UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 16 Oktober 2020, Bertambah 27 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 24 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Praya, dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 27 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (16/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 170 sampel dengan hasil 135 sampel negatif, 8 (delapan) sampel positif ulangan, dan 27 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 24, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 27 kasus baru terkonfirmasi positif, 24 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (16/10/2020) sebanyak 3.668 orang, dengan perincian 2.996 orang sudah sembuh, 209 meninggal dunia, serta 463 orang masih positif.

“Petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan  pengendalian penyebaran Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 27  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 24 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3642, an. NS, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  2. Pasien nomor 3643, an. H, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  3. Pasien nomor 3644, an. N, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  4. Pasien nomor 3645, an. DS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  5. Pasien nomor 3646 an. AM, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  6. Pasien nomor 3647, an. L, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Bolo;
  7. Pasien nomor 3648, an. LS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya dan Puskesmas Penujak;
  8. Pasien nomor 3649, an. MA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  9. Pasien nomor 3650, an. MIF, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi,Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  10. Pasien nomor 3651, an. HAS, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  11. Pasien nomor 3652, an. MKI, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  12. Pasien nomor 3653, an. MRM, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk wilayah kerja PuskesmasGunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  13. Pasien nomor 3654, an. AH, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  14. Pasien nomor 3655, an. RF, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  15. Pasien nomor 3656, an. AMAZ, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah kerja PuskesmasGunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  16. Pasien nomor 3657, an. GGA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Aikmual, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  17. Pasien nomor 3658, an. MNI, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  18. Pasien nomor 3659, an. NAS, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  19. Pasien nomor 3660, an. Y, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Pulogadung, Jakarta Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 3661, an. F, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  21. Pasien nomor 3662, an. N, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  22. Pasien nomor 3663, an. Y, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  23. Pasien nomor 3664, an. MA, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  24. Pasien nomor 3665, an. RJ, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  25. Pasien nomor 3666, an. AW, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Selagik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  26. Pasien nomor 3667, an. DP, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  27. Pasien nomor 3668, an. DMK, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Hari Jum’at ini terdapat penambahan 24 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2157, an. DSMA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2648, an. MNRP, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2649, an. DED, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 2835, an. MNAG, laki-laki, usia 5 tahun, penduduk Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 3070, an. NJRG, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 3071, an. SMMCRG, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3072, an. DKEYRG, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 3160, an. RW, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Desa Pringgabaya,Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 3167, an. NW, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 3238, an. LY, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 3281, an. J, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Pungkit, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa;
  12. Pasien nomor 3289, an. RNF, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 3299, an. AF, laki-laki, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3340, an. ES, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  15. Pasien nomor 3358, an. AS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Rumbuk Siren, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  16. Pasien nomor 3402, an. J, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima;
  17. Pasien nomor 3406, an. J, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima;
  18. Pasien nomor 3418, an. NS, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 3492, an. S, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat;
  20. Pasien nomor 3496, an.S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Sapugara Bree, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
  21. Pasien nomor 3514, an. IMR, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 3516, an. A, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  23. Pasien nomor 3547, an. SS, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Selaparang, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur;
  24. Pasien nomor 3548, an. LM, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Jum’at ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3537, an. SD, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pemakaman pasien dilakukan tatalaksana Covid-19.

Lalu Gita Aryadi menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak kendor dengan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19.

“Mari kita jadikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita mampu membiasakan menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru, Insya Allah kita bisa tetap produktif dan aman ditengah pandemi ini,” katanya.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818

0211 8119.




Layanan Digital BPJS Kesehatan, Cegah Penyebaran Covid-19

Berbagai inovasi digital disediakan untuk mengurangi kegiatan tatap muka

MATARAM.lombokjournal.com

Dalam masa pandemi Covid-19, berbagai kegiatan di luar rumah yang memungkinkan terjadinya tatap muka dibatasi. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi risiko penularan.

Demikian juga aktivitas pelayanan kesehatan juga sbisa mungkin dilakukan pembatasan.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) Kesehatan sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), melakukan penyesuaian agar layanan yang memungkinkan kontak langsung dengan masyarakat dibatasi.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris laman bpjs-kesehatan.go.id menjelaskan, terdapat sejumlah pelayanan BPJS Kesehatan yang ditiadakan untuk sementara waktu.

Misalnya, pelayanan Mobile Customer Service (MCS), sosialisasi atau pemberian informasi langsung melalui forum pertemuan, dan berbagai kegiatan lain yang melibatkan banyak orang di satu lokasi.

Sebagai gantinya untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan, BPJS Kesehatan meminimalisasi layanan tatap muka selama pandemi Covid-19 dengan menyediakan berbagai inovasi digital.

