Wagub Minta Jajaran Rumah Sakit Jadi Pelopor Penerapan Protokol Kesehatan
Masyarakat diminta menghindari orang-orang yang tidak peduli terhadap protokol kesehatan
DOMPU.lombokjournal.com –
Usai meresmikan Posyandu Keluarga di Desa Ta’a Kecamatan Kempo, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah langsung menuju ke Rumah Sakit Umum Dompu, memberikan bantuan berupa ventilator dan masker guna menunjang penanganan kasus Covid-19 di rumah sakit tersebut.
Wagub minta seluruh jajaran rumah sakit untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan, bukan hanya pada saat menjalankan tugas di rumah sakit, namun juga dalam kehidupan sehari-hari.
Tentunya, tidak cukup hanya tenaga kesehatan saja, namun masyarakat juga harus menerapkan protokol kesehatan. Itulah pentingnya tenaga kesehatan menerapkan protokol Kesehatan dimanapun berada sehingga menjadi contoh baik bagi masyarakat dalam hal penanganan Covid-19.
“Tentunya itu semua tidak bisa hanya cukup dari rumah sakit saja ya, yang terpenting adalah kedisiplinan masyarakat kita ini, saya berharap rumah sakit ini menjadi pelopor penerapan protokol kesehatan,” kata Wagub.
Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi ini menjelaskan, wabah Covid-19 ini hingga sekarang belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Jalan satu-satunya adalah tetap senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas.
“Kita tidak tahu kapan selsesai, yang terpenting adalah kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.
Wabah ini sangat sulit diketahui penularannya. Ia meminta masyarakat untuk menghindari orang-orang yang tidak peduli terhadap protokol kesehatan. Karena orang seperti itu memiliki kemungkinan risiko penyebar Covid-19.
“Tetap semangat bekerja, produktif tapi dengan protokol Covid-19, jangan biarkan orang yang tidak pakai masker di sekitar kita yang bisa memungkinkan untuk memberikan penularan satu sama lain,” katanya.
Umi Rohmi juga menyampaikan terimakasih kepada Direktur RSUD Dompu dan seluruh jajaran tenaga kesehatan RSUD Dompu atas sumbangsihnya selama ini. Mengingat, seluruh jajaran RSUD Dompu telah melayani masyarakat Dompu sedemikian rupa.
“Sudah beberapa bulan kita berkutat dengan wabah ini, jangan sampai kendor semangatnya,” seru Umi Rohmi.
Terakhir, Umi Rohmi menyampaikan terimakasih dan berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan untuk terus semangat dalam melayani masyarakat dengan baik dan juga menjaga kebersamaan dalam menjalankan tugas, yang terasa mudah jika dilakukan secara bersama-sama.
“Yang terpenting, adalah kebersamaan yang harus dikedepankan, insyaallah dengan kebersamaan dapat membantu kita menyelesaikan masalah ini. Layani masyarakat kita dengan penuh cinta dan kasih sayang, agar masyarakat merasakan pelayanan kesehatan yang baik dari pemerintahnya,” kata Wagub.
Rr/HmsNTB
Pengembangan Posyandu Keluarga Paling Progresif, Dompu Akan Jadi Percontohan
Masyarakat bisa terlayani maksimal, bukan hanya pelayanan kesehatan, namun juga pelayanan edukasi masalah ekonomi maupun sosial
DOMPU.lombokjournal.com –
Posyandu Keluarga di Dompu mendapatkan apresiasi, karena menjadi salah satu kabupaten yang hampir seratus persen memiliki Posyandu keluarga.
Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, Kabupaten Dompu akan menjadi kabupaten percontohan bagi kabupaten/kota di NTB untuk program Posyandu Keluarga.
Dompu diniai sebagai kabupaten terdepan dalam pengembangan Posyandu Keluarga, karena paling progresif dari 10 kabupaten/kota.
“Kita ingin dompu ini menjadi contoh dan dilihat oleh kabupaten kota yang lain. Posyandu keluarga di sini harus dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Posyandu,” terang Wagub.
