Perda Penanggulangan Penyakit Menular Sudah Ditetapkan, Ayo Kompak Menerapkan Protokol Kesehatan

Pemprov terus menerus menyuarakan, agar masyarakat diharapkan tetap menggunakan masker saat di luar rumah, jaga jarak dan selalu mencuci tangan pakai sabun atau handsanitizer

MATARAM.lombokjournal.com — Lahirnya Perda tentang Penanggulangan Penyakit Menular setelah ditetapkan dalam sidang paripurna DPRD NTB, Senin (03/08/20),  akan dijabarkan secara teknis dalam Peraturan Gubernur (Pergub).

Hal itu menjadi suntikan semangat bagi semua pihak agar sama-sama bertanggung jawab melawan pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda.

Perda ini menjadi landasan hukum atau menjadi salah satu instrumen mendisiplinkan masyarakat, agar selalu menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari.

“Perda ini bersifat mengikat dan harus dilakukan secara bersama-sama untuk kebaikan kita semua. Karena bagaima pun, tanpa kekompakan kita untuk menerapkan protokol kesehatan, sulit kita wujudkan kehidupan yang bebas dari ancaman wabah Covid-19,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, Selasa (04/08/20).

Ia mengatakan, semua pihak memiliki peran yang sama-sama penting untuk memutus mata rantai Covid-19.

Pemprov NTB terus mengajak masyarakat untuk  bergotong royong di tengah pandemi ini. Satu hal yang secara terus menerus disuarakan, yaitu masyarakat diharapkan tetap menggunakan masker saat di luar rumah, jaga jarak dan selalu mencuci tangan pakai sabun atau handsanitizer.

Sebelumnya Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB Drs.H.Lalu Gita Ariadi, M.Si dalam siaran pers Senin (03/08) malam mengatakan, masyarakat diimbau untuk mulai membudayakan pola hidup “Nurut Tatanan Baru”, yakni dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam setiap aktifitas, agar tetap aman dan produktif ditengah pandemi Covid-19.

“Lebih baik mencegah dari pada mengobati, terlebih hingga saat ini vaksin dan obat untuk Covid-19 belum ditemukan dan masih dalam proses uji coba. Karena itu, mari kita disiplin menggunakan masker, jaga jarak dan hindari kerumunan, rajin cuci tangan pakai sabun dan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Protokol kesehatan ini merupakan langkah pencegahan yang paling efektif untuk menghindari resiko terpapar Covid19,” katanya.

Selanjutnya kepada seluruh petugas, baik dari jajaran Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTB, juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya, Lalu Gita meminta terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19.

AYA/HmsNTB




BPJS SATU! Komitmen Memberi Layanan Optimal

Kepuasan peserta merupakan salah satu bagian terpenting dalam Program JKN-KIS. Untuk itu BPJS Kesehatan terus melakukan perbaikan pelayanan demi kepuasan peserta

MATARAM.lombokjournal.com —  BPJS Kesehatan terus berupaya untuk tetap memberikan pelayanan terbaik di seluruh fasilitas kesehatan.

Meski di tengah situasi pendemi seperti saat ini, lewat BPJS SATU! (Siap Membantu), masyarakat akan terus mendapatkan pelayanan yang prima saat mereka berada di fasilitas kesehatan.

Layanan BPJS SATU Sendiri merupakan re-branding dari optimalisasi peran Petugas Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) yang ada di rumah sakit.

Melalui berbagai inovasi, dengan penampilan yang mudah dikenali menggunakan rompi kuning beserta aksesoris yang ada, lebih memudahkan peserta dalam mendapatkan informasi maupun pengaduan pelayanan.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Mataram I Wayan Sumarjana menyampaikan, dengan adanya petugas BPJS SATU ini, peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dapat mendapatkan pelayanan informasi langsung seputar Program JKN-KIS di rumah sakit. Tanpa bingung harus bertanya kepada siapa.

”Dalam kondisi seperti ini tentu Kesehatan paling utama, untuk itu petugas BPJS SATU tetap memberikan informasi kepada peserta secara langsung dengan tetap mengikuti standar protokol pencegahan covid-19. Saya berharap peserta JKN-KIS dapat terbantu dengan hadirnya petugas BPJS SATU,“ ujar Wayan saat ditemui tim Jamkesnews di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Rabu (28/07/20).

Wayan pun menambahkan, kepuasan peserta merupakan salah satu bagian terpenting dalam Program JKN-KIS. Untuk itu BPJS Kesehatan terus melakukan perbaikan pelayanan demi kepuasan peserta.

Hendarto Putra merupakan salah seorang peserta JKN-KIS yang ditemui oleh petugas BPJS SATU pun menyampaikan apresiasinya kepada BPJS Kesehatan yang telah memberikan pelayanan langsung kepada peserta JKN-KIS.