BPJS Kesehatan melakukan inovasi digital untuk mengurangi kegiatan tatap muka, yaitu;

Mobile JKN;

Mobile JKN merupakan aplikasi digital dari BPJS Kesehatan, yang memberikan kemudahan akses dan kenyamanan bagi para peserta JKN dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Aplikasi itu memiliki layanan yang cukup lengkap seputar program JKN-KIS, mulai dari memeriksa status keanggotaan, cek premi, mengubah data peserta, mengecek iuran, pindah fasilitas kesehatan, mengurus pindah kelas iuran, hingga mengakses berbagai artikel kesehatan.

Baru-baru ini, aplikasi Mobile JKN menambahkan satu fitur baru, yakni menu Konsultasi Dokter. Lewat menu ini, peserta dapat berkomunikasi melalui chat dengan dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tertentu tanpa harus tatap muka secara langsung. Dengan demikian, risiko penularan berbagai penyakit, termasuk Covid-19, dapat diminimalisasi.

BPJS Kesehatan Care Center 1500 400

BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 tidak hanya menjadi pusat informasi dan pengaduan seputar layanan BPJS Kesehatan. Lebih dari itu, call center ini merupakan kanal alternatif bagi peserta JKN-KIS yang ingin melakukan transaksi pelayanan administrasi, tetapi terkendala dalam mengakses kantor cabang.

Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Arief Syaefuddin menjelaskan, ada beberapa jenis layanan lain yang juga dapat dilakukan melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, seperti pendaftaran peserta baru dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU/BP), serta penambahan anggota keluarga peserta PBPU/BP.

Kemudian, ada layanan perubahan data peserta selain Penerima Bantuan Iuran (PBI), perubahan kelas perawatan peserta PBPU/BP, layanan bagi badan usaha, dan konsultasi kesehatan gratis dengan dokter.

 Layanan Chika

Chika atau chat assistant JKN adalah layanan online milik BPJS Kesehatan yang memanfaatkan teknologi chatting dan artificial intelligence. Layanan ini dapat diakses melalui aplikasi Whatsapp di nomor 08118750400, Facebook Messenger BPJS Kesehatan, atau Telegram

Dengan memanfaatkan Chika, peserta JKN-KIS dapat memperoleh informasi dan mengajukan pengaduan terkait pelayanan BPJS Kesehatan melalui smartphone tanpa perlu pergi ke luar rumah. Beberapa layanan yang dapat diakses melalui Chika antara lain cek status peserta, cek tagihan, registrasi peserta, perubahan data fasilitas kesehatan, hingga informasi letak fasilitas kesehatan atau kantor BPJS Kesehatan

Layanan Pandawa

Pendaftaran administrasi melalui Whatsapp (Pandawa) merupakan inovasi terbaru BPJS Kesehatan dalam rangka mendukung penerapan physical distancing di masa pandemi Covid-19.

Dengan layanan ini, peserta tidak perlu mendatangi kantor-kantor cabang BPJS Kesehatan untuk mengurus hal-hal terkait administrasi.

Terdapat 10 layanan dengan kode berbeda yang dapat diakses melalui Pandawa, yakni kode A untuk pendaftaran peserta baru, kode B untuk penambahan anggota keluarga, kode C untuk pendaftaran bayi baru lahir, kode D untuk perubahan segmen, dan kode E untuk perubahan identitas.

Selanjutnya, kode F untuk perubahan gaji golongan, kode G untuk perubahan FKTP, kode H untuk menonaktifkan peserta meninggal, kode I untuk perbaikan data ganda, dan kode J untuk mengaktifkan kembali kartu peserta.

Untuk informasi mengenai kontak Pandawa kantor-kantor cabang BPJS, bisa didapatkan melalui layanan Chika dan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400. Dengan keempat layanan digital tersebut, diharapkan pelayanan BPJS Kesehatan selama pandemi Covid-19 tetap berjalan dengan baik sekaligus membantu mencegah dan mengurangi risiko penularan virus corona di masyarakat.

Rr




Plt Bupati Lombok Utara Dampingi Wagub NTB Launching Posyandu Keluarga di Desa Anyar

Wagub membanggakan prestasi Desa Anyar

BAYAN.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr Ir Hj Sitti Rohmi Djalilah MPd dan rombongan Pemprov NTB, me-launching Posyandu Keluarga di Dasan Lendang Desa Anyar, Kamis (15/10/20).

Saat peluncuran itu, ikut mendampingi Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH, Plt Ketua TP PKK KLU Nani Cahyani SE. Hadir pula Pj Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Camat Bayan Intiha, SIP, unsur pimpinan OPD lingkup Pemda Lombok Utara beserta undangan lainnya.

