UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 24 Oktober 2020, Bertambah 22 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 16 Orang, Kasus Kematian 2 (Dua) Orang

Makin banyak orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala sehingga perilaku sehat 3M menjadi upaya pencegahan yang sangat penting

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Dr.R.Soedjono Selong, Laboratorium Prodia dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 22pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Sabtu (24/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 148 sampel dengan hasil 126 sampel negatif dan 22 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 16 orang, kasus kematian 2 (Dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 22 kasus baru terkonfirmasi positif, 16 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (24/10/20) sebanyak 3.853 orang, dengan perincian 3.136 orang sudah sembuh, 219 meninggal dunia, serta 498 orang masih positif.

“Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 22  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 16 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3832, an. YBP, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Pemenang Barat, kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menj lani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Pemenang;
  2. Pasien nomor 3833, an. P, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi.. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Unram;
  3. Pasien nomor 3834, an. M, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Desa Monta Baru, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  4. Pasien nomor 3835, an. A, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3647. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia Bima dan Puskesmas Bolo;
  5. Pasien nomor 3836, an.WS, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Bontokape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3647. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia Bima dan Puskesmas Bolo;
  6. Pasien nomor 3837, an. H, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3647. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia Bima dan Puskesmas Bolo;
  7. Pasien nomor 3838, an. FT, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Bontokape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3647. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia Bima dan Puskesmas Bolo;
  8. Pasien nomor 3839, an. M, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3647. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia Bima dan Puskesmas Bolo;
  9. Pasien nomor 3840, an.N, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3239. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia Bima dan Puskesmas Sape;
  10. Pasien nomor 3841, an. AFR, laki-laki, usia 5 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Bima;
  11. Pasien nomor 3842, an. NF, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  12. Pasien nomor 3843, an. AR, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  13. Pasien nomor 3844, an. NVW, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3845, an. AF, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  15. Pasien nomor 3846, an. RM, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3783. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  16. Pasien nomor 3847, an. LAM, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3544. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  17. Pasien nomor 3848, an. SS, perempuan, usia 73 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  18. Pasien nomor 3849, an. LI, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3396. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  19. Pasien nomor 3850, an. RA, perempuan, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Penanae, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kabupaten Bima;
  20. Pasien nomor 3851, an. BWW, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur,Labuhan Haji;
  21. Pasien nomor 3852, an. H, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur,Labuhan Haji;
  22. Pasien nomor 3853, an. SAH, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Bagik Nyaka, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr.R.Soejono,Selong.

Hari Sabtu terdapat penambahan 16 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3407, an. N, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 3461, an. AHI, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 3568, an. K, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Leu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima;
  4. Pasien nomor 3570, an. RAH, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Tumpu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  5. Pasien nomor 3571, an. N, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima;
  6. Pasien nomor 3634, an. FA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 3642, an. NS, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 3681, an. RS, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 3685, an. MG, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 3687, an. LGAG, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  11. Pasien nomor 3706, an. H, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 3712, an. AAH, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  13. Pasien nomor 3714, an. RSD, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 3732, an. MDAA, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  15. Pasien nomor 3735, an. ZAZ, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat;
  16. Pasien nomor 3737, an. MHR, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Kakian, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa.

Hari Sabtu ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 3748, an. A, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Manggeasi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  2. Pasien nomor 3834, an.M, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Desa Monta Baru, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, di masa pandemi Covid-19 perlu adanya  perubahan perilaku masyarakat yang menyangkut 3  hal yakni:

  1. Iman, yaitu beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing;
  2. Aman, yaitu patuh terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yang dikenal dengan istilah 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun; serta
  3. Imun, yaitu istirahat cukup, olahraga teratur, tidak panik, bergembira, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Setiap orang harus mau dan mampu melakukan perubahan perilaku kepatuhan 3M sehingga dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Ditegaskan, Saat ini makin banyak orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala sehingga perilaku sehat 3M menjadi upaya pencegahan yang sangat penting.

“Mari kita mulai membiasakan diri dan membudayakan 3M secara kolektif di dalam kehidupan pribadi dan di dalam seluruh aktivitas sosial ekonomi sehingga tetap bisa produktif dan aman ditengah pandemi ini,” kata Lalu Gita.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan  Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




BPJS Kesehatan Memberi Penghargaan 15 Jurnalis Pemenang Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2020

Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2020 diikuti oleh 152 peserta dari berbagai media massa lokal maupun nasional di Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan apresiasi kepada 15 jurnalis pemenang Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2020, Jumat (23/10.20).

Apresiasi tersebut disampaikan pada para jurnalis Indonesia yang dinilai telah mengedukasi masyarakat tentang Program JKN-KIS lewat karya-karyanya melalui berbagai media.