“Awalnya saya tidak tahu kalau ada petugas BPJS Kesehatan yang keliling di rumah sakit untuk membantu peserta JKN-KIS yang membutuhkan informasi. Saat itu saya ditemui oleh petugas BPJS SATU yang sedang berada di Lobi Rumah Sakit dan saya sangat terbantu sekali dengan informasi yang diberikan, sehingga saya tidak perlu jauh-jauh untuk pergi ke Kantor BPJS Kesehatan,” ungkap Hendarto.

Lebih lanjut, Wayan menambahkan bahwa kepuasan peserta merupakan salah satu bagian terpenting dalam Program JKN-KIS. Untuk itu BPJS Kesehatan terus melakukan perbaikan pelayanan demi kepuasan peserta JKN-KIS.

dh/yn/Jamkesnews




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 03 Agutus 2020, Bertambah 21 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 11  Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar masyarakat mulai membudayakan pola hidup “Nurut Tatanan Baru”, yakni menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam tiap aktifitas, agar tetap aman dan produktif di tengah pandemi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi, ada tambahan 21 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 11 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Senin (03/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 132 sampel dengan hasil 109 sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 11 orang, kasus kematian 2 (dua) orang.

Dengan adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi positif, 11 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (03/08/20) sebanyak 2.171 orang, dengan perincian 1.336 orang sudah sembuh, 121 meninggal dunia, serta 714 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 21 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 11 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2151, an. AK, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  2. Pasien nomor 2152, an. IBS, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  3. Pasien nomor 2153, an. R, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  4. Pasien nomor 2154, an. NM, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan SayangSayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 2155, an. KF, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Pagesangan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 2156, an. IWR, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  7. Pasien nomor 2157, an. DSMA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  8. Pasien nomor 2158, an. ASK, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Rada, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1793. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Madapangga;
  9. Pasien nomor 2159, an. MI, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  10. Pasien nomor 2160, an. MA, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Sengkol;
  11. Pasien nomor 2161, an. FA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Praya;
  12. Pasien nomor 2162, an. N, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  13. Pasien nomor 2163, an. A, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  14. Pasien nomor 2164, an. NU, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram;
  15. Pasien nomor 2165, an. THS, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  16. Pasien nomor 2166, an. AS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  17. Pasien nomor 2167, an. HH, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  18. Pasien nomor 2168, an. S, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  19. Pasien nomor 2169, an. NS, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung;
  20. Pasien nomor 2170, an. R, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  21. Pasien nomor 2171, an. H, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSJ Mutiara Sukma;

Dipermaklumkan, berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 2126, yang semula diumumkan penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, bahwa pasien sesungguhnya berdomisili di Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Hari Senin terdapat penambahan 11 orang yang sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 900, an. Tn. MZ, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Kroya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 1153, an. An. AR, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 1299, an. Ny. J, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 1305 an. Tn. LAR, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 1359, an. Tn. HP, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Keruak, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 1380, an. An. NAH, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 1387, an. An. DH, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Tembeng Putik, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 1816, an. Tn. DMG, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 1823, an. Ny. HS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  10. Pasien nomor 1924, an. Ny. FK, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 1993, an. Tn. MDZ, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Hari Senin ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1612, an. Ny. R, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 2156, an. Tn. IWR, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar masyarakat mulai membudayakan pola hidup “Nurut Tatanan Baru”, yakni menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam setiap aktifitas, agar tetap aman dan produktif di tengah pandemi Covid-19.

“Lebih baik mencegah dari pada mengobati, terlebih hingga saat ini vaksin dan obat untuk Covid-19 belumditemukan dan masih dalamproses uji coba,” kata Lalu Gita Aryadi.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119




Bulan Agustus, NTB Produksi Masal Alat Rapid-Test RI-GHA

Rapid Test ini diberi nama RI-GHA Covid-19 dengan  singkatan dari Republik Indonesia-Gadjah Mada, Hepatika Mataram-Airlangga

MATARAM.lombokjournal.com — Keseriusan Provinsi Nusa Tenggara Barat mengembangkan Industrialisasi lokal tidak bisa diragukan lagi.

Setelah memberdayakan motor listrik, sepeda listrik, dan berbagai produk UMKM lokal lainnya, kini industrialisasi NTB merambah ke bidang kesehatan.

NTB akan melaunching produk Rapid-Test buatan lokal yang siap diproduksi secara masal, tanggal 17 Agustus 2020 mendatang.

Tak tanggung-tanggung sekitar 200.000 Rapid Test RI-GHA siap diluncurkan.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah megungkapkan itu saat  menerima kunjungan Kepala Laboratorium Hepatika Bumi Gora Prof Dr. Mulyanto, terkait pengenalan Rapid Test RI-GHA RI yang diproduksi Laboratorium tersebut di Ruang Kerja Gubernur, Senin (03/08/20).

Laboratorium Hepatika Bumi Gora yang telah berdiri sejak 1984 yang lalu inilah yang telah menciptakan dan memproduksi alat rapid-test tersebut.

