Wagub Minta Percepat Hasil Swab Pasien

Isolasi mandiri di rumah justru lebih efektif karena akan mendapat perhatian lebih dari keluarga

MATARAM.lombokjournal.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah minta agar pasien yang memiliki gejala Covid atau PDP bisa dipercepat penetapan statusnya, apakah dia positif atau negatif.

Permintaan itu disampaikan saat rapat rutin Evaluasi Penanganan Covid-19 bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda),  yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bulog NTB, Selasa (14/07/20) malam.

“Kami minta supaya PDP, orang yang mengalami gejala langsung di cek TCM agar langsung diketahui hasilnya, kita inginkan begitu masuk rumah sakit langsung di swab,” terang wagub.

Hal ini penting dilakukan agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap rumah sakit, dan bisa menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Umi Rohmi ini mengatakan, komunikasi dengan keluarga pasien harus tetap dilakukan dengan intens, agar keluarga tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap pihak rumah sakit.

“Komunikasi juga salah satu kunci, ini yang harus dilakukan, bagaimana melakukan komunikasi dengan lebih baik lagi,” ucapnya.

Umi Rohmi mengingatkan, agar orang yang masuk dalam kategori OTG untuk melakukan isolasi mandiri, mengingat rumah sakit sudah penuh dan beban dari tenaga kesehatan semakin hari semakin bertambah.

“Untuk OTG-OTG harus belajar isolasi mandiri seperti yang dilakukan oleh daerah-daerah lain,” tuturnya.

Ia mengatakan, isolasi mandiri di rumah justru lebih efektif karena akan mendapat perhatian lebih dari keluarga.

Dengan begitu, tenaga kesehatan dapat terbantu agar lebih fokus pada pasien-pasien yang lebih parah.

Ia berharap agar masyarakat tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan sebagai salah satu langkah yang paling baik untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dalam kesempatan itu mengatakan, komitmen yang tinggi untuk melakukan langkah-langkah strategis sangat dibutuhkan dalam penanganan pandemi ini.

“Pembatasan masyarakat melalui tindakan masif, berkesinambungan dan tegas dari tingkat desa/keluarahan sampai dengan kabupeten/kota,” ungkap Danrem.

Jendral bintang satu ini meminta kepada pihak Pemerintah Provinsi NTB untuk sesegera mungkin membuat Perda bersama legislatif terkait penanganan pandemi Covid-19 ini.

Kabar baiknya, Ketua DPRD Provinsi NTB Hj.Baiq Isvie Rupaeda nyambut baik saran tersebut dan siap melakukan pembahasan terkait Raperda Penanganan Pandemi.

Dalam acara tersebut, turut hadir seluruh anggota Forkopimda Provinsi NTB dan para Kepala OPD Lingkup Provinsi NTB.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 14 Juli 2020, Bertambah 26 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 3 (tiga) orang

Penanganan dan pencegahan wabah Covid-19 harus kita lakukan bersama-sama dan bergotongroyong dengan lebih masif lagi

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Praya, dan RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 26 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 14 orang, kasus kematian 3 (tiga) orang.

Lalu Gita Ariadi

Siaran pers hari Selasa (14/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 125 sampel dengan hasil 83 sampel negatif, 16 sampel positif ulangan, dan 26 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 24 orang, kasus kematian 3 (tiga) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 26 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 14 tambahan sembuh baru, dan 3 (tiga) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (14/7/2020) sebanyak 1.618 orang, dengan perincian 1.027 orang sudah sembuh, 85 meninggal dunia, serta 506 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita.

TAMBAHAN 26 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 ORANG, KASUS KEMATIAN 3 (TIGA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1593, an. Tn. MNA, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1421. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1594, an. Ny. LNP, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1421. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1595, an. An. MHT, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor1421. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1596, an. An. MSR, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1421. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1597, an. An. KMB, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1421. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1598, an. Ny. NW, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1599, an. Tn. HI, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1600, an. Ny. FZ, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1601, an. Tn. MF, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien berdomisili di Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1602, an. Tn. JA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Gapura, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1603, an. Ny. BKA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1604, an. Ny. J, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  13. Pasien nomor 1605, an. Tn. SR, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1606, an. An. AZ, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1607, an. An. AP, laki-laki, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1608, an. Ny. NP, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1609, an. Ny. I, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1610, an. An. MAMA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1611, an. Ny. DD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1612, an. Ny. R, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1613, an. Tn. SA, laki-laki, usia 41 tahun, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Sentra Medika dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1614, an. Ny. SM, perempuan, usia 54 tahun, Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  23. Pasien nomor 1615, an. Tn. LSW, laki-laki, usia 50 tahun, Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1559. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1616, an. Ny. MK, perempuan, usia 69 tahun, Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  25. Pasien nomor 1617, an. Tn. HRA, laki-laki, usia 36 tahun, Desa Sasake, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1618, an. Ny. R, perempuan, usia 64 tahun, Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik.

