KLU Ada Tambahan 2 Pasien Positif Covid-19, 1 Diantaranya Meninggal Dunia

Masyarakat diminta tetap mematuhi protocol Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com

Penanganan pandemi Covid-19 di Kabupten Lombok Utara (KLU) mencatat perkembangan baru.

Dalam siara pers Jum’at (02/10/20), Plt Bupati Lombok Utara, H. Saripudin, SH, MH menyampaikan, hasil pemeriksaan Swab yang dilakukan Laboratorium Bioomedis RSUD Provinsi NTB hingga Kamis (01/10), ada tambahan kasus konfirmasi  sebanyak 2 (dua) orang.

“Satu di antaranya meninggal dunia,” kata H Saripudin melalui siaran pers yang diterima media hari Jum’at.

Rincian 2 (pasien) terkonfirmasi yang dimaksud adalah;

  1. Pasien nomo 3344 an Tn DD (21 th), lama Desa Bentek, Kecaatan Gangga.
  2. Pasien an Ny US (59 th) alamat Desa Anyar Kecamatan Bayan, meninggal dunia dan telah dilakukan pemulasaran yang dilakukan Satgas Covid-19, sesuai protocol Covid-19.

Sampai hari Jum’at (02/10/20, di KLU kasus konfirmasi positif Covid-19 berjumlah 109 orag, sembuh 102 orang, masih dalam perawatan medis  2 orag ( 1 orang dirawat di RSUD NTB, dan satu orang lainnya dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram). Pasien meninggal 5 (lima) orag.

Saat ini masih terdapat 36 orang pasien kategori Kontak Erat yang masih melakukan karantina mandiri. Saat  ini terdapat 5 pa dengan kategori Suspek yang masih mlakukan isolasi mandiri.

Dijelaskan, orang dengan hasil RDT Reaktif, akan dilakukan tindakan medis Swab. Ini merupakan standar pemeriksaan laboratorium diagnosa Covid-19.

Saripudin mnghimbau agar masyarakat tidak melakukan perundungan terhadap paien terkonfirmasi posiif Covid-19.

“Kita cegah penyakitnya, bukan mengucilkan orangatau latar belakangnya,” katanya.

Selain iitu Saripudin menyerukan, agar warga Lombok Utara tetap mematuhi protocol Covid-19.

“Wajib menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, jaga jarak, menghindari kerumunan, serta melakukan pola hidup hidup bersih dan sehat,” seru Saripudin.

Rr/Humaspro




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at,  02 Oktober 2020, Bertambah 22 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 17 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

Pengelola fasilitas publik dan pusat-pusat kegiatan ekonomi masyarakat untuk memperhatikan, mengawasi serta menyediakan sarana pencegahan penyebaran Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Klinik Medika Plaza, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 22 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (02/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 150 sampel dengan hasil 126 sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 22 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 17  orang, kasus kematian 2 (dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 22 kasus baru terkonfirmasi positif, 17 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (02/10/20) sebanyak 3.390 orang, dengan perincian 2.678 orang sudah sembuh, 202 meninggal dunia, serta 510 orang masih positif.

Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19, untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

TAMBAHAN 22 PASIEN POSITIF COVID-19, SEMBUH 17 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3369, an. M, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3316. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  2. Pasien nomor 3370, an. IGYPP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  3. Pasien nomor 3371, an. NLS, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  4. Pasien nomor 3372, an. US, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  5. Pasien nomor 3373 an. SD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 3374, an. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3375, an. DM, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 3376, an. AK, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 3377, an. DKP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 3378, an. AS, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 3379, an. LWK, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 3380, an. IS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 3381, an. YH, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Bug-Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  14. Pasien nomor 3382, an. S, laki-laki, usia 79 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Unram;
  15. Pasien nomor 3383, an. RAH, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  16. Pasien nomor 3384, an. S, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Teros, KecamatanLabuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  17. Pasien nomor 3385, an. R, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Jurit Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  18. Pasien nomor 3386, an. J, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Jantuk, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  19. Pasien nomor 3387, an. MA, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  20. Pasien nomor 3388, an. M, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  21. Pasien nomor 3389, an. DAS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Gresik, Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  22. Pasien nomor 3390, an. Z, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Hari Jum’at terdapat penambahan 17 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2666, an. SH, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2912, an. NNS, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 3016, an. RH, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 3083, an. MFM, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 3129, an. MDRH, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur
  6. Pasien nomor 3136, an. S, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3174, an. LIH, laki-laki, usia 72 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 3253, an. TW, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 3277, an. MAI, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 3373 an. SD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  11. Pasien nomor 3374, an. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  12. Pasien nomor 3375, an. DM, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  13. Pasien nomor 3376, an. AK, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  14. Pasien nomor 3377, an. DKP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  15. Pasien nomor 3378, an. AS, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  16. Pasien nomor 3379, an. LWK, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  17. Pasien nomor 3380, an. IS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk luar Provinsi NTB.