Sebelumnya, Rapid Test inovasi anak daerah asli NTB ini sendiri telah diluncurkan secara Nasional oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Kantor Kemenko PMK, Kamis (09/07/20) lalu.

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB, mendukung penuh dan merasa bangga dengan inovasi yang dikembangkan oleh Laboratorium Hepatika Bumi Gora ini.

Doktor Ekonomi Industri tersebut menjelaskan, inilah saatnya bagi NTB untuk mengembangkan Industrialisasi di ranah Kesehatan.

Namun, hal ini bukan sekedar aji mumpung karena program unggulan Industrialisasi Pemprov NTB saja. Melainkan karena memang NTB telah lama menyimpan potensi ini.

“Kita akan kembangkan Industrialisasi di bidang kesehatan. Ini bukan bukan produk abal-abal, tapi karena sejarah pengembangannya sudah dari dulu. Tinggal gaungnya saja dikencangkan,”  ungkap Bang Zul.

Laboratorium Hepatika Bumi Gora, Mataram sendiri telah berdiri sejak tahun 1984 yang lalu. Dengan pengalaman selama 36 tahun dan memiliki Profesor ternama salah satunya Prof Dr. Mulyanto,

Laboratorium ini telah mengeluarkan berbagai inovasi yang terkenal secara Nasional. Seperti penemu Pendeteksi Murah Hepatitis, tes Malaria, tes flu burung, tes virus kanker tenggorokan, hingga tes kehamilan.

“Walaupun tempat kita terpencil tapi kita memiliki banyak potensi. Ini harus kita dukung penuh,” seru Bang Zul.

100.000 rapid-test tiap bulan

Kepala Laboratorium Hepatika Bumi Gora Prof Dr. Mulyanto, mengungkapkan dukungan yang diberikan oleh Gubernur NTB sangat berarti bagi pengembangan laboratorium.

Sekarang ini, Laboratorium Hepatika mampu memproduksi 100.000 rapid-test setiap bulannya.

Penamaan RI- GHA sendiri merupakan kepanjangan dari Republik Indonesia-Gadjah Mada, Hepatika Mataram-Airlangga. Pembuatan alat rapid test ini merupakan proyek nasional di bawah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Dukungan ini sangat berarti untuk mengembangkan Hepatika kedepannya,” jelas mantan Rektor Universitas Mataram tersebut.

Lebih jauh Prof. Mulyanto menjelaskan Rapid Test ini diberi nama RI-GHA Covid-19 dengan  singkatan dari Republik Indonesia-Gadjah Mada, Hepatika Mataram-Airlangga. Karena merupakan sebuah kerja kolaborasi.

Pada proses pembuatannya, Hepatika mendapatkan dukungan penuh dari Fakultas Kedokteran UNRAM dan melibatkan banyak tim peneliti dari UNRAM.

Selain itu, RS UNRAM menyediakan sampel pasien postif Covid-19 untuk dites sehingga mempermudah pengujian alat RI-GHA Covid-19.

Khusus untuk produk RI-GHA ini sudah dilakukan uji validasi skala lab. Dengan hasil sensitivitas (akurasi untuk hasil reaktif) untuk IgM. 96,8 persen. Untuk IgG 74 persen. Melalui pengujian pada 40 serum pasien yang positif dari Balitbangkes.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Pengarsipan NTB,  Kepala Dinas Perdagangan dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB.

 diskominfotikntb




UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 02 Agutus 2020, Bertambah 35 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 9 (Sembilan)  Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

Dihimbau, agar masyarakat untuk mulai membudayakan pola hidup “Nurut Tatanan Baru”, yakni dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam setiap aktifitas, agar tetap aman dan produktif ditengah pandemi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi, ada tambahan 35pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 9 (sembilan) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Minggu (02/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 178 sampel dengan hasil 122 sampel negatif, 21 sampel positif ulangan, dan 35 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 9 (sembian) orang, kasus kematian 2 (dua) orang.

Dijelaskan,  adanya tambahan 35 kasus baru terkonfirmasi positif, 9 (sembilan) tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu  (02/08/20) sebanyak 2.150 orang, dengan perincian 1.325 orang sudah sembuh, 119 meninggal dunia, serta 706 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