Hari Slasa terdapat penambahan 14 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 966, an. Tn. HS, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1001, an. An. YV, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1029, an. Tn. A, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1043, an. Tn. MK, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Tanjung Karang, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1120, an. Ny. NNS, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1176, an. Tn. LZZ, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  7. Pasien nomor 1206, an. Tn. IWPAY, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 1263, an. Tn. AI, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1264, an. Ny. H, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1282 an. Tn. QDH, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 1378, an. By. N, perempuan, usia 5 hari, penduduk Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1383, an. Tn. MAF, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 1384, an. Tn. IMM, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  14. Pasien nomor 1391, an. By. M, perempuan, usia 3 hari, penduduk Desa Lembahsari, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Selasa ini juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1604, an. Ny. J, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 1614, an. Ny. SM, perempuan, usia 54 tahun, Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 1616, an. Ny. MK, perempuan, usia 69 tahun, Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Llu Gita Ariadi mengatakan, penanganan dan pencegahan wabah Covid-19 harus kita lakukan bersama-sama dan bergotongroyong dengan lebih masif lagi.

“Sangat penting kita bersama mengambil tindakan tegas untuk memastikan kedisiplinan masyarakat dan seluruh pihak dalam mematuhi protokol pencegahan Covid19,” katanya.

Yaitu menggunakan masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan serta penerapan protocol kesehatan pada semua area publik, termasuk pada area ekonomi, wisata, perkantoran dan pusat perbelanjaan atau pasar.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 




Gugus Tugas NTB Fokus Penegakan Disiplin Penerapan Protokol Covid-19

Protokol Covid-19 ini akan terus diterapkan sampai vaksin Covid-19 ditemukan

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan evaluasi penanganan Covid-19 di NTB,  guna menekan penyebaran Covid-19.

Saat memimpin rapat Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Selasa (14/07/20), Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memfouskan soal disiplin.

“Kita sekarang harus fokus ke penegakan disiplin,” katanya.

Kedisiplinan menjadi ujung tombak dalam penanganan Covid-19 di NTB.  Khususnya disiplin penerapan Protokol Covid-19, untuk menekan penyebaran Covid-19.

Protokol Covid-19 ini akan terus diterapkan sampai vaksin Covid-19 ditemukan. Menurutnya, pusat-pusat keramaian dan pusat pusat perbelanjaan yang beroperasi akan terus dipantau dan diedukasi dalam menerapkan protokol Covid-19.

Penerapan protokol Covid-19 ini tentu membutuhkan sinergi dari berbagai pihak yang bersangkutan, dengan bersinergi maka akan lebih mudah.

Menurut Wagub, pondok pesantren, agar  diyakinkan betul-betul bagaimana pemberlakuan protokol Covid. Pondok pesantren yang ingin dibuka harus berada di daerah zona hijau dan diberikan SOP protokol Covid.

Gugus Tugas Covid-19 diminta lebih gencar mempersiapkan berbagai SOP protkol Covid guna memberikan pemahan terhadap masyarakat. Pemahaman masyarakat diharap seragam.

Pemahaman terhadap masyarakat, agar disampaikan dengan menarik melalui berbagai media, seperti melalui foto, video dan infografis, sehingga mudah dipahami.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi memaparkan kondisi kasus Covid-19, per-12 Juli 2020 di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Menurutnya, hingga 12 Juli 2020, pengidap Covid-19 yang sembuh di Kota Mataram mencapai 391 atau 55,5 persen dan yang meninggal dunia meninggal 47 atau 6,7 persen.

Sedangkan di Lombok Barat, kasus sembuh dari Covid-19 mencapai 205 atau 57,9 persen dan kasus meninggal 23 atau 6,6 persen.

AYA/HmsNTB

 

 




Kegiatan Berkala Yang Dilaksanakan Gugus Tugas Covid-19 KLU

TANJUNG.lombokjournal.com  — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU, menjelaskan pelaksanaan berbagai kegiatan yang dilakukan dalam pencegahan dan memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Lombok Utara.

Dalam konferensi pers  terkait Perkembangan Penanganan Covid-19 di KLU, Selasa (14/01/20) di aula Kantor Bupati di Tanjung, Koordinator Bidang Kehumasan/Juru Bicara Covid-19 KLU Evi Winarni, M.Si menjelaskan kegiatan penanganan Covid-19 sepekan sebelumnya.

Kegiatan berkala yang telah dilaksanakan meliputi penyuluhan di bebeapa tempat terutama di pasar-pasar, melakukan kontrol Pelabuhan Bangsal, patroli di kawasan wisata Gili/pelabuhan.

Selain itu, Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU melakukan penyemprotan disinfektan di pasar, di sekitar rumah warga, termasuk di Pondok Pesantren Manabi’ul Iman dan Darul Iman Bentek Pemenang.