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS, Kesehatan Andayani Budi Lestar mengucapkan selamat kepada para pemenang Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2020 yang dselenggaakan BPJS Kesehatan.

“Tidak mudah memilih pemenang di antara ratusan karya-karya terbaik yang dikirimkan oleh rekan-rekan jurnalis media massa dari seluruh Indonesia. Terima kasih telah mengedukasi dan menginsipirasi masyarakat untuk peduli terhadap pentingnya menjaga kebelangsungan Program JKN-KIS,” kata Andyani dalam acara pemberin penghargaan Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2020 yang dihadiri ratusan jurnalis dari seluruh Indonesia secara online tersebut.

Dalam Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2020 ini,  diikuti oleh 152 peserta dari berbagai media massa lokal maupun nasional di Indonesia.

Jumlah karya yang masuk sebanyak 239 karya, terdiri atas 20 karya media cetak, 67 karya media online, 122 karya foto jurnalistik, 17 karya televisi, dan 13 karya radio.

Untuk menjaga netralitas dalam melakukan penilaian, nama jurnalis dan media massa pada seluruh karya lomba yang masuk telah dihilangkan, sehingga bersifat anonim.

Andayani mengapresiasi peran jurnalis dalam mendukung implementasi Program JKN-KIS dengan memberikan berbagai informasi dan masukan yang konstruktif kepada BPJS Kesehatan untuk menyempurnakan layanan dari waktu ke waktu.

Berikut para pemenang Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2020:

Kategori Media Cetak

juara 1:  Robby Patria dari Tanjung Pinang Pos dengan judul karya “Pelayanan Tetap Prima di Situasi Genting”

Juara 2:  Heru Prayitno dari Radar Sampit dengan judul karya “Jangan Gugat Lagi Penyelamat Kami”

Juara 3:  Adi Kurniawan dari Sriwijaya Post dengan judul karya “Bayi Sehat Sri pun Bisa Berhemat, Program Relaksasi BPJS Kesehatan”

Kategori Media Online

Juara 1:  Stefy Thenu dari Beritasatu.com dengan judul karya “Melayani dengan Hati di Masa Pandemi”

Juara 2:  Irawan Sapto Adhi dari Kompas.com dengan judul karya “Saat Ketua RTRW di Solo Keroyokan Ajak Warga Daftar JKN-KIS”

Juara 3:  Sarah Meiliana Gunawan dari Republik Merdeka Online dengan judul karya “Gapai Layanan Kesehatan Lewat Gawai

 Kategori Foto Jurnalistik

Juara 1:  Givo Alputra dari Prokabar.com dengan judul karya “Masker Pelindung Wajah”

Juara 2:  Harviyan Perdana Putra dari Antara Foto dengan judul karya “Jemput Bola Layanan BPJS Kesehatan”

Juara 3: Agus Bagjana dari Pos Metro Batam dengan judul karya “Enam Tahun BPJS Menemani Pasien Kemoterapi”

Kategori Televisi

Juara 1:  Gancar Wicaksono dari CNN Indonesia Jawa Timur dengan judul “Profesi Penagih Tunggakan BPJS Kesehatan”

Juara 2:  Ervan Wahzudin dari Kompas TV dengan judul “Aman Berobat di Tengah Pandemi Covid-19”

Juara 3:  Fahrani dari TVRI Jawa Barat dengan judul “BPJS dalam Genggaman”

 Kategori Radio 

Juara 1:  Ardi dari RRI Merauke dengan judul “BPJS Hadir bagi Pasien Covid-19”

Juara 2:  Ustad Mukorobin dari RRI Purwokerto dengan judul “Mobile JKN Berpendar Dalam Pelayanan di Kala Pandemi”

Juara 3:  Anik Mukholatin dari RRI Surabaya dengan judul “BPJS Kesehatan Mendapatkan Tugas Khusus dari Pemerintah.”

Rr

 

 




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 23 Oktober 2020, Bertambah 6 (Enam) Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Makin banyak orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala sehingga perilaku sehat 3M menjadi upaya pencegahan yang sangat penting

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB,Laboratorium PCR Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium Prodia dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi, ada tambahan 20 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (23/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 146 sampel dengan hasil 135 sampel negatif, 5 sampel positif ulangan, dan 6 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 14 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 6 (enam ) kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (23/10/20) sebanyak 3.831 orang, dengan perincian 3.120 orang sudah sembuh, 217 meninggal dunia, serta 494 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Diharapkan, petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

TAMBAHAN 6 (ENAM)  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3826, an. M, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya;
  2. Pasien nomor 3827, an. BNH, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Muncan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah.. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya;
  3. Pasien nomor 3828, an. IMDW, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara, Mataram;
  4. Pasien nomor 3829, an. SDN, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD.H.L.Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  5. Pasien nomor 3830, an. YTPF, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD.H.L.Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  6. Pasien nomor 3831, an. N, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu.

