Berkat JKN-KIS, Ibu Melahirkan Tanpa Dipungut Biaya

Ibu tiga orang anak ini sangat bersyukur, karena seluruh biaya persalinannya ditanggung oleh Program JKN-KIS

Narasumber : Putu Sri Oktari

MATARAM.lombokjournal.com — Momen melahirkan menjadi momen yang sangat dinantikan dan akan selalu diingat oleh setiap perempuan yang telah berkeluarga.

Persalinan normal ataupun caesar memiliki kisahnya masing-masing.

Seperti pengalaman yang telah dirasakan oleh Putu Sri Oktari (35), seorang ibu yang melahirkan anak ketiga dengan menggunakan kartu kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Dari awal melahirkan anak pertama sampai dengan anak ketiga, Putu, begitu panggilan akrabnya, selalu menggunakan Kartu JKN-KIS.

Putu yang saat itu sempat bingung dengan kabar yang ia dengar dari beberapa orang tentang pembedaan pelayanan di fasilitas kesehatan apabila menggunakan kartu JKN-KIS.

Namun, hal itu terbantahkan ketika ia membuktikan sendiri pelayanan yang ia dapat. Ia pun dengan senang hati membagikan kisah bahagianya kepada tim Jamkesnews, Selasa (30/06/20).

“Dari melahirkan anak pertama, saya selalu menggunakan kartu JKN-KIS. Banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dari Program JKN-KIS ini. Saya beruntung sekali memiliki kartu JKN-KIS. Dengan mengikuti prosedur pelayanan yang benar pasti semua akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” tutur Putu.

Ibu tiga orang anak ini sangat bersyukur, karena seluruh biaya persalinannya ditanggung oleh Program JKN-KIS.

Apalagi, dengan upah yang diterima oleh suaminya yang hanya cukup untuk menghidupi keluarganya, dengan keberadaan Program JKN-KIS, Putu merasa bersyukur karena seluruh pembiayaan proses persalinanya sudah dijamian oleh Program JKN-KIS.

“Biaya persalinan itu cukup mahal, mungkin gaji suami saya pun tidak cukup untuk membiayai itu semua. Saya bersyukur sekali memiliki Kartu JKN-KIS yang sangat banyak manfaatnya ini. Sehingga persalinan anak pertama sampai dengan anak ketiga saya ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” tambah Putu

Bagi Putu, BPJS Kesehatan telah banyak membantu dirinya dan keluarga. Ia tidak tahu berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan seandainya ia tidak menjadi peserta JKN-KIS, karena seperti pepatah mengatakan, sedia payung sebelum hujan.

Karena itu ia dan keluarga sangat bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Sebagai ucapan terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan, ia mengajak serta seluruh peserta JKN-KIS untuk bersama-sama menyosialisasikan Program JKN-KIS kepada seluruh masyarakat. Agar masyarakat menjadi paham dan dapat merasakan manfaatnya seperti yang telah ia rasakan.

dh/yn/Jamkesnews




Biaya Operasi Katarak Haerudin Ditanggung Program JKN-KIS

Program JKN-KIS banyak membantu masyarakat yang membutuhkan perawatan di fasilitas kesehatan, untuk itu harus didukung semua pihak dan mendapat perhatian penuh dari pemerintah

Narasumber : Haerudin

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan sebagai pengelola jaminan kesehatan di Indonesia, terus berupaya meningkatkan performa pelayanan terbaiknya bagi masyarakat.

Pelayanan kesehatan yang komprehensif dan lengkap diberikan untuk semua peserta tanpa memandang lapisan masyarakat.

Haerudin (57), warga Dasan Lekong, Rembiga, Kecamatan Selaparang adalah salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat  (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang sudah merasakan banyak manfaat dari program itu.

Saat ditemui tim jamkesnews, Haerudin mengaku pernah mengidap penyakit katarak. Ia dan keluarga selalu menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk berobat ke fasilitas kesehatan.

“Saya sudah merasakan manfaat dari Program JKN-KIS sejak zaman PT. Askes Persero. Operasi katarak saya sendiri berjalan lancar dan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun, karena saya dan keluarga adalah peserta JKN-KIS,” ujar Haerudin pada, Rabu (29/06/20).

Berawal dari penglihatannya yang menurun, akhirnya ia melakukan pemeriksaan dan diharuskan menjalani operasi karena katarak.

Saat akan menjalani operasi di Rumah Sakit Mata Provinsi Nusa Tenggara Barat, Haerudin diberikan penanganan yang baik dan cepat. Haerudin pun sangat puas.