TAMBAHAN 35 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 9 (SEMBILAN) ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2116, an. RY, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  2. Pasien nomor 2117, an. MAL, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  3. Pasien nomor 2118, an. NA, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  4. Pasien nomor 2119, an. M, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Jeringo, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  5. Pasien nomor 2120, an. F, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Mambalan, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  6. Pasien nomor 2121, an. W, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Nyiur Lembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  7. Pasien nomor 2122, an. HM, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  8. Pasien nomor 2123, an. H, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  9. Pasien nomor 2124, an. SN, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  10. Pasien nomor 2125, an. LHA, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  11. Pasien nomor 2126, an. NMS, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  12. Pasien nomor 2127, an. IKS, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  13. Pasien nomor 2128, an. WW, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Kesit, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 2129, an. A, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 2130, an. YW, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  16. Pasien nomor 2131, an. R, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Wanasaba Lauq, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Karang Baru;
  17. Pasien nomor 2132, an. NKA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 2133, an. INS, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram;
  19. Pasien nomor 2134, an. NS, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 2135, an. W, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 2136, an. BR, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 2137, an. S, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  23. Pasien nomor 2138, an. MJ, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  24. Pasien nomor 2139, an. M, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  25. Pasien nomor 2140, an. I, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Lelede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  26. Pasien nomor 2141, an. IBP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1839. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  27. Pasien nomor 2142, an. AB, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Desa Presak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1866. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  28. Pasien nomor 2143, an. W, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Doromelo, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  29. Pasien nomor 2144, an. I, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  30. Pasien nomor 2145, an. S, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Marada, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  31. Pasien nomor 2146, an. I, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  32. Pasien nomor 2147, an. H, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Marada, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  33. Pasien nomor 2148, an. S, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Jala, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  34. Pasien nomor 2149, an. Y, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  35. Pasien nomor 2150, an. I, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Huu, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu.

Dipermaklumkan, berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 2096 yang semula diumumkan berjenis kelamin perempuan, bahwa pasien sesungguhnya berjenis kelamin laki-laki.

Hari Minggu terdapat penambahan 9 (sembilan) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 1180, an. LBR, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1357, an. SBU, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1362, an. FDN, perempuan, usia 40 tahun, penduduk ber-KTP Denpasar, Bali. Saat ini berdomisili di Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1469, an. DKM, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 1501, an. N, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Lelede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 1605, an. SR, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 1632, an. NY, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 1656, an. F, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Kelayu, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 1685, an. W, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.

Hari Minggu ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1983, an. S, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Duman, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 2123, an. H, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda sebagai Ketua Pelaksana Haria Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar masyarakat untuk mulai membudayakan pola hidup “Nurut Tatanan Baru”, yakni dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam setiap aktifitas, agar tetap aman dan produktif ditengah pandemi Covid-19.

Dikatakan, lebih baik mencegah dari pada mengobati, terlebih hingga saat ini vaksin dan obat untuk Covid-19 belum ditemukan dan masih dalam proses uji coba.

Karena itu, mari kita disiplin menggunakan masker, jaga jarak dan hindari kerumunan, rajin cuci tangan pakai sabun dan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Protokol kesehatan ini merupakan langkah pencegahan yang paling efektif untuk menghindari resiko terpapar Covid-19.

AYA/HmsNTB

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 01 Agutus  2020, Bertambah 50 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 26 Orang, Kasus Kematian 5 (lima) Orang

Penularan virus Covid-19 ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik

 MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD R. Soedjono Selongmengkonfirmasi, ada tambahan 50 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 26 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Sabtu (01/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 565 sampel dengan hasil 481 sampel negatif, 34sampel positif ulangan, dan 50 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 26 orang, kasus kematian 5 (lima) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 50 kasus baru terkonfirmasi positif, 26 tambahan sembuh baru, dan 5 (lima) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (01/8/20) sebanyak 2.115 orang, dengan perincian 1.316 orang sudah sembuh, 117 meninggal dunia, serta 682 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan di kabupaten/kota diharapkan melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 50 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 26 ORANG, KASUS KEMATIAN 5 (LIMA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2066, an. Tn. SA, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  2. Pasien nomor 2067, an. Tn. HT, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  3. Pasien nomor 2068, an. Ny. W, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  4. Pasien nomor 2069, an. Ny. N, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 2070, an. Tn. BDP, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk ber-KTP di Malang. Pasien berdomisili di Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 2071, an. Tn. HS, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga;
  7. Pasien nomor 2072, an. Ny. NKPL, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  8. Pasien nomor 2073, an. An. LEAA, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  9. Pasien nomor 2074, an. Tn. INB, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSJ Mutiara Sukma;
  10. Pasien nomor 2075, an. Tn. PW, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 2076, an. Ny. IH, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Presak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  12. Pasien nomor 2077, an. Tn. KP, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  13. Pasien nomor 2078, an. Ny. S, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  14. Pasien nomor 2079, an. Tn. HPP, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 2080, an. Ny. RPA, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 2081, an. Tn. DWA, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 2082, an. Tn. Z, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  18. Pasien nomor 2083, an. Tn. ESB, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  19. Pasien nomor 2084, an. Tn. AWNW, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk ber-KTP di Brang Biji, Kabupaten Sumbawa. Pasien berdomisili di Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  20. Pasien nomor 2085, an. Ny. DA, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  21. Pasien nomor 2086, an. Tn. IKS, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  22. Pasien nomor 2087, an. Ny. TS, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  23. Pasien nomor 2088, an. Ny. IR, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Kebun Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1921. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  24. Pasien nomor 2089, an. Tn. KAAN, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1883. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  25. Pasien nomor 2090, an. Ny. CU, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  26. Pasien nomor 2091, an. Ny. K, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  27. Pasien nomor 2092, an. Ny. N, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  28. Pasien nomor 2093, an. Ny. EM, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  29. Pasien nomor 2094, an. Ny. R, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  30. Pasien nomor 2095, an. Tn. B, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  31. Pasien nomor 2096, an. Ny. H, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  32. Pasien nomor 2097, an. Ny. N, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  33. Pasien nomor 2098, an. Ny. M, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  34. Pasien nomor 2099, an. Ny. YDA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  35. Pasien nomor 2100, an. Ny. YI, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  36. Pasien nomor 2101, an. Ny. TA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  37. Pasien nomor 2102, an. Ny. YS, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  38. Pasien nomor 2103, an. Ny. NI, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  39. Pasien nomor 2104, an. Ny. D, perempuan, usia 26 tahun, penduduk ber-KTP di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Pasien berdomisili di Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  40. Pasien nomor 2105, an. Tn. AA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  41. Pasien nomor 2106, an. Ny. WBF, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Asyifa Sumbawa Barat;
  42. Pasien nomor 2107, an. Ny. YP, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat;
  43. Pasien nomor 2108, an. Tn. A, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  44. Pasien nomor 2109, an. Ny. NW, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  45. Pasien nomor 2110, an. Tn. IMS, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  46. Pasien nomor 2111, an. Ny. SR, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L. Manambai Abdulkadir;
  47. Pasien nomor 2112, an. Tn. MFH, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa;
  48. Pasien nomor 2113, an. An. IM, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  49. Pasien nomor 2114, an. An. ID, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  50. Pasien nomor 2115, an. Ny. AF, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Moyo Utara.