Satgas Gugu Tugas KLU juga tlah melaksanakan  pemebrsihan lokasi pasar, pemeriksaan kesehatan  serentak di seluruh Puskesmas, khusus pada petugas KPU se KLU. Besamaan dengan itu juga dilakukan screening Rapid Test.

“Juga telah dilaksanakan kegiatan pengamanan di RSUD KLU serta mengimbau keluarga pasien dan warga untuk tidak terlalu dekat dengan ruang isolasi,” jelas Evi Winarni.

Dikatakan, Satgas Gugus Tugas selain melakukan pengamanan, dan agar warga mematuhi protocol kesehatan Covid-19, juga dilakukan pembagian masker.

BACA JUGA ; 

Penjelasan Pelayanan Medis Gugus Tugas KLU, RSUD KLU Tidak Merawat Pasien Positif Covid-19

Rincian kegiatan berkala yang telah dilaksanakan, sebagai berikut;

  1. Pada tanggal 7 – 13 Juli 2020, telah dilaksanakan penyuluhan tentang penyebaran pandemi Covid-19, penertiban penataan jarak lapak antarpedagang di Pasar Tanjung, dan Pasar Pemenang.
  2. Pada tanggal 7 – 13 Juli 2020, telah dilaksanakan kontrol Pelabuhan Bangsal terkait keluar masuknya masyarakat lokal maupun wisatawan asing yang menyeberang ke 3 Gili, pengecekan suhu tubuh sekaligus memberikan imbauan agar tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker.
  3. Pada tanggal 9 – 11 Juli 2020, telah dilaksanakan kegiatan patroli di kawasan wisata Bahari Gili / Pelabuhan guna mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus Corona.
  4. Pada tanggal 9 dan 12 Juli 2020, telah dilaksanakan penyemprotan disinfektan di Pasar Gondang, di sekitar rumah warga, di Pondok Pesantren Manabi’ul Iman dan Darul Iman Bentek Pemenang.
  5. Pada tanggal 10 Juli 2020, telah dilaksanakan pembersihan lokasi pasar di bagian timur yang kemudian akan dilakukan penataan jarak lapak antarpedagang.
  6. Pada tanggal 10 Juli 2020, telah dilaksanakan pemeriksaan kesehatan serentak di seluruh Puskesmas terhadap petugas KPU se – KLU sekaligus screening Rapid Test.
  7. Pada tanggal 12 Juli 2020, telah dilaksanakan kegiatan pengamanan di RSUD KLU serta mengimbau keluarga pasien dan warga untuk tidak terlalu dekat dengan ruang isolasi.
  8. Pada tanggal 12 Juli 2020, telah dilaksanakan kegiatan pengamanan dan pembagian masker kepada warga Dusun Tampes.

Humaspro KLU

 




Penjelasan Pelayanan Medis Gugus Tugas KLU, RSUD KLU Tidak Merawat Pasien Positif Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com – RSUD Kabupaten Lombok Utara (KLU) saat ini dalam keadaan kosong, atau tidak merawat pasien positif Corona.

Evi Winarni, M.Si

“Satu pasien positif Corona saat ini sedang dirawat di RSUD Provinsi NTB,” jelas Koordinator Bidang Kehumasan/Juru Bicara Covid-19 KLU, Evi Winarni, MSi pada wartawan saat konferensi pers  di aula Kantor Bupati di Tanjung, Selasa (14/01/20).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU menjelaskan pada wartawan terkait pelaksanaan kegiatan sepekan yang dilakukannya dalam pencegahan dan memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Dalam keterangan tetulis yang dibacakan, Evi mengatakan, kini Penanganan dan Pelayanan medis bagi pasien Covid-19 difokuskan di RSUD KLU.

Dijelaskan, jumlah warga yang sudah di lakukan RDT sebanyak 3506 orang. Hasilnya, reaktif sebanyak 180 orang, dan non reaktif sebanyak 3326 orang.

“Terhitung mulai tanggal 10 Juli 2020, total RDT sejumlah 7510 set, dan saat ini ketersediaan RDT di Dinas Kesehatan masih tersisa sejumlah 4004 set,” kata Evi.

Lebih lanjut, secara rinci dijelaskan perkembangan penanganan Covid-19, per tanggal 13 Juli 2020 di KLU, sebagai berikut;

  • ODP (Orang Dalam Pemantauan) : 6 orang (isolasi mandiri)
  • OTG (Orang Tanpa Gejala) : 29 orang (isolasi mandiri)
  • PDP (Pasien Dalam Pengawasan) : 3 orang (isolasi mandiri)
  • Positif : 51 orang
  • Sembuh : 47 orang
  • Masih dalam perawatan medis positif Corona : 1 orang
  • Meninggal : 3 orang.

Penyaluran bantuan

Evi Winarni kepada wartawan juga menjelaskan penyaluran bantuan yang terkumpul dari kontribusi bantuan yang berasa dari Intansi, Lembaga, Donatur dan Pemerintah Daerah.