Hari Jum’at ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 3372, an. US, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 3384, an. S, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar seluruh warga NTB untuk tetap taat, disiplin dan waspada terhadap penyebaran Covid-19.

Ditegaskan, tiap orang wajib mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun dan menjauhi keramaian.

Demikian juga bagi pengelola fasilitas publik dan pusat-pusat kegiatan ekonomi masyarakat untuk memperhatikan, mengawasi serta menyediakan sarana pencegahan penyebaran Covid-19.

Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Wagub NTB Kunjungi RSUD dan Puskesmas BLUD Pemenang

Wagub menyebut Puskesmas sebagai garda terdepan hendaknya sungguh-sungguh dalam penegakan Protokol Covid-19

TANJUNG.lombokjurnal.com

Wakil Gubenur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Puskesmas BLUD Pemenang dan RSUD KLU, untuk memberikan semangat dan memotivasi petugas kesehatan yang menangani Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Senin (01/10/20).

Kedatangan Wagub yang didampingi beberapa pejabat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, diterima Pj. Sekda Drs. H. Raden Nurjati. Selain itu  hadir pula Plt. Asisten Bidang Administrasi Umum Setda KLU Evi Winarni, SP, M.Si, Kadis Kesehatan dr. HL Bahrudin beserta seluruh Kepala Puskesmas se-KLU.

Wagub melihat langsung sistem pelayanan di tengah pandemi yang diselenggarakan Puskesmas Pemenang dan RSUD yang berupaya memberikan pelayanan yang nyaman dan aman kepada pasien.

Wagub mengapresiasi RSUD dan Puskesmas Pemenang yang dinilai luar biasa bagus, suatu hikmah dari kejadian gempa bumi 2018.

Dikatakan, KLU telah membuktikan diri pada dua tahun lalu daerah terparah terdampak gempa bumi. Tapi sekarang sudah normal, aktif, dan bagus.

Kondisi yang cepat itu berkat kerja pemerintah dan masyarakat KLU yang luar biasa. Karena itu, saat pandemi Covid-19 mentalnya sudah kuat.

“Alhamdulillah KLU sudah zona kuning, namun ingat namanya pandemi ini dalam waktu dekat bisa berubah dan gampang sekali mengalami perubahan jika kita lengah,” pesan Umi Rohmi.

Semakin bagus zona semua pihak semakin dituntut untuk meningkatkan kedisiplinan dan kerja keras untuk menahan penyebaran Covid-19.

Dan Wagub berharap jangan sampai ada yang meninggal, sebab begitu ada pasien covid meninggal seketika itu pula zona berubah menjadi kembali merah.

“Jadi, tugas kita adalah bagaimana mempertahankan jangan sampai ada yang meninggal. Pandemi covid dan penyebarannya bisa kita jaga bersama dan itu kuncinya adalah kedisiplinan dan penegakan protokol kesehatan,” pesannya lagi.

Pada kesempatan itu, Wagub menyebut Puskesmas sebagai garda terdepan hendaknya sungguh-sungguh dalam penegakan Protokol Covid-19.

“Bila ada yang sakit, jangan biarkan masuk untuk mencegah dan menimalisir penularan di tempat kerja. Kita tahu di Indonesia banyak juga klaster datang dari perkantoran dan tempat kerja yang lain,” imbuh Wagub.

Posyandu Keluarga

Lebih lanjut disampaikan Rohmi, Posyandu keluarga yang telah dilaunching beberapa waktu yang lalu agar terus meningkatkan pelayanan.