Hari Sabtu terdapat penambahan 26 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 1010, an. Tn. BIM, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1131, an. Tn. S, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1219, an. Ny. SH, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1254, an. Ny. R, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1292, an. Ny. WM, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1453, an. Tn. MA, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk ber-KTP Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Pasien berdomisili di Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 1518, an. Tn. BSP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pringgarata, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah;
  8. Pasien nomor 1526, an. Ny. FDP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1587, an. Ny. M, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1598, an. Ny. NW, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1654, an. Tn. MM, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1724, an. Tn. I, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Sleman, Yogyakarta;
  13. Pasien nomor 1730, an. Tn. DPTS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 1762, an. An. MAS, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  15. Pasien nomor 1792, an. Ny. NR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Tonda, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima;
  16. Pasien nomor 1795, an. Ny. B, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  17. Pasien nomor 1796, an. Ny. M, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  18. Pasien nomor 1797, an. Tn. AA, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 1798, an. Tn. A, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 1800, an. Tn. I, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  21. Pasien nomor 1802, an. Ny. KH, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  22. Pasien nomor 1803, an. Ny. M, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  23. Pasien nomor 1804, an. Ny. M, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  24. Pasien nomor 1808, an. Ny. N, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  25. Pasien nomor 1810, an. Ny. S, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  26. Pasien nomor 1976, an. Ny. RYLW, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Hari Minggu  ini juga terdapat penambahan 5 (lima) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1905, an. Tn. LM, laki-laki, usia 82 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 2077, an. Tn. KP, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memilki penyakit komorbid;
  3. Pasien nomor 2078, an. Ny. S, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memilki penyakit komorbid;
  4. Pasien nomor 2082, an. Tn. Z, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  5. Pasien nomor 2083, an. Tn. ESB, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariyadi mengingatkan,  hingga kini  penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik.

“Masyarakat untuk tetap patuh dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 dalam aktifitas kehidupan sehari-hari,” katanya.

Masyaakat harus selalu menggunakan masker ketika beraktiftas di  luar rumah, menjaga jarak (physical distancing), menjauhi kerumunan dan menjaga pola hidup bersih dan sehat dengan berolahraga, senantiasa mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, mengkonsumsi makanan bergizi serta menjahi stress.

Lalu Gita minta seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya, mari kita terus memperkuat kolaborasi.

“Kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119




BPJS Kesehatan Mataram Gandeng Kejaksaan, Untuk Tigkatkan Kepatuhan Badan Usaha

Badan Usaha yang tidak patuh agar segera melakukan perbaikan baik dalam administrasi data pegawai, maupun iuran JKN-KIS yang belum dilunasi

MATARAM.lombokjournal.com — BPJS Kesehatan Cabang Mataram melakukan sosialisasi terpadu program Jaminan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kepada Badan Usaha di Wilayah Kabupaten Lombok Barat, Kamis (30/07/20).

Sosialisasi terpadu ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan bagi Badan Usaha di Kabupaten Lombok Utara dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS.

Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Mataram Juluanta Kaibun menjelaskan, kegiatan sosialisasi terpadu ini sangat penting khususnya bagi Badan Usaha yang tidak patuh agar kedepannya para pemberi kerja paham akan pentingnya jaminan kesehatan bagi para pekerjanya.

Selain itu, ia menekankan bahwa badan usaha juga wajib untuk memberikan seuruh haknya kepada para pekerjanya khususnya dalam bidang jaminan kesehatan.

“Saya berharap Badan Usaha yang tidak patuh ini dapat memahami pentingnya Program JKN-KIS. Karena pemberi kerja wajib memberikan Jaminan Kesehatan bagi para pekerjanya sehingga apa yang menjadi hak pekerja dapat terpenuhi dengan baik,” ungkap Juluanta.

Kegiatan ini juga melibatkan Kejaksaaan Negeri Mataram dan Kepala Balai Pengawas Ketenagakerjaan Pulau, untuk ikut serta langsung dalam sosialisasi kepada para badan usaha yang belum patuh.

Dalam kegiatan ini, Kepala Seksi Perata dan Tata Usaha Kejaksaan Negeri Mataram Putu Agus Ary Artha memberikan sambutan kepada para badan usaha yang tidak patuh.

Dalam sambutannya, ia mengimbau kepada badan usaha yang tidak patuh untuk segera melakukan perbaikan baik dalam administrasi data pegawai maupun iuran JKN-KIS yang belum dilunasi.

Ary mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Mataram akan melakukan pemanggilan kepada seluruh badan usaha yang tidak patuh untuk dilakukan penerapan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk itu ia menghimbau kepada seluruh badan usaha yang tidak patuh untuk melaporkan data yang sebenarnya kepada petugas pemeriksa BPJS Kesehatan dan melakukan pembayaran iuran JKN-KIS tepat waktu.

“Saya berharap badan usaha yang hadir saat ini dapat memahami Program JKN-KIS sehingga tidak ada badan usaha yang dipanggil Kejaksaan Negeri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Ary saat memberikan sambutannya.

dh/yn/Jamkesnews

 




JKN-KIS Menjamin Penuh Pengobatan Syaraf Kejepit Yang Diderita Suyudi

Narasumber : Suyudi

MATARAM.lombokjournal.com — Banyak orang yang memanfaatkan Jaminan Kesehatan – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk perawatan di fasilitas kesehatan.

Suyudi (55) adalah salah satu peserta JKN-KIS yang telah merasakan manfaat dari adanya program JKN-KIS ini.

Suyudi menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk berobat Herniasi Nucleus Pulposus (HNP) atau yang sering disebut dengan saraf terjepit.

Ia mengaku pertama kali merasakan keluhannya berupa nyeri disertai dengan kesemutan yang tidak kunjung hilang hingga berjalan pun harus merunduk.

Saraf terjepit merupakan suatu kondisi, dimana saraf tertekan oleh bagian di sekitarnya.

Jika tidak ditindak lanjuti dengan serius, maka dapat berdampak pada jaringan lunak, atau pelindung di sekitar saraf mengalami kerusakan atau pecah.

Hal ini akan menyebabkan pembekakan dan tekanan yang ekstra, dan bila terjadi terus-menerus, tentu saja saraf bisa mengalami kerusakan secara permanen.

“Saat itu, tiba-tiba saya merasakan pinggang belakang terasa sakit, sampai jalan harus membungkukkan badan, rasa sakit juga terasa sampai di kaki, karena sudah tidak tahan dengan rasa sakitnya, saya pun dibawa ke rumah sakit terdekat dari rumah oleh istri dan anak saya, pada saat itu dokter langsung memeriksakan kondisi saya dan menyatakan bahwa saya mengalami saraf terjepit,” ujar Suyudi saat ditemui di kediamanannya pada, Jumat (31/07/20)

Suyudi menambahkan, setelah melalui proses pemeriksaan, dokter menyarankan Suyudi untuk menjalani rawat inap untuk kesembuhannya.

Bukan hanya itu, dirinya juga disarankan oleh dokter tersebut untuk memanfaatkan kartu kepesertaan JKN-KIS miliknya agar ia tidak khawatir soal biaya perawatan.

“Saya pun harus rawat inap selama 3 hari. Dokter saraf yang merawat saya pun menyarankan untuk menggunakan jaminan kesehatan yang saya punya yaitu JKN-KIS, karena biaya pengobatan dan perawatan ini cukup lama dan memakan biaya yang cukup banyak,” ungkapnya.

Kini, Suyudi hanya dapat mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah atas penyeleggaraan Program JKN-KIS. Karena program tersebut, seluruh biaya perawatannya saat itu dijamin oeh BPJS Kesehatan dan ia sudah tidak dibuat khawatir akan hal tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah menjamin seluruh biaya pengobatan ini. Saya tidak  tahu bagaimana jadinya jika saya tidak menjadi peserta JKN-KIS, tentunya biaya yang harus saya keluarkan cukup banyak,” tutupnya.

dh/yn/Jamkesnews

 




Sekda : Idul Adha, Keikhlasan Melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19

Pemerintah telah mengatur protol pelaksanaan Shalat idul adha beserta penyembelihan hewan qurban

MATARAM.lombokjournal.com —  Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengajak masyarakat NTB untuk berqurban keikhlasan dalam disiplin melaksanakan protokol kesehatan covid-19.

