Dengan Aplikasi JKN Mobile, Peserta BPJS Kesehatan tak Khawatir COVID-19

Dengan Aplikasi Mobile JKN, peserta BPJS Kesehatan tidak perlu repot-repot datang ke kantor dan mengantri untuk mengurus administrasi BPJS Kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com –

Tidak dapat dipungkiri, pelayanan publik menjadi tempat yang rawan akan penyebaran virus COVID-19.

Banyak peserta yang datang bergerombol atau saling berdekatan menjadi potensi untuk menyebarkan virus COVID-19.

Hal ini tentu perlu menjadi perhatian bersama, karena meskipun memiliki potensi demikian, pelayanan publik tidak dapat dihentikan.

Sudah sewajarnya kita selalu mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Hal ini untuk kebaikan bersama dan sebagai usaha menjaga diri serta orang di sekitar kita terjaga dari virus COVID-19.

Sebagai usaha untuk penanganan COVID-19 di Kota Mataram, BPJS Kesehatan Kamtor Cabang Mataram selalu berusaha mengikuti seluruh himbauan pemerintah melalui program disiplin 3M+ yaitu untuk selalu Menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, serta menerapkan pola hidup sehat.

Sejak awal memasuki kantor, sudah tersedia tempat cuci tangan yang wajib dilewati pengunjung. Begitu pula dengan pelayanan pengurusan administrasi BPJS Kesehatan, semua mengikuti protokol kesehatan yang ketat dan teratur.

Setiap antrian dan kursi diberi jarak, dan tentunya setiap pengunjung maupun petugas wajib memakai masker.

Semua itu untuk menjaga dan menjamin setiap pengunjung BPJS Kesehatan agar tetap aman dan terhindar dari virus COVID-19.

Selain dengan disiplin 3M+, BPJS Kesehatan mendorong pula agar meminimalisir kedatangan peserta ke kantor BPJS Kesehatan guna menghindari penumpukan pengunjung.

Hal itu dilakukan dengan memanfaatkan kanal-kanal lain yang dapat dimanfaatkan peserta BPJS Kesehatan seperti Care Center 1500400, Layanan Suara VIKA, Layanan Chat CHIKA. Dan penggunaan Aplikasi Mobile JKN.

Aplikasi Mobile JKN masih menjadi favorit peserta BPJS Kesehatan untuk pemanfaatan kanal layanan BPJS Kesehatan secara online.

Wajar saja, dengan Apliaksi Mobile JKN, peserta BPJS Kesehatan tidak perlu repot-repot datang ke kantor dan mengantri untuk mengurus administrasi BPJS Kesehatan mereka.

Lestari (29) warga Kabupaten Lombok Barat, mengungkapkan betapa mudahnya dalam penggunaan Aplikasi Mobile JKN. Dirinya dapat dengan mudah mengetahui informasi seputar Program JKN-KIS.

“Dulu saya pernah diinfokan terkait aplikasi Mobilr JKN, tapi karena saya gaptek saya tidak pernah memakainya. Tapi setelah diajarkan tadi, ternyata mudah juga. Kalau tau seperti ini, saya tidak perlu capek-capek datang kesini.” ungkap Lestari saat berkunjung ke Kantor Kabupaten Lombok Barat.

Pendaftaran, perubahan kelas, maupun perubahan faskes semua bisa dilakukan di aplikasi Mobile JKN.

Mobile JKN sendiri kini semakin canggih dengan berbagai fitur yang mempermudah peserta dalam menggunakan pelayanan kesehatan mereka.

Tentunya, BPJS Kesehatan terus berusaha meningkatkan kualitas dan fitur pelayanan yang ada sehingga peserta BPJS Kesehatan dapat lebih mudah dalam penggunaannya.

Yn/Jamkesnews




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 29 Agutus 2020, Bertambah 15 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 24 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) Orang

MATARAM.lombokjournal.com —  Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Dr.Soedjono Selong dan Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB mengkonfirmasi, ada tambahan 15 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Sabtu (29/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 125 sampel dengan hasil 102 sampel negatif, 8 (delapan) sampel positif ulangan, dan 15 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 24 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dengan adanya tambahan 15 kasus baru terkonfirmasi positif, 24 tambahan sembuh baru dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (29/08/20) sebanyak 2.741 orang, dengan perincian 2.022 orang sudah sembuh, 157 meninggal dunia, serta 562 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif” katanya.

Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 15 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH  24  ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2727, an.AS, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2517. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  2. Pasien nomor 2728, an.LKSH, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2656. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  3. Pasien nomor 2729, an.NZ, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2517. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  4. Pasien nomor 2730, an.A, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Pengadang, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  5. Pasien nomor 2731, an.S, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2625. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  6. Pasien nomor 2732, an.IWK, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  7. Pasien nomor 2733, an. S, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  8. Pasien nomor 2734, an.IGLDP, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi NTB;
  9. Pasien nomor 2735, an.ARH, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS.Harapan Keluarga Mataram;
  10. Pasien nomor 2736, an.ASW, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 2737, an.K, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2373. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Denggen;
  12. Pasien nomor 2738, an.D, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Paok Montong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2373. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur;
  13. Pasien nomor 2739, an.FS, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Gapuk, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Suralaga;
  14. Pasien nomor 2740, an.S, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Gereneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Dr.Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 2741, an.J, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Peneda Gandor, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Dr.Soedjono Selong.

Hari ini terdapat penambahan 24 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 837, an. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1429, an. MM, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1446, an. EA, perempuan, usia 49 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.Pasien berdomisili di Desa Kekeri, KecamataN Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 1714, an. S, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 2011, an. SA, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 2019, an. NL, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 2099, an. YDA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 2102, an. YS, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  9. Pasien nomor 2104, an. D, perempuan, usia 26 tahun, penduduk ber-KTP di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Pasien berdomisili di Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 2170, an. R, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 2218, an. SR, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 2222, an. SU, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Penanae, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 2274, an. ENS, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Nungga, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 2331, an. N, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  15. Pasien nomor 2373, an. EA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur;
  16. Pasien nomor 2409, an. ND, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  17. Pasien nomor 2425, an. AH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 2441, an. NJ, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  19. Pasien nomor 2453, an. SA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Karang Baru, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  20. Pasien nomor 2455, an. RH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  21. Pasien nomor 2456, an. S, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  22. Pasien nomor 2457, an. FSH, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Setanggor, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  23. Pasien nomor 2479, an. HM, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  24. Pasien nomor 2592, an. Z, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Bungtiang, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Sabtu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 1285, an. Tn. UI, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua PelaksaNa Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi menghimbau,agar masyarakat tetap patuh dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 dalam setiap aktifitas kehidupan sehari-hari.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasive untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Perkembangan dan Penanganan Medis Covid-19 di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com – DI Kabupaten Lombok Utara, upaya memutus rantai penyebaran Corona Virus Diseases (Covid-19) , terus dilakukan melalui beberapa upaya sinergis.

Dalam perkembangan dan penanganana medis Covid-19, di Lombok Utara saat ini tercatat pasien yang terkonfirmasi posistif Covid-19 sebanyak 94 orang.

dr. H. Syamsul Hidayat

dr. H. L. Bahrudin

Dari jumlah itu, pasien yang sembuh sebanyak 76 orang, dan yang meninggal  4 orang.

“Saat ini, pasien yang masih dalam perawatan medis sebanyak 14 orang,” tulis siaran pers yang dikirim Hubungan Masyarakat dan Protokol (Humaspro) Setda KLU pada lombokjournal.com, Sabtu (29/08/20).

Terkait perkembangan Kasus Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara s.d 27 Agustus 2020, dijelaskan bahwa  Pelaku Perjalanan sebanyak 1.078 orang (1 orang masih karantina), sedang yang Kontak Erat sebanyak 775 orang (54 orang masih karantina), dan suspek 594 orang.

Pencegahan dan pengedalian

Saat jumpa pers ‘perkembagan dan penanganan medis Covid-19 di Lombok Utara’, dua nara sumber yakni  Kepala Dinas  Kesehatan KLU, dr. H. L. Bahrudin dan Dirut RSUD KLU, dr. H. Syamsul Hidayat, Jum’at (28/08/20) di Aula Setda KLU, menjelaskan beberapa upaya secara sinergis dan komprehensif, di antaranya sebagai berikut:

Dalam langkah Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Lombok Utara, beberapa langkah yang dilakukan meliputi pemantauan dan pengawasan kepada pelaku perjalanan (domestik maupun internasional) pada pintu masuk laut, darat dan udara.