“Alhamdulilah operasi saya berjalan lancar dan cepat, tanpa ada kendala dan proses pemulihan saya sangat cepat. Dari awal pemeriksaan sampai dengan operasi katarak saya ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. Bukan hanya itu, kacamata yang saya gunakan juga saya dapatkan berkat Kartu JKN-KIS yang saya miliki.” ujar Haerudin.

Ia dan keluarga pun merasa sangat terbantu dengan adanya Program JKN-KIS.

Menurutnya program ini banyak membantu masyarakat yang membutuhkan perawatan di fasilitas kesehatan untuk itu harus didukung semua pihak dan mendapat perhatian penuh dari pemerintah.

Agar masyarakat tidak perlu bingung memikirkan biaya kesehatan yang semakin lama semakin mahal.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah membantu biaya operasinya, dan tidak lupa juga dirinya mengucapkan terima kasih kepada Rumah Sakit Mata Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah memberikan pelayanan terbaik.

Ia berharap Pemerintah Daerah dapat segera menjamin kesehatan seluruh masyarakatnya ke dalam Program  JKN-KIS.

dh/yn/Jamkesnews

 

 




Aplikasi Mobie JKN,  Beri Kemudahan Pemuda Milenial Ini

Narasumber : Naufal Fitriadi Irsan

MATARAM.lombokjournal.com —  Di era revolusi industri 4.0 yang teah dikelilingi dengan kecanggihan teknologi juga kerap disebut dengan zamannya kaum milenial.

Para pemuda melenial saat ini lebih akrab dengan perkembangan teknologi. Seperti salah satu pemuda milenial yang satu ini, Naufal Fitriadi Insan (29) yang mengaku dirinya tidak terlepas dari kecanggihan yang diberikan teknologi.

Naufal yang merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengatakan bahwa kesehatan tidak untuk disepelekan.

Tak hanya itu saja, di era seperti ini Naufal pun kerap menggunakan Aplikasi Mobile JKN untuk memenuhi kebutuhannya dalam mengakses segala tentang Program JKN-KIS, maka dari itu bisa dikatakan saat ini BPJS Kesehatan terus berkembangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Menurut saya Program JKN-KIS ini sangat penting bagi kita, karena sedia payung sebelum hujan itu sangat perlu di masa seperti sekarang ini. Saya rasa pemuda melenial pasti sadar akan itu,” ungkap Naufal saat di temui dikediamannya pada Kamis (30/07/20).

Semua sudah sangat dipermudah dengan cara membuat perkembangan teknologi seperti Aplikasi Mobile JKN. BPJS Kesehatan pun telah meluncurkan aplikasi Mobile JKN ini dengan harapan dan tujuan untuk dapat mempermudah peserta JKN-KIS dalam hal mengakses layanan dri BPJS Kesehatan.

“Anak Muda seperti kami tentu lebih suka dan sangat senang jika semua fasilitas dapat di permudah, salah satunya dengan aplikasi Mobile JKN ini, sehingga saya bisa melakukan perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS kesehatan,” ujar Naufal.

Dengan adanya kemudahan seperti ini, Naufal pun tak lupa memberikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan yang terus berkembang dengan mengikuti perkembangan di era milenial ini.

“Tentunya saya sangat mengapresiasi kinerja dan terobosan BPJS Kesehatan yang tidak mau tertinggal dengan kemajuan teknologi yang ada dan tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang terus memberikan kemudahan dalam segi administrasi maupun dalam hal fasilitas yang ada saat ini sudah semakin baik,” tutup Naufal.

dh/yn/Jamkesnews




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 29 Juli 2020, Bertambah 36 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 12 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram mengkonfirmasi, ada tambahan 36 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 12 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Selasa (28/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 385 sampel dengan hasil 312 sampel negatif, 37 sampel positif ulangan, dan 36 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 12 orang, Tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 36 kasus baru terkonfirmasi positif, 12 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (29/07/20) sebanyak 2.022 orang, dengan perincian 1.266 orang sudah sembuh, 110 meninggal dunia, serta 646 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