Hari Jum’at terdapat penambahan 14 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2061, an. H,perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2079, an. HPP,laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2320, an. AGM, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 2400, an. DIS, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 2442, an. A, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 2480, an. MS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3300, an. LHAW, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 3474, an.S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Denggen Timur, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 3488, an.B, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 3489, an. S, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 3517, an. EA, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 3536, an. UNAG, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  13. Pasien nomor 3542, an. M, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3595, an. F, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Jum;at ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3815, an. K, lakilaki, usia 68 tahun, penduduk Desa Lagam, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, Untuk mencegah penularan Covid-19 diperlukan perubahan perilaku masyarakat yang menyangkut 3 hal yakni :

  1. Iman, yaitu beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing;
  2. Aman, yaitu patuh terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yang dikenal dengan istilah 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun; serta
  3. Imun, yaitu istirahat cukup, olahraga teratur, tidak panik, bergembira, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Setiap orang harus mau dan mampu melakukan perubahan perilaku kepatuhan 3M sehingga dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Menurutnya,  makin banyak orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala sehingga perilaku sehat 3M menjadi upaya pencegahan yang sangat penting.

Mari kita mulai membiasakan diri dan membudayakan 3M secara kolektif di dalam kehidupan pribadi dan di dalam seluruh aktivitas sosial ekonomi sehingga tetap bisa produktif dan aman ditengah pandemi ini.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119




Mobile JKN, Kemudahan Layanan Kesehatan dari BPJS  Kesehatan di Masa Pandemi

Tahun 2020 ditargetkan sebagai tahun kepuasan peserta dan peningkatan pelayanan. BPJS Kesehatan telah mencanangkan 10 komitmen perbaikan layanan

MATARAM.lombokjournal.com –

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Penambahan sejumlah fitur pendukung pada aplikasi Mobile JKN merupakan bukti  dari komitmen tersebut.

Platform Mobile JKN yang pertama kali dirilis pada 15 November 2017 itu, awalnya hanya berisi informasi dasar, seperti data kepesertaan, kartu digital, dan tagihan.

Memang ada fitur lain macam pendaftaran pelayanan dan akses pengubahan data peserta, aplikasi Mobile JKN yang berjalan di smartphone Android dan iOS tersebut masih sepi pengguna alias belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh para peserta BPJS Kesehatan.

Kini, memasuki tahun ketujuh pengelolaan program JKN-KIS, aplikasi Mobile JKN pun ikut ditambah dengan sejumlah teknologi pendukung.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, BPJS Kesehatan menargetkan 2020 sebagai tahun kepuasan peserta dan peningkatan pelayanan. BPJS Kesehatan telah mencanangkan 10 komitmen perbaikan layanan.

Misalya, melakukan simplifikasi prosedur layanan cuci darah, menghadirkan layanan antrean elektronik untuk memberikan kepastian waktu layanan, serta melakukan integrasi sistem informasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan rumah sakit dengan sistem informasi BPJS Kesehatan melalui Mobile JKN.

“Pada usia ke-52 tahun ini, BPJS Kesehatan berada dalam performa yang matang. Namun dalam menjalankan tugasnya, BPJS Kesehatan memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem Program JKN-KIS sehat sehingga penyelenggaraan JKN-KIS bisa berjalan optimal,” ujar Fachmi Idris melalui siaran pers BPJS Kesehatan, Rabu (15/07/20).

Selain untuk meningkatkan kualitas layanan, langkah tersebut diambil guna memberikan kemudahan dan keterbukaan akses informasi bagi peserta asuransi.

Fitur-fitur yang ditambahkan pada Mobile JKN, yakni skrining mandiri Covid-19, fasilitas konsultasi kesehatan online dengan dokter, cek jadwal operasi, dan informasi ketersediaan tempat tidur kosong untuk pasien membutuhkan.

Seluruh fitur tambahan tersebut menuai respons positif karena membantu masyarakat mendapat layanan kesehatan optimal, terlebih di tengah kondisi pandemi virus corona.

Seperti diketahui, segala aktivitas tatap muka, apalagi di tempat yang banyak kerumunan massa, sebisa mungkin dihindari selama pandemi. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Maruf mengatakan, kondisi kesehatan peserta JKN-KIS menjadi prioritas. Karena itu, pihaknya mendorong peserta memanfaatkan layanan non-tatap muka seperti aplikasi Mobile JKN.