Wagub Hj Sitti Rohmi mengaku bangga dengan prestasi-prestasi Desa Anyar.

“Saya bangga dengan Desa Anyar, kita harus yakini betul di NTB porsinya sesuai, menukik kepada kebutuhan-kebutuhan yang memang esensi seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi lingkungan. Itu harus betul-betul dikedepankan,” tuturnya.

Menurutnya, Posyandu Keluarga sudah baik, tinggal nanti bagaimana pelayanan di masa pandemi disesuaikan, tidak perlu berkerumun dalam waktu bersamaan.

“Dari 400 posyandu yang ada di KLU, sudah 100 posyandu menjadi Posyandu Keluarga. Kalau mau cepat menjadikan semua Posyandu Keluarga,  ada posyandu lansia, posyandu remaja, tinggal ditambah meja layanannya saja,” imbuhnya.

Pola hidup bersih

Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH, dalam sambutannya mengajak ibu-ibu untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Kami tidak ingin ada warga KLU yang stunting, busung lapar, ibu-ibu kita kena kanker serviks. Oleh karena itu Posyandulah tempat kita untuk bersama-sama bagaimana menjaga kesehatan itu,” tandasnya.

Dikatakan, KLU menjadi perhatian provinsi NTB karena kabupaten termiskin di NTB. Tapi kemiskinan ini tidak disebabkan oleh jarangnya posyandu tetapi karena semua anggaran habis pada pembangunan fisik.

Untuk mengelola lingkungan dan sumber daya manusia masyarakat menjadi prioritasnya ke depan.

“Saran saya jadikanlah momentum ini untuk menjadikan generasi kita generasi yang sehat,” pesannya.

Pada tempat yang sama, Kepala Desa Anyar, Ir Rusni melaporkan posyandu desa yang dipimpinnya memiliki  jumlah kader 47 orang, tersebar di 9 posyandu dari 10 dusun.

Menurunya, tahun 2021 Desa Anyar akan mendapatkan bantuan TPS 3R dari Pemerintah Pusat dan hibah tanah dari Pemda KLU.

“Selain mengolah sampah organik kami juga berharap bisa mengelola sampah plastik oleh karena itu kami membutuhkan alat pres sampah plastik Bu Wagub. Lanjutnya lagi, kami pernah studi tiru ke desa Duman, Desa Sepakek, dan kami tertarik karena mereka mendapat bantuan alat pres plastik dari provinsi,” harapnya.

Rangkaian acara berjalan lancar, diakhiri dengan penyerahan bantuan peralatan kesehatan higienis oleh Wagub didampingi Plt Bupati kepada Kades Anyar serta meninjau stand UMKM yang ada di sekitar lokasi acara.

sas




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 15 Oktober 2020, Bertambah 33 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 19 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Jadikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB mengkonfirmasi, ada tambahan 33 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis (15/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 93 sampel dengan hasil 60 sampel negatif, tidak ada sampel positif ulangan, dan 33 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 19, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 33 kasus baru terkonfirmasi positif, 19 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (15/10/2020) sebanyak 3.641 orang, dengan perincian 2.972 orang sudah sembuh, 208 meninggal dunia, serta 461 orang masih positif.

“Kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19,” kaa Lalu Gita Ayadi..

TAMBAHAN 33  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 19 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, antara lain :

  1. Pasien nomor 3609, an. SR, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  2. Pasien nomor 3610, an. M, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  3. Pasien nomor 3611, an. S, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Keru, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  4. Pasien nomor 3612, an. SUF, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3298. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  5. Pasien nomor 3613 an. SH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3251.Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  6. Pasien nomor 3614, an. RAP, perempuan, usia 9 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3251. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  7. Pasien nomor 3615, an. D, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3288. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  8. Pasien nomor 3616, an. NU, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  9. Pasien nomor 3617, an. B, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi.Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  10. Pasien nomor 3618, an. J, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  11. Pasien nomor 3619, an. SM, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3295. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  12. Pasien nomor 3620, an. A, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Panggi,xKecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3295. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  13. Pasien nomor 3621, an. DSSR, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3622, an. A, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  15. Pasien nomor 3623, an. D, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  16. Pasien nomor 3624, an. DY, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Dara, KecamatanRasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3397. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  17. Pasien nomor 3625, an. NHT, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3397. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  18. Pasien nomor 3626, an. GB, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3397. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  19. Pasien nomor 3627, an. SR, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  20. Pasien nomor 3628, an. IPC, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3397. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  21. Pasien nomor 3629, an. HF, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Lando, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  22. Pasien nomor 3630, an. P, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Kuang Baru, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  23. Pasien nomor 3631, an. AFK, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  24. Pasien nomor 3632, an. MYAA, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  25. Pasien nomor 3633, an. DA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  26. Pasien nomor 3634, an. FA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  27. Pasien nomor 3635, an. YMDA, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Belok Petung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  28. Pasien nomor 3636, an. SAI, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  29. Pasien nomor 3637, an. AMS, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  30. Pasien nomor 3638, an. MPZ, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  31. Pasien nomor 3639, an. AM, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  32. Pasien nomor 3640, an. MM, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  33. Pasien nomor 3641, an. MAAB, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji.