Di Dompu, hampir seratus persen Posyandu sudah berstatus Posyandu Keluarga, dan mayoritas Posyandu keluarga sudah terintegrasi dengan bank sampah. Dan hingga kini sudah lebih dari 200 Posyandu Keluarga yang sudah terintegrasi dengan bank sampah.
“Ini menunjukan bahwa Pemerintah Kabupaten dompu betul-betul memperhatikan kesehatan masyarakatnya,” tuturnya.
Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi ini mengatakan, Posyandu Keluarga yang telah terdata dengan baik dapat dikontrol dengan mudah. Sehingga masalah-masalah yang ada di desa dapat teratasi secara cepat berdasarkan data yang telah dikumpulkan.
Umi Rohmi menjelaskan, kelebihan Posyandu keluarga yaitu dapat melayani seluruh lapisan masyarakat, mulai dari bayi hingga lansia dengan berbagai macam permasalahan.
“Jika Posyandu ini kita intervensi dengan baik, dengan edukasi-edukasi yang cukup, maka tidak hanya masalah kesehatan yang dapat kita atasi, namun masalah sosial ekonomi juga dapat teratasi. Itulah fungsinya Posyandu keluarga,” jelasnya.
Pj Sekda Kabupaten Dompu, H. Muhibuddin mengatakan, kedatangan Wagub menjadi penyemangat para kader Posyandu dalam melaksanakan tugasnya.
Diharapkan, Posyandu Keluarga di kabupaten Dompu dapat berjalan dengan baik agar masyarakat bisa terlayani dengan maksimal. Bukan hanya pelayanan kesehatan, namun juga pelayanan edukasi masalah ekonomi maupun masalah sosial.
Rr/HmsNTB
UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 21 Oktober 2020, Bertambah 25 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 42 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang
Covid-19 dapat menyerang siapa saja tanpa kecuali, termasuk anak muda. Kelompok ini memiliki imunitas yang lebih baik sehingga mungkin dapat terpapar tanpa menunjukkan gejala (asimtomatik), tetapi berbahaya dan dapat menyebabkan kematian bagi orang-orang disekitarnya (silent killer)
MATARAM.lombokjournal.com –
Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium Prodia, Laboratorium TCM RS.H.L.Manambai, Laboratorium TCM RSUD Dompu dan Laboratorium TCM RSUD Kabupaten Bimamengkonfirmasi, ada tambahan 25 pasien positif Covid-19.
Lalu Gita Aryadi
Dalam siaran pers hari Rabu (21/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 106 sampel dengan hasil 79 sampel negatif, 2 sampel positif ulangan, dan 25 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 42 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.
Dijelaskan, adanya tambahan 25 kasus baru terkonfirmasi positif, 42 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu ini (21/10/2020) sebanyak 3.805 orang, dengan perincian 3.079 orang sudah sembuh, 215 meninggal dunia, serta 511 orang masih positif.
“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.
TAMBAHAN 25 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 42 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG
Kasus baru positif tersebut, yaitu :
Pasien nomor 3781, an. S, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, KecamatanRasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 3782, an. MH, Perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3543. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 3783, an. TR, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Santi, KecamatanMpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3684. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 3784, an. DY, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 3785, an. YF, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 3786, an.DAK, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3621. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 3787, an. YN, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
Pasien nomor 3788, an. AF, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
Pasien nomor 3789, an. H, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
Pasien nomor 3790, an. A, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Renda, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
Pasien nomor 3791 an. MMA, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
Pasien nomor 3792, an. R, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Renda, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
Pasien nomor 3793, an. IAR, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Palibelo;
Pasien nomor 3794, an. T, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Bali Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
Pasien nomor 3795, an. DEA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
Pasien nomor 3796, an. MA, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Kareke, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
Pasien nomor 3797, an. K, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
Pasien nomor 3798, an. SM, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Bakajaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
Pasien nomor 3799, an. AL, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
Pasien nomor 3800, an. N, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Marada, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
Pasien nomor 3801, an. H, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Sawe, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
Pasien nomor 3802, an. H, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr.R.Soedjono Selong;
Pasien nomor 3803, an. MJ, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr.R.Soedjono Selong;
Pasien nomor 3804, an. IGLGJA, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L.Manambai Abdulkadir Sumbawa;
Pasien nomor 3805, an. F, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal.