Sebagai contoh, bagi masyarakat yang mengalami masalah kesehatan, tapi masih bisa ditangani tanpa perlu tatap muka, bisa memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk konsultasi via daring dengan dokter.

Lebih lengkapnya, berikut penjelasan fitur terbaru aplikasi Mobile JKN yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan tanpa perlu tatap muka.

Skrining mandiri Covid-19

Kesigapan deteksi dini terhadap gejala Covid-19 perlu dilakukan, apalagi jika seseorang punya riwayat kontak dengan pasien virus corona atau singgah di tempat berstatus zona merah. Lewat aplikasi Mobile JKN, peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan layanan “Skrining Mandiri Covid-19” untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.

Cukup menjawab dengan benar pertanyaan yang tertera di menu “Skrining Mandiri Covid-19”, seperti kondisi kesehatan, riwayat perjalanan, dan kontak pasien terindikasi Covid-19, peserta akan mendapatkan hasil deteksi dan arahan selanjutnya.

Konsultasi dengan dokter  

Melalui fitur konsultasi dokter, peserta BPJS Kesehatan dapat berkonsultasi via chat dengan dokter di FKTP soal gangguan kesehatan yang tengah dialami. Dengan demikian, potensi penularan Covid-19 dan penyakit lainnya dapat ditekan.

Untuk menggunakan layanan tersebut, peserta cukup akses menu “Konsultasi Dokter”, lalu klik “Mulai Konsultasi”. Jangan lupa jelaskan keluhan kesehatan guna memudahkan dokter mendiagnosis penyakit.

Tak hanya diperuntukkan untuk menangani keluhan penyakit, fitur konsultasi dokter tersebut juga bisa dimanfaatkan apabila peserta ingin mencari tahu informasi seputar kesehatan. Cari tahu jadwal operasi Selain konsultasi,

Jadwal Tindakan Operasi

Mobile JKN juga menyediakan fitur “Jadwal Tindakan Operasi” guna mengakomodasi kebutuhan para peserta BPJS Kesehatan yang hendak menempuh tindakan medis berkelanjutan, seperti operasi.

Lewat fitur tersebut, peserta dapat mengetahui informasi seputar jadwal pelaksanaan operasi, nama rumah sakit yang ditunjuk faskes primer atau rujukan, dan tenaga kesehatan yang menangani pembedahan.

Cek ketersediaan tempat tidur rumah sakit Bagi peserta yang memerlukan rawat inap, informasi ketersediaan tempat tidur juga bisa dicek melalui fitur “Ketersediaan Tempat Tidur di Rumah Sakit” pada aplikasi Mobile JKN.

Layanan itu bisa digunakan jika faskes rujukan pertama tidak lagi memiliki tempat tidur kosong untuk peserta. Data ketersediaan tempat tidur yang ditampilkan pun bersifat real time sehingga peserta tak perlu repot bolak-balik pergi atau menelepon rumah sakit.

Rr/Kmp.com




Bantuan Ventilator dari USAID, Diserahkan Wagub ke RSUD Dr. Soedjono Selong

Nakes diingatkan untuk menguatkan sinergi serta meniatkan seluruh pekerjaan sebagai ladang ibadah

LOTIM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi NTB menyerahkan bantuan dari United States Agency for International Development (USAID), berupa 3 buah ventilator untuk Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedjono, Selong.

Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah,  Jumat (23/10/20).

Selain ventilator, lembaga bantuan Internasional milik pemerintah Amerika Serikat tersebut juga menyerahkan ribuan masker guna membantu Pemprov NTB dalam menekan penyebaran Covid-19.

“InsyaAllah, berkat bantuan ini, tingkat kesembuhan Covid-19 di provinsi NTB semakin meningkat,” ungkap Wagub di RSUD Soedjono Selong.

Didampingi Asisten 1, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, tak lupa wagub mengingatkan tenaga kesehatan untuk tetap berikhtiar semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Mari perkuat sinergi, kita berjuang bersama dalam melayani masyarakat,” tambah Wagub yang populer disapa Umi Rohmi tersebut.

Di masa Covid-19 ini, lanjut Wagub, tenaga kesehatan benar-benar diuji kesabarannya, bagaimanapun, Nakes berada di garis depan menangani masyarakat. Untuk itu, Umi Rohmi mengingatkan Nakes untuk menguatkan sinergi serta meniatkan seluruh pekerjaan sebagai ladang ibadah.

“Di masa-masa yang sulit ini, kita harus saling bahu membahu, dengan begitu, seberat apapun masalah kita, bisa kita selesaikan bersama,” ungkap Umi Rohmi.