Hari Kamis ini terdapat penambahan 19 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2865, an. R, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah;
  2. Pasien nomor 2896, an. LW, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Muncan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 2950, an. T, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Serengat Selatan, Kecamatan Prapen, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 2956, an. LMD, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Pringgarata, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah;
  5. Pasien nomor 2996, an. F, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Perapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 2997, an. HW, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah;
  7. Pasien nomor 2998, an. BM, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Menemeng, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah;
  8. Pasien nomor 3101, an. INS, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Jontlak, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah;
  9. Pasien nomor 3248 an. INP, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 3250, an. J, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 3293, an. F, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 3297, an. N, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 3301, an. MA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3396, an. S, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  15. Pasien nomor 3400, an. MS, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  16. Pasien nomor 3401, an. RL, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  17. Pasien nomor 3414, an. RWA, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 3417, an. SA, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  19. Pasien nomor 3422, an. LP, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Lalu Gita Aryadi mengajak,  jadikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika kita mampu membiasakan menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru, Insya Allah kita bisa tetap produktif dan aman di tengah pandemi ini,” katanya.

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818

0211 8119.




Bupati Dompu Masih Dirawat Intensif, Sesak Nafasnya Membaik

Bupati Dompu ditangani dokter paru-paru senior, dokter anastesi yang jam terbangnya tinggi. Pengawasan ketat 24 jam, setiap  progres kondisinya dilaporkan langsung ke Hamzi Fikri

MATARAM.lombokjournal.com

Bupati Dompu, M Bambang Yasin saat ini masih menjalani perawatan di ruang VIP Isolasi Rumah sakit umum provinsi (RSUP) NTB. Ia dinyatakan positif Covid-19 hari Sabtu (10/10) lalu,

“Ya saya sampaikan disini kondisi masuk beliau memang waktu dibawa ke RSUP dalam  Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), saat cairan dari pembuluh darah merembes keluar dan mengisi kantung-kantung udara di paru. Akibatnya,  paru-paru tidak mampu menampung udara dengan maksimal,” ujar Direktur Utama RSUP NTB, dr.H. Lalu Hamzi Fikri, Kamis(15/10/20).

Hamzi Fikri menjelaskan, kondisi sesak nafas yang dialami Bupati Dompu saat ini s perkembangannya positif.

“Kami terakhir melakukan plasma konvalesen, karena kita masih berusaha menyiapkan rumah sakit kita mandiri, menyiapkan donor donor konvalesen itu adalah orang orang yang terkena Covid kemudian sembuh diambil darahnya diberikan plasmanya kepada orang sakit,” terangnya.

“ini kita sudah lakukan yang ke tiga  darahnya sudah masuk dua call 200 cc  sebanyak dua kali. Terakhir saya dapat laporan keluhan sudah berkurang. Mudahan kondisinya membaik “ujarnya.

Bupati Dompu Dirawat di ruang intensif, kemudian VIP Isolasi. Jadi ruangan khusus disiapkan, yang dilengkapi alat-alat medis mulai standar oksigen biasa, sampai ventilator .

“Alat-alat yang disiapkan tersebut guna mengantisipasi kondisi terburuk. Jadi harus disiapkan dalam ruangan perawatannya,” jelas Hazi Fikri.

Saat ini Bupati Dompu ditangani oleh dokter paru-paru senior,  kemudian dokter anastesi yang jam terbangnya tinggi. Pengawsan ketat 24 jam, setiap  progres kondisi beliau tetap terlapor ke Hamzi Fikri.

“Jadi kita berdo’a agar beliau semakin membaik hingga negatif Covid dan tidak perlu menggunakan alat bantu. Saat ini masih berproses harapannya semoga cepat sembuh,” katanya.

Aya




Resmikan Posyandu Keluarga di Lombok Utara, Wagub Puji Prestasi Desa Anyar

Ummi Rohmi bangga atas proporsi anggaran yang digunakan Pemerintah Desa Anyar

KLU.lombokjournal.com

Urusan Kesehatan harus ditempatkan di urutan utama sebagai prioritas kehidupan. Dengan tingkat kesehatan yang baik, segala aktivitas bisa dilakukan dengan lancar dan baik.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan itu, saat meresmikan Posyandu Keluarga di Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (15/10/20).

