramaian

Kunci penanganan  wabah Covid-19 ialah kedisiplinan, sabar dan konsisten

MATARAM.lombokjournal.com — Penanganan kasus Covid-19 di Kota Mataram masih perlu terus ditingkatkan. Terlebih, setiap hari selalu ada warga Mataram yang positif Covid-19.

Hal itu menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi NTB. Segala upaya digalakkan, termasuk menyambangi langsung tempat-tempat keramaian dan pusat perbelanjaan di Kota Mataram.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyambangi pasar tradisional yakni Pasar Cakra dan Pertokan sekitarnya, Rabu  (08/07/20).

Wagub melakukan aksi lanjutan untuk mendorong peningkatan disiplin penerapan protokol Covid-19 di Kota Mataram.

Sebelumnya, Wagub mengunjungi beberapa pasar tradisional Kebon Roek, Pasar Dasan Agung dan Pasar Cemara mensosialisasi penanganan Covid-19.

Dikatakan,  daerah-daerah di Kota Mataram ini tidak dapat disama-ratakan. Kondisinya tergantung bagaimana aparat yang bertugas.

“Jadi tadi keliatan disini saat kita keliling itu bisa dibilang 95% memakai masker,” ujarnya.

Meski demikian, Wagub mendorong agar kontrol terus dilakukan, sehingga disiplin dapat terus berjalan.

“Ini sudah disiplin, tapi tetap disambangi supaya tetap seperti ini, mudah mudahan, kalau semua kita seperti ini, insyaAllah kita bisa sama sama melewati wabah ini,” ungkap Wagub.

Ummi Rohmi terlihat bersemangat meninjau pasar Cakra dan pertokoan sekitarnya, dan menegaskan bahwa kunci dari wabah ini ialah kedisiplinan, sabar dan konsisten.

Apabila ketiga kunci itu dapat dijalankan, perekonomian di NTB bisa segera pulih.

Wagub meminta Kepala Pasar terus melakukan inspeksi tiap hari, secara persuasif.

“Disampaikan kepada masyarakat bahwa ini bukan untuk siapa siapa, tapi ini untuk mereka, keluarganya dan lingkungannya,” kata Wagub.

Wagub membagikan masker sembari meminta para pedagang dan para pengunjung pasar yang tidak memakai masker agar tetap memakai masker.

Bagi pengunjung atau pedagang yang mengenakan masker, Ummi Rohmi mengingatkan agar terus menjaga kesehatannya sembari mengacungkan jempol.

Camat Cakranegara, Muhammad Erwan mengemukakan, Kelurahan Cakra Timur satu satunya kelurahan yang di Kecamatan Cakranegara telah menjadi zona hijau.

“Memang awal-awal ada kasus 1, tapi secara KTP dia merupakan warga Praya, sehingga untuk yang warga kami yang berada di Kelurahan Cakra Timur sementara tidak ada kasus,” ungkapnya.

Sejak awal, pihaknya sudah memberlakukan warga pendatang wajib lapor dan segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat, sehingga lansia dan balita diimbau untuk diam di rumah.

Untuk pengamanan pasar, pihaknya trus melakukan koordinasi dengan Kepala Pasar.

“Saya bersama pak Kapolsek, Danramil sejak awal sudah memberikan imbauan kepada pasar bahwa masuk pasar wajib pakai masker, jika ditemukan maka tidak boleh masuk,” ungkapnya.

Pihaknya juga sejak awal telah membuat imbauan untuk mengatur pusat perkantoran, pusat pertokoan, mengajak juru parkir dan pedagang kaki lima untuk bekerja sama dalam penerapan protokol Covid-19.

AYA/HmsNTB




Kota Mataram Jadi Episentrum Penyebaran COVID-19, Wagub Beri Perhatian Ekstra

Wagub Hj Sitti Rohmi tekankan kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memaparkan kemajuan penanggulangan pandemi Covid-19.

Episentrum Pandemi COVID-19 telah ditentukan yaitu Kota Mataram.

“Di NTB, kalau kita bisa cari episentrumnya sudah jelas, ada di Kota Mataram, kita sekarang fokuskan penanganan masif di Kota Mataram,” ungkap Wakil Gubernur.

Hal itu disampaikan wagub padaRapat Koordinasi (Rakor) mingguan antar Forkopimda yang diadakan di Kantor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB, Selasa (07/0720) malam

Selaku Ketua Gugus Tugas COVID-19 NTB, Wakil Gubernur minta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan pandemi bersama-sama fokuskan penanganan secara maksimal khusus di Kota Mataram.

“Jadi sekarang kita harus betul-betul mengeroyok Mataram, memberikan semangat bagi Kota Mataram, untuk sama-sama kita bergotong royong, yakinkan bahwa kita bisa mengatasi masalah ini,” cetusnya.

Ia mengatakan, penanganan wabah COVID-19 di Kota Mataram akan dilakukan dengan lebih masif lagi hingga Kota Mataram dapat keluar dari zona merah.

Salah satu hal yang ditekankan oleh Wakil Gubernur adalah kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan.

“Kita di Mataram ini harus betul-betul ekstra di dalam menertibkan protokol Covid-19, dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tutur Wagub Umi Rohmi.

Ketegasan perlu ditingkatkan oleh pemerintah di tempat-tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, pasar-pasar tradisional dan tempat-tempat lainnya yang berpotensi menimbulkan keramaian.

“Toko-toko yang tidak mematuhi protokol Covid-19 harus ditutup. Begitu juga di pasar-pasar, jika tidak memakai masker tidak boleh jualan dan juga belanja,” tegasnya.

Umi Rohmi mengukapkan, protokol kesehatan ini adalah suatu hal yang sangat gampang dan tidak membutuhkan biaya yang tinggi, hal sederhana ini dilakukan untuk menjaga diri sendiri dari wabah COVID-19 ini.

“Tidak ada yang sulit dengan protokol COVID-19, hanya pakai masker kemudian jaga jarak dan juga cuci tangan,” ungkap Umi Rohmi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi dalam keterangannya menyampaikan bahwa per tanggal 7 juli ini, ada 11 orang positif COVID-19 di kota Mataram, pasien sembuh sebanyak 17 orang dan meninggal sebanyak 5 orang.

Hal ini menjadikan Kota Mataram sebagai daerah yang tertinggi tingkat penyebaran COVID-19 di NTB ini. Ia berharap dengan program-program yang telah disusun dapat menyelesaikan masalah pandemi ini.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolda NTB, Danrem 162/WB, Kepala Kejaksaan Tinggi, Perwakilan Lanal Mataram, Kepala Perwakilan BNN NTB, Kepala Pengadilan Tinggi, ketua MUI NTB, kepala Perwakilan Bulog NTB dan beberapa OPD Lingkup Provinsi NTB.

AYA/HmsNTB