UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 04 September 2020, Bertambah 19 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 25 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) orang

Hasil contact tracing yang dilakukan, penularan melalui transmisi lokal masih terjadi. Bahkan di luar daerah di kota-kota besar lainnya penularan wabah Covid-19 justru semakin tidak terkendali

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD  Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD dr. R. Soedjono Selong, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi, ada tambahan 19 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (04/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 214 sampel dengan hasil 182 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 19 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 25orang, kasus kematian 2 (dua) orang..

Dijelaskan, adanya tambahan 19 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 25 tambahan sembuh baru dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (4/9/2020) sebanyak 2.826 orang, dengan perincian 2.157 orang sudah sembuh, 167 meninggal dunia, serta 502 orang masih positif.

Menurut Lalu Gita, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

TAMBAHAN 19 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 25 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2808, an. B, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2809, an. AAYW, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2810, an. JH, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 2811, an. I, perempuan, usia 34 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Dompu Barat, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Dompu;
  5. Pasien nomor 2812, an. I, perempuan, usia 1,5 tahun, penduduk Desa Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2350. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Dompu;
  6. Pasien nomor 2813, an. TS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Songkar, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2793. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir;
  7. Pasien nomor 2814, an. LSK, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2793. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir;
  8. Pasien nomor 2815 an. H, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Leseng, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2793. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir;
  9. Pasien nomor 2816, an. FE, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2793. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir;
  10. Pasien nomor 2817, an. F, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  11. Pasien nomor 2818, an. H, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Madana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  12. Pasien nomor 2819, an. M, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Madana, KecamatanTanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  13. Pasien nomor 2820, an. S, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  14. Pasien nomor 2821, an. AO, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  15. Pasien nomor 2822, an. AQY, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  16. Pasien nomor 2823, an. U, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dunia;
  17. Pasien nomor 2824, an. MN, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  18. Pasien nomor 2825, an. DA, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur,Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  19. Pasien nomor 2826, an. S, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram.

Hari ini terdapat penambahan 25 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1262, an. SARH, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Panji Sari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  2. Pasien nomor 1434, an. HAH, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1949, an. RB, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 2343, an. S, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  5. Pasien nomor 2438, an. RTH, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Tiwugalih,Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 2446, an. WN, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji,Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 2483, an. A, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Renteng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  8. Pasien nomor 2492, an. M, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  9. Pasien nomor 2495, an. S, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  10. Pasien nomor 2519, an. A, perempuan, usia 73 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 2533, an. M, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara;
  12. Pasien nomor 2589, an. AN, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  13. Pasien nomor 2590, an. MJS, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  14. Pasien nomor 2600, an. S, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 2608, an. LHH, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  16. Pasien nomor 2617, an. S, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  17. Pasien nomor 2620, an. SAT, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  18. Pasien nomor 2622, an. TAS, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 2625, an. AW, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 2629, an. FRP, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  21. Pasien nomor 2661, an. R, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sayang-sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 2736, an. ASW, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  23. Pasien nomor 2747, an. LRS, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  24. Pasien nomor 2755, an. D, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Suntalangu, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur;
  25. Pasien nomor 2768, an. J, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Jum’at ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 2678, an. NWS, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 2823, an. U, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian GuguS Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir trend kesembuhan terus meningkat dan temuan kasus positif baru cenderung menurun.

“Kondisi ini tentu harus kita jaga dengan cara tidak mengendurkan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam melaksanakan protokol kesehatan,” katanya.

hasil contact tracing yang dilakukan, penularan melalui transmisi lokal masih terjadi. Bahkan di luar daerah di kota-kota besar lainnya penularan wabah Covid-19 semakin tidak terkendali.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 03 September 2020, Bertambah 9 (sembilan) Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 3 (tiga) orang

Meski kasus positif baru beberapa hari terakhir cenderung menurun, dan sebaliknya jumlah kesembuhan semakin meningkat, kita tetap tidak boleh mengendurkan Pelaksanakan protokol kesehatan

MAtARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium TCM RSUD Prayamengkonfirmasi, ada tambahan 14 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Rabu (02/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 137 sampel dengan hasil 119 sampel negatif, 9 (sembilan) sampel positif ulangan, dan 9 (sembilan) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 14 orang, kasus kematian 3 (tiga) orang..

Dijelaskan, adanya tambahan 9 (sembilan) kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru dan 3 (tiga) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (3/9/2020) sebanyak 2.807 orang, dengan perincian 2.132 orang sudah sembuh, 165 meninggal dunia, serta 510 orang masih positif.

Lalu Gita Aryadi menjelaskan, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

TAMBAHAN 9 (SEMBILAN) PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 ORANG, KASUS KEMATIAN 3 (TIGA) ORANG

Kasus baru positif Tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2790, an. MA, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Kabar Utara, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  2. Pasien nomor 2800, an. YS, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  3. Pasien nomor 2801, an. YA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Kambilo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima;
  4. Pasien nomor 2802, an. RAF, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  5. Pasien nomor 2803, an. IPM, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  6. Pasien nomor 2804, an. SH, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  7. Pasien nomor 2805, an. IH, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  8. Pasien nomor 2806, an. W, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  9. Pasien nomor 2807, an. KESP, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tegah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya.