Menurut Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub, di masa pandemi Covid-19 sebaiknya dimaknai dengan mengedepankan kesehatan sebagai prioritas utama.

Kesehatan menjadi posisi terdepan dalam kehidupan, tanpa mengabaikan sektor-sektor lainnya seperti  pendidikan, lingkungan dan ekonomi yang juga menjadi  prioritas-prioritas yang harus diperjuangkan.

“Saya bangga dengan Desa Anyar atas proporsi penganggaran yang dilakukan oleh Pak Kades beserta perangkatnya untuk segala pembangunan di desa dengan melibatkan para pendamping desa untuk membangun desa menjadi lebih baik,” puji Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi juga bangga atas proporsi anggaran yang digunakan Pemerintah Desa Anyar untuk membangun sektor-sektor dasar dan strategis, termasuk untuk lingkungan dan khususnya masalah persampahan.

Selain itu, telah terbentuknya 3 (tiga) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi kebanggaan dan prestasi lain yang diraih, termasuk Bumdes yang bergerak di bidang ekonomi produktif.

“Ini artinya Bumdes Desa Anyar cukup produktif. Kades paham betul apa-apa yang menjadi prioritas pembangunan di desanya,” ungkap Ummi Rohmi.

Pada kesempatan tersebut, Wagub juga menyinggung angka kemiskinan di KLU yang termasuk masih tinggi di NTB.

Meski demikian, Wagub memberi apresiasi karena ikhtiar pengurangan angka kemiskinan di KLU termasuk yang tercepat atau penurunannya sangat tajam di NTB. Prestasi ini haruslah tetap dijaga konsistensinya, agar bisa mengejar lebih cepat lagi penurunannya.

Wagub juga bangga dengan Desa Anyar yang sudah memiliki Posyandu Keluarga. Menurutnya, Launching Posyandu keluarga ini sudah dilakukan  beberapa waktu lalu di KLU. Ia berharap seluruh Posyandu di KLU secepatnya  bisa menjadi Posyandu keluarga.

“Sudah saatnya secara terus-menerus Posyandu Keluarga tetap bisa diperkuat. Diharapkan  2020 ini peningkatan Posyandu keluarga cukup signifikan. Karena pada dasarnya Kades-Kades sudah menggangarkannnya melalui DD ataupun ADD dengan tetap bersemangat meningkatkan Posyandu keluarga. Mari kita dorong  untuk itu. Apa yang bisa disupport dari kabupaten atau provinsi untuk training, pelatihan kader dan sebagainya, Pemprov ataupun Pemkab siap mensupport. Ingat  Puskesmas juga harus kuat untuk mensupervisi semua Posyandu yang ada di masing-masing  desa,” tutup Ummi Rohmi.

Menjaga kualitas kesehatan

Plt. Bupati Lombok Utara, H. Syarifudin, SH., MH., mengungkapkan komitmen Pemkab KLU untuk sungguh-sungguh menjadikan kaum perempuan khususnya ibu-ibu agar terus semangat menjaga kualitas kesehatannya, menjaga lingungannya dan bagaimana menjaga generasinya ke depan.

“Kami tak ingin ada masyarakat kita yang stunting, tak ingin anak kita terkena busung lapar, tak ingin ada ibu-ibu kita yang terkena kunker serviks dan penyakit lainnya. Sehingga Posyandulah salah stau jalan paling penting dan Pemda akan tetap mendorongnya,” tutup Syarifudin.

Sebelumnya, Kepala Desa Anyar, Rusni melaporkan, guna menggerakkan sektor kesehatan, pendidikkan, ekonomi termasuk lingkungan di desa Anyar, proporsi anggaran sudah disiapkan dari Dana Desa (DD) ataupun Anggaran Dana Desa (ADD) untuk membangun sektor-sektor dasar yang dibutuhkan masyarakat.

Termasuk diantaraya dalam upaya membangun dan menumbuhkan ekonomi masarakat desa dengan terbentuknya tiga Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

“Tiga Bumdes ini bergerak pada lembaga keuangan mikro, Bumdesmart dan 1 unit Bumdes  Pertasok. Bumdes yang khusus mengelola BBM khusus Pertamak bekerjasama dengan Pertamina. Saat ini kita tengah mengurus perijinannya untuk pembuatan PT,” jelas Rusni.