TAMBAHAN 36 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 12 ORANG, TIDAK ADA KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1987, an. An. NPKAP, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1780. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  2. Pasien nomor 1988, an. Ny. GAAPL, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1780. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  3. Pasien nomor 1989, an. Tn. IMK, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1780. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1990, an. Ny. NMGG, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1780. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  5. Pasien nomor 1991, an. Ny. H, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  6. Pasien nomor 1992, an. Tn. LAWW, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  7. Pasien nomor 1993, an. Tn. MDZ, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  8. Pasien nomor 1994, an. Tn. KYS, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  9. Pasien nomor 1995, an. Tn. ASU, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram;
  10. Pasien nomor 1996, an. Ny. NWS, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  11. Pasien nomor 1997, an. Ny. AK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga;
  12. Pasien nomor 1998, an. Ny. RA, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  13. Pasien nomor 1999, an. Tn. A, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  14. Pasien nomor 2000, an. Ny. EYN, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  15. Pasien nomor 2001, an. An. MAGO, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara , Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1830. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  16. Pasien nomor 2002, an. Ny. STJ, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  17. Pasien nomor 2003, an. Ny. RH, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1833. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  18. Pasien nomor 2004, an. Ny. DY, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  19. Pasien nomor 2005, an. Ny. N, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  20. Pasien nomor 2006, an. Ny. MA, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  21. Pasien nomor 2007, an. Ny. M, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  22. Pasien nomor 2008, an. Ny. NR, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  23. Pasien nomor 2009, an. Ny. MS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Penanae, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  24. Pasien nomor 2010, an. Ny. HW, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  25. Pasien nomor 2011, an. Tn. SA, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  26. Pasien nomor 2012, an. Ny. N, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  27. Pasien nomor 2013, an. Ny. RS, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  28. Pasien nomor 2014, an. Ny. LF, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  29. Pasien nomor 2015, an. Ny. NI, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1782. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  30. Pasien nomor 2016, an. Tn. A, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1832. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  31. Pasien nomor 2017, an. Tn. TAL, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  32. Pasien nomor 2018, an. Tn. MT, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1832. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  33. Pasien nomor 2019, an. Ny. NL, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  34. Pasien nomor 2020, an. Tn. S, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  35. Pasien nomor 2021, an. An. R, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1832. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  36. Pasien nomor 2022, an. Tn. AM, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima.

Hari Rabu ini terdapat penambahan 12 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 1372, an. Ny. LH, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1454, an. Ny. VC, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1499, an. Tn. DT, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1545, an. An. IGAFA, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1600, an. Ny. FZ, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1690, an. Ny. NMCR, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 1713, an. Tn. S, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 1715, an. Tn. M, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 1716, an. Ny. BA, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 1742, an. Nn. FL, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1746, an. Tn. N, laki-laki, usia 82 tahun, penduduk Desa Babusalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 1900, an. Ny. LP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik.

“Karena itu, untuk bisa tetap produktif dan beraktifitas ditengah pandemi ini, membutuhkan satu syarat yang harus dipenuhi oleh seluruh masyarakat secara kolektif,” katanya.

Ditegaskan, protokol kesehatan dan pencegahan ini harus terus kita terapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan, agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar kita tekan dan hentikan.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 081802118119.




Wagub Ingatkan Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan, RS Darurat Covid-19 Diresmikan Agustus

Menurut dr Hamzi, pembangunan RS ini sudah memenuhi standar WHO

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi pembangunan Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 yang telah berlangsung selama 3 bulan terakhir.

Menurutnya, pembangunan RS Darurat tersebut sangat baik, bahkan gedung berantai dua ini akan segera rampung. Direncanakan, RS Darurat ini akan diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2020 mendatang.

Rumah sakit-rumah sakit di NTB yang menangani pasien Covid-19  sudah mulai penuh dengan perawatan pasien Covid-19. Berbagai alat kesehatan (Alkes) seperti ventilator dan lainnya juga menjadi sangat terbatas.

“Sehingga dengan adanya RS Penanggulangan Covid-19, mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dan tentunya kesembuhan bagi pasien,” harap Ummi Rohmi saat meninjau lokasi pembangunan RS Darurat Covid-19 di RSUD NTB, Rabu (29/07/20).

Ummi Rohmi berharap dengan adanya penambahan Rumah Sakit Darurat Covid-19, dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik bagi pasien yang terinfeksi Covid-19.

“Sehingga ke depan, pasien Covid-19 yang dirujuk di RSUP NTB tidak lagi dirawat di gedung yang sama bersama dengan pasien umum. Tapi gedungnya terpisah,” kata wagub.

Selain itu, lanjut Ummi Rohmi, dengan kehadiran RS Covid-19 ini masyarakat jangan sampai terlena. Justru masyarakat harus terus disiplin menerapkan protokol kesehatan covid-19.  Apalagi dengan Nurut Tatanan Baru, prosedur harus diperketat.