Selain itu, juga melakukan testing, tracking dan treatment. Dan juga menerapkan protokol kesehatan, yang meliputi cuci tangan pakai sabun, gunakan masker, jaga jarak, dan PHBS.

Dalam jumpa pers itu juga dijelaskan terkait populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Test, yakni Kontak erat pasien dengan pasien terkonfirmasi positif COVID-19

Selain itu Nakes (tenaga kesehatan)  dan pelajar/mahasiswa yang keluar daerah. Termasuk Pelaku Perjalanan lainya (Buruh/Pekerja lepas).

Bagi Semua orang yang telah dilakukan pemeriksaan  dengan Rapid Diagnostik Tes (RDT).

Dan Hasil RDT Reaktif akan dilanjutkan dengan pemeriksaan SWAB sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk memastikan Diagnosa Konfirmasi Covid-19.

Dan semua Suspek Covid-19 dilakukan pemeriksaan Swab.

Tindak lanjut

Langkah tindak lanjut untuk kegiatan memutus mata rantai penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diserukan kepada semua lapisan masyarakat Kabupaten Lombok Utara untuk tetap tenang menerapkan physical distancing (jaga jarak), gunakan masker, hindari kerumunan, serta melakukan pola hidup bersih dan sehat.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis serta persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata dr. H. L. Bahrudin.

Dirut RSUD KLU, dr. H. Syamsul Hidayat menjelaskan jumlah Unit Pelayanan Pasien Covid – 19 di RSUD KLU :

  1. Isolasi Sentral : 16 bed
  2. Isolasi Irna 2 Lt. II : 23 bed
  3. Unit Layanan Karantina: 81 bed

Lebih lanjut diinformasikan, untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Lombok Utara.

Call Center Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Utara, dapat menghubungi nomor kontak: 0370-6198504, 081803495510, 082147155883.

Rr/HumasproKLU

 

 




BPJS Kesehatan Akan Siapkan Data Yang Akan Menerima Vaksin Corona Gratis

Pemerintah akan memperoleh 30 juta dosis vaksin dari perusahaan G42 asal Uni Emirat Arab (UEA) dan perusahaan Sinovac asal Cina pada akhir tahun 2020

lombokjournal.com —

JAKARTA :   BPJS Kesehatan siap mendata para peserta yang akan mendapat vaksin gratis, dengan arahan.Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir,

Sebelumnya, Erick Thohir mengatakan, akan ada 30 juta dosis vaksin yang akan diperoleh pemerintah dari perusahaan G42 asal Uni Emirat Arab (UEA) dan perusahaan Sinovac asal Cina pada akhir tahun 2020.

Tentang data peserta BPJS Kesehatan yang akan menerim vaksin gratis itu, pihak BPJS Kesehatan akan menyiapkan datanya.

“Kalau soal data peserta, BPJS Kesehatan sudah ada dan ready datanya. Semua data transaksi pelayanan kesehatan program JKN-KIS ada di BPJS Kesehatan,” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf saat dihubungi.

Selain itu, rencananya, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional akan mengambil sejumlah langkah strategis di sektor kesehatan untuk mencegah penyebaran virus dan penanganan dampak pandemi Covid-19 pada 2021.

Salah satunya, memperkuat kerja sama dengan negara lain untuk memperoleh vaksin lebih banyak lagi.

BPJS Kesehatan Menyiapkan data

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan siap menyiapkan data para peserta yang akan mendapatkan vaksin gratis.

Pemeritah sudah mempunyai rencana untuk pendistribusian vaksin Covid-19.  Bagi peserta BPJS Kesehatan, vaksin Covid-19 akan diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf saat dihubungi di Jakarta, Jumat (28/08/20), menyatakan kesiapan pihak BPJS Kesehatan untuk menyiapkan data..

“Kalau soal data peserta, BPJS Kesehatan sudah ada dan ready datanya. Semua data transaksi pelayanan kesehatan program JKN-KIS ada di BPJS Kesehatan,” kata Iqbal.