Pada tanggal 13 Juli 2020 disalurkan pemberian sembako dari Dinas Sosial, kepada keluarga pasien yang reaktif dan positif, sebanyak 272 paket sembako.

Pada tanggal 11 Juli 2020, telah disalurkan bantuan BLT DD (Bantuan Langsung Tunai) tahap kedua di Desa Kekait, Kecamatan Kayangan terhadap 517 KK, masing-masing Rp. 600.000,- per KK.

“Layanan terhadap pasien positif Covid-19 dan ODP reaktif pada RSUD KLU  di laboratorium dilaksanakan secara teratur, dari mulai layanan medis, layanan tempat, maupun layanan kuliner bagi yang terdampak Covid-19,” jelas Evi.

Selain itu juga dijelaskan, penyaluran JPS Kabupaten tahap I sejumlah 20.614 paket sembako untuk 20.614 KK di semua kecamatan yang ada di Lombok Utara, per tanggal 13 Juli 2020.

“Sesuai perkembangan Covid-19 di Lombok Utara, meski  keadaan sudah mulai relatif pulih, diserukan untuk tetap jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan gunakan masker. Kita ikhtiarkan untuk Nurut Tatanan Baru,” pesan Evi Winarni.

Percepatan Penanganan Covid-19 KLU menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi bagi kemanusiaan.

BACA JUGA ; Kegiatan Berkala Yang Dilaksanakan Gugus Tugas Covid-19 KLU

Bersama mencegah Covid-19 di KLU dengan bekerja tangguh profesional untuk kemanusiaan.

“Mari cegah penyakitnya, tidak mengucilkan penderitanya,” kata Evi.

Humaspro KLU

 




Ini Kata Wagub, Tidak Pakai Masker Jangan Masuk Pasar

Kesadaran masyarakat menggunakan masker sudah bagus, namun kendalanya jarak yang sulit diatur di pasar

MATARAM.lombokjournal.com – “Saatnya menerapkan punishment, jika mau jualan atau masuk pasar harus menggunakan masker, apabila tidak diikuti jangan masuk pasar, itu konsekuensinya,” tegas Ummi Rohmi saat turun meninjau pelaksanaan protokol kesehatan covid-19 di beberapa pasar tradisional di Kota Mataram, Selasa (14/07/20).

Diharapkan Pemerintah Daerah dapat mendisiplinkan para pedagang dan pengunjung di pasar tradisional untuk menggunakan masker.

Menurut Wagub, ketegasan yang dilakukan pemerintah bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat,  justru untuk melindungi seluruh masyarakat di NTB dari penyebaran wabah Covid-19, agar hidup aman dan terus berproduktif.

“Masih ditemukan beberapa pengunjung dan pedagang yang tidak menggunakan masker,” kata Wagub Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi juga mengedukasi para pengunjung pasar agar dapat penggunaan masker dengan baik. Masker harus menutupi mulut dan hidung. Karena kata Wagub virus ini masuk ketubuh melalui hidung dan mulut.

“Jangan pakai masker didagu atau dibawah hidung,” katanya. .

Selama ini Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota serta aparat TNI/Polri tidak henti – hentinya memberikan edukasi dan himbauan, mulai dari himbauan yang humanis hingga tegas.

Pemerintah telah membagikan ribuan masker, mengajak dan menghimbau disetiap lokasi keramaian, hingga pelosok desa untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi.

Namun seiring waktu, kasus penyebaran Covid-19 tetap saja terus merangkak naik di NTB.

“Terutama wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat,” ujarnya.

Di akhir kunjungan, Wagub berpesan kepada para pengelola pasar, baik di pasar Pagesangan dan Karang Jasin untuk senantiasa menegakkan disiplin protokol Covid-19.

Jarak yang sulit diatur

Kepala pasar Pagesangan Kota Mataram, Rusiah menegaskan setiap hari selalu menempatkan petugas pada titik tertentu untuk mengatur dan memperingati pedagang dan pembeli menerapkan protokol Covid-19.

“Bahkan aparat keamanan TNI/Polri, Satpol PP dan keamanan pasar terus berjaga dipintu masuk pasar untuk menghimbau pengunjung menggunakan masker dan jaga jarak,” kata pria yang disapa Rus ini.

Diakuinya pasar Pagesangan menyediakan 3 tandon dan ember besar lengkap dengan sabun sebagai fasilitas untuk mencuci tangan. Disamping itu pedagang juga diatur jaraknya 1-2 meter.

“Setiap hari kami melihat sudah 90 persen menggunakan masker, namun  kadang-kadang hanya dicantel di dagu, ini yang terus kami berikan pemahaman,”ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan kepala Pasar Karang Jasin Cakra Kota Mataram Nengah Pastiarte, kesadaran masyarakat menggunakan masker sudah bagus.

Namun kendalanya jarak yang sulit diatur dipasar.