Targetnya, pekerjaan rumah seperti gizi buruk, pernikahan dini, angka kematian ibu dan bayi bisa diatasi dan terselesaikan dengan baik.

“Semoga pelayanan kesehatan di KLU ini semakin baik dan semoga saja KLU meletakkan pembangunan kesehatan pada porsi utama,” harap Wagub NTB itu.

Pj. Sekda KLU Drs. H. Raden Nurjati menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wagub NTB beserta rombongan ke KLU dalam rangka memberi dukungan, semangat, dan motivasi kepada tenaga kesehatan di KLU.

Pemda KLU terus berupaya memberi pelayanan maksimal dalam upaya memutus rantai penyebaran covid-19 di antero Lombok Utara.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan dan memulihkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi, kata Nurjati, Pemda KLU juga sudah membagikan JPS Kabupaten, BLTDD, dan JPS Provinsi.

Dalam hal JPS Kabupaten, dituturkannya, pemda juga melibatkan UMKM yang ada dalam hal penyediaan produk lokal yang bisa mengisi JPS yang dibagikan kepada masyarakat.

Ditempat yang sama, Direktur RSUD KLU dr. H. Syamsul Hidayat, menyampaikan RSUD KLU sudah merawat 67 pasien, dan selama dua minggu terakhir RSUD tidak merawat lagi pasien yang terkonfirmasi positif.

“Alhamdulillah, sejak awal penanganan Covid-19 di KLU ini, pemda menyiapkan dua tempat, selain di RSUD ini ada juga di eks RSUD Sementara yang berlokasi di samping Pasar Tanjung. Kita jadikan sebagai pusat karantina pasien, sehingga pelayanan pasien covid berjalan dengan baik,” jelas Direktur RSUD KLU ini.

Diterangkan dr. Syamsul, sampai saat ini tenaga kesehatan KLU yang terkonfirmasi positif sebanyak tujuh orang. Jumlah itu pun karena nakes sempat bertugas di tempat lain , dan dari daerah zona merah.

KLU sekarang masih zona aman sehingga sampai hari ini yang melakukan isolasi mandiri di rumah tinggal satu orang saja.

Dan kunjungan Wagub diharapkan menambah semangat dan motivasi semua pihak terutama nakes untuk terus berkerja dan memberikan pelayanan sesuai standar Protokol Covid-19.

sid




UPDATE Covid-19: Hari Kamis,  01 Oktober 2020, Bertambah 26 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 7 (tujuh) Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

Hingga hari Kamis ini penambahan kasus baru Covid-19 masih terus terjadi

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa. Technopark, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR Klinik Medika Plaza, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi, ada tambahan 26 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis (01/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 185 sampel dengan hasil 157 sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 26 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 7 (tujuh) orang, kasus kematian 2 .(dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 26 kasus baru terkonfirmasi positif, 7 (tujuh) tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (1/10/2020) sebanyak 3.368 orang, dengan perincian 2.661 orang sudah sembuh, 200 meninggal dunia, serta 507 orang masih positif.

“Ptugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi..

TAMBAHAN 26 PASIEN POSITIF COVID-19, SEMBUH 7 (TUJUH) ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3343, an. LAJ, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  2. Pasien nomor 3344, an. DDI, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  3. Pasien nomor 3345, an. A, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  4. Pasien nomor 3346, an. AH, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Pototano, Kecamatan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 3347 an. YJ, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 3348, an. H, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3349, an. MS, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 3350, an. SA, perempuan, usia 75 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  9. Pasien nomor 3351, an. DNK, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi NTB;
  10. Pasien nomor 3352, an. NNS, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  11. Pasien nomor 3353, an. KDD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;
  12. Pasien nomor 3354, an. AFR, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Dete, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Lape;
  13. Pasien nomor 3355, an. DA, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 3356, an. P, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Keselet Timur, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 3357, an. M, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Suralaga;
  16. Pasien nomor 3358, an. AS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Rumbuk Siren, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Labuhan Lombok;
  17. Pasien nomor 3359, an. HW, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Batuyang;
  18. Pasien nomor 3360, an. MHSH, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 3129. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Rensing;
  19. Pasien nomor 3361, an. AZ, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Montong Beter, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Rensing;
  20. Pasien nomor 3362, an. ZH, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3173. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Sakra;
  21. Pasien nomor 3363, an. MRFL, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Rakam, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  22. Pasien nomor 3364, an. C, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Jakarta Utara, DKI Jakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  23. Pasien nomor 3365, an. RYS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  24. Pasien nomor 3366, an. N, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Mimika, Papua. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  25. Pasien nomor 3367, an. FF, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  26. Pasien nomor 3368, an. SN, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Kandai 1, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Hari Kamis terdapat penambahan 7 (tujuh) orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2970, an. MNF, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 3146, an. NWA, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 3151, an. N, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 3161, an. SFA, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 3204, an. M, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Mekarsari, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 3233, an. SY, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3339, an. EA, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 3345, an. A, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  2. Pasien nomor 3368, an. SN, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Kandai 1, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga hari Kamis ini penambahan kasus baru Covid-19 masih terus terjadi.