Dipermaklumkan, berdasarkan hasil klarifikasi terhadap jumlah kasus baru positif Covid19 yang diumumkan tanggal 2 September 2020 yakni sebanyak 14 orang terkonfirmasi positif.

Sebenarnya adalah 13 kasus baru positif Covid-19. Psien nomor 2790, an. N, laki-laki, usia 64 tahun, yang diumumkan tanggal 2 September 2020 sesungguhnya adalah pasien nomor 2750 yang diumumkan tanggal 30 Agustus 2020.

Sehingga pasien positif Covid-19 dengan nomor 2790 dipakai untuk kasus terkonfirmasi positif Covid-19 baru hari ini, yakni pasien nomor 2790, an. MA, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Kabar Utara, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Kamis terdapat penambahan 14 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1887, an. FKAP, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2251, an. M, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Lekong, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 2267, an. S, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Plampang, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 2275, an. JDJ, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  5. Pasien nomor 2401, an. SE, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 2423, an. MA, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  7. Pasien nomor 2546, an. PKR, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 2555, an. J, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 2556, an. S, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 2557, an. A, laki-laki, usia 71 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 2660, an. KY, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 2681, an. J, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 2722, an. K, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  14. Pasien nomor 2740, an. S, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Gereneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 2733, an. S, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 2758, an. L, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2783, an. LSNIL, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ayadi  mengingatkan, meski temuan kasus positif baru dalam beberapa hari terakhir cenderung menurun, dan sebaliknya jumlah kesembuhan semakin meningkat, kita tetap tidak boleh mengendurkan kedisiplinan elaksanakan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari.

“Hasil contact tracing yang dilakukan, penularan melalui transmisi lokal masih terjadi. Bahkan di luar daerah di kota-kota besar lainnya penularan wabah Covid-19 justru semakin tidak terkendali,” kata Lalu Gita Aryadi

Karena itu ditekankan,  tetap gunakan masker saat berada di luar rumah, jaga jarak (physical distancing), rajin mencuci tangan dengan sabun. Dan sebisa mungkin hindari kerumunan, menjaga asupan gizi serta senantiasa membiasakan pola hidup bersih dan sehat dan jauhi stress.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr/AYA

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan  Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 811




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 02 September 2020, Bertambah 14 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 12 Orang,Tidak Ada Kasus Kematian

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi, ada tambahan 14 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Rabu (02/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 172 sampel dengan hasil 143 sampel negatif, 15 sampel positif ulangan, dan 14 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 12, Tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 14 kasus baru terkonfirmasi positif, 12 tambahan sembuh baru dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabui (02/09/20) sebanyak 2.799 orang, dengan perincian 2.118 orang sudah sembuh, 162 meninggal dunia, serta 519 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetapmelakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yangterkonfirmasi positif,” kata Lalu Gta Aryadi.

TAMBAHAN 14 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 12 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2786, an. HM, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Beraim, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya;
  2. Pasien nomor 2787, an. MZ, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri tanpa pengawasan;
  3. Pasien nomor 2788, an. PCP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2747. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  4. Pasien nomor 2789, an. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  5. Pasien nomor 2790, an. N, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Lenek, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  6. Pasien nomor 2791, an. AHD, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Batulayar Barat, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  7. Pasien nomor 2792, an. SA, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Peresak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  8. Pasien nomor 2793, an. YDPL, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2518. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  9. Pasien nomor 2794, an. R, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  10. Pasien nomor 2795, an. SH, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 2796, an. SH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  12. Pasien nomor 2797, an. HP, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 2798, an. S, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 2799, an. Y, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Hari Rabu terdapat penambahan 12 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1173, an. R, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Rumak, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2020, an. S, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 2255, an. HS, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 2321, an. TD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 2377, an. IGASG, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 2430, an. IWS, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 2462, an. SA, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 2475, an. PL, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 2535, an. S, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Seruni Mumbun, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 2553, an. SH, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 2641, an. J, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Ketangga Jeraeng, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur;
  12. Pasien nomor 2725, an. Z, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Wagub Nilai, Program Kampung Sehat Berhasil Tekan Penyebaran Covid-19

Kampung Sehat ini mampu menggerakkan masyarakat mulai dari kesehatan, perekonomian, keamanan, hingga kebersihan

MATARAM.lombokjournal.com – Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah menilai, program Kampung Sehat tersebut mampu menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB

“Kampung sehat ini menjadi vitamin untuk kita semua. Kita bersyukur, program Kampung Sehat tersebut mampu menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB,” ungkap Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah saat memberikan arahan pada acara Rapat Koordinasi Analisis dan Evaluasi (Anev) program Kampung Sehat, Rabu (02/09/20).

Rakor itu diiikuti seluruh kabupaten/kota se Provinsi NTB melalui Video Conference di Lapangan Gajah Mada Polda NTB.

Untuk menekan penyebaran Covid-19, Polda NTB bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB dan jajaran TNI menggelar lomba “Kampung Sehat”.

Lomba yang sudah berjalan selama tiga bulan ini diikuti oleh 1.136 desa dan kelurahan yang ada di Provinsi NTB.