“Kita jangan lengah, mentang-mentang sudah punya RS Covid. Justru disiplin protokol Covid makin tinggi,” kata Wagub.

Pasien Covid-19 terus bertambah

Direktur RSUD Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri menjelaskan, RS Darurat Covid ini awalnya direncanakan untuk membangun Instalasi Gawat Darurat (IGD) Trauma Center khusus Motor GP 2021.

“Namun karena adanya Covid melanda kita, pembangunan gedung ini dipercepat untuk menampung pasien yang terus bertambah,” kata dr. Hamzi Fikri.

Awalnya menurut Direktur RSUP, gedung ini berlantai Enam. Untuk sementara dibangun sementara berlantai dua. Namun tetap dipersiapkan untuk Enam lantai kedepan.

Ditambahkannya, daya tampung gedung ini sebanyak 69 pasien. Lantai satu ada 32 tempat tidur dipersiapkan untuk IGD penanganan dan perawatan pasien memiliki diagnosa dan gejala Covid.

Sedangkan lantai dua ada 37 tempat tidur, sebagai ruang tindakan yang dipersiapkan untuk merawat pasien yang telah diagnosa positif Covid-19.

“Kemudian lantai dua juga dipersiapkan untuk ruang terbuka menjalani aktifitas olahraga dan berjemur,” jelasnya.

Sehingga, ruang yang selama ini yang digunakan untuk ruang isolasai. Hampir 70 porsen telah dialihfungsikan untuk merawat atau ruang isolasi Covid dapat kembali dipergunakan untuk menangani pasien reguler.

Menurut dr Hamzi, pembangunan RS ini sudah memenuhi standar WHO.

Tenaga kesehatan (Nakes) juga dipersiapkan khusus untuk pelayanan di RS Darurat Covid. Ada sekitar 125 yang kita rekrut. “Mereka dilatih dan berikan pendidikan khusus,” tutupnya.

Wakil Gubernur NTB dalam peninjauan ini didampingi Assisten II Ir. Ridwansyah, Kepala PUPR Provinsi NTB.

edy@diskominfotikntb




Wagub Minta Ponpes Istiqomah Terapkan Protokol Kesehatan

Ponpes dapat menjadi contoh yang baik dalam hal penerapan protokol kesehatan di daerah ini

MATARAM.lobokjournal.com — Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes) menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Provinsi NTB di masa pandemi saat ini.

Semua Ponpes di NTB untuk Istiqomah dalam menjalankan protokol kesehatan guna menghindari penyebaran wabah ini.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan itu saat menjadi narasumber pada Webinar yang diinisiasi oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan (PWNW) Provinsi NTB, Rabu (29/07/20).

“Protokol Covid-19 yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak adalah hal yang harus istiqomah kita lakukan sepanjang waktu, sampai vaksin ditemukan,” ujar Wagub Hj Sitti Rohmi.

Ia mengungkapkan, dirinya yakin keluarga besar NW dapat dengan cepat beradaptasi dengan kebiasaan hidup baru dengan protokol kesehatan. Karena memang sudah terbiasa untuk diajarkan disiplin dalam ajaran NW.

“Kita sadar betul di NW setiap kiprah perjuangan kita didasari oleh yakin, ikhlas, sabar dan Istiqomah, kita sudah terlatih untuk itu,” katanya.

Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi ini mengatakan, Ponpes dapat menjadi contoh yang baik dalam hal penerapan protokol kesehatan di daerah ini.

Melalui webinar, ia berpesan kepada seluruh pengurus Ponpes untuk ikut serta mensosialisasikan protokol kesehatan, agar masyarakat dapat mengetahui pentingnya hal tersebut.

Ia juga meminta kepada masyarakat, agar tidak menganggap remeh pandemi ini.

Dikatakan, mejalankan protokol kesehatan ini, adalah salah satu amalan yang sangat baik saat ini, karena menerapkan protokol kesehatan bukan hanya menyelamatkan diri dari penyebaran Covid-19, melainkan menyelamatkan orang lain, terutama yang ada di lingkungan sekitar.

“Saya sangat berharap melalui pertemuan kita pada webinar ini, mengetuk hati kita untuk menjadi garda terdepan, menjadi contoh yang baik seperti yang selalu diingatkan oleh Tuan Guru Bajang,” harap Ummi Rohmi.

Di akhir penyampaiannya, Umi Rohmi berpesan, Ponpes  harus memiliki pusat kesehatan santri, menyiapkan lebih banyak tempat cuci tangan, membuat tempat isolasi, kapasitas ruangan harus dikurangi, perlengkapan mandi tidak boleh digunakan bersama.