Ia menghimbau,  agar warga NTB untuk tetap menjaga kewaspadaan terhadap virus ini dengan menerapkan 3M dan  1T, yakni mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun dan menjauhi keramaian.

Mari kita sayangi dan saling menjaga keselamatan diri kita dan orang-orang disekitar kita. Mari kita doakan juga saudarasaudara kita yang sedang berjuang untuk sembuh dari Covid-19.

“Jauhkan stigma negatif, kita bersama pasti bisa beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru serta optimis dapat keluar dari ujian wabah ini,” kata Lalu Gita..

Rr/AYA.

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Di Lombok Utara, Wagub Motivasi Nakes Tetap Semangat Laksanakan Tugas Kemanusiaan

  Para tenaga kesehatan diminta untuk menjaga kesehatan, dan niatkan pekerjaan sebagai ibadah

KLU.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah kembali berikan motivasi kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) guna mengantisipasi pandemi virus Corona, Kamis (01/10/2020) di Puskesmas Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Wagub mengapresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan Lombok Utara yang selalu siap 24 jam sebagai ujung tombak menghadapi Corona sesuai sumpah profesinya.

“Tugas-tugas kemanusiaan harus kita laksanakan dengan penuh tanggungjawab dan semangat,” ungkap Wagub mengingatkan.

Dikatakan, pandemi Covid-19 mengajarkan kita tentang pentingnya sebuah kesehatan. Nikmat sehat yang diberikan oleh Allah SWT harus tetap disyukuri.

“Kesehatan itu tidak boleh dinomorduakan, kesehatan harus yang utama, kita niatkan setiap pekerjaan sebagai ibadah,” ungkap Wagub.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB itu menambahkan, dengan nikmat sehat; maka pekerjaan, ibadah, serta kegiatan sehari-hari bisa di jalani dengan baik.

Para  Nakes diminta untuk menjaga kesehatan dengan tetap patuhi protokol kesehatan.

“Sebagai tenaga kesehatan, protokol kesehatan harus kita jalankan dengan ketat,” tambah Umi Rohmi.

Di hadapan Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan, Wagub berharap, Posyandu yang ada di Lombok utara seluruhnya direvitalisasi menjadi Posyandu Keluarga.

Dengan begitu, seluruh keluhan bisa ditangani oleh Posyandu keluarga tersebut.

“Alhamdulillah Posyandu Keluarga di Lombok Utara telah kita launching. Kita berharap seluruh Posyandu yang ada di revitalisasi menjadi Posyandu Keluarga,” tambah Wagub.

Umi Rohmi meminta seluruh pegawai di RSUD Kabupaten Lombok Utara untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Menurutnya, tempat orang berobat itu harus indah nan bersih.

“Jaga kesehatan, jaga kebersihan, hanya orang-orang sehat yang bisa merawat orang sakit,” ungkap wagub melanjutkan kunjungannya di RSUD Lombok Utara.

Umi Rohmi meminta, protokol kesehatan di rumah sakit harus di laksanakan secara ketat, tidak boleh ada pasien atupun keluarga pasien tidak menggunakan masker, tidak boleh berkerumun dan harus menjaga jarak.

Harus diatur dengan rapi, mulai dari keluarga yang jenguk, hingga yang datang untuk berobat, semuanya harus patuh terhadap protokol kesehatan,” tutup Wagub.