Pemerintah akan memperoleh 30 juta dosis vaksin dari perusahaan G42 asal Uni Emirat Arab (UEA) dan perusahaan Sinovac asal Cina pada akhir tahun 2020.

BACA JUGA; Vaksin Coronaa Diberikan Awal 2021, Khusus Peserta BPJS Kesehatan Diberikan Gratis

Dua BUMN yakni PT Bio Farma dan PT Kimia Farma terus menjalin komunikasi intensif dengan perusahaan China dan Uni Emirat Arab (UEA) terkait pengadaan vaksin.

Kalau satu orang memerlukan dua dosis, maka 15 juta orang yang akan divaksin di akhir 2020, kalau uji klinisnya berjalan dengan baik.

Rr

 




Vaksin Corona Diberikan Awal 2021, Khusus Peserta BPJS Kesehatan Diberikan Gratis

Skema kedua yakni melalui vaksin mandiri, yakni kelompok masyarakat yang bukan peserta BPJS Kesehatan

lombokjournal.com —

JAKARTA – Rencana vaksinasi massal vaksin Covid-19 bagi semua warga Indonesia, akan didistribusikan kepada masyarakat dalam dua tipe, yaitu gratis dan berbayar.

Untuk vaksin corona gratis akan diperuntukkan pada masyarakat yang terdaftar di BPJS Kesehatan, yang akan dilakukan pada awal tahun 2021.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan EkonomiNasional, Erick Thohir menjabarkan soal pendistribusian Vaksin bantuan pemerintah ini pendanaan melalui budget APBN.

”Vaksin bantuan pemerintah ini pendanaan melalui budget APBN, pakai data BPJS Kesehatan. Nanti ada vaksin gratis massal awal tahun depan. Jadi yang terdaftar di BPJS Kesehatan akan mendapat vaksin gratis,” kata Erick .

Hal itu dikatakannya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI membahas penanganan Covid19 yang digelar di Gedung DPR RI, Kamis (27/08/20).

Skema kedua yakni melalui vaksin mandiri, yakni kelompok masyarakat yang bukan peserta BPJS Kesehatan. Kelompok masyarakat yang kedua yakni mereka bisa melakukan vaksin sendiri dengan biaya pribadi.

Menurut Erick,  pihknya mengusulkan bila memungkinkan untuk masyarakat yang bisa membayar vaksin mandiri untuk yang mampu.

Jadi memang yang terdata di BPJS kesehatan itu gratis, namun bagi masyaakat dengan tingkat daya beli tertentu harus mandiri,

Menurut Erick, usulan vaksinasi mandiri ini dilatarbelakangi oleh kemampuananggaran pemerintah yang terbatas.

Namun, tidak dirinci masyarakat berpenghasilan berapa yang terbilang mampu, sehingga dapat melakukan vaksinasi mandiri.

“Kebutuhan APBN yang selama ini kita tahu juga defisit anggaran terus melebar, dan kalau dilihat dari data-data ekonominya sendiri pemasukan kepada negara cukup rentan

Presiden Jokowi menargetkan vaksinasi virus corona bagi masyarakat Indonesia sudah dapat dilakukan pada Januari 2021.

Terkait hal itu, pemerintah kini tengah menyiapkan serangkaian produksi vaksin, baik di dalam maupun luar negeri.

Presiden Jokowi segera akan menerbitkan Perpres untuk mempercepat produksi vaksin.

“Alhamdulillah kita dapatkan 2 kerja sama saat ini, meski prioritas juga vaksin merah putih jalan. Pak Presiden juga minggu ini akan keluarkan Perpres untuk percepatan ini,” ujar Erick.

Dua kerja sama yang dimaksud Erick adalah pengadaan vaksin dari Sinovac, China, dan G24, Uni Emirat Arab.