Hal tersebut disampaikan Sekda saat mewakili Gubernur NTB dalam memberikan sambutan pelaksanaan Shalat Idul Adha, bertempat di Masjid Hubhul Wathan Islamic Centre, Jum’at (31/07/20) pagi.

Sekda menghimbau jamaah yang hadir agar dapat memahami esensi berqurban, yaitu keikhlasan. Esensi berqurban di masa pandemi saat ini ialah juga untuk mampu ikhlas dan bersungguh – sungguh mengatasi penularan Covid-19.

“Esensi dari berkurban adalah keikhlasan kita, saat ini mari kita ikhlas dan berikhtiar sungguh sungguh dalam menerapkan protokol kesehatan covid-19,” himbau Miq Gite.

“Selamat hari raya idul adha 1441 H, mudah mudahan dengan disiplin, musibah ini segera berlalu dari muka bumi kita ini,” katanya.

Miq Gite turut menekankan dua hal penting yang masyarakat harus pahami dalam pelaksanaan Idul adha tahun ini.

Yang pertama, Covid-19 telah merebak di berbagai belahan dunia, untuk itu Pemerintah mengambil kebijakan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji demi kesehatan dan keselamatan bersama.

Kedua, Miq Gite mengingatkan, Pemerintah telah mengatur protol pelaksanaan Shalat idul adha beserta penyembelihan hewan qurban.

“Ini semua demi keselamatan bersama,” jelas Miq Gite

Di akhir sambutannya, Sekda mengingatkan bahwa angka kasus pasien positif Covid19 di NTB masih terus bertambah setiap harinya, untuk itu masyarakat harus terus waspada dan turut disertai doa yang tulus agar pandemi dapat segera berakhir.

“Mari kita berdoa, meminta pertolongan Allah SWT sembari tetap ikhtiar memutus rantai penyebarannya,” katanya.

Berdasarkan rilis pers Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB kemarin, Kamis (30/07/20) di NTB masih terdapat penambahan kasus pasien positif Covid19 sebanyak 43 kasus.

Sehingga jumlah total kasus sebanyak 2.065 dengan rincian 663 pasien positif Covid19 dirawat dalam keadaan baik, 1.290 pasien sudah sembuh dan 112 meninggal.

Terpantau, pelaksanaan Shalat idul adha di Masjid Hubhul Wathan Islamic Centre NTB sangat disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Mulai dari jamaah yang masuk ke area shalat diwajibkan menggunakan masker, pengecekan suhu badan dengan thermogun dan pemberian handsanitizer oleh panitia, hingga pengaturan shaf shalat yang berjarak.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan Sapi oleh para donatur, termasuk Sapi Sumbangan Presiden RI Joko Widodo seberat 1.3 Ton. Turut mendampingi Sekda pada kesempatan tersebut, para Asisten Setda NTB, dan beberapa kepala dinas dan biro lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

diskominfotikntb




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 30 Juli 2020, Bertambah 43 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 24 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

Agar pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tetap dapat berjalan dengan khusyuk dalam masa pandemi ini, diharapkan kepada masyarakat untuk senantiasa memperhatikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 dalam ibadah Sholat Ied maupun dalam rangkaian ibadah penyembelihan hewan qurban

 MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi, ada tambahan 43 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 24 orang.

 

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Kamis 30/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 298 sampel dengan hasil 223 sampel negatif, 32 sampel positif ulangan, dan 43 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 24 orang, Tidak ada kasus kematian.

Ddjeaskan, adanya tambahan 43 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 24 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (30/7/2020) sebanyak 2.065 orang, dengan perincian 1.290 orang sudah sembuh, 112 meninggal dunia, serta 663 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

TAMBAHAN 43 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 24 ORANG, Kasus KEMATIAN 2 (dua) orang