Selain itu, pengecekan suhu dilakukan secara rutin, olahraga rutin, serta menjaga kebersihan pondok.

Senada dengan Wakil Gubernur, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTB, Dr. KH. Zaidi Abdad juga berpesan kepada para pengasuh dan pengurus Ponpes di NTB, agar selalu memperhatikan penerapan protokol kesehatan di Ponpes masing-masing.

“Mencegah kemudharatan lebih kita utamakan daripada mencari kemaslahatan,” ungkapnya.

Kata Zaidi, bagi pondok-pondok pesantren,  yang ingin membuka kembali aktivitas pendidikan di pondoknya, harus mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti mempersiapkan ruang kesehatan, ruang isolasi dan mengurangi jumlah santri dalam kamar.

Pondok Pesantren juga harus tetap berkomunikasi dengan Gugus Tugas Covid-19 setempat.

AYA/HmsNTB




Covid-19 Marak di Perkantoran, Sekda Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Epicentrum Covid-19 sekarang terjadi di perkantoran, pegawai dI kantor diingatkan agar makin waspada dan berhati-hati

MATARAM.lomokjournal.com —  Lingkungan perkantoran pemerintah maupun swasta diingatkan agar serius menegakkan protokol kesehatan Covid-19. Pasalnya, penyebaran virus Corona ini bukan saja terjadi pada tempat dan fasilitas umum, namun kini marak terjadi di lingkungan kerja dan perkantoran.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB Drs. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengingatkan itu saat silaturahim bersama para Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi NTB, di Kantor Cabang Utama BNI, Selasa (28/7/2020) malam.

“Informasi dari media nasional, salah satu tajuk hangatnya, Covid-19 mengganas di perkantoran,  ini harus menjadi perhatian serius kita bersama,” kata Miq Gite, sapaan akrabnya.

Artinya, epicentrum Covid-19 sekarang terjadi di perkantoran. Karena itu,  pegawai yang bekerja dI kantor diingatkan agar makin waspada dan berhati-hati.

Bahkan beberapa tenaga kesehatan (Nakes) di NTB ada yang terpapar akibat kelelahan menangani pasien serta kurangnya tim medis yang khusus menangani Covid.

“Sehingga RSUD Provinsi NTB merekrut Nakes sebagai tenaga tambahan agar mampu menangani penderita Covid,” jelas miq Gita.

Menurut mantan Kabag Humas dan Protokoler Setda NTB ini, ada empat poin untuk menekan epicentrum perkantoran sesuai himbauan pemerintah pusat.

Pertama, peserta rapat atau pegawai yang bekerja dipastikan kondisinya dalam keadaan sehat.

“Sehingga Thermogun harus dipersiapkan untuk mengukur suhu badan pegawai yang masuk bekerja atau ikut rapat,” tegasnya.

Kemudian yang kedua, saat rapat tetap disiplin menggunakan masker. Selama rapat masker tidak boleh dibuka, termasuk tidak dianjurkan untuk menyiapkan sajian makan minum.

Ketiga, materi yang disampaikan harus ringkas. Tidak terlalu banyak pembukaan dan sambutan. Tetapi langsung ke poin dan inti rapat “To The Point saja,” harap Sekda.

Terakhir, poin ke empat, durasi rapat tidak boleh terlalu lama. Paling lama satu jam dan setelah selesai rapat langsung bubar.

Kata Sekda, ruang tertutup bukan ruang yang sehat selama pandemic Covid-19.

Miq Gite mengajak semua pegawai perkantoran untuk menjadi terdepan dalam memberi contoh kepada masyarakat. Disiplin bekerja dan beraktifitas dengan menerapkan protokol Covid-19.

Sementara itu, Direktur RSUD Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri mengatakan masih banyak persepsi tentang pandemi Covid-19 ini dimaknai berbeda. Ada yang tidak percaya, mengganggap konspirasi dan lain sebagainya.

“Kalau saya memaknainya Covid-19 sekarang telah menjelama seribu wajah, Covid-19 ini nyata dan bukan konspirasi,” katanya.

Perkembangan Covid-19 semakin hari kian bertambah. Belum ada penurunan drastis yang terjadi. Ada potensi penularan dari orang ke orang.

Data terbaru bahwa pasien positif sebanyak 1.986 orang. Sedangkan angka kematian sebanyak 110 orang.