Menurut wagub, Kampung Sehat ini mampu menggerakkan masyarakat dalam berbagai sektor. Mulai dari kesehatan, perekonomian, keamanan, hingga kebersihan. Kampung Sehat terebut menjadi program yang sangat tepat dalam menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB.

“Kampung Sehat ini program yang sangat tepat, kami apresiasi langkah Polda NTB tersebut. Terbukti, dengan adanya Kampung Sehat ini, penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB terus melandai,” ujar Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi tersebut.

Tetapi, tambah Wagub, dengan kasus melandai tersebut, jangan sampai membuat masyakarat lengah, karena pemerintah menginginkan kasus yang melandai ini membuat masyakarat semakin kuat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Pada HUT NTB bulan Desember mendatang, kasus positif Covid-19 ini benar-benar berkurang, bahkan diharapkan NTB ini menjadi Zona Hijau.

“Jangan sampai karena landai, kita lengah, tapi harus kita kuatkan, kita terus berikhtiar, harapan kita, pada HUT NTB nanti, kita berada pada Zona Hijau,” ujarnya.

Umi Rohmi melanjutkan, seluruh lapisan masyarakat, harus tetap Istiqomah atau konsisten dalam melawan penyebaran Covid-19. Jangan sampai ada pihak yang bosan dalam memberikan sosialisasi terkait protokol kesehatan.

“Mari kita rapatkan barisan, tetap Istiqomah sosialisasi protokol kesehatan. Kita niatkan untuk ibadah,” tutup Wagub.

Sosialisasi pakai masker

Kapolda NTB Irjen Pol.Mohammad Iqbal, S.IK.,MH meminta seluruh lapisan masyarakat dari tingkat RT/RW untuk tetap melakukan sosialisasi penerapan masker saat keluar rumah.

Karena pada tanggal 14 September nanti, penindakan kepada masyarakat yang tidak pakai masker mulai ditegakkan.

“Tanggal 14 September nanti, yang tidak pakai masker akan kami beri tindakan hukum,” ungkap Kapolda.

Ia melanjutkan, tindakan hukum bagi yang tidak menggunakan masker tersebut menjadi garda terakhir dalam menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB.

“Denda bukan tujuan, kita ingin masyarakat sehat, jangan sampai kasus yang landai ini membuat masyarakat lengah,” ujarnya.

Kapolda minta seluruh Kapolres untuk memasifkan sosialisasi, mulai dengan keliling menggunakan pengeras suara hingga kendaraan-kendaraan yang dibranding dengan Satgas Patroli Covid-19.

“Satu centi pun kita tidak boleh mundur dalam sosialisasi penerapan protokol kesehatan ini,” tegas Kapolda.

Untuk program Kampung Sehat, Kapolda meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk memulai melakukan penilaian. Karena, dari ribuan desa/kelurahan yang ikut, akan dijaring menjadi 30 desa/kelurahan untuk selanjutnya akan diikutkan dalam lomba Kampung Sehat di tingkat kabupaten/kota. Berikutnya pada bulan November akan diumumkan di tingkat provinsi.

“Silahkan mulai lakukan penilaian dengan menerapkan protokol kesehatan, kita optimis, penanganan Covid-19 di Provinsi NTB menjadi percontohan di darah lain,” tutupnya.

Sebelumnya, masing-masing pemerintah kabupaten/kota yang ada di NTB melaporkan kondisi masyarakat sebelum dan setelah dilaunchingnya Kampung Sehat tersebut.

Salah satunya Sekda Kabupaten Lombok Timur HM.Juaini Taofik yang melaporkan bahwa Kampung Sehat berkontribusi besar dalam menekan penyebaran Covid-19 di Lombok Timur.

“Program Kampung Sehat selama tiga bulan ini sudah berhasil, jumlah kecamatan yang sudah terkonfirmasi positif mulai menurun,” ungkapnya mengapresiasi Kampung Sehat yang di inisiasi oleh Polda NTB tersebut.

Konsep Kampung Sehat, lanjut Juaini, bukan hanya sebatas lomba, tapi mampu meningkatkan partisipasi masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, keamanan di masing-masing desa terus meningkat.

“Tidak hanya kesehatan, keamanan juga sudah meningkat,” ungkap Sekda penuh bangga.

Di Lombok Timur sendiri, melalui Kampung Sehat, pemerintah kabupaten telah melakukan screening berbasis masjid, sekolah, hingga berbasis pasar guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Alhamdulillah, di Lombok Timur, kami telah melaunching ASN Peduli Covid-19, Masjid Peduli Covid, Sekolah Peduli Covid, Pasar Peduli Covid, dan Generasi Muda Peduli Covid,” tambahnya.

Karena menurutnya, menekan penyebaran Covid-19 tidak mudah, butuh kerjasama seluruh pihak, karena yang di lawan bukan berwujud, bahkan vaksinnya pun belum ada.

“Melawan virus yang tak berwujud ini tidak mudah, butuh konsistensi seluruh pihak. Kami bersyukur, keberadaan Kampung Sehat mampu menyadarkan masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan,” tutupnya.