“Saya setuju semua pihak terus membangun kesadaran masyarakat untuk terapkan protokol Covid-19 sehingga meningkatkan kesadaran mereka peduli terhadap keselamatannya,” kata Nengah.

Salah satu pedagang dipasar Pagesangan Umi (30) warga Sekarbela mengaku, setiap hari selalu menggunakan masker berjualan di pasar.

“Tapi masker masih kurang untuk gantian setiap hari, kalau bisa dibagikan lagi,” harapnya.

Pengunjung pasar Karang Jasin Safwan (40) warga cakra menyadari bahaya Covid, apalagi sekarang kota Mataram Zona Merah dengan angka penderita terbanyak di NTB.

“Kadang saya perhatikan pembeli yang ke pasar, ditemui mereka sudah menggunakan masker, tapi dipakaikan didagu atau disimpan dikantongnya, nah perlu kesadaran pribadi ini karena upaya maksimal sudah dilakukan pemerintah,” katanya.

Usai meninjau pasar Pagesangan dan Karang Jasin,  Wagub didampingi Asisten 1, Kadis Perdagangan, Kadis Koperasi UMKM, dan Kasat Pol PP NTB.

AYA

 




Provinsi NTB Gelar Apel Tiga Pilar, Upaya Tekan Penyebaran Covid-19

Sinergi bersama Forkopimda dan Forkopimcam se-Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat, diharapkan menjadi energi positif untuk meningkatkan upaya, kewaspadaan dan, perjuangan memutus mata rantai Covid19

MATARAM.lombokjournal.com – “Saya mengajak Walikota Mataram dan Bupati Lombok Barat agar tetap menghimbau masyarakatnya untuk terus menekan Covid19 ini,” ajak Dr. Zul sapaan akrab Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat menjadi Pembina Apel Tiga Pilar di Lapangan Bumi Gora, Selasa (14/07/20).

Apel ini bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB terus menekan angka penyebaran Covid19 di NTB.

Gubernur Zulkieflimansyah

Dengan kurva penyebaran yang belum melandai, khususnya di Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat, diperlukan ikhtiar seluruh pihak untuk mempercepat penanganan pandemi.

Menurut Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Covid-19 sudah menemukan bentuk dan cara lain dalam penularannya.

Karena itu, kewaspadaan dan kedisiplinan akan protokol Covid19 akan  ditingkatkan.

Apel dengan tujuan sinergi bersama Forkopimda dan Forkopimcam se-Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat, diharapkan menjadi energi positif untuk meningkatkan upaya, kewaspadaan dan, perjuangan memutus mata rantai Covid19.

Sebagai pembina Apel, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkifliemansyah mengajak kepada seluruh peserta apel bahwa menekan penyebaran Covid-19 di Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat merupakan  tanggungjawab bersama.

Sinergi dan strategi yang tepat untuk menekan penyebaran Covid19 di Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat harus segera ditunaikan.

“Inisiasi ini adalah wujud kepedulian kami akan bahaya Virus Corona,” kata gubernur.

Langkah serius

Senada dengan Gubernur Zul, Kapolda NTB Muh. Iqbal mengatakan, inisiasi ini adalah langkah serius dalam menekan penyebaran Covid19 di NTB, khususnya Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat.

Inisiasi ini sengaja digelar sebagai ajakan untuk protokol Covid19 tetap ditingkatkan.

“Ayo terus berupaya dalam menekan penularan Covid19, karena saya rasa ini upaya baik untuk kebaikan kita semua,” katanya.

Komandan Resort Militer (Danrem 162/WB), Brigjen Ahmad Rizal Ramdani mengatakan, sesuai dengan perintah operasi Hesti di bawah perintah Pangdam, pihaknya akan terus berupaya memutus matarantai penyebaran Covid19 di NTB.

Perlu ada sinergitas antara Stake Holder yang ada diseluruh NTB untuk penyelesaian ini semua.

“Kami tidak akan pernah lelah untuk melakukan penyelesaikan Covid19 di NTB,” tutupnya

Setelah apel digelar, dilaksanakan foto bersama sebagai langkah awal sinergi penanganan penyebaran Covid-19.

AYA




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 13 Juli 2020, Bertambah 21 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 24 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

Hingga saat ini Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat masih dalam zona merah dengan jumlah terkonfirmasi positif masing-masing 716 orang dan 362 orang. Demikian juga dengan jumlah korban meninggal yakni 48 orang di Kota Mataram dan 23 orang di Kabupaten Lombok Barat

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi, ada tambahan 23 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 22 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Senin (13/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 175 sampel dengan hasil 142 sampel negatif, 12 sampel positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 24 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi positif, 24 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (3/7/2020) sebanyak 1.592 orang, dengan perincian 1.013 orang sudah sembuh, 82 meninggal dunia serta 497 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid19.