HmsNTB




Wagub Dukung Perhimpunan Ahli Epidemi, Untuk Penguatan Surveilans Covid-19

Wagub berharap agar masyarakat NTB bisa hidup New Normal, dan terbiasa hidup dengan protokol Covid

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menerima Perhimpunan Ahli Epidemologi Indonesia (PAEI) Drs. Bambang WK. M. Epid, dalam rangka melaporkan capaian hasil program penguatan surveilans Covid-19 di NTB, Kamis (01/10/20).

Audiensi ini bertujuan melaporkan yang sudah dilakukan selama empat (4) bulan di NTB, dari hasil evaluasi tersebut akan dilanjutkan penguatan komunikasi resiko.

Kemudian akan dilakukan penguatan tim surveilans. Sasarannya adalah tracing dan testing yang akan dtingkatkan dan dikuatkan melalui sistem pelatihan dan On The Job Training.

Menanggapi hal tersebut, Wagub yang ditemui di ruang kerjanya menyampaikan sepakat dan mendukung perbaikan yang akan dilakukan karena sesuai dengan tujuan kedepan, yaitu penguatan tracing dan testing.

Wagub NTB tak hanya mendukung tapi juga berpesan agar betul-betul mengikuti standar tertinggi, bila perlu lebih baik dan lebih baik lagi.

Kesulitan utama pemerintah dalam menangani Covid-19 adalah paradigma masyarakat tentang penggunaan masker.

“Kami ingin yang terbaiklah, karena kuncinya tracing treatment, bagaimana biar bisa masif dan tepat sasaran dan penyebaran bisa dilokalisir,” tutur Hj Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB.

Pemerintah Provinsi NTB melalui Wagub yang saat itu didampingi Asisten I Setda NTB dan Kepala Dinas Kesehatan NTB, setuju dan sepakat.

“Yang terpenting adalah agar masyarakat NTB bisa hidup New Normal, dan masyarakat terbiasa hidup dengan protokol Covid, apa pun akan saya dukung yang penting untuk kebaikan masyarakat,” tegas Hj Rohmi.

Wagub menambahkan, bagaimana membuat masyarakat satu persepsi, bahwa Covid-19 itu ada dan tidak mengenal siapapun, dan yang terpenting adalah protect diri.

“Alhamdulillah NTB Perdanya sudah ada dan pertama di Indonesia, TNI Polri juga terus support dan ini terus dikampanyekan,” tegas Hj Rohmi.

Menurut Wagub, kehidupan era tatanan baru atau New Normal, masyarakat tetap bisa mencari nafkah, aturan tegas untuk ditegakkan, boleh tetap menjalankan kewajiban mencari nafkah, tetapi masyarakat wajib juga patuhi protokol Covid sampai menunggu vaksin datang.

“Pakai masker memang gak enak, tapi jauh lebih enak daripada kita kena Covid, silakan apa yang terbaik supaya kita eksekusi sebaik-baiknya,” kata Wagub.

Sementara itu, Bambang WK menyampaikan kesiapannya untuk terus membantu penguatan sistim kesehatan di NTB.

“Kegiatan pokok kami yaitu menguatkan tim surveilans, tim lapangan,  juga mengadakan pelatihan, asesmen, survey knowledge kepada masyarakat tentang pandemi ini,” tambahnya.

Beberapa hal yang ditemukan juga sudah dibenahi dengan baik dibantu dengan aplikasi khusus. Namun, yang harus ditingkatkan adalah kapasitas petugas yang mengadakan tracing di lapangan, sebab dari sisi jumlah spesimen penduduk juga masih kurang.

“Salah satu yang perlu dipertimbangkan adalah tingginya kasus pneumonia, jika ada ciri langsung di-swab,” tutur Bambang. (

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 30 September 2020, Bertambah 30 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

“Kita tidak boleh menganggap pandemi Covid-19 ini tidak nyata,” kata Lalu Gita Aryadi