HmasNTB




Arahan Presiden, Pentingnya Penggunaan Masker Harus Disampaikan Terus

Dalam satu bulan ke depan, Jadi  pertaruhan terakhir apakah ekonomi Indonesia memasuki jurang resesi atau tidak

JAWA BARAT.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah mengikuti rapat terbatas (Ratas) virtual penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi Nasional yang dipimpin Presiden Joko Widodo dari Istana Kepresiden Bogor, Jawa Barat, Selasa (01/09/20).

Dalam Ratas yang dihadiri jajaran menteri dan seluruh gubernur di Indonesia, Presiden Jokowi mengingatkan, pentingnya masyarakat untuk selalu menggunakan masker.

Tindakan pencegahan itu menjadi kunci pengendalian pandemi Covid-19 sebelum pemerintah melakukan vaksinasi secara massal..

Karena itu, Jokowi minta agar pentingnya penggunaan masker disampaikan terus menerus kepada masyarakat, termasuk protokol kesehatan mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Ini kunci sebelum vaksin, pemakaian masker ini penting,” kata Jokowi.

Presiden juga meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan dalam penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan harus diterapkan.

Presiden sebelumnya sudah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disipilin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang mengatur sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan.

“Sehingga kedisiplinan nasional kita dalam mengikuti protokol kesehatan betul-betul dikerjakan oleh masyarakat kita,” ujarnya.

Terkait pemulihan ekonomi nasional, Jokowi meminta jajaran kepala daerah untuk mempercepat belanja daerah sebagai penopang agar Indonesia tak masuk ke dalam jurang resesi seperti negara lainnya.

“Percepat belanja barang, belanja modal, belanja bantuan sosial betul-betul disegerakan sehingga bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan meningkatkan ekonomi di daerah,” kata Jokowi.

Dalam satu bulan ke depan, tegas Presiden,  menjadi pertaruhan terakhir apakah ekonomi Indonesia memasuki jurang resesi atau tidak.

Jokowi menegaskan, apabila ekonomi domestik kembali minus, maka dipastikan Indonesia masuk ke daftar negara resesi.

Dipaparkan, perekonomian Indonesia pada kuartal pertama 2020 masih tumbuh 2,97 persen. Padahal, menurut dia, negara lain sudah minus.

“Tetapi di kuartal kedua kita sudah pada di posisi minus 5,3 persen, sudah minus,” ujarnya.

“Untuk itu, kuartal ketiga, yang kita masih punya waktu satu bulan yaitu Juli, Agustus, September. Di September ini kita masih ada kesempatan. Kalau kita masih berada pada posisi minus artinya kita masuk resesi,” lanjutnya.

Triwulan I ekonomi NTB tumbuh lambat

Di NTB sendiri, dari data Bank Indoenesia Kondisi ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada triwulan I 2020 tumbuh melambat dari triwulan sebelumnya.

Pada  triwulan II-2020,  dibandingkan triwulan I-2020 tumbuh 0,52 persen (q to q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 31,50. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Luar Negeri tumbuh sebesar 24,05 persen (data BPS NTB).

Realisasi pendapatan Provinsi NTB Triwulan I 2020 tumbuh melambat menjadi 8,20% (yoy). Realisasi pendapatan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada Triwulan I 2019 yang tumbuh sebesar 5,54% (yoy).

Penyerapan belanja Provinsi NTB Triwulan I 2020 menurun dibandingkan Triwulan I 2019. Penyerapan belanja Triwulan I 2020 Provinsi NTB mencapai Rp7,3 Triliun, menurun dibandingkan Triwulan I 2019 yang sebesar Rp7,4 Triliun.

Menurunnya pertumbuhan belanja tersebut terjadi pada penyerapan belanja bantuan sosial sehingga mempengaruhi realisasi total belanja pemerintah daerah secara keseluruhan.

Pemulihan ekonomi NTB diperkirakan berlanjut pada triwulan III 2020. Pada triwulan III 2020, diperkirakan ekonomi NTB tumbuh kuat dengan laju pertumbuhan berkisar antara antara -3,4% s.d -3,0%(yoy).

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III 2020 dibandingkan triwulan II 2020 diprakirakan oleh kinerja pertanian sejalan dengan memasukinya masa panen kedua komoditas padi,

Peningkatan kinerja LU Pertambangan pada triwulan III 2020, serta peningkatan aktivitas ekonomi akibat kebijakan new normal. Secara keseluruhan tahun 2020, diprakirakan ekonomi NTB tumbuh pada rentang -2,1 s.d -1,7% (yoy).

Untuk mendorong Pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi NTB telah meluncurkan stimulus ekonomi berupa bantuan mesin produksi dan industri kepada masyarakat, sebanyak 685 permesinan berbagai jenis dan model hasil karya Industri Kecil Menengah (IKM) lokal NTB.