TAMBAHAN 21 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 24 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1572, an. Ny. RA, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Jawa Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1573, an. Ny. MAJ, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1574, an. Tn. IMAJ, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1575, an. Tn. KRP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1576, an. Ny. NA, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1577, an. Tn. SPAI, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kota Medan, Sumatera Utara. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1578, an. Ny. AF, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1256. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1579, an. Tn. PRM, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1580, an. Tn. KBM, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Rempe, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Jakarta. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1581, an. Ny. WI, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1582, an. Tn. H, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1583, an. Tn. MA, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1584, an. Ny. J, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1585, an. Tn. DR, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1584. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1586, an. Tn. PW, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1587, an. Ny. M, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1464. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1588, an. Tn. LW, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1589, an. Tn. F, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1590, an. Tn. FS, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1591, an. Tn. MSF, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1592, an. Tn. DJB, laki-laki, usia 71 tahun, Warga Negara Belanda. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Hari Senin terdapat penambahan 24 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 552, an. Tn. SUJ, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 746, an. Ny. H, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 799, an. Ny. ES, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Kopang, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 823, an. Ny. UA, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 857, an. Ny. M, perempuan, usia 76 tahun, penduduk Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 958, an. Ny. Z, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  7. Pasien nomor 972, an. Ny. SS, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Gereneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  8. Pasien nomor 989, an. Ny. IL, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1014, an. Tn. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  10. Pasien nomor 1076, an. Tn. MI, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Malang, Jawa Timur;
  11. Pasien nomor 1144, an. Tn. KS, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  12. Pasien nomor 1177, an. Tn. DGAAP, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  1. Pasien nomor 1192, an. Ny. MF, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1195, an. Tn. SA, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1198, an. Ny. MPM, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1229, an. Ny. H, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1230, an. Tn. HJ, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1258, an. Tn. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1270, an. Tn. M, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 1291, an. An. KMA, perempuan, usia 7 bulan, penduduk Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 1329, an. Tn. PK, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1400, an. Ny. CH, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 1401, an. Ny. VN, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 1479, an. Ny. M, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Senin ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 1559, an. Tn. LH, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga saat ini Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat masih dalam zona merah dengan jumlah

terkonfirmasi positif masing-masing 716 orang dan 362 orang. Demikian juga dengan jumlah korban meninggal yakni 48 orang di Kota Mataram dan 23 orang di Kabupaten Lombok Barat.

“Penanganan wabah Covid-19 di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat harus kita lakukan bersama-sama dan bergotong royong dengan lebih masif lagi, sehingga dua daerah ini dapat keluar dari zona merah,” katanya.

Menurut Lalu Gita, salah satu hal yang perlu diterapkan bersama adalah kedisiplinan menggunakan masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan serta penerapan protokol kesehatan pada semua area publik.

Bukan saja oleh masyarakat, tetapi juga semua pihak termasuk, area ekonomi, wisata, perkantoran dan pusat perbelanjaan atau pasar.

“Toko-toko atau pusat perbelanjaan dan area publik yang tidak mematuhi protokol Covid-19 harus ditutup. Begitu juga di pasar-pasar, jika tidak memakai masker tidak boleh berjualan dan juga berbelanja,” kata Lalu Gita Aryadi.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 




UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 12 Juli 2020, Bertambah 23 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 22 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

Mengingat angka pasien positif Covid-19 di Kota Mataram dan Lombok Barat terus bertambah, masyarakat dihimbau agar waspada dan tetap disiplin mengikuti protokol pencegahan Covid-19

 MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 23 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 22 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Minggu (12/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 226 sampel dengan hasil 186 sampel negatif, 17 sampel positif ulangan, dan 23 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 22 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 23 kasus baru terkonfirmasi positif, 22 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu (12/7/2020) sebanyak 1.571 orang, dengan perincian 989 orang sudah sembuh, 81 meninggal dunia, serta 501 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

TAMBAHAN 23 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 22 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, antara lain :

  1. Pasien nomor 1549, an. Ny. P, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Medain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 1550, an. Ny. F, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1551, an. Tn. MFR, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1552, an. Tn. KS, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1553, an. Tn. S, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1554, an. Ny. J, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  6. Pasien nomor 1555, an. Ny. RAF, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Bug-Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1556, an. Ny. MJR, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1557, an. Ny. UR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1558, an. Tn. IND, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1559, an. Tn. LH, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1560, an. Ny. HS, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1561, an. Ny. N, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1468. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1562, an. Ny. S, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1563, an. Ny. S, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Jempong, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1564, an. Tn. AS, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1565, an. Tn. AY, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Dasan Griya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1566, an. Tn. SM, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1567, an. Ny. NNK, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1568, an. Tn. UK, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik,Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1569, an. Ny. RA, perempuan, usia 76 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1570, an. Tn. HZ, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk ber-KTP Sidoarjo, Jawa Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1571, an. Ny. AA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;

Dipermaklumkan beberapa hal sebagai berikut :

  • Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 1546 yang semula diumumkan penduduk Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, bahwa pasien sesungguhnya penduduk Desa Badrain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.
  • Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 1547 yang semula diumumkan penduduk Desa Badrain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, bahwa pasien sesungguhnya penduduk Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Hari Minggu terdapat penambahan 22 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 391, an. Ny. DWY, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 776, an. Ny. B, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 792, an. Ny. SA, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 836, an. Tn. M, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Rembige, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 866, an. Ny. NNP, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 867, an. Ny. EP, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 919, an. Tn. TWPN, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 1068, an. Tn. TS, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 1070, an. Tn. MF, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 1080, an. Ny. R, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1109, an. Ny. LI, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 1158, an. By. MMJAF, laki-laki, usia 4 bulan, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 1164, an. Tn. SM, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 1216, an. An. KDAP, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  15. Pasien nomor 1236, an. Tn. IWDA, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 1313, an. Ny. BOVW, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Ketangga Jeraeng, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur;
  17. Pasien nomor 1314, an. Tn. AM, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Boyolali Jawa Tengah;
  18. Pasien nomor 1317, an. Tn. AKD, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Depok, Jawa Barat;
  19. Pasien nomor 1320, an. Ny. HF, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 1347, an. Tn. IKR, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 1348, an. Tn. LM, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 1432, an. Ny. SR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Minggu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 1554, an. Ny. J, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan,  angka pasien positif Covid-19 di Kota Mataram dan Lombok Barat yang masih terus bertambah, kami mengajak dan menghimbau seluruh masyarakat agar waspada dan tetap disiplin mengikuti protokol pencegahan Covid-19.

“Untuk menghindari jatuhnya korban dan penularan lebih luas, maka tidak ada cara lain yang patut kita lakukan bersama, kecuali tetap patuh mengikuti tatanan baru atau pola hidup baru dalam seluruh kegiatan sosial ekonomi kemasyarakatan,” kata Lalu Gita Aryadi.

Yakni secara ketat mematuhi protokol kesehatan pada seluruh aktivitas. Selalu menggunakan masker, menjaga jarak saat berkunjung ke pusat-pusat  keramaian seperti pasar, pusat perbelanjaan atau kantor dan aktivitas sosial lainnya, sering-sering mencuci tangan pakai sabun pada air mengalir, menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Ia menghimbau masyarakat, untuk lindungi kelompok rentan terutama anak-anak, orang lanjut usia serta orang yang memiliki penyakit komorbid, agar untuk sementara waktu tidak beraktivitas di luar rumah.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 




Kecamatan Ampenan, Kasus Covid-19 Terbanyak di Kota Mataram

Perkembangan kasus Covid-19 di NTB, khususnya Kota Mataram dan Lombok Barat memang cukup menghawatirkan

MATARAM.lombokjournal.com – Kecamatan Ampenan mencatat rekor tertinggi dalam jumlah kasus Covid-19 di Kota Mataram. Jika dilihat dari sebaran per kelurahan, Rembiga menjadi kelurahan dengan jumlah kasus tertinggi di Mataram.

Dan Kota Mataram menjadi daerah dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di Nusa Tenggara Barat

Gugus Tugas Provinsi NTB B melansir data hingga 5 Juli 2020, Kecamatan Ampenan mencatatkan sebanyak 148 kasus Covid-19.

Kecamatan Mataram berada di posisi kedua dengan 110 kasus, Selaparang 108 kasus, Cakranegara 85 kasus, Sekarbela 77 kasus dan Sandubaya 68 kasus.

Jika dilihat dari sebaran kasus per kelurahan di Kota Mataram, Kelurahan Rembiga di Kecamatan Selaparang, menjadi daerah yang paling menghawatirkan, dengan 36 kasus.

Jumlah ini menempatkan Kelurahan Rembiga sebagai kelurahan dengan jumlah kasus terbanyak di Kota Mataram.

Setelah Rembiga, kelurahan lain yang juga mencatatkan jumlah kasus tertinggi adalah Pejeruk dengan 32 kasus, Cakranegara Barat dengan 31 kasus, Ampenan Tengah dengan 26 kasus, serta Turida dan Mataram Barat yang masing-masing mencatatkan 20 kasus.

Hingga 5 Juli 2020, jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi di Kota Mataram telah mencapai 597 kasus.

Dari angka tersebut, sebanyak 220 orang masih dalam perawatan alias belum sembuh, 341 orang (57,1 persen) telah sembuh dan sebanyak 36 (6,0 persen) orang meninggal dunia.

Berdasarkan laporan kasus 23 Maret s.d 5 Juli 2020, angka Effective Reproduction Number (Rt) Covid-19 di Kota Mataram berada di angka 1,17. Rasio kasus per 100.000 penduduk  mencapai 122,45.

Laju penambahan kasus dari tanggal 28 Juni hingga 5 Juli 2020 juga tercatat di angka 17,26 per 100.000 penduduk.

Masih  zona merah

Indikator-indikator membuat ibukota Provinsi NTB ini masih berstatus sebagai zona merah Covid-19.