Rr

 




UPDATE Covid-19: Hari Jum,at, 28 Agutus 2020, Bertambah 42 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 27 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Dr. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Praya, dan Laboratorium TCM RS.HL.Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 42 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum,at (28/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 220 sampel dengan hasil 171 sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 42 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 27 orang, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 42 kasus baru terkonfirmasi positif, 27 tambahan sembuh baru dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Ju’at  (28/8/2020) sebanyak 2.726 orang, dengan perincian 1.998 orang sudah sembuh, 156 meninggal dunia, serta 572 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 42 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH  27  ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2685, an.Y, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2587. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Kecamatan Unter Iwes
  2. Pasien nomor 2686, an.PPPF, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2587. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Kecamatan Unter Iwes
  3. Pasien nomor 2687, an.YM, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Labuhan, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2614. Saat Ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  1. Pasien nomor 2688, an.MAS, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2628. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  2. Pasien nomor 2689, an.K, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2613. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  3. Pasien nomor 2690, an.SDA, perempuan, usia 10 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  4. Pasien nomor 2691, an.WD, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2614. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2692, an.MK, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Labu Kuris, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2613. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Kecamatan Lape;
  2. Pasien nomor 2693, an.SJ, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2613. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2694, an.SRKR, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit II Sumbawa
  2. Pasien nomor 2695, an.YSI, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2628. Saat ini   menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  3. Pasien nomor 2696, an.SH, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2628. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2697, an.HK, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit II Sumbawa
  2. Pasien nomor 2698, an.MCP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2628. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  3. Pasien nomor 2699, an.YK, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2613. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  4. Pasien nomor 2700, an..ARS, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2545. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2701, an.S, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2613. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2702, an.KN, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2628. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  1. Pasien nomor 2703, an.DW, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2628. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit II Labuhan Badas;
  2. Pasien nomor 2704, an.VDF, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Kecamatan Unter Iwes;
  3. Pasien nomor 2705, an.LES, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  4. Pasien nomor 2706, an.M, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Desa Olat Rawa, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Kecamatan Moyo Hilir;
  1. Pasien nomor 2707, an.MAA, laki-laki, usia 39 tahun penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat Ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  1. Pasien nomor 2708, an.LA, perempuan, usia 35 tahun penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  1. Pasien nomor 2709, an.K, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Setiling, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  1. Pasien nomor 2710, an.LH, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Kelayu Selatan, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  1. Pasien nomor 2711, an.IKG, laki-laki, usia 58 tahun penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  1. Pasien nomor 2712, an.SA, perempuan, usia 80 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2473. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Taliwang;
  1. Pasien nomor 2713, an.A, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2473. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Taliwang;
  1. Pasien nomor 2714, an.K, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2473. Saat Ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Taliwang;
  1. Pasien nomor 2715, an.IBKA, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  1. Pasien nomor 2716, an.IH, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  1. Pasien nomor 2717, an.SA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  1. Pasien nomor 2718, an.LSH, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Pemenang Timur Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  1. Pasien nomor 2719, an.AF, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  1. Pasien nomor 2720, an.EA, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Gomong,    Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  1. Pasien nomor 2721, an.SS, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Dr.Soedjono Selong;
  1. Pasien nomor 2722, an.K, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Dr.Soedjono Selong;
  1. Pasien nomor 2723, an.MH, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2373. Saat ini  dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur;
  1. Pasien nomor 2724, an.MYH, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2373. Saat ini  dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur;
  1. Pasien nomor 2725, an.Z, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2373. Saat ini dirawat  di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur;
  1. Pasien nomor 2726, an.LWP, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum  teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur.

Hari Jum’at terdapat penambahan 27 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1425, an. NJ, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  1.  Pasien nomor 1628, an. AN, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  1. Pasien nomor 1691, an. B, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  1. Pasien nomor 1747, an. E, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  1. Pasien nomor 1757, an. H, laki-laki, usia 78 tahun, penduduk Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  1. Pasien nomor 1840, an. QRR,perempuan, usia 3 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1850, an. AAM,laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  1. Pasien nomor 1864, an. DI,perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1865, an. IKD,laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  1. asien nomor 1996, an. NWS, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara tara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2088, an. IR,perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Kebun Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;

12 Pasien nomor 2093, an. EM,perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan             Monggonao,  Kecamatan Mpunda, Kota Bima;

  1. Pasien nomor 2137, an. S,laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  1. Pasien nomor 2334, an. A,laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Peratoh, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 2361, an. BK,laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Bungtiang, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 2366, an. OL, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2386, an. N,perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur;
  1. Pasien nomor 2411, an. AS,perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 2432, an. NPEN,perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  1. Pasien nomor 2448, an. S,laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2449, an. ES,perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2463, an. N, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2464, an. JI, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2465, an. SH, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2466, an. AAZ, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2467, an. I, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  1. Pasien nomor 2572, an. INT,laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepata Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818   0211 8119

 




Peserta BPJS Kesehatan Gratis Vaksin Corona

 Pertama diberikan secara gratis dan ada yang membayar secara mandiri

lombokjournal.com —

JAKARTA ;  Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir menjabarkan soal rencana vaksinasi massal vaksin Covid-19.