Direktur RSUD  Dr. R. Soedjono Selong dr. Moh Tantowi Jauhari,Sp.B mengaku bersyukur dengan bantuan ventilator tersebut. Ia mengaku, bantuan yang diberikan saat ini menambah kekurangan ventilator yang ada di RSUD Soedjono selong.

“Kami bersyukur, bantuan ini menambah kekurangan ventilator di RSUD yang kita cintai ini,” ungkap Tantowi.

Di hadapan Wagub, Tantowi berterimaksih atas kedatangan Umi Rohmi untuk kesekian kalinya dalam menyemangati tenaga kesehatan. Menurut Tantowi, semangat serta sinergi yang baik sangat dibutuhkan oleh seluruh jajahan RSUD Soedjono selong.

“Alhamdulillah kedatangan Ibu Wagub menambah semangat kami untuk tetap melayani masyarakat,” tutup Tantowi.

Rr/HmsNTB




Workhsop Virtual BPJS Kesehatan, Bersama Awak Media Mitra Kerja Kantor Cabang Seluruh Indonesia

Media massa sangat dibutuhkan, terutama di tengah pandemi agar tidak terjadi disinformasi

MATARAM.lombokjournal.com –-

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelar media workshop secara virtual, yang diikuti awak media mitra kerja dari berbagai Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

Acara yang digelar selama 2 hari, yakni Kamis (22/10/20) dan Jum’at (23/10/20), pada hari pertama digelar 2 sesi.

M Iqbal Anas Maruf

Sesi pertama yang mengambil tema “Menjaga Keberlangsungan Program JKN KIS” menghadirkan narasumber yaitu Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo, Kepala Satgas Direktorat Penelitian dan Pengembangan Kedeputian Pencegahan KPK Kunto Ariawan, Ketua Tim Kendali Mutu, dan Kendali Biaya Pusat dr. Adang Bachtiar, Chief of Party USAID Health Financing Activity Prof. Hasbullah Thabrany dan pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio.

Pada sesi Kedua tema yang dibahas mengenai “Peran Jaminan Sosial Kesehatan di Era Pandemi Covid-19.”

Di sesi Kedua workshop menghadirkan narasumber di antaranya Tb A. Choesni Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Jesejahteraan Sosial Kemenko PMK RI, Prof Budi Hidayat Pakar Asuransi Kesehatan dan Raden Pardede Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Di Mataram, Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kantor Cabang Mataram menggelar kegiatan virtual ini di Hotel Java Klui Senggigi. Selain dihadiri wartawan dari 5 media cetak dan online kegiatan ini juga diikuti Kepala Cabang BPJS Kesehatan Sarman Palipadang.

Acara yang akan dirangkai dengan Anugerah Lomba Jurnalistik BPJS Kesehatan 2020 di hari Kedua itu dibuka oleh Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan yang diwakili oleh Kepala Humas BPJS Kesehatan Muhammad Iqbal Anas Maruf.

Muhammad Iqbal Anas Maruf mengatakan, media merupakan pejuang keselamatan bangsa.

Peranan media massa sangat dibutuhkan, terutama di tengah pandemi agar tidak terjadi disinformasi, atau kesalahan penyampaian informasi.

“Saya juga berharap semua bisa sehat di tengah wabah pandemi saat ini,” kata Anas Maruf.

Dalam kesempatan tersebut Muhammad Iqbal Anas Maruf juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas partisipasi awak media baik kehadiran dalam workshop media ini diberbagai tempat di Indonesia, dan kepesertaannya dalam lomba anugrah jurnalistik BPJS Kesehatan 2020.

Rr/Aya (*)




Wagub Minta Nakes Tidak Jenuh Layani Pasien Covid-19

Pengorbanan tenaga kesehatan (Nakes) di masa pandemi ini sangat luar biasa

 KABUPATEN BIMA.lombokjournal.com

Tenaga Kesehatan (Nakes) merupakan salah satu kelompok yang berisiko tinggi terpapar Covid-19. Selain butuh kesehatan fisik, mereka juga butuh kesehatan mental.

Karena itu, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memberikan semangat dan motivasi kepada para tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Kabupaten Bima, Kamis (22/10/20).

Wagub juga minta kepada tenaga kesehatan untuk tidak jenuh dalam melayani pasien yang terpapar oleh Covid-19. Hal ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Butuh kesabaran yang paripurna, butuh kedisiplinan yang luar biasa, butuh keistiqomahan, butuh keikhlasan, dan kita semua dalam kondisi apapun tetap layani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” kata Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi ini.

Ia menilai, pengorbanan tenaga kesehatan di masa pandemi ini sangat luar biasa.

Disamping mempertaruhkan diri sendiri, tenaga kesehatan juga rela meninggalkan keluarga demi keselamatan masyarakat dari wabah ini. Hal tersebut sangat diapresiasi oleh Wakil Gubernur.