“Jadi teknologi dan mesin ini meningkatkan produktifitas dibidang pertanian, perkebunan dan sektor lainnya,”ucap Gubernur Dr. Zulkieflimansyah saat memberikan kepada para kelompok masyarakat, UMKM, Kepala Desa dan penerima manfaat, Kamis (27/08) lalu di STlPark Banyumelek.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2020 yang baru disahkan, Pemerintah Provinsi NTB sendiri telah melakukan realokasi anggaran di masa pandemi Covid 19 yang difokuskan pada bidang kesehatan untuk penanganan Covid-19, bidang ekonomi dalam ketahanan pangan, akses layanan sosial dasar untuk masyarakat miskin, perempuan serta anak-anak selama masa pandemi serta ekonomi kreatif.

Ummi Rohmi, panggilan akrab Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, perubahan APBD 2020 ini adalah untuk merespon dinamika yang terjadi.

Harapannya, Perda APBD Perubahan ini menjadi APBD yang aspiratif, efektif, responsif dan mendatangkan manfaat besar bagi pembangunan NTB.

Dalam vidcon arahan Presiden kepada 34 Gubernur se Indonesia, Gubernur Dr. Zulkieflimansyah turut didampingi Asisten 1 dan Asisten 2 Setda NTB, Kadis Kesehatan, Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Plt.Kalak BPBD, Karo Ekonomi, Karo Pemerintahan, Karo Hukum Setda NTB dan Kasat Pol PP Provinsi NTB .

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 01 September 2020, Bertambah 14 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 29 Orang,Tidak Ada Kasus Kematian

Di era nurut tantanan baru ini, mematuhi protocol kesehatan dalam seluruh aktivitas ekonomi dan sosial kemasyarakatan adalah cara paling tepat dan efektif, untuk menghidari penularan wabah Corona.

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium TCM RSUD Prayamengkonfirmasi, ada tambahan 14 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Salasa (01/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 99 sampel dengan hasil 81 sampel negatif, 4 (empat) sampel positif ulangan, dan 14 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 29, Tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 14 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 29 tambahan sembuh baru dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasai (01/09/20) sebanyak 2.785 orang, dengan perincian 2.106 orang sudah sembuh, 162 meninggal dunia, serta 517 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

 TAMBAHAN 14 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH  29  ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2772, an. RY, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  2. Pasien nomor 2773, an. MI, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  3. Pasien nomor 2774, an. AP, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  4. Pasien nomor 2775, an. IMPA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  5. Pasien nomor 2776, an. BF, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSI Siti Hajar Mataram;
  6. Pasien nomor 2777, an. ES, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  7. Pasien nomor 2778, an. A, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  8. Pasien nomor 2779, an. AGY, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  9. Pasien nomor 2780, an. ZWH, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  10. Pasien nomor 2781, an. A, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 2782, an. HY, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  12. Pasien nomor 2783, an. LSNIL, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 2784, an. S, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  14. Pasien nomor 2785, an. RAFL, laki-laki, usia 4,5 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Hari Selasa terdapat penambahan 29 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 868, an. LAS, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1344, an. NA, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1525, an. RH, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Saat ini berdomisili di Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 1687, an. JS, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 1839, an. S, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 1966, an. HJ, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1986, an. S, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, KecamatanGerung, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 2124, an. SN, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 2141, an. IBP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 2179, an. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 2389, an. MA, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara;
  12. Pasien nomor 2390, an. UI, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara;
  13. Pasien nomor 2447, an. H, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  14. Pasien nomor 2474, an. AH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Masbagik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  15. Pasien nomor 2477, an. HH, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  16. Pasien nomor 2478, an. LGG, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  17. Pasien nomor 2525, an. M, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 2542, an. D, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 2543, an. ES, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Lape, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 2544, an. SO, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  21. Pasien nomor 2559, an. ES, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  22. Pasien nomor 2566, an. AWA, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  23. Pasien nomor 2583, an. TTI, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  24. Pasien nomor 2596, an. IS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah , Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  25. Pasien nomor 2597, an. I, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  26. Pasien nomor 2598, an. FHS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk ber-KTP Karanganyar Demak,Jawa Tengah berdomisili Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  27. Pasien nomor 2599, an. BH, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  28. Pasien nomor 2639, an. NPSED, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  29. Pasien nomor 2664, an. R, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 membutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, di era nurut tantanan baru ini, mematuhi protocol kesehatan dalam seluruh aktivitas ekonomi dan sosial kemasyarakatan adalah cara paling tepat dan efektif, untuk menghidari penularan wabah corona.

“Tetap gunakan masker, jaga jarak (physical distancing), terapkan pola hidup bersih dan sehat, berolahraga, makan makanan yang bergizi serta hindari stress yang berlebihan,” katanya.

Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Presiden Tekankan, Sebelum Vaksin Massal Penting Pengawasan Protokol Kesehatan

Vaksin buatan Indonesia yang disebut vaksin Merah Putih sedang dalam proses benih vaksin, dan baru akan diuji secara klinis pada tahun 2021

MATARAM.lombokjournal.com — Presiden RI Joko Widodo mengingatkan pentingnya pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 dan sanksi bagi pelanggarnya.

Hal ini dilakukan selain akan memberikan rasa aman kepada masyarakat, juga agar pemulihan dan percepatan ekonomi pada triwulan ketiga dapat bergerak positif.

Jokowi juga meminta realisasi anggaran belanja daerah dipercepat untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.