Ia menyebut sebagian peserta BPJS Kesehatan akan mendapatkan vaksin corona secara gratis.

Hal ini disampaikan Erick Thohir dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi 6 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jakarta, Kamis (27/08/2020).

Dalam pertemuan tersebut Erick mengusulkan dua skema vaksinasi massal yang akan dimulai pada awal 2021. Pertama diberikan secara gratis dan ada yang membayar secara mandiri.

“Jadi memang yang terdata di BPJS kesehatan itu gratis tetapi dengan tingkat daya beli berapa itu harus mandiri,” ujar Erick Thohir.

Erick mengungkapkan pendanaan vaksin melalui APBN dengan menggunakan data BPJS Kesehatan.

Jika penyaluran vaksin kepada masyarakat digratiskan semuanya, maka APBN akan jebol. Apalagi, Erick melanjutkan, selama ini defisit anggaran negara kita terus melebar.

“Dan kalau dilihat dari data-data ekonominya sendiri pemasukan kepada negara cukup rentan,” tutur pria yang juga menjabat Menteri BUMN ini.

Rr

 

 

 




BPJS Kesehatan Kembangkan Digitalisasi Layanan, Menceggah Kecurangan Program JKN-KIS

BPJS Kesehatan menerapkan verifikasi klaim layanan berbasis digital

lombokjournal.com —

MATARAM ;  BPJS Kesehatan mengembangkan upaya pencegahan kecurangan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Salah satu upaya pengembangan yang dimaksud adalah digitalisasi layanan, mulai dari pengembangan penggunaan biometrik, teknologi analisa data, serta machine learning.

Maya Amiarny Rusady, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, mengatakan itu terkait upaya Pencegahan Kecurangan Program JKN-KIS

Lebih dari  itu, BPJS Kesehatan juga menerapkan verifikasi klaim layanan berbasis digital (Vedika).

Maya menjelaskan, kini sistem tersebut sudah semakin matang, dan setiap harinya mampu merekam data dalam jumlah yang tidak sedikit.

Data yang didapat dari sistem tersebut pun terus berkembang, hingga menghasilkan data-data analisa termasuk yang mengarah pada kecurangan ( fraud).

Dalam keterangan tertulisnya Maya menerangkan, BPJS Kesehatan juga menggunakan teknologi machine learning dalam upaya meminimalkan potensi fraud.

“Teknologi ini memanfaatkan alogaritma dari pengguna yang fungsinya untuk mempelajari klaim-klaim yang diajukan,” jelas Maya.

Maya mengatakan itu, dalam Webinar Peran Pemerintah Daerah dalam Pencegahan Fraud JKN, Kamis (27/8/2020).

DITambahkan, untuk mencegah kecurangan JKN-KIS, BPJS Kesehatan mendorong pula pemerintah daerah (pemda) mengoptimalkan upaya pencegahan.

Upaya yang dapat dilakukan pemda adalah menyusun regulasi pendukung dari turunan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanganan Kecurangan (Fraud).

Serta Pengenaan Sanksi Administrasi terhadap Kecurangan (Fraud) dalam Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan.

“Pemda merupakan salah satu key stakeholder BPJS Kesehatan dalam penyelenggaraan program JKN-KIS. Penting bagi pemda memahami perannya. Pelayanan yang bermutu menjadi aksi kolaborasi besar dari seluruh pemangku kepentingan,” kata Maya.

Tim Pencegahan Kecurangan

Senada dengan Maya, Inspektur I Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sekaligus Ketua Tim Pencegahan Kecurangan Tingkat Pusat, Edward Harefa mengatakan, pemda maupun fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan melaksanakan Program JKN-KIS, harus mulai menyusun regulasi pendukung.

Pihak-pihak tersebut juga harus mengembangkan budaya pencegahan kecurangan, memberi pelayanan yang berorientasi pada kendali mutu dan biaya, serta membentuk Tim Pencegahan Kecurangan JKN-KIS di daerah masing-masing.