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium PCR Klinik Medika Plazamengkonfirmasi, ada tambahan 27 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Selasa (29/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 267 sampel, dengan hasil 230 sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 30 sampel kasus baru positif Covid-19 pasien sembuh 14orang, kasus kematian 2 .(dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 30 kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu ini (30/09/20) sebanyak 3.342 orang, dengan perincian 2.654 orang sudah sembuh, 198 meninggal dunia, serta 490 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 30 PASIEN POSITIF COVID-19, SEMBUH 14 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3313, an. F, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 3314, an. AS, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kabupaten Padang, Sumatera Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  3. Pasien nomor 3315, an. S, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kabupaten Padang, Sumatera Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  4. Pasien nomor 3316, an. MR, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  5. Pasien nomor 3317 an. E, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Kebun Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  6. Pasien nomor 3318, an. IS, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3319, an. A, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 3320, an. AMH, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 3321, an. R, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Unram;
  10. Pasien nomor 3322, an. SIS, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha,Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  11. Pasien nomor 3323, an. PS, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  12. Pasien nomor 3324, an. A, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Soki, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  13. Pasien nomor 3325, an. AI, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3026. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  14. Pasien nomor 3326, an. MA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3026. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  15. Pasien nomor 3327, an. YA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3026. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  16. Pasien nomor 3328, an. AA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3158. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  17. Pasien nomor 3329, an. S, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Parado Wane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2829. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  18. Pasien nomor 3330, an. DH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSAD Wirabhakti Mataram;
  19. Pasien nomor 3331, an. NH, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  20. Pasien nomor 3332, an. NF, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3160. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Suralaga;
  21. Pasien nomor 3333, an. NW, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Labuhan Lombok;
  22. Pasien nomor 3334, an. TUA, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Montong Tangi, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  23. Pasien nomor 3335, an. N, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  24. Pasien nomor 3336, an. HA, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  25. Pasien nomor 3337, an. HF, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  26. Pasien nomor 3338, an. AS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  27. Pasien nomor 3339, an. EA, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  28. Pasien nomor 3340, an. ES, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  29. Pasien nomor 3341, an. RAP, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Ropang, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi.Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  30. Pasien nomor 3342, an. MS, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Bug-Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram.

Hari Rabu terdapat penambahan 14 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2789, an. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, KecamatanSelaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2827, an. ME, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 2962, an. Z, perempuan, usia 79 tahun, penduduk Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 2980, an. SW, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 2994, an. MPA, laki-laki, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 2995, an. AAT, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Desa Perapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  7. Pasien nomor 3081, an. M, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Gerimax Indah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 3119, an. J, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  9. Pasien nomor 3124, an. IMS, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 3128 an. ASA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 3132, an. A, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Kelayu Utara, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  12. Pasien nomor 3150, an. NMA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  13. Pasien nomor 3163 an. RCMH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 3209, an. ABWY, laki-laki, usia 5 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Hari Rabu ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 3270, an. SNH, perempuan, usia 1 tahun, penduduk Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 3288, an. N, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga hari ini kasus baru Covid-19 masih terus bertambah dengan jumlah kasus kematian yang cukup tinggi di NTB.

“Kita tidak boleh menganggap pandemi Covid-19 ini tidak nyata,” tegasnya. Kita harus terus waspada dan melaksanakan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas.

“Mari kita doakan juga saudara-saudara kita yang sedang berjuang untuk sembuh dari Covid-19. Jauhkan stigma negatif, kita bersama pasti bisa beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru serta optimis dapat keluar dari ujian wabah ini,” kata Lalu Gita Aryadi..

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Hadirnya PANDAWA, BPJS Kesehatan Beri Kemudahan Layanan Bagi Peseta JKN-KIS

 Adanya layanan CHIKA dan VIKA hingga PANDAWA, diharapkan dapat menghilangkan kekhawatiran masyarakat yang ingin mengakses layanan JKN-KIS di Kantor Cabang BPJS Kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com

Di masa pandemi Covid-19, aktvitas seluruh masyarakat di Luar Rumah dibatasi.

Dengan anjuran mematuhi protokol kesehatan Covid-19,  membuat warga kesulitan untuk mengakses berbagai layanan atau fasilitas publik.

Bergerombol di tempat publik merupakan salah satu hal yang perlu dihindari karena berpotensi menyebarkan virus Covid-19.

Hal tersebut tentunya membuat fasilitas atau layanan publik kini tidak mudah untuk didapatkan seperti dahulu.

Tapi hal itu bukan menjadi alasan bagi BPJS Kesehatan untuk menghentikan layanannya. Hal ini ditunjukan Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram yang tetap beroperasi meskipun berada di situasi pandemi.