Menurutnya, Covid-19 ini bisa berakhir apabila kita menerapkan disiplin dengan ketat, namun tetap produktif.

“Tergantung kita sekarang, kalau mau pandemi cepat berlalu maka disiplin menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dan jaga kesehatan,” tandasnya.

Selain itu, dr Fikri mengajak semua pihak untuk terus melakukan promosi dan edukasi tentang penerapan protokol Covid. Tidak terkecuali semua elemen dari lembaga pemerintah maupun swasta.

“Ini harus gencar kita lakukan,” katanya.

Kepala BNI KCU Mataram Amirudin mengatakan, BNI telah menegakan disiplin dan SOP dalam mencegah dan menjaga seluruh pimpinan dan pegawainya terhadap pandemi Covid.

“Dibeberapa titik kami sediakan tempat cuci tangan dan handtanizer untuk pegawai BNI dan masyarakat, termasuk alat ukur suhu badan,” kata Amirudin.

Silaturahmi Forkompimda NTB turut dihadiro oleh Kakanwil Dirjen Perbendaharaan Wilayah NTB, Wakapolda NTB, Kepala BI wilayah NTB, Perwakilan Korem 162, Kepala OPD Pemrov. NTB.

edy@diskomifotikntb




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 28 Juli 2020, Bertambah 40 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 30 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Hingga saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Prayamengkonfirmasi, ada tambahan 40 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 30 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Selasa (28/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 402 sampel dengan hasil 303 sampel negatif, 59 sampel positif ulangan, dan 40 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 30 orang, Tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan,  adanya tambahan 40 kasus baru terkonfirmasi positif, 30 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (28/07/20) sebanyak 1.986 orang, dengan perincian 1.254 orang sudah sembuh, 110 meninggal dunia, serta 622 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan di kabupaten/kota diharapkan melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19,” kata Lalu Gita Ariyadi.

TAMBAHAN 40 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 30 ORANG, TIDAK ADA KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1947, an. Ny. ADN, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1948, an. Ny. NRU, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 1949, an. Tn. RB, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 1950, an. Ny. SW, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Mujur;
  5. Pasien nomor 1951, an. Ny. R, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 1952, an. Ny. SA, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  7. Pasien nomor 1953, an. Tn. LFS, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Gontoran, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  8. Pasien nomor 1954, an. Tn. LA, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Taman Baru, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  9. Pasien nomor 1955, an. An. ZNF, perempuan, usia 4 bulan, penduduk Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1956, an. Tn. M, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 1957, an. Tn. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  12. Pasien nomor 1958, an. Ny. JI, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  13. Pasien nomor 1959, an. Tn. KA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  1. Pasien nomor 1960, an. Tn. J, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  2. Pasien nomor 1961, an. Tn. INS, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Gerung ,Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  3. Pasien nomor 1962, an. Ny. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  4. Pasien nomor 1963, an. Ny. TY, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  5. Pasien nomor 1964, an. Ny. Y, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Terong Tawah,Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  6. Pasien nomor 1965, an. Ny. A, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Gapuk, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  7. Pasien nomor 1966, an. Tn. HJ, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1727. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  8. Pasien nomor 1967, an. Ny. NI, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1548. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  9. Pasien nomor 1968, an. Tn. MR, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1581. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  10. Pasien nomor 1969, an. Tn. MRIH, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari,Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 1970, an. Ny. DFF, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1971, an. An. MARH, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 1972, an. Tn. J, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 1973, an. Ny. MLSN, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 1974, an. Ny. SSK, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1973. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 1975, an. Tn. EKMD, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara,Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 1976, an. Ny. RYLW, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1849. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 1977, an. Ny. A, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 1978, an. Tn. ZYP, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram;
  20. Pasien nomor 1979, an. Tn. EH, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram;
  21. Pasien nomor 1980, an. Ny. Z, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  22. Pasien nomor 1981, an. Tn. MS, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  23. Pasien nomor 1982, an. Ny. SZ, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  24. Pasien nomor 1983, an. Tn. S, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Duman, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  25. Pasien nomor 1984, an. Tn. MP, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  26. Pasien nomor 1985, an. Ny. S, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram;
  27. Pasien nomor 1986, an. Tn. S, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram.