“Kunci sebelum vaksin adalah masker. Protokol Kesehatan dengan mencuci tangan dan jaga jarak harus terus diulang ulang,” ujar Jokowi saat memberikan arahan kepada Gubernur se- Indonesia, termasuk Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, melalui Video konferensi, Selasa (01/09).

Mengenai penanganan pandemi Covid 19, Presiden menjelaskan, saat ini Pemerintah Pusat sedang menyiapkan 20 – 30 juta vaksin sampai akhir 2020 dan 290 juta vaksin pada 2021.

Vaksin buatan Indonesia yang disebut vaksin Merah Putih sedang dalam proses benih vaksin, dan baru akan diuji secara klinis pada tahun 2021.

Presiden mengingatkan, sebelum adanya vaksin massal secara massif, data pergerakan angka penyebaran Covid 19 benar benar diantisipasi.

Secara umum, negara negara Eropa dan Asia sedang mengalami trend peningkatan. Meski posisi Indonesia relatif terkendali, angka fatality rate atau angka kematian masih tinggi secara global.

Per bulan Agustus, terdapat 175 ribu angka positif dari 2,23 juta tes. Angka kesembuhan juga tinggi 70,21 persen dari rata rata global 60 persen.

“Oleh karena itu kita perlu menyamakan gerak Langkah agar makin cepat dan efektif agar tidak kehilangan kendali. Pengendalian ini juga memberikan kepastian kepada dunia usaha untuk mulai bergerak”, tambah Jokowi.

Pemulihan ekonomi ini, kata Jokowi, sebelum sektor perdagangan, industri dan lainnya menunjukkan pertumbuhan ekonomi, realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah dapat menjaga konsumsi rumah tangga, sektor ril, industry kecil dan lainnya agar tidak terpuruk kepada resesi.

Belanja APBD harus disegerakan dari rata rata nasional yang baru 44 persen. Pemulihan ekonomi nasional, sebut Jokowi pada kwartal pertama masih 2,79, kuartal kedua minus 2,53.

Untuk kuartal ketiga masih ada kesempatan sehingga diharapkan daerah daerah memulai program kerja sekaligus pemberian bantuan sosial dan stimulus ekonomi dari pusat maupun daerah.

Ekonomi NTB Melambat di Trwulan I

Kondisi ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sendiri dari data Bank Indonesia Perwakilan menyebut,  pada triwulan I 2020 tumbuh melambat dari triwulan sebelumnya.

Sedangkan triwulan II-2020 dibandingkan triwulan I-2020 tumbuh 0,52 persen (q to q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 31,50. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Luar Negeri tumbuh sebesar 24,05 persen (data BPS NTB).

Realisasi pendapatan Provinsi NTB Triwulan I 2020 tumbuh melambat menjadi 8,20 Ppersen (yoy). Realisasi pendapatan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada Triwulan I 2019 yang tumbuh sebesar 5,54 persen (yoy).

Penyerapan belanja Provinsi NTB Triwulan I 2020 menurun dibandingkan Triwulan I 2019. Penyerapan belanja Triwulan I 2020 Provinsi NTB mencapai Rp7,3 Triliun, menurun dibandingkan Triwulan I 2019 yang sebesar Rp7,4 Triliun.

Menurunnya pertumbuhan belanja tersebut terjadi pada penyerapan belanja bantuan sosial sehingga mempengaruhi realisasi total belanja pemerintah daerah secara keseluruhan.

Sementara pulihan ekonomi NTB diperkirakan berlanjut pada triwulan III 2020. Pada triwulan III 2020, diperkirakan ekonomi NTB tumbuh kuat dengan laju pertumbuhan berkisar antara antara -3,4 persen s.d -3,0 persen(yoy).

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III 2020 dibandingkan triwulan II 2020 diprakirakan oleh kinerja pertanian sejalan dengan memasukinya masa panen kedua komoditas padi, peningkatan kinerja LU Pertambangan pada triwulan III 2020, serta peningkatan aktivitas ekonomi akibat kebijakan new normal.

Secara keseluruhan tahun 2020, diprakirakan ekonomi NTB tumbuh pada rentang -2,1 s.d -1,7 persen (yoy).

Untuk mendorong Pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi NTB telah meluncurkan stimulus ekonomi berupa bantuan mesin produksi dan industri kepada masyarakat, sebanyak 685 permesinan berbagai jenis dan model hasil karya Industri Kecil Menengah (IKM) lokal NTB.

“Jadi teknologi dan mesin ini meningkatkan produktifitas di bidang pertanian, perkebunan dan sektor lainnya,”ucap Gubernur Dr. Zulkieflimansyah saat memberikan kepada para kelompok masyarakat, UMKM, Kepala Desa dan penerima manfaat, Kamis (27/08/20) lalu di STlPark Banyumelek.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2020 yang baru disahkan, pemerintah Provinsi NTB melakukan  realokasi anggaran di masa pandemi Covid 19 yang difokuskan pada bidang kesehatan untuk penanganan Covid-19, bidang ekonomi dalam ketahanan pangan, akses layanan sosial dasar untuk masyarakat miskin, perempuan serta anak-anak selama masa pandemi serta ekonomi kreatif.