Hari Rabu terdapat penambahan 42 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :
Pasien nomor 3197,an. DNT, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
Pasien nomor 3295, an. FF, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
Pasien nomor 3331, an. NH, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3363, an. MRFL, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3387, an. MA, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3487, an. MAA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
Pasien nomor 3523, an. RA, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
Pasien nomor 3540, an. MYA, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
Pasien nomor 3545, an. BLP, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
Pasien nomor 3597, an. N, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Sukamulia Timur, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3600, an. Q, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
Pasien nomor 3602, an. ML, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru Barat,Kecamatan Asakota, Kota Bima;
Pasien nomor 3605, an. NPA, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru Timur, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
Pasien nomor 3612, an. SUF, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
Pasien nomor 3615, an. D, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
Pasien nomor 3616, an. NU, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
Pasien nomor 3619, an. SM, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
Pasien nomor 3620, an. A, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
Pasien nomor 3621, an. DSSR, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
Pasien nomor 3624, an. DY, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
Pasien nomor 3625, an. NHT, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
Pasien nomor 3626, an. GB, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
Pasien nomor 3631, an. AFK, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
Pasien nomor 3645, an. DS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 3651, an. HAS, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 3652, an. MKI, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
Pasien nomor 3666, an. AW, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Selagik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3668, an. DMK, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3682, an. MH, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 3684, an. MAA, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
Pasien nomor 3686, an. SH, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
Pasien nomor 3692, an. H, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Poh Gading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3693, an. H, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Denggen, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3694, an. Y, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Lenek Pesiraman, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3695, an. SW, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3696, an. S, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3704, an. AK, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara;
Pasien nomor 3708, an. LAR, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 3723, an. DP, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Rhee, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 3741, an. FA, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 3743, an. KK, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Desa Nyerot, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
Pasien nomor 3745, an. HW, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Sai, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima.
Hari Rabu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3805, an. F, lakilaki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien memiliki penyakit komorbid.
Lalu Gita Aryadi mengatakan, Covid-19 dapat menyerang siapa saja tanpa kecuali, termasuk anak muda. Kelompok ini memiliki imunitas yang lebih baik sehingga mungkin dapat terpapar tanpa menunjukkan gejala (asimtomatik), tetapi berbahaya dan dapat menyebabkan kematian bagi orang-orang disekitarnya (silent killer).
“Karenanya mari kita semua tetap patuh dan taat menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid19 dalam seluruh aktivitas dalam tatanan baru kehidupan ini. Tetap sehat dan produktif dengan selalu menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dengan sabun serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru,” kata Lalu Gita Aryadi.
Rr/Aya
Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id
Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.
Di Sumbawa, Wagub Minta Nakes Bersemangat Bantu Masyarakat
Nakes dminta jadi pelopor dalam melaksanakan sosialisasi penerapan protokol kesehatan
SUMBAWA.lombokjournal.com —
Rumah Sakit menjadi salah satu garda terpenting dalam penanganan Covid-19.
Tidak sedikit tenaga kesehatan yang menjadi korban wabah ini. Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memberikan motivasi kepada tenaga kesehatan (Nakes) di beberapa rumah Sakit di pulau Sumbawa.
Salah satunya adalah Rumah Sakit H. L. Manambai Abdulkadir di Kabupaten Sumbawa, Rabu (21/10/20).
Wakil Gubernur minta para nakes tetap bersemangat dalam mengabdikan diri untuk kesehatan masyarakat di masa pandemi ini.