Untuk menguatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bima, Umi Rohmi memberikan bantuan masker dan ventilator untuk menunjang kegiatan mereka selama bertuga di rumah sakit.

Ia mengajak para tenaga kesehatan untuk terus bersatu menguatkan satu sama lain dan meningkatkan kerjasama antar tenaga kesehatan.

“Mari kita kuatkan diri satu sama lain saling menyemangati, InsyaAllah apa yang kita lakukan ini semua tercatat sebagai amal baik kita bagi kita semua,” ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, ia meminta kepada pihak rumah sakit untuk tetap memperketat penerapan protokol kesehatan agar penyebaran Covid-19 ini bisa ditekan. Selain itu, rumah sakit diminta meniadi pusat edukasi protokol kesehatan bagi pasien maupun keluarga pasien yang membesuk.

“Terakhir, saya sangat berharap rumah sakit ini menjadi pusat edukasi masyarakat.Tunjukanlah penerapan protokol kesehatan yang sungguh-sungguh, setiap orang yang masuk ke rumah sakit ini harus memakai masker,” tutupnya.

Direktur RSUD Kabupaten Bima, drg. H. Ihsan Mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan bantuan yang telah diberikan kepada rumah sakit. Dirinya akan memastikan bahwa protokol kesehatan di RSUD ini berjalan dengan baik.

Usai memberikan motivasi di RSUD Kabupaten Bima, Umi Rohmi langsung beranjak ke Posyandu Desa Monggo untuk meresmikan Posyandu Keluarga. Disana ia langsung meninjau Posyandu Keluarga tersebut.

Ia berpesan kepada seluruh kader Posyandu Keluarga dan kepala desa untuk senantiasa konsisten mengembangkan dan menjalankan setiap Program Posyandu keluarga demi kesehatan masyarakat Desa Monggo.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 22 Oktober 2020, Bertambah 20 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 27 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Virus Covid-19 tidak ditularkan oleh hewan, tetapi menular antar manusia terutama dari orang-orang terdekat. Covid-19 ditularkan melalui cipratan liur (droplet) yang dikeluarkan seseorang dari mulut atau hidung ketika bersin, batuk, bahkan saat berbicara

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB,Laboratorium PCR Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Laboratorium TCM RS.H.L.Manambai mengkonfirmasi, ada tambahan 20 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis (22/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 187 sampel dengan hasil 161 sampel negatif, 6 sampel positif ulangan, dan 20 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 27 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif, 27 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis ini (22/10/20) sebanyak 3.825 orang, dengan perincian 3.106 orang sudah sembuh, 216 meninggal dunia, serta 503 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 20  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 27 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3806, an. S, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Unram;
  2. Pasien nomor 3807, an. DR, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSD Wisma Seganteng;
  3. Pasien nomor 3808, an. RKY, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 3809, an. J, perempuan, usia 84 tahun, penduduk Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  5. Pasien nomor 3810, an. YH, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  6. Pasien nomor 3811, an.IA, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3672. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  7. Pasien nomor 3812, an. SR, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3672. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  8. Pasien nomor 3813, an. AA, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3726. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Dompu;
  9. Pasien nomor 3814, an. S, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3726. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  10. Pasien nomor 3815, an. K, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Lagam, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L.Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  11. Pasien nomor 3816 an. WN, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Montong Beter, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  12. Pasien nomor 3817, an. NF, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di runag isolasi RSUD Dr.R.Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 3818, an. SS, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr.R.Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 3819, an. B, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Bagik Nyaka Santri, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  15. Pasien nomor 3820, an. NPN, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram;
  16. Pasien nomor 3821, an. EHS, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram;
  17. Pasien nomor 3822, an. STA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram;
  18. Pasien nomor 3823, an. SJ, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram;
  19. Pasien nomor 3824, an. IKPD, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram;
  20. Pasien nomor 3825, an. P, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram.

Hari Kamis terdapat penambahan 27 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2850, an. IS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 2965, an. EA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 3107, an. D, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Batujai, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 3142, an. ISP, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  5. Pasien nomor 3145, an. MAEP, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 3154, an. M, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  7. Pasien nomor 3214, an. S, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 3216, an. K, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  9. Pasien nomor 3237, an. I, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 3259, an. KAAB, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah;
  11. Pasien nomor 3266, an. IPS, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  12. Pasien nomor 3283 an. IBM, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  13. Pasien nomor 3285, an. MKY, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah;
  14. Pasien nomor 3298, an. NA, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  15. Pasien nomor 3316, an. MR, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  16. Pasien nomor 3369, an. M, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  17. Pasien nomor 3392, an. LMDWA, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  18. Pasien nomor 3395 an. N, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  19. Pasien nomor 3480, an. M, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 3522, an. RAH, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  21. Pasien nomor 3543, an. AA, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  22. Pasien nomor 3563, an. AA, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  23. Pasien nomor 3603, an. RS, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  24. Pasien nomor 3622, an. A, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  25. Pasien nomor 3691, an. S, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Kuang Baru, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  26. Pasien nomor 3698, an. R, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur;
  27. Pasien nomor 3703, an. NU, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Kamis  ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3803, an. MJ, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.