IKP@diskominfotik




Lombok Utara, Ada Tambahan 4 (empat) Pasien Positif Covid-19

Sampai hari ini pasien positif Covid-19 jumlahnya mencapai 118 orang,  sembuh 103 orang, masih dalam perawatan medis 10 orang. Sebanyak 5 (lima) orang lainnya meninggal dunia

TANJUNG.lmbokjournal.com

Plt Bupati Lombok Utara, H. Sarifudin, SH, MH menyampaikan,  perkembangan dan penanganan pandemi Covid-19 di Lombok Utara hingga tanggal 14 Oktober, pasien yang terkonfirmasi Covid-19 bertambah 4 (empat) orang.

Masing-masing pasien yang terkonfirmasi tersebut yakni;

  1. Pasien an. VAR (13 th), alamat Desa Anyar, Kecamatan Bayan
  2. Pasien an. N. AR (16 th) alamat Desa Anyar, Kecamatan Bayan
  3. Pasien an. N. m (16 TH) alamat Desa Anyar, Kecamatan Bayan
  4. Pasien an. N. SA (16 th) alamat Desa Anyar, Kecamatan Bayan

Dengan adanya tambahan 4 (empat) orang kasus konfirmasi positif Covid-19 itu, sampai hari ini jumlahnya mencapai 118 orang,  sembuh 103 orang, masih dalam perawatan medis 10 orang. 1 (satu) orang pasien dirawat di RS Bhayangkara, sedang 9 (sembilan) lainnya melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan Puskesmas Bayan. Sebanyak 5 (lima) orang lainnya meninggal dunia.

Menurut H Sarifudin, hingga Siara Pers ini diterbitkan, terdapat 36 pasien kategori Kontak Erat yang masih melakukan karantina mandiri.

“Terdapat 39 pasien Suspek yang masih melakukan isolasi mandiir,” jelas Sarifudin dalam keterangan pers yang dikirim ke media, Kamis (15/10/20).

Sesuai prosedur, orang dengan hasil RDT Reaktif, akan dilanjutkan dengan tindakan medis Swab, sebagai standar pemeriksaan laboratorium diagnose Covid-19.

Sarifudin menghimbau masyarakat, agar tidak melakukan perundungan terhadap pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kita cegah penyakitnya, bukan mengucilkan orangnya,” kata Plt Bupati Lombok Utara.

Lebih lanjut Sarifudin menyerukan, agar seluruh warga Lombok Utara wajib menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dengan menggunakan hand sanitizer.

“Menerapkan jaga jaak (physical distancing), dan menghindari kerumunan, serta melakukan pola hidup bersih dan sehat,” tegas Sarifudin.

Rr/Humaspro

 




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 14 Oktober 2020, Bertambah 25 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 15 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Masyarakat diajak jadikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Bim mengkonfirmasi, ada tambahan 25 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Rabu (14/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa Sumbawa sebanyak 354 sampel dengan hasil 322 sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 25 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 15,  tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 25 kasus baru terkonfirmasi positif, 15 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu ini (14/10/20) sebanyak 3.608 orang, dengan perincian 2.953 orang sudah sembuh, 208 meninggal dunia, serta 447 orang masih positif.

Diharapkan, petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

TAMBAHAN 25  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 15 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3584, an. AP, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kota Kendari, Sulawesi Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  2. Pasien nomor 3585, an. TJ, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kota Bogor, Jawa Barat.Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  3. Pasien nomor 3586, an. YH, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kabupaten Lampung Barat, Lampung. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  4. Pasien nomor 3587, an. MH, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3481. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  5. Pasien nomor 3588 an. I, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Dena, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3481. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  6. Pasien nomor 3589, an. N, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Dena, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3481. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  7. Pasien nomor 3590, an. MDI, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Dena, KecamatanMadapangga, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3481. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  8. Pasien nomor 3591, an. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Dena, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3481. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  9. Pasien nomor 3592, an. FA, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3481. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  10. Pasien nomor 3593, an. EL, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Anjani, KecamatanSuralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  11. Pasien nomor 3594, an. PRI, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  12. Pasien nomor 3595, an. F, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 3596, an. S, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 3597, an. N, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Sukamulia Timur, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 3598, an. H, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  16. Pasien nomor 3599, an. N, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3298. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  17. Pasien nomor 3600, an. Q, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3298. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  18. Pasien nomor 3601, an. NA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3298. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  19. Pasien nomor 3602, an. ML, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru Barat, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3298. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  20. Pasien nomor 3603, an. RS, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3298. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  21. Pasien nomor 3604, an. DN, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3298. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  22. Pasien nomor 3605, an. NPA, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru Timur, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3298. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  23. Pasien nomor 3606, an. MRA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3543. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  24. Pasien nomor 3607, an. RMA, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3543. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  25. Pasien nomor 3608, an. MI, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3543. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima.