Ummi Rohmi, panggilan akrab Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, perubahan APBD 2020 ini adalah untuk merespon dinamika yang terjadi. Harapannya,

Perda APBD  Perubahan ini menjadi APBD yang aspiratif, efektif, responsif dan mendatangkan manfaat besar bagi pembangunan NTB.

Dalam vidcon arahan Presiden kepada 34 Gubernur se Indonesia, Gubernur Dr. Zulkieflimansyah turut didampingi Asisten 1 dan Asisten 2 Setda NTB, Kadis Kesehatan, Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Plt.Kalak BPBD, Karo Ekonomi, Karo Pemerintahan, Karo Hukum Setda NTB dan Kasat Pol PP Provinsi NTB .

jm/diskominfotik




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 31 Agutus 2020, Bertambah 16 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 28 Orang, Kasus Kematian 3 (tiga) Orang

upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 membutuhkan kerja sama dan kolaborasi

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RS.H.L Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Prayamengkonfirmasi, ada tambahan 16 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Ariadi

Dalam siaran pers hari Senin (31/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 152 sampel dengan hasil 124 sampel negatif, 12 sampel positif ulangan, dan 16 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 28 orang, kasus kematian 3 (tiga) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 16 kasus baru terkonfirmasi positif, 28 tambahan sembuh baru dan 3 (tiga) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (31/08/20) sebanyak 2.771 orang, dengan perincian 2.077 orang sudah sembuh, 162 meninggal dunia, serta 532 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 16 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH  28  ORANG, KASUS KEMATIAN 3 (TIGA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2756, an. BALP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Dasan Griya , Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga;
  2. Pasien nomor 2757, an. M, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2758, an. L, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram;
  4. Pasien nomor 2759, an. EC, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  5. Pasien nomor 2760, an. AR, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  6. Pasien nomor 2761, an. FA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  7. Pasien nomor 2762, an. S, perempuan, usia 73 tahun, penduduk Desa Nyiur Lembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  8. Pasien nomor 2763, an. S, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung;
  9. Pasien nomor 2764, an. J, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2733. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  10. Pasien nomor 2765, an. DP, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir;
  11. Pasien nomor 2766, an. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  12. Pasien nomor 2767, an. HO, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini pasien menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Sambelia;
  13. Pasien nomor 2768, an. J, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2747. Saat ini pasien menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Selong;
  14. Pasien nomor 2769, an. A, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara Baru, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2747. Saat ini pasien menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Masbagik Baru;
  15. Pasien nomor 2770, an. MDA, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini pasien menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 2771, an. LSHE, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini pasien menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram.

Hari Senin terdapat penambahan 28 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 422, an. AH, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 635, an. S, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1495, an. IGDJ, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 1649, an. S, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Kuripan Timur, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 1793, an. A, laki-laki, usia 23 tahun, Desa Rade, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima;
  6. Pasien nomor 1862, an. TL, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1945, an. R, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 1962, an. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 1984, an. MP, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 2089, an. KAAN, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 2185, an. K, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 2186, an. HK, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 2194, an. M, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  14. Pasien nomor 2307, an. ZA, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat;
  15. Pasien nomor 2485, an. IS, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 2503, an. NWS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 2531, an. NR, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 2537, an. S, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Kembang Kerang Daya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  19. Pasien nomor 2545, an. WAW, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 2547, an. HR, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  21. Pasien nomor 2548, an. N, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  22. Pasien nomor 2560, an. N, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  23. Pasien nomor 2569, an. DSN, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  24. Pasien nomor 2570, an. HF, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Batu, Kecamatan Narmada,Kabupaten Lombok Barat;
  25. Pasien nomor 2653, an. DGPGP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  26. Pasien nomor 2723, an. MH, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  27. Pasien nomor 2724, an. MYH, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  28. Pasien nomor 2726, an. LWP, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Senin ini juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1208, an. Ny. N, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga,Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2587, an. S, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  3. Pasien nomor 2766, an. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian  Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengataan, upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 membutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Dalam era nurut tantanan baru ini, mematuhi protokol kesehatan dalam seluruh aktivitas ekonomi dan sosial kemasyarakatan adalah cara paling tepat dan efektif untuk menghidari penularan wabah ini,”kata Lalu Gita Aryadi.

Tetap gunakan masker, jaga jarak (physical distancing), terapkan pola hidup bersih dan sehat, berolahraga, makan makanan yang bergizi serta hindari stress yang berlebihan.

Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Lyanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 02118119.




Jadi Peserta JKN-KIS, Biaya Cuci Darah Nani Dijamin Penuh

Pertayaan Nani terjawab tuntas, dirinya tidak membayar sepeserpun dari pelayanan kesehatan yang dijalaninya

MATARAM.lombokjournal.com —  Nani Hastuti (42) tidak pernah menyangka , dirinya harus menjalani hemodialisa atau cuci darah setiap minggu, akibat penyakit ginjal yang dideritanya.

Ketika pertama kali diberitahu dokter untuk melakukan hemodialisa, Nani enggan dan menolak.

Wajar saja, untuk dapat setiap minggu datang ke rumah sakit membersihkan dan menyaring darahnya menggunakan sebuah mesin bukanlah hal yang mudah diterima begitu saja.