Lalu Gita Aryadi menjelaskan, virus Covid-19 tidak ditularkan oleh hewan, tetapi menular antar manusia terutama dari orang-orang terdekat. Covid-19 ditularkan melalui cipratan liur (droplet) yang dikeluarkan seseorang dari mulut atau hidung ketika bersin, batuk, bahkan saat berbicara.

Dikatakan, droplet dapat jatuh dan menempel pada bendabenda di sekitar kita. Oleh karena itu, ketika kita memegang benda-benda tersebut, tangan kita berpotensi menjadi jalur transmisi penularan Covid-19 jika menyentuh hidung, mulut, dan mata.

“Karenanya mari tetap patuh pada protokol kesehatan dengan senantiasa menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dengan sabun serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Libur Panjang, Menkopolhukam  Ingatkan Semua Pihak Harus Antisipasi Penularan Virus

Potensi kerumunan di transportasi umum, atau di tempat-tempat seperti terminal, stasiun, bandara, tempat rekreasi dan sebagainya, harus diantisipasi, jangan sampai menjadi pusat penularan baru

MATARAM.lombokjournal.com

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Moh. Mahfud MD, minta semua pihak mengantisipasi potensi kerawanan, terutama penularan Covid-19 dimasa libur panjang.

Jangan sampai setelah libur panjang muncul pusat-pusat penularan Covid-19 yang baru.

“Disitu akan terjadi kerawanan – kerawanan yang harus kita antisipasi yang mungkin tidak kondusif atau tidak sejalan dengan kebijakan pokok Pemerintah pada saat ini, yaitu protokol kesehatan,” kata Mahfud MD.

Saat ITU Mahfud  memberi arahan dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Libur Panjang Cuti yang dikuti oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu  Gita Ariadi, M.Si., bersama unsur anggota Forkompinda Provinsi NTB di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB, Kamis (22/10/20).

Menurutnya, setiap ada libur panjang selalu ada potensi  kerumunan atau tumpukan orang.

Misalnya di transportasi umum, atau di tempat-tempat seperti terminal, stasiun, bandara, tempat rekreasi dan sebagainya. Tentu semua potensi ini harus diantisipasi, jangan sampai menjadi pusat-pusat penularan baru.

Ini akan  berakibat pada menurunnya tingkat kesembuhan pasien yang sudah bagus.

“Kemudian persentase penularan yang juga sudah bagus, tingkat kematian yang juga sudah bagus, karena sedikit, di tingkat kematian itu tiga koma sekian persen, masih lumayan meskipun tidak sama dengan rata-rata dunia, bisa menurun lagi. Nah itu semua harus diantisipasi,” kata Mahfud.

Mahfud menyinggung soal perayaan Maulid Nabi.

Kata dia, Maulid Nabi itu adalah salah satu peringatan keagamaan.  Satu pertanda bahwa negara ini sangat menghargai acara keagamaan.

Namun karena saat ini masa pandemi, jangan sampai perayaan hari keagamaan jadi kluster penularan Covid-19. Karenanya penerapan protokol kesehatan harus diperhatikan betul.

“Nanti tentu akan banyak yang menyampaikan, yang mengamankan jalan siapa, yang maulidan siapa, tempat rekreasi siapa dan semuanya itu akan sangat ditentukan bagaimana daerah, pimpinan daerah, Forkompinda dan seluruh jajarannya itu berkoordinasi untuk melakukan antisipasi atas berbagai kemungkinan,” tegasnya.

Prof. Dr. Agus Saptono, mewakili Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menyampaikan seruan kementeriannya kepada masyarakat.

Di antaranya di masa pandemi ini, masyarakat harus tetap disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Selain itu pengawasan juga melibatkan unsur TNI-Polri disejumlah titik keramaian dan memperbanyak pos-pos pemantauan Protokol Kesehatan di daerah.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan masyarakat agar tidak timbul kluster-kluster baru serta perlunya penyediaan dan penerapan Protokol Kesehatan di tempat-tempat kerja dan lain sebagainya.

Selain itu perlu dilakukan tes rapid atau swab bagi masyarakat yang sudah melakukan libur panjang.