Hari Rabu terdapat penambahan 15 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2138, an. MJ, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2820, an. S, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Sesela, KecamatanGunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 3158, an. HI, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Rabakodo,Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  4. Pasien nomor 3219, an. N, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Gapuk, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 3236, an. S, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 3239, an. HQ, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 3421 an. ZH, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 3423, an. S, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 3472, an. M, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 3476, an. EH, usia 26 tahun, penduduk Desa Lenek Lauk, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 3490, an. W, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  12. Pasien nomor 3491, an. DM, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  13. Pasien nomor 3493, an.YA, perempuan, usia 37 tahun, peduduk Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  14. Pasien nomor 3584, an. AP, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kota Kendari, Sulawesi Tengah;
  15. Pasien nomor 3585, an. TJ, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kota Bogor, Jawa Barat.

Dipermaklumkan, pasien nomor 3574, an. NH, perempuan, usia 24 tahun, yang sebelumnya diumumkan sebagai penduduk Desa Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kabupaten Bima sebenarnya adalah penduduk Desa Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, mari kita jadikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika kita mampu membiasakan menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru, Insya Allah kita bisa tetap produktif dan aman di tengah pandemi ini,” katanya.

Menurut Lalu Gita,  dengan cara sederhana inilah, mata rantai  penularan Covid-19 dapat kita cegah bersama. Syaratnya adalah disiplin menerapkan protocol kesehatan secara ketat dan kolektif.

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818

0211 8119




Posyandu Keluarga Menjadi Pusat Edukasi

Selain edukasi tentang kesehatan dan bahaya narkoba, masyarakat juga bisa paham tentang pentingnya sebuah kebersihan

LOTENG.lombokjournal.com

Seluruh desa di Provinsi NTB merevitalisasi Posyandu menjadi Posyandu Keluarga, serta mengintegrasikan Posyandu tersebut dengan bank sampah ataupun kerajinan tangan lainnya.

“Kalau Posyandu Keluarga sudah ada di masing-masing desa, maka, masalah kesehatan, pernikahan dini, hingga stunting pasti teratasi,” ungkap Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah, saat melaunching Posyandu Keluarga di Dusun Klanjuh Lauq Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah Rabu (14/10/20).

Posyandu Keluarga, diminta diintegrasikan dengan bank sampah. Dengan begitu, selain edukasi tentang kesehatan dan bahaya narkoba, masyarakat juga bisa paham tentang pentingnya sebuah kebersihan.

“Posyandu Keluarga ini pusat edukasi. Melalui Posyandu keluarga tersebut, masyarakat juga paham tentang pentingnya kebersihan,” ungkap wagub yang akrab disapa Umi Rohmi ini.

Wagub memuji Posyandu Keluarganya di Desa Barabali, karena  sudah terintegrasi dengan Bank Sampah. Bahkan, banyak kerajinan tangan yang bisa dibuat.

“Saya lihat, Posyandu Keluarga di Desa Barabali ini keren banget. Ban bekas dan sampah bisa diubah menjadi tempat duduk, kerajinan tangannya pun banyak, pokonya luar biasa,” tambah Umi Rohmi disambut tepuk tangan masyarat serta tamu undangan yang hadir pada acara tersebut.

Kepala Desa Barabali, Lalu Ali Junaidi menyebutkan, Posyandu Keluarga sudah menjadi kebutuhan di masyarakat. Ia berharap, dengan keberadaan Posyandu Keluarga tersebut, segala masalah masyarakat bisa diatasi.

“Posyandu Keluarga ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Lalu Ali berjanji, Posyandu di Desa Barabali akan terus ditambah, semuanya akan diintegrasikan dengan kelompok usaha.

“Setiap dusun akan ada Posyandu Keluarga, setiap dusun pula akan ada kelompok usaha, dengan begitu, masyarakat pasti sejahtera,” tambahnya penuh semangat.

Sementara itu, Amelina, salah seorang remaja Desa Barabali mengaku senang dengan adanya Posyandu Keluarga tersebut. Ia mengatakan, remaja juga butuh Posyandu untuk mengetahui masalah kesehatannya.

“Ya, remaja juga perlu Posyandu, bukan hanya bayi dan ibu hamil,” ungkap mahasiswi ini.

Ia mengatakan, keberadaan Posyandu ini cukup membantunya, terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Cukup membantu sih, setelah Posyandu juga ada pelatihan buat abon hingga pelatihan kerajinan tangan,” ungkapnya.

Rr/HmsNTB




Komitmen BPJS Kesehatan Meningkatkan Layanan, Meningkatkan Kepuasan Peserta

Capaian tersebut pun tak terlepas dari upaya BPJS Kesehatan yang menghadirkan berbagai kemudahan bagi badan usaha untuk mengakses layanan JKN-KIS selama pandemi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Badan penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berupaya melakukan peningkatan pelayanannya.

Berbagai inovasi dalam pelayanan kesehatan itu membuahkan kepuasan bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari mengatakan, indeks kepuasan terhadap BPJS Kesehatan terus mengalami peningkatan.

Dijelaskan, pada tahun 2019 indeks kepuasan badan usaha terhadap BPJS Kesehatan tercatat mencapai skor 84 persen. Padahal tahun sebelumnya,  skornya baru mencapai sebesar 78,1 persen. Dan itu berarti  angka skornya lebih tinggi dari skor tahun sebelumnya.

Andayani mengakui capaian ini merupakan wujud nyata komitmen BPJS Kesehatan dalam melakukan penyempurnaan pelayanan terhadap peserta.

“Capaian ini merupakan wujud nyata komitmen BPJS Kesehatan dalam melakukan penyempurnaan pelayanan terhadap peserta. Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) badan usaha,” katanya.

Andayani Budi Lestari mengatakan itu dalam acara Temu Pelanggan Peserta JKN-KIS Tahun 2020 yang digelar daring bersama brand ambassador BPJS Kesehatan Ade Rai dan MarkPlus Institute, Selasa (13/10/20).

Capaian tersebut pun tak terlepas dari upaya BPJS Kesehatan yang menghadirkan berbagai kemudahan bagi badan usaha untuk mengakses layanan JKN-KIS selama pandemi Covid-19.

Layanan tersebut, mulai dari layanan administrasi, layanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan rumah sakit, hingga layanan informasi dan pengaduan peserta JKN-KIS.

Dari sisi administrasi, BPJS Kesehatan telah mengembangkan aplikasi e-Dabu Mobile. Selama ini, layanan ini harus diakses melalui laptop atau personal computer (PC). Kini, aplikasi e-Dabu Mobile dapat diakses dengan mudah person in charge badan usaha kapan dan di mana saja melalui ponsel pintar.

Selain itu, aplikasi yang bisa diunduh melalui Playstore ini juga telah dilengkapi dengan fitur untuk mengecek status kepesertaan JKN-KIS pekerja dan anggota keluarganya, riwayat pembayaran iuran, data mutasi pekerja, tren pembayaran, hingga konten kesehatan.

Selain e-Dabu Mobile, layanan administratif juga dapat diakses peserta JKN-KIS badan usaha melalui berbagai kanal, seperti aplikasi Mobile JKN, Mal Pelayanan Publik, BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, serta Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (Pandawa).

Kemudahan layanan informasi Tak hanya itu, BPJS Kesehatan juga menghadirkan kemudahan layanan informasi dan pengaduan melalui fitur Pengaduan Keluhan di Mobile JKN, Chat Assistant JKN (Chika), serta melalui petugas BPJS Kesehatan Siap Membantu! (BPJS SATU!) di rumah sakit.

Andayani menyebut, selama pandemi Covid-19, pemanfaatan layanan administratif melalui kanal digital mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

“Misalnya, sampai dengan Agustus 2020, aplikasi Mobile JKN sudah digunakan oleh 9,9 juta peserta JKN-KIS,” paparnya seperti keterangan tertulisnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, pemanfaatannya layanan informasi melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 juga ikut bertambah.

Sementara itu, dalam hal pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan turut menyediakan layanan Skrining Mandiri Covid-19, antrean online, teleconsulting, informasi ketersediaan tempat tidur, informasi jadwal antrean operasi, serta daftar obat bagi peserta dengan penyakit kronis yang ditanggung BPJS Kesehatan.

Perlu diketahui, seluruh layanan tersebut yang dapat diakses peserta JKN-KIS melalui Mobile JKN.

“Harapan kami, badan usaha dapat meneruskan informasi ini kepada para pekerjanya agar mereka dapat benar-benar paham dan bisa seoptimal mungkin memanfaatkan aneka kemudahan layanan yang telah kami sediakan,” ujar Andayani.

Dia juga berharap, badan usaha yang memiliki fasilitas kesehatan dapat menjadi mitra BPJS Kesehatan.

Hal itu bukan hanya mempermudah pekerjanya memperoleh pelayanan kesehatan.

“Diharapkan fasilitas kesehatan milik badan usaha tersebut juga dapat melayani peserta JKN-KIS lainnya,” kata Andayani.

Rr

(Sumber; Kompas.com)