Banyak inovasi layanan yang diterapkan di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Mataram untuk mengurangi resiko penyebaran virus Covid-19, salah satunya dengan mulai menerapkan Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA).

Seperti yang tengah dirasakan oleh Lazuardi (35). Peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) asal Mataram itu merasa sangat terbantu dengan adanya layanan melalui PANDAWA ini.

Dirinya sudah tidak perlu lagi datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan untuk mendapatkan layanan kepesertaan JKN-KISnya. Ia menyebut, hanya dengan melalui chat di Whatsapp, kebutuhan dirinya sudah dipenuhi dengan baik.

“PANDAWA ini sangat memudahkan saya untuk mengurus BPJS Kesehatan. Ketika saya WA, responnya cepat dan mudah dipahami. Layanan yang didapatkan pun tidak berbeda seperti kita ke kantor BPJS Kesehatan. Saya tak mengira urusan saya bisa selesai dan lebih gampang karena saya tidak perlu repot-repot datang ke kantor BPJS Kesehatan,” ujar Lazuardi.

Bukan hanya itu, Lazuardi juga mengapresiasi layanan non tatap muka lainnya yang dihadirkan BPJS Kesehatan sebagai upaya mengurangi kontak fisik antara petugas dengan peserta.

Ia melihat, adanya layanan tanpa tatap muka seperti Mobile JKN, Care Centre 1500400, Layanan Chat Chika, dan Layanan Suara VIKA, dapat mengurangi resiko peserta JKN-KIS terpapar oleh virus tersebut.

“Sebelumnya memang sudah lebih dulu hadir aplikasi Mobile JKN yang bisa diakses oleh masyarakat. Kemudian, engan adanya layanan CHIKA dan VIKA hingga PANDAWA ini, diharapkan dapat menghilangkan kekhawatiran masyarakat yang ingin mengakses layanan JKN-KIS di kantor cabang. Dengan adanya layanan digital ini, kebutuhan peserta akan terpenuhi dengan baik tanpa dibuat khawatir terpapar oleh viris tersebut,” tambah Lazuardi.

Tak lupa, ia juga mengajak kepada seluruh peserta JKN-KIS lainnya untuk mulai beralih menggunakan layanan digital yang dihadirkan BPJS Kesehatan.

Hal itu juga sebagai bentuk apresiasi kepada BPJS Kesehatan yang senantiasa memberikan kemudahan bagi peserta JKN-KIS yang ingin mendapatkan layanan.

dh/yn/Jamkesnews

 




Idrus dan Keluarga Puas dengan Inovasi Layanan Non Tatap Muka dari BPJS Kesehatan

Banyak sekali inovasi layanan kesehatan yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan dapat mempermudah pesertanya

MATARAM.lombokjournal.com

Hanya dengan satu genggaman handphone saja, di era digital saat ini masyarakat disuguhkan dengan berbagai kemudahan.

Begitu juga dengan BPJS Kesehatan yang terus berkembang mengikuti perkembangan zaman di era 4.0 saat ini.

Adanya Mobile JKN yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja, BPJS Kesehatan pun kini terus melakukan peningkatan layanannya.

Cukup dengan satu genggaman, berbagai macam kebutuhan tentu dapat terselesaikan dalam sekejap.

Seperti yang dirasakan salah satu peserta JKN-KIS asal Mataram, Idrus (23). Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya aplikasi Mobile JKN saat ini.

“Dengan adanya aplikasi Mobile JKN, segala sesuatu administrasi sudah sangat mudah saya lakukan hanya dengan satu genggaman saja saat ini, apa lagi dengan masa pandemi seperti sekarang ini,” ungkap idrus

Bagi Idrus, layanan melalui digital seperti ini sangat efektif, apalagi saat ini masyarakat Indonesia tengah bersama berjuang melawan penyebaran Covid-19.

Layanan digital sangat diperlukan dalam rangka mengurangi tatap muka langsung atau kontak antar sesama.

Tak hanya itu, Idrus juga pernah mendengar adanya layanan PANDAWA yang telah diluncurkan BPJS Kesehatan dan ia pun langsung untuk mencoba layanan tersebut.