Kepala BNPB, Letjen Doni Munardo, mengaku gembira karena angka kesembuhan masyarakat dari Covid-19 mulai meningkat, meski angka kematian masih terbilang tinggi.

Namun kondisi sepert ini tidak membuat kehilangan kewaspadaan bagi masyarakat untuk tetap berhati-hati menghadapi Covid-19 ini. Tentunya dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan untuk hidup lebih sehat dan selamat.

Monardo juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai cuaca ekstrim yang akan melanda Indonesia seperti banjir, tanah longsor dan sebagainya yang harus diwaspadai dampaknya.

“Pesan saya selama liburan nanti lebih baik berlibur bersama keluarga di rumah dengan melakukan hal-hal positif yang bisa meningkatkan imun masyarakat,” kata Doni.

Terkait transportasi, Menteri Perhubungan, Budi Karya, menyampaikan, pihaknya akan membangun koordinasi yang kuat dengan pihak Lantas di lapangan, terutama saat terjadinya kemacetan lalu lintas saat mudik libur Panjang. Masyarakat pengguna jalan maupun pengguna transportasi lainnya baik darat, laut dan udara untuk tetap memerhatikan protokol kesehatan dengan baik, agar terhindar dari serangan Covid-19.

“Kita ingin lakukan hal ini dengan hasil yang baik. Tentunya kekompakan harus kita pegang teguh dan jalankan secara tertib pula,” pesan Menhub.

IKP@diskominfotik_ntb

 




Posyandu Keluarga, Wadah Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pernikahan Usia Anak

Narkoba adalah salah satu masalah besar yang dihadapi NTB, pemahaman masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba masih rendah

KOTA BIMA.lombokjournal.com

Kunjungan Kerja Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah di Pulau Sumbawa, hari ini meresmikan Posyandu Keluarga. berlanjut ke Kota Bima, Kamis (22/10/20).

Wagub kembali mengungkapkan,  salah satu fungsi Posyandu Keluarga yaitu sebagai tempat sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan pernikahan usia anak.

Saat meresmikan Posyandu Keluarga di Kelurahan Nungga, Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima ia mengatakan, Posyandu Keluarga dalam pembentukannya tidak terlalu sulit, karena hanya membutuhkan beberapa tambahan pelayanan.

“Melalui Posyandu Keluarga kita bisa mengedukasi masyarakat supaya jangan ada pernikahan anak, karena pernikahan anak ini adalah salah satu masalah di NTB. Harus terus diedukasi, jangan sampai putus sekolah, selesaikan sekolahnya dulu baru berpikir menikah,” jelasnya.

Narkoba adalah salah satu masalah besar yang dihadapi NTB, tak terkecuali di Kota Bima. Pemahaman masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba masih rendah.

Karena itu Posyandu Keluarga dapat berfungsi sebagai wadah sosialisasi tentang bahaya narkoba.

“Kemudian narkoba, ini menjadi PR besar juga. Apa lagi di Bima, jangan sampai ada anak-anak kita yang terkena pengaruh narkoba ini,” tegas Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi.

Selain edukasi terkait bahaya narkoba dan pernikahan usia anak, edukasi terkait buruh migran juga menjadi salah satu fungsi dari Posyandu Keluarga.

Edukasi-edukasi tersebut jika dimasifkan, akan dapat mengubah masyarakat menjadi lebih baik, Itulah tujuan dibentuknya Posyandu Keluarga.

“Bayangkan bapak ibu kalau edukasi tersebut kita lakukan terus menerus kita berikan setiap bulan tanpa henti di setiap dusun atau lingkungan, maka masalah-masalah kesehatan, ekonomi, sosial yang ada di tempat kita bisa teratasi,” terangnya.

Terkait masalah pandemi Covid-19,, Umi Rohmi meminta kepada para kader Posyandu untuk turut serta dalam melakukan sosialisasi tentang penanganan pandemi di masyarakat luas.

Tak lupa, Umi Rohmi mengingatkan kepada masyarakat, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan agar masyarakat sekitar tidak terpapar Covid-19. Ia berharap Kota Bima mampu menyelesaikan 100 persen Posyandu Keluarga dalam waktu singkat.

Walikota Bima, Muhammad Lutfi yang turut hadir pada acara tersebut menyampaikan, penegakan Peraturan Daerah terkait pencegahan penyakit menular sedang digencarkan.

Hampir setiap hari dilakukan razia, bukan hanya di jalan umum namun juga masuk ke lingkungan dan kelurahan di kota Bima.

Hal inj dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penyebaran wabah ini.

“Harapannya, dengan sadarnya masyarakat terhadap protokol Kesehatan, tidak ada lagi yang terjangkit virus COVID-19 ini,” kata Lutfi.

Rr/HmsNTB