Hari Selasa terdapat penambahan 30 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 957, an. Tn. INR, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1058, an. Ny. R, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 1152, an. Tn. M, lak-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 1203, an. Tn. EAW, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kabupaten Kendal, Jawa Tengah;
  5. Pasien nomor 1251, an. Ny. IAPM, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1256, an. Ny. G, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 1274, an. Ny. S, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 1277, an. Ny. J, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Makassar, Sulawesi Selatan;
  9. Pasien nomor 1337, an. Tn. IK, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1397, an. Ny. S, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1448, an. Ny. NKWA, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1496, an. Tn. Z, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 1497, an. Tn. HH, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 1498, an. An. AST, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 1500, an. Tn. SS, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 1521, an. Tn. S, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  17. Pasien nomor 1522, an. Ny. H, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  18. Pasien nomor 1534, an. Ny. MSD, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 1540, an. Tn. LSQ, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 1560, an. Ny. HS, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 1579, an. Tn. PRM, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 1623, an. Tn. M, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  23. Pasien nomor 1701, an. Tn. ARH, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Nyiur Tebel, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  24. Pasien nomor 1740, an. Tn. R, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  25. Pasien nomor 1754, an. Ny. YEA, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  26. Pasien nomor 1786, an. An. PDZ, laki-laki, usia 7 bulan, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  27. Pasien nomor 1854, an. Ny. NA, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  28. Pasien nomor 1863, an. Tn. SJ, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  29. Pasien nomor 1885, an. Ny. NJ, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  30. Pasien nomor 1888, an. Ny. AW, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik.

Menurutnya, untuk bisa tetap produktif dan beraktifitas di tengah pandemi ini, membutuhkan satu syarat yang harus dipenuhi oleh seluruh masyarakat secara kolektif.

Yakni tetap memakai masker pada saat beraktifitas di luar rumah, menjaga jarak (physical distancing) atau tidak berkerumun, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalirserta menerapkan pola hidup bersih dan sehat, katanya.

“Protokol kesehatan dan pencegahan ini harus terus kita terapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan, agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar kita tekan dan hentikan,” kata Lalu Gita Aryadi.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 081802118119.




Perkembangan Penanganan Covid-19 Lombok Utara, Pasien Masih Positif Virus Corona 14 Orang

Sesuai perkembangan Covid-19 di Lombok Utara, meski  keadaan sudah mulai relatif pulih, diserukan untuk tetap jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan gunakan masker

TANJUNG.lombokjournal.com – “Kini Penanganan dan Pelayanan medis bagi pasien Covid-19 difokuskan di RSUD KLU,” kata Evi Wiarni, M.Si, Bidang Kehumasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU/Juru Bicara Covid-19.

Evi Winarni, M.Si

Hal itu dikatakan Evi Winarni, saat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU menggelar konferensi pers yang dihadiri watawan dari media di Lombok Utara, Selasa (28/07/20).

Menurut Juru Bicara Covid-19, Evi Winarni, saat ini RSUD KLU sedang merawat 14 pasien positif Corona.

Lebih anjut iungkapkan, jumlah yang sudah dilakukan RDT sebanyak 3506 orang. Dengan hasil reaktif sebanyak 180 orang, dan non reaktif sebanyak 3326 orang.

Total RDT sejumlah 7510 set, dan saat ini ketersediaan RDT di Dinas Kesehatan KLU masih tersisa sejumlah 4004 set. (per tanggal 10 Juli 2020).

Secara rinci, Evi Winarni memaparkan perkembangan penanganan Covid-19 per tanggal 27 Juli 2020 di KLU. Rincianya sebagai berikut;

  • Kontak Erat : 11 orang (isolasi mandiri);
  • Kasus Konfirmasi Tanpa Gejala: 3 orang (isolasi mandiri);.
  • Kasus Suspek : 20 orang (isolasi mandiri);
  • Kasus Konfirmasi Positif : 63 orang;
  • Sembuh : 46 orang;
  • Masih dalam perawatan medis positif Corona : 14 orang;
  • Meninggal : 3 orang.

Kontribusi Bantuan dan Layanan  

Terkait penyaluran bantuan bagi keluarga pasien yang terpapar Covid-19, Evi Winarni menjelaskan kontibusi bantuan yang berasal dari Instansi, Lembaga, Donatur dan Pemerintah Daerah

“Dinas Sosial memberikan sembako kepada keluarga pasien yang reaktif dan positif. Sampai dengan tanggal 27 Juli 2020, pemberian sembako itu jumlahnya sebanyak 290 paket sembako,” jelas Evi.

Lebih lanjut disampaikan, terkait bantuan Pemda Lombok Utara, terhitung sampai hari ini (per 27 Juli), bantuan dalam program  JPS Kabupaten tahap I, telah disalurkan seluruhnya sejumlah 20.614 paket sembako.