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2023, an. Ny. DNG, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Jereneng, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  2. Pasien nomor 2024, an. Ny. S, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1850. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  3. Pasien nomor 2025, an. Tn. H, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1739. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  4. Pasien nomor 2026, an. Ny. Y, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 2027, an. Tn. BW, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  6. Pasien nomor 2028, an. Tn. SPLM, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  7. Pasien nomor 2029, an. Ny. S, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Risa Sentra Medika;
  8. Pasien nomor 2030, an. Ny. BZ, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Ketare, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  9. Pasien nomor 2031, an. Tn. FA, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  10. Pasien nomor 2032, an. An. MJ, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Cepak Daya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 2033, an. Tn. LDP, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  12. asien nomor 2034, an. Ny. NPS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  13. Pasien nomor 2035, an. Ny. K, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung;
  14. Pasien nomor 2036, an. Ny. NWA, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Salut, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung;
  15. Pasien nomor 2037, an. Tn. MR, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  16. Pasien nomor 2038, an. An. ARNS, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak pasien Covid-19 nomor 1860. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima;
  17. Pasien nomor 2039, an. By. A, perempuan, usia 4 bulan, penduduk Desa Rade, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima;
  18. asien nomor 2040, an. Tn. GF, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1805. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  19. Pasien nomor 2041, an. Tn. MI, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1807. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  20. asien nomor 2042, an. Ny. N, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1808. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  21. Pasien nomor 2043, an. An. YH, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1806. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  22. Pasien nomor 2044, an. An. KG, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1806. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  23. Pasien nomor 2045, an. Tn. HS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat;
  24. Pasien nomor 2046, an. Tn. DD, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Seteluk, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat;
  25. Pasien nomor 2047, an. Tn. N, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1644. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat;
  26. Pasien nomor 2048, an. Tn. A, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Lekong, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1711. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Alas Barat;
  27. Pasien nomor 2049, an. Tn. IH, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1796. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Alas;
  28. Pasien nomor 2050, an. Tn. M, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1796. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Alas;
  29. Pasien nomor 2051, an. Ny. H, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Dete, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Lape;
  30. Pasien nomor 2052, an. Ny. S, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Songkar, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1824. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Moyo Utara;
  31. Pasien nomor 2053, an. Tn. H, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Songkar, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1824. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Moyo Utara;
  32. Pasien nomor 2054, an. Ny. J, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 1821. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  33. Pasien nomor 2055, an. Tn. IKM, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Golong, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga;
  34. Pasien nomor 2056, an. Tn. M, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Rabakodo Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima;
  35. Pasien nomor 2057, an. Ny. N, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima;
  36. Pasien nomor 2058, an. Ny. K, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1851. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  37. Pasien nomor 2059, an. Tn. DI, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  38. Pasien nomor 2060, an. Tn. S, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1689. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  39. Pasien nomor 2061, an. Ny. H, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1689. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;40.
  40. Pasien nomor 2062, an. Ny. M, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1896. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  41. Pasien nomor 2063, an. Tn. H, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas,Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram;
  42. Pasien nomor 2064, an. Ny. R, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Punia,Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram;
  43. Pasien nomor 2065, an. Tn. JW, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Desa Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda.

Hari Kamisi terdapat penambahan 24 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 965, an. Ny. AS, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1055, an. Tn. S, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1149, an. Ny. IN, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Leu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  4. Pasien nomor 1297, an. Tn. N, laki-laki, usia 78 tahun, penduduk Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 1306 an. An. ALDS, perempuan, usia 7 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1421, an. Tn. S, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1445, an. Tn. IGNEDP, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 1452, an. Ny. MGR, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1455, an. Ny. ECT, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1468, an. Ny. SH, perempuan, usia 75 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 1537, an. Tn. GP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Sleman, Yogyakarta;
  12. Pasien nomor 1548, an. Ny. M, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 1580, an. Tn. KBM, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Rempe, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  14. Pasien nomor 1597, an. An. KMB, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  15. Pasien nomor 1608, an. Ny. NP, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  16. Pasien nomor 1665, an. Tn. WA, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 1686, an. Tn. IDGL, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 1702, an. Ny. YY, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 1720, an. Ny. S, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  20. Pasien nomor 1770, an. Ny. UA, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  21. Pasien nomor 1774, an. An. ZAF, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Gerung Utara,Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  22. Pasien nomor 1775, an. An. GZA, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  23. Pasien nomor 1851, an. Tn. SS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  24. Pasien nomor 1852, an. Tn. D, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 2027, an. Tn. BW, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2028, an. Tn. SPLM, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Hingga saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19, Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tetap dapat berjalan dengan khusyuk dalam masa pandemi ini, diharapkan kepada masyarakat untuk senantiasa memperhatikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19

“Dalam ibadah Sholat Ied maupun dalam rangkaian ibadah penyembelihan hewan qurban. Yakni dengan menggunakan masker, membawa sajadah masing-masing, menjaga jarak, tidak berjabat tangan, menjaga kebersihan alat-alat yang digunakan untuk menyembelih qurban, meminimalkan kerumunan dan yang semisalnya,” kata Lalu Gita Aryadi

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 081802118119\

Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah.

Semoga keteladanan yang telah dicontohkan dalam ibadah qurban bisa menjadi penyemangat dan motivasi kita semua untuk senantiasa dapat menjaga kesabaran serta bekerja dengan ikhlas, aman dan produktif di tengah pandemi Covid19.

Mataram, 30 Juli 2020

Sekretaris Daerah 

Selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas

Provinsi Nusa Tenggara Barat,

Drs. H. LALU GITA ARIADI, M.Si.