Selain itu, tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan jika harus menjalani proses hemodialisa.

Khawatir kondisinya justru semakin memburuk, Nani memutuskan untuk memberanikan diri menjalani proses cuci darah.

Salah satu kebimbangan terbesar Nani dalam menjalani proses ini adalah biaya yang harus dikeluarkan.

Nani memang beberapa kali sebelumnya pernah menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk berobat ke puskesmas, tetapi ia tidak pernah terbayang menggunakan KIS untuk tindakan cuci darah di rumah sakit.

“Awalnya sempat ragu harus melakukan cuci darah di rumah sakit, karena saya tahu biayanya sangat mahal. Dengan biaya kurang lebih satu juta per satu kali cuci darah, khawatir juga, apakah ini dijamian penuh oleh Program JKN-KIS atau tidak,” kata Nani.

Tapi pertayaan Nani terjawab tuntas, dirinya tidak membayar sepeserpun dari pelayanan kesehatan yang dijalaninya.

Karena semua biaya cuci darah yang ia jalani ditanggung BPJS Kesehatan.

Nani pun bersyukur sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Sejak BPJS Kesehatan berdiri Tahun 2014, Nani sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

“Ketika pertama kali saya harus cuci darah, saya sangat takut harus datang ke rumah sakit setiap waktu, tapi lebih takut lagi jika tidak ada yang bisa membiayai saya, jadi saat tahu semua biaya ditanggung BPJS Kesehatan, saya lega.  Alhamdulillah,” ungkap Nani.

Ia pun menaruh harapan besar terhadap program JKN-KIS agar tetap ada di Negara Indonesia, karena sudah banyak masyarakat tertolong seperti dirinya.

“Semoga program JKN-KIS semakin dipercaya masyarakat dan semakin dapat meningkatkan pelayanan terhadap peserta. Berkat Kartu JKN-KIS, kini saya sudah siap menjalani seluruh proses medis yang harus saya jalani dan saya percaya ini adalah jalan terbaik untuk saya. Terima kasih BPJS Kesehatan,” tuturnya,

dh/yn/Jamkesnews




Linda Sebut Rahasia Berobat Tanpa Biaya

Ia mengaku sempat khawatir terkait biaya pengobatan sang anak, karena ia tidak memiliki persiapan apa pun untuk pengobatan Faathir

Narasumber : Faathir Ahmad Azzamy

MATARAM.lombokjournal.com —  Gastroenteritis atau munta berak (muntaber) adalah peradangan yang terjadi pada dinding saluran pencernaan, khususnya lambung dan usus, akibat infeksi virus maupun bakteri.

Muntaber biasanya ditandai dengan gejala berupa mual, muntah dan diare yang muncul secara tiba-tiba dan sering terjadi pada anak-anak.

Seperti yang dialami oleh Faathir Ahmad Azzamy (2) yang kala itu terjangkit muntaber sampai harus dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Permata Hati. karena kondisinya yang semakin melemah akibat kekurangan cairan.

Saat ditemui tim Jamkesnews di rumahnya, Senin (31/08/20), Linda tidak sungkan untuk menceritakan kisah anaknya yang saat itu mengalami muntaber dan harus dibawa ke rumah sakit.

“Anak saya sudah 3 hari diare dan muntah, saya mengira ini hanya masuk angin biasa, namun ternyata anak saya pun semakin lama semakin lemas dan setiap kali makan, langsung dimuntahkan. Dengan modal nekat dan berbekal Kartu Indonesia Sehat (KIS), saya membawa anak saya ke RSIA Permata Hati untuk dilakukan penanganan di fasilitas kesehatan,” ungkap Linda.

Ia mengaku sempat khawatir terkait biaya pengobatan sang anak, karena ia tidak memiliki persiapan apa pun untuk pengobatan Faathir. Terlebih, kala itu ia tidak memiliki uang membuat dirinya bingung untuk membayar biaya pengobatan sang anak.

“Saat itu saya tidak punya uang untuk membayar pengobatannya, namun beruntung saya dan keluarga termasuk anak saya telah menjadi peserta JKN-KIS dan semua biaya pelayanan kesehatan anak saya dijamin sepenuhnya oleh JKN-KIS,” ujar Linda

Orang tua Faathir yang bekerja sebagai petugas keamanan di salah satu perusahaan swasta ini pun sangat bersyukur memiliki kartu JKN-KIS. Karena, menurutnya, sakit itu datang secara tiba-tiba dan tidak mengenal kondisi apapun.

Seperti pengalamannya yang ia rasakan, betapa bingungnya mencari dana untuk pengobatan anaknya apabila tidak menjadi peserta JKN-KIS dan ia pun berterima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan program mulia ini sehingga banyak masyarakat terbantu seperti dirinya.

Linda pun mengajak seluruh masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS, untuk segera mendaftarkan diri dan anggota keluarga.

“Jangan menunggu sakit baru mendaftar, karena kita tidak pernah tahu kapan sakit akan datang. Lebih baik sedia payung sebelum hujan, sebelum terlambat dan menyesal nantinya,” tutup Linda.

dh/yn/Jamkesnews