“Sekarang kita sudah benar-benar sangat dipermudah oleh BPJS Kesehatan. Banyak sekali pelayanan yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan dapat mempermudah pesertanya, seperti aplikasi Mobile JKN dan ada lagi layanan PANDAWA ini sangat mudah. Cukup menulis pesan pada aplikasi Whatsapp, kita sudah dapat langsung terhubung dengan pelayanan BPJS Kesehatan. Saya juga bisa melakukan konsultasi dokter melalui Aplikasi Mobile JKN,” ungkap Idrus.

Tentunya dengan layanan terbaru dari BPJS Kesehatan, peserta sudah sangat mudah mencari informasi, apalagi masalah administrasi dan tentunya dengan pelayanan ini dapat menekan penyebaran Covid-19 yang sedang melanda dunia.

“Terima Kasih BPJS Kesehatan yang telah melakukan pelayanan terbaik untuk kemudahan peserta JKN-KIS di masa pandemi Covid-19 ini, sehingga saya dan keluarga tidak perlu keluar rumah untuk mendapatkan layanan dari BPJS Kesehatan,” tutup pada tim Jamkesnews

dh/ay/Jamkesnews

 




Wagub Mengajak Satukan Mindset, dan Bekerjasama  Melawan Covid-19

Melawan pandemi Covid-19 tak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah, butuh sinergitas yang kompak serta strategi yang jelas

MATARAM.lombokjournal.com

Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak terhadap kesehatan fisik semata, masyarakat juga dihadapkan pada dampak kesehatan mental.

Banyaknya berita tidak benar (hoax) yang bertebaran, membuat keyakinan masyarakat akan eksistensi virus corona menjadi semakin berkurang

Sehingga, tugas berat pemerintah tak lagi hanya melawan virus, tapi juga menyatukan mindset masyarakat bahwa virus corona (covid-19) ini ada, dan seluruh pihak harus bekerjasama untuk melawannya.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, menyampaikan itu saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) secara virtual bersama Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) dan para peneliti Indonesia, bertempat di Pendopo Wagub NTB, Rabu (30/09/20).

“Salah satu tugas berat kita adalah bagaimana caranya agar masyarakat NTB sadar dan mengakui virus ini ada. Karena kita tahu banyak berita hoax tentang covid-19 yang tersebar. Sehingga yang penting kita satukan mindset dan lawan!” jelas Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB.

Ummi Rohmi lebih jauh memaparkan, dalam menyatukan pemahaman tersebut butuh waktu, edukasi yang berkesinambungan, dan cara yang persuasif.

Dengan melibatkan berbagai stakeholders dan peran masyarakat untuk berjuang bersama. Berulang kali Ummi Rohmi menegaskan, melawan pandemi Covid-19 ini tak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah, butuh kerjasama dan sinergitas yang kompak serta strategi yang jelas.

Untungnya, di NTB sinergitas berbagai stakeholder terjalin dengan sangat baik. Melalui Forum

Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemprov NTB mengkomunikasikan berbagai strategi yang ditempuh.

Bahkan pada Legislatif NTB, disebutkan Ummi Rohmi, sangat responsif. Dilihat saat Pemprov NTB berinisiatif mengajukan Perda Penanggulangan penyakit Menular yang langsung dibahas dan ditindaklanjuti oleh DPRD Provinsi NTB.

“Betapa sinergi sangat penting dalam lewan covid-19 ini. Alhamdulillah di NTB sangat kompak bersinergi. Forkompimda, Pemda, TNI, Polri, hingga Legislatif semuanya bekerjasama mengatur strategi dan menjalankannya dengan kompak,” jelas Wagub. .

Abdul Muta’ali, mewakili SKSG UI pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi terhadap berbagai strategi yang telah dilakukan oleh NTB dalam menanggulangi Covid-19.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan Pemprov NTB yang telah bersedia untuk berdiskusi bersama para peneliti Indonesia.

“Sebuah itikad yang luar biasa karena Pemprov NTB mau berdiskusi bersama kami. Jika Pemerintah Daerah sudah mau berjalan dengan Ilmu Pengetahuan pasti kedepannya akan baik,” jelasnya.

Ke depan, Abdul Muta’ali berharap, seluruh upaya dan strategi yang telah dilakukan oleh NTB dapat berbuah manis.

Dan daerah lain bisa mencontoh berbagai program strategis melawan covid-19 yang dilakukan oleh NTB.

HmsNTB