“Kemenkes telah memonitor dan mengevaluasi implementasi upaya pencegahan kecurangan program JKN-KIS di Dinas Kesehatan (Dinkes), RS Vertikal, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Hasil monitoring menunjukkan, masih perlu dilakukan sosialisasi tentang Permenkes Nomot 16 Tahun 2019, serta kegiatan monitoring,” kata Edward.

Dikatakan, integrasi sistem pencegahan, deteksi, dan penanganan kecurangan pada seluruh area program JKN-KIS juga perlu dilakukan, melalui upaya sistematis dari dinkes kabupaten atau kota, melalui penyusunan kebijakan, pelaksanaan dan monitoring, serta evaluasi.

Rr




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 27 Agutus 2020, Bertambah 23 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 27 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) Orang

Tiga kelompok rentan, yakni anak-anak, orang dengan komorbid serta para lanjut usia, agar sebisa mungkin menghindari aktivitas di luar rumah

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Praya, dan Laboratorium TCM RS. HL. Manambai Abdulka.dir mengkonfirmasi, ada tambahan 23 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Lalu Gita Aryadi[/caption] Dalam siaran pers hari Rabu (21/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 226 sampel dengan hasil 182 sampel negatif, 21 sampel positif ulangan, dan 23 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 27 orang.

Dengan adanya tambahan 23 kasus baru terkonfirmasi positif, 27 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (27/8/2020) sebanyak 2.684 orang, dengan perincian 1.971 orang sudah sembuh, 156 meninggal dunia, serta 557 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” katanya.

TAMBAHAN 23 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH  27  ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2662, an. J, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Perung, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS. H.L.Manambai Abdulkadir;
  2. Pasien nomor 2663, an. K, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Desa Motong, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS. H.L.Manambai Abdulkadir;
  3. Pasien nomor 2664, an. R, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentfikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 2665, an. Z, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  5. Pasien nomor 2666, an. SH, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2638. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  6. Pasien nomor 2667, an. JAFH, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2638. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  7. Pasien nomor 2668, an. RNS, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2638. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  8. Pasien nomor 2669, an. RAP, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2638. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  9. Pasien nomor 2670, an. RS, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 2671, an. AS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 2672, an. A, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram;
  12. Pasien nomor 2673, an. S, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  13. Pasien nomor 2674, an. J, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Muncan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  14. Pasien nomor 2675, an. F, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Sayang-sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  15. Pasien nomor 2676, an. KDSR, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  16. Pasien nomor 2677, an. M, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Sekotong, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  17. Pasien nomor 2678, an. NWS, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentfikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  18. Pasien nomor 2679, an. M, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  19. Pasien nomor 2680, an. M, laki-laki, usia 5 hari, penduduk Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  20. Pasien nomor 2681, an. J, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Jati Baru dan RSUD Kota Bima;
  21. Pasien nomor 2682, an. LEG, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  22. Pasien nomor 2683, an. SM, laki-laki, usia 27 tahun penduduk Kelurahan Dayen Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak belum dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  23. Pasien nomor 2684, an. VH, laki-laki, usia 28 tahun penduduk Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram.

Hari Kamis terdapat penambahan 27 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu:

  1. Pasien nomor 1743, an. IK, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1822, an. AHDH,laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Warga Negara Asing. Pasien berdomisili Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 2022, an. AM,laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 2048, an. A,laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Lekong, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 2049, an. IH,laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 2050, an. M,laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 2220, an. MI,laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 2224, an. BSN, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 2247, an. MT, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 2248, an. MF, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  11. Pasien nomor 2268, an. TH, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  12. Pasien nomor 2294, an. NAKD, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara;
  13. Pasien nomor 2347, an. IGBYA, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  14. Pasien nomor 2351, an. WAS,laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  15. Pasien nomor 2385, an. S,perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  16. Pasien nomor 2426, an. AA, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  17. Pasien nomor 2433, an. NNM,perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  18. Pasien nomor 2450, an. MFD,laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  19. Pasien nomor 2476, an. S,laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  20. Pasien nomor 2488, an. IBT, laki-laki, usia 55 tahun, pendudukKelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 2497, an. M,perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  22. Pasien nomor 2498, an. AM,laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Sukadamai, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur;
  23. Pasien nomor 2500, an. P, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Temusik, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  24. Pasien nomor 2501, an. UH, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Kampung Karya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  25. Pasien nomor 2524, an. H,perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  26. Pasien nomor 2577, an. NNM,perempuan, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  27. Pasien nomor 2611, an. BDS, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 2665, a, n. Z, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengajak masyarakat tetap patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan pecegahan Covid-19 dalam setiap aktivitas kegiatan ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