Total jumlah bantuan dari program JPS Kabupaten tahap I itu disalurkan untuk 20.614 KK, yang menjankau semua kecamatan yang ada di Lombok Utara.

Terkait layanan medis, Evi mengungkapkan bahwa layanan terhadap pasien positif Covid-19 dan ODP reaktif pada RSUD KLU  dilaksanakan secara teratur, dari mulai layanan medis, layanan tempat, maupun layanan kuliner bagi yang terdampak Covid-19.

Disampaikan pula, sesuai perkembangan Covid-19 di Lombok Utara, meski  keadaan sudah mulai relatif pulih, diserukan untuk tetap jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan gunakan masker.

“Kita ikhtiarkan untuk Nurut Tatanan Baru,” kata Evi Winarni.

Ia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi bagi kemanusiaan.

BACA JUGA;

Penanganan Covid-19 di KLU,  Melaksanakan Penyuluhan Hingga Penyemprotan Disinfektan

“Bersama mencegah Covid-19 di KLU dengan bekerja tangguh profesional untuk kemanusiaan. Mari cegah penyakitnya, tidak mengucilkan penderitanya,” kata Evi.

HumasproKLU

 

 




Penanganan Covid-19 di KLU, Melaksanakan Penyuluhan Hingga Penyemprotan Disinfektan

Selain di Aula Kantor Bupati, penyemprotan disinfektan dilakukan di Kantor Desa Persiapan Samaguna, Pasar Tanjung, Bank BPBD, PDAM, Polsek Tanjung, Polres KLU, juga di di Masjid Jami’ Tanjung, Puskesmas Kayangan, dan Pasar Hewan Tanjung

TANJUNG.lombokjournal.com — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU terus melakukan upaya pencegahan dan memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Lombok Utara,

Melalui Koordinator Bidang Kehumasan/Juru Bicara Covid-19 KLU, Evi Winarni, M.Si dijelaskan berbagai kegiatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19  Lombok Utara, saat konferensi pers bersama watawan dari media di Lombok Utara, Selasa (28/07/20).

Plt Asisten III Setda KLU selaku Juru Bicara Covid-19, Evi Winarni, M.Si menyampaikan, sepekan sebelumnya, Gugus Tugas Covid-19  telah melaksanakan berbagai kegiatan secara berkala.

Kegiatan berkala yang dimaksud meliputi, antara lain penyuluhan penyebaran pandemi, kontrol Pelabuhn Bangsal,patrol di kawasan Wisata Bahari Gii/Pelabuhan, termasuk kegiatan penyemprotan disinfektan.

Dalam konferensi per situ, Evi Winarni merinci kegiatan berkala yang telah dilaksanakan Gugus Tugas Covi-19 KLU.

“Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melaksanakan penyuluhan tentang penyebaran pandemi Covid-19, penertiban penataan jarak lapak antarpedagang di Pasar Tanjung, dan Pasar Pemenang,” ungkap Evi.

Pelaksanaan kegiatan peyuluhan itu berlangsung pada periode tanggal 21 – 27 Juli 2020.

Pada tanggal yang sama, juga dilaksanakan kontrol Pelabuhan Bangsal terkait keluar masuknya masyarakat lokal maupun wisatawan asing yang menyeberang ke 3 Gili.

“Satuan Gugus Tugas Covid-19 melaksanakan pengecekan suhu tubuh sekaligus memberikan imbauan agar tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker,” jelasnya.

Masih pada tanggal 21 – 27 Juli 2020, telah dilaksanakan kegiatan patroli di kawasan wisata Bahari Gili / Pelabuhan.

Menurutnya, pada pelaksanaan kegiatan itu, tujuannya untuk mengimbau kepada masyarakat setempat, untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus Corona.

“Pada tanggal 20, 21 dan 25 Juli 2020, telah melaksanakan penyemprotan disinfektan di Aula Kantor Bupati,” kata Evi.

Dijelaskan, selain di Aula Kantor Bupati, penyemprotan disinfektan dilakukan di Kantor Desa Persiapan Samaguna, Pasar Tanjung, Bank BPBD, PDAM, Polsek Tanjung, Polres KLU.

BACA JUGA; Perkembangan Penanganan Covid-19 Lombok Utara, Pasien Masih Positif Virus Corona 14 Orang

“Penyemprotan disinfektan itu terus berlanjut dilaksanakan di Masjid Jami’ Tanjung, Puskesmas Kayangan, dan Pasar Hewan Tanjung,” jelasnya.

Humaspro KLU