Peneliti sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. dr.Hamsu Kadriyan, M.Kes, Sp.THT menilai, perkembangan kasus Covid-19 di NTB, khususnya Kota Mataram dan Lombok Barat memang cukup menghawatirkan.

Ia mengatakan, untuk mengendalikan penambahan jumlah kasus Covid-19, tidak hanya pemerintah yang harus bertanggung jawab. Masyarakat juga harus bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Karena penularan virus ini dari orang ke orang melalui droplet.

“Penularan melalui bicara, bersin dan meludah, sehingga risiko menularkan dari satu orang ke orang lain itu cukup tinggi, terutama jika masyarakat tidak menjalani protokol kesehatan itu,” terangnya.

Untuk mengendalikan pandemi ini, tak ada pilihan lain selain harus menjalankan protokol kesehatan yang sudah disampaikan oleh pemerintah dan WHO, yaitu rajin mencuci tangan pakai sabun atau handsanitizer, menggunakan masker, menjaga jarak serta menghindari kerumunan dalam jumlah banyak.

Kesadaran masyarakat

“Masyarakat harus punya kesadaran, harus punya komitmen untuk melaksanakan protokol kesehatan tersebut. Jika tidak menjalankan protokol kesehatan, jumlah kasus yang ada sekarang ini akan terus meningkat,” ujar dr Hamsu.

Tidak hanya kasus Covid-19 yang akan meningkat, juga puncak dari kasus ini juga berpotensi akan semakin lama jika masyarakat tidak disiplin.

Jika ini terjadi, dampak yang muncul yaitu masyarakat akan terpuruk dalam jangka waktu yang panjang, perputaran roda ekonomi akan terganggu, juga aktivitas ibadah, sosial dan aktivitas pendidikan juga terganggu.

Menurutnya, masyarakat harus kembali sadar bahwa Covid ini masih mengancam. Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti di Malaysia dan Singapura, sekarang kasusnya sudah menurun sehingga penyebarannya sudah terkendali.

Namun di Indonesia dan juga di NTB kasusnya justru semakin meningkat.

“Sekarang sudah melebihi angka 74 ribu se-Indonesia, dan prediksinya akan sampai 100 ribu kasus baru dia akan turun. Kalau bisa sih jangan sampai kita mencapai angka prediksi itu ya,” ujar dr Hamsu.

Sementara di Provinsi NTB berdasarkan hasil modelling yang pernah dibuat beberapa waktu lalu, di akhir Juli ini NTB akan ada dua ribuan kasus Covid.

“Maunya sih kita sama-sama berjuang, sama-sama menjalankan protokol Covid agar lebih sedikit jumlah kasusnya, lebih sedikit korban kematian, sehingga aktivitas kita ke depan akan lebih baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, dr Hamsu juga menyinggung soal munculnya narasi yang menganggap remeh virus corona ini atau bahkan ada yang tidak mempercayai Covid-19 ini.

Baginya, ini merupakan narasi yang naif karena Covid-19 sudah menjadi pandemi yang sudah terjadi di semua belahan dunia dengan  12,2 juta kasus. Bahkan di negara semaju Amerika Serikat sekalipun jumlah Covid-nya sudah di angka 2,5 juta kasus dengan 100 ribu angka kematian.

Sementara secara nasional, angka positif Covid-19 sudah mencapai 74 ribu dengan 3.535 angka kamatian per tanggal 11 Juli kemarin.

“Jadi alangkah naifnya kalau kita tidak percaya dengan Covid ini,” katanya.

Selanjutnya jika ditinjau dari segi ibadah, kebijakan menutup Masjidil Haram dan Masjid Nabawi oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi selama beberapa bulan kata dr Hamsu mengindikasikan bahwa virus ini memang membahayakan.

“Kalaupun sekarang dibuka, itupun dengan menjaga jarak. Dari segi ilmiah kita buktikan, dari segi agama juga terbukti dari yang menjadi rujukan kita dalam beribadah,” terangnya.

Lalu kapan pandemi ini akan berakhir di NTB? Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa kali modeling yang disesuikan dengan kondisi yang sedang terjadi. Misalnya pada saat dilakukannya pembatasan penerbangan dan transportasi laut dari dan menuju NTB beberapa bulan lalu, pihaknya mengeluarkan hasil modeling yaitu puncak Covid-19 di NTB diprediksi akan terjadi akhir Juli ini dengan 2 ribuan kasus.

“Namun jika kita melihat kesadaran masyarakat seperti ini, bisa jadi puncaknya akan bergesar lagi dengan kasus yang lebih banyak lagi. Modeling itu sifatnya dinamis. Jika kita lakukan pemodelan sekarang mungkin akan naik lagi atau bisa mundur lagi puncaknya. Ini memang tergantung dari kesadaran masyarakat untuk mencegah atau menjalankan protokol kesehatan itu,” tutupnya.

AYA/HmsNTB