“Penting untuk kita semua bisa bersabar dan beradaptasi dengan era tatanan baru kehidupan agar kita semua dapat sehat dan produktif dimasa pandemi Covid-19,” katanya.

Tetap gunakan masker, senantiasa mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak (physical distancing) serta menjaga pola hidup bersih dan sehat.

.AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Menko PMK Puji Pemprov NTB dalam Menangani Pandemi 

Seluruh pihak untuk sama-sama berjibaku dalam menekan penyebaran Covid-19

L.OTENG.lombokjournal —  Pemerintah Provinsi NTB terus siaga dan melakukan sejumlah langkah terbaik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Salah satu ikhtiar Pemprov NTB untuk menekan penyebaran Covid-19, Perda tentang Penanggulangan Penyakit Menular yang sudah dimiliki oleh Pemprov NTB akan mulai ditegakkan bulan September mendatang.

Bagi masyarakat yang tidak pakai masker di ruang publik, siap-siap diberikan sanksi sosial, bahkan denda berupa uang tunai saat operasi digelar.

Tidak hanya itu, Rumah Sakit Covid-19 yang baru dilauncing bertempatan dengan Perayaan HUT RI tersbeut, mendapat  apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Muhadjir Effendy.

Menurutnya, langkah tersebut sangat tepat dan patut menjadi contoh untuk daerah lain di Indonesia.

“Langkah Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah membuat Perda Penanggulangan Penyakit Menular sangat bagus, Rumah Sakit Covid-19 juga sudah ada, bahkan alat rapid test di buat di NTB. Ini sungguh luar biasa, kami apresiasi setinggi-tingginya,” ungkap Menko PMK Muhadjir Effendy saat Pembagian Masker Serta Sosialisasi Penanganan Covid-19 di Pantai Kuta dan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Kamis (27/08/20).

Menurutnya, kesadaran masyarakatsudah cukup tinggi. Itu semua tentu berkat kerja keras semua pihak, berkat kerja keras Gubernur, Bupati, Walikota hingga masyarakat dan media yang selalu kampenyakan gerakan masker.

“NTB masuk dalam kategori tingkat kesembuhan tinggi, tingkat positif nya juga tinggi, untuk itu kami datang untuk memberikan perhatian khusus kepada Provinsi NTB,” tambah Muhadjir.

Pihaknya meminta kepada seluruh pihak untuk sama-sama berjibaku dalam menekan penyebaran Covid-19. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak memakai masker, tapi tidak ditegur.

Jika ada yang demikian, masyarakat diminta mengingatkan orang bersangkutan agar tetap saling menjaga kesehatan dengan cara patuhi protokol Covid-19.

“Mari kita saling ingatkan, jangan malas pakai masker, demi kesehatan kita semua,” pinta Menko PMK.

Dukungan Menko PMK

Guberur NTB mengucapkan selamat datang kembali kepada Menko PMK Muhadjir Effendy yang kembali berkenan datang ke NTB.

Menurutnya, kedatangan Menko PMK sebagai bentuk dukungan dan bantuan dalam menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB.

“InsyaAllah pak Menteri di NTB selama di hari, salah satu kegiatan beliau bagi-bagi masker serta melihat Kuta Mandalika,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut.

Bang Zul bersyukur kesadaran masyarakat NTB tentang pentingnya protokol kesehatan cukup tinggi. Meski begitu, semua pihak tidak boleh lalai, harus tetap mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker.

“Ini salah satu bukti keseriusan kita untuk menekan penyebaran Covid-19 di NTB, kami bersama pak Menko PMK akan terus berikhtiar membawa daerah kita menuju zona hijau Covid-19,” tutup Bang Zul.

AYA/HmsNTB