“Tetap semangat bapak ibu serta adik-adik tenaga kesehatan yang bertugas, tetap semangat untuk membantu masyarakat dimasa pandemi ini,” tutur Wagub yang disambut dengan tepuk tangan.
Wakil Gubernur yang kerap disapa Ummi Rohmi ini meminta agar rumah sakit menjadi tempat yang terdepan dalam penerapan protokol kesehatan, dan menjadi contoh untuk masyarakat yang mengunjungi rumah sakit.
“Yang kita inginkan rumah sakit ini menjadi ujung tombak di dalam penerapan protokol kesehatan, karena sesungguhnya bagaimana kita mencegah Covid-19 ini, yaitu bagaimana kita disiplin memakai masker, penjaga jarak dan selalu mencuci tangan,” ungkapnya.
Nakes diharapkan menjadi pelopor terdepan dalam melaksanakan sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan khususnya di Sumbawa.
“Saya berharap seluruh kita ini bisa menjadi agen untuk mengedukasi masyarakat di masa pandemi ini, tetap semangat ya,” pintanya.
Ummi Rohmi jjuga berkeliling rumah sakit untuk mengecek fasilitas rumah sakit dan mamastikan penerapan protokol kesehatan berjalan dengan baik.
Direktur Rumah Sakit H. L. Manambai Abdulkadir, dr. Arindra Kurniawan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Wakil Gubernur dan jajaran karena telah menyempatkan diri untuk meninjau rumah sakit yang dipimpinnya.
Ia berharap rumah sakit ini akan lebih maju dengan bimbingan-bimbingan seperti ini
Rr/HmsNTB
Wagub Jelaskan Pentingnya Posyandu Keluarga DI Sumbawa Barat
Tantangan Pemerintah Desa untuk mempertahankan dan terus berinovasi di Posyandu Keluarga
KSB.lombokjournal.com –
Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah melakukan kunjungan kerja ke kabupaten/kota di pulau Sumbawa. Pada Ini
Di Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (20/10/20),Wagub menyampaikan pentingnya Posyandu Keluarga bagi masyarakat.
“Kenapa Posyandu Keluarga? Kalau Posyandu biasanya kan melayani bayi dan ibu hamil, tapi kalau Posyandu Keluarga yang dilayani adalah dari bayi sampai lansia. Jadi remaja dilayani, lansia juga dilayani, ibu-ibu produktif juga dilayani,” ungkap Wagub.
Saat memberikan sambutan di Posyandu Keluarga Desa Moteng, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Wagub menjelaskan, pelayanan dalam Posyandu Keluarga bukan hanya sekedar pelayanan kesehatan. Namun pelayanan sosial dan pendidikan juga ada dalam Posyandu Keluarga, seperti pengetahuan tentang bahaya narkoba dan dampak-dampak sosial akibat pernikahan usia anak.
“Semua itu dilakukan di Posyandu setiap dusun di Indonesia sebulan sekali, dilakukan secara berlanjut setiap bulan, di situ masuk edukasi-edukasi maka InsyaAllah masalah-masalah yang kita hadapi di dusun maupun desa bisa teratasi,” jelasnya.
Namun dikatakan, salah satu ujian dalam menjalankan program ini adalah kepedulian dari masyarakat terkait masalah ini. Itu menjadi tantangan Pemerintah Desa untuk mempertahankan dan terus berinovasi di Posyandu Keluarga.
“Masalah kita di Indonesia adalah edukasi, bukan tidak mampu, tapi hanya kurang paham, atau kurang mau paham atau kurang peduli sehingga tidak teratasi. Kalau edukasi dilakukan terus menerus, akhirnya akan ternanam di benak masyarakat bahaya narkoba dan pernikahan anak,” terangnya.
Pjs. Bupati Sumbawa Barat, Dr. M. Agus Patria mengukapkan, program revitalisasi posyandu menjadi Posyandu Keluarga sudah mulai dimasifkan di Sumbawa Barat. Ini dibuktikan dengan telah terbentuknya 67 Posyandu Keluarga dari 225 Posyandu di Sumbawa Barat.
Untuk meningkatkan kualitas dan semangat para kader Posyandu Keluarga, Agus Patria juga meminta agar insentif para kader ditingkatkan.
“Saya sudah minta kepada Sekda untuk meningkatkan insentif para kader dari 200 ribu menjadi satu juta rupiah, karena kita tahu ibu Wagub dan da ibu kadis kita ini sangat memperhatikan sektor kesehatan,” jelas Patria.
Beranjak dari Sumbawa Barat, Wakil Gubernur langsung menuju ke Desa Lape Kabupaten Sumbawa untuk melakukan launching Posyandu Keluarga.
Disana, Wakil Gubernur memberikan arahan yang sama terkait Posyandu Keluarga.
Dan diingatkan kepada masyarakat yang hadir, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama melakukan aktivitas.
Rr/HmsNTB
UPDATE Covid-19: Hari Selasan, 20 Oktober 2020, Bertambah 32 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang
Covid-19 dapat menyerang siapa saja tanpa kecuali, termasuk anak muda. Kelompok ini memiliki imunitas yang lebih baik sehingga mungkin dapat terpapar tanpa menunjukkan gejala (asimtomatik), tetapi berbahaya dan dapat menyebabkan kematian bagi orang-orang di sekitarnya (silent killer)
MATARAM.lombokjournal.com —
Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik sumbawa Technopark Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Klinik Medika Plaza,Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RS.H.L.Manambai, Laboratorium TCM RSUD Dompu dan Laboratorium TCM RSUD Kabupaten Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 32 pasien positif Covid-19.
Lalu Gita Aryadi
Dalam siaran pers hari Senin (19/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 274 sampel dengan hasil 237 sampel negatif, 5 sampel positif ulangan, dan 32 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 14 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.
Dijelaskan, adanya tambahan 32 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 14 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa ini (20/10/20) sebanyak 3.780 orang, dengan perincian 3.037 orang sudah sembuh, 214 meninggal dunia, serta 529 orang masih positif.
“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.
TAMBAHAN 32 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG
Kasus baru positif tersebut, yaitu :
Pasien nomor 3749, an. M, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
Pasien nomor 3750, an. B, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
Pasien nomor 3751, an. MN, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
Pasien nomor 3752, an. MAN, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
Pasien nomor 3753, an. YU, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Mapin Rea, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
Pasien nomor 3754, an.F, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
Pasien nomor 3755, an. MAM, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Labuhan Badas, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
Pasien nomor 3756, an. AG, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3563. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
Pasien nomor 3757, an. MJA, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
Pasien nomor 3758, an. SH, laki-laki, usia 75 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3563. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
Pasien nomor 3759 an. MI, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3251. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 3760, an. NS, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3236. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 3761, an. SH, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3236. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 3762, an. A, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3299. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 3763, an. EN, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3236. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 3764, an. HRW, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia Bima;
Pasien nomor 3765, an. LMBA, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
Pasien nomor 3766, an. MA, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Gapuk Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3483. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 3767, an. M, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr.Soedjono, Selong;
Pasien nomor 3768, an. M, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Poh Gading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr.Soedjono, Selong;
Pasien nomor 3769, an. GPO, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 3770, an. MF, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 3771, an. N, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
Pasien nomor 3772, an. AS, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3164. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 3773, an. N, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
Pasien nomor 3774, an. A, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
Pasien nomor 3775, an. S, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Dadibou, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
Pasien nomor 3776, an. N, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Penapali, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
Pasien nomor 3777, an. LL, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Nisa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
Pasien nomor 3778, an.F, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Nisa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
Pasien nomor 3779,an.AK, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
Pasien nomor 3780, an. SR, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha.
Hari Selasa terdapat penambahan 14 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :
Pasien nomor 3249, an. TF, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima;
Pasien nomor 3424, an. MS, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
Pasien nomor 3444, an. EAP, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 3445, an. IZ, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 3446, an. JA, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 3447, an. N, perempuan, usia 17 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 3448, an. U, perempuaan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 3449, an. EA, perempuan, usia 10 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 3450, an. AH, perempuan, usia 10 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 3478, an. R, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Kelayu Selatan, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3509, an. N, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Jembatan Kembar , Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 3546, an. YA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3601, an. NA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
Pasien nomor 3627, an. SR, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.
Hari Selasa ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu psien nomor 3724, an. A, lakilaki, usia 58 tahun, penduduk Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien memiliki penyakit komorbid.
Lalu Gita megatakan, Covid-19 dapat menyerang siapa saja tanpa kecuali, termasuk anak muda. Kelompok ini memiliki imunitas yang lebih baik sehingga mungkin dapat terpapar tanpa menunjukkan gejala (asimtomatik), tetapi berbahaya dan dapat menyebabkan kematian bagi orang-orang disekitarnya (silent killer).
Karenanya, mari kita semua tetap patuh dan taat menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid19 dalam seluruh aktivitas dalam tatanan baru kehidupan ini.
“Tetap sehat dan produktif dengan selalu menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dengan sabun serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru. Jika mengalami gangguan kesehatan segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesegera mungkin,” kata Lalu Gita Aryadi.
Rr/Aya
Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id
Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.
Selain protokol kesehatan, Wagub menekankan agar kebersihan lingkungan
KSB.lombokjournal.com –
Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah konsisten melakukan sosialisasi pentingnya penerapan protokol kesehatan tersebut.
Kali ini, Wakil Gubernur mengunjungi RSUD Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk memastikan penerapan protokol kesehatan, Selasa (20/10/20).
Menurutnya, kalau bicara Pandemi yang paling utama adalah protokol Covid.
“Protokol Covid ini kelihatannya sederhana, berkali-kali dan berulang-ulang itu saja yang kita bicarakan, tapi pelaksanaannya terkadang sulit, karena kita memang kita berbicara merubah mindset masyarakat,” kata Wagub saat mengunjungi RSUD Asy-Syifa.
Wagub juga minta kepada seluruh jajaran RSUD untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan tugas.
“Rumah Sakit ini adalah tempat pertama dan utama untuk penegakan protokol Covid, dari sejak orang masuk hingga keluar Rumah Sakit ini,” tuturnya.
Selain protokol kesehatan, khusus rumah sakit, Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi ini menekankan agar kebersihan lingkungan rumah sakit harus tetap terjaga dengan baik.
Ia mengungkapkan bahwa kebersihan adalah salah satu faktor kenyamanan pasien yang berada di rumah sakit tersebut.
“Alhamdulillah saya sampai di sini melihat keadaan RSUD ini bersih, Alhamdulillah, mudah-mudahan ini terus ditingkatkan mengingat kebersihan itu adalah salah satu syarat utama rumah sakit,” terangnya.
Ia menjelaskan, pasien jika datang ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya, kesan pertama yang dilihat adalah kebersihannya. Jadi orang akan nyaman berobat di rumah sakit jika kebersihannya terjaga dengan baik.
“Kalau sudah bersih nyaman rasanya, kepercayaan diri kita untuk berobat itu ada, kalau kita datang ke pelayanan kesehatan yang kumuh, kotor, dan jorok, kita tentunya tidak akan nyaman. Alhamdulillah mudah-mudahan ini terus ditingkatkan pak direktur,” ungkap Umi Rohmi.
Direktur Utama RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat, dr. Carlof menyampaiikan terimakasih kepada Wagub beserta jajaran, yang memberikan masukan kepada rumah sakit tentang cara-cara untuk mempertahankan penerapan protokol kesehatan.
“Kami sangat terkesan beliau di tengah kesibukannya mau melihat pelayanan di rumah sakit ini, memang betul sekali yang beliau sampaikan untuk tidak jenuh menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, segenap jajaran akan tetap mengikuti arahan dari Wagub yang baru saja disampaikan,
“Kamipun di sini komitmen akan menjalankan pesan dari ibu untuk menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.
Rr/HmsNTB
UPDATE Covid-19: Hari Senin, 19 Oktober 2020, Bertambah 28 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 6 (enam) Orang, Kasus Kematian 2 (Dua) Orang
Adanya penambahan kasus baru positif Covid-19 dan jumlah kematian baru, hal ini menunjukkan bahwa transmisi lokal dan penularan virus Corona di NTB masih terus terjadi
MATARAM.lmbokjournal.com –
Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 28 pasien positif Covid-19.
Lalu Gita Aryadi
Dalam siaran pers hari Senin (19/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 167 sampel dengan hasil 136 sampel negatif, 3 (tiga) sampel positif ulangan, dan 28 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 6 (enam) orang, kasus kematian 2 (dua) orang.
Dijelaskan, adanya tambahan 28 kasus baru terkonfirmasi positif, 6 (enam) tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin ini (19/10/20) sebanyak 3.727 orang, dengan perincian 3.013 orang sudah sembuh, 211 meninggal dunia, serta 503 orang masih positif.
“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gia Aryadi.
TAMBAHAN 28 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 6 (ENAM) ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG
Kasus baru positif tersebut, yaitu :
Pasien nomor 3700, an. TAR, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3537. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
Pasien nomor 3701, an. M, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
Pasien nomor 3702, an. AH, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
Pasien nomor 3703, an. NU, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 3704, an. AK, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
Pasien nomor 3705, an. S, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
Pasien nomor 3706, an. H, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
Pasien nomor 3707, an. N, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara Baru, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 3708, an. LAR, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat inidirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
Pasien nomor 3709, an. H, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3546. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 3710 an. RS, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
Pasien nomor 3711, an. HH, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3546. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 3712, an. AAH, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
Pasien nomor 3713, an. AJ, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 3714, an. RSD, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
Pasien nomor 3715, an. F, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Kelayu Utara, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 3716, an. AFAH, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
Pasien nomor 3717, an. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
Pasien nomor 3718, an. S, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Gapuk, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3483. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 3719, an. IY, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
Pasien nomor 3720, an. IMO, laki-laki, usia 76 tahun, penduduk Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
Pasien nomor 3721, an. MBA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
Pasien nomor 3722, an. NKC, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
Pasien nomor 3723, an. DP, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Rhee, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
Pasien nomor 3724, an. A, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSI Siti Hajar Mataram;
Pasien nomor 3725, an. SA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3526. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Palibelo;
Pasien nomor 3726, an. A, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3534. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Dompu;
Pasien nomor 3727, an. SAM, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.
Hari ini terdapat penambahan 6 (enam) orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :
Pasien nomor 3222, an. MAP, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima;
Pasien nomor 3344, an. DDI, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
Pasien nomor 3484, an.RJ, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3485, an. M, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3486, an. R, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3513 an. LT, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.
Hari ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :
Pasien nomor 3497, an. M, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Boak, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
Pasien nomor 3714, an. SAM, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Pasien memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19.
Lalu Gita Aryadi mengatakan, adanya penambahan kasus baru positif Covid-19 dan jumlah kematian baru, hal ini menunjukkan bahwa transmisi lokal dan penularan virus corona di NTB masih terus terjadi.
Ia menghimbau, seluruh masyarakat agar selalu mengutamakan kesehatan dalam setiap aktivitas sosial ekonomi.
“Untuk bisa tetap produktif dan aman di tengah pandemi ini, maka protokol kesehatan wajib diterapkan secara disiplin oleh seluruh warga masyarakat. Kita tidak boleh lengah dan kendor dalam melakukan pencegahan dan proteksi terhadap diri sendiri maupun orang lain,” katanya.
Rr
Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id
Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.
Waspada, Ancaman Demam Berdarah
Bulan Agustus hingga Sepetember, penambahan kasus sekitar 300an di kabupaten/kota
MATARAM.lombokjournal.com –
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih mengancam, khususnya di saat musim penghujan. Hingga kini Jumlah warga yang terserang penyakit ini cukup tinggi.
Data Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB, jumlah orang yang terkena DBD hingga saat ini mencapai 4.319 orang yang tersebar di kabupaten/Kota.
“Total sampai hari ini 4.319 sampai september meninggal 13 orang terbanyak kasus DBD yang meninggal masih di Lombok barat ,kota mataram dan Lombok timur”Ujar Kepal dinas Kesehatan NTB Nurhandini Eka Dewi, Senin (19/10/20)
Eka menjelaskan, angka kematiannya hanya 13 termasuk rendah jadi dibandingkan dengan tahun- tahun sebelumnya.
“Di satu sisi kita covid disatu sisi waspada DBD, tetap waspada dengan cara melakukan gerakan 3M,yakni menguras,menutup dan mengubur tempat-tempat yang diduga bersarangnya Nyamuk penyebab DBD,” ungkapnya.
Eka menjelaskan, bulan Agustus hingga Sepetember, penambahan kasus sekitar 300an di kabupaten/kota.
“Kota mataram penduduknya padat,Lombok barat selain padat ada daerah tertentu yg banyak covidnya jg sehingga oenyebaran kasus cepet terjadi,” kata Eka.
Aya
Cara Mudah Membayar Iuran BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan memiliki berbagai cara untuk mempermudah masyarakat saat akan membayar iuran
MATARAM.lombokjournal.com –
Negara hadir di tengah masyarakat untuk memastikan seluruh penduduk Indonesia terlindungi oleh jaminan kesehatan.
Karena itu, tiap warga negara Indonesia sudah wajib menjadi peserta asuransi kesehatan nasional lewat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan.
Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan,
Per 1 Juli 2020, pemerintah memberlakukan tarif baru BPJS Kesehatan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.
Berikut tarif BPJS Kesehatan terbaru:
Peserta mandiri kelas I: Rp 150.000
Peserta mandiri kelas II: Rp 100.000
Peserta mandiri kelas III: Rp 42.000
Pemerintah juga berencana menghapus sistem kelas I, II, dan III BPJS Kesehatan mulai tahun 2021.
Sebagai gantinya, pemerintah akan menerapkan sistem satu kelas atau kelas standar untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri.
BPJS Kesehatan memiliki berbagai cara untuk mempermudah masyarakat saat akan membayar iuran BPJS. Adapun tenggat waktu dalam membayar iuran adalah paling lambat tanggal 10 pada setiap bulannya.
Berikut ini 7 cara membayar iuran BPJS Kesehatan ( cara membayar BPJS Kesehatan):
Membayar melalui kantor pos terdekat
Membayar melalui jaringan gerai minimarket yang sudah bekerja sama antara lain Indomaret dan Alfamart. Peserta tinggal mendatangi petugas kasir.
Cara membayar BPJS Kesehatan juga bisa dilakukan lewat e-commerce atau penyelenggara toko online seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak.
Membayar menggunakan e-wallet yang bermitra dengan BPJS Kesehatan seperti OVO, Gopay, dan DANA.
Menggunakan aplikasi mobile JKN yang bisa diunduh di Playstore dan App Store.
Menggunakan layanan bank atau lembaga keuangan lainnya yang bermitra dengan BPJS Kesehatan seperti Bank Mandiri, Bank BTN, Bank BNI, Bank BRI, dan Bank BCA. Pembayaran bisa dilakukan dengan menggunakan ATM maupun internet dan mobile banking. Selain itu pihak bank juga menyediakan pembayaran BPJS Kesehatan dengan metode autodebet setiap bulannya, untuk cara ini peserta harus menghubingi pihak bank.
Cara membayar iuran BPJS Kesehatan terakhir yakni dengan mendatangi langsung kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat dengan membawa kartu peserta dan menunjukannya ke